Rabu, 22 Februari 2012

Polandia Jajaki Kerja Sama Ekonomi dengan Sulsel



Rabu, 22 Februari 2012 

Polandia Jajaki Kerja Sama Ekonomi dengan Sulsel
MAKASSAR - KERJASAMA SULSEL POLANDIA. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (kanan) berdialog dengan Konselor Devisi Perdagangan dan Investasi Polndia, Romuald Morawski (kiri) di Makassar, Sulsel, Rabu (22/2). Morawski menjajaki kerjasama dengan pemerintah Sulawesi Selatan di bidang perdagangan dan investasi utamanya di sektor pertambangan biji dan emas. (FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)
Makassar - Republik Polandia melakukan penjajakan peluang kerja sama ekonomi dengan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Polandia menjajaki apa yang bisa dilakukan para pelaku bisnis-nya di Sulsel," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Rabu, usai melakukan pertemuan dengan Konselor Pertama Kepala Divisi Promosi Perdagangan dan Investasi Kedutaan Besar Republik Polandia Romuald Morawski.

"Sulsel menjadi salah satu daerah yang menarik untuk berinvestasi, seperti itulah yang dia sampaikan," katanya.

Pertambangan emas dan nikel menjadi salah satu sektor yang akan dilihat kemungkinannya untuk dikerjasamakan. Polandia juga menyampaikan niatnya untuk membawa beberapa investor hingga industri medis ke Sulsel.

"Silahkan dijajaki kemungkinan-kemungkinannya. Target saya kalau mau bangun industri, silahkan masuk,"kata Syahrul

Konselor Pertama Kepala Divisi Promosi Perdagangan dan Investasi Kedutaan Besar Republik Polandia Romuald Morawski mengatakan, pihaknya menunggu penawaran-penawaran investasi melalui tender dari Pemprov Sulsel.

Ia mengaku sangat tertarik dengan informasi mengenai tender, sehingga diharapkan bisa terjadi di beberapa sektor. 

"Saya sudah mendengar banyak potensi ekonomi Sulsel dari gubernur dan kami sangat berterimakasih untuk itu," katanya yang mengharapkan akan terjadi peningkatan kerja sama antara kedua negara khususnya di Sulsel.

Investasi sektor pertambangan di Pulau Kalimantan, katanya, selama ini berjalan sangat lancar dan jika berpeluang pihaknya juga akan melakukan perluasan jaringan di bidang perdagangan.

Ia menambahkan, terdapat lima perusahaan Polandia di Indonesia yang menangani pertambangan dua diantaranya adalah Kopex dan Famur.

"Saya tekankan hubungan Polandia dan Indonesia berjalan sangat baik. Kita memiliki warna bendera yang sama, merah putih dan arti yang sama dari kedua warna tersebut. Indonesia punya Garuda kita punya elang," tambahnya.

Divisi Promosi Perdagangan dan Investasi Kedutaan Besar Polandia bekerjasama dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) juga menggelar seminar di Makassar pada 21-22 Februari 2012 tentang kesempatan perdagangan dan investasi antara Polandia dan Sulsel.

"Ini kunjungan pertama dan bukan yang terakhir di Sulsel. Kami bersyukur dapat bertemu dengan gubernur dan pertemuan berjalan sesuai dengan yang diharapkan," katanya.

Berdasarkan data pada rilis, impor utama Polandia dari Indonesia diantaranya minyak nabati, karet, kopi, teh tembakau, hasil kayu, tekstil, produk kaca, peralatan rumah tangga, dan furnitur. Sedangkan ekspor Polandia ke Indonesia peralatan permesinan, elektronik, zat-zat kimia, peralatan militer, daging serta produk olahan susu.
Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36587/polandia-jajaki-kerja-sama-ekonomi-dengan-sulsel
Read More >>

Selasa, 21 Februari 2012

Peternak Sapi Peroleh Rp300 Juta


MAKASSAR, — Para kelompok peternak sapi di Sulawesi Selatan dalam waktu dekat akan memperoleh bantuan dana sebesar Rp20 miliar.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel Murtala Ali. Ia menjelaskan, proses pencairan dan penyaluran baru akan dilakukan jika seluruh proses verifikasi administrasinya rampung.
“Kami tergetkan bulan Mei bantuan sudah mulai tersalurkan ke rekening kelompok peternak untuk membeli sapi yang akan dikembangkan,” kata Murtala di Makassar, Senin (20/2) kemarin.
Ia menjelaskan, pihaknya dalam hal ini hanya melakukan pengelolaan administrasi dan verifikasi untuk proses pencairan dana yang berasal dari APBN hingga penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM), kemudian dana tersebut langsung disalurkan rekening masing-masing kelompok.
Berdasarkan catatan, proposal bantuan yang telah diajukan masing-masing pemerintah kabupaten sekitar 900 kelompok.
“Hanya saja jumlah anggaran yang dialokasikan tahun ini mengalami penurunan hingga 50 persen jika dibandingkan jumlah anggaran pada 2011. Sehingga otomatis anggaran yang akan diperoleh kelompok juga berkurang,” terangnya.
Ia menambahkan, tahun ini kemungkinan per kelompok memperoleh sekitar Rp250 juta hingga Rp300, dimana tahun lalu menerima setiap kelompok mendapatkan Rp400 juta.


Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=81283
Read More >>

Pola Pertanian Provinsi Sulsel Dilirik Provinsi Lain


Selasa, 21 Februari 2012 

Makassar - Pola pertanian Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan melibatkan TNI dan Polri pada produksi beras dan jagung dilirik oleh banyak provinsi lain.

"Semua provinsi melirik Sulsel karena baru Sulsel yang bisa sinergi dengan TNI dan Polri untuk ketahanan pangan, hal ini patut diapresiasi," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Kementerian Pertanian Spudnik Sudjono di Makassar, Senin.

Salah satu provinsi yang telah melakukan studi ke Sulsel adalah Sumatera Selatan. Ia meyakini, langkah Sumatera Selatan ini akan diikuti oleh provinsi lainnya. Menurutnya, kedisiplinan memang menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam meningkatkan produksi dan ketahanan pangan.

Pada 2012, angka produksi beras nasional diharapkan mencapai 72 juta ton dengan target surplus 10 juta ton. Sedangkan produksi jagung ditargetkan mencapai 20 juta ton dan kedelai 1,9 juta ton.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang mengatakan, pelibatan TNI/Polri pada produksi beras dan jagung di Sulsel dilakukan sebagai motivasi bagi masyarakat yang dinilai mulai enggan turun ke lahan pertanian. "Anak-anak para petani sudah tidak mau membantu orang tuanya dan tidak mau menjadi petani," tambahnya.

Ia menambahkan, setiap wilayah kerja kepolisian resort dan komando distrik militer mengelola 100 hektare lahan padi dan jagung.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syharul Yasin Limpo mengatakan, kerja sama pembangunan pertanian dengan TNI dan Polri pada 2012 ditingkatkan dengan menaikkan nilai modal dari Rp10 miliar menjadi Rp16 miliar.

Pada 2011, Pemerintah Provinsi Sulsel mengalokasikan modal dalam bentuk bibit, pupuk dan lainnya senilai Rp6 miliar untuk pengelolaan lahan percontohan padi masing-masing 10 hektare di setiap Dandim, Komando Rayon Militer (Koramil) dan Badan Pembina Desa (Babinsa). Modal tersebut tidak hanya bersumber dari APBD tapi juga dari dana-dana dekonsentrasi.
Kedisiplinan, kata gubernur, menjadi pelajaran sangat berharga bagi masyarakat petani dalam kerja sama tersebut. Ia mencontohkan, saat lahan diserang hama ditandai dengan bendera kuning dan ketika serangan hama telah besar, lahan ditandai dengan bendera merah. Sistem pelaporan yang disajikan juga sangat rapih bahkan dibuat meter per meter.
Hasil kerja sama juga semakin terasa bagi masyarakat karena lahan yang dikelola adalah lahan kelompok masyarakat.

Kerja sama ini, tambahnya, memberikan kontribusi yang sangat besar pada produktivitas pertanian. Paling tidak, kerja sama ini juga menutup peluang bagi tengkulak dan spekulan yang bermain di lapangan.
Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36544/pola-pertanian-provinsi-sulsel-dilirik-provinsi-lain

Read More >>

Pemprov Sulsel Siapkan Rp 3 Triliun Bangun Jalan Maros-Bone



Selasa, 21 Februari, 2012


WATAMPONE - Pemerintah Provinsi Sulawasi Selatan telah menyiapkan desain pembangunan jalan poros Maros-Bone.
Bahkan Pemprov telah mempersiapkan dana sebesar Rp 3 triliun untuk pembangunan jalan antar kabupaten tersebut. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang saat menghadiri acara silaturrahmi antar pengusaha di Kabupaten Bone, Selasa (22/2/2012) siang.
"Kami telah menghitung perkiraan sementara anggaran yang akan digunakan mencapai Rp 3 triliun dengan desain yang telah kami siapkan," jelas Agus.
Menurut Agus, pembangunan jalan poros ini sangat penting. Pasalnya, jalur Maros-Bone merupakan jalur ekonomi Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tenggara.
Ia menambahkan, bahwa desain yang telah disiapkan akan mempermudah pengendara melintasi wilayah Maros. Pasalnya, jalan poros Maros-Bone sangat sempit dan terlalu banyak tikungan sehingga rawan macet.
Namun, pihaknya masih membahas beberapa opsi pembangunan jalan tersebut. Karena struktur jalan tersebut masih wilayah pegunungan.
Apalagi pada jalan poros Maros-Bone terdapat situs sejarah di Dusun Sumpalabu, Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, berupa gunung yang di bawahnya terdapat terowongan untuk dilalui kendaraan tujuan Bone.
Sehingga opsi pertama yang telah disepakati yaitu membangun jembatan layang atau memperluas terowongan dengan mengikis terowongan tanpa merusak situs sejarahnya.
Adapun mekanismenya tetap ditangani oleh Dinas pekerjaan umum sendiri.
"Namun, pembangunan jembatan tersebut lebih besar anggarannya dari pada pelebaran jalan. Sehingga kemungkinan pelebaran lubang (terowongan) yang akan ditempuh nantinya, " ungkap Agus.
Ia juga menambahkan, Jalan altertatif tersebut belum bisa terealisasi karena pagu anggarannya belum didapatkan. Karena jalur poros Maros-pare-pare juga belum selesai karena terkendala sejumlah faktor.
Read More >>

Pemprov Sulsel Siapkan Rp 3 Triliun Bangun Jalan Maros-Bone


Selasa, 21 Februari, 2012
WATAMPONE - Pemerintah Provinsi Sulawasi Selatan telah menyiapkan desain pembangunan jalan poros Maros-Bone.
Bahkan Pemprov telah mempersiapkan dana sebesar Rp 3 triliun untuk pembangunan jalan antar kabupaten tersebut. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang saat menghadiri acara silaturrahmi antar pengusaha di Kabupaten Bone, Selasa (22/2/2012) siang.
"Kami telah menghitung perkiraan sementara anggaran yang akan digunakan mencapai Rp 3 triliun dengan desain yang telah kami siapkan," jelas Agus.
Menurut Agus, pembangunan jalan poros ini sangat penting. Pasalnya, jalur Maros-Bone merupakan jalur ekonomi Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tenggara.
Ia menambahkan, bahwa desain yang telah disiapkan akan mempermudah pengendara melintasi wilayah Maros. Pasalnya, jalan poros Maros-Bone sangat sempit dan terlalu banyak tikungan sehingga rawan macet.
Namun, pihaknya masih membahas beberapa opsi pembangunan jalan tersebut. Karena struktur jalan tersebut masih wilayah pegunungan.
Apalagi pada jalan poros Maros-Bone terdapat situs sejarah di Dusun Sumpalabu, Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, berupa gunung yang di bawahnya terdapat terowongan untuk dilalui kendaraan tujuan Bone.
Sehingga opsi pertama yang telah disepakati yaitu membangun jembatan layang atau memperluas terowongan dengan mengikis terowongan tanpa merusak situs sejarahnya.
Adapun mekanismenya tetap ditangani oleh Dinas pekerjaan umum sendiri.
"Namun, pembangunan jembatan tersebut lebih besar anggarannya dari pada pelebaran jalan. Sehingga kemungkinan pelebaran lubang (terowongan) yang akan ditempuh nantinya, " ungkap Agus.
Ia juga menambahkan, Jalan altertatif tersebut belum bisa terealisasi karena pagu anggarannya belum didapatkan. Karena jalur poros Maros-pare-pare juga belum selesai karena terkendala sejumlah faktor.
Read More >>

Senin, 20 Februari 2012

Syahrul Bantu Enrekang Rp1 Miliar


ENREKANG, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menegaskan tidak akan berhenti berkarya bagi membangun kesejahteraan rakyat Sulawesi Selatan. 
Produksi pertanian Sulsel melimpah harus dilindungi dari membanjirnya pertanian impor. Beragam impor hasil pertanian seperti beras, sayuran, garam dan lainnya mampu diproteksi.
”Pusat untuk bersikap terhadap barang pertanian yang seluruhnya diimpor tapi bapak presiden mengecualikan untuk Provinsi Sulsel,” katanya, Minggu (19/2).
Keberhasilan Sulsel dalam menunjang produksi pertanian, perikanan dan peternakan menjadi motivasi kebanggan tersendiri. Disebutkan, salah satu komoditas beras dan jagung dirupiahkan Rp3,4 triliun dan Rp3,7 triliun, rumput laut Rp1,6 triliun.
Pertumbuhan ekonomi Sulsel dicapai membaik tumbuh 8,4 persen, mencerminkan tingkat kesejahteraan semakin tinggi.
Dari peredaran uang sebelumnya sekira Rp68 triliun, kini melompat tajam dicapai Rp118 triliun. Selain itupula, penguasaan teknologi dan pelaksanaan lima program, pendidikan dan kesehatan gratis, keagamaan,keamanan dan politik diusungnya sukses. ”Dalam mencapai kesejahteraan masyarakat demikian perkembangan baik dan tidak menebar kebencian,” katanya.
Gubernur juga menandaskan, dana pendidikan gratis Rp700 miliar bagi mencerdaskan generasi daerah ini. Bahkan kesehatan gratis sempat timbul rasa was-was kalangan sebanyak 82 persen memberi kebutuhan masyarakat.
”Orang cerdas memilih pemimpin cerdas, dan orang Enrekang jika tidak pilih yang cerdas, maka bodoh jika tak lakukan itu,” katanya.
Akselerasi Enrekang dimata Gubernur Syahrul membanggakan dan paling konsisten melaksanakan program. Untuk itu rencana penyelesain jalan lingkar dan beberapa titik jembatan gantung ditaksir Rp100 miliar siap dibantu. ”Sebagai tahap awal Rp1 miliar dulu pak bupati,” ujarnya.

Read More >>

Pacu Infrastruktur Sulawesi Melalui MP3EI



Senin, 20 Februari 2012 

MAKASSAR, 
-- Komisi VI DPR meminta agar BUMN berperan aktif dalam memacu program MP3EI. Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), khususnya Koridor IV Sulawesi, diharapkan BUMN yang bergerak di infrastruktur dan pendukungnya lebih agresif.

Permintaan tersebut disampikan anggota Komisi VI DPR Emil Abeng saat berkunjung ke Makassar akhir pekan lalu. "Kendala kita di KTI seperti di Sulsel adalah infrastruktur. Ini yang membuat industri masih memilih Jawa padahal bahan bakunya ada di Sulsel," jelas Emil.

Anggota Fraksi Golkar DPR dari daerah pemilihan Sulsel I ini menyebut contoh komoditas kakao yang industrinya ada di Jawa tetapi pohonnya kebanyakan di Sulsel. "Sulsel penghasil kakao terbesar tetapi industri lebih memilih di Jawa karena mereka ingin dekat ke konsumen agar costnya murah. Ini bisa menyebar, investor bangun industri di Sulsel kalau infrastrukturnya tersedia," jelas Emil.

Karena itu, dia meminta agar pemerintah pusat dan BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur lebih memacu pembangunan di KTI dalam bingkai Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "Sebagai wakil dari Sulsel saya terus mendesak agar infrastruktur KTI dipacu dengan melibatkan peran serta BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur dan pendukungnya," tegas Emil.

Selain BUMN infrastruktur, dia juga meminta agar BUMN perbankan mengucurkan kreditnya dengan bunga yang tidak terlalu tinggi kepada BUMN yang ingin membangun infrastruktur. "Kendala kita adalah pendanaan. Karena itu BUMN perbankan harus mendukung dengan pinjaman bunga murah," harap Emil.

Semetnara itu, Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure) senilai Rp800 triliun dalam mendukung MP3EI hingga 2014. Menurut Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi, Pandu Djajanto, capex ini, diharapkan dapat menjadi penggerak perekonomian di Indonesia, khususnya mendorong sektor infrastruktur. "Ground breaking peran BUMN dalam MP3EI semester 1-2011 hingga semester 1-2012 diproyeksikan Rp126,66 triliun dan 643 juta USD," kata Pandu.

Dia menjelaskan, dalam MP3EI ini kombinasi investasi yang dilakukan BUMN akan dibantu dengan aranger yakni pihak BUMN dan dijamin oleh BUMN asuransi. "Ini disebut pola BUMN Fund," kata Pandu.

Sebelumnya, di tempat yang sama Deputi Bidang Usaha Jasa BUMN Parikesit Suprapto juga menuturkan beberapa hal terkait peran BUMN dalam menggerakan perekonomian diwaktu krisis dan kondisi normal.

Menurut Parikesit, peran BUMN tersebut bisa dilihat di pasar modal. Meski baru 18 BUMN yang tercatat, kata Parikesit, kapitalisasi BUMN telah lebih dari 20 persen. "Hal ini menjadi bukti peran BUMN sebagai penggerak perekonomian Indonesia," ujarnya. 



Sumber : http://www.fajar.co.id/read-20120219232846-pacu-infrastruktur-sulawesi-melalui-mp3ei
Read More >>

Bulog Optimis Capai 526 Ton Beras


Senin, 20-02-2012 

MAKASSAR, —Ribuan penggilingan padi yang ada di Sulawesi Selatan akan dioptimalkan guna menyerap lebih banyak produksi untuk memenuhi target tahun 2012 yang mencapai 526 ton.
Menurut Kepala Bulog Divre VII Sulsel Tommy S Sikado, Perum Bulog siap merangkul ribuan para pengusaha penggilingan kecil, dimana mereka diberi kesempatan yang sama dengan pengusaha penggilingan berskala besar.
Tommy mengatakan, pengusaha penggilingan kecil tersebut dapat menjalin kontrak dengan Bulog tanpa jaminan. Apabila memenuhi kriteria akan langsung direkomendasikan oleh pemerintah daerah masing-masing.
“Yang jelas usaha penggilingan padi tersebut masuk kelompok tani, maka jaminannya nol persen,” ujarnya di Makassar, belum lama ini.
Ia menjelaskan, untuk pembelian produksi petani di lapangan dilakukan dengan dua cara, yaitu melakukan pembelian beras dan gabah sesuai dengan HPP dan dengan harga komersil.

Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=81187
Read More >>

Jumat, 10 Februari 2012

Wagub Resmikan Pameran Properti BTN-REI Exphoria


Jumat, 10 Februari 2012
MAKASSAR–Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu’mang meresmikan pameran properti Bank Tabungan Negara (BTN)-Real Estate Indonesia (REI) Exphoria yang diselenggarakan di Mal Trans Studio Makassar,kemarin.

Pameran digelar kemarin hingga Minggu (19/2) ini menghadirkan 65 stan yang berasal dari pengusaha properti, asuransi, pemerintah daerah, hingga konsultan perbankan.Tahun ini,manajemen BTN mengangkatkonsep edutainmentdanedukasi properti bagi konsumen. Kepala Cabang BTN Makassar Bagus Priyo Gutomo mengatakan, pameran itu menghadirkan ragam kebutuhan konsumen tentang properti,mulai jasa konsultasi gratis kredit pemilikan rumah (KPR),jasa konsultasi notaris, jasa konsultasi tentang pertanahan, hingga konsultasi fengsui properti.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengapresiasi pelaksanaan pameran tersebut.Apalagi, di selasela pelaksanaan, BTN menawarkan sejumlah kemudahan yang tentu menarik minat konsumen memanfaatkannya. suwarny dammar 

Read More >>

Gubernur Minta Kades Jadi Jembatan Rakyat

JUMAT, 10 FEBRUARI 2012 


alt
MAKASSAR — Seluruh kepala Desa diharapkan dapat memberikan pelayanan dan menghadirkan sistim pemerintahan yang baik kepada masyarakat. Permintaan itu dikemukakan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dihadapan
sekitar 100 Kepala Desa (Kades) dari 21 kabupaten kota, saat memberikan sambutan pada pelatihan pengembangan diri bagi kades, di Hotel Grand Palace, Kamis, 9 Februari.
Gubernur meminta agar para kades dapat menjadi jembatan yang baik bagi para masyarakat yang dinaunginya dan kades sebagai perangkat pemerintahan harus bisa menghadirkan kebijakan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat.
“Saya tentu berharap para kades dapat menghadirkan pemerintahan yang berpihak kepada rakyat dan tidak meladeni kepentingan pribadinya. Termasuk dalam moment pilkada maupun pilgub yang akan datang diharapkan boleh mengganggu tugas Kades dalam melakukan terobosan-terobosan yang arahnya untuk mensejahterakan rakyat,” harap Syahrul.
Pada kesempatan itu, Syahrul meminta kepada Kades untuk memperhatikan kehidupan rakyatnya,  jangan ada lagi rakyat yang mati karena kelaparan, anak-anak harus tetap sekolah karenan pemerintah telah menjamin melalui program pendidikan dan kesehatan gratis. “Tidak boleh lagi ada rakyat yang takut karena ancaman-ancaman, jangan cabut hak rakyat untuk berdagang di Desa," katanya.
Selain itu, para kepala desa diharapkan bisa memaksimalkan kinerjanya sebagai koordinator aparatur pemerintahan.  Sebagi pemimpin harus bisa membangun komunikasi yang kuat dengan masyarakat demi pemerintahan yang efektif. “Makin sering kita ketemu dengan masyarakat, makin bagus pemerintahan kita,” jelasnya.
Sebagai kepala desa, lanjutnya, sebisa mungkin tidak hanya menerima tamu di dalam kantor saja, tetapi setiap saat harus bisa berkunjung dari satu tempat ke tempat lain. “Menjadi pemerintah harus bisa menemukan harapan rakyat. Sebab rakyat menaruh harapan pada kita. Ini juga agar kita bisa membantu masyarakat keluar dari masalah,” tandasnya.
Sementara itu, Kades Lalabatariaja, Kecamatan Soppeng berharap adanya perbaikan-perbaikan infrastruktur yang berada diwilayah pedesaan. Sebab menurutnya, infrakstur yang berada di desa masih kurang, utamanya akses jalan. " Fasilitas-fasilitas sekolah juga harus dibenahi dan akses jalan juga seperti itu, "tuturnya.
Pelatihan kades angkatan kedua ini dilaksanakan Biro pemerintahan Pemprov Sulsel dari tanggal 9 hingga 11 februari. (eky)
Read More >>

Revitalisasi Rotterdam Masuk Agenda Nasional

Jumat, 10 Februari 2012 

Makassar - Peresmian revitalisasi tahap pertama dan kedua Benteng Rotterdam Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam agenda nasional.

"Itu jadwal nasional kita tinggal fasilitasi, " kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Jumat, terkait peresmian yang dijadwalkan pada 15 Februari 2012.

Sejak 2010, Pemprov Sulsel mulai melaksanakan program revitalisasi untuk mengembalikan kawasan Benteng Rotterdam ke wujud aslinya.

Revitalisasi awal dilakukan pada tujuh gedung di bagian dalam benteng termasuk Museum Lagaligo antara lain untuk meremajakan beberapa bagian penyangga gedung yang kondisinya telah lapuk.

Kemudian pada tahap kedua revitalisasi tahap kedua dilanjutkan dengan membongkar kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulsel untuk membuat taman dan kanal di sisi kiri benteng.

Pada awal pengerjaan revitalisasi tahap kedua, Agustus 2011, Ketua Panitia Pelaksana Revitalisasi Benteng Rotterdam Syarif Burhanuddin menjelaskan, total luas rencana pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di bagian kiri benteng ini 7.000 meter bujur sangkar.

Pada 2012, revitalisasi tahap ketiga akan dilanjutkan dengan pembuatan taman di sebelah kanan benteng dengan merelokasi kantor Radio Republik Indonesia (RRI) di Jalan Riburane dan relokasi gedung Legiun Veteran Republik Indonesia.

Sebelumnya, gubernur mengatakan, pemerintah provinsi mengusulkan anggaran awal revitalisasi tahap ketiga pada pemerintah pusat sekitar Rp10 miliar.(T.KR-RY/M009) 
Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com/
Read More >>

Kamis, 09 Februari 2012

Sulsel Target Produksi Garam 155 Ton

Kamis, 09 Februari 2012 

Makassar  - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan produksi garam pada 2012 ini sebanyak 155 ton sebagai bagian dari program peningkatan usaha garam rakyat (Pugar) yang dicanangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Pemerintah pusat sudah mencanangkan swasembada garam melalui program Pugar dan diharapkan swasembada itu tercapai," ujar Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan Hairil Anwar di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan, program Pugar yang dicanangkan oleh pemerintah pusat itu akan berjalan efektif karena pada 2011 program tersebut sudah berhasil meningkatkan produksi garam.

Berdasarkan data produksi pada 2011, garam yang dihasilkan sebanyak 153 ton dan pada 2012 ini ditargetkan pengalami peningkatan sekitar 10 persen atau sekitar 155 ton garam.

Dirinya optimistis jika produksi garam yang ditargetkan tahun ini akan tercapai karena produksi garam pada 2010 hanya sekitar 137 ton.

"Kenaikan produksi garam ini tidak begitu besar karena hanya sekitar 10 persen peningkatannya. Tetapi kami optimisti target produksi itu bisa tercapai," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan mencanangkan swasembada garam konsumsi di seluruh daerah Indonesia untuk mengatasi kekurangan stok sebagai solusi dan menghindari kebijakan impor garam.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo menuturkan jika swasembada garam konsumsi mampu dilakukan, maka dipastikan tidak akan ada kebijakan untuk impor garam.

Ia menyatakan, kebutuhan rakyat Indonesia untuk garam konsumsi sekitar 1,5 juta ton per tahunnya, sedangkan kebutuhan garam industri itu mencapai 1,8 juta ton.

Salah satu program KKP untuk memenuhi kebutuhan garam Indonesia yakni dengan pengembangan sistem Peningkatan Usaha Garam Rakyat (Pugar) yang baru menghasilkan sekitar 1,3 juta ton.

Program Pugar selama 2011 ini cukup berhasil karena sudah mampu menghasilkan garam konsumsi sekitar 1,3 juta ton. Diharapkan, pada 2012 ini, swasembada garam konsumsi juga bisa ditingkatkan dari pencapaian tahun sebelumnya.

"Di tahun kemarin kami baru bisa menghasilkan garam konsumsi dari kegiatan Pugar itu sekitar 1,3 juta ton dan semoga di tahun ini akan ada peningkatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.
Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com
Read More >>

PELABUHAN PUPUK: Sulsel Jajaki Jalur Distribusi Pangan Baru


MAKASSAR: Pemprov Sulawesi Selatan akan membuka jalur distribusi baru untuk pengiriman komoditas pangan melalui pemanfaatan pelabuhan khusus pupuk yang kini dijajaki untuk dibangun di tiga kabupaten.  


Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) Sulsel Andi Muhammad Aris Makta Amin mengatakan pemprov sudah merencanakan pengembangan pembangunan pelabuhan khusus pupuk.

Fasilitas itu akan berlokasi di tiga kabupaten, yaitu Barru, Pinrang dan Takalar untuk memperlancar arus distribusi kebutuhan pangan produksi daerah ini.

"Dari hasil pemantauan kami, ketiga posisi pelabuhan yang selain potensial untuk melakukan bongkar muat pupuk, juga bisa dijadikan sebagai jalur distribusi produk pangan Sulsel [ke daerah lain termasuk antarpulau]," ujarnya hari ini (09/02)

Adapun ketiga kabupaten yang sedang dijajaki untuk dijadikan pelabuhan khusus, yakni Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru, Pelabuhan Suppa di Pinrang, dan Pelabuhan Galesong di Kabupaten Takalar.

Selama ini, hanya ada dua pelabuhan di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang menjadi pusat bongkar muat yakni Pelabuhan Hatta Makassar dan Pelabuhan Parepare.

Namun, dia menilai kedua pelabuhan ini sudah tidak efektif karena aktivitas masyarakat bertumpu di pelabuhan itu, mulai dari lalu lintas perdagangan, lalu lintas manusia, dan lalu lintas barang.

Keterlambatan distribusi pupuk selama ini disebabkan oleh kian meningkatnya lalu lintas bongkar muat barang setiap tahun yang belum diimbangi dengan perluasan kawasan pelabuhan.

Tak pelak, kondisi ini berpengaruh pada tingginya daftar tunggu kapal pengangkut pupuk yang akan merapat ke dermaga pelabuhan.

“Khusus pelabuhan di Makassar, setiap hari ada dua atau tiga kapal yang menunggu di tengah laut sebelum merapat ke dermaga. Jika ini terus dibiarkan, tidak akan efektif untuk bongkar muat pupuk."

Dia mengatakan, sejauh ini, Dinas Perhubungan Sulsel telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan Laut terkait dengan rencana tersebut.

“Kebutuhan pelabuhan bongkar muat pupuk ini sangat mendesak, terlebih karena Sulsel menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional, dan salah satu dari enam daerah agro di Indonesia,” katanya.

Kelangkaan pupuk
Sementara itu, kelangkaan pupuk yang terjadi awal tahun dipastikan tidak akan mempengaruhi produksi padi tahun ini.

Pasalnya, sebagian besar daerah penghasil padi di Sulsel baru memulai musim tanam bulan ini serta bulan April mendatang.

“Bahkan, sektor timur Sulsel yang meliputi Bulukumba, Sinjai, Bone, Pinrang sudah memasuki musim panen pada bulan Januari dan bulan Maret mendatang,” ungkapnya.

Tanaman pangan di Sulsel setiap tahunnya mengalami kelebihan pupuk karena permintaan didasarkan pada rencana dasar kebutuhan kelompok (RDKK) dari petani.

Kelangkaan baru terjadi saat penggunaan pupuk juga digunakan masyarakat untuk sektor perkebunan, peternakan dan perikanan.

Sebelumnya, Kontak Tani dan Nelayan Andalan Sulawesi Selatan memperkirakan kebutuhan pupuk Sulsel akan mencapai 46.000 ton tahun ini. Sulsel menargetkan produksi beras 2012 mencapai 5 juta ton. 

Read More >>

Sulsel Pertahankan Surplus Beras Dua Juta Ton

KAMIS, 09 FEBRUARI 2012

MAKASSAR,  - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan selama tiga tahun terakhir ini mampu mempertahankan surplus beras dua juta ton, bahkan produksi beras itu juga mengalami peningkatan setiap tahunnya.
“Produksi beras kita dari tahun ke tahun itu mengalami peningkatan dan kita juga bisa mempertahankan surplus dua juta ton beras itu selama tiga tahun berturut-turut,” ujar Kepala Bidang Tanaman pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, Aris Makta Amin, 7 Februari Selasa ­kemarin.
Ia mengatakan, pe­luang melakukan ekspor beras cukup besar karena tren pe­ningkatan surplus beras sudah terjadi selama tiga tahun berturut-turut.
Dari hasil produksi tersebut, Sulsel mampu me­ngantar pulaukan kebutuhan beras di sejumlah wilayah di kawasan Timur dan Barat ­Indonesia.
Karena hampir 30 per­sen dari total produksi beras itu, Sulsel masih memiliki stok pangan yang berpotensi untuk di ekspor ke luar ­negeri.
Berdasarkan data yang ada, luas areal tanam yang ditetapkan tahun ini mencapai 963 ribu hektare lebih dengan target produksi sebesar 5,2 juta ton padi.
Jumlah tersebut dilaporkan meningkat dibanding 2011, baik dari sisi luas areal tanam juga pada sisi produksi beras.
Terkait dengan program gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K), Kepala perum Bulog Divre VII Tommy S. Sikado mengatakan pihaknya telah melakukan penjajakan di sejumlah daerah yang memiliki sarana irigasi teknis. (eky)
Read More >>

Pacu Infrastruktur Sulsel

Kamis, 09 Februari 2012 | 
Pertahankan Pertumbuhan di Atas 8 Persen 

MAKASSAR,  -- Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Sulsel di atas angka 8 persen, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel meminta pemerintah memacu pembangunan infrastruktur. Iklim investasi yang stabil banyak didukung tersedianya infrastruktur.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, La Tunreng kemarin mengatakan, kinerja pertumbuhan ekonomi Kota Makassar saat ini mencapai di atas 9 persen. Sedangkan Sulsel 8, 64 persen. Jika ingin mempertahankan prestasi ini harus diiringi dengan pembangunan infrastuktur dengan pertumbuhan minimal 10-15 persen setiap tahunnya.

"Ini agar tidak menimbulkan kejenuhan investasi. Jadi, pemerintah juga semestinya fokus untuk memacu pembangunan infrastuktur minimal 10 persen sampai 15 persne,” ujar La Tunreng, Rabu 8 Februari.

Jika hal tersebut bisa direalisasikan Pemkot Makassar, maka target investasi tahun ini yaitu sebesar Rp11 triliun akan lebih mudah dicapai. "Pemkot dalam mengejar target investasi akan jauh lebih siap, karena infrastruktur kota sangat menentukan pertumbuhan investasi," katanya.

Pemkot Makassar tahun ini menargetkan investasi Rp11 triliun dengan memprioritaskan investor dalam negeri. Sedangkan Sulsel menargetkan di atas US$57,76 juta, dengan sektor terbesar di bidang pertambangan, perkebunan, dan industri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan sekaligus Pelaksana Tugas BKPMD Pemprov Sulsel Irman Yasin Limpo, mengungkapkan, untuk merealisasikan target tersebut Sulsel akan mendorong investasi secara besar-besaran dengan memberikan kemudahan bagi pengusaha yang akan berinvestasi. Tahun lalu tercatat ada 36 penanam investasi di antaranya Korsel, Brasil, Inggris, Singapura dan China.

Infrastruktur menurut dia, memang vital untuk menjaga iklim usaha. Beruntung Sulsel masuk dalam Program MP3EI atau Koridor Ekonomi IV sehingga program anggaran pembenahan infrastruktur didukung dari pusat.

“Pak Gubernur sudah mencanangkan perbaikan infrastruktur di segala bidang. PPN Untia salah satunya. PPN Untia diharapkan bisa mendapat tambahan anggaran tahun ini agar bisa beroperasi. Ini bisa melecut yang lain,” jelasnya.

Pengusaha Jasa Angkutan Sulsel, Syahril Mattigi juga berharap infrastruktur kian mendapat perhatian, terutama koneksitas jalan antara kabupaten. Mobilitas barang akan terhambat dan butuh ekonomi biaya tinggi jika tak didukung infrastruktur. “Infrasruktur adalah syarat percepatan pembangunan. Kita berharap pemerintah memperhatikan itu,” jelasnya.

Syahril juga memprediksi pertumbuhan ekonomi Sulsel terus bergerak, jika didukung infrastrukur lengkap. Tahun 2012 ini akan stagnan alias sama dengan angka pertumbuhan tahun sebelumnya, jika tak ada perubahan. (aci)



Sumber : http://www.fajar.co.id
Read More >>

Pemprov Sulsel akan Bangun Tiga Pelabuhan Pupuk

Kamis, 09 Februari 2012 

Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berencana membangun tiga pelabuhan khusus untuk bongkar muat pupuk di tiga kabupaten (Barru, Pinrang, dan Takalar).

"Semoga tahun ini bisa terealisasi," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Oangan dan Hortikultura Sulsel Aris Makta Amin di Makassar, Rabu.

Dengan difungsikannya ketiga pelabuhan khusus untuk bongkar muat pupuk ini, kata Aris, ke depan tidak akan ada lagi keterlambatan dalam pengiriman pupuk.

Saat ini, kata dia, hanya ada dua pelabuhan di Sulawesi Selatan yang menjadi pusat bongkar muat, yakni Pelabuhan Hatta Makassar dan Pelabuhan Parepare.

Ia menilai kedua pelabuhan itu sudah tidak efektif karena aktivitas masyarakat bertumpu di pelabuhan itu, mulai lalu lintas perdagangan, lalu lintas manusia, dan lalu lintas barang.
Disebutkan, ketiga kabupaten yang sedang dijajaki untuk dijadikan pelabuhan khusus, yakni Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru, Pelabuhan Suppa di Pinrang, dan Pelabuhan Galesong di Kabupaten Takalar.

Aris menjelaskan bahwa pihak melakukan penjajakan itu karena lambannya proses bongkar muat selama ini, baik di Pelabuhan Parepare maupun Makassar.

Hal itu, menurut dia, disebabkan semakin meningkatnya lalu lintas bongkar muat barang setiap tahun yang belum diimbangi dengan perluasan kawasan pelabuhan. Tak pelak, berpengaruh pada tingginya daftar tunggu kapal pengangkut pupuk yang akan merapat ke dermaga pelabuhan.

"Khusus pelabuhan di Makassar, setiap harinya saja ada dua atau tiga kapal yang menunggu di tengah laut sebelum merapat ke dermaga. Jika ini terus dibiarkan, tidak akan efektif untuk bongkar muat pupuk," katanya.

Ia menyatakan, sejauh ini, Dinas Perhubungan Sulsel telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan Laut terkait dengan rencana tersebut.

"Kebutuhan pelabuhan bongkar muat pupuk ini sangat mendesak, menyusul Provinsi Sulsel sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional, dan termasuk salah satu dari enam daerah agro di Indonesia," katanya.
Sumber : http://www.antara-sulawesiselatan.com
Read More >>

Sayur Petani Rambah Pasar Modern

KAMIS, 09 FEBRUARI 2012


MAKASSAR,  - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemeritah Provinsi Sulawesi Selatan berhasil menempatkan sayuran dari petani di daerah itu masuk ke pasar modern.


“Untuk saat ini, semua pasar modern Carrefour di Makassar sudah menerima pasokan sayuran dari petani binaan kita dan program ini sudah berjalan selama setahun,” ujar Kepala Bidang Produksi Holtikultura, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Fitriani, Selasa 7 Februari kemarin.


Ia mengatakan, program pemberdayaan petani yang dilakukan bertujuan untuk mening­katkan taraf hidup para petani.


Beberapa kabupaten menjadi pemasok sayuran tersebut di antaranya yang berada di daerah selatan seperti daerah Malakaji dan Malino, Kabupaten Gowa, Bantaeng, Bulukumba dan Sinjai.


“Hampir semua kabupaten sudah ada yang menjadi pemasok kami dan mereka juga memberikan harga yang lebih mahal daripada harga yang dijualnya ke pasar tradisional. Syaratnya, para petani harus menyiapkan kualitas yang terbaik,” katanya.


Diungkapkannya, sayuran yang dipasok dari beberapa kabupaten itu hingga saat ini belum dikeluhkan masyarakat karena memang sebelum di distribusi ke pasar modern semuanya harus diuji kualitasnya. (eky)


Sumber : http://cakrawalaberita.com
Read More >>

Rabu, 08 Februari 2012

SYL: Stadion Selesai Sebelum Pilgub

Rabu, 08-02-2012 

MAKASSAR,-- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo melakukan peninjauan stadion sepak bola Makassar bertaraf Internasional di muara Sungai Jeneberang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Selasa (7/2).
 
Peninjauan dilakukan Syahrul ini diikuti oleh sejumlah kepala SKPD provinsi, Biro Pemda serta Biro Humas Pemerintah Provinsi (Pemprov).
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat meninjau berharap, pembangunan stadion sepak bola Makassar bertaraf internasional ini dapat diselesaikan sebelum Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang.
" Saya mau stadion ini selesai sebelum Pilgub. Bagian-bagian yang masih tergenang air, tolong segera dibenahi, " harap Syahrul di hadapan rombongan dan pengelola proyek.
Sekedar diketahui, pembangunan stadion tersebut dibangun di atas areal seluas empat hektare (Ha) dengan total anggaran mencapai Rp 100,250 miliar dengan daya tampung sekitar 4.000 penonton.
Selain itu, akan dilakukan reklamasi laut seluas 2 hektar. Reklamasi ini dilakukan untuk pembangunan fasilitas tambahan seperti jalan luar, area parkir, serta kawasan hijau untuk mendukung keberadaan lapangan sepak bola ini. Bahkan, jalan dibangun melingkar ke laut. ()
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com
Read More >>

Benahi Pulau Wisata

RABU, 08 FEBRUARI 2012 

DINAS kebudayaan dan pariwisata terus berbenah untuk menata sejumlah objek wisata dengan harapan menarik minat wisatawan dan sekaligus dapat menjadi destinasi atau tujuan wisata baik wisatawan nusantara dan mancanegara.
Syuaib Mallombasi,  Kepala Dinas kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel, bertekad untuk melakukan upaya perbaikan dan peningkatan sejumlah objek wisata yang ada di Sulsel. “Tahun ini  kami akan membenahi dua pulau wisata di daerah ini agar dapat dilirik wisatawan untuk berkunjung. Makanya kami telah menganggarkan perbaikan untuk pulau tersebut,” ujar Syuaib, belum lama ini.
Bebeberapa hal yang perlu dilakukan pembenahan seperti resort, speed boat repsentatif, kapal wisata yang berkapasitas 50 orang. Biaya perbaikan ini kami anggarkan sekitar Rp10 miliar, " kata Syuaib.
Syuaib, menargetkan tahun ini akan me­lakukan kegiatan untuk menarik lebih banyak wisatawan masuk ke Sulsel. Ini sebagai upaya untuk mencapai target 100 ribu wisatawan mancanegara yang akan masuk ke Sulsel. Sedangkan untuk wisatawan nusantara diharapkan bisa mencapai 4 juta orang.
Pihaknya optimis target akan tercapai karena saat ini sudah ada enam atau tujuh kapal pesiar akan masuk kemudian sudah banyak biro perjalanan wisata yang membukukan tiga sampai lima paket wisata satu travel, terutama dari Eropa.
“Jadi saat ini kami masih terus melakukan pembenahan-pembenahan pariwisata terkait dengan tahun kunjungan wisata Sulsel 2012, langkah pembenahan itu termasuk pada pulau-pulau wisata,” kata­nya.  (eky)

Read More >>

untuk Cadangan Ekspor

RABU, 08 FEBRUARI 2012

MAKASSAR,  - Dinas Pertanian Tanaman dan Hortikultura Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyiapkan hasil pertanian dari gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K) untuk cadangan ekspor beras.
Kepala Bidang Tanaman pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Aris Makta Amin, Selasa, 7 Februari, mengatakan, hasil GP3K yang dipersiapkan untuk cadangan ekspor berdasarkan adanya penetapan bersama oleh enam BUMN terhadap program tersebut.
Sebanyak 120 ribu hektare lahan akan dikerjasamakan dengan pihak BUMN. Pada tahap awal ini dilakukan pada 11 kabupaten diantaranya Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Maros, Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Bone dan Luwu.
"Hasil produksi dari program ini direncanakan sebagai cadangan ekspor beras ke sejumlah Negara Asia dan Afrika diantranya Timor Leste dan Ghana," katanya.
Beras dari hasil kerjasama BUMN ini, lanjutnya, diharapkan memiliki kualitas yang lebih baik dan memenuhi syarat ekspor komoditi pangan.
Keterlibatan dunia usaha di bidang pertanian diproyeksi mampu meningkatkan kualitas dan produksi padi hingga lima ton per hektar dari produksi normal 3-4 ton per hektar.
Dalam program GP3K, perusahaan berkewajiban meningkatkan sarana dan prasaran pertanian termasuk penyediaan benih irigasi penanganan pasca panen hingga cetak sawah baru.
Jumlah anggaran yang dikucurkan perusahaan sebesar Rp3,7 juta hingga Rp6 juta per hektar. Program GP3K ini merupakan program nasional yang di peruntukkan pada enam koridor agro di Indonesia, yakni Sumatera, Kalimantan, Maluku, Papua, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi. (eky)

Read More >>