| Kamis, 26 Juli 2012 | |
| MAKASSAR
– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel siap menggelar pameran
pembangunan daerah bertajuk Sulsel Incorporated and Development Expo
(SIDE) 2012 di Celebes Convention Centre (CCC). Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung 30 Agustus hingga 2 September 2012. Pameran ini ditargetkan dihadiri 25.000 warga Kota Makassar dan sekitarnya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Yaksan Hamzah mengatakan, kegiatan ini akan dirangkaikan dengan HUT Proklamasi Republik (RI). “Kegiatan ini untuk memamerkan sejumlah pembangunan di Sulsel yang perlu disosialisasikan. Kami berharap kegiatan ini dikemas semenarik mungkin, agar masyarakat tertarik untuk berkunjung,”ujar dia kemarin. Dia berharap, seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota bisa mengambil bagian pada event SIDE 2012 ini dengan memunculkan rencana pembangunan hingga 2013 mendatang. Pemimpin Debindo Mega Promo, Jefri Eugene, selaku event organizer SIDE 2012, mengatakan, kegiatan tahun ini akan dikemas sedemikian rupa sehingga bisa menyedot perhatian masyarakat. Pada tahun ini, kata dia, pihaknya berani melakukan kegiatan outdoor untuk menggelar pameran dan pertunjukan hiburan.Konsep ini diakui berbeda dengan tahun lalu. “Tahun lalu tidak terlalu banyak pengunjungnya karena bertepatan dengan Ramadan, apalagi tidak ada aktivitas outdoor. Kali ini kami target 20.000 sampai 25.000 pengunjung yang hadir,”pungkasnya. Beberapa agenda kegiatan yang direncanakan di ataranya presentasi bisnis, kontak dagang, pagelaran seni dan budaya, artis performance, stand up comedy, serta lomba kreativitas pelajar dan masyarakat umum. Selain itu, juga digelar lomba pukul bedug, photo competition, grafitty, band indie competition, lomba menari,serta lomba mewarnai. ● wahyudi |
Kamis, 26 Juli 2012
Pameran Pembangunan 2012-Panitia Target 25.000 Pengunjung
Persiapan PON-Racer Sulsel Pemanasan di China
| Kamis, 26 Juli 2012 | |
| MAKASSAR
– Racer asal Sulawesi Selatan (Sulsel) Iswandi Muis akan berangkat ke
China untuk mengikuti Asian Dream Cup (ADC),Agustus mendatang.Iswandi
merupakan salah seorang racer Sulsel yang akan dikirim ke PON XVIII
Riau.
Pria asal Palopo ini mengatakan,ADC
menjadi ajang pemasan yang bagus untuknya sebelum tampil di PON XVIII
Riau,September nanti.“Saya ke China membawa nama tim,”katanya. Menurut
Iswandi,ada sejumlah negara Asia yang akan tampil di kejuaraan
tersebut,seperti Jepang,Thailand, Australia,Malaysia,Singapura,Taiwan,
India.
“Saya mewakili Indonesia dari tim Honda,”tuturnya. Soal peluangnya di PON XVIII Riau nanti,Iswandi mengaku optimistis bisa memberikan penampilan terbaik untuk Sulsel.“Saya sangat yakin bisa tampil maksimal di PON,”ujar dia. Apalagi,skill racer dari provinsi lain tidak ada yang menonjol.Hampir setara dengan racer Sulsel.“Kami sudah saling mengenal satu sama.Jadi,tidak terlalu sulit tampil di PON nanti,”ucapnya. Ketua Komisi Roda Dua Pengprov IMI Sulsel Andi Kasim Alwi mengatakan,cabang olahraga (cabor) kebut-kebutan ini hanya dibebani 1 perak dan 1 perunggu oleh KONI di PON mendatang.“Tapi kami yakin bisa melebihi target,”katanya. Menurut Andi Kasim,pembalap Sulsel bisa menyumbang satu emas,terutama dari Iswandi Muis.“Besar harapan kami medali emas bisa disumbangkan Iswandi,” pungkasnya. ● umran la umbu |
Disbudpar Sulsel Buka Puasa Bareng Kaum Dhuafa
Kamis, 26 Juli 2012
MAKASSAR, - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan
menggelar acara buka puasa bersama dengan 150 kaum dhuafa dan anak panti
di Hotel Sahid,JL Dr Ratulangi, Makassar, Kamis (26/7/2012).
Acara ini dihadiri pula sejumlah pejabat, akademisi, tokoh masyarakat kabupaten/kota se- Sulsel, dan seniman. Mereka yang hadir antara lain, mantan Wakil Bupati Tanah Toraja, Palino Poppang, budayawan Sulsel, Udin Palusuri, Rektor Universitas Indonesia Timur, Baso Amang, para guru besar UNM dan Unhas, dan mantan Kepala Bapedda Sulawesi Selatan yang juga sesepuh masyarakat Jeneponto,Tan Malata Guntur.
Acara yang berlangsung semarak dan penuh kekeluargaan tersebut juga di hadir organisasi keparwisataan seperti Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Makassar, Ikatan Agen Tour dan Perjalanan Indonesia (Asita) juga beberapa industri yang berada dalam Disbudpar Sulsel dan stakeholder yang membantu pengembangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Provinsi Sulsel.
Kadisbudpar Sulsel, Suaib Malombasi mengatakan menyatakan bahwa di bulan ramadan perlu melakukan banyak amal,amalia ramadan agar pahala bertambah. Usai buka puasa, dilanjutkan dengan sholat maghrib secara berjamaah.(*)
Acara ini dihadiri pula sejumlah pejabat, akademisi, tokoh masyarakat kabupaten/kota se- Sulsel, dan seniman. Mereka yang hadir antara lain, mantan Wakil Bupati Tanah Toraja, Palino Poppang, budayawan Sulsel, Udin Palusuri, Rektor Universitas Indonesia Timur, Baso Amang, para guru besar UNM dan Unhas, dan mantan Kepala Bapedda Sulawesi Selatan yang juga sesepuh masyarakat Jeneponto,Tan Malata Guntur.
Acara yang berlangsung semarak dan penuh kekeluargaan tersebut juga di hadir organisasi keparwisataan seperti Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Makassar, Ikatan Agen Tour dan Perjalanan Indonesia (Asita) juga beberapa industri yang berada dalam Disbudpar Sulsel dan stakeholder yang membantu pengembangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Provinsi Sulsel.
Kadisbudpar Sulsel, Suaib Malombasi mengatakan menyatakan bahwa di bulan ramadan perlu melakukan banyak amal,amalia ramadan agar pahala bertambah. Usai buka puasa, dilanjutkan dengan sholat maghrib secara berjamaah.(*)
Awal Agustus, Bulog Sulsel Bagi Raskin 13
Kamis, 26 Juli 2012
MAKASSAR,
- Menghadapi Hari Raya Idulfitri, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog)
Divre Sulsel akan mempercepat penyaluran beras miskin (raskin).
Kadivre Bulog Sulsel, Tommy S Sikado, mengatakan, raskin 13 yang biasanya disalurkan akhir tahun, di 2012 ini akan dibagikan pada awal Agustus di seluruh kabupaten/kota di Sulsel.
"Penyaluran raskin 13 sudah menjadi kebijakan pusat. Apalagi jelang lebaran kebutuhan masyarakat pasti meningkat dan momentum inilah yang dimanfaatkan untuk menyalurkan raskin 13," katanya di Makassar, Kamis (26/7/2012).
Di Sulsel, berdasarkan data pagu baru per Juni, total raskin yang akan disalurkan sekitar 7.632 ton dengan jumlah penerima sebanyak 508.832 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Setiap RTS akan mendapatkan 15 kg raskin setiap bulannya dengan harga Rp 1.600 per kg.
"Nah untuk penyaluran Agustus berarti per RTS akan mendapatkan dua kali jatah raskin, yakni raskin bulanan plus raskin 13 yang jumlahnya sama," katanya.
Seiring dengan percepatan pembagian raskin, Bulog Sulsel menghimbau kepada pemda, dalam hal ini Bupati dan Walikota untuk segera menerbitkan Surat Permintaan Alokasi (SPA) dengan begitu proses penyaluran juga berjalan lancar. "Saat ini pengajuan SPA baru dua daerah yakni Parepare dan Pinrang," katanya.
Menyoal harga beras di pasaran, hingga pekan ketiga Juli 2012 masih relatif stabil. Hal ini menandakan stok beras dan alur distribusi berjalan normal. Meski demikian, mengantisipasi adanya lonjakan berarti jelang lebaran, pihaknya siap melakukan operasi pasar jika kondisi harga dipasaran meningkat 10-20 persen dari harga normal.
"Kami upayakan tidak ada operasi pasar. Yang bagus adalah raskin dipercepat. Boleh dikata raskin 13 sangat membantu dalam stabilisasi harga. Jadi stoknya yang dijaga, kalau alokasinya cukup berarti tidak akan mempengaruhi harga," tambahnya. (*)
Event Pariwisata di Lima Kabupaten
Kam, 26/07/2012 -
Pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan makin menggiatkan sektor pariwisata, hal ini
dilakukan setelah Grand Launching dan Pemantapan Kembali Visit South
Sulawesi 2012 pada 10 Juli 2012 lalu. Sejak pekan lalu hingga pekan ini,
Pemprov. Sulsel menggelar event pariwisata di lima daerah, kelima
daerah tersebut adalah Kabupaten Luwu Timur, Pare-pare, Bantaeng,
Bulukumba dan Makassar. Beberapa event tersebut antara lain Matano Lake
Festival di Luwu Timur dan Salo Karajae Festival, Pare-pare. Event
berlangsung mulai hari Selasa, 24 Juli 2012 hingga akhir pekan nanti.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, H.
Suaib Mallombasi, Selasa, 24 Juli 2012.
Matano Lake Festival antara lain meliputi kegiatan Kirab Budaya, Permainan Tradisional, Bazar Makanan Kuliner, Pameran Benda Bersejarah dan Pagelaran Seni dan Budaya yang diikuti oleh anak-anak suku bangsa yang ada di Luwu Timur. Adapun event Salo Karajae Festival Pare-pare merupakan agenda rutin dalam membangun citra kepariwisataan di Kota Pare-pare. Kegiatannya antara lain Pawai Perahu Hias, Panggung Hiburan dan beberapa acara semarak lainnya. Sedangkan yang baru saja ditutup adalah event Gantarang Keke Festival, Bantaeng Phinisi Festival Bulukumba, Beach Volley Open dan Kemilau Sulawesi di Makassar. Kegiatan pariwisata tersebut diharapkan mampu mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara. Agustus 2012 nanti masih ada agenda pariwisata di Kawasan Sulawesi Selatan, antara lain Tempe Lake Festival Wajo, Silk Carnaval Internasional Dragon Boat Festival Makassar dan Yatch Race Darwin-Takabonerate-Makassar.
Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) menyukseskan event-event pariwisata di Sulawesi Selatan. Gubernur menghimbau seluruh sopir taksi, perusahaan travel, operator penerbangan, Association of the Indonesian-Tour and Travel Agencies (Asita), industry hotel turut mendukung program Visit South Sulawesi 2012. Gubernur juga meminta Kementerian Pariwisata dan industry jasa penunjang seperti transportasi, restoran dan hotel, penerbangan dan lain lain turut mendukung program Visit South Sulawesi 2012.
Rs/Nh (Kamis, 26 Juli 2012)a
Matano Lake Festival antara lain meliputi kegiatan Kirab Budaya, Permainan Tradisional, Bazar Makanan Kuliner, Pameran Benda Bersejarah dan Pagelaran Seni dan Budaya yang diikuti oleh anak-anak suku bangsa yang ada di Luwu Timur. Adapun event Salo Karajae Festival Pare-pare merupakan agenda rutin dalam membangun citra kepariwisataan di Kota Pare-pare. Kegiatannya antara lain Pawai Perahu Hias, Panggung Hiburan dan beberapa acara semarak lainnya. Sedangkan yang baru saja ditutup adalah event Gantarang Keke Festival, Bantaeng Phinisi Festival Bulukumba, Beach Volley Open dan Kemilau Sulawesi di Makassar. Kegiatan pariwisata tersebut diharapkan mampu mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara. Agustus 2012 nanti masih ada agenda pariwisata di Kawasan Sulawesi Selatan, antara lain Tempe Lake Festival Wajo, Silk Carnaval Internasional Dragon Boat Festival Makassar dan Yatch Race Darwin-Takabonerate-Makassar.
Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) menyukseskan event-event pariwisata di Sulawesi Selatan. Gubernur menghimbau seluruh sopir taksi, perusahaan travel, operator penerbangan, Association of the Indonesian-Tour and Travel Agencies (Asita), industry hotel turut mendukung program Visit South Sulawesi 2012. Gubernur juga meminta Kementerian Pariwisata dan industry jasa penunjang seperti transportasi, restoran dan hotel, penerbangan dan lain lain turut mendukung program Visit South Sulawesi 2012.
Rs/Nh (Kamis, 26 Juli 2012)a
Rabu, 25 Juli 2012
SYL Ceramah soal Pangan di Diklat Lemhanas
Rabu, 25 Juli 2012
MAKASSAR - Berbagai keberhasilan dan pencapaian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam hal kemandirian pangan mengantarkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebagai salah satu pembicara dihadapan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan XL VIII Lemhanas di Gedung Lemhanas RI, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Keberhasilan program surplus pangan khususnya beras, jagung, dan produksi sapi di Sulsel tidak lepas dari sinergitas seluruh stakeholder terkait seperti bupati/wali kota, TNI, Polri, dan kementerian.
Syahrul mengungkapkan, di awal pemerintahannya, pemprov Sulsel langsung menetapkan target fantastis dibidang pangan yakni surplus beras 2,5 juta ton, jagung, 1,5 juta ton, sapi 1 juta ekor, dan kakao 300 ribu ton.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, sinergitas antar lini pemerintahan tersebut terbukti ampuh dalam pencapaian kemandirian pangan di Sulsel.(*)
Syahrul mengungkapkan, di awal pemerintahannya, pemprov Sulsel langsung menetapkan target fantastis dibidang pangan yakni surplus beras 2,5 juta ton, jagung, 1,5 juta ton, sapi 1 juta ekor, dan kakao 300 ribu ton.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, sinergitas antar lini pemerintahan tersebut terbukti ampuh dalam pencapaian kemandirian pangan di Sulsel.(*)
Vale Siap Serahkan Lahan Konsesi
| Rabu, 25 July 2012 | |
| MAKASSAR– PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan menyerahkan sebahagian lahan konsesi ke Pemprov Sulsel terkait rencana renegosiasi kontrak karya dengan pemerintah pusat. Direktur Utama Vale Indonesia Nicolaas D Kanter mengungkapkan, lahan konsesi tersebut nantinya akan dimanfaatkan Pemprov dengan menunjuk salah satu investor tambang untuk mengelolanya. Namun, Nicolaas belum mau menyebutkan jumlah lahan yang akan diserahkan ke Sulsel. “Pelepasan lahan ini bisa dilakukan dalam bentuk kerja sama dengan Vale, atau pemerintah daerah melibatkan investor tertentu. Itu tergantung dari pemerintah daerah masing-masing,”katanya. Konsesi lahan serupa juga akan diberikan ke Pemprov Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Dari tiga provinsi ini, sekitar 50% lebih, berada di wilayah Sulsel. Hal ini diungkapkan Nicolaas usai melaporkan rencana renegosiasi kontrak PT Vale kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rujab Gubernur kemarin. Sementara itu, Syahrul Yasin Limpo mengharapkan, PT Vale harus tetap bersama dengan Pemprov Sulsel dalam menjalankan operasional. ● wahyudi |
Selasa, 24 Juli 2012
Jam Kerja Ramadan-Tak Hadir, PNS Pemprov Bebas Sanksi
| Selasa, 24 July 2012 | |
| MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menggelar inspeksi mendadak (sidak) di hari pertama kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) pekan pertama Ramadan 1433 H, kemarin.
Sejumlah SKPD yang menjadi sasaran diantaranya di Biro Umum dan Perlengkapan, Biro Pemerintahan Umum, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD),serta Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSP) Sulsel. Kendati menemukan adanya sejumlah PNS yang absen berkantor gubernur mengaku kondisi tersebut tidak mempengaruhi kinerja Pemprov Sulsel.
PNS yang tidak hadir dipastikan tidak akan mendapatkan sanksi kepegawaian seperti tahun- tahun sebelumnya. “Kelihatannya seluruh pejabat siap melaksanakan tugas- tugasnya, kecuali memang yang sementara bertugas di luar,” ungkapnya kepada wartawan kemarin. Mantan Bupati Gowa dua periode ini menyebutkan, sidak yang dilakukannya tersebut merupakan kebiasaan yang kerap dilakukannya sejak dulu. Hal ini juga sebagai momen silaturahmi dengan seluruh bawahannya. “Sidak atau apa pun namanya ini merupakan kebiasaan saya untuk ketemu langsung dengan staf,” bebernya. Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim yang ditemui meminta agar ketidakhadiran pegawai tidak dipermasalahkan. “Tidak usah dipersoalkan karena mereka semua sudah dewasa. Kalau kita sanksi, kasihan. Sementara tidak ada yang pernah mempersoalkan kalau mereka kerja lebih 10 jam, dan gajinya rendah,” jelasnya di Kantor Gubernur Sulsel. Muallim menambahkan, kalau ada beberapa pegawai yang tidak hadir pada hari pertama berkantor kemarin, itu karena ada penyebab lain yang harus dimaklumi. 76 PNS Mangkir Sementara itu,berdasarkan data absensi PNS lingkup Pemkot Makassar, dari 1.057 pegawai yang berkantor di Balai Kota, sebanyak 76 PNS yang tidak mengisi daftar hadir pagi. Termasuk 12 pegawai eselon IV (kepala sub bagian) dan dua pejabat eselon III yakni Kepala Bagian Keuangan Taufiq Rahman dan Kepala Bagian Kesbang Rompegading. Tercatat, pegawai Sekretariat Korpri yang paling banyak absen pada hari ke tiga Ramadan 1433 H.“Satu pegawai kami sedang mengurus surat pindah, sementara satu sakit, satu lagi tukang antar surat,” kata Kepala Sekretariat Korpri Makassar Hasanuddin saat dikonfirmasi. Kepala Bidang Konerja dan Kesejahteraan BKD Makassar Andi Syahrum mengatakan, pemberian sanksi kepada pegawai yang malas diserahkan kepada Kepala SKPD masing-masing. Sementara,untukpejabateselon III diserahkan kepada Wali Kota. Dia mengemukakan, pegawai yang satu kali tidak hadir tanpa keterangan hanya diberikan sanksi biasa berupa peringatan. Namun, ketidakhadiran diakumulasi maksimal 46 kali dalam setahun. ● wahyudi/supyan umar |
DPRD Hapus Dua Aset Pemprov
| Selasa, 24 Juli 2012 | |
| MAKASSAR – Setelah menghapus dua perusahaan daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel kembali menyetujui penghapusan asset milik Pemprov.
Kedua aset yang dihapus yakni, Gedung Ruang Perawatan Kelas Tiga RS Ibu dan Anak Pertiwi serta Asrama dan Workshop di Dinas Perikanan dan Kelautan Sulsel. Ketua Pansus DPRD Sulsel Ajiep Padindang mengatakan, setelah menghapus aset gedung perawatan di RS Pertiwi, maka akan dibangun gedung yang sama dengan fasilitas yang lebih lengkap. Pembangunan akan menggunakan dana APBD dan selanjutnya akan dihibahkan kepada Pemprov.
“Setelah melakukan rapat kerja maka kami dari pansus menyetujui penghapusan dua aset milik Pemprov dengan berbagai pertimbangan,” pungkasnya usai rapat paripurna DPRD Sulsel,kemarin. Terpisah, Direktur RS Pertiwi dr Nur Rahmah mengatakan, pihaknya mengusulkan penghapusan aset lantaran bangunan tersebut sudah tidak layak digunakan. Apalagi,RS Pertiwi semakin diminati oleh masyarakat terbukti dengan jumlah pasien yang semakin banyak. “Kita minta penghapusan aset karena gedung perawatan tiga sudah tidak layak dan tidak bisa menampung jumlah pasien,”ujarnya,kemarin. Ia mengatakan,gedung tersebut mampu menampung 53 unit tempat tidur. Selain itu,gedung perawatan hanya melayani pasien ibu dan tidak melayani pasien anak. “Sebelumnya gedung perawatan hanya melayani ibu saja, dan tidak untuk anak, makanya gedung perawatan tiga yang baru akan dibangun dari sumber APBN dan sudah bisa menampung ibu dan anak,”ujarnya. ● abd salam malik |
INCO Siap Renegosiasi Kontrak
Selasa, 24 Juli 2012
“Saya selalu melakukan konsultasi dengan Pak Gubernur, mengenai pengembangan PT Vale dan apa rencana-rencana kita ke depan berkaitan dengan renegosiasi dengan pemerintah pusat,” kata Niko, usai bertemu dengan Syahrul Yasin Limpo, di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (24/7).
Niko mengungkapkan, pihaknya juga telah bertemu dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan menyatakan jika PT Vale telah siap duduk dengan pemerintah untuk merenegosiasi kontrak karya. Termasuk, hal-hal yang harus disesuaikan dengan undang-undang pertambangan dan luas lahan yang diminta berdasarkan kontrak.
Makassar, -- PT Vale atau yang dulu dikenal PT INCO siap melakukan negosiasi ulang kontrak karyanya dengan pemerintah pusat. Karenanya, Direktur PT Vale, Niko Kanter, berkonsultasi dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terkait pengembangan PT Vale.
“Saya selalu melakukan konsultasi dengan Pak Gubernur, mengenai pengembangan PT Vale dan apa rencana-rencana kita ke depan berkaitan dengan renegosiasi dengan pemerintah pusat,” kata Niko, usai bertemu dengan Syahrul Yasin Limpo, di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (24/7).
Niko mengungkapkan, pihaknya juga telah bertemu dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan menyatakan jika PT Vale telah siap duduk dengan pemerintah untuk merenegosiasi kontrak karya. Termasuk, hal-hal yang harus disesuaikan dengan undang-undang pertambangan dan luas lahan yang diminta berdasarkan kontrak.
Barang Masuk ke Sulsel Meningkat 20%
| Selasa, 24 Juli 2012 | |
| MAKASSAR – Selama Ramadan, pertumbuhan barang yang masuk ke Sulsel melalui pintu kargo Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mengalami peningkatan 10% hingga 20%. Biasanya, ratarata barang yang masuk tiap harinya mencapai 60 ton,namun saat ini mencapai 80 ton. Kepala Cabang Makassar PT Angkasa Pura Logistik Nur Sapto Winoto mengatakan, kenaikan itu dipicu tingginya permintaan barang di daerah ini. Khususnya pakaian untuk kebutuhan lebaran serta beberapa kebutuhan lain yang sejauh ini tidak diproduksi di Sulsel. “Kenaikan itu memang telah menjadi hal yang rutin selama Ramadan. Peningkatan jumlah barang dari terminal kargo mulai terasa sejak awal puasa ini.Tren ini akan mengalami titik puncak menjelang seminggu sebelum lebaran,” ujar Nur Sapto di Makassar, kemarin. Pertumbuhan itu hanya terjadi untuk jumlah barang yang masuk saja, sementara untuk barang yang keluar jumlahnya tetap normal seperti hari biasa. Pada hari biasa, barang yang keluar di pintu kargo Bandara Sultan Hasanuddin Makassar juga mencapai 60 ton per hari. Dari kapasitas 280 ton kargo di bandara, menurut Nur Sapto, masih sangat jauh dari pergerakan barang tiap hari.“Jumlah barang yang masuk baru 60 ton per hari, sama dengan jumlah barang keluar, sehingga total hanya 120 ton per hari. Belum setengah dari kapasitas yang ada,” paparnya. Dia menyebutkan, 88% barang keluar dari Sulsel untuk pasar domestik.Selebihnya untuk pasar internasional, seperti ke Singapura, Malaysia, Hongkong,dan negara lainnya. Dari 88% barang keluar untuk pasar domestik, terbagi lagi untuk kawasan timur Indonesia (KTI),dan wilayah barat. Sementara itu barang yang keluar dari Sulsel kebanyakan merupakan produk makanan, seperti ikan atau produk dari ikan. Sebaliknya barang yang masuk lebih didominasi pakaian atau garmen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono juga mengakui adanya pertumbuhan barang masuk ke Sulsel di Juli-Agustus ini. ”Bahkan pertumbuhan itu telah terlihat sejak Mei memasuki Juni yang merupakan pra kondisi sebelum Ramadan,” katanya. Pada Mei 2012 nilai impor Sulsel meningkat 104,46% jika dibandingkan April 2012 dengan nilai USD162,89 juta. Peningkatan nilai impor itu juga jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya juga mengalami peningkatan sebesar 6,47%. “Bulan Ramadan selalu menjadi pemicu tingginya barang- barang impor ke Sulsel. Kami prediksi tahun ini juga akan mengalami hal yang sama seperti tahun sebelumnya,” ujar Bambang tanpa menyebutkan prediksi peningkatan yang terjadi selama Ramadan. rahmat hardiansya |
Pacu Infrastruktur Sulawesi Melalui MP3EI
Senin, 20 Februari 2012
MAKASSAR, -- Komisi VI DPR meminta agar BUMN berperan aktif dalam memacu program MP3EI. Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), khususnya Koridor IV Sulawesi, diharapkan BUMN yang bergerak di infrastruktur dan pendukungnya lebih agresif.
Permintaan tersebut disampikan anggota Komisi VI DPR Emil Abeng saat berkunjung ke Makassar akhir pekan lalu. "Kendala kita di KTI seperti di Sulsel adalah infrastruktur. Ini yang membuat industri masih memilih Jawa padahal bahan bakunya ada di Sulsel," jelas Emil.
Anggota Fraksi Golkar DPR dari daerah pemilihan Sulsel I ini menyebut contoh komoditas kakao yang industrinya ada di Jawa tetapi pohonnya kebanyakan di Sulsel. "Sulsel penghasil kakao terbesar tetapi industri lebih memilih di Jawa karena mereka ingin dekat ke konsumen agar costnya murah. Ini bisa menyebar, investor bangun industri di Sulsel kalau infrastrukturnya tersedia," jelas Emil.
Karena itu, dia meminta agar pemerintah pusat dan BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur lebih memacu pembangunan di KTI dalam bingkai Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "Sebagai wakil dari Sulsel saya terus mendesak agar infrastruktur KTI dipacu dengan melibatkan peran serta BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur dan pendukungnya," tegas Emil.
Selain BUMN infrastruktur, dia juga meminta agar BUMN perbankan mengucurkan kreditnya dengan bunga yang tidak terlalu tinggi kepada BUMN yang ingin membangun infrastruktur. "Kendala kita adalah pendanaan. Karena itu BUMN perbankan harus mendukung dengan pinjaman bunga murah," harap Emil.
Semetnara itu, Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure) senilai Rp800 triliun dalam mendukung MP3EI hingga 2014. Menurut Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi, Pandu Djajanto, capex ini, diharapkan dapat menjadi penggerak perekonomian di Indonesia, khususnya mendorong sektor infrastruktur. "Ground breaking peran BUMN dalam MP3EI semester 1-2011 hingga semester 1-2012 diproyeksikan Rp126,66 triliun dan 643 juta USD," kata Pandu.
Dia menjelaskan, dalam MP3EI ini kombinasi investasi yang dilakukan BUMN akan dibantu dengan aranger yakni pihak BUMN dan dijamin oleh BUMN asuransi. "Ini disebut pola BUMN Fund," kata Pandu.
Sebelumnya, di tempat yang sama Deputi Bidang Usaha Jasa BUMN Parikesit Suprapto juga menuturkan beberapa hal terkait peran BUMN dalam menggerakan perekonomian diwaktu krisis dan kondisi normal.
Menurut Parikesit, peran BUMN tersebut bisa dilihat di pasar modal. Meski baru 18 BUMN yang tercatat, kata Parikesit, kapitalisasi BUMN telah lebih dari 20 persen. "Hal ini menjadi bukti peran BUMN sebagai penggerak perekonomian Indonesia," ujarnya.
Sumber : http://www.fajar.co.id/read-20120219232846-pacu-infrastruktur-sulawesi-melalui-mp3ei
MAKASSAR, -- Komisi VI DPR meminta agar BUMN berperan aktif dalam memacu program MP3EI. Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), khususnya Koridor IV Sulawesi, diharapkan BUMN yang bergerak di infrastruktur dan pendukungnya lebih agresif.
Permintaan tersebut disampikan anggota Komisi VI DPR Emil Abeng saat berkunjung ke Makassar akhir pekan lalu. "Kendala kita di KTI seperti di Sulsel adalah infrastruktur. Ini yang membuat industri masih memilih Jawa padahal bahan bakunya ada di Sulsel," jelas Emil.
Anggota Fraksi Golkar DPR dari daerah pemilihan Sulsel I ini menyebut contoh komoditas kakao yang industrinya ada di Jawa tetapi pohonnya kebanyakan di Sulsel. "Sulsel penghasil kakao terbesar tetapi industri lebih memilih di Jawa karena mereka ingin dekat ke konsumen agar costnya murah. Ini bisa menyebar, investor bangun industri di Sulsel kalau infrastrukturnya tersedia," jelas Emil.
Karena itu, dia meminta agar pemerintah pusat dan BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur lebih memacu pembangunan di KTI dalam bingkai Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "Sebagai wakil dari Sulsel saya terus mendesak agar infrastruktur KTI dipacu dengan melibatkan peran serta BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur dan pendukungnya," tegas Emil.
Selain BUMN infrastruktur, dia juga meminta agar BUMN perbankan mengucurkan kreditnya dengan bunga yang tidak terlalu tinggi kepada BUMN yang ingin membangun infrastruktur. "Kendala kita adalah pendanaan. Karena itu BUMN perbankan harus mendukung dengan pinjaman bunga murah," harap Emil.
Semetnara itu, Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure) senilai Rp800 triliun dalam mendukung MP3EI hingga 2014. Menurut Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi, Pandu Djajanto, capex ini, diharapkan dapat menjadi penggerak perekonomian di Indonesia, khususnya mendorong sektor infrastruktur. "Ground breaking peran BUMN dalam MP3EI semester 1-2011 hingga semester 1-2012 diproyeksikan Rp126,66 triliun dan 643 juta USD," kata Pandu.
Dia menjelaskan, dalam MP3EI ini kombinasi investasi yang dilakukan BUMN akan dibantu dengan aranger yakni pihak BUMN dan dijamin oleh BUMN asuransi. "Ini disebut pola BUMN Fund," kata Pandu.
Sebelumnya, di tempat yang sama Deputi Bidang Usaha Jasa BUMN Parikesit Suprapto juga menuturkan beberapa hal terkait peran BUMN dalam menggerakan perekonomian diwaktu krisis dan kondisi normal.
Menurut Parikesit, peran BUMN tersebut bisa dilihat di pasar modal. Meski baru 18 BUMN yang tercatat, kata Parikesit, kapitalisasi BUMN telah lebih dari 20 persen. "Hal ini menjadi bukti peran BUMN sebagai penggerak perekonomian Indonesia," ujarnya.
Sumber : http://www.fajar.co.id/read-20120219232846-pacu-infrastruktur-sulawesi-melalui-mp3ei
Peternak Sapi Peroleh Rp300 Juta
MAKASSAR, — Para kelompok peternak sapi di Sulawesi Selatan dalam waktu dekat akan memperoleh bantuan dana sebesar Rp20 miliar.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel Murtala Ali. Ia menjelaskan, proses pencairan dan penyaluran baru akan dilakukan jika seluruh proses verifikasi administrasinya rampung.
“Kami tergetkan bulan Mei bantuan sudah mulai tersalurkan ke rekening kelompok peternak untuk membeli sapi yang akan dikembangkan,” kata Murtala di Makassar, Senin (20/2) kemarin.
Ia menjelaskan, pihaknya dalam hal ini hanya melakukan pengelolaan administrasi dan verifikasi untuk proses pencairan dana yang berasal dari APBN hingga penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM), kemudian dana tersebut langsung disalurkan rekening masing-masing kelompok.
Berdasarkan catatan, proposal bantuan yang telah diajukan masing-masing pemerintah kabupaten sekitar 900 kelompok.
“Hanya saja jumlah anggaran yang dialokasikan tahun ini mengalami penurunan hingga 50 persen jika dibandingkan jumlah anggaran pada 2011. Sehingga otomatis anggaran yang akan diperoleh kelompok juga berkurang,” terangnya.
Ia menambahkan, tahun ini kemungkinan per kelompok memperoleh sekitar Rp250 juta hingga Rp300, dimana tahun lalu menerima setiap kelompok mendapatkan Rp400 juta.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel Murtala Ali. Ia menjelaskan, proses pencairan dan penyaluran baru akan dilakukan jika seluruh proses verifikasi administrasinya rampung.
“Kami tergetkan bulan Mei bantuan sudah mulai tersalurkan ke rekening kelompok peternak untuk membeli sapi yang akan dikembangkan,” kata Murtala di Makassar, Senin (20/2) kemarin.
Ia menjelaskan, pihaknya dalam hal ini hanya melakukan pengelolaan administrasi dan verifikasi untuk proses pencairan dana yang berasal dari APBN hingga penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM), kemudian dana tersebut langsung disalurkan rekening masing-masing kelompok.
Berdasarkan catatan, proposal bantuan yang telah diajukan masing-masing pemerintah kabupaten sekitar 900 kelompok.
“Hanya saja jumlah anggaran yang dialokasikan tahun ini mengalami penurunan hingga 50 persen jika dibandingkan jumlah anggaran pada 2011. Sehingga otomatis anggaran yang akan diperoleh kelompok juga berkurang,” terangnya.
Ia menambahkan, tahun ini kemungkinan per kelompok memperoleh sekitar Rp250 juta hingga Rp300, dimana tahun lalu menerima setiap kelompok mendapatkan Rp400 juta.
Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=81283
Bulog Sulsel Siapkan Program Sewa Lahan
SELASA, 21 FEBRUARI 2012
MAKASSAR, CAKRAWALA - Perum Bulog Divre VII Sulawesi Selatan menyiapkan program sewa lahan (on farm) untuk mengoptimalkan pencapaian prognosa pengadaan beras 2012.
"Selain melakukan penyerapan produksi petani melalui mitra di lapangan, Bulog juga akan menggunakan sewa lahan," kata Kepala Bulog Divre VII Sulsel Tommy S Sikado seperti dikutip antaranews, Senin, 20 Februari.
Menurut dia, program sewa lahan atau kemitraan itu untuk mendukung optimalisasi produksi yang selanjutnya akan diserap masuk ke gudang-gudang Bulog.
Dia mengatakan, untuk mencapai target tersebut, Bulog menjalin kemintraan dengan pihak perbankan untuk pendanaan, PT Sang Hyang Seri untuk pembibitan dan perusahaan pupuk untuk pengadaan sarana produksi (saprodi).
"Khusus program sewa lahan di Sulsel, direncanakan dimulai pada musim tanam gadu atau semester kedua," katanya.
Daerah yang dipilih untuk program sewa lahan, lanjut dia, adalah sentra-sentra produksi dan telah memiliki sistem irigasi yang baik, misalnya di Kabupaten Sidrap dan wilayah Bosowa (Bone, Soppeng, Wajo).
Dengan adanya sistem sewa lahan tersebut, Tommy mengatakan, Bulog selain menyerap hasil produksi petani, juga mengumpulkan hasil produksi sendiri melalui sistem tersebut.
"Karena itu, prognosa 2012 sebanyak 526 ribu ton setara beras diyakini dapat dicapai, bahkan lebih," katanya.
Prognosa Bulog Divre VII itu, lebih tinggi dari rencana 2011 yang hanya 260 ribu ton dan realisanya mencapai 268 ribu ton setara beras.
Senin, 23 Juli 2012
Selam - Sulsel Rebut Emas di Sail Morotai Malut
Senin, 23 Juli 2012
Makassar (ANTARA News) - Atlet selam andalan Sulawesi Selatan Casmito berhasil meraih medali emas pada
kejuaraan nasional selam Sail Morotai, Maluku Utara, 12-17 Juli 2012.
Sekretaris Umum POSSI Sulsel Bakri Aladin di Makassar, Senin, mengatakan, perolehan emas pada kejurnas tersebut diharapkan bisa menambah motivasi atlet saat tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, 9-20 September 2012.
Kejurnas tersebut, kata Bakri, diikuti tujuh peserta PON 2012, diantaranya Sulsel, Gorontalo, Lampung, Kaltim,serta Maluku Utara selaku tuan rumah.
"Jatim yang sebelumnya kami harapkan bisa berpartisipasi ternyata tidak hadir. Namun kami tetap bersyukur dengan prestasi atlet meski tidak menghadapi tim-tim unggulan," ujarnya.
Menghadapi PON 2012, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulsel mengusung optimisme tinggi meski hanya meloloskan dua atletnya di PON.
Dua atlet selam yang tampil yakni Casmito (nomor laut) dan Valery Geraldine yang berlaga di nomor kolam. POSSI Sulsel bertekad memanfaatkan minimnya atlet untuk bisa merebut prestasi.
"Khusus Valery Geraldine, kami memang fokuskan mengikuti pemusatan latihan di Makassar. Mudah-mudahan kedua atlet bisa meraih hasil yang membanggakan," ucapnya.
Sekretaris Umum KONI Sulsel Nukhrawi Nawir menjelaskan bahwa seluruh cabang olahraga yang nonunggulan seperti halnya selam hanya ditargetkan merebut medali perunggu pada PON 2012.
"Jika sulit mendapatkan hasil maksimal, kami akan berpikir ulang untuk memberangkatkannya. Namun kami tetap berharap seluruh cabang dan atlet bisa tampil di PON," ujarnya. (T.KR-DF/N002)
kejuaraan nasional selam Sail Morotai, Maluku Utara, 12-17 Juli 2012.
Sekretaris Umum POSSI Sulsel Bakri Aladin di Makassar, Senin, mengatakan, perolehan emas pada kejurnas tersebut diharapkan bisa menambah motivasi atlet saat tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, 9-20 September 2012.
Kejurnas tersebut, kata Bakri, diikuti tujuh peserta PON 2012, diantaranya Sulsel, Gorontalo, Lampung, Kaltim,serta Maluku Utara selaku tuan rumah.
"Jatim yang sebelumnya kami harapkan bisa berpartisipasi ternyata tidak hadir. Namun kami tetap bersyukur dengan prestasi atlet meski tidak menghadapi tim-tim unggulan," ujarnya.
Menghadapi PON 2012, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulsel mengusung optimisme tinggi meski hanya meloloskan dua atletnya di PON.
Dua atlet selam yang tampil yakni Casmito (nomor laut) dan Valery Geraldine yang berlaga di nomor kolam. POSSI Sulsel bertekad memanfaatkan minimnya atlet untuk bisa merebut prestasi.
"Khusus Valery Geraldine, kami memang fokuskan mengikuti pemusatan latihan di Makassar. Mudah-mudahan kedua atlet bisa meraih hasil yang membanggakan," ucapnya.
Sekretaris Umum KONI Sulsel Nukhrawi Nawir menjelaskan bahwa seluruh cabang olahraga yang nonunggulan seperti halnya selam hanya ditargetkan merebut medali perunggu pada PON 2012.
"Jika sulit mendapatkan hasil maksimal, kami akan berpikir ulang untuk memberangkatkannya. Namun kami tetap berharap seluruh cabang dan atlet bisa tampil di PON," ujarnya. (T.KR-DF/N002)
Minggu, 22 Juli 2012
Gubernur Minta Suku Bunga Diturunkan
KAMIS, 22 MARET 2012
Hadiri Sertijab Pemimpin BI
Makassar—Gubernur
Sulsel H Syahrul Yasin Limpo meminta kepada Bank Indonesia agar tingkat
suku bunga kredit diturunkan. Pasalnya, suku bunga yang terlalu tinggi
dapat membebani masyarakat.
Hal
itu diungkapkan gubernur saat menghadiri acara pelantikan dan serah
terima jabatan pemimpin BI Makassar dari pejabat lama Antonius Lambok
Siahaan ke pejabat baru Mahmud, di kantor BI Makassar, Kamis (22/3).
“Kalau bisa suku bunga diturunkan pak, supaya kami juga terbantu,” kata Syahrul.
Gubernur
mengatakan, BI selama ini juga turut memegang peranan penting dalam
mengendalikan tingkat perekonomian di Sulsel. Tabungan rakyat yang
semakin tinggi, tingkat pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, serta
inflasi yang cukup rendah di Sulsel, merupakan bukti adanya koordinasi
yang baik antara pemerintah dan BI.
“Karena perekonomian kita membaik, hampir semua bank sekarang ada di Sulsel,” ungkapnya.
Ia
pun berharap, ke depannya, BI juga bisa berperan dalam memberikan
kredit dengan suku bunga yang rendah untuk infrastruktur di Sulsel. Ia
mencontohkan, beberapa aspek seperti pertanian dan perikanan yang
membutuhkan beberapa teknologi seperti di Korea untuk tetap menjaga
kualitas hasil produksi pertanian dan perikanan.
“Di
Korea, beras dan ikan mereka bisa tahan sampai dua tahun. Kenapa kita
tidak bisa? Makanya, tolong BI turunkanlah sedikit itu tingkat suku
bunga kredit. Karena, tidak mungkin kami meminjam pada bank luar
negeri,” terangnya.
Sementara,
Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad, mengakui dan mengapresiasi
perekonomian di Sulsel yang pertumbuhannya sangat baik. Tetapi, ada
beberapa kendala yang dihadapi sehingga masyarakat masih ada yang belum
bisa mendapatkan kredit.
“Akses
lembaga keuangan perbankan ke bawah masih sangat terbatas. Bahkan,
hampir 40 persen masyarakat Indonesia belum punya akses ke lembaga
keuangan formal,” jelasnya.
Muliaman
mengungkapkan, jika akses tersebut bisa terbangun, akan berdampak pada
peningkatan perekonomian yang lebih tinggi dan kesejahteraan rakyat yang
terus meningkat. Selain itu, ada pula hambatan berupa ketidaktahuan
masyarakat, lokasi yang tidak terjangkau, hingga tidak adanya agunan.
“Masalah
ini harus diselesaikan bersama-sama dengan pemerintah. Bahkan,
kreatifitas kepala daerah sangat dibutuhkan dalam hal membantu
masyarakat mendapatkan akses ke lembaga keuangan formal,” terangnya.
Terkait suku bunga, Muliaman mengaku BI sedang mengupayakan adanya tingkat suku bunga yang rendah dengan akses yang cepat.
Sabtu, 21 Juli 2012
VIP Room Bandara Jadi Kantor Maskapai Penerbangan
| Sabtu, 21 Juli 2012 | |
| MAKASSAR – Pemprov Sulsel dan PT Angkasa Pura Airport Sultan Hasanuddin Makassar akhirnya sepakat bekerjasama untuk memanfaatkan eks lahan dan bangunan Very Important Person (VIP) room bandara. Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan antara General Manager (GM) Angkasa Pura Airport Sultan Hasanuddin Rahman Syahri dengan Sekprov Sulsel A Muallim di Kantor Gubernur Sulsel,kemarin. Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, pihak Angkasa Pura berjanji akan melakukan pengkajian Highest and Best Used (HBU), untuk mengetahui pemanfaatan terbaik dari aset pemprov itu. Salah satu pilihan pemanfaatannya adalah dengan menyewakannya sebagai gedung perkantoran bagi maskapai penerbangan. Rahman Syahri mengaku, untuk saat ini Angkasa Pura membutuhkan space untuk mengatasi kondisi Bandara Hasanuddin yang telah over kapasitas dari pengguna jasa atau pengunjung, atau mencapai delapan juta penumpang dari perencanaan awal cuma 7 juta penumpang. “Makanya itu kita sepakat memanfaatkan aset pemprov di sana. Untuk penggunaannya, kita terlebih dahulu kaji HBU agar bisa diketahui pemanfaatan lahan yang paling tepat dengan paremeter peningkatan penumpang ini,” ujarnya kepada wartawan kemarin. Menurutnya, alternatif sebagai kantor maskapai penerbangan menjadi pilihan utama PT Angkasa Pura. Dengan pemindahan kantor maskapai yang mengambil lahan di terminal penumpang,baik domestik maupun internasional, otomatis akan memperluas pergerakan jasa angkutan penumpang maupun barang. “Salah satunya pemafaatannya adalah memindahkan beberapa kantor airlines, supaya areal terminal lebih luas lagi,sebelum dibangunnya terminal baru,”kata Rahman. ● wahyudi |
Gowa Discovery Park - PKS Diteken, Peresmian Wahana Dipercepat
| Sabtu, 21 Juli 2012 | |
| MAKASSAR – Setelah sempat tertunda dan dibelit berbagai masalah, pengoperasian Gowa Discovery Park akhirnya disetujui Pemprov Sulsel. Kemarin, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menandatangani naskah perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan GDP. Pengelola GDP diwakili owner PT Mirah Mega Wisata Zaenal Tayeb dan Pemprov Sulsel diwakili Sekprov Sulsel A Muallim selaku pengelola asset pemerintah. Sementara, Gubernur dalam nota kesepakatan tersebut sebagai penanggung jawab Pemprov Sulsel. Penandatanganan yang berlangsung sekitar pukul 10.00 Wita tersebut terkesan mendadak, serta tak tercantum dalam agenda Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel. Pascapenandatangan, Zaenal Tayyeb yang dicegat wartawan mengatakan, dengan adanya PKS tersebut,pihaknya sangat bersyukur. Pasalnya, PKS inilah yang menjadi kendala dioperasikannya secara resmi wahana hiburan miliknya. “Kita sudah memiliki izin seluruhnya.Yang menghambat itu memang adalah PKS.Tapi kita sudah tandatangani tadi, sekarang sisa peresmiannya,” ungkapnya di Kantor Gubernur Sulsel kemarin. Menurutnya, grand launching GDP akan dilakukan pada 14 Agustus 2012 mendatang, dan dipastikan akan dihadiri langsung oleh Gubernur Sulsel. Saat disinggung mengenai penarikan biaya masuk kepada pengunjung di GDP sebelum diresmikan, Zaenal membantah jika pihaknya tidak memiliki izin.Menurutnya,apa yang dilakukan pengelola GDP seluruhnya atas izin pemprov dan Pemkab Gowa. “Penarikan (tarif masuk) itu tak ada masalah.Kita sudah punya SIUP dari pemerindah daerah. Kita sudah proporsionalkan. Izin itu sudah lama kita buat,”tandasnya. Terpisah, A Muallim yang dikonfirmasi mengatakan, dalam PKS yang ditandatangani tersebut, pemprov berhak mendapatkan 20% dana bagi hasil keuntungan. Sedangkan pihak pengelola GDP me-nguasai 80%. Muallim mengaku, peresmian GDP nantinya akan dirangkaian dengan pameran pembangunan yang setiap tahunnya dilaksanakan Pemprov Sulsel.“Semuanya sudah aman. Yang tandatangani itu Pak Zaenal, saya sebagai penanggungjawab aset, dan Gubernur tandatangan sebagai mengetahui,” bebernya kemarin. Selanjutnya, pemprov dan PT MMW kembali akan membuat PKS lanjutan mengenai pembangunan lahan parkir GDP yang dibangun diluar perjanjian awal.Luas lahan parkir ini mencapai 2 hektare. GDP dibangun di perbatasan Gowa dan Makassar pada rancang bangunnya terdiri atas taman gajah seluas 2,3 hektare, taman burung 1,7 hektare, waterboom tiga hektare dan treetop outbond tiga hektare. Seluruh lahan yang digunakan merupakan milik Pemprov Sulsel. Diperkirakan, biaya yang digunakan pada pembangunan taman ini mencapai Rp67 miliar. Proyek ini juga berada di kawasan bersejarah Benteng Somba Opu. ● wahyudi |
Korsel Minati Proyek Infrastruktur di Sulsel
Sabtu, 21 Juli 2012
Int
Nick T Dammen
MAKASSAR, FAJAR -- Rencana proyek pembangunan infrastruktur di Sulsel menarik perhatian investor Korea Selatan (Koresel). Kedutaan Besar RI untuk Korsel siap memfasilitasi penjajakan kerja sama investor dengan Pemprov Sulsel.
Duta Besar RI untuk Korsel, Nick T Dammen mengatakan, beberapa proyek besar di Sulsel yang dapat dikerjasamakan dengan investor Korsel di antaranya jalan tol, pelabuhan laut, dan kereta api. "Proyek besar ini bisa digarap Korea dan sedang dijajaki kerja samanya," kata Nick usai bertemu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Kamis, 19 Juli.
Rencananya, duta besar akan mengajak investor Korsel ke Sulsel September mendatang agar lebih mengetahui potensi kerja sama yang bisa dilakukan di Sulsel. Bukan tidak mungkin, kata dia, penjajakan investasi dan kerja sama berkembang pada proyek lainnya.
Ketertarikannya memfasilitasi kerja sama antara Pemprov Sulsel dan Korsel setelah mengetahui adanya rencana pembangunan jalur kereta api Trans Mamminasata dan Trans Sulawesi. Korsel memiliki teknologi untuk pembangunan proyek tersebut, sehingga dinilai layak penjajakan kerja sama.
Apalagi, gubernur juga sudah beberapa kali kunjungan kerja ke Korsel menjajaki peluang kerja sama dengan investor Korea. Salah satunya adalah kerja sama di bidang alat-alat pertanian.
"Sulsel punya potensi besar untuk sektor pertanian. Gubernur sudah ingin memasukkan hand tractor yang ringan dari Korsel ke Sulsel. Saat ini masih dalam proses kerja sama," kata Nick.
Rencana pengadaan alat pertanian hand tractor salah satu fokus Pemprov Sulsel. Rencananya, pemprov akan bekerja sama dengan pabrikan Hyundai untuk perakitan 2500 unit secara bertahap.
Penjajakan kerja sama yang berkembang antara Pemprov Sulsel dan Korsel saat ini adalah pembangunan pabrik pipa baja. Kerja sama ini juga sudah dijajaki pembangunan pabriknya di Sulsel oleh gubernur.
Nick mengatakan, potensi Sulsel untuk pembangunan industri pengolahan baja dan pabrik pipa terbilang besar. Sulsel memiliki bahan baku pasir besi yang melimpah dengan jumlah tenaga kerja yang besar.
Potensi kerja sama tetap ada. Dua tahun lalu Nick memasukkan investasi ke pabrik baja Krakatau Steel sebesar Rp60 triliun. Memang masih butuh proses panjang, karena juga melibatkan pemerintah pusat. "Kami siap memfasilitasi dan meminta partner pemprov di Korea untuk memberitahu secara resmi, sehingga saya bisa membantu push di Jakarta," kata Nick.
Khusus untuk pembangunan jalur kereta api, Kedubes masih menunggu masukan dari pemprov. Investor masih menunggu masukan dari pemprov. Ketersediaan konsep dan feasibility study membuat penjajakan kerja sama lebih mudah. (rif/upi)
Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120720225035-korsel-minati-proyek-infrastruktur-di-sulsel
Read More >>
Nick T Dammen
Duta Besar RI untuk Korsel, Nick T Dammen mengatakan, beberapa proyek besar di Sulsel yang dapat dikerjasamakan dengan investor Korsel di antaranya jalan tol, pelabuhan laut, dan kereta api. "Proyek besar ini bisa digarap Korea dan sedang dijajaki kerja samanya," kata Nick usai bertemu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Kamis, 19 Juli.
Rencananya, duta besar akan mengajak investor Korsel ke Sulsel September mendatang agar lebih mengetahui potensi kerja sama yang bisa dilakukan di Sulsel. Bukan tidak mungkin, kata dia, penjajakan investasi dan kerja sama berkembang pada proyek lainnya.
Ketertarikannya memfasilitasi kerja sama antara Pemprov Sulsel dan Korsel setelah mengetahui adanya rencana pembangunan jalur kereta api Trans Mamminasata dan Trans Sulawesi. Korsel memiliki teknologi untuk pembangunan proyek tersebut, sehingga dinilai layak penjajakan kerja sama.
Apalagi, gubernur juga sudah beberapa kali kunjungan kerja ke Korsel menjajaki peluang kerja sama dengan investor Korea. Salah satunya adalah kerja sama di bidang alat-alat pertanian.
"Sulsel punya potensi besar untuk sektor pertanian. Gubernur sudah ingin memasukkan hand tractor yang ringan dari Korsel ke Sulsel. Saat ini masih dalam proses kerja sama," kata Nick.
Rencana pengadaan alat pertanian hand tractor salah satu fokus Pemprov Sulsel. Rencananya, pemprov akan bekerja sama dengan pabrikan Hyundai untuk perakitan 2500 unit secara bertahap.
Penjajakan kerja sama yang berkembang antara Pemprov Sulsel dan Korsel saat ini adalah pembangunan pabrik pipa baja. Kerja sama ini juga sudah dijajaki pembangunan pabriknya di Sulsel oleh gubernur.
Nick mengatakan, potensi Sulsel untuk pembangunan industri pengolahan baja dan pabrik pipa terbilang besar. Sulsel memiliki bahan baku pasir besi yang melimpah dengan jumlah tenaga kerja yang besar.
Potensi kerja sama tetap ada. Dua tahun lalu Nick memasukkan investasi ke pabrik baja Krakatau Steel sebesar Rp60 triliun. Memang masih butuh proses panjang, karena juga melibatkan pemerintah pusat. "Kami siap memfasilitasi dan meminta partner pemprov di Korea untuk memberitahu secara resmi, sehingga saya bisa membantu push di Jakarta," kata Nick.
Khusus untuk pembangunan jalur kereta api, Kedubes masih menunggu masukan dari pemprov. Investor masih menunggu masukan dari pemprov. Ketersediaan konsep dan feasibility study membuat penjajakan kerja sama lebih mudah. (rif/upi)
Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120720225035-korsel-minati-proyek-infrastruktur-di-sulsel
KESIAPAN ALAT CAPAI 60%
| Sabtu, 21 Juli 2012 | |
| MAKASSAR – Pengadaan alat olahraga yang akan digunakan atlet Sulawesi Selatan (Sulsel) di PON XVIII Riau nyaris lengkap. Sekretaris KONI Sulsel Nuhkrawi Nawir, kemarin, mengatakan, dari 38 cabang olahraga (cabor) yang diikuti Sulsel di PON nanti, hampir 60% peralatannya sudah sampai di Makassar. Akhir bulan ini,diharapkan sisa 40% alat yang belum tersedia sudah diterima masingmasing cabor.“Khusus alat yang dibeli di dalam negeri,semua sudah sampai,” tuturnya.Sementara untuk alat-alat kelengkapan olahraga yang dibeli dari luar negeri masih sedikit terkendala. “Tapi, sudah bisa kami atasi dan rampung bulan ini,”paparnya. Dia mengatakan, dana yang disiapkan untuk pembelian alat,termasuk kelengkapan pertandingan,sebanyak Rp4 miliar. “Dana sebanyak itu belum termasuk bonus prestasi atlet karena anggarannya masuk di APBD-P Perubahan.Rencananya dalam waktu dekat ini akan dibahas di DPRD,”ucap dia. Dalam APBD-P tersebut juga masuk rencana penambahan anggaran untuk kontingen Sulsel.“Semua kami serahkan ke pemerintah,”kata Nuhkrawi. Sebelumnya, KONI Sulsel mengusulkan,kenaikan bonus prestasi atlet pada PON XVIII Riau sebesar 25% dibanding PON sebelumnya. Usulan tersebut sudah diberikan ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel,kemudian diteruskan ke Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk disahkan lalu dibahas di DPRD Sulsel. Di sisi lain,tim wushu Sulsel optimistis dengan target emas PON,XVIII Riau,9-20 September 2012. Pelatih Wushu Sulsel Lettu Nurahmi mengatakan,tidak terbebani meski atlet yang akan memperkuat Sulsel di PON hanya satu yakniVictor Handoyo. “Kita sebagai pelatih melihat peluang Victor Handoyo untuk meraih hasil maksimal cukup terbuka.Mengenai kondisi hanya satu atlet yang lolos juga bukan alasan untuk bersikap pesimistis di PON,” jelasnya. Untuk merealisasikan target satu emas PON XVIII,lanjutnya,pihaknya telah mempersiapkan diri secara maksimal. Victor Handoyo juga sudah menjalani try out ke China untuk memaksimalkan kemampuannya. Tim pelatih,lanjut dia,juga terus mengintensifkan jadwal latihan guna mematangkan kemampuan atlet.Persiapan yang lebih matang juga diharapkan bisa membuat atlet mampu bersaing dengan lawan dari berbagai provinsi. “Untuk agenda latihan,kita laksanakan dua kali sehari.Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa membuat atlet lebih siap menghadapi PON mendatang,”ucapnya. Pada PON XVIII Riau 2012,tim wushu Sulsel mewaspadai sejumlah tim diantaranya Sumatera Utara (Sumut),DKI Jakarta,Jawa Timur,serta tuan rumah Riau. “Sumut pada babak pra-PON berhasil tampil sebagai juara umum.Namun kita tetap mengusung optimisme tinggi untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Sulsel,”ujarnya. Sementara itu,Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Golf Indonesia (PGI) batal mendatangkan pelatih profesial asal Jakarta untuk menangani tim golf Sulawesi Selatan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012. Sekretaris Umum PGI Sulsel Rahmat Nur Kadir mengatakan,pembatalan tersebut karena persoalan waktu yang minim.Pihaknya kini tetap mempercayakan tiga atlet ditangani pelatih lokal.“Waktunya memang sudah sempit untuk mendatangkan pelatih profesional. Namun kita tidak khawatir mengingat kualitas pelatih yang ada juga cukup bisa diandalkan,”ujarnya. Meski batal mendatangkan pelatih, lanjutnya,namun agenda lain dari pengurus sebelumnya seperti menggelar ujicoba lapangan golf di Riau tetap terlaksana. Tiga atlet Sulsel masing-masing Abdul Hamid, Zaenal,dan Ruslan telah diturunkan pada kejurnas Riau Terbuka,Juni 2012. “Kita juga tetap rencanakan kembali ke Riau untuk adapasi lapangan setelah lebaran nanti.Rencananya kita memang akan berangkat lebih awal dari cabang lain untuk lebih memaksimalkan persiapan,” ujarnya. Keinginan mendatangkan pelatih profesional diungkapkan Sekum PGI Sulsel periode sebelumnya yakni Syarifuddin Amin.Keinginan mengontrak pelatih profesional sebagai upaya menjaga peluang Sulsel di PON 2012. ● umran la umbu/ant |
Langganan:
Postingan (Atom)