Selasa, 08 Mei 2012

Syahrul: Perluasan Pelabuhan Makassar Harus Dipercepat


SELASA, 08 MAY 2012 

alt
Untuk Kelancaran Transportasi Barang
 MAKASSAR, – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terus memperjuangkan percepatan pembangunan New Port atau perluasan Pelabuhan Makassar.
Pelabuhan ini merupakan pendukung hubungan ekonomi Asia Pasifik sekaligus melengkapi peran Bandara Internasional Sultan Ha­sanuddin.
Syahrul mengatakan hal itu saat peresmian Alat Bongkar Muat Baru Terminal Peti Kemas Pelabuhan Makassar, di Lapangan Peti Kemas Pelabuhan Makassar, Senin, 7 Mei.
“Hadirnya pelabuhan dan peralatan pelabuhan menunjukkan dinamika kehidupan kita. Perjalanan keluar masuknya barang di daerah kita me­nunjukkan per­ekonomian kita yang makin baik. Ini adalah fakta, kenyataan dari hasil kerja kita semua selama ini tanpa terkecuali,” ujar Syahrul.
Syahrul mengungkapkan, pelayanan bongkar muat di terminal peti kemas terkendala oleh rendahnya kapasitas peralatan bongkar muat serta keterbatasan terminal peti kemas. Bahkan, pada bulan Februari lalu, masa tunggu kapal telah mencapai tiga minggu.
“Harus dipercepat pembangunan new port ini. Karena kondisi saat ini sangat mengganggu perputaran perekonomian dan arus barang.
Kejadian ini menyamai masa tunggu di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, ketika pemerintah memutuskan segera membangun perluasanTanjung Priok,” terangnya.
Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu menjelaskan, berdasarkan data Bea Cukai, volume dan nilai ekspor-impor pada Pelabuhan Makassar pada tahun 2011 lebih tinggi 12 kali lipat dibanding Pelabuhan Bangka Belitung. Karena itu, perluasan Pelabuhan Makassar melalui master plan New Port Makassar menjadi prioritas.
“Diharapkan, perluasan dermaga dan terminal peti kemas menjadi bagian tak terpisahkan dari perencanaan New Port Makassar,” harapnya.
Ia menambahkan, pelabuhan dan airport menandakan sebuah daerah berkembang atau tidak. Pelabuhan harus bisa menjadi tumpuan perekonomian.
Karenanya, Pelindo, Pemkot Makassar, dan Pemprov Sulsel harus tetap kompak. Ini adalah tantangan yang harus dijawab oleh semua pihak yang berkepentingan.
“Pemilihan gubernur atau pilkada, politik, tidak boleh mensekat-sekat pemerintahan. Jabatan buat saya bukan segala-galanya. Yang ada kita harus sama-sama kompak untuk menjawab tantangan yang ada,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pelindo IV Makassar, Harry Sutanto, meminta tiga hal kepada Pemprov Sulsel. Di antaranya, keterlibatan pemerintah daerah dalam pengembangan New Port, pencukupan akses darat, hingga relokasi dan revitalisasi terminal penumpang.
“Ke depannya, kita juga berharap, pelabuhan kita bisa mendorong akses pariwisata di Sulsel. Kapal-kapal pesiar dari negara-negara di dunia bisa berlabuh di pelabuhan kita,” katanya. 
Utamakan Makassar

Pengembangan Pelabuhan Makassar, terutama di peti kemas, memang diprioritaskan untuk menjadi gerbang laut di Indonesia bagian timur. Untuk itu, PT Pelindo IV seharusnya mengutamakan Pelabuhan Makassar dibanding Pelabuhan Bangka Belitung.
“Belitung ini sebelumnya sudah tidak ada, tetapi entah kenapa tiba-tiba muncul lagi ­Bitung menjadi pelabuhan ekspor, padahal kita di sini adalah muara dari segalanya,” katanya.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwa Makassar New port merupakan salah satu planning utama sebagai upaya pengembangan dan peningkatan per­gerakan perekonomian di kawasan timur Indonesia.
“Jadi airport dan Pelabuhan Makassar itu adalah salah satu mind program yang ada secara regional Sulawesi,” ujarnya.
Sebab itu, kata dia, dari perkembangan yang ada, di mana sebelumnya hanya sekitar 50 hektar yang direncanakan, tetapi sekarang menjadi 250 hektar yang segera akan dilakukan pelaksanaannya.
“Oleh karena itu, saya butuhkan bahwa ini harus terlaksana. Pelabuhan itu adalah muara dan awal pergerakan dari ekonomi, karena itu pelabuhan itu menjadi penting,” katanya.
Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Harry Sutanto, menyampaikan tiga hal kepada gubernur, yakni pertama, dukungan dalam pengembangan terminal peti kemas yang baru (Makassar Newport), dalam bentuk partisipasi pemerintah baik provinsi maupun kabupaten kota dalam pengembangannya.
Kemudian kedua, pihaknya memohon pertimbangan untuk pencukupan agar akses darat tidak menjadi persoalan di kemudian hari, jika terminal itu telah melayani sekitar 1 juta bius.
“Ketiga, Pelindo mohon izin dengan jajaran Bapak Gubernur untuk merelokasi dan merevitalisasi terminal penumpang. Karena pihaknya juga mengaku memiliki kepentingan agar Sulsel bisa menjadi efisientrum dan tourism industry. Ini kita harapkan, agar jika ada kapal-kapal pesiar nantinya dari asing utamanya bisa mengunjungi pelabuhan Makassar,”  katanya.
Sejauh ini, kata dia, terminal Makassar dilengkapi dengan lapangan seluas 12,6 hektar. Namun, itu diakuinya belum ideal. Sebab, idealnya untuk itu harus punya lapangan seluas 25 hektar.
Meski begitu, ia mengaku bahwa dengan kondisi yang ada seperti saat ini, terminal itu diyakini sudah mampu menangani 600 sampai 700 ribu bius.
Target Pelindo tahun 2012 ini bisa menangani 500 ribu bius. Dengan pertumbuhan ini, tentunya pihaknya selalu berupaya untuk tidak ketinggalan dalam rangka penyiapan infrastruktur.
“Oleh karena itu, apa kita saksikan saat ini adalah bentuk komitmen Pelindo IV dalam menyiapkan infrastruktur ekonomi guna mendorong dan memacu serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel,” ujarnya. (eky/ism)
Read More >>

Sektor Pertanian Masih Dominasi Perekonomian Di Sulsel


Kepala BPS, Bambang Pramono, Senin, 7 Mei 2012 di Makassar mengatakan, struktur perekonomian Sulsel pada triwulan I masih didominasi sektor pertanian yang menyumbang 23,79 persen dari total ekonomi. Sektor perdagangan, restoran, dan hotel berkontribusi 18,22 persen serta sektor jasa 17,92 persen. Perekonomian Sulsel lanjut Bambang berdasar pada PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan I 2012 mencapai Rp 36 miliar, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan Rp13,9 miliar. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan I 2012 meningkat dibanding priode sama tahun lalu.

pertumbuhan di Sulawesi Selatan di dukung oleh semua sektor yang tumbuh positif, kecuali pertanian serta pertambangan dan penggalian yang masing-masing mengalami kontraksi 4,6 persen dan 7,6 persen. Pertumbuhan tertinggi dihasilkan sektor listrik, gas dan air yang mencapai 22,02 persen.

Kenaikan didukung seluruh komponen pengeluaran, kecuali ekspor yang terkontraksi 17,12 persen dan impor yang tumbuh 7,93 persen. Komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) memberikan pertumbuhan tertinggi sebesar 22,58 persen. Dari sisi pengeluaran konsumsi rumah tangga, terjadi peningkatan 1,15 persen. Pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (PLNPRT) sebesar 0,09 persen.

Untuk pengeluaran konsumsi pemerintah menyusut 4,1 persen. PMTB juga turun 2,01 persen. Begitu pula dengan ekspor barang jasa dan impor barang jasa masing-masing turun 7,2 persen dan 10,03 persen. Pada triwulan I 2012, komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga masih memiliki kontribusi terbesar terhadap PDRB Sulsel, yakni 49,39 persen. Turun sekitar 0,06 poin dibanding triwulan sebelumnya yang 49,55 persen. Kontribusi komponen pengeluaran konsumsi LNPRTY 0,8 persen merupakan pemberi kontribusi terendah.

Hr/Tn (Selasa, 8 Mei 2012)
Read More >>

Ekonomi Sulsel Tumbuh 1,18%


SELASA, 08-05-2012
Didukung Sektor Pertanian dan Industri
MAKASSAR, -- Perekonomian Sulsel yang diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2012 mencapai Rp36.075,5 miliar.
Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp13. 924,5 miliar. Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan I-2012 dibandingkan triwulan IV-2011 yang diukur dari kenaikan PDRB meningkat 1,18% (q-to-q). 

"Pertumbuhan ini didukung oleh sektor pertanian dan sektor industri pengolahan yang tumbuh di atas lima persen. Penggerak pertumbuhan sektor pertanian yang bisa mencapai 6,17 persen adalah sub-sektor tanaman bahan makanan yang tumbuh hingga 18,09 persen," terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Bambang Pramono di Makassar, Senin (7/5). 

Menurut Bambang, PDRB Sulsel triwulan I-2012 mengalami pertumbuhan sebesar 6,25% dibandingkan triwulan yang sama tahun 2011. Pertumbuhan ini didukung semua sektor ekonomi yang tumbuh positif, kecuali sektor pertanian yang mengalami kontraksi sebesar 4,8% dan sektor pertambangan dan penggalian yang terkontraksi 7,6%, dan pertumbuhan tertinggi dihasilkan darisektor listrik, gas, dan air yang mencapai 22,02%. 

Bambang menyebutkan, struktur perekonomian Sulsel pada triwulan I-2012 masih didominasi sektor pertanian yang menyumbang 23,79% terhadap total ekonomi, sektor perdagangan, restoran, dan hotel yang menyumbang 18,22%, dan sektor jasa-jasa yang menyumbang sekitar 17,92%. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan I-2012 dibadingkan triwulan I-2011 (y on y) didukung oleh kenaikan seluruh komponen pengeluaran, kecuali ekspor yang terkontraksi sekitar 17,12% dan impor yang tumbuh -7,93%. Sedangkan PMTB memberikan pertumbuhan tertinggi hingga 22,58%. 

Untuk pengeluaran konsumsi rumah tangga secara riil, lanjut Bambang, meningkat 1,15% dan pengeluaran LNPRT sebesar 0,09%. Sedangkan pengeluaran konsumsi pemerintah turun 4,1% dan pembentukan modal tetap bruto turun 2,01%. " Untuk ekspor barang dan jasa juga turun sebesar 7,2 persen dan impor juga mengalami penurunan 10,03 persen," paparnya. 

Bambang menambahkan, masih dari sisi pengeluaran, triwulan I-2012 komponen pengeluaran konsumsi pengeluaran rumah tangga masih mempunyai kontribusi terbesar terhadap PDRB Sulsel, yakni 49,39%. Angka tersebut mengalami penurunan 0,06 poin dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat 49,55%. Sementara kontribusi komponen pengeluaran konsumsi LNPRT sebesar 0,81% merupakan kontribusi terendah. 
Read More >>

Senin, 07 Mei 2012

BI Pertumbuhan DPK Sulsel Capai 23,04 Persen


Senin, 07 Mei 2012 

Makassar - Pertumbuhan dana pihak ketiga perbankan di Sulawesi Selatan mencapai 23,04 persen per tahun, kata Peneliti Ekonomi Madya Senior Bank Indonesia Makassar Gusti Raizal Eka Putra.

"Hal ini dipicu tingkat kesadaran masyarakat untuk menyimpan uang atau barang berharga di bank sudah cukup tinggi," kata Raizal di Makassar, Senin.

Dia mengatakan, selain itu pertumbuhan DPK di Sulsel ditunjang perputaran roda perekonomian di daerah ini.

Sementara dari segi pertumbuhan kredit di Sulsel berdasarkan data BI Makassar sekitar 26 persen dan LDR sebanyak 127 persen.

Bercermin dari fenomena tersebut, lanjut dia, Sulsel menjadi salah satu provinsi yang diperhitungkan secara nasional, apalagi pertumbuhan ekonominya melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.

Mengenai salah satu bentuk transaksi di sektor perbankan yang banyak diminati nasabah belakangan ini yakni gadai emas, dia mengatakan, itu merupakan pinjaman jangka pendek.

"Seenarnya diperuntukkan untuk membantu nasabah yang membutuhkan dana ketika dalam kondisi terdesak, seperti keluarga sakit atau membutuhkan modal usaha," katanya.

Namun di lapangan masyarakat sering salah kaprah dan menjadikan gadai emas sebagai wadah untuk berkebun emas di bank, dengan asumsi harga emas akan terus naik.

Padahal, menurut Raizal, harga emas itu berfluktuasi dan tidak boleh dimanfaatkan nasabah untuk berspekulasi.
(T.S036/N002) 
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/38620/bi-pertumbuhan-dpk-sulsel-capai-2304-persen
Read More >>

Perjuangkan MOI untuk RTH


SENIN, 07 MAY 2012 

alt
Pemerintah Provinsi Sulsel menegaskan bahwa pembangunan kawasan Maccini Sombala of Indonesia (MOI) diper­untukkan menambah ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Makassar.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, menjelaskan bahwa kawasan tersebut, selain untuk publik space juga per­untukannya untuk menambah RTH.
“Pembangunan kawasan MOI ini tentu akan menambah RTH Makassar yang belum mencapai 30 persen. Jika Pemkot Makassar terus menambah bangunan untuk RTH, kita justru merubuhkan untuk dijadikan RTH. Di sana itu sudah tertata dan peruntukannya juga jelas,” kata Agus, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 4 Mei lalu.
Selain untuk public space, lanjut Agus, kawasan MOI juga akan digunakan untuk relokasi sejumlah perkantoran yang ter­kena imbas revitalisasi Benteng Fort Rotterdam.
Read More >>

Gubernur Puji Karakter Lulusan Madrasah


SENIN, 07 MAY 2012 

Makassar, --Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, memuji karakter alumni madrasah sebagai hasil dari bekal pendidikan agama yang kuat.
"Banyak lulusan madrasah hebat karena karakternya bagus. Mereka dibekali pendidikan agama yang kuat," ungkapnya saat menerima pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Guru Madrasah, di ruang kerja gubernur, Senin (7/5).
Dalam pertemuan ini Syahrul mengingatkan  agar tidak lagi ada dikotomi di kalangan guru. Khususnya, pembedaan antara guru umum dan guru madrasah.
"Berhenti membedakan guru umum dan guru madrasah. Keduanya sama," tegas Syahrul.
Menurutnya di beberapa negara maju  sistem pendidikan yang dipakai justru tidak lagi bertumpu pada guru dengan jenjang pendidikan keguruan. Tetapi, siapapun yang bisa mengajar dengan memanfaatkan kemajuan tekhnologi.
"Bahkan, di negara-negara maju, ada yang tidak pakai sekolah lagi. Sistem pendidikan yang dipakai sama dengan home schooling," ujarnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu, mengungkapkan, saat ini, negara sedang mengalami krisis kepercayaan. Negara membutuhkan orang yang jujur dan tidak korupsi. Cara memprosesnya, salah satunya melalui pendidikan madrasah. (Dewi/W)
Read More >>

Gubernur Sulsel melihat pengoperasian container crane di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulsel.

Senin, 07 Mei 2012 
PENGOPERASIAN CONTAINER CRANE
PENGOPERASIAN CONTAINER CRANE
MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Syahrul Yasim Limpo (kedua kiri) dan Direktur Utama Pelindo IV, Harry Sutanto (kedua kanan) melihat pengoperasian container crane di Terminal Peti Kemas, Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sulsel, Senin (7/5). PT Pelindo IV Makassar mengoperasikan dua container crane baru guna memenuhi peningkatan pelayanan pertumbuhan bongkar muat peti kemas di Makassar.

 FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/12

Read More >>

Syahrul Akan Percepat Pembangunan New Port Makassar


Senin, 7 Mei 2012 
MAKASSAR, --Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, akan mempercepat pembangunan dan pengembangan pelabuhan peti kemas Soekarno-Hatta, Makassar. Selama ini pelayanan di pelabuhan terkendala oleh minimnya peralatan bongkar muat.

Syahrul berharap rencana percepatan pelabuhan yang ia sampaikan tak lagi menimbulkan spekulasi dan dianggap mengklaim program Pemerintah Kota Makassar. Baginya, program pemkot menjadi program pemprov begitu juga sebaliknya.

"Jangan lagi dibilang gubernur klaim programnya pemkot. Kalau masih ada yang mau klaim, klaim saja itu. Syahrul tidak perlu nama itu, yang penting bisa terlaksana cepat," kata Syahrul, Senin (7/5/12).

Syahrul mengungkapkan, pelayanan bongkar muat di terminal peti kemas terkendala oleh rendahnya kapasitas peralatan bongkar muat serta keterbatasan terminal peti kemas. Bahkan, pada bulan Februari lalu, masa tunggu kapal telah mencapai tiga minggu.

"Harus dipercepat pembangunan new port. Karena kondisi saat ini telah sangat mengganggu perputaran perekonomian dan arus barang. Kejadian ini menyamai masa tunggu di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, ketika pemerintah memutuskan segera membangun perluasan Tanjung Priok," terangnya.
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/05/07/syahrul-akan-percepat-pembangunan-new-port-makassar?utm_term=TRIBUN-TIMUR.com&utm_content=m.tribun-timur.com&utm_source=twitterfeed&utm_medium=facebook
Read More >>

Minggu, 06 Mei 2012

Jumlah SKPD Akan Dipangkas


Minggu, 06 May 2012
MAKASSAR– Reformasi birokrasi yang sedang digulirkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI akan bermuara pada perampingan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak terkecuali di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pemerintahan Umum I Made Suwandy mengemukaan, hasil analisa Kemendagri menunjukkan jika SKPD di Indonesia terlalu gemuk dan cenderung boros anggaran. Dia membandingkan jumlah kabinet di Jepang yang hanya 17. Sementara, di Indonesia memiliki 34 kementerian, 26 lembaga nonkementerian, serta 88 non struktural. Khusus di Pemprov Sulsel terdapat 67 SKPD dan di Pemkot Makassar sebanyak 57 SKPD.

“Kalau terlalu banyak lembaga pemerintahan, anggaran tidak akan efektif. Karena banyak (lembaga) yang bagi-bagi. Yang terjadi sekarang pemerintah daerah berlomba-lomba membuat SKDP untuk menambah pegawai,” katanya saat menjadi nara sumber dalam Seminar Nasional Pemerintah Indonesia dan Temu Nasional Purna Praja 01 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Makassar,kemarin. Karena itu,dia meminta kepada pemerintah daerah untuk untuk berani merampingkan SKPD yang tumpang tindih dengan lembaga lainny dan mempercepat moratorium penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS).Kedua hal ini menjadi sasaran utama reformasi birokrasi karena hanya menghambur- hamburkan anggaran.

“Birokrasi tradisional sudah harus ditinggalkan menjadi birokrasi modern. Sekarang bagaimana men-drive itu, agar pelayanan publik tidak sekedar terlaksana tetapi dirasakan oleh masyarakat.Yang banyak terjadi sekarang, jualan izin, jualan jabatan, ini semua yang akan kita potong,”jelasnya. Karena itu,I Made meminta kepada seluruh praja dan purnapraja IPDN untuk menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi reformasi birokrasi. Sebab reformasi birokrasi, lanjut dia,akan mengeliminasi PNS yang tidak kompeten.

Salah satu tujuan pemerintah melakukan reformasi birokrasi adalah untuk mengurangi porsi anggaran untuk belanja pegawai yang semakin membebani setiap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di makasing-masing daerah. supyan umar 

Read More >>

Sabtu, 05 Mei 2012

Sulsel Target 500 Doktor Luar Negeri


SABTU, 05 MAY 2012 

MAKASSAR,  – Pemerintah Provinsi Sulsel menargetkan program pendoktoran S3 luar negeri sebanyak 500 orang hingga 2013 mendatang. Target ini perlu mendapat dukungan, karena akan berkorelasi positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah ini.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Abd Jabbar, di ruang kerjanya, Senin, lalu, mengatakan, penyelenggaraan program S3 luar negeri dimaksudkan untuk mewujudkan sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa.
Para doktoral luar negeri ini juga diharapkan dapat mendorong program pembangunan di Sulsel melalui keahlian masing-masing. Ratusan doktor luar negeri ini sebagian sudah menyelesaikan pendidikannya.
“Dari 308 mahasiswa, di antaranya 216 orang meraih gelar doktornya di Malaysia, 47 orang di Australia, 19 orang di Jepang, 13 orang di Selandia Baru, dan tiga orang di Belanda,” katanya.
Program ini sudah berjalan sejak 2008 hingga 2011 lalu dengan biaya yang ditanggung Pemprov Sulsel. Sejak dianggarkan, program doktor ini telah menelan anggaran Rp103,6 miliar.
Di tahun 2011, Pemprov Sulsel mengeluarkan dana sebanyak Rp38 miliar, atau meningkat Rp22,9 miliar dari tahun 2010 dan Rp4,9 miliar di tahun 2009.
Selain itu, ada ada juga 1000 beasiswa S1 dalam negeri dan 100 beasiswa S2 dan S3 ke luar negeri. (ran/ism)
Read More >>

Gubernur Minta PU Prioritaskan Irigasi


SABTU, 05 MAY 2012 

alt
9 Tahun Kesulitan Anggaran Pemeliharaan
 MAKASSAR,  - Pemerintah Provinsi Sulsel meminta Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar irigasi di sejumlah daerah di Sulsel mendapat perhatian serius.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sudah sembilan tahun irigasi di sejumlah daerah di Sulsel tidak berfungsi maksimal, karena tidak pernah mendapatkan anggaran pemeliharaan dalam kurun waktu itu.
“Saat ini Infrastruktur pengelolaan air berupa irigasi masih sangat minim. Sementara, sebagian besar produksi beras kita berasal dari sawah irigasi,” jelas Syahrul usai menghadiri Peringatan Hari Air se Dunia di Benteng Somba Opu, Jumat, 4 Mei.
Syahrul juga meminta agar pembangunan Ben­dungan Kelara di Kabupaten Jeneponto menjadi prioritas. Mengingat infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan masyarakat di daerah yang tergolong kering itu.
“Pembangunan bendungan Kelara (Jeneponto) ini sudah empat tahun belum tereali­sasi. Jadi, saya titipkan ke pak Dirjen, tolong disampaikan kepada Pak Menteri,” katanya.
Selain itu, mantan Bupati Gowa dua periode ini berharap, Kementerian PU bisa mengalokasikan anggaran pengembangan pada kawasan Mamminasata serta pemba­ngunan Maccini Sombala of Indonesia (MOI), termasuk penanganan Danau Tempe.
“Harapan kami agar Danau Tempe ini bisa segera diselamatkan. Jangan sampai terjadi pendangkalan. Sebab jika irigasi dan pengelolaan air kita tidak bersoal, maka pangan tidak akan bermasalah,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen SDA Kementerian PU, Muhammad Hasan mengungkapkan, saat ini jumlah irigasi di Indonesia termasuk di Sulsel masih sa­ngat minim. Sementara untuk produksi beras sangat bergantung pada irigasi.
“Infrastruktur yang digunakan untuk kendalikan air masih sedikit. Makanya ini yang akan menjadi program prioritas kami,” jelasnya.
Secara nasional, lanjut Hasan, debit air di Indonesia per tahunnya mencapai 3 triliun meter kubik. Namun, yang mampu ditampung dalam bendungan atau waduk masih berkisar 12 miliar meter kubik atau baru 0,04 persen.
Soal ketahanan pangan, masih kata dia, luas sawah irigasi di Indonesia mencapai 800 ribu hektare (Ha). Seda­ngkan di Sulsel luasnya tidak kurang dari 36 ribu Ha.
“Khusus di Sulsel, ada debit air 90 miliar meter kubik per tahun dan yang tertampung di waduk baru 0,05 persen. Angka inilah yang menopang sawah irigasi yang ada di daerah ini. Tentunya, masih sangat sedikit dan akan menjadi perhatian kami di kementerian,” urainya. (eky/ute)
Read More >>

Jumat, 04 Mei 2012

Ekspor Ikan di Sulsel Rp30 Miliar


Jumat, 04 May 2012
MAKASSAR – Perputaran uang dalam bisnis ekspor ikan segar dari Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup menjanjikan sepanjang tahun ini.Uang yang beredar dari hasil ekspor ikan segar mencapai Rp1 miliar tiap harinya atau sebesar Rp30 miliar akumulasi per bulan.
Ketua Asosiasi Pengumpul DomestikdanEksporIkanSegar (Apdeis) Sulsel Muhammad Zain Muin mengatakan, sebagai kawasan maritim, Sulsel cukup diuntungkan dengan limpahan hasil laut untuk dijadikan komoditi ekspor.Hanya saja,menurut dia,pengelolaan yang masih kurang baik menjadi penghambat kian berkembangnya ekspor ikan segar dari Sulsel. “Jika melihat peluangnya, ekspor ikan segar dari Sulsel bisa mencapai nilai lebih tinggi lagi dari pencapaian selama ini,”ujarnya,kemarin.

Harga yang dipatok eksportir ikan segar bisa di atas Rp50.000 per kilogram (kg). Negara yang menjadi tujuan ekspor paling utama adalah Singapura dan Malaysia, ditambah Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan. Ekspor ikan segar Sulsel masih sulit menyentuh pasar eropa dan barat karena kalah bersaing dengan negara penghasil ikan segar lainnya yang lebih baik pengelolaan ekspor ikan segarnya.

Namun demikian, Zain Muin mengaku,pencapaian yang ditorehkan ekportir ikan segar Sulsel cukup menjanjikan. Apdeis berharap, regulasi yang dikeluarkan pemerintah, bisa berpihak juga ke pengusaha ikan segar. “Misalnya saja soal perpajakan.Harus jelas item-itemnya dan peruntukan serta realisasi bagi eksportir ikan,”ucap Zain. rahmat hardiansya 

Read More >>

HUT Ke-9 Luwu Timur-Syahrul Klaim Ekonomi Lutim Terbaik di Sulsel


Jumat, 04 Mei 2012
MALILI – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyatakan, perekonomian Kabupaten Luwu Timur(Lutim) merupakan yang terbaik di Sulsel saat ini. 

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Lutim pada 2011 mencapai 84,6% atau tertinggi di Sulsel. Menurutnya, jika ada yang mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah ini tidak signifikan, itu pernyataan subjektif yang cenderung tidak masuk akal. “Jujur saya katakan, perkembangan Lutim setiap tahunnya sangat signifikan, khususnya pada pembangunan infrastruktur,”ujar dia pada sambutan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Lutim ke-9 di lapangan Soekarno-Hatta, Malili,kemarin.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini juga memuji Pemkab bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang serius membangun daerah dengan mengalokasikan 65% dana APBD untuk belanja langsung, dan sisanya, 35% untuk belanja pegawai. Kemarin, Syahrul juga meresmikan sejumlah proyek infrastruktur yang bersumber dari APBD dan APBN yang nilainya miliaran.

Dia juga berkesempatan membuka pameran pembangunan. Juga diserahkan bantuan satu unit mobil kepada Pemkab Lutim. Sementara Bupati Lutim Andi Hatta Marakarma mengatakan, di usia ke-9,Kabupaten Lutim bertekad meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak membebani masyarakat.

Andi Hatta juga menyebut daerah yang dipimpinnya sebagai daerah paling unik di Sulsel, bahkan di Indonesia karena seluruh suku berdomisili di daerah itu. Terkait Pemilihan Gubernur Sulsel 2013, dia meminta kepada masyarakat untuk menghargai perbedaan. “Mari membangun daerah dengan kebersamaan di atas kebhinekaan agar keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga,”katanya. abdul aziz 

Read More >>

Gubernur Kagumi Pantai Marina



Jumat, 04 May 2012
BANTAENG– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kagum melihat penataan Pantai Marina Korong Batu,Kecamatan Pajukukang. “Ternyata bisa begini. Luar biasa. Saya betul-betul gembira melihat perkembangan di Bantaeng,” kata Syahrul saat berkunjung ke kawasan wisata pantai tersebut, Rabu (2/5) malam.
Dia mengatakan, kedatangannya ke Pantai Marina hanya acara biasa, dan ingin mengunjungi lokasi yang anggarannya pernah dibantu oleh Pemprov Sulsel. Saat itu,Pemprov mengucurkan anggaran sekitar Rp1 miliar dalam dua tahap. ‘’Kalau kita lewat, daerah ini menjadi sangat cantik, indah, teduh.

Bila di daerah lain tidak berbenah, akan jauh ketinggalan dari Kabupaten Bantaeng,’’ ujar dia Di bagian lain Syahrul mengatakan, para guru, kepala sekolah dan unsur pendidik lainnya, diminta terus meningkatkan pengetahuan agar tidak tertinggal dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Dia berharap, peringatan Hardiknas ini menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kemampuan siswa dan juga para guru, termasuk juga untuk menjadikan rakyat sejahtera denganekonomiyanglebihbaik.

Sementara itu, Bupati Bantaeng M Nurdin Abdullah mengemukakan,pihaknya memang sengaja mengundang Syahrul ke Pantai Marina, dengan alasan untuk memperlihatkan hasil bantuan dari Pemprov tersebut.“Kami juga masih butuh dana,untuk pengembangan fasilitas di pantai ini. Makanya, tadi sempat kami berbicang mengenai hal tersebut,” ungkap Nurdin. rahmi djafar 

Read More >>

Pemprov Sulawesi Selatan Tertarik Kembangkan Sukuk

Jumat, 04-05-2012, 
Jakarta, 3 Mei. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Biro Bina Perekonomian berkunjung ke Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah. dalam lawatannya tersebut Pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat tertarik untuk mendapatkan informasi terkait dengan Ekonomi Syariah khususnya mengenai Pasar Modal syariah dan Koperasi Syariah dan berkeinginan untuk membangun infrastuktur dengan menggunakan skim obligasi syariah. Iqbal, Direktur Eksekutif MES menjelaskan tentang potensi perkembangan lembaga keuangan syariah baik mikro maupun makro di indonesia dan sulawesi selatan khususnya. Muchlish yang merupakan ketua rombongan menjelaskan ketertarikan gubernur Sulawesi Selatan untuk mempelajari lebih dalam tentang pembiayaan dengan menggunakan skim syariah yang perlu diberlakukan di provinsi tersebut.

Selain berkunjung ke kantor pusat masyarakat ekonomi syariah. Pemerintah Provinsi Sulsel juga  berkunjung ke salah satu Hotel syariah pertama di Indonesia, Hotel Sofyan. Muchlish yang merupakan Ketua Rombongan menjelaskan ketertarikannya untuk mengembangkan bisnis hotel secara syariah di Sulawesi Selatan dikarenakan potensinya yang besar untuk dikembangkan di provinsi tersebut. diakhir lawatan perjalanan dinasnya, Rombongan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tersebut melawat ke Koperasi Syariah yang berada di Padang Sumatra Selatan. 

Read More >>

Gubernur Desak Pembangunan Bendungan Kelara Jeneponto Dipercepat


JUMAT, 04 MAY 2012

Makassar,  --Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, mendesak pemerintah pusat  memprioritaskan pembangunan bendungan Kelara, di Kabupaten Jeneponto. Infrastruktur tersebut dinilai sangat dibutuhkan masyarakat di daerah yang tergolong kering itu.
"Pak Dirjen, saya titip pembangunan bendungan Kelara di Kabupaten Jeneponto. Tolong disampaikan kepada Pak Menteri, apalagi ini kan sudah empat tahun tapi belum terealisasi," ungkap Syahrul di depan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementrian Pekerjaan Umum, Muhammad Hatta, pada  peringatan Hari Air Sedunia, yang dilaksanakan di kawasan Benteng Somba Opu, Gowa, Jumat (4/5).
Dalam kesempatan tersebut, Syahrul juga meminta agar Dirjen SDA memprioritaskan anggaran pemeliharaan sarana irigasi yang ada di Sulsel. Pasalnya, sudah hampir 9 tahun, irigasi Sulsel tidak mendapatkan anggaran pemeliharaan sehingga tidak bisa berfungsi maksimal.
"Irigasi kami sudah sembilan tahun tidak dipelihara. Padahal, irigasi menjadi sumber air utama bagi pertanian. Jadi, tolong Pak Dirjen perhatikan kami," desaknya.
Selain itu, Syahrul juga berharap ada alokasi anggaran Kementrian PU untuk pengembangan kawasan kota baru Mamminasata, pembangunan Maccini Sombala of Indonesia (MOI) hingga penanganan Danau Tempe.
"Kami harap, Danau Tempe bisa segera diselamatkan. Jangan sampai terjadi pendangkalan," harapnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu menambahkan, untuk mengantisipasi minimnya irigasi di Sulsel, maka Pemprov mencanangkan pembangunan embung. Minimal, setiap desa memiliki embung.
"Sepanjang irigasi dan pengelolaan air tidak bersoal, maka pangan juga tidak akan bermasalah," imbuhnya. (Dewi)
Read More >>

Kamis, 03 Mei 2012

Pemprov Serahkan Bantuan Mobil Ambulance


KAMIS, 03 Mei 2012 

SUNGGUMINASA,  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gowa, Rabu, 2 Mei memperoleh bantuan berupa satu unit ambulance dari pemprov Sulsel. Bantuan ini diserahkan Pemprov Sulsel melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov Sulsel, Mappagio dan diterima Kepala BPBD, Abdul Latief HS di lapangan Syekh Yusuf Discovery, Sungguminasa, Gowa.
Abdul Latief HS kepada Cakrawala menuturkan, bantuan mobil peralatan dari Pemprov Sulsel tersebut untuk menunjang dan mendukung
kelancaran kegiatan dan pelaksanaan tugas-tugas BPBD dalam menanggulangi bencana yang terjadi di Gowa.  Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Pemkab Gowa ini juga berterima kasih kepada Pemprov Sulsel atas bantuan mobil peralatan tersebut. 
“Kita sangat bersyukur atas bantuan mobil ambulance ini. Semoga keberadaan mobil ini semakin membuat tugas-tugas kami dalam penanggulangan bencana alam di Gowa semakin efektif,” harap Abdul Latief. (rus/eca)
Read More >>

Gubernur Membuka Kemah Bakti BKPMRI di Soroako


Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo membuka Kemah Bakti Badan Kordinasi Pemuda Remaja Mesjid ( BKPMRI ) di Soroako. Gubernur dalam sambutannya mengatakan bahwa perilaku baik akan menjadi teladan yang baik bagi kehidupan karena dilandasi dengan nilai kepribadian yang positif. Oleh karena itu, kegiatan keagamaan ini akan senantiasa memberi dampak dan kehidupan yang baik dan sehat.
Gubernur menambahkan jika kita mampu menghadirkan akselerasi, pendidikan yang makin baik, agama yang santun, maka hal ini dapat menjadi tolak ukur untuk pribadi, sehingga tidak melanggar aturan dan etika. Kerahmatan yang mulia ini hendaknya senantiasa dijaga, sehingga alam dan bumi ini menjadi sahabat bagi manusia. Karena Allah telah menjanjikan yang baik bagi kita, maka dari itu kita harus menjaga mesjid dengan sebaik mungkin. Makmurkanlah mesjid dengan cara shalat dan sembahyang, dimana saja dan kapan saja patutlah kita bersyukur dan memuji Allah karena Mesjid itu sebagai tempat silaturahmi dan rahmatan lil aalamin.
Syahrul juga berharap agar pengurus BKPMRI ini dapat memberantas buta tulis dan mengaji, sehingga anak-anak generasi berikutnya dapat memaknai pentingnya beragama. Dalam perkemahan ini selain melakukan ta’aruf mengenal alam, kegiatan ini banyak dirangkaikan dengan hal-hal positif antara lain, donor darah, merawat hutan, menjaga lingkungan, diskusi keagamaan dan mempelajari tata cara berwudhu dengan sempurna.
Ys/Dw ( Kamis, 3 Mei 2012 )

Read More >>

EKSPOR IKAN: Hasil Tangkapan Di Sulsel Laku Rp120 Miliar


Kamis, 03 Mei 2012 

Large_ikan
MAKASSAR: Asosiasi Pengumpul Domestik dan Ekspor Ikan Segar Sulsel berhasil merealisasikan ekspor ikan segar sebesar Rp120 miliar sepanjang kuartal I 2012.
Dengan pencapaian itu maka perputaran uang dari bisnis ekspor ikan segar tersebut sepanjang kuartal I tahun ini mencapai Rp1 miliar per harinya, sehingga membuat sektor ini menjadi kian menjanjikan.

Ketua Asosiasi Pengumpul Domestik dan Ekspor Ikan Segar (Apdeis)  Sulsel Muhammad Zain Muin mengatakan ekspor ikan segar di daerah ini ditunjang posisi Sulsel sebagai kawasan maritim dengan hasil laut untuk dijadikan komoditas ekspor.
"Hanya saja, pengelolaan yang masih kurang baik menjadi penghambat pengembangan ekspor ikan segar dari provinsi ini. Padahal jika terkelola dengan baik, realisasi nilai ekspor ikan segar ini bisa jauh di atas Rp120 miliar," ujarnya, hari ini, Kamis 3 Mei 2012.

Menurutnya, peluang ekspor ikan segar dari Sulsel bisa mencapai nilai lebih tinggi lagi dari pencapaian kuartal I 2012 jika pemerintah daerah mampu berperan aktif dalam hal pengelolaan ekspor komoditas laut tersebut.
Adapun harga yang dipatok eksportir ikan segar mencapai diatas Rp50.000 per kilogram dengan negara yang menjadi tujuan ekspor paling utama adalah Singapura dan Malaysia, ditambah Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan.

"Ekspor ikan segar Sulsel masih sulit menyentuh pasar Eropa dan negara barat lainnya karena kalah bersaing dengan negara penghasil ikan segar lainnya yang lebih baik dalam pengelolaan ikan segar [ekspor]-nya," papar Zain. (k56/arh)
Sumber: http://www.bisnis.com
Read More >>

Gubernur Membuka Pelatihan Manajemen Aparat Desa di Bulukumba

Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo hadir memberikan pengarahan terkait manajemen pemerintahan di hadapan ratusan aparat desa se-Kabupaten Bulukumba pada acara Pelatihan Manajemen di Hotel Arini Kabupaten Bulukumba, Rabu, 2 Mei 2012.
Gubernur dalam arahannya mengatakan bahwa Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang tidak melayani dirinya sendiri namun harus bisa menjadi rahmat bagi rakyatnya. Agar suatu daerah bisa maju, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Antara lain, hadirnya rasa aman bagi rakyat, dimana rakyat merasa dilindungi oleh pemerintahnya. Hadirkan ruang bagi para pedagang dan pengusaha, sehingga perputaran ekonomi akan terasa bergerak lebih cepat.
Suatu daerah yang maju, juga karena rakyatnya sadar hukum. Mereka tidak melanggar mekanisme atau aturan perundang-undangan yang ada. Kalau rakyat atau masyarakat kita punya kesadaran hukum, maka rasa aman akan tercipta dengan sendirinya.
Syahrul menambahkan bahwa aparat desa harus memahami apa arti sebenarnya dari pembangunan. Pembangunan bukan berarti harus membuat gedung bertingkat, tetapi ada tiga unsur pembangunan yakni damai, tentram dan sejahtera. Masyarakat tidak boleh hidup dalam ketakutan, makanan, pendidikan dan kesehatannya juga tidak boleh bersoal.
Gubernur berharap, agar para aparat desa yang telah mengikuti pelatihan manajemen ini bisa menjadi contoh bagi para bawahannya karena pemimpin yang baik adalah yang bisa menjadi contoh dan teladan bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Er/Dw (Kamis, 3 Mei 2012)
Read More >>

Gubernur Sulsel Memberikan Kuliah Umum di STAI Al Gazali Bulukumba


Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo memberikan kuliah umum di hadapan 1.600 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Gazali Kabupaten Bulukumba, sekaligus juga memberikan bantuan untuk pengembangan STAI Al Gazali sebesar Rp 100 juta, Rabu,2 Mei 2012.
Dalam ceramahnya, Syahrul mengatakan bahwa semua orang senantiasa berproses agar lebih baik dan menjadi sukses. Kita semua hadir di STAI ini tentunya karena kita mau sukses dan menginginkan hari esok yang lebih baik. Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang bisa menghalangi kesuksesan yang ingin kita raih. Karena, yang menentukan apakah seseorang bisa sukses atau tidak, hanya dua yakni diri kita sendiri dan Allah SWT. Apakah yang boleh sukses hanya mereka yang keturunan darah biru atau bangsawan? Apakah yang bisa sukses hanya mereka yang punya uang banyak? Jawabannya, tidak. Karena modal kita sama.
Syahrul menambahkan bahwa ada dua modal utama kesuksesan dan dimiliki oleh semua orang. yakni waktu dan sunnatullah kita sebagai manusia. Waktu adalah uang, waktu adalah kekuatan. Siapa yang memanfaatkan waktunya dengan baik, maka dia akan sukses. Modal kedua adalah sunnatullah sebagai manusia karena Tuhan memberi kita kesempurnaan sebagai manusia yang dibekali akal dan pikiran. Keberhasilan selalu dicapai dengan proses, tidak ada yang tiba-tiba. Sukses itu bisa diulang dan diperbesar. Tidak ada keberhasilan atau kesuksesan tanpa aksi.
Lebih lanjut, Syahrul menjelaskan, ada lima kunci sukses yang sering disingkat PAKUI. Yakni Pray (doa), Attitude (karakter), Knowledge (ilmu pengetahuan), Ulet dan Impian. Orang yang berilmu memecahkan masalah dengan cara yang bermartabat, dan senantiasa mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.

Er/Dw (Kamis, 3 Mei 2012)
Read More >>

Rabu, 02 Mei 2012

Beasiswa Rp 1 Miliar dari Gubernur Sulsel


 Rabu, 2 Mei 2012


MAKASSAR - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Lapangan Pemuda, Bulukumba, Rabu (2/5/2012), diwarnai penyerahan bantuan dan penghargaan.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menyerahkan bantuan beasiswa untuk siswa kurang mampu sebesar Rp 1 miliar dan alokasi APBN-P untuk Bulukumba senilai Rp 15 miliar.
Sebelum membacakan sambutan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan, Syahrul menyampaikan apresiasinya atas peringatan Hardiknas yang dilaksanakan di daerah tersebut.
Menurutnya, ada dua pilar utama pembangunan yakni ekonomi yang makin baik bagi rakyat dan pendidikan.
"Pendidikan dan ekonomi merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kalau mau ekonomi baik, perbaiki pendidikan. Begitupun sebaliknya," kata Syahrul.
Sedangkan, Mendiknas dalam sambutannya yang dibacakan Syahrul mengatakan, pada peringatan Hardiknas kali ini bidang kebudayaan kembali bergabung dengan kementerian pendidikan.
Nama kementerian ini kembali menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. "Dalam pendidikan, selalu ada nilai budaya yang menyertainya," ujarnya.
Read More >>