Rabu, 13 Juni 2012

Gubernur: Islam adalah Kedamaian


RABU, 13 JUNI 2012 

MAROS,Cakrawala -- Islam adalah kedamaian yang menuntun manusia ke kehidupan yang bahagia dan menjadi rahmat bagi umat manusia.
Demikian disampaikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ketika membuka acara Lomba Seni Islam BKMT, di halaman Kedai Cokelat, Kabupaten Maros, Rabu (13/6). Acara tersebut diikuti oleh majelis taklim se-Kabupaten Maros.
Menurut  Syahrul, dilaksanakannya lomba tersebut merupakan salah satu pendekatan ibadah terhadap organisasi dan daerah. Kegiatan tersebut juga merupakan upaya untuk mewariskan sesuatu yg amanah dan sunnatullah agar hari esok harus lebih baik dari hari ini.
Selanjutnya menurut Syahrul, Islam adalah sesuatu yang dekat dengan semua orang dan membangun keteraturan. Seperti itulah Islam dan kemudian diformulasikan dalam lomba seni Islam.
"Seni selalu keluar dari hati yang paling murni, tulus, dan menggambarkan keikhlasan," ujarnya.
Menurutnya, Islam mengajarkan kedekatan vertikal dengan Tuhan. Hubungan dengan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam.
"Tanpa kita sadari, inilah yang kita sumbangkan untuk Maros, mengajarkan anak-anak agama Islam melalui seni," tuturnya.
Lomba Seni Islam BKMT tersebut juga dirangkaikan dengan pawai keliling Kota Maros yang diikuti ribuan ibu-ibu majelis taklim se-Kabupaten Maros. (Dewi/wsc)
Read More >>

Proyek KA Sulsel Diminati 4 Negara


Rabu, 13 Juni 2012
MAKASSAR – Proyek kereta api (KA) lintas Makassar-Parepare sepanjang 136,3 kilometer diminati investor dari empat negara. Terakhir, WEGH Group yang merupakan perusahaan industri perkeretaapian asal Italia menyatakan keinginannya menanam investasi ke daerah ini. 

Perusahaan tersebut berkantor di Kota Gujarat, India. Tiga investor lainnya juga berminat menangani proyek yang diperkirakan menelan dana triliunan rupiah tersebut, yakni Korea Selatan, Rusia, dan Jerman. Namun, hingga saat ini,semuanya masih dalam proses penjajakan. Kemarin,General Manager WEGH Group Luigi Bordonaro mengungkapkan ketertarikannya pada proyek KA Sulsel saat menemui Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim di Kantor Gubernur Sulsel.

Apalagi, perusahaan tersebut memang bergerak di sektor perkeretapian. Kedatangan Luigi Bordonaro khusus untuk membicarakan desain dan rencana proyek KA yang masuk dalam Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) itu. “Indonesia ini dekat dengan Australia dan India.Di sini juga ada proyek besar untuk perkeretaapian. Kita mengetahui proyek ini setelah ada promosi dari seminar, dan Sulsel menjual proyek ini,” katanya kepada wartawan di Makassar kemarin.

Dalam pertemuan yang berlangsung 30 menit tersebut, Pemprov Sulsel menyerahkan hasil studi kelayakan proyek KA lintas Makassar-Parepare kepada WEGH Group. “Hasil studi proyek ini akan kita pelajari dulu. Kami akan kembali ke sini dalam satu atau dua bulan ke depan untuk memastikannya,” kata Luigi Bordonaro. Muallim mengakui bahwa perusahaan asal Italia tersebut masih melakukan pengkajian dan mendalami secara detail mengenai rencana perkeretaapian di Sulsel.

Dia yakin WEGH Group segera memberikan jawaban sebagai bentuk keseriusan untuk menanamkan modalnya di proyek KA itu. “Kita sudah serahkan hasil survei, business plan, rencana biaya, pembebasan lahan, bantalan KA.Kita berikan ke mereka secara gratis untuk diolah lebih lanjut. Mereka memang memerlukan itu sebagai kajian,” kata Muallim. Dia menambahkan, jika proyek tersebut berjalan mulus, pada awal 2013 mendatang sudah bisa dilakukan pembebasan lahan milik warga yang dilintasi KA.

Proyek ini merupakan sharingdari pemerintah pusat,kabupaten,dan provinsi. “Proyek pembangunannya kita harap sudah bisa dimulai 2014 dan selesai dalam tiga tahun. Pada 2017, KA Makassar- Parepare sudah bisa dioperasikan,” katanya. Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) RI EE Mangindaan memastikan proyek perkeretaapian di Sulsel telah diminati investor dari tiga negara yang berbeda.

“Sudah banyak sekali negara lain mau ikut dalam proyek ini. Seperti Korea,Rusia,dan Jerman.Kelihatannya seperti gula. Insya Allah ini akan jalan terus,”kata Mangindaan. Selain menemui Sekprov Sulsel A Muallim,investor asal Italia ini juga menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di rujab gubernur tadi malam. Syahrul mengaku akan membuka peluang investasi sebesar- besarnya terhadap WEGH Group untuk menggarap proyek KA lintas Makassar- Parepare.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 15 menit itu, dia juga meminta Luigi agar kembali ke Sulsel dalam waktu dekat ini terkait hasil kajian terhadap hasil studi KA Sulsel yang diberikan. Dia mengatakan, dalam proyek perkeretaapian di Sulsel,sejumlah investor dari negara lain juga pernah mengutarakan niatnya untuk menanamkan modalnya di proyek itu. Karena itu, kata dia, tak ada salahnya jika perusahaan tersebut bisa bekerja sama dengan investor lain.

“Minimal harus ada kolaborasi. Ini kan ada beberapa investor yang ikut tertarik, jadi bisa join dengan investor lainnya,” katanya. Diketahui, selain Italia, beberapa investor juga berminat di proyek KA Makassar-Parepare. Di antaranya perusahaan Russian Railways asal Rusia, pemerintah Ubei di China,serta perusahaan RNA dan Korail dari Korsel. wahyudi 

Read More >>

Gubernur Serahkan Adipura di Tiga Daerah


Rabu, 13 Juni 2012
PAREPARE– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyerahkan Piala Adipura kepada Kabupaten Pangkep, Barru, dan Kota Parepare kemarin. Dalam kesempatan itu, gubernur juga memberikan bantuan tunai Rp100 juta per daerah. 

“Wali Kota Parepare dan masyarakat telah berhasil membuktikan kehebatannya,” kata Syahrul. Dia mengungkapkan, Adipura hanyalah sebuah simbol, tapi di baliknya terkandung makna luar biasa. Ada tekad dan kemauan wali kota dan seluruh masyarakat Parepare meraih cita-cita sebagai kota peraih Adipura. “Ada keindahan dan kebersamaan. Dalam Adipura ada tekad untuk membawa Parepare sebagai kota terbaik di Sulsel, bahkan seluruh Indo-nesia,” ujar dia. andi abriandi 

Read More >>

Bendungan KaralloE Segera Dibangun


RABU, 13 JUNI 2012 

4 Juli, Gubernur Lakukan Peletakan Batu Pertama
SUNGGUMINASA,  – Pekerjaan pembangunan bendungan Karalloe, di Kecamatan Biringbulu, Gowa hampir pasti terwujud. Itu setelah polemik mengenai lokasi bendungan KaralloE yang selama ini dipermasalahkan telah disepakati oleh Pemkab Gowa.
Rencananya, bulan Juli mendatang pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) akan memulai tahap pekerjaan.
Proses pekerjaan bendungan yang akan menelan anggaran Rp400 miliar APBN ini akan diawali dengan peletakan As bendungan yang akan dilakukan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, bersama Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementrian Pekerjaan Umum, Muhammad Hasan, 4 Juli mendatang. Selain peletakan batu pertama, juga akan dilakukan penandatangan kesepakatan antara Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo serta Bupati Jeneponto, Radjamilo mengenai pembangunan bendungan KarelloE.
Kepala SNVT PJSA Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Je’neberang (BBWSPJ), Haeruddin C Maddi di ruang kerjanya, Selasa, 12 Juni mengatakan bendungan ini akan dibangun di daerah Gowa.  Namun, manfaat bendungan ini juga akan dinikmati oleh masyarakat Jeneponto.
Kapasitas bendungan ini nantinya, sebut dia akan mengairi areal persawahan seluas 800 hektare di kedua daerah kabupaten bertetangga.
“Jadi manfaatnya akan dirasakan oleh petani di Gowa dan Jeneponto,” ujar Haeruddin.
Dia menjelaskan, untuk mempercepat realisasi pembangunan bendungan ini, pihak BBWSPJ selaku pelaksana proyek akan segera melakukan penyempurnaan desain, LARAP dan AMDAL sebagai salah satu prasyarat untuk mempercepat realisasi pembangunan mega proyek tersebut. Bahkan dalam waktu dekat ini kata Haeruddin, pihaknya akan segera mengusulkan sertifikasi desain dari Balai Bendungan  sebagai wujud kelayakan pembangunan suatu bedungan.
Pembangunan bendungan Karalloe ini sejak dua tahun lalu direncanakan. Hanya saja, pelaksanaan pembangunan ini terkatung-katung, lantaran Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo selama ini kurang setuju mengenai lokasi bendungan. Menurut Ichsan, melalui Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Gowa, Arifuddin Saeni beberapa waktu lalu mengatakan pada dasarnya Pemkab Gowa tidak mempersoalkan lokasi bendungan Karalloe akan dibangun. Hanya saja, Bupati meminta lokasinya ditinjau ulang karena berdekatan dengan patahan yang berpotensi menimbulkan resiko bencana longsor.
Bupati, lanjut Arifuddin tidak ingin kejadian longsoran Bawakaraeng terulang lagi di bendungan Karalloe. Sebab, akibatnya akan mempengaruhi bendungan seperti yang dialami bendungan serbaguna Bili-bili saat ini.
“Namun dengan adanya rencana peletakan As bendungan Karalloe berarti  lokasinya sudah disepakati bersama,” kata Kabag Humas, Arifuddin Saeni. (rus/eca)
Read More >>

Selasa, 12 Juni 2012

Perlu Optimalkan Tenaga Apoteker


Selasa, 12 Juni 2012
MAKASSAR – Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rahmat Latief memandang perlu mengoptimalkan tenaga apoteker di apotek untuk memberikan informasi kepada pasien. 

Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kasus medication error atau kesalahan obat. Rahmat Latief mengatakan, dari sekitar 400 lebih apotek yang tersebar di 24 kabupaten/ kota di Sulsel,lebih banyak yang melayani pasien atau konsumen adalah asisten apoteker, padahal yang utama sebenarnya adalah apoteker. Menurut dia,seorang apoteker harus mengetahui kondisi pasien atau pembeli obat yang mendapat resep dokter.

Misalnya, kadar atau dosis obat itu harus sesuai dengan berat badan pasien.“Jadi, bukan sekadar langsung memberikan obat atas resep dokter,”katanya. Berkaitan dengan hal tersebut, dia menganggap perlu membangun komunikasi yang baik antara dokter, apoteker, dan pasien sehingga penanganan penyakit pasien lebih efektif. Selain itu,seorang apoteker juga dituntut untuk jeli dan kritis atas resep yang ditulis dokter.

Sebagai gambaran, apabila resep untuk pasien yang berumur di atas 60 tahun, obatnya lebih dari tiga jenis obat itu harus dipertanyakan. Mengenai kebutuhan tenaga apoteker di suatu rumah sakit atau puskesmas,Rahmat mengatakan bahwa hal itu harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Hal itu dapat mengacu pada rasio apoteker dan resep di suatu rumah sakit berdasarkan standar organisasi kesehatan dunia WHO),yakni satu apoteker untuk 40 resep atau satu apoteker untuk lima sampai 10 tempat tidur di ruangan ICU. ● ant   

Read More >>

Pemprov Sulsel Akan Lakukan Penghematan BBM


Ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengancam saat ini, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan turun tangan. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah dengan melakukan pemangkasan  perjalanan dinas para pejabat. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, usai menggelar rapat dengan sejumlah Muspida bersama Pertamina Region VII Makassar, Senin, (11/6) yang membahas tentang masalah BBM.
Menurut Syahrul, penghematan adalah merupakan cara terbaik untuk meminimalkan penggunaan BBM. Saya memangkas perjalanan dinas para pejabat, agar hemat BBM. Diharapkan kepada para pejabat pemerintah, TNI dan kepolisian serta seluruh pihak, dapat memberi contoh yang baik dalam penanganan masalah penghematan.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga telah meminta kepada TNI dan Polri, untuk menjaga agar tidak terjadi penimbunan BBM. Mengenai sistem pengamanan di beberapa SPBU juga telah dilakukan, namun bentuk pengamanan yang dilakukan tidak secara terbuka. Artinya, penanganan masih dalam wilayah masing-masing dimana para Kapolsek dan Koramil menugaskan secara fungsional kepada jajarannya.

Lanjut Syahrul, Pertamina Region VII Makassar akan akan mengusulkan ke pusat untuk menambah kuota BBM, karena dengan perkembangan kendaraan mobil dan motor yang ada saat ini jumlahnya mencapai tiga kali lipat. Kuota yang ada tidak memungkinkan untuk bisa mencapai pelayanan yang maksimal. Kuota BBM bersubsidi ke Sulsel pada tahun 2012 sebenarnya tidak lebih kecil dibanding realisasi tahun 2011 lalu. Kuota tahun ini 2,99 juta kiloliter atau naik tujuh persen dari tahun sebelumnya 2,8 jutaa kiloliter.

Hr/Tn ( Selasa, 12 Juni 2012)

Read More >>

MoU Untuk Pilgub Sulsel


Pelaksanaan penandatanganan MoU antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, tentang  anggaran belanja hibah, dalam rangka pelaksanaan Pemilu Gubernur (Pilgub) dan Wakil Gubernur Sulsel tahun 2012. MoU ini dilaksanakan di Baruga Sangiaseri, Makassar, Senin (11/6). Dalam MoU ini, KPU Sulsel mendapat anggaran Rp319 miliar, dimana untuk  putaran pertama sebesar  Rp261 miliar dan putaran kedua apabila ada sebesar Rp58 miliar.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, dalam rangka suksesi kepemimpinan pilkada Sulsel tahun 2013 yang akan digelar di Sulsel, maka penyelenggara pemilihan umum Pilgub Sulsel tentu berkomitmen untuk memberikan dukungan pendanaan sebagaimana diatur dalam ketentuan perundang-undangan.

Dalam tahun anggaran 2012, telah dianggarkan belanja hibah kepada KPU. Untuk biaya persiapan penyelenggaraan pilgub  tahun anggaran 2013 yang akan datang, masih akan dianggarkan belanja hibah untuk membiayai kegiatan pelaksanaan hingga penyelesaiannya. Biaya penyelenggaraan pilgub mencakup belanja KPU Sulsel, KPU kabupaten/kota, PPK, PPS dan KPPS yang terdiri atas biaya pengadaan, pendistribusian, pengamanan dan biaya panitia pemilihan. Meskipun dana tersebut dikelola dan dikendalikan sepenuhnya oleh KPU Sulsel, namun secara umum pengelolaan dituntut untuk tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan.
Sementara KPU Sulsel, Jayadi Nas mengatakan, pilgub akan dilaksanakan Selasa 22 Januari 2013 mendatang. KPU provinsi dan kabupaten/kota telah siap untuk melaksanakannya.  Setelah menandatangani MoU ini, selanjutnya pada bulan ini juga akan dibentuk yang namanya penyelenggara adhoc yaitu penyelenggara di tingkat PPK dan PPS. Pada Juli mendatang akan dilakukan pelantikan, setelah itu kami akan menerima DP4 dari pihak Pemprov kemudian KPU untuk selanjutnya akan memutakhirkan dan itulah nanti akan melahirkan daftar pemilih tetap.

Ia mengungkapkan, KPU provinsi dan kabupaten/kota selalu berkoordinasi dengan stakeholder lainnya terkait dengan kebutuhan logistiknya, kesiapan SDM maupun sejumlah kesiapan yang lain. Termasuk, keputusan-keputusan yang harus dilahirkan KPU menjelang pilkada. KPU juga telah menyiapkan juklak dan juknis serta pemetaan jumlah logistik yang akan digunakan.

Adapun jumlah TPS/KPPS pada pilgub mendatang, adalah 15.514 TPS dengan jumlah personil 108.596 orang. Petugas Pemutakhiran Data Pemilih atau PPDP 15.514 orang, 2.990 PPS dengan personil 17.940 orang, dan 305 PPK dengan jumlah personil 3.050 orang.

Hr/Tn (Selasa, 12 Juni 2012)

Read More >>

Syahrul Rayakan Adipura Pangkep


Selasa, 12 Juni 2012 
syl-adp.jpg
Pangkep,  -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo hadir di Kabupaten Pangkep demi memberikan apresiasi bagi peraih Piala Adipura, Selasa (12/6/2012).

Kegiatan ini dipusatkan di alun alun Kota Pangkep. Ia yang hadir bersama Ketua DPRD Sulsel M Roem mengatakan atas nama pemerintah mengucapkan selamat kepada para peraih Piala Adipura.

Pangkep sendiri meraih tiga penghargaan, Piala Adipura, Adiwiyata Mandiri yang diraih SMPN 1 Pangkep dan Adiwiyata Nasional yang diraih SMAN 1 Pangkep.

Saling puji menghiasi kegiatan ini. Syahrul memuji Bupati Pangkep Syamsuddin yang baru dua tahun menjabat tapi telah dua kali mendapat Piala Adipura. "Kami datang atas nama Pemerintah memberikan apresiasi setinggi tingginya bagi Pangkep. Hal yang baik harus diulang, makin hebat, makin lancar dan makin baik. Kalau tidak diulang yang baik itu bisa berbahaya. Contohnya bernapas, makanya don't stop bernapas," kelakarnya.
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/06/12/syahrul-rayakan-adipura-pangkep
Read More >>

Senin, 11 Juni 2012

Pemprov-KPU Sulsel Sepakati Anggaran Pilgub Rp 319 M


 Senin, 11 Juni 2012 
Makassar, -- Pemprov Sulsel dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel akan melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) tentang perjanjian belanja hibah anggaran Pilgub Sulsel 2013.

Penandatanganan nota kesepahaman akan dilakukan di Baruga Sangiaseri Gubernuran, Makassar, Senin (11/6/2012). Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Ketua KPU Sulsel Jayadi Nas akan mewakili kedua belah pihak yang bersepakat.

Anggaran Pilgub Sulsel yang puncaknya nanti akan jatuh pada 22 Januari 2013 mendapat alokasi sebesar Rp 319 miliar. Masing-masing Rp 261 miliar untuk putaran pertama dan sisanya dikeluarkan jika terjadi putaran kedua. (din/tribun-timur.com)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/06/11/pemprov-kpu-sulsel-sepakati-anggaran-pilgub-rp-319-m
Read More >>

Gubernur Pangkas Biaya Perjalanan Pemprov



SENIN, 11 JUNI 2012 


MAKASSAR, – Jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Sulsel, menggelar rapat tertutup di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (11/6). Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan ini adalah rencana pemangkasan biaya perjalanan-perjalanan yang tidak perlu di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulsel.
Menurut Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, yang ditemui setelah pertemuan, langkah pemangkasan ini terkait dengan upaya penghematan energi dan BBM yang kini sedang dilakukan oleh pemerintah. Ia pun berharap agar instansi lainnya juga melakukan hal serupa. Termasuk, TNI dan Polri. Karenanya, surat edaran terkait penghematan energi sudah dikirimkan ke semua instansi.
"Kita sudah melakukan sosialisasi dan semua jalan. TNI dan polisi sudah mulai bergerak, kita menjaga agar tidak terjadi penimbunan dan lain-lain yang memungkinkan hal ini menjadi persoalan-persoalan ke depan," ujarnya.
Ia mengungkapkan, aparat keamanan juga melakukan pengamanan di SPBU, tetapi tidak secara terbuka. Artinya, penanganan masih dalam wilayah masing-masing. Kapolsek dan koramil menugaskan secara fungsional. Tetapi, eskalasinya meningkat dan mengkhawatirkan, jajaran muspida akan berembuk kembali untuk memutuskan terkait penjagaan SPBU.
"Kesimpulan terakhir, kita minta tambahan kuota ke pertamina karena dengan perkembangan kendaraan mobil dan motor yang ada sekarang ini, yang jumlahnya mencapai tiga kali lipat, kuota yang ada tidak memungkinkan untuk bisa mencapai pelayanan yang maksimal," tambah Syahrul.
Selain membahas masalah penghematan BBM, rapat muspida juga melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek. Antara lain, laporan tentang pemerintahan, ekonomi, efek sosial, keamanan dan masalah politik secara keseluruhan.
"Secara umum, semua di Sulsel berjalan dalam suasana yang aman dan terkendali," pungkasnya. (Dewi/wsc)
Read More >>

Anggaran Pilgub Disepakati


SENIN, 11 JUNI 2012 

alt
MAKASSAR, -- Anggaran biaya penyelenggaraan pemilihan gubernur (Pilgub) Sulsel 2013 mendatang akhirnya disepakati. Kesepakatan ini tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) anggaran belanja hibah dalam rangka pelaksanaan Pemilu Gubernur (Pilgub) dan Wakil Gubernur Sulsel tahun 2012 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel.
Dalam acara penandatanganan perjanjian yang dilaksanakan di Baruga Sangiaseri, Makassar, Senin (11/6), Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas,
mengatakan, pilgub akan dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Januari 2013 mendatang. KPU provinsi dan kabupaten/kota telah siap untuk melaksanakan hal itu.
"Momentum paling strategis adalah hari ini (kemarin, red), ketika kami sangat tergantung pada anggaran. Setelah menandatangani MoU, selanjutnya bulan ini juga kami akan membentuk yang namanya penyelenggara adhoc yaitu penyelenggara di tingkat PPK dan PPS. Insya Allah, bulan Juli akan dilakukan pelantikan, setelah itu kami akan menerima DP4 dari pihak pemprov kemudian KPU untuk selanjutnya akan memutakhirkan dan itulah nanti akan melahirkan daftar pemilih tetap," jelasnya.
Ia mengungkapkan, KPU provinsi dan kabupaten/kota selalu berkoordinasi dengan stakeholder lainnya terkait dengan kebutuhan logistiknya, kesiapan SDM maupun sejumlah kesiapan yang lain. Termasuk, keputusan-keputusan yang harus dilahirkan KPU menjelang pilkada.
"KPU juga telah menyiapkan juklak dan juknis serta pemetaan jumlah logistik yang akan digunakan," ujar Jayadi.
Adapun jumlah TPS/KPPS pada pilgub mendatang, adalah 15.514 TPS dengan jumlah personil 108.596 orang. Petugas Pemutakhiran Data Pemilih atau PPDP 15.514 orang, 2.990 PPS dengan personil 17.940 orang, dan 305 PPK dengan jumlah personil 3.050 orang.
"Personil inilah yang nantinya akan banyak bekerja di tingkat bawah. Mulai dari TPS di tingkat kelurahan/desa hingga kabupaten/kota dan provinsi," ungkapnya.
Menurutnya, koordinasi dengan pihak lain tidak bisa dihindarkan. KPU tidak akan ada apa-apanya sepanjang tidak ada sinergitas yang solid diantara seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder. Apakah itu pihak pemerintah dalam hal ini pemprov, pemkab, dan pemkot dengan seluruh jajarannya, pihak kepolisian, TNI, media, dan siapa saja yang sangat berkepentingan.
"Tidak akan sukses pemilu ini kalau tidak ada sinergitas yang solid diantara kita semua. Oleh karena itu, kami senantiasa membuka diri untuk bersama-sama mengikuti tahapan awal sampai akhir.
Bagaimana kita melihat agar semua ini jalan sesuai koridor dan aturan main yang telah ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. KPU dan seluruh jajarannya sampai ke tingkat bawah tidak ada kepentingan dengan kandidat tertentu. Yang ada dalam pemikiran kami hanyalah, bagaimana pemilu sukses, damai, dan mampu melahirkan pemimpin terbaik," tegasnya. (Dewi/wsc)
Read More >>

Minggu, 10 Juni 2012

SYL Lakoni Tour Adipura di 3 Kabupaten


Minggu, 10 Juni 2012
MAKASSAR - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan mengunjungi tiga daerah di Sulsel untuk melakukan agenda yang sama, Minggu (10/6/2012). Syahrul akan menyerahkan penghargaan piala Adipura di Soppeng, Wajo, dan Pinrang.

Tour Penghargaan Adipura yang dilakoni Syahrul diawali di Kabupaten Soppeng. Sesuai jadwal dari Biro Humas Pemprov Sulsel, penyerahan Penghargaan Adipura di Soppeng dilaksanakan pukul 09.00 Wita tadi.

Kemudian dilanjutkan Penyerahan Penghargaan Adipura di Kabupaten Wajo pada pukul 11.30 Wita siang ini, dan terakhir dilanjutkan di Kabupaten Pinrang pukul 14.15 Wita.
Tadi pagi, sekitar pukul 06.00 Wita, mantan Bupati Gowa dua periode ini melepas peserta gerak jalan sehat dalam rangka memperingati HUT RSUD Labuang Baji, Makassar yang ke 742. (*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/06/10/syl-lakoni-tour-adipura-di-3-kabupaten
Read More >>

Gubernur Serahkan Piala Adipura Wajo


Minggu, 10 Juni 2012

KABUPATEN Wajo tahun ini kembali mempertahankan Piala Adipura untuk yang keempat kalinya. 

Gubernur Sulawesi Selatan DR.H.Syahrul Yasin Limpo menyerahkan langsung Piala Adipura kepada Bupati Wajo H.A.Burhanuddin Unru dihadapan ribuan masyarakat Kabupaten Wajo siang tadi (10/6/2012) di pendopo/baruga Wecudai Rumah Jabatan Bupati Wajo.

Bupati Wajo H.A.Burhanuddin Unru dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Wajo atas peran serta dan partisipasinya sehingga daerah ini dapat kembali mempertahankan supremasi tertinggi bidang kebersihan lingkungan kategori Kota Kecil bersama 44 Kabpaten/Kota Se-Indonesia. 

Disamping itu, bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan gubernur sehingga Wajo dapat berhasil dalam berbagai bidang, termasuk beberapa kali meraih penghargaan dalam bidang pengembangan pertanian. Sementara itu, SYL mengharapkan agar seluruh program yang dinilai berhasil harus tetap dilanjutkan.

"Jika pemerintahnya berhasil dan hasilnya baik-baik, kenapa tidak dilanjutkan," kata Syahrul.
Usai penyerahan Piala Adipura, Gubernur SYL juga melepas secara arak-arakan Piala Adipura dalam kota Sengkang sebelum akhirnya bertolak menuju Kabupaten Pinrang dengan menggunakan pesawat Helikopter. Demikian Hasri_Kabag Humas Wajo melaporkan dari Sengkang.(*)


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/06/10/gubernur-serahkan-piala-adipura-wajo
Read More >>

Sabtu, 09 Juni 2012

Pemprov Minta Kebutuhan Dasar BBM Dipenuhi


SABTU, 09 JUNI 2012 

MAKASSAR, — Semakin menipisnya kuota bahan bakar minyak (BBM) premium jenis bensin di beberapa tempat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel meminta agar kelangkaan yang memang terjadi di beberapa provinsi lain, bisa diminimalisir di Sulsel dengan melakukan pemenuhan kebutuhan dasar BBM
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan, kelangkaan BBM sebenarnya juga terjadi di beberapa provinsi lain, hanya untuk Sulsel hal itu harus bisa tetap dijaga agar kelangkan itu tidak terjadi secara luas.
Tetapi ini harus didukung oleh semua pihak. Menurut perhitungan kita, pertama kepada Pertamina, kebutuhan dasar harus terpenuhi. Tentu saja, jangan ada kaget-kagetan atau tiba-tiba (terjadi kelangkaan). Apalagi terjadi penimbunan atau orang-orang yang mengambil kesempatan,” jelas Syahrul di Rujab Gubernur, Jumat, 8 Juni.
Saat ini, lanjutnya, Pemprov Sulsel masih tetap berupaya menjaga kelangkaan itu tidak terjadi dengan melakukan koordinasi dan kerja sama dengan seluruh jajaran pemerintahan kabupaten/kota di Sulsel, termasuk dari TNI dan pihak kepolisian.
Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulsel, Andi Muallim, mengungkapkan, pihaknya segera mengedarkan imbauan kepada semua pemerintah kabupaten/kota agar melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi kelangkaan, akibat stok BBM yang makin menipis.
“Imbauan sekarang kepada daerah sudah ada di meja Pak Gubernur untuk di tandatangani, itu untuk melakukan antisipasi mengenai itu,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengaku telah melayangkan surat ke Pertamina untuk permintaan penambahan kuota BBM daerah di Sulsel.
“Kami hari ini juga (kemarin) mengirim surat untuk meminta tambahan kuota, jangan sampai terjadi seperti apa yang digambarkan di media, kami sudah layangkan surat itu ke Pertamina,” katanya. (eky/ism) 
Sumber : cakrawalaberita
 
 
Read More >>

GDP Somba Opu Segera Dioperasikan


SABTU, 09 JUNI 2012 

Investor Siapkan  Kompensasi 20 Persen ke Pemprov
 MAKASSAR,  — Gowa Discovery Park (GDP) Somba Opu segera dioperasikan dalam waktu dekat ini. Operasional GDP tersebut akhirnya menemui titik terang setelah tertunda beberapa bulan lalu.
Sebelumnya, GDP dioperasikan di awal tahun 2012, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel masih terkendala perjanjian kerja sama (PKS) dengan PT Mirah Mega Wisata selaku  investor yang akan mengelola wahana bermain untuk keluarga tersebut.
Pemprov akhirnya sepakat dengan menandatangani PKS dengan investor untuk mengoperasikan GDP tersebut. Dalam perjanjian itu, investor siap menyetor hasil keuntungan sebesar 20 persen kepada pemprov sebagai sumber pendapatan daerah.
Sekretaris Provinsi Sulsel, Andi Muallim, Jumat, 8 Juni, mengatakan, baik Pemprov Sulsel maupun pihak investor telah menemukan kesepakatan terkait berapa besar bagi hasil GDP yang masuk ke kas daerah.
Pihaknya telah meminta pengelola untuk melengkapi seluruh administrasi, sebelum wahana bermain tersebut diresmikan. Termasuk salah satunya, menyelesaikan PKS serta nilai taksasi untuk bisa menemukan sampai bisa 20 persen konstribusi ke kas daerah.
“Saya sudah rapatkan dengan mengundang investor pengembang. Jadi, mereka siap saja untuk bagi hasil meningkat menjadi 20 persen. Kami sudah sepaham itu, karena memang aturannya, kalau tidak layak, tidak boleh kerja sama,” tegas Muallim usai menghadiri rakor pemantapan PKS GDP di Kantor Gubernur Sulsel kemarin.
GDP ini dibangun di atas lahan seluas 17 hektare di kawasan bersejarah Benteng Somba Opu Kabupaten Gowa. GDP ini terdiri dari beberapa wahana untuk rekreasi keluarga, seperti taman gajah seluas 2,3 hektare, taman burung 1,7 hektare, waterboom tiga hectare, serta treetop outbond sekitar tiga hektare.
Ditaksir, biaya yang digunakan pada pembangunan tahap pertama taman ini mencapai Rp40 miliar.
Sementara, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel Julianus Batara mengatakan, peresmian GDP ini akan dilakukan pada bulan Juni ini.
Hanya saja, pihaknya juga masih menunggu izin penangkaran satwa dari Kementerian Kehutanan dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), lantaran wahana ini akan dihuni sebanyak 2000 ekor burung berbagai jenis yang didatangkan dari berbagai belahan dunia khususnya satwa endemik asal Pulau Sulawesi.
Sebelumnya, PT Mirah Mega Wisata sebagai pengembang hanya mampu memberikan bagi hasil keuntungan sebesar 19 persen kepada Pemprov Sulsel. Usulan ini ditolak, karena pemprov menginginkan 20 persen.
Setelah PKS dan administrasi lainnya telah dirampungkan, kemudian menunggu waktu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, untuk meresmikan pengoperasian GDP tersebut.
“Saya kasih waktu sekitar satu minggu untuk menyeselesaikan semua administrasi dari proses itu. Dan mereka juga sudah meminta untuk secepatnya,” kata mantan Kepala Inspektorat Sulsel ini.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa dalam PKS itu, Pemprov dan PT Mirah Mega Wisata sepakat soal sharing manajemen dengan menempatkan orang pemprov untuk terlibat dalam pengelolaan GDP tersebut.
“Kami sepakat tempatkan dari pemda, dua orang saja. Jabatannya mungkin lebih baik di komisaris, karena toh bentuk perusahaannya perseroan terbatas,” jelasnya. (eky/ism)
Read More >>

Jumat, 08 Juni 2012

Pertemuan Aparat Kehumasan


Pemerintah Prov. Sulsel dalam hal ini Biro Humas dan Protokol Setda Prov. Sulsel menggelar Forum Kehumasan yang dibuka staf ahli bidang pemerintahan, Drs. A. Amirullah mewakili gubernur, yang diawali pembacaan laporan kegiatan oleh Kepala Biro Humas, H. Agus Sumantri, di Hotel Losari Metro, Kamis, 7 Juni 2012. Forum ini menghadirkan beberapa narasumber, diantaranya Pimpinan Redaksi Harian Fajar, Sukriyansyah S Latief, Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas, pengamat politik, Adi Suryadi Culla dan Akademisi,  A.Iqbal Sultan.
A. Amirullah dalam sambutannya mengatakan bahwa Netralisasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan media massa dinilai memiliki andil besar untuk mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah yang damai. Dalam hal kebijakan pemerintahan para PNS di bidang kehumasan dan Media Massa bertugas mensosialisasikan informasi kebijakan pejabat publik. Sedangkan informasi kebijakan publik, jika tak dikelola dengan baik bisa menyulut opini publik yang negatif dan memicu konflik.
Humas dan media memang harus bersahabat, namun humas juga jangan langsung kecewa ketika wartawan mengkritisi kebijakan pemerintah karena Itu adalah proses yang baik untuk demokrasi kita. Paradigma pemberitaan media sudah seharusnya berubah. Dewasa ini media didorong untuk melihat kabar yang baik sebagai sebuah berita yang baik, memberikan prestasi pemerintah daerah menjadi prioritas dibandingkan hanya mencari kejelekannya saja.
Dalam diskusi tersebut terungkap netralitas PNS dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) masih sulit terwujud. Di beberapa daerah, distribusi jabatan dan posisi PNS masih sangat dipengaruhi oleh pejabat politik. PNS yang paling kerap mengalaminya adalah mereka yang duduk diposisi humas pemerintahan.
Menurut Adi Suryadi Culla, bahwa netralisasi media memang mustahil diwujudkan, sedangkan untuk independen itu bisa saja karena media bisa saja mengatur pemberitaannya untuk hal-hal yang benar untuk  kepentingan publik. Tapi media juga harus tetap mengikuti keinginan pemilik modalnya.

Ph/Na (Jumat, 8 Juni 2012)

Read More >>

Kamis, 07 Juni 2012

Sulsel Sentral Perdagangan KTI


Pameran Pangan Nusa Diikuti Delapan Provinsi
 
MAKASSAR,--Pameran Pangan Nusa ke-VII dan pameran produk dalam negeri regional, diharapkan dapat mendukung penguatan pasar dalam negeri, terutama melalui peningkatan transaksi antar wilayah.
Demikian dikemukakan Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementrian Perdagangan (Kemendag) RI, Gunaryo, saat peresmian pembukaan Pameran Pangan Nusa ke-VII dan Pameran Produk Dalam Negeri Regional 2012, di Lapangan Hasanuddin Makassar, Rabu (6/6).
Pameran yang mengangkat tema "Diversifikasi Pangan Nasional dan Peningkatan Transaksi Domestik Melalui Misi Dagang Lokal" lanjut Gunaryo, merupakan pameran kedua kalinya yang dilaksanakan setelah sukses diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah (Jateng).
"Kegiatan ini, merupakan bukti konsistensi dukungan Kemendag, untuk memperkuat pasar dalam negeri serta melestarikan kebudayaan Indonesia. Melalui kuliner dan produk-produk yang memiliki konten lokal," terangnya.
Menurut dia, pameran ini merupakan momentum yang baik untuk merubah paradigma pola konsumsi. Apalagi saat ini, Indonesia merupakan negara dengan penderita diabetes ke empat terbesar di dunia berdasarkan data World Health Organization (WHO).
Dengan merubah pola konsumsi kata Gunaryo, kesehatan masyarakat juga dapat lebih meningkat. Apalagi, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang melimpah yang tercermin dari beraneka ragam kuliner nusantara.
"Kekayaan kuliner ini yang menjadi sumber diversifikasi pangan nasional. Mengubah pola konsumsi itu, artinya juga mengubah kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan pangan yang sehat, aman, higienis dan bergizi. Apalagi selain beras, Indonesia juga merupakan salah satu konsumen gula kedua terbesar di dunia setelah Amerika Latin," ungkapnya.
Ditambahkan, alasan pemilihan Makassar sebagai tuan rumah pelaksanaan pameran untuk wilayah Sulawesi, adalah dengan pertimbangan Provinsi Sulsel merupakan sentral kawasan perdagangan dan masih menjadi barometer ekonomi di Kawasan Indonesia Timur.
"Sulsel juga merupakan provinsi yang peduli terhadap penggunaan produk dalam negeri dan pembinaan UKM. Bahkan, Sulsel memiliki kuliner hasil laut yang sangat potensial dan terkenal hingga mancanegara," katanya.
Adapun jumlah peserta yang mengikuti pameran di Makassar, kata Gunaryo, sebanyak delapan provinsi. Diantaranya, Provinsi Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jateng, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Gorontalo.
"Ada juga beberapa mitra binaan dari Provinsi Sulsel dan dari Kemendag yang menempati 85 stand. Yang terdiri dari stand pameran pangan Nusa dan 45 stand pameran produk dalam negeri regional," jelasnya.
Sementara Sekretaris provinsi (Sekprov) Sulsel, Andi Muallim menuturkan, pameran yang dilaksanakan di Makassar sangat istimewa. Sebab, untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar Pulau Jawa.
Selain itu, Makassar juga merupakan Centre of Indonesia (CoI). Dimana, produk-produknya mampu menembus pasar ekspor. Sehingga pelaku UKM dituntut untuk meningkatkan mutu produk yang dihasilkan.
"Pameran ini penting seiring meningkatnya hasil produk dalam negeri yang dihasilkan. Melalui pameran ini juga, diharapkan perusahaan untuk memprkenalkan kepada masyarakat. Sehingga, mereka tidak salah memilih produk yang diinginkan," tuturnya.
Saat ini kata Muallim, Sulsel merupakan tujuan investasi. Karena, memiliki potensi yang sangat besar. Pertumbuhan ekonomi tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan angka yang cukup signifikan. "Saya mau titipkan kepada pak Dirjen, pameran ini dijadikan agenda tahunan di Sulsel," harapnya. ()

Sumber: 
http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=87381
Read More >>

Pendidikan Gratis SMA Sulsel Butuh Rp200 Miliar


Kamis, 07 Juni 2012 

Makassar  - Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan H Patabai Pabokori mengatakan, pelaksanaan program pendidikan gratis untuk tingkat SMA di daerah tersebut membutuhkan anggaran Rp200 miliar.

"Dana itu dapat menutupi pembiayaan pendidikan tingkat SMA dan sederajat yang berjumlah sekitar 600 ribu, khususnya pembebasan biaya dalam proses penerimaan siswa baru," kata Patabai di Makassar, Kamis.

Dia berharap, dalam penerimaan siswa baru tingkat SMA dan sekolah sederajat tidak ada lagi pungutan dengan alasan apapun. 
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pemerintah kabupaten/kota memberikan dukungan penuh, termasuk mengawasi pihak sekolah yang tidak mengindahkan imbauan itu.
Sementara dari total dana yang dibutuhkan dalam penerimaan siswa baru di tingkat SMA dan sederajat, dia mengatakan APBD Sulsel mengalokasikan dana sekitar 80 miliar. Sedang sisanya diharapkan ditutupi dari penganggaran 24 pemerintah kabupaten/kota.

"Jadi porsi penganggaran itu diharapkan 40 persen dari provinsi dan 60 persen pemerintah kabupaten/kota sama seperti porsi program pendidikan gratis untuk tingkat SD dan SMP," katanya.

Menurut dia, intervensi pendanaan untuk siswa SMA di Sulsel sudah dimulai sejak 2010 dengan mengalokasi anggaran pengadaan buku penunjang Ujian Nasional khusus bagi siswa kelas tiga.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang wali siswa SMA kelas tiga di Kota Makassar Nurmiah mengatakan, pengadaan buku cetak untuk siswa belum optimal, karena masih ada kekurangan jumlah buku yang dialokasikan di satu sekolah.

"Jadi, siswa yang tidak mendapatkan buku, harus rela meminjam buku temannya atau memfotocopy buku itu," katanya. (T.S036/Z002) 
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/39438/pendidikan-gratis-sma-sulsel-butuh-rp200-miliar
Read More >>

Produksi Cukup Harga Beras Sulsel Stabil


Kamis, 07 Juni 2012 

Produksi Cukup Harga Beras Sulsel Stabil
Ilustrasi beras (FOTO ANTARA/Basri Marzuki)
Makassar - Harga besar di sejumlah pasar tradisional di Sulawesi Selatan relatif stabil akibat dukungan produksi yang cukup dari 24 kabupaten/kota.

Harga beras jenis medium rata-rata masih berkisar Rp5.700 per kilogram, sedang kualitas di bawahnya ada yang seharga Rp4.800 per kg, kata salah seorang pedagang di Pasar Terong, Makassar, Kamis.

Ia mengatakan, distribusi beras dari daerah cukup lancar sehingga harga beras cenderung stabil, meski kini sebagian wilayah di Sulsel masuk masa tanam. Kondisi itu dibenarkan Kepala Perum Bulog Divre VII Sulsel Tommy S Sikado.

Menurut dia, produksi beras Sulsel cukup stabil sepanjang tahun, karena apabila bagian selatan Sulsel memasuki masa tanam, maka pada saat yang sama daerah bagian utara Sulsel dalam masa panen.

Bahkan pada saat musim hujan cenderung panjang, daerah selatan dan utara dapat bersamaan panen, sehingga produksi beras di daerah ini tetap ada sepanjang tahun.

Mencermati perkembangan cuaca pada 2012, lanjut Tommy, pihaknya optimistis dapat mencapai prognosa 2012 sebanyak 526 ribu ton setara beras.

Prognosa Bulog 2012 lebih tinggi dari prognosa 2011 yang hanya 260 ribu ton dan realisasinya mencapai 268 ribu ton setara beras.

Berkaitan dengan hal tersebut, Bulog Divre Sulsel terus mengoptimalkan penyerapan produksi petani pada saat musim panen melalui 400 lebih mitranya, termasuk penggilingan berskala besar dan kecil. (T.S036/S004)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/39430/produksi-cukup-harga-beras-sulsel-stabil
Read More >>

Peresmian Pembukaan Pameran Pangan Nusa


Kementerian Perdagangan kembali menggelar Pameran Pangan Nusa dan Pameran Produk Dalam Negeri Regional. Kali ini pameran kuliner ini diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan dan dibuka Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo di Lapangan Hasanudin Makassar, Rabu, 6 Juni 2012.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Gunaryo mengungkapkan pameran ini bertujuan memperkuat pasar dalam negeri serta melestarikan kebudayaan Indonesia melalui kuliner dan produk-produk yang memiliki konten lokal. Mengangkat tema “Diversifikasi Pangan Nasional” dan “Peningkatan Transaksi Domestik melalui Misi Dagang Lokal”,  diharapkan ini dapat mendukung penguatan pasar dalam negeri terutama melalui peningkatan transaksi antar wilayah.
Kekayaan kuliner tersebut yang menjadi sumber diversifikasi pangan nasional. Mengubah pola konsumsi itu artinya juga mengubah kesadaran masyarakat untuk lebih memperhatikan pangan yang sehat, aman, higienis dan bergizi.
Gunaryo berharap, peserta yang berpartisipasi dapat memanfaatkan momentum ini tidak hanya untuk memperluas akses pemasarannya, namun juga untuk mengukur sejauh mana produknya memiliki daya saing. Negara-negara lain telah melirik potensi pasar Indonesia, sekarang tinggal bagaimana kita dapat meningkatkan daya saing dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Semoga pameran ini menjadi momentum yang baik untuk meningkatkan daya saing yang akhirnya akan mendukung kinerja perdagangan dan perekonomian nasional.
Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muallim mengatakan pameran yang dilaksanakan di Makassar sangat istimewa. Sebab, untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar pulau Jawa, Selain itu Makassar juga merupakan Centre of Indonesia (CoI). Dimana produk-produknya mampu menembus pasar ekspor, sehingga pelaku UKM dituntut untuk meningkatkan mutu produk yang dihasilkan. Sulsel merupakan tujuan investasi, karena memiliki potensi yang sangat besar. Pertumbuhan ekonomi tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan angka yang cukup signifikan.
Adapun peserta yang mengikuti pameran di Makassar  berasal dari Provinsi Jambi, Riau,  Bangka Belitung, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Gorontalo. Selain itu, terdapat beberapa mitra binaan dari Provinsi Sulawesi Selatan dan mitra binaan dari Kementerian Perdagangan yang menempati sebanyak 85 stan, yang terdiri dari 40 stan pameran pangan nusa dan 45 stan pameran produk dalam negeri regional.
Guna mendukung keseluruhan kegiatan ini, akan dilaksanakan juga lomba masak makanan minuman khas daerah yang diikuti oleh 11 peserta dari 7 (tujuh) provinsi, yaitu Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan sendiri. Lomba tersebut bertujuan untuk memperkenalkan hidangan menu unggulan khas setiap daerah dan menciptakan produk pangan secara kreatif dan inovatif, dengan dewan juri yang sudah profesional di bidangnya.

Rs/Yn (Kamis, 7 Juni 2012)
Read More >>

Rabu, 06 Juni 2012

Pajak Bahan Bakar Sulsel Tidak Naik


Rabu, 6 Juni 2012 

MAKASSAR - Pemprov Sulsel tidak akan menaikkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).


Pemerintah Sulsel mengaku tetap bertahan pada angka yang telah berlaku saat ini di Sulsel.

Pemprov belum tergiur untuk menaikkan salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) dalam waktu dekat. Meskipun pemerintah pusat memperbolehkan pemerintah daerah untuk menaikkan PBBKB hingga 5 persen.

Pemprov Sulsel telah menetapkan besaran PBBKB sebesar 1,5 persen dari harga dasar bahan bakar.

Kepala Bidang Pajak Daerah Dispenda Sulsel, Malik Faizal mengklaim angka tersebut lebih direndah dibanding provinsi lainnya di Indonesia.

“Kita masih akan bertahan di angka yang sekarang sudah berlaku meskipun pemerintah membolehkan daerah untuk menaikkan pajak PBBKB hingga 5 persen,” kata Malik, Rabu (6/6/2012).

Malik menegaskan, Berdasarkan kebijakan yang telah diterbitkan gubernur, kenaikan Pendapatan Asli Daerah diupayakan bukan bersumber dari pajak yang dapat membebani masyarakat. (din)


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/06/06/pajak-bahan-bakar-sulsel-tidak-naik
Read More >>

Sulsel-Kanada Kerja Sama Entaskan Kemiskinan


RABU, 06 JUNI 2012 

alt
MAKASSAR,  -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Canadian In­ternational Development Agency (CIDA) atau Badan Pembangunan Internasio­nal Ka­nada sepakat meng­en­taskan ke­miskinan di Sulsel.
Keingin­an bersama  itu ter­ungkap saat Direktur Regional CIDA untuk Asia, Mr Nan­kivell, me­lakukan per­temuan de­ngan Gubernur Sulsel Syah­rul Yasin Limpo di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Su­dirman, Makassar, Selasa, 5 Juni.
“Saya sangat senang ka­lau pembicaraan kita ini bisa ditindaklanjuti dengan kese­pakatan kerja sama,” kata Syah­rul.
Ia mengungkapkan, Sulsel adalah Center Point of Indonesia (CPI) dan menjadi daerah penyangga utama pa­ngan beberapa provinsi di Indonesia. Sulsel kaya akan komoditas pertanian, perkebunan, perikanan, hingga pertambang­an.
“Kami punya ba­nyak ikan dan rumput laut,” ujar mantan Bu­pati Gowa dua periode ini.
Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu berharap, CIDA bisa melakukan lebih banyak lagi untuk Sulsel. Bukan hanya kerjasama di bidang sosial kemasyarakatan.
Tetapi, CIDA bisa ikut ber­peran untuk mengajak para pengusaha di Kanada membangun industri di Sulsel. Hal itu juga akan berdampak pada penurunan ang­ka kemiskinan di Sulsel.
“Kami punya biji besi dan galena, termasuk nikel, emas, dan hasil tambang lainnya,” urainya.
Syahrul meyakinkan jika aparat pemerintahan di Sulsel bekerja dengan tulus untuk rakyat dan tidak melakukan hal yang bertentangan dengan aturan dalam hal pengelolaan keuangan. Hal itu terbukti dengan diraihnya opini penilaian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Clean and Clear.
“Kami juga konsisten da­lam hal pelestarian lingkungan hidup. Karena itu, meskipun kami memiliki pertambangan yang cukup banyak, saya tidak mengeluarkan izin baru lagi. Hal ini untuk menjaga lingkung­an,” tegasnya.
Sementara, Direktur Re­gional CIDA untuk Asia, Mr Nankivell, menjelaskan, tujuan kedatangannya mene­mui Gubernur Syahrul untuk mendiskusikan kerjasama an­tara Kanada dan Sulsel dalam hal pembangunan masyarakat untuk mengurangi kemiskinan.
“Pembangunan ma­sya­rakat untuk mengurangi ke­miskinan ini terkonsentrasi pa­da masyarakat pesisir dan yang tinggal di sekitar aliran sungai,” jelasnya.
Nankivell mengungkapkan, sebelumnya sudah ada beberapa program CIDA yang dilaksanakan sejak tiga tahun lalu. Antara lain, di Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Takalar, Bantaeng, dan Bulukumba.
“Ada juga yang sementara berjalan dan ada program yang baru akan dimulai,” imbuhnya.
Ia menambahkan, jumlah dana yang dikucurkan CIDA untuk pembangunan masyarakat di Indonesia secara keseluruhan mencapai 20 juta dolar Kanada tiap tahun.
“Kami tidak bisa meng­uraikan satu per satu. Karena, tiap proyek atau program ada dananya masing-masing,” tam­bahnya. (*/ute)
Read More >>

Sulsel Target Tiga Besar MTQ Nasional


RABU, 06 JUNI 2012 

MAKASSAR,  – Sebanyak 42 kafilah asal Sulsel akan berjuang masuk tiga besar pada perhelatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIV tingkat nasional yang berlangsung di Ambon, Maluku, 8-15 Juni mendatang.
Kepala Biro Mental dan Spiritual, Syamsibar, mengatakan, target tim MTQ Sulsel masuk tiga besar. Para kafilah terbaik yang dipilih pada MTQ tingkat provinsi yang dilaksanakan di Kabupaten Sinjai, beberapa waktu lalu, siap berjuang masuk tiga besar.
“Kami targetkan bias masuk tiga besar. Para kafilah akan didampingi panitia dan penggembira, sehingga total keseluruhan kafilah Sulsel yang akan berangkat ke Ambon berjumlah 120 orang,” ungkapnya di sela-sela acara Pelepasan Kafilah Sulsel Menuju MTQ XXIV Ambon 2012 di Baruga Sangiaseri, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Selasa, 5 Juni.
MTQ tingkat nasional di Ambon akan memperlombakan antara lain tilawah Al Quran, tafsir Al Quran, hipsil Al Quran, kaligrafi Al Quran, syahril Al Quran, fahmil Al Quran, dan M2 IQ.
“Semua jenis lomba akan diikuti kafilah Sulsel,” ungkap Syamsibar.
Ia menambahkan, selama ini para kafilah telah dilatih oleh hakim nasional yang dipusatkan di Gedung LPTQ. “Kami punya mimpi masuk tiga besar dengan upaya kami selama ini,” harapnya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, orang yang berhasil itu adalah orang yang agamanya baik. Kalau mau lihat kondisi suatu daerah, lihat saja kondisi masjidnya.
“Di mana-mana saya mulai jabatan selalu mulai dengan masjid. Bukan karena jabatan atau mau pilkada, tapi paradigma saya seperti itu,” kata Syahrul.
Syahrul menegaskan, yang menang adalah mereka yang punya kemauan. Salah satu kuncinya adalah PAKUI yang merupakan akronim dari pray (doa), attitude (karakter yang baik), knowledge (pendidikan), ulet, dan impian. Orang yang menang adalah orang yang fokus. Datang ke Maluku untuk sebuah prestasi.
“Tidak boleh kalah di sana. Yang menang adalah yang tidak takut. Jangan galau, jangan gelisah. Karena kalau tegang, tidak jalan pikirannya. Tetap rileks tanpa beban. Pegang itu PAKUI,” tegasnya.
Pelepasan Kafilah Sulsel Menuju MTQ XXIV Ambon 2012 dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Alumni Ikatan Pemuda Remaja Masjid Indonesia Sulsel (PW IKA-Prima Sulsel) Periode 2012-2015.
Kepada para pengurus PW IKA-Prima Sulsel yang baru dilantik, Syahrul berpesan agar para pengurus berperan aktif dalam pemberantasan buta aksara baca tulis Al Quran. (eky/ute)
Read More >>

Gubernur Warning Wali Kota dan Bupati


Rabu, 06-06-2012 




MAKASSAR,-- Semakin banyaknya alih fungsi lahan pertanian menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Masalah ini menjadi hal serius, apalagi Sulsel merupakan provinsi penyanggah stok pangan nasional.
Keseriusan Pemprov Sulsel terhadap alih fungsi lahan, membuat Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo mengeluarkan edaran bagi seluruh bupati dan wali kota di Sulsel untuk melarang alih fungsi lahan. Edaran yang dikeluarkan awal Mei 2012 lalu berisi permintaan agar bupati/wali kota melindungi dan melarang alih fungsi lahan yang sudah ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan, kecuali untuk kepentingan umum sesuai yang tercantum dalam uu no 41 tahun 2009 tentang perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.

"Sosialisasi ini sangat penting, mengingat salah satu kendala dalam penataan ruang adalah alih fungsi lahan menjadi sejumlah fungsi, diantaranya untuk industri. Dan itu tidak boleh ada dalam konsep penataan ruang karena dalam uu tata ruang tidak boleh ada perubahan fungsi,"tegas Kepala UPTD Mamminasata, Ir. H. Zulkarnain Kitta MSi yang ditemui pada acara sosialisasi manual penataan tata ruang dalam rangka mendukung kinerja penyelenggaraan penataan ruang di kawasan perkotaan Mamminasata baru-baru ini.

Pada edaran ini, papar Zulkarnain, gubernur juga meminta bupati untuk melarang keras setiap orang untuk menempatkan, mendirikan dan merenovasi bangunan dan atau pagar pekarangan dengan jarak kurang dari ketentuan sesuai Pergub Sulsel no 114 tahun 2009 tentang garis sempadan jalan pada daerah pegunungan perkotaan dan bangunan bersejarah.

Selain itu, gubernur juga meminta agar pemda mempertahankan kelestarian fungsi sungai dengan melarang mendirikan bangunan permanen untuk hunian dan tempat usaha pada daerah sempada sungai, yaitu kawasan sepanjang kiri dan kanan sungai sesuai Permen PU no 63/PRT/1993 tentang garis sempadan sungai, daerah manfaat sungai, daerah penguasaan sungai dan bekas sungai.

"Edaran ini sekaligus merupakan upaya pengamanan dan pengendalian fungsi lahan pertanian, area bantaran sungai, sempadan pantai termasuk hutan mangrove dan daerah manfaat jalan, serta untuk penegakan perda no 9 tahun 2009 tentang rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Sulsel. Edaran ini juga seirma dengan perpres no 55 tahun 2011 tentang penataan ruang kawasan perkotaan Mamminasata, UU RI no 26 tahun 2007 tentang penataan ruang. Sosialisasi ini diikuti oleh instasi vertikal, Pemprov Sulsel dan pemkab,"katanya. ()

Sumber: 
Read More >>