Rabu, 14 Maret 2012

Swasembada Daging di Sulsel Dialokasikan Rp30 Miliar

RABU, 14 MARET 2012 

MAKASSAR,  - Untuk program pencapaian swasembada daging nasional, Pemerintah Provinsi Sulsel mendapat kucuran anggaran sebesar Rp 30 miliar dari APBN tahun 2012.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Murtala Ali, mengatakan, anggaran ters ebut merupakan dukungan  peme­rintah pusat untuk mencapai target swasembada daging sapid an kerbau nasional tahun 2012.
“Jadi itu merupakan bantuan yang diharapkan bisa meningkatkan penyediaan pangan hewani yang aman, sehat, dan halal,” jelas Murtala, melalui telepon genggamnya, Selasa, 13 Maret.
Lanjut, Murtala menjelaskan, bantuan dana pencapaian swasembada daging sapi dan kerbau itu diberikan langsung ke rekening kelompok di kabupaten dan pemanfaatannya akan diawasi langsung oleh Dirjen Peternakan, sebagai bentuk keseriusan meningkatkan stok daging nasional.
“Program ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap daging import,” tambahnya.
Sementara untuk pemanfaatan dananya, lanjut Murtala, dilakukan dalam bentuk peningkatan populasi ternak, produksi pakan, pengendalian dan penanggulangan penyakit, serta pemberian pelatihan kepada kelompok ternak.
Tahun ini, masih kata dia, Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan po­pulasi ternak di Sulsel, baik sa­pi maupun kerbau.  “Kita di­targetkan untuk sapi maupun kerbau hingga 1 juta 80 ribu ekor,” katanya.
Lebih jauh, pihaknya mengaku optimis bakal mencapai target yang diberikan oleh pemerintah pusat sebelum akhir tahun 2012 ini. Sebab, hingga Februari lalu, populasi sapid an kerbau di Sulsel telah mencapai 1 juta 21 ribu ekor.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa khusus untuk pengembangan kerbau di Sulsel, pihaknya fokus  pada 8 kabupaten kota, di antaranya, Tana Toraja, Toraja Utara, Bone, Takalar, Bantaeng, Soppeng, dan Wajo. 
Read More >>

Selasa, 13 Maret 2012

CAPAIAN KINERJA PELAKSANAAN PROGRAM KESEHATAN GRATIS PROVINSI SULAWESI SELATAN TAHUN 2011/2012

Selasa, 13 Maret 2012
Sejak diberlakukannya Program Pelayanan Kesehatan Gratis di Sulawesi Selatan pada tanggal 1 Juli 2008, animo masyarakat yang mengunjungi fasilitas/sarana kesehatan Puskesmas dan Rumah Sakit serta Balai Pelayanan Kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan semakin meningkat dan masyarakat telah merasakan manfaat  dengan adanya Program tersebut. Hal ini sesuai dengan tujuan utama program tersebut yaitu selain meningkatnya akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanan juga manfaat yang diperoleh bahwa masyarakat dapat lebih dini menemu-kenali penyakit yang dideritanya.
 Beberapa hal yang dapat disampaikan terkait perkembangan pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Gratis, sebagai berikut :
A.    Kepesertaan
Perkembangan jumlah kepesertaan yang dilayani dengan Program Kesehatan Gratis yaitu :
•    Tahun 2008, 2.336.875 jiwa
•    Tahun 2009, 4.472.546 jiwa
•    Tahun 2010, 4.576.525 jiwa
•    Tahun 2011, 4.742.757 jiwa
•    Tahun 2012, 4.696.903 jiwa
Tahun 2009 telah diadakan/didistribusi Kartu Kesehatan Gratis sebanyak 1.100.000 lembar dan tahun 2010 diadakan/distribusi sebanyak 1.000.000 lembar (proses pengadaan triwulan II)

B.    Pelayanan Kesehatan
Angka kunjungan/cakupan pelayanan kesehatan gratis di Provinsi Sulawesi Selatan selama tahun 2009, sbb :
•    Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP)    = 4.139.570 kunjungan
•    Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP)    =     56.532 kunjungan
•    Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL)    =   349.921 kunjungan
•    Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL)    =     92.532 kunjungan
•    Jumlah pasien yang dirujuk            =       7.883 pasien
Masyarakat Pengguna Pelayanan Kesehatan Gratis

C.    Pembiayaan
Alokasi anggaran untuk Program Kesehatan Gratis mengalami peningkatan selama proses pelaksanaannya :
•    Tahun 2008, Rp. 81.794.451.410,-
•    Tahun 2009, Rp. 93.511.897.034,-
•    Tahun 2010, Rp. 103.432.900.476,-
•    Tahun 2011, Rp. 174.827.469.170,-
•    Tahun 2012, Rp. 187.545.859.092,-

D.    Legalitas aspek/payung hukum
•    Pergub No. 13 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Kesehatan Gratis serta Petunjuk Teknis
•    Pergub No. 15 Tahun 2008 tentang Regionalisasi Sistem Rujukan Rumah Sakit serta Petunjuk Teknis
•    PERDA No. 2 Tahun 2009 tentang Kerjasama Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Gratis di Provinsi Sulawesi Selatan.
Indikator Keberhasilan Program Pelayanan Kesehatan Gratis :

1.    Meningkatnya Akses masyarakat untuk datang memeriksakan kesehatannya di Puskesmas makin meningkat, dimana terlihat peningkatan kunjungan pasien yang datang berobat di Puskesmas setiap harinya menjadi rata-rata 100 orang, yang biasanya hanya berkisar 60 orang setiap hari, artinya ada peningkatan masyarakat yang memanfaatkan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas  menjadi 40 %

2.    Masyarakat miskin yang tidak masuk Quota program Jamkesmas, yang biasanya berpikir datang ke Puskesmas dan Rumah Sakit, karena factor  pembiayaan, maka dengan adanya Program Pelayanan Kesehatan Gratis selama ini  Jumlah Kunjungan dan Rujukan ke Rumah Sakit juga meningkat dari 20 orang dirujuk meningkat menjadi  40 orang perhari (100% )

3.    Dengan adanya Sistem Rujukan yang berjenjang, Rumah Sakit  tidak lagi  terjadi penumpukan pasien sehingga meningkatkan mutu pelayanan.

4.    Dengan system Regionalisasi Rumah Sakit  untuk mendekatkan akses daerah terpencil, dan perbatasan sehingga, masyarakat mendapat pelayanan kesehatan murah, aman, dan cepat namun berkualitas.

5.    Meningkatnya kunjungan Ibu Hamil, yang datang ke Puskesmas atau Bidan Desa untuk memeriksakan kehamilannya. Yang biasanya yang datang memeriksakan kehamilannya di Puskesmas hanya 10 orang, namun dengan adanya Program Pelayanan Kesehatan Gratis meningkat sampai 20 orang setiap minggu, artinya ada peningkatan 100%.

Sumber: http://dinkes-sulsel.go.id/new/index.php?option=com_content&task=view&id=781&Itemid=1
Read More >>

Sulsel Wacanakan Subsidi untuk Rakyat


Selasa, 13 Maret 2012 

MAKASSAR,  -- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang direncanakan April mendatang akan menimbulkan pengaruh bagi masyarakat. Tak terkecuali di Sulsel. Makanya, sebagai langkah antisipasi, pemerintah provinsi mewacanakan akan memberikan subsidi terhadap masyarakat.

Wacana pemberian subsidi ini dilontarkan gubernur saat dicegat wartawan sebelum meninggalkan kantor gubernur, Senin, 12 Maret, siang kemarin. Menurut Syahrul, saat ini, ia sedang memikirkan solusi atas kemungkinan kenaikan harga BBM.

"Saya lagi pikirkan. Bagaimana dan dari mana yang saya harus (ambil). Saya harus jaga saya punya rakyat selama satu dua bulan, tidak bersoal. Ada kenaikan (BBM) tapi rakyat Sulsel tidak bersoal. Kalau perlu pemda keluarkan uang," kata Syahrul.

Terkait kenaikan BBM ini, Syahrul juga berharap Pertamina bisa menjaga stok BBM. "Saya minta Pertamina, suplai harus tersedia. Bukan kenaikan BBM yang paling penting," katanya.

Kedua menurut Syahrul, pihaknya akan melakukan upaya preventif agar tidak terjadi kelangkaan. "Kita akan berupaya secara preventif menjaga agar tidak terjadi penimbunan. Ketiga, saya pusing pikirkan bagaimana mengendalikan dampak. Salah satunya, bagaimana agar nelayan tetap bisa melaut untuk tangkap ikan. Itu yang ada di pikiran saya," katanya.

Makanya, menurut dia, dia akan segera melakukan pertemuan dengan jajaran terkait. "Segera kita akan rapatkan membangun policy untuk itu. Bagaimana agar orang ke kantor atau ke sekolah tidak bersoal oleh persoalan tarif. Memang pekerjaan saya berat," ujar Syahrul.

Ditanya kemungkinan adanya penyesuaian anggaran sebagai dampak kenaikan harga, Syahrul mengatakan, itu pasti.  "Perlu, harus ada penyesuaian-penyesuaian. Kasih saya waktu satu minggu ini bagaimana caranya naik tapi tidak bersoal. Saya tidak melihat hanya dengan BLT dan macam-macam itu bisa menyelesaikan persoalan. Apalagi nanti pas ada BLT naik tiba-tiba jumlah orang miskin padahal harusnya kita bisa kendalikan," tegasnya. 



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120312202520-sulsel-wacanakan-subsidi-untuk-rakyat
Read More >>

Populasi Ternak Sulsel Ditarget Satu Juta Ekor

Selasa, 13 Maret 2012 

Makassar - Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian menargetkan populasi ternak Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencapai satu juta delapan puluh ribu ekor pada 2012.

"Kita ditargetkan untuk sapi maupun kerbau hingga satu juta delapan puluh ribu ekor," Kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Sulsel Murtala Ali di Makassar, Selasa.

Ia optimistis target tersebut dapat tercapai sebelum akhir 2012 karena hingga Februari 2012 populasi sapi dan kerbau Sulsel telah mencapai satu juta 21 ribu ekor.

Tahun ini, Provinsi Sulsel memperoleh alokasi anggaran dalam APBN senilai Rp30 miliar untuk mendukung program swasembada daging nasional.

Anggaran tersebut, jelasnya, akan disalurkan langsung melalui ke rekening kelompok peternak di kabupaten dan pemanfaatannya diawasi oleh Direktorat Jenderal Peternakan.

Selain peningkatan populasi, anggaran akan dimanfaatkan untuk produksi pakan, pengendalian dan penanggulangan penyakit serta pemberian pelatihan kepada kelompok ternak.

"Program ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap daging import," ujarnya. 
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37214/populasi-ternak-sulsel-ditarget-satu-juta-ekor
Read More >>

Senin, 12 Maret 2012

Kondisi Jalan Provinsi Ditarget Meningkat 10,23 Persen

Senin, 12 Maret 2012 

Makassar - Kondisi jalan provinsi di Sulawesi Selatan (Sulsel) ditargetkan mengalami peningkatan hingga 10,23 persen pada 2012 dalam menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi.

"Ini target kita selama 2012 dan ada peningkatan kondisi jalan provinsi sampai 10,23 persen," kata Kepala Dinas Bina Marga Abdul Latief di Makassar, Senin.

Ia memaparkan, hingga akhir 2011, kondisi jalan provinsi yang total panjangnya sekitar 1.147 kilometer, sekitar 858 kilometer atau 74,76 persen dalam kondisi mantap, 39, 96 persen dalam kondisi baik serta kondisi sedang 34,08 persen.

Sekitar 289 kilometer diantaranya hingga saat ini masih dalam keadaan rusak terdiri atas rusak ringan 18,22 persen dan rusak berat kurang lebih tujuh persen atau sepanjang 289 kilometer.

Sementara itu, untuk kondisi jalan nasional yang total panjangnya sekitar 1.722 kilometer sekitar 12 persen atau sekitar 206 kilometer dalam keadaan rusak terdiri atas rusak ringan sepanjang 7,51 persen dan rusak berat sekitar 4,5 persen.

"Kondisi jalan nasional kita yang baik kurang lebih 54,56 persen dan sedang 33,43 persen. Hingga sekarang yang dalam kategori mantap sekitar 87,99 persen atau kurang lebih 1.515 kilometer. Masih ada kondisi yang perlu dipermantap sekitar 21 persen, ini target kita 2012," ujarnya.

Untuk pemeliharaan jalan, pada 2012 pihaknya akan menangani sekitar 40 kilometer di sejumlah daerah diantaranya Kabupaten Soppeng, Pangkep, Sinjai, Wajo, Sidrap dan Gowa.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37164/kondisi-jalan-provinsi-ditarget-meningkat-1023-persen
Read More >>

Gubernur Janjikan Reward Bagi Aparat Berprestasi

SENIN, 12 MARET 2012 


MAKASSAR,—Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo berjanji akan memberikan reward berupa kenaikan tunjangan sebesar 20 persen kepada aparat pemerintah yang berprestasi. Hal itu diungkapkan saat menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah XV Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Kementrian Keuangan Kantor Wilayah Makassar Sulistyo Prasetyo, di ruang kerja gubernur, Senin (12/3).
“Siapapun aparat yang bisa over target, maka akan diberikan reward,” kata Syahrul.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu mengatakan, seseorang bisa bekerja dengan baik jika kebutuhan dasarnya terpenuhi. Apalagi, aparat pemerintah memegang tanggung jawab yang besar. Tentunya, jika kebutuhannya tidak terpenuhi, justru akan menimbulkan masalah.
“Perlihatkan prestasi kerja,” imbaunya.
Syahrul mengungkapkan, hal itu telah berhasil diterapkan di kementrian keuangan. Namun, untuk aparat pemerintah di lingkup Pemprov Sulsel, pihaknya sedang menyiapkan model yang tepat.
“Tentunya, jika ini berhasil, patut ditiru oleh dan diujicobakan di kabupaten/kota yang ada di Sulsel,” ujarnya.
Dalam silaturahmi tersebut, Syahrul juga menyampaikan peningkatan ekonomi yang cukup signfikan di Sulsel sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan negara melalui pajak. Ia juga meminta agar Kepala Kantor Wilayah XV Direktorat Jenderal Kekayaan Negara banyak melakukan sosialisasi kepada kabupaten/kota terkait pendataan aset mereka.
“Tingkat pendapatan masyarakat Sulsel untuk membayar pajak sangat luar biasa. Hal ini tidak terlepas dari kerjasama semua pihak,” urainya.
Read More >>

Harga Gabah di Petani Naik

Senin, 12 Maret 2012

MAKASSAR– Harga beras dan gabah kering panen (GKP) di tingkat petani di Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai naik. Kenaikan harga ini disebabkan Bulog sudah membeli dengan menggunakan harga pembelian pemerintah (HPP) yang baru.


Sebelumnya, harga GKP di tingkat petani hanya sekitar Rp3.350 per kilogram (kg). Namun sejak beberapa pekan terakhir ini, harganya mulai naik hingga menjadi Rp3.500 per kg.Sedangkan harga beras masih di kisaran Rp6.600 per kg “Petani untung jika harga seperti ini,”kata Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang di Makassar,kemarin. Menurut dia, membaiknya harga beras dan GKP lantaran Perum Bulog Divre Sulsel mulai membeli dari awal hasil panen petani. “Sebelumnya Bulog membeli di akhir panen. Namun saat ini lebih cepat,” kata Rahman.

Dampaknya, menurut dia, pengusaha juga membeli lebih awal dan tidak menunggu sampai panen raya.“Sudah ada beberapa daerah yang panen. Seperti Soppeng, Wajo, Sidrap, termasuk sebagian Pinrang,” ujar Rahman. Setelah daerah tersebut, kata Rahman, akan menyusul Luwu Raya yang mencakup Palopo dan sekitarnya. April nanti, katanya, yang akan panen adalah Barru hingga Banteng.“Yang panen saat ini adalah padi gadu atau musim tanam kedua,”katanya.

Sedangkan untuk panen raya, baru akan dimulai April hingga sekitar Agustus. Rahman mengatakan, diprediksi panen tahun ini bisa mencapai 5,2 juta ton. “Hasil panen kita bisa dijual antar pulau juga,” katanya. Rahman mengatakan, konsumsi beras warga Sulsel sebanyak 139 kg/kapita/tahun. Menurutnya, jumlah tersebut akan ditekan hingga 110 kg/kapita/ tahun. “Tujuannya agar Sulsel punya stok cadangan,” katanya.

Sementara itu,Humas Kantor Bank Indonesia (BI) Makassar Gusti Raizal Eka Putra meminta pemerintah Provinsi Sulsel,menyediakan data stok beras. Baik di gudang Bulog maupun milik pedagang.“Karena selama ini sangat sulit untuk mendapatkan data beras,” kata Gusti. Menurutnya, data tersebut sangat dibutuhkan untuk mengetahui tingkat konsumsi per kapita warga Sulsel.

“Kemudian akan dicocokkan dengan stok beras yang dimiliki,”jelasnya. Jika data tersebut lengkap, maka dengan mudah mengawasi posisi stok kalau terjadi kenaikan harga di tingkat pedagang. “Jika stok banyak dan harga naik, bisa jadi ada penimbunan,” katanya. Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, GKP dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 25%, serta kadar hampa/kotoran maksimum 10% adalah Rp3.300 per kg di petani, atau Rp3.350 per kg di penggilingan.

Sementara itu, harga pembelian gabah kering giling (GKG) dengan kualitas kadar air maksimum 14% dan kadar hampa/kotoran maksimum 3% adalah Rp4.150 per kg di penggilingan, atau Rp4.200 per kg di gudang Perum Bulog.

Kemudian, harga pembelian beras dalam negeri dengan kualitas kadar air maksimum 14%, butir patah maksimum 2%, dan derajat sosoh minimum 95% adalah Rp6.600 per kg di gudang Perum Bulog. 

Read More >>

Bantuan Kapal Nelayan Mulai Dioperasikan

SENIN, 12 MARET 2012 

WATAMPONE,  – Bantuan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo melalui Dinas Perikanan Sulsel ke Pemerintah Kabupaten Bone senilai Rp1,5 miliar untuk pengadaan kapal bagi nelayan kini sudah mulai dioperasikan di wilayah BajoE, Sabtu, 11 Maret.
Bupati Bone, HAM Idris Galigo bersama anggota DPRD Provinsi Sulsel, HA Irsan Idris Galigo SH dan 757 Kelompok Usaha Bersama (KUB) menggelar selamatan sekaligus menguji kapal di seputaran tanggul BajoE. Humas Setda Bone, A Bchtiar, mengatakan Perairan BajoE dengan
kekayaan alam ikan dapat dikelola dengan baik untuk kesejahteraan anggota.
Tercatat 757 Kelompok Usaha Bersama  memilik 17 kapal dengan mempekerjakan 100 anak buah kapal (ABK) dari bantuan Dinas Perikanan memiliki mesin bertenaga 170 PK dan mesin pembantu berkekuatan 27 PK. Kapal ini juga memiliki jarring dengan radius 500 meter dan mampu menjangkau kedalaman 80 meter.
Kapal ini juga dilengkapi dengan mesin pelampung, mesin penari jaring dua buah sampan untuk menebar jaring serta alat komunikasi dan GVC radar untuk mendeteksi ikan.
“Kapal ini harus dikelolah dengan baik agar dapat menghasilkan sesuatu yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota KUB,” harap Bachtiar melalui pesan singkatnya. 
Read More >>

Jalur Pangkep-Bone Mulai Dirintis

Senin, 12 Maret 2012

FAJAR -- Pengukuran jalan lintas Sulawesi dengan jalur alternatif Kota Makassar- Pangkep- Bone mulai dilakukan. Pihak Bina Marga Pemrov Sulsel turun langsung melakukan pengukuran jalan sepanjang 40 kilometer tersebut yang dimulai Jumat, 9 Maret hingga kemarin. Rintisan jalan ini nantinya akan dijadikan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pangkep dengan Kabupaten Bone.

Pengukuran bermula di Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro menuju kecamatan Tondong Tallasa. Selain pengukuran panjang jalan juga dilakukan pengukuran ketebalan aspal jalan.  Panjang jalan yang akan melintasi Kabupaten Pangkep menuju Kabupaten Bone diperkirakan sekira 40 kilometer dengan kondisi topografi jalan berbukit.

Hal ini dijelaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pangkep, Ir Sunandar, Minggu 11 Maret. Ia mengatakan jalan alternatif tersebut nantinya akan membantu mempercepat mobilisasi warga setempat. "Kami telah lama mengusulkan jalan alternatif ini, alhamdulillah tahun ini mulai direalisasi. Kami akan mendukung upaya Pemprov Sulsel untuk membuka jalur jalan lintas Sulawesi yang menjadi jalur alternatif bagi warga untuk mempercepat mobilisasi," terang Sunandar.

Lebih lanjut, Sunandar menjelaskan, jalur jalan poros yang akan ditingkatkan di Pangkep kini sudah aspal dan sebagian lagi sudah betonisasi. Jalur jalan lintas alternatif ini, melalui Kecamatan Minasa Tene, Kecamatan Bungoro hingga, Kecamatan Tondong Tallasa dengan panjang jalan  40 km ke wilayah tenggara Pangkep.

Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Kimpraswil Sulsel, Ir M Arifin, MT, mengungkapkan, tahun ini pihaknya telah menganggarkan sebanyak Rp2 miliar untuk peningkatan jalur jalan kabupaten menjadi jalan provinsi di Kabupaten Pangkep.

Anggaran tersebut masih terbilang sedikit dari kebutuhan anggaran seluruhnya yakni sekira Rp20 miliar. Untuk itu, pihaknya berjanji akan ada peningkatan anggaran agar penyelesaian pekerjaan jalan dapat segera dipacu.

"Anggaran sebesar Rp 2 miliar ini baru tahap awal, mudah-mudahan semuanya berjalan lancar agar target penyelesaian dapat dicapai," tandasnya.



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120311184636-jalur-pangkepbone-mulai-dirintis
Read More >>

Minggu, 11 Maret 2012

Program Kebun Bibit Rakyat - Sulsel Siapkan 35 Juta Pohon untuk GNRHL


Minggu, 11 Maret 2012
MAKASSAR – Dinas Kehutanan Sulsel menyiapkan 35 juta bibit pohon untuk mengintensifkan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) pada 2012. Penghijauan dilakukan melalui program kebun bibit rakyat (KBR).


Kepala Dinas Kehutanan Sulsel Syukri Matinetta mengatakan, saat ini terdapat 700 KBR yang dikelola dua balai besar, yakni Walanae-Jene’berang dan Pompengan-Jeneberang. Setiap KBR mampu menghasilkan 50.000 bibit pohon dan mayoritas akan ditanam di empat kawasan daerah aliran sungai (DAS), yakni Jene’berang,Pompengan,Walanae, dan Saddang.

Berdasarkan data Dinas Kehutanan, laju degradasi hutan di Sulsel sekitar 500.000 hektare (ha). Hingga 2011, baru 300.000 ha lahan kritis yang telah ditangani. Optimalisasi program penghijauan juga dilakukan melalui upaya kerja sama dengan sejumlah perusahaan swasta dalam bentuk penyiapan bibit pohon.

Program penanaman pohon serentak di Sulsel melalui program Go Green diawali dengan pemecahan rekor penanaman 1 juta pohon pada Februari 2010. Program ini dilaksanakan di Kota Makassar, Kabupaten Sidrap, Pinrang, dan Wajo untuk mendukung target penanaman 1 miliar pohon per tahun secara nasional.

Tercatat 28 juta pohon telah ditanam pada periode Januari hingga Oktober 2010. Jumlah itu melebihi target yang direncanakan, yaitu 8 juta pohon. Aksi penanaman pohon kemudian berlanjut dengan gerakan serentak menanam 2 juta pohon pada November 2010 serta penghijauan melalui udara yang bekerja sama dengan sejumlah perusahaan dan Universitas Hasanuddin.

Mulai 2011, Provinsi Sulsel bertahap melakukan penghijauan di seluruh lahan kritis seluas 682.784 ha hingga 2013 dengan metode penebaran bibit pohon melalui udara. Tahap awal penghijauan dilakukan di areal 4.400 ha di kawasan hutan dekat Lapangan Lappa Kobedae, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, pada Oktober 2011.

Penghijauan selanjutnya dilakukan di lima kabupaten, yaitu Maros, Gowa, Pinrang, Enrekang,dan Tana Toraja,dengan luas keseluruhan lahan 28.000 ha. Program penghijauan tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah provinsi dengan Yayasan Kalla dengan biaya Rp20 miliar. 

Read More >>

Sabtu, 10 Maret 2012

Produksi Beras Ditargetkan 3,9 Juta Ton


Sabtu, 10 Maret 2012
MAKASSAR – Pemprov Sulsel menargetkan produksi beras mencapai 3,9 juta ton pada 2013. Sementara produksi jagung diharapkan dapat melebihi angka produksi 2011 yang mencapai 1,5 juta ton. 

“Kami harus menjadi pemasok pangan beras dan jagung nasional. Makanya dalam target 2013, sesuai rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) yang telah ditandatangani Gubernur, target kami 3,9 juta ton termasuk surplus dengan perhitungan konsumsi Sulsel 900.000 ton,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Tan Malaka Guntur,kemarin. “Pada sektor kelautan dan perikanan,seperti rumput laut, harus ditingkatkan hingga 1,5 juta ton basah,kemudian udang kurang lebih 30.000 ton dan itu harus dicapai karena itu sudah menjadi komitmen,”papar dia.

Peningkatan target sektor pertanian dan tanaman pangan serta kelautan dan perikanan ini terkait empat sektor yang masuk dalam perencanaan program Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Sementara itu,pada sektor pertambangan dan energi direncanakan surplus energi listrik hingga 400 megawatt, di antaranya dari pembangkit listrik baru berkapasitas 2x100 megawatt di Kabupaten Jeneponto dan2x50megawattdiKabupaten Barru pada 2012.

“Kami berharap bisa surplus karena setiap tiga bulan dibutuhkan tambahan 30 hingga 40 megawatt,”ujarnya. Kemudian pada 2013,terdapat beberapa tambahan pembangkit tenaga listrik lain yang beroperasi sehingga dapat memasok listrik beberapa wilayah dengan baik. 

Read More >>

Anggaran Rusunawa Sulsel Rp100 Miliar


Sabtu, 10 Maret  2012

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memperoleh anggaran pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) senilai Rp100 miliar dari Kementerian Perumahan Rakyat pada 2012.


Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulsel Sumiheriza mengatakan, secara nasional Kementerian Perumahan Rakyat menargetkan pembangunan 1.000 unit rusunawa hingga 2015. Di Sulsel,pembangunan rusunawa tahun ini akan dilaksanakan di Kota Makassar,Parepare, serta Kabupaten Bantaeng, Pangkep, Luwu Timur, dan Bone. Sulsel mendapatkan kuota 10 twin blockrusunawa.Anggaran pembangunan setiap twin blockrusunawa mencapai Rp10 miliar.

Kuota pembangunan rusunawa di Sulsel tahun ini bertambah dua unit dibandingkan tahun sebelumnya delapan unit. Setelah pembangunannya rampung, pengelolaan rusunawa menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota termasuk penyediaan listrik dan air bersih.Pemerintah provinsi bertanggung jawab pada perbaikan lingkungan dalam bentuk pembangunan jalan dan drainase. Hal itu terkait penyediaan lahan yang menjadi salah satu faktor penghambat pelaksanaan program di sejumlah provinsi. 

Read More >>

Gubernur Ingatkan Pejabat Jauhi Korupsi


Sabtu, 10 Maret  2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel meminta seluruh pejabat dan staf dalam lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tidak coba-coba melakukan tindakan korupsi.


Satu tindakan korupsi dipastikan bakal menjadi sumber kesalahan pemerintah yang bermuara pada persoalan hukum. HalituditegaskanSyahrul Yasin Limpo dalam sambutannya seusai melantik dan mengambil sumpah 172 pejabat struktural eselon III dan VI lingkup Pemprov Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel,kemarin. “Jabatan adalah pemberian Tuhan dan datang dari diri sendiri. Syukuri apa yang ada. Orang kadang tidak bahagia, meskipun punya banyak uang dan jabatannya tinggi karena dia tidak pandai bersyukur dan berterima kasih,”katanya.

Karena itu, mantan Bupati Gowa dua periode ini meminta pejabat baru yang dilantik selalu menjaga amanah tersebut sebagai kewajiban dan pertanggungan secara moral kepada Tuhan. ”Ingat, tidak ada tugas tanpa risiko. Pejabat harus sadar fungsi dan tugas.Jangan korupsi. Satu saja pejabat yang korup, itu akan jadi sumber kesalahan pemerintah,”ungkap dia. Pejabat yang korupsi akan berhadapan dengan hukum. Syahrul menambahkan, tak ada alasan bagi para pejabat di Sulsel berkompetisi dengan baik untuk mendapatkan prestasi yang terbaik.

Pasalnya, Sulsel saat ini mengalami perkembangan pesat, semuanya atas kerja sama semua pihak, termasuk para staf dan pejabat Pemprov. Dalam pelantikan tersebut, kebanyakan pejabat yang dilantik mengisi sejumlah posisi yang kosong dalam SKPD biro, badan dan dinas. Sebanyak 32 pejabat eselon III dan 140 pejabat eselon IV dilantik bersamaan.

Read More >>

Target Pendapatan Naik Rp500 Miliar

Sabtu, 10 Maret 2012 

MAKASSAR,  -- Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel memasang target tinggi untuk pendapatan di 2012, yakni Rp4,6 triliun. Proyeksi untuk pendapatan di 2013 mendatang juga tak kalah besarnya yakni Rp5,1 triliun. Jika dibandingkan antara 2012 dan 2013, ada target kenaikan pendapatan sekira Rp500 miliar.

Kepala Dispenda Sulsel, Arifuddin Dahlan, membeberkan hal ini dalam ekspose program kerja SKPD di ruang media center kantor gubernur Sulsel, Jumat, 9 Maret. Menurut Arifuddin, khusus untuk pendapatan 2012 yang besarannya Rp4,6 triliun, itu sudah mencapai kenaikan 100 persen jika dibandingkan tiga tahun sebelumnya yang hanya Rp2,1 triliun.

"Dalam kurun waktu tiga atau empat tahun, pendapatan kita sudah naik 100 persen. Ini berarti kinerja pendapatan kita bagus dan tingkat pertumbuhan rata-rata 17 persen," kata Arifuddin.

Data Dispenda menyebutkan, untuk pendapatan 2012, dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu ditarget Rp2,3 triliun. Ini berasal dari pajak daerah Rp2,1 triliun yang meliputi PKB, PKB di atas air, BBN KB, BNKB di atas air, PBBKB, pajak air di bawah tanah, serta pajak air permukaan. Selain itu ada juga dari retribusi daerah Rp123,8 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp64 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp57 miliar.

Selain PAD, ada juga pendapatan dari dana perimbangan Rp1,3 triliun yang berasal dari bagi hasil DBH Pajak dan DBH SDA, serta dana alokasi umum Rp996,9 miliar dan dana alokasi khusus Rp42 miliar. Lain-lain pendapatan yang saha ditargetkan Rp928 miliar.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sulsel, Tan Malaka Guntur, mengatakan, di Sulsel ke depan akan banyak proyek yang berjalan. Itu kata dia sudah masuk dalam Master plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "Program unggulan misalnya pertanian, bagaimana kita menjadi penyanggah pangan nasional," jelas dia.

Yang lain menurut Tan, yakni listrik Bosowa di Jeneponto yang berkapasitas 2x100 megawatt harus berfungsi bersama Barru yang berkapasitas 2x50 megawatt.

"Beberapa poros jalan yang menghubungkan urat nadi perekonomian Sulsel antara lain Maros-Bone, dan poros selatan yang menghubungkan Gowa hingga Sinjai juga akan diselesaikan. Kita juga akan memulai membangun pelabuhan baru Makassar. Di sektor perikanan, Pelabuhan Untia, mendapat suntikan APBN Rp100 M dari biayanya secara keseluruhan Rp300 miliar. Kita usahakan 2012 selesai. Lalu ada juga beberapa bandara, termasuk Tator," katanya. 



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120309194935-target-pendapatan-naik-rp500-miliar
Read More >>

Pemprov Mutasi 172 Pejabat

SABTU, 10-03-2012

Pejabat Baru Jangan Ada Korup
MAKASSAR, -- Sebanyak 172 pejabat Eselon III dan IV lingkup Pemerintah Provinsi Provinsi (Pemprov) Sulsel dilantik, Jumat (9/3).
Dari 172 pejabat tersebut, diantaranya 32 pejabat eselon III dan eselon IV sebanyak 140 orang.
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, mutasi merupakan suatu proses yang sudah biasa dilakukan. Namun, yang terpenting adalah pejabat yang dilantik harus bertanggung jawab kepada semua masalah dan memahami tugas pokok dan fungsinya untuk melaksanakan tugas-tugas yang dihadapi.
"Jabatan itu pemberian Tuhan dan datang dari diri sendiri, jadi syukuri apa yang ada. Orang yang tidak bahagia, meskipun jabatannya tinggi,itu karena dia tidak pandai bersyukur dan berterima kasih, " katanya usai melantik pejabat eselon III dan IV.
Jabatan, kata Syahrul, bukan sekedar Surat Keputusan (SK) saja. Tetapi, jabatan merupakan tugas dan amanah dari Tuhan yang diberikan untuk dipertanggung jawabkan kepada-Nya. Olehnya itu, lanjut mantan Bupati Gowa dua periode ini, Jaga amanah tersebut sebagai kewajiban dan pertanggungan secara moral ke Tuhan. "Ingat, tidak ada tugas tanpa risiko.
Pejabat harus sadar fungsi dan tugas. Jangan korupsi. Satu saja pejabat yang korup, maka itu akan jadi sumber kesalahan pemerintah," tegas Syahrul.
Pejabat yang korupsi menurut Syahrul akan berhadapan dengan hukum.
Syahrul menambahkan, tak ada alasan bagi para pejabat di Sulsel untuk berkompetisi dengan baik untuk mendapatkan prestasi yang terbaik. Karena saat ini, kata Syahrul, Sulsel saat ini mengalami perkembangan pesat.
"Dan  semuanya atas kerjasama semua pihak. Termasuk para staf dan pejabat pemprov," kata Syahrul.
Pemerintahan yang baik, kata Syahrul, adalah pemerintah yang kuat, tangguh, melayani dan memperhatikan kesejahteraan rakyat serta tidak mementingkan diri sendiri.
" Tidak ada provinsi yang melampaui Sulsel. Semua ini atas kerjasama seluruh pihak, " ungkapnya. Diketahui, pejabat eselon III dan IV yang dilantik ini diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengusaha Hutan Dinas Kehutanan Pemprov Sulsel, Andi Tonra Salie, Kasubag Tata Usaha Dinas Kehutanan, Al Fosiana Rumaropen dan Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Perindag Sulsel, Muhammad Hatta serta Kasubag BKKBN Sulsel, Meisy S. B. Papayunga.
Pelantikan itu berlangsung diruang pola kantor Gubernur Sulsel ini dihadiri oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Andi Muallim, para pejabat Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Pemprov Sulsel.

Read More >>

Jumat, 09 Maret 2012

Dua Perusahaan Korsel Siap Investasi di Sulsel



MAKASSAR – Dua perusahaan besar asal Korea Selatan (Korsel) menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi di Sulsel.Kedua perusahaan tersebut adalah Asia Agriculture yang ahli dalam industri pembuatan alat-alat pertanian,serta perusahaan automotif ternama di Korsel, Daewoo Factory atau KIA Motor.


Hal ini diungkapkan oleh kedua pimpinan perusahaan tersebut saat menerima kunjungan rombongan Pemprov Sulsel yang dipimpin Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Korsel,pekan ini. Presiden Asia Technology (ATC) Co Ltd Dr Shin Gil Kim mengungkapkan, 80% komponen yang dibuat merupakan produksi sendiri dari pabrik yang berdiri sejak 1962.Komponen lainnya menggunakan merek lain,seperti Honda. Hal ini untuk menunjang kelengkapan mesin produksi ATC yang kini sudah tersebar di negara-negara Asean.

Kim juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemprov Sulsel yang telah memerlihatkan kesungguhan dalam menjajaki kerja sama dengan pihaknya. Dia berjanji akan membantu mewujudkan mekanisasi pertanian di Sulsel, sekaligus menyampaikan kesiapannya untuk mendirikan pabrik mesin pertanian di daerah ini. Selain untuk melihat langsung proses perakitan dan pembuatan mesin alat-alat pertanian, Syahrul juga telah menandatangani nota kesepahaman untuk kerjasama mekanisasi pertanian.

Syahrul secara khusus bertandang ke Negeri Ginseng tersebut sejak pekan lalu, untuk melihat secara langsung salah satu pabrik terbesar di Korea yang memproduksi hand tractor dan mesin pertanian lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Syahrul menyampaikan gambaran tentang kondisi pertanian di Sulsel.Di mana dalam tiga tahun terakhir telah memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Khususnya, pertumbuhan ekonomi mencapai 8,64% yang tertinggi di Indonesia.

Selain itu, kata Syahrul, Sulsel masih mengunggulkan di sektor pertanian, sehingga sangat tepat jika ATC bersedia mendirikan pabrik di Sulsel. Bahkan Syahrul berjanji membantu pemasarannya,khususnya di 14 provinsi di kawasan timur Indonesia (KTI) yang juga menjadi daerah tujuan pasokan beras dari daerah ini. Direktur Operasi PT KIA Motor Jae Won Uhm menyampaikan keinginannya untuk menjajaki kerjasama dalam memproduksi mobil nasional Moko yang selama ini diproduksi di Sulsel.

Dalam produksi mobil tersebut, kata Won,khusus bentuk assembling dibutuhkan sedikitnya 2.500 komponen untuk merakit satu unit mobil. ”Mereka akan mengkaji apa yang dapat dikerjasamakan guna mendukung perakitan mobil Moko di Sulsel,” kata Kadisperindag Sulsel Irman Yasin Limpo yang mendampingi Syahrul selama di Korsel.

Read More >>

Pemprov Sulses Alokasikan Dana Bansos Rp 26 Miliar

Jumat, 9 Maret 2012 


 MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam tahun 2012 mengalokasikan anggaran bantuan sosial (Bansos) senilai Rp 26 miliar yang diperuntukkan bagi lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat.
Pencairan dana bansos belum bisa dilakukan karena peraturan gubernur (Pergub) sebagai payung hukum belum terbit.
Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Sulsel, Agustinus Appang menjelaskan penyaluran dana bansos harus tetap mengacu pada Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial dari APBD.
Aturan tersebut telah ditindaklanjuti dengan penerbitan Pergub Sulsel Nomor 77 Tahun 2011. Hanya saja, dalam pergub tersebut masih sebatas mekanisme dan persyaratan penerima bansos. Belum tercantum nama-nama LSM, OKP dan Ormas di Sulsel yang berhak menerima aliran dana bansos.
Data Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Sulsel menyebutkan proposal permintaan bantuan dari LSM dan Ormas mencapai ratusan. Hingga kini masih tahap verifikasi, utamanya jenis kegiatan dan alamatnya.
"Sudah ada ratusan yang mendaftar tapi masih kami verifikasi jenis kegiatan dan alamat yang bersangkutan untuk meminimalisir penyalahgunaan dana bantuan sosial," kata Agustinus, Jumat (9/3/2012).
Ia menjelaskan, sampai saat ini BPKD Sulsel belum pernah mencairkan dana bantuan sosial di Tahun 2012. Ia berharap, LSM dan Ormas dapat memahaminya karena mekanisme penyalurannya yang diperketat.
Untuk indikasi penyalahgunaan dana bantuan sosial tahun 2008 lalu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikannya ke aparat penegak hukum.
Read More >>

Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV Lingkup Pemrov Sulsel

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawsi Selatan, H. A. Muallim, mengambil sumpah dan melantik kurang lebih 130 Pejabat Eselon III dan IV Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat, 9 Maret 2012. Acara ini dihadiri para Pejabat Struktural beserta Staf Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Gubernur dalam sambutannya mengatakan bahwa mutasi jabatan adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan dan sudah melalui prosedur dimana jabatan adalah penilaian dari Tuhan yang diberi amanah  untuk bertanggung jawab dalam mengemban tugas yang diberikan. Jabatan itu datangnya dari diri sendiri dan kalau tidak bisa dijaga tentunya dengan sendirinya jabatan itu bisa pergi dan sumber kebahagiaan adalah termasuk jabatan. Oleh karena itu kunci keberhasilan seorang pejabat adalah kepedulian terhadap tugas-tugas yang diemban, kepedulian terhadap rakyat dan ketaatan pada aturan dalam hukum dan seorang pejabat harus memahami hirarki pemerintahan mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten kota.
Pejabat yang baru dilantik adalah pejabat pemerintah yang betul-betul bertanggung jawab kepada semua masalah dan memahami tugas pokok dan fungsinya dengan ketulusan, kemauan dalam melaksanakan tugas-tugas yang dihadapi.  Jabatan itu bukan sekedar surat keputusan saja tapi jabatan itu adalah tugas pada lembaga pemerintah yaitu bertanggung jawab kepada provinsi, Negara dan kepada seluruh warga masyarakat Sulawesi Selatan. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat tangguh, memperhatikan kesejahteraan rakyat, melayani dan tidak mementingkan diri sendiri dan bisa bekerja sama dengan semua pihak.

Read More >>

Delapan Daerah Terpencil Kebagian Listrik

Jumat, 09 Maret 2012 

MAKASSAR,  -- Persoalan listrik di Sulsel, khususnya di sejumlah daerah terpencil dalam waktu dekat bisa teratasi. Tahun ini, pusat melalui APBN mengalokasikan anggaran Rp16,6 miliar dana untuk program elektifikasi daerah terpencil.

Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel, Salim AR, saat ekspose program SKPD 2012 di ruang media center, Kamis, 8 Maret mengatakan, ada tiga jenis elektrifikasi untuk daerah terpencil ini yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat, dan hibrid PLTS dan PLT Bayu atau perpaduan tenaga surya dan angin.

Untuk PLTMH akan dibangun di Luwu Utara dengan daya 30 KW. Anggarannya Rp1,2 miliar. Sedangkan PLTS Terpusat akan dibangun di lima daerah terpencil yakni di Luwu Timur, Pangkep, Selayar, Takalar, serta Luwu Utara. Kapasitas masing-masing 15 KW. "Anggarannya Rp2,2 M per daerah," katanya.

Khusus Hibryd PLTS dan PLT Bayu, Salim mengatakan akan dibangun di Takalar dan Pangkep. Daya masing-masing juga 15 KW. "Anggarannya juga Rp2,2 M," katanya.

Tahun 2012 ini, Dinas ESDM Sulsel juga melaksanakan berbagai program. Termasuk pemetaan dan penyelidikan sumber daya mineral dan batu bara, serta pemetaan geologi kars. "Kita juga akan melakukan penertiban pertambangan tanpa izin dan pembinaan pengusaha pertambangan," ujarnya. 


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120308192502-delapan-daerah-terpencil-kebagian-listrik'
Read More >>

Delapan Daerah Terpencil Kebagian Listrik

Jumat, 09 Maret 2012 

MAKASSAR,  -- Persoalan listrik di Sulsel, khususnya di sejumlah daerah terpencil dalam waktu dekat bisa teratasi. Tahun ini, pusat melalui APBN mengalokasikan anggaran Rp16,6 miliar dana untuk program elektifikasi daerah terpencil.

Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel, Salim AR, saat ekspose program SKPD 2012 di ruang media center, Kamis, 8 Maret mengatakan, ada tiga jenis elektrifikasi untuk daerah terpencil ini yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat, dan hibrid PLTS dan PLT Bayu atau perpaduan tenaga surya dan angin.

Untuk PLTMH akan dibangun di Luwu Utara dengan daya 30 KW. Anggarannya Rp1,2 miliar. Sedangkan PLTS Terpusat akan dibangun di lima daerah terpencil yakni di Luwu Timur, Pangkep, Selayar, Takalar, serta Luwu Utara. Kapasitas masing-masing 15 KW. "Anggarannya Rp2,2 M per daerah," katanya.

Khusus Hibryd PLTS dan PLT Bayu, Salim mengatakan akan dibangun di Takalar dan Pangkep. Daya masing-masing juga 15 KW. "Anggarannya juga Rp2,2 M," katanya.

Tahun 2012 ini, Dinas ESDM Sulsel juga melaksanakan berbagai program. Termasuk pemetaan dan penyelidikan sumber daya mineral dan batu bara, serta pemetaan geologi kars. "Kita juga akan melakukan penertiban pertambangan tanpa izin dan pembinaan pengusaha pertambangan," ujarnya. 



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120308192502-delapan-daerah-terpencil-kebagian-listrik'
Read More >>

Kamis, 08 Maret 2012

Investasi Asing Ditarget USD100 Juta


Kamis, 08 Maret 2012

MAKASSAR– Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel menargetkan realisasi Penanaman Modal Asing di daerah ini mencapai USD100 juta hingga akhir 2012.


Sementara, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ditargetkan Rp5 triliun. Terget tersebut dinilai realistis mengingat iklim investasi Sulsel sekarang ini tengah mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dikeluarkan BKPM RI, hingga triwulan ke- IV 2011 lalu Sulsel mencatatkan pemasukan PMA sebesar USD98,5 juta. Sedangkan untuk PMDN sebesar Rp3,9 triliun.

Kegiatan lain akan fokus dilakukan pada kajian potensi penanaman modal adalah desiminasi kepada para pelaku ekonomi di Provinsi Banten dengan mempresentasikan potensi dan peluang investasi di Sulsel “PMDN kita optimis bisa mencapai Rp5 triliun,dan PMA dapat mencapai USD100 juta. Atau, kita usahakan sama dengan angka di 2011 lalu,” kata Kepala Bidang Promosi dan Investasi BKPMD Sulsel Sukarniaty Kondolele, kemarin. Untuk mencapai angka tersebut, pihaknya intensif mengikuti forum promosi bisnis investasi dengan badan, asosiasi, serta lembaga dan perusahaan di luar negeri.

“Selain itu, kita juga akan aktif melakukan pameran dan promosi yang lebih fokus pada sektoral yang menjadi skala prioritas kita,” bebernya. Sementara itu, Sekretaris BKPMD Sulsel Suswati memaparkan, 2012 ini pihaknya telah menggandeng beberapa lintas sektoral dalam peningkatan bisnis plan terhadap enam komoditi yang selama ini menjadi andalan di Sulsel. Masing-masing komoditi yang akan dijual tersebut yakni kakao, jagung, rumput laut, sapi, udang serta beras. 

Read More >>

Rp 358 M Untuk Pembangunan Desa di Sulsel

Kamis, 8 Maret 2012 
Makassar,--Pemprov Sulsel mendapat alokasi dana program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan untuk tahun 2012 sebesar Rp 358 miliar yang bersumber dari APBD Sulsel Rp 24,4 miliar dan APBN sebesar. Rp 333,6 miliar.

Alokasi dana tersebut diberikan untuk 24 kabupaten/kota di Sulsel kecuali Kota Makassar, Kota Parepare, Kota Palopo, dan Kabupaten Sinjai. Totalnya mencakup 236 kecamatan dan 2.308 desa/kelurahan.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sulsel, Andi Mangunsidi Masarappi mengatakan semua program dan kegiatan BPMPDK dimaksudkan sebagai penuntasan agenda VI pembangunan Sulsel pada RPJMD 2008-2013 yaitu agenda penguatan kelembagaan masyarakat.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/03/08/rp-358-m-untuk-pembangunan-desa-di-sulsel
Read More >>

ATC Siap Bantu Pertanian Sulsel

KAMIS, 08 MARET 2012 

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan rombongan meninjau langsung lapangan  pabrik mesin alat pertanian PT Asia Techno­logy, salah satu pabrik terbesar di Korea yang memproduksi hand tractor dan mesin pertanian lainnya.
Rombongan diterima langsung President ATC’(Asia Technology Co,Ltd) Dr Shin Gil Kim didampingi Manager Director Mr Kim Young Pil, serta sejumlah direksi perusahaan ATC yang terletak didaerah Seocho-Gu, sekitar 250 km dari kota Seoul Korea.
Mr Kim menyampakan penghargaan dan terima kasih karena Pemprov Sulsel telah memperlihatkan kesungguhan dalam menjajaki kerja sama dan berjanji akan membantu mewujudkan mekanisasi pertanian di Sulsel, sekaligus menyampaikan kesiapannya untuk mendirikan pabrik mesin pertanian.
Gubernur dalam kunjungan itu, selain melihat langsung proses perakitan mesin alat-alat pertanian, juga telah menandatangani nota kesepahaman untuk kerja sama mekanisasi pertanian di Sulsel.
Syahrul dalam penggambarannya tentang kondisi daerah Sulsel mengatakan, dalam tiga tahun terakhir  telah memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Khususnya pertumbuhan ekonomi mencapai 8,64 persen yang tertinggi di Indonesia.
Selain itu, Sulsel masih mengunggulkan di sektor pertanian, sehingga sangat tepat jika ATC bersedia mendirikan pabrik di Sulsel. Bahkan SYL akan membantu pemasarannya khususnya di 14 provinsi kawasan timur Indonesia.
Sulsel, katanya, telah kelebihan produksi beras dengan capaian 2 juta ton per tahun, juga jagung telah mencapai 1.5 juta ton per tahun. SYL bahkan berjanji akan memberi kemudahan dalam memanamkan modalnya di Sulsel.
Pada kesempatan kunjungan di Korea, Gubernur SYL memenuhi undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berkuasa penuh untuk Korea. SYL diterima langsung Dubes Nicholas T Dammen beserta ibu di wisma Duta KBRI Seoul Korea.
Dubes Nicholas menyambut baik kunjungan Pemprov Sulsel seraya bernostalgia karena dubes yang juga berasal dari daerah Toraja namun kariernya lebih banyakdi kementerian luar negeri dan telah tiga tahun menjabat sebagai dubes di Korea.
Dubes Nicho menyampaikan apreasiasinya terhadap kepemimpinan SYLyang banyak muncul di berbagai media terhadap perkembangan pembangunan daerah Sulsel.
“Saya bangga dan mengikuti perkembangan itu,” katanya seraya menggambarkan bahwa jumlah TKI yang terdaftar di KBRI Korea sebanyak 37 ribu orang.
Jumlah ini cukup besar dan pada umumnya adalah tenaga skill yang telah melalui program G to G dan masih ada sekitar 5.000 orang yang ilegal (telah habis masa kontraknya) dan tetap dipantau.
Dilaporkan kepada SYL bahwa di Korea telah ada paguyuban warga Sulsel. Mahasiswa yang menempuh pendidikan atau pertukaran pelajar di bidang sosial budaya ada sekitar 600 mahasiswa.
Gubernur SYL menyampaikan terima kasihnya atas penerimaan dan jamuan makan malam oleh dubes, sembari mengemukakan perkembangan daerah bahwa apa yang diraih adalah akumulasi dari kegiatan seluruh masyarakar Sulsel bahkan dukungan dari duta besar.
SYL juga mengemukakan keheranannya/keharuannya karena di saat mengunjungi salah satu Mall di pusat Kota Seoul (Mall GUan Do). ada sejumlah orang meneriakkan yel, yel. “‘Don’t  Stop Komandan.”’
Setelah salam-salaman ditelusuri sebagian besar adalah pekerja dan mahasiswa yang belajar di Korea. 
Read More >>

Sulsel Target PMDN Tembus Rp5 T

Kamis, 08 Maret 2012 

PMA USD100 Juta 
MAKASSAR, -- Laporan makro ekonomi Sulsel cukup menarik bagi investor. Itu juga yang menjadi dasar bagi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel mematok target PMDN dan PMA tinggi.

Untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tahun ini BKPMD menargetkan mencapai Rp5 triliun. Sedangkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) diharapkan dapat mencapai 100 juta dolar AS.

Sekretaris BKPMD Provinsi Sulsel Susiwati Rabu 7 Maret, mengatakan, realisasi investasi PMDN dan PMA pada 2011 masing-masing mencapai Rp3,9 triliun dan USD89 juta. Angka ini masih bisa bergerak jika stabilitas pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di atas digit 7 persen.

"Selama lima tahun terakhir, PMDN terus mengalami peningkatan terutama pada satu tahun terakhir. Pada 2007, realisasi PMDN sekitar Rp1 triliun kemudian pada 2011 hampir mencapai Rp4 triliun. Sedangkan PMA pertumbuhan kadang naik kadang turun," jelasnya.

Sejumlah sektor yang mendominasi penanaman modal tersebut adalah pertambangan, perdagangan, industri makanan, listrik serta jasa dan perhotelan. "Minimal target realisasi investasi 2012 sama dengan 2011. Ada penurunan dalam volume, namun nilai investasi bertambah," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Investasi BKPMD Sulsel Sukarniaty Kondolele, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai.

Sejumlah upaya akan dilakukan mengejar target tersebut diantaranya mendorong kerja sama investasi baik melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta para pengusaha dari provinsi lain seperti yang telah dilakukan dengan Provinsi Kepulauan Riau.

Hasil pertemuan bisnis yang digelar bersama Kadin Sulsel pada Oktober 2011 tersebut mengemuka ide untuk mengkaji rute penerbangan Makassar-Batam dan peluang kerja sama perdagangan komoditas pertanian dan perkebunan seperti beras, ikan, sayur dan coklat dari Sulsel ke Batam. "Upaya lain dilakukan adalah meningkatkan pertemuan bisnis atau forum-forum promosi investasi dengan badan, asosiasi, lembaga dan pihak terkait lainnya. Kemudian, keikutsertaan pada pameran akan lebih difokuskan secara sektoral sesuai skala prioritas," bebernya.


Read More >>