Senin, 02 April 2012

Pemprov Akan Alokasikan Anggaran untuk Museum Parepare

SENIN, 02 APRIL 2012
Makassar, --Pemerintah Provinsi Sulsel akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tugu dan museum pahlawan Andi Bau Masseppe. Hal itu terungkap dalam pertemuan panitia pembangunan museum Natsir Majid, Ketua Legiun Veteran Parepare H Dalle, dengan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, di ruang kerja gubernur, Senin (2/4).
"Kita harus ubah dulu manajemennya. Ada peran dari Pemprov Sulsel dan Pemkot Parepare. Bagaimana budgeting supportnya," kata Syahrul.
Gubernur Sulsel mengatakan, langkah awal adalah dengan merencanakan lima tahapan pembangunan. Tahap pertama, bagaimana menyelesaikan pembangunan tugu atau patung tahun ini.
"Kita fokus dulu menyelesaikan tugunya tahun ini," ujarnya.
Sementara, Ketua Panitia Pembangunan Museum Natsir Majid, mengatakan, pembangunan tugu dan museum membutuhkan anggaran sebesar Rp5 miliar. Sumber dananya, tidak hanya dari Pemprov Sulsel dan Pemkot Parepare, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung.
"Dari sumbangan masyarakat seribu rupiah per orang dan penjualan kalender, kami sekarang bisa mengumpulkan tujuh puluh juta. Kami harap, akan ada lagi sponsor lainnya," kata Natsir.(Dewi)
Read More >>

Gubernur Siap Asuransikan Wartawan

SENIN, 02 APRIL 2012 14:03

Pers Harus Miliki Mainset Nasional
 
Makassar, --Maraknya aksi kekerasan yang menimpa jurnalis, mendapat perhatian khusus dari Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo. Rencananya, gubernur akan menyiapkan asuransi untuk para wartawan.
"Kita melihat wartawan ini sangat rentan mengalami hal yang berbahaya. Seperti saat meliput demonstrasi yang anarkis, ada yang terkena lemparan batu. Nah, bagaimana kalau seperti itu, bagaimana pengobatannya," kata Syahrul saat menerima pengurus Persatuan Wartawan
Indonesia (PWI) Sulsel, di ruang kerja gubernur, Senin (2/4).
Syahrul mengatakan, tidak semua wartawan akan diasuransikan. Ada penilaian-penilaian khusus dan kriteria yang akan ditentukan oleh lembaga yang berkompeten. Seperti, asuransi yang diberikan Pemprov Sulsel kepada 200 muballiqh yang kompetensinya dinilai Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Kita jangan berpikir negatif tentang asuransi ini. Saya hanya ingin melihat semuanya baik. Saya sendiri merasakan manfaat asuransi itu," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Syahrul juga meminta agar pada pelaksanaan Hari Pers Nasional yang akan dipusatkan di Kabupaten Pinrang, 8 April 2012 mendatang, ada agenda-agenda intelektual yang disusun oleh PWI terkait regulasi pers. Salah satunya, bagaimana membangun paradigma nasional dan mainset nasional masyarakat melalui pemberitaan-pemberitaan yang disiarkan.
"Wartawan tidak boleh terjebak pada keinginan industri semata. Tapi, semua pemimpin redaksi harus patuh pada undang-undang dan kode etik pers," tegasnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu juga membandingkan kebebasan pers di Indonesia dengan negara-negara lain. Seperti di Jepang, Inggris dan Amerika. Negara-negara tersebut juga menganut kebebasan pers, tetapi masih memiliki batas atau frame.
"Pers memegang peranan yang sangat vital dalam membangun paradigma masyarakat. Kita lihat pada demo kenaikan harga BBM kemarin, yang terekspos bukan lagi isu penolakan kenaikan harga, tapi justru bergeser ke aksi anarkis. Pers harus bisa membedakannya," urainya.
Syahrul berharap, pers juga mengambil peran dalam menyelamatkan masa depan para mahasiswa atau generasi muda Sulsel. Aksi-aksi anarkis yang terekspos berlebihan, akan membuat mahasiswa Makassar ditolak industri kerja.
"Ada tiga agenda yang harus ketemu. Antara lain, manajemen intelektual, manajemen kontrol dan feedback antara pers dan pemerintah, serta bagaimana perilaku pers. Kalau semua ini bisa ketemu, maka Sulsel akan jauh lebih baik. Tidak mungkin investor akan masuk kalau kita hancur-hancuran," tambahnya.
Sementara, Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh, mengatakan, yang menjadi agenda utama bagaimana mendesak agar kesejahteraan wartawan bisa diperhatikan. Minimal asuransi. Karenanya, saat ini PWI Sulsel sudah bekerjasama dengan Ketua Apindo Pusat Sofyan Wanandi untuk membicarakan kerjasama apa saja yang bisa kita lakukan.
"Kita ajukan ke Pak gubernur responnya sangat baik. Kesejahteraan wartawan memang menjadi agenda utama kita. Memang sudah ada perusahaan masing-masing, tapi perlindungan yang diberikan untuk wartawannya masih sangat terbatas. Apalagi, ketika hubungan kerjanya sudah terputus," jelasnya.
Terkait kekerasan yang banyak menimpa wartawan, Zulkifli menilai, hal itu terjadi karena ada kekurangan yang dimiliki para wartawan. Yakni, mereka tidak menyadari pentingnya keselamatan diri ketika berada pada posisi yang sudah tidak aman. Karenanya, PWI bekerjasama dengan Kodam VII Wirabuana juga sudah melakukan latihan bela negara atau pembelaan diri untuk para wartawan.
"Wartawan itu kan haus berita, haus informasi. Tanpa diperintahpun mereka langsung melakukan peliputan. Spontanitas mencari berita. Tapi, kadang mereka tidak sadar ketika meliput bentrok dan ada pada situasi yang tidak kondusif," tuturnya. (Dewi)
Read More >>

Gubernur Imbau Bupati Lakukan Normalisasi Harga

SENIN, 02 APRIL 2012 

Makassar, -- Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengimbau agar semua kepala daerah yakni bupati/walikota, hingga camat dan kepala pasar turun langsung ke lapangan melakukan normalisasi harga. Tujuannya, agar harga kebutuhan pokok di pasaran tidak melambung tinggi.
"Kemarin juga pas ada isu kenaikan harga BBM, terjadi normalisasi, bukan ledakan. Sekarang, pasca keputusannya ditunda, harus dilakukan normalisasi," kata Syahrul, di saat dimintai tanggapannya terkait kenaikan harga kebutuhan pokok, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (2/4).
Syahrul mengungkapkan, ketika terjadi eskalasi, maka akan dilakukan penanganan secara bertahap. Mulai dari pengamatan rutin, pemantauan buble stock, cek distribusi hingga pada level tertentu dilakukan penanganan dan operasi pasar.
"Saya berharap, setelah ada penundaan ini semuanya bisa normal kembali. Disperindag juga harus melakukan tugas fungsionalnya. Saya kira, kalau semua sudah turun tangan semuanya bisa diatasi," ujarnya.
Gubernur mengungkapkan, aksi-aksi anarkis yang terjadi belakangan ini juga berdampak pada perekonomian Sulsel. Paket-paket wisata di beberapa tempat harus dijadwalkan ulang, serta ada beberapa agenda MoU yang harus tertunda.
"Kalau ada kontraksi, biasanya berdampak langsung pada perekonomian. Kemarin, saya ke Trans Studio diberitahukan ada paket yang harus dijadwalkan ulang," ungkapnya.
Bupati Gowa dua periode itu berharap, semua pihak bisa berjalan normatif. Mahasiswa dan aparat bisa berjalan baik.
"Saya tidak katakan kalau kondisinya sudah pulih, tapi normatif. Bukan demonya yang buat risau, tapi anarkisnya," tuturnya.
Ia menambahkan, kondisi yang normatif akan membuat perekonomian kembali berjalan baik. Karenanya, status siaga satu tinggal menunggu waktu saja untuk mencabutnya.
"Siaga satu tinggal tunggu waktu saja. Kita semua berharap, semuanya berjalan normatif," tambahnya.(Dewi)
Read More >>

Gubernur Belajar Akuntansi di LP3I

SENIN, 02 APRIL 2012 

Makassar,--Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo akan belajar akuntansi di Politeknik Nasional LP3I Makassar. Ia juga akan membawa serta beberapa Kepala SKPDnya.
"Apakah ada sistem akuntansi yang bisa dikuasai dalam dua jam. Saya akan belajar akuntansi di LP3I," kata Syahrul saat menerima pengurus Yayasan LP3I di ruang kerjanya, Senin (2/4).
Syahrul mengatakan, kalau mau memperbaiki negara, maka ada dua hal yang harus menjadi agenda prioritas. Yakni pendidikan dan ekonomi. Karena, Pemprov Sulsel telah memprogramkan beasiswa pendidikan dengan mengirim 328 mahasiswa Sulsel untuk belajar ke berbagai negara di dunia.
"Kalau mau ekonomi baik, pendidikan harus baik," tegasnya.
Sementara, Ketua Yayasan LP3I Yusran Paris, mengatakan, kedatangannya menemui gubernur untuk meminta kesediaan Syahrul Yasin Limpo menghadiri acara wisuda mahasiswa LP3I pada tanggal 4 April mendatang, yang akan dilaksanakan di Hotel Sahid.
"Kami juga meminta beliau untuk turut menyaksikan penandatanganan memorandum of understanding dengan 100 lembaga mitra usaha. Pak gubernur juga diharapkan bisa menandatangi prasasti pembangunan kampus baru kami di Tamalanrea," ungkap Yusran.
Yusran menambahkan, lembaga mitra usaha LP3I tidak kurang dari 100 perusahaan. Beberapa hotel yang baru masuk di Makassar juga menjalin kerjasama.
"Hasil dari kemitraan ini, lulusan LP3I tidak sulit lagi mencari kerja. Bahkan, pada tahun kedua sudah banyak permintaan," tambahnya. (Dewi)
Read More >>

SYL Ungkap Makna Don’t Stop Komandan


Senin, 02 April 2012



MAKASSAR – Ketua Majelis Pembimbing Daerah sekaligus Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulsel Syahrul Yasin Limpo menjelaskan istilah “Don’t Stop Komandan” adalah kata dan semangat Pramuka.


Kalimat tersebut juga diakuinya memiliki makna pantang menyerah. “Don’t Stop Komandan itu bukan tagline politik, tapi kata Pramuka. Kalau dalam mencapai tujuan ada tembok penghalang di depanmu, don’t stop, tapi jangan ditabrak. Jangan menyerah, berusahalah melewati tembok itu,” ungkap Syahrul disela-sela pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Gerakan Pramuka Sulsel yang digelar di Baruga Sangiaseri,Minggu (1/4).

Gubernur Sulsel ini mengatakan, Indonesia sedang dilanda persoalan, yakni kekurangan power of trust dan power of give. Maksunya, masyarakat mulai kehilangan kepercayaannya dan kehilangan semangat gotong royong atau saling membantu. “Pramuka akan menjadi solusi dari persoalan negeri ini,”katanya.

Menurut mantan Bupati Gowa dua periode itu, organisasi Pramuka memiliki orangorang yang bekerja secara bersama- sama dan mencari solusi terhadap semua persoalan negeri. “Yang bekerja bukan hanya tangan dan kaki, tapi juga pikiran dan hati.Keterpanggilan saya bergabung di Pramuka karena panggilan hati. Seandainya di partai politik juga seperti di Pramuka, maka damailah negeri ini,”tuturnya.

Syahrul yang kembali maju di Pilgub Sulsel 2013 itu berharap, Musda Gerakan Pramuka Sulsel yang dilaksanakan bisa menemukan kembali energi dan kesegaran organisasi serta menyempurnakan kekurangan yang ada. “Musda bukan mencari yang jelek saja, tapi melakukan perbaikan. Kita harus terus berpikir positif agar hasilnya juga positif,” ungkapnya. Ke depan, lanjut dia, Gerakan Pramuka Sulsel harus memiliki kegiatan-kegiatan yang produktif, seperti pembibitan ikan lele dan pembibitan hutan.

Di setiap desa dan kelurahan juga diprogramkan untuk memiliki pelatih. Sementara Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana Marsekal Madya TNI Eris Harryanto memuji keberhasilan Syahrul Yasin Limpo.

“Saya sangat kagum dengan pemikiran-pemikiran Pak Syahrul,” kata Eris yang juga menjabat Sekretaris Menteri Pertahanan (Sekmenhan) saat membuka Musda Pramuka Sulsel. abd salam malik 

Read More >>

Bahan Pokok - Disperindag Jamin Harga Tetap Stabil


Senin, 02 April 2012
MAKASSAR – Dinas Perin-dustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel menjamin harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional tetap stabil,menyusul ditundanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akhir pekan lalu.


Kadistarkim Sulsel Irman Yasin Limpo mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum mendapati atau mendengar laporan terkait adanya harga bahan pokok di pasar tradisional yang mengalami kenaikan harga terkait isu BBM. ”Berdasarkan hasil pantauan kita, harga-harga bahan pokok masih stabil.Tidak ada yang melonjak akibat pengaruh BBM.Apalagi, harga BBM kan batal dinaikkan,”kata Irman di Makassar,kemarin.

Dia mengaku,dari sejumlah bahan pokok di pasaran, hanya harga cabai kecil dan cabai besar yang mengalami kenaikan hingga Rp2.500 per kilogram (kg) dari harga normal. Namun,dia membantah jika hal tersebut diakibatkan oleh isu kenaikan harga BBM. Menurut Irman, kenaikan harga cabai ini murni akibat pasokan yang berkurang disebabkan cuaca. Stabilisasi harga bahan pokok tersebut,lanjut Irman,juga dipantau dari beberapa pusat distribusi yang ada di Kota Makassar.

Sehingga, dia menjamin harga masih stabil dan stok ketersediaan sejumlah bahan pokok masih aman untuk beberapa waktu ke depan. ”Kita sudah melakukan pengecekan dari distributor hingga pasar-pasar tradisional. Seluruh bahan pokok masih stabil. Ini kita lakukan sejak adanya rencana kenaikan harga BBM dulu,”tuturnya.

Meski demikian, Irman tidak dapat menjamin kestabilan harga bahan pokok yang ada di pengecer kecil. Pasalnya, Disperindag Sulsel mengaku sulit untuk mengontrolnya. ”Kalau pengecer kecil sulit kita kontrol memang. Tapi mulai dari distributor hingga pasar tradisional, kita jamin,” tambahnya.

Sehari sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta kepada semua pihak termasuk masyarakat untuk ikut mengontrol dan mengawasi stabilitas harga sejumlah kebutuhan pokok atau sembako. Ia berharap harga sembako tetap stabil, karena harga BBM tidak mengalami kenaikan.Kalau pun harga salah satu sembako naik signifikan, Syahrul berjanji langsung akan melakukan operasi pasar (OP).

“Ini pekerjaan kita sama-sama, termasuk teman-teman pers harus mengampanyekan jangan ada kenaikan kebutuhan pokok karena harga BBM tidak naik.Harga akan kita kontrol terus. Saya akan ope-rasi pasar jika harga sembako naik signifikan,” katanya, Sabtu (31/3) lalu. ● wahyudi 

Read More >>

Tiga Perusda Akan Dibubarkan


Senin, 02 April 2012
MAKASSAR – Tiga perusahaan daerah (perusda) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan dilikuidasi atau dibubarkan karena dinilai tak aktifivitas bisnis lagi.

Untuk keperluan ini,Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu’mang hari ini akan menyampaikan penjelasan kepada DPRD Sulsel atas rencana pencabutan dua peraturan daerah (perda) yang mengatur tiga perusda tersebut.Tiga perusda tersebut yakni, Perusda Perdagangan Umum, Perusda Pariwisata, serta Perusda Telekomunikasi dan Perhubungan. Perusda Perdagangan Umum diatur dalam Perda Nomor 8/2003,sedangkan Perusda Pariwisata serta Perusda Telekomunikasi dan Perhubungan diatur dalam Perda Nomor 11/2003.

Ketiga perusda ini sudah bertahun-tahun tidak beroperasi, sehingga Komisi C DPRD Sulsel sejak dua tahun lalu me-minta kepada Pemprov Sulsel untuk menghapusnya melalui persetujuan legislatif. Sekretaris Komisi C DPRD Sulsel Ariady Arsal mengemukakan, setelah mendengarkan penjelasan eksekutif, DPRD membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mengkaji bersama tim pakar, sebelum memutuskan menyetujui atau menolak penghapusan tiga perusda tersebut.

“Besok baru penyampaian usulan pemprov untuk penghapusan. Setelah itu,mendengarkan masukan masyarakat dan daerah lain,serta pembahasan bersama tim pakar. Kalau dihapus, apa saja yang perlu dikaji,” katanya di Makassar,kemarin. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengemukakan, panitia khusus (Pansus) DPRD akan mengkaji tentang pengalihan aset-aset maupun pegawai pada tiga perusda ini.

Sebelumnya, Kepala Biro Hukum Pemprov Sulsel Simon Lopang mengemukakan, selain dua perda yang mengatur tentang perusahaan daerah. Masih ada dua perda lainnya tentang perusda yakni Perusda Agribisnis dan Perusda Sulsel. Namun kedua perusda ini tetap dipertahankan.

”Sedangkan Perusda Agribisnis tetap dipertahankan bersama Perusda Sulsel. Jadi hanya dua perda yang direncanakan dicabut karena dinilai tidak efektif lagi dalam operasionalnya,” jelasnya. ●supyan umar 

Read More >>

4 BUMN Kelola 212.000 Ha Lahan Pertanian


Senin, 02 April 2012
MAKASSAR – Sebanyak empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menggarap 212.000 hektare (ha) lahan pertanian yang ada di Sulsel untuk pengembangan pertanian berbasis korporasi.


Upaya keempat BUMN tersebut untuk pengembangan padi dan jagung di beberapa daerah di Sulsel. ”Beberapa BUMN sudah mulai jalan,” kata Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang di Makassar,kemarin. Keempat BUMN tersebut yakni PT Sang Hyang Seri (SHS). Bahkan SHS sudah mulai melakukan sosialisasi bersama KTNA Sulsel di sejumlah daerah. “Perusahaan ini, nantinya akan mengelola 137.000 ha lahan pertanian untuk produk pangan,”katanya.

BUMN lainnya adalah, Perum Bulog yang akan mengelola lahan pertanian seluas 10.000 ha. Selanjutnya adalah PT Pertani yang mengelola lahan 45.000 ha.“Termasuk PT Pupuk Kaltim (PKT) juga akan mengelola lahan 20.000 ha,” ujar Rahman. Dia mengatakan,total lahan yang akan digarap keempat BUMN tersebut mencapai 212.000 ha. ”Keterlibatan empat BUMN itu sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2011, tentang Pengamanan Produksi Beras Nasional dalam menghadapi kondisi iklim ekstrim,”jelasnya.

Termasuk mendukung program pemerintah untuk produksi beras nasional sebanyak 10 juta ton hingga 2014 nanti. “Tentu saja keterlibatan keempat perusahaan tersebut juga akan membantu petani di Sulsel,”kata Rahman. Nantinya, lanjut Rahman, keempat BUMN itu akan memberikan modal kerja kepada petani sesuai dengan luas lahan yang dimiliki.Modal kerja yang diberikan dikenai bunga sekitar 3%. “Pinjaman itu untuk pembelian bibit, pupuk dan kebutuhan produksi lainnya,” paparnya.

Menurut dia, pinjaman yang diberikan akan dikembalikan pada masa panen.Namun pada musim tanam baru, petani akan kembali diberikan modal kerja.“Model ini namanya pengadaan pangan berbasis korporasi,”jelasnya. Sementara itu, Kepala Bagian Pengembangan Bisnis Program Kantor Wilayah BRI Makassar Darmanto mengatakan, tahun ini akan memberikan kredit ke PT Pertani.“April nanti BRI akan membiayai modal ke PT Pertani untuk pengadaan pangan berbasis korporasi,” katanya.

Dia menyebutkan, modal yang disiapkan sebanyak Rp50 miliar. Jumlah tersebut, jika dikonversi dengan luas lahan yang akan dibiayai mencapai sekitar 10.000 ha. “Modal itu akan diberikan ke petani pada musim tanam tahun ini,” kata Darmanto.

Daerah yang menjadi tempat pengembangan adalah Kabupaten Sidrap, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Bone,dan Polewali Mandar di Sulawesi Barat (Sulbar). “Program ini sudah berjalan sejak 2011,”paparnya. ● umran la umbu 

Read More >>

Minggu, 01 April 2012

Kebutuhan Pokok - Syahrul Minta Harga Sembako Dikontrol


Minggu, 01 April 2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta kepada semua pihak termasuk masyarakat untuk ikut mengontrol dan mengawasi stabilitas harga sejumlah kebutuhan pokok atau sembako.


Dia berharap harga sembako tetap stabil karena harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami kenaikan dalam waktu dekat ini. Kalau pun harga sembako naik signifikan, Syahrul berjanji langsung melakukan operasi pasar. “Ini pekerjaan kita sama- sama, termasuk temanteman pers harus mengampanyekan jangan ada kenaikan kebutuhan pokok karena harga BBM tidak naik. Harga akan kita kontrol terus. Saya akan operasi pasar jika harga sembako naik signifikan,” katanya di Makassar, kemarin.

Mantan bupati Gowa dua periode ini juga meminta masyarakat tidak terlalu menghawatirkan kenaikan harga sembako. Dia mengemukakan, sejak pemerintah mewacanakan kenaikan harga BBM beberapa pekan lalu, harga sembako di Sulsel masih normal.

Stabilnya harga sembako di Sulsel dalam beberapa tahun terakhir menurut Syahrul yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel tidak lain karena pasokan terjaga. “Semua masih berjalan normatif. Kita membenahi agar overstock pangan kita terjaga.Artinya kalau barang banyak, harga bisa kita kontrol,”katanya. 

Read More >>

Sabtu, 31 Maret 2012

Produksi Bandeng Sulsel Naik


Sabtu, 31 Maret 2012


MAKASSAR – Produksi ikan bandeng di Sulsel pada tahun lalu meningkat 4,75% atau sekitar 82.402 ton dibandingkan 2010 yang mencapai 78.187 ton.


”Kontribusi paling besar dari Kabupaten Pinrang,yakni 17.402 ton. Disusul Kabupaten Wajo 15.923 ton dan Pangkep 11.428 ton,” kata Kepala Bidang Budi Daya Perikanan Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Sulsel Sulkaf S Latief di Makassar, kemarin. Dari beberapa daerah di Sulsel,kenaikan terjadi di Pinrang mencapai 17.812 ton dan Wajo 8.287.7 ton.Namun,Pangkep justru mengalami penurunan dan hanya mencapai 8.287 ton pada 2011.“Penurun produksi di Pangkep karena sebagian tambaknya tidak pernah dikeringkan. Akibatnya, banyak bibit ikan yang mati,” katanya.

Apalagi, rata-rata tambak ikan bandeng yang ada di daerah tersebut merupakan tambak tua.“Secara agregat, jumlah produksinya meningkat dibanding 2010,”paparnya. Berdasarkan data DKP Sulsel pada 2011,luas tambak yang ada saat ini ada sekitar 100.000 hektare (ha).“Hampir 70% untuk ikan bandeng,termasuk untuk budi daya udang,”katanya.

Sementara itu,Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang berharap, sektor perikanan diberikan bantuan pendanaan. “Sampai saat ini perikanan budi daya belum tersentuh,” ujarnya. Padahal, potensi perikanan Sulsel sangat besar dan harus diberikan perhatian untuk peningkatan produksi.“Tentu harus ada kerja sama dengan pemerintah dan pemodal,” pungkas dia. umran la umbu

Read More >>

Sulsel dan Makassar Masuk Nominasi




Sabtu, 31 Maret 2012


MAKASSAR – Pemprov Sulsel dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berpeluang meraih penghargaan penyelenggara pemerintahan terbaik, Satyalancana Karya Bakti Praja Nugraha, tahun ini.


Pemprov Sulsel masuk tiga besar pemerintah dengan kinerja terbaik dari 33 Pemprov se-Indonesia.Pada 2011,Sulsel berada di peringkat dua di bawah Sulawesi Utara dan di atas Jawa Tengah. Sementara Kota Makassar bersama Kabupaten Luwu Utara, masuk 15 besar nominasi kabupaten/kota penyelenggara pemerintah terbaik di Indonesia. Rencananya,Tim Nasional Verifikasi Laporan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) akan mulai melakukan penilaian di beberapa SKPD Pemprov, pekan depan. Tim akan menilai pelayanan publik, kesehatan dan pendidikan masyarakat, reformasi birokrasi,serta realisasi pembangunan di daerah.

“Tahun ini kami masuk nominasi tiga besar. Dua saingan kami, yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ungkap Sekprov Sulsel A Muallim,kemarin. Dia optimistis tahun ini, Pemprov Sulsel bisa meraih predikat terbaik dengan asumsi penilaian pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). “Tahun lalu kami kalah dari Sulut karena dia mampu menggandengkan kinerja pemerintahan dan WTP.Sekarang kami yang WTP dan Sulut sudah tidak lagi.Sudah saatnya kami menjadi provinsi terbaik,” paparnya seusai memimpin rapat rencana penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) di Kantor Gubernur Sulsel.

Salah satu yang menjadi pokok penilaian tim yang merupakan gabungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPK), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN),yakni pelayanan rumah sakit (RS) daerah serta ruas jalan provinsi dan nasional. Hal ini, lanjut Muallim, turut mempengaruhi peringkat suatu daerah dalam pe-nganugerahan Satyalancana Karya Bakti Nugraha yang rencananya akan diberikan pada Pada peringatan Hari Otonomi Daerah 2012 mendatang. ● wahyudi 

Read More >>

Sulsel Target Bebas TB 2015


Sabtu, 31 Maret 2012
SULAWESI Selatan ditargetkan bebas dari penyakit tuberklosis (TB) pada 2015. Untuk mencapai target itu, Pemprov Sulsel membuat program kemandirian dalam penanggulangan TB dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.


Kordinator Program Sub Sub- Recipient (SSR) Aisyiyah Sulsel Wahriyadi mengatakan, Pada 2009,Sulsel di urutan ketiga sebagai daerah dengan penderita penyakit TB terbanyak.Sedangkan pada 2011,ratng tersebut turun menjadi kelima.“Itu menunjukkan jumlah penderita TB di Sulsel dalam dua tahun terakhur terus penurunan,”kataWahriyadi di sela kegiatan jalan dan senam Sehat dalam rangkaian kampanye penggulangan TB se dunia tingkat Kabupaten Pinrang kemarin.

Dia mengungkapkan,pada 2011,dari 17.000 suspectTB di Sulsel,1.300 di antaranya positif menderita penyakit yang menyerang paru-paru tersebut.Namun dengan langkah antisipatif,99% penderita dinyatakan sembuh total dan 10% meninggal dunia. Koordinator SSR Aisyiyah Kabupaten Pinrang Sitti Nurhayati Haruna mengungkapkan,khusus data di Kabupaten Pinrang,hingga Maret 2012,pihaknya mencatat sekitar 30 penderita TB. Dengan melibatkan 120 petugas kader TB,optimistis, jumlah tersebut bisa ditekan.

“Pendampingan penderita TB terus kami galakkan. Setiap penderita didampingi seorang kader TB untuk motivasi agar secara mengikuti program pengobatan secara berkesinambungan,”ujar Sitti. darwiaty 

Read More >>

Jumat, 30 Maret 2012

7.092 Siswa Miskin di Wajo Dapat Bantuan Pendidikan


Jumat, 30 Maret 2012
SENGKANG –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyerahkan bantuan pendidikan Rp4,2 miliar untuk 17.092 siswa miskin mulai tingkat SD, SMP,SMA,hingga SMK se-Kabupaten Wajo.


Bantuan ini diserahkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada rangkaian peringatan hari jadi ke-613 Kabupaten Wajo di Lapangan Merdeka Sengkang,kemarin. Bantuan pendidikan untuk 11.231 siswa SD bantuan sebesar Rp3 miliar.Untuk 2.228 siswa SMP Rp1,2 miliar, sedangkan untuk 454 siswa SMA mendapat bantuan Rp354 juta. Sementara untuk 3.179 siswa SMK sebesar Rp425 juta.

“Tingkat perekonomian Sulsel sudah cukup tinggi sehingga tidak ada lagi orang Sulsel yang tidak mendapatkan pendidikan dan kesehatan gratis,”kata dia. BupatiWajo A Burhanuddin Unru mengatakan, angka kemiskinan di Wajo masih berada dalam kisaran 9%.Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Wajo. “Dengan program pendidikan dan kesehatan gratis yang dicanangkan Gubernur Sulsel,beban masyarakat menjadi berkurang,”ujar dia. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jasman Juanda mengungkapkan,agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan dana bantuan tersebut, pihaknya akan menyalurkan langsung ke masing-masing sekolah untuk dikelola sendiri.

Setiap sekolah yang menerima bantuan harus melaporkan penyaluran dana dengan mencantumkan tanda tangan tiap siswa penerima. “Kami juga akan menurunkantimke tiapsekolahuntuk mengawal dana bantuan ini. Bantuan ini merupakan salah satu wujud bantuan pemerintah membangun Sulsel,”katanya.

Read More >>

Sulsel Adopsi Sistem Transportasi Australia


Jumat, 30 Maret 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berencana meniru sistem keselamatan transportasi Pemerintah Australia untuk menekan tingginya angka kecelakaan di daerah ini. 

Salah satu sistem yang akan dikerjasamakan dengan Negeri Kanguru tersebut, yakni pelibatan langsung masyarakat di bidang keselamatan transportasi, yang meliputi keselamatan penerbangan, perairan, dan jalan raya. Hal ini dikemukakan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang saat menerima General Manager Road Safety and Program Surface Transport Police Division, Department of Infrastructure and Transport Australian Joe Motha, di Kantor Gubernur Sulsel,kemarin. Agus mengatakan, saat ini Sulsel sangat membutuhkan program yang ditawarkan Pemerintah Australia untuk meningkatkan kesadaran dan keselamatan masyarakat pengguna jalan di daerah ini.

”Masyarakat sekarang ini butuh pelatihan program tentang keselamatan jalan,mengingat mobilisasi masyarakat Sulsel cukup tinggi seiring pertumbuhan ekonomi Sulsel yang tinggi pula,” paparnya, kemarin. Kerja sama Sulsel-Australia akan dituangkan dalam bentuk lokakarya untuk mentransfer pengetahuan keselamatan jalan dari ahli-ahli Australia kepada petugas terkait di Sulsel. Mereka,antara lain petugas dari Dishub Sulsel, Ditlantas Polda Sulelbar, Dinas Kesehatan, dan Dinas Bina Marga sebagai pelaksana infrastruktur jalan di daerah ini. Joe Motha menerangkan, dalam kerja sama tersebut juga akan ada action plan untuk masalah keselamatan jalan yang dipilih peserta sendiri untuk mengatasi masalah keselamatan jalan.

”Sebelumnya kami sudah bekerja sama dengan Bali dan Jakarta. Peserta menerima baik dan sudah meningkat pengetahuannya mengenai keselamatan jalan dan juga sudah meningkat kemampuannya bekerja sama dengan semua instansi, di antaranya polisi lalu lintas,Bina Marga, Dishub,” katanya. Dari program tersebut, pihaknya belum bisa memastikan hasilnya untuk masyarakat. Tetapi, pihaknya menjamin jika masyarakat me-nerapkan apa yang telah disampaikan para ahli dari Australia itu,itu akan sangat membantu.

Berdasarkan data yang dipaparkan Wagub Sulsel, kemarin, khusus di Kota Makassar pada 2011, terdapat 177 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.”Secara keseluruhan di Sulsel pada 2011 terdapat 892 orang meninggal dunia akibat kecelakaan, dari total 2363 kasus kecelakaan lalu lintas,”paparnya. wahyudi 

Read More >>

Gubernur Sulsel Harap Jaga Daerah Tetap Kondusif

Gubernur  Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, menghadiri puncak peringatan Hari jadi ke-631 Kab. Wajo Kamis, 29 Maret 2012 yang berpusat di Lapangan Merdeka Kabupaten Wajo dan menyampaikan turut prihatin  atas aksi mahasiswa di Makasar yang terlibat bentrok dengan aparat kepolisian  dan meminta agar demo penolakan rencana kenaikan harga BBM yang terjadi itu tetap menjaga kondisi daerah tetap kondusif dan berharap tidak ada korban yang jatuh akibat unjuk rasa BBM ini dan  perlu adanya kebersamaan demi terciptanya ketentraman di Sulawesi Selatan seperti yang terjadi di Makassar bentrokan  penolakan  BBM dan saya kira aparat sudah bekerja dengan baik.
Pada kesempatan itu  Gubernur melantik dan mengukuhkan pengurus komunikasi intelejen Daerah (Kominda) Kabupaten Wajo Pusat Komunikasi Gerakan Bela Negara (Puskom GBN) kabupaten wajo, dan forum kewaspadaan dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Wajo di Baruga Weccudai, Rumah Jabatan Bupati. Setelah selesai pelantikan Gubernur meminta ketiga lembaga yang dikukuhkan itu terlibat secara bersama sama untuk menjaga kedamaian dan ketentaraman di wilayahnya masing-masing pasalnya, yang maju tanpa adanya jaminan keamanan yang baik ,  diera orde baru selalu dikatakan bahwa stabilitas berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat .
Negara hanya akan  baik kalau tidak ada ribut-ribut, suatu  negara dan pemerintahan akan baik jika ada ruang bagi para pengusaha dan industeri  investasi tumbuh dengan baik disuatu wilayah. Investasi tidak akan masuk kalau daerah tidak aman pengusaha, pedagang, pemilik pemilik toko hanya akan berjalan jika tidak ada ribut-ribut, akselerasi perekonomian disulsel mencapai Rp.117 triliun sementara di Kabupaten wajo dinilai pertumbuhan ekonomi  sangat baik  dengan begitu, inilah yang harus kita jaga dan menjadi bagian dari  tugas ketiga lembaga ini.

Read More >>

Pertemuan Timda Untuk Persiapan Kunjungan Timnas Evaluasi Penyelenggaraan Pemda

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan perlu mendukung dan memfasilitasi Tim Verifikasi Data tingkat nasional yang akan melakukan tinjauan lapangan di Provinsi Sulawesi Selatan untuk merebut predikat Juara I atau II dan III, yang pengumuman resminya disampaikan pada hari OTDA bulan April yang akan datang. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, H. A. Muallim pada saat acara pertemuan Tim Daerah (Timda) persiapan kunjungan Tim Nasional (Timnas) tentang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) di Ruang Data Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat 30 Maret 2012.
Klarifikasi data dan peninjauan lapangan oleh tim tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2010 yang telah diserahkan Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan kepada Pemerintah Pusat pada Tahun 2011 sebagai pertanggung jawaban Pemerintah Daerah melaksanakan amanat rakyat yang telah diemban oleh Kepala Daerah Sulawesi Selatan sekaligus sebagai kepala pemerintahan yang tentunya tidak terlepas dari ketentuan perundang-undangan yang menjadi acuan sesuai Perarutan pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban kepada DPRD dan Informasi Laporan Penyelenggaran Pemerintahan Daerah kepada masyarakat  dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
Dalam menghadapi kejuaraan di Sulawesi Selatan harus ada persiapan-persiapan program unggulan yang dilengkapi data-data yang akurat karena kemungkinan ada peninjauan yang bersifat pelayanan seperti dari Samsat, Perizinan, Rumah Sakit dan sektor sektor yang menjadi penilaian yang akan diperlombakan ada 138 item yang akan dipertanggung jawabkan untuk mencapai 10 besar  antara lain bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, tata ruang, perencanaan pembangunan, perumahan, kepemudaan dan olahraga, penanaman modal, koperasi dan UKM, perhubungan Komunikasi dan Informatika, sosial budaya dll.
Yang akan menjadi tim pada kunjungan Timnas  tersebut yaitu Kepala Inspektorat Prov. Sulsel, Bappeda Prov. Sulsel, Badan Pengelola Keuangan Daerah Sulawesi Selatan, Dinas Pendidikan Prov. Sulsel, Dinas Kesehatan Prov. Sulsel,  Dinas Pendatan Daerah Prov. Sulsel, Dinas Binamarga Prov. Sulsel Biro Umum Setda Prov. Sulsel, Biro Humas dan Peotokol Setda Prov. Sulsel dan Tim penyusun LPPD Prov. Sulsel.

Read More >>

Kamis, 29 Maret 2012

Sulsel-Perancis Siap Kerja Sama Pendidikan

KAMIS, 29 MARET 2012 


MAKASSAR, — Pemerintah Provinsi Sulsel mengaku siap melakukan kerja sama dalam bidang pendidikan dengan negara Perancis. Sekretaris Provinsi Sulsel, Andi Muallim mengatakan, tawaran kerjasama itu disampaikan Duta Besar (Dubes) Perancis untuk Indonesia, Bertrand Lartholary yang diterima langsung di ruang kerjanya, Rabu, 27 Maret.

“Ia menyampaikan, dari aspek pendidikan mereka siap menerima perutusan dari Indonesia khususnya Sulsel untuk belajar disana,” kata Andi Muallim, usai menerima perwakilan Dubes Perancis untuk Indonesia.
Muallim juga mengatakan, selain pendidikan, utusan tersebut menyampaikan akan me­lakukan penjajakan untuk kerjasama dalam beberapa bidang di antaranya sektor pariwisata.
“Perutusan dari Dubes Pe­rancis, datang kesini untuk membangun kira kira apa yang bisa dikerjasamakan sesuai de­ngan potensi Perancis dan Sulsel,” jelasnya
Dengan tawaran tersebut, lanjut dia, pihaknya juga menjelaskan selama ini Sulsel memiliki program beasiswa pendoktoran ke luar negeri, hanya saja khusus untuk Perancis sampai saat ini belum ada.
“Jadi Dubes Perancis juga menyambut dan siap dijadikan sebagai lokasi dalam bentuk kerjasama bidang pendidikan. Apalagi juga sudah membentuk kerjasama dengan Unhas, kalau tidak salah juga untuk program pendoktoran,” bebernya.
Lebih jauh, pihaknya meng­aku telah meminta utusan Dubes Perancis untuk datang kembali, kemudian mengkonkretkan rencana itu dengan melakukan pertemuan bersama stakeholder untuk menyampaikan program yang ditawarkan itu.
“Kerjasama pendidikan kemungkinannya sangat besar. Karena program pendoktoran kita sebanyak 500 orang, tetapi yang tercapai baru sekitar 300 orang. Artinya masih ada 200 orang, kalau dia mau kerjasamakan untuk 200 orang itu terutama dari aspek financial dan seterusnya, saya kira akan berjalan lancar saja.” Pungkasnya.
Read More >>

Serahkan Laporan ke BPK

KAMIS, 29 MARET 2012 

alt
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Sulsel tahun 2011 ke Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulsel.
Penyerahan laporan itu diserahkan langsung Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu’mang yang diterima Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulsel, Cornell Syarief, di Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu, 28 Maret.
“Jadi ini memang sudah ada dalam aturan undang-undang dan secara formal pemerintah provinsi itu harus menyerahkan laporan keuangan tahunan dari pemerintah daerah. Saat ini kita telah serahkan ke BPK untuk diperiksa,” kata Agus Arifin Nu’mang.
Agus mengatakan, laporan tersebut mencakup seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada di lingkup Pemprov Sulsel. Materi laporan tersebut merupakan standar tahunan.
“Jelas kita berharap paling tidak bisa mempertahankan hasil pemeriksaan tahun sebelumnya, di mana kita mendapat hasil pemeriksaan dengan status wajar tanpa pengecualian (WTP). Karena hasil pemeriksaan itu tentu saja akan mempengaruhi kinerja kita di pemerintahan,” ujarnya.
Sementara itu kepala BPK Sulsel, Cornell Syarief mengatakan, setiap tahun pemda itu harus melaporkan pelaksanaan keuangannya kepada DPRD. Tetapi sebelum ke DPRD harus diaudit dulu oleh BPK, sehingga laporan yang diserahkan ke DPRD itu memang isinya benar.
Dalam laporan itu, pemerintah akan melaporkan berapa besar pendapatan, apa-apa saja yang telah dilakukan dengan anggaran belanja mereka serta bukti-bukti pembelanjaan keuangan.
BPK mempunyai waktu paling tidak selama dua bulan untuk memeriksa hasil laporan keuangan tersebut sebelum diserahkan ke DPRD. 
Read More >>

Gubernur Meresmikan RSUD Siwa Di Kabupaten Wajo

Kam, 29/03/2012

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo, mendapat sambutan antusias saat menghadiri peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siwa, di Kecamatan Pitumpanua Kabupaten Wajo, Rabu, 28 Maret 2012. Ribuan warga dari berbagai kalangan menyambut gubernur di tempat acara.
Bupati Wajo, Burhanuddin Unru mengajak seluruh warganya untuk mendukung Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo untuk melanjutkan kepemimpinannya karena keberhasilan pembangunan telah terbukti. Bahkan, terpilihnya Syahrul sebagai Ketua Asosiasi Gubernur se-Indonesia, membuktikan jika semua pihak menilai kalau Syahrul adalah seorang yang cerdas dan berkontribusi dalam banyak hal.
Burhanuddin sangat berterima kasih atas kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Selatan ini untuk meresmikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siwa, Menurutnya, Syahrul berhasil memimpin Sulawesi Selatan yang dibuktikan dengan diraihnya 107 penghargaan. Salah satunya, Bintang Maha Putra Utama dari Presiden RI. Selain itu, program pendidikan dan kesehatan gratis yang dicanangkan Pemprov. Sulawesi Selatan mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan juga sektor pertanian.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo, mengaku sangat bahagia atas sambutan warga Siwa, dan tidak menyangka jika ada ribuan warga yang menunggunya sejak siang. Beliau berharap semoga kebersamaan kita hari ini semoga bisa membawa Kabupaten Wajo jauh lebih baik. Gubernur Sulawesi Selatan mengungkapkan, pemerintahan yang baik dan kuat akan membawa kesejahteraan rakyat. Kabupaten Wajo yang potensi terbesarnya di sektor pertanian harus terus didorong, produksi padi terus ditingkatkan dan sektor pertanian harus diperhatikan.

Kondisi perekonomian di Sulawesi Selatan sedang berakselerasi dan terus mengalami perkembangan. Indikatornya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi sekitar 8,64 persen, inflase terendah di seluruh Indonesia, daftar tunggu haji yang terus meningkat hingga jumlah kendaraan bermotor yang terus bertambah setiap tahunnya. Semua yang baik ini harus diteruskan, kita butuh pemerintahan yang baik, yang tidak korupsi. Menjadi pemimpin adalah keputusan untuk mengabdi kepada masyarakat.

Sementara itu,  Kepala RSUD Siwa, drg. Armin Adela MARS mengatakan, RSUD Siwa dibangun tahun 2006 lalu oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan. Namun baru mulai beroperasi sejak 6 Mei 2009 ketika Burhanuddin Unru menjabat Bupati Wajo. Tahun 2012 ini RSUD Siwa sudah ditetapkan sebagai rumah sakit tipe D. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siwa ini tidak hanya melayani pasien dari Kabupaten Wajo saja tetapi melayani  pula pasien dari Kabupaten Luwu, Sidrap hingga Sulawesi Tenggara serta  diharapkan dengan bantuan dari Pemprov. Sulsel  kedepannya RSUD Siwa ini  bisa menjadi Rumah Sakit Tipe C. Peresmian RSUD Siwa ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo.


Read More >>

Devile HUT ke-62 Satpol PP Di Parepare Dihadiri Gubernur Sulsel

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo mengharapkan kepada seluruh Satuan Polisi Pamong Praja dan aparatur lingkup Pegawai Negeri Sipil agar mampu berprestasi dan memberikan pelayanan yang terbaik, terutama terkait dengan peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan di lingkup pemerintah provinsi. Gubernur juga mengungkapkan bahwa pemerintah harus memiliki nilai plus dibanding dengan swasta, karena di pemerintahan telah memiliki ciri khas keunggulan, kedisiplinan, dan berkarakter. Hal tersebut diungkapkan saat menghadiri Devile Hari Ulang Tahun ke-62 Satuan Polisi Pamong Praja yang digelar di Lapangan Andi Makkasau Parepare, Rabu, 28 Maret 2012.
Devile tersebut diperlombakan terdiri dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Gubernur menegaskan, pemerintah yang baik entah dari TNI dan Polri, seharusnya mampu melindungi rakyat dan memberikan yang terbaik. Tugas Satpol PP harus mengawal pembangunan agar lebih maju, menjaga ketentraman di Sulsel, memiliki visi garda terdepan untuk siap mengawal pilkada maupun pilgub, serta keamanan kedepannya.  Jabatan Satpol PP terlebih diutamakan memberikan pembinaan dan kenyamanan kepada masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik selagi masih berkesempatan menjalankan tugas sebagai abdi negara.
Himbauan ini juga disuarakan Menteri Dalam Negeri RI yang dibacakan Gubernur Sulsel bahwa mengingat tugas utama Polisi Pamong Praja adalah pengabdian abdi negara sekaligus merevitalisasi dan mengontrol para PNS yang menyalahi aturan diluar jam kerja. Hal itu dilakukan untuk menyadarkan para PNS agar mampu menjalankan tugas abdi negara sebaik mungkin. Pembinaan kepada Satpol PP juga sangat diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat pada umumnya.
Bantuan dana pembinaan oleh Gubernur Sulsel juga diberikan kepada ketiga daerah kabupaten/kota yang memenangkan Devile Satpol PP yang diantaranya, juara I dari Kabupaten Luwu sebesar 20 juta, juara II diraih Kota Parepare sebesar 15 juta, dan juara III diraih kabupaten Maros sebesar 10 juta.
Hadir dalam acara ini, Pembina Utama Satpol PP yang juga merupakan Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo, Walikota Pare-pare, Syamsu Alam, Ketua DPRD Kota Pare-pare, Muhadir Haddada, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura, Lutfi Halide, Kepala Biro Humas dan Protokol, Agus Sumantri, dan jajaran petinggi muspida Provinsi Sulsel.

Read More >>