Sabtu, 24 Maret 2012

Gubernur Prioritaskan Akselerasi Kesehatan

SABTU, 24 MARET 2012

Ketua PPNI Sulsel Terharu Syahrul Datang
 

Makassar, —Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, pihaknya senantiasa memprioritaskan akselerasi di bidang kesehatan. Dokter, perawat, dan apoteker, harus menjadi pilar utama. Hal itu diungkapkan gubernur usai membuka Seminar Nasional Keperawatan dan Musyawarah Provinsi VI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulsel, yang digelar di Hotel Grand Clarion, Sabtu (24/3).
“Dokter, perawat dan apoteker harus menjadi pilar utama dalam akselerasi di bidang kesehatan,” kata Syahrul.
Syahrul juga mengapresiasi hadirnya PPNI sebagai organisasi profesi. Ia pun berpesan, agar musyawarah daerah yang diselenggarakan menjadi bentuk sosialisasi berpikir antar seluruh pengurus untuk menemukan apa yang sebaiknya dilakukan agar PPNI bisa berperan maksimal.
“Musda harus bisa melahirkan konsolidasi dan konsepsi atau agenda-agenda intelektual,” ujarnya.
Gubernur mengungkapkan, ada beberapa prioritas yang harus dibangun untuk menciptakan PPNI yang bisa bekerja maksimal untuk rakyat. Antara lain, bagaimana membangun agenda intelektual sehingga perawat makin profesional dalam sebuah sistem kesehatan. Musda juga harus menemukan manajemen profesi keperawatan yang efektif dan efisien dan menciptakan perawat-perawat yang kuat.
“Saat ini masyarakat kita semakin membutuhkan rumah sakit dengan fasilitas yang memadai, tenaga medis dan paramedis, serta perawat-perawat profesional,” imbuhnya.
Sementara, Ketua PPNI Sulsel Drs H Hasruddin Djamal PhD, sangat terharu bahkan sampai menangis ketika membacakan sambutannya. Pasalnya, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo bersedia meluangkan waktunya untuk datang ke acara tersebut.
“Saya sangat berterima kasih Pak Gubernur mau datang ke acara profesi kami. Selama ini, sangat jarang pejabat tertinggi di daerah ini yang datang meskipun kami undang. Hal ini menunjukkan kalau Pak Gubernur memperhatikan kami. Terima kasih Pak Gubernur,” ucapnya.
Hal senada dikatakan Dewan Pembina PPNI Pusat Prof Dr Achir Yani S Hamid. Menurutnya, suatu kehormatan ketika pejabat tertinggi di pemerintahan bisa hadir dalam acara profesi PPNI.
“Saya dua periode menjabat, sangat susah mendatangkan gubernur. Semoga gubernur lain di Indonesia, bisa mencontoh gubernur Sulsel yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap para perawat yang ada di Sulsel,” terangnya.
Prof Achir Yani juga memuji Save Program di Sulsel yang berjalan dengan sangat baik ketika terjadi bencana. Tidak hanya menyiapkan relawan, tenaga kesehatan, tetapi juga dapur-dapur umum untuk para korban.
“Apapun kebijakan ke depan yang diberlakukan, kami selalu berharap memberikan yang terbaik untuk masyarakat di Sulawesi Selatan,” imbuhnya.
Read More >>

Realisasikan Bypass

SABTU, 24 MARET 2012 

alt
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terus berupaya untuk mengerjakan pembangunan bypass Makassar-Gowa yang masuk sebagai kawasan strategi nasional (KSN) Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata).
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, mengharapkan, dengan sosialisasi yang dilakukan itu bisa mendapat dukungan warga dalam hal pembebasan lahan untuk pembangunan jalan bypass tersebut.
Hal itu dikatakan Agus terkait hasil rapat koordinasi Mamminasata dengan Pemerintah Kabupaten Maros pada Rabu 21 Maret lalu.
“Hanya sosialisasi, saya memang sengaja datang ke Maros, perangkat desa dan lurah tolong sampaikan kepada warga terutama yang akan kena proyek ini, jangan ada spekulasi,” jelas Agus, di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, 23 Maret.
Hal itu dilakukan karena belakangan ini maraknya spekulasi harga lahan yang terkena pembangunan jalan. Agus mencontohkan, hal yang sama terjadi saat pengerjaan Jalan Letjen Herstasning Makassar yang pembebasan lahannya dahulu hanya Rp50 ribu per meter.
“Ini yang terjadi, buktinya sekarang harga lahan di sana sudah mencapai Rp1,5 juta. Sebenarnya masyarakat diuntungkan kalau dibuat jalan. Saya bilang, sampaikan pada warga jangan dulu jual tanahnya, jual ke pemerintah dulu yang mau dilewati jalan. Kalau setelah itu simpan yang lain, saya rasa tidak sampai dua tahun akan kembali lebih,” lanjutnya.
Rencana pembangunan jalan bypass di KSN Mamminasata tahun ini masuk tahapan identifikasi dan inventarisasi lahan menyusul telah rampungnya Detail Enggineering Design (DED) pada 2011.
Untuk identifikasi dan inventarisasi lahan tersebut setiap kabupaten dan kota yang masuk dalam kawasan tersebut diminta membuat tim sembilan untuk melakukan pembebasan lahan.
Pengerjaan bypass saat ini dalam tahapan survei garis jalan. Setelah survei dilakukan, perancangan kemudian pembebasan lahan dan pembangunan dilakukan.
Read More >>

Jumat, 23 Maret 2012

Pemprov Jamin Harga Beras Stabil


Jumat, 23 Maret 2012
 
MAKASSAR – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 1 April mendatang, tidak akan berdampak pada harga beras. Dinas Pertanian,Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel menjamin harga beras akan tetap stabil di pasaran dalam beberapa bulan ke depan. 


Kepala Dinas Pertanian,Tanaman Pangan, dan Holtikultura Lutfi Halide mengatakan, isu kenaikan harga BBM memang telah memengaruhi harga bahan kebutuhan pokok.Namun khusus harga beras,dia optimistis akan tetap dikontrol karena tingginya produksi beras di Sulsel. “Insya Allah kami bisa pertahankan harga.Apalagi, kami kan juga sudah hitung-hitung dengan dinaikkannya harga HPP (harga pembelian pemerintah),” ujar dia kepada wartawan, kemarin. 

Menurutnya, jika ke depan kenaikan harga beras sudah tidak dapat ditoleransi, pihaknya berjanji akan segera menurunkan tim pengendali di lapangan agar harga tetap stabil. Sementara itu, menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi hingga beberapa bulan ke depan, dia optimistis produksi beras di Sulsel tetap mengalami surplus hingga 2 juta ton. Dia menyebutkan,hujan deras tersebut dapat dimanfaatkan dengan membuka sawah tadah hujan yang baru sehingga produksi beras di beberapa kabupaten dapat tetap terjaga.

“ Pengalaman waktu 2010, cuaca juga cukup ekstrem dan kami bisa memanfaatkan lahan sawah tadah hujan agar bisa ditanami,” paparnya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel. Pada musim tanam April 2012,memungkinkan akan lebih banyak sawah tadah hujan yang tidak terencana akan ditanami petani.“Yang jelas, kami tetap targetkan surplus produksi 2 juta ton”. “Diharapkan dari jumlah tersebut, Bulog minimal bisa menyerap 526.000 ton beras milik petani,”ujarnya. Tahun lalu, produksi beras di Sulsel mencapai 4,8 juta ton dengan surplus beras sekitar 2,5 juta. 

Dari luas areal tanam sekitar 963.000 ha yang ditetapkan pada 2012, target produksi padi diharapkan mencapai 5,2 juta ton. Badan Ketahanan Pangan Sulsel Asri Agung Pananrang mengaku, pihaknya menyiapkan cadangan beras seberat 75 ton untuk menjamin stok ketahanan pangan sepanjang 2012 di daerah ini. Pengadaan beras cadangan ini dialokasikan anggaran Rp500 juta yang bersumber dari APBD Sulsel 2012. Pemerintah Pusat juga membantu Rp200 juta untuk melakukan pembinaan dan monitoring. 

Read More >>

Kamis, 22 Maret 2012

Sulsel Optimistis Produksi Padi Dapat Terjaga

Kamis, 22 Maret 2012

 
Makassar - Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) optimistis produksi padi dapat terjaga menghadapi kondisi cuaca tak menentu.

"Pengalaman 2010, dengan curah hujan tinggi kita bisa manfaatkan lahan sawah tadah hujan bisa ditanami padi," kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulsel Luthfie Halide di Makassar, Kamis.

Pada 2010, pertambahan areal tanam dari lahan sawah tadah hujan mencapai lebih dari 100 ribu hektare. Jika curah hujan masih terus tinggi, diharapkan lahan tersebut dapat kembali dimanfaatkan. 
"April kita masuk musim tanam 2012, kalau curah hujan tinggi berarti banyak lahan yang tidak kita rencanakan bisa kita tanami kembali," katanya yang menambahkan pada Maret 2012, panen raya padi di Kabupaten Barru menghasilkan 9,6 ton.
Total lahan sawah tadah hujan di Sulsel mencapai 400 ribu hektare, 60 persen diantaranya berada di sektor timur seperti Kabupaten Wajo dan Bone. "Di Wajo misalnya, lahannya mencapai 86 ribu hektare yang irigasi teknis paling tinggi 30 ribu hektare," tambahnya.

Pihaknya juga mengaku optimistis, Sulsel dapat tetap mendukung program surplus produksi 10 juta ton beras nasional.

"Yang jelasnya kita tetap targetkan surplus produksi dua juta ton. Diharapkan, dari jumlah tersebut Bulog (Badan Urusan Logistik) minimal bisa serap 526 ribu ton," jelasnya. 
Namun, lanjut dia, Bulog terkendala dengan harga pembelian di lapangan yang lebih tinggi dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
"Hanya memang kendala sekarang dihadapi Bulog harga di lapangan lebih tinggi dari HPP. HPP Rp3.350, di lapangan harga gabah Rp3.500," ujarnya.

Selain itu, terkait rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), ia juga meyakini ketersediaan beras Sulsel dapat menjaga stabilitas harga. "Bisa, InsyaAllah bisa mempertahankan harga. Kita hitung-hitung dengan kenaikan HPP ini, bisa," katanya.

Produksi padi Sulsel pada 2011, mencapai 4,8 juta ton dengan surplus beras sekitar 2,5 juta. Dari luas areal tanam sekitar 963 ribu hektare yang ditetapkan pada 2012, target produksi padi diharapkan mencapai sebesar 5,2 juta ton.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37482/sulsel-optimistis-produksi-padi-dapat-terjaga
Read More >>

Rabu, 21 Maret 2012

Setoran Pajak Sulsel Ditarget Rp9 Triliun

Rabu, 21 Maret 2012 

MAKASSAR, -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Lompo mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk sadar pajak sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan nasional.

"Ekonomi kita semakin baik, maka pajak kita juga harus semakin baik. Itu membuktikan bahwa kita merupakan warga negara yang baik," kata Syahrul saat menyampaikan sambutan pada acara Pekan Panutan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Tahun Pajak 2011 di Kanwil Direktotrat Jederal Pajak Sulselbartra, Selasa, 20 Maret.

Syahrul juga berharap agar dinamika nasional yang terjadi di Indonesia jangan sampai memengaruhi stabilitas keamanan dan ketenteraman di Sulsel.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak Sulselbartra, Elling Budi Prayitno menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulsel, petinggi institusi pemerintah dan swasta serta seluruh lapisan masyarakat yang taat melaksanakan wajib pajak.

"Pajak ini merupakan wujud kepedulian karena secara otomatis membantu dalam upaya mencapai kesejahteraan rakyat," katanya.

Selain gubernur, beberapa tokoh dan petinggi lembaga Sulsel juga turut menyerahkan SPT tahunannya. Mereka antara lain Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnain Arief, pimpinan DPRD Sulsel, perwakilan Pangdam VII Wirabuana, perwakilan Ketua Pengadialan, dan Ketua Kejaksaan.

Menurut Elling, keberhasilan Sulsel menjadi peringkat empat besar nasional untuk setoran pajak merupakan keberhasilan berkat dukungan semua pihak, utamanya pemerintah. Dia menyebutkan, 2010 lalu, setoran pajak Sulsel mencapai Rp7 Triliun lebih dan diprediksi meningkat menjadi 9,14 triliun tahun ini.

"Kami yakin bisa mencapai Rp9,14 triliun. Selama ini kami terus berinovasi dan melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat taat pajak, termasuk upaya jemput bola yang kami lakukan. Hasilnya, setiap tahun kami bisa melampaui target yang diberikan pusat," kata Elling menjelaskan usai acara. 



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120320203842-setoran-pajak-sulsel-ditarget-rp9-triliun
Read More >>

Pemprov Siap Uji Agar Jaya, Apiaty, dan Sittiara

RABU, 21 MARET 2012 17:17

Diminta Lengkapi Berkas Persyaratan Calon Sekkot Makassar
 MAKASSAR,  – Tiga pejabat Pemerintah Kota Makassar tetap bersaing dalam pe­rebutan kursi Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar.
Hanya saja, keti­ganya belum melengkapi persyaratan yang diminta sebelum mengikuti uji kelayakan (fit and proper test) di instansi terkait Pemerintah Provinsi Sulsel.
Mereka adalah Asisten I Bidang Pemerintahan Agar Jaya,  Asisten III Bidang Keuangan Sittiara, serta Asisten IV Bidang Pemberdayaan
Masyarakat Apiaty Kamaluddin yang juga istri dari mantan Gubernur Sulsel Amin Syam.
Sebelumnya, tiga calon sekkot tersebut diajukan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Namun, informasi yang berkembang, Agar Jaya memiliki peluang yang lebih besar dari dua calon lainnya.
Apalagi, saat ini, Agar sudah dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Sekkot Makassar menggantikan Anis Zakaria Kama yang memasuki masa pensiun.
Penentuan untuk memastikan kapan uji kelayakan kepada ketiga kandidat sampai saat ini belum diagendakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel karena persyaratan yang belum lengkap.
Kepala Badan Kepegawai­an Daerah (BKD) Sulsel, A Murny Amien Situru, menjelaskan, alasan tidak dijadwalkannya uji kelayakan tersebut karena ada sejumlah persyaratan yang tidak dilengkapi oleh mereka.
“Kalau semua berkas yang dipersyaratkan tidak dipenuhi, bagaimana kita bisa memastikan jadwal itu (fit and proper test),” kata Murny, di kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 20 Maret.
Beberapa persyaratan yang harus dilengkapi di antaranya berkas ijazah pendidikan terakhir, piagam latihan kepemimpinan nasional (latpimnas), serta pengajuan visi misi dari untuk menjadi pejabat defenitif sebagai Sekkot Makassar.
Dia juga mengatakan bahwa setelah semua persyaratan dilengkapi, maka pihaknya akan melakukan penyusunan agenda untuk tes wawancara dan pemaparan visi misi bagi setiap calon.
Tim penguji calon sekkot tersebut terdiri dari beberapa pejabat terkait di Pemprov Sulsel dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) A Muallim.
Ia juga menjelaskan bahwa semua yang masuk dalam tim penguji nantinya akan memberikan nilai kepada masing-masing kandidat, kemudian diurut berdasarkan ranking lantas dikirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk ditetapkan siapa yang layak menjabat Sekkot Makassar. 

Read More >>

Selasa, 20 Maret 2012

TNI/POLRI-Dilibatkan Awasi Bahan Pokok


Selasa, 20 Maret 2012

 
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melibatkan Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar dan Komando Daerah Militer (Kodam) VII/Wirabuana untuk mengawasi penyaluran dan ketersediaan bahan pokok,menjelang kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada April 2012.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan,dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengumpulkan Kapolres dan Dandim di 24 kabupaten/- kota untuk pengamanan stok bahan pokok strategis tersebut. “Kami akan rapat bersama untuk mengamati kepekaan dini terhadap situasi yang ada, termasuk pengawasan bahan pokok menjelang naiknya harga BBM,” papar dia seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo dan Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Muhammad Nizam di ruang kerja Gubernur,kemarin.

Pengawasan itu untuk mengantisipasi adanya oknum-oknum yang memanfaatkan kenaikan harga BBM me-lakukan penimbunan terhadap kebutuhan bahan pokok strategis. Selain menggandeng TNIPolri, Syahrul juga meminta kabupaten/ kota dan para tokoh masyarakat di daerah untuk bisa bersama-sama melakukan pengawasan rutin di lapangan.

“Pokoknya kami akan bahas semua aspek. Kami harapkan dapat mengendalikan dalam situasi apa pun,” ujarnya kepada wartawan. Saat disinggung mengenai kesiapan pembentukan desk BBM,Ketua DPD I Golkar Sulsel ini mengatakan,tim ini bisa spesifik mengatur ketersediaan bahan bakar di 24 kabupaten/ kota. Dalam desk BBM tersebut, Syahrul juga berharap Pertamina masuk dalam tim tersebut sehingga TNI-Polri memonitoring apa saja kesulitan dalam distribusi.

Dengan begitu, tak ada lagi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) “Kami akan duduk bersama- sama memonitoring apa kesulitan distribusi ke Pangkep dan Selayar dan apa tindakan yang harus dilakukan,” tuturnya. Pekan lalu, Syahrul mengaku, desk BBM ini terdiri atas lima unsur, Pemprov Sulsel, Polda Sulselbar,Kodam VII/Wirabuana, PT Pertamina Regional VII Makassar, serta forum Komunikasi Intelijen Daerah (Kominda) Sulsel.

Selain mengantisipasi penimbunan bahan pokok dan BBM menjelang naiknya BBM, satgas juga ditugaskan menjaga sejumlah kabupaten/kota di Sulsel, utamanya Kota Makassar, tetap dalam situasi kondusif. “Kami bangun desk bersama. Di dalamnya ada satgas yang akan memantau semua gejala yang terjadi di tengah masyarakat,” tandas Syahrul, kemarin.

Read More >>

Gubernur Resmikan Ruang VVIP Labuang Baji

Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, Senin, 19 Maret 2012 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji meresmikan penggunaan ruang VVIP. Dari tiga ruang VVIP Baji Dakka yang diresmikan salah satunya diberikan nama Mamminasa Baji.  

Menurut Syahrul Yasin Limpo, pelayanan rumah sakit merupakan hal yang utama dan sangat penting untuk diperhatikan. Pelayanan prima harus diberikan kepada para pasien agar rumah sakit ini dikenal sebagai rumah sakit yang bersahabat. Berikanlah senyuman kepada pasien dan juga harus ramah sehingga pasien merasa jatuh cinta kepada kita.

Sementara Direktur RSUD Labuang Baji, dr. Enrico Merentek mengatakan, pelayanan kepada masyarakat akan dilakukan secara prima dengan dilengkapinya alat-alat medis yang super canggih dengan standar internasional.

Read More >>

Peresmian Rumah Sakit Siti Fatimah Jadi Rumah Sakit Digital

Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo meresmikan Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Siti Fatimah menjadi rumah sakit pertama di kawasan timur Indonesia yang pelayanannya dengan sistem digital, Senin 19 Maret 2012. RSKD Siti Fatimah juga ditetapkan sebagai rumah sakit tanpa asap rokok dan rumah sakit yang mendukung Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI Eksklusif, yang merupakan program pemerintah. Pasien rumah sakit harus berkolerasi dengan tegnologi yang maju.

Direktur RSKD Siti Fatimah, Dr Leo Prawirodiharjo, SpOg (K), Mkes, MM, PhD mengatakan, pihaknya akan senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan mutu dan profesionalitas pelayanan. Peningkatan pelayanan dilakukan selain dengan menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang semakin modern, juga  meningkatkan profesionalisme pelayanan kesehatan atau sumber daya manusia.

Dr. Leo menjelaskan khusus mengenai sistem digital saat pertama mendaftar, pasien langsung dicatat di computer yang bisa diakses kesemua bagian di rumah sakit itu. Termasuk poliklinik, apotik, ruang gawat darurat, kamar bersalin dan lain-lain. Laboratorium juga sudah tahu pasien mau diperiksa apa, jadi pasien cepat terlayani.

Read More >>

Senin, 19 Maret 2012

Perda ASI Eksklusif Dinilai Efektif

SENIN, 19 MARET 2012 

 
MAKASSAR, — Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rachmat Latief menyatakan, Per­aturan Daerah (Perda) Air Susu Ibu (ASI) mulai efektif diberlakukan di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Bahkan kata dia, sosialisasi gencar dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya ASI bagi pertumbuhan bayi. 
“Sudah lumayan efektif, sekarang sudah ada pojok ASI di beberapa fasilitas umum seperti bandara dan di mall. Karena memang itu harus ada. Ada juga beberapa ibu-ibu itu yang langsung pulang karena kantornya yang dekat dari rumah, kayak begitu kan sudah efektif juga,” katanya,
Minggu, 18 Maret.
Kebijakan tersebut, lanjut Rachmat, telah diberlakukan sejak beberapa tahun dan sampai sejauh ini pihak­nya telah melakukan sosialisasi, di antaranya melalui surat, penyampaian tertulis atau pamflet, pelatihan dan penyuluhan.
“Semua sudah kami lakukan. Makanya semua fasilitas umum sudah harus ada pojok ASI baik itu di kantor-kantor atau di mall dan itu sudah kami sosialisasikan persyaratannya,” jelasnya.
Meski demikian, Rachmat tetap berharap kepada Dinas Kesehatan di seluruh kabupaten/kota untuk tetap melakukan sosialisasi terkait hal tersebut sampai ke masyarakat.”Itu karena di masing-masing daerah  bermacam-macam adat istiadat-nya. Makanya kebijakan ini kami tetap kemas, tinggal daerah yang terjemahkan sendiri,” kata dia.
Pasalnya, menurut Rachmat, ada orang yang mau menyusui bayinya tetapi karena adatnya, sehingga tidak mau menyusui di fasilitas umum. Termasuk adat yang biasa ada bahwa bayinya tidak bisa turun rumah, sehingga memilih untuk kembali ke rumah. “Pokoknya ada bermacam adatlah,” singkatnya.
Diketahui sebelumnya, Dinkes Sulsel telah mewajibkan tempat umum menyediakan sarana pemberian air susu ibu (ASI) atau tempat menyusui ASI eksklusif. Kewajiban ini sebagai bagian implementasi Peraturan Daerah Provinsi Sulsel Nomor 6 Tahun 2010 tentang ASI Eksklusif.
Bagi yang tidak menyiapkan pojok ASI itu, tegas Rachmat, akan dipertimbangkan untuk pemberian sanksi. “Namanya wajib tentu terkait perizinan, jadi kalau di dalam perizinan itu tidak mencantumkan pojok laksasi, tentu akan dipertimbangkan diberikan izinnya. Artinya dalam izin itu harus sudah lengkap di dalamnya,” jelasnya.
Kemudian, lanjut Rachmat, jika izin mall itu sudah terbit sebelum peraturan ini terbit, maka harus disupervisi kembali oleh masing-masing Dinas Kesehatan pada kabupaten/kota terkait. Peraturan ini, tambah dia, kedepan pemberian ASI eksklusif akan tersosialisasi sampai ke level paling bawah bahkan sampai ke rumah tangga untuk memberikan pemahaman.
Read More >>

Gubernur Sulsel : pendidikan pilar peradaban

Senin, 19 Maret 2012 



Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo 

Makassar  - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan tidak ada yang dapat menyangkali bahwa kemajuan suatu bangsa dan negara sangat ditentukan pendidikan serta ekonomi dan pendidikan menjadi pilar moral dan peradaban bangsa.

"Oleh sebab itu, pembangunan ekonomi sangat penting, sebab dengan pertumbuhan ekonomi yang baik (Sulsel 8,6 persen) akan membuat penduduknya cerdas," kata Gubernur Syahrul Yasin Limpo pada Deklarasi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2011/2012 di Kampus Unhas Tamalanrea Makassar, Senin.

Deklarasi itu juga dihadiri wakil dari Kemendikbud Prof Dr Hery Anwar (Balitbang Kemendikbud), Rektor Unhas Prof Dr Idrus A Paturusi dan sejumlah perwakilan dinas/guru seluruh tingkatan sekolah di Sulsel.

Sejumlah perwakilan pemangku kepentingan pendidikan, termasuk salah seorang siswa SMAN 21 Muhammad Ikramullah, membacakan ikrar pelaksanaan ujian nasional secara jujur dan berprestasi agar dalam penilaian UN sesuai kemampuan peserta didik dan untuk meningkatkan masyarakat menjadi bersih, jujur dan bertanggungjawab diperlukan masyarakat anti korupsi.

Menurut Gubernur, orang yang kaya dan cerdas akan banyak kerja keras untuk mencari banyak peluang, antara lain dengan memanfaatkan teknologi. Ekonomi yang baik akan menjadikan orang mampu melakukan terobosan-terobosan penting. Seorang terdidik akan membangun karakter, dan memiliki moral. Dalam hal ini, agama menjadi sangat penting. Jika tidak, orang akan mudah terjebak dalam tindak korupsi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel H.A. Patabai Pabokori melaporkan, Deklarasi ini diikuti peserta didik dari jenjang sekolah dasar hingga menengah sebanyak 150 orang, pendidik dari sekolah umum dan madrasah 80 orang, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota dan kepala kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Sulsel 48 orang dengan total peserta 500 orang.

Patabai Pabokori mengatakan, peserta dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2011/2012 di Sulsel tercatat 404.226 orang, terdiri atas SD/MI/SDLB sebanyak 164.539 murid, SMP/MTs/SMP LB 139.067 siswa, SMA/MA/SMA LB 69.344 siswa, dan SMK 33.286 siswa.

Sementara angka kelulusan SD/MI/SDLB tahun 2009 sebesar 95,12 persen, tahun 2010 sebesar 99,5 persen, dan tahun 2011 sebesar 100 persen. SMP/MTs/SMP LB, 94,22 persen (2009), 99,77 persen (2010), dan 99,83 persen (2011). MA/MA/SMA LB, 95,00 persen (2009), 95,25 persen (2010), dan 99,22 persen (2011). SMK, 96,21 persen (2009), 99,30 persen (2010), dan 99,41 persen (2011),

Nilai rata-rata SD/MI/SD LB 6,10 (2009), 6,86 (2010), dan 7,39 (2011). SMP/MTs/SMP LB, 6,29 (2009%), 7,64 (2010), dan 7,82 (2011). SMA/MA/SMA LB, 7,25 (2009), 7,32 (2010), dan 7,63 (2011), dan SMK 7,15 (2009), 7,21 (2010), dan 7,35 (2011).

Keberhasilan atas capaian angka kelulusan dan nilai rata-rata UN tersebut, kata Patabai Pabokori, merupakan salah satu dampak positif dari Pendidikan Gratis jenjang pendidikan dasar.

Angka Putus Sekolah (APS) SD sederajat 2,10 persen (2009), turun menjadi 1,72 persen tahun 2011. Sementara SMP sederajat tahun 2009 mencapai 1,55 persen menjadi 1,38 persen tahun 2011. 

Read More >>

Minggu, 18 Maret 2012

TB Day Aisyiyah Sulsel Dipusatkan di 4 Kota

Minggu, 18 Maret 2012 
MAKASSAR, - Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel akan menggelar peringatan Hari Tuberkulosis (TB) se-Dunia. Peringatan tersebut jatuh setiap tanggal 24 Maret mendatang. Aisyiyah Sulsel akan memusatkan peringatannya di empat Kabupaten/Kota se-Sulsel, yaitu Makassar, Gowa, Pinrang, dan Sidrap.

Ketua Pimpinan Wilayah `Aisyiyah Sulsel, Nurhayati Azis, mengatakan, keterlibatan Aisyiyah dalam penanggulangan TB karena panggilan teologis sekaligus panggilan kemanusiaan.

"Berdasarkan data WHO, di Indonesia setiap hari sekitar 300 orang meninggal karena TB. Setiap
tahun, lebih dari setengah juta pasien TB baru," ujarnya.

Koordinator Program TB Aisyiyah Sulsel, Wahriyadi, mengatakan bahwa melalui peringatan TB Day tahun 2012, Aisyiyah ingin mengajak berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyakit TB.

"Masyarakat bisa terlibat dengan mendorong penderita TB yang ada di lingkungan masing-masing agar mau berobat ke-unit Pelayanan Kesehatan terdekat, apalagi obatnya gratis. Disamping itu masyarakat bisa turut menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan TB," katanya.

Wahriyadi menambahkan, tahun ini Aisyiyah Sulsel akan menggelar peringatan TB Day dengan berbagai rangkaian kegiatan. Di antaranya,menggelar Talkshow TB, gerak jalan sehat, pengobatan gratis, membuat pojok TB di pusat-pusat keramaian, seminar kesehatan dan berbagai kegiatan lainnya.

"Kegiatan ini akan kami gelar mulai 24 Maret sampai 24 April 2012," katanya.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/03/18/tb-day-aisyiyah-sulsel-dipusatkan-di-4-kota
Read More >>

Sabtu, 17 Maret 2012

Kenaikan Harga BBM- Pemprov Optimistis Investasi di Sulsel


Sabtu, 17 Maret 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel optimistis rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) 1 April mendatang, tidak akan mengurangi minat investor asing dan nasional menanamkan modal.

2012 ini, Sulsel menargetkan realisasi penanaman modal dalam negeri( PMDN) sebesar Rp5 triliun, sedangkan penanaman modal asing (PMA) mencapai USD100 juta. “Kami optimistis investasi tidak akan berpengaruh terhadap kenaikan harga BBM tahun ini.Sekarang investasi kami sedang bagus-bagusnya sehingga tidak akan berpengaruh,” ujar Kepala Bidang Promosi dan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BPKMD) Sulsel Sukarniaty Kondolele,kemarin.

Menurut dia, kebijakan Pemerintah Pusat menaikkan harga BBM dianggap tidak berkorelasi langsung dengan permodalan dan investasi. Dampaknya itu baru sangat dirasakan pada bidang pariwisata dan perdagangan. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya rutin melakukan promosi di dalam negeri maupun luar negeri terhadap sejumlah bidang yang diunggulkan di Sulsel. “Investasi itu kebutuhannya besar dan jangka waktunya panjang. Tidak sama dengan pariwisata dan perdagangan. Investasi itu juga industri personal, bukan massal sehingga tidak akan terlalu berpengaruh besar,” papar dia saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel.

Menurut dia, saat ini beberapa calon investor asing sudah siap masuk di daerah ini. Hanya, sisa membutuhkan bagaimana keseriusan Pemprov Sulsel memuluskan masuknya investasi tersebut. Sementara itu,berdasarkan data yang dihimpun di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pemprov Sulsel,sepanjang 2012 ini terdapat dua investor dalam negeri yang mengajukan izin menanamkan modalnya di daerah ini. Keduanya, yaitu PT Sinar Gowa Industri yang bergerak di bidang industri makaroni dan mi, dengan nilai investasi Rp12,7 miliar.

Satu lainnya PT Baruga Astri Nusa Development yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Perusahaan ini rencananya mendirikan wahana warterboom di Kota Makassar dengan nilai investasi mencapai Rp150 miliar. “Saat ini sudah terdaftar tiga PMDN yang mendaftar di PTSP. Nilai investasi keseluruhan Rp167 miliar. Kami harap ini berlangsung mulus,” ujar Sukarniaty. Sementara untuk PMA, Kurniaty enggan menyebutkan sejumlah investor asing yang berniat.

Menurutnya, pendaftarannya tersebut dilakukan langsung di Kantor BPKM Jakarta.“Data investasi asing masuk di BKPM dan diumumkan per triwulan. Kami belum dapatkan datanya,” ujarnya. Sekretaris BKPMD Sulsel Suswati memaparkan, 2012 ini pihaknya telah menggandeng beberapa lintas sektoral dalam peningkatan business plan terhadap enam komoditas yang selama ini menjadi andalan di Sulsel. Komoditas yang akan dijual tersebut,yakni kakao,jagung, rumput laut,sapi,udang, serta beras.

“Kemungkinan yang banyak terealisasi tahun ini adalah penjajakan yang kami lakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Khususnya di bidang pembangkit listrik. Ini akan bertambah lagi,” pungkasnya di Kantor Gubernur Sulsel. 

Read More >>

Syahrul Rayakan Prestasi Sulsel dengan Zikir

Sabtu, 17 Maret 2012 


MAKASSAR, -- Jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggelar zikir dan doa bersama di Lapangan Karebosi, Jumat malam 16 Maret. Kegiatan itu dihadiri ribuan warga Makassar.

Zikir akbar yang dipimpin oleh Habib Mahmud bin Umar Alhamid ini dihadiri pejabat lingkup Pemprov Sulsel. Mereka antara lain Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Ketua DPRD, HM Roem, dan Sekprov Sulsel, HA Muallim.

Ketua MUI Sulsel, AGH Sanusi Baco dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya juga hadir memeriahkan zikir dan doa bersama itu.

Syahrul mengungkapkan, zikir dan doa ini digelar untuk merayakan berbagai prestasi yang telah diukir Sulsel dalam kurun waktu empat tahun kepemimpinannya di Sulsel.

"Zikir dan doa ini juga sebagai rasa syukur kita atas nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada warga Sulsel. Sulsel telah mendapat rahmat Tuhan yang berlimpah. Sulsel yang tetap aman. Ini semua harus disyukuri lewat zikir," ujar Syahrul.

Asisten III Pemprov Sulsel sekaligus penanggung jawab kegiatan, Amal Natsir mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk kesyukuran sekaligus ajang untuk memanjatkan doa bagi kelangsungan hidup warga Sulsel.

"Kita mau Sulsel tetap aman, damai, dan tetap diberkati. Kebetulan juga pada 16 Maret bertepatan dengan hari ulang tahun Pak Gubernur, sehingga dirangkaikan semua dalam bentuk zikir," kata Amal Natsir.

Di hadapan ribuan peserta zikir yang didominasi kalangan perempuan, Syahrul Yasin Limpo juga menyampaikan permohonan izin untuk mendeklarasikan diri kembali mencalonkan diri pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulsel 2013 nanti.

Syahrul dalam kesempatan itu juga berkali-kali meneriakkan kata yang selama ini menjadi jargon politiknya, "Don't stop komandan."



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120316235918-syahrul-rayakan-prestasi-sulsel-dengan-zikir
Read More >>

Sulsel Siap Awasi Penyaluran BLSM

Sabtu, 17 Maret 2012 
Agus dan Ilham Ketemu Wapres 
JAKARTA,  -- Sulawesi Selatan siap mengawasi penyaluran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang merupakan reinkarnasi dari Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kesiapan tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, usai bertemu Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden, Jumat, 16 Maret.

Wakil Presiden Boediono, kemarin mengumpulkan seluruh gubernur dan kepala daerah ibu kota provinsi se-Indonesia. Dari Sulsel, hadir Agus Arifin Nu'mang, mewakili Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Selain Agus, juga hadir Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin.

Pertemuan tersebut sedianya dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, karena orang nomor satu Indonesia itu harus mendampingi Ibu Negara Kristiani Herawati yang sedang menjalani operasi pengangkatan batu empedu di RSPAD Gatot Subroto, maka tugas tersebut didelegasikan ke Boediono.

Kepada seluruh kepala daerah yang hadir, Boediono menyampaikan agar para kepala daerah bisa ikut mengawasi penyaluran BLSM yang merupakan subsidi atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Selain BLSM, pemerintah juga akan menyalurkan tambahan beasiswa untuk masyarakat miskin.

Agus kepada FAJAR di Jakarta mengatakan, Sulsel siap melakukan pengawasan penyaluran BLSM dan tambahan beasiswa masyarakat miskin tersebut. Menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan forum muspida di tingkat daerah.

Penyaluran BLSM dan bantuan beasiswa masyarakat miskin itu, disalurkan melalui Kantor Pos. Ada 18,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) yang akan mendapatkan BLSM dengan jumlah Rp150 ribu per bulan. Dengan jumlah sasaran, durasi program, dan besarnya nilai bantuan tunai tersebut, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp25,6 triliun.

BLSM akan disalurkan tiga bulan sekali di kantor pos, sehingga masyarakat penerima akan menerima senilai Rp450 ribu satu kali penyaluran. Selain BLSM, anak-anak warga miskin juga akan mendapatkan tambahan beasiswa dengan total anggaran tambahan Rp2,5 triliun.


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120316235800-sulsel-siap-awasi-penyaluran-blsm
Read More >>