Minggu, 08 April 2012

SYL Paparkan Kinerja Empat Tahun Pembangunan Sulsel

MINGGU, 08 APRIL 2012 


Makassar, --Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, memaparkan kinerjanya dalam kurun waktu empat tahun terakhir di hadapan ribuan rakyat Sulsel dari berbagai kalangan. Paparan Publik Empat Tahun Pembangunan Sulsel yang dipandu presenter Farhan dan Anya Dwinov itu, dilaksanakan di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Minggu (8/4).
Pemaparan dimulai dengan memperlihatkan apa yang dimiliki Sulsel pada tahun 2008. Empat tahun lalu, tidak ada rumah sakit gratis,
puskesmas pun tidak gratis. Puskesmas hanya memiliki 274 kamar sedangkan rumah sakit hanya memiliki 4.224 kamar.
Tahun 2008 lalu, produksi beras hanya 1,1 juta ton. Produksi rumput laut hanya 748.527 ton. Suplai listrik tidak pernah mencukupi sehingga terjadi krisis listrik di Sulsel. Bangunan bersejarah Fort Rotterdam terabaikan dan tidak terawat.
"Empat tahun lalu tidak ada Center Point of Indonesia (CPI), tidak ada program Gernas Kakao, infrastruktur jalan sangat memprihatinkan," kata Syahrul.
Benarkah pasangan Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu'mang (Sayang) bekerja? Syahrul menjelaskan, saat ini, Sulsel memiliki RS Sayang Rakyat yang memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk rakyat Sulsel. Rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit rujukan kelas III yang direncanakan memiliki 1.000 tempat tidur. Rumah sakit yang berlokasi di Bulurokeng itu saat ini memiliki 250 tempat tidur.
"Empat tahun lalu, tidak ada pelayanan kesehatan gratis. Ke puskesmas pun juga harus bayar. Sekarang, di Sulsel, kesehatan gratis," ujarnya.
Peraih penghargaan Bintang Maha Putera Utama itu, mengungkapkan, empat tahun lalu, Sulsel mengalami krisis listrik. Tahun 2008 hanya ada 428 MW. Dalam kurun waktu empat tahun, April 2012, Sulsel memiliki energi 826 MW.
"Dulu, benteng Rotterdam yang merupakan peninggalan sejarah tidak terawat dan terabaikan. Sekarang, benteng tersebut menjadi salah satu destinasi wisata dan sedang kami revitalisasi," terangnya.
Alasan dilakukan revitalisasi, kata Syahrul, karena bangunan yang ada di sekitar benteng, utamanya gedung RRI, gedung Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan gedung veteran sangat mengganggu bentuk dan karakter bangunan benteng.
"Semua gedung itu akan direlokasi agar nilai dan karakter benteng dikembalikan ke lingkungan awalnya," jelasnya.
Di sektor pertanian dan perkebunan, Sulsel mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam rentang waktu empat tahun terakhir. Stok beras tahun 2011 mencapai 2,76 juta ton dan rakyat mendapatkan penghasilan dari produksi beras tersebut sebesar Rp14 triliun.
Untuk kakao, Sulsel menanam 14 juta lebih pohon dan merehabilitasi 80 ribu hektar. Tahun 2008-2010, rata rata produksi kakao Sulsel tumbuh 25,60 persen per tahun. Sedangkan, untuk produksi rumput laut, naik menjadi 1.644.128 ton. Tumbuh lebih dari dua kali lipat. Produksi rata- rata tumbuh 19,87 persen per tahun. Bahkan, triwulan ke III tahun 2011 telah mencapai 1.644 ribu ton.
"Dengan produksi tersebut, target pencapaian tahun 2013 sebesar 1 juta ton telah tercapai," tuturnya.
Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi di Sulsel juga terus menggeliat. Untuk pertama kalinya, pertumbuhan ekonomi di Sulsel melebihi Pulau Jawa. Bahkan, saat ini tertinggi di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi 8,64 persen. Tahun 2008 jumlah uang yang beredar di Sulsel hanya Rp68 triliun dan tahun 2011 meningkat tajam hingga mencapai Rp137,4 triliun.
Indikator lainnya, tahun 2008 jumlah penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin hanya 125 penerbangan per hari. Tetapi, tahun 2011 meningkat menjadi 202 penerbangan per hari. Jumlah penumpang juga mengalami perkembangan signifikan. Tahun 2008 hanya 10.049 penumpang per hari. Tapi, tahun 2011 meningkat menjadi 20.705 penumpang per hari.
"Untuk mensejahterakan rakyat, harus terlebih dulu menghadirkan pemerintahan yang baik," imbuhnya.
Selain pembangunan fisik, kepemimpinan Sayang juga fokus terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Program pendidikan gratis di Sulsel berdasarkan Perda Nomor 4 tahun 2009 dan Pergub Nomor 9 tahun 2010, membebaskan biaya pendidikan di sekolah, pemberian insentif bagi pendidik dan tenaga kependidikan, serta menambah Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Serta, mempercepat penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun melalui perluasan dan pemberian kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas. Mendorong masyarakat penduduk usia sekolah pada umumnya keluarga yang tidak mampu pada khususnya untuk memperoleh jenjang pendidikan dasar dan menengah sampai tamat.
"Kami juga memprogramkan beasiswa seribu doktoral di luar negeri," tambahnya.
Capaian keberhasilan tersebut kemudian terakumulasi pada 109 penghargaan dari berbagai sektor yang berhasil diperoleh. Diantaranya, penghargaan Bintang Maha Putera Utama, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), penghargaan Prasamya Karya Bakti Praja Nugraha sebagai pemerintah daerah terbaik, hingga masuknya Syahrul Yasin Limpo sebagai nominasi kepala daerah terbaik dunia World Mayor.
Paparan Publik Empat Tahun Pembangunan Sulsel berlangsung semakin meriah dengan kehadiran artis ibukota Ebiet G Ade dan Aura Kasih.(Dewi)
Read More >>

Sabtu, 07 April 2012

Gubernur: Sulsel Hub Utama Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan di KTI

SABTU, 07 APRIL 2012 


* Menteri Pendidikan Puji Program Pemprov Sulsel
* Hadiri Peresmian Pusat Kanker dan Trauma RS Unhas


Makassar, --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan di Sulsel. Gubernur Sulsel Dr H Syahrul Yasin Limpo SH MSi MH, menyebutkan, Sulsel merupakan hub utama pelayanan pendidikan dan kesehatan di luar Pulau Jawa, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
"Akselerasi di bidang pendidikan dan kesehatan yang ada di Sulsel sangat luar biasa tingginya. Karenanya, kami berusaha mengejar itu," kata Syahrul Yasin Limpo, di sela-sela acara Peresmian Pusat Kanker dan Trauma Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas), Sabtu (7/4).

Ketua Dewan Penyantun RS Unhas itu mengungkapkan,  pusat pendidikan dan pelayanan kesehatan 14 provinsi di KTI orientasinya berada di Sulsel. Hal tersebut dibangun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

"Kami mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk mengelola pendidikan dan kesehatan gratis," ujarnya.

Gubernur menjelaskan, ada tiga konsep pemerintahan di Sulsel. Antara lain, perbaikan ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan.

"Sistem apapun yang dipakai, kalau ekonomi rakyat belum mapan, maka semuanya tidak akan berjalan sesuai yang kita rencanakan. Kalau ekonomi baik, maka pendidikan akan makin baik. Begitupun dengan kesehatan," terangnya.

Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Ir H Mohammad Nuh DEA, yang turut hadir pada acara tersebut, memuji program yang diterapkan Pemprov Sulsel. Ia menilai, pendidikan dan kesehatan gratis yang dicanangkan merupakan bagian dari upaya membangun kualitas populasi sumber daya manusia pada rentang waktu demografi deviden tahun 2010-2035.

"Pada rentang waktu inilah kt harus berinvestasi. Pendidikan dan kesehatan menjadi dua hal penting untuk mencapai target. Jika tidak, maka bonus demografi ini akan berbalik menjadi demografi disaster," jelasnya.

Menurutnya, antara tahun 2010-2035, beberapa negara besar mengalami penurunan populasi sumber daya manusia yang berkualitas, baik di aspek pendidikan maupun kesehatannya. Karena itu, Indonesia harus all out berinvestasi untuk mengambil peran dalam kondisi tersebut.

"Pada masa ini kita harus berinvestasi. Masa kita menanam. Setelah tahun 2035, kita akan menuai hasilnya. Kedahsyatannya akan kita capai jika semua elemen bekerja sama," tambahnya.

Sementara, Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi, mengungkapkan, fasilitas pusat kanker dan trauma di Sulsel menjadi sangat penting. Pasalnya, jumlah pasien yang menderita kedua jenis penyakit itu sangat tinggi. Berdasarkan data dari RS Wahidin Soedirohusodo, pada rentang waktu 2006-2010 jumlahnya mencapai 1120 pasien.

"Bayangkan jika kita tidak punya fasilitas ini. Mereka harus keluar Sulsel dengan biaya pengobatan yang cukup mahal," ungkapnya.

Ironisnya, lanjut Idrus, pada umumnya pasien kanker dan trauma merupakan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Pasien-pasien tersebut juga memiliki pengetahuan yang minim dengan penyakit kanker dan trauma sehingga baru mendapatkan perawatan ketika penyakitnya sudah parah.

"Kanker merupakan penyakit yang sangat ganas. Penderitanya cukup tinggi di Sulsel. Karenanya, pusat kanker dan trauma ini menjadi sangat penting," imbuhnya. (Dewi)
Read More >>

Gubernur Canangkan Populasi Sapi 2 Juta Ekor

SABTU, 07 APRIL 2012 


BONE,  - Target pencapaian sapi satu juta ekor sudah berhasil dicapai Sulsel. Namun, hal itu tidak serta merta membuat Pemerintah Provinsi Sulsel merasa puas. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kembali mencanangkan populasi sapi dua juta ekor.
“Saya sangat senang melihat perkembangan sapi-sapi kita disini. Berkembang dengan sangat baik,” kata Syahrul di sela-sela pelaksanaan Expo Ternak Kabupaten Bone 2012 dan penandatanganan MoU Pencanangan Populasi Sapi Dua Juta Ekor yang digelar di Desa Lappo Ase, Kecamatan Awangpone, Bone, Jumat, 6 April.
Syahrul mengungkapkan, tiga tahun lalu jumlah populasi sapi di Sulsel hanya berkisar 400 ekor. Sekarang ini, jumlah populasi mencapai satu juta ekor lebih.
“Dari empat ratus ekor menjadi satu juta ekor, berarti kita bisa capai sampai dua juta ekor. Jadi, kita canangkan populasi dua juta ekor,” terangnya.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Syahrul, harus dibarengi dengan kemauan, perencanaan yang baik, hingga tahapan-tahapannya.
“Saya bahagia mendengar ada peternak yang harga sapinya mencapai Rp30 juta per ekornya. Ini akan memacu perekonomian masyarakat kita, khususnya para peternak,” ungkap mantan Bupati Gowa dua periode ini.
Peraih penghargaan Bintang Maha Putera Utama dari Presiden RI  ini menambahkan, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor sapi. Bahkan, jumlahnya masih cukup tinggi hingga dua juta ekor.
“Kita harus ambil peran. Minimal, kita jadi pemasok sapi untuk kawasan timur Indonesia,” jelasnya.
Dalam ekspo ternak tersebut, ada beberapa kategori lomba. Antara lain, sapi pejantan Bali, sapi pejantan hasil IB, sapi calon pejantan Bali, sapi calon pejantan hasil IB, sapi induk Bali, sapi induk hasil IB, sapi calon induk Bali, sapi calon induk hasi IB, petugas kecamatan berprestasi, kelompok tani ternak terbaik.
Selain mengunjungi ekspor ternak, gubernur ju­ga mencicipi beberapa ku­liner hasil olahan ternak dan pertanian daerah Bone yang disajikan pada pameran kuliner yang dilaksanakan di rumah jabatan Bupati Bone. (kr4/ute)
Read More >>

Jumat, 06 April 2012

Realisasi Triwulan I Diklaim Tercapai 30%


Jumat, 06 April 2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengklaim realisasi anggaran APBN dan APBD pada triwulan I 2012 telah mencapai 30%.Hal tersebut sesuai dengan target yang ditetapkannya awal tahun lalu.


Pernyataannya tersebut diungkapkan Syahrul sesaat sebelum memimpin pertemuan tertutup dengan seluruh pejabat eselon II dan III di Gedung Pola Kantor Gubernur Sulsel siang kemarin. Meski demikian, dia tidak menyebutkan secara rinci realisasi anggaran APBN dan APBD hingga Triwulan I ini .

“Target 30% untuk sementara ini sudah dicapai.Makanya sya akan terus pacu mereka (SKPD),” ungkapnya kepada wartawan. “Triwulan II ini harus dikejar. Kita tak boleh diam. Ini yang aan saya cek kepada mereka semua,”jelasnya,kemarin. ● wahyudi 

Read More >>

Penghematan Anggaran - Gubernur Larang Pejabat ke Luar Negeri


Jumat, 06 April 2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengeluarkan instruksi melarang seluruh pejabat di Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan kunjungan kerja atau perjalanan dinas ke luar negeri.

Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut penghematan anggaran pemerintah. Larangan kunjungan ke luar negeri tersebut ditujukan kepada seluruh kepala dinas dan pejabat di lingkup Pemprov Sulsel serta kepada para bupati dan wali kota di daerah ini. “Kita sementara cari mana yang akan dihemat. Kita tidak sembarangan mengambil langkah. Paling tidak terhadap kunjungan ke luar negeri.Kunjungan seperti itu prioritas belakangan,” jelasnya di Kantor Gubernur Sulsel,kemarin.

Syahrul yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi se-Indonesia (APPSI) ini tengah melakukan penjajakan terhadap sektor-sektor lainnya untuk dilakukan penghematan anggaran negara. Namun, dia belum mau membocorkan sektor-sektor yang menjadi pembahasannya tersebut. “Kita cari mana yang akan dihemat. Kita tak mau sembarangan mengambil langkah.Ini kita ambil untuk mengurangi beban APBN yang kita yang cukup besar,”pungkasnya kepada wartawan.

Sebelumnya, Syahrul memimpin sejumlah gubernur menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam pertemuan tersebut, SBY mencanangkan gerakan penghematan nasional dalam upaya pemerintah menjaga kesehatan fiskal APBN 2012. Sementara itu, mantan Bupati Gowa dua periode ini belum mau bersikap terhadap sejumlah mobil mewah di Sulsel yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium bersubsidi yang dikhususkan untuk masyarakat kecil.

Syahrul berdalih,masih menunggu petunjuk resmi pemerintah pusat terhadap masalah tersebut. Dia mengaku, hingga saat ini wacana larangan mobil mewah gunakan BBM bersubsidi baru didengarnya melalui media massa. “Ini semua hanya melalui media massar seperti koran, radio, dan TV.Belum ada petunjuk langsung dari pemerintah pusat, seperti apa.Saya tidak akan gegabah,”katanya.

Begitu pun terhadap wacana mengenai adanya larangan kendaraan dinas pemerintah menggunakan BBM bersubsidi. “Yang jelas, kita tunggu petunjuk lah, apa yang menjadi kebijakan bersama.Tentu saja harus melalui pembicaraan para gubernur dan bupati/wali kota,”pungkasnya. ● wahyudi 

Read More >>

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin - Dianggarkan Rp196 Miliar, Mulai Dikerjakan 2013


Jumat, 06 April 2012
MAKASSAR – Kementerian Perhubungan menyiapkan anggaran sebesar Rp196 miliar untuk proyek pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Penggunaan dana tersebut meliputi renovasi bandara dan perpanjangan landasan pacu (runaway). 

Selain itu, terminal penumpang internasional dan domestik yang akan dimulai 2013 mendatang. “Ini sudah masuk program 2013. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp196 miliar, sehingga sudah mencakup perpanjangan runway dan perluasan terminal penumpang,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sulsel Masykur Sultan, di sela-sela peresmian Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, kemarin.

Peresmian dilakukan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti. Rencananya, terminal penumpang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan diperluas dari 51.000 meter persegi sekarang ini, menjadi 68.000 meter persegi. Sedangkan untuk runway, dari panjang 3.100 meter menjadi 3.500 meter. Karena itu, Masykur berharap pihak PT Angkasa Pura I (Persero) bisa merampungkan proses pembebasan lahan milik masyarakat, sehingga tidak mengganggu proses renovasi bandara nantinya.

“Kita harap program ini jangan lagi dikacaukan dengan masalah pembebasan lahan. Kita harapnya proyeknya selesai sebelum open sky 2015,” bebernya kepada wartawan. Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mememinta Kemenhub untuk memprioritaskan perpanjangan runway Bandara Sultan Hasanuddin. Alasannya, kata dia, proyek perpanjangan runway Bandara Hasanuddin sekarang ini sudah sangat mendesak.

Apalagi, dalam rencana pemberlakuan open sky 2015 mendatang. “Tumpuannya memang ada di Kementerian Perhubungan. Jadi,kami meminta agar bandara ini diperluas. Khususnya, runway tolong diperpanjang,” jelasnya. Mantan Bupati Gowa dua periode itu menambahkan,untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia, khususnya di Sulsel, maka yang harus menjadi perhatian utama adalah bagaimana sistem transportasi.

Dalam hal ini, bandara dan pelabuhan. Apalagi, Indonesia bukanlah negara kontinental. “Akhirnya semua bermuara di airport yang fasilitasnya memang harus baik”. “Kami harap, ini bisa dipercepat. Sayang kalau tidak diwujudkan. Memang hal ini butuh kebersamaan. Saya titip perluasan bandara,”pungkasnya.

Terpisah, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti menyebutkan, tugas dan fungsi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar meliputi pengaturan, pengendalian, dan pengawasan bidang penerbangan sipil. Wilayahnya, di Sulsel, Sulteng, Sulbar dan Sultra yang membawahi 32 bandara aktif, dari 36 bandara yang terdaftar.

“Bandara di Makassar ini merupakan salah satu main hub penerbangan di Indonesia, sehingga harus ada koordinasi yang baik.Apalagi,melibatkan banyak stakeholder mulai dari swasta hingga institusi pemerintahan,” bebernya. ● wahyudi 

Read More >>

Perdagangan Luar Negeri Surplus

Jumat, 06 April 2012 

Nilai Ekspor dan Impor Turun Dibanding  
MAKASSAR,  -- Awal tahun, perdagangan luar negeri Sulsel mengalami surplus. Meskipun surplus, ekspor dan impor selama Februari maupun Januari 2012 turun dibandingkan periode sama 2011.

Badan Pusat Statistik Sulsel mencatat per Februari 2012, nilai ekspor Sulsel mencapai USD104,66 juta atau sekira Rp963 miliar. Sementara nilai impor sebesar USD86,85 juta atau sekira Rp799 miliar.

Kepala BPS Sulsel, Bambang Pramono, mengatakan, nilai ekspor Sulsel pada Februari 2012 meningkat 28,2 persen dibanding bulan sebelumnya. Menurut Bambang, peningkatan itu, didorong oleh peningkatan volume ekspor enam kelompok komoditas utama.

Enam komoditas yang dimaksud adalah nikel, ikan/udang/kepiting, biji-bijian berminyak, tanaman obat, kayu/barang dari kayu, karet/barang dari karet, dan buah-buahan. Hanya saja, empat kelompok komoditas utama lainnya; kakao, garam/belerang/kapur/semen, olahan makanan hewan, dan daging /ikan olahan mengalami penurunan.

Lima negara terbesar penyerap barang ekspor Sulsel adalah Jepang (USD65,27 juta), Amerika Serikat (USD8,43 juta), Malaysia (USD6,01 juta), China (USD5,35 juta), dan Singapura (USD2,43 juta). Nilai ekspor ke lima negara tersebut mencapai USD87,49 juta. "Sekira 83,59 persen dari total ekspor Sulsel," ujar Bambang, kemarin.

Hanya saja, jika dibanding periode Februari 2011 lalu, nilai ekspor Sulsel sebenarnya mengalami penurunan sebesar 51,81 persen. Sejak Januari 2012-Februari 2012, nilai ekspor Sulsel mencapai USD186,30 juta. Menurun 32,61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD276,45 juta.

Sementara itu, nilai impor per Februari 2012 mencapai USD86,85 juta atau sekira Rp799 miliar. Nominalnya menurun 26,17 persen dibanding Januari lalu. Jika dibandingkan periode yang sama 2011, nilai impor pun menurun 9,57 persen.

Ada lima kelompok komoditas impor terbesar Sulsel, yakni bahan bakar mineral (USD40,90 juta), mesin-mesin/pesawat mekanik (USD17,74 juta), gandum-ganduman (USD9,50 juta) pupuk (USD6,89 juta), dan mesin/peralatan listrik (USD3,62 juta). Jumlahnya USD78,65 juta atau 90,56 persen dari total impor Sulsel pada Februari 2012.

Bambang menyebutkan, ada lima negara pemasok utama barang ke Sulsel. Negara dimaksud adalah Singapura, Jepang, Kanada, China, dan Thailand merupakan lima negara pemasok utama barang impor Sulsel untuk periode ini. Singapura paling banyak dengan (USD45,60 juta). Disusul Jepang (USD10,57 juta), Kanada (USD9,96 juta), China (USD8,24 juta), dan Thailand (USD5,94 juta).

Jika ditotal, kelimanya berkuasa dengan 92,46 persen dari total nilai impor. Jumlahnya mencapai USD80,31 juta.(zul/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120406002053-perdagangan-luar-negeri-surplus
Read More >>

Gubernur Ikuti Prosesi Mattompang Arajang

JUMAT, 06 APRIL 2012 

Bone, -- Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengikuti prosesi adat Mattompang Arajang atau prosesi pembersihan benda-benda pusaka Kerajaan Bone. Prosesi Mattompa Arajang digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bone, di Rumah Jabatan Bupati Bone, Jumat (6/4).
Prosesi Mattompang dimulai dengan tokoh adat membawa Arajang kepada Pattompang untuk disucikan atau ritompang yang diiringi dengan gendrang bali sumanga sampai proses mattompang selesai.

Adapun benda-benda pusaka Kerajaan Bone yang disucikan, yaitu sembangeng pulaweng atau selempang emas. Terbuat dari emas murni yang terdiri dari 63 potongan yang panjangnya 1,77 meter. Pada kedua ujungnya, tergantung dua buah medali emas bertuliskan bahasa Belanda sebagai tanda penghargaan pemerintah Kerajaan Belanda kepada Arung Palakka Raja Bone ke-15.


Selain itu, disucikan pula La Tea Ri Duni, sebuah kalewang yang disebut Alameng, sarung serta hulunya dilapisi emas dan dihiasi intan permata. La Makkawa, sebuah keris yang disebut Tappi Tata Rapeng yang seluruh sarung dan hulunya dilapisi emas.


Ada pula La Salaga, sebuah tombak yang pada pegangan dekat mata tombak dihiasi emas. Tombak ini merupakan simbol kehadiran raja. Terakhir, Alameng Tata Rapeng, sejenis kalewang yang hulu serta sarungnya berlapis emas dan merupakan kelengkapan pakaian kebesaran anggota Ade Pitu.


Setelah selesai dibersihkan, Arajang diperhadapkan kembali kepada Gubernur Sulsel dan Bupati Bone untuk disarungkan. Kemudian, tokoh adat dan para bissu menuju ke tempat Arajang untuk menyimpan benda-benda pusaka tersebut di tempat semula.


Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, yang dimintai tanggapannya terkait prosesi Mattompang Arajang, mengatakan, acara adat merupakan salah satu tugas pemerintahan. Masalah budaya adalah khasanah yang memberi inspirasi bahwa kita lahir dari sebuah budaya dan adat istiadat.


"Mattompang Arajang ini adalah sebuah kebersamaan. Budaya dan adat istiadat yang harus terus dilestarikan," ujarnya.(Dewi)
Read More >>

Syahrul Sumbang Rp 200 Juta untuk Renovasi Makam La Patau

 Jumat, 6 April 2012 ore Sharing Services
Watampone, --Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, memberikan kado istimewa pada peringatan HUT Kabupaten Bone ke 682, yang digelar di Lapangan Merdeka Watampone, Jumat (6/4). 

Gubernur menyerahkan bantuan Gerakan Terpadu Pembangunan Pedesaan (Getar Bangdes) yang terakumulasi dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Sulsel tahun 2012 sebesar Rp 229 miliar lebih. Selain itu, gubernur juga menyerahkan bantuan rehabilitasi makam La Patau sebesar Rp200 juta.

Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, hari jadi merupakan bagian dari upaya konsolidasi untuk menyatukan tekad dalam membangun Kabupaten Bone yang lebih baik.

"Kita merayakan hari jadi ke 682 tahun ini dalam suasana yang penuh kedamaian, ketentraman dan keteraturan. Itulah bagian dari tugas pemerintahan," ujar Syahrul di sela-sela peringatan hari jadi Bone.

Peraih 109 penghargaan nasional dan internasional itu, mengungkapkan, pemerintah Kabupaten Bone telah berhasil menjadikan Bone sebagai kabupaten yang terhormat dan pilar kemajuan Sulawesi Selatan.

"Pemerintahan yang makin baik, akan memberikan energi yang baik pula bagi masyarakat di semua aspek kehidupan," tuturnya.

Syahrul juga menilai, pemerintah Kabupaten Bone berhasil memberikan ruang kepada semua stakeholder dalam pengembangan perekonomian. Pemerintahannya pun senantiasa berpihak pada rakyat.

"Saya yakin, perkembangan ekonomi yang makin baik di Sulsel, karena ada Bone yang memberikan kontribusi," terang Syahrul.

Sementara, Bupati Bone H A Muh Idris Galigo SH, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemprov Sulsel melalui program Getar Bangdes. Bantuan anggaran untuk pembangunan jembatan di Kecamatan Cenrana, bantuan alat berat, serta berbagai bantuan kegiatan tahun 2012.

"Kami juga mengucapkan terima kasih atas program pendidikan dan kesehatan gratis serta program pro rakyat lainnya," ucapnya.

Idris Galigo menjelaskan, peringatan Hari Jadi Bone sengaja dikemas dalam bentuk acara adat. Tujuannya, untuk melestarikan kebudayaan Kabupaten Bone.

"Hal ini juga merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pariwisata Visit South Sulawesi 2012," jelasnya.

Ketua DPD II Golkar Bone itu berharap, pemerintahan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang tidak berhenti di tahun 2012 ini, tetapi terus berlanjut hingga periode ke depan.

"Tetap dilanjutkan untuk kemakmuran rakyat. Don't stop komandan," terangnya.

Secara khusus, Idris juga meminta agar Pemprov Sulsel terus memberikan dukungan terhadap pembangunan bandara perintis di Kabupaten Bone. Apalagi, landasannya sepanjang 900 meter telah selesai.

"Kami berharap, ada pendaratan pertama di bandara karena sudah selesai landasannya. Jangan sampai belum ada pesawat yang mendarat, tapi landasannya sudah rusak," harapnya.

Turut hadir dalam peringatan Hari Jadi Bone, Wakil Gubernur Sulsel H Agus Arifin Nu'mang, Sekprov Sulsel H Andi Muallim, Ketua DPRD Sulsel H Moh Roem, anggota DPR RI Taufan Tiro, dan anggota DPD RI AM Fatwa.

Pada momentum tersebut, Bupati Bone juga memberikan penghargaan kepada kepala desa/lurah dan camat teladan di se Kabupaten Bone.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/04/06/syahrul-sumbang-rp-200-juta-untuk-renovasi-makam-la-patau
Read More >>

Kamis, 05 April 2012

Gubernur Sulsel Tunggu Instruksi Pusat

KAMIS, 05 APRIL 2012 

Terkait Penghematan Anggaran
Makassar --Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, masih menunggu petunjuk langsung dari pemerintah pusat terkait upaya penghematan anggaran untuk menutupi subsidi harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Saya tunggu petunjuk langsung dari pemerintah pusat, bagaimana teknisnya. Biasanya, semua kepala daerah akan dipanggil untuk mendapatkan petunjuknya," kata Syahrul saat dimintai tanggapannya, di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (5/4).
Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu menilai, semua pemerintah daerah harus mencari terobosan bagaimana solusi dari persoalan yang ada. Apalagi, subsidi yang tidak dicabut tentunya membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Inilah yang harus dicarikan solusi. Kebijakan nasional yang disepakati bersama," ujarnya.
Terkait upaya penghematan anggaran, Syahrul mengatakan, harus dipelajari dulu item-item apa saja yang harus dihemat. Tapi, minimal perjalanan ke luar negeri harus dilihat mana prioritas pertama atau kedua.
"Soal penghematan ini juga tidak boleh sembarangan. Kita jangan terburu-buru. Kita tetap menunggu bagaimana petunjuk dari pusat," terangnya.(Dewi)
Read More >>

Produksi Udang Sulsel Tak Terganggu Cuaca

Kamis, 05 April 2012
MAKASSAR – Cuaca buruk yang melanda Sulsel beberapa bulan terakhir ini, ternyata tidak menganggu produksi udang maupun ikan bandeng di Sulsel. Sekretaris Asosiasi Pengusaha Tambak Sulsel Andi Thamsil mengatakan, beberapa daerah yang menjadi sentra budidaya ikan bandeng maupun kakap di Sulsel seperti Maros, Barru dan Pangkep tidak terganggu dengan cuaca buruk.


Karena petambak sudah melakukan antisipasi dengan lebih dulu melakukan panen serta tidak menyebar bibit saat cuaca buruk. ”Sudah diantisipasi, makanya tidak terlalu parah dibanding tahun lalu,” jelasnya. Thamsil mengatakan, penyebaran bibit mulai dilakukan saat cuaca sudah mulai stabil agar produksinya juga lebih maksimal. ”Sudah beberapa kali terjadi petambak harus rugi akibat cuaca,”ujarnya.

Tahun 2010 lalu, produksi udang Sulsel sekitar 17.000 ton. Pada 2011 menurun menjadi 14.000 ton.Tahun 2012 ini produksi udang Sulsel ditargetkan sebanyak 25.000 ton. “Karena sesuai dengan target pemerintah,sampai 2013 nanti sebanyak 30.000 ton,”katanya.

Dia mengatakan, saat ini luas tambak di Sulsel sekitar 30.000 hektare (ha). Namun, hanya sekitar 50% yang bisa berproduksi dengan normal.“Setengahnya telantar karena kekurangan modal,” tuturnya. umran la umbu

Read More >>

Sulsel Kebagian Rp600 Miliar dari APBN-P


Kamis, 05 April 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bakal kebagian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012 sebesar Rp600 miliar. Rencananya, anggaran tersebut digunakan untuk membiayai beberapa proyek infrastruktur.


Beberapa proyek yang akan dibiayai, di antaranya perbaikan jalan provinsi, saluran irigasi yang menjadi kewenangan Pemprov Sulsel, serta perbaikan ruas jalan nasional. “Berdasarkan Pagu di pemerintah pusat, kita mendapatkan Rp600 miliar di APBNP 2012 mendatang. Mudah-mudahan pagu ini tidak berubah lagi,” ungkap Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang di Hotel SwissBell In Makassar, kemarin.

Menurutnya, pemerintah pusat sebelumnya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp11,5 triliun untuk membiayai proyek infrastruktur di beberapa provinsi tahun mendatang. Dana tersebut merupakan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) APBN 2011. Hanya saja, beberapa provinsi melakukan penolakan karena jika anggaran itu cair pada APBN-P,dikhawatirkan pengerjaan proyek tidak akan se-lesai. “Tapi kalau Rp11,5 triliun ini dibagikan, nanti susah pembelanjaannya karena hanya diberi waktu enam bulan.Poros Maros-Parepare sebesar Rp1 triliun, tapi sampai tahun ini belum selesai juga,”katanya.

Siang kemarin,Agus Arifin Nu’mang mengaku berangkat ke Jakarta untuk melakukan pertemuan terkait rencana APBN-P 2012 Rp600 miliar yang dibagikan kepada Sulsel. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Sulsel Tan Malaka Guntur yang dikonfirmasi, mengaku belum mendapatkan informasi resmi APBN-P 2012 tersebut. Awal 2012,kata Tan Malaka, Pemprov pernah mengusulkan APBN-P sebesar Rp1,2 triliun ke Bapenas untuk membiayai proyek infrastruktur di Sulsel. wahyudi

Read More >>

Pelabuhan Untia - ADB Suntik Dana Rp100 Miliar


Kamis, 05 April 2012
MAKASSAR – Asian Development Bank (ADB) menyuntikkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk perampungan Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Untia di Kecamatan Biringkanaya,Makassar.


Suntikan dana yang dikucurkan bank yang berpusat di Arab Saudi tersebut, dalam bentuk pinjaman Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel Miftahuddin mengungkapkan, pinjaman ADB tersebut akan baru dicairkan pada 2013 mendatang. “Kemungkinan kepastiannya pada akhir 2012, sehingga cair di awal 2013. Dana pinjaman ini merupakan lobi KKP untuk pelabuhan perikanan di Sulsel,” jelasnya kepada wartawan kemarin.

Dia menyebutkan, dengan anggaran Rp100 miliar ini, dia menjamin PPN Untia yang beberapa tahun terkatung-katung pengerjaannya, akan bisa langsung beroperasi.Tahun ini, kata Miftahuddin, PPN Untia mendapatkan Rp15 miliar dari APBN 2012. Dana ini dipakai untuk merampungkan dermaga sepanjang 150 meter, dengan lebar delapan meter.

“Sedangkan untuk Rp100 miliar ini nanti, akan dipakai untuk membangun dermaga yang panjangnya dua kali lipat yang ada sekarang. Ini juga untuk membangun areal fungsional yang luasnya tiga hektare,sehingga nanti bis langsung dioperasionalkan,” pungkasnya. ● wahyudi

Read More >>

Hotel Accord Bandara Dibangun Bulan Ini


Kamis, 05 April 2012
MAKASSAR – Hotel Accord Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar mulai dibangun bulan ini.Dengan nilai invetasi mencapai Rp30 miliar. General Manager Angkasa Pura Airport Rachman Safrie mengatakan,rencananya April ini peletakkan batu pertama (ground breaking) hotel tersebut sudah dilakukan.
”Nantinya, bersamaan dengan Hotel Accord Bandara Juanda Surabaya,” katanya. Khusus hotel Accord Bandara Hasanuddin Makassar, letaknya di lantai dua gedung bandara. Nantinya akan didesain menjadi hotel bintang tiga.“ Akan memiliki dua lantai dengan kapasitas 132 kamar,” jelasnya. Menurutnya, hotel tersebut tidak hanya untuk penumpang transit.Namun bisa juga tamu yang ingin menginap beberapa hari. “Di hotel ini akan dilengkapi fasilitas restoran dan kafe,”katanya.

Total investasi yang disiapkan untuk pembangunan dua hotel tersebut mencapai Rp60 miliar.“Sebanyak Rp30 miliar untuk hotel di Bandara Hasanuddin Makassar dan sisanya Hotel di Bandara Juanda Surabaya,” katanya. Menurutnya, tidak hanya dua bandara itu yang akan memiliki hotel.Namun 11 bandara besar lainnya yang masuk di wilayah timur Indonesia juga akan dibangun hotel.“Namun akan dilihat prospeknya masing- masing,”paparnya.

Angkasa Pura Airport atau yang dulu dikenal dengan PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) membawahi 13 bandara besar yang masuk dalam wilayah timur Indonesia. “Di antaranya Bandara udara di Semarang, Yogyakarta dan Solo,” jelasnya. Selain itu juga Bandara Juanda Surabaya, Bali, Lombok, Kupang, Ambon, Biak, Banjarmasin, Balikpapan, Manado, dan Makassar. “Masuk dalam wilayah timur Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu,berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Sulsel pada Februari lalu,rata-rata 46,92%. umran la umbu

Read More >>

Gubernur Breafing Semua Kepala SKPD

KAMIS, 05 APRIL 2012 

 Kejar Target Triwulan Kedua
Makassar, --Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengumpulkan semua kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Sulsel, di Kantor Gubernur, Kamis (5/4). Gubernur menggelar breafing secara tertutup dengan semua bawahannya tersebut.
Syahrul Yasin Limpo, yang mintai tanggapannya terkait breafing tersebut, mengungkapkan, breafing dilakukan untuk mengevaluasi kinerja pada tahun keempat pemerintahannya. Khususnya, menata administrasi dan mengejar target pada triwulan kedua.
"Saya mau semuanya baik, apalagi periode saya sudah hampir selesai. Target harus dikejar," tegasnya.
Peraih penghargaan Bintang Maha Putera Utama dari Presiden RI itu mengatakan, target 30 persen pada triwulan pertama sudah tercapai. Karenanya, harus ada target triwulan kedua yang harus dikejar.
"Biasanya kalau triwulan pertama oke, maka selanjutnya akan bagus," ujarnya.
Melalui breafing tersebut, gubernur juga berharap bisa mendengar semua keluhan kepala SKPD. Apa saja hambatan dan kendala yang dihadapi dalam pencapaian target yang ditetapkan.
"Saya terbiasa memacu mereka. Tapi, tidak boleh juga terlalu ditekan. Saya mau dengar keluhan-keluhannya juga," imbuhnya.(Dewi)
Read More >>

Rabu, 04 April 2012

SYL Lapor Perkembangan Daerah ke SBY


Rabu, 04 April 2012
MAKASSAR – Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi se-Indonesia (APPSI) yang juga Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara,Jakarta,kemarin.
Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Agus Sumantri menyebutkan, pertemuan Syahrul bersama sejumlah gubernur dengan SBY untuk melaporkan perkembangan terakhir di daerah masingmasing pascapenundaan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Presiden juga meminta laporan mengenai pengendalian harga bahan pokok yang sempat meroket menyusul adanya rencana Pemerintah menaikkan harga BBM.

Menurutnya, Syahrul selaku Ketua APPSI diminta Presiden untuk melaporkan setiap perkembangan di daerah masing-masing provinsi setiap sebulan sekali. “Selain itu, harapan Presiden, APPSI diminta proaktif memberikan solusi terhadap berbagai macam masalah yang dihadapi pemerintah,” tutur Agus Sumantri,kemarin. Agus mengatakan, khusus Syahrul, SBY meminta untuk melakukan komunikasi intensif via telepon melaporkan halhal yang dianggap perlu.


“Pak SBY meminta Pak Gubernur untuk menelponnya per satu bulan sekali. Kalau tidak bisa secara langsung,bisa dilakukan lewat telepon. Pak SBY meminta pak Gubernur melaporkan hal-hal dianggap penting via email,”katanya. Usai melakukan pertemuan dengan SBY, Syahrul kemudian menggelar jumpa pers di Istana Negara di depan para wartawan dan didampingi sejumlah gubernur, seperti Gubernur Banten Ratu Atut, Gubernur Jawa Timur Sukarwo dan gubernur lainnya. abriandi

Read More >>

Presiden SBY Minta Gubernur Berhemat


Rabu, 04 April 2012
Image

Seorang petugas SPBU mengisi BBM jenis premium ke kendaraan pelanggan di sebuah SPBU di Makassar, kemarin. Premium kini makin diburu setelah harga Pertamax naik Rp10.950 per liter.

JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan kepada seluruh gubernur untuk melakukan penghematan dalam berbagai aspek.Kebijakan ini diambil untuk menyikapi penundaan kenaikan harga BBM. “Presiden meminta para gubernur merumuskan langkah awal dan menyatukannya sebagai kebijakan bersama diseluruh daerah,” kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Kantor Kepresidenan, Jakarta,kemarin.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini, instruksi Presiden menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus APPSI untuk melakukan perumusan-perumusan awal pada setiap provinsi. “Nantinya semua rumusan itu disatukan dan insya Allah akan dipertemukan bentuk-bentuk apa yang harus menjadi pendekatan agar BBM bersubsidi yang tidak naik ini diiringi dengan langkah penghematan pemerintah,”tandasnya.

Presiden SBY kemarin siang menerima pengurus APPSI yang diketuai Syahrul Yasin Limpo.Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir satu jam itu, Presiden menerima laporan kepengurusan yang baru terpilih pada Desember 2011. Pada kesempatan itu Syahrul didampingi Wakil Ketua Bidang Pemerintahan APPSI Soekarwo,Wakil Ketua Bidang Ekonomi Rusli Zainal, Koordinator Daerah Jawa Ratu Atut Chosiyah, Koordinator Daerah Kalimantan Awang Faruk, dan Koordinator Daerah Sumatera Alex Noerdin.

Pada pertemuan itu, Presiden meminta agar gubernur selalu melakukan monitoring dalam pelaksanaan aktivitas pemerintahan, kemasyarakatan, dan pembangunan. Presiden juga meminta kepada seluruh gubernur untuk lebih sering berkomunikasi baik secara lisan maupun tertulis. Kini,pemerintah sudah menyiapkan aturan penghematan energi setelah kenaikan harga BBM bersubsidi batal dilakukan pada 1 April lalu.

Aturan itu akan mempertegas pelarangan peng-gu-naan BBM bersubsidi bagi mobil berplat merah. Selain itu, pemerintah juga akan melarang penjualan BBM bersubsidi oleh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di tempattempat elite. “Di rumah-rumah seperti kompleks perumahan elite di Pondok Indah kan orang kaya semua di situ. Itu pompa bensinnya hanya pertamax, enggak ada premium di situ,” ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),Jero Wacik, seusai mengikuti rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta,kemarin.

Dia menuturkan, aturan itu akan mempertegas Instruksi Presiden No 2 Tahun 2008 soal penghematan penggunaan energi dan air di lembaga pemerintahan. Menurutnya, penghematan perlu dilakukan agar pemerintah bisa menjaga konsumsi BBM bersubsidi sesuai kuota APBNP 2012 sebesar 40 juta kiloliter. “Akan saya buat nanti surat keputusannya. Kalau penghematan inpresnya sudah ada, tinggal kita tindak lanjuti lebih keras,”ujar menteri asal Partai Demokrat ini.

Demi memperketat penghematan energi, lanjut Jero, akan dilakukan pengawasan serentak di tempat-tempat tertentu seperti di SPBU serta pengawasan gedung-gedung pemerintahan dan swasta.Nanti akan ada inspektur penghematan yang bertugas memastikan instruksi penghematan energi dijalankan.

“Jadi misalnya keliling kota jam 10-11 malam kalau ada gedung yang masih menyala lampunya, akan digedor pintunya dan kita suruh matikan lampu.Ini wajib bagi semua gedung pemerintah dan swasta,” tambahnya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga akan menyampaikan pidato tentang penghematan dalam waktu dekat. Dengan seruan ini, Jero berharap BBM bersubsidi benar- benar digunakan oleh warga yang berhak.rarasati syarief/ maesaroh 

Read More >>

BRT Mamminasata Beroperasi 2013

Rabu, 4 April 2012

MAKASSAR– Moda transportasi massal, Bus Rapid Transit (BRT) yang dirancang untuk melayani empat kota yakni Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar akan dioperasikan awal 2013.
Tahap pertama, Pemprov Sulsel bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota di kawasan Mamminasata akan mengoperasikan 15 armada bantuan dari pemerintah pusat. BRT merupakan sistem transportasi cepat, nyaman, aman,dan tepat waktu. Sistem ini ditunjang infrastruktur berupa kendaraan dan dioperasikan terjadwal. BRT dirancang untuk mengurai kemacetan di empat wilayah, khu-susnya beberapa titik jalur utama di Kota Makassar.

“Ini sebenarnya sudah sangat mendesak karena semakin tingginya jumlah penumpang di keempat wilayah ini. Dengan beroperasinya BRT ini,kami harap bisa mengurai kemacetan,” ujar Kepala Dinas Per-hubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) Sulsel Masykur Sultan,kemarin. Menurutnya, armada BRT dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pendingin udara, memuat 28 penumpang, serta biaya angkutan yang relatif rebih murah dari kendaraan umum yang ada sekarang ini.


“Tahun ini kami genjot penyelesaian studinya, berupa perencanaan jalur serta biaya yang akan dibutuhkan nan-tinya,” katanya. BRT Mamminasata ini akan menggunakan jalur yang ada saat ini.Namun pada beberapa titik tertentu, akan dibuatkan jalur khusus sehingga tidak mengganggu jalan umum. Kendati demikian, Masykur menolak membocorkan mengenai titik yang akan dibuatkan jalur khusus BRT tersebut.


Dia berdalih,sementara ini masih dalam proses studi dan pembuatan detail engineering design (DED). Masykur menambahkan, kehadiran 15 angkutan baru tersebut tidak akan mengganggu angkutan umum yang telah hadir terlebih dahulu, seperti petepete. Menurutnya, armada perintis ini nantinya juga akan memiliki halte khusus yang akan dibuat oleh pemerintah daerah masing-masing.


BRT ini juga dirancang untuk bersinergi dengan monorel Mamminasata serta kereta api lintas Makassar- Parepare. Sehingga, beberapa halte transportasi massal ini nantinya akan digabungkan pada beberapa titik. “Kalau untuk kereta api Makassar-Parepare, rencananya akan mulai pembebasan lahan 2013 nanti. Sedangkan untuk monorel,tahun ini sudah masuk proses tender,” bebernya.


Sebelumnya,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk menjamin pembebasan lahan kereta api (KA) Makassar-Parepare yang akan dimulai pada tahun depan. Jika tidak, kata Syahrul, pembangunannya terancam tersendat. “Persoalan tanah, para bupati harus menjaminnya. Saya pengalaman dengan poros Makassar- Parepare. Bupati harus bisa menjaminnya,” katanya ke-pada wartawan. wahyudi

Read More >>

Pemprov Sulsel Menjadi Salah Satu Nominasi Penerima Parasarnya Purna Karya Nugraha 2012

Pemerintah Sulawesi Selatan menjadi salah satu nominator dalam pemilihan penyelenggara pemerintah daerah terbaik atau penerima Parasarnya Purna Karya Nugraha 2012. Menurut Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muallim, Sabtu, 31 Maret 2012, tim verifikasi akan turun mengklarifikasi Laporan Penyelanggaraan Pemerintah Daerah (LPPD). Klarifikasi dilakukan tim nasional evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah dan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang terdiri atas berbagai lembaga, diantaranya Kementerian Dalam Negeri, Badan Pemerikasa Keuangan, dan Lembaga Administrasi Negara.
Penghargaan Parasarnya Purna Karya Nugraha diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1973. Penghargaan tersebut merupakan tanda kehormatan kepada provinsi maupun kabupaten/kota yang dinilai mampu mendorong kesejahteraan masyarakat.
Penilaian kinerja terdiri atas 178 item, yakni realisasi program pembangunan dari setiap SKPD, sistem penyusunan laporan administrasi keuangan dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Selain Pemprov Sulsel, dua pemerintah kabupaten/kota di Sulsel juga masuk sebagai nominator, yakni Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Sebelumnya, Sulsel meraih posisi kedua setelah Provinsi Sulawesi utara yang meraih posisi pertama.
Read More >>

Pemprov Sulsel Akan Gelar Operasi Pasar

Rencana pemerintah pusat untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa waktu lalu mengatrol harga kebutuhan pokok. Meski rencana yang tersebut batal naik per 1 April 2012 namun kenaikan harga bahan pokok tidak bisa dicegat lagi. Saat ini kenaikan harga bahan pokok masih dalam batas-batas normatif. Hal itu dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo di Kantor Gubernur, Senin,  2 April 2012.

Apabila harga bahan pokok mengalami kenaikan yang diluar batas maka pihaknya berjanji akan melakukan operasi pasar di lapangan. Kalau sampai pada titik-titik tertentu yang sudah meresahkan maka akan dilakukan sidak kemudian sesudah itu kita akan cek buffer stock (cadangan persediaan) dan pendistribusiannya  bagaimana. Jika mekanisme itu telah ditempuh, namun masih terjadi kemacetan di tingkat distribusi maka pemerintah harus melakukan operasi untuk melihat kemungkinan terjadinya penimbunan atau sumbatan sistem.

Gubernur Sulawesi selatan, H. Syahrul Yasin Limpo menghimbau kepada seluruh perangkat pemerintahan hingga camat dan kepala pasar di seluruh kabupaten/kota agar turun langsung ke lapangan melakukan tindakan normalisasi harga kebutuhan pokok di pasaran. Dengan langkah antisipasi itu, diharapkan harga bahan pokok tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Dinas Perindustrian dan perdagangan juga harus melakukan tugas fungsionalnya, jika semua sudah turun tangan semuanya akan teratasi dengan baik.
Read More >>

Gubernur Sulsel Memimpin Sejumlah Gubernur se-Indonesia

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo sebagai Ketua Assosiasi Pemerintah Provinsi se-Indonesia (APPSI) memimpin beberapa gubernur se-Indonesia untuk melaporkan pengendalian harga kebutuhan pokok di masyarakat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta, Selasa, 3 April 2012.
Ketua Assosiasi Pemerintah Provinsi se-Indonesia (APPSI) ini menyampaikan hal ini menyusul kepanikan pasar terkait isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) beberapa hari lalu. Dalam pertemuan tersebut bersama H. Syahrul Yasin Limpo hadir Gubernur Banten Ratu Atut, Gubernur Jawa Timur Sukarwo, Koordinator daerah Kalimantan, Awang Farouk dan lainnya.
Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Sulawesi Selatan, H. Agus Sumantri mengatakan khusus untuk Sulsel  presiden meminta untuk melaporkan hal-hal yang dianggap perlu, bisa lewat telepon atau  lewat email. Harapan presiden APPSI diminta proaktif memberikan solusi terhadap berbagai macam masalah yang dihadapi pemerintah. Gubernur Sulsel selaku ketua APPSI diminta presiden untuk melaporkan setiap perkembangan di daerah masing-masing provinsi setiap bulan.
Read More >>

RAKOR P2WKSS TINGKAT PROVINSI SULAWESI SELATAN

Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) yang dicanangkan pemerinta pada tahun 1979 adalah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan taraf hidup dan kualitas hidup bagi masyarakat prasejahrera menjadi sejahtera. Hal ini dikatakan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Ir. Titien Sutarty, Selasa, 3 April di Ruang Data Kantor Gubernur.
Program P2WKSS sangat mengharapkan pola pikir dan prilaku melalui pembinaan SKPD terkait, serta peran aktif dari gerakan PKK dengan partisipasi seluruh masyarakat. Demikian halnya dengan program Gerakan Sayang Ibu (GSI) yang diluncurkan pada tahun 1996, yang merupakan   gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan. Utamanya dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian bayi (AKB).
Sebelumnya Ketua panitia melaporkan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas Tim P2WSS Kabupaten Kota dalam rangka revitalisasi P2WKSS di Sulawesi Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan jumlah peserta  97 orang.
Read More >>

MUSYAWARAH DAERAH GERAKAN PARAMUKA DI SULAWESI SELATAN

Pelaksanaan  Musyawarah Daerah (Musda) Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan yang dilaksanakan  di Baruga Sangiaseri  Makassar, Minggu, 1 April 2012, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah sekaligus Ketua Kwartir Daerah (Kwarda)  dalam sambutannya mengatakan bahwa gerakan  Pramuka di Sulawesi Selatan memberikan istilah “Don’t Stop komandan” adalah kata dan semangat Pramuka. Kalimat itu  diakuinya memiliki makna pantang menyerah dan bukan tagline politik, tapi merupakan kata Pramuka, yang bermakna jika dalam pencapaian tujuan ada tembok penghalang didepanmu, jangan ditabrak, jangan menyerah, tapi berusahalah melewati tembok itu.
Gubernur juga mengatakan  bahwa Indonesia ini sedang dilanda persoalan, yakni kekurangan power of trust dan power of give, maksudnya masyarakat  mulai kehilangan kepercayaannya dan kehilangan semangat gotong royong atau saling membantu sehingga Pramuka menjadi solusi dari persoalan negeri ini.
Organisasi  Pramuka memiliki orang-orang yang bekerja secara bersama-sama dan mencari solusi  terhadap semua persoalan negeri. Yang bekerja bukan hanya tangan dan kaki, tapi juga pikiran dan hati. Musyawarah Daerah  Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan yang dilaksanakan  bisa menemukan kembali energi dan kesegaran organisasi serta menyempurnakan kekurangan yang ada. Musda bukan mencari yang jelek saja, tapi melakukan perbaikan dan kita harus berpikir positif agar hasilnya juga positif. Kedepannya,  gerakan Pramuka  Sulawesi Selatan harus memiliki kegiatan-kegiatan yang produktif, seperti pembibitan ikan lele dan pembibitan hutan.
Read More >>

Gubernur Sulsel Raih Penghargaan Persandian 

Rabu, 04 April 2012

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mendapat penghargaan Dharma Persandian Utama dari Lembaga Sandi Negara RI, Rabu (4/4).

Penyerahan penghargaan tersebut bertepatan pada peringatan HUT ke-66 Lembaga Sandi Negara di kantor Lembaga Sandi Negara RI, Jakarta.

?Penghargaan/piagam Dharma Persandian Utama untuk gubernur Sulsel diterima oleh  Kepala Biro Humas dan Protokol Agus Sumantri dari Kepala Lembaga Sandi Negara, Mayjen TNI Dr Djoko Setiadi, M.Si.

Penghargaan ini diraih gubernur Sulsel atas dasar penilaian dari Lemsaneg RI, karena kepedulian SYL selama 4 tahun berturut turut mampu mengembangkan komunikasi dan persandian dalam wilayah Sulawesi Selatan.

Selain itu, peran pemerintah Sulsel dalam membantu penyelenggaraan kegiatan Unit Teknis pengelola persandian baik di TNI / Polri dan aktifitas persandian di daerah secara umum mampu mengimplementasikan amanat Kepres No.103 tahunn 2001 utk mengelola Persandian Nasional.

Kepres tersebut diejawantahkan melalui sistem persandian negara yang secara kongkrit mengatur dan mensinergikan sumberdaya persandian, material sandi, dan jaring komunikasi sandi nasional untuk bekerjasama dalam sebuah sistem, dalam menyelenggarakan jaminan keamanan informasi dan intelejen sinyal.?

Tema HUT ke-66 "Dengn persandian kita bertekad menyatukan semangat reformasi birokrasi demi terwujudnya insan persandian yang solid dan profesionalisme dala rangka ikut serta mewujudkan kepemerintahan yang baik".

Selain memberikan penghargaan kepada Gubernur SYL, juga memberikan penghargaan serupa kepada Gubernur Lampung dan Riau.

Kepala Lemsaneg RI Djoko Setiadi dalam sambutannya memberi apresiasi kepada tiga Gubernur atas perhatiaanya dalam menjaga kerahasiaan informasi, seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berdampak meningkatnya ancaman terhadap keamanan informasi, baik secara kuantitas maupun kualitas.

Djoko menambahkan, pemanfaatan persandian harus menjadi prioritas kebijakan negara, karena hanya dengan kemampuan menjaga informasi strategis, jalannya pemerintahan dan stabilitas negara akan dapat tercapai secara optimal.

Persandian pada hakekatnya memiliki 2 fungsi yakni Jaminan keamanan informasi (information assurance) dan intelejen sinyal (signal intelegence).


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/04/04/gubernur-sulsel-raih-penghargaan-persandian
Read More >>