| Kamis, 24 May 2012 | |
| MAKASSAR
– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kembali menggelar pertemuan
tertutup dengan ratusan staf di Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Sulsel,kemarin. Informasi yang dihimpun, pertemuan yang berlangsung 90 menit tersebut dilakukan untuk mempercepat realisasi anggaran dan fisik APBD dan APBN 2012, sebelum memasuki tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2013 mendatang. Sebelumnya,kegiatan serupa juga dilakukan di Syahrul empat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup pemprov. Diantaranya Disbudpar, Dinkes,serta Disnakertrans. Kepala Bappeda Sulsel Tan Malaka Guntur yang dikonfirmasi menyebutkan, gubernur menginginkan agar realisasi anggaran dan fisik telah bisa selesai keseluruhan pada triwulan III 2012. Sehingga, pada sisa triwulan IV mendatang,seluruh SKPD sisa melakukan maintenance dan menyelesaikan tahapan akhir hingga akhir 2012 mendatang. “Beliau hanya meminta seluruh program kerja dipercepat, dan kalau bisa Oktober nanti selesai 100%,” jelas Tan Malaka kepada wartawan usai pertemuan,kemarin. Selain itu, Syahrul juga meminta kepada Bappeda untuk menyusun perencanaan program 2013 mendatang bisa menuntaskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menjadi program Syahrul di awal periodenya 2008 lalu. ● wahyudi |
Kamis, 24 Mei 2012
Gubernur Pertemuan Tertutup di Bappeda
Stok Beras Bulog Sulsel Aman 20 Bulan
Kamis, 24 Mei 2012
Makassar - Stok beras Perum Bulog Sulawesi Selatan saat ini mencapai 200
ribu ton beras, cukup untuk mememnuhi kebutuhan hingga 20 bulan ke
depan.
"Stok yang dikuasai saat ini aman untuk konsumsi masyarakat di daerah ini hingga 20 bulan," kata Kepala Perum Bulog Divre VII Sulsel Tommy S Sikado di Makassar, Kamis.
Dia mengatakan, Sulsel sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional memiliki persediaan beras yang cukup memadai, sehingga memungkinkan untuk membantu daerah lain yang minim pangan.
Daerah yang menjadi lokasi bantuan pangan sesuai dengan perintah logistik umumnya adalah daerah di kawasan timur Indonesia seperti sebagian daerah Sulawesi, Maluku dan Papua.
"Selain itu juga dikirim ke Nusa Tenggara Timur, bahkan ke Sumatera Barat," katanya.
Sementara posisi Sulsel selaku daerah penyangga pangan nasional, dia mengatakan, menempati posisi keempat setelah Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Menurut dia, dengan penguasaan stok beras Bulog Sulsel, sepanjang Januari - Mei 2012 tercatat sekitar 50 ribu ton beras yang dikirim ke sejumlah daerah di KTI dan juga sebagian daerah di wilayah barat Indonesia.
"Jadi, dari 70 ribu ton beras sesuai perintah logistik, sudah disalurkan sebanyak 50 ribu ton ke berbagai daerah," katanya. (T.S036/R007)
"Stok yang dikuasai saat ini aman untuk konsumsi masyarakat di daerah ini hingga 20 bulan," kata Kepala Perum Bulog Divre VII Sulsel Tommy S Sikado di Makassar, Kamis.
Dia mengatakan, Sulsel sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional memiliki persediaan beras yang cukup memadai, sehingga memungkinkan untuk membantu daerah lain yang minim pangan.
Daerah yang menjadi lokasi bantuan pangan sesuai dengan perintah logistik umumnya adalah daerah di kawasan timur Indonesia seperti sebagian daerah Sulawesi, Maluku dan Papua.
"Selain itu juga dikirim ke Nusa Tenggara Timur, bahkan ke Sumatera Barat," katanya.
Sementara posisi Sulsel selaku daerah penyangga pangan nasional, dia mengatakan, menempati posisi keempat setelah Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Menurut dia, dengan penguasaan stok beras Bulog Sulsel, sepanjang Januari - Mei 2012 tercatat sekitar 50 ribu ton beras yang dikirim ke sejumlah daerah di KTI dan juga sebagian daerah di wilayah barat Indonesia.
"Jadi, dari 70 ribu ton beras sesuai perintah logistik, sudah disalurkan sebanyak 50 ribu ton ke berbagai daerah," katanya. (T.S036/R007)
Rabu, 23 Mei 2012
Pendapatan Asli Daerah-April, PAD Sulsel Capai Rp650 Miliar
| Rabu, 23 May 2012 | |
| Realisasi
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulsel hingga April 2012 telah mencapai
25% dari target sebesar Rp2,6 triliun. Hing-ga bulan lalu, tercatat
Rp650 miliar anggaran yang masuk ke kas daerah.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah
(Dispenda) Sulsel Arifuddin Dahlan mengungkapkan, dari angka 25% PAD
yang tercapai, 43% diterima dari sektor pajak kendaraan bermotor,
sedangkan dana perimbangan cuma 35%. Sedangkan sumber PAD lainnya
berasal dari retribusi daerah dan dana perimbangan. “Kita telah mencapai
25% dari target PAD 2012 sebesar Rp2,6 miliar.Yang paling dominan itu
dari pajak kendaraan dan balik nama kendaraan,” ungkapnya kemarin.
Arifuddin menyebutkan, PAD pada tahun ini diharapkan bisa meningkat 30% dari target yang ditetapkan. Hal tersebut bisa dikarenakan seiring bertambahnya jumlah kendaraan bermotor di Sulsel. Apalagi, kata dia, sejumlah prototipe kendaraan bermotor pada Juli mendatang akan bermunculan. Hal ini bisa meningkatkan minat pembelian masyarakat terhadap kendaraan. “Pertumbuhan pajak kita prediksi antara 20% hingga 30%.Semua merek kendaraan keluarkan produk baru. Dengan demikian, pajak kendaran kita bisa bertambah,”jelasnya kepada wartawan. Arifuddin menambahkan, meski Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan baru tentang uang muka kredit kendaraan bermotor sebesar Rp30%, tidak akan terlalu berpengaruh di Sulsel dengan meningkatnya pendapatan perkapita masyarakat. ● wahyudi |
Mensos Puji Prestasi Syahrul dalam Penanggulangan Bencana
RABU, 23 MAY 2012
MAKASSAR, -- Menteri Sosial Republik Indonesia Salim Segaf Al Jufri
memuji prestasi dan komitmen Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin
Limpo dalam hal penanggulangan bencana. Syahrul dinilai berhasil dalam
hal perlindungan sosial.
Hal ini diungkapkan Al Jufri ketika menobatkan Syahrul sebagai Pembina
Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sulsel, di sela-sela pelaksanaan Upacara
Tagana se Kawasan Tengah dan Timur Indonesia, yang diikuti perwakilan
dari 22 provinsi, di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (23/5).
Menurut Al Jufri dikukuhkannya Syahrul sebagai Pembina Tagana, bukannya
tanpa alasan. Sulsel dinilai berhasil dalam penanggulangan bencana,
khususnya dalam hal perlindungan sosial. Hal itu tidak luput dari peran
aktifitas semua stakeholder, khususnya peran Syahrul sebagai Gubernur
Sulsel.
“Atas pertimbangan itulah sehingga Syahrul Yasin Limpo dikukuhkan sebagai Pembina Tagana Provinsi Sulsel,” ungkapnya.
Lanjut Al Jufri, Sulsel memiliki karakter yang luar biasa, sehingga
sulit untuk dilupakan. Salah satunya adalah keramahan masyarakatnya.
“Masyarakatnya sangat ramah, sehingga kalau datang ke sini, pasti sulit dilupakan,” tuturnya.
“Masyarakatnya sangat ramah, sehingga kalau datang ke sini, pasti sulit dilupakan,” tuturnya.
Al Jufri mengaku bangga dengan Tagana yang jumlahnya mencapai 32.070
yang tersebar di seluruh Indonesia. Apalagi, semuanya selalu siap
memberikan bantuannya ketika terjadi bencana. Salah satu bukti nyata
yang sangat jelas ketika terjadi bencana Gunung Merapi. Para Tagana
mampu menyelamatkan lebih dari 2.000 warga.
“Bantuan yang diberikan Tagana tanpa pamrih atau dibayar. Mereka rela
meninggalkan keluarganya dan menuju ke lokasi bencana untuk turun
langsung menyelamatkan warga,” terangnya.
Menteri dari Partai Keadilan Sejahtera itu berpesan, kegiatan Bhakti
tersebut bisa dimanfaatkan oleh para Tagana untuk merapatkan barisan
dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Tukar menukar pengalaman dari
provinsi lain untuk bahan evaluasi di Tagana, melakukan introspeksi dan
refleksi apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan.
“Kemensos juga siap memberikan yang terbaik untuk Tagana,” janjinya.
Salah satu bukti kepedulian Kemensos terhadap Tagana, ungkap Al Jufri,
adalah dibangunnya Tagana Center. Dimana, para anggota Tagana dilatih
sehingga memiliki skill dan kemampuan yang diakui hingga ke dunia
internasional.
“Kita jangan hanya pandai mendatangkan bantuan dari luar negeri ketika
terjadi bencana, tapi kita harus berani menunjukkan kalau kita juga bisa
memberikan bantuan ketika terjadi bencana,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Sosial juga menyerahkan beberapa
program bantuan untuk Sulsel. Antara lain, bantuan bahan bangunan rumah
untuk korban angin puting Rp6,5 miliar bagi 1.300 unit rumah di
Kabupaten Selayar, Rp185 juta bagi 28 unit rumah di Kota Makassar, 150
juta bagi 15 unit rumah di Kabupaten Takalar, Rp5,5 miliar untuk 50
Forum Keserasian Sosial bagi 11 kab/kota se Sulsel, pengembangan Program
Keluarga Harapan (PKH) dengan sasaran 11 kecamatan dan 6.177 rumah
tangga sangat miskin di Kabupaten Jeneponto.
Syahrul dalam kesempatan ini mengapresiasi keberadaan Tagana dalam menjalankan misi kemanusiaan yang diembannya.
“Tagana sangat dibutuhkan oleh bangsa yang sangat kita cintai ini,” kata Syahrul.
Menurut Syahrul, tidak ada satu pun daerah yang tidak rentan bencana.
Apakah itu bencana angin puting beliung, kebakaran, gempa bumi, banjir
bandang, hingga penyakit atau endemi. Karenanya, dibutuhkan
infrastruktur yang kuat, yang memberikan orientasinya ke depan.
“Atas dasar inilah, Tagana diharapkan menjadi pilihan kita ke nantinya,” ujarnya. (dewi/wsc)
Gubernur: Harus lebih Baik Dibanding Tahun Lalu
RABU, 23 MAY 2012
MAKASSAR,--Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, meminta agar Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel meningkatkan kinerjanya.
Khususnya, merampungkan program kerjanya di triwulan I dan II.
“Saya hanya meminta agar semua pegawai meningkatkan kinerjanya. Intinya,
harus lebih baik dari tahun lalu,” kata Syahrul, usai menyampaikan
arahannya kepada semua pegawai di lingkup Bappeda Sulsel, yang
berlangsung secara tertutup, di Kantor Bappeda, Rabu (23/5).
Syahrul berharap, tidak ada penyimpangan dan para pegawai bisa mencapai
target yang ditetapkan. Termasuk, menyelesaikan program di triwulan III
sehingga semua program di tahun 2012, mulai September hingga Oktober
2012 bisa selesai 100 persen.
“Target yang ada bisa dicapai dan program di setiap triwulan bisa dirampungkan. Kita berharapnya seperti itu,” harapnya.
Sementara, Kepala Bappeda Tan Malaka Guntur, mengatakan, untuk
menindaklanjuti arahan gubernur, pihaknya akan berupaya membuat
perencanaan yang lebih baik terhadap semua agenda yang ada pada Rencana
Pembangunan Jangka Pendek Daerah (RPJPD).
“Tapi, pada intinya, semua program pembangunan untuk kesejahteraan rakyat,” tuturnya.
Tan Malaka Guntur mengungkapkan, Bappeda juga akan menjaring seluruh
informasi dan masukan pembangunan dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel,
di berbagai sector dan mensinergikan semua informasi itu.
Sehingga, agenda-agenda dari Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJP)
bisa terimplikasi dan bersinergi dengan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang.
“Kami akan berupaya agar semua yang ditargetkan bisa tercapai,” pungkasnya. (Dewi/wsc)
Kendaraan Baru Pasok PAD Sulsel Rp2,6 Triliun
Ilustrasi
Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sulsel, Arifuddin Dahlan, Selasa 22 Mei mengungkapkan, kontribusi pajak kendaraan bermotor terhadap APBD tahun 2011 lalu mencapai 43 persen. Tahun ini, semakin bertambahnya jumlah kendaraan diyakini mampu mendongkrak pendapatan.
"Kita optimis tahun ini PAD makin naik. Kontribusi pajak kendaraan bermotor akan tetap naik, seiring dengan pertumbuhan ekonomi Sulsel," terang Dahlan.
Meskipun Bank Indonesia (BI) menerbitkan peraturan tentang uang muka kredit kendaraan bermotor sebesar 30 persen, menurut dia tidak akan mempengaruhi daya beli masyarakat karena pendapatan perkapita masyarakat juga terus meningkat.
Dispenda optimis permintaan masyarakat akan tetap tinggi lantaran, branding dan pabrikan mobil mulai Juli tahun ini akan meluncurkan berbagai tipe terbaru. Animo masyarakat memiliki mobil tipe terbaru selalu muncul dan itu potensi untuk pendapatan pajak.
"Pabrikan mobil mulai Juli mendatang akan memasarkan tipe baru di luar yang sudah beredar. Kita prediksi daya beli juga akan naik," tuturnya.
Terkait realisasi PAD Sulsel tahun 2012, kepala dinas yang akan memasuki masa pensiun September tahun 2012 ini menambahkan, hingga akhir April telah mencapai 25 persen dari target Rp2,6 triliun rupiah. Terbesar dari pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan. Sisanya dari retribusi daerah dan dana perimbangan. (aci/upi)
Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120523000937-kendaraan-baru-pasok-pad-sulsel-rp26-triliun
Mensos Puji Mobil Moko
Rabu, 23 Mei 2012
MAKASSAR - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri, kagum dengan penampilan salah satu produk asli Sulsel, yakni Mobil Moko.
Hal itu diungkapkan Salim saat melihat langsung Mobil Moko yang diparkir
di halaman rumah jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (23/5/2012).
“Mobilnya sangat bagus, apalagi karena diperuntukkan kepada pelaku usaha kecil,” kata Salim.
Salim mengatakan, Kementrian Sosial memiliki program Kelompok Usaha Bersama (Kobe). Sehingga, jika bisa saling mendukung dengan program Mobil Moko Sulsel, tentunya akan lebih baik lagi.
Setiap Kobe memiliki mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 20 juta. Jika dua Kobe digabungkan, maka mereka sudah bisa mendapatkan satu unit Mobil Moko untuk operasional mereka.(*)
“Mobilnya sangat bagus, apalagi karena diperuntukkan kepada pelaku usaha kecil,” kata Salim.
Salim mengatakan, Kementrian Sosial memiliki program Kelompok Usaha Bersama (Kobe). Sehingga, jika bisa saling mendukung dengan program Mobil Moko Sulsel, tentunya akan lebih baik lagi.
Setiap Kobe memiliki mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 20 juta. Jika dua Kobe digabungkan, maka mereka sudah bisa mendapatkan satu unit Mobil Moko untuk operasional mereka.(*)
Selasa, 22 Mei 2012
Gubernur Bekali Peserta Seskoal
SELASA, 22 MAY 2012
MAKASSAR --Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo memberi
pembekalan tentang potensi Sulsel di depan 150 perwira siswa peserta
Pendidikan dan Latihan (Diklat) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut
(Seskoal), yang dilaksanakan di ruang data kantor Gubernur Sulsel,
Selasa (22/5).
"Ini menjadi penting karena Sesko akan melahirkan pemimpin yang akan
bertanggungjawab pada negeri, yang akan menjadi harapan bangsa dan
Sulsel pada khususnya, untuk mendapatkan pemimpin yang diharapkan
menemukan cita-cita kita semua," ujar Syahrul.
Menurut Syahrul, negara yang baik hanya ada dengan kepemimpinan yang
baik. Kepemimpinan tidak hanya lahir dari genetika tapi melalui proses
sosial, proses pembelajaran dan proses individu.
"Hadirkan pemerintahan yang baik dan tidak melayani diri sendiri. Termasuk, tidak korupsi," tegasnya.
Tidak hanya itu, lanjut Syahrul, untuk meningkatkan kesejahteraan
rakyat, pemerintah harus mampu menghadirkan ruang bagi bisnisman untuk
bergerak tanpa beban. Jangan sampai pengusaha cemas.
"Negara yang terus konflik, benci, bakar, politik, membuat negara itu
tidak maju. Pengusaha paling penakut di dunia, kalau ada daerah konflik,
mereka akan pindah," tuturnya.
Penerima penghargaan Bintang Maha Putera Utama dari Presiden RI itu,
menambahkan, daerah dan negara bisa baik kalau aturan hukum berjalan
secara konsisten.
"Pemimpin harus jadi teladan. Sesungguhnya, keteladanan seribu kali lebih baik dari seribu aturan," pungkasnya.
Turut hadir dalam Diklat Seskoal tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fokorpimda) Sulsel. (Dewi/wsc)
Gubernur :Wajar Pejabat Pindah ke Pemprov
| Selasa, 22 May 2012 | |
| MAKASSAR
– Gubernur Syahrul Yasin Limpo menyetujui surat yang diajukan Kepala
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Idris
Patarai untuk pindah ke Pemprov Sulsel.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini
mengatakan, apa yang dilakukan oleh Idris Patarai merupakan sebuah
kewajaran dalam pemerintahan. Apalagi, kata Syahrul, kepindahan pejabat
kabupaten/kota ke pemprov ataupun sebaliknya, adalah hal yang biasa.
“Wajar-wajar saja kalau ada aparat pemerintahan dari kabupaten/kota yang
datang ke saya,sebagai teman,pejabat dan kakak untuk pindah ke pemprov.
Dan itu norma,” ungkapnya kemarin. Syahrul juga membantah jika rencana kepindahan Idris tersebut dikaitkan persaingannya dengan Wali Kota Makassar dalam menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2013 mendatang. Dia menambahkan, dirinya juga tidak dalam kapasitas mempertentangkan konflik Idris dengan Ilham Arief Sirajuddin yang membuatnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Makassar. “Pemerintahan tak boleh kacau hanya untuk pilgub. Saya tak dalam kapasitas mempertentangkan Idris dan Pemkot Makassar. Mainan saya tak seperti itu,” pungkasnya didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Agus Sumantri. Saat disinggung sudah sejauh mana proses rencana kepindahan Idris tersebut, mantan Bupati Gowa dua periode ini enggan berkomentar. Diketahui, Idris Patarai resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BPM Makassar pada tanggal 3 Maret 2012. ● wahyudi |
Senin, 21 Mei 2012
Syahrul Ajak Warga Lestarikan Budaya Sulsel
SENIN, 21 MAY 2012
Andi Natassa Dikukuhkan Jadi Duta Pariwisata
MAKASSAR, - Keragaman suku, adat, dan budaya yang dimiliki Sulawesi
Selatan (Sulsel) dinilai merupakan suatu kebanggaan yang perlu tetap
terjaga dan dilestarikan semua pihak di daerah ini. Karenanya, semua
warga diminta turut berpartisipasi menjaga dan melestarikan keragaman
budaya daerah ini.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, keragaman seperti seni
dan budaya itu bukanlah sesuatu yang instan. Tetapi membutuhkan waktu
yang sangat lama dan merupakan pemberian masa lalu. Oleh karena itu,
kebanggaan dengan memiliki keragaman budaya ini tentu akan menjadi
identitas dan jati diri.
“Tentu saja kita harus bangga sebagai orang Bugis Makassar, Toraja, dan
Mandar. Kita memiliki gengsi, harga diri, derajat dan martabat yang
tinggi. Keragaman budaya di Sulsel menunjukkan kalau terjadi harmonisasi
di tengah dinamika yang ada,” kata Syahrul saat membuka Festival Seni
Suku Bajo di Gedung Mulo Makassar, Jalan Ratulangi, Makassar, Minggu, 20
Mei.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini menjelaskan, dinamika yang berjalan
tetap pada rambu-rambu kebersamaan dan saling menghargai, juga akan
menjadi identitas khas bagi orang Sulsel.
“Di Sulsel, tiap hari ada dinamika yang makin positif. Perekonomian yang
makin maju, event yang tidak putus-putusnya digelar. Hingga, politik
yang tetap dinamis,” jelasnya.
Syahrul mengaku kagum dengan keunikan Suku Bajo. Di mana, suku yang
disebut-sebut lahir dan hidup di laut sehingga memiliki ketangguhan
mengarungi lautan ini banyak yang tinggal di darat. Tetapi,
ketergantungan terhadap laut belum hilang. Karena itu, tidak heran jika
banyak dari suku Bajo yang masih berprofesi sebagai nelayan.
“Seni, budaya, dan keunikan dari suku Bajo harus menjadi insipirasi
untuk menunjukkan kepada dunia. Apa saja kelebihan yang dimiliki daerah
kita,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, juga dirangkaikan dengan beberapa jenis kegiatan
seperti dialog budaya, pagelaran seni, pameran benda-benda budaya.
Puteri Pariwisata
Pada acara yang sama, Putri Pariwisata Indonesia Andi Tenri Gusti Hanum
Utari Natassa dikukuhkan sebagai Duta Pariwisata Sulsel 2012. Natassa
didaulat untuk kepentingan promosi kebudayaan dan pariwisata daerah
Sulsel.
Duta Sulsel akan memikul tanggung jawab sebagai media promosi daerah dan
kebudayaan, di Indonesia dan event pertama kali akan di persembahkan
Andi Natassa dalam kontes Miss Asia Pasifik 2012 pada Juni mendatang di
Korea Selatan. (eky/ute)
Pemprov: Tiap Apotik Harus Miliki Apoteker
| Senin, 21 Mei 2012 | |
| MAKASSAR
– Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sulsel Rahmat Latief mengatakan,
setiap apotek harus memiliki apoteker yang selalu siap melayani
konsumen. ”Karena di lapangan terdapat sejumlah apotek yang hanya
memiliki asisten apoteker. Kalaupun ada,apotekernya itu tidak berada di tempat,” kata Rahmat di Makassar,kemarin. Dia mengatakan, ketentuan bahwa setiap apotek harus memiliki apoteker sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 dan PP Nomor 51 Tahun 2009. Menurut dia, pentingnya keberadaan apoteker dalam melayani konsumen di tempat pelayanan obat, karena harus dapat menjelaskan dan menelaah resep yang dibuat dokter untuk pasiennya. ”Apoteker harus memiliki meja di apotek dan selalu siap memberikan jawaban bagi konsumen yang ingin menebus obat,”katanya. Bagi apoteker yang berstatus PNS dan membuka apotek di rumahnya atau di lokasi lain, hanya diperbolehkan membuka apoteknya pada saat sang apoteker sudah berada di apotek. ”Jadi kalau pagi berkantor, tidak boleh menyerahkan pengelolaan apoteknya pada asisten apoteker saja,” katanya. Selain itu, lanjut dia, eksistensi apoteker dalam menangani suatu apotek setiap lima tahun dilakukan uji kompetensi. Bagi yang tidak lulus uji kompetensi itu, maka akan dicabut izinnya dan diminta menurunkan papan apoteknya. ● ant |
Gubernur: PTS Harus Siapkan SDM Berkualitas
MAKASSAR,-- Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengharapkan kepada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sulsel untuk bisa menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Salah satu caranya dengan memperbanyak penelitian dalam mendukung program-program pemerintah.
"Perbanyak penelitian, khususnya dalam menciptakan inovasi pengembangan
tekhnologi yang kita butuhkan," kata Syahrul, saat membuka Musyawarah
Wilayah (Muswil) IV Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi)
Wilayah IX-A Sulawesi, Hotel Singgasana, Makassar, Senin (21/5).
Syahrul mengatakan, penelitian, teknologi dan sains menjadi pendekatan
yang sangat penting dalam mengolah sumber daya alam. Khususnya, di
Sulsel yang kaya akan berbagai komoditas dari hasil-hasil pertanian
hingga pertambangan.
"Semuanya membutuhkan sentuhan teknologi. Bagaimana agar beras kita bisa
tahan hingga dua tahun atau ikan kita tidak busuk dalam satu tahun,"
ujarnya di hadapan 200 Pimpinan PTS dan Rektor se Sulsel, yang hadir
pada acara tersebut.
Meskipun PTS digolongkan dalam industri, kata Syahrul, tetapi lembaga
tersebut tidak akan bisa meninggalkan substansinya sebagai sarana
pendidikan, untuk mencetak SDM berkualitas. Jika pendidikan SDM rendah,
tentunya tidak akan berkualitas.
"Atas dasar itulah sehingga Pemprov Sulsel memprogramkan beasiswa
doktoral di luar negeri. Saat ini, ada 315 mahasiswa asal Sulsel yang
mengikuti program ini. Tidak hanya itu, dari awal kami telah
memprogramkan pendidikan gratis dari SD hingga SMP. Tahun ini, akan naik
ke tingkat SMA," jelasnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu menambahkan, program prioritas di
bidang pendidikan menjadi sangat penting dalam menciptakan SDM yang
memiliki alur pikir jelas dan bisa membangun struktur.
"Saya bicara seperti ini bukan karena pilgub atau pilkada. Tapi, karena
berada di tengah-tengah rektor perguruan tinggi swasta se Sulsel yang
saya harapkan bisa menciptakan SDM handal. Jabatan bagi saya bukan
segala-galanya, yang terpenting bagaimana kita bersama-sama membangun
Sulsel," tegasnya.(Dewi/wsc)
Minggu, 20 Mei 2012
Sistem Sewa Lahan Dukung Optimalisasi Serapan Bulog
Minggu, 20 Mei 2012
Makassar - Sistem sewa lahan akan mendukung optimalisasi serapan Perum Bulog Wilayah Sulawesi Selatan.
"Sistem sewa lahan akan diterapkan pada semester kedua 2012 atau musim tanam gaduh pada sejumlah daerah sentra produksi beras di Sulsel," kata Kepala Bulog Divre VII Sulsel Tommy S Sikado di Makassar, Minggu.
Dia mengatakan, daerah yang siap dibidik untuk program sewa lahan itu adalah daerah sentra produksi yang memiliki sistem irigasi yang baik seperti Kabupaten Sidrap dan wilayah Bosowa (Bone, Soppeng, Wajo).
Menurut dia, dengan sistem sewa lahan itu diharapkan prognosa Bulog Sulsel pada 2012 sebanyak 526 ribu ton setara beras dapat dicapai dan penyerapan perusahaan negara ini dapat optimal.
Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, lanjut dia, pihaknya akan menyerap produksi petani sebanyak-banyaknya.
"Apalagi daerah ini merupakan daerah penyanggah pangan nasional dengan rata-rata surplus beras 1,5 juta ton dari total produksi 2,5 juta - tiga juta ton per tahun," katanya.
Khusus untuk mendukung capaian prognosa 2012 melalui sistem sewa lahan itu, Bulog menjalin kemintraan dengan pihak perbankan dari segi pendanaan.
"Sistem sewa lahan akan diterapkan pada semester kedua 2012 atau musim tanam gaduh pada sejumlah daerah sentra produksi beras di Sulsel," kata Kepala Bulog Divre VII Sulsel Tommy S Sikado di Makassar, Minggu.
Dia mengatakan, daerah yang siap dibidik untuk program sewa lahan itu adalah daerah sentra produksi yang memiliki sistem irigasi yang baik seperti Kabupaten Sidrap dan wilayah Bosowa (Bone, Soppeng, Wajo).
Menurut dia, dengan sistem sewa lahan itu diharapkan prognosa Bulog Sulsel pada 2012 sebanyak 526 ribu ton setara beras dapat dicapai dan penyerapan perusahaan negara ini dapat optimal.
Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, lanjut dia, pihaknya akan menyerap produksi petani sebanyak-banyaknya.
"Apalagi daerah ini merupakan daerah penyanggah pangan nasional dengan rata-rata surplus beras 1,5 juta ton dari total produksi 2,5 juta - tiga juta ton per tahun," katanya.
Khusus untuk mendukung capaian prognosa 2012 melalui sistem sewa lahan itu, Bulog menjalin kemintraan dengan pihak perbankan dari segi pendanaan.
Sedangkan untuk pembibitan, Bulog bekerjasama dengan PT Sangiang Seri
dan pengadaan sarana produksi (Saprodi) dengan perusahaan pupuk yang ada
di daerah ini.
"Jadi selain menyerap produksi petani pada saat musim panen, Bulog juga
dapat menghasilkan padi melalui program sewa lahan itu," ujar Tommy.
(T.S036/F003)Sabtu, 19 Mei 2012
Syahrul : Pemerintahan Bersih melalui Transparansi dan Akuntabilitas
Makassar, --Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyatakan bahwa untuk
mewujudkan pemerintahan yang bersih maka transparansi dan akuntabilitas
menjadi hal yang sangat penting. Bersama-sama membangun Sulsel harus
disertai akuntabilitas publik sehingga semua aspek bisa
dipertanggungjawabkan.
"Orang yang keluar dari aturan hukum, menjadikan jabatan untuk
mengumpulkan materi, tidak layak hidup di negara kita. Orang yang
korupsi
itu tidak manusiawi karena mengambil uang rakyat," ungkap Syahrul di
depan siswa peserta Jambore dan Deklarasi Siswa Anti Korupsi, yang
dilaksanakan Gerakan Radikal Anti Tindak Pidana Korupsi (Garda Tipikor),
di GOR Sudiang, Sabtu (19/5).
"Kalau mau negara baik, hadirkan pemerintahan yang baik dan kuat.
Hadirkan orang yang peduli pada pemerintahan, rakyat yang tidak korupsi,
pengusaha yang tidak korupsi, dan pemerintahan yang tidak korupsi,"
ujarnya.
Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu,
mengaku, dirinya memulai karir dari kepala desa, lurah, camat, sekda,
bupati, wakil gubernur, hingga gubernur, namun tidak pernah bersentuhan
dengan hukum akibat kasus korupsi.
"Saya tidak pernah tersentuh hal-hal yang berbau korupsi, saya tidak
pernah ikut cawe-cawe soal tender, silakan tanya pengusaha mana yang
berani kasi saya uang," ungkapnya.
Menurutnya, memberantas korupsi tidak cukup dengan hanya memenjarakan
orang saja, tetapi harus disertai dengan agenda-agenda aksi lanjutan.
Antara lain, hadirkan agenda intelektual dengan membentuk mainset anti
korupsi, manajemen agenda harus terus didorong agar semua aktifitas
berjalan sesuai mekanisme dan aturan hukum, serta membangun agenda
behaviour atau perilaku untuk mengatakan jangan korupsi.
"Kita semua harus memiliki komitmen untuk mengatakan tidak pada korupsi.
Keteladan menjadi sangat penting. Pemimpin-pemimpin harus memberikan
keteladanan kepada generasi muda kita," pungkasnya.
Syahrul pada kesempatan ini mengajak para siswa untuk bersama-sama dalam melawan budaya korupsi (Dewi/wsc)
SYL Motivasi 4.000 Calon Maba
Sabtu, 19 Mei 2012
MAKASSAR
- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, memberikan motivasi prestasi
kepada 4.000 calon mahasiswa baru dari 16 kabupaten/kota di Sulsel.
Motivasi prestasi tersebut disampaikan pada acara Try Out Akbar SNMPTN 2012, yang dilaksanakan di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Sabtu (19/5/2012).
Syahrul mengungkapkan, keberhasilan seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri dan Tuhan, bukan oleh orang lain. Kesuksesan bukanlah suatu kebetulan atau kecelakaan, tetapi hasil dari pencapaian dan usaha serta kerja keras masing-masing.
"Kesuksesan itu harus bisa diulang. Kalian sudah berhasil lulus ujian SMA, keberhasilan itu harus diulang dengan kesuksesan masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan," kata Syahrul.
Orang yang sukses, lanjut Syahrul, memiliki semangat untuk menerobos tantangan dan rintangan yang ada di hadapannya. Orang yang berhasil selalu memiliki kemauan, serta memperhitungkan waktu dan kesempatan.
"Buktikan kalau kalian mampu berhasil dalam kehidupan ini. Tidak ada yang sia-sia, begitupun dengan kehadiran kalian tempat ini," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, gubernur berbagi ilmu kunci mencapai kesuksesan. Yakni, konsep PAKUI yang merupakan akronim dari Pray (doa), Attitude (karakter yang kuat), Knowledge (Ilmu pengetahuan atau kecerdasan), Ulet, dan memiliki Impian.
"Orang yang berhasil dan sukses dalam kehidupannya, agamanya bagus, punya karakter yang kuat, cerdas, ulet, dan memiliki impian yang besar atau visioner," jelasnya.
Penyelenggaraan Try Out Akbar SNMPTN 2012 yang dilaksanakan oleh AMPI Sulsel itu, juga dirangkaikan dengan seleksi untuk mengikuti bimbingan khusus masuk Fakultas Kedokteran. Empat ratus peserta terbaik akan disubsidi sebesar Rp6 juta/orang untuk mengikuti bimbingan belajar.(*)
Jumat, 18 Mei 2012
Penghargaan Ini Sulit Diraih
JUMAT, 18 MAY 2012
FIGUR
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku jika penghargaan yang diraih
sebagai Pengendali Inflasi Daerah terbaik nasional merupakan hal yang
sulit. Sama sulitnya dengan mendapatkan predikat Wajar Tanpa
Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Penghargaan ini sangat sulit diraih karena masalah inflasi bukan
program yang berdiri sendiri,” kata Syahrul Yasin Limpo, usai menerima
penghargaan untuk Sulsel sebagai Pengendali Inflasi Daerah terbaik
nasional di Jakarta, Rabu, 16 Mei.
Ia mengungkapkan, program pengendalian inflasi diikuti dengan regulasi
pemerintah yang menyimulasi ekonomi dan mengatur distribusi serta
produksi. Inflasi terkait dengan tingkat pertumbuhan ekonomi, daya beli
masyarakat, kebutuhan dasar, dan keteraturan dari semua aspek.
“Biarpun uang banyak, kalau barangnya tidak tersedia, maka inflasi akan
naik. Karenanya, stok barang harus tersedia dan diatur hingga tingkat
distribusi,” terangnya.
Ia menambahkan, inflasi juga terkait dengan perputaran uang di suatu
daerah yang diatur oleh Bank Indonesia. Karenanya, bank juga memegang
peranan penting dalam membantu pemerintah.
“Inflasi bisa dikendalikan karena ada peran aktif perbankan dan pemerintah yang sifatnya komprehensif dan integral,” imbuhnya.
Penghargaan yang ke-113 kepada Syahrul tersebut diserahkan oleh Menteri
Koodinator dan Perekonomian Hatta Rajasa di Grand Hotel Sahid, Jakarta,
Rabu lalu.
Penghargaan tersebut sekaligus membuktikan bahwa Sulsel perlahan maju
dan berhasil membuat pemerintah pusat terkesima. Apresiasi berupa
penghargaan pun mengalir dan itu membuat Syahrul memecahkan rekor MuRI
sebagai gubernur penerima penghargaan terbanyak di Indonesia.
(eky/ism)
Sulsel Minta Kuota Ekspor Beras Ditambah
Kuota Ekspor Beras
Menurut Syahrul, daerah yang dipimpinnya sudah mampu untuk melakukan ekspor beras, jika pemerintah pusat memberikan lisensi ekspor yang lebih besar. Alasannya, Sulsel selama ini sudah bisa memberi makan 17 provinsi, dengan overstok dua juta ton.
Bahkan untuk tahun ini kata Syahrul, over stok beras Sulsel sudah mencapai 2,6 juta ton. Sehingga Syahrul percaya hingga akhir tahun ini, over stok beras Sulsel tidak di bawah angka itu. Syahrul mengaku telah mempersiapkan sebagian over stok untuk diekspor, namun sayang dirinya hanya diberi lisensi kuota dari pemerintah pusat 50 ribu ton.
Jika diberi kuota lebih, Syahrul mengaku akan menyasar Malaysia untuk beras-berasnya. \"Malaysia harus ditembus. Makanya kasi saja izin gubernur Sulsel,\" paparnya.
Memang sekarang ini lanjut Syahrul, kita juga harus mewaspadai stok pangan secara nasional. \"Jadi tentu saja kita jangan spekulasi, ekspor saja, terus pangan kita impor. Terlalu banyak impor. Bagi saya sih tidak, jika impor masuk, ekspor juga harus masuk,\" tegasnya.
Masih tingginya konsumsi beras di tanah air yakni 139 kilogram per tahun perkapita, membuat kebutuhan beras terus membengkak. Apalagi, seiring terus bertambahnya penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta jiwa pada 2011 lalu, membuat pemenuhan kebutuhan beras untuk dalam negeri terus meningkat tajam setiap tahunnya.
Padahal, produksi beras yang dihasilkan petani Indonesia tidak lebih dari 37 juta ton per tahun. Rata-rata konsumsi beras masyarakat Indonesia tergolong tertinggi di Asia. Bayangkan, setiap warga Malaysia hanya mengkomsumsi beras 70 kg/tahun. Begitu juga warga Thailand yang hanya mengkonsumsi beras 75 kg/orang setahun dan warga India mengkonsumsi beras 80 kg per tahun setiap perkapita.
Penduduk Jepang, lebih kecil lagi mengkonsumsi beras hanya 60 kg/orang dalam satu tahun. Maka dari itu, perlu sesegera mungkin dilakukan diversifikasi pangan guna mensiasati pengurangan konsumsi beras pada masa mendatang di tanah air. Seperti mengganti konsumsi beras dengan sayur-sayuran, umbi-umbian dan makanan pokok pengganti lainnya.
Hal ini membuat impor beras sulit dihindari. Namun, untuk wilayah Kawasan Timur Indonesia, Sulsel adalah daerah yang menolak beras impor tersebut masuk ke daerahnya. (asw)
Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120518130433-sulsel-minta-kuota-ekspor-beras-ditambah
Celebes Craft - Gubernur Ajak Warga Pakai Produk Lokal
| Jumat, 18 Mei 2012 | |
| MAKASSAR
– Kualitas produk buatan dalam negeri dinilai tidak kalah dengan yang
diproduksi di luar negeri. Khususnya, barang-barang yang diproduksi
usaha mikro, kecil, dan menengah, baik berupa aksesoris hinggafashion
atau pakaian yang selama ini menjadi komoditas ekspor. Karena itu,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, mengajak seluruh warga Sulsel untuk memakai produk dalam negeri. Alasannya, produk buatan tangan sangat diminati konsumen mancanegara namun kurang mendapat respons dari pasar dalam negeri. “Mari kita buktikan kalau kita cinta dengan produk dalam negeri dengan menggunakannya. Di luar negeri,produk kerajinan tangan hingga pakaian, sangat diminati karena dikenal dengan kualitasnya,”katanya di sela-sela pembukaan Celebes Craft yang digelar di Trans Studio Mall Makassar,kemarin. Syahrul mengungkapkan, kegiatan Celebes Craft merupakan bagian dari upaya untuk membuktikan bahwaprodukproduk dalam negeri tidak kalah bersaing dengan produksi luar negeri. Menurutnya, sejauh ini, Pemprov Sulsel juga telah berperan maksimal dalam mensupport para pengrajin agar mampu menghasilkan karya yang berkualitas. ”Dulu,batik Sulsel kualitasnya tidak seperti sekarang.Dengan upaya konkrit yang kita lakukan dengan mendatangkan pengrajin batik Pekalongan yang memang ahli untuk melatih pengrajin kita disini, akhirnya sekarangSulsel punya batik yang khas,” ungkapnya. Sementara, Deputy Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM,Neddy Rafinaldy Halim yang turut hadir dalam pembukaan pameran tersebut mengatakan, Indonesia memiliki pasar yang sangat luas terhadap industri UMKM. Tetapi, serbuan produk asing tidak boleh dikesampingkan. Karenanya, harus mampu dibuktikan jika karya dalam negeri lebih unggul. “Produkproduk dari UMKM di daerah kita mampu bersaing dengan produk asing. Produk luar negeri tidak jauh lebih baik,” tegas Neddy. Neddy menambahkan, pameran seperti Celebes Craft harus diapresiasi. Selain sebagai tempat untuk memamerkan dan menjual produk-produk dalam negeri, juga bisa mendorong peningkatan entrepreneurship dari kalangan muda. ”Sekarang, memang membutuhkan peran aktif generasi muda kita dalam mempromosikan produk-produk dalam negeri,” pungkasnya. ● supyan |
Kamis, 17 Mei 2012
Lima Kunci Sulawesi Selatan Tekan Inflasi
Kamis, 17 Mei 2012
JAKARTA,- Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, angka inflasi Provinsi Sulawesi Selatan tidak sampai 3 persen pada tahun 2011. Dijelaskannya, untuk mencapai angka tersebut ada lima hal yang telah dilakukan Pemerintah setempat.
"Kami (inflasi) tidak sampai 3 persen bahkan pernah di bawah 2 persen. Tahun 2011 kita 2,6 persen," sebut Syahrul kepada Kompas.com, di Jakarta, Rabu (16/5/2012).
Ia menjelaskan ada lima hal yang dilakukan Pemerintah Daerah setempat untuk menekan inflasi di bawah tingkat inflasi nasional. Pertama, kondisi ekonomi harus diperbaiki. Kedua, bila ekonomi baik maka daya beli masyarakat pun tinggi.
"Kemudian kita mengatur buffer stock (stok penyangga) yang ada dari kebutuhan dasar. Dan di sinilah memang peran Pemerintah mengatur bersama Bank Indonesia," sambung dia.
Lalu, keempat adalah menjaga distribusi barang. Terakhir, harga barang harus bisa dikendalikan dan terukur. "Jadi lima hal ini harus bekerja sama membuat inflasi turun," ungkapnya.
Angka inflasi yang kecil, sambung Syahrul, akan membuat semua faktor ekonomi di suatu daerah baik sehingga masyarakat setempat pun maju.
Sebanyak tiga Provinsi dan tiga Kabupaten/Kota mendapatkan penghargaan dari Pemerintah karena memiliki Tim Pengendalian Indlasi Daerah (TPID) terbaik. Penghargaan diberikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, dalam acara Rakornas III TPID 2012, di Jakarta, Rabu.
Provinsi yang mendapatkan penghargaan adalah Sumatera Utara untuk provinsi terbaik di wilayah Sumatera, Jawa Barat untuk provinsi terbaik di wilayah Jawa dan Sulawesi Selatan untuk wilayah Indonesia Timur. Sedangkan tiga kabupaten/kota yang mendapat penghargaan adalah Pematang Siantar, Balikpapan dan Solo. (*)
Gubernur Terima Penghargaan ke-113
KAMIS, 17 MEI 2012
Terbaik Dalam Pengelolaan Infasi Daerah
JAKARTA,
– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kembali meraih penghargaan
nasional dalam hal Pengelolaan Inflasi Daerah. Ini merupakan
penghargaan yang ke-113 yang diberikan oleh pemerintah pusat.
Penghargaan
ini diberikan hanya berselang tiga pekan dari penghargaan ke-112 yang
diterima dari pemerintah pusat 25 April lalu. Terakhir, Syahrul menerima
penghargaan untuk Sulsel sebagai salah satu dari tiga provinsi terbaik
di Indonesia atas prestasi penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Penghargaan
dari Presiden RI itu diserahkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian
Hatta Rajasa, di sela-sela pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional
(Rakornas) III Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) 2012, di Hotel
Grand Sahid, Jakarta, Rabu, 16 Mei.
Kepala
Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Agus
Sumantri, menjelaskan, ada lima indikator sehingga penghargaan tersebut
diberikan kepada Pemprov Sulsel.
Antara
lain, karena Pemprov Sulsel mampu menekan inflasi untuk tahun 2011,
sebesar 2,87 persen atau lebih rendah dari inflasi nasional 3,97 persen.
“Kinerja
Pemprov Sulsel selama tahun 2011 dalam mengendalikan tingkat inflasi di
Sulsel melalui kegiatan yang direncanakan seperti pertemuan rutin
dengan asosiasi pelaku usaha, bulog, dan stakeholder lainnya, serta
kemampuan dalam mengantisipasi pengamanan distribusi pasokan harga dan
stok kebutuhan pokok masyarakat,” jelas Agus.
Indikator
lainnya, Pemprov Sulsel dinilai mampu membangun kerja sama dengan
perbankan, BUMN, produsen, distributor, dan pemerintah kabupaten/kota
melalui operasi pasar.
Tidak
hanya itu, pemprov juga mampu mendorong tim inflasi kabupaten/kota dan
bekerjasama dengan media dalam menyosialisasikan kegiatan ekonomi.
“Inflasi
di suatu daerah berkaitan erat dengan ketersediaan dan distribusi
barang dan jasa serta indikator lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa
gubernur telah bekerja dengan baik bagi kemajuan perekonomian Sulsel,”
ungkapnya.
Agus
menambahkan, penghargaan tersebut merupakan yang pertama kalinya
diberikan pemerintah pusat kepada daerah dalam hal pengendalian inflasi.
Selain Sulsel, daerah lainnya yang mendapatkan penghargaan, yakni
Sumatera Utara, Jawa Barat, Kota Pematang Siantar, Kota Solo, dan Kota
Balikpapan.
Dibuka SBY
Saat
ini terdapat 44 pusat TPID yang tersebar di seluruh provinsi. TPID
tersebut bertanggung jawab untuk mengendalikan kenaikan harga,
khususnya harga pangan di daerah-daerah.
Presiden
SBY di awal sambutannya, menekankan pentingnya pengendalian inflasi,
khususnya bagi rakyat. Menurut Presiden, bagi rakyat, pengertian ekonomi
adalah pemenuhan kebutuhan dan oleh karena itu apapun kebijakan yang
diambil pemerintah, pemenuhan kebutuhan rakyatlah yang harus
dikedepankan.
“Oleh
karena itu, tepat kalau kita semua, mulai dari saya sampai dengan
saudara-saudara yang mengemban amanah untuk menyelenggarakan
pemerintahan di pusat maupun daerah, juga memiliki kepedulian dan
memprioritaskan untuk mencukupi kebutuhan dasar rakyat itu, saya
garisbawahi utamanya pangan,” tutur SBY.
Sebelumnya,
Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, mewakili kelompok kerja
nasional TPID, mengatakan bahwa informasi dalam pengendalian inflasi
sangat penting.
Hal
ini sesuai dengan tema rakornas, yaitu ‘Meningkatkan Peran Pemerintah
Daerah dalam Mendukung Stabilitas Harga Melalui Penguatan Ketahanan
Pangan serta Optimalisasi Pemanfaatan Informasi Harga Pangan
Strategis’.
Beberapa
langkah strategis yang ditempuh TPID dan berkontribusi positif
terhadap pengendalian inflasi, antara lain, melalui penguatan program
komunikasi kebijakan di daerah sehingga mampu mengarahkan ekspektasi
inflasi,” ujar Darmin. (eky/ism)
Sekolah RSBI - Disdik Pertanyakan Penerimaan Siswa Baru
| Kamis, 17 MEI 2012 | |
| MAKASSAR
– Pemerintah Provinsi (Pemprov) mempertanyakan proses Penerimaan Siswa
Baru (PSB) pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rintisan Sekolah Bertaraf
Internasional di (RSBI) di kabupaten/kota yang tidak melibatkan Dinas
Pendidikan (Disdik) Sulsel. Sekretaris Disdik Sulsel Abd Jabbar menyebutkan, seharusnya Pemprov memiliki kewenangan dalam proses PSB-RSBI sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. “Kami tidak tahu kenapa kabupaten/kota tak melaksanakan itu.Karena sampai sekarang menjelang dibukanya PSB untuk RSBI, kami tak pernah diajak berkoordinasi,” ungkap Jabbar kepada wartawan kemarin. Padahal, kata dia, Disdik Sulsel juga berhak mengatur standar penerimanaan di RSBI, begitupun dengan penempatan guru serta kepala sekolah (Kasek) yang dianggap sesuai penilaian. “PSB untuk RSBI itu memiliki kriteria khusus. Tapi kabupaten/kota mengusulkannya sendiri tanpa koordinasi ke kita. Ini jelas melanggar PP No 17/2010, ”bebernya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel. Diketahui, jumlah RSBI di Sulsel mencapai 51 sekolah dan tersebar di 24 kabupaten/- kota. Jumlah tersebut juga telah mencakup mulai dari tingkatan Sekolah Dasar (SD) hingga tingkat SMA/sederajat. Kendati demikian, pemprov juga tak memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran PP No 17/2010. Pasalnya,di peraturan tersebut tak mencantumkan sanksi jika diindahkan kabupaten/kota. Jabbar hanya mengingatkan, kabupaten/kota harus tetap menerima warga kurang mampu yang memenuhi kriteria PSB di RSBI,meski tak memiliki biaya untuk masuk sekolah. “Sekarang ini sudah ada dana BOS dan pendidikan gratis, serta anggaran kabupaten/ kota.Jadi tak ada lagi yang perlu bersoal, apalagi memberatkan orangtua siswa.Ini yang harus dicatat,”pungkasnya. Sementara itu,Kepala Disdik Sulsel A Patabai Pabokori meminta kepada calon siswa serta orangtua siswa untuk agar tidak segan-segan melaporkan oknum guru maupun kepala sekolah (Kasek) yang melakukan praktik pungutan selama proses PSB. Laporan tersebut bisa langsung disampaikan kepada bupati/ wali kota di 24 kabupaten/ kota di Sulsel,ataupun melaporkannya ke inspektorat di setiap daerah serta Provinsi Sulsel. “Seluruh dana PSB itu sudah disiapkan dari pemerintah pusat dan Pemprov Sulsel.Jadi kalau masih ada praktik pungutan di lapangan, itu jelas liar. Silahkan laporkan dan pasti akan diproses,” tegas mantan Bupati Bulukumba ini. ● wahyudi |
Sulsel Pengendali Inflasi Terbaik
Syahrul Yasin Limpo
GUBERNUR Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, hadir menerima penghargaan tersebut. Syahrul didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Sulsel, Asri Pananrang, serta Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Sulsel, Agus Sumantri. Selain itu, hadir pula Kepala Kantor Bank Indonesia (KBI) Makassar, Mahmud, serta Humas KBI, Gusti Raizal Eka Putra. Penghargaan ini, menggenapkan 112 penghargaan yang dimiliki Sulsel selama kepemimpinan pasangan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'mang.
Selain Sulsel, dua provinsi dan tiga kabupaten kota yang juga mendapatkan penghargaan TPID terbaik, yakni Sumatera Utara dan Jawa Barat. Sedangkan tiga kabupaten dan kota yang mendapat penghargaan adalah Pematang Siantar, Balikpapan, dan Solo.
Syahrul Yasin Limpo yang ditemui di lokasi mengungkapkan, penghargaan tersebut bisa diraih berkat sinergitas pemerintah provinsi dengan seluruh stakeholder, termasuk Bank Indonesia. Sulsel sendiri sebut Syahrul, sangat fokus untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, karena dengan ekonomi yang baik, membuat daya beli masyarakat juga baik.
Pihaknya juga selalu mengatur buffer stock dari kebutuhan dasar masyarakat. Menurut Syahrul, dengan buffer stock yang tersedia, harga yang terjaga, membuat inflasi bisa dikendalikan. Dia juga menekankan, beberapa hal yang harus diperhatikan, pemerintah yang kompak bersama stakeholder yang ada, pertumbuhan ekonomi yang harus didorong maksimal agar daya beli masyarakat maksimal, daya beli yang maksimal membutuhkan bahan yang tersedia.
"Sembilan bahan pokok kita tersedia, termasuk distribusi yang tersedia. Kalau ini terjaga, membuat inflasi turun. Kalau turun, inflasi akan membuat daerah maju," jelasnya.
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan apresiasi terhadap pemerintah daerah yang bekerja keras sehingga berhasil mengatur laju inflasi daerahnya. "Dua tahun terakhir ini, inflasi bisa dikatakan dalam keadaan yang terkelola. Ini bekat kerja keras saudara. Juga lima tahun terakhir terjaga dengan baik. Di tengah gejolak harga pangan dan energi," sebut dia.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution menjelaskan, penghargaan kepada daerah yang memiliki TPID berkinerja baik tersebut, diberikan agar ada doronga bagi daerah lain dalam upaya mendukung stabilitas harga.
Perkembangan inflasi dalam indeks lima tahun terakhir kata Darmin, menurun dari enam persen pada 2007 menjadi empat persen hingga lima persen pada sekarang ini. Volatile food lima tahun terakhir juga turun dari dari 12 persen ke tujuh persen sampai sekarang. "Ini tidak lepas dari peran Pemda dalam mengatur kestabilan harga," ujarnya.
Menurut Darmin, untuk penghargaan tersebut, pemerintah menilai semua provinsi dan kabupaten kota yang memiliki TPID, dengan mempertimbangkan akses proses dan keluar. Penilaian juga melibatkan pihak eksternal. "Hingga saat ini, TPID telah terbentuk di 44 kota yang menjadi basis perhitungan tersebut," tambah Darmin. (asw/yun)
Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120517005450-sulsel-pengendali-inflasi-terbaik
Langganan:
Postingan (Atom)