Jumat, 27 April 2012

v


Jumat, 27 April 2012

Makassar, --Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta agar PT Perkebunan Nusantara XIV dibenahi. Mulai dari struktur, sistem yang dipakai, hingga target pencapaiannya. Hal itu dikatakan Syahrul Yasin Limpo, saat menerima Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara, Budi Purnomo, di ruang kerja Gubernur Sulsel, Jumat (27/4/2012).

"PT Perkebunan Nusantara XIV dengan sistem yang ada sekarang, sangat tidak efektif. Karenanya, harus segera dibenahi," ujar Syahrul.

Menurutnya, persoalan yang terjadi dalam sistem PT Perkebunan Nusantara XIV sudah sangat kompleks. Apalagi, ditambah dengan adanya penggabungan dengan PT Perkebunan Nusantara X sehingga membuat pembagian tugas dan tanggung jawab menjadi tidak jelas.

"Masalahnya semakin kompleks karena ada masalah yang ditinggalkan dari masa lalu. Karenanya, masalah ini harus diurai lebih dulu untuk diselesaikan," ungkapnya.

Peraih penghargaan Bintang Maha Putra Utama dari Presiden RI itu, menjelaskan, ada beberapa hal utama yang harus menjadi perhatian dan secepatnya dibenahi dalam operasional PT Perkebunan Nusantara XIV ke depannya. Antara lain, struktur yang masih kurang tepat.

"Struktur PT Perkebunan Nusantara XIV dan X, jangan digabung-gabung. Keduanya harus lepas dengan tugas dan fungsinya yang jelas," tegasnya.

Tidak hanya itu, kata Syahrul, personil perusahaan juga harus jelas dan substansi program baik organik maupun anorganik sudah harus terukur.

"Kalau personilnya tidak jelas, bagaimana nantinya pertanggungjawabannya. Buat programnya, pemprov siap bantu," terangnya.

Mantan Bupati Gowa dua periode itu juga meminta agar pihak PT Perkebunan Nusantara XIV membuat perencanaan terkait jumlah modal yang dibutuhkan untuk melakukan pembenahan dan perbaikan. Disamping itu, target yang ingin dicapai berupa jumlah keuntungan juga harus terukur dan dijabarkan dalam perencanaan yang matang.

"Rampungkan perencanaannya dalam dua bulan ke depan. Sangat tidak logis kalau pabrik gula yang potensi pasarnya tidak jalan, ternyata tidak jalan," imbuhnya.

Sementara, Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara XIV, Budi Purnomo, menjelaskan, kondisi PT Perkebunan Nusantara memang masih terpuruk dan sangat memprihatinkan. Bahkan, tahun 2011 lalu, mengalami kerugian hingga Rp105 miliar.

"Kondisi perusahaan masih terpuruk, tentunya kita berharap ke depannya bisa lebih baik," harap Budi.

Budi yang baru menjabat Direktur Utama per 1 Maret 2012 itu mengungkapkan, salah satu program prioritasnya adalah membenahi kebun, memperbaiki pabrik, dan penanaman maksimal dengan memanfaatkan seluruh areal yang ada. Adapun jumlah dana yang dibutuhkan untuk melakukan perbaikan itu mencapai Rp3,2 triliun.

"Kalau diluar gula, kami membutuhkan dana sekira Rp2,7 triliun. Itu baru perencanaan dan kami masih berusaha mencari sumber dananya. Apakah itu dari perbankan atau investor. Ternyata, pak gubernur juga siap membantu," jelasnya.

Ia menambahkan, produksi gula tahun 2011 lalu, hanya sekira 29 ribu ton. Padahal, jika semuanya berjalan baik, produksinya bisa di atas 100 ribu ton atau minimal 80 ribu ton.

"Mesin pabrik yang kurang berfungsi dengan baik, lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, hingga serangan hama tikus yang tidak terkendali, membuat produksi gula minim," pungkasnya.

Read More >>

Kamis, 26 April 2012

Penyuluh Pertanian Bukan Hanya Sekedar Pemberi Informasi


Kamis, 26 April 2012 

Makassar  - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Agus Arifin Nu'mang meminta, penyuluh pertanian tidak hanya sekadar memberikan informasi pada petani.

Dalam sambutan pada acara Apresiasi Operator Cyber Extension di Makassar, Rabu, ia mengharapkan para penyuluh dapat memanfaatkan perkembangan teknologi penunjang pertanian demi memajukan hasil pertanian.

Penyuluh harus melakukan berbagai penelitian, seperti curah hujan dan kondisi atau struktur tanah suatu wilayah. "Penyuluh seharusnya juga bisa melakukan uji coba iklim di daerah-daerah dimana dia berprofesi sebagai penyuluh,"katanya.

Cyber Extension adalah sistem informasi penyuluhan melalui sistem otomasi pelayanan dengan pemanfaatan teknologi informasi penggunaan sistem informasi penyuluhan yang berbasis jaringan internet.

"Kita harus mengetahui peta curah hujan suatu wilayah, sekalipun penentuannya sulit ditentukan karena disebabkan oleh anomali cuaca. Karena ini, dasar bagi petani agar dapat mengkondisikan jenis dan varietas tanaman yang akan dibudidayakan," jelasnya.

Ia mengharapkan sistem Cyber Extension akan mampu meningkatkan produktivitas kerja penyuluh dan penyuluhan dalam memberikan pelayanan yang efisien, cepat, mudah, akurat, murah, aman, terpadu dan akuntabel.

Kepala Badan Koordinasi Penyuluh Provinsi Sulsel Achmar Manring, mengatakan, penyuluh pertanian adalah ujung tombak dalam pembangunan pertanian dan harus mampu menjembatani layanan informasi melalui media yang telah dikembangkan.

Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 115 orang tenaga penyuluh pertanian yang berasal dari 24 kabupaten dan kota se-Sulsel. (T.KR-RY/S006)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/38322/penyuluh-pertanian-bukan-hanya-sekedar-pemberi-informasi
Read More >>

Target Surplus Beras, Sulsel Program Cetak Sawah


KAMIS, 26-04-2012
MAKASSAR,  --Dinas Pertanian Tamanan Pangan dan Holtikultura Sulsel kembali mencanangkan Program Panen Cetak Sawah di 2013 mendatang. Program tersebut untuk menunjang surplus beras pemerintah melalui Kemeterian pertanian yang mencapai 10 juta ton.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sulsel, Ir H Lutfi Halide MP, mengatakan, perluasan sawah kini terus diupayakan. Pasalnya, pesatnya pembangunan, khususnya perumahan menjadikan lahan persawahan mengalami penyempitan, sehingga hasil panen juga mengalami penurunan.
"Kementerian pertanian yang telah ditetapkan kebijakan terintegritas dalam rangka pencapaian surplus beras 10 juta ton melalui perluasan areal dan pengelolaan lahan, peningkatan produktivitas, penurunan konsumsi beras dan penyempurnaan manajemen," jelasnya, kepada Upeks baru-baru ini.
Serapan lahan saat ini, kata dia, masih mencapai 21%, sedang serapan anggaran pengembangan pangan di sulsel di 24 kabupaten hanya mencapai rata-rata 55%.
Ia juga berjanji akan membantu dinas pertanian kabupaten yang melakukan realisasi penyerapan anggatan yang cukup baik, hingga 75%. Sehingga
Rehabilitasi jaringan irigasi dalam rangka mengoptimalisasi lahan, khususnya cetak sawah dapat berjalan maksimal.
"Program panen cetak sawah ini dapat mempercepat produksi beras yang cukup besar, sehingga surflus beras sebesar 10 juta ton dapat tercapai,"terangnya.
Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian RI, Dr Ir Sumarjo Gatot Irianto MS DAA mengatakan, saat ini lahan pertanian khususnya persawahan terus mengalami penurunan setiap tahunnya.
Jika penyerapan anggaran rendah, maka potensi pertumbuhan ekonomi yang berkurang, hal ini dipengaruhi stimulus pergerakan pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sektor pertanian.
"Jika ini tersendat, maka akan mempengaruhi semua lini sektor. Sehingga diharapkan semua kepala daerah, melalui dinas pertanian untuk terus mengenjot peningkatan penyeraopan anggaran untuk petani. Sehingga hasil panen dapat lebih maksimal. Sebab penggunaan anggarannya tepat sasaran,"terangnya. 
Read More >>

Investor Singapura Lirik Sulsel

Kamis, 26 April 2012  
MAKASSAR, -- Peluang investasi di Sulsel mulai dilirik pengusaha dari Singapura. Rabu, 25 April, sebanyak 20 investor asal negeri Singa itu berkunjung ke Sulsel untuk meninjau sejumlah infrastruktur terkait dengan investasi.
Kedatangan 20 investor tersebut dipimpin langsung Wakil Menteri Luar Negeri Singapura, Masagos Zulkifli disambut tari Paduppa di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, malam tadi.

Masagos mengungkapkan peluang-peluang investasi di Sulsel kini sedang dipantau dan akan dikembangkan ke arah yang lebih serius. Sejumlah peluang investasi dijajaki dalam kunjungan tersebut.

Menurut Masagos, ada beberapa bidang yang menjadi perhatian para invostor di  Sulsel ini, antara lain bidang penyediaan air bersih, sektor kelautan, pengembangan pelabuhan, dan beberapa lainnya. Ia berharap kunjungan ini membawa hasil, dan ke depan kerja sama investasi bisa dilaksanakan.

"Semoga ini dapat berkembang ke depan dan membawa manfaat yang besar bagi kedua negara," harap Masagos.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang menyambut baik kedatangan para investor asal Singapura tersebut. Agus mengatakan, kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Singapura tersebut merupakan kelanjutan atas kerja sama yang telah dilakukan antara Singapura dengan Pemprov Sulsel sejak beberapa waktu lalu.

Menurutnya, investor Singapura juga tertarik pada pariwisata Sulsel. Selama ini, tandasnya, mereka hanya kenal atau melakukan kerja sama dengan Bandung. "Jadi kita juga akan tawarkan Toraja sebagai daerah pariwisata," ujar Agus. (idham/sil)

Read More >>

Rabu, 25 April 2012

Sulsel Tiga Besar Terbaik Nasional


RABU, 25 APRIL 

alt
Luwu Utara Ungguli Makassar
 Jakarta, —Sulawesi Selatan dinobatkan sebagai provinsi terbaik ketiga atas prestasi dan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sulsel hanya diungguli oleh dua provinsi yang berasal dari Jawa, yaitu  Jawa Timur dan  Jawa Tengah.
Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri diterima langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dari Wakil Presiden RI Boediono pada peringatan Hari Otonomi Daerah ke XVI yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (25/4).
Menurut Syahrul  menjadi tiga besar pemerintahan terbaik tidak mudah karena harus melalui 79 kriteria atau variabel yang ditetapkan.
"Oleh karena itu, saya kira ini kebanggaan bagi kita semua di Sulsel. Paling tidak, di luar Jawa kita yang mewakili," ujarnya.
Syahrul juga menekankan bahwa penghargaan ini bukan hanya atas dirinya, tapi juga bagi berbagai pihak yang telah bekerjasama selama ini, termasuk bupati/walikota dan juga media massa.
"Mari kita teruskan yang baik-baik itu dan kita tinggalkan yang salah dan tuding-tudingan," imbaunya.
Untuk Kabupaten/kota penghargaan yang sama juga diberikan kepada Luwu Utara sebagai peringkat 6 dan Makassar yang berada di urutan 9 nasional (Dewi)
Read More >>

Sulawesi Selatan, Tiga Besar Peringkat Tertinggi Pemerintah Provinsi Pengelola Pemerintahan Daerah Terbaik

Makassar, Rabu 25 April 2012
Jumpa Pers Syahrul Yasin Limpo, mewakili Tiga Besar Peringkat Tertinggi Pemerintah Provinsi Pengelola Pemerintahan Daerah Terbaik: Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan Jawa Timur (25/4).
Read More >>

SYL: I La Galigo Bukti Kehebatan Orang Luwu

RABU, 25 APRil
alt
Hadiri Prosesi Adat Luwu Mappalesso Samaja
 MASAMBA,  –  Gubernur SulselSyahrul Yasin Limpo, yang juga calon gubernur incumbent kembali memuji orang Luwu dengan karya-karya yang dihasilkan. 
Salah satunya menurut SYL adalah I La Galigo. Hal itu diungkapkan Syahrul saat menghadiri prosesi adat Luwu Mappalesso Samaja atau Melepas Nazar, yang dilaksanakan di Baruga Datok Pattimang, Desa Pattimang, Kecamatan Malangke, Luwu Utara, Selasa, 24 April.
Acara itu merupakan rangkaian Festival Internasional I La Galigo yang juga dihadiri Raja dan Sultan se-Nusantara.
Syahrul dalam sambutannya, mengatakan, Mappalesso Samaja dan hikayat I La Galigo, menggambarkan seperti apa wija to Luwu, Sulsel, dan bangsa Indonesia secara luas. Hikayat I La Galigo menggambarkan kejayaan orang Luwu di masa lalu hingga saat sekarang.
“Hikayat I La Galigo merupakan harapan dan inspirasi di masa mendatang,” kata Syahrul.
Indonesia, lanjut Syahrul, merupakan negara yang memiliki keragaman budaya dan adat istiadat. Sebuah keragaman yang membuktikan kebesaran bangsa. I La Galigo merupakan salah satu contoh nyata, karya yang dikagumi dunia.
“Dalam waktu singkat, PBB sebagai badan dunia akan memberikan penghargaan untuk karya I La Galigo. Inilah salah satu bukti kehebatan orang Luwu,” ujarnya.
Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu, mengungkapkan, hikayat I La Galigo sebagai sebuah karya sastra, menggambarkan metodologi kehidupan umat manusia. Bagaimana hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan Tuhannya, dan hubungan manusia dengan alam.
“Bahkan, dalam metodologi I La Galigo, menghadirkan kebenaran dengan pendekatan sosiologis, filosofis, hingga yudikatif. Kebenaran untuk kesejahteraan seluruh bangsa ini,” urainya.
Syahrul berharap, Mappalesso Samaja bisa dimaknai secara lebih luas. Bernazar untuk kepentingan bangsa dan negara. Sehingga, rahmat dari Allah SWT berlimpah untuk kesejahteraan rakyat.
“Sudah menjadi tugas pemerintah dalam otonomi daerah untuk menjaga budaya dan kebenaran budaya. Kalau budaya ini tidak kita lestarikan, kita akan kehilangan jati diri nantinya. Ini adalah karya dunia,” imbuhnya.
Sementara, Bupati Luwu Utara Arifin Djunaidi, mengatakan, Desa Pattimang telah ditetapkan sebagai desa wisata sejarah religius. Desa di Kecamatan Malangke itu juga pernah menjadi pusat Kerajaan Luwu dengan wilayah kekuasaan yang sangat luas.
“Itulah alasan mengapa acara ini dilaksanakan di desa ini,” tuturnya.
Arifin menjelaskan, prosesi adat Luwu Mappalesso Samaja merupakan bagian dari ritual adat dalam kebudayaan Luwu Tradisional yaitu melaksanakan suatu aktivitas yang pernah diikrarkan atau dijanjikan kepada Yang Maha Kuasa. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan setelah sebuah permohonan dalam sebuah doa dikabulkan oleh Tuhan.
Di sela-sela pelaksanaan prosesi adat Mappalesso Samaja, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, menerima pin kekerabatan kedatuan dari Yang Mulia Cenning Luwu Andi Sitti Huzaimah Opu Daeng Ripajung. Usai prosesi adat, Syahrul juga berziarah ke makam Raja Minangkabau Dato Sulaiman dan makam Raja Luwu XV Andi Patiware. (*/soe)
Read More >>

Jatim, Jateng, Sulsel Provinsi Terbaik 2012


RABU, 25 APRIL 2012

Pemerintah 3 provinsi, 10 kabupaten, dan 10 kota layak mendapat predikat 'terbaik'.

Kementerian Dalam Negeri tahun ini memberikan penghargaan provinsi, kabupaten, dan kota yang mendapat prestasi terbaik berdasarkan hasil evaluasi atas kinerja pemerintahan daerah.

"Berdasarkan hasil evaluasi, tahun ini 3 provinsi dinyatakan paling baik prestasi dan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, demikian juga 10 kabupaten dan 10 kota," ujar Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dalam sambutan acara peringatan Hari Otonomi Daerah XVI di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu 25 April 2012.

Ketiga provinsi tersebut adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.  Kabupaten yang mendapat skor penilaian 10 terbaik adalah Sleman, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Jombang, Luwu Utara, Kulon Proggo, Pacitan, Sukoharjo, dan Bogor.

Adapun 10 kota yang mendapat peringkat kinerja terbaik adalah Yogyakarta, Magelang, Tangerang, Semarang, Samarinda, Bogor, Sukabumi, Depok, Makassar, dan Cimahi.

Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Djohermansyah Johan menyatakan bahwa penilaian dilakukan oleh tim khusus yang melibatkan 10 instansi kementerian dan lembaga pemerintah.

Sementara, Wakil Presiden RI, Boediono menyatakan, para pimpinan daerah yang mendapat penghargaan tersebut patut berbangga. "Selamat kepada 23 pemenang. Kita bangga atas hasil kerja pimpinan dan pengelola daerah tadi," kata Boediono.

Menurut Boediono, sistem reward and punishment untuk memotivasi kinerja yang lebih baik memang harus ada. "Ini adalah salah satu bentuk reward yang disampaikan pada daerah yang bisa mencapai prestasi. Penghargaan seperti ini sangat penting," kata Boediono.

Meski begitu, menurut Boediono, masih banyak hal yang harus dibenahi terkait otonomi daerah. Desentralisasi sebagai upaya kita melaksanakan otonomi daerah yang luas dalam kerangka NKRI harus diatur agar menjadi semakin baik di masa mendatang.

"Ada penilaian juga dari luar negeri bahwa otonomi daerah kita berjalan cukup baik. Tapi kalau mau jujur pada diri sendiri, sebenarnya banyak hal yang belum pas," kata Boediono.

Menurut Boediono, penyelenggaraan pemerintahan otonomi daerah sebagai bagian dari keluarga besar NKRI mesti berjalan selaras. "Kadang ada yang tidak pas antara keluarga besar dan keluarga kecil ini," kata Boediono.

"Tugas kita ke depan adalah menjabarkan lebih lanjut secara detail kewenangan apa yang bisa dijadikan pedoman di lapangan baik untuk intansi pemerintah pusat dan daerah. Supaya desentralisasi kita bisa lebih baik lagi," tambah Boediono. (umi)


Read More >>

Selasa, 24 April 2012

Wagub Sulsel Panen Raya Padi di Bone


Selasa, 24 April 2012

Bone,   Sulsel - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Agus Arifin Nu'mang melakukan panen raya padi di Desa Samaelo Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa.

Bersama Wagub Nu'mang tampak Kasdam VII Wirabuana dan Sekretaris Kabupaten Bone Amin Ahmad juga ikut panen raya yang merupakan tindak lanjut nota kesepahaman tentang pengawalan dan pendampingan dalam program surplus produksi beras dua juta ton berkelanjutan pada 2012 bersama TNI.

Kerja sama ini juga merupakan kegiatan "demonstration farm" (demfarm) percontohan teknologi padi sebagai bentuk dukungan Kodam VII Wirabuana.

Program ini dilaksanakan di 24 kabupaten dan kota se-Sulsel dengan luas lahan masing-masing 100 hektare dengan menggunakan benih pokok dan sistem tanam legowo yang diharapkan dapat menghasilkan calon benih sumber yang berkualitas.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang mengharapkan, demfarm teknologi padi akan memberi gambaran pada petani tentang manfaat kerja keras dan disiplin serta usaha untuk mencari jalan keluar apabila menghadapi kendala di tempat usaha tani berdasarkan prinsip "survival" yang diaplikasikan di lahan sawah.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah provinsi dalam pemenuhan kebutuhan benih di Sulsel setiap tahunnya.

Hal ini, lanjutnya, juga berhubungan erat dengan ketahanan pangan nasional. Jika terus dilakukan, diyakini hasil padi akan melimpah dan tidak menutup kemungkinan Sulsel akan dapat mengekspor beras ke luar negeri.

Kasdam VII Wirabuana Hari Mulyono, mengharapkan, kegiatan percontohan teknologi padi ini dapat diadopsi oleh petani.

Panen raya ini, kata dia, merupakan bukti keseriusan Kodam VII Wirabuana dalam mengaplikasikan kerja sama yang dilakukan bersama pemerintah provinsi sekaligus upaya serius dalam menjaga kestabilan ketahanan pangan di Sulsel.

Pada kesempatan itu, wakil gurbernur juga menyerahkan bantuan alat pertanian dan perangkat komputer ke 11 kecamatan di Bone. (T.KR-RY/M019) 
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/38288/wagub-sulsel-panen-raya-padi-di-bone
Read More >>

Pemprov Anggarkan Perbaikan Jalan Desa di Lutra


Selasa, 24 April 2012 

Luwu Utara, Sulsel - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mengalokasikan anggaran perbaikan jalan Desa Limbong dan Seko di Kabupaten Luwu Utara (Lutra) senilai Rp12 miliar dalam APBD 2012.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang dalam kunjungan kerjanya di Desa Limbong Kecamatan Limbong, Luwu Utara, Senin.

Bantuan perbaikan jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar akses jalan dari Kota Kabupaten Luwu Utara menuju Limbong dan Seko yang saat ini kondisinya dinilai masih sangat memprihatinkan.

Perbaikan jalan juga diharapkan dapat mendorong laju perputaran ekonomi sehingga masyarakat khususnya masyarakat setempat semakin meningkat.

Kecamatan Limbong berjarak 56 kilometer dari Kecamatan Sabbang dengan jarak tempuh tiga jam. Sementara untuk mencapai Seko, jaraknya 74 kilometer.

Kondisi jalan saat ini, 20 kilometer telah di-aspal namun, selebih masih tanah dan batuan yang setiap musim hujan rawan longsor.

Wakil gubernur juga memberikan bantuan satu unit traktor, satu unit perontok padi, 500 ton bibit padi, 500 ton bibit jagung dan bibit sayuran berupa tomat, wortel, kubis dan cabe.

Dalam kesempatan itu, wakil gubernur juga memperoleh gelar kehormatan adat sebagai "Takdung Pattionangan Lullung di Porannu" yang berarti pemimpin yang mengayomi dan menjadi harapan seluruh masyarakat.

Gelar adat diberikan langsung oleh Ketua Adat Dewan Rongkong Tanah Masakke Lipu Maraninding FP. Patuang MM, Tomaka Rongkong disaksikan Bupati Lutra Arifin Junaidi dalam sebuah acara adat.

Agus Arifin Nu'mang juga memperoleh dukungan untuk kembali menjadi Wakil Gubernur Sulsel mendampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo periode 2013-2018. (T.KR-RY/M009)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/38244/pemprov-amggarkan-perbaikan-jalan-desa-di-lutra
Read More >>

Disdik Sulsel Dukung UN SD 2013 Dihapus


Selasa, 24 April 2012
MAKASSAR– Dukungan dihapusnya Ujian Nasional (UN) terus mengalir. Setelah Dewan Pendidikan, kini giliran Dinas Pendidikan Sulsel menyatakan UN tingkat Sekolah Dasar (SD) sudah saatnya dihapus. 

Paling lambat, aturan tersebut harus diberlakukan mulai 2013 dengan alasan hanya memboroskan anggaran serta menjadi beban bagi murid. Kepala Dinas Pendidikan Sulsel A Patabai Pabokori mengemukakan, pihaknya sudah dua kali bersurat ke Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) agar menghapus UN SD dengan alasan kualitas kecerdasan murid tidak ditentukan melalui UN.

Patabai memprotes UN SD karena dilakukan secara sentralistik atau terpusat di Jakarta. “Saya kira kualitas dan kecerdasan murid SD bukan ditentukan lewat UN,yang lebih tahu tentang kecerdasan siswa adalah gurunya.UN belum relevan diterapkan untuk anak SD, itu akan membuat anak-anak stres, itu beban berat buat anak-anak”. “Jadi sebaiknya di kembalikan ke sekolah.Saya sependapat jika dikatakan itu pemborosan anggaran,” katanya di Makassar,kemarin.

Dia mengemukakan,pemerintah pusat mengeluarkan anggaran Rp10 miliar hanya untuk mencetak soal UN SD 2012 khusus di Sulsel saja. Patabai beranggapan uang tersebut lebih bermakna jika dialokasikan untuk membangun laboratorium mental di SD yang selama ini kurang diperhatikan. “Sebaiknya anggaran itu untuk membangun laboratorium mental, membangun masjid atau mushallah di SD.Selama ini, hampir tidak ada SD yang memiliki Masjid,”ucap mantan Bupati Bulukumba dua periode ini.

Patabai menambahkan, anggaran SD bisa juga dialihkan untuk penyatuan gedung SD dan SMP demi meningkatkan kualitas program wajib belajar sembilan tahun. Menjadi aneh, lanjut dia, karena wajib belajar sembilan yang sudah lama dicanangkan pemerintah, masih harus melalui dua kali UN yakni UN SD dan UN SMP sederajat.

Sebelumnya,Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Prof Dr Halide menegaskan UN SD harus dihapuskan karena hanya membuang-buang anggaran serta tidak sejalan dengan program wajib belajar sembilan tahun. Atas pertimbangan itu,dia meminta agar Sulsel menjadi pelopor pendidikan dasar nasional yang berkualitas dengan efisien dengan menghapus UN SD.

“Saya dari dulu setuju konsep satu atap (SD dan SMP) sehingga konsep wajib belajar sembilan tahun terpenuhi mulai dari kelas I-IX SD.Tidak perlu ada ujian SD, ujian akhir nanti pada Kelas IX. Sistem ini akan menampung ide kelas akselerasi dimana anak yang pintar bisa lebih cepat masa belajarnya,”ujarnya.

Menurutnya, Sulsel harus menjadi pelopor wajib belajar sembilan tahun dengan meniadakan UN SD.Hal ini ditunjang dengan pemberlakuan program pendidikan gratis.Menurut guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin,keberadaan UN SD hanya menghambur- hamburkan anggaran.

“UN SD hanya membuangbuang anggaran sehingga harus dihapus. Ini juga untuk efisiensi pendidikan dasar.Diluar negeri itu pendidikan dasar hanya satu kali ujian,”ucapnya. ● supyan umar

Read More >>

Sosialisasi Kelembagaan Dewan Kelautan Indonesia


Pembangunan di Sulawesi Selatan  banyak hal yang menyentuh potensi kelautan dengan kegiatan ini tentu diharapkan mampu melakukan interaksi apa yang menjadi masalah dengan kebijakan yang ada dan teknik operasional terkait Dewan Kelautan Indonesia. Akan melakukan komunikasi untuk menyatukan persepsi  dimasa yang akan datang agar tujuan dan fungsi Dewan Kelautan Indonesia bisa dilakukan dengan baik. Hal ini dikatakan Asisten pembangunan Setda Prov. Sulsel, 24 April 2012 di Ruang data kantor Gubernur, saat membuka acara Kajian Kebijakan Kelembagaan Dewan Kelautan Indonesia.

Perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan kebijakan untuk memberi kontribusi yang besar, dengan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang masih tinggi di atas rata-rata nasional dengan sektor perikanan dan pertanian yang menjadi unggulannya, begitu juga disektor kelautan. Yang paling diharapkan ke depan kita harus jalin komunikasi yang baik agar semua stakeholder secara optimal dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Melakukan mekanisme kerja yang efektif dengan lembaga yang terkait dengan masalah kelautan, juga mengenai sarana dan prasarana dilakukan dengan baik. Ada sinergi antara pusat dan daerah, serta ada sikap dan itikad yang baik dari pemangku kepentingan sesuai kewenangan dari kelembagaan.

Read More >>

Senin, 23 April 2012

Visit South Sulawesi Perlu Berdayakan Daerah



Senin, 23 April 2012


MAKASSAR – Pakar budaya dan kepariwisataan Uni-versitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Suriadi Mappangara mengatakan, untuk mendukung Visit South Sulawesi 2012 perlu memberdayakan daerah kabupaten/kota.


”Program Pemprov Sulsel yang sudah memasuki pertengahan tahun ini belum terlihat gregetnya.Karena itu,perlu memberdayakan daerah,”kata Suriadi di Makassar,kemarin. Menurut dia,tanpa melibatkan dan memberdayakan pemda dalam mendorong sektor pariwisata di daerah ini, maka program unggulan Pemprov Sulsel tersebut akan berjalan sendiri. Mengenai kalender wisata yang sudah dibuat Pemprov Sulsel sepanjang 2012, dia mengatakan, masih perlu sosialisasi lebih gencar.

”Hal itu dimaksudkan untuk menarik wisatawan lokal,nusantara, hingga wisatawan mancanegara,” kata Suriadi. Dia mengatakan,dukungan promosi merupakan ujung tombak keberhasilan sektor industri pariwisata dan budaya. Promosi itu dapat dilakukan dengan kerjasama kemitraan dengan pemprov di daerah lainnya.

Misalnya Pemrov Bali atau Manado yang sudah tidak diragukan potensi wisatanya dan banyak dikunjungi oleh wisatawan nusantara dan mancanegara. Dengan demikian,lanjut dia, bentuk promosi itu tidak mutlak harus dilakukan pejabat pemerintah ke luar negeri yang notabene menghabiskan anggaran yang tidak sedikit.

”Namun dapat dilakukan dengan meminimalkan anggaran dengan melakukan kerja sama antar-Pemprov maupun dengan menggunakan media online termasuk media sosial,”ujarnya. ● ant 

Read More >>

Gubernur Terima Penghargaan ke-110


SENIN, 23 APRIL 2012 

Makassar, --Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menerima penghargaan yang ke 110 selama ia menjabat. Kali ini penghargaan diberikan atas keberhasilannya memfasilitasi dan mengkoordinasikan bupati/wali kota dalam mensukseskan penyelenggaraan program E-KTP di Sulsel.
Penyerahan penghargaan ini diberikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin (23/4).
Penghargaan juga diberikan kepada delapan kabupaten/kota se Sulsel yang menjadi daerah penerapan E-KTP, yaitu Kabupaten Luwu Timur, Sidrap, Pangkep, Bantaeng, Luwu Utara, Kepulauan Selayar, Kota Palopo dan Makassar.
Menurut Syahrul dari delapan kabupaten/kota di Sulsel yang diujicobakan E-KTP, semuanya berjalan sesuai dengan yang direncanakan.
Koordinasi dengan bupati/walikota berjalan dengan intens dan cukup baik untuk mensolusi dari berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.
"Semua bupati/walikota di Sulsel sudah siap untuk melanjutkan program E-KTP tahap dua," ujarnya.
Mendagri Gamawan Fauzi dalam sambutannya mengatakan bahwa apa yang dilakukan dalam proses perampungan E-KTP bukanlah hal yang mudah. Karenanya, ia mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sulsel yang telah berhasil melakukan koordinasi sehingga delapan kabupaten/kota di Sulsel yang menjadi daerah uji coba bisa merampungkan E-KTP tepat waktu.
"Ini pekerjaan yang tidak ringan. Karenanya, saya mengucapkan terima kasih kepada gubernur, bupati/walikota, kepala dinas catatan sipil, camat, dan juga petugas di lapangan," urainya.
Gamawan optimis program E-KTP di seluruh Indonesia bisa selesai pada Desember 2012 mendatang. Apalagi, anggaran yang dikucurkan negara tidak sedikit, mencapai Rp5,8 triliun untuk 172 juta E-KTP.(Dewi)
Read More >>

Visi dan Pengembangan Sektor Pariwisata Sulawesi Selatan


Senin, 23 April 2012
Visi dan integritas adalah dua kapasitas utama yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang hebat. Organisasi yang hebat haruslah dimulai dari pemimpin yang hebat, dan setiap pemimpin yang hebat mempunyai impian yang berani, memiliki visi yang besar. Pemimpin yang efektif adalah orang-orang yang dengan visinya mampu untuk mengukir gambaran yang jelas tentang masa depan dan menghubungkannya dengan kegiatan orang yang dipimpinnya.
Hal inilah yang terbukti dimiliki oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Visi ini dapat terlihat jelas pada berbagai program yang dicanangkan oleh Pemprov Sulsel, salah satunya dalam pengembangan sektor pariwisata di Sulawesi Selatan. Sektor Pariwisata tidak dapat dipungkiri merupakan yang kemajuannya akan memberi multiple effect pada sektor lain, termasuk jasa, dan UKM. Inilah salah satu alasan mengapa pengembangan sektor ini menjadi prioritas. Visi Pemprov Sulsel untuk menjadikan wilayah ini sebagai tujuan wisata dunia terus berupaya diwujudkan melalui langkah-langkah kongkrit.
Untuk mendukung Program Visit South Sulawesi, Pemprov Sulsel telah merevitalisasi beberapa situs bersejarah di Kota Makassar dan mendorong berbagai event pariwisata di kabupaten lain. Meskipun pada awalnya beberapa program ini mendapatkan resistensi dari masyarakat, namun pada akhirnya masyarakat pun mulai mendukung.
Hal ini dapat terlihat pada revitalisasi Benteng Rotterdam, Makassar dan Benteng Somba Opu melalui pembangunan Gowa Discovery Park yang baru-baru ini ditinjau oleh Gubernur Syahrul Yasin Limpo (20/04). Di Kabupaten Luwu Timur Festival Internasional I lagaligo yang dihadiri 17 raja dari seluruh nusantara diharapkan mampu menjadi etalase potensi wisata kabupaten ini. Beberapa waktu yang lalu dalam kunjungannya ke Singapore, Gubernur juga kembali mempromosikan Visit South Sulawesi.
Pengembangan potensi wisata ini tidak berhenti hanya di sini. Ke depan Pemprov misalnya, telah merencanakan merancang kota melayang di Kab. Malino. Visi Pemprov Sulsel khususnya di bidang Pariwisata ini harus terus didukung, minimal dengan menjaga aset yang telah dibangun dan dibiayai bersama ini. (yy)
Read More >>

Mendagri Meneyerahkan Piagam Penghargaan Kependudukan Kepada Gubernur Sulsel

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo membuka acara Kunjungan Kerja Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi ke Provinsi Sulsel yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin, 23 April 2012. Gubernur dalam sambutannya mengatakan bahwa masalah kependudukan di Sulawesi Selatan telah dilaksanakan melalui program e-KTP secara maksimal oleh para bupati/wallikota dan ada 8 kabupaten/kota yang telah melaksanakan sesuai target yaitu, Kabupaten Luwu Timur, Sidrap, Pangkep, Bantaeng, Luwu Utara, Kota Palopo, Kota Makassar, dan Kabupaten Selayar.
Menteri Dalam Negeri dalam kunjungannya di Sulawesi Selatan, memberikan Piagam Penghargaan Kependudukan kepada Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo atas keberhasilannya dalam penerapan e-KTP ini. Selain Gubernur Sulsel, ada 8 kabupaten/kota juga mendapatkan piagam penghargaan diantaranya, Kabupaten Luwu Timur, Sidrap, Pangkep, Kota Palopo, Bantaeng, Luwu Utara, Kota Makassar, dan Kabupaten Selayar.
Dalam kesempatan ini juga, Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi dalam pengarahan kunjungan kerjanya di Sulawesi Selatan mengatakan bahwa sampai saat ini secara nasional 197 kabupaten/kota di 33 provinsi yang telah menyelesaikan target e-KTP, dan sebanyak 85 kabupaten/kota termasuk kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Dari 197 kabupaten/kota di 33 provinsi, yang sudah menyelesaikan perekaman e-KTP secara keseluruhan adalah Provinsi Sulawesi Selatan yang merupakan provinsi ke-3 dalam menyelesaikan program e-KTP. Sedangkan yang pertama adalah Kepulauan Bangka Belitung dan yang ke-2 Provinsi Sumatera Selatan.
Dalam pemaparannya, Mendagri juga menyampaikan pemanfaatan data kependudukan dan e-KTP seperti, untuk mendukung suksesnya pemilu 2014 dan pemilukada berikutnya melalui peningkatan ekselerasi data sebagai bahan untuk penyusunan daftar pemilih DAK2 dan DP4, peningkatan efektifitas administrasi pemerintah dan pelayanan publik bagi penduduk dalam skala nasional, dan meningkatkan keamanan negara atau pencegahan adanya terorisme dan TKI illegal/trafficking, serta KTP berlaku secara nasional sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden No. 67 tahun 2011.
Selain hal tersebut di atas, program e-KTP di Provinsi Sulawesi Selatan untuk tahun 2011 diterapkan di delapan kabupaten/kota telah selesai pada tanggal 20 April 2012 dan untuk tahun 2012 diterapkan di 16 kabupaten/kota yang diharapkan selesai paling lambat 28 Oktober 2012.
Hadir dalam kesempatan ini, Ketua DPRD Sulawesi Selatan, M. Roem, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil, Ir. Irman, Dirjen Kesatuan Bangsa dan Politik, Tanribali Lamo, para Bupati/Walikota dan Ketua DPRD kabupaten/kota se-Sulsel, serta para SKPD Sulawesi Selatan.
Yy / Sv (Senin, 23 April 2012)
Read More >>

Minggu, 22 April 2012

Gubernur Minta Pemkab Jaga Budaya Lokal


Minggu, 22 April 2012
BARRU – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta agar pemerintah di masing-masing daerah di Sulsel menjaga adat istiadat, budaya, bahasa dan tulisan lokal.


“Apa yang kita lakukan ini (festival) adalah bagian dari semangat, tugas dan fungsi pemerintahan,” katanya saat membuka acara Festival Budaya to Berru yang digelar di Lapangan Sumpang Binangae, Kabupaten Barru,kemarin. Syahrul mengemukakan,ditengah persoalan multidimensi yang dihadapi bangsa, masyarakat Sulsel harus memiliki karakter yang disandarkan pada budaya dan kearifan lokal.

Tanpa menjaga itu,maka bangsa ini akan mengalami kemunduran. “Untuk mengatasi persoalan bangsa yang multidimensi ini, tidak cukup jika hanya mengandalkan konsep modernitas, tetapi akan lebih muda diatasi dengan mengandalkan karakter kita sebagai orang Bugis- Makassar,”ucapnya. Karakter yang dimaksud adalah memiliki agama yang kuat, adat dan karakter yang baik,cerdas dan ulet,serta memiliki karakter petarung (fighting spirit).

Syahrul mewantiwanti kepada generasi muda, jangan sampai tidak memiliki karakter budaya lokal ini. Bupati Barru A Idris Syukur mengatakan, acara tersebut merupakan eventtahunan yang akan berlangsung selama tiga hari,21-24 April.“Event ini merupakan yang pertama kali dan dirancang bersamaan dengan program Visit South Sulawesi 2012 untuk menggalakkan kunjungan wisata ke Sulsel, khususnya ke Barru,”ujarnya.

Beragam agenda akan memeriahkan acara tahunan itu diantaranya, karnaval budaya, pameran kuliner tradisional Barru, permainan rakyat,mappanre tasi,mappadendang,hingga tari tradisional. supyan umar 

Read More >>

Berita Foto

Minggu, 22 April 2012


 Gubernur Syahrul Yasin Limpo, menyerahkan bantuan 50 traktor tangan secara simbolis kepada petani di desa Lapao, Barru, Sabtu (21/4)



Read More >>

Sabtu, 21 April 2012

Badiklat Latih 1.200 Kader Muda Sulsel




Sabtu, 21 April 2012
MAKASSAR – Pendidikan dan Pelatihan Kader Muda Penggerak Pembangunan Sulsel yang digelar Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Sulsel berhasil mendidik 1.200 kader muda dalam tiga angkatan yang digelar di Rindam VII Wirabuana, Pakkatto. 


Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Sulsel,Jufri Rahman, mengatakan, pendidikan dan pelatihan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan generasi muda. ”Tujuan lainnya adalah bagaimana membangun silaturahmi antarsesama kader dan dengan komunitas lainnya yang sudah ada dan terbentuk di semua kabupaten/kota melalui diklat ini,” ujarnya kepada wartawan,kemarin. Menurutnya, Para peserta dari 24 kabupaten/kota se Sulsel dibagi dalam tiga tahap.

Angkatan I sebanyak 350 kader, angkatan II 350 kader, dan angkatan III sebanyak 500 kader. Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya di depan peserta mengatakan, salah satu tujuan pelatihan tersebut adalah untuk memberikan yang terbaik kepada daerah. Syahrul mengatakan, perbedaan partai, organisasi dan pilihan politik sekalipun, tidak sertamerta menghilangkan idealisme untuk mengabdi kepada negara. Menurutnya, seorang kader muda harus pantang menyerah dalam melakukan sesuatu yang berarti.

”Kader muda harus punya cita-cita. Hadirkan rasa kebangsaanmu yang tinggi. Kalian harus menjadi kader yang tidak boleh kalah dengan kader lainnya,”tegasnya. Mantan Bupati Gowa dua periode itu menegaskan,kader muda sebagai anak bangsa tidak boleh distorsi dalam memandang bangsanya.Tidak boleh kalah, berdiam diri, atau bersikap apa adanya. Syahrul berharap, ke depannya, para kader muda lepasan Pakkatto tersebut bisa menjadi seorang pemimpin yang senantiasa memikirkan kepentingan orang banyak.

”Seorang pemimpin yang baik, mau belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya. Kalian harus perlihatkan, kalau orang lain tidak bisa lakukan, saya bisa,”imbaunya. ● wahyudi 

Read More >>

Jumat, 20 April 2012

Gubernur Hadiri Festival Budaya To Berru


SABTU, 21 APRIL 2012

Jelaskan tentang Karakter Masyarakat Bugis - Makassar
Barru, – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menghadiri Festival Budaya To Berru yang diselenggarakan di Lapangan Binangae, Kabupaten Barru, Sabtu (21/4).
Dalam sambutannya Syahrul menegaskan bahwa salah satu tugas pemerintah daerah adalah menjaga adat istiadat, budaya, bahasa dan tulisan daerahnya.
"Apa yang kita lakukan ini adalah bagian dari semangat, tugas dan fungsi pemerintahan," kata Syahrul.
Syahrul mengungkapkan, persoalan multidimensi yang dihadapi bangsa, tidak cukup jika hanya diatasi dengan konsep modernitas. Tetapi, harus dibarengi dengan karakter kuat yang terkandung dalam budaya dan kearifan lokal.
"Persoalan bangsa yang multidimensi akan bisa diatasi dengan karakter kita sebagai orang Bugis Makassar," tegasnya.
Sementara, Bupati Barru, Idris Syukur, mengatakan, Festival Budaya To Berru akan berlangsung selama tiga hari, 21-24 April 2012 dan merupakan event tetap tahunan.
"Event ini merupakan yang pertama kali dan dirancang bersamaan dengan program Visit South Sulawesi 2012 untuk menggalakkan kunjungan wisata ke Sulsel, khususnya ke Kabupaten Barru," urainya.
Pada pelaksanaan Festival Budaya To Berru tersebut, digelar beberapa agenda kegiatan. Antara lain, Karnaval Budaya, Pameran Kuliner Tradisional Barru, Permainan Rakyat, Mappanre Tasi, Mappadendang, hingga Tari Tradisional. Usai pembukaan Festival Budaya To Berru, juga dilakukan Pengukuhan 507 Team Kabupaten Barru oleh Pembina 507 Team Ayunshri Syahrul. (Dewi)
Read More >>

Infrastruktur Pendukung Industri di Sulsel Masih Minim

Jumat, 20 April 2012

Makassar  - Wakil Ketua Kadinda Sulsel La Tunreng mengatakan, infrastruktur pendukung sektor industri di Sulsel masih minim.  
"Kondisi itu menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pelaku usaha di kota ini sebagian pindah ke Surabaya," kata La Tunreng di Makassar, Kamis.
Dia mengatakan, kendala pelaku usaha terhadap penyedian infrastruktur pendukung sektor industri itu diantaranya persediaan daya listrik dan sarana transportasi dari daerah sentra produksi ke lokasi industri.

Sebagai gambaran, lanjut dia, untuk membangun sarana transportasi di koridor IV di daerah ini, minimal dibutuhkan anggaran sekitar Rp650 triliun.

Hanya saja, menurut dia, kesiapan pemerintah setempat mendanai pembangunan sarana transportasi tersebut hanya lima - 10 persen dari total biaya yang dibutuhkan.

"Karena itu, peranan investor untuk pengadaan sarana dan prasarana di daerah ini, sangatlah penting, termasuk pihak perbankan untuk mendukung sektor tersebut," katanya.

Berkaitan dengan upaya mendorong sektor industri yang akan menopang sektor pertanian dan perkebunan, dia mengatakan, penyediaan sarana transportasi yang lancar dari daerah sentra produksi ke pusat penjualan atau pengelolaan, tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Dengan kelancaran sarana transportasi di daerah menuju ibukota kabupaten atau provinsi akan memberikan multiefek pada tingkat kesejahteraan petani dan pergerakan ekonomi di suatu wilayah. (T.S036/B012)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/38168/infrastruktur-pendukung-industri-di-sulsel-masih-minim
Read More >>