Jumat, 20 April 2012

Sekprov Sulsel Membuka Seminar Internasional IPDN Sulawesi Selatan

Dengan adanya Seminar Internasional ini perlu ada kesadaran dari semua pihak terkait terhadap persoalan pemberdayaan masyarakat dan masalah pertumbuhan penduduk hingga laju perekonomian di daerah Sulawesi Selatan. Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, H. A. Muallim saat membuka acara Seminar Internasional di Aula Insitut Penddidikan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Selatan, Kamis 19 April 2012.
Lanjut dikatakan, seminar ini merupakan pelaksanaan dari kegiatan utama mengenai masalah Pemerintah Indonesia dengan Kanada yang juga salah satu bentuk kerjasama di kedua negara.  Setiap individu senantiasa bisa mempengaruhi wilayah lokal maupun nasional terutama dalam bidang prestasi dan bisa melihat persoalan yang terjadi di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan.
Sementara, Direktur Nova Scotia Municipalities, Betty MacDonald mengungkapkan dalam usaha pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan pengertian dari pemerintah berkaitan dengan kemauan dan tujuan yang diharapkan masyarakat. Pemerintah Kanada sendiri sudah menerapkan sistem tersebut dan perlu diketahui harus ada pengawasan dari kedua belah pihak. Harapannya kepada praja-praja Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan agar memahami kemauan masyarakat  mengenai masalah pemberdayaan.
Direktur IPDN, Murtir Jeddawi menambahkan dari seminar ini diharapkan kedua negara dapat saling memberikan informasi mengenai sistem apa saja yang diterapkan di Kanada  kiranya dapat diaplikasikan di Indonesia.
Seminar ini menghadirkan tiga pembicara yakni Direktur  Nova Scotia Municipalities, Betty MacDonald, Pembantu Direktur I Bidang Akademik IPDN, Prof. Dr. Wirman Syafri. M.Si dan Direktur IPDN Kampus Sulsel, Prof. Dr. Murtir Jeddawi, SH. M.Si.
Ph/Rd ( Jumat, 20 April 2012 )
Read More >>

Kamis, 19 April 2012

Pembatasan BBM-Operasional Randis Pemprov Dibatasi


Kamis, 19 April 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mewacanakan pembatasan kendaraan dinas (randis) menyusul rencana pemerintah memberlakukan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) non subdisi pada randis milik pemda, badan usaha milik negara, dan badan usaha milik daerah. 


Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel Yushar Huduri mengatakan, pembatasan akan dilakukan pada pemakaian randis agar beban Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk pembelian BBM, tidak bertambah. Karena itu, akan dilakukan penertiban randis yang kerap dipakai di luar kepentingan dinas. “Bisa saja dilakukan pembatasan pemakaian kendaraan dinas karena BBM-nya ditanggung oleh APBD. Ini kemungkinan akan diberlakukan untuk perjalanan dinas luar kota,”jelasnya kepada SINDOdi Kantor Gubernur Sulsel,kemarin.

Yushar mengungkapkan, mengantisipasi berlakunya aturan tersebut di Sulsel, Biro Pengelolaan Keuangan Daerah melakukan penyusunan anggaran penggunaan BBM jenis pertamax untuk randis. “Selisih harganya kan separuh, tapi sampai saat ini belum ada instruksi kalau memang nanti ada instruksi gubernur harus menggunakan pertamax, pertama- tama yang saya tinjau penggunaan bahan bakar kendaraan dan mungkin juga nanti ada pembatasan penggunaan kendaraan dinas,”katanya. Kendati demikian,sambung Yushar, kebijakan Pemerintah Pusat tersebut harus ditindaklanjuti dengan dikeluarkan kebijakan dari Gubernur Sulsel untuk lingkup Pemprov Sulsel.

Selain itu,aturan pelarangan penggunaan BBM jenis premium tersebut juga harus disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Dia mengakui,penambahan anggaran atas penggunaan pertamax bagi randi sini akan disesuaikan pada RAPBD-Perubahan 2012 mendatang. “Kebijakan baru yang akan keluar ini tidak akan memberatkan Pemprov Sulsel, begitu pun dengan kondisi keuangan sekarang. Kalau memang sekarang ini anggarannya kurang, akan disesuaikan di APBD-P,” bebernya.

Yushar menyebutkan, hingga saat ini, pihaknya tak memiliki data mengenai jumlah randis roda dua serta roda empat yang dimiliki pemprov. Begitu pun dengan anggaran pemakaian BBM yang digunakan pada tahun 2012 ini. “Kita sudah mendengar wacana ini. Makanya akan kita lakukan perhitungan ulang terhadap penganggaran daerah nantinya atas kebijakan yang baru ini. Kita tunggu dulu lah kebijakan yang baru ini. Kalau memang sudah keluar, baru kita tindaklanjuti di daerah,”pungkasnya.

Sebelumnya,DirekturJenderal Migas Kementerian ESDM Evita Legowo di Jakarta menginstruksikan kendaraan milik perusahaan negara dan daerah diwajibkan menggunakan bahan bakar minyak nonsubsidi mulai Mei 2012 mendatang. ● wa

Read More >>

REI Sulsel - Media Fajar Tandatangani MoU Tentang Program Ramadhan Rumah Impian.


DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan bekerjasama PT Media Fajar menyiapkan 10 unit rumah untuk warga miskin. Program tersebut dikemas melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) Ramadhan Rumah Impian untuk kedua kalinya. Nota Kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani, Ketua DPD REI Sulsel, Raymond Arfandy dan Direktur Utama PT Media Fajar, H. Syamsu Nur disaksikan Ketua DPP REI, Setyo Maharsono, CEO BNI Region Makassar, Shadiq Akasya, para peserta Talkshow di Ball Room C Hotel Grand Clarion, Rabu, 18 April 2012.

Ketua DPD REI Sulsel, Raymond Arfandy, mengatakan, bagi REI Sulawesi Selatan, PT Media Fajar adalah mitra yang sempurna dalam pelaksanaan program rumah impian ini. Terbukti dengan suksesnya program pertama yang digelar 2010 lalu. Program ini akan memberikan 10 unit rumah bagi warga miskin dan akan diseleksi  PT Media Fajar yang bertindak selaku lembaga verifikasi serta menentukan penerima rumah impian.

Sementara itu, Direktur Utama PT Media Fajar, H. Syamsu Nur, mengatakan, kerjasama ini telah dilakukan dua tahun lalu. Fajar dan REI Sulawesi Selatan memang dua lembaga bisnis, tetapi kerjasama ini tidak berpikir bisnis, ini murni kepedulian sosial. Program ini banyak menerima support dari berbagai kalangan sehingga dilanjutkan lagi tahun ini. Peminat program Ramadhan Rumah Impin, cukup banyak karena itu dibentuk tim seleksi yang didalamnya ada pihak independen dan diharapkan yang terjaring benar-benar berhak (tidak mampu miliki rumah) dan tidak akan menjual rumah tersebut melainkan ditinggali.

Rs/Ys (Kamis, 19, April 2012)
Read More >>

Rabu, 18 April 2012

Gubernur Sulsel Launching Panen Raya Jeruk di Kabupaten Pangkep

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo saat launching dan panen raya jeruk besar di Gellengge Kelurahan Ma'rang Kecamatan Ma'rang Kabupaten Pangkep, Selasa 17 April 2012 mengatakan jeruk besar atau Lemo Loppona Kabupaten Pangkep adalah salah satu komoditas buah terkemuka di Sulsel. Dimana kualitas dan rasa Lemo Loppona tidak terdapat di jeruk manapun di Indonesia.
Gubernur berharap agar  petani jeruk di Kabupaten Pangkep dapat membesarkan komoditas Lemo Loppona ini. Lemo Loppona ini harus memiliki nilai dan harga yang baik serta mampu menghidupi warga Pangkep. Mari tembus pasar internasional, tak hanya itu, dihadapan petani jeruk gubernur berjanji akan memberi bantuan berupa lemari es (kulkas) kepada petani dan penjual jeruk yang ada di sepanjang Kecamatan Ma'rang. Gubernur meminta agar pare petani membuat  perencanaan yang sistematis, dan akan diberikan bantuan karena sudah disiapkan dana Rp100 juta untuk itu.
Panen Lemo Loppona tersebut diawali dengan petik jeruk oleh gubernur di salah satu kebun jeruk milik warga. H. Syahrul sempat memanjat salah satu pohon jeruk dan memetik beberapa buah. Usai panen, gubernur bersama rombongan melakukan pelepasan truk kontainer yang akan mengangkut Lemo Loppona untuk didistribusikan ke berbagai wilayah, termasuk Jakarta dan Surabaya.
Bupati Pangkep, Syamsuddin A. Hamid Batara menjelaskan bahwa pembudidayaan jeruk besar atau lemo loppona Pangkep ini telah berlangsung secara turun temurun.  Bahkan Lemo Loppona telah menjadi salah satu mata pencaharian utama warga setempat. Tetapi, Bupati mengaku berbagai kendala masih menyelimuti para petani jeruk, utamanya distribusi dan pemasaran serta masalah permodalan. Untuk itu, bupati  meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) dapat memberikan bantuan modal untuk para petani jeruk di wilayah ini.  Di wilayah ini, terdapat ratusan petani jeruk, tetapi kesejahteraannya masih di bawah rata-rata karena  harga jeruk yang terlalu rendah. 
Sr/An (Rabu, 18 April 2012)
Read More >>

Selasa, 17 April 2012

Triwulan I, Realisasi PAD Sulsel Capai 21%


Selasa, 17 April 2012

MAKASSAR – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulsel pada Triwulan I 2012 mencapai 21% dari Rp2,1 triliun. Total PAD yang tercatat pada Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) hingga posisi 31 Maret sebesar Rp471 miliar.

Bidang Perencanaan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel mengungkapkan, dari Rp2,1triliun target PAD 2012,sudah terealisasi Rp471 miliar sampai 31 Maret. Sedangkan realisasi pendapatan keseluruhan Sulsel yang direncanakan pada APBD 2012 sebe-sar Rp4,6 triliun,sudah mencapai 24%. Darmayani mengemukakan, komponen pendapatan yang paling nilai realisasinya paling besar adalah dana perimbangan yang mencapai 30% dari target Rp1,3 triliun.

“Sementara untuk realisasi belanja daerah baru mencapai 16% pada Triwulan I ini,” ungkapnya dalam rapat kerja evaluasi APBD dengan komisi C DPRD Sulsel di Makassar,kemarin. Sementara, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel Yushar Huduri mengatakan, dari Rp4,76 triliun anggaran belanja pada APBD Sulsel 2012 baru terealisasi Rp362 miliar atau 16% pada triwulan pertama. “Harusnya lewat dari 20% namun selalu ada kendala saat awal tahun. Biasanya realisasi keuangan baru besar mulai Triwulan III ,”katanya.

Dari sekian komposisi belanja daerah, hanya Dana Bantuan Operasional (BOS) yang realisasinya mencapai 30% atau Rp219 miliar dari total dana BOS Sulsel 2012 sebesar Rp900 miliar. Realisasi dana BOS untuk Sekolah Dasar (SD) sederajat sebesar Rp140 miliar, sedangkan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat Rp62 miliar. Rapat perkenalan sekaligus evaluasi APBD 2012 triwulan pertama antara komisi C DPRD dengan mitra kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lengang karena separuh anggota komisi C tidak hadir.

Yang hadir hanya enam anggota komisi C yakni Amru Saher (Ketua), Jamaluddin Japar (Sekretaris), Hoist Bachtiar,Wawan Mattaliu, Ince Langke,dan Amir Anas. Seluruh komisi di DPRD Sulsel juga menggelar evaluasi program kerja SKPD triwulan pertama.Hanya saja pertemua ini baru sebatas perkenalan karena DPRD Sulsel baru saja melakukan rolling anggota di setiap komisi.

Menurut ketua komisi D Adil Patu, rapat evaluasi APBD baru efektif pekan depan karena anggota DPRD yang masuk panitia khusus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) gubernur Sulsel 2011 akan melakukan kunjungan kerja. ● supyan uma 
Read More >>

Gubernur Sulawesi Selatan Sumbang Korban Kebakaran

Sel, 17/04/2012 -

Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin limpo menyerahkan bantuan dana sebesar Rp 100 juta kepada korban kebakaran yang terjadi di Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Mariso, Senin 16 April 2012. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan saat meninjau secara langsung kondisi perumahan warga korban kebakaran yang didampingi oleh Wakil Walikota Makassar, Supomo Guntur.

Dalam kunjungannya selain menyerahkan bantuan uang  juga diserahkan bantuan pakaian bekas dan sembako. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 3 miliar. H. Syahrul Yasin Limpo juga meninjau secara langsung untuk melihat kondisi korban yang tertimpa musibah, dan prihatin terhadap keadaan yang menimpanya.

Gubernur bersama rombongan juga berkesempatan melihat dapur umum warga secara langsung dan memasuki setiap lorong-lorong bekas kebakaran. Kita harus turut membantu meringankan warga yang tertimpa musibah.

Read More >>

Senin, 16 April 2012

Gubernur Pantau Pelaksanaan UN

SENIN, 16 APRIL 2012 


Makassar, --Gubernur Sulsel Dr H Syahrul Yasin Limpo SH MSi MH, melakukan pemantauan pada hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Senin (16/4). Gubernur melakukan peninjauan di SMA Katolik Rajawali Makassar dan SMKN 8 Makassar.
Di SMA Katolik Rajawali Makassar, pelaksanaan UN berjalan dengan lancar. Sebanyak 386 siswa menempati 20 ruangan. Sedangkan, di SMK 8 Makassar, dari 205 peserta, ada tiga siswa yang tidak hadir. Sehingga, jumlah siswa yang ikut UN 202 orang.
"Ada tiga siswa yang tidak ikut UN karena sebelumnya tidak mengikuti ujian kompetensi yang merupakan syarat mengikuti UN," ujar Siti Saenab, Kepala SMKN 8 Makassar.
H Syahrul Yasin Limpo, usai melakukan pemantauan, mengimbau agar para peserta UN tetap tenang, tidak panik, dan percaya diri dalam mengerjakan soal-soal ujian.
"Tidak ada yang bisa naik kelas tanpa ujian. Ini hanyalah sebagian kecil dari proses yang harus dilewati," ujarnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu berharap, para siswa dan semua stakeholder yang terlibat dalam pelaksanaan dan pengawasan UN, mematuhi aturan yang ada.
"Patuhi aturan dan jangan tegang. Kalau tegang, akhirnya malah jadi bingung dan tidak fokus. Kalau kita tidak keluar dari mekanisme, maka yakinlah akan keluar jadi pemenang," terangnya.
Terkait adanya kemungkinan terjadi kesalahan dalam distribusi soal, Syahrul mengatakan, sejauh ini, distribusi soal berjalan sesuai apa yang diharapkan.
"Mudah-mudahan tidak terjadi distorsi," harapnya.
Kalaupun terjadi kesalahan kecil, seperti kekurangan soal atau cetakan yang buram, lanjutnya, diharapkan pengawas atau stakeholder penanggung jawabnya bisa mensolusi bersama. Tentunya, tidak keluar dari mekanisme pelaksanaan UN.
"Dalam sebuah proses, wajar terjadi kesalahan kecil. Misalnya, kertas yang kurang, dan lain-lain. Tapi, kita tetap berharap bisa mensolusi bersama. Bupati/wali kota juga bisa turun tangan mengatasinya," imbuhnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, H Patabai Pabokori, mengungkapkan, kesalahan dalam distribusi soal bisa saja terjadi. Namun, hal tersebut merupakan kewenangan dari pusat.
"Yang distribusikan kan langsung dari pusat ke provinsi. Jadi wajar kalau misalnya terjadi kesalahan kecil. Tapi, untuk Sulsel, secara umum pada hari pertama ini berjalan dengan lancar," ungkapnya.
Patabai menambahkan, jumlah peserta UN tingkat SMA/SMK/Madrasah Aliah Sederajat di Sulsel, mencapai 102.813 siswa.(Dewi)
Read More >>

Sulsel Dijatah 700.000 Ton Pupuk


Senin, 16 April 2012
MAKASSAR–PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) berencana mendistribusikan 700.000 ton pupuk jenis ZA dan phonska di Sulsel pada tahun ini.
Direktur PT Pupuk Sriwijaya (Holding) Arifin Tasrif mengatakan, tahun ini pihaknya ditugaskan mendistribusikan sebanyak 10 juta ton pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia. Khusus Kawasan Timur Indonesia (KTI), akan didistribusikan sebanyak 1,2 juta ton.“Dari jumlah tersebut, Sulsel kebagian 700.000 ton,”ujar dia di Makassar kemarin. Dia menambahkan, kemarin, tahap pertama distribusi sudah dilakukan di Pelabuhan Makassar dengan membongkar sebanyak 47.000 ton pupuk.

Pupuk tersebut terdiri dari 20.000 ton ZA dan phonska,serta 27.000 ton pupuk urea,”kata dia. Khusus wilayah KTI, Pelabuhan Makassar tetap menjadi hub.Dari Makassar akan dilakukan re-distribusi ke setiap daerah. Tahun ini PT Pusri juga sudah merealisasikan penambahan gudang penyangga untuk jatah pupuk Sulsel. Kapasitas gudang tersebut mencapai 315.000 ton.“Penambahan gudang penyangga di lini dua 70.000 ton,dan di lini tiga berkapasitas 100.000 ton,” paparnya.

Menurutnya, penambahan gudang penyangga tersebut dilakukan untuk mengantisipasi keterlambatan distribusi pupuk. Pada akhir tahun lalu, sempat terjadi kelangkaan pupuk jenis urea di Sulsel sehingga mengganggu petani yang sedang memasuki musim tanam. “Kami juga akan memperbaiki sistemdistribusi hingga ke pelosok-pelosok daerah,” dia menandaskan. Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Makassar Harry Sutanto, menjamin distribusi pupuk di Pelabuhan Makassar tidak akan terganggu.

“Kapasitas bongkar muat di Dermaga Soekarno saat ini minimal 4.000 ton per hari,”kata dia. Menurutnya, waktu bongkar muat pupuk bersubsidi tersebut hanya sekitar lima hingga enam hari.“Kalau dulu sampai dua minggu, saat ini bisa lebih cepat, apalagi cuaca cukup mendukung,”ujar dia. ●umran la umbu 

Read More >>

Sulsel Raih PKH Award dari Kemsos

Senin, 16 April 2012

MAKASSAR, -- Dinas Sosial Sulsel mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial RI terkait penyelenggaraan Program Keluarga Harapan (PKH). Sulsel merupakan satu dari enam provinsi di kawasan timur Indonesia yang menerima Indikator PKH Award dari Menteri Sosial, Salim Segaf Aljufri.

Kepala Dinas Sosial Sulsel, Suwandi Mahendra mengungkapkan penghargaan yang diterima Sulsel itu untuk kategori perhatian daerah terhadap pendamping dan operator PKH terbaik. Indikator ini dilihat dari bantuan tunjangan operasional bagi pendamping dan operator serta bantuan kelengkapan kerja pendukung bagi pendamping dan operator.

"Selain Sulsel, provinsi lain yang menerima PKH Award adalah Sulawesi Utara, Gorontalo, Bali, dan lainnya," kata Suwandi lagi.

Program PKH dilakukan Kementerian Sosial di tiga kabupaten di Sulsel. Ketiga daerah itu adalah Makassar, Gowa, dan Bone. Suwandi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten di tiga daerah itu yang bersinergi dan memberikan atensi terhadap pendamping dan operator program PKH. 

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan tahun, ini Sulsel sebanyak 17.895 ribu jiwa warga menjadi program PKH. Mereka tersebar di tiga kabupaten yaitu Makassar, Gowa, dan Bone dengan nilai anggaran Rp25 miliar dari bantuan Kementerian Sosial RI.

“Program ini sejalan dengan pendidikan dan kesehatan gratis yang telah dijalankan di Sulsel sehingga saling melengkapi,” tuntasnya. (amr/pap)



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120415184209-sulsel-raih-pkh-award-dari-kemsos'
Read More >>

Sulsel Raih PKH Award dari Kemsos

Senin, 16 April 2012

MAKASSAR, -- Dinas Sosial Sulsel mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial RI terkait penyelenggaraan Program Keluarga Harapan (PKH). Sulsel merupakan satu dari enam provinsi di kawasan timur Indonesia yang menerima Indikator PKH Award dari Menteri Sosial, Salim Segaf Aljufri.

Kepala Dinas Sosial Sulsel, Suwandi Mahendra mengungkapkan penghargaan yang diterima Sulsel itu untuk kategori perhatian daerah terhadap pendamping dan operator PKH terbaik. Indikator ini dilihat dari bantuan tunjangan operasional bagi pendamping dan operator serta bantuan kelengkapan kerja pendukung bagi pendamping dan operator.

"Selain Sulsel, provinsi lain yang menerima PKH Award adalah Sulawesi Utara, Gorontalo, Bali, dan lainnya," kata Suwandi lagi.

Program PKH dilakukan Kementerian Sosial di tiga kabupaten di Sulsel. Ketiga daerah itu adalah Makassar, Gowa, dan Bone. Suwandi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten di tiga daerah itu yang bersinergi dan memberikan atensi terhadap pendamping dan operator program PKH. 

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan tahun, ini Sulsel sebanyak 17.895 ribu jiwa warga menjadi program PKH. Mereka tersebar di tiga kabupaten yaitu Makassar, Gowa, dan Bone dengan nilai anggaran Rp25 miliar dari bantuan Kementerian Sosial RI.

“Program ini sejalan dengan pendidikan dan kesehatan gratis yang telah dijalankan di Sulsel sehingga saling melengkapi,” tuntasnya. (amr/pap)



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120415184209-sulsel-raih-pkh-award-dari-kemsos'
Read More >>

Minggu, 15 April 2012

REALISASI ANGGARAN: Sulawesi Selatan Serap 55% Dana Pertanian

Minggu, 15 April 2012 Share on twitter


Large_sawah__1_

MAKASSAR: Penyerapan anggaran pertanian Provinsi Sulawesi Selatan pada kuartal I tahun ini telah mencapai Rp103,82 miliar untuk penggunaan konversi air, antisipasi anomali, pembangunan jaringan irigasi dan jalan tani serta perluasan sawah atau pencetakan sawah baru.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan & Hortikultura (Disperta TPH) Sulsel Lutfie Halide mengatakan penyerapan anggaran percepatan pembangunan sarana dan prasarana pertanian (PSP) kuartal pertama tahun ini, sudah terealisasi hingga 55% atau sebesar Rp103,82 miliar dari total alokasi anggaran tahun ini sebesar Rp187,14 miliar.

"Secara umum penyerapan anggaran PSP Sulsel sudah mencapai 55%. Meski ada beberapa daerah yang penyerapannya masih di bawah angka 50%. Tapi kami optimis, sampai akhir bulan ini, semua daerah sudah di atas 50%," ujarnya kepada Bisnis, Sabtu 14 April 2012.

Menurutnya, penyerapan anggaran PSP tersebut diharapkan mampu mendukung kinerja produksi padi Sulsel yang tahun ini di target mencapai 5,2 juta ton atau meningkat dari produksi tahun sebelumnya yang mencapai 4,8 juta ton. Adapun anggaran PSP dari Kementrian Pertanian (Kementan) untuk Sulsel tahun ini meningkat hingga 60% menjadi Rp187,14 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp111,38 miliar.

"Dengan dukungan peningkatan anggaran tersebut, Sulsel diharapkan mampu mendukung surplus 10 juta ton beras nasional," paparnya.

Dana dekonsentrasi

Sementara itu, untuk realisasi penyerapan anggaran dana dekonsentrasi Disperta TPH Sulsel tahun 2012, hingga saat ini baru sekitar 6,69% dari total anggaran tahun ini sebesar Rp4,22 miliar. Pada dana dekonsentrasi terdapat kegiatan perluasan sawah seluas 7.350 ha dengan alokasi dana Rp2,43 miliar. "Progress kegiatan tersebut masih dalam tahap penunjukan rekanan dan mobilisasi tim pengukuran lahan. Itulah mengapa hingga saat ini realisasinya masih 6,69%" jelas Lutfie.


Sementara untuk penyaluran pupuk bersubsidi yang tercatat hingga saat ini baru terealisasi 137.118 ton atau sekitar 27,4% dari rencana penyaluran tahun 2012 sebanyak 500.400 ton.  Adapun perencanaan penyaluran pupuk bersubsidi terdiri dari lima jenis pupuk, yakni Urea sebanyak 294.600 ton, ZA 61.400 ton, SP-36 44.000 ton, NPK 79.400.  (faa)

Read More >>

Sabtu, 14 April 2012

Orang Amerika Jadi Duta Kebudayaan Sulsel

Sabtu, 14 April 2012 

Gowa, --Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan menggelar ASEAN International Culture Camp 2012 di Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (14/4/12). Kegiatan ini akan berlangsung sampai hari Minggu (15/4/12).


Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta. Mereka berasal dari beberapa negara seperti Malaysia, Indonesia, Amerika Serikat, Belgia, Jepang, dan China. Beberapa delegasi hadir mewakili negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Philipine dll.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulsel Drs.H. Syuaib Malombassi dan sejumlah Kepala Bidang.

Seluruh peserta yang berasal dari luar negeri dinobatkan sebagai Ambassador of South Sulawesi Culture atau Duta Kebudayaan Sulsel di negara mereka masing masing.

Acara penobatan ini dilakukan secara simbolis dengan mengenakan Songko Bone dan Sarung Cora Labba kepada dua peserta dari luar negeri oleh Kepala Dinas.

Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah simulasi konferensi/summit formal dilakukan dengan format Tudang Sipulung sebagai bagian untuk memperkenalkan kepada peserta mengenai budaya Tudang Sipulung yang dimiliki oleh Sulawesi Selatan.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan budaya Sulawesi Selatan dan keyakinan diantara peserta bahwa saling menghormati kebudayaan lain akan membantu menciptakan keamanan dunia.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/04/14/orang-amerika-jadi-duta-kebudayaan-sulsel
Read More >>

Sulsel Optimis Serap KUR Rp4 T

Sabtu, 14 April 2012 

MAKASSAR,  -- Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel, mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus mengalami kenaikan. Februari tahun ini, penyaluran sudah mendekati Rp1 triliun. Realisasi tersebut membuat Diskop UMKM Sulsel optimis serapan KUR bisa tembus Rp4 triliun. Tahun lalu, realisasi KUR di Sulsel mencapai Rp3,5 triliun.

Kepala Diskop UMKM Sulsel, AM Yamin, Jumat, 13 April, menyatakan, saat ini penyaluran KUR di Sulsel, nomor terbaik setelah, Jawah Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Bahkan Sulsel terbesar di luar Jawa.

Menurutnya, penyaluran KUR selama 2011 mencapai Rp3,5 triliun. Diprediksi tahun ini, bisa melebihi angka tersebut karena adanya kenaikan plafon dari maksimal Rp20 juta menjadi Rp50 juta. Selain itu, tingkat kemacetan KUR yang rendah, ikut memicu kepercayaan penyalur atau bank.

"Saat ini, kami akan kembali melakukan perbaikan data base UMKM, serta memberikan pelatihan kepada sejumlah pengusaha. Hal ini, untuk menguatkan pertumbuhan sektor riil dari bawah," tuturnya.

Dia menegaskan, perbandingan pinjaman dan tabungan, saat ini, mengalami naikan sebanyak 127 persen, sebab tabungan masyarakat lebih besar dari pinjaman di bank. Hal ini, menunjukakn ada dana yang masuk ke Sulsel dan langsung diserap oleh masyarakat.

Perkembangan penyerapan KUR juga mengalami perkembangan, dari 30,93 persen pada 2011 menjadi 31,59 persen khusus pada awal Februari 2012 ini. "Yang harus diperkuat dalam bisnis UKM, yakni manajerial dan pengelolaan usaha. Makin banyak usaha kecil menjadi mikro hingga naik ke menengah makin bagus," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Moneter sekaligus Humas Bank Indonesia (BI) Regional Sulampua Gusti Raizal Eka Putra sekaligus mengatakan, secara nasional, tahun lalu Sulsel menempati urutan keempat penyaluran KUR terbesar, setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

"Saat ini, Sulsel sudah menempati urutan keempat terbesar, padahal sebelumnya Sulsel masih berada di urutan kelima, yang sekarang ditempati Sumata Utara," tutur Gusti.

Menurut data Kementerian Koordinator Perekonomian dari total outstanding KUR yang disalurkan melalui enam bank, BRI merupakan penyalur terbesar yaitu Rp1,21 triliun dengan 298.598 debitur, menyusul BNI Rp231,53 miliar dengan 6.523 debitur.

Setelah itu, Bank Bukopin yaitu Rp130,1 miliar, dengan jumlah 911 debitur. Kemudian Bank Mandiri Rp122,9 miliar dengan 4.367 debitur, BTN Rp9,34 miliar dengan 125 debitor, dan Bank Syariah Mandiri Rp3,45 miliar dengan 51 debitur. (aci/upi)



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120414003912-sulsel-optimis-serap-kur-rp4-t
Read More >>

Jumat, 13 April 2012

Aciar Kembangkan Sistem Adopsi Teknologi Perikanan

Jumat, 13 April 2012 

Makassar - Australian Centre for Internasional Agricultural Research (ACIAR) kembangkan sistem adopsi teknologi budidaya perikanan untuk masyarakat pesisir di Sulawesi Selatan.

Peneliti dari Universitas Hasanuddin Mardiana Ethrawaty Fachry saat mengikuti simposium ACIAR Project di gedung IPTEKS Universitas Hasanuddin, Jumat, mengatakan sistem adopsi teknologi budidaya perikanan di Sulsel ini telah dikembangkan di Kabupaten Maros, Pangkep dan Takalar.

"Proyek diversifikasi budidaya pesisir di Sulsel telah memasuki tahun kedua dan ketiga kabupaten itu telah menjadi fokus kegiatan ACIAR," kata dia
Pengembangan sistem adopsi teknologi itu, lanjutnya dilakukan dengan metodologi pendekatan kelompok petambak di daerah-daerah tersebut.
"Diharapkan petambak mampu bekerja sama dalam memanfaatkan adopsi teknologi yang saat ini dikembangkan ACIAR bersama peneliti-peneliti lokal," kata dia.

Dalam pengembangan proyek itu, pihaknya akan memberikan pemahaman kepada petambak untuk mencari potensi diversifikasi budidaya selain udang yang selama ini menjadi komoditas favorit petambak daerah.

"Udang memang menjadi favorit petambak di daerah, tetapi resiko kegagalannya cukup besar. Melalui proyek ini kita mengajak petambak mencari alternatif komoditas yang potensial," kata dia.

Dia menjelaskan, dalam proyek itu petambak juga diajak untuk membuat terobosan inovasi baru yang dapat mendorong peningkatan produktivitas dan pendapatan para petambak.

Selain itu, lokasi ujicoba sistem adopsi teknologi ini petambak juga diajak untuk menjadi pengelola dan peneliti lokal. "Kami berharap kabupaten yang menjadi lokasi proyek bisa memahami konsep ini sehingga pengembangannya bisa dilakukan di daerah-daerah lainnya," ucapnya.

Dalam simposium itu, hadir juga Mike Rimmer, Peneliti asal Fakultas Kesehatan Hewan Universitas Sydney Australia serta peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) dan Kepala Balai Budidaya Air Payau (BBAP) Ujung Batee, Aceh.

Dalam kegiatan itu, Mike Rimmer menjelaskan kegiatan proyek dan hasil yang diperoleh dari uji coba komoditas selain udang di Sulsel dan Aceh mulai dari manajemen pengelolaan tambak, sosio-ekonomi masyarakat dan sistem adopsi teknologi. (T.KR-MH/S016)
Sumber: http://makassar.antaranews.com/berita/37992/aciar-kembangkan-sistem-adopsi-teknologi-perikanan
Read More >>

Gubernur Sumbang Pembangunan Masjid Jami Baiturrahman

JUMAT, 13 APRIL 2012 

Usai Shalat Jumat Bersama Warga Tanjung Merdeka
Makassar, --Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, memberi sedikit kejutan kepada warga Tanjung Merdeka, Makassar, Jumat (13/4). Syahrul yang datang untuk melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Jami Baiturrahman, tiba-tiba memberikan sumbangan untuk pembangunan masjid tersebut.
Hal itu tentu saja disambut antusias warga sekitar masjid. Apalagi, masjid tersebut belum rampung akibat terkendala dana. Pada kesempatan itu, gubernur memberikan sumbangan 100 sak semen dan uang pembangunan Rp20 juta.
"Sumbangan yang saya berikan memang sedikit dan tidak seberapa. Tapi, mari kita bersama-sama mewujudkan pembangunan masjid ini," kata Syahrul.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu berharap, sumbangan yang diberikan tidak dikait-kaitkan dengan politik. Kontribusi untuk pembangunan masjid, murni untuk kepentingan para jemaah.
"Masjid bukan untuk politik, bukan untuk bertengkar. Masjid adalah tempat kita umat Islam beribadah," ujarnya.
Menurutnya, untuk menghadirkan hidup yang baik dan bahagia, harus ditopang dengan agama yang baik. Kesejahteraan warga pun seperti itu. Kalau ekonominya baik, agamanya pun akan baik. Begitupun sebaliknya.
"Hadirkan agama yang baik, maka hidup akan damai. Kalau mau lihat kesejahteraan suatu daerah, lihatlah masjidnya. Membangun masjid tidak akan cukup dengan uang pemerintah saja, makanya mari kita bersama-sama saling membantu," imbaunya.(Dewi)
Read More >>

Kamis, 12 April 2012

Pemprov Sulsel Minta Industri Rumput Laut Dibangun

KAMIS, 12 APRIL 2012

MAKASSAR,  — Pemerintah Provinsi Sulsel meminta kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan agar upaya pengembangan rumput laut bisa didukung dengan pembangunan industri besar untuk rumput laut.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, mengatakan, pembangunan itu diharapkan karena mengingat Sulsel berupaya untuk menuju daerah agro industri yang salah satunya melalui pengembangan rumput laut.
“Karena kita kan akan menuju agro industri salah satunya rumput laut, kalau kakao kan sudah ada, tetapi untuk rumput laut ini skalanya belum terlalu besar, kita mau yang lebih besar lagi,” jelas Agus, di kantor gubernur, Rabu, 11 April.
Apalagi, lanjut Agus, pengembangan rumput laut itu juga merupakan salah satu program dari kementerian BUMN.
“Kemarin pertemuan (menteri BUMN) dengan pak gubernur, pak gubernur minta kalau bisa industri besarnya untuk rumput laut ke depan ini harus ada disini,” ungkapnya terkait pertemuan Gubernur Syahrul Yasin Limpo dengan menteri BUMN, Dahlan Iskan, beberapa waktu lalu.
Dengan adanya pembangunan tersebut, masih kata mantan Ketua DPRD Sulsel ini, maka harga-harga untuk hasil rumput laut di Sulsel tidak lagi dipermainkan.”Itu yang menjadi harapan pemerintah,” ujarnya.
Sejauh ini, ia mengaku bahwa pemerintah pusat juga telah mendorong upaya pengembangan rumput laut Sulsel dengan memberikan suntikan kredit bagi para kelompok petani rumput laut di Bulukumba senilai Rp4 miliar melalui kerjasama dengan BRI.
“Katakanlah untuk rumput laut kita, dia mendorong BRI untuk nambah lagi sekitar Rp4 miliar, itu untuk kredit bagi orang-orang dalam kelompok petani. Jumlah itu dibagi untuk per-orang-nya akan diberikan sekitar Rp6 juta, didaerah Bulukumba. Makanya ini juga mau kit
kembangkan mungkin sampai ke daerah Bone atau dimana,” katanya.
Untuk diketahui, sampai saat ini sudah ada sekitar 172 kelompok tani rumput laut di Bulukumba, dari jumlah kelompok itu terdiri dari 1000 orang petani.
Selain itu, untuk pengadaan stok beras nasional, Agus juga membeberkan bahwa sejauh ini pemprov Sulsel optimis akan mencapai target sampai sekitar 500 ribu ton untuk tahun ini.
“Tadi juga laporannya pengadaan stok nasional, di bulog sekarang itu sudah ada kurang lebih sudah 90 ribu ton dari target 500 ribu ton, ini kemungkinan bisa kita capai, kita optimis,” katanya.
Sebab, tambahnya, memang situasi panen setelah pihaknya melakukan pengecekan didaerah sudah dalam kategori bagus.”Termasuk harga juga cocoklah, mulai dari harga Rp6.600 sampai Rp6.700 perkilo untuk pengadaan beras di bulog,” ujarnya. (eky/mri)
Read More >>

Produksi Jagung Sulsel Ditarget 1,6 Juta Ton


Kamis, 12 April 2012
MAKASSAR – Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA Sulsel) menargetkan produksi jagung sebesar 1,6 juta ton. Saat ini, total luas area tanam mencapai 350.000 hektar. 

Ketua KTNA Sulsel Rahman Daeng Tayang mengatakan,jika luas tanam dikonversi dengan produksi,jumlahnya diprediksi mencapai 1,6 juta ton.Menurutnya, produksi tersebut meningkat dibanding 2011 lalu yang hanya 1,4 juta ton. Rahman mengatakan, saat ini, petani tengah bergairah untuk menanam jagung. Hal ini dipengaruhi naiknya nilai jual jagung pipilan kering yang mencapai Rp2.000 per kilogram (kg).

Dia menyebutkan,hingga Maret,harga jual jagung pipilan kering di Sulsel sempat jatuh. “Hanya sekitar Rp1.200 per kg hinggaRp1.300perkg,”katanya. Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Hortikultura Sulsel M Aris AM me-ngatakan, pemerintah menargetkan produksi jagung Sulsel sebanyak 1,8 juta ton dengan total luas tanam 420.000 ha.“Kami yakin,target ini bisa tercapai karena iklim di Sulsel mulai bagus,”katanya.

Aris mengakui, harga jual jagung pipilan kering awal tahun ini sempat anjlok dikisaran Rp1.100 per kg.Hal ini disebabkan sentra produksi jagung di Pulau Jawa,Sumatera termasuk negara produsen jagung lainnya sedang panen raya. Namun saat ini,harga sudah mulai stabil.Lantaran pasokan jagung dari sentra produksi di Pulau Jawa sudah berkurang. umran la umbu

Read More >>

Gubernur Sulsel Membuka Kegiatan Outbound dan Bela Negara

Sedikitnya 200 pejabat eselon II dan III untuk Lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa serta pengurus  Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI)  Sulawesi Selatan mengikuti Outbound dan Bela Negara yang digelar Kodam VII Wirabuana. Kegiatan outbound dan bela negara para pejabat ini dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin limpo di Gedung Sudirman Rindam VII Wirabuana, Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Rabu, 11 April 2012. Turut hadir, Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI, Muhammad Nizam, Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo serta sejumlah pejabat Pemprov. Sulsel diantaranya, Kepala Dinas PSDA Sulsel, Soeprapto Budhisantoso, Kepala Dinas Sosial Sulsel, Suwandi Mahendra serta Kepala Biro Humas dan Protokol setda Prov. Sulsel, H. Agus Sumantri.

Pangdam VII Wirabuana, Muhammad Nizam mengatakan, kegiatan outbound dan bela negara ini bertujuan sebagai sarana menyehatkan fisik bagi para pejabat Pemerintah Kabupaten Gowa serta dapat mempererat tali silaturrahmi bagi para pejabat dan pengurus Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia  (FKPPI). Nizam juga berharap melalui kegiatan outbound dan bela negara ini makin tumbuh rasa cinta  tanah air di kalangan pejabat. Dalam kegiatan outbound ini peserta akan diberi materi fisik lewat outbound serta materi lisan tentang bela negara.  Kegiatan outbound ini akan berlangsung selama dua hari.
Read More >>

Gubernur Dukung Kepentingan Buruh

KAMIS, 12 APRIL 2012 

MAKASSAR, - Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menyatakan akan mendukung segala upaya untuk peningkatan kesejahteraan buruh dan keluarganya. Hanya saja menurutnya, bagaimana melakukan pendekatan terhadap industri-industri yang belum merealisasikan Upah Minimum Kota (UMK), harus dilakukan secara cerdas.
"Pemerintah Sulsel selalu berpihak pada kepentingan buruh. Apapun itu, intinya bagaimana melihat kehidupan buruh dan keluarganya lebih baik
lagi," ungkap Syahrul dalam pertemuan antara Gubernur Sulsel Dr H Syahrul Yasin Limpo dengan panitia pelaksana Peringatan Hari Buruh, di Warkop Phoenam Panakkukang, Kamis (12/4). Beberapa organisasi buruh yang hadir, antara lain SPSI, KSPSI, KSBSI,KSPI.
Peringatan hari buruh, lanjut Syahrul, harus menjadi momen untuk menemukan sebuah resolusi yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan buruh.
"Harus ada solusi cerdas dalam mengatasi persoalan-persoalan buruh. Silahkan buat perencanaannya, pemerintah akan menopang dan mendukung. Kita rumuskan sama-sama apa yang bisa dilakukan," ujarnya.
Dalam diskusi ini, H Mansyur Taba, Ketua Panitia Hari Buruh Sedunia Sulsel mengharapkan gubernur selaku pemerintah di tingkat provinsi bisa ikut melakukan pressure terhadap industri yang belum menerapkan UMK. Apalagi, buruh saat ini sedang terbebani dengan gejolak harga kebutuhan pokok pasca isu kenaikan harga kebutuhan bahan pokok.
"Kami berharap, gubernur bisa membantu kami melakukan pressure terhadap pelaksanaan UMK ini," pintanya.
Syahrul berpesan agar peringatan Hari Buruh berjalan dengan baik dan menjadi refleksi menemukan solusi cerdas setiap persoalan yang dihadapi para buruh. Tidak menimbulkan ketakutan terhadap investor atau mengganggu kondisi perekonomian.
"Kalau ada persoalan, kita bicarakan dengan baik melalui pendekatan kekeluargaan. Apakah yang menjadi persoalan dan bagaimana kita merumuskan solusinya," imbuhnya. (Dewi)
Read More >>

Produksi Petani Optimal 6,5 Juta Ton Gabah

Kamis, 12 April 2012 

Makassar - Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Sulawesi Selatan Rahman Daeng Tayang optimistis produksi petani pada panen raya Maret - April 2012 mencapai 6,5 juta ton gabah.

"Panen kali ini hampir serempak di wilayah barat dan timur Sulsel, karena adanya musim hujan sepanjang akhir 2011 hingga awal 2012," kata Rahman di Makassar, Kamis.

Menurut dia, optimisme produksi petani itu dapat tercapai melihat kondisi di sejumlah sentra beras di antaranya Kabupaten Sidrap, Pinrang, Pangkep, Maros dan Gowa tidak ada serangan hama yang begitu berarti seperti yang terjadi di Pulau Jawa.

Sementara dari hasil produksi petani itu, lanjutnya, sudah dibeli sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang dikeluarkan pada Februari 2012.

"Harga produksi petani tidak terlalu anjlok, meskipun produksi cukup melimpah pada saat panen," katanya.

Dia mengatakan, hal itu karena pihak Bulog mengoptimalkan penyerapan produksi petani di lapangan untuk mendukung pengadaan dan ketahanan pangan nasional.

Hal itu diakui salah seorang petani di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros Sulsel, Mustafa.

Dia mengatakan, sebagian besar petani di Kabupaten Maros sudah panen dan mendapatkan harga yang pantas sesuai dengan kualitas produksinya.

"Baik menjual ke Bulog langsung maupun melalui mitra Bulog seperti penggilingan, rata-rata pembeliannya sudah sesuai dengan HPP yang baru," katanya.

Berdasarkan Inpres No.3 Tahun 2012 tentang Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah, HPP yang berlaku sejak 27 Februari 2012 menetapkan harga Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp3.300,00 per kg di tingkat petani dan Rp3.350,00 per kg di tingkat penggilingan.

Sedangkan pembelian Gabah Kering Giling (GKG) sebesar Rp4.150,00 per kg di tingkat penggilingan. 
(T.S036/R007)
Read More >>