| Sabtu, 31 Maret 2012 | |
MAKASSAR – Pemprov Sulsel dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berpeluang meraih penghargaan penyelenggara pemerintahan terbaik, Satyalancana Karya Bakti Praja Nugraha, tahun ini. Pemprov Sulsel masuk tiga besar pemerintah dengan kinerja terbaik dari 33 Pemprov se-Indonesia.Pada 2011,Sulsel berada di peringkat dua di bawah Sulawesi Utara dan di atas Jawa Tengah. Sementara Kota Makassar bersama Kabupaten Luwu Utara, masuk 15 besar nominasi kabupaten/kota penyelenggara pemerintah terbaik di Indonesia. Rencananya,Tim Nasional Verifikasi Laporan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) akan mulai melakukan penilaian di beberapa SKPD Pemprov, pekan depan. Tim akan menilai pelayanan publik, kesehatan dan pendidikan masyarakat, reformasi birokrasi,serta realisasi pembangunan di daerah. “Tahun ini kami masuk nominasi tiga besar. Dua saingan kami, yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ungkap Sekprov Sulsel A Muallim,kemarin. Dia optimistis tahun ini, Pemprov Sulsel bisa meraih predikat terbaik dengan asumsi penilaian pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). “Tahun lalu kami kalah dari Sulut karena dia mampu menggandengkan kinerja pemerintahan dan WTP.Sekarang kami yang WTP dan Sulut sudah tidak lagi.Sudah saatnya kami menjadi provinsi terbaik,” paparnya seusai memimpin rapat rencana penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) di Kantor Gubernur Sulsel. Salah satu yang menjadi pokok penilaian tim yang merupakan gabungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPK), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN),yakni pelayanan rumah sakit (RS) daerah serta ruas jalan provinsi dan nasional. Hal ini, lanjut Muallim, turut mempengaruhi peringkat suatu daerah dalam pe-nganugerahan Satyalancana Karya Bakti Nugraha yang rencananya akan diberikan pada Pada peringatan Hari Otonomi Daerah 2012 mendatang. ● wahyudi |
Gubernur
Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, menghadiri puncak peringatan
Hari jadi ke-631 Kab. Wajo Kamis, 29 Maret 2012 yang berpusat di
Lapangan Merdeka Kabupaten Wajo dan menyampaikan turut prihatin atas
aksi mahasiswa di Makasar yang terlibat bentrok dengan aparat
kepolisian dan meminta agar demo penolakan rencana kenaikan harga BBM
yang terjadi itu tetap menjaga kondisi daerah tetap kondusif dan
berharap tidak ada korban yang jatuh akibat unjuk rasa BBM ini dan
perlu adanya kebersamaan demi terciptanya ketentraman di Sulawesi
Selatan seperti yang terjadi di Makassar bentrokan penolakan BBM dan
saya kira aparat sudah bekerja dengan baik.
Pada
kesempatan itu Gubernur melantik dan mengukuhkan pengurus komunikasi
intelejen Daerah (Kominda) Kabupaten Wajo Pusat Komunikasi Gerakan Bela
Negara (Puskom GBN) kabupaten wajo, dan forum kewaspadaan dini
Masyarakat (FKDM) Kabupaten Wajo di Baruga Weccudai, Rumah Jabatan
Bupati. Setelah selesai pelantikan Gubernur meminta ketiga lembaga yang
dikukuhkan itu terlibat secara bersama sama untuk menjaga kedamaian dan
ketentaraman di wilayahnya masing-masing pasalnya, yang maju tanpa
adanya jaminan keamanan yang baik , diera orde baru selalu dikatakan
bahwa stabilitas berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat .
Negara
hanya akan baik kalau tidak ada ribut-ribut, suatu negara dan
pemerintahan akan baik jika ada ruang bagi para pengusaha dan industeri
investasi tumbuh dengan baik disuatu wilayah. Investasi tidak akan
masuk kalau daerah tidak aman pengusaha, pedagang, pemilik pemilik toko
hanya akan berjalan jika tidak ada ribut-ribut, akselerasi perekonomian
disulsel mencapai Rp.117 triliun sementara di Kabupaten wajo dinilai
pertumbuhan ekonomi sangat baik dengan begitu, inilah yang harus kita
jaga dan menjadi bagian dari tugas ketiga lembaga ini.