Senin, 26 Maret 2012

Gubernur Tamu Agung Madduppa Toana

SENIN, 26 MARET 2012 

WATASOPPENG, -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menjadi tamu agung malam Madduppa Toana, yang digelar di rumah jabatan Bupati Soppeng, Minggu malam (25/3).
Bupati Soppeng HA Soetomo, mengatakan, malam Madduppa Toana merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Soppeng ke-751.
Madduppa Toana berarti menjamu tamu kehormatan. Di zaman kerajaan, acara ini kerap diadakan bilamana Datu Soppeng kedatangan Bali Arung seperti SombaE dari Gowa, Arung Mangkau dari Bone, dan kerajaan lainnya.
“Menjamu tamu agung ini sebagai sarana pembicaraan perjanjian kerjasama dua kerajaan atau lebih. Malam Madduppa Toana disuguhkan makanan Bugis dengan beberapa syarat,” ujarnya.
Dalam acara Madduppa Toana, gubernur menjadi “Ulu Tudang” atau tamu kehormatan, dimana gubernur diharapkan melakukan suap pertama dan paling akhir menyelesaikan makanannya.
“Gubernur juga diharapkan memberi lauk pauk kepada Pakanre Yolo sebagai simbol perekat emosional yang terjalin antara pemimpin dengan masyarakatnya,” terangnya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengaku sangat terkesan. Madduppa Toana seakan mengingatkan jika perjalanan masih panjang dan masih banyak yang harus dilakukan untuk rakyat.
“Sudah lama saya tidak bicara budaya,” ungkap Syahrul
Syahrul mengungkapkan, ada lima kebenaran dalam kehidupan ini. Yakni, kebenaran agama, filosofis, sosiologis, yuridis, dan kebenaran kultural.
“Madduppa Toana masuk dalam lima kebenaran ini,” tuturnya.
Ketua DPD I Golkar Sulsel itu mengingatkan, jika orang Bugis Makassar tidak terbiasa berebut makanan. Dalam artian, tidak biasa saling berebut jabatan atau saling menjatuhkan satu sama lain.
“Sudah menjadi salah satu tugas pemerintah untuk mempertahankan budaya, bahasa dan tata krama daerahnya,” imbuhnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Sulsel, Asisten I Pemprov Sulsel, budayawan Udin Palisuri, serta beberapa kepala SKPD lingkup Pemprov Sulsel.

Read More >>

Gubernur Sumbang Renovasi Masjid Besar Bikeru

SENIN, 26 MARET 2012 

SINJAI, – Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo memberikan sumbangan untuk renovasi pembangunan Masjid Besar Nurul Amal Bikeru Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sabtu, 24 Maret. Sumbangan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp20 juta dan 100 sak semen.
H Syahrul Yasin Limpo mengatakan, siapapun yang membantu pembangunan masjid, maka Allah SWT menjanjikan surga.
“Kalau mau lihat bagaimana sejahteranya suatu kampung, lihat saja masjid dan tempat ibadahnya. Intinya, agama membawa kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara, Ketua Pengurus Masjid Andi Rusdi Halid, mengatakan, empat tahun lalu, H Syahrul Yasin Limpo, melakukan peletakan batu pertama dan memberikan sumbangannya untuk pembangunan masjid.
“Sumbangan awal itulah yang kami jadikan dasar dan akhirnya bersama-sama warga melakukan pembangunan. Tapi, kembali tersendat karena persoalan dana sehingga desain masjid belum bisa kami rampungkan. Sekarang, desainnya sudah selesai dan kami siap melanjutkan pembangunan,” jelasnya.
Atas nama warga Bikeru, ia menyampaikan terima kasih atas sumbangsih yang telah diberikan H Syahrul Yasin Limpo. 
Read More >>

Minggu, 25 Maret 2012

Syahrul Janji Magangkan Perawat di Luar Negeri


Minggu, 25 Maret 2012
MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berjanji akan memagangkan perawat-perawat asal Sulsel ke luar negeri mulai tahun ini. 

Hal itu diungkapkan Syahrul saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulsel di Makassar,kemarin. “Saya dengan dr Rachmat Latief (Kepala Dinas Kesehatan Sulsel) berusaha bagaimana memagangkan perawat di luar negeri. Kalau tidak dilakukan, dia saya ganti tahun ini.

Soalnya sudah dua tahun tertunda,” ujar dia. Salah satu negara tujuan magang perawat Sulsel, yaitu Korea Selatan.Syahrul beberapa waktu lalu berkunjung ke Negeri Ginseng dan menemukan fakta bahwa negara tersebut masih kekurangan tenaga perawat.Di Korea Selatan,masih ada rumah sakit yang hanya memiliki lima perawat. Tujuan Gubernur memagangkan perawat ke luar negeri agar mereka bisa belajar banyak soal kinerja para perawat luar negeri dalam melayani pasien dengan sangat baik.

Dia menceritakan pengalamannya saat dirawat suster di salah satu rumah sakit di Singapura. Perawat di Singapura disebut tidak pernah bersikap kasar kepada pasien. Perawat di Negeri Singa itu juga memiliki berbagai macam trik psikologis untuk mempercepat kesembuhan pasien, salah satunya murah senyum.“Tidak ada ketegangan, tidak ada darah, tidak ada sakit,”kata dia. Mantan Bupati Gowa dua periode ini menyebutkan, saat ini Sulsel memiliki 6.000 lebih perawat atau meningkat drastis dibandingkan tiga tahun sebelumnya, yakni 4.000 perawat.

Dia berharap profesionalisme para perawat semakin dikedepankan sehingga masyarakat Sulsel tidak perlu ke luar negeri untuk berobat saat sakit,hanya karena pertimbangan tenaga perawatnya lebih baik. Selain itu, Syahrul mengajak segenap perawat menjadikan Sulsel sebagai pusat perawatan nomor satu di Indonesia. Sulsel saat ini disebut memiliki akselerasi tercepat di bidang kesehatan dengan menjadi satu- satunya provinsi yang memiliki program kesehatan gratis yang ditunjang 74 rumah sakit, sekitar 480 puskesmas, sekitar 800 dokter, serta 6.000 lebih perawat.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina PPNI Pusat Achir Yani S Hamid menyebutkan lembaga PPNI menaungi sekitar 500.000 perawat atau menyumbang 50% tenaga kesehatan di Indonesia.Karena itu, dia berharap musda kali ini melahirkan terobosan baru tentang keberpihakan bidang kesehatan kepada perawat. Musda PPNI tahun ini mengangkat tema “Undang-Undang Praktik Keperawatan sebagai Solusi Terciptanya Pelayanan Kesehatan yang Aman, Nyaman, Efektif, dan Efisien bagi Masyarakat Indonesia”.

Dia juga menyampaikan rasa harunya atas kehadiran Gubernur Sulsel pada acara tersebut. “Ini suatu kehormatan bagi PPNI, pejabat tertinggi provinsi hadir. Sangat langka mendatangkan Gubernur di acara PPNI provinsi, 10 tahun saya pernah jadi ketua umum PPNI, baru kali ini Gubernur datang,”ucapnya.

Read More >>

Sabtu, 24 Maret 2012

Harga Sembako di Sulsel Stabil


Sabtu, 24 Maret 2012
Harga Sembako Mulai Naik 
MAKASSAR– Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) boleh disikapi unjuk rasa mahasiswa Makassar dari berbagai kampus. 

Namun, kenaikan harga itu dijamin tak akan berdampak pada harga sembilan bahan pokok (sembako). Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo telah berkomitmen untuk menjaga kestabilan hargaharga tersebut. Sebab, dengan harga yang stabil tentu membuat masyarakat Sulsel tidak merasakan dampak dari kenaikan harga BBM.

Selama ini, kata dia, dalam berbagai kesempatan, Gubernur selalu memberikan penekanan soal ketersediaan stok dan stabilitas harga. Alasannya, hal tersebut merupakan fokus utama pemerintahannya sebagai bagian dari upaya mensejahterakan rakyat. “Peran sesungguhnya pemerintah adalah menjaga stok dan kestabilan harga sembako. Itu yang penting,”ujar Irman. Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Sulsel Sugeng Imam Santoso mengatakan, stabilnya harga bahan pokok di Sulsel karena intervensi Pemprov Sulsel yang baik.“Pemprov cepat tanggap menjaga stabilitas stok barang dan harga. Sulsel itu aman, apalagi Pak Gubernur selalu menjamin stok barang,” katanya.

Dia menambahkan, secara ekonomi, Sulsel adalah salah satu provinsi yang memiliki stabilitas harga jelang kenaikan BBM.“Distribusi juga lancar, jadi barang ikut lancar,”imbuh Sugeng. Pengamat Politik Unhas Adi Suryadi Culla mengatakan,kestabilan ekonomi masyarakat memang dipengaruhi oleh pemerintahannya atau pemegang kekuasaan. Hal itu dimungkinkan karena pemegang faktor- faktor ekonomi juga sangat bergantung pada pemerintahan atau pengambil kebijakan.

“Yang paling berkaitan sebenarnya adalah faktor pemerintahan yang memiliki legitimasi yang kuat,”ungkapnya. 

Read More >>

Subsidi BBM- Pemprov Sulsel Tunggu Juknis Pusat


Sabtu, 24 Maret 2012 
MAKASSAR – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk memberikan subsidi atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada April 2012 mendatang, masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Pusat.


Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulsel Yaksan Hamzah mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum merampungkan pembahasan mengenai rencana pemberian subsidi yang menggunakan dana APBD. ”Kita belum mengetahui bagaimana model subsidi kenaikan BBM yang disalurkan Pemerintah Pusat untuk Sulsel. Jika ini telah ada,maka kita bisa mensubsidi sektor yang belum terkena bantuan,”kata Yaksan kepada SINDO,kemarin. Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Sulsel ini menjelaskan, hingga saat ini pihaknya juga belum mengetahui seberapa besar anggaran yang dikucurkan Pemerintah Pusat kepada Sulsel terkait pemberian subsidi dampak kenaikan BBM tersebut.

Oleh karena itu,kajian yang dilakukan Pemprov Sulsel belum bisa mengambil kesimpulan, lantaran masih menunggu turunnya kebijakan dari Pemerintah Pusat. ”Kan ada anggaran triliunan rupiah yang rencananya akan dikucurkan ke daerah. Dari situ, kita bisa mengetahui berapa jatah Sulsel, dan barulah bisa kita putuskan sektor mana saja yang pemprov akan subsidi nantinya,” kata Yaksan Hamzah saat dihubungi via ponselnya. Rencananya, sejumlah sektor yang akan disubsidi pemprov melalui dana APBD, di antaranya sektor pertanian, perikanan, pengurangan pajak kendaraan umum,serta tarif angkutan umum dan anak sekolah.

Pemberian subsidi oleh Pemprov Sulsel tersebut akan dipaketkan dengan kabijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), sehingga dampaknya bisa lebih besar dirasakan oleh masyarakat di 24 kabupaten/kota. Dia menambahkan, pemberian subsidi ini juga berlaku untuk transportasi antarjemput siswa dan pekerja yang dipastikan akan merasakan dampak kenaikan harga BBM.”Kita juga belum bisa melakukan penghitungan anggaran yang disiapkan untuk subsidi, jika belum ada juknis dari pusat. Meski dihitung dulu, dan sasarannya mau ke mana,”katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku, harus segera ada penyesuaian anggaran untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM tersebut. Oleh karena itu, dalam satu minggu ini, pihaknya akan mengumpulkan seluruh instansi terkait untuk membahasnya. ”Saya lagi mikir bagaimana jalannya. Saya harus menjaga rakyat selama satu hingga dua bulan. Memang ada kenaikan, tapi rakyat tak bersoal.Kalau perlu,pemprov akan keluarkan uang,” kata Syahrul pekan lalu. 

Read More >>

Gubernur Prioritaskan Akselerasi Kesehatan

SABTU, 24 MARET 2012

Ketua PPNI Sulsel Terharu Syahrul Datang
 

Makassar, —Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, pihaknya senantiasa memprioritaskan akselerasi di bidang kesehatan. Dokter, perawat, dan apoteker, harus menjadi pilar utama. Hal itu diungkapkan gubernur usai membuka Seminar Nasional Keperawatan dan Musyawarah Provinsi VI Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulsel, yang digelar di Hotel Grand Clarion, Sabtu (24/3).
“Dokter, perawat dan apoteker harus menjadi pilar utama dalam akselerasi di bidang kesehatan,” kata Syahrul.
Syahrul juga mengapresiasi hadirnya PPNI sebagai organisasi profesi. Ia pun berpesan, agar musyawarah daerah yang diselenggarakan menjadi bentuk sosialisasi berpikir antar seluruh pengurus untuk menemukan apa yang sebaiknya dilakukan agar PPNI bisa berperan maksimal.
“Musda harus bisa melahirkan konsolidasi dan konsepsi atau agenda-agenda intelektual,” ujarnya.
Gubernur mengungkapkan, ada beberapa prioritas yang harus dibangun untuk menciptakan PPNI yang bisa bekerja maksimal untuk rakyat. Antara lain, bagaimana membangun agenda intelektual sehingga perawat makin profesional dalam sebuah sistem kesehatan. Musda juga harus menemukan manajemen profesi keperawatan yang efektif dan efisien dan menciptakan perawat-perawat yang kuat.
“Saat ini masyarakat kita semakin membutuhkan rumah sakit dengan fasilitas yang memadai, tenaga medis dan paramedis, serta perawat-perawat profesional,” imbuhnya.
Sementara, Ketua PPNI Sulsel Drs H Hasruddin Djamal PhD, sangat terharu bahkan sampai menangis ketika membacakan sambutannya. Pasalnya, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo bersedia meluangkan waktunya untuk datang ke acara tersebut.
“Saya sangat berterima kasih Pak Gubernur mau datang ke acara profesi kami. Selama ini, sangat jarang pejabat tertinggi di daerah ini yang datang meskipun kami undang. Hal ini menunjukkan kalau Pak Gubernur memperhatikan kami. Terima kasih Pak Gubernur,” ucapnya.
Hal senada dikatakan Dewan Pembina PPNI Pusat Prof Dr Achir Yani S Hamid. Menurutnya, suatu kehormatan ketika pejabat tertinggi di pemerintahan bisa hadir dalam acara profesi PPNI.
“Saya dua periode menjabat, sangat susah mendatangkan gubernur. Semoga gubernur lain di Indonesia, bisa mencontoh gubernur Sulsel yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap para perawat yang ada di Sulsel,” terangnya.
Prof Achir Yani juga memuji Save Program di Sulsel yang berjalan dengan sangat baik ketika terjadi bencana. Tidak hanya menyiapkan relawan, tenaga kesehatan, tetapi juga dapur-dapur umum untuk para korban.
“Apapun kebijakan ke depan yang diberlakukan, kami selalu berharap memberikan yang terbaik untuk masyarakat di Sulawesi Selatan,” imbuhnya.
Read More >>

Realisasikan Bypass

SABTU, 24 MARET 2012 

alt
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terus berupaya untuk mengerjakan pembangunan bypass Makassar-Gowa yang masuk sebagai kawasan strategi nasional (KSN) Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata).
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, mengharapkan, dengan sosialisasi yang dilakukan itu bisa mendapat dukungan warga dalam hal pembebasan lahan untuk pembangunan jalan bypass tersebut.
Hal itu dikatakan Agus terkait hasil rapat koordinasi Mamminasata dengan Pemerintah Kabupaten Maros pada Rabu 21 Maret lalu.
“Hanya sosialisasi, saya memang sengaja datang ke Maros, perangkat desa dan lurah tolong sampaikan kepada warga terutama yang akan kena proyek ini, jangan ada spekulasi,” jelas Agus, di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, 23 Maret.
Hal itu dilakukan karena belakangan ini maraknya spekulasi harga lahan yang terkena pembangunan jalan. Agus mencontohkan, hal yang sama terjadi saat pengerjaan Jalan Letjen Herstasning Makassar yang pembebasan lahannya dahulu hanya Rp50 ribu per meter.
“Ini yang terjadi, buktinya sekarang harga lahan di sana sudah mencapai Rp1,5 juta. Sebenarnya masyarakat diuntungkan kalau dibuat jalan. Saya bilang, sampaikan pada warga jangan dulu jual tanahnya, jual ke pemerintah dulu yang mau dilewati jalan. Kalau setelah itu simpan yang lain, saya rasa tidak sampai dua tahun akan kembali lebih,” lanjutnya.
Rencana pembangunan jalan bypass di KSN Mamminasata tahun ini masuk tahapan identifikasi dan inventarisasi lahan menyusul telah rampungnya Detail Enggineering Design (DED) pada 2011.
Untuk identifikasi dan inventarisasi lahan tersebut setiap kabupaten dan kota yang masuk dalam kawasan tersebut diminta membuat tim sembilan untuk melakukan pembebasan lahan.
Pengerjaan bypass saat ini dalam tahapan survei garis jalan. Setelah survei dilakukan, perancangan kemudian pembebasan lahan dan pembangunan dilakukan.
Read More >>

Jumat, 23 Maret 2012

Pemprov Jamin Harga Beras Stabil


Jumat, 23 Maret 2012
 
MAKASSAR – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 1 April mendatang, tidak akan berdampak pada harga beras. Dinas Pertanian,Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel menjamin harga beras akan tetap stabil di pasaran dalam beberapa bulan ke depan. 


Kepala Dinas Pertanian,Tanaman Pangan, dan Holtikultura Lutfi Halide mengatakan, isu kenaikan harga BBM memang telah memengaruhi harga bahan kebutuhan pokok.Namun khusus harga beras,dia optimistis akan tetap dikontrol karena tingginya produksi beras di Sulsel. “Insya Allah kami bisa pertahankan harga.Apalagi, kami kan juga sudah hitung-hitung dengan dinaikkannya harga HPP (harga pembelian pemerintah),” ujar dia kepada wartawan, kemarin. 

Menurutnya, jika ke depan kenaikan harga beras sudah tidak dapat ditoleransi, pihaknya berjanji akan segera menurunkan tim pengendali di lapangan agar harga tetap stabil. Sementara itu, menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi hingga beberapa bulan ke depan, dia optimistis produksi beras di Sulsel tetap mengalami surplus hingga 2 juta ton. Dia menyebutkan,hujan deras tersebut dapat dimanfaatkan dengan membuka sawah tadah hujan yang baru sehingga produksi beras di beberapa kabupaten dapat tetap terjaga.

“ Pengalaman waktu 2010, cuaca juga cukup ekstrem dan kami bisa memanfaatkan lahan sawah tadah hujan agar bisa ditanami,” paparnya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel. Pada musim tanam April 2012,memungkinkan akan lebih banyak sawah tadah hujan yang tidak terencana akan ditanami petani.“Yang jelas, kami tetap targetkan surplus produksi 2 juta ton”. “Diharapkan dari jumlah tersebut, Bulog minimal bisa menyerap 526.000 ton beras milik petani,”ujarnya. Tahun lalu, produksi beras di Sulsel mencapai 4,8 juta ton dengan surplus beras sekitar 2,5 juta. 

Dari luas areal tanam sekitar 963.000 ha yang ditetapkan pada 2012, target produksi padi diharapkan mencapai 5,2 juta ton. Badan Ketahanan Pangan Sulsel Asri Agung Pananrang mengaku, pihaknya menyiapkan cadangan beras seberat 75 ton untuk menjamin stok ketahanan pangan sepanjang 2012 di daerah ini. Pengadaan beras cadangan ini dialokasikan anggaran Rp500 juta yang bersumber dari APBD Sulsel 2012. Pemerintah Pusat juga membantu Rp200 juta untuk melakukan pembinaan dan monitoring. 

Read More >>

Kamis, 22 Maret 2012

Sulsel Optimistis Produksi Padi Dapat Terjaga

Kamis, 22 Maret 2012

 
Makassar - Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) optimistis produksi padi dapat terjaga menghadapi kondisi cuaca tak menentu.

"Pengalaman 2010, dengan curah hujan tinggi kita bisa manfaatkan lahan sawah tadah hujan bisa ditanami padi," kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulsel Luthfie Halide di Makassar, Kamis.

Pada 2010, pertambahan areal tanam dari lahan sawah tadah hujan mencapai lebih dari 100 ribu hektare. Jika curah hujan masih terus tinggi, diharapkan lahan tersebut dapat kembali dimanfaatkan. 
"April kita masuk musim tanam 2012, kalau curah hujan tinggi berarti banyak lahan yang tidak kita rencanakan bisa kita tanami kembali," katanya yang menambahkan pada Maret 2012, panen raya padi di Kabupaten Barru menghasilkan 9,6 ton.
Total lahan sawah tadah hujan di Sulsel mencapai 400 ribu hektare, 60 persen diantaranya berada di sektor timur seperti Kabupaten Wajo dan Bone. "Di Wajo misalnya, lahannya mencapai 86 ribu hektare yang irigasi teknis paling tinggi 30 ribu hektare," tambahnya.

Pihaknya juga mengaku optimistis, Sulsel dapat tetap mendukung program surplus produksi 10 juta ton beras nasional.

"Yang jelasnya kita tetap targetkan surplus produksi dua juta ton. Diharapkan, dari jumlah tersebut Bulog (Badan Urusan Logistik) minimal bisa serap 526 ribu ton," jelasnya. 
Namun, lanjut dia, Bulog terkendala dengan harga pembelian di lapangan yang lebih tinggi dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
"Hanya memang kendala sekarang dihadapi Bulog harga di lapangan lebih tinggi dari HPP. HPP Rp3.350, di lapangan harga gabah Rp3.500," ujarnya.

Selain itu, terkait rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), ia juga meyakini ketersediaan beras Sulsel dapat menjaga stabilitas harga. "Bisa, InsyaAllah bisa mempertahankan harga. Kita hitung-hitung dengan kenaikan HPP ini, bisa," katanya.

Produksi padi Sulsel pada 2011, mencapai 4,8 juta ton dengan surplus beras sekitar 2,5 juta. Dari luas areal tanam sekitar 963 ribu hektare yang ditetapkan pada 2012, target produksi padi diharapkan mencapai sebesar 5,2 juta ton.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37482/sulsel-optimistis-produksi-padi-dapat-terjaga
Read More >>

Rabu, 21 Maret 2012

Setoran Pajak Sulsel Ditarget Rp9 Triliun

Rabu, 21 Maret 2012 

MAKASSAR, -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Lompo mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk sadar pajak sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan nasional.

"Ekonomi kita semakin baik, maka pajak kita juga harus semakin baik. Itu membuktikan bahwa kita merupakan warga negara yang baik," kata Syahrul saat menyampaikan sambutan pada acara Pekan Panutan Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Tahun Pajak 2011 di Kanwil Direktotrat Jederal Pajak Sulselbartra, Selasa, 20 Maret.

Syahrul juga berharap agar dinamika nasional yang terjadi di Indonesia jangan sampai memengaruhi stabilitas keamanan dan ketenteraman di Sulsel.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak Sulselbartra, Elling Budi Prayitno menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulsel, petinggi institusi pemerintah dan swasta serta seluruh lapisan masyarakat yang taat melaksanakan wajib pajak.

"Pajak ini merupakan wujud kepedulian karena secara otomatis membantu dalam upaya mencapai kesejahteraan rakyat," katanya.

Selain gubernur, beberapa tokoh dan petinggi lembaga Sulsel juga turut menyerahkan SPT tahunannya. Mereka antara lain Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnain Arief, pimpinan DPRD Sulsel, perwakilan Pangdam VII Wirabuana, perwakilan Ketua Pengadialan, dan Ketua Kejaksaan.

Menurut Elling, keberhasilan Sulsel menjadi peringkat empat besar nasional untuk setoran pajak merupakan keberhasilan berkat dukungan semua pihak, utamanya pemerintah. Dia menyebutkan, 2010 lalu, setoran pajak Sulsel mencapai Rp7 Triliun lebih dan diprediksi meningkat menjadi 9,14 triliun tahun ini.

"Kami yakin bisa mencapai Rp9,14 triliun. Selama ini kami terus berinovasi dan melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat taat pajak, termasuk upaya jemput bola yang kami lakukan. Hasilnya, setiap tahun kami bisa melampaui target yang diberikan pusat," kata Elling menjelaskan usai acara. 



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120320203842-setoran-pajak-sulsel-ditarget-rp9-triliun
Read More >>

Pemprov Siap Uji Agar Jaya, Apiaty, dan Sittiara

RABU, 21 MARET 2012 17:17

Diminta Lengkapi Berkas Persyaratan Calon Sekkot Makassar
 MAKASSAR,  – Tiga pejabat Pemerintah Kota Makassar tetap bersaing dalam pe­rebutan kursi Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar.
Hanya saja, keti­ganya belum melengkapi persyaratan yang diminta sebelum mengikuti uji kelayakan (fit and proper test) di instansi terkait Pemerintah Provinsi Sulsel.
Mereka adalah Asisten I Bidang Pemerintahan Agar Jaya,  Asisten III Bidang Keuangan Sittiara, serta Asisten IV Bidang Pemberdayaan
Masyarakat Apiaty Kamaluddin yang juga istri dari mantan Gubernur Sulsel Amin Syam.
Sebelumnya, tiga calon sekkot tersebut diajukan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Namun, informasi yang berkembang, Agar Jaya memiliki peluang yang lebih besar dari dua calon lainnya.
Apalagi, saat ini, Agar sudah dipercaya menjadi Pelaksana Tugas Sekkot Makassar menggantikan Anis Zakaria Kama yang memasuki masa pensiun.
Penentuan untuk memastikan kapan uji kelayakan kepada ketiga kandidat sampai saat ini belum diagendakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel karena persyaratan yang belum lengkap.
Kepala Badan Kepegawai­an Daerah (BKD) Sulsel, A Murny Amien Situru, menjelaskan, alasan tidak dijadwalkannya uji kelayakan tersebut karena ada sejumlah persyaratan yang tidak dilengkapi oleh mereka.
“Kalau semua berkas yang dipersyaratkan tidak dipenuhi, bagaimana kita bisa memastikan jadwal itu (fit and proper test),” kata Murny, di kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 20 Maret.
Beberapa persyaratan yang harus dilengkapi di antaranya berkas ijazah pendidikan terakhir, piagam latihan kepemimpinan nasional (latpimnas), serta pengajuan visi misi dari untuk menjadi pejabat defenitif sebagai Sekkot Makassar.
Dia juga mengatakan bahwa setelah semua persyaratan dilengkapi, maka pihaknya akan melakukan penyusunan agenda untuk tes wawancara dan pemaparan visi misi bagi setiap calon.
Tim penguji calon sekkot tersebut terdiri dari beberapa pejabat terkait di Pemprov Sulsel dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) A Muallim.
Ia juga menjelaskan bahwa semua yang masuk dalam tim penguji nantinya akan memberikan nilai kepada masing-masing kandidat, kemudian diurut berdasarkan ranking lantas dikirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk ditetapkan siapa yang layak menjabat Sekkot Makassar. 

Read More >>

Selasa, 20 Maret 2012

TNI/POLRI-Dilibatkan Awasi Bahan Pokok


Selasa, 20 Maret 2012

 
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melibatkan Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar dan Komando Daerah Militer (Kodam) VII/Wirabuana untuk mengawasi penyaluran dan ketersediaan bahan pokok,menjelang kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada April 2012.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan,dalam waktu dekat ini, pihaknya akan mengumpulkan Kapolres dan Dandim di 24 kabupaten/- kota untuk pengamanan stok bahan pokok strategis tersebut. “Kami akan rapat bersama untuk mengamati kepekaan dini terhadap situasi yang ada, termasuk pengawasan bahan pokok menjelang naiknya harga BBM,” papar dia seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo dan Pangdam VII/Wirabuana Mayjen TNI Muhammad Nizam di ruang kerja Gubernur,kemarin.

Pengawasan itu untuk mengantisipasi adanya oknum-oknum yang memanfaatkan kenaikan harga BBM me-lakukan penimbunan terhadap kebutuhan bahan pokok strategis. Selain menggandeng TNIPolri, Syahrul juga meminta kabupaten/ kota dan para tokoh masyarakat di daerah untuk bisa bersama-sama melakukan pengawasan rutin di lapangan.

“Pokoknya kami akan bahas semua aspek. Kami harapkan dapat mengendalikan dalam situasi apa pun,” ujarnya kepada wartawan. Saat disinggung mengenai kesiapan pembentukan desk BBM,Ketua DPD I Golkar Sulsel ini mengatakan,tim ini bisa spesifik mengatur ketersediaan bahan bakar di 24 kabupaten/ kota. Dalam desk BBM tersebut, Syahrul juga berharap Pertamina masuk dalam tim tersebut sehingga TNI-Polri memonitoring apa saja kesulitan dalam distribusi.

Dengan begitu, tak ada lagi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) “Kami akan duduk bersama- sama memonitoring apa kesulitan distribusi ke Pangkep dan Selayar dan apa tindakan yang harus dilakukan,” tuturnya. Pekan lalu, Syahrul mengaku, desk BBM ini terdiri atas lima unsur, Pemprov Sulsel, Polda Sulselbar,Kodam VII/Wirabuana, PT Pertamina Regional VII Makassar, serta forum Komunikasi Intelijen Daerah (Kominda) Sulsel.

Selain mengantisipasi penimbunan bahan pokok dan BBM menjelang naiknya BBM, satgas juga ditugaskan menjaga sejumlah kabupaten/kota di Sulsel, utamanya Kota Makassar, tetap dalam situasi kondusif. “Kami bangun desk bersama. Di dalamnya ada satgas yang akan memantau semua gejala yang terjadi di tengah masyarakat,” tandas Syahrul, kemarin.

Read More >>

Gubernur Resmikan Ruang VVIP Labuang Baji

Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, Senin, 19 Maret 2012 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji meresmikan penggunaan ruang VVIP. Dari tiga ruang VVIP Baji Dakka yang diresmikan salah satunya diberikan nama Mamminasa Baji.  

Menurut Syahrul Yasin Limpo, pelayanan rumah sakit merupakan hal yang utama dan sangat penting untuk diperhatikan. Pelayanan prima harus diberikan kepada para pasien agar rumah sakit ini dikenal sebagai rumah sakit yang bersahabat. Berikanlah senyuman kepada pasien dan juga harus ramah sehingga pasien merasa jatuh cinta kepada kita.

Sementara Direktur RSUD Labuang Baji, dr. Enrico Merentek mengatakan, pelayanan kepada masyarakat akan dilakukan secara prima dengan dilengkapinya alat-alat medis yang super canggih dengan standar internasional.

Read More >>

Peresmian Rumah Sakit Siti Fatimah Jadi Rumah Sakit Digital

Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo meresmikan Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Siti Fatimah menjadi rumah sakit pertama di kawasan timur Indonesia yang pelayanannya dengan sistem digital, Senin 19 Maret 2012. RSKD Siti Fatimah juga ditetapkan sebagai rumah sakit tanpa asap rokok dan rumah sakit yang mendukung Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI Eksklusif, yang merupakan program pemerintah. Pasien rumah sakit harus berkolerasi dengan tegnologi yang maju.

Direktur RSKD Siti Fatimah, Dr Leo Prawirodiharjo, SpOg (K), Mkes, MM, PhD mengatakan, pihaknya akan senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan mutu dan profesionalitas pelayanan. Peningkatan pelayanan dilakukan selain dengan menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang semakin modern, juga  meningkatkan profesionalisme pelayanan kesehatan atau sumber daya manusia.

Dr. Leo menjelaskan khusus mengenai sistem digital saat pertama mendaftar, pasien langsung dicatat di computer yang bisa diakses kesemua bagian di rumah sakit itu. Termasuk poliklinik, apotik, ruang gawat darurat, kamar bersalin dan lain-lain. Laboratorium juga sudah tahu pasien mau diperiksa apa, jadi pasien cepat terlayani.

Read More >>

Senin, 19 Maret 2012

Perda ASI Eksklusif Dinilai Efektif

SENIN, 19 MARET 2012 

 
MAKASSAR, — Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rachmat Latief menyatakan, Per­aturan Daerah (Perda) Air Susu Ibu (ASI) mulai efektif diberlakukan di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Bahkan kata dia, sosialisasi gencar dilakukan agar masyarakat memahami pentingnya ASI bagi pertumbuhan bayi. 
“Sudah lumayan efektif, sekarang sudah ada pojok ASI di beberapa fasilitas umum seperti bandara dan di mall. Karena memang itu harus ada. Ada juga beberapa ibu-ibu itu yang langsung pulang karena kantornya yang dekat dari rumah, kayak begitu kan sudah efektif juga,” katanya,
Minggu, 18 Maret.
Kebijakan tersebut, lanjut Rachmat, telah diberlakukan sejak beberapa tahun dan sampai sejauh ini pihak­nya telah melakukan sosialisasi, di antaranya melalui surat, penyampaian tertulis atau pamflet, pelatihan dan penyuluhan.
“Semua sudah kami lakukan. Makanya semua fasilitas umum sudah harus ada pojok ASI baik itu di kantor-kantor atau di mall dan itu sudah kami sosialisasikan persyaratannya,” jelasnya.
Meski demikian, Rachmat tetap berharap kepada Dinas Kesehatan di seluruh kabupaten/kota untuk tetap melakukan sosialisasi terkait hal tersebut sampai ke masyarakat.”Itu karena di masing-masing daerah  bermacam-macam adat istiadat-nya. Makanya kebijakan ini kami tetap kemas, tinggal daerah yang terjemahkan sendiri,” kata dia.
Pasalnya, menurut Rachmat, ada orang yang mau menyusui bayinya tetapi karena adatnya, sehingga tidak mau menyusui di fasilitas umum. Termasuk adat yang biasa ada bahwa bayinya tidak bisa turun rumah, sehingga memilih untuk kembali ke rumah. “Pokoknya ada bermacam adatlah,” singkatnya.
Diketahui sebelumnya, Dinkes Sulsel telah mewajibkan tempat umum menyediakan sarana pemberian air susu ibu (ASI) atau tempat menyusui ASI eksklusif. Kewajiban ini sebagai bagian implementasi Peraturan Daerah Provinsi Sulsel Nomor 6 Tahun 2010 tentang ASI Eksklusif.
Bagi yang tidak menyiapkan pojok ASI itu, tegas Rachmat, akan dipertimbangkan untuk pemberian sanksi. “Namanya wajib tentu terkait perizinan, jadi kalau di dalam perizinan itu tidak mencantumkan pojok laksasi, tentu akan dipertimbangkan diberikan izinnya. Artinya dalam izin itu harus sudah lengkap di dalamnya,” jelasnya.
Kemudian, lanjut Rachmat, jika izin mall itu sudah terbit sebelum peraturan ini terbit, maka harus disupervisi kembali oleh masing-masing Dinas Kesehatan pada kabupaten/kota terkait. Peraturan ini, tambah dia, kedepan pemberian ASI eksklusif akan tersosialisasi sampai ke level paling bawah bahkan sampai ke rumah tangga untuk memberikan pemahaman.
Read More >>

Gubernur Sulsel : pendidikan pilar peradaban

Senin, 19 Maret 2012 



Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo 

Makassar  - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan tidak ada yang dapat menyangkali bahwa kemajuan suatu bangsa dan negara sangat ditentukan pendidikan serta ekonomi dan pendidikan menjadi pilar moral dan peradaban bangsa.

"Oleh sebab itu, pembangunan ekonomi sangat penting, sebab dengan pertumbuhan ekonomi yang baik (Sulsel 8,6 persen) akan membuat penduduknya cerdas," kata Gubernur Syahrul Yasin Limpo pada Deklarasi Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2011/2012 di Kampus Unhas Tamalanrea Makassar, Senin.

Deklarasi itu juga dihadiri wakil dari Kemendikbud Prof Dr Hery Anwar (Balitbang Kemendikbud), Rektor Unhas Prof Dr Idrus A Paturusi dan sejumlah perwakilan dinas/guru seluruh tingkatan sekolah di Sulsel.

Sejumlah perwakilan pemangku kepentingan pendidikan, termasuk salah seorang siswa SMAN 21 Muhammad Ikramullah, membacakan ikrar pelaksanaan ujian nasional secara jujur dan berprestasi agar dalam penilaian UN sesuai kemampuan peserta didik dan untuk meningkatkan masyarakat menjadi bersih, jujur dan bertanggungjawab diperlukan masyarakat anti korupsi.

Menurut Gubernur, orang yang kaya dan cerdas akan banyak kerja keras untuk mencari banyak peluang, antara lain dengan memanfaatkan teknologi. Ekonomi yang baik akan menjadikan orang mampu melakukan terobosan-terobosan penting. Seorang terdidik akan membangun karakter, dan memiliki moral. Dalam hal ini, agama menjadi sangat penting. Jika tidak, orang akan mudah terjebak dalam tindak korupsi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel H.A. Patabai Pabokori melaporkan, Deklarasi ini diikuti peserta didik dari jenjang sekolah dasar hingga menengah sebanyak 150 orang, pendidik dari sekolah umum dan madrasah 80 orang, kepala dinas pendidikan kabupaten/kota dan kepala kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Sulsel 48 orang dengan total peserta 500 orang.

Patabai Pabokori mengatakan, peserta dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2011/2012 di Sulsel tercatat 404.226 orang, terdiri atas SD/MI/SDLB sebanyak 164.539 murid, SMP/MTs/SMP LB 139.067 siswa, SMA/MA/SMA LB 69.344 siswa, dan SMK 33.286 siswa.

Sementara angka kelulusan SD/MI/SDLB tahun 2009 sebesar 95,12 persen, tahun 2010 sebesar 99,5 persen, dan tahun 2011 sebesar 100 persen. SMP/MTs/SMP LB, 94,22 persen (2009), 99,77 persen (2010), dan 99,83 persen (2011). MA/MA/SMA LB, 95,00 persen (2009), 95,25 persen (2010), dan 99,22 persen (2011). SMK, 96,21 persen (2009), 99,30 persen (2010), dan 99,41 persen (2011),

Nilai rata-rata SD/MI/SD LB 6,10 (2009), 6,86 (2010), dan 7,39 (2011). SMP/MTs/SMP LB, 6,29 (2009%), 7,64 (2010), dan 7,82 (2011). SMA/MA/SMA LB, 7,25 (2009), 7,32 (2010), dan 7,63 (2011), dan SMK 7,15 (2009), 7,21 (2010), dan 7,35 (2011).

Keberhasilan atas capaian angka kelulusan dan nilai rata-rata UN tersebut, kata Patabai Pabokori, merupakan salah satu dampak positif dari Pendidikan Gratis jenjang pendidikan dasar.

Angka Putus Sekolah (APS) SD sederajat 2,10 persen (2009), turun menjadi 1,72 persen tahun 2011. Sementara SMP sederajat tahun 2009 mencapai 1,55 persen menjadi 1,38 persen tahun 2011. 

Read More >>