Senin, 06 Februari 2012

Syahrul Resmikan Pabrik Padi Beraset Rp30 M

SENIN, 06 FEBRUARI
MAKASSAR,  - Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yassin Limpo meresmikan pabrik penggilingan padi terpadu pertama di Kelurhan mario Rennnu Kecamatan Gantarang kabupaten Bulukumba dengan nilai investasi sekitar Rp 30 miliar, sebagaiman dikutip antaranews, Sabtu 4 Februari.
Pabrik Penggilingan Padi Terpadu atau Rice Processing Complex (RPC) yang dibangun oleh PT Zanur Prima Jaya (PT. Zanur Group) tersebut diresmikan usai peringatan hari jadi Kabupaten Bulukumba ke-52 tahun.
Pabrik tersebut dibangun di atas lahan seluas 12,5 hektare dengan nilai investasi sekitar Rp30 miliar dan terletak sekitar 11 kilometer dari pusat kota Kabupaten Bulukumba.
Ratusan masyarakat petani, tokoh masyarakat dan tokoh adat di salah satu daerah penghasil utama beras di Bulukumba itu ikut menyaksikan proses pembuatan dan penggilingan padi perdana pabrik.
"Ini merupakan ikon bagi masyarakat Bulukumba untuk menjadikan daerahnya sebagai industri terbesar pencetak padi dengan kualitas terbaik," katanya.
Hal ini, lanjutnya, akan memberikan dampak yang sangat luar biasa pada upaya mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi rakyat.
Ia meminta, agar investor memprioritaskan sumber daya manusia lokal untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya.
Pembangunan pabrik peng­gilingan padi ini, renca­nanya akan dilanjutkan di seluruh­ kabupaten dan kota lainnya Sulsel.
Dengan ketersediaan pa­brik ini, kualitas produksi beras petani dapat dipertahankan hingga enam bulan bahkan satu tahun. Dengan demikian, para petani dapat menikmati hasilnya dan stabilitas harga pun tetap terjamin.
Sementara itu, Bupati Bulukumba Zainudin Hasan mengatakan, produksi beras Bulukumba saat ini mencapai 100 hingga 350 ton per hari. "Dulunya kita sering mencetak padi di kabupaten Pangkep, Maros dan Bone. Dengan adanya pabrik, kini masyarakat tak perlu jauh-jauh lagi," jelasnya. (*/mri)

Read More >>

Minggu, 05 Februari 2012

Sulsel kembali ditunjuk pelaksana Sirnas 2012

Minggu, 5 Februari 2012


Makassar  - Sulawesi Selatan untuk ketiga kalinya kembali ditunjuk sebagai tuan rumah kejuaraan nasional bulu tangkis sirkuit nasional (Sirnas) di GOR Sudiang Makassar, 10-14 April 2012.

Sekretaris pelaksana Sirnas 2012 Atman Amir, di Makassar, Sabtu, mengatakan, kepercayaan kembali menggelar kejuaraan Sirnas 2012 merupakan bukti bahwa Sulsel mampu menjadi pelaksana yang baik. Sebelumnya, Sulsel telah sukses menjadi pelaksana Sirnas 2009 dan 2011.

"Persiapan kita sejauh ini dalam tahap penyusunan kepanitiaan dan pembuatan proposal. Kita juga masih menunggu surat rekomendasi dari PB PBSI yang kemungkinan sudah tiba dua minggu ke depan," jelasnya.

Menurut Atmar, jadwal pelaksanaan Sirnas 2012 seharusnya baru digelar November 2012. Namun sengaja dipercepat dengan harapan bisa menjadi ajang ujicoba bagi setiap atlet sebelum menghadapi PON XVIII Riau, September 2012.

Apalagi, lanjutnya, Sirnas 2012 akan kembali dimeriahkan klub buli tangkis papan atas diantaranya PB Jaya Raya, PB Surnayaga, PB Djarum, PB Mutiara Bandung, hingga SGS elektrik.

"Sirnas kali ini lebih spesial karena bisa menjadi sarana menguji kekuatan tim sebelum tampil di PON. Bagi atlet PON Sulsel sendiri kita harapkan bisa memanfaatkan ajang ini untuk lebih mematangkan kemampuan dan mentalnya," katanya.

Mengenai target peserta di Sirnas 2012, pihak panitia optimistis minimal menyamai jumlah peserta Sirnas 2011 yang mencapai 618 atlet serta diikuti 70 Pengprov PBSI dan klub bulu tangkis di seluruh Indonesia.

"Kita juga sengaja memilih GOR Sudiang sebagai tempat pelaksaaan karena lebih representatif dan lebih luas. Ini juga merupakan komitmen kami untuk kembali menyukseskan Sirnas 2012," ujarnya.
Read More >>

Pawai Budaya Meriahkan Perayaan Cap Go Meh

Makassar - Pawai budaya perayaan puncak Tahun Baru China 2563/2012, Cap Go Meh di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berlangsung meriah.

Salah seorang panitia perayaan, Maxi, Minggu, menjelaskan, pawai budaya diikuti oleh 15 kelompok dan dibagi dalam dua kelompok utama.

Pertama adalah Barisan Bhineka Tunggal Ika yang diawali dengan lambang-lambang negara yakni Garuda Pancasila dan Bendera Merah Putih. Menyusul aktrasi drum band mengawal barisan etnis, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda.

Kemudian diakhiri dengan perahu naga, Wayang Potehi dan Sampek Eng Tay.

Iring-iringan pawai kemudian dilanjutkan dengan Barisan Adat Ritual yang terdiri atas kelompok Klenteng Kwang Kong, ritual Bissu Kabupaten Segeri, Cetya Trisakti, ritual Bali, Klenteng Xiang Ma, ritual Kabupaten Bantaeng, Vihara Pang Ko Ong Galesong, Kabupaten Takalar, adat Dayak, Vihara Sasanadipa, ritual Sanro Bone, Cetiya Istana Avalokitesvara, Cetya Maha Dharma, ritual Kajang serta Panca Dharma Selatan.

Pawai berjalan kaki sepanjang Jalan Sulawesi kemudian memutar di Jalan Sangir, masuk ke Jalan Irian dan Jalan Ahmad Yani dan kembali ke Jalan Sulawesi.

Ratusan warga Makassar, tampak memadati sekitar lokasi perayaan untuk menyaksikan dan mengabadikan perjalanan para kelompok pawai budaya yang tampil menunjukkan ciri khasnya masing-masing.

Sejumlah kelompok klenteng misalnya, diringi barongsai dan memandu sejumlah patung dewa. Kelompok ritual tampil dengan menunjukkan tarian adatnya seperti Barong Bali.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi pun tampak antusias menyaksikan pawai dan beberapa kali tampak melakukan penghormatan pada arak-arakan dewa yang melalui rumah dan tokonya.

Tak hanya warga kota, beberapa wisatawan mancanegara juga tampak hadir dan mengabadikan momen istimewa yang diselenggarakan setiap tahun itu.

"Sikap saling menghargai terhadap perbedaan harus dijunjung tinggi. Makassar dan SulseI pada umumnya harus dapat menjadi contoh menghadirkan keragaman itu sehingga tumbuh kasih sayang, kebersamaan dan kerukunan untuk mewujudkan kesejahteraan," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebelum melepas pawai.

Ia meyakini, Provinsi Sulsel akan semakin baik di tahun Naga Air.

Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36094/pawai-budaya-meriahkan-perayaan-cap-go-meh
Read More >>

SYL: Jaga Pendidikan dan Kesehatan Gratisku Kodong

 Minggu, 5 Februari 2012

Bulukumba, -  Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo  meminta aparat camat dan kepala desa untuk menjaga program pendidkan gratis dan kesehatan gratis.

Syahrul menyampaikan hal itu saat berada di Bulukumba pada saat memberi sambutan HUT Bulukumba ke 52 tahun di daerah itu.

" Tolong jagaikankan pendidikan gratisku dan kesehatan gratisku kodong," kata Syahrul dihadapan  warga di Lapangan Pemuda Bulukumba, Sabtu (4/2) kemarin.

Permintaan Syahrul yang bernada mengemis kepada aparat setempat mendapat tepukan tangan dari warga setempat di daerah itu.

Syahrul Yasin Limpo rencananya akan maju sebagai bakal calon Gubernur Sulsel pada Pemilihan Gubernur 2013 di daerah itu. (*)

Sumber : http://makassar.tribunnews.com
Read More >>

Sabtu, 04 Februari 2012

Sulawesi Fokus Bantuan Kanada di Indonesia

SABTU, 04 FEBRUARI 2012 


MAKASSAR,  - Duta Besar kanada untuk Indonesia Mackenzziaa Clugston mengatakan, Sulawesi, Khususnya Sulsel merupaka fokus bantuan pembangunan Kanada di Indonesia.
“Sulawesi adalah fokus geografi bantuan pembangunan Kanada di Indonesia dan juga terdapat investasi Kanada yang signifikan mulai dari pertambangan hingga minyak bumi dan gas serta jasa keuangan. Kami sangat senang datang ke Sulawesi untuk merayakan dan mempererat hubungan dengan banyak mitra dan relasi,” katanya yang dilansir antara, Jumat 3 Februari dalam rilis resmi pada perayaan “Canada in Sulawesi”.
“Canada in Sulawesi” di selenggarakan Kedutaan Besar Kanada untuk merayakan hubungan Kanada yang telah berlangsung lama di bidang perdagangan dan pembangunan di Pulau Sulawesi dan merupakan bagian dari perayaan u­lang tahun ke-60 hubu­ngan bilateral Kanada-Indonesia.
“Canada in Sulawesi” mencakup beberapa acara seperti seminar bisnis yang diselenggarakan bersama Kamar Dagang dan Industri Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Beberapa delegasi bisnis Kanada yang mengikuti seminar tersebut mewakili beberapa sektor yakni PT McElhanney Indonesia, PT SNC Lavalin dan PT IKO Industries yang bergerak pada bidang infrastruktur dan pemetaan.
Sherrit International dan Vale Indonesia dari sektor pertambangan kemudian dari perusahaan jasa keuangan, Manulife Indonesia, sektor pendidikan LaSalle College International, perusahaan pelumas Petro Kanada, jasa menara telekomunikasi SBB Inc dan peralatan industri ekstratif, Ilham Treda Industries serta perlengkapan pemadam kebakaran, SEI industries
“Indonesia adalah mitra perdagangan dan investasi yang penting untuk Kanada. Inisiatif ini akan mempererat kemitraan yang ada dan akan membantu perusahaan-perusahaan Kanada dan Indonesia dalam me­nemukan peluang-peluang bisnis baru,” kata Duta Besar Kanada. Selain seminar bisnis, diselenggarakan pula seminar informasi studi Kanada untuk para profesional.
Canadian International Development Agency (CIDA) juga menyelenggarakan acara penganugerahan penghargaan kepada mitra kunci pada proyek-proyek CIDA di Sulawesi.
CIDA memiliki kemitraan yang telah berlangsung lama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten, universitas, dan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam memajukan ekonomi yang berkelanjutan di enam provinsi di Sulawesi.
Melalui beberapa proyek yang bertujuan membantu pemerintah daerah merencanakan dan melakukan pengelolaan anggaran yang lebih baik, memberikan ketrampilan pada perusahaan kecil dan menengah serta me­ningkatkan keterlibatan masyarakat lokal dalam pembuatan keputusan yang menyangkut pemanfaatan sumber daya alam.
Sebelumnya, telah digelar pula pertemuan antara pejabat senior kedutaan besar bersama delegasi bisnis dengan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin untuk menjajaki potensi kerja sama yang lebih dekat dengan Kanada.
Nilai total perdagangan bilateral Kanada dan Indonesia pada 2011 mengalami peningkatan 41 persen dibandingkan 2010. Pada 11 bulan pertama, 2011 Indonesia merupakan pasar ekspor terbesar Kanada di Asia Tenggara dengan nilai total perdagangan bilateral mencapai US$2,87 miliar Kanada atau Rp25,625 triliun.
Ekspor Kanada ke Indonesia antara lain berupa gandum, pupuk dan bubur kayu sedangkan Ekspor Indonesia ke Kanada diantaranya karet, permesinan dan pakaian. (*/mri)

Read More >>

Jumat, 03 Februari 2012

Pemprov Sulsel Siapkan Pengganti Pejabat Eselon II

Jumat, 03 Februari 2012 

Makassar - Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyiapkan pengganti bagi enam pejabat eselon II yang akan memasuki pensiun tahun ini.

Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim di Makassar, Jumat, menjelaskan, jumlah pejabat eselon II yang akan memasuki masa pensiun tersebut telah dilaporkan kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Begitu juga dengan konsep dan perkiraan nama-nama yang akan menggantikannya.

Baperjakat melakukan rapat secara rutin sesuai dengan tugasnya untuk memberikan pertimbangan sehingga selalu siap pada saat dibutuhkan.

Para pejabat eselon II yang akan memasuki masa pensiun tersebut adalah Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Tan Malaka Guntur, Kepala Dinas Pendidikan Patabai Pabokori, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Andi Murny Amien Situru, Kepala Dinas Pariwisata Syuaib Mallombassi, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Arifuddin Dahlan serta Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Titien Sutarty.

Sebelumnya, Kepala BKD Provinsi Sulsel Andi Murny Amien Situru mengatakan daftar nama calon pengganti pejabat yang pensiun telah disampaikan kepada gubernur.

Sejumlah pejabat eselon II lainnya juga akan memasuki masa pensiun pada 2013 diantaranya Sekretariat Dewan Pengurus Daerah Korpri Saleh Gottang, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Yushar Huduri, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Saggaf Saleh.

Kepala Inspektorat Azikin Solthan, Asisten III bidang Kesejahteraan Rakyat Amal Natzir, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Soeprapto Budi Santoso serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Murtala Ali.

Sementara Kepala Badan Perpusatakaan dan Arsip Daerah Ama Saing serta Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim akan memasuki masa pensiun pada 2014.
Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com
Read More >>

Penjualan Beras Impor - Gubernur Ancam Tindak Tegas

Jumat, 03 Februari 2012
MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo memperingatkan seluruh pihak tidak menyalahgunakan beras impor asal Thailand yang masuk melalui Pelabuhan Parepare.


Syahrul menyatakan, akan menindak tegas oknum yang berani menjual 7.500 ton beras ke pasar lokal. Mantan Bupati Gowa dua periode ini menekankan,beras impor tersebut bukan untuk diperjualbelikan di daerah ini, melainkan hanya dititip di Gudang Bulog Parepare. Beras itu diimpor untuk kebutuhan beberapa provinsi di kawasan timur Indonesia (KTI).

“Kami pegang satu kuncinya. Saya usut kalau ada yang coba keluarkan dari gudang (perjualbelikan).Saya tidak segan- segan memberikan sanksi tegas,” pungkasnya kepada wartawan,kemarin. Dia menyatakan,selama ini Sulsel menjadi provinsi penyangga pangan nasional sehingga tidak membutuhkan beras impor dan tetap mengutamakan penggunaan beras produksi dalam negeri.

Dia juga mengingatkan Bulog tetap mengikuti komitmen awal dengan tetap membeli seluruh beras milik petani yang ada di daerah ini. “Kami setengah mati siapkan di sini dan itu ada kompensasi bahwa semua beras harus diserap Bulog,”ujarnya saat dicegat sebelum meninggalkan Kantor Gubernur Sulsel.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini meminta seluruh pihak tidak mempersoalkan dititipkannya ribuan ton beras asal Thailand di Parepare.Jika terus dipersoalkan, posisi Sulsel distributor dan konektor ke beberapa provinsi akan terancam. “Jangan mi persolakan itu, nanti posisi Sulsel bisa dipindahkan ke daerah lain. Posisi kami sebagai distributor dan konektor akan pindah ke Bitung. Itu yang kami tidak mau. Yang penting beras ini tidak dijual di Makassar,”ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Divisi Regional Bulog Sulsel Tommy S Sikado mengatakan, rencananya beras impor yang akan masuk ke Sulsel tahun ini sebanyak 50.000 ton. Namun,untuk tahap awal baru 7.500 ton. Dia menegaskan, beras asal Thailand itu hanya dititipkan di gudang Bulog yang ada di Parepare dan bukan untuk konsumsi masyarakat di Sulsel.

“Kami jamin, sebutir pun beras impor tersebut tidak akan dijual di Sulsel,”tuturnya. Ribuan ton beras impor ini rencananya didistribusikan ke Pulau Kalimantan, Maluku, Papua, termasuk Nusa Tenggara Timur. ● wahyudi 

Read More >>

11 Perusahaan Kanada Tertarik Bisnis di Sulsel


Jumat, 03 Februari 2012
MAKASSAR – Perusahaanperusahaan asal Kanada berminat melakukan investasi di Sulsel. Sedikitnya, 11 perusahaan dari berbagai sektor,yang memiliki cabang di Indonesia, melirik peluang bisnis baru di Sulsel.


Rencana kesebelas perusahaan yang difasilitasi Kedutaan Besar Kanada ini terungkap saat menggelar seminar bisnis di Hotel Aryaduta Makassar, tadi malam. Berbagai sektor yang menjadi core bisnis perusahaan tersebut,seperti infrastruktur dan pemetaan, pertambangan, jasa keuangan, pendidikan, pelumas, telekomunikasi, industri ekstraktif, dan perlengkapan pemadam.

Duta Besar Kanada untuk Indonesia Mackenzie Clugston mengatakan, kehadiran mereka di Sulsel untuk terus mempererat hubungan yang telah terjalin dan juga membuka mitra baru dengan beberapa perusahaan Kanada lainnya. ”Kami sangat senang bisa datang ke Sulsel. Ini akan mempererat hubungan kita dan juga membuka peluang bisnis baru ke depannya,”katanya.

Beberapa perwakilan perusahaan yang turut hadir di pertemuan dengan jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel tersebut yakni PT McElhanney Indonesia,PT SNC Lavalin,PT IKO Industries yang bergerakdibidanginfrastruktur dan pemetaan. Di bidang pertambangan yakni Sherritt Internasional dan Vale Indonesia.

Perusahaan di bidang pelumas yakni Petro Canada,Ilham Treda dari sektor peralatan industri ekstraktif, SEI Industries (bidang perlengkapan pemadam kebakaran), SSB Inc (telekomunikasi), Manulife Indonesia (jasa keuangan) dan LaSelle College Internasional (pendidikan). Sebelumnya pejabat senior Kedutaan Besar Kanada dan delegasi bisnis juga bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan juga Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin untuk menjajaki kerja sama yang lebih erat lagi dengan Kanada.

Selain melakukan seminar bisnis,kemarin Kedutaan Besar Kanada juga menggelar seminar informasi “Study in Canada” untuk para profesional di bidang pendidikan. Lembaga swadaya Kanada, Canadian International Development Agency (CIDA) juga memberikan penganugerahan kepada mitra kunci pelaksana proyek CIDA di Sulawesi pada umumnya. ”CIDA ini memiliki beberapa proyek yang bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam hal penyusunan penganggaran dan keterampilan pada pengusaha kecil,”katanya.

Rangkaian kegiatan Kedutaan Besar Kanada ini juga sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-60 hubungan bilateral Kanada-Indonesia. Clugston menilai, dipilihnya Sulsel sebagai daerah perayaan karena daerah ini merupakan salah satu provinsi yang selama ini menjadi mitra yang baik dalam investasi dengan masuknya INCO sebagai perusahaan nikel di Sorowako.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menilai, terpilihnya Sulsel oleh Kedutaan Besar Kanada menjadi bukti peluang investasi di daerah ini sangat potensial. Selain itu, kondisi sosial dan masyarakat yang juga mendukung untuk iklim investasi. ”Kanada merupakan salah satu negara yang konsisten untuk melakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.Tentu kedatangan mereka ke Sulsel karena menilai daerah ini memiliki peluang investasi yang menjanjikan,” kata Syahrul dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Pemprov Amal Natsir.

Menurut mantan Bupati Gowa dua periode ini, wujud komitmen Kanada untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat ditunjukkan dengan pembayaran upah karwayan yang selalu tepat waktu dan konsisten. ”Ini kita lihat langsung di Sulsel,”tambahnya. Ketua Kadin Sulsel Zulkarnaen Arief mengatakan, kedatangan para pimpinan perusahaan tersebut membuka peluang kerja sama dengan para pengusaha lokal di Sulsel untuk bermitra.

Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa Sulsel saat ini merupakan daerah yang sudah dilirik negara-negara lain. ”Pertemuan ini tentu baru langkah awal. Jika memang nantinya ada peluang yang terbuka, akan ada pembicaraan lebih jauh dengan perusahaan ini. Kita sambut baik kedatangan duta besar Kanada dengan membawa peluang investasi di daerah ini,” kata Zulkarnaen. jumardin akas 

Read More >>

Kesehatan Gratis Dianggarkan Rp186 M

JUMAT, 03 FEBRUARI 2012 

Waspadai DB dan Flu Burung

MAKASSAR, — Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Kesehatan menyiapkan anggaran sebesar Rp186 miliar lebih untuk realisasi program kesehatan gratis yang telah dimulai pada tahun 2011 hingga 2012 ini.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Rachmat Latief, jumlah yang disiapkan itu lebih besar dibanding anggaran selama tiga tahun terakhir, mulai periode 2008 hingga 2010 lalu. Dimana sejak tahun 2011 sampai de­ngan 2012, sudah mulai menghitung dan me­lakukan analisis  sehingga jumlah anggaran yang dibutuhkan lebih tinggi.
“Kesehatan gratis dimulai 2008 dan kita menanggung sesuai standar WHO yakni 15 persen kali total populasi. Sulsel mengantisipasi itu dengan angka 20 persen sehingga anggaran sampai batas 2010 itulah 20 persen kali total populasi yang belum memiliki jaminan dibagi 60 kabupaten dan provinsi 40 persen. Perhitungan tersebut tidak merubah tarif kabupaten yang memiliki beragam tariff,” ujarnya dikantor Gubernur Sulsel, Kamis, 2 Februari.
Program itu, lanjut dia, diupayakan untuk lebih baik karena itu merupakan hak dasar masyarakat yang perlu untuk dipenuhi pemerintah. Hal ini juga akan diwujudkan pemerintah Sulsel bahwa kebutuhan pelayanan dasar termasuk kesehatan adalah diatas segalanya.
Selain itu, dimusim hujan seperti ini pihaknya terus mewapadai terjadinya penyakit demam berdarah (DB) dengan upaya promotif, preventif dan upaya pengobatan. Sejauh ini, pihaknya telah bermitra dengan 24 kabupaten kota untuk melakukan pencegahan tersebut.
“Upaya yang kita lakukan adalah promotif dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat, upaya preventif untuk menjaga jangan sampai nyamuk menggigit kita dengan cara memakai kelambu termasuk melakukan fogging,” urainya.
Dikatakan, untuk berobat di puskesmas tidak dipungut biaya, bisa melalui jamkesmas, jamkesda, askes dan apapun sepanjang penduduk Sulsel pasti gratis. Dipuskesmas bisa di infus untuk mengganti cairan yang keluar termasuk memberikan obat-obatan.
Lebih jauh dijelaskan, cara efektif dan efisien untuk mencegah DB adalah menyemprot telur nyamuk supaya jangan menetas, sebab waktu seperti saat ini juga menjadi musim menetasnya telur nyamuk hingga menjadi dewasa. “Memusnahkan telurnya adalah lebih efektif dan efisien daripada membunuh nyamuk dewasa,” katanya.
Sementara untuk upaya pencegahan flu burung, tambahnya, pihaknya telah memberikan obat-obatan yang disebar pada 422 puskesmas di pada 24 kabupaten kota se Sulsel.
“Kita sudah memberikan obat namanya Tamiflu. Tamiflu ini sudah beredar pada 422 puskesmas di Sulsel. Semuanya gratis diberikan, obat ini tidak murah tetapi kita berikan secara gratis. Lebih baik kita berikan lebih awal daripada terlambat. Ini dianggarkan pemerintah pusat untuk pencegahan penyakit dan itu wajib diantisipasi,” tutupnya. (eky)
Read More >>

Kamis, 02 Februari 2012

PT Vale akan Kembali Investasi Rp2 T

KAMIS, 02 FEBRUARI 2012 

alt
Syahrul: Negara Besar Semakin Percaya Terhadap Sulsel
MAKASSAR, —PT Vale Indonesia Tbk atau yang sebelumnya dikenal  PT Inco menjanjikan akan melakukan penambahan investasi tambahan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sekitar Rp2 triliun untuk perluasan pembangun pabrik.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya berharap manajemen PT Vale Indonesia mampu memperluas pabrik industri di Sulsel dari yang sudah ada sekarang.
“Kita berharap mereka mampu memperluas dari apa yang ada sekarang, mereka sudah menjanjikan investasi tambahan itu sekitar Rp2 triliun untuk pabrikasinya. Sehingga itu memungkinkan ada perluasan dari apa yang ada sekarang, mungkin akan membangun pabrik yang empat sampai lima kali lebih besar dari sekarang,” jelas Syahrul, usai menerima kunjungan Kepala Bagian Perdagangan Kedutaan Besar Kanada, Mr Richard Bale,  terkait perayaan 60 tahun hubungan antara Indonesia dan Kanada, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu, 1 Februari.
Syahrul, juga menjelaskan, kunjungan Kedutaan Besar Kanada bersama sejumlah delegasi bisnis Canada merupakan langkah penjajakan untuk mengidentifikasi peluang bisnis lainnya selain sektor pertambangan di Sulsel.
“Mereka melakukan penjajakan terhadap berbagai peluang yang berkait dengan tambang. Bahkan sektor pendidikan juga mereka bawa untuk melakukan penjajakan kemari,” jelasnya.
“Biasanya lebih bagus pengupahannya dan lebih bijaksana dibandingkan dengan yang lain-lain. Oleh karena itu kelihatannya semua pabrik-pabrik industry Kanada sebenarnya masih bisa kita atur, artinya masih berpeluang untuk kita atur sesuai selera ke Indonesiaan kita, kapan kita input biasanya dia cepat oke,” jelasnya.
Dari kunjungan tersebut, masih kata Syahrul, merupakan petunjuk bahwa negara-negara besar memberikan perhatian besar terhadap provinsi Sulsel. Hal itu, menurut dia, karena kepercayaan global terhadap investasi yang akan mereka arahkan ke Sulsel.
Sementara itu, Kedutaan Besar Kanada, Mr Richard Bale, menjelaskan, kunjungannya merupakan upaya untuk melakukan pengembangan pada peluang-peluang bisnis di Sulsel.
“Ini merupakan delegasi bisnis kami untuk mengeksplor peluang-peluang bisnis kami di Sulsel, itu merefleksikan apa yang sudah kita lakukan seperti yang anda ketahui bahwa PT Vale merupakan perusahaan Canada yang beroperasi di Sorowako,” katanya.
Pihaknya juga menganggap bahwa peluang selain pertambangan akan muncul seiring dengan pertumbuhan ekonomi di Sulsel yang melaju kencang. “Tentu saja akan ada peluang bisnis lain karena ekonomi di Indonesia tumbuh dengan sangat cepat termasuk di Sulsel. Itu artinya banyak peluang yang muncul di berbagai sektor,” jelasnya.
Selain itu, ia mengatakan, jika PT Vale mempunyai rencana investasi yang cukup agresif di Sulsel. Salah satunya dengan menambah jumlah produksi tambang, dan juga akan meningkatkan kapasitas pabriknya.”Itu tentu akan meningkatkan peran serta perusahaan Kanada dan juga perusahaan Indonesia,” ujarnya.
Dengan sumber daya alam yang banyak dimiliki di pulau Sulawesi khususnya di Sulsel, delegasi perusahaan dari Kanada saat ini sedang mengeksplorasi  peluang minyak dan gas lepas pantai. “Itu menunjukkan sektor SDA yang baru untuk Sulsel,” tambahnya. (eky)
Read More >>

Kanada Siap Tambah Investasi di Sulsel


Kamis, 02 Februari 2012
Image

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat menerima Atase Perdagangan Dubes Kanada untuk Indonesia Richard Bale di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, kemarin. Pertemuan mereka membahas persiapan perayaan 60 tahun hubungan diplomatik RIKanada yang dipusatkan di Makassar, malam ini. Pertemuan ini juga membahas peluang masuknya investasi Kanada di Sulsel.  

MAKASSAR – Kanada siap menambah investasinya di Sulsel. Potensi pasar dan iklim investasi yang bagus di Sulsel menjadi pertimbangan negara ini menambah investasi di daerah ini. Hal itu diungkapkan Atase Perdagangan Duta Besar (Dubes) Kanada untuk Indonesia, Richard Bale, seusai memimpin rombongan Dubes Kanada melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel,pagi kemarin. 

”Terlihat banyak yang pakai BlackBerry di sini. Meskipun perwakilan BlackBerry tak bisa datang,kami lihat peluang yang bagus untuk investasi di Sulsel,”kata dia. Dia menyebutkan, minat perusahaan asal Kanada untuk berinvestasi di Sulsel tergolong tinggi. Karena itu, dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut, Richard juga mengikutsertakan beberapa delegasi bisnis untuk menjajaki peluang bisnis di Sulsel. ”Kedatangan kami untuk menjelajah peluang bisnis yang baru di Sulsel dan tentu saja terbuka untuk bisnis lainnya. 

Ekonomi di Indonesia cukup pesat,terutama di Sulsel,” ujarnya kepada wartawan. Delegasi bisnis yang ikut dalam pertemuan itu, antara lain sektor permesinan, pendidikan, serta bidang tambang dan hasil bumi. Rombongan tersebut juga membicarakan mengenai kesiapan digelarnya peringatan hubungan diplomatik antara Indonesia-Kanada yang dilaksanakan di Hotel Imperial Aryadutha,malam ini. 

Pada kegiatan itu dilaksanakan pula forum bisnis antara Indonesia dan Kanada.Acara ini dihadiri Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Mackenzie Clugston, serta perwakilan pemerintah Indonesia. ”Kami masih belum menentukan sektor apa dan berharap adanya bisnisforumnanti.Kami bisa mengevaluasi bisnis apa yang bisa dilakukan ke depan di Sulsel,”papar Richard Bale. Saat ini investasi terbesar Kanada di Sulsel,yaitu PT Vale Indonesia (dulu PT INCO International Tbk). 

Sebagian besar saham PT Vale Indonesia dimiliki Vale Canada Limited. Richard menambahkan, INCO di bawah bendera Vale berencana melebarkan investasinya dengan menambah jumlah produksi tambang dan areal pertambangan. Sementara itu, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, dipilihnya Sulsel sebagai tuan rumah perayaan 60 tahun hubungan diplomatik RI-Kanada, merupakan bentuk kepercayaan dunia internasional terhadap daerah ini.

Secara tidak langsung, hal tersebut juga sebagai bentuk kepercayaan negara asing membuka investasi di Sulsel. ”Ini memberi petunjuk bagi kami bahwa internasional dan negara besar memberikan perhatian khusus ke Sulsel.Tanda-tanda ke arah yang lebih besar semakin mengarah ke sini,”ujarnya. Hanya, akan masuknya investasi asing tersebut tidak mudah, ibarat membalikkan telapak tangan.Dia menyebutkan, untuk merealisasikan investasi tersebut butuh proses dan penjajakan.

Perusahaan asal Kanada yang ada di Sulsel saat ini lebih bagus dari segi pengupahan kepada karyawannya dibandingkan dengan perusahaan lain. Karena itu,dia berharap,pertemuan besok bisa berdampak signifikan terhadap dunia investasi di Sulsel. Saat ini program Canadian International Development Agency (CIDA) bersama KPK juga tengah berlangsung di daerah ini. Program tersebut untuk mencegah tindak pidana korupsi. Program tersebut dilaksanakan di Kota Makassar, Kabupaten Enrekang, Pinrang, dan Tana Toraja.wahyudi 

Read More >>

Rabu, 01 Februari 2012

Sulsel Usul 37.040 Formasi CPNS

RABU, 01 FEBRUARI 2012

MAKASSAR,  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tahun ini segera mengajukan 37.040 formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ke pusat. Jumlah kebutuhan terbanyak yang diusulkan adalah formasi guru dan tenaga medis.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, A Murny Amien Situru, meng­ungkapkan hal itu di kantornya, Selasa, 31 Januari. Dia menjelaskan, kebutuhan tersebut berdasarkan hasil kalkulasi yang telah dilakukan Pemprov Sulsel dan semua pemerintah kabupaten/kota.
“Data ini merupakan hasil kalkulasi kita dan kalkulasi yang diajukan dari 24 kabupa­ten/kota,” jelas Murny.
Dia juga menjelaskan bahwa kebutuhan Sulsel untuk guru merupakan formasi yang jumlahnya paling tinggi, disusul tenaga kesehatan dengan total 26 ribu pegawai yang dibutuhkan. Selebihnya merupakan tenaga teknis dan administrasi.
Total formasi guru yang dibutuhkan untuk 24 daerah di Sulsel sebanyak 19.754 orang, tenaga kesehatan 6.667 orang, selebihnya adalah tenaga teknis lainnya.
Dari jumlah tersebut, katanya, Kabupaten Sidrap merupakan daerah yang tercatat sebagai pengusul guru terbanyak dengan jumlah 3.400 orang.
“Kebutuhan tenaga pengajar tidak diusulkan oleh instansi Pemprov Sulsel karena pemprov tidak menaungi satu sekolah pun,” jelasnya.
Sebab itu, kata dia, untuk tenaga guru ini telah diberikan kewenangan kepada kabupaten/kota mengusulkan melalui provinsi . Sedangkan, untuk tenaga kesehatan, pihaknya juga ikut mengusulkan karena memiliki sejumlah rumah sakit (RS) daerah.
Sebenarnya, lanjut Murny, khusus untuk kebutuhan dua bidang tersebut, pihaknya pernah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk kemudian dijadikan sebagai formasi saat penerimaan CPNS tahun ini.
“Kedua bidang ini pernah kita sodorkan ke pusat, tetapi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) mengembalikan usulan formasi ini,” terangnya.
Ini dilakukan karena semua daerah diminta untuk melakukan penghitungan analisis terkait kebutuhan PNS dan disesuaikan dengan beban kerja di setiap daerah.
Selain itu, juga karena diberlakukannya moratorium penerimaan CPNS dan menggantinya dengan pegawai tidak tetap (PTT).
Dari jumlah kebutuhan guru dan tenaga kesehatan tersebut, masih ada kemungkinan berkurang, karena pihaknya akan melakukan penghitungan ulang terhadap kebutuhan pegawai dalam jangka lima tahun ke depan.
Sebelumnya, Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo, dalam rapat kerja gubernur dan kabupaten/kota belum lama ini, sempat mengeluhkan adanya moratorium  CPNS, sementara daerah masih kekurangan tenaga pengajar.
Sebab itu, dia selaku pemerintah daerah kesulitan untuk menangani persoalan ini untuk bisa menutupi dengan kebijakan pemerintah daerah masing-masing lantaran regulasinya yang tidak diketahui.
“Kita tidak tahu seperti apa regulasi yang harus dilakukan daerah jika kekurangan seperti ini. Saya yakin daerah lain juga seperti itu,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa dalam azas pemerintahan, selalu ada pegangan untuk menentukan kebijakan yang arahnya pada kepentingan rakyat.
“Kalau kebijakannya untuk rakyat itu tidak masalah, yang penting tidak untuk memperkaya diri  serta tidak merugikan negara.
Hanya saja, perlu dilakukan persuratan dengan cara berjenjang supaya kita bisa kaji dan ditindaklajuti,” jelas peraih Bintang Mahaputra Utama sebagai penghargaan tertinggi untuk tokoh sipil dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini. (eky)
Read More >>

Sulsel-Jerman Jalin Kerja Sama Bidang Kesehatan

RABU, 01 FEBRUARI 2012


MAKASSAR, — Pemerintah Jerman dengan Pemerintah Provinsi Sulsel berupaya menjalin kerjasama bidang kesehatan dengan membuka gerbang pembangunan dan pelayanan rumah sakit di kawasan Timur Indonesia (KTI) khususnya di Sulsel.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang menerima kedatangan  Duta Besar Republik Jerman untuk Indonesia, Dr Norberts Baas, mengatakan hal ini tentu menjadi sesuatu hal positif untuk lebih meningkatkan prog­ram pemerintah Sulsel pada sektor kesehatan.
"Ini menjadi langkah sangat baik untuk program kesehatan kita di Sulsel, dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pemenuhan hak dasar masyarakat. Ini juga atas jaminan sosial agar dapat hidup layak dalam meningkatkan martabat manusia menuju masyarakat adil dan makmur,"kata Syahrul, di RS Wahidin Sudirohusodo, Selasa 31 Januari.
Selain itu, ia juga mengatakan, pihaknya akan terus berupaya agar jaminan kesehatan bersifat komprehensif pada pelayanan dasar maupun lanjutan, baik yang mampu maupun yang tidak mampu harus disamaratakan.
"Seiring dengan misi pembangunan di Sulsel, tahun 2012-2013 kedepan Sulsel harus mencapai target sepuluh terbaik dalam pemenuhan segala hak-hak dasar masyarakat,” tegasnya.
Olehnya itu, lanjut dia, konstitusi negara juga mengamanatkan dalam UUD 1945 yang tertuang pada pasal 28 ayat 3 disebutkan, bahwa jaminan sosial adalah hak segala warga negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi masyarakat lemah dan tidak mampu.
“Hal ini penting, sebagai pemerintah kita harusnya selalu ada dalam nafas rakyat. Pemenuhan pelayanan itu mutlak kita lakukan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu juga digelar pameran kesehatan dalam rangka menjalin kerjasama bidang kesehatan dengan menghadirkan beberapa stand, produk, kualitas buku penunjang, dan ini atas kerjasama pelayanan Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo dengan pihak Federasi Jerman. Acara yang dibuka Gubernur Sulsel ini digelar sejak 30 Januari hingga 3 Februari mendatang. (eky)

Read More >>

Sulsel Diusulkan Jadi Pusat Pelatihan Pancasila

RABU, 01 FEBRUARI 2012 

alt
MAKASSAR,  — Pemerintah Sulawesi Selatan melalui Gubernur, Syahrul Yasin Limpo, mengusulkan ke Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, untuk menjadi pusat pelatihan pendidikan pancasila bagi guru di seluruh Indonesia. Bila
ketua MK menjadikan Sulsel sebagai basic utuk pendidikan Pancasila, Pemprov siap memfasilitasi hal itu.
“Kalau Pak Mahfud menjadikan Sulsel sebagai basic, maka kami sangat siap. Kalau perlu daerah lain tempatkan disini untuk dididik tentang Pancasila,” ungkap Syahrul, dalam acara Seminar dan Lokakarya Pendidikan Pancasila dan Kosntitusi bagi Guru TK Guru PPKN tingkat SD, SMP dan SMA sederajat, di Hotel Clarion, Selasa 31 Januari.
Menurutnya, desentralisasi untuk pendidikan seperti itu sangat baik untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. “Jadi bagus kalau dia didik dengan disentralisasi. Dari sini juga terbangun rasa nasionalisme. Kita juga berharap melalui kegiatan tersebut bisa menjadi awal untuk memecahkan persoalan bangsa dan Negara,” ujarnya.
Sekarang yang terjadi, menurut dia, pendekatan-pendekatan idealism semakin lemah, makanya  melalui provinsi Sulsel bisa menjadi perekat bagi Indonesia dan terbukti penikmat Indonesia salah satunya adalah orang Sulsel (Bugis-Makassar). “Dari puluhan ribu pulau di Indonesia pasti ada saja orang Bugis-Makassar disana,” katanya.
Sementara itu, Ketua MK, Mahfud MD, menyambut baik usulan dari pemerintah Sulsel untuk menggelar acara tersebut secara massif dan berkelanjutan khususnya di Sulsel.
“Saya sangat gembiran dan menyambut baik usulan dari gubernur Sulsel untuk diadakan pendidikan pancasila seperti ini secara massif dan bergelombang, ini untuk menyongsong masa depan negara kita,” ujar Mahfud.
Ketua Panitia kegiatan,  Oky Burhamzah, mengatakan, acara tersebut berlangsung selama empat hari mulai 31 Januari hingga 3 Februari yang diikuti sekitar 200 peserta guru PKN mulai tingkat TK, SD, SMP dan SMA sedejarat  di 24 kabupaten kota se-Sulsel.
“Peserta akan dibekali dengan materi tentang pendidikan pancasila, konstitusi dan kewarganegaraan. Ini diharapkan untuk menumbuhkan peserta semiloka yang bermanfaat bagi upaya pengamalan nilai-nilai pancasila serta menumbuhkan kesadaran berkonstitusi,” kunci Oky. (eky)
Read More >>

Selasa, 31 Januari 2012

Tahun Depan, 8 Juta Warga Nikmati Air Bersih


Senin, 30 Januari 2012

MAKASSAR – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memenuhi kebutuhan air bersih warganya terus dilakukan. Pemprov bertekad memenuhi kebutuhan air bersih 8 juta warga pada 2013 mendatang.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Kadistarkim) Sulsel A Bakti Haruni mengungkapkan, saat ini warga yang menikmati air bersih baru sekitar 85% dari jumlah penduduk. Itupun sebagian besar dinikmati warga yang berada di perkotaan. Pada tahun ini, Distarkim memperoleh anggaran APBN senilai Rp100 miliar untuk pengadaan air bersih.

Adapun dari APBD Sulsel, disiapkan dana sebesar Rp6 miliar. “Tahun ini,warga yang terlayani sambungan air bersih sudah berada di angka 85%. Pada 2013, kita targetkan selesai.Semua desa sudah tersentuh air besih,”ujar Bakti kepada SINDO kemarin. Mantan Kabiro Pemerintahan Umum Pemprov Sulsel ini menjelaskan, air bersih yang disiapkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM),60% dinikmati warga perkotaan, sedangkan untuk warga di perdesaan, baru 30% yang tersentuh.

“Belum semua daerah tersentuh layanan air besih, terutama di perdesaan yang jumlahnya masih sangat rendah. Akan kita lakukan pemenuhan secara bertahap,”ungkapnya. Selain program ketersediaan air besih,pemprov juga menyiapkan program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas). Program tersebut merupakan kerjasama pemprov dengan pemerintah kabupaten/kota.

Sementara itu, saat di-singgung anggaran yang disiapkan untuk pembangunan kawasan Centre Point of Indonesia (CPI) di Tanjung Bunga Makassar untuk 2012 ini, Bakti mengaku pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp2 miliar. ● wahyudi 

Read More >>