| Selasa, 03 April 2012 | |
| MAKASSAR
– Nilai ekspor Sulsel pada Februari lalu mencapai USD104,66 juta atau
mengalami kenaikan sekitar 28,20% dibanding Januari yang mencapai
USD81,64 juta. Namun secara Year on Year (YoY) mengalami penurunan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono mengatakan, tingginya nilai ekspor pada Februari sebabkan peningkatan nilai ekspor enam komoditas utama. Seperti nikel, ikan,udang,dan kepiting. Menurut Bambang, terdapat lima negara tujuan ekspor terbesar Sulsel yakni Jepang, Malaysia, China, dan Singapura. “Nilai ekspor untuk ke-lima negara tersebut mencapai USD87,49 juta,”jelasnya. Namun secara YoY, nilai ekpor Sulsel di Fabruari lalu justru menurun sebesar 51,81%. “Februari 2011 nilai ekspor Sulsel sebanyak USD217,20 juta.Sedangkan Februari 2012 hanya USD104,66 juta,” katanya. Wakil Ketua Kadin Sulsel Ilham Alim Bachri menduga, turunnya ekspor Sulsel di Februari tahun ini karena produksi beberapa komoditi andalan Sulsel menurun. “Ada juga faktor lain. Seperti tingginya perdagangan antarpulau,” katanya. Sehingga ekspor Sulsel tidak maksimal dari segi nilai. “Kita juga harus melihat komoditi apa saja yang membuat ekspor Sulsel turun,”katanya. umran la umbu |
Gubernur
Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, menghadiri puncak peringatan
Hari jadi ke-631 Kab. Wajo Kamis, 29 Maret 2012 yang berpusat di
Lapangan Merdeka Kabupaten Wajo dan menyampaikan turut prihatin atas
aksi mahasiswa di Makasar yang terlibat bentrok dengan aparat
kepolisian dan meminta agar demo penolakan rencana kenaikan harga BBM
yang terjadi itu tetap menjaga kondisi daerah tetap kondusif dan
berharap tidak ada korban yang jatuh akibat unjuk rasa BBM ini dan
perlu adanya kebersamaan demi terciptanya ketentraman di Sulawesi
Selatan seperti yang terjadi di Makassar bentrokan penolakan BBM dan
saya kira aparat sudah bekerja dengan baik.
Pada
kesempatan itu Gubernur melantik dan mengukuhkan pengurus komunikasi
intelejen Daerah (Kominda) Kabupaten Wajo Pusat Komunikasi Gerakan Bela
Negara (Puskom GBN) kabupaten wajo, dan forum kewaspadaan dini
Masyarakat (FKDM) Kabupaten Wajo di Baruga Weccudai, Rumah Jabatan
Bupati. Setelah selesai pelantikan Gubernur meminta ketiga lembaga yang
dikukuhkan itu terlibat secara bersama sama untuk menjaga kedamaian dan
ketentaraman di wilayahnya masing-masing pasalnya, yang maju tanpa
adanya jaminan keamanan yang baik , diera orde baru selalu dikatakan
bahwa stabilitas berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat .
Negara
hanya akan baik kalau tidak ada ribut-ribut, suatu negara dan
pemerintahan akan baik jika ada ruang bagi para pengusaha dan industeri
investasi tumbuh dengan baik disuatu wilayah. Investasi tidak akan
masuk kalau daerah tidak aman pengusaha, pedagang, pemilik pemilik toko
hanya akan berjalan jika tidak ada ribut-ribut, akselerasi perekonomian
disulsel mencapai Rp.117 triliun sementara di Kabupaten wajo dinilai
pertumbuhan ekonomi sangat baik dengan begitu, inilah yang harus kita
jaga dan menjadi bagian dari tugas ketiga lembaga ini.
