Kamis, 09 Agustus 2012

Pertamina Harap Pemprov Sosialisasi Pembatasan BBM


MAKASSAR,- PT Pertamina Region 7 Sulawesi sangat berharap agar Pemerintah Provinsi Sulsel turun tangan melakukan sosialisasi pelarangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan dinas melalui pemasang­an stiker.
Sales Representative BBM Retail Rayon Makassar PT Pertamina Region 7 Sulawesi, Muhammad Iswahyudi meng­ungkapkan bahwa larangan penggunaan BBM ini diakuinya sampai saat ini belum berjalan efektif.
Sebabnya, sampai sejauh ini belum ada satupun instansi pemerintah, baik Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten dan Kota yang mengajukan permintaan pemasangan stiker pada kendaraan dinas sebagai simbol larangan penggunaan BBM bersubsidi. Padahal, kebijakan tersebut telah diberlakukan sejak Juli lalu.
“Dari awal kita berharap agar kebijakan tersebut menekan semakin tingginya penggunaan bahan bakar jenis premium maupun solar,” jelasnya melalui telepon genggamnya, kemarin.
Lanjut, Iswahyudi mengaku bahwa pihaknya tidak bisa memaksa setiap instansi pemerintah untuk melakukan pemasangan stiker. Sehingga, ia menilai akan lebih baik jika Pemprov Sulsel turun untuk mengintensifkan kembali sosialisasi ke setiap unit kerja maupun kabupaten kota, terkait pemasangan stiker larangan penggunaan BBM bersubsidi.
Diketahui sebelumnya, Sekretaris Provinsi Sulsel, Andi Muallim mengungkapkan, untuk menekan tingginya penggunaan BBM bersubsidi di Sulsel, maka setiap kendaraan dinas milik pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD di Sulsel akan dipasangi stiker.
“Melalui stiker ini kendaraan tertentu tidak boleh memakai BBM bersubsidi,” jelasnya.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis BBM Tertentu.
Berdasarkan data PT Pertamina Region 7 Sulawesi, penggunaan BBM bersubsidi di Sulsel telah over kuota hingga 20 persen.
Sehingga, diperlukan upaya antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan di akhir tahun. Salah satunya melalui pemasangan stiker pada kendaraan dinas milik pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD, termasuk kendaraan kategori mewah. (eky/ute)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/provinsi/pertamina-harap-pemprov-sosialisasi-pembatasan-bbm

Read More >>

Gebyar Pasar Murah Diikuti 125 Pedagang


Kamis, 09 Agustus 2012

MAKASSAR, – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel  menggelar Gebyar Murah Fashion yang dibuka, Rabu, 8 Agustus, di pelataran eks Panakkukang Mas Country Club (PMCC), Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Makassar. 
Kegiatan ini sendiri akan berlangsung hingga 15 Agustus mendatang. Setidaknya ada  sekitar 125 stand usaha mikro kecil menengah (UMKM) meramaikan pameran busana ini. Stan tersebut akan menyiapkan beragam kebutuhan busana anak-anak, remaja, dewasa pria hingga wanita, dan aksesoris.
Kepala Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengatakan bahwa even ini dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan produk-produk lokal. Serta meningkatkan daya  saing UKM. Selain itu, juga memberikan ruang kepada masyarakat untuk berbelanja murah. Dalam memenuhi kebutuhan pakaian untuk menghadapi lebaran nanti.
“Nuansanya tetap pada nuansa Ramadhan, dengan melibatkan UKM dan home industri dalam kegiatan ini, sehingga daya saing mereka bisa lebih diperhitungkan, serta menjadi tempat belanja murah jelang lebaran,” ujar Irman usai pembukaan Gebyar Murah Fashion.
Selain itu, lewat  even ini juga untuk memberikan hiburan kepada masyarakat dengan menggelar even selama kegiatan ini berlangsung. Kegiatan tersebut mulai peragaan busana, talkshow busana muslimah, serta hijab class.
Kegiatan ini menggandeng sejumlah perusahaan termasuk operator selular dan pihak  TNI. (mg4/ism)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/metro-makassar/gebyar-pasar-murah-diikuti-125-pedagang
Read More >>

Mobil Dinas Bisa Dipakai Mudik


Kamis, 09 Agustus 2012
MAKASSAR– Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar melunak terkait penggunaan mobil dinas untuk mudik Idul Fitri 1433 H. Pegawai Negeri Sipil (PNS) diperbolehkan menggunakan randis untuk pulang kampung.


Kendati demikian,pengguna ditekankan untuk memanfaatkan randis tersebut secara efesien dan efektif, sehingga nantinya tak mengganggu pekerjaan operasional di pemprov. Pengguna juga diwajibkan untuk menyiapkan kendaraan tersebut sesuai hari kerja pegawai. “Sejauh ini, di pemprov belum ada kami terima larangan randisuntukdipakaimudik.Jadi PNS dipersilahkan untuk mudik dengan randis tetapi penggunaannya harus efisien,” ujar Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Sulsel Ibrahim Beddu kemarin.

Sekadar diketahui, pada 2011 lalu, Gubernur Syahrul Yasin Limpo secara tegas melarang PNS menggunakan randis untuk mudik. Pegawai disarankan menyewa kendaraan sendiri.Alasannya saat itu, larangan tersebut merupakan instruksi dari KPK yang mengimbau pegawai yang mendapat mobil dinas untuk tidak menggunakannya untuk keperluan pribadi,termasuk mudik.

Ibrahim Beddu mengatakan, momen Idul Fitri hanya sekali setahun.Kebijakan untuk menggunakan randis saat mudik, kata dia, untuk mempermudah bagi PNS kembali ke kampung halamannya.Hanya saja,kendaraan operasional ini harus dimanfaatkan dan dijaga secara baik.Pasalnya,randis tersebut merupakan milik pemerintah. “Memang tak pernah ada larangan. Tapi jangan sampai diberi izin,terus tidak menjaga aset negara itu dengan baik,”imbuhnya.

Saat disinggung mengenai jumlah randis di lingkup pemprov, Ibrahim mengaku jumlahnya tak terlalu banyak.Khusus bagi pejabat dan kendaraan operasional SKPD, hanya berjumlah tiga hingga lima unit. “Untuk kendaraan bus itu memang banyak. Tapi untuk SKPD, hanya kendaraan kecil jenis sedan dan kecil,”bebernya.

Terpisah, Kepala Bagian Umum Pemkot Makassar Chairil Abdi menyatakan, PNS pengguna randis diperbolehkan menggunakan kendaraan milik pemerintah tersebut untuk mudik lebaran.Hanya saja, Chairil Abdi menekankan agar anggaran penjalanan yang digunakan tidak memakai biaya pemerintah. “Silahkan pakai randis untuk pulang kampong tetap tidak boleh menggunakan bahan bakar yang dibeli menggunakan uang pemerintah,” tandasnya.

Selain itu, pejabat pengguna randis diwajibkan untuk mengganti kerusakan yang kemungkinan terjadi selama perjalan mudik. Pengguna diwanti- wanti untuk tidak menggunakan dana pemerintah guna perbaikan kerusakan akibat kelalaian selama mudik. ● wahyudi/supyan umar 
Read More >>

Proyek Infrastruktur KTI Dipercepat


Kamis, 09 Agustus 2012
MAKASSAR – Pemerintah Pusat akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Kawasan Timur Indonesia (KTI), khususnya Sulsel.Kucuran dana segar dipastikan akan cair dalam Anggatan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2013-2014.


Proyek yang diprioritaskan dibiayai yakni pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, proyek New Port Makassar,serta kereta api lintas Makassar-Parepare sebagai tahap awal kereta api di Sulawesi. Percepatan penyelesaian infrastruktur perhubungan ini untuk memudahkan koneksitas antarprovinsi di Indonesia timur.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, keputusan untuk mempercepat pembiayaan proyek infrastruktur perhubungan untuk memperkuat koneksitas antarprovinsi disepakati dalam rapat kabinet terbatas bidang infrastruktur di Aula PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta, pekan lalu.

“Seluruh daerah,utamanya KTI, diminta mempersiapkan interkoneksitas antara provinsi dengan ibukota provinsi,dan provinsi lainnya. Ini utamanya bandara dan pelabuhan. KTI menjadi konsen pemerintah pusat untuk lebih banyak anggarannya ke depan di APBN,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel,kemarin.

Khusus kereta api Makassar- Parepare,proyek ini menjadi percontohan lantaran telah meneken memoradum of understanding (MoU) dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Mantan Bupati Gowa dua periode ini juga mendorong ke pemerintah pusat,agar proyek jalan layang Maros-Bone bisa masuk menjadi proyek nasional, begitu pun juga dengan pendanannyan.

Saat disinggung mengenai total anggaran yang akan dikucurkan pemerintah pusat ke Sulsel, Syahrul enggan berspekulasi. “Yang jelas, semua sudah masuk dalam blue print.Koneksitas jalan darat, termasuk pengembangan perluasan dari Maros ke Bone diharapkan bisa secepatnya,”tambahnya. ● wahyudi 

Read More >>

Pemprov. Sulsel Pacu Terus Perekonomian


Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan sebesar 8,45% akan terus dipacu, dan selama ini, laju pertumbuhan ekonomi Sulsel selalu di atas rata-rata nasional, dan gerak ekonomi yang cukup baik membuat daya beli masyarakat terjaga. Banyak usaha-usaha kecil menengah baru yang dibuka dan yang sudah existing berkembang di Sulawesi Selatan. Trend ini mendorong penyerapan tenaga kerja. Hal tersebut diutarakan Wakil Gubernur,Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu’mang, Rabu, 8 Agustus 2012.

Menurut Wagub, hasil-hasil pertanian dan perkebunan yang cukup bagus bagi petani membuat daya beli cenderung meningkat dari tahun ke tahun, Untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi yang terakselerasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, akan terus fokus untuk menggenjot infrastruktur jalan. Untuk jalan provinsi alokasinya dalam APBD Provinsi sekira Rp 300 miliar. Belanja ini, akan digelontorkan Pemprov Sulsel ke sejumlah kabupaten. Sementara di poros Makassar-Parepare sudah tinggal beberapa titik lagi akan tuntas, dan poros Jeneponto-Sinjai sementara dalam pengerjaan. Sasaran berikutnya adalah poros Maros-Bone dan hal ini sementara diajukan ke pusat untuk memulai pembangunan fisiknya pada tahun 2013.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga sudah mengajukan ke pusat pinjaman lunak untuk infrastruktur senilai Rp 500 miliar. Pemerintah saat ini sedang mempercepat penyelesaian jalan-jalan Provinsi, tapi ini kita lagi tunggu persetujuan DPRD Sulsel. Karena ini statusnya pinjaman, adapun panjang jalan provinsi saat ini sekitar 1.300 kilometer. Setiap tahun, jalan ini dimaintenance dengan dana sekira Rp 300 miliar.

Nh/Ys (Kamis, 9 agustus 2012)
Read More >>

Dishub Sulsel Bekerjasama Dengan PT. Bumi Putera Luncurkan Program Mudik Gratis


Mudik gratis yang dikemas dengan nama Bumi Putera Sayang Rakyat menargetkan 2.000 penumpang untuk perayaan Idul Fitri 1433 Hijriah tahun ini yang terdiri dari 1.000 untuk mahasiswa dan selebihnya bagi masyarakat umum. Mudik gratis tersebut akan menyasar 16 kabupaten/kota sebagai daerah tujuan, antara lain Bulukumba, Sinjai, Bone, Selayar, Sengkang, Soppeng, Pare-pare, Enrekang, Mangkutana, Malili, Soroako, Palopo, Luwu, Masamba, Sidrap dan Pinrang. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Masykur Sulthan di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 8 Agustus 2012.

Rencananya, pelepasan penumpang program mudik gratis ini dilakukan 16 Agustus 2012 mendatang, sementara pelaksanaan sudah dilakukan mulai 12 Agustus hingga 18 Agustus. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ingin menjadi penyelenggara mudik terbaik se-Indonesia. Karenanya, Masykur Sulthan berharap semua calon penumpang bisa tertib dan mematuhi aturan yang diterapkan pelaksana mudik gratis. Indikatornya adalah semua berlangsung dengan aman, tertib dan nyaman kemudian tidak terjadi kecelakaan, artinya semakin minim kecelakaan akan semakin bagus. Ajakan bagi mahasiswa yang suka naik motor itu kita utamakan, supaya tidak naik motor dan tiba di  wilayahnya dengan selamat melalui program mudik gratis.

Sementara itu, Kepala Wilayah Makassar PT Bumi Putera, Muchsin menjelaskan, acara ini sebagai bentuk kepedulian Bumi Putera terhadap rakyat Sulawesi Selatan, dan pada pelaksanaannya tentunya ini akan ada syaratnya. Syaratnya, misalnya kalau mahasiswa memiliki kartu mahasiswa, sedangkan untuk umum diutamakan yang kurang mampu. Untuk proses pendaftarannya, panitia memiliki koneksi di kampus-kampus yang kemudian akan diseleksi oleh Tim Simpul untuk menentukan mana yang berhak dan mana yang tidak, begitu juga dengan kategori umum.

Rs/Nh (Kamis, 9 Agustus 2012)
Read More >>

Gubernur Lobi Percepat Infrastruktur Sulsel


Gubernur Sulsel, H Syahrul  Yasin Limpo, Rabu, 8 Agustus 2012 terus melakukan lobi ke pemerintah pusat, khususnya Menteri Perhubungan, untuk mempercepat beberapa  mega proyek infrastruktur yang telah direncanakan di Sulawesi Selatan. Karena itu, beberapa pengembangan infrastruktur di Sulsel pada Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpin langsung Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Jakarta, baru-baru ini.

Lanjut dikatakan, dalam rapat membahas bagaimana mempersiapkan interkoneksitas antara provinsi dan ibu kota provinsi lainnya. Itu menjadi prioritas, terutama untuk pemanfaatan airport dan pelabuhan yang ada. Oleh karena itu, Sulsel termasuk dengan provinsi yang memiliki airport cukup banyak, dan itu pemanfaatannya bisa di maksimalkan. Tetapi, khusus untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI), menjadi konsen Pemerintah Pusat untuk lebih banyak memberikan orientasi anggaran ke depan agar perhubungan laut bisa menjadi interkoneksi yang kuat. Termasuk, kesiapan kereta api yang ada di Sulawesi Selatan, khususnya yang baru menandatangani MoU dengan pemerintah pusat yakni Sulsel.

Diharapkan, pemerintah provinsi lain bisa mengikuti apa yang telah kita lakukan di Sulsel. Memang investasinya tidak sampai di Sulsel saja, di harapkan 2014-2015 nanti interkoneksi antar pulau itu bisa dilakukan maksimal. Selain, memperkuat hubungan Sulsel untuk prioritas penerbangan udara, juga dilakukan interkoneksitas nasioanl, dimana pusat pengembangannya ada di Sulsel. Pelabuhan yang ada di Makassar, Newport yang ada di Makassar akan dikembangkan sangat luas dan diharapkan bisa maksimal. Khususnya, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar akan dikembangkan. Tidak hanya itu, pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar juga sudah dimasukkan dalam orientasi blue print perencanaan.

Sementara, koneksitas jalan darat juga kita bahas. Khususnya perluasan dan peningkatan jalan dari Maros ke Bone, itu jadi prioritas kita. Proyek infrastruktur lainnya yang dilobi ke pusat adalah pengembangan Pelabuhan Parepare menjadi pelabuhan internasional. Pasalnya, pelabuhan di Makassar sudah dianggap sangat penuh bahkan menuju kejenuhan. Terkadang dalam satu hari ada 20 kapal yang harus menunggu antrian masuk di pelabuhan. Ke depan, pengembangan pelabuhan diharapkan sudah ada di alternatif-alternatif. Saya tidak mau buru-buru menyampaikan apa yang menjadi justifikasi kita karena akan terjadi kontraksi-kontraksi yang tidak dibutuhkan. Oleh karena itu, kita menunggu perkembangan karena pelabuhan dan airport itu termasuk kereta api, gubernur hanya menjadi pelaksana strategis lapangan, domain ada di Menteri Perhubungan.

Nh/Rs  (Kamis, 9 Agustus 2012)
Read More >>

Rabu, 08 Agustus 2012

Pengunjung Pasar Butung Rebutan Foto Bareng


RABU, 08 AGUSTUS 2012 

alt
MAKASSAR, -Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan mendadak ke Pasar Butung, Makassar, Selasa, 7 Agustus. Hal tersebut dilakukan untuk melihat dari dekat perputaran perekonomian dan geliat kehidupan masyarakat di bulan Ramadhan.
“Saya ingin mengetahui secara jelas bagaimana perputaran ekonomi di sini. Apalagi, pertumbuhan ekonomi di Sulsel, di atas rata-rata nasional.
Tentunya, penopangnya dari sini,” jelas Syahrul.
Dalam sidak tersebut, pe­­ngunjung dan pedagang di Pasar Butung, berebut men­dekati Syahrul. Orang nomor satu di Sulsel itu juga mengelilingi lods seraya menanyakan kepada pengelola terkait pen­tingnya menjaga kenyamanan pengunjung serta pengamanan saat berbelanja.
“Harus aman, sehingga pengunjung nyaman berbelanja,” kata Syahrul.
Selama lebih kurang 15 menit, Gubernur yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Irman Yasin Limpo, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Andi Bakti, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Agus Sumantri, mengelilingi lods tempat penjualan dari lantai 1 hingga lantai 3.
Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia itu juga menyempatkan diri ke bilik informasi di lantai 2 dan menyapa pengunjung melalui pengeras suara.
“Mari kita melaksanakan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya dan tiada hentinya memperbanyak amaliah sebagai bekal dalam menjalani kehidupan di masa datang,” imbau Syahrul kepada  seluruh pengunjung melalui pengeras suara. (*/ute)
Read More >>

Mentan Kagumi Pertanian Sulsel


Rabu, 8 Agustus 2012

JAKARTA, FAJAR -- Menteri Pertanian Republik Indonesia, Suswono, mengaku sangat mengagumi pertanian Sulsel. Apalagi, keberhasilannya dalam menyanggah kebutuhan beras di kawasan timur Indonesia. Hal itu diungkapkan Suswono, usai rapat kabinet terbatas di Kantor Kementerian Pertanian, kemarin.

Menurutnya, Sulsel harus bisa mempertahankan bahkan meningkatkan surplus berasnya tersebut, sehingga bisa memberi banyak kontribusi terhadap target overstok beras nasional 10 juta ton beras, pada 2014 mendatang.
Setelah sukses mencapai produksi 2 juta ton overstock beras di Sulsel setiap tahunnya sejak 2008, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) langsung mendapat kepercayaan penuh dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membantu persoalan pangan nasional.

Presiden SBY meminta agar Gubernur Syahrul menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mencapai target overstock atau surplus  10 juta ton beras untuk tingkat nasional. Jika Sulsel mampu 2 juta ton overstock beras per tahun, maka SYL dibebankan harus ikut memikirkan langkah strategis apa yang harus ditempuh secara nasional untuk mencapai target tersebut.

"Karena di Sulsel berhasil mencapai overstock 2 juta ton beras setiap tahunnya, maka pak SBY memerintahkan saya untuk menyiapkan konsep bagaimana mencapai overstock beras 10 juta ton secara nasional. Itulah hasil dari rapat kabinet terbatas, Senin yang saya ikuti," ujar Syahrul, Selasa 7 Agustus.

Syahrul memang diundang oleh Presiden SBY untuk ikut Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpin langsung SBY di Auditorium Gedung F Kantor Kementrian Pertanian, Jalan Harsono RM No 3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta, Senin 6 Agustus.

"Kehadiran saya sebagai pendamping tetap Presiden di Sidang Kabinet Terbatas," tambah Syahrul.
Syahrul mengungkapkan, kepercayaan SBY terhadap dirinya tak akan disia-siakan. Dia bersama sejumlah pihak terkait akan merumuskan langkah apa saja secara strategis untuk memenuhi target overstock beras secara nasional yakni 10 juta ton.

"Ini sebuah tantangan dan harus saya jalani. Insya Allah, konsepsi 2 juta ton beras yang berhasil di Sulsel akan kita sukseskan bersama secara nasional," kata Syahrul.
Dia mengatakan, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan jaminan ketersediaan pupuk secara konstan dari pihak pemerintah setempat, optimalisasi pengairan, efisiensi pertanian, dan lain sebagainya.

Di Sulsel, lanjutnya, meski telah terjadi anomali cuaca, namun produksi beras tetap terus mengalami peningkatan. Pada 2007 lalu, sebelum surplus 2 juta ton ditetapkan hanya mencapai 1,6 juta ton. Baru setelah ditetapkan target 2008, produksi surplus beras Sulsel di atas 2 juta ton, yakni 2,2 juta ton, selanjutnya 2,5 juta ton (2009), 2,6 juta ton (2010) dan 2,9 juta ton (2011). Dan pada 2012 ini akan ditargetkan di atas 3 juta ton surplus beras di Sulsel. "Tak mengherankan jika Sulsel menjadi pilar utama perekonomian bangsa Indonesia," tegas Syahrul.

Selain di bidang pangan, Presiden SBY juga meminta Syahrul menyiapkan langkah untuk menggenjot produksi sapi. Maklum, Sulsel dinilai berhasil sehingga bisa mencapai stok satu juta ekor sapi.

Sementara itu, Kadis Pertanian, Luthfi Halide mengatakan, tahun ini produksi beras di Sulsel sudah surplus 2,067 juta ton. Selain dikirim melalui perdagangan antarpulau, khususnya di 17 provinsi, juga di ekspor ke tiga negara, Korea, Singapura, dan Malaysia.

Untuk ekspor, Sulsel mendapat kuota ekspor 20 ribu ton. Namun, kata Luthfi, perdagangan antarpulau lebih menguntungkan dibanding ekspor. "Tapi lebih menguntungkan kalau perdagangan antar pulau dibanding ekspor. Sehingga kami berpikir untuk lebih memprioritaskan antarpulau," ungkap Luthfi.  (asw/sil)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120808003609-mentan-kagumi-pertanian-sulsel
Read More >>

Guberur Sulsel Pendamping Presiden di Sidang kabinet


Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo  mendapat kepercayaan penuh dari Presiden Republik Indonesia, H.Susilo Bambang Yudhoyono untuk membantu persoalan pangan nasional. Presiden meminta agar Syahrul menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mencapai target overstok nasional 10 juta ton pangan. Hal tersebut terungkap dalam Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpin langsung SBY di Auditorium Gedung F Kantor Kementrian Pertanian, Jalan Harsono RM No 3 Ragunan Pasar Minggu, Jakarta, Senin 6 Agustus 2012.
Gubernur mengatakan kehadirannya sebagai pendamping tetap Presiden di Sidang Kabinet Terbatas yang membahas masalah pertanian, khususnya kesiapan nasional overstok pangan. Syahrul mengatakan bahwa Presiden SBY memberi kepercayaan kepada dirinya untuk membuat susunan dan konsep, langkah-langkah strategis apa yang bisa dilakukan untuk mencapai target 10 juta ton pangan tersebut. Apalagi Sulsel yang berhasil meraih surplus 2 juta ton dinilai berhasil. Selain di bidang pangan, presiden juga meminta Syahrul menyiapkan langkah untuk menggenjot produksi sapi. Pasalnya, Sulsel dinilai berhasil sehingga bisa mencapai stok satu juta ekor sapi.
Berdasarkan pengalaman di Sulsel itulah, saya diminta membuat rujukan, apa-apa saja yang harus dilakukan untuk mem-back up secara nasional. Masalah kedelai, juga menjadi persoalan yang dibahas dalam Sidang Kabinet Terbatas tersebut. Bagaimana menggenjot produksi kedelai di Indonesia. Masalah kedelai ini, Sulsel diminta ikut mengambil peran. Termasuk  empat gubernur lain yang juga dinilai berhasil di bidang pertanian.
Presiden juga memintanya memberikan masukan dan menyiapkan konsep terkait akan dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) untuk memanfaatkan lahan-lahan terlantar. Sehingga ke depannya tidak ada lagi lahan-lahan yang tidak berproduksi. Gubernur diminta membuat masukan untuk Inpres.

Sr/An (Rabu, 8 Agustus 20012)
Read More >>

Belajar dari Sulsel Cara Mencegah Krisis Kedelai


Selasa, 7 Agustus, 2012
Akhirnya Presiden Su silo Bambang Yudhoyono (SBY) perlu memanggil Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke Sidang Kabinet Terbatas. Mau gimana lagi? Krisis kedelai yang berlangsung belum lama ini jelas jadi alarm keras bahwa ketahanan pangan kita ternyata butuh perhatian khusus.
Gara-gara peristiwa itu, kita semua sadar: negara kita terlalu bergantung pada hasil bumi negeri lain. Hal yang mengherankan mengingat julukan ‘negara agraris’ masih diajarkan di sekolah-sekolah dasar hingga kini.

Saya pribadi melihat persoalan pangan adalah salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi negara kita tidak secepat negara Asia lainnya. Dulu Indonesia mengekspor beras dan mendapat pemasukan dari sana, kini kita mengimpor beras sehingga anggaran negara untuk sektor lain jadi berkurang; pendidikan misalnya.
Untuk pertanian, sebenarnya Indonesia bukan bergantung sepenuhnya pada hasil impor. Kita juga memproduksi, hanya saja kuantitasnya jauh dari kebutuhan. Nah, menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha (sekitar 3 bulan lagi), kebutuhan pangan pasti melonjak. SBY (dan kita semua) tentu tidak ingin ada krisis tahu-tempe atau krisis beras, daging, cabai, dan lain-lain.
SYL bukanlah satu-satunya gubernur yang menghadiri Sidang Kabinet Terbatas, ada 4 gubernur lain. Tapi secara khsusus, gubernur Sulsel ini mendapat kepercayaan penuh dari presiden karena prestasinya di bidang pertanian.
Di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo, Sulawesi Selatan tercatat sebagai penerima Adi Karya Pangan Nusantara dalam tiga tahun terakhir, Satya Lencana Pembangunan Pertanian untuk Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) tiga tahun berturut-turut 2008-2010 serta Satya Lencana Wirakarya Pembangunan 2011.
Tentunya kita layak berharap banyak pada SYL untuk memberi masukan-masukan kepada SBY soal cara meningkatkan ketahanan pangan kita. Bahkan target
10 juta ton pangan untuk Indonesia harusnya bisa dicapai karena Sulsel sendiri sukses mendapatkan surplus pangan sebesar 2 juta ton.
Masalah kedelai yang kemarin heboh juga dibahas dalam Sidang Kabinet Terbatas tersebut. SYL diminta memberikan susunan dan konsep, langkah-langkah strategis apa yang bisa dilakukan agar produksi kedelai di Indonesia bisa digenjot. Semoga kita tidak perlu lagi mengimpor, bahkan kalau bisa berganti jadi negara pengekspor kedelai.
Selain di bidang pangan, Presiden SBY juga meminta Syahrul menyiapkan langkah untuk menggenjot produksi sapi. Pasalnya, Sulsel dinilai berhasil sehingga bisa mencapai stok satu juta ekor sapi. Hal ini tentu saja untuk mengantisipasi melonjaknya kebutuhan daging menjelang Lebaran. Meski tidak sampai menjadi negara pengekspor sapi, tapi setidaknya mudah-mudahan kita tidak perlu lagi mengimpor daging dari negara lain yang dihantui wabah sapi gila.
Bagi saya, bisa mengekspor itu bagus. Namun status tidak menjadi negara pengimpor itu saja sudah cukup. Sebab hal itu berarti uang negara kita bisa dialokasikan ke bidang lain secara optimal. Dengan begitu perlahan-lahan negara ini bisa dibangun. Meski tidak langsung menjulang luar biasa seperti Qatar, tapi setidaknya kita bisa maju tanpa ketergantungan ke pihak asing.
Semoga pak Syahrul Yasin Limpo bisa menjalankan tugasnya dengan baik sehingga ketahanan pangan Indonesia bisa membaik agar saya (serta semua masyarakat Indonesia) bisa jajan gorengan tahu-tempe lagi dan ukuran daging rendang di rumah makan Padang tidak menyusut lagi. [Krisna Tobing]
Read More >>

Gubernur Evaluasi Kinerja Pemerintahan


Rabu, 08 Agustus 2012

MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup pemprov untuk bekerja lebih serius di sisa tahun 2012,yang juga masa akhir periodenya tersebut.

“Saya mau bersih-bersih sebelum akhir tahun anggaran ini.Ini kan juga akhir tahun masa jabatan saya,” katanya usai memimpin rapat tertutup bersama sejumlah kepala SKPD di ruang kerjanya,kemarin. Karena itu, dia meminta agar seluruh administrasi serta penggunaan anggaran harus dievaluasi sedini mungkin. Dengan demikian, kendala yang kemungkinan timbul khususnya yang terkait masalah hukum ataupun adminstrasi, bisa diminamlisir.

Selain itu, dia juga menugaskan kepada seluruh kepala SKPD agar rutin melaporkan setiap perkembangan program yang dilakukannya. Hal ini juga sebagai motivasi bawahannya bekerja serius. “Adminstrasi diperbaiki, kita kan menuju perubahan anggaran.Avaluasi harus jalan. Ramadan ini dipakai untuk koreksi dan penyemburnaan. Asisten dan setiap biro harus punya target,”bebernya.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, Syahrul juga melakukan evaluasi terhadap realisasi penggunaan APBD hingga triwulan II 2012 ini tidak mencapai target 50%. Hingga kini,realisasi fisik baru mencapai 45,75%, dan realisasi keuangan 36,79%. Padahal, target realisasi 50% pada pertengahan tahun 2012 ini merupakan salah satu progres yang ditekankan gubernur kepada anak buahnya.

Selain menggenjot proyek yang ada,hal ini juga diakuinya terkait menjelang Pilkada Gubernur Pilgub Sulsel 2013 nanti. “Termasuk saya evaluasi target Triwulan II. Tapi saya anggap tak masalah, karena memang ada program-program yang bersakutan dengan dekonsentrasi,” kilahnya.

Pada Triwulan III 2012 mendatang, dia kembali menargetkan agar seluruh SKPD bisa menuntaskan seluruh programnya di tahun ini.Sehingga pada Triwulan IV mendatang hanya tinggal penyempurnaan. “Saya mau semuanya tuntas. Dalam waktu singkat, saya akan kumpulkan lagi kepala SKPD untuk dengarkan ekspornya masing-masing, termasuk persiapan anggaran perubahan,” tandasnya.

Diketahui, tahun 2012 ini merupakan masa akhir periode pertama Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang menahkodai Sulsel.Keduanya pun kembali bertarung pada Pilgub 2013 mendatang untuk bisa memimpin dua periode. ● wahyudi 
Read More >>

Syahrul Tangani Pangan Nasional


Rabu, 08 Agustus 2012
JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebagai penanggung jawab program pencapaian surplus beras nasional sebanyak 10 juta ton.


Penunjukan ini menyusul kesuksesan Sulsel mencapai over produksi beras 2 juta ton sejak 2008 lalu. Presiden SBY meminta agar Syahrul Yasin Limpo menyiapkan langkah strategis yang akan diterapkan secara nasional untuk mencapai target surplus 10 juta ton beras sekaligus mengamankan cadangan beras nasional.

“Sulsel berhasil mencapai overstock 2 juta ton beras sejak 2008 lalu.Karena itu,Presiden SBY memerintahkan saya untuk menyiapkan konsepsi bagaimana mencapai overstock beras 10 juta ton secara nasional. Itulah hasil dari rapat kabinet terbatas kemarin saya ikuti,” ujar Syahrul Yasin Limpo dalam siaran persnya kepada SINDO di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya,Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini diundang Presiden SBY untuk mengikuti Sidang Kabinet Terbatas di Auditorium Gedung F Kantor Kementerian Pertanian, Jalan Harsono RM No 3,Ragunan, Pasar Minggu,Jakarta. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, kepercayaan SBY untuk menangani persoalan pangan nasional tidak akan disia-siakan.

Menurutnya, dia bersama bersama stakeholder terkait akan merumuskan langkah strategis untuk memenuhi target overstockberas secara nasional yakni 10 juta ton.Salah satunya dengan menyerap program yang diterapkan di Sulsel. Dia mengatakan, untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan jaminan ketersediaan pupuk secara konstan dari pihak pemerintah setempat. Selain itu, harus dilakukan optimalisasi pengairan dan efisiensi pertanian.

Hal ini telah diterapkan di Sulsel dimana telah terjadi anomali cuaca, namun produksi beras tetap mengalami peningkatan. Pada 2007 lalu,sebelum surplus 2 juta ton beras dicanangkan, kemampuan produksi petani maksimal 1,6 juta ton per tahun. Setahun kemudian, dengan optimalisasi lahan pertanian, perbaikan saluran irigasi, pemupukan, dan pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi cuaca, produksi beras Sulsel mencapai 2,2 juta ton.

Terakhir, pada 2011 lalu, surplus produksi mencapai 2,9 juta ton yang disalurkan pada 14 provinsi di Indonesia Timur. ”Ini sebuah tantangan dan harus saya jalani.Insya Allah,konsepsi 2 juta ton beras yang berhasil di Sulsel akan kita sukseskan bersama secara nasional,” kata Syahrul. Menurut dia, dalam rapat tersebut, Presiden juga menyinggung masalah kedelai yang kerap bermasalah.

SBY berharap, produksi nasional bisa digenjot sehingga tidak terjadi kelangkaan yang membuat harga tempe melambung. ”Masalah kedelai ini,Sulsel diminta ikut mengambil peran. Termasuk, empat gubernur lain yang juga dinilai berhasil di bidang pertanian,”urainya. Selain di bidang pangan, Presiden SBY juga meminta Syahrul menyiapkan langkah untuk menggenjot produksi sapi untuk mencapai swasembada daging nasional.

Maklum, Sulsel dinilai berhasil sehingga bisa mencapai stok satu juta ekor sapi. ”Berdasarkan pengalaman di Sulsel itulah, saya diminta membuat rujukan, apa-apa saja yang harus dilakukan untuk mem-back up secara nasional,” jelasnya. Presiden SBY juga memintanya memberikan masukan dan menyiapkan konsep terkait akan dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) untuk memanfaatkan lahan terlantar.

Dengan inpres ini diharapkan, kedepannya tidak ada lagi lahan tidur. “Saya diminta membuat masukan untuk Inpres tersebut,” katanya. Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Agus Sumantri mengatakan, Syahrul memang dipanggil oleh Presiden SBY untuk menghadiri Sidang Kabinet Terbatas di Auditorium Gedung F Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

 “Bukan hanya sebagai Ketua APPSI, tetapi pemikiran Syahrul Yasin Limpo sangat diharapkan bersama menteri Kabinet Indonesia Bersatu II untuk merumuskan dan menyusun kebijakan pemerintah,”katanya. abriandi 

Read More >>

Selasa, 07 Agustus 2012

ITK Sulsel di Atas ITK Nasional


SELASA, 07 AGUSTUS 2012 

Perekonomian Triwulan Kedua Naik 6,68 Persen
 MAKASSAR,  - Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Sulsel di triwulan kedua tahun 2012 ini menempati posisi delapan besar di Indonesia. ITK Sulsel senilai 109,72 masih berada di atas ITK Indonesia dengan nilai rata-rata sebesar 108,77 persen.
Bahkan secara umum nilai ITK dan tingkat optimisme di Sulsel masih relatif lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya oleh karena adanya peningkatan nilai pendapatan rumah tangga.
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menjelakkan, kondisi ekonomi triwulan kedua tahun 2012, khususnya konsumsi makanan masyarakat Sulsel relatif sama dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Hanya saja konsumsi makanan untuk konsumsi susu sedikit mengalami penurunan. Sedangkan jenis non makanan yang mengalami penurunan adalah koran dan televisi.
Sementara perkiraan ekonomi konsumen triwulan ketiga untuk tahun 2012, diperkirakan membaik dan mengalami peningkatan sebesar 112,97 persen.
Sebab sesuai gambaran provinsi di Sulawei, prediksi ITK pada semua provinsi secara umum diindikasi ada kenaikan diban­ding triwulan saat ini, karena adanya momen bulan suci ramadan dan Idul Fitri 1433 Hijriah pada triwulan ketiga di tahun 2012.
Sementara itu, terkait kinerja perekonomian Sulsel triwulan kedua tahun 2012 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp39.994,28 miliar, sedangkan atas dasar harga konstan tahun 2000 sebesar Rp15.117,11 miliar.
Itu terkait dengan meningkatnya pertumbuhan yang terjadi disemua sektor ekonomi, dan pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor pertambangan sebesar 13,18 persen.
Bila hal ini dibandingkan triwulan yang sama pada tahun 2011, di triwulan kedua tahub 2012 Provinsi Sulsel mengalami pertumbuhan se­besar 8,45 persen dengan pertumbuhan tertinggi di sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 21,94 persen.
Provinsi Sulsel di triwulan kedua tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar Rp39.994,28 miliar atas dasar harga dibandingkan triwulan kedua tahun 2011 lalu.
Lalu sumber pertumbuh­an ekonomi terbesar di Sulsel datang dari sektor pertanian sebesar 2,01 persen, sedangkan sumber pertumbuhan ekonomi dari industri peng­olahan sebesar 2,28 persen.
Olehnya itu, ditinjau dari sisi penggunaan dan pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan kedua 2012 dibanding tahun dan triwulan yang sama di dorong oleh pembentukan modal tetap bruto (PMTB) masih ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 23,62 persen, konsumsi pemerintah sebesar 10,11 persen, pengeluaran komsumsi rumah tangga sebesar 7,48 persen dan konsumsi nirlaba sebesar 7,96 persen.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis BPS Provinsi Sulsel, Khaerul Agus, kepada Cakrawala diruang press room kantor BPS, Jalan Haji Bau, Senin, 6 Agustus, mengatakan, perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) triwulan keempat tahun 2012 menjelang Pilgub Sulsel 2013 mendatang akan meng­alami peningkatan, khusus­nya di sektor industri dan jasa.
“Pastinya industri percetakan jelang Pilgub Sulsel akan meningkat, dan hal yang sama juga terjadi pada usaha hotel dan restoran yang umumnya banyak digunakan,” tutur Khoirul. (ran/mri/ute)
Read More >>

SBY Tunjuk SYL Tangani Surplus Beras Nasional


Selasa, 7 Agustus, 2012
Makassar,  -- Setelah sukses mencapai produksi 2 juta ton overstock beras di Sulsel setiap tahunnya sejak 2008, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) langsung mendapat kepercayaan penuh dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membantu persoalan pangan nasional.

Presiden SBY meminta agar Gubernur Syahrul menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mencapai target overstock atau surplus  10 juta ton beras untuk tingkat nasional. Jika Sulsel mampu 2 juta ton overstock beras per tahun, maka SYL dibebankan harus ikut memikirkan langkah strategis apa yang harus ditempuh secara nasional untuk mencapai target tersebut.

"Karena di Sulsel berhasil mencapai overstock 2 juta ton beras setiap tahunnya, maka pak SBY memerintahkan saya untuk menyiapkan konsepsi bagaimana mencapai overstock beras 10 juta ton secara nasional. Itulah hasil dari rapat kabinet terbatas kemarin saya ikuti," ujar Syahrul, Selasa (7/8/2012).

Syahrul memang diundang (6/8) oleh Presiden SBY untuk ikut Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpin langsung SBY di Auditorium Gedung F Kantor Kementrian Pertanian, Jalan Harsono RM No 3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta.

"Kehadiran saya sebagai pendamping tetap Presiden di Sidang Kabinet Terbatas," tambah Syahrul.(*)


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/mobile/index.php/2012/08/07/sby-tunjuk-syl-tangani-surplus-beras-nasional
Read More >>

Daya Beli Warga Sulsel Membaik


Selasa, 07 Agustus 2012
MAKASSAR– Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Sulsel pada triwulan II/2012 membaik jika dibandingkan triwulan I. Di mana ITK Sulsel tercatat 109,72 naik dari triwulan sebelumnya 107,01.

 ”Itu artinya konsumen di Sulsel dalam memandang tingkat kestabilan ekonomi lebih baik jika dibandingkan triwulan sebelumnya,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono di kantornya, kemarin. Bambang menilai, membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, tidak adanya pengaruh inflasi pada konsumsi makanan.

Walaupun konsumsi makanan dan non makanan sedikit mengalami penurunan walau tidak terlalu signifikan. “Konsumsi makanan masyarakat Sulsel relatif sama dengan triwulan sebelumnya. Konsumsi makanan yang mengalami penurunan hanya pada konsumsi susu, sedangkan non makanan ada pada koran dan rekreasi,”kata Bambang.

BPS memprediksi pada triwulan III diperkirakan ITK mencapai 112,97. Ini berarti kondisi ekonomi konsumen tetap lebih baik.“Kecenderungan naiknya ITK ini disebabkan adanya bulan Ramadan dan Idul Fitri di triwulan III,”tuturnya. Dari seluruh provinsi di Sulawesi, Sulsel berada pada urutan kedua pertumbuhan ITK tertinggi setelah Sulawesi Tenggara sebesar 110,47.

Namun pertumbuhan ITK Sulsel masih jauh lebih besar dari pertumbuhan ITK nasional yang hanya 108,77. Sementara untuk perkiraan ITK di triwulan III mendatang, Sulsel memimpin disusul Sulawesi Utara, dan provinsi terendah di Sulawesi adalah Sulbar dengan prediksi 110,10,disusul prediksi pertumbuhan ITK secara nasional 110,96. Untuk prediksi pendapatan rumah tangga di triwulan III mencapai 115,07.

Bambang juga melihat adanya rencana pembelian barang-barang tahan lama seperti televisi, VCD/DVD player dan lain-lainnya akan ikut tumbuh menjadi 109,01. Sehingga ITK di triwulan III tercatat 112,97.

”Survei Tendensi Konsumen (STK) yang kami kumpulkan bersamaan dengan Sakernas, dan khusus di Sulsel rumah tangga yang didatangi 36% merupakan tamatan SLTA,dan 15% sarjana,”kata Bambang. rahmat hardiansya

Read More >>

Syahrul Diminta Siapkan Konsep Overstok Pangan


Selasa, 07 Agustus 2012
JAKARTA – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo diminta khusus oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyiapkan langkah strategis untuk mencapai target overstok pangan 10 juta ton sekaligus untuk mengamankan cadangan pangan nasional. 

Tugas tersebut dibebankan menyusul kemampuan Sulsel mencapai overstok beras dua juta ton dan jagung 1,5 juta ton. Perintah tersebut disampaikan langsung Presiden dalam sidang kabinet terbatas di Auditorium Gedung F Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, kemarin. ”Tadi rapatnya membahas masalah pertanian khususnya kesiapan nasional mencapai overstok pangan. Kita targetkan bisa mencapai 10 juta ton untuk mengamankan cadangan pangan nasional,” jelasnya usai mengikuti rapat kabinet, kemarin.

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini mengatakan,Presiden SBY meminta untuk menyusun konsep dan langkahlangkah strategis yang akan dilakukan untuk mencapai target 10 juta ton pangan tersebut. Selain di bidang pangan,Presiden SBY juga meminta Syahrul menyiapkan langkah untuk menggenjot produksi sapi. Pasalnya, Sulsel dinilai berhasil sehingga bisa mencapai stok satu juta ekor sapi.

”Berdasarkan pengalaman di Sulsel itulah, saya diminta membuat rujukan, apa-apa saja yang harus dilakukan untuk mem-back up secara nasional,”jelasnya. Syahrul mengungkapkan, dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai pemanfaatan lahan telantar.Menurutnya, jika lahan-lahan di sejumlah provinsi di Indonesia mampu dimaksimalkan, overstock pangan bisa tercapai dalam waktu dekat.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Agus sumantri mengatakan, kehadiran gubernur dalam rapat tersebut selain karena kompetensi,jugamenun-jukkan perhatian Pemerintah Pusat.

”Bukan hanya sebagai Ketua APPSI,tetapi pemikiran Syahrul Yasin Limpo sangat diharapkan bersama menteri Kabinet Indonesia Bersatu II untuk merumuskan dan menyusun kebijakan pemerintah,” terangnya. ● abriandi

Read More >>

Perekonomian Sulsel Tumbuh 8%


Selasa, 07 Agustus 2012

MAKASSAR – Pertumbuhan ekonomi Sulsel secara kumulatif pada semester I 2012 mencapai 8,19% dibanding semester II 2011 lalu diukur dari kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB).

Pencapaian tersebut ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi Makassar yang mencapai 9,14% pada 2011. “Pencapaian ini melebihi pertumbuhan rata-rata perekonomian nasional.Kami perkirakan hingga akhir tahun, pertumbuhan ekonomi Sulsel bisa mencapai 7,65% sampai 8%,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono,kemarin.

Pertumbuhan terjadi hampir pada semua sektor ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi dihasilkan pada sektor pertambangan dan sektor listrik, gas,dan air.Diukur dari kenaikan PDB, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan II tahun ini meningkat 6,88% jika dibandingkan triwulan sebelumnya.

Sementara pertumbuhan yang lebih besar dapat dilihat dari perbandingan triwulan yang sama tahun lalu yakni mencapai 8,45%. Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sulsel Khaerul Agus mengatakan, pergeseran positif terjadi di semua sektor ekonomi jika dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu, kecuali pada sektor pertanian,pertambangan, dan penggalian.

“Secara umum,sektor pertanian di Sulsel pada triwulan I mengalami peningkatan cukup tinggi. Namun di triwulan II, sering kali melambat walau tetap tumbuh. Di triwulan III bahkan bisa tumbuh negatif,dan itu terjadi saat ini karena pengaruh musim tanam dan panen,” katanya. Khusus untuk pertambangan dan penggalian, terjadi penurunan karena di awal tahun ini ada regulasi baru dari pemerintah soal produksi biji nikel.

Bahkan ada beberapa tambang lebih memilih memperbaiki peralatan ketimbang berproduksi, sehingga mengalami pertumbuhan negatif. Secara year on year (y o y) pertumbuhan ekonomi Sulsel disumbangkan pada sektor listrik, gas dan air bersih dengan pertumbuhan 21,94%, disusul sektor angkutan dan komu-nikasi 20,89% serta sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan dengan pertumbuhan 19,36%.

Jika melihat data pertumbuhan ekonomi Sulsel dari 2005 hingga 2012, pertumbuhan tertinggi masih berada di 2010 dengan pencapaian 8,19%,sama dengan pencapaian di semester pertama tahun ini, dan pertumbuhan terendah di 2005 dengan capaian 6,05%.

Namun,menurut Khaerul Agus, pertumbuhan ekonomi Sulsel hingga akhir tahun bisa saja melorot jika di triwulan III pemerintah dan pelaku usaha tidak bisa mengoptimalkan perekonomian.“Ini harus dilakukan karena kecenderungan akhir tahun, pertumbuhan stagnan, jadi harus perkuat di triwulan III,”katanya.

Makassar, Metropolitan Terbaik 

Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin menyebut Makassar sebagai kota metropolitan berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Ilham mengemukakan, sejak 2007 hingga 2011, pertumbuhan ekonomi Makassar selalu di atas 9%. Konsistensi pertumbuhan seperti itu tidak pernah dicapai oleh 13 kota metropolitan di Indonesia.

“Dari 14 kota metropolitan di Indonesia, Makassar paling konsisten pertumbuhan ekonominya, rata-rata diatas 9% dalam lima tahun terakhir.Bahkan di 2008 pertumbuhan ekonomi kita diatas 10%,” kata Ilham di sela-sela peringatan malam Nuzulul Quran di Balai Kota Makassar, Minggu (5/8) malam.

Ilham mengklaim, pertumbuhan ekonomi Makassar lebih tinggi dibanding kota metropolitan Indonesia seperti Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Surabaya, Bandung, Medan, dan Palembang. Dia membandingkan pertumbuhan ekonomi 2011 di Jakarta yang hanya 6,7%, Surabaya di bawah 7%,Medan sekitar 8%, dan Palembang di bawah 8%.

Ilham mengemukakan,Makassar memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi Sulsel. Besarnya pertumbuhan ekonomi Makassar ditandai dengan pendapatan perkapita penduduk yang sudah rata-rata di atas USD3.000 per tahun. Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Ibrahim Saleh mengemukakan, pertumbuhan ekonomi Makassar 2007 sekitar 9%,2008 sebesar 10,58%, 2009 sebesar 9,20% dan 2010 sebesar 9,31%, serta 2011 sebesar 9,41%.

Selain itu, Ibrahim mengemukakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2010 persentase penduduk miskin di Kota Makassar paling sedikit di antara 24 kabupaten/kota di Sulsel yakni 6% dari 1 juta lebih jumlah penduduk.Namun, Kota Makassar bermasalah dengan urbanisasi.

Kepala BPS Makassar Abdul Haris yang dikonfirmasi membenarkan stabilnya pertumbuhan ekonomi Kota Makassar dalam lima tahun terakhir. “Sudah betul, pertumbuhan ekonomi rata-rata diatas 9%,”katanya. rahmat hardiansya/ supyan umar
Read More >>

Senin, 06 Agustus 2012

SYL Diundang SBY Ikut Sidang Kabinet Terbatas


 Senin, 6 Agustus 2012 
MAKASSAR - Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, kembali diundang ke Jakarta untuk menghadiri Sidang Kabinet Terbatas yang akan dipimpin langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono,  Senin (6/8/2012). 

Rapat bersama Presiden tersebut merupakan yang ketiga kalinya dalam beberapa pekan terakhir ini.

Sidang Kabinet Terbatas tersebut  dilaksanakan di Auditorium Gedung F Kantor Kementrian Pertanian, Jalan Harsono RM No 3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta. Topik yang akan dibahas adalah Program Strategis di Bidang Pertanian dan Pangan.

Jika membahas masalah pertanian, SBY memang selalu mengundang SYL ikut dalam kabinet terbatas. Maklum, Sulsel telah menjadi pilar utama perekonomian, khususnya pertanian di Indonesia atas pencapaian overstock produksi beras 2 juta ton per tahun.

"Untuk pertama kalinya dalam seminggu saya diundang tiga kali oleh Presiden ke Jakarta sidang kabinet terbatas," kata Syahrul sebelum bertolak ke Jakarta ikut sidang tersebut, Senin (6/8/2012).

Sebelumnya, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, diundang menghadiri pertemuan Sidang Kabinet Terbatas, pada 31 Juli 2012 lalu, di ruang Utama Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Rapat tersebut juga dipimpin langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI Budiono.(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/06/syl-diundang-sby-ikut-sidang-kabinet-terbatas
Read More >>

Trans Sulawesi Siap Dilalui Arus Mudik





Senin, 6 Agustus 2012
MAKASSAR– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menurunkan tim untuk memantau sejumlah jalur Trans Sulawesi.


Hal ini dilakukan untuk mengecek kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan antar provinsi di Sulawesi, menjelang puncak mudik hari raya Idul Fitri 1433 H, pertengahan Agustus 2012 mendatang. ”Tim gabungan Kementerian PU dan Kemenhub ini melakukan pengecekan sejak sepekan lalu di Trans Sulawesi,”kata Kepala Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Regional IV Makassar Nurdin Samaila di Makassar,kemarin.

Dari hasil pantauan tersebut, kata Nurdin,tim menyimpulkan jalur Trans Sulawesi siap dilalui untuk arus mudik mendatang. Meski pada beberapa titik masih dilakukan perbaikan. Berdasarkan data BBJN Regional IV Makassar,terdapat 12 proyek pengerjaan jalan di jalur Trans Sulawesi. Seluruhnya diupayakan bisa rampung sebelum puncak mudik nanti. ”Khusus proyek pengaspalan dan pemeliharaan jalan, kita bisa upayakan percepatan penyelesaiannya. Ini seperti di poros menuju Palopo dan beberapa titik lainnya,” ujarnya kepada SINDO.

Sementara itu, khusus poros Maros-Parepare, pihaknya bersama Dinas Bina Marga telah merampungkan 22 kilometer (km) dari 28 km poros Maros- Parepare yang mengalami rusak parah.Sedangkan 6 km lebihnya baru akan mulai dikerjakan. Meski demikian, kata Nurdin, pihaknya mengusahakan agar poros Maros-Parepare tidak ada lagi patahan-patahan yang mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas saat musim mudik.

Selain itu,pihaknya juga akan mengurangi jalan berlubang di sepanjang poros sepanjang 120 km itu. ”Menjelang H-7 nanti kami kembali akan turun memantau kesiapan jalur Trans Sulawesi. Kami sudah bentuk juga tim pemantau jalur lebaran,” katanya. Sebelumnya, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sulsel mengeluhkan sejumlah titik di jalur Trans Sulawesi dan antar kabupaten di Sulsel mengalami kerusakan yang cukup parah.

Ketua Organda Sulsel Opu Sidik menyebutkan, beberapa titik kerusakan terparah berada di jalur Kabupaten Bone, Palopo, serta beberapa daerah lainnya di Sulsel. Sementara itu,Polda Sulselbar dan Dinas Perhubungan,Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sulsel telah membagi tiga jalur alternatif. Ini untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadinya longsor ataupun bencana alam lainnya sehingga tidak memungkinkan jalur utama dipakai.

Jalur Makassar-Sulteng meliputi jalur Makassar-Sidrap- Anabanua-Wajo- Palopo-Masamba- Surowako. Sedangkan jalur altenatifnya adalah Makassar- Maros-Pangkep-Sengkang- Anabanua-Siwa-Masamba- Sorowako. Jalur Makassar-Sultra dimulai dari Makassar-Maros- Camba-Watampone-Bajoe. Sementara untuk jalur alternatifnya melalui Makassar-Gowa- Malino-Manipi-Lappada-Sinjai- Bone-Bajoe.

Sedangkan untuk jalur Makassar- Selayar ini melewati Makassar-Gowa-Takalar-Jeneponto- Bantaeng-Bulukumba- Bira. Untuk alternatif jalur yang ketiga ini melewati Makassar- Gowa-Malino-Manipi- Tanete-Sinjai-Bulukumba- Bira. wahyudi
 

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/517179/

Read More >>

Makanan Dominasi Industri di Sulsel




Senin, 06 Agustus 2012
MAKASSAR – Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang sepanjang triwulan I dan II di Sulsel masih didominasi industri makanan. Di mana pertumbuhan secara year on year (YoY) mencatat pertumbuhan tertinggi mencapai 10,41%.


Pertumbuhan tersebut menandakan, masih dominannya penguasaan pasar industri makanan di daerah ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat pertumbuhan industri makanan dari segi produksi manufaktur mikro dan kecil di triwulan kedua tahun ini jauh lebih besar dari industri besar dan sedang dengan pertumbuhan 17,05%. Pengamat Ekonomi Sulsel Agus Arman mengatakan, industri makanan memang selalu mendominasi di daerah ini.

Namun,menurut dia,tidak berarti industri lain tidak berkembang.“ Buktinya industri kayu dan barang dari kayu juga berkembang,” kata dia. Walau pertumbuhan industri kayu dan barang dari kayu tidak setinggi industri makanan, namun pertumbuhannya juga cukup besar.Tercatat secara y o y industri kayu tak termasuk barang furniture tumbuh 9,49% walau secara q to q mengalami penurunan 2,22%.

Pertumbuhan industri makanan di Sulsel belum mampu memberi andil besar bagi ekspor, sebaliknya industri kayu masuk dalam kelompok komoditi unggulan. Hanya saja, sepanjang Januari-Juni tahun ini,ekspor Sulsel untuk barang olahan kayu dan barang dari kayu merosot 15,41%. “Namun jika kita melihat data BPS, ekspor Sulsel sepanjang semester pertama untuk semua komoditi memang hampir merosot, hanya ada tiga komoditi yang mengalami pertumbuhan positif. Itu bisa diartikan ekspor Sulsel saat ini memang sedang kurang baik, ”kata dia.

Tiga komoditi Sulsel yang mengalami pertumbuhan adalah komoditi buah-buahan, olahan makanan hewan, serta ikan udang dan kepiting.Penurunan jumlah ekspor paling besar terjadi pada komoditi nikel sebesar 51,47%.Namun hal itu bisa dimaklumi karena awal tahun ini pemerintah melakukan pembatasan ekpor biji nikel mentah. Sementara itu, kian tingginya industri mikro dan kecil di daerah ini,membawa angin segar bagi perbankan.

Selain industri makanan dari sektor mikro yang berkembang pesat, industri minuman, tembakau, tekstil bahkan industri kayu dan furniture juga memiliki peluang untuk tumbuh di daerah ini. rahmat hardiansya
 
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/517177/
Read More >>

Sayang Dorong Agroindustri





Senin, 06 Agustus 2012
SEJAK Syahrul Yasin Limpo- Agus Arifin Nu’mang (Sayang) memimpin Sulsel,roda perekonomian Sulsel menggeliat. Syahrul sebelum dilantik telah memprogramkan optimalisasi hasil bumi, baik buah-buahan, sayur-mayur,padi-padian maupun umbi-umbian.


Bukan hanya optimalisasi hasil bumi atau yang lebih dikenal sebagai agrobisnis, tapi Syahrul dan Agus telah mendorong juga realisasi agroindustri di Sulsel. “Kami mengharapkan bukan hanya bahan baku yang bisa ekspor, tapi telah menjadi bahan jadi dan siap konsumsi,”kata juru bicara pasangan Sayang, Imam Mujahidin Fahmid yang juga akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Dia mencontohkan, telah ada pabrik kakao di Sulsel. Meski belum beroperasi, tapi telah ada bukti bahwa Syahrul sudah mengimplementasikannya.“ Ke depan, di Sidrap juga Sayang mendorong investor membangun pabrik pengolahan beras merah menjadi bahan makanan untuk bayi,”ujar dia. Industri di Kawasan Industri Makassar (Kima) juga mengalami perkembangan sejak Syahrul memimpin Sulsel. “Inilah yang akan kami dorong terus, sehingga Sulsel bukan hanya kuat di agrobisnis, tapi kokoh di sektor agroindustri,” kata Imam.

Penciptaan kondisi untuk peningkatan perekonomian juga telah ditunjukkan Syahrul selama di periode pertama. Pemprov Sulsel di bawah ke-ndali Incumbent membuat tim percepatan ekonomi yang membuat sektor ekonomi berkembang dan hasilnya pendapatan perkapita masyarakat saat ini meningkat tajam. Syahrul juga menggalakkan koordinasi ekspor untuk mendorong laju ekonomi.

Hasilnya, lebih dari 500 kontainer keluar masuk di Pelabuhan Peti Kemas setiap harinya. Selain itu, pelayanan Peti Kemas juga ditingkatkan 24 jam karena tingginya arus keluar masuk barang di Sulsel. Selain itu, pembinaan usaha kecil menengah (UKM), pemberian bantuan kredit,melakukan pertemuan ekspo banking antara bank dan pemerintah serta pemberian modal usaha serta kemudahan izin investasi juga dilakukan untuk mengakomodasi semua pelaku ekonomi.

Menurut Imam, selama periode pertama,Syahrul telah banyak menanamkan fondasi dan membuka ruang untuk pengembangan industri di Sulsel, bahkan banyak membuka ruang kemudahan ekspor. “Hal inilah yang akan terus digenjot dan ditingkatkan pada periode ke depan.Sebelumnya sudah ada pembangunan awal agroindustri yang tentu perlu kita lanjutkan dan tingkatkan lagi sebarannya di daerah,” tutur Imam. jumardin akas 
 
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/517201/
Read More >>

SBY dan SYL Bahas Strategis Pertanian dan Pangan

 

Makassar Sulsel,– Gubernur sulsel Syahrul YL hari ini akan membahas program strategis pertanian dan pangan bersama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang kabinet terbatas yang di gedung utama Gedung Kementrian Pertanian.

Undangan yang diterima oleh protokol gubernur menyampaikan bahwa sidang kabinet hari ini 6 agustus 2012 akan dimulai pukul 13.00 wib dan akan di pimpin langsung oleh presiden SBY.

Gubernur sulsel Syahrul YL yang ditemui sebelum bertolak ke jakarta mengatakan bahwa ini merupakan kebanggaan bagi provinsi Sulsel karena diberi kepercayaan untuk menghadiri sidang kabinet terbatas sampai 3 kali dalam 10 hari terakhir.
Menurut plt Kabag Protokol Devo Khaddafi, kesibukan gubernur selama ramadhan semakin tinggi. Hampir setiap hari SYL menghadiri 5 hingga 7 cara. Padatnya Jadwal orang nomor satu Sulsel ini semakin terasa dengan adanya undangan menghadiri sidang kabinet ini.
“Ini juga menjadi kepercayaan dan tantangan bagi protokol untuk mengatur waktu sebaik baiknya supaya semua acara Gubernur dapat terhandle dengan baik, barangkali kalo ada pemilihan gubernur tersibuk di Indonesia maka mungkin pak SYL akan terpilih” ujar Devo kepada kabarmakassar.com. [KM]

Sumber : http://www.kabarmakassar.com/?p=10406
Read More >>

Tiap Bulan CJH Sulsel Bertambah 3.500 Orang


SENIN, 06 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR, - Minat masyarakat Provinsi Sulsel untuk menunaikan ibadah haji terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, jumlah daftar tunggu calon jamaah haji (CJH) asal Sulsel telah mencapai 116 ribu orang.
Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulsel Agus Arifin Nu’mang menjelaskan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir terjadi peningkatan daftar tunggu calon jamaah haji yang sangat signifikan. Peningkatannya mencapai 3.500 orang per bulan.
“Pada tahun 2008 lalu, angkanya masih sekitar 2.500 orang. Dan sampai tahun 2012 ini, sudah mengalami peningkatan pesat menjadi 116 ribu orang,” ungkap Agus yang juga Wakil Gubernur Sulsel ini, kemarin.
Selaku Ketua IPHI Sulsel, mantan Ketua DPRD Sulsel ini juga mengaku bahwa hampir setiap bulannya, rata-rata masyarakat yang mendaftar untuk berangkat ke tanah suci mencapai 3.500 orang.
Hanya saja, diakuinya bahwa tambahan kuota yang diberikan pemerintah pusat masih cukup rendah, meski jumlah daftar tunggu CJH Sulsel cukup tinggi. Termasuk soal permintaan tambahan kuota ke Pemerintah Pusat juga diakui masih tidak mendapat respon positif.
Karena itu, Pemerintah Sulsel sejauh ini juga telah mengupayakan untuk meminta langsung tambahan kuota ke Pemerintah Arab Saudi.
Diketahui sebelumnya, Humas Kantor Wilayah Kementerian Agam Sulsel Muhammad Tonang menjelaskan, untuk tahun 2012 ini, Pemerintah Sulsel kembali memperoleh kuota haji sebanyak 7221 orang. Jumlah total kuota yang diberikan itu, terbanyak di Kota Makassar dan Kabupaten Bone. (eky/ute)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/provinsi/tiap-bulan-cjh-sulsel-
Read More >>

Penyerahan Mobil Dinas Bumdes Di Kabupaten Bantaeng


Untuk mengapresiasi program  Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang diterapkan di Kabupaten Bantaeng, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu’mang menyerahkan 20 unit mobil operasional yang merupakan kreativitas daerah dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di Kabupaten Bantaeng, baru-baru ini. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulsel dengan ini memberikan bantuan agar Badan Usaha Milik Desa ini benar-benar berkembang dan memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Bantaeng diharapkan bisa lebih mandiri dalam meningkatkan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi daerah berjuluk Butta Toa menyamai Sulawesi Selatan yaitu 11,3 %, dan hal ini bisa dicapai karena infrastruktur yang memadai di daerah ini.
Bupati Bantaeng, M. Nurdin Abdullah mengatakan bahwa pemerintah kabupaten berusaha keras untuk terus meningkatkan taraf perekonomian Bantaeng dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dengan bantuan mobil operasional ini. Dengan bantuan ini diharapkan warga desa semakin mandiri dalam meningkatkan taraf perekonomiannya.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Bantaeng, Meyriani mengatakan bahwa pembentukan Bumdes didasari visi Kabupaten Bantaeng, yaitu menjadikan terkemuka berbasis desa mandiri dan untuk pelaksanaannya pemerintah Kabupaten Bantaeng bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Masing-masing  Bumdes juga bekerja sesuai potensi di wilayahnya masing-masing.
Yy / Sv ( Senin, 6 Agustus 2012)
Read More >>

Sabtu, 04 Agustus 2012

Syahrul Janji Bangun Universitas Andi Djemma Palopo


 Sabtu, 4 Agustus 2012 

MAKASSAR, -- Calon gubernur incumbent Sulsel Syahrul Yasin Limpo berjanji akan membangun universitas negeri di Kota Palopo, Universitas Andi Djemma.

Divisi Informasi dan Pengumpulan Pemerintah Provinsi Sulsel, Badaruddin, menyampaikan, usai Syahrul berkunjung di Palopo .
"Pak Syahrul, menekankan kepada masyarakat Palopo, pendidikan menjadi salah satu prioritas di SulseL," kata Badar.(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/04/syahrul-janji-bangun-universitas-andi-djemma-palopo
Read More >>