Selasa, 28 Februari 2012

KTNA Sulsel Segel 7.500 Ton Beras Impor


Selasa , 28 Februari 2012
BANTAENG– Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel menyegel 7.500 ton beras impor asal Thailand di Gudang Lapadde Bulog Kota Parepare, kemarin.
Sekretaris KTNA Sulsel M Asri mengatakan, pihaknya bersama beberapa ketua KTNA kabupaten telah mengecek peredaran beras impor di Kota Parepare, sekitar sepekan lalu. “KTNA menolak peredaran beras impor masuk ke Sulsel. Sebab, peredaran beras impor itu akan berdampak buruk terhadap petani di Sulsel.

Apalagi, Sulsel telah surplus beras.Pada 2011, Sulsel mengirimkan beras ke Jawa Timur sebanyak 20.000 ton,”papar dia saat ditemui di Bantaeng,kemarin. Menurut dia, jika beras impor beredar di pasaran, dampak buruk yang akan timbul adalah terkait harga.Harga beras impor lebih murah dibanding lokal. Akibatnya, para konsumen beralih ke beras impor, sedangkan beras lokal tak laku atau harganya ikut turun.

“Saat ini Bulog membeli beras petani dengan harga Rp6.600 per kg. Ini sangat membantu para petani,”ujar dia. Ketua KTNA Sulsel Rahman Daeng Tayang mengatakan, tindakan menyegel beras impor tersebut sesuai perintah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk mengawal agar tak beredar di Sulsel. Mengenai jangka waktu penitipan beras impor tersebut,KTNA Sulsel meminta Bulog segera mengirim ke daerah tujuan Papua dan Maluku, pada Maret atau April.

Sebab pada bulan itu, petani di Sulsel diperkirakan telah memasuki masa panen. Seharusnya beras impor tersebut bukan hanya disegel di Bulog Parepare, tapi harus dicegah sejak awal oleh Bea Cukai Kota Parepare agar tak masuk ke Sulsel. Berdasarkan keterangan pihak Gudang Bulog Parepare, beras impor bukan untuk dipasarkan di Sulsel,melainkan dititipkan karena gudangnya besar.

Selama disegel, kunci gudang dipegang pihak Bea Cukai Parepare. Beras tersebut bisa keluar dari gudang jika dikirim ke Papua dan Maluku. “Selanjutnya beras impor itu dikirim ke PapuadanMalukusebagaiberas untuk warga miskin.Kendati begitu, beras impor itu harus tetap disegel agar tak beredar di Sulsel,” ungkap dia. Sementara itu, sebanyak 6.400 ton beras impor asal Thailand masuk ke Gudang Lapadde I Bulog Parepare kemarin.

Berdasarkan pantauan SINDO, meski impor dari Thailand, beras itu menggunakan karung berlabel Beras Bulog Jakarta. Pembongkaran mendapat pengawasan dari pihak Bulig dan Bea Cukai Parepare. Kepala Gudang Lapadde I Bulog Parepare Johan Joni mengungkap kan, ribuan ton beras impor asal Thailand diangkut menggunakan kapal Phu Tai yang sandar di Pelabuhan Nusantara Parepare sejak Kamis (23/2).

“Bulog hanya dititipi sementara. Jadi tidak ada penyitaan karena ini hanya beras titipan,”katanya. Johan Joni mengatakan,impor beras tersebut,merupakan pengiriman kedua dalam dua bulan terakhir.Pihaknya hanya sebatas menampung berasberas impir tersebut di gudang sambil menunggu perintah dari pusat untuk mengeluarkannya.

Read More >>

Lutra Akan Miliki 12 Kecamatan


Selasa, 28 Februari 2012
MASAMBA – Kabupaten Luwu Utara (Lutra) akan memiliki 12 kecamatan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengusulkannya dalam rancangan peraturan daerah (raperda) tentang pembentukan Kecamatan Tana Lili.
Kecamatan baru ini merupakan usulan pemekaran Kecamatan Bonebone.Kemarin, Bupati Lutra Arifin Junaidi telah menyerahkan raperda itu saat sidang paripurna yang dipimpin Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lutra Basir. Selain raperda tentang pembentukan Kecamatan Tana Lili,terdapat pula dua raperda tentang pembentukan desa, yakni Desa Sadar,Kecamatan Bonebone, dan Desa Sumpira, Kecamatan Baebunta.

“Pembentukan Kecamatan Tana Lili ini murni aspirasi masyarakat Kecamatan Bonebone yang diusulkan melalui panitia pembentukan kecamatan kepada Pemkab pada 2009 lalu,”ujar dia,kemarin. Hanya,usulan tersebut sempat terhambat karena adanya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No 140/2556/PMD tertanggal 11 Agustus 2008.Dalam surat itu meminta penghentian sementara proses pemekaran kecamatan dan desa karena dinilai dapat memengaruhi proses pelaksanaan pil-kada.

“Usulan pembentukan Kecamatan TanaLilibarudibentuk pada 2011 dengan membentuk tim kabupaten yang melibatkan instansi terkait.Tim itu yang melakukan pengkajian berdasarkan Undang-Undang No 19/- 2008 tentang Pembentukan Kecamatan,” ungkap dia. Dia menjelaskan, hasil kajian dan analisa kabupaten diteruskan ke Pemprov Sulsel, kemudian dinilai memenuhi syarat dan layak dimekarkan melalui surat rekomendasi Gubernur Sulsel No 138/4684/- PEM.UMUM tertanggal 1 Agustus 2011.

Anggota Komisi I DPRD Lutra Ansar Akib mengatakan, persyaratan pembentukan kecamatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No 19/2008 meliputi jumlah penduduk, luas wilayah, rentang kendali penyelenggaraan pelayanan pemerintahan.

Read More >>

KEMAMPUAN ATLET MERATA


Selasa, 28 Februari 2012
MAKASSAR – Hampir semua cabang olahraga (cabor) dari 20 cabang yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) telah menyelesaikan pertandingan kemarin. Dari hasil sementara tersebut, terlihat kemampuan atlet yang ada di daerah cukup merata. 

Beberapa daerah menunjukkan dominasinya di cabor tertentu yang memang menjadi unggulan.Di renang,misalnya,tim renang Kota Makassar mendominasi perolehan medali dengan meraih 16 emas dan 5 perak dari total 20 emas yang diperebutkan pada cabor ini. Hamgari,yang juga merupakan atlet remaja unggulan nasional,mendominasi perolehan medali dengan menyabet lima medali emas.

Peringkat kedua ditempati tim Kabupaten Soppeng dengan merebut 3 emas,4 perak,dan 6 perunggu.Di tempat ketiga ditempati Gowa dengan perolehan medali 1 emas,3 perak,dan 4 perunggu. Ketua Harian Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulawesi Selatan Abdul Muin mengungkapkan,dari hasil kejuaraan tersebut terlihat grafik peningkatan pada kemampuan para atlet daerah.

“Ada beberapa atlet yang menunjukkan prestasi yang meningkat,seperti beberapa atlet dari Soppeng,”katanya kemarin. Meski demikian,dia tak membantah dominasi Hamgari sebagai atlet junior nasional masih belum bisa ditaklukkan. Atlet ini bahkan kerap menyumbangkan medali untuk tim renang junior Indonesia di beberapa kejuaraan dunia.

“Hamgari memang tak bisa menemukan lawan di ajang ini,tetapi yang kami syukuri para atlet lain menunjukkan peningkatan dari rekor catatan waktu mereka sendiri sebelumnya,” paparnya. Di cabor pencak silat,Bantaeng menjadi daerah yang keluar sebagai juara umum setelah mampu mengalahkan saingan beratnya tim Kota Palopo.Tim Bantaeng meraih 2 emas dan 1 perak,sedangkan Palopo meraih 1 emas dan 1 perungu.

Di cabang olahraga panahan,Kabupaten Pangkep mampu keluar sebagai juara cabor setelah mampu meraih 3 emas,4 perak,dan 3 perunggu.Di peringkat kedua ditempati Toraja Utara dengan perolehan tipis 3 emas dan 2 perak.Makassar juga hanya menempati peringkat ketiga di cabor ini dengan perolehan medali 2 emas,2 perak, dan 3 perunggu.

Sampai kemarin,Popda tinggal menunggu hasil akhir cabang sepak bola yang rencananya akan memasuki babak final hari ini.“Final sepak bola akan menandai penutupan Popda kali ini. Rencananya,penutupan akan digelar hari ini,”ungkap Kepala Seksi Olahraga Pelajar dan Mahasiswa Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel Subandri.

Kepala Dispora Sulsel Andi Ilham Gahazaling mengatakan hasil tersebut diharapkan akan menjadi awal untuk para atlet terus mengembangkan kemampuannya.Dia berharap para atlet nanti akan kembali bersaing dalam seleksi Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang akan digelar dalam waktu dekat.“Semoga hasil ini akan membawa para atlet lolos ke seleksi PPLP nantinya dan mampu ditingkatkan sampai pada Pekan Olahraga Wilayah (Popwil) mendatang,” katanya.

Read More >>

Karateka Sulsel Siap Ramaikan Seleksi Timnas


SELASA, 28 FEBRUARI 2012

MAKASSAR, - Dengan ditetapkannya Indonesia sebagai pelaksana  The World Karate Federation (WKF) 2012, secara otomatis seluruh atlet karateka nasional peraih emas Sea Games akan mendapatkan seleksi yang ketat di Jakarta pada Maret mendatang.
Sekretaris Umum (Sekum) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki), Sulsel,  Prof. Musakkir, Senin, 27 Februari, menjelaskan, Indonesia menjadi tuan rumah WKF Premier League keenam adalah, sebuah ajang untuk mengukur prestasi atlet karateka dunia yang dalam satu tahun minimal akan ada lima kompetisi dan maksimalnya 10 kompetisi.
Menurut Musakkir, peserta kompetisi yang ikut ambil bagian merupakan atlet pilihan yang terdaftar dalam keanggotaan WKF dan mendapat kartu identitas WKF.
Bahkan, lanjut dia, pemenang kompetisi karate WKF akan mendapatkan medali, dan hadiah berupa uang.
Ia menjelaskan, setiap atlet nantinya akan mendapat skor dan peringkat sesuai sistem WKF.
“Peraih skor dan peringkat tertinggi pada akhir putaran sesi liga utama WKF disebut Grand Winner,” kata Musakkir di kantor KONI Sulsel.
Sementara itu data yang dihimpun terkait medali dan hadiah uang di WKF VI di Indonesia. Sepertinya bagi sang juara  pertama perorangan akan meraih 300 euro, kedua 200 euro, dan ketiga 100 euro, sedangkan juara pertama tim 600 euro, kedua 400 euro, dan ketiga 200 euro.
Kemudian untuk peraih skor dan peringkat tertinggi perorangan akan mendapatkan hadiah uang 1.000 euro dan tim 1.500 euro. 
“Yang pasti 13 atlet karateka nasional yang dimiliki Sulsel mendapatkan kesempatan untuk ikut seleksi timnas karate untuk diterjunkan di WKF.
Mengenai pemberangkatan atlet seperti Aswar, Hendro dkk direncanakan Maret. Namun sebelumnya mereka akan latihan gabungan secara bersama sebelum bertolak ke Jakarta,” ungkap Musakkir.
Secara terpisah atlet karate nasional asal Sulsel, Hendro, mengatakan, kekuatan atlet semua negara merata.
Pasalnya, kata dia, karena cabang olahraga karate penyebaran dan perkembangannya begitu pesat serta melahirkan banyak karateka dunia yang berkualitas.
“Kami yakin bahwa dengan posisi Indonesia berada di urutan 5 besar WKF. Maka pesaing dari negara seperti dari dataran Asia yakni, Iran, Kazhakstan, Turki serta Austria akan jadi lawan berat di WKF di Jakarta,” beber Hendro. 

Read More >>

Tiga Proyek Besar Sulsel Butuh Kucuran APBN


SELASA, 28-02-2012





MAKASSAR -- Saat ini, ada sejumlah proyek besar yang masih membutuhkan kucuran anggaran dari pusat. Proyek itu di antaranya pembangunan Stadion Sepak Bola Barombong dan Centre Point of Indonesia (CoI) dan perencanaan pembangunan wisma negara. Ketiga proyek milik Pemprov Sulsel itu ditunjukkan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kepada DPR RI. Bahkan, gubernur dan anggota legislatif pusat itu melakukan peninjauan ke lokasi, Senin (27/2).

Anggota DPR RI yang datang adalah legislator asal PKS yaitu Anis Matta dan Thamsil Linrung. Kunjungan Syahrul bersama DPR RI ini didampingi Ketua DPD Sulsel HM Roem, Akmal Pasluddin, Kepala Dinasa Tata Ruang dan Pemukiman Andi Bhakti, Kepala Dinas Bina Marga Abdul Latief dan lain sebagainya.
Kepada Anis Matta dan Thamsil Linrung, gubernur meminta agar DPR memberikan perhatian serius dalam rangka perampungan proyek raksasa tersebut di Sulsel. "Termasuk wisma negara sudah ada persetujuan dari Pak Presiden. Kita tentunya mengharapkan penguatan-penguatan dari legislator pusat. Kehadiran Pak Anis dan Pak Thamsil di sini tentu kita membutuhkan bantuannya," ujar Syahrul usai melakukan kunjungan, kemarin.
Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, A Latief mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan legislator pusat ini tentu merupakan kekuatan baru dalam proses memperjuangkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tiap tahunnya.
"Pak Anis dan Pak Thamsil sudah siap mengawal dan memperjuangkan alokasi dana untuk proyek besar di Sulsel, termasuk wisma negara dan COI," kata Latief.
Mantan Asisten II Pemkot Makassar ini mengatakan, khusus untuk stadion Barombong progres pembangunannya telah sampai pada perawatan rumput.
"Jika sudah rampung, tinggal yang diperjuangkan adalah tribunnya," tutup Latief.
Usai melakukan kunjungan, Thamsil dan Anis Matta menyatakan kesiapannya untuk membantu memberikan penguatan demi kelancaran pembangunan sejumlah proyek besar di Sulsel.
Untuk proyek CoI, selain mendapatkan dana segar dari APBD Sulsel, proyek tersebut juga akan mendapatkan semburan anggaran APBN 2012. Pada 2012, jembatan kembar di kawasan tersebut selesai dibangun.
Sementara untuk pembangunan stadion sepak bola dan Gedung Olahraga Barombong di Kabupaten Gowa, membutuhkan anggaran lebih dari Rp100 miliar. Semuanya berasal dari APBN.

Read More >>

Target Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Sulit Tercapai


SELASA, 28 FEBRUARI 2012 

Jika Kesiapan Tenaga Listrik Tidak Memadai
MAKASSAR, - Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini sebesar 9 persen. Namun, rencana tersebut diyakini sulit terealisasi jika tidak didukung kesiapan tenaga listrik dari PT PLN Sulselbar dan Tenggara. 
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, La Tunreng, Senin, 27 Februari, mengakui target tersebut tidak bisa terealisasi. Hanya, perlu
dukungan dari pihak PLN untuk kesiapan tenaga listrik dan infrastruktur. Menurut La Tunreng berharap agar dua pembangkit baru dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.
Apalagi,tahun ini diprediksi proyek-proyek pemerintah melalui Masterplan Perencanaan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk koridor Sulawesi sudah berjalan. La Tunreng mengatakan, dibutuhkan dukungan berbagai pihak untuk merealisasikan rencana pemerintah tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Humas PT PLN Sulselrabar dan Tenggara, Yamin Loleh, mengatakan kalau ketersediaan daya tahun ini sangat memadai. Pasalnya tahun ini, BLTD  berbahan bakar MFO kurang lebih 95 MB sementara dipacu. Sistem pemasukan daya tersebut, diakui Yamin secara bertahap yakni tahap pertama 25 MB, tahap kedua 25 MB, tahap ketiga 45 MB,  yang mana tahapan-tahapan tersebut sesuai de­ngan kebutuhan.“Rencana­nya pertengahan tahun a­kan rampung semua,”ka­ta Yamin.
Bukan hanya itu BLTU Batu bara di Jenneponto juga sudah dapat difungsikan. “Intinya PLN di tahun ini dapat mendukung iklim investasi di Sulawesi selatan,”kata Yamin. Pihak PLN menjamin ketersediaan daya listrik untuk tahun ini. “Saya menjamin ditahun ini tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir,”tegas­nya.

Read More >>

Syahrul Minta PKS Kawal Megaproyek Sulsel di DPR


Senin, 27 Februari 2012
MAKASSAR,  --   Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menunjukkan dua proyek raksasa milik Pemprov Sulsel kepada legislator pusat asal PKS Anis Matta, dan  Thamsil Linrung di Makassar, masing-masing; stadion Sepak Bola Barombong dan Centre Point of Indonesia plus perencanaan pembangunan wisma negara, Senin (27/2/2012).

Kunjungan Syahrul bersama legislator pusat PKS tersebut didampingi Ketua DPD Sulsel HM Roem, Akmal Pasluddin, Kepala Dinasa Tata Ruang dan Pemukiman Andi Bhakti, Kepala Dinas Bina Marga Abdul Latief dan lain sebagainya.

Pada kesempatan tersebut, Syahrul meminta kepada DPR dalam hal ini Anis Matta dan Thamsil Linrung untuk memberikan perhatian serius dalam rangka perampungan proyek raksasa tersebut di Sulsel.

"Termasuk wisma negara sudah ada persetujuan dari Pak Presiden. Kita tentunya mengharapkan penguatan-penguatan dari legislator pusat. Kehadiran Pak Anis dan Pak Thamsil di sini tentu kita membutuhkan bantuannya," ujar Syahrul usai melakukan kunjungan, kemarin.

Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, A Latief mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan legislator pusat ini tentu merupakan kekuatan baru dalam proses memperjuangkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tiap tahunnya.

"Pak Anis dan Pak Thamsil sudah siap mengawal dan memperjuangkan alokasi dana untuk proyek besar di Sulsel, termasuk wisma negara dan COI," kata Latief.

Mantan Asisten II Pemkot Makassar ini mengatakan, khusus untuk stadion Barombong progres pembangunannya telah sampai pada perawatan rumput.

"Jika sudah rampung, tinggal yang diperjuangkan adalah tribunnya," tutup Latief.

Usai melakukan kunjungan, Thamsil dan Anis Matta menyatakan kesiapannya untuk membantu memberikan penguatan demi kelancaran pembangunan sejumlah proyek besar di Sulsel.

Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2012/02/27/syahrul-minta-pks-kawal-megaproyek-sulsel-di-dpr
Read More >>

Kerugian Puting Beliung Sidrap Rp3 M


SENIN, 27 FEBRUARI 2012 


Wagub Minta Bantuan Pusat, Korban Kesulitan Air Bersih, Mahasiswa Kumpul Sumbangan
MAKASSAR,  – Selain menimbulkan korban, angin puting beliung di Desa Wette’e, Kecamatan Pancalautang, Kabupaten Sidrap, Jumat, 24 Februari lalu, menimbulkan kerugian materil hingga Rp3 miliar.
Kerugian tersebut dirinci dari kerusakan rumah penduduk yang mencapai 63 unit. Sekitar 47 unit di antaranya rata dengan tanah, berikut harta benda milik warga yang hancur tertimpa material ba­ngunan.
Untuk menalangi bantuan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang, rencananya berangkat ke Jakarta, Senin, 25 Februari, hari ini, untuk meminta bantuan dari pemerintah pusat melalui lembaga terkait.
Keberangkatan Agus ke Jakarta sekaligus membawa surat rekomendasi dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebagai bentuk persetujuan untuk meminta bantuan ke pusat.
Agus ke Jakarta didam­pingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Mappagio.
“Saya akan berangkat bersama Pak Wagub ke Jakarta untuk membahwa rekomendasi dari Gubernur. Rekomendasi ini namanya rekomendasi tanggap darurat yang didasarkan dari permintaan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap dan itu patut ditindaklanjuti,” kata Mappagio, saat dihubungi per telepon, Minggu, 26 Februari.
Menurut dia, bantuan dari pusat itu nantinya digunakan untuk bantuan rehabilitasi rumah warga yang hancur akibat musibah tersebut.
Menurut dia, dampak yang ditimbulkan akibat musibah tersebut sebenarnya sudah dilaporkan ke pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk dianalisa. Pihaknya hanya menindaklanjuti sambil menunggu hasil pengkajian pusat.
“BNPB sudah tahu. Direktur Tanggap Darurat BNPB juga sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung. Beliau masih ada di Sidrap,” katanya.
Jumlah kerugian sebesar Rp3 miliar ini juga sudah dilansir oleh Pemkab Sidrap. Meski demikian, aparat masih melakukan pendataan dan mengawasi proses penanganan para korban.
Sudah dipastikan tiga korban tewas (seperti dilansir Harian Cakrawala edisi Sabtu, 24 Februari) dalam peristiwa yang terjadi Jumat, 24 Februari lalu itu. Mereka masing-masing Lina (28), Rosi (60), Janggo Sana (60). Tiga korban tewas setelah terhempas dan tertimpa balok.
Korban Lina cukup mengharukan karena tewas bersama jabang bayi yang masih dikandungnya. Usia kandungan Lina berusia tujuh bulan. Baik Lina, maupun dua korban tewas lainnya ditemukan di bawah reruntuhan rumah.
Selain korban tewas, kejadian ini juga mengakibatkan 36 orang terluka. Mereka dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nene Mallomo, Sidrap, Puskesmas Belokka, dan Puskesmas Amparita. Dua di antaranya dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar karena luka parah dan patah tulang.
Akibat bencana ini juga, tercatat 215 orang terpaksa mengungsi ke rumah keluarganya yang luput dari bencana itu. Ada juga yang tinggal di tenda-tenda darurat yang dibuat para relawan.
Di tenda itu yang sudah dilengkapi dapur umum tersebut, korban harus berdesak-desakan bersama anak-anak mereka.

Kekurangan Air Minum
Informasi yang diperoleh Cakrawala di lokasi kejadian, para korban yang mengungsi di tenda-tenda darurat mengalami kesulitan air bersih. Mereka juga membutuhkan pakaian dan makanan.
Terkait hal ini, Kepala BPBD, Mappagio, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan mobil tangki water treathment atau mobil pengangkut air bersih. 
“Kami sudah kerahkan mobil pengangkut air bersih ke Sidrap untuk melayani kebutuhan air untuk para korban. Air itu bisa langsung diminum jadi tidak perlu dikhawatirkan,” jelasnya.
Menurut dia, sumbangan makanan untuk para korban juga sudah dilakukan, terutama dari pemerintah. Pemprov Sulsel sudah menyalurkan bantuan 1,5 ton beras, mi instan, dan air mineral. Bantuan dari Pemkab Sidrap juga disebutkan sudah tersalur.
Suasana di lokasi kejadian kemarin, para korban masih berusaha mengais harta benda mereka yang masih tersisa di tengah puing-puing bangunan, seperti pakaian, peralatan dapur, dan perabotan rumah.
Galang Bantuan
Musibah angin puting beliung di Sidrap mengundang simpati para pelajar di daerah itu. Beberapa titik dalam kota menjadi lokasi tempat pengumpulan dana dari masyarakat dan pengguna jalan untuk membantu para korban.
Para pelajar dari berbagai tingkatan, seperti sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA), berbaur dengan mahasiswa untuk mengumpulkan dana di beberapa lokasi.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Sidrap, Mansyur Marsuki, yang ditemui di jalan poros Sidrap-Tanru Tedong, mengaku prihatin dengan musibah tersebut. Untuk itu, dia mengerahkan rekan-rekannya untuk mengumpulkan dana.
“Kita menerjunkan relawana untuk kumpulkan dana di empat titik strategis,  antara lain, poros Sidrap-Parepare, Sidrap-Tanru Tedong, dan poros Sidra-Enrekang,” katanya.
Hingga kini, mereka sudah mengumpulkan dana sebanyak Rp8 juta lebih. “Kami rencananya akan memberikan langsung kepada korban dan tidak melalui posko yang didirikan pemerintah,” katanya.
Sementara, di jalan poros Sidrap-Parepare, puluhan pelajar dari SDN 14 Kabupaten Sidrap juga terlihat turun ke jalan dan dikoordinir seorang guru bernama Nurmiati.
Nurmiati yang juga wali kelas 1 SDN 14 mengatakan, rasa peduli murid-murinya membuat dia tergerak untuk turun menggalang dana ke jalan.
“Kita menurunkan PMR (Palang Merah Remaja) sekolah, sebelumnya hasil dari penggalangan dana tersebut kita telah menyumbang berupa beberapa dos mi instan,” jelasnya.
Pengumpulan dana juga dilakukan sekelompok mahasiswa di Makassar yang dilakukan oleh KSR PMI Universitas Muhammadiyah (Unismuh). 

Read More >>

Pemekaran Luteng dan Bonsel Terhambat Moratorium


Selasa, 28 Februari 2012
MAKASSAR –Upaya pembentukan Kabupaten Bone Selatan (Bonsel) dan Luwu Tengah (Luteng) diperkirakan masih sulit terealisasi dalam waktu dekat. 

Kendati di tingkat daerah pemekaran dua wilayah ini sudah disetujui DPRD Sulsel dan tinggal menunggu SK gubernur, namun rencana itu bakal terbentu aturan moratorium pemekaran. Anggota DPR RI dari Partai Hanura Akbar Faisal mengatakan, saat ini sedikitnya 33 daerah otonom baru (DOB) yang diusulkan, namun belum dibahas di DPR karena terganjal moratorium.

“Banyak kesalahpahaman. Sampai hari ini ada 33 atau lebih dari itu yang kami bahas untuk menjadi daerah otonomi baru (DOB), baik melalui pintu pemerintah maupun melalui DPR.Tapi kami belum bersikap karena sekarang ini ada moratorium,” ujar anggota Komisi II DPR ini sesaat sebelum menjadi pembicara pada acara Dialog Kebangsaan di Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, kemarin.

Dia menjelaskan, moratorium yang merupakan keputusan presiden itu tidak mungkin memberikan celah untuk membentuk daerah baru saat ini.Pemekaran baru bisa kembali dibahas jika moratorium tersebut dicabut.Menurut dia, moratorium diterbitkan lantaran hasil penelitian menujukkan 80% daerah otonom baru gagal membawa kesejahtaeraan pada masyarakatnya.

“Kami menghormati keputusan presiden soal morotarium. Bahwa ada 80% lebih daerah otonomigagal, itupertimbangan presiden dan kami juga tidak bisa melanggar aturan itu,”kata politikus asal Sulsel ini. Kendati demikian, kata dia DPR bersama pemerintah mengambil jalan tengah dengan menyilakan pemerintah daerah mengajukan pembentukan daerah otonom baru.

“Kami hanya mengambil jalan tengahnya bahwa moratorium tetap diberlakukan. Daerah yang lengkap berkasnya tetap dibahas. Sampai hari ini ada 20 yang lengkap berkasnya, ”ujar dia. Dari 20 daftar tersebut, permintaan pemekaran terbanyak datang dari Sulawesi Tenggara,yakni enam kabupaten. Sejauh ini belum ada kepastian kapan 20 kabupaten yang masuk antrean itu akan disetujui karena terkendala moratorium.

Kendati demikian, dia meminta kepada penggagas pembentukan Bonsel dan Luteng mempersiapkan kelengkapan administrasinya.Sebagai wakil rakyat asal Sulsel, Akbar mengaku siap mengawal tuntutan masyarakat tersebut di tingkat pusat. “Silakan, saya akan mengawal dan minta agar dilengkapi datanya. Mudah-mudahan pembahasan berikutnya bisa masuk,”kata dia.

Terpisah,Wakil Ketua DPR Anis Matta juga membenarkan sulitnya merealisasikan Bonsel dan Luteng.Politisi PKS ini mengatakan, bukan hanya Sulsel yang ingin membentuk daerah baru. Sejumlah provinsi lain juga melakukan hal serupa, namun sampai saat ini masih terkendala moratorium. “Pemekaran daerah sekarangbelumbisa, meskipunSulsel mau.Secara nasional belum ada yang bisa melakukan pembentukan daerah baru,” kata Anis Matta di Makassar kemarin.

Read More >>

Syahrul Resmikan 1.214 Proyek di Sinjai

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meresmikan 1.214 proyek di Sinjai, kemarin. Peresmian proyek senilai Rp308 miliar itu merupakan salah satu rangkaian puncak peringatan hari jadi ke-448 Sinjai di halaman rumah Jabatan Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa. Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa mengatakan, Pemkab Sinjai berhasil menjalankan program pendidikan dan kesehatan gratis. 

Menurut dia, pendidikan dan kesehatan gratis merupakan program Pemkab Sinjai yang menjadi pioner di Sulsel maupun di Indonesia. “Hal ini ditandai dengan pembebasan biaya sekolah bagi SD sampai SLTA negeri maupun swasta. Pendidikan dan kesehatan gratis dilakukan pemerintah Sinjai sejak tahun 2004, jauh sebelum Pemprov Sulsel memprogramkan pendidikan dan kesehatan gratis,” ujar Rudiyanto. 

Rudiyanto mengatakan, jalan kabupaten di Sinjai juga sudah diperbaiki. Kini, tinggal 0,5% yang belum baik,tapi akan diselesaikan paling lambat tahun 2013. “Kalau memasuki daerah Sinjai ada ditemukan jalanan yang rusak, itu bukan jalan Kabupaten Sinjai, tapi itu mungkin jalan provinsi atau jalan nasional,”papar Rudiyanto. Sesuai rencana, hari ini Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo akan mengikuti jalan santai bersama warga Bone.

Jalan santai yang mengambil star di Lapangan Merdeka Watampone akan diikuti 10.000 masyarakat dari semua kecamatan di Bone. Bupati Bone Idris Galigo mengatakan, Syahrul juga akan berkunjung ke Kajuara sebelum melanjutkan perjalanannya ke Bone. Kedatangan gubernur ke Bone dalam rangka membuka beberapa kegiatan menyongsong HUT Kabupaten Bone yang ke 672 pada bulan April Mendatang.  


Sumber : http://www.seputar-indonesia.com
Read More >>

Changi Airport Lirik Wisata di Sulsel


Selasa, 28 Februari 2012  


MAKASSAR--: Manajemen Changi Airport Singapura bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar perjalanan media atau media trip ke Sulsel untuk tujuan promosi wisata.

"Sebelum menjadwalkan untuk menggelar 'media trip' ke Sulsel untuk promosi wisata oleh manajemen Changi Airport Singapura akan dilakukan cycling race di Singapura," ujar Kepala Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel, Sukarniaty Kondolele, di Makassar, Selasa (28/2).

Ia mengatakan, berdasarkan jadwal rencana tersebut, pada Maret 2012 akan dilaksanakan kegiatan sepeda santai di Singapura yang akan diikuti oleh manajemen Changi Airport bersama pejabat Kedutaan Besar untuk Singapura.

Sedangkan untuk perjalanan media dari Singapura ke Sulsel akan diagendakan selanjutnya dengan tujuan melakukan promosi wisata.

Sebelumnya Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meminta kepada pemerintah kabupaten/kota agar mempersiapkan daerah tujuan wisata unggulannya masing-masing karena akan dilakukan promosi. "Harapan saya destinasi bisa dibuat, diperbaiki dan dipersiapkan. Bupati dan wali kota terlibat karena ini semua untuk kita," pintanya.

Ia berharap pada tahun kunjungan wisata, lebih banyak lagi wisatawan nusantara dan mancanegara yang berkunjung ke Sulsel. "Lebih khusus wisatawan mancanegara yang menjadi langganan Sulsel selama ini yaitu Eropa tetap kita bisa tingkatkan dengan baik termasuk tambahan wisatawan Asia dari Singapura dan Malaysia," katanya. 

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2012/02/28/301966/290/101/Changi-Airport-Lirik-Wisata-di-Suls
Read More >>

Senin, 27 Februari 2012

Penerimaan Bea Cukai Tumbuh 109,5%


Senin, 27-02-2012 

MAKASSAR, --Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Selatan meraup penerimaan sebesar lebih dari Rp468.063.942.459. Realisasi penerimaan ini terdiri atas bea masuk (BM), cukai dan bea keluar (BK) tahun 2011.
"Total realisasi penerimaan itu melebihi dari target," kata Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Heru Pambudi, belum lama ini.
Heru mengungkapkan, realisasi penerimaan negara dari Bea Cukai ini melebihi total target penerimaan yang dibuat pemerintah. Dari target sebesar Rp427.466.579.401. Realisasi penerimaan bea cukai telah mencapai 109 5%.
Dari tiga sumber penerimaan negara di bidang bea dan cukai, pendapatan terbesar berasal dari bea keluar yang mencapai 103,16% yang disusul bea masuk dengan 135,16%.
"Total target penerimaan ini jika dihitung berdasarkan target, maka pemerintah telah memiliki surplus penerimaan dari bea cukai sebesar Rp40.597.421," terang Heru.
Ia menjelaskan, untuk tahun 2012, pihaknya menargetkan penerimaan bea masuk mencapai Rp86.129.812.850, bea keluar Rp364.000.869.760, dan cukai Rp5.297.279.480. Sehingga total target penerimaan sebesar Rp455.427.962.090


Sumber: http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=81674
Read More >>

Popda-17 Cabor Mulai Dipertandingkan


Minggu, 26 Februari 2012
MAKASSAR – Hari pertama pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Popda) 2012, panitia sudah mempertandingkan hampir semua cabang olahraga (cabor) dari 20 cabang.Hanya tiga cabor yang masih menunggu jadwal untuk dipertandingkan yakni angkat besi,gulat dan renang.
Ketiga cabang ini kemungkinan akan mulai dipertandingkan hari ini.Kepala Seksi (Kasi) Olahraga Pelajar dan Mahasiswa Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora),Sulsel,Subandri mengatakan, memang peserta dari ketiga cabang olahraga tersebut tidak terlalu banyak dari daerah. “Untuk hari pertama kemarin kami sudah mempertandingkan hampir semua cabang olahraga.

Bahkan,sejak pagi panahan yang memilih lokasi di GOR Andi Mattalatta sudah dipertandingkan, sebagian besar muali bertanding setelah pembukaan,”jelasnya. Subandri mengatakan,dari semua daerah,kontingen Kabupaten Bone menjadi kontigen terbesar dengan jumlah atlet melebihi 100 orang dan mengikuti semua cabor.

Setelah Bone,disusul Kota Palopo dengan kontingen kedua terbesar dengan jumlah atlet menghampiri 100 orang.“Biasanya memang Bone,Palopo dan Makassar yang selalu menjadi kontingen terbesar di Popda.Akan tetapi entah kenapa kontingen Makassar tahun ini tidak terlalu banyak,”ungkapnya. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel,Andi Ilham Ghazaling dalam laporannya mengatakan,semua atlet daerah ini adalah atlet yang sebelumnya telah terseleksi di tingkat kabupaten/kota.

“Para atlet ini adalah atlet terbaik di daerah engan usia rata-rata kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA). Para atlet ini akan bersaing untuk mendapatkan tempat ke Pekan Olahraga Wilayah (Popwil) nantinya,”terangnya. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang membuka Popda tersebut berharap, akan lahirnya atlet unggulan dari ajang olahraga tersebut.Menurutnya,sejak dini para atlet muda harus ditanamkan keinginan kuat untuk terus berprestasi.

“Popda ini adalah awal untuk mencari atlet-atlet unggulan yang nantinya akan berbicara di tingkan nasional dan internasional.Saya yakin akan ada nantinya dari ratusan atlet ini yang akan menjadi atlet nasional,”kata Syahrul. Popda yang digelar 25-28 Februari ini merupakan Popda ke 12 yang digelar di Sulsel.Popda ini menajdi Popda terbesar dengan mempertandingkan 20 cabang olahraga.

Selain mempertandingkan ratusan nomor Popda,panitia juga merangkaikan dengan Pekan Olahraga Cacat Pelajar Daerah (Popcada) yang mengambil lokasi pertandingan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Dg Tata,Makassar. 

Read More >>

SKPD Diminta Tak Buat Kegiatan di Hotel


Senin, 27 Februari 2012
MAKASSAR – Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Sulsel diimbau untuk tidak melakukan kegiatan di hotel berbintang.Hal tersebut sebagai upaya penghematan anggaran daerah.


Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim mengungkapkan, untuk mendukung langkah penghematan tersebut telah disiapkan sejumlah aula dan gedung di Kantor Gubernur Sulsel. Ruangan ini tidak kalah luas dengan ruang yang ada di hotel berbintang di Makassar. “Kami perlu anjurkan ini supaya pejabat SKPD tidak lagi memboroskan anggaran daerah,” ujar Muallim kemarin.

Namun, mantan Sekda Gowa ini menegaskan bahwa imbauan tersebut belum tertuang dalam bentuk peraturan gubernur (pergub) atau pun peraturan lainnya. Berdasarkan pantauan SINDO,sejak awal 2012,sejumlah kegiatan SKPD Pemprov Sulsel yang sebelumnya di lakukan di hotel berbintang saat ini digelar di Kantor Gubernur Sulsel. Lokasi yang dipilih di antaranya Ruang Data dan Ruang Pola yang menampung hingga 1.000 orang.

Begitu pun saat rapat koordinasi antara Gubernur Sulsel dengan seluruh wali kota dan bupati dari 24 kabupaten/kota. Kegiatan ini sebelumnya digelar di hotel berbintang, namun tahun ini dipindahkan ke Ruang Pola Kantor Gubernur. “Setiap kegiatan SKPD sudah diatur dalam RKA. Saya juga sering ngomong,kalau bahas masalah kemiskinan jangan di hotel berbintang dong,” ujar dia.

Read More >>

Ujian Nasional SMA/SMK 2012- Peserta di Sulsel Capai 104.130 Siswa

Senin, 27 Februari 2012


MAKASSAR – Ujian Nasional (UN) 2012 untuk tingkat SMA/- MA/SMK di Sulsel akan diikuti 104.130 siswa. Peseta untuk tingkat SMA terdiri dari jurusan IPA sebanayak 32.371 siswa,jurusan IPS 26.484,dan jurusan Bahasa 333.


Adapun peserta untuk tingkat SMK berjumlah 34.000 siswa. Sedangkan untuk Madrasah Aliah (MA),terdiri dari jurusan IPA 3.978, jurusan IPS 6.579 siswa, jurusan Bahasa 133 orang, dan jurusan Agama 177 orang siswa. Sementara untuk SMA Luar Biasa jumlah totalnya 75 siswa. “Jumlahitudiperolehdaridata seluruh sekolah yang telah kami rampungkan,”ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Abd Jabbar,kemarin. Jabbar menyebutkan, tidak banyak perubahan format UN dibandingkan dengan tahun lalu. Jadwal UN untuk SMA/MA rencananya akan berlangsung pada 16-18 April 2012.

Khusus jurusan IPA, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika, Matematika, Kimia dan Biologi. Untuk jurusan IPS,mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ekonomi,Matematika,Sosiologi, dan Geografi. Bagi jurusan Bahasa, mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Asing, Matematika, Antropologi dan Sastra Indonesia. “Target kelulusan untuk SMA/SMK tahun ini 99%.Tahun lalu itu mencapai 98,71%.Kami optimistis target ini bisa tercapai,”pungkasnya.

Sementara itu, untuk peserta UN tingkat SD-SMP 2012 ini, hingga sekarang belum rampung. Menurut Jabbar,itu dikarenakan masih banyak sekolah yang belum melaporkan peserta UN di sekolahnya. Saat ini, banyak sekolah swasta,khususnya di Makassar, sehingga data soal jumlah peserta ujian belum bisa dirampungkan. “Data peserta SDSMP masih bisa berubah. Khusus Makassar, banyak sekolah swasta dan tidak jelas pesertanya,” ujar dia.

Oleh karena itu,dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah di Sulsel agar segera mengkonkretkan jumlah pasti peserta UN tahun ini. “Kita juga akan melakukan penghitungan ulang, apakah besar data yang disampaikan benar atau tidak. Ini utamanya sekolah swasta,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Patabai Pabokori menjelaskan, UN dijadwalkan secara serentak akan berlangsung mulai 16 April 2012 mendatang, dengan tetap menggunakan lima jenis atau tipe soal. Selain itu,kata dia,kelas hanya diisi 20 siswa, dan soal dibagikan secara acak sehingga siswa tidak bisa menebak akan mendapatkan soal jenis A,B,C, D,atau E. 

Read More >>

Wagub Serahkan Bantuan


Senin, 27-02-2012 

SIDRAP,--Wagub Sulsel, Agus AN atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel, menyerahkan bantuan makanan dan peralatan dapur kepada korban bencana puting beliung di Desa Wette'E Kecamatan Pancalautang Kabupaten Sidrap, Sabtu (25/2).
Wagub menyerahkan bantuan disaksikan Bupati Sidrap, Rusdi Masse dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sulsel, Drs A Mappagio di lokasi bencana.
Bantuan yang diserahkan berupa 1 ton beras, 100 dos mie instant, 100 dos kecap manis, 100 kaleng ikan kaleng sarden, 100 dos air mineral, 1 paket kompor serbaguna, 100 kg gula pasir, 100 kaleng biskuit, 100 botol minyak goreng, dan makanan siap saji 5 paket.
pada kesempatan itu, Agus menyerahkan bantuan dari PMI yang diterima langsung Camat Pancalautang, Drs Muh Amin, berupa tenda tropolin dan tenda family kit, sebanyak rumah korban dan tiga unit dapur umum.
Agus pada kesempatan itu meminta warga korban bencana untuk tetap bersabar menghadapi cobaan ini.
"Sabbaraki di (sabar ya) Insya Allah pemerintah akan membantu meringankan beban warga, sabbaraki," kata Agus sambil menyalami satu persatu warga korban yang menerima bantuan.
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=81618&jenis=Fokus
Read More >>

Usulan Syahrul Diapresiasi 17 Menteri


SENIN, 27 FEBRUARI 2012 

alt
Silpa 2011 Dialokasikan ­Infrastruktur dan Fisik
MAKASSAR,— Masukan ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) yang tak lain Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mendapat respon positif dari pemerintah pusat.  Usul tersebut terkait Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) APBD Provinsi tahun 2011 agar dialokasikan untuk pembangunan fisik dan infrastruktur.
Syahrul mengatakan, usulam ter­sebut merupakan masukan yang dirangkum melalui forum APPSI sebelumnya dan disampaikan dalam
pertemuannya dengan 17 menteri bersama beberapa pejabat setingkat menteri termasuk para gubernur pada 23 Februari lalu.
“Anggaran Silpa 2011 yang kita usulkan agar dialokasikan untuk fisik dan infrastruktur koneksitas antar daerah. Saya mendapatkan apresiasi yang sangat kuat, 33 gubernur melakukan pertemuan dengan 17 menteri,” kata Syahrul saat menghadiri paripurna pembentukan Luteng dan Bonsel, di kantor DPRD Sulsel, Jumat, 24 Februari lalu.
Syahrul, optimis anggaran silpa tahun 2011 sekitar Rp20 triliun, kemungkinan besar diarahkan untuk pembangunan termasuk sebagai upaya koneksitas antar daerah.
Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Protokol Sulsel, Agus Sumantri, mengatakan, dalam pertemuan dengan 17 menteri, Syahrul, sebagai ketua APPSI diharapkan menyampaikan pemikirannya bagaimana mensinergikan pembangunan ekonomi sebagai upaya memacu pertumbuhan di setiap provinsi.
“Pak Gubernur dalam kesempatan ini akan mempresentasikan pemikirannya. Pertemuan ini sendiri difasilitasi Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa,” kata Agus Sumantri via telepon genggamnya.
Dalam pertemuan itu juga, lanjutnya, tiga pejabat tinggi setingkat menteri yang dijadwalkan hadir dalam pertemuan tersebut adalah Kepala Badan Pertanahan Nasional, Kepala Badan Pusat Statistik dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal.
“Jadi ada dua agenda besar yang akan dibahas dalam pertemuan ini. Salah satunya pembangunan berdasarkan program Master Plan Percepatan, Perluasan, Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia,” terangnya.
Pada awal Januari lalu, APPSI telah berkomitmen memantapkan diri untuk berperan sebagai penyalur aspirasi daerah. Selain itu, ditetapkan juga pembidangan masing-masing ketua dan melakukan pembahasan berbagai hal untuk kemajuan daerah.

Read More >>

Impor Buah- Karantina Tunggu Kepastian Mentan


Senin, 27 Februari 2012
MAKASSAR – Rencana pemerintah menjadikan Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar sebagai pusat pintu masuk buah dan sayuran impor pada Maret 2012,terancam diundur.

Ancaman pengunduran tersebut menyusul penolakan dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dengan alasan kebijakan itu dikhawatirkan akan mengganggu buah dan sayuran local di Sulsel. Penanggungjawab Badan Karantina Pertanian Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Nasruddin,menyebutkan, rencana tersebut saat ini dikaji ulang oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta. “Berhubung ada penolakan dari Pak Gubernur,maka rencana ini dikaji ulang oleh Mentan. Kamibelumtahuhasilnya.Kami hanya pelaksana di lapangan,” ujar Nasruddin kemarin.

Dia menyebutkan, saat ini Badan Karantina Pertanian telah mempersiapkan segara kelengkapan dan fasilitas terkait rencana masuknya buah dan sayuran impor tersebut. Beberapa fasilitas yang disiapkan Badan Karantina Pertanian di antaranya gudang pendingin sebagai tempat penyimpanan buah dan sayuran impor agar tetap segar. Dipilihnya Makassar sebagai pintu masuk buah dan sayur impor ini sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 89/2011 tentang Persyaratan Teknis dan Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Buah-buahan dan Sayuran Segar ke Dalam Wilayah RI.

Selain Makassar, terdapat tiga lokasi lainnya yang ditunjuk oleh Pemerintah Pusat,yakni Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara; Bandara Soekarno- Hatta,Tangerang; dan PelabuhanTanjung Perak,Surabaya. Sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo secara tegas menolak masuknya komoditi impor di Sulsel. Syahrul mengambil kebijakan itu dengan alasan saat ini para petani di daerah tengah berusaha keras meningkatkan produksi buah dan sayuran impor. Bahkan,Gubernur mengancam akan melakukan razia dan penyitaan komoditi impor jika diberlakukan di Makassar. 

Read More >>

Disnak Fokus Tangani Penyakit Hewan

SENIN, 27 FEBRUARI 2012


Tahun ini Dinas Pe­ternakan melakukan upaya total penanggula­ngan segala jenis penyakit hewan, tak tanggung-tanggung untuk menyuk­seskan program ini pemerintah juga telah menyiapkan anggarannya sebesar Rp2 miliar.  
“Jadi kita memang  fokuskan pada pe­nanggulangan penyakit  semua jenis hewan. Kita juga sudah  siapkan anggaran Rp2 miliar, tapi jumlah tersebut belum termasuk bantuan anggaran dari pusat,” Kata Kadis Peternakan Sulsel, Murtala Ali, belum lama ini.
Untuk menunjang kegiatan itu, pihaknya telah melakukan pemetaan jenis penyakit . Ini dilakukan agar tim yang telah dibentuk dapat lebih mudah menangani setiap laporan atau kasus yang diterima. Tapi kalau soal flu burung, antraks akan ditangani secara khusus. 
Menurut Murtali, dari sekian banyak jenis penyakit hewan, hanya flu burung merupakan jenis penyakit bervirus dan bisa meluas bila tidak diantisipasi.
“Makanya kita harus dilakukan penyem­protan secara menyeluruh. Semua peternak unggas berskala besar agar melakukan penyemprotan secara berkala,” katanya.
Sedangkan untuk jenis penyakit antraks, sifatnya hanya on the spot. Artinya, jenis penyakit ini hanya terjadi pada daerah-daerah tertentu saja, dan sejauh ini jenis penyakit hewan tersebut masih bisa dikendalikan.  
“Kami sudah bekerjasama dengan pemerintah Australia dalam rangka melakukan langkah terbaik penanggula­ngan penyakit hewan,” kunci Murtala Ali.

Read More >>

Minggu, 26 Februari 2012

Bonsel-Luteng Disetujui


SABTU, 25 FEBRUARI 2012

alt
SYL Diberi Ayam Jantan, Bupati Bone Tak Hadir
MAKASSAR,  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel akhirnya menyetujui pembentukan Kabupaten Luwu Tengah (Luteng) dan Bone Selatan (Bonsel) dalam Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Jumat, 23 Februari.
Usai paripurna, Ketua DPRD Sulsel Moeh Roem menandatangani surat keputusan persetujuan disaksikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pembentukan Bonsel Rusni Kasman, Ketua
Pansus Luteng Armin Mustamin Toputiri, serta puluhan masyarakat dari Bone dan Luwu.
DPRD Sulsel menetapkan Luteng yang terdiri atas lima kecamatan yakni, Lamasi, Lamasi Timur, Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Timur dengan pusat pemerintahan di Kecamatan Walenrang.
Sedangkan, Bone Selatan direkomendaskan de­ngan enam kecamatan yakni Bontocani, Kahu, Kajuara, Salomekko, Patimpeng, dan Libureng dengan pusat pemerintahan di Kecamatan Kahu.
Gubernur Syahrul menjamin surat keputusan (SK) tentang pembentukan Kabupaten Luteng dan Bonsel selesai Februari 2012 ini.
“Sebelum matahari terbit 1 Maret, saya sudah tandatangani itu,” katanya menanggapi ke­luarnya SK DPRD Sulsel tentang persetujuan pembentukan Luteng dan Bonsel di gedung parlemen itu kemarin.
Ia menegaskan, sebelum Maret, seluruh proses adminsitrasi pembentukan Luteng dan Bonsel selesai di tingkat daerah, selanjutnya diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagiri) untuk diproses lebih lanjut.
Ayam Jantan
Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak memberikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berperan besar dalam pembentukan Kabupaten Luteng sebagai pemekaran dari wilayah Kabupaten Luwu.
Dengan menggunakan pakaian adat, Syukur menyerahkan seekor ayam jantan putih kepada Syahrul sebagai ungkapan terima kasih.
Syukur mengungkapkan, kado ayam jantan tersebut merupakan bentuk penghargaan masyarakat Luwu atas pembentukan Kabupaten Luwu Tengah yang semakin mengarah ke titik terang.
“Ini merupakan simbol yang sesuai dengan tradisi dan adat kami bahwa dengan niat suci dan dengan niat ksatria, kami harus memberi ucapan terima kasih kepada siapapun dia dengan apa yang telah diberikan kepada kami,” kata Syukur saat dikonfirmasi usai rapat paripurna.
Syukur merupakan tokoh Luwu yang sangat getol memperjuangkan terbentuknya Kabupaten Luwu Tengah.
Idris Galigo Absen
Ratusan warga dari Bone selatan ikut memadati ruang paripurna DPRD Sulsel, kemarin. Namun, Bupati Bone Idris Galigo tidak hadir dalam momen bersejarah ini. Hanya terlihat Ketua DPRD Bone Ambo Dalle dan Wakil Bupati Bone AM Said Pabokori.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Idris tidak hadir karena tidak sepakat adanya pemekaran di kabupaten yang telah dipimpinya selama dua periode itu.
“Bupati sedang di-bombe (dimusuhi) sekarang. Makanya dia tidak hadir,” kata anggota DPRD Bone yang minta nama­nya tidak dilansir.
Hanya putra Idris, Irsan Galigo, yang tampak hadir da­lam paripurna tersebut. Irsan adalah anggota DPRD Sulsel.
Dalam Paripurna ini seluruh Fraksi DPRD Sulsel menyatakan mendukung pembentukan dua kabupaten baru ini. Semua fraksi secara bergiliran menyampaikan tanggapannya yang bersifat positif dan bermuatan pengakuan telah me­ngawal pembentukan ini sejak lama.
Read More >>

Pemprov Sulsel Turunkan Tim Bantuan ke Sidrap


25 Februari 2012
MAKASSAR, - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menurunkan tim bantuan kemanusiaan menyusul terjadinya bencana angin puting beliung di Kabupaten Sidrap.
"Kami sudah turunkan tim kesehatan, penanggulangan bencana alam, Tagana (Taruna Siaga Bencana Indonesia) dan dinas sosial untuk melihat hal-hal apa yang perlu ditangani," kata Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Makassar, Sabtu (25/2).
Dia mengatakan, seluruh dinas terkait dan kekuatan pemerintah provinsi telah turun ke lokasi bencana untuk mendukung langkah-langkah penanganan darurat yang dilakukan pemerintah kabupaten. "Saya setiap dua atau tiga jam harus dilapori oleh Bupati Sidrap seperti apa penanganan yang dilakukan," katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang langsung turun ke lokasi kejadian sekaligus membawa sejumlah bantuan.
Read More >>

Wagub Sulsel Tinjau Lokasi Puting Beliung di Sidrap


Sabtu, 25 Februari 2012 


MAKASSAR - Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang meninjau lokasi bencana puting beliung di Kabupaten Sidrap, Sulsel, bukan dengan tangan kosong. Sejumlah armada yang mengangkut bantuan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan turut serta berangkat ke Sidrap.
Menurut Agus via pesan singkatnya di Blackberry Massanger, bantuan dari pemprov untuk korban bencana puting beliung lebih dulu berangkat. Hasil komunikasinya, saat ini bantuan telah ada di Kota Parepare.
"Bantuan dari pemprov sudah dijalan, sekaran sudah ada di parepare," kata Agus, Sabtu (25/2/2012).
Agus mengungkapkan bantuan yang dibawa berupa mie instan 100 dos, kecap manis 100 dos, ikan sarden 100 kaleng, air mineral 100 dos, kompor serbaguna 1 paket, gula pasir 100 kg, biskuit 100 kaleng, minyak goreng 100 kemasan, makanan siap saji 5 paket dan beras 1 ton.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulsel, Mappagio, mengatakan bantuan yang diberikan masih berupa makanan siap saji dan makanan kebutuhan dasar. Menurutnya Tim Reaksi Cepat dan Tim SAR baik provinsi maupun kabupaten sudah berada di lokasi sejak semalam.
Read More >>

Dinsos Sulsel Sumbang Ratusan Sarung


Sabtu, 25 Februari 2012 
 SIDRAP - Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, memberikan bantuan kepada korban bencana alam angin kencang di Sidrap berupa 1 ton beras.

Selain itu, pihak DPD 1 Golkar Sulsel juga menyumbang 1,5 ton beras.

Direktris Banyumas Jasa Mandiri (BJM), Fatmawati Rusdi yang juga istri Bupati Sidrap Rusdi Masse, juga memberikan santunan kepada tiap Kepala Keluarga (KK) berupa uang Rp 1 juta-Rp 3 juta untuk keluarga korban yang meninggal.

Bantuan lainnya juga datangan dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulsel berupa ratusan sarung dan selimut serta beberapa kardus makanan instan.
Read More >>

Gubernur : Popda Bagian Strategi Olah Raga Sulsel


Sabtu, 25 Februari 2012 

Makassar - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Pekan Olah Raga Pelajar Daerah (POPDA) yang diselenggarakan setiap tahun menjadi bagian dari strategi olah raga Sulsel.

"POPDA menjadi bagian dari strategi olah raga kita untuk bisa menghadirkan atlet-atlet, 'talent scouting' yang memiliki talenta yang kuat untuk menjadi juara-juara," katanya usai membuka POPDA Sulsel ke-12 di Gedung Olah Raga Sudiang, Makassar, Sabtu.

POPDA, lanjutnya, memberikan gambaran bahwa pembinaan olah raga di 24 kabupaten dan kota serta kepada pelajar di Sulsel berjalan dengan baik.

"Kita berharap gairah dan semangatnya bisa diwujudkan dalam pertandingan-pertandingan sehingga kualitas atlet kita bisa mencapai hasil yang diharapkan," jelasnya.

Ia mengatakan, dalam penyelenggaraan SEA Games ke-26 di Jakarta dan Palembang pada November 2011, Sulsel menjadi salah satu provinsi yang memberikan kontribusi berarti bagi Indonesia. "Itu yang kita pertahankan dan dimulai dari penyelenggaraan POPDA ini," tambahnya.

Provinsi Sulsel, ungkapnya, membuat lapisan atlet di tiga tingkatan yakni atlet berprestasi, atlet dalam pembinaan intensif dan "talent scouting". "Kami punya cadangan hampir 100 atlet. Persiapan kita ada," ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Sulsel Ilham Gazaling mengatakan, penyelenggaran POPDA ke-12 ini diikuti oleh seluruh pelajar di 24 kabupaten dan kota.

Dalam perhelatan olah raga yang digelar hingga 28 Februari 2012, terdapat 20 cabang olah raga yang dipertandingkan diantaranya, pencak silat, sepak takraw, karate, dayung, gulat, tinju, taekwondo, voli, panahan, kempo dan angkat besi.

POPDA yang digelar bersamaan dengan Pekan Olahraga Cacat Pelajar Daerah (Popcada) ini sekaligus merupakan perekrutan, seleksi dan persiapan atlet menghadapi Pekan Olah Raga Wilayah pada September 2012. 
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36705/gubernur--popda-bagian-strategi-olah-raga-sulsel
Read More >>

DPRD Sulsel Rekomendasikan Dua Kabupaten Baru


Sabtu, 25 Februari 2012 



Makassar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan mengeluarkan Surat Keputusan tentang pembentukan dua daerah otonomi baru, Kabupaten Luwu Tengah dan Kabupaten Bone Selatan

Penandatanganan dua SK kabupaten baru oleh ketua DPRD Sulsel Moh Roem di Makassar, Jumat, disaksikan gubernur beserta wakil gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang, Bupati Luwu Andi Muzakkar, dan seluruh pejabat tinggi, tokoh masyarakat dan pejuang pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Bone Selatan.


Sidang paripurna yang disaksikan ribuan tokoh dan masyarakat dari Luwu, Bone, Luwu Tengah, dan Bone Selatan juga diwarnai dengan penyerahan ayam putih sebagai ucapan terima kasih dari Wakil Bupati Luwu yang juga tokoh masyarakat Luteng Syukur Bijak kepada gubernur Syahrul Yasin Limpo.

Isi rekomendasi DPRD Sulsel adalah menetapkan Luwu Tengah yang terdiri atas lima kecamatan yakni, Lamasi, Lamasi Timur, Walenrang, Walenrang Barat, Walenrang Timur dengan pusat pemerintaha di Kecematan Walenrang. 
Sedangkan Bone Selatan direkomendaskan dengan enam kecamatan yakni Bontocani, Kahu, Kajuara, Salomekko, Patimpeng, dan Libureng dengan pusat pemerintakan di Kecamatan Kahu.

Selain itu DPRD juga merekomendasikan kepada pemprov Sulsel untuk memberi bantuan keuangan masing-masing Rp1,5 miliar untuk pemilihan kepala daerah pertama di dua kabupaten baru tersebut, serta masing-masing Rp3,5 miliar selama dua tahun berturut-turut setelah dua kabupaten tersebut resmi berdiri.

Rekomendasi lainnya adalah hibah tanah pemprov untuk lokasi kantor pemerintahan Bone Selatan, serta hibah tanah seluas 360 hektar dari Pemkab Luwu untuk lokasi pembangunan kantor pemerintahan Luwu Tengah di Kecamatan Walenrang.

Ketua pansus Luwu Tengan Armin Mustamin Toputiri mengatakan, saat ini terdapat 207 kabupaten/kota yang sedang antre menunggu persetujuan pemekaran di Kemendagri.

Namun demikian, jika Luwu Tengah menjadi prioritas pemerintah pusat untuk dimekarkan karena wilayahnya paling unik yakni, Luwu Tengah dengan kabupaten induk (Luwu) terpotong oleh Kota Palopo.

Sementara, ketua pansus Bone Selatan Rusni Kasman mengemukakan Bone Selatan di Kemendagri masuk dalam antrean 203 dari seluruh daerah yang menuntut pemekaran.

Meski begitu, ia sangat yakin Bone Selatan akan menjadi prioritas pusat karena sangat memenuhi syarat menurut survei Badan Pusat Statistik.

Disamping itu, lanjut dia, Bone yang menjadi kabupaten induk mendesak untuk dimekarkan karena daerahnya terlalu luas yakni 27 kecamatan dengan jumlah penduduk 600 ribu jiwa lebih. 
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36685/dprd-sulsel-rekomendasikan-dua-kabupaten-baru
Read More >>