Rabu, 04 April 2012

BRT Mamminasata Beroperasi 2013

Rabu, 4 April 2012

MAKASSAR– Moda transportasi massal, Bus Rapid Transit (BRT) yang dirancang untuk melayani empat kota yakni Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar akan dioperasikan awal 2013.
Tahap pertama, Pemprov Sulsel bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota di kawasan Mamminasata akan mengoperasikan 15 armada bantuan dari pemerintah pusat. BRT merupakan sistem transportasi cepat, nyaman, aman,dan tepat waktu. Sistem ini ditunjang infrastruktur berupa kendaraan dan dioperasikan terjadwal. BRT dirancang untuk mengurai kemacetan di empat wilayah, khu-susnya beberapa titik jalur utama di Kota Makassar.

“Ini sebenarnya sudah sangat mendesak karena semakin tingginya jumlah penumpang di keempat wilayah ini. Dengan beroperasinya BRT ini,kami harap bisa mengurai kemacetan,” ujar Kepala Dinas Per-hubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) Sulsel Masykur Sultan,kemarin. Menurutnya, armada BRT dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pendingin udara, memuat 28 penumpang, serta biaya angkutan yang relatif rebih murah dari kendaraan umum yang ada sekarang ini.


“Tahun ini kami genjot penyelesaian studinya, berupa perencanaan jalur serta biaya yang akan dibutuhkan nan-tinya,” katanya. BRT Mamminasata ini akan menggunakan jalur yang ada saat ini.Namun pada beberapa titik tertentu, akan dibuatkan jalur khusus sehingga tidak mengganggu jalan umum. Kendati demikian, Masykur menolak membocorkan mengenai titik yang akan dibuatkan jalur khusus BRT tersebut.


Dia berdalih,sementara ini masih dalam proses studi dan pembuatan detail engineering design (DED). Masykur menambahkan, kehadiran 15 angkutan baru tersebut tidak akan mengganggu angkutan umum yang telah hadir terlebih dahulu, seperti petepete. Menurutnya, armada perintis ini nantinya juga akan memiliki halte khusus yang akan dibuat oleh pemerintah daerah masing-masing.


BRT ini juga dirancang untuk bersinergi dengan monorel Mamminasata serta kereta api lintas Makassar- Parepare. Sehingga, beberapa halte transportasi massal ini nantinya akan digabungkan pada beberapa titik. “Kalau untuk kereta api Makassar-Parepare, rencananya akan mulai pembebasan lahan 2013 nanti. Sedangkan untuk monorel,tahun ini sudah masuk proses tender,” bebernya.


Sebelumnya,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk menjamin pembebasan lahan kereta api (KA) Makassar-Parepare yang akan dimulai pada tahun depan. Jika tidak, kata Syahrul, pembangunannya terancam tersendat. “Persoalan tanah, para bupati harus menjaminnya. Saya pengalaman dengan poros Makassar- Parepare. Bupati harus bisa menjaminnya,” katanya ke-pada wartawan. wahyudi

Read More >>

Pemprov Sulsel Menjadi Salah Satu Nominasi Penerima Parasarnya Purna Karya Nugraha 2012

Pemerintah Sulawesi Selatan menjadi salah satu nominator dalam pemilihan penyelenggara pemerintah daerah terbaik atau penerima Parasarnya Purna Karya Nugraha 2012. Menurut Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muallim, Sabtu, 31 Maret 2012, tim verifikasi akan turun mengklarifikasi Laporan Penyelanggaraan Pemerintah Daerah (LPPD). Klarifikasi dilakukan tim nasional evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang terdiri atas berbagai lembaga, diantaranya Kementerian Dalam Negeri, Badan Pemerikasa Keuangan, dan Lembaga Administrasi Negara.
Penghargaan Parasarnya Purna Karya Nugraha diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1973. Penghargaan tersebut merupakan tanda kehormatan kepada provinsi maupun kabupaten/kota yang dinilai mampu mendorong kesejahteraan masyarakat.
Penilaian kinerja terdiri atas 178 item, yakni realisasi program pembangunan dari setiap SKPD, sistem penyusunan laporan administrasi keuangan dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Selain Pemprov Sulsel, dua pemerintah kabupaten/kota di Sulsel juga masuk sebagai nominator, yakni Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Sebelumnya, Sulsel meraih posisi kedua setelah Provinsi Sulawesi utara yang meraih posisi pertama.
Read More >>

Pemprov Sulsel Akan Gelar Operasi Pasar

Rencana pemerintah pusat untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu mengatrol harga kebutuhan pokok. Meski rencana yang tersebut batal naik per 1 April 2012 namun kenaikan harga bahan pokok tidak bisa dicegat lagi. Saat ini kenaikan harga bahan pokok masih dalam batas-batas normatif. Hal itu dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur, Senin,  2 April 2012.

Apabila harga bahan pokok mengalami kenaikan yang diluar batas maka pihaknya berjanji akan melakukan operasi pasar di lapangan. Kalau sampai pada titik-titik tertentu yang sudah meresahkan maka akan dilakukan sidak kemudian sesudah itu kita akan cek buffer stock (cadangan persediaan) dan pendistribusiannya  bagaimana. Jika mekanisme itu telah ditempuh, namun masih terjadi kemacetan di tingkat distribusi maka pemerintah harus melakukan operasi untuk melihat kemungkinan terjadinya penimbunan atau sumbatan sistem.

Gubernur Sulawesi selatan, H. Syahrul Yasin Limpo menghimbau kepada seluruh perangkat pemerintahan hingga camat dan kepala pasar di seluruh kabupaten/kota agar turun langsung ke lapangan melakukan tindakan normalisasi harga kebutuhan pokok di pasaran. Dengan langkah antisipasi itu, diharapkan harga bahan pokok tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Dinas Perindustrian dan perdagangan juga harus melakukan tugas fungsionalnya, jika semua sudah turun tangan semuanya akan teratasi dengan baik.
Read More >>

Gubernur Sulsel Memimpin Sejumlah Gubernur se-Indonesia

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo sebagai Ketua Assosiasi Pemerintah Provinsi se-Indonesia (APPSI) memimpin beberapa gubernur se-Indonesia untuk melaporkan pengendalian harga kebutuhan pokok di masyarakat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta, Selasa, 3 April 2012.
Ketua Assosiasi Pemerintah Provinsi se-Indonesia (APPSI) ini menyampaikan hal ini menyusul kepanikan pasar terkait isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa hari lalu. Dalam pertemuan tersebut bersama H. Syahrul Yasin Limpo hadir Gubernur Banten Ratu Atut, Gubernur Jawa Timur Sukarwo, Koordinator daerah Kalimantan, Awang Farouk dan lainnya.
Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Sulawesi Selatan, H. Agus Sumantri mengatakan khusus untuk Sulsel  presiden meminta untuk melaporkan hal-hal yang dianggap perlu, bisa lewat telepon atau  lewat email. Harapan presiden APPSI diminta proaktif memberikan solusi terhadap berbagai macam masalah yang dihadapi pemerintah. Gubernur Sulsel selaku ketua APPSI diminta presiden untuk melaporkan setiap perkembangan di daerah masing-masing provinsi setiap bulan.
Read More >>

RAKOR P2WKSS TINGKAT PROVINSI SULAWESI SELATAN

Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) yang dicanangkan pemerinta pada tahun 1979 adalah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan taraf hidup dan kualitas hidup bagi masyarakat prasejahrera menjadi sejahtera. Hal ini dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Ir. Titien Sutarty, Selasa, 3 April di Ruang Data Kantor Gubernur.
Program P2WKSS sangat mengharapkan pola pikir dan prilaku melalui pembinaan SKPD terkait, serta peran aktif dari gerakan PKK dengan partisipasi seluruh masyarakat. Demikian halnya dengan program Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang diluncurkan pada tahun 1996, yang merupakan   gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan. Utamanya dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian bayi (AKB).
Sebelumnya Ketua panitia melaporkan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas Tim P2WSS Kabupaten Kota dalam rangka revitalisasi P2WKSS di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan jumlah peserta  97 orang.
Read More >>

MUSYAWARAH DAERAH GERAKAN PARAMUKA DI SULAWESI SELATAN

Pelaksanaan  Musyawarah Daerah (Musda) Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan yang dilaksanakan  di Baruga Sangiaseri  Makassar, Minggu, 1 April 2012, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah sekaligus Ketua Kwartir Daerah (Kwarda)  dalam sambutannya mengatakan bahwa gerakan  Pramuka di Sulawesi Selatan memberikan istilah “Don’t Stop komandan” adalah kata dan semangat Pramuka. Kalimat itu  diakuinya memiliki makna pantang menyerah dan bukan tagline politik, tapi merupakan kata Pramuka, yang bermakna jika dalam pencapaian tujuan ada tembok penghalang didepanmu, jangan ditabrak, jangan menyerah, tapi berusahalah melewati tembok itu.
Gubernur juga mengatakan  bahwa Indonesia ini sedang dilanda persoalan, yakni kekurangan power of trust dan power of give, maksudnya masyarakat  mulai kehilangan kepercayaannya dan kehilangan semangat gotong royong atau saling membantu sehingga Pramuka menjadi solusi dari persoalan negeri ini.
Organisasi  Pramuka memiliki orang-orang yang bekerja secara bersama-sama dan mencari solusi  terhadap semua persoalan negeri. Yang bekerja bukan hanya tangan dan kaki, tapi juga pikiran dan hati. Musyawarah Daerah  Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan yang dilaksanakan  bisa menemukan kembali energi dan kesegaran organisasi serta menyempurnakan kekurangan yang ada. Musda bukan mencari yang jelek saja, tapi melakukan perbaikan dan kita harus berpikir positif agar hasilnya juga positif. Kedepannya,  gerakan Pramuka  Sulawesi Selatan harus memiliki kegiatan-kegiatan yang produktif, seperti pembibitan ikan lele dan pembibitan hutan.
Read More >>

Gubernur Sulsel Raih Penghargaan Persandian 

Rabu, 04 April 2012

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mendapat penghargaan Dharma Persandian Utama dari Lembaga Sandi Negara RI, Rabu (4/4).

Penyerahan penghargaan tersebut bertepatan pada peringatan HUT ke-66 Lembaga Sandi Negara di kantor Lembaga Sandi Negara RI, Jakarta.

?Penghargaan/piagam Dharma Persandian Utama untuk gubernur Sulsel diterima oleh  Kepala Biro Humas dan Protokol Agus Sumantri dari Kepala Lembaga Sandi Negara, Mayjen TNI Dr Djoko Setiadi, M.Si.

Penghargaan ini diraih gubernur Sulsel atas dasar penilaian dari Lemsaneg RI, karena kepedulian SYL selama 4 tahun berturut turut mampu mengembangkan komunikasi dan persandian dalam wilayah Sulawesi Selatan.

Selain itu, peran pemerintah Sulsel dalam membantu penyelenggaraan kegiatan Unit Teknis pengelola persandian baik di TNI / Polri dan aktifitas persandian di daerah secara umum mampu mengimplementasikan amanat Kepres No.103 tahunn 2001 utk mengelola Persandian Nasional.

Kepres tersebut diejawantahkan melalui sistem persandian negara yang secara kongkrit mengatur dan mensinergikan sumberdaya persandian, material sandi, dan jaring komunikasi sandi nasional untuk bekerjasama dalam sebuah sistem, dalam menyelenggarakan jaminan keamanan informasi dan intelejen sinyal.?

Tema HUT ke-66 "Dengn persandian kita bertekad menyatukan semangat reformasi birokrasi demi terwujudnya insan persandian yang solid dan profesionalisme dala rangka ikut serta mewujudkan kepemerintahan yang baik".

Selain memberikan penghargaan kepada Gubernur SYL, juga memberikan penghargaan serupa kepada Gubernur Lampung dan Riau.

Kepala Lemsaneg RI Djoko Setiadi dalam sambutannya memberi apresiasi kepada tiga Gubernur atas perhatiaanya dalam menjaga kerahasiaan informasi, seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berdampak meningkatnya ancaman terhadap keamanan informasi, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Djoko menambahkan, pemanfaatan persandian harus menjadi prioritas kebijakan negara, karena hanya dengan kemampuan menjaga informasi strategis, jalannya pemerintahan dan stabilitas negara akan dapat tercapai secara optimal.

Persandian pada hakekatnya memiliki 2 fungsi yakni Jaminan keamanan informasi (information assurance) dan intelejen sinyal (signal intelegence).


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/04/04/gubernur-sulsel-raih-penghargaan-persandian
Read More >>

Selasa, 03 April 2012

Ekspor Sulsel Naik 28,20%


Selasa, 03 April 2012
MAKASSAR – Nilai ekspor Sulsel pada Februari lalu mencapai USD104,66 juta atau mengalami kenaikan sekitar 28,20% dibanding Januari yang mencapai USD81,64 juta. Namun secara Year on Year (YoY) mengalami penurunan.


Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono mengatakan, tingginya nilai ekspor pada Februari sebabkan peningkatan nilai ekspor enam komoditas utama. Seperti nikel, ikan,udang,dan kepiting. Menurut Bambang, terdapat lima negara tujuan ekspor terbesar Sulsel yakni Jepang, Malaysia, China, dan Singapura. “Nilai ekspor untuk ke-lima negara tersebut mencapai USD87,49 juta,”jelasnya.

Namun secara YoY, nilai ekpor Sulsel di Fabruari lalu justru menurun sebesar 51,81%. “Februari 2011 nilai ekspor Sulsel sebanyak USD217,20 juta.Sedangkan Februari 2012 hanya USD104,66 juta,” katanya. Wakil Ketua Kadin Sulsel Ilham Alim Bachri menduga, turunnya ekspor Sulsel di Februari tahun ini karena produksi beberapa komoditi andalan Sulsel menurun.

“Ada juga faktor lain. Seperti tingginya perdagangan antarpulau,” katanya. Sehingga ekspor Sulsel tidak maksimal dari segi nilai. “Kita juga harus melihat komoditi apa saja yang membuat ekspor Sulsel turun,”katanya. umran la umbu

Read More >>

Transportasi Angkutan Laut di Sulsel Meningkat

Selasa, 03 April 2012 

Makassar - Transportasi angkutan laut dalam negeri melalui Pelabuhan Makasar Februari 2012 mengalami peningkatan.  
"Ada peningkatan 41,261 orang atau 5,95 persen yang sebelumnya pada Januari 2012 mencapai 38.808 orang atau 5,95 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel Bambang Pramono di Makassar, Senin.
Sementara penumpang yang turun, kata dia, Februari mengalami penurunan 25.112 orang atau sebesar 22.09 persen dibandingkan Januari yang hanya mencapai 30.660 orang.

Untuk perkembangan angkutan udara papar Bambang, jumlah penumpang domestik di Bandara Internasional Hasanuddin yang datang pada Februari mencapai 246.484 orang atau menurun 7,60 persen dibandingkan Januari mencapai 265.206 orang.

Demikian pula penumpang luar negeri pada Januari sebesar 32,55 persen atau menurun dari 4.442 orang menjadi 3.300 orang pada Februari.

Jumlah penumpang yang berangkat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Februari mencapai 231.457 orang atau menurun 11,71 persen dibandingkan Januari mencapai 258.555 orang.

Penumpang transit tujuan dalam negeri pada Februari berjumlah 142.992 oarang atau menurun 8,32 persen dibandingkan Januari mecapi 154.896 orang, sedangkan penumpang transit tujuan internasional tidak ada.

Sementara barang yang dibongkar mengalami peningkatan sebesar 1,93 persen dari 555.537 ton pada Januari menjadi 566.469 ton per Februari.

Untuk barang dagangan yang dimuat mengalami penurunan sebesar 24,52 persen dari 446.510 ton menjadi 358.588 ton di Februari.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37720/transportasi-angkutan-laut-di-sulsel-meningkat
Read More >>

Senin, 02 April 2012

Pemprov Akan Alokasikan Anggaran untuk Museum Parepare

SENIN, 02 APRIL 2012
Makassar, --Pemerintah Provinsi Sulsel akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tugu dan museum pahlawan Andi Bau Masseppe. Hal itu terungkap dalam pertemuan panitia pembangunan museum Natsir Majid, Ketua Legiun Veteran Parepare H Dalle, dengan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, di ruang kerja gubernur, Senin (2/4).
"Kita harus ubah dulu manajemennya. Ada peran dari Pemprov Sulsel dan Pemkot Parepare. Bagaimana budgeting supportnya," kata Syahrul.
Gubernur Sulsel mengatakan, langkah awal adalah dengan merencanakan lima tahapan pembangunan. Tahap pertama, bagaimana menyelesaikan pembangunan tugu atau patung tahun ini.
"Kita fokus dulu menyelesaikan tugunya tahun ini," ujarnya.
Sementara, Ketua Panitia Pembangunan Museum Natsir Majid, mengatakan, pembangunan tugu dan museum membutuhkan anggaran sebesar Rp5 miliar. Sumber dananya, tidak hanya dari Pemprov Sulsel dan Pemkot Parepare, tetapi juga melibatkan masyarakat secara langsung.
"Dari sumbangan masyarakat seribu rupiah per orang dan penjualan kalender, kami sekarang bisa mengumpulkan tujuh puluh juta. Kami harap, akan ada lagi sponsor lainnya," kata Natsir.(Dewi)
Read More >>

Gubernur Siap Asuransikan Wartawan

SENIN, 02 APRIL 2012 14:03

Pers Harus Miliki Mainset Nasional
 
Makassar, --Maraknya aksi kekerasan yang menimpa jurnalis, mendapat perhatian khusus dari Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo. Rencananya, gubernur akan menyiapkan asuransi untuk para wartawan.
"Kita melihat wartawan ini sangat rentan mengalami hal yang berbahaya. Seperti saat meliput demonstrasi yang anarkis, ada yang terkena lemparan batu. Nah, bagaimana kalau seperti itu, bagaimana pengobatannya," kata Syahrul saat menerima pengurus Persatuan Wartawan
Indonesia (PWI) Sulsel, di ruang kerja gubernur, Senin (2/4).
Syahrul mengatakan, tidak semua wartawan akan diasuransikan. Ada penilaian-penilaian khusus dan kriteria yang akan ditentukan oleh lembaga yang berkompeten. Seperti, asuransi yang diberikan Pemprov Sulsel kepada 200 muballiqh yang kompetensinya dinilai Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Kita jangan berpikir negatif tentang asuransi ini. Saya hanya ingin melihat semuanya baik. Saya sendiri merasakan manfaat asuransi itu," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Syahrul juga meminta agar pada pelaksanaan Hari Pers Nasional yang akan dipusatkan di Kabupaten Pinrang, 8 April 2012 mendatang, ada agenda-agenda intelektual yang disusun oleh PWI terkait regulasi pers. Salah satunya, bagaimana membangun paradigma nasional dan mainset nasional masyarakat melalui pemberitaan-pemberitaan yang disiarkan.
"Wartawan tidak boleh terjebak pada keinginan industri semata. Tapi, semua pemimpin redaksi harus patuh pada undang-undang dan kode etik pers," tegasnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu juga membandingkan kebebasan pers di Indonesia dengan negara-negara lain. Seperti di Jepang, Inggris dan Amerika. Negara-negara tersebut juga menganut kebebasan pers, tetapi masih memiliki batas atau frame.
"Pers memegang peranan yang sangat vital dalam membangun paradigma masyarakat. Kita lihat pada demo kenaikan harga BBM kemarin, yang terekspos bukan lagi isu penolakan kenaikan harga, tapi justru bergeser ke aksi anarkis. Pers harus bisa membedakannya," urainya.
Syahrul berharap, pers juga mengambil peran dalam menyelamatkan masa depan para mahasiswa atau generasi muda Sulsel. Aksi-aksi anarkis yang terekspos berlebihan, akan membuat mahasiswa Makassar ditolak industri kerja.
"Ada tiga agenda yang harus ketemu. Antara lain, manajemen intelektual, manajemen kontrol dan feedback antara pers dan pemerintah, serta bagaimana perilaku pers. Kalau semua ini bisa ketemu, maka Sulsel akan jauh lebih baik. Tidak mungkin investor akan masuk kalau kita hancur-hancuran," tambahnya.
Sementara, Ketua PWI Sulsel Zulkifli Gani Ottoh, mengatakan, yang menjadi agenda utama bagaimana mendesak agar kesejahteraan wartawan bisa diperhatikan. Minimal asuransi. Karenanya, saat ini PWI Sulsel sudah bekerjasama dengan Ketua Apindo Pusat Sofyan Wanandi untuk membicarakan kerjasama apa saja yang bisa kita lakukan.
"Kita ajukan ke Pak gubernur responnya sangat baik. Kesejahteraan wartawan memang menjadi agenda utama kita. Memang sudah ada perusahaan masing-masing, tapi perlindungan yang diberikan untuk wartawannya masih sangat terbatas. Apalagi, ketika hubungan kerjanya sudah terputus," jelasnya.
Terkait kekerasan yang banyak menimpa wartawan, Zulkifli menilai, hal itu terjadi karena ada kekurangan yang dimiliki para wartawan. Yakni, mereka tidak menyadari pentingnya keselamatan diri ketika berada pada posisi yang sudah tidak aman. Karenanya, PWI bekerjasama dengan Kodam VII Wirabuana juga sudah melakukan latihan bela negara atau pembelaan diri untuk para wartawan.
"Wartawan itu kan haus berita, haus informasi. Tanpa diperintahpun mereka langsung melakukan peliputan. Spontanitas mencari berita. Tapi, kadang mereka tidak sadar ketika meliput bentrok dan ada pada situasi yang tidak kondusif," tuturnya. (Dewi)
Read More >>

Gubernur Imbau Bupati Lakukan Normalisasi Harga

SENIN, 02 APRIL 2012 

Makassar, -- Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengimbau agar semua kepala daerah yakni bupati/walikota, hingga camat dan kepala pasar turun langsung ke lapangan melakukan normalisasi harga. Tujuannya, agar harga kebutuhan pokok di pasaran tidak melambung tinggi.
"Kemarin juga pas ada isu kenaikan harga BBM, terjadi normalisasi, bukan ledakan. Sekarang, pasca keputusannya ditunda, harus dilakukan normalisasi," kata Syahrul, di saat dimintai tanggapannya terkait kenaikan harga kebutuhan pokok, di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (2/4).
Syahrul mengungkapkan, ketika terjadi eskalasi, maka akan dilakukan penanganan secara bertahap. Mulai dari pengamatan rutin, pemantauan buble stock, cek distribusi hingga pada level tertentu dilakukan penanganan dan operasi pasar.
"Saya berharap, setelah ada penundaan ini semuanya bisa normal kembali. Disperindag juga harus melakukan tugas fungsionalnya. Saya kira, kalau semua sudah turun tangan semuanya bisa diatasi," ujarnya.
Gubernur mengungkapkan, aksi-aksi anarkis yang terjadi belakangan ini juga berdampak pada perekonomian Sulsel. Paket-paket wisata di beberapa tempat harus dijadwalkan ulang, serta ada beberapa agenda MoU yang harus tertunda.
"Kalau ada kontraksi, biasanya berdampak langsung pada perekonomian. Kemarin, saya ke Trans Studio diberitahukan ada paket yang harus dijadwalkan ulang," ungkapnya.
Bupati Gowa dua periode itu berharap, semua pihak bisa berjalan normatif. Mahasiswa dan aparat bisa berjalan baik.
"Saya tidak katakan kalau kondisinya sudah pulih, tapi normatif. Bukan demonya yang buat risau, tapi anarkisnya," tuturnya.
Ia menambahkan, kondisi yang normatif akan membuat perekonomian kembali berjalan baik. Karenanya, status siaga satu tinggal menunggu waktu saja untuk mencabutnya.
"Siaga satu tinggal tunggu waktu saja. Kita semua berharap, semuanya berjalan normatif," tambahnya.(Dewi)
Read More >>

Gubernur Belajar Akuntansi di LP3I

SENIN, 02 APRIL 2012 

Makassar,--Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo akan belajar akuntansi di Politeknik Nasional LP3I Makassar. Ia juga akan membawa serta beberapa Kepala SKPDnya.
"Apakah ada sistem akuntansi yang bisa dikuasai dalam dua jam. Saya akan belajar akuntansi di LP3I," kata Syahrul saat menerima pengurus Yayasan LP3I di ruang kerjanya, Senin (2/4).
Syahrul mengatakan, kalau mau memperbaiki negara, maka ada dua hal yang harus menjadi agenda prioritas. Yakni pendidikan dan ekonomi. Karena, Pemprov Sulsel telah memprogramkan beasiswa pendidikan dengan mengirim 328 mahasiswa Sulsel untuk belajar ke berbagai negara di dunia.
"Kalau mau ekonomi baik, pendidikan harus baik," tegasnya.
Sementara, Ketua Yayasan LP3I Yusran Paris, mengatakan, kedatangannya menemui gubernur untuk meminta kesediaan Syahrul Yasin Limpo menghadiri acara wisuda mahasiswa LP3I pada tanggal 4 April mendatang, yang akan dilaksanakan di Hotel Sahid.
"Kami juga meminta beliau untuk turut menyaksikan penandatanganan memorandum of understanding dengan 100 lembaga mitra usaha. Pak gubernur juga diharapkan bisa menandatangi prasasti pembangunan kampus baru kami di Tamalanrea," ungkap Yusran.
Yusran menambahkan, lembaga mitra usaha LP3I tidak kurang dari 100 perusahaan. Beberapa hotel yang baru masuk di Makassar juga menjalin kerjasama.
"Hasil dari kemitraan ini, lulusan LP3I tidak sulit lagi mencari kerja. Bahkan, pada tahun kedua sudah banyak permintaan," tambahnya. (Dewi)
Read More >>

SYL Ungkap Makna Don’t Stop Komandan


Senin, 02 April 2012



MAKASSAR – Ketua Majelis Pembimbing Daerah sekaligus Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulsel Syahrul Yasin Limpo menjelaskan istilah “Don’t Stop Komandan” adalah kata dan semangat Pramuka.


Kalimat tersebut juga diakuinya memiliki makna pantang menyerah. “Don’t Stop Komandan itu bukan tagline politik, tapi kata Pramuka. Kalau dalam mencapai tujuan ada tembok penghalang di depanmu, don’t stop, tapi jangan ditabrak. Jangan menyerah, berusahalah melewati tembok itu,” ungkap Syahrul disela-sela pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Gerakan Pramuka Sulsel yang digelar di Baruga Sangiaseri,Minggu (1/4).

Gubernur Sulsel ini mengatakan, Indonesia sedang dilanda persoalan, yakni kekurangan power of trust dan power of give. Maksunya, masyarakat mulai kehilangan kepercayaannya dan kehilangan semangat gotong royong atau saling membantu. “Pramuka akan menjadi solusi dari persoalan negeri ini,”katanya.

Menurut mantan Bupati Gowa dua periode itu, organisasi Pramuka memiliki orangorang yang bekerja secara bersama- sama dan mencari solusi terhadap semua persoalan negeri. “Yang bekerja bukan hanya tangan dan kaki, tapi juga pikiran dan hati.Keterpanggilan saya bergabung di Pramuka karena panggilan hati. Seandainya di partai politik juga seperti di Pramuka, maka damailah negeri ini,”tuturnya.

Syahrul yang kembali maju di Pilgub Sulsel 2013 itu berharap, Musda Gerakan Pramuka Sulsel yang dilaksanakan bisa menemukan kembali energi dan kesegaran organisasi serta menyempurnakan kekurangan yang ada. “Musda bukan mencari yang jelek saja, tapi melakukan perbaikan. Kita harus terus berpikir positif agar hasilnya juga positif,” ungkapnya. Ke depan, lanjut dia, Gerakan Pramuka Sulsel harus memiliki kegiatan-kegiatan yang produktif, seperti pembibitan ikan lele dan pembibitan hutan.

Di setiap desa dan kelurahan juga diprogramkan untuk memiliki pelatih. Sementara Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana Marsekal Madya TNI Eris Harryanto memuji keberhasilan Syahrul Yasin Limpo.

“Saya sangat kagum dengan pemikiran-pemikiran Pak Syahrul,” kata Eris yang juga menjabat Sekretaris Menteri Pertahanan (Sekmenhan) saat membuka Musda Pramuka Sulsel. abd salam malik 

Read More >>

Bahan Pokok - Disperindag Jamin Harga Tetap Stabil


Senin, 02 April 2012
MAKASSAR – Dinas Perin-dustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel menjamin harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional tetap stabil,menyusul ditundanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akhir pekan lalu.


Kadistarkim Sulsel Irman Yasin Limpo mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum mendapati atau mendengar laporan terkait adanya harga bahan pokok di pasar tradisional yang mengalami kenaikan harga terkait isu BBM. ”Berdasarkan hasil pantauan kita, harga-harga bahan pokok masih stabil.Tidak ada yang melonjak akibat pengaruh BBM.Apalagi, harga BBM kan batal dinaikkan,”kata Irman di Makassar,kemarin.

Dia mengaku,dari sejumlah bahan pokok di pasaran, hanya harga cabai kecil dan cabai besar yang mengalami kenaikan hingga Rp2.500 per kilogram (kg) dari harga normal. Namun,dia membantah jika hal tersebut diakibatkan oleh isu kenaikan harga BBM. Menurut Irman, kenaikan harga cabai ini murni akibat pasokan yang berkurang disebabkan cuaca. Stabilisasi harga bahan pokok tersebut,lanjut Irman,juga dipantau dari beberapa pusat distribusi yang ada di Kota Makassar.

Sehingga, dia menjamin harga masih stabil dan stok ketersediaan sejumlah bahan pokok masih aman untuk beberapa waktu ke depan. ”Kita sudah melakukan pengecekan dari distributor hingga pasar-pasar tradisional. Seluruh bahan pokok masih stabil. Ini kita lakukan sejak adanya rencana kenaikan harga BBM dulu,”tuturnya.

Meski demikian, Irman tidak dapat menjamin kestabilan harga bahan pokok yang ada di pengecer kecil. Pasalnya, Disperindag Sulsel mengaku sulit untuk mengontrolnya. ”Kalau pengecer kecil sulit kita kontrol memang. Tapi mulai dari distributor hingga pasar tradisional, kita jamin,” tambahnya.

Sehari sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta kepada semua pihak termasuk masyarakat untuk ikut mengontrol dan mengawasi stabilitas harga sejumlah kebutuhan pokok atau sembako. Ia berharap harga sembako tetap stabil, karena harga BBM tidak mengalami kenaikan.Kalau pun harga salah satu sembako naik signifikan, Syahrul berjanji langsung akan melakukan operasi pasar (OP).

“Ini pekerjaan kita sama-sama, termasuk teman-teman pers harus mengampanyekan jangan ada kenaikan kebutuhan pokok karena harga BBM tidak naik.Harga akan kita kontrol terus. Saya akan ope-rasi pasar jika harga sembako naik signifikan,” katanya, Sabtu (31/3) lalu. ● wahyudi 

Read More >>

Tiga Perusda Akan Dibubarkan


Senin, 02 April 2012
MAKASSAR – Tiga perusahaan daerah (perusda) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan dilikuidasi atau dibubarkan karena dinilai tak aktifivitas bisnis lagi.

Untuk keperluan ini,Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu’mang hari ini akan menyampaikan penjelasan kepada DPRD Sulsel atas rencana pencabutan dua peraturan daerah (perda) yang mengatur tiga perusda tersebut.Tiga perusda tersebut yakni, Perusda Perdagangan Umum, Perusda Pariwisata, serta Perusda Telekomunikasi dan Perhubungan. Perusda Perdagangan Umum diatur dalam Perda Nomor 8/2003,sedangkan Perusda Pariwisata serta Perusda Telekomunikasi dan Perhubungan diatur dalam Perda Nomor 11/2003.

Ketiga perusda ini sudah bertahun-tahun tidak beroperasi, sehingga Komisi C DPRD Sulsel sejak dua tahun lalu me-minta kepada Pemprov Sulsel untuk menghapusnya melalui persetujuan legislatif. Sekretaris Komisi C DPRD Sulsel Ariady Arsal mengemukakan, setelah mendengarkan penjelasan eksekutif, DPRD membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk mengkaji bersama tim pakar, sebelum memutuskan menyetujui atau menolak penghapusan tiga perusda tersebut.

“Besok baru penyampaian usulan pemprov untuk penghapusan. Setelah itu,mendengarkan masukan masyarakat dan daerah lain,serta pembahasan bersama tim pakar. Kalau dihapus, apa saja yang perlu dikaji,” katanya di Makassar,kemarin. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengemukakan, panitia khusus (Pansus) DPRD akan mengkaji tentang pengalihan aset-aset maupun pegawai pada tiga perusda ini.

Sebelumnya, Kepala Biro Hukum Pemprov Sulsel Simon Lopang mengemukakan, selain dua perda yang mengatur tentang perusahaan daerah. Masih ada dua perda lainnya tentang perusda yakni Perusda Agribisnis dan Perusda Sulsel. Namun kedua perusda ini tetap dipertahankan.

”Sedangkan Perusda Agribisnis tetap dipertahankan bersama Perusda Sulsel. Jadi hanya dua perda yang direncanakan dicabut karena dinilai tidak efektif lagi dalam operasionalnya,” jelasnya. ●supyan umar 

Read More >>

4 BUMN Kelola 212.000 Ha Lahan Pertanian


Senin, 02 April 2012
MAKASSAR – Sebanyak empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menggarap 212.000 hektare (ha) lahan pertanian yang ada di Sulsel untuk pengembangan pertanian berbasis korporasi.


Upaya keempat BUMN tersebut untuk pengembangan padi dan jagung di beberapa daerah di Sulsel. ”Beberapa BUMN sudah mulai jalan,” kata Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang di Makassar,kemarin. Keempat BUMN tersebut yakni PT Sang Hyang Seri (SHS). Bahkan SHS sudah mulai melakukan sosialisasi bersama KTNA Sulsel di sejumlah daerah. “Perusahaan ini, nantinya akan mengelola 137.000 ha lahan pertanian untuk produk pangan,”katanya.

BUMN lainnya adalah, Perum Bulog yang akan mengelola lahan pertanian seluas 10.000 ha. Selanjutnya adalah PT Pertani yang mengelola lahan 45.000 ha.“Termasuk PT Pupuk Kaltim (PKT) juga akan mengelola lahan 20.000 ha,” ujar Rahman. Dia mengatakan,total lahan yang akan digarap keempat BUMN tersebut mencapai 212.000 ha. ”Keterlibatan empat BUMN itu sesuai Inpres Nomor 5 Tahun 2011, tentang Pengamanan Produksi Beras Nasional dalam menghadapi kondisi iklim ekstrim,”jelasnya.

Termasuk mendukung program pemerintah untuk produksi beras nasional sebanyak 10 juta ton hingga 2014 nanti. “Tentu saja keterlibatan keempat perusahaan tersebut juga akan membantu petani di Sulsel,”kata Rahman. Nantinya, lanjut Rahman, keempat BUMN itu akan memberikan modal kerja kepada petani sesuai dengan luas lahan yang dimiliki.Modal kerja yang diberikan dikenai bunga sekitar 3%. “Pinjaman itu untuk pembelian bibit, pupuk dan kebutuhan produksi lainnya,” paparnya.

Menurut dia, pinjaman yang diberikan akan dikembalikan pada masa panen.Namun pada musim tanam baru, petani akan kembali diberikan modal kerja.“Model ini namanya pengadaan pangan berbasis korporasi,”jelasnya. Sementara itu, Kepala Bagian Pengembangan Bisnis Program Kantor Wilayah BRI Makassar Darmanto mengatakan, tahun ini akan memberikan kredit ke PT Pertani.“April nanti BRI akan membiayai modal ke PT Pertani untuk pengadaan pangan berbasis korporasi,” katanya.

Dia menyebutkan, modal yang disiapkan sebanyak Rp50 miliar. Jumlah tersebut, jika dikonversi dengan luas lahan yang akan dibiayai mencapai sekitar 10.000 ha. “Modal itu akan diberikan ke petani pada musim tanam tahun ini,” kata Darmanto.

Daerah yang menjadi tempat pengembangan adalah Kabupaten Sidrap, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Bone,dan Polewali Mandar di Sulawesi Barat (Sulbar). “Program ini sudah berjalan sejak 2011,”paparnya. ● umran la umbu 

Read More >>

Minggu, 01 April 2012

Kebutuhan Pokok - Syahrul Minta Harga Sembako Dikontrol


Minggu, 01 April 2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta kepada semua pihak termasuk masyarakat untuk ikut mengontrol dan mengawasi stabilitas harga sejumlah kebutuhan pokok atau sembako.


Dia berharap harga sembako tetap stabil karena harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami kenaikan dalam waktu dekat ini. Kalau pun harga sembako naik signifikan, Syahrul berjanji langsung melakukan operasi pasar. “Ini pekerjaan kita sama- sama, termasuk temanteman pers harus mengampanyekan jangan ada kenaikan kebutuhan pokok karena harga BBM tidak naik. Harga akan kita kontrol terus. Saya akan operasi pasar jika harga sembako naik signifikan,” katanya di Makassar, kemarin.

Mantan bupati Gowa dua periode ini juga meminta masyarakat tidak terlalu menghawatirkan kenaikan harga sembako. Dia mengemukakan, sejak pemerintah mewacanakan kenaikan harga BBM beberapa pekan lalu, harga sembako di Sulsel masih normal.

Stabilnya harga sembako di Sulsel dalam beberapa tahun terakhir menurut Syahrul yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel tidak lain karena pasokan terjaga. “Semua masih berjalan normatif. Kita membenahi agar overstock pangan kita terjaga.Artinya kalau barang banyak, harga bisa kita kontrol,”katanya. 

Read More >>

Sabtu, 31 Maret 2012

Produksi Bandeng Sulsel Naik


Sabtu, 31 Maret 2012


MAKASSAR – Produksi ikan bandeng di Sulsel pada tahun lalu meningkat 4,75% atau sekitar 82.402 ton dibandingkan 2010 yang mencapai 78.187 ton.


”Kontribusi paling besar dari Kabupaten Pinrang,yakni 17.402 ton. Disusul Kabupaten Wajo 15.923 ton dan Pangkep 11.428 ton,” kata Kepala Bidang Budi Daya Perikanan Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Sulsel Sulkaf S Latief di Makassar, kemarin. Dari beberapa daerah di Sulsel,kenaikan terjadi di Pinrang mencapai 17.812 ton dan Wajo 8.287.7 ton.Namun,Pangkep justru mengalami penurunan dan hanya mencapai 8.287 ton pada 2011.“Penurun produksi di Pangkep karena sebagian tambaknya tidak pernah dikeringkan. Akibatnya, banyak bibit ikan yang mati,” katanya.

Apalagi, rata-rata tambak ikan bandeng yang ada di daerah tersebut merupakan tambak tua.“Secara agregat, jumlah produksinya meningkat dibanding 2010,”paparnya. Berdasarkan data DKP Sulsel pada 2011,luas tambak yang ada saat ini ada sekitar 100.000 hektare (ha).“Hampir 70% untuk ikan bandeng,termasuk untuk budi daya udang,”katanya.

Sementara itu,Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang berharap, sektor perikanan diberikan bantuan pendanaan. “Sampai saat ini perikanan budi daya belum tersentuh,” ujarnya. Padahal, potensi perikanan Sulsel sangat besar dan harus diberikan perhatian untuk peningkatan produksi.“Tentu harus ada kerja sama dengan pemerintah dan pemodal,” pungkas dia. umran la umbu

Read More >>

Sulsel dan Makassar Masuk Nominasi




Sabtu, 31 Maret 2012


MAKASSAR – Pemprov Sulsel dan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berpeluang meraih penghargaan penyelenggara pemerintahan terbaik, Satyalancana Karya Bakti Praja Nugraha, tahun ini.


Pemprov Sulsel masuk tiga besar pemerintah dengan kinerja terbaik dari 33 Pemprov se-Indonesia.Pada 2011,Sulsel berada di peringkat dua di bawah Sulawesi Utara dan di atas Jawa Tengah. Sementara Kota Makassar bersama Kabupaten Luwu Utara, masuk 15 besar nominasi kabupaten/kota penyelenggara pemerintah terbaik di Indonesia. Rencananya,Tim Nasional Verifikasi Laporan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) akan mulai melakukan penilaian di beberapa SKPD Pemprov, pekan depan. Tim akan menilai pelayanan publik, kesehatan dan pendidikan masyarakat, reformasi birokrasi,serta realisasi pembangunan di daerah.

“Tahun ini kami masuk nominasi tiga besar. Dua saingan kami, yakni Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ungkap Sekprov Sulsel A Muallim,kemarin. Dia optimistis tahun ini, Pemprov Sulsel bisa meraih predikat terbaik dengan asumsi penilaian pengelolaan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah meraih predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). “Tahun lalu kami kalah dari Sulut karena dia mampu menggandengkan kinerja pemerintahan dan WTP.Sekarang kami yang WTP dan Sulut sudah tidak lagi.Sudah saatnya kami menjadi provinsi terbaik,” paparnya seusai memimpin rapat rencana penilaian Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) di Kantor Gubernur Sulsel.

Salah satu yang menjadi pokok penilaian tim yang merupakan gabungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPK), dan Lembaga Administrasi Negara (LAN),yakni pelayanan rumah sakit (RS) daerah serta ruas jalan provinsi dan nasional. Hal ini, lanjut Muallim, turut mempengaruhi peringkat suatu daerah dalam pe-nganugerahan Satyalancana Karya Bakti Nugraha yang rencananya akan diberikan pada Pada peringatan Hari Otonomi Daerah 2012 mendatang. ● wahyudi 

Read More >>

Sulsel Target Bebas TB 2015


Sabtu, 31 Maret 2012
SULAWESI Selatan ditargetkan bebas dari penyakit tuberklosis (TB) pada 2015. Untuk mencapai target itu, Pemprov Sulsel membuat program kemandirian dalam penanggulangan TB dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat.


Kordinator Program Sub Sub- Recipient (SSR) Aisyiyah Sulsel Wahriyadi mengatakan, Pada 2009,Sulsel di urutan ketiga sebagai daerah dengan penderita penyakit TB terbanyak.Sedangkan pada 2011,ratng tersebut turun menjadi kelima.“Itu menunjukkan jumlah penderita TB di Sulsel dalam dua tahun terakhur terus penurunan,”kataWahriyadi di sela kegiatan jalan dan senam Sehat dalam rangkaian kampanye penggulangan TB se dunia tingkat Kabupaten Pinrang kemarin.

Dia mengungkapkan,pada 2011,dari 17.000 suspectTB di Sulsel,1.300 di antaranya positif menderita penyakit yang menyerang paru-paru tersebut.Namun dengan langkah antisipatif,99% penderita dinyatakan sembuh total dan 10% meninggal dunia. Koordinator SSR Aisyiyah Kabupaten Pinrang Sitti Nurhayati Haruna mengungkapkan,khusus data di Kabupaten Pinrang,hingga Maret 2012,pihaknya mencatat sekitar 30 penderita TB. Dengan melibatkan 120 petugas kader TB,optimistis, jumlah tersebut bisa ditekan.

“Pendampingan penderita TB terus kami galakkan. Setiap penderita didampingi seorang kader TB untuk motivasi agar secara mengikuti program pengobatan secara berkesinambungan,”ujar Sitti. darwiaty 

Read More >>

Jumat, 30 Maret 2012

7.092 Siswa Miskin di Wajo Dapat Bantuan Pendidikan


Jumat, 30 Maret 2012
SENGKANG –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyerahkan bantuan pendidikan Rp4,2 miliar untuk 17.092 siswa miskin mulai tingkat SD, SMP,SMA,hingga SMK se-Kabupaten Wajo.


Bantuan ini diserahkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada rangkaian peringatan hari jadi ke-613 Kabupaten Wajo di Lapangan Merdeka Sengkang,kemarin. Bantuan pendidikan untuk 11.231 siswa SD bantuan sebesar Rp3 miliar.Untuk 2.228 siswa SMP Rp1,2 miliar, sedangkan untuk 454 siswa SMA mendapat bantuan Rp354 juta. Sementara untuk 3.179 siswa SMK sebesar Rp425 juta.

“Tingkat perekonomian Sulsel sudah cukup tinggi sehingga tidak ada lagi orang Sulsel yang tidak mendapatkan pendidikan dan kesehatan gratis,”kata dia. BupatiWajo A Burhanuddin Unru mengatakan, angka kemiskinan di Wajo masih berada dalam kisaran 9%.Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Wajo. “Dengan program pendidikan dan kesehatan gratis yang dicanangkan Gubernur Sulsel,beban masyarakat menjadi berkurang,”ujar dia. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jasman Juanda mengungkapkan,agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan dana bantuan tersebut, pihaknya akan menyalurkan langsung ke masing-masing sekolah untuk dikelola sendiri.

Setiap sekolah yang menerima bantuan harus melaporkan penyaluran dana dengan mencantumkan tanda tangan tiap siswa penerima. “Kami juga akan menurunkantimke tiapsekolahuntuk mengawal dana bantuan ini. Bantuan ini merupakan salah satu wujud bantuan pemerintah membangun Sulsel,”katanya.

Read More >>

Sulsel Adopsi Sistem Transportasi Australia


Jumat, 30 Maret 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel berencana meniru sistem keselamatan transportasi Pemerintah Australia untuk menekan tingginya angka kecelakaan di daerah ini. 

Salah satu sistem yang akan dikerjasamakan dengan Negeri Kanguru tersebut, yakni pelibatan langsung masyarakat di bidang keselamatan transportasi, yang meliputi keselamatan penerbangan, perairan, dan jalan raya. Hal ini dikemukakan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang saat menerima General Manager Road Safety and Program Surface Transport Police Division, Department of Infrastructure and Transport Australian Joe Motha, di Kantor Gubernur Sulsel,kemarin. Agus mengatakan, saat ini Sulsel sangat membutuhkan program yang ditawarkan Pemerintah Australia untuk meningkatkan kesadaran dan keselamatan masyarakat pengguna jalan di daerah ini.

”Masyarakat sekarang ini butuh pelatihan program tentang keselamatan jalan,mengingat mobilisasi masyarakat Sulsel cukup tinggi seiring pertumbuhan ekonomi Sulsel yang tinggi pula,” paparnya, kemarin. Kerja sama Sulsel-Australia akan dituangkan dalam bentuk lokakarya untuk mentransfer pengetahuan keselamatan jalan dari ahli-ahli Australia kepada petugas terkait di Sulsel. Mereka,antara lain petugas dari Dishub Sulsel, Ditlantas Polda Sulelbar, Dinas Kesehatan, dan Dinas Bina Marga sebagai pelaksana infrastruktur jalan di daerah ini. Joe Motha menerangkan, dalam kerja sama tersebut juga akan ada action plan untuk masalah keselamatan jalan yang dipilih peserta sendiri untuk mengatasi masalah keselamatan jalan.

”Sebelumnya kami sudah bekerja sama dengan Bali dan Jakarta. Peserta menerima baik dan sudah meningkat pengetahuannya mengenai keselamatan jalan dan juga sudah meningkat kemampuannya bekerja sama dengan semua instansi, di antaranya polisi lalu lintas,Bina Marga, Dishub,” katanya. Dari program tersebut, pihaknya belum bisa memastikan hasilnya untuk masyarakat. Tetapi, pihaknya menjamin jika masyarakat me-nerapkan apa yang telah disampaikan para ahli dari Australia itu,itu akan sangat membantu.

Berdasarkan data yang dipaparkan Wagub Sulsel, kemarin, khusus di Kota Makassar pada 2011, terdapat 177 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.”Secara keseluruhan di Sulsel pada 2011 terdapat 892 orang meninggal dunia akibat kecelakaan, dari total 2363 kasus kecelakaan lalu lintas,”paparnya. wahyudi 

Read More >>