Minggu, 18 Maret 2012

TB Day Aisyiyah Sulsel Dipusatkan di 4 Kota

Minggu, 18 Maret 2012 
MAKASSAR, - Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel akan menggelar peringatan Hari Tuberkulosis (TB) se-Dunia. Peringatan tersebut jatuh setiap tanggal 24 Maret mendatang. Aisyiyah Sulsel akan memusatkan peringatannya di empat Kabupaten/Kota se-Sulsel, yaitu Makassar, Gowa, Pinrang, dan Sidrap.

Ketua Pimpinan Wilayah `Aisyiyah Sulsel, Nurhayati Azis, mengatakan, keterlibatan Aisyiyah dalam penanggulangan TB karena panggilan teologis sekaligus panggilan kemanusiaan.

"Berdasarkan data WHO, di Indonesia setiap hari sekitar 300 orang meninggal karena TB. Setiap
tahun, lebih dari setengah juta pasien TB baru," ujarnya.

Koordinator Program TB Aisyiyah Sulsel, Wahriyadi, mengatakan bahwa melalui peringatan TB Day tahun 2012, Aisyiyah ingin mengajak berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyakit TB.

"Masyarakat bisa terlibat dengan mendorong penderita TB yang ada di lingkungan masing-masing agar mau berobat ke-unit Pelayanan Kesehatan terdekat, apalagi obatnya gratis. Disamping itu masyarakat bisa turut menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan TB," katanya.

Wahriyadi menambahkan, tahun ini Aisyiyah Sulsel akan menggelar peringatan TB Day dengan berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya,menggelar Talkshow TB, gerak jalan sehat, pengobatan gratis, membuat pojok TB di pusat-pusat keramaian, seminar kesehatan dan berbagai kegiatan lainnya.

"Kegiatan ini akan kami gelar mulai 24 Maret sampai 24 April 2012," katanya.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/03/18/tb-day-aisyiyah-sulsel-dipusatkan-di-4-kota
Read More >>

Sabtu, 17 Maret 2012

Kenaikan Harga BBM- Pemprov Optimistis Investasi di Sulsel


Sabtu, 17 Maret 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel optimistis rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) 1 April mendatang, tidak akan mengurangi minat investor asing dan nasional menanamkan modal.

2012 ini, Sulsel menargetkan realisasi penanaman modal dalam negeri( PMDN) sebesar Rp5 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) mencapai USD100 juta. “Kami optimistis investasi tidak akan berpengaruh terhadap kenaikan harga BBM tahun ini.Sekarang investasi kami sedang bagus-bagusnya sehingga tidak akan berpengaruh,” ujar Kepala Bidang Promosi dan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BPKMD) Sulsel Sukarniaty Kondolele,kemarin.

Menurut dia, kebijakan Pemerintah Pusat menaikkan harga BBM dianggap tidak berkorelasi langsung dengan permodalan dan investasi. Dampaknya itu baru sangat dirasakan pada bidang pariwisata dan perdagangan. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya rutin melakukan promosi di dalam negeri maupun luar negeri terhadap sejumlah bidang yang diunggulkan di Sulsel. “Investasi itu kebutuhannya besar dan jangka waktunya panjang. Tidak sama dengan pariwisata dan perdagangan. Investasi itu juga industri personal, bukan massal sehingga tidak akan terlalu berpengaruh besar,” papar dia saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel.

Menurut dia, saat ini beberapa calon investor asing sudah siap masuk di daerah ini. Hanya, sisa membutuhkan bagaimana keseriusan Pemprov Sulsel memuluskan masuknya investasi tersebut. Sementara itu,berdasarkan data yang dihimpun di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemprov Sulsel,sepanjang 2012 ini terdapat dua investor dalam negeri yang mengajukan izin menanamkan modalnya di daerah ini. Keduanya, yaitu PT Sinar Gowa Industri yang bergerak di bidang industri makaroni dan mi, dengan nilai investasi Rp12,7 miliar.

Satu lainnya PT Baruga Astri Nusa Development yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Perusahaan ini rencananya mendirikan wahana warterboom di Kota Makassar dengan nilai investasi mencapai Rp150 miliar. “Saat ini sudah terdaftar tiga PMDN yang mendaftar di PTSP. Nilai investasi keseluruhan Rp167 miliar. Kami harap ini berlangsung mulus,” ujar Sukarniaty. Sementara untuk PMA, Kurniaty enggan menyebutkan sejumlah investor asing yang berniat.

Menurutnya, pendaftarannya tersebut dilakukan langsung di Kantor BPKM Jakarta.“Data investasi asing masuk di BKPM dan diumumkan per triwulan. Kami belum dapatkan datanya,” ujarnya. Sekretaris BKPMD Sulsel Suswati memaparkan, 2012 ini pihaknya telah menggandeng beberapa lintas sektoral dalam peningkatan business plan terhadap enam komoditas yang selama ini menjadi andalan di Sulsel. Komoditas yang akan dijual tersebut,yakni kakao,jagung, rumput laut,sapi,udang, serta beras.

“Kemungkinan yang banyak terealisasi tahun ini adalah penjajakan yang kami lakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Khususnya di bidang pembangkit listrik. Ini akan bertambah lagi,” pungkasnya di Kantor Gubernur Sulsel. 

Read More >>

Syahrul Rayakan Prestasi Sulsel dengan Zikir

Sabtu, 17 Maret 2012 


MAKASSAR, -- Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggelar zikir dan doa bersama di Lapangan Karebosi, Jumat malam 16 Maret. Kegiatan itu dihadiri ribuan warga Makassar.

Zikir akbar yang dipimpin oleh Habib Mahmud bin Umar Alhamid ini dihadiri pejabat lingkup Pemprov Sulsel. Mereka antara lain Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Ketua DPRD, HM Roem, dan Sekprov Sulsel, HA Muallim.

Ketua MUI Sulsel, AGH Sanusi Baco dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya juga hadir memeriahkan zikir dan doa bersama itu.

Syahrul mengungkapkan, zikir dan doa ini digelar untuk merayakan berbagai prestasi yang telah diukir Sulsel dalam kurun waktu empat tahun kepemimpinannya di Sulsel.

"Zikir dan doa ini juga sebagai rasa syukur kita atas nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada warga Sulsel. Sulsel telah mendapat rahmat Tuhan yang berlimpah. Sulsel yang tetap aman. Ini semua harus disyukuri lewat zikir," ujar Syahrul.

Asisten III Pemprov Sulsel sekaligus penanggung jawab kegiatan, Amal Natsir mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk kesyukuran sekaligus ajang untuk memanjatkan doa bagi kelangsungan hidup warga Sulsel.

"Kita mau Sulsel tetap aman, damai, dan tetap diberkati. Kebetulan juga pada 16 Maret bertepatan dengan hari ulang tahun Pak Gubernur, sehingga dirangkaikan semua dalam bentuk zikir," kata Amal Natsir.

Di hadapan ribuan peserta zikir yang didominasi kalangan perempuan, Syahrul Yasin Limpo juga menyampaikan permohonan izin untuk mendeklarasikan diri kembali mencalonkan diri pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulsel 2013 nanti.

Syahrul dalam kesempatan itu juga berkali-kali meneriakkan kata yang selama ini menjadi jargon politiknya, "Don't stop komandan."



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120316235918-syahrul-rayakan-prestasi-sulsel-dengan-zikir
Read More >>

Sulsel Siap Awasi Penyaluran BLSM

Sabtu, 17 Maret 2012 
Agus dan Ilham Ketemu Wapres 
JAKARTA,  -- Sulawesi Selatan siap mengawasi penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang merupakan reinkarnasi dari Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kesiapan tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, usai bertemu Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden, Jumat, 16 Maret.

Wakil Presiden Boediono, kemarin mengumpulkan seluruh gubernur dan kepala daerah ibu kota provinsi se-Indonesia. Dari Sulsel, hadir Agus Arifin Nu'mang, mewakili Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Selain Agus, juga hadir Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.

Pertemuan tersebut sedianya dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, karena orang nomor satu Indonesia itu harus mendampingi Ibu Negara Kristiani Herawati yang sedang menjalani operasi pengangkatan batu empedu di RSPAD Gatot Subroto, maka tugas tersebut didelegasikan ke Boediono.

Kepada seluruh kepala daerah yang hadir, Boediono menyampaikan agar para kepala daerah bisa ikut mengawasi penyaluran BLSM yang merupakan subsidi atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Selain BLSM, pemerintah juga akan menyalurkan tambahan beasiswa untuk masyarakat miskin.

Agus kepada FAJAR di Jakarta mengatakan, Sulsel siap melakukan pengawasan penyaluran BLSM dan tambahan beasiswa masyarakat miskin tersebut. Menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan forum muspida di tingkat daerah.

Penyaluran BLSM dan bantuan beasiswa masyarakat miskin itu, disalurkan melalui Kantor Pos. Ada 18,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) yang akan mendapatkan BLSM dengan jumlah Rp150 ribu per bulan. Dengan jumlah sasaran, durasi program, dan besarnya nilai bantuan tunai tersebut, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp25,6 triliun.

BLSM akan disalurkan tiga bulan sekali di kantor pos, sehingga masyarakat penerima akan menerima senilai Rp450 ribu satu kali penyaluran. Selain BLSM, anak-anak warga miskin juga akan mendapatkan tambahan beasiswa dengan total anggaran tambahan Rp2,5 triliun.


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120316235800-sulsel-siap-awasi-penyaluran-blsm
Read More >>

Sulsel Deklarasi Ujian Nasional Jujur

Sabtu, 17 Maret 2012 


MAKASSAR, -- Pemprov Sulsel berharap dugaan kebocoran soal saat ujian nasional (UN) tidak lagi muncul di provinsi ini. Dinas Pendidikan Sulsel pun mengimbau siswa dan guru lebih jujur saat UN.

SEBAGAI langkah awal agar siswa, guru, hingga Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten dan kota bisa lebih jujur dalam UN, maka akan dilakukan Deklarasi UN Jujur. Deklarasi ini digelar di Universitas Hasanuddin, Senin, pekan depan. Secara khusus, deklarasi yang dirangkaikan pertemuan UN ini dihadiri Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim.

Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Andi Patabai Pabokori, usai salat Jumat di Kantor Gubernur Sulsel mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari persiapan Sulsel menghadapi UN yang dilaksanakan 16 April mendatang. "Senin ini akan ada pertemuan se-Sulsel terkait persiapan UN di Unhas. Di situ ada deklarasi masalah kejujuran. Kita mau bagaimana pelaksanaan UN ini tingkat kejujurannya harus diprioritaskan. Baik oleh siswa maupun guru-guru," kata Patabai, Jumat, 16 Maret.

Pertemuan dan deklarasi ini melibatkan banyak pihak yang terkait UN. Termasuk dari kabupaten dan kota se Sulsel. "Semua kepala dinas pendidikan kabupaten dan kota akan hadir. Siswa juga kita undang," beber Patabai.

Unhas dipilih sebagai tempat pertemuan dan deklarasi sebab menurut Patabai, tahun ini, mereka tetap menjadi pengawas eksternal pelaksanaan UN. "Mereka pengawas. Dan pada dasarnya, seperti tahun sebelumnya, selain pengawas intern yang terdiri dari guru-guru, juga ada pengawas dari perguruan tinggi. Setiap tahun begitu," jelas Patabai.

Terkait kesiapan pelaksanaan UN, pejabat yang akan memasuki masa pensiun ini mengatakan, siswa dan guru sudah siap. "Kita sudah siap semua. Bahkan jauh lebih siap dan mantap dari tahun lalu. Motivasi orang tua juga lebih siap bersama sarana. Kita yakin UN bisa lebih bagus dari tahun lalu. Kita juga mengharapkan prestasi kelulusan dari tahun-tahun sebelumnya lebih bagus," kata mantan Bupati Bulukumba itu.



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120316183926-sulsel-deklarasi-ujian-nasional-jujur'
Read More >>

Jumat, 16 Maret 2012

Islamisasi ala Raja-raja Sulawesi Selatan

Sabtu, 17 Maret 2012 

Inilah kampung pewaris ''pakaian'' Nabi Ibrahim. Wajahnya, seperti jamaknya kampung lainnya di Kotamadya Ujungpandang, sangat bersahaja. Rumah penduduk baku sosok, tak teratur. Keistimewaan tak membias dari kampung seluas 2x1,5 ha itu. Tapi, siapa menduga jika Paropo --kampung yang kumuh itu-- merupakan satu-satunya kampung yang menyimpan kesenian tradisional Sulsel: Pepe pepea ri Makka yang mengandalkan kekebalan tubuh penari terhadap sengatan api. 

Mengapa hanya di Paropo? Untuk mengail jawabannya, bukan pekerjaan gampang. Seperti tariannya yang mistis, riwayat tarian ini pun diselimuti misteri --tak ada bukti tertulis yang menyebut ikhwal kehadirannya. Jafar maupun Arsyad hanya menyebut, tarian itu diwariskan dari nenek moyang mereka sejak Islamisasi di Kerajaan Gowa. 
Bila Islamisasi Kerajaan owa yang menjadi acuan, seperti yang disebut-sebut pewarisnya kini, berarti tarian tersebut diciptakan di atas tahun 1605. Ini lantaran Islamisasi Kerajaan Gowa bermula dari Manrabbia yang meneguhkan dirinya memeluk Islam, Jumat 20 September 1605. Ia menerima Islam dari Dato ri Bandang, ulama Minang yang mengembangkan syiar Islam ke sana. 

Pengislaman itu, seperti tari Pepe, diwarnai kekebalan. Alkisah, Raja Gowa I Manga'rangi menuntut Dato ri Bandang menunjukkan kedahsyatan agama Islam. Ulama Minangkabau ini pun menusukkan badik ke lengannya. Ajaib, darah tak mengucur. ''Kisah pengislaman raja-raja di Sulsel memang diwarnai kesaktian dan supranatural,'' ujar Dr Abu Hamid, dosen Antropologi Unhas.

Agaknya beralasan jika tari Pepe merupakan produk budaya di masa Islamisasi kerajaan-kerajaan di Sulsel. Disebut-sebut merupakan media dakwah yang digunakan Lomo ri Antang bersama adik kandung Dato ri Bandang --yaitu Dato ri Pa'ggentungang-- tarian ini, memang memiliki bau Islam yang menyengat. 

Contohnya, seperti yang dikenang Arsyad semasa bocah. Penghuni Kampung Paropo selalu menarikannya di saat menjelang lebaran. Mengutip kisah leluhurnya, Arsyad menyebutkan, ketika ramadhan hampir usai, umat Islam di sana bergembira. Cermin kegembiraannya, mereka pun memasang obor di halaman rumah. Di saat seperti itu, penduduk turun ke halaman. Kegembiraan yang meluap membikin mereka memainkan api obor. ''Mungkin dari situ tercipta tari Pepe,'' Arsyad mencoba menebak ikhwal kelahirannya. 

Dari keriaan di halaman ini, tarian itu terus berkembang. Dari buyut Arsyad turun ke kakeknya. Kemudian, kekeknya mewariskan kepada orangtuanya. Kini Arsyad dan handai taulan sebayanya, giat melatih 14 pemuda --terdiri dari anak dan keponakan-- untuk mewariskan tarian tersebut. Kendati hidup di alam modern, para pemuda yang tak tersentuh pendidikan tinggi itu, tak menampik warisan leluhurnya. ''Mereka justru kini lebih kuat dan tahan lama dipanggang,'' Arsyad bangga tarian itu tak lekang dimakan jaman. 

Paropo 

Lalu, mengapa ''pakaian'' Nabi Ibrahim itu hanya dimiliki penduduk Paropo? Agaknya, ini karena kekukuhan Arsyad dan generasi sebayanya, memenuhi pesan tetua. Pesan itu melarang pewarisan tarian ini kepada penduduk di luar Paropo yang hingga kini dihuni 800 kepala keluarga yang masih memiliki pertalian keluarga. Penyebabnya, jika tarian ini diajarkan kepada orang lain, niscaya ''kunci''-nya jatuh kepada orang yang tak semestinya memiliki. Dengan demikian, mereka yang usil mudah ''memasuki'' dan mengganggu para penari saat meragakan kekebalan. ''Ini membikin kami merasa aman, karena tak ada orang yang bisa mengganggu kami dengan melaga ilmu saat tarian berlangsung,'' kisah Jafar. 

Tapi benarkah penduduk Paropo itu pewaris ''pakaian'' Nabi Ibrahim? Abu Hamid, dosen Antropologi Unhas, menilai mereka ''mengenakan baju Islam serta mencampuradukkan doanya, tetapi berjiwa kepercayaan lama.'' Masalahnya, menurutnya, tak sedikit umat Islam di Makassar --terutama dari kelompok sosial jelata-- menganut aliran tarekat yang ditabiri nuansa mistis. ''Contohnya, lihat Haji Bawakaraeng.'' (kepercayaan segelintir penduduk di sana bahwa dengan mendaki puncak Gunung Bawakaraeng di Malino berarti telah menunaikan ibadah haji --red). 

Kelompok tarekat ini, berdasarkan penelitian yang pernah dilakukannya, masih memadukan unsur magis dari masa animisme dengan Islam. ''Islam menjadi baju, sedangkan esensi magisnya dari kepercayaan lama,'' jelasnya. Tetapi, begitulah yang terjadi di mana-mana. Budaya lama atau asli lokal, bertemu dan bercampur dengan budaya baru. Kemudian muncullah budaya ''mestizo'' yang kemudian diserap dan dijiwai sebagai bagian dari identitas kelompok yang baru. 
Read More >>

VISIT SOUTH SULAWESI 2012 - Sail Takabonerate Jadi Event Penutup

Jumat, 16 Maret 2012

 
Tahun ini,citra kepariwisataan Sulsel menjadi pertaruhan, baik di mata nasional maupun internasional.Sejak 2010, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mencanangkan 2012 sebagai puncak tahun kunjungan wisata yang dikemas dalam Visit South Sulawesi.


Dalam dua tahun terakhir, beragam eventpariwisata digelar di sejumlah destinasi wisata,seperti Tana Toraja, Makassar,Selayar.Di Kota Makassar,beragam event pariwisata telah digelar, seperti Visit Makassar. Sementara di Toraja, Pemprov Sulsel menggelar Lovely December.Kemudian di Kabupaten Kepulauan Selayar digelar Takabonerate Expedition Island.

Pada tahun ini,dua event terakhir akan dijadikan sajian pamungkas kepada wisatawan asing sekaligus menutup Visit South Sulawesi 2012. Sail Takabonerate direncanakan akan dimulai 16-18 November 2012,dengan mengadakan pelayaran maritim dari Bali, Takabonerate,dan Kepulauan Spermonde.Pada event tahunan tersebut,Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel juga telah memastikan sejumlah kapal laut dari Darwin,Australia, akan berlayar ke Takabonerate.

Sekretaris Disbudpar Sulsel Jualianus Batara mengungkapkan, penyelenggaraan Sail Takabonerate tersebut ditanggung sepenuhnya Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat. “Kami hanya diminta menyiapkan perahu untuk memuat beberapa orang yang menepi di beberapa destinasi pariwisata Sulsel,” papar dia kepada wartawan, kemarin.

Beberapa lokasi yang akan didarati wisatawan asing tersebut,di antaranya Makassar, Jeneponto,Takalar, Bantaeng,Bulukumba, Kabupaten Kepulauan Selayar. “Seluruh anggaran event ini dilaksanakan Pemerintah Pusat. Daerah hanya diminta menyiapkan dana pendampingan.Kami juga telah koordinasi dengan kabupaten/kota yang dilibatkan dalam pelayaran ini,” ujar Jualianus Batara.

Di sisi lain,kegiatan rangkaian Lovely December akan dimulai 1–8 Desember 2012,di antaranya International Rafting Open Sungai Saddang-Rantepao serta eventTour de Toraja,Tana Toraja,serta Toraja Utara. Kendati demikian, beberapa event pariwisata di kabupaten/kota lainnya tetap menjadi jualan Pemprov Sulsel untuk menyemarakkan eventkunjungan wisata Sulsel pada 2012 ini.

Sepanjang tahun ini,terdapat 62 pariwisata di seluruh kabupaten/kota dalam rangka menyambut Visit Sulsel 2012. “Dengan kegiatan ini,kami yakin mampu meraih target untuk mendatangkan wisatawan asing sebanyak 100.000 orang dan 4,5 juta wisatawan domestik hingga akhir 2012 nanti,”papar dia.

Awal 2012,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo telah mewanti-wanti seluruh bupati dan wali kota di Sulsel untuk memperbaiki destinasi pariwisata dalam rangka menyambut Visit Sulsel 2012 tahun ini. Menurut dia,seluruh pihak terkait harus ikut berperan menghadirkan sebuah destinasi wisata dalam usaha menggaet wisatawan mancanegara untuk mau berwisata ke Sulsel.

“Harapan saya,destinasi (pariwisata) harus diperbaiki, disiapkan,dan memang bupati/wali kota di Sulsel harus ikut terlibat semuanya. Ini semua untuk kita,” pungkasnya.

Read More >>

Muallim Paparkan Prestasi Sulsel: Pemprov Banten Timba Ilmu

JUMAT, 16-03-2012

Pemprov Banten Timba Ilmu
MAKASSAR, -- Sejumlah prestasi yang dihasilkan Sulsel selama kepemimpinan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menjadi daya tarik bagi Pemprov Banten datang ke Sulsel.

Sebanyak 40 orang rombongan Pemprov Banten dipimpin Sekprov Banten, Ir H Muhadi MSp menyimak dengan jelas paparan Sekprov Sulsel, HA Muallim mengenai sejumlah inovasi Sulsel yang membuahkan prestasi.
Mulai dari peningkatan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), serta inovasi di sejumlah program unggulan seperti pertanian dan peternakan, serta program pembangunan lain yang tengah digarap Sulsel hingga salah satunya membuahkan keberhasilan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan yaitu diatas 8%.
Di sektor pertanian jelas Muallim, Sulsel mampu mempertahankan surplus berasnya. Pada tahun 2011 dapat melampaui surplus 2 juta ton sebesar 2,90 juta ton beras. Untuk jagung, 2011 Sulsel mampu menghasilkan 1,41 juta ton. Angka ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 1,34 juta ton. Peningkatan juga dialami oleh komoditas lainnya seperti kakao serta komoditi lain dari sejumlah sektor seperti peternakan yang mampu menghasilkan sapi sebanyak 1.017 ekor tahun 2011 lalu.
Di kesempatan tersebut, Muallim juga menegaskan, ke depan Sulsel berharap akan menjadi pusat pertumbuhan pembangunan di luar Pulau Jawa, pusat distribusi pelayanan pendidikan dan pelayanan kesehatan di luar Pulau Jawa.
Selain itu, menjadi daerah dengan akselerasi agro industri dan agribisnis, serta daerah pengembangan industri manufaktur dan pertambangan.
Dikemukakannya, Sulsel juga menargetkan menjadi daerah yang memiliki jaminan ketersediaan listrik dan interkoneksi perhubungan darat, laut dan udara.
Salah satu upaya Sulsel untuk menjadi pusat pelayanan dan pertumbuhan di luar Jawa adalah tengah dibangunnya Center Of Indonesia (COI).
"Dengan COI ini, Sulsel ingin membangun peradaban di sulsel. Salah satunya pembangunan istana negara di Sulsel. Tak hanya itu, melalui Bandara Hasanuddin, lalu lintas penerbangan hingga menjacapi 200 flight perhari.
Sulsel mampu mewujudkan apa yang diprediksikan baru akan terjadi beberapa tahun ke depan," ujar Muallim, sembari memaparkan sejumlah fasilitas yang dipersiapkan Sulsel untuk menjadi pusat pembangunan di luar Jawa.
Dalam kunjungannya ke Sulsel, rombongan Banten juga mengunjungi sejumlah SKPD untuk menimba ilmu 'keberhasilan', khususnya bagi program unggulan Sulsel.
Diantaranya Dinas Pertanian, Dishubkominfo, Dinas Peternakan, serta Dispenda yang menciptakan perda untuk sumbangan pihak ketiga bagi BUMN dan mampu memberikan kontribusi sekira Rp1,8 miliar bagi PAD Sulsel. 

Read More >>

Gubernur Sulsel Meresmikan Pengoperasian Taksi Putera Makassar

Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo saat meresmikan pengoperasian 50 unit Taksi Putera Makassar Kia New Rio tahap V, di kantor PT. Putra Nusantara, Jl Tala’salapang, Kamis, 15 Maret 2012 menegaskan bahwa manusia sukses adalah orang yang dapat berterima kasih dan bersyukur. Kesuksesan terlihat pada pencapaian kinerja pemerintahan yang membaik. Hal tersebut dapat dilihat pada tingkat pertumbuhan ekonomi provinsi yang mencapai angka 8,64 persen, tabungan rakyat di Bank yang mencapai Rp 37 triliun, arus penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang kian meningkat. Bahkan, hingga daftar tunggu Calon Jemaah Haji (CJH) yang mencapai 98,732 orang per Februari 2012. Ini semua dapat dicapai karena Sulsel merupakan salah satu provinsi terbaik di Indonesia.
Direktur Utama PT. Putra Transport Nusantara, Muhba Kahar Muang mengatakan Syahrul Yasin Limpo selaku Gubernur Sulsel merupakan pejabat pemerintahan yang konsisten dan peduli terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. Selain itu Muhba juga menerapkan sistem owner operator dalam pengelolaan managemen PT. Putra Transport dimana pengemudi juga menjadi pemilik. Sistem ini terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bahkan diterapkan dalam berbagai bidang, mulai koperasi, BUMD sampai Perseroan Terbatas.
Muhba menambahkan ada 3 tahapan yang diterapkan dalam sistem ini yaitu, pada saat pegemudi masih proses kredit, masa pelunasan dan masa penghitaman yang nantinya mobil akan menjadi milik pribadi pengemudi.
Sementara itu, ketua panitia yang juga asisten manager umum dan keuangan PT. Putra Transport Nusantara, Muhammad Faisal menuturkan saat ini taksi Putra yang beroperasi dalam wilayah Mamminasata sebanyak 365 unit. Sebanyak 113 unit dalam proses lunas, 85 unit telah berplat hitam dan diberikan kepada pengemudi.

Read More >>

Gubernur Sulsel Menghadiri Zikir dan Doa, 82 Tahun Andi Sose

Ratusan Jemaah dan siswa pesantren ikut hadir dalam acara Zikir dan Doa pada perayaan ulang tahun H. Andi Sose ke 82 di Mesjid Agung 45 Makassar, Kamis, 16 Maret 2012. Mereka melantunkan zikir dan doa untuk kesuksesan dan kesehatan Andi Sose yang dipimpin Imam Besar Masjid Istana Negara, KH. Drs. Ali Sibromali, MA.
Selain jemaah majelis taklim, zikir dan doa juga dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo dan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, Bupati Enrekang, H. La Tinro La Tunrung, pejabat Pemprov Sulsel dan Direktur Pemasaran Harian Fajar, Sahel Abdullah.
Dalam sambutannya Syahrul menyebutkan dirinya juga merupakan bagian dari keluarga besar H. Andi Sose karena anak-anak tokoh asal Massenrempulu sering bergaul dengan dirinya pada masanya  dan bercerita bagaimana perjalanan Andi Sose sebagai salah satu tokoh Sulawesi Selatan yang merupakan figur yang patut dicontoh keteladanannya oleh masyarakat, utamanya generasi muda.
Hal senada juga diungkapkan Bupati Enrekang, H. La Tinro La Tunrung yang mengungkapkan kiprah Andi Sose sebagai tokoh nasional tidak perlu diragukan. Meski tidak muda lagi tetapi tidak membatasi diri untuk terus berkarya memikirkan masyarakat. Belum lama ini Andi Sose meraih dua gelar Doktor Honoris Causa, masing-masing dari Queensland Australia dan Rusian State University Rusia sebagai tokoh yang peduli terhadap dunia pendidikan keagamaan.

Read More >>

Kamis, 15 Maret 2012

Sulsel Berencana Impor Bibit Sutra China

Kamis, 15 Maret 2012 

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berencana mengimpor bibit sutra dari China untuk mengembalikan kejayaan kain sutra Sulsel.Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang di Makassar, Rabu, mengatakan, bibit sutra asal China memiliki kualitas yang cukup baik dan digemari petani sutra.
Karena itu,tidak menjadi masalah jika petani menggunakan produk dari luar negeri. “Bibit dari China cukup bagus dan digemari petani sutra di Sulsel. Meskipun harganya relatif mahal, tidak apa-apa gunakan produk luar karena kami belum mampu memproduksi bibit sebaik produk China,” katanya saat menerima gabungan kelompok tani (gapoktan) penghasil sutra,kemarin.
Bibit sutera produksi Perum Perhutani dijual Rp80.000 per boks, menghasilkan panjang benang maksimal 600 meter per ulat. Sementara bibit sutra China Rp260.000 per boks menghasilkan panjang benang hingga 1.000 meter per ulat. Agus menyarankan, petani sutra menggunakan bibit sutra dari China karena Pemerintah Provinsi bertekad mengembalikan kejayaan kain sutra Sulsel.
“ Jepang dulu dikenal sebagai penghasil sutra, kemudian beralih ke industri, begitu pula China. Kini, kedua negara ini telah meninggalkan pekerjaan itu. Ini kesempatan Indonesia mengambil alih posisi itu sebagai penghasil sutra dunia menuju negara industri,”katanya.
Dia juga meminta Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel terus membantu petani sutra di Kabupaten Soppeng dan Wajo sebagai dua daerah utama penghasil sutra di Sulsel. Dengan begitu, keberhasilan kedua daerah tersebut nanti dapat diadopsi kabupaten lainnya.
“Dinas Kehutanan terus membina petani sutra agar berhasil.Hal itu dapat dicontoh petani lainnya karena petani itu gampang mengembangkan suatu komoditas kalau sudah melihat keberhasilan petani lain,”pungkasnya. 

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/477584/
Read More >>

Sulsel Butuh Rp2 Triliun untuk Bangun Irigasi

Kamis, 15 Maret 2012 


 
Makassar - Sulawesi Selatan memerlukan dana sekitar Rp2 triliun untuk membangun irigasi baru guna memacu peningkatan produksi beras dari 2,8 juta ton menjadi 5,6 juta ton per tahun.

Ketua Kadin Sulawesi Selatan Zulkarnain Arief mengatakan di Makassar, Kamis, pembangunan irigasi perlu mendapat perhatian serius pemerintah pusat mengingat sekitar 40 persen jaringan irigasi di Sulsel saat ini rusak.

Pada aeminar Musyawarah-Mufakat Dampak Kenaikan BBM yang diselenggarakan PWI Sulsel-Polda Sulselbar, ia mengatakan, Sulsel sebagai daerah lumbung beras nasional seyogianya mendapat perhatian khusus dari pemerintah dengan membangun infrastruktur terutama pembangunan irigasi guna meningkatkan produksi beras.

"Kalau jaringan irigasi yang rusak tersebut bisa kembali berfungsi, Sulsel akan mampu memasok kebutuhan beras nasional lebih besar dari surplus beras saat ini 2,5 juta ton, "katanya.

Sulsel akan mampu memasok beras untuk 14 provinsi di kawasan timur Indonesia apabila jaringan irigasi berfungsi dengan baik untuk mengairi areal persawahan di daerah sentra prouksi dengan hasil produksi di atas 5 juta ton.

Sebelumnya Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, produksi padi Sulsel mencapai 4,8 juta ton dan mengalami surplus beras sekitar 2,5 juta pada 2011 dan surplus jagung 1,5 juta ton.

Sementara andil Sulsel dalam pengadaan pangan nasional melalui Bulog rata-rata mencapai 300.000 ton pertahunn, atau sekitar 8-10 persen dari total produksi setiap tahun.

Daerah sentra produksi beras Sulsel berada di kawasan penyangga "Bosowasipilu" yang meliputi kabupaten Bone, Soppeng Wajo, Sidrap, Pinrang dan Luwu yang terdiri atas empat kabupaten dan kota. 
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37260/sulsel-butuh-rp2-triliun-untuk-bangun-irigasi
Read More >>

Disperindag Pantau Harga Barang


Kamis, 15 Maret 2012
MAKASSAR – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel terus memantau pergerakan harga barang di pasar-pasar tradisional di Makassar.


Langkah ini dilakukan seiring akan dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi awal April mendatang. Kepala Disperindag Sulsel Irman Yasin Limpo, kemarin, mengatakan, saat ini harga barang di pasar-pasar tradisional khususnya di Makassar, masih normal dan belum ada kenaikan.

Dia mengatakan, pemerintah akan tegas jika ada pedagang yang menimbun barang, khususnya kebutuhan pokok. ”Tidak boleh ada kenaikan sebelum ada kenaikan harga BBM,” kata dia. Hingga saat ini pemerintah Sulsel belum membuat standardisasi atau toleransi kenaikan harga. ”Tidak bisa kami mengira-ngira karena kepastian berapa kenaikan BBM belum ada,” ujarnya.

Dia mengakui kenaikan harga BBM besar pengaruhnya terhadap kebutuhan pokok. Namun, harga yang ditawarkan pedagang harus rasional dan tidak terlalu tinggi. ”Kami sadari dampak BBM terhadap harga sangat besar. Namun, pedagang juga tidak bisa sembarangan menaikkan harga, khususnya kebutuhan pokok. Makanya kami terus melakukan pantauan,” tandasnya.

Read More >>

Wagub Terima Gabungan Kelompok Tani Penghasil Sutra


Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berencana melakukan impor bibit sutera dari China yang dinilai memiliki kualitas yang jauh lebih baik dan digemari petani sutera. Tidak ada masalah jika petani menggunakan bibit produk luar negeri lantaran bibit lokal belum mampu memproduksi bibit yang berkualitas. Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu’mang saat menerima Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Penghasil Sutera di ruang kerjanya Kantor Gubernur, Rabu, 14 Maret 2012 Makassar.

Lanjut dikatakan, Kualitas bibit sutera Sulawesi Selatan yang menurun, maka pihaknya mengaku perlu melakukan itu untuk mengembalikan kejayaan sutera Sulawesi Selatan yang pernah terkenal di Indonesia bahkan sampai ke luar negeri. Bibit sutera produksi Perum Perhutani yang selama ini dipakai hanya bisa menghasilkan panjang benang maksimal 600 meter per ulat, meski harganya yang jauh lebih murah dengan harga Rp.80 ribu per box-nya. Sedangkan bibt sutera dari China meski harga Rp.260 per-box, tetapi mampu menghasilkan panjang benang mencapai 1000 meter per ulat-nya.

Saat ini, menjadi kesempatan Sulawesi Selatan untuk mengembangkan kejayaan sutera, karena baik China maupun Jepang yang dulunya terkenal sebagai negara penghasil sutera kini beralih ke dunia industri. Kedua negara ini telah meninggalkan pekerjaan itu kemudian beralih ke industri. Ini kesempatan kita di Indonesia mengambil alih posisi itu sebagai penghasil sutera  dunia untuk menuju negara industri. Dalam kesempatan tersebut, Wagub Sulsel juga meminta Dinas Kehutanan Sulawesi Selatan sebagai Leading Sector pengembangan sutera, untuk membantu potensi sutera di Kabupaten Soppeng dan Wajo yang terkenal sebagai daerah penghasil sutera di Sulawesi Selatan. Kedua daerah tersebut akan menjadi percontohan daerah penghasil sutera sehingga nantinya bisa diadopsi oleh petani di daerah lain.

Sementara, Ketua Gabungan Kelompok Tani Penghasil Sutera, Ilyas Muhammad Yahya berharap agar Pemprov. Sulawesi Selatan dapat membantu petani dalam memenuhi jumlah kebutuhan bibt sutera produksi China. Pertahunnya, Kelompok Petani Sutera membutuhkan 1000 box bibit sutera, sementara yang tersedia hanya 400 box bibit per tahun. Selain itu, anggota DPRD Kabupaten Soppeng ini juga meminta agar Pemprov. Sulawesi Selatan mendapatkan standar harga sutera. Ini diharapkan ke depan para pedagang tidak mudah mempermainkan harga yang bisa merugikan petani, kalau bisa ini segera ditetapkan standar harganya.

Read More >>

Pemprov. Sulsel Bentuk Satgas Bersama Pertamina

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan PT Pertamina Regional VII Sulawesi sepakat membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengantisipasi dampak dan gejolak akibat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Satgas bentukan Pemprov. Sulsel - Pertamina ini akan melibatkan beberapa pihak termasuk pihak Polda Sulselbar dan Kodam VII Wirabuana, mereka akan diturunkan untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan BBM akibat penimbunan. Hal ini dikatakan Gubernur Sulawei Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo saat menerima Kunjungan PT Pertamina di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 14 Maret 2012.

Gubernur, memandang penting untuk dibentuk segera Satgas ini demi stabilitas harga dan ekonomi di Sulawesi Selatan. Secara teknis Satgas ini akan berada dalam koordinasi Kesatuan Bangsa dan Politik Sulawesi Selatan, namun masih akan dibicarakan lebih lanjut. Yang perlu diantisipasi adalah dampak dari kenaikan harga BBM ini, jangan sampai gara-gara ini misalnya nelayan jadi tidak melaut sehingga terjadi kelangkaan ikan, kalau ikan langka pengaruhnya akan berimbas pada yang lain.

Sementara itu, Manager PT Pertamina Region VII Sulawesi, Adi Nugroho menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam Satgas yang akan dibentuk itu, sejauh ini apapun bentuk kebijakan pemerintah, pihaknya akan tetap mendukung, Pertamina tinggal melaksanakan saja, kita disuruh jual, diminta ditribusikan dan harga sudah ditetapkan pemerintah, kita tinggal melaksanakan saja termasuk mengantisipasi terjadinya penimbunan dengan melakukan monitor di lapangan melalui desk yang dibentuk gubernur.

Adapun stok Bahan Bakar Minyak di tiga depo di Makassar, Pare-pare dan Palopo masih dapat memenuhi kebutuhan. Di tiga depo tersebut mendistribusikan sekitar 4.000 kilo liter solar dan premium setiap harinya. Atas dasar itu, Adi meminta masyarakat Sulawesi Selatan agar tidak panik, karena pasokan Bahan Bakar Minyak dan elpiji masih normal. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) telah diinstruksikan untuk tidak melayani pembelian Bahan Bakar Minyak menggunakan jerigen. Masyarakat tidak perlu panik karena stok elpiji dan BBM kita cukup,  kapal pengangkut BBM dan elpiji pun masih rutin masuk dan langsung didistribusikan.

Terkait antrian di sejumlah SPBU di beberapa daerah di Sulawesi Selatan yang belakangan terjadi, pihaknya membantah bahwa antrian tersebut karena mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak. Namun antrian itu disebabkan kebutuhan masyarakat yang melonjak, untuk itu pula pihaknya berjanji akan segera melakukan penanganan.

Read More >>

Kunjungan Kerja Pemprov. Banten di Sulawesi Selatan

Bertempat di Ruang Data Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis, 15 Maret 2012  berlangsung acara Kunjungan kerja Sekertaris Daerah Provinsi Banten, Bapak Ir. Muhadi, M.SP bersama rombongan dan diterima  Sekertaris Provinsi Sulawesi, H. Andi Muallim mewakili Gubernur Sulawesi Selatan. Turut hadir,  Kepala Dinas Kehutanan Prov. Sulsel, Kepala Biro Napsa dan HIVProv. Sulsel, Kepala Biro Aset Daerah Prov. Sulsel, Kepala Biro Kerjasama Prov. Sulsel, Kepala Biro Hukum dan HAM Prov. Sulsel, Kepala Satpol PP Prov. Sulsel , Kepala Biro Kesra Prov. Sulsel, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan & KB Prov. Sulsel, Kepala Balitbanda Prov. Sulsel serta Kabag/Kasubag. Badan/Biro lingkup Pemprov. Sulsel.

Menurut, Bapak Ir. Muhadi, M.SP bahwa Sulawesi Selatan adalah gubernur yang banyak mendapat penghargaan dibanding daerah lain untuk itu kami berkunjung ke Sulsel untuk sharing dan untuk mengetahui kiat-kiat apa yang dilakukan Pemprov. Sulsel sehingga mendapat penghargaan yang begitu banyak dari segala bidang sektor antara lain baik pertanian, maupun bidang - bidang yang lainnya. Sedangkan provinsi Banten adalah provinsi yang baru dibuka pada tahun 2000 dan baru mendapatkan 25 penghargaan untuk itu kami akan belajar agar bisa mendapat gelar Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Sementara, itu Sekertaris Provinsi Sulawesi, H. Andi Muallim berharap kunjungan ini dapat bermanfaat pada kedua belah pihak dan pada kesempatan ini akan menyampaikanbeberapa hal yang terkait dengan Kinerja Pelaksanaan Pembangunan yang dilandasi Visi Pembangunan Sulawesi Selatan yaitu Sulawesi Selatan sebagai Provinsi Sepuluh Terbaik Dalam Pemenuhan Hak Dasar. Adapun hasil pembangunan di Sulawesi Selatan semakin baik yang ditandai dengan Produk Domestik Regional Bruto atas harga berlaku dimana capaian jumlah uang beredar pada tahun 2011 mencapai kurang lebih Rp.137 triliun meningkat sebesar 17 persen dari kurang lebih 117 triliun pada tahun 2010. Hal ini diikuti dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 sebesar 8,18 persen menjadi 8,32 persen pada tahun 2011.

Adapun Pendapatan perkapita masyarakat Sulawesi Selatan juga memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan dalam kurun waktu 2 tahun yaitu 2009 mencapai rata-rata 12,63 juta rupiah, pada tahun 2010 mencapai rata-rata 14,67 juta juta rupiah dan pada tahun 2011 telah mencapai rata-rata 16,82 juta rupiah. Dari sector ketenagakerjaan juga telah dicapai suatu keberhasilan yang cukup baik dimana pengangguran mengalami penurunan sehingga pada tahun 2011  angka pengangguran mencapai 6,56 % dibandingkan tahun 2010 yang masih terdapat 8,37 %. Sedangkan penetapan Upah Minimum Regional Prov. Sulawesi Selatan meningkat sebesar 10 % dari Rp.1.000.000,- pada tahun 2010 menjadi Rp.1.100.000,- pada tahun 2011. Rakyat Miskin di Sulawesi Selatan mengalami penurunan dari 913,400 jiwa (11,60 %) pada tahun 2010 menurun jadi 832.900 jiwa (10,29 %) pada tahun 2011.

Capaian lain terjadi peningkatan produksi beberapa komoditas unggulan dan peningkatan sector-sektor lainnya antara lain dari sektor pertanian produksi beras tetap dapat mempertahankan surplus beras 2 juta ton dengan produksi pada tahun 2010 sebesar 2,77 juta ton, dan pada tahun 2011 dapat melampaui surplus 2 juta ton sebesar 2,90 juta ton beras, produksi jagung tahun 2010 sebesar 1,34 juta ton dan tahun 2011 meningkat menjadi 1,41 juta ton, sedangkan produksi kakao tahun 2010 sebesar 173,56 ribu ton dan meningkat sebesar 196,69 ribu ton pada tahun 2011 sedangkan populasi sapi tahun 2010 sebesar 849.000 ekor meningkat menjadi 1.017 ekor pada tahun 2011. Pada sector perikanan komoditi unggulan udang produksi tahun 2010 sebesar 19.070 ton dan meningkat sebesar 26.240 ton pada tahun 2011, rumput laut produksi tahun 2010 sebesar 1.076 ribu ton meningkat menjadi 1.644 ribu ton  tahun 2011. Dalam hal penataan ruang di Sulawesi Selatan diatur melalui Perda No.9 tahun 2009 tentang RTRW Prov. Sulsel. Perda ini merupakan RTRW pertama di Indonesia yang merujuk UU no.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang hingga tahun 2011 terdapat 6 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang memiliki Perda RTRWK yakni Kabupaten Luwu Timur, Luwu, Luwu Utara, Kota Pare-pare, Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Enrekang.

Read More >>

Rabu, 14 Maret 2012

Sulsel Dorong Pelabuhan Garongkong Masuk MP3EI

Rabu, 14 Maret 2012

Makassar - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mendorong pengembangan Pelabuhan Garongkong di Kabupaten Barru masuk dalam program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).  
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Rabu, mengatakan, pemerintah provinsi berharap dengan masuknya rencana pengembangan pelabuhan tersebut dalam program MP3EI, dapat diperoleh dukungan anggaran sekitar Rp200 miliar.
"Kita dorong tahun ini, program ini kan percepatan," ujarnya usai dialog kupas tuntas peluang dan tantangan implementasi program MP3EI Koridor Sulawesi yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulsel.

Ia mencontohkan, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Makassar sudah sangat padat. Setiap hari terdapat sekitar 20-30 kapal yang berlabuh dan mengantre hingga tiga atau empat hari.

Dengan demikian, tambahnya, pengembangan-pengembangan kapasitas dan fasilitas infrastruktur pelabuhan sudah sangat dibutuhkan.

Sementara itu Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulistio mengatakan, pengembangan infrastruktur menjadi salah satu hal yang sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian khusus dalam program MP3EI.

"Itu yang membuat biaya logistik kita menjadi mahal karena kita tidak memiliki sarana untuk menampung produk-produk yang sifatnya curah," katanya.

Dia mencontohkan, mengirim barang dari China ke Indonesia lebih murah dari Makassar ke Jakarta.

" Hal-hal seperti ini yang perlu kita benahi. Pekerjaan rumah kita banyak dalam bidang infrastruktur, harus dipercepat dengan semangat dari MP3EI," jelasnya.

Menurutnya, secara nasional kondisi infrastruktur masih sangat minim seperti pelabuhan. Untuk itu, pihaknya meminta setiap koridor dalam pelaksanaan program lebih fokus dalam percepatan sarana-sarana infrastruktur, salah satunya pelabuhan karena berkaitan erat dengan daya saing.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37239/sulsel-dorong-pelabuhan-garongkong-masuk-mp3ei
Read More >>

Pemerintah Provinsi Sulsel Mendapat Kucuran Anggaran dari APBN Tahun 2012

Untuk program pencapaian swasembada daging nasional, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendapat kucuran anggaran sebesar Rp 30 miliar dari APBN tahun 2012.  Anggaran tersebut merupakan dukungan pemerintah pusat untuk mencapai swasembada daging sapi  dan kerbau nasional tahun 2012. Hal tersebut disampaikan  Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, H. Murtala Ali, Selasa 13 Maret 2012.
Tahun ini Direktorat Jenderal Peternakan Kementrian Pertanian menargetkan peningkatan populasi ternak di Sulsel, baik sapi maupun kerbau. Kita targetkan untuk sapi maupun kerbau hingga 1 juta 80 ribu ekor, pihaknya mengaku optimis bakal mencapai target yang diberikan oleh pemerintah pusat sebelum akhir tahun 2012 ini. Sebab hingga Februari lalu populasi sapi  dan kerbau di Sulsel telah mencapai 1 juta 21 ribu ekor. Selain itu ia juga menjelaskan bahwa khusus untuk pengembangan kerbau di Sulsel pihaknya fokus  pada 8 Kabupaten/Kota di antaranya  Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, Bone, Takalar, Bantaeng, Soppeng dan Wajo.
Bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan penyediaan pangan hewan yang aman,sehat dan halal.   Bantuan dana pencapaian swasembada daging sapi kerbau, itu diberikan langsung ke rekening kelompok  di kabupaten dan pemanfaatanya akan diawasi langsung oleh Dirjen Peternakan sebagai bentuk keseriusan meningkatkan stok daging nasioanal. Program ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap daging import. Sementara untuk pemanfaatan dananya, lanjut dilakukan dalam bentuk peningkatan populasi ternak, produksi pakan, pengendalian dan penanggulangan penyakit, serta pemberian pelatihan kepada kelompok ternak.

Read More >>

Rapat Pemantapan Pelaksanaan MTQ Tk.Prov.Sulsel

Pemantapan pelaksanaaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di pimpin oleh Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, H. A. Muallim di Ruang Data Kantor Gubernur Sulsel, Rabu 14 maret 2012. Persiapan pelaksanaan MTQ di kabupaten Sinjai semuanya sudah rampung.
Pada rapat tersebut duibahas tentang kesiapan panitia pelaksana pemondokan sudah disiapkan 425 rumah pendduduk, satu kontingen terdiri dari 40 orang jadi 1 setiap kabupaten mendapat jumlah pemondokan yang berbeda. Mengenai air sudah disiapkan dari PDAM dan sudah disiapkan penampungan air setiap rumah, begitu juga listrik sudah disiapkan genset.
Tanggal 23 Maret 2012 rencananya dilaksanakan malam Taaruf (malam ramah tamah)  sekaligus pelantikan dewan hakim yang menampilkan qasidah dan tarian massal. Tanggal 24 Maret 2012 dilaksanakan pawai yang diikuti oleh semua kontingen dan lomba kafila, dan setelah pawai dilanjutkan pembukaan pameran yang diikuti seluruh kab/kota, penutupan pameran tanggal 30 Maret 2012.
H. A. Muallim selaku penanggung jawab umum pada pelaksanaan MTQ mengharapkan pada pameran tersebut nantinya dipamerkan Alquran yang ditulis tangan, tasbih dan semua yang berhubungan dengan religi.

Read More >>

Tahun Ini, Sulsel Bangun 10 Jembatan dari APBN


RABU, 14 MARET 2012


 
MAKASSAR,  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terus berupaya melakukan pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2012 ini. Selain jalan penghubung antar kabupaten, tahun ini pemprov akan membangun sekitar 10 jembatan di beberapa kabupaten/kota.
Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulsel, Abdul Latief, di kantornya, Selasa, 13 Maret, mengatakan, tahun ini pihaknya akan merealisasikan pembangunan 10 jembatan dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2012.
“Secara nasional dari APBN, kita ada penanganan jalan berkala 14 paket. Seperti, rekonstruksi jalan sebanyak delapan kegiatan, pelebaran jalan 18 unit dan termasuk pembangunan jembatan ada 10 unit.
Sehingga, total jumlah paket ada 50 kilometer. Ini sudah disiapkan total anggaran Rp821 miliar,” jelas Abdul Latief.
Dia menambahkan, 10 jembatan tersebut, di antaranya ada di Kabupaten Luwu, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Sidrap, Bone, Wajo, dan Kota Makassar.
“Tahun ini kita ada penanganan jembatan, ada di beberapa kabupaten. Seperti, jembatan COI (Centrapoin of Indonesia) di Kota Makassar dan Jembatan Solo di perbatasan Wajo dan Bone,” katanya.
Selain itu, ia juga mengaku bahwa ada sejumlah pembangunan jalan yang dilakukan untuk penyelesaian. Salah satunya, pengerjaan jalan poros Maros-Parepare yang saat masih tersisa sekitar 7,5 kilometer.
“Maros-Parepare yang panjangnya 122 kilometer, tahun ini saya kira kita sisa menangani sekitar 7,5 kilometer. Beberapa jembatan (pada poros Maros-Parepare) tahun ini juga akan kita laksanakan,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya telah mempersiapkan dana sebesar Rp170 miliar lebih untuk merampungkan pengerjaan jalan tersebut.
“Kita menyiapkan dana sebesar Rp170 miliar lebih. Dan memang ada lahan sekitar tiga kilometer yang sementara kita negosisasikan, paling tidak ini sudah bisa hampir selesai pada akhir tahun ini,” jelasnya.
Pembangunan jembatan pada poros tersebut diperkirakan akan selesai pada awal tahun 2013.
Read More >>