| Rabu, 28 Maret 2012 | |
| MAKASSAR
– Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia, Bertrand
Lartholary,mengirim tiga utusannya ke Sulsel untuk menjajaki kemungkinan
kerja sama dalam bidang pariwisata dan pendidikan. Utusan Dubes Prancis tersebut ditemui Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim di ruang kerjanya, kemarin. Muallim menyebutkan,pertemuannya itu merupakan penjajakan kerja sama antara Prancis dan Sulsel. Khusus di bidang pendidikan, Prancis bersedia menampung pelajar asal Sulsel untuk menempuh pendidikan di negaranya. ”Kami kan punya program beasiswa doktor. Namun, belum ada yang ke Prancis.Makanya utusan dubes ini membuka penawaran untuk mahasiswa Sulsel kuliah di sana,” ujar Muallim. Prancis juga telah bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam pertukaran pelajar. Selain pendidikan, Prancis juga menyatakan niatnya siap berinvestasi di sektor pariwisata di Sulsel.Hal ini lantaran masih banyak destinasi pariwisata yang belum dimanfaatkan betul untuk menarik wisatawan asing dan domestik. ”Mereka cukup kagum dengan pariwisata kami.Makanya dia akan menawarkan pengusaha Prancis untuk mengolah pariwisata kami,”papar dia. Pihaknya bersama Dubes Prancis untuk Indonesia akan kembali melakukan pertemuan dalam waktu dekat ini untuk membicarakan secara teknis rencana kerja sama tersebut. Khusus pariwisata, Prancis tertarik berinvestasi di pariwisata laut. Pasalnya, beberapa daerah Sulsel tersebar di kepulauan. ”Makanya kami mengundangnya melakukan pertemuan sekali lagi untuk membahasnya secara teknis. Semoga saja ini bisa berjalan mulus,” ujar dia. |
Gubernur
Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo secara resmi membuka
pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVII tingkat Provinsi
Sulawesi Selatan di pelataran Masjid Islamic Centre Kabupaten Sinjai,
Sabtu, 24 Maret 2012. Kegiatan ini diikuti sekitar 2.150 kontingen dari
seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, dimulai dengan defile
kafilah dari tiap-tiap daerah. Mereka memperkenalkan budaya dan potensi
daerah yang dimiliki masing-masing, kemudian penyerahan piala bergilir
dari juara MTQ dari Kota Palopo kepada panitia.
Gubernur
Sulsel dalam tanggapannya menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ XXVII ini
merupakan moment penting bagi umat Islam di Sulsel, khususnya dalam
ajang silaturrahmi. Sinjai merupakan pioner dan menjadi awal yang baik,
karena Sinjai memberikan ruang untuk pelaksanaan MTQ.
Gubernur
menambahkan, hasil yang menunjukkan adanya proses yang baik.
Kebaikan-kebaikan itu merupakan awal untuk mendapatkan qari-qariah
terbaik untuk bertanding di tingkat nasional. Sulsel pernah terpuruk
pada tingkat 14, kemudian naik keperingkat 9. Di Kalimantan menjadi
peringkat ke 6 dengan segala daya, dan terakhir di Banten peringkat ke 5
yang kemudian turun ke peringkat 6.
Bupati
Kabupaten Sinjai, Andi Rudiyanto Asapa dalam sambutannya mengatakan
bahwa pelaksanaan MTQ ini menjadi amanah dan kepercayaan yang harus
diemban. Kesuksesan yakni sukses penerimaan, sukses perlombaan dan
sukses prestasi harus mampu diraih. Beliau juga mengungkapkan rasa
terima kasihnya yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten
Sinjai yang telah menunggu selama 24 tahun untuk pelaksanaan MTQ
tersebut.
Hadir
dalam perhelatan akbar tersebut, Wakil Menteri Agama, Prof. DR.
Nazaruddin Umar, Bupati Sinjai, Andi Rudiyanto Asapa, Ketua DPRD Sulsel,
Muh. Roem, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Sulsel, serta
bupati/walikota se-Sulsel.