Rabu, 11 April 2012

Pemprov Sempurnakan Pelayanan Kesehatan Gratis

Rabu, 11 April 2012
MAKASSAR,  -- Meski sudah berjalan efektif, pelayanan kesehatan gratis masih menemui banyak kendala. Di antaranya lambatnya penanganan pasien dan terbatasnya tenaga medis. Itu sebabnya pemprov Sulsel terus menyempurnakan pelayanan kesehatan gratis khususnya pasien dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

"Semua pihak yang bertugas memberikan pelayanan, harus melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai amanah. Kita harus mengatakan, bahagia melihat pasien bisa sehat. Karenanya, kalau ada kekurangan harus disempurnakan," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, usai membuka Seminar dan Lokakarya Pemantapan Program Pelayanan Kesehatan Gratis di Hotel Singgasana Makassar, Selasa, 10 April.

Syahrul mengungkapkan, kesehatan gratis bukan berarti sepenuhnya tidak berbayar. Tetapi, biayanya diambil alih pemerintah melalui pendekatan-pendekatan mekanisme yang ada. Pemprov Sulsel, sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp680 miliar untuk kesehatan gratis.

"Yang namanya gratis, kita meringankan apa yang menjadi tanggungan masyarakat. Karena, pada dasarnya, tugas pemerintah adalah memberikan rahmat dan menjadi pelindung bagi masyarakat," ujarnya.

Menurut mantan Bupati Gowa dua periode itu, harus ada pengaturan dalam pemberian pelayanan kesehatan gratis. Bagi masyarakat yang kondisi ekonominya menengah ke atas, sebaiknya mengambil pelayanan kesehatan yang "berkelas".

"Ini jugalah yang menjadi tugas pemerintah dengan melakukan pengaturan. Yang punya uang, sebaiknya bayarlah, tidak usah pakai yang gratis," tuturnya.
Ia menambahkan, program kesehatan gratis bukanlah janji politik, tagline atau keinginan dari gubernur semata. Tetapi, merupakan tugas pemerintah yang diamanahkan oleh undang-undang.

"Kesehatan gratis juga merupakan bagian dari mengembalikan power of trust. Harus ada saling percaya antara rakyat dan pemerintahnya," imbuhnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Rachmat Latief, mengatakan tujuan dari pelaksanaan seminar dan lokakarya, untuk mengevaluasi dan memantapkan pelayanan kesehatan gratis. Termasuk, bagaimana tindak lanjutnya melalui agenda aksi yang akan dilaksanakan.

"Kita berharap, akan ada solusi dari berbagai kendala dalam beberapa tataran operasional yang dihadapi di lapangan. Pada intinya, bagaimana menyempurnakan pelayanan kesehatan gratis," harapnya. (iad/pap)



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120410184043-pemprov-sempurnakan-pelayanan-kesehatan-gratis
Read More >>

Dinkes Sulsel Survei Tingkat Kepuasan Kesehatan Gratis

Makassar  - Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan melakukan survei untuk mengetahui tingkat kepuasan layanan kesehatan gratis di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

"Tujuan survei ini selain untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat, juga untuk mengetahui kendala di lapangan," kata Kepala Dinas Kesehatan Makassar dr Rahmat Latief di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil survei 2011, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gratis mencapai 80 persen.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, perlu menelusuri dan mengetahui lebih jauh realisasi penerapan layanan kesehatan gratis sejak dicanangkan 2008 hingga saat ini.

"Kalau survei tahun lalu hanya dilakukan pada enam rumah sakit regional, kini dilakukan pada 24 kabupaten/kota di Sulsel," katanya.
Bentuk survei tersebut, kata dia, melalui dialog langsung dengan masyarakat setempat untuk mengetahui kendala maupun mendapatkan masukan dari masyarakat pengguna layanan kesehatan gratis.

Khusus hasil survei 2011 diketahui kendala yang dirasakan masyarakat adalah letak RS kabupaten jauh dari masyarakat yang tinggal di pelosok desa.

Melalui survei yang dilaksanakan pada April 2012, menurut Rahmat, juga dapat diketahui apakah kekurangan dari segi fasilitas dan layanan pada periode 2011 sudah bisa diminimalkan.

"Dengan demikian, anggaran yang dialokasikan untuk layanan kesehatan gratis dalam kurun empat tahun terakhir sebesar Rp648 miliar tidak sia-sia," katanya. (T.S036/E005)

Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37908/dinkes-sulsel-survei-tingkat-kepuasan-kesehatan-gratis
Read More >>

Gubernur Sulsel Membuka Seminar dan Lokakarya Pemantapan Program Pelayanan Kesehatan Gratis

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo usai membuka Seminar dan Lokakarya Pemantapan Program Pelayanan Kesehatan Gratis di Hotel Singgasana Makassar, Selasa, 10 April 2012 mengatakan semua pihak yang bertugas memberikan pelayanan, harus melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai amanah. Kita harus mengatakan, bahagia melihat pasien bisa sehat. Karenanya, kalau ada kekurangan harus disempurnakan."

Meski sudah berjalan efektif, pelayanan kesehatan gratis masih menemui banyak kendala. Di antaranya lambatnya penanganan pasien dan terbatasnya tenaga medis. Itu sebabnya Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menyempurnakan pelayanan kesehatan gratis khususnya pasien  dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

Menurut gubernur kesehatan gratis bukan berarti sepenuhnya tidak berbayar. Tetapi, biayanya diambil alih pemerintah melalui pendekatan-pendekatan mekanisme yang ada. Pemprov Sulsel, sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp680 miliar untuk kesehatan gratis.

Yang namanya gratis, kita meringankan apa yang menjadi tanggungan masyarakat. Karena, pada dasarnya, tugas pemerintah adalah memberikan rahmat dan menjadi pelindung bagi masyarakat. Harus ada pengaturan dalam pemberian pelayanan kesehatan gratis. Bagi masyarakat yang kondisi ekonominya menengah ke atas, sebaiknya mengambil pelayanan kesehatan yang berkelas. Program kesehatan gratis bukanlah janji politik, tagline atau keinginan dari gubernur semata. Tetapi, merupakan tugas pemerintah yang diamanahkan oleh undang-undang. Kesehatan gratis juga merupakan bagian dari mengembalikan power of trust. Harus ada saling percaya antara rakyat dan pemerintahnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Dr. Rachmat Latief mengatakan tujuan dari pelaksanaan seminar dan lokakarya ini untuk mengevaluasi dan memantapkan pelayanan kesehatan gratis. Termasuk bagaimana tindak lanjutnya melalui agenda aksi yang akan dilaksanakan.

Kita berharap, akan ada solusi dari berbagai kendala dalam beberapa tataran operasional yang dihadapi di lapangan. Pada intinya, bagaimana menyempurnakan pelayanan kesehatan gratis.

Sr/An ( Rabu, 11 April 2012)

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-sulsel-membuka-seminar-dan-lokakarya-pemantapan-program-pelayanan-kesehatan-gratis
Read More >>

Menteri BUMN Lirik Mobil Moko Sulsel

Rabu, 11 April 2012

MAKASSAR, - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bersama Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meninjau mobil buat­an anak-anak Makassar. Dahlan Iskan terlihat cukup terkesima dengan mobil yang dinamakan “Moko” tersebut.

“Pak Dahlan bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sedang melihat-lihat mobil buatan anak-anak Makassar bernama Moko di halaman kediaman Gubernur Sulawesi Selatan Sore ini jam 18.10 Wita (kemarin),” kata Kepala Bagian Humas dan Protokoler Kementerian BUMN Faisal Hali­mi kepada detikFinance, Selasa, 10 April.
Dalam kunjungannya tersebut, Dah­lan Iskan mempelajari dan mengkaji lebih jauh produksi mobil Moko tersebut. Mobil kecil ini sebelumnya sudah diperkenalkan bertepatan dengan hari Jadi Sulawesi Selatan pada 15 Oktober 2011 lalu.

Hingga kini, Pemerintah Provinsi Sulsel dikabarkan menerima banyak pesanan Moko. Moko tersebut dipasarkan dengan kisaran harga antara Rp 45 juta sampai Rp 65 juta.
Dalam proses perakitannya, mobil bermesin 650 cc itu melibatkan para pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Makassar dengan dukungan tenaga ahli berasal dari Universitas Hasanuddin (Unhas).
Moko sendiri diproduksi dengan 70 persen bahan baku lokal dan 30 persen hasil impor. Mobil ini memang digagas oleh Gubernur Syahrul Yasin Limpo dengan menggandeng PT Industri Nasional Kereta Api (INKA) di Madiun.

Menurut Faisal, Dahlan Iskan juga melakukan kunjungan kerja ke Jeneponto, Bulukumba melihat hasil budidaya Rumput Laut. “Kemudian menilik hasil panen di Maros dengan PT. SHS dan Jam 11.00-nya Dahlan akan memberikan ceramah di STIE Nobel Makassar,” tutur Faisal.

Subsidi Pemerintah
Moko merupakan akronim dari mobil toko yang dibuat putra asli daerah Sulsel. Dana pembuatan moko mendapat subsidi dari APBD. Proses perakitan mobil dilakukan di Balai Logam Disperindag Sulsel, Jalan Ir Sutami, Makassar.

Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan, pihaknya membuat Moko dalam tiga tipe yakni N1, Rinra, dan Tetta. N1 dibuat sebagai mobil keluarga, Rinra untuk mobil niaga, dan Tetta sebagai mobil boks.

Mobil ini dipasarkan dengan kisaran harga antara Rp45 juta sampai Rp65 juta. Menurutnya, Moko diproduksi dengan 70 persen bahan baku lokal dan 30 persen hasil impor. Sejauh ini pemprov sudah memproduksi 11 Moko. Sementara target pembuatan Moko selama 2012 ini sebanyak 50 unit.
Gagasan proyek pembuatan mobil datang dari Gubernur Syahrul Yasin Limpo dengan menggandeng PT Industri Nasional Kereta Api (INKA) di Madiun.

Syahrul mengakui Moko masih memiliki banyak keku­rang­an, sehingga masih perlu dilakukan perbaikan. Ia berharap hadirnya Moko dapat membantu masyarakat ekonomi bawah untuk menikmati mobil murah. Mobil ini memang disiapkan bagi pengusaha kecil menengah di pedesaan. (*/ute)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/provinsi/menteri-bumn-lirik-mobil-moko-sulsel
Read More >>

Selasa, 10 April 2012

Musrenbang Infrastruktur Pangan Dan Energi Sulsel

Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Sulawesi Selatan yang berlangsung di Hotel Clarion, Senin, 9 April 2012, Sulawesi Selatan akan terus berupaya meningkatkan dan memaksimalkan segala kinerja demi mewujudkan provinsi yang mampu mensejahterakan masyarakatnya. Setidaknya ada tiga sektor pokok yang menjadi prioritas dalam 2013 mendatang. Ketiga sektor yang menjadi pokok pembicaraan dalam Musrenbang, yakni pemberdayaan pangan, infrastruktur serta energi, dan PDAM atau kesediaan air bersih.
Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo mengatakan sejauh ini Sulsel mampu menunjukkan eksistensinya sebagai provinsi yang maju. Bahkan tak satupun indikator yang ditetapkan nasional yang tidak dilampaui Sulsel, khususnya pertumbuhan ekonomi Sulsel yang sangat pesat. Semua kemajuan yang dicapai Sulsel hari ini tentu bukan karena kerja gubernur semata, tetapi ini semua berkat dukungan dan kinerja yang baik bersama semua kabupaten/kota se Sulsel. Kita berharap kekompakan yang terjalin selama ini tetap bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan demi kemajuan daerah kita.
Menurut Syahrul, Musrenbang kali ini harus bisa menghasilkan rumusan-rumusan demi kesiapan menyambut segala kemungkinan. Salah satunya, kesiapan jika seandainya subsidi BBM dicabut. Selesai Musrembang ini Sulsel sudah punya pedoman dan antisipasi atas segala kemungkinan. Termasuk kesiapan untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan, Tan Malaka Guntur mengatakan bahwa untuk menjalankan tiga target utama serta target lainnya di tahun 2013, Sulsel membutuhkan anggaran sekitar Rp 41 Triliun. Itu tentu meningkat dari anggaran tahun lalu yang hanya sekira Rp 34 Triliun yang seharusnya anggaran meningkat pada tahun 2013. Kita menyuplai beras kepada 14 provinsi dan juga termasuk penyetor pajak terbesar keempat, sehingga wajar kalau kita diberi dana yang lebih besar.
Direktur Dekonsentrasi dan Kerja Sama, Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum, Kementerian dalam Negeri, Andi Sirajuddin Nonci menjelaskan, untuk mencapai prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahun 2013, selain diperlukan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan juga diperlukan peningkatan kerjasama pembangunan yang sinergi antara kabupaten/kota dengan provinsi dan antar provinsi lainnya. Diharapkan akan memperkokoh tanggung jawab bersama dalam memajukan kehidupan masyarakat melalui pembangunan daerah yang adil dan merata diseluruh wilayah NKRI.
Hr/Tn (Selasa, 10 April 2012)

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/musrenbang-infrastruktur-pangan-dan-energi-sulsel
Read More >>

Gubernur Menyerahkan Penghargaan Kepada 18 Orang Pendonor Darah 75 Kali

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo didampingi Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Muhammad Nizam dan Ny. Apiaty Kamaluddin menyerahkan penghargaan kepada 18 orang pendonor darah 75 kali di Baruga Sangiaseri Gubernuran, Senin, 9 April 2012. Salah satu pendonor yang mendapat penghargaan adalah wartawan Tribun Timur, Tasman Banto. Dalam acara ini juga hadir 17 orang pendonor darah 100 kali yang telah menerima penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pendonor darah yang mau berkali-kali adalah suatu kelebihan sehingga dia pantas menjadi pahlawan, karena pahlawan adalah orang yang mau mengorbankan apa saja miliknya untuk kepentingan orang banyak. Orang pendonor itu pemberani dan saya ini penakut apalagi melihat jarumnya yang besar. Makanya saya gembira bertemu dengan pahlawan kemanusiaan.

Syahrul juga menekankan agar PMI dengan Pemprov Sulsel saling mendekatkan diri untuk berbagai kegiatan kemanusiaan. Kepala Dinas Kesehatan diingatkan agar saling bahu membahu dengan PMI. Gubernur juga memerintahkan Kadis Kesehatan agar Pemprov membuat penghargaan khusus untuk para pendonor.

Ketua PMI daerah Sulawesi Selatan, Apiaty Kamaluddin melaporkan penghargaan ini merupakan motivasi agar banyak orang mau menyumbangkan darahnya. Setetes darah sangat bermanfaat untuk menolong kelangsungan nyawa orang lain.
Hr/Tn (Selasa, 10 April 2012)

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-menyerahkan-penghargaan-kepada-18-orang-pendonor-darah-75-kali
Read More >>

Pemprov Sulsel Bangun Hotel Syariah


Selasa, 10 April 2012
MAKASSAR – Deretan hotel berbintang di Kota Makassar bakal bertambah lagi. Kali ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bersama Lippo Karawaci Group akan membangun hotel bintang tiga di Jalan Masjid Raya.
Kendati demikian,pengelolaan hotel dirancang berbeda dengan mengacu pada prinsip syariah. Hotel yang dibangun atas kompensasi pelepasan saham pemprov di Hotel Imperial Aryaduta ini,tidak akan dilengkapi fasilitas hiburan seperti bar,pub,ataupun diskotik. Hotel yang dibangun di atas lahan seluas tiga hektare di Jalan Masjid Raya hanya akan dilengkapi dengan café.

Saat ini, pemanfaatan lahan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulsel Muh Firda mengungkap kan, lahan seluas tiga hektare tersebut dianggap sudah cukup untuk pembangunan hotel bintang tiga, dengan memiliki 100 kamar dan empat lantai. “Ini telah kita laporkan ke Pak Gubernur, dan beliau menyetujuinya.

Kita rancang hotel ini menjadi hotel syariah, karena berada di sekitar Masjid Al Markaz Al Islami,” jelasnya saat ditemui di Hotel Clarion Makassar,kemarin. Firda menegaskan, berdasarkan kesepakatan dengan PT Lippo Karawaci Group sebagai pengelola Hotel Imperial,seluruh bangunan hotel ini nantinya akan ditanggung Lippo Karawaci.Pemprov hanya menyiapkan lahan.

“Setelah bangunan hotel ini selesai,ini 100% menjadi milik pemprov. Ini kan sebagai kompensasi dari pelepasan saham kita di Imperial,” bebernya kepada wartawan. Sejak Hotel Imperial dikelola Lippo Karawaci Group,hotel tersebut tidak lagi memberikan kontribusi deviden selama beberapa tahun terakhir. Presentase kepemilikan saham pemprov hanya sebesar 0,08% atau 13.568.506 lembar saham.

Dengan demikian, saham pemprov di Imperial ditaksir merosot menjadi 0.08% atau sekitar Rp8,7 miliar. Hal ini merosot tajam dari saham awal yang mencapai hingga 30%.Kendati demikian, Firda menolak menyebutkan berapa besar biaya yang dikeluarkan Lippo Karawaci dalam membayar kompensasi pelepasan saham pemprov di Imperial.

Menurutnya, saat ini pihaknya tengah menunggu penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara pemprov dan Lippo Karawaci. “Butir-butir MoUnya telah rampung. Sekarang sudah kita kirim ke mereka, dan kita tunggu untuk dikoreksi. Kita harapkan penandatangan MoU bisa segera dilaksanakan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim mengharapkan, setelah ditandatanginya MoU, tiga bulan kemudian sudah mulai dilaksanakan pembangunan seperti yang direncanakan sebelumnya. “Dalam waktu singkat mungkin mau MoU antara tiga pihak yakni Lippo (PT Lippo Karawaci),Perusda, kemudian pemprov,”singkatnya. wahyudi  
 
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/485046/ 
Read More >>

PKH Atasi Masalah Kemiskinan

Selasa, 10 April 2012
Mensos Puji Keberhasilan Sulsel

Makassar,--Program Keluarga Harapan (PKH) dinilai mampu mengatasi masalah kemiskinan, baik jangka pendek maupun dalam jangka panjang ke depannya. Hal tersebut terungkap dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi PKH Wilayah Timur Tahun 2012, yang digelar di Hotel Grand Clarion Makassar, Selasa (10/4).
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, PKH menjadi bagian yang saling menutupi dari berbagai akselerasi penurunan angka
kemiskinan di Sulsel. Karenanya, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, angka kemiskinan di Sulsel bisa turun dibawah angka rata-rata nasional.
"Hal ini menjadi bagian yang sangat serius yang perlu terus didorong. Program nasional yang harus dijabarkan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota," ujarnya.
Syahrul mengungkapkan, di Sulsel, pendidikan dan kesehatan gratis menjadi program prioritas. Karenanya, ketika ditambah dengan PKH, maka terjadi penguatan-penguatan di kedua sektor tersebut.
"Sayangnya, hanya tiga kabupaten di Sulsel yang mendapatkan PKH ini," kata mantan Bupati Gowa dua periode itu.
Sementara, Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri, memuji program pendidikan dan kesehatan gratis yang diprogramkan Pemprov Sulsel. Sehingga, turut mendukung PKH yang merupakan program Kementrian Sosial.
"Kalau semua provinsi sama dengan provinsi Sulsel, maka angka kemiskinan bisa diturunkan sesuai target yang ditetapkan," puji Salim.
Salim menjelaskan, sejauh ini, PKH berjalan dengan sangat baik dan cukup berhasil. Semangat anak-anak untuk bersekolah meningkat, jumlah dokter dan guru yang disalurkan dari program PKH juga terus bertambah. Anggaran yang disiapkan juga terus mengalami peningkatan.
Bahkan, tahun ini, jumlahnya mendekati Rp2 triliun.
"Indonesia cukup banyak mendapat sorotan. Karenanya, kita fokus pada masalah pendidikan dan kesehatan," terangnya.
Menurutnya, peran ibu memberi kontribusi yang kuat dalam memutus mata rantai kemiskinan. Keyakinan bahwa kalau orangtua miskin, maka anaknya tidak boleh miskin harus menjadi mainset.
"Peran ibu sangat mendasar dalam PKH. Disitulah ibu mendapat conditional transfer minimal seratus  ribu per bulan," urainya.
Dalam acara rakor tersebut, juga digelar Penganugerahan Award PKH 2012 untuk berbagai kategori. Antara lain, kategori kabupaten/kota dengan verifikasi terbaik, kategori prosentase dana sharing PKH APBD I tertinggi, kategori prosentase dana sharing PKH APBD II tertinggi, kategori kerjasama pendamping dan operator PKH terbaik, kategori ketepatan dan kecepatan final clossing data untuk pembayaran terbaik, dan kategori perhatian daerah terhadap pendamping dan operator PKH terbaik.(Dewi)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/provinsi/pkh-atasi-masalah-kemiskinan
Read More >>

Sosialisasi Dan Penyerahan Dana Subsidi Dan Bantuan Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Tahun Ajaran 2011/2012


Untuk menghindari tingkat kecurangan  pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2011/2012, baik untuk tingkat SMA/SMK, SMP maupun SD berjalan dengan baik tanpa ada tindak kecurangan, agar seluruh kepala daerah se Sulsel memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dan meminta agar pelaku kecurangan yang terbukti diberi tindak tegas. Hal itu dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri sosialisasi dan penyerahan dana subsidi penyelenggara UN di Hotel Singgasana Makassar, Senin, 9 April 2012.
Selanjutnya dikatakan, tidak ingin mendengar di Sulsel ada berita miring terkait pelaksanaan UN, utamanya akibat kesenjangan yang dilakukan dalam penerapannya. Oleh karena itu, harus diatur agendanya dengan baik, para kepala sekolah, para penilik dan para koordinator pengendali, harus bisa bekerja dari sekarang untuk mensosialisasikan manajemennya seperti apa, sehingga pelaksanaan UN betul-betul sesuai dengan proses dan prosedurnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Abdullah Djabbar, menjelaskan anggaran yang disiapkan untuk pelaksanaan UN tahun 2012 sekitar Rp 10,5 miliar lebih. Ini semua dari pusat, rincian pembiayaan pada tingkat provinsi sebesar Rp 2,1 miliar lebih dan pembiayaan UN kabupaten/kota sekitar Rp 6,2 miliar, anggaran yang terbesar Kota Makassar dan Kabupaten Bone. Tahun ini peserta UN mencapai 405.709 siswa. Dari jumlah itu, Kota Makassar yang paling banyak peserta UN-nya dengan jumlah 22.435 siswa, sementara Kabupaten Selayar yang terendah hanya sekitar 2.285 siswa.
Hr/Tn (Selasa, 10 April 2012)

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/sosialisasi-dan-penyerahan-dana-subsidi-dan-bantuan-penyelenggaraan-ujian-nasional-un-tahun-
Read More >>

Senin, 09 April 2012

Peresmian Pondok Pesantren Muhammadiyah

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo baru-baru ini meresmikan pencanangan Master Plan Pembangunan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Sulawesi Selatan 25  tahun ke depan. Gubernur mengklaim dirinya sebagai orang Muhammadiyah dan tidak bisa dipisahkan dengan ormas yang memiliki pengaruh besar di Indonesia, sebab darah yang mengalir dalam dirinya adalah darah Muhammadiyah murni yang berasal dari seorang ayah yang Muhammadiyah tulen dan ibu yang Aisyiyah.
Dalam peresmian ini, Gubernur menyerahkan bantuan untuk pembangunan dua buah ruangan laboratorium yang dilengkapi dengan komputer dan puluhan zak semen.
Selain pencanangan Master Plan Pembangunan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Sulawesi Selatan, juga dilakukan Peluncuran Gerakan Infaq Rp 10000 untuk pembangunan pondok pesantren oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Drs. H. Muh Alwi Uddin Mag. Disamping itu, Gubernur juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan mesjid pesantren.
Yy / Sv (Senin, 9 April 2012)

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/peresmian-pondok-pesantren-muhammadiyah
Read More >>

Minggu, 08 April 2012

Pemprov Sulsel Subsidi Ujian Nasional

Senin, 9 April 2012

UN-SMK.jpg
MAKASSAR, - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyerahkan dana subsidi atau bantuan penyelenggaraan ujian nasional tahun ajaran 2011/20112 di Hotel Singgasana, Makassar, Senin (9/4/2012). Acara penyerahkan bantuan disertai sosialisasi ini diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel.

Ujian nasional tingkat SMA, SMK, dan MA atau sederajat di Sulsel diselenggarakan, 16-19 April 2012. Ujian nasional tingkat SMP, MTs dan sederajat diselenggarakan, 23-26 April 2012.
Ujian nasional tingkat SD, MI, dan sederajat diselenggaran, 30 April hingga 3 Mei 2012.(*/tribun-timur.com)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/04/09/pemprov-sulsel-subsidi-ujian-nasional
Read More >>

RS Kanker Unhas Layani 16 Provinsi KTI

Minggu, 08 April 2012
Image

(ki-ka) Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dan Rektor Unhas Idrus A Paturusi, saat menghadiri peresmian Rumah Sakit Pendidikan Unhas di Jalan Perintis KM-10, Makassar, kemarin. Rumah sakit bertaraf internasional ini akan menjadi pusat penyakit kanker (cancer center) dan trauma karena kecelakaan (trauma center).
MAKASSAR– Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi memiliki Rumah Sakit Pendidikan (RSP) pusat penanganan kanker dan trauma karena kecelakaan. RS ini akan melayani pasien dari 16 provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

RS sekaligus menjadi pusat pelayanan, pencegahan, dan penelitian, serta pendidikan tentang penyakit kanker maupun trauma,pertama di luar Jawa. Peresmian pusat kanker dan trauma (gedung E dan F) RSP Unhas dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dihadiri Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo,Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi, Pangdam VII/ Wirabuana Mayjen TNI Muhammad Nizam,guru besar Unhas, serta seluruh civitas dan alumni khususnya dari Fakultas Kedokteran (FK) Unhas.

“Unhas akan jadi pusat unggulan pembelajaran, tidak hanya di Sulawesi tetapi pusat pembelajaran dunia.Kemajuan Sulsel luar biasa. Kita doakan agar Unhas jadi excellent university,” ujar Mendikbud Mohammad Nuh dalam sambutannya, kemarin. Mohammad Nuh mengemukakan, pembangunan RSP diharapkan dapat mendukung pembangunan sumber daya generasi muda Indonesia yang memasuki fase bonus demografi pada 2010–2035.

Bonus demografi, lanjut Mendikbud, adalah masa di mana Indonesia memiliki usia produktif paling banyak di saat negara-negara maju justru mengalami fase penuaan masyarakat. “2010 - 2035 populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa harus diisi. Karena kalau tidak diisi, maka akan menjadi bencana besar.Keculi memajukan dua hal,pendidikan dan kesehatan. Pendidikan dan kesehatan jadi satu paket. Itulah jadi kunci, sehingga kita harus all out. Jadikan 2010-2035 sebagai musim tanam,”jelasnya.

Mendikbud menambahkan, untuk membangunan SDM Indonesia yang berkeadilan dan berperikemanusiaan, pemerintah akan membebaskan biaya pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan setiap PTN wajib menerima 20% mahasiswa yang berkategori miskin. Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam waktu dekat akan meluncurkan program baru wajib belajar (wajar) 12 tahun, serta bantuan operasional untuk mahasiswa pascasarjana untuk usia muda dengan tujuan melahirkan doktor di bawah 20 tahun.

Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi mengemukakan, kehadiran RSP yang dibangun dari dana APBN sejak pertengahan 2010 adalah jawaban Unhas kepada masyarakat. Selama ini, penderita penyakit kanker dan kecelakaan di Sulsel dan 16 provinsi di kawasan timur Indonesia (KTI) terus meningkat, namun tidak ada RS khusus untuk penanganan, kecuali ke Jawa. Idrus mengemukakan, jumlah penderita penyakit kanker yang ditemukan di Sulsel sebanyak 1.120 kasus dari 2006- 2010.

Tertinggi adalah kanker payudara, diikuti kelenjar lidah, kanker mulut, jaringan lunak, dan kanker kulit. Sementara, untuk kasus trauma, lanjut dia, salah satu dokter Unhas yang sukses dua kali melakukan operasi penyambungan tangan yang putus karena jatuh dari motor dan mahasiswa korban tawuran. “Satu hal yang dulu tidak mungkin kini mungkin dilakukan. Penyakit tumor yang dulu harus diamputasi, sekarang tinggal dibuang tumornya,”ujarnya.

Kehadiran RSP juga akan menampung lulusan kedokteran Unhas yang disebut saat ini ada 1.000 dokter muda, 900 residen, dan ribuan yang masih mahasiswa. Kehadiran pusat kanker yang memiliki 300 tempat tidur mendukung RSUP Wahidin Sudirohusodo yang hanya memiliki 700 tempat tidur. Hanya saja,saat ini RSP Unhas baru melayani pengobatan gratis untuk pengguna kartu Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) Askes.

Untuk pengguna Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Idrus menyebut itu akan dipikirkan oleh Pemprov Sulsel. Meski begitu,alumni FK Unhas ini mengklaim biaya perawatan di RSP cenderung murah yakni hanya Rp100.000 untuk ruang perawatan kelas III.RSP juga memiliki ruang perawatan untuk kelas VVIP, kelas VIP, kelas I dan kelas II.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kehadiran RSP Unhas adalah kewajiban moral Pemerintah Pusat untuk menghadirkan infrastruktur dasar pendidikan dan kesehatan di daerah. Apalagi Makassar merupakan pusat rujukan kesehatan, sekaligus tujuan pendidikan bagi warga di 16 provinsi di KTI. Dalam satu tahun, ada 48.000 masyarakat Sulsel yang berangkat ke luar negeri di mana 20-15% dengan tujuan berobat.

Karena itu,Syahrul berharap kehadiran RSP Unhas betul- betul memberikan pelayanan yang berkualitas sehingga masyarakat Sulsel tidak perlu jauh berobat ke luar negeri. “Ada tiga hal yang jadi prioritas, salah satunya memperbaiki ekonomi. Sistem apapun kalau ekonomi tidak jalan, itu jadi masalah. Dan pertumbuhan ekonomi Sulsel tertinggi sekarang. Uang makin banyak, orang makin mau dirawat dengan semakin baik.Dia mencari yang lebih baik,yang lebih bagus,” kata mantan Bupati Gowa dua periode ini.

Mengenai tidak masuknya pengguna JPK Jamkesmas dan Jamkesda di RSP Unhas, Syahrul langsung memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Rachmat Latief untuk menindaklanjutinya. Dikonfirmasi terpisah, Rachmat mengatakan, hal itu akan dibicarakan secara khusus utnuk ditindaklanjuti dalam sebuh perjanjian kerja sama (PKS). supyan umar  

Read More >>

SYL Paparkan Kinerja Empat Tahun Pembangunan Sulsel

MINGGU, 08 APRIL 2012 


Makassar, --Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, memaparkan kinerjanya dalam kurun waktu empat tahun terakhir di hadapan ribuan rakyat Sulsel dari berbagai kalangan. Paparan Publik Empat Tahun Pembangunan Sulsel yang dipandu presenter Farhan dan Anya Dwinov itu, dilaksanakan di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Minggu (8/4).
Pemaparan dimulai dengan memperlihatkan apa yang dimiliki Sulsel pada tahun 2008. Empat tahun lalu, tidak ada rumah sakit gratis,
puskesmas pun tidak gratis. Puskesmas hanya memiliki 274 kamar sedangkan rumah sakit hanya memiliki 4.224 kamar.
Tahun 2008 lalu, produksi beras hanya 1,1 juta ton. Produksi rumput laut hanya 748.527 ton. Suplai listrik tidak pernah mencukupi sehingga terjadi krisis listrik di Sulsel. Bangunan bersejarah Fort Rotterdam terabaikan dan tidak terawat.
"Empat tahun lalu tidak ada Center Point of Indonesia (CPI), tidak ada program Gernas Kakao, infrastruktur jalan sangat memprihatinkan," kata Syahrul.
Benarkah pasangan Syahrul Yasin Limpo - Agus Arifin Nu'mang (Sayang) bekerja? Syahrul menjelaskan, saat ini, Sulsel memiliki RS Sayang Rakyat yang memberikan pelayanan kesehatan gratis untuk rakyat Sulsel. Rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit rujukan kelas III yang direncanakan memiliki 1.000 tempat tidur. Rumah sakit yang berlokasi di Bulurokeng itu saat ini memiliki 250 tempat tidur.
"Empat tahun lalu, tidak ada pelayanan kesehatan gratis. Ke puskesmas pun juga harus bayar. Sekarang, di Sulsel, kesehatan gratis," ujarnya.
Peraih penghargaan Bintang Maha Putera Utama itu, mengungkapkan, empat tahun lalu, Sulsel mengalami krisis listrik. Tahun 2008 hanya ada 428 MW. Dalam kurun waktu empat tahun, April 2012, Sulsel memiliki energi 826 MW.
"Dulu, benteng Rotterdam yang merupakan peninggalan sejarah tidak terawat dan terabaikan. Sekarang, benteng tersebut menjadi salah satu destinasi wisata dan sedang kami revitalisasi," terangnya.
Alasan dilakukan revitalisasi, kata Syahrul, karena bangunan yang ada di sekitar benteng, utamanya gedung RRI, gedung Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan gedung veteran sangat mengganggu bentuk dan karakter bangunan benteng.
"Semua gedung itu akan direlokasi agar nilai dan karakter benteng dikembalikan ke lingkungan awalnya," jelasnya.
Di sektor pertanian dan perkebunan, Sulsel mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam rentang waktu empat tahun terakhir. Stok beras tahun 2011 mencapai 2,76 juta ton dan rakyat mendapatkan penghasilan dari produksi beras tersebut sebesar Rp14 triliun.
Untuk kakao, Sulsel menanam 14 juta lebih pohon dan merehabilitasi 80 ribu hektar. Tahun 2008-2010, rata rata produksi kakao Sulsel tumbuh 25,60 persen per tahun. Sedangkan, untuk produksi rumput laut, naik menjadi 1.644.128 ton. Tumbuh lebih dari dua kali lipat. Produksi rata- rata tumbuh 19,87 persen per tahun. Bahkan, triwulan ke III tahun 2011 telah mencapai 1.644 ribu ton.
"Dengan produksi tersebut, target pencapaian tahun 2013 sebesar 1 juta ton telah tercapai," tuturnya.
Tidak hanya itu, pertumbuhan ekonomi di Sulsel juga terus menggeliat. Untuk pertama kalinya, pertumbuhan ekonomi di Sulsel melebihi Pulau Jawa. Bahkan, saat ini tertinggi di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi 8,64 persen. Tahun 2008 jumlah uang yang beredar di Sulsel hanya Rp68 triliun dan tahun 2011 meningkat tajam hingga mencapai Rp137,4 triliun.
Indikator lainnya, tahun 2008 jumlah penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin hanya 125 penerbangan per hari. Tetapi, tahun 2011 meningkat menjadi 202 penerbangan per hari. Jumlah penumpang juga mengalami perkembangan signifikan. Tahun 2008 hanya 10.049 penumpang per hari. Tapi, tahun 2011 meningkat menjadi 20.705 penumpang per hari.
"Untuk mensejahterakan rakyat, harus terlebih dulu menghadirkan pemerintahan yang baik," imbuhnya.
Selain pembangunan fisik, kepemimpinan Sayang juga fokus terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Program pendidikan gratis di Sulsel berdasarkan Perda Nomor 4 tahun 2009 dan Pergub Nomor 9 tahun 2010, membebaskan biaya pendidikan di sekolah, pemberian insentif bagi pendidik dan tenaga kependidikan, serta menambah Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Serta, mempercepat penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun melalui perluasan dan pemberian kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas. Mendorong masyarakat penduduk usia sekolah pada umumnya keluarga yang tidak mampu pada khususnya untuk memperoleh jenjang pendidikan dasar dan menengah sampai tamat.
"Kami juga memprogramkan beasiswa seribu doktoral di luar negeri," tambahnya.
Capaian keberhasilan tersebut kemudian terakumulasi pada 109 penghargaan dari berbagai sektor yang berhasil diperoleh. Diantaranya, penghargaan Bintang Maha Putera Utama, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), penghargaan Prasamya Karya Bakti Praja Nugraha sebagai pemerintah daerah terbaik, hingga masuknya Syahrul Yasin Limpo sebagai nominasi kepala daerah terbaik dunia World Mayor.
Paparan Publik Empat Tahun Pembangunan Sulsel berlangsung semakin meriah dengan kehadiran artis ibukota Ebiet G Ade dan Aura Kasih.(Dewi)
Read More >>

Sabtu, 07 April 2012

Gubernur: Sulsel Hub Utama Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan di KTI

SABTU, 07 APRIL 2012 


* Menteri Pendidikan Puji Program Pemprov Sulsel
* Hadiri Peresmian Pusat Kanker dan Trauma RS Unhas


Makassar, --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan di Sulsel. Gubernur Sulsel Dr H Syahrul Yasin Limpo SH MSi MH, menyebutkan, Sulsel merupakan hub utama pelayanan pendidikan dan kesehatan di luar Pulau Jawa, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
"Akselerasi di bidang pendidikan dan kesehatan yang ada di Sulsel sangat luar biasa tingginya. Karenanya, kami berusaha mengejar itu," kata Syahrul Yasin Limpo, di sela-sela acara Peresmian Pusat Kanker dan Trauma Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (Unhas), Sabtu (7/4).

Ketua Dewan Penyantun RS Unhas itu mengungkapkan,  pusat pendidikan dan pelayanan kesehatan 14 provinsi di KTI orientasinya berada di Sulsel. Hal tersebut dibangun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

"Kami mengalokasikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk mengelola pendidikan dan kesehatan gratis," ujarnya.

Gubernur menjelaskan, ada tiga konsep pemerintahan di Sulsel. Antara lain, perbaikan ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan.

"Sistem apapun yang dipakai, kalau ekonomi rakyat belum mapan, maka semuanya tidak akan berjalan sesuai yang kita rencanakan. Kalau ekonomi baik, maka pendidikan akan makin baik. Begitupun dengan kesehatan," terangnya.

Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Ir H Mohammad Nuh DEA, yang turut hadir pada acara tersebut, memuji program yang diterapkan Pemprov Sulsel. Ia menilai, pendidikan dan kesehatan gratis yang dicanangkan merupakan bagian dari upaya membangun kualitas populasi sumber daya manusia pada rentang waktu demografi deviden tahun 2010-2035.

"Pada rentang waktu inilah kt harus berinvestasi. Pendidikan dan kesehatan menjadi dua hal penting untuk mencapai target. Jika tidak, maka bonus demografi ini akan berbalik menjadi demografi disaster," jelasnya.

Menurutnya, antara tahun 2010-2035, beberapa negara besar mengalami penurunan populasi sumber daya manusia yang berkualitas, baik di aspek pendidikan maupun kesehatannya. Karena itu, Indonesia harus all out berinvestasi untuk mengambil peran dalam kondisi tersebut.

"Pada masa ini kita harus berinvestasi. Masa kita menanam. Setelah tahun 2035, kita akan menuai hasilnya. Kedahsyatannya akan kita capai jika semua elemen bekerja sama," tambahnya.

Sementara, Rektor Unhas Prof Idrus Paturusi, mengungkapkan, fasilitas pusat kanker dan trauma di Sulsel menjadi sangat penting. Pasalnya, jumlah pasien yang menderita kedua jenis penyakit itu sangat tinggi. Berdasarkan data dari RS Wahidin Soedirohusodo, pada rentang waktu 2006-2010 jumlahnya mencapai 1120 pasien.

"Bayangkan jika kita tidak punya fasilitas ini. Mereka harus keluar Sulsel dengan biaya pengobatan yang cukup mahal," ungkapnya.

Ironisnya, lanjut Idrus, pada umumnya pasien kanker dan trauma merupakan masyarakat kalangan menengah ke bawah. Pasien-pasien tersebut juga memiliki pengetahuan yang minim dengan penyakit kanker dan trauma sehingga baru mendapatkan perawatan ketika penyakitnya sudah parah.

"Kanker merupakan penyakit yang sangat ganas. Penderitanya cukup tinggi di Sulsel. Karenanya, pusat kanker dan trauma ini menjadi sangat penting," imbuhnya. (Dewi)
Read More >>

Gubernur Canangkan Populasi Sapi 2 Juta Ekor

SABTU, 07 APRIL 2012 


BONE,  - Target pencapaian sapi satu juta ekor sudah berhasil dicapai Sulsel. Namun, hal itu tidak serta merta membuat Pemerintah Provinsi Sulsel merasa puas. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kembali mencanangkan populasi sapi dua juta ekor.
“Saya sangat senang melihat perkembangan sapi-sapi kita disini. Berkembang dengan sangat baik,” kata Syahrul di sela-sela pelaksanaan Expo Ternak Kabupaten Bone 2012 dan penandatanganan MoU Pencanangan Populasi Sapi Dua Juta Ekor yang digelar di Desa Lappo Ase, Kecamatan Awangpone, Bone, Jumat, 6 April.
Syahrul mengungkapkan, tiga tahun lalu jumlah populasi sapi di Sulsel hanya berkisar 400 ekor. Sekarang ini, jumlah populasi mencapai satu juta ekor lebih.
“Dari empat ratus ekor menjadi satu juta ekor, berarti kita bisa capai sampai dua juta ekor. Jadi, kita canangkan populasi dua juta ekor,” terangnya.
Untuk mencapai target tersebut, lanjut Syahrul, harus dibarengi dengan kemauan, perencanaan yang baik, hingga tahapan-tahapannya.
“Saya bahagia mendengar ada peternak yang harga sapinya mencapai Rp30 juta per ekornya. Ini akan memacu perekonomian masyarakat kita, khususnya para peternak,” ungkap mantan Bupati Gowa dua periode ini.
Peraih penghargaan Bintang Maha Putera Utama dari Presiden RI  ini menambahkan, hingga saat ini Indonesia masih mengimpor sapi. Bahkan, jumlahnya masih cukup tinggi hingga dua juta ekor.
“Kita harus ambil peran. Minimal, kita jadi pemasok sapi untuk kawasan timur Indonesia,” jelasnya.
Dalam ekspo ternak tersebut, ada beberapa kategori lomba. Antara lain, sapi pejantan Bali, sapi pejantan hasil IB, sapi calon pejantan Bali, sapi calon pejantan hasil IB, sapi induk Bali, sapi induk hasil IB, sapi calon induk Bali, sapi calon induk hasi IB, petugas kecamatan berprestasi, kelompok tani ternak terbaik.
Selain mengunjungi ekspor ternak, gubernur ju­ga mencicipi beberapa ku­liner hasil olahan ternak dan pertanian daerah Bone yang disajikan pada pameran kuliner yang dilaksanakan di rumah jabatan Bupati Bone. (kr4/ute)
Read More >>

Jumat, 06 April 2012

Realisasi Triwulan I Diklaim Tercapai 30%


Jumat, 06 April 2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengklaim realisasi anggaran APBN dan APBD pada triwulan I 2012 telah mencapai 30%.Hal tersebut sesuai dengan target yang ditetapkannya awal tahun lalu.


Pernyataannya tersebut diungkapkan Syahrul sesaat sebelum memimpin pertemuan tertutup dengan seluruh pejabat eselon II dan III di Gedung Pola Kantor Gubernur Sulsel siang kemarin. Meski demikian, dia tidak menyebutkan secara rinci realisasi anggaran APBN dan APBD hingga Triwulan I ini .

“Target 30% untuk sementara ini sudah dicapai.Makanya sya akan terus pacu mereka (SKPD),” ungkapnya kepada wartawan. “Triwulan II ini harus dikejar. Kita tak boleh diam. Ini yang aan saya cek kepada mereka semua,”jelasnya,kemarin. ● wahyudi 

Read More >>

Penghematan Anggaran - Gubernur Larang Pejabat ke Luar Negeri


Jumat, 06 April 2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengeluarkan instruksi melarang seluruh pejabat di Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan kunjungan kerja atau perjalanan dinas ke luar negeri.

Instruksi tersebut merupakan tindak lanjut penghematan anggaran pemerintah. Larangan kunjungan ke luar negeri tersebut ditujukan kepada seluruh kepala dinas dan pejabat di lingkup Pemprov Sulsel serta kepada para bupati dan wali kota di daerah ini. “Kita sementara cari mana yang akan dihemat. Kita tidak sembarangan mengambil langkah. Paling tidak terhadap kunjungan ke luar negeri.Kunjungan seperti itu prioritas belakangan,” jelasnya di Kantor Gubernur Sulsel,kemarin.

Syahrul yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi se-Indonesia (APPSI) ini tengah melakukan penjajakan terhadap sektor-sektor lainnya untuk dilakukan penghematan anggaran negara. Namun, dia belum mau membocorkan sektor-sektor yang menjadi pembahasannya tersebut. “Kita cari mana yang akan dihemat. Kita tak mau sembarangan mengambil langkah.Ini kita ambil untuk mengurangi beban APBN yang kita yang cukup besar,”pungkasnya kepada wartawan.

Sebelumnya, Syahrul memimpin sejumlah gubernur menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam pertemuan tersebut, SBY mencanangkan gerakan penghematan nasional dalam upaya pemerintah menjaga kesehatan fiskal APBN 2012. Sementara itu, mantan Bupati Gowa dua periode ini belum mau bersikap terhadap sejumlah mobil mewah di Sulsel yang masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium bersubsidi yang dikhususkan untuk masyarakat kecil.

Syahrul berdalih,masih menunggu petunjuk resmi pemerintah pusat terhadap masalah tersebut. Dia mengaku, hingga saat ini wacana larangan mobil mewah gunakan BBM bersubsidi baru didengarnya melalui media massa. “Ini semua hanya melalui media massar seperti koran, radio, dan TV.Belum ada petunjuk langsung dari pemerintah pusat, seperti apa.Saya tidak akan gegabah,”katanya.

Begitu pun terhadap wacana mengenai adanya larangan kendaraan dinas pemerintah menggunakan BBM bersubsidi. “Yang jelas, kita tunggu petunjuk lah, apa yang menjadi kebijakan bersama.Tentu saja harus melalui pembicaraan para gubernur dan bupati/wali kota,”pungkasnya. ● wahyudi 

Read More >>

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin - Dianggarkan Rp196 Miliar, Mulai Dikerjakan 2013


Jumat, 06 April 2012
MAKASSAR – Kementerian Perhubungan menyiapkan anggaran sebesar Rp196 miliar untuk proyek pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Penggunaan dana tersebut meliputi renovasi bandara dan perpanjangan landasan pacu (runaway). 

Selain itu, terminal penumpang internasional dan domestik yang akan dimulai 2013 mendatang. “Ini sudah masuk program 2013. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp196 miliar, sehingga sudah mencakup perpanjangan runway dan perluasan terminal penumpang,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sulsel Masykur Sultan, di sela-sela peresmian Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, kemarin.

Peresmian dilakukan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo didampingi Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti. Rencananya, terminal penumpang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akan diperluas dari 51.000 meter persegi sekarang ini, menjadi 68.000 meter persegi. Sedangkan untuk runway, dari panjang 3.100 meter menjadi 3.500 meter. Karena itu, Masykur berharap pihak PT Angkasa Pura I (Persero) bisa merampungkan proses pembebasan lahan milik masyarakat, sehingga tidak mengganggu proses renovasi bandara nantinya.

“Kita harap program ini jangan lagi dikacaukan dengan masalah pembebasan lahan. Kita harapnya proyeknya selesai sebelum open sky 2015,” bebernya kepada wartawan. Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mememinta Kemenhub untuk memprioritaskan perpanjangan runway Bandara Sultan Hasanuddin. Alasannya, kata dia, proyek perpanjangan runway Bandara Hasanuddin sekarang ini sudah sangat mendesak.

Apalagi, dalam rencana pemberlakuan open sky 2015 mendatang. “Tumpuannya memang ada di Kementerian Perhubungan. Jadi,kami meminta agar bandara ini diperluas. Khususnya, runway tolong diperpanjang,” jelasnya. Mantan Bupati Gowa dua periode itu menambahkan,untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia, khususnya di Sulsel, maka yang harus menjadi perhatian utama adalah bagaimana sistem transportasi.

Dalam hal ini, bandara dan pelabuhan. Apalagi, Indonesia bukanlah negara kontinental. “Akhirnya semua bermuara di airport yang fasilitasnya memang harus baik”. “Kami harap, ini bisa dipercepat. Sayang kalau tidak diwujudkan. Memang hal ini butuh kebersamaan. Saya titip perluasan bandara,”pungkasnya.

Terpisah, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti menyebutkan, tugas dan fungsi Otoritas Bandara Wilayah V Makassar meliputi pengaturan, pengendalian, dan pengawasan bidang penerbangan sipil. Wilayahnya, di Sulsel, Sulteng, Sulbar dan Sultra yang membawahi 32 bandara aktif, dari 36 bandara yang terdaftar.

“Bandara di Makassar ini merupakan salah satu main hub penerbangan di Indonesia, sehingga harus ada koordinasi yang baik.Apalagi,melibatkan banyak stakeholder mulai dari swasta hingga institusi pemerintahan,” bebernya. ● wahyudi 

Read More >>

Perdagangan Luar Negeri Surplus

Jumat, 06 April 2012 

Nilai Ekspor dan Impor Turun Dibanding  
MAKASSAR,  -- Awal tahun, perdagangan luar negeri Sulsel mengalami surplus. Meskipun surplus, ekspor dan impor selama Februari maupun Januari 2012 turun dibandingkan periode sama 2011.

Badan Pusat Statistik Sulsel mencatat per Februari 2012, nilai ekspor Sulsel mencapai USD104,66 juta atau sekira Rp963 miliar. Sementara nilai impor sebesar USD86,85 juta atau sekira Rp799 miliar.

Kepala BPS Sulsel, Bambang Pramono, mengatakan, nilai ekspor Sulsel pada Februari 2012 meningkat 28,2 persen dibanding bulan sebelumnya. Menurut Bambang, peningkatan itu, didorong oleh peningkatan volume ekspor enam kelompok komoditas utama.

Enam komoditas yang dimaksud adalah nikel, ikan/udang/kepiting, biji-bijian berminyak, tanaman obat, kayu/barang dari kayu, karet/barang dari karet, dan buah-buahan. Hanya saja, empat kelompok komoditas utama lainnya; kakao, garam/belerang/kapur/semen, olahan makanan hewan, dan daging /ikan olahan mengalami penurunan.

Lima negara terbesar penyerap barang ekspor Sulsel adalah Jepang (USD65,27 juta), Amerika Serikat (USD8,43 juta), Malaysia (USD6,01 juta), China (USD5,35 juta), dan Singapura (USD2,43 juta). Nilai ekspor ke lima negara tersebut mencapai USD87,49 juta. "Sekira 83,59 persen dari total ekspor Sulsel," ujar Bambang, kemarin.

Hanya saja, jika dibanding periode Februari 2011 lalu, nilai ekspor Sulsel sebenarnya mengalami penurunan sebesar 51,81 persen. Sejak Januari 2012-Februari 2012, nilai ekspor Sulsel mencapai USD186,30 juta. Menurun 32,61 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD276,45 juta.

Sementara itu, nilai impor per Februari 2012 mencapai USD86,85 juta atau sekira Rp799 miliar. Nominalnya menurun 26,17 persen dibanding Januari lalu. Jika dibandingkan periode yang sama 2011, nilai impor pun menurun 9,57 persen.

Ada lima kelompok komoditas impor terbesar Sulsel, yakni bahan bakar mineral (USD40,90 juta), mesin-mesin/pesawat mekanik (USD17,74 juta), gandum-ganduman (USD9,50 juta) pupuk (USD6,89 juta), dan mesin/peralatan listrik (USD3,62 juta). Jumlahnya USD78,65 juta atau 90,56 persen dari total impor Sulsel pada Februari 2012.

Bambang menyebutkan, ada lima negara pemasok utama barang ke Sulsel. Negara dimaksud adalah Singapura, Jepang, Kanada, China, dan Thailand merupakan lima negara pemasok utama barang impor Sulsel untuk periode ini. Singapura paling banyak dengan (USD45,60 juta). Disusul Jepang (USD10,57 juta), Kanada (USD9,96 juta), China (USD8,24 juta), dan Thailand (USD5,94 juta).

Jika ditotal, kelimanya berkuasa dengan 92,46 persen dari total nilai impor. Jumlahnya mencapai USD80,31 juta.(zul/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120406002053-perdagangan-luar-negeri-surplus
Read More >>

Gubernur Ikuti Prosesi Mattompang Arajang

JUMAT, 06 APRIL 2012 

Bone, -- Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengikuti prosesi adat Mattompang Arajang atau prosesi pembersihan benda-benda pusaka Kerajaan Bone. Prosesi Mattompa Arajang digelar sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bone, di Rumah Jabatan Bupati Bone, Jumat (6/4).
Prosesi Mattompang dimulai dengan tokoh adat membawa Arajang kepada Pattompang untuk disucikan atau ritompang yang diiringi dengan gendrang bali sumanga sampai proses mattompang selesai.

Adapun benda-benda pusaka Kerajaan Bone yang disucikan, yaitu sembangeng pulaweng atau selempang emas. Terbuat dari emas murni yang terdiri dari 63 potongan yang panjangnya 1,77 meter. Pada kedua ujungnya, tergantung dua buah medali emas bertuliskan bahasa Belanda sebagai tanda penghargaan pemerintah Kerajaan Belanda kepada Arung Palakka Raja Bone ke-15.


Selain itu, disucikan pula La Tea Ri Duni, sebuah kalewang yang disebut Alameng, sarung serta hulunya dilapisi emas dan dihiasi intan permata. La Makkawa, sebuah keris yang disebut Tappi Tata Rapeng yang seluruh sarung dan hulunya dilapisi emas.


Ada pula La Salaga, sebuah tombak yang pada pegangan dekat mata tombak dihiasi emas. Tombak ini merupakan simbol kehadiran raja. Terakhir, Alameng Tata Rapeng, sejenis kalewang yang hulu serta sarungnya berlapis emas dan merupakan kelengkapan pakaian kebesaran anggota Ade Pitu.


Setelah selesai dibersihkan, Arajang diperhadapkan kembali kepada Gubernur Sulsel dan Bupati Bone untuk disarungkan. Kemudian, tokoh adat dan para bissu menuju ke tempat Arajang untuk menyimpan benda-benda pusaka tersebut di tempat semula.


Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, yang dimintai tanggapannya terkait prosesi Mattompang Arajang, mengatakan, acara adat merupakan salah satu tugas pemerintahan. Masalah budaya adalah khasanah yang memberi inspirasi bahwa kita lahir dari sebuah budaya dan adat istiadat.


"Mattompang Arajang ini adalah sebuah kebersamaan. Budaya dan adat istiadat yang harus terus dilestarikan," ujarnya.(Dewi)
Read More >>

Syahrul Sumbang Rp 200 Juta untuk Renovasi Makam La Patau

 Jumat, 6 April 2012 ore Sharing Services
Watampone, --Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, memberikan kado istimewa pada peringatan HUT Kabupaten Bone ke 682, yang digelar di Lapangan Merdeka Watampone, Jumat (6/4). 

Gubernur menyerahkan bantuan Gerakan Terpadu Pembangunan Pedesaan (Getar Bangdes) yang terakumulasi dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Sulsel tahun 2012 sebesar Rp 229 miliar lebih. Selain itu, gubernur juga menyerahkan bantuan rehabilitasi makam La Patau sebesar Rp200 juta.

Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, hari jadi merupakan bagian dari upaya konsolidasi untuk menyatukan tekad dalam membangun Kabupaten Bone yang lebih baik.

"Kita merayakan hari jadi ke 682 tahun ini dalam suasana yang penuh kedamaian, ketentraman dan keteraturan. Itulah bagian dari tugas pemerintahan," ujar Syahrul di sela-sela peringatan hari jadi Bone.

Peraih 109 penghargaan nasional dan internasional itu, mengungkapkan, pemerintah Kabupaten Bone telah berhasil menjadikan Bone sebagai kabupaten yang terhormat dan pilar kemajuan Sulawesi Selatan.

"Pemerintahan yang makin baik, akan memberikan energi yang baik pula bagi masyarakat di semua aspek kehidupan," tuturnya.

Syahrul juga menilai, pemerintah Kabupaten Bone berhasil memberikan ruang kepada semua stakeholder dalam pengembangan perekonomian. Pemerintahannya pun senantiasa berpihak pada rakyat.

"Saya yakin, perkembangan ekonomi yang makin baik di Sulsel, karena ada Bone yang memberikan kontribusi," terang Syahrul.

Sementara, Bupati Bone H A Muh Idris Galigo SH, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemprov Sulsel melalui program Getar Bangdes. Bantuan anggaran untuk pembangunan jembatan di Kecamatan Cenrana, bantuan alat berat, serta berbagai bantuan kegiatan tahun 2012.

"Kami juga mengucapkan terima kasih atas program pendidikan dan kesehatan gratis serta program pro rakyat lainnya," ucapnya.

Idris Galigo menjelaskan, peringatan Hari Jadi Bone sengaja dikemas dalam bentuk acara adat. Tujuannya, untuk melestarikan kebudayaan Kabupaten Bone.

"Hal ini juga merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pariwisata Visit South Sulawesi 2012," jelasnya.

Ketua DPD II Golkar Bone itu berharap, pemerintahan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang tidak berhenti di tahun 2012 ini, tetapi terus berlanjut hingga periode ke depan.

"Tetap dilanjutkan untuk kemakmuran rakyat. Don't stop komandan," terangnya.

Secara khusus, Idris juga meminta agar Pemprov Sulsel terus memberikan dukungan terhadap pembangunan bandara perintis di Kabupaten Bone. Apalagi, landasannya sepanjang 900 meter telah selesai.

"Kami berharap, ada pendaratan pertama di bandara karena sudah selesai landasannya. Jangan sampai belum ada pesawat yang mendarat, tapi landasannya sudah rusak," harapnya.

Turut hadir dalam peringatan Hari Jadi Bone, Wakil Gubernur Sulsel H Agus Arifin Nu'mang, Sekprov Sulsel H Andi Muallim, Ketua DPRD Sulsel H Moh Roem, anggota DPR RI Taufan Tiro, dan anggota DPD RI AM Fatwa.

Pada momentum tersebut, Bupati Bone juga memberikan penghargaan kepada kepala desa/lurah dan camat teladan di se Kabupaten Bone.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/04/06/syahrul-sumbang-rp-200-juta-untuk-renovasi-makam-la-patau
Read More >>