Selasa, 14 Agustus 2012

Syahrul: Kalau Ada PNS Terima Parsel,



Selasa, 14 Agustus 2012 

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Dr Syahrul Yasin Limpo MH mengimbau seluruh PNS lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel agar tidak  menerima hadiah. Hadiah dimaksud berupa uang, bingkisan/parsel, fasilitas maupun pemberian lainnya dari bawahan, rekan kerja, dan atau rekanan/pengusaha yang berhubungan dengan jabatannya. 

Penerima gratifikasi bagi PNS yang tidak terhindarkan menerima hadiah agar dapat melaporkan hal tersebut kepada gubernur sebagai bahan penyampaian kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terhadap penerima bingkisan makanan yang dikhawatirkan kadaluarsa jika disimpan lama agar dapat disalurkan ke panti asuhan, panti jompo, dan tempat-tempat sejenis lainnya yang membutuhkan. Dengan catatan melaporkan hal itu ke KPK disertai penjelasan taksiran harga dan dokumentasi penyerahannya.
       
“Imbauan ini berdasarkan surat edaran yang telah ditandatangani Gubernur Sulsel per tanggal 13 Agustus 2012,” jelas Inspektur Provinsi Sulsel Dr Azikin Solthan MSi melalui rilis yang diterima Tribun Timur, Selasa (14/8/2012).

Imbauan gubernur tersebut mengadu surat Ketua KPK Nomor B.1827/01-13/07/2012 per tangga; 26 Juli 2012 perihal imbauan penerima hadiah terkait hari raya. (*/tribun-timur.com)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/14/syahrul-kalau-ada-pns-terima-parsel-laporkan
Read More >>

Senin, 13 Agustus 2012

Pemprov Sulsel Segera Memiliki Perusda Agroindustri



Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan segera memiliki Perusahaan Daerah Agroindustri. Perusahaan ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah. Kepala Biro Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Firda, baru-baru ini di Makassar mengungkapkan bahwa Perusahaan Daerah Agroindustri ini nantinya akan lebih fokus pada pengembangan kakao, beras, rumput laut, serta jagung yang merupakan komoditi andalan Sulsel. Perizinan Perusda ini tinggal menunggu surat keputusan dari Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo.
Untuk Perusahaan Daerah yang terlebih dahulu ada, agar memfokuskan usaha yang selama ini menjadi usahanya untuk lebih dikembangkan, seperti bangunan, perhotelan, dan sektor lainnya. Menurut Kepala Biro ekonomi Sulsel, kedua Perusda ini tidak ada hubungan satu sama lain dan tidak saling tumpah tindih. Kedua Perusda ini nantinya akan saling bersaing memasukkan PAD ke daerah.
Salah satu nama yang menjadi kandidat untuk menduduki jabatan Kepala Perusahaan Daerah Agroindustri adalah Tan Malaka Guntur, yang merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Sulsel yang pensiun sejak dua bulan lalu. Selain menyiapkan nama calon pemimpin Perusda Agroindustri, pihak pemprov juga telah menyiapkan fasilitas lain, seperti perkantoran dan kendaraan operasional.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel mengeluarkan kebijakan untuk memangkas dua unit Perusda yang selama ini dinilai tidak memberikan kontribusi untuk daerah. Dari keempat Perusda yang ada selama ini, diketahui hanya satu yang efektif, sedangkan Perusda Umum akan mengambil alih bagian perdagangan umum dan pariwisata.
Sv (Senin, 13 Agustus 2012)

Read More >>

Sulsel Genjot Produksi Jagung



Senin, 13 Agustus 2012
MAKASSAR,  -- Gagal panen jagung menyusul kegagala kedelai membawa dampak positif bagi Sulsel. Harga di tingkat petani naik akibat pasokan jagung ke pasar dunia menipis.

"Pemerintah AS pada hari Jumat lalu  merilis data tanaman yang terimbas kekeringan. Jagung, juga turut terkena dampak. Kemungkinan gagal panen di AS memicu kenaikan harga jagung internasional," kata Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang, Minggu, 12 Agustus.

Agus mengatakan, kegagalan panen jagung di AS adalah peluang bagi Sulsel. Sebab permintaan naik, otomatis harga jagung di tingkat petani melonjak.
"Informasi itu berharga, jagung kita memang banyak diperdagangkan ke luar Sulsel. Banyak diserap oleh industri. Produksi kita stabil, 1,470 jt ton pada 2011. Prediksi kita tahun ini, bisa mencapai 1,8 jt ton," katanya.

Lulusan PPs Pertanian Unhas ini, mengemukakan, untuk mendukung produktivitas petani, Pemprov Sulsel bersama pemerintah kabupaten menyiapkan bibit jagung yang unggul dan sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, Pemprov menjaga ketersediaan pupuk serta membangun infrastruktur pengairan dan jalan desa.

Peningkatan harga beli jagung diakui oleh salah satu pedagang komoditas, William. William mengakui membeli jagung kering pipilan seharga Rp2.550 per kg dari petani dan pengumpul. Bulan lalu harganya masih Rp2.300 per kg.

Sependapat dengan William, Kabid. Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sulsel Aris Mappeangin mengakui, harga jual jagung dari petani trennya semakin naik. Areal pertanaman jagung pun bertambah menjadi 284.000 hektare. "Kita upayakan ada peningkatan lahan dan memaksimalkan lahan yang sudah ada setiap tahun," jelasnya.

Soal ancaman kekeringan di Sulsel, menurut pengamatan Wagub justru berbanding terbalik antara padi dan jagung. "Kalo banyak hujan, petani sawah tadah hujan tanam padi, kalo kering mereka tanam jagung," ujar Agus.
Sidak Pasar

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2012, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang didampingi Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Aseegaf dan Sekkab Pangkep Anwar Recca meninjau pasar. Hal ini dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi harga sembako di pasar khususnya Pangkep.

Wagub langsung melakukan  dialog dengan pedagang di pasar. Seorang pedagang, Sumiati, mengaku harga dagangan berfluktuasi. "Harganya tidak tetap pak. Menjelang Ramadan harga ayam Rp27 ribu, kemudian turun Rp23 ribu. Sekarang naik lagi Rp24 ribu-Rp25 ribu," aku Sumiati kepada Wagub. (zul/upi)

Read More >>

jagung Sulsel Hasilkan Rp3,7 T



Senin, 13 Agustus 2012 
Tahun Ini, Target 1,8 Juta Ton 

MAKASSAR, -- Jagung, salah satu komoditas yang memacu laju perekonomian di Sulsel. Jika produksi 1,5 juta ton tercapai, maka dalam setahun, omzet jagung di tingkat petani mencapai Rp3,7 triliun.

"Ini kesempatan kita memacu produksi. Karena Amerika Serikat (AS) yang selama ini jadi salah satu pemasok sedang ada masalah," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Senin, 13 Agustus.

Dia lalu mengkalkulasi, bahwa omzet Rp3,7 triliun bukan tanpa data. Jika target 1,5 juta ton tercapai dengan harga Rp2.500 per kg, maka hasilnya Rp3,7 triliun. Apabila proyeksi 2012 ini sebanyak 1,8 juta ton tercapai, maka omzet bisa mencapai Rp4,5 triliun.

"Mari kita lanjutkan keberhasilan ini. Tahun ini, kita sama-sama target 1,8 jt ton produksi Jagung, mungkin omzetnya sekira 4,5 triliun," kata Syahrul di Jeneponto, Senin, 13 Agustus.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, H Latunreng membenarkan apa yang disampaikan oleh gubernur. "Saat ini jagung semakin meningkat, prospek pasarnya sangat cerah. Beberapa negara sudah tidak melepas stok jagungnya karena mereka pun kekurangan suplai," katanya.

Jagung sangat bernilai karena dijadikan bahan bakar Ethanol oleh Amerika Serikat dan beberapa negara maju. "Jagung kita banyak dibeli oleh industri untuk dijadikan bahan kosmetik dan pakan ternak. Potensi harga naik sangat besar karena besarnya permintaan," jelasnya.

Peningkatan perdagangan komoditas pertanian termasuk jagung meningkatkan serapan tenaga kerja non formal. "Tak salah memang jika pemerintah sulsel terus menggenjot produksi jagung," katanya. (zul/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120813234649-jagung-sulsel-hasilkan-rp37-t
Read More >>

Minggu, 12 Agustus 2012

PASAR MURAH: Transaksi Capai Rp500 Juta



Minggu, 12 Agustus 2012

Pasar murah yang digelar di Lapangan Hasanuddin itu ikut membantu menutupi kebutuhan pokok sejumlah warga kurang mampu di saat harga kebutuhan pokok melonjak. Tak heran, saat mulai dibuka, para pengunjung langsung menyerbu beberapa stan yang menyiapkan beberapa kebutuhan pangan. Salah satunya adalah stan telur ayam ras, yang hanya memberi harga Rp26 ribu untuk satu rak (30 butir).

Hingga malam tadi, pasar murah ini mencatatkan transaksi sebesar Rp500 juta. "Transaksinya cukup besar, dan pada hari berikutnya, kita prediksi jumlahnya meningkat menjadi Rp800 juta. Hingga hari ketiga, saya yakin transaksinya bisa mencapai miliaran," kata Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnain Arief, saat usai menggelar evaluasi bersama panitia pasar murah, malam tadi.

Karena jumlah transaksi yang besar, hasil rapat evaluasi tersebut juga memutuskan memperpanjang waktu pasar murah dari dua hari, menjadi tiga hari. Zulkarnain menambahkan, harga-harga yang dijual dalam pasar murah tersebut, didiskon 40 persen, sampai 70 persen.

"Para pedagang yang kita datangkan memang dari kalangan distributor. Ada 76 distributor yang ikut berpartisipasi, dan mengisi 48 tenda. Kita minta mereka memberi harga paling murah, masing-masing stan kita fasilitasi tempat, dan tenda secara gratis," kata Zulkarnain.

Pembukaan pasar murah dihadiri ketua Persatuan Istri (Persit) Chandra Kirana Kodam VII/Wirabuana, Indah Nizam, Ketua Kadin Sulsel, Amrullah Abbas, serta perwakilan Polda Sulsel. "Pasar murah tersebut kita harap bisa membantu menutupi kebutuhan masyarakat mendekati lebaran," kata Indah.

Tenda-tenda tersebut disiapkan Kodam VII, Polda Sulsel, dan Kadin. Beberapa barang yang dijual seperti pakaian, alat rumah tangga, sepatu, dan barang lainnya. Penyelenggara juga membagikan bingkisan berisi gula, terigu, dan bahan sembako lainnya, untuk 500 kaum duafa. (sbi/ars)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120812014320-transaksi-capai-rp500-juta
Read More >>

Syahrul Terima Tantangan Ilham



Minggu, 12 Agustus, 2012

MAKASSAR -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menerima "tantangan"  Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin untuk adu prestasi. Ia mengajak sang "penantang" untuk membandingkan bobot penghargaan yang diterima masing-masing.
"Bolehlah kalau ada yang mengaku memiliki lebih banyak perhargaan, boleh kita baku lihat perhargaannya, yang mana yang lebih berbobot," kata Syahrul, Minggu (12/8/2012).

Pada 12 Agustus 2011 lalu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Makassar sama-sama menerima penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Syahrul mendapat Penghargaan Bintang Mahaputra Utama, sedangkan Ilham dianugerahi Bintang Jasa Utama.

Informasi dari situs sekretariat negara, setneg.go.id, diketahui Bintang Mahaputra Utama adalah Bintang Mahaputra kelas III. Bintang ini adalah penghargaan sipil yang tertinggi yang diberikan sesudah Penghargaan Bintang Republik Indonesia.

Lima kasta Penghargaan Bintang Mahaputra masing-masing Bintang Mahaputra Adipura, Bintang Mahaputra Adipradana, Bintang Mahaputra Utama, Bintang Mahaputra Pratama, dan Bintang Mahaputra Nararya.
Sedangkan penghargaan yang diraih Ilham, masih dikutip dari informasi website setneg.go.id, adalah penghargaan tertinggi di kelasnya. Penghargaan ini adalah bintang medali sipil yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan derajat setingkat di bawah level penghargaan Bintang Mahaputra.
Penghargaan ini diberikan dan dikeluarkan kepada mereka yang berjasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa pada bidang atau hal tertentu di luar militer. Terdapat tiga tingkatan penghargaan bintang jasa, masing-masing Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Pratama, dan Bintang Jasa Nararya.

"Kalau itu masih belum cukup, bagus juga kalau kita kasih baku tanding siapa yang paling bagus kumisnya," tantang Syahrul. 

Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/08/12/syahrul-terima-tantangan-ilham

Read More >>

SYL: Keberhasilan Sulsel Karena Sistem Pemerintahan yang Baik



Minggu, 12 Agustus 2012

Makassar Sulsel,  – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku turut senang jika ada jajarannya baik di dalam pemerintahan di Sulsel maupun organisasi partai yang berprestasi banyak.
“Saya terbiasa di Golkar maupun di pemerintahan menggunakan manajemen delegasi. Saya paling kontrol pada tataran delegasinya, siapa yang bertanggungjawab, ketua atau bupati dan wali kota mana yang bertanggung jawab,” kata Syahrul.
Menurutnya, keberhasilan Pemprov Sulsel saat ini tidak lepas dari sistem yang sudah berjalan akibat manajemen pendelegasian tersebut. Ia juga menepis jika keberhasilan tersebut karena sejumlah kepala daerah di Sulsel berasal dari partai yang sama dengannya.[KM2]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=10970

Minggu, 12 Agustus 2012

Makassar Sulsel,  – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku turut senang jika ada jajarannya baik di dalam pemerintahan di Sulsel maupun organisasi partai yang berprestasi banyak.
“Saya terbiasa di Golkar maupun di pemerintahan menggunakan manajemen delegasi. Saya paling kontrol pada tataran delegasinya, siapa yang bertanggungjawab, ketua atau bupati dan wali kota mana yang bertanggung jawab,” kata Syahrul.
Menurutnya, keberhasilan Pemprov Sulsel saat ini tidak lepas dari sistem yang sudah berjalan akibat manajemen pendelegasian tersebut. Ia juga menepis jika keberhasilan tersebut karena sejumlah kepala daerah di Sulsel berasal dari partai yang sama dengannya.[KM2]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=10970
Read More >>

SYL DINILAI PEMIMPIN KHARISMATIK



MINGGU, 12 AGUSTUS 2012 

Sukses Tumbuhkan Perekonomian Sulsel, Sejumlah Bupati Kritisi Pernyataan Ilham 
MAKASSAR, CAKRAWALA — Keberhasilan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang kini meraih 113 penghargaan tingkat nasional selama kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL), diakui sejumlah bupati. Kesuksesan ekonomi Sulsel dinilai tidak terlepas dari sosok SYL yang kharismatik.
Tak heran apabila Syahrul masuk 70 nominator kepala daerah terbaik versi The City Mayor Foundation. Itu jika merujuk pada pertumbuhan ekonomi Sulsel yang selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain menanggapi keberhasilan Syahrul, sejumlah bupati di wilayah Sulsel juga menyayangkan dan mengkritisi klaim Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Dimana IAS menyatakan, keberhasilan Syahrul Yasin Limpo karena usaha dirinya. Bahkan IAS menantang SYL untuk adu prestasi.
Bupati Kabupaten Sidrap, Rusdi Masse, pun menyayangkan pernyataan Ilham tersebut. Menurutnya, Ketua DPD I Demokrat tersebut keliru danberpikir sempit jika mengatakan hal seperti itu.
Rusdi menjelaskan, pro­ses kerja para bupati/wali kota dalam mendorong pertumbuhan dan kemajuan ekonomi Sulsel, karena didorong pula oleh kepemimpinan kuat, kharismatik, dan mampu mengelola pemerintahan dengan manajemen yang baik, terukur, dan terarah.
“Syahrul itu sukses sebagai gubernur karena mampu mengarahkan dan mengkoordinir para bupati dan wali kotanya sehingga mencapai ke­suksesan,” tegas Rusdi, Sabtu, 11 Agustus kemarin.
Rusdi menambahkan, majunya Sulsel bukan karena usaha seorang wali kota saja. Namun hal tersebut adalah kontribusi dari 24 kabupa­ten/kota yang ada di kawasan Sulawesi Selatan.
Sementara Bupati Kabupaten Barru, Idris Syukur menambahkan, kepemimpinan Syahrul sebagai gubernur sa­ngat kuat. Idris menyatakan, Syahrul adalah sosok pemimpin yang memiliki kekuatan personal dan mampu mengkoordinir para bupati, sehingga laju pertumbuhan ekonomi Sulsel akseleratif.
Prestasi Sulsel Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), lanjut Idris, membuat Sulsel dipercaya pemerintah pusat. “Efeknya sangat besar bagi masyarakat Sulsel. Bahkan, dana dan bantuan pinjaman bisa mengalir ke Sulsel demi pembangunan. Itu karena kinerja gubernur dan kinerja para bupati yang terarah dan terkoordinir oleh gubernur,”terang Idris.
Bupati Kabupaten Soppeng, Andi Soetomo, tidak mau kalah. Ia mengungkapkan, Kabupaten Soppeng dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Khusus­nya, dalam hal pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebut Andi Soetomo, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Soppeng mencapai 7,9 per­sen. Sedangkan, income per kapita sebesar Rp14 juta per kepala.
“Hal ini bisa dicapai karena bimbingan Pak Gubernur,” kata Andi Soetomo, usai Salat Tarawih berjamaah bersama Syahrul Yasin Limpo di Masjid Agung Darussalam, Kabupaten Soppeng, Kamis, 9 Agustus malam lalu.
Menurut Andi Soetomo, SYL sebagai figur pemimpin Sulsel mampu memberikan arahan dan mengkoordinir para bupati dan pihak terkait untuk memajukan Sulsel.
Adik kandung Syahrul, Irman Yasin Limpo saat dimintai tanggapannya terkait pernyataan Ilham, menjawab dengan singkat.  “Prestasi apa ya yang diraih Ilham? Adipura kali ya,” celetuknya.
Boleh jadi itu sindiran. Sebab, selama menjabat dua periode Wali Kota Makassar, justru Makassar kehilangan Piala Adipura. Sebelum dijabat Ilham, Makassar selalu mendapat Piala Adipura bahkan menjadi langganan bagi Makassar.
Di bawah Ilham, pengelolaan dan tata kota Makasar dinilainya amburadul dan semrawut. Salah satu contoh, ung­kap Irman, penanganan kios dan pedagang bekas Pasar di Jalan Irian yang kini sangat kumuh dan jorok. (del/tir)
Read More >>

Sabtu, 11 Agustus 2012

SYL Bedah Rumah Di Bone


SABTU, 11 AGUSTUS 2012 

alt
BONE, --Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bone, Jumat, 10 Agustus. Dalam kunjungan kerjanya, mantan Bupati Gowa dua periode ini me­lakukan dua hal, yakni melakukan bedah rumah bersama Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Bone.
Bedah rumah yang dilakukan di Watampone disambut baik oleh warga setempat. Bukan hanya pemilik rumah, tapi seluruh warga yang ada di sekitar bedah rumah tersebut tersentuh dan ikut ambil bagian dalam proses pembangunan bedah rumah tersebut.
“Inilah berkah ramadan, kita semua di hadapan Allah sama. Mari di bulan suci Ramadhan ini kita saling bahu membahu menuju kebaikan, termasuk melakukan bedah rumah bagi warga yang rumahnya tidak layak huni,” ujar Syahrul.
Bedah rumah di Kabupaten Bone ini, menurut Ketua FKPSM Sulsel, Irman YL sudah ke-15 unit. Sebelumnya, sebanyak 14 unit rumah yang tak layak huni “disihir” menjadi rumah ideal di Makassar belum lama ini.
Setelah selesai melakukan bedah rumah, Syahrul kemudian mengukuhkan pengurus FKPSM di Hotel Wisata Watanpone. Dan selanjutnya, SYL dan rombongan melakukan kunjungan ke pasar tradisional Watampone.
Di pasar inilah SYL mengecek harga sembako, dan rata-rata penjual tidak mengeluhkan kenaikan yang tidak signifikan, karena stok bahan tidak terkendala di Bone.
Saat melakukan kunjungan ke pasar, SYL dikerumuni penjual dan pembeli sekadar untuk salaman dan foto bersama. Tak sedikit warga Bone yang meneriakkan tagline “Don’t Stop Komandan” dan “Oppoki Komandan”.
Dalam rangkaian kunjungan ini, Syahrul didampingi tokoh masyarakat Bone dan sekaligus Sekda Provinsi Sulsel Andi Muallim. (*/ute)
Read More >>

Gubernur Buka Festival Beduk Se Sulsel


Sabtu, 11 Agustus 2012 

KEDATANGAN orang nomor satu di Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo, Sabtu malam, pada acara Festival beduK tiNgkat Sulawesi Selatan, disambut dengan meriah oleh masyarakat Gowa.

Sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo, melakukan sAlat tarAwih berjamaah dengan ratusan masyarakat Gowa, di Masjid Agung Syekh Yusuf.

Di depan ratusan jamaah, dia mengatakan bahwa bulan ramadan ibarat sebuah rumah di mana selalu menimbulkan kedamaian. Karena itu, bulan ini hendaknya dijadikan bulan untuk mengtropeksi diri sekaligus membuat amal sebanyak-banyaknya.

''Kalau saya datang ke Gowa saya merasa sangat bahagia dan mendapat kedamaian. Ada energi baru tiap kali saya datang,'' ujarnya.


Pestival BeduK
Sementara itu, pada perlombaan pestival beduK tadi malam yang dibuka gubernur Sulsel, diikuti sebanyak 31 peserta dari 8 Kab/kota, berlangsung dari tgl 11 s/d 14 Agustus itu, memperebutkan sebuah, umroh, motor dan hadiah uang jutaan rupiah.

Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, ini adalah kegiatan pada bulan yang penuh keberkahan. Ini adalah rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT.

Ramadhan membuat etika semakin baik. Disana akan lahir kesempurnaan untuk umat manusia.

Pestival juga adalah kanalisasi, untuk mengapresiasi kemampuan namun akan tetap menimbulkan keindahan dalam beramadhan.

Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo, mengatakan, pestival bedug sudah berlangsung selama lima tahun. Dan kegiatan ini dari tahun ke tahun berjalan semakin baik. Karena itu, wajar kalau hadiahnya semakib baik.

Soal hadiah, kalau sebelumnya berhadiah rumah maka akan diganti dengan hadiah uang Rp50 juta.

Dia juga sempat menyinggung, terkait statemen terkait pemilihan gubernur yang berbau ras padahal dia hanya mengatakan, agar dirinya dibantu  untuk menyatukan hati dan pikiran rakyat Gowa, sehingga dalam pemilihan apa pun hati dan pikiran rakyat tetap satu. (**)

Read More >>

Ada Paket Sembako Rp50 Ribu di Pasar Murah


SABTU, 11 AGUSTUS 2012 

PAREPARE,  – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bekerjasama de­ngan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggelar operasi pasar di samping Masjid Agung Kota Parepare. Kegiatannya ini berlangsung sejak Jumat, 10 Agustus kemarin hingga Minggu, 12 Agustus besok.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Parepare, Amran Ambar mengatakan, operasi pasar ini berdasarkan surat Gubernur Sulsel bernomor 511.1/3916/ tentang antisipasi kenaikan harga bahan pokok menghadapi puasa dan Idul Fitri.
Adapun harga paket sembako yang ditawarkan yakni, dalam satu paket sembako hanya seharga Rp50 ribu dengan tujuh jenis barang.
“Paket ini jika di pasar umum seharga Rp80.250. Sedangkan di pasar murah atau operasi pasar hanya dijual Rp50 ribu saja atau discon sebesar 37 persen,”ungkap Amran.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Pe­rindagkop dan UKM Kota Parepare Andi Aminartha menambahkan, paket sembako dari Provinsi ini hanya berjumlah 1000 paket.
“Jadi bagi yang berminat bisa mendatangi Pasar Murah Peduli Rakyat di samping Masjid Agung Kota Parepare,” katanya. (mg3/tir)
Read More >>

Jumat, 10 Agustus 2012

Bulog Salurkan Raskin ke-13 Sebelum Lebaran


JUMAT, 10 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR,  – Bulog Divre Sulselbar berjanji segera menyalurkan beras untuk rakyat miskin (raskin) ke-13 tahun 2012, sebelum perayaan hari raya Idul Fitri 1433 Hijriah.
Kepala Bulog Divre Sulselbar, Tommy S Sikado, di Baruga Bulog, Jalan AP Pettarani, mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi penyaluran raskin ke-13 tahun 2012 bersama Pemerintahtah Provinsi (Pemprov) Sulsel dengan 24 kabupaten/kota beberapa waktu lalu.
“Karena bulan puasa ini masyarakat miskin sangat membutuhkan raskin. Sehingga, harus disalurkan sebelum Idul Fitri,” katanya kemarin.
Menurutnya, dengan raskin ke-13 ini diharapkan bisa mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok.
“Raskin 13 biasanya di akhir tahun, tapi kali ini muncul di pertengahan tahun. Raskin ini juga harus diterima masyarakat miskin sebelum Idul Fitri 1433 Hijriah di bulan Agustus ini,” terangnya.
Tommy menambahkan, jumlah RTS yang menerima Raskin ke-13 ini sebanyak 506.922 kepala keluarga (KK) dengan alokasi 15 kilogram (kg) per RTS per bulannya. Sementara untuk harga akan tetap sama dengan raskin reguler, yakni Rp1.600 per kg.
Kepala Biro Perekonomian Sulsel, Muhammad Firda, mengungkapkan, penetapan jumlah data RTS raskin tersebut dilakukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pusat.
Sehingga, dengan demikian maka tim raskin sama sekali tidak terlibat dalam penetapan data orang miskin.
“Hasil survei 2008 dengan 2011, indikatornya beda tapi kuotanya 2008 yang dipakai untuk 2011. TNP2K yang tetapkan itu, tidak ada regulasinya di provinsi. Kita hanya penyaluran raskin, bukan RTS nya,” ujarnya. (eky/ism)
Read More >>

1.600 Warga Prasejahtera Dapat Paket Subsidi Murah


JUMAT, 10 AGUSTUS 2012

SUNGGUMINASA,  – Sebanyak 1.600 warga prasejahtera di tujuh kecamatan di Gowa mendapat bantuan berupa paket subsidi bahan kebutuhan pokok murah, Kamis, 9 Agustus. Paket tersebut merupakan bantuan dari Desperindag Gowa bekerja sama dengan Pemprov Sulsel.
Ke 1.600 warga tersebut terdiri dari 1.000 keluarga yang masuk sasaran paket murah dari Pemprov Sulsel dan 600 keluarga pra sejahtera
paket bantuan Pemkab Gowa. Penyaluran bantuan akan berlangsung selama sepekan sekaligus dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Proses penyaluran dimulai dari Disperindag Gowa ke TP PKK Kabupaten Gowa.
Kadis Perindag Gowa, Taufik Mursad, Kamis, 9 Agustus menjelaskan,  paket subsidi murah ini seharga Rp50 ribu per paket dari provinsi. Isinya, 1 Kg gula pasir, 1 Kg terigu, 3 sachet mentega, susu kental 1 kaleng, minyak goreng 2 liter serta  lima bungkus mie instan. Sedangkan, untuk bantuan kabupaten seharga Rp48 ribu per paket, berisi 2 Kg beras, 1 Kg gula pasir, 2 kg terigu, minyak goreng 1 liter, serta mentega 3 sachet.
“Untuk bantuan provinsi sasaran kecamatannya, meliputi Bajeng Barat, Bajeng, Barombong dan Somba Opu. Sementara untuk Kabupaten akan menyasar tiga kecamatan yaitu, Pattallassang, Bontomarannu dan Tompobulu,” sebut Taufiq.
Dia menjelaskan, kegiatan subsidi sembako murah secara rutin dilaksanakan setiap tahun pada bulan Ramadan. Hanya saja, untuk tahun lalu pemberian subsidi paket bahan pokok murah dipusatkan di lapangan Syekh Yusuf saja.
“Tapi karena arahan pak bupati, menginginkan agar subsidi ini tepat sasaran maka dilakukan secara giliran dengan langsung turun di kecamatan,” jelasnya.
Dia pun menyebutkan, untuk satu kecamatan bantuan kabupaten dialokasi 200 paket per kecamatan, sedang untuk sasaran provinsi dialokasi 350 paket per kecamatan.
“Kemarin kami sudah bagikan untuk wilayah Bajeng dan Tompobulu ,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Gowa, Hj Novita Ichsan mengatakan, kegiatan ini  merupakan kegiatan peduli pemerintah bersama PKK terhadap para keluarga prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan  persiapan lebaran.
“Isinya tidak banyak tapi harganya murah. Kita berharap, paket subsidi ini cukup membantu kalangan ibu rumahtangga prasejahtera,” terang dia. (rus/eca)
Read More >>

Pertamina Jamin Stok BBM Aman Hingga Lebaran


JUMAT, 10 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR,  – PT Pertamina Region 7 Sulawesi menjamin stok bahan bakar minyak (BBM) hingga Lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah nanti tetap aman meski permintaan mening­kat. Kebutuhan BBM jelang hari raya umat Muslim ini diprediksi mengalami peningkatan hingga 15 persen.
Sales Representative BBM Retail Rayon Makassar PT Pertamina Region 7 Sulawesi, Muhammad Iswahyudi, menjelaskan, meski­pun di­
prediksi akan terjadi kenaikan permintaan yang mencapai hingga 15 persen, tetapi pihak­nya menjamin stok BBM di Sulsel aman selama Le­baran.
“Mungkin kenaikan permintaan BBM sampai 15 persen, konsumsi BBM kita mencapai 2.600 kiloliter per hari,” jelas Iswahyudi melalui telepon genggamnya, Kamis, 9 Agustus.
Dari konsumsi 2.600 kiloliter itu, lanjutnya, sekitar 1.800 kiloliter di antaranya merupakan BBM jenis premium atau lebih akrab disebut bensin.
Meski tidak disebutkan jumlah stok BBM yang masih tersedia saat ini, tetapi ia menegaskan sejauh ini menurut hitungan Pertamina kebutuhan BBM akan aman menyambut musim mudik Lebaran.
“Termasuk dengan melakukan pendistribusian BBM yang berjalan lancar. Ini karena kondisi cuaca yang belakangan sangat mendukung,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menga­ku bahwa penggunaan BBM selama bulan Ramadhan ini pemakaian BBM justru mengalami penurunan jika dibanding hari-hari biasanya.
“Tetapi kenaikan permintaan ini akan kembali terjadi menjelang lebaran nanti. Dan kami siapp untuk itu, kami juga minta masyarakat tidak khawatir, karena stok kita aman,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang meminta agar PT Pertamina Region 7 Sulawesi memperketat pengawasan dan pendistribusian BBM bersubsidi selama ramadhan, khususnya menjelang Lebaran.
“Ini tujuannya untuk mengantisipasi penimbunan, terutama solar,” ujarnya.
Hal ini perlu dilakukan, sebab mantan Ketua DPRD Sulsel ini menilai, BBM jenis solar merupakan salah satu bahan bakar yang sangat dibutuhkan kendaraan bus maupun truk pengangkut kebutuhan pokok masyarakat.
“Jika terjadi kelangkaan, dipastikan berdampak negatif terhadap perekonomian ma­syarakat. Ini kami akan rutin lakukan pengecekan,” tandas­nya. (eky/ute)
Read More >>

Pemprov. Sulsel Pacu Terus Perekonomian


Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan sebesar 8,45% akan terus dipacu, dan selama ini, laju pertumbuhan ekonomi Sulsel selalu di atas rata-rata nasional, dan gerak ekonomi yang cukup baik membuat daya beli masyarakat terjaga. Banyak usaha-usaha kecil menengah baru yang dibuka dan yang sudah existing berkembang di Sulawesi Selatan. Trend ini mendorong penyerapan tenaga kerja. Hal tersebut diutarakan Wakil Gubernur,Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu’mang, Rabu, 8 Agustus 2012.

Menurut Wagub, hasil-hasil pertanian dan perkebunan yang cukup bagus bagi petani membuat daya beli cenderung meningkat dari tahun ke tahun, Untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi yang terakselerasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, akan terus fokus untuk menggenjot infrastruktur jalan. Untuk jalan provinsi alokasinya dalam APBD Provinsi sekira Rp 300 miliar. Belanja ini, akan digelontorkan Pemprov Sulsel ke sejumlah kabupaten. Sementara di poros Makassar-Parepare sudah tinggal beberapa titik lagi akan tuntas, dan poros Jeneponto-Sinjai sementara dalam pengerjaan. Sasaran berikutnya adalah poros Maros-Bone dan hal ini sementara diajukan ke pusat untuk memulai pembangunan fisiknya pada tahun 2013.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga sudah mengajukan ke pusat pinjaman lunak untuk infrastruktur senilai Rp 500 miliar. Pemerintah saat ini sedang mempercepat penyelesaian jalan-jalan Provinsi, tapi ini kita lagi tunggu persetujuan DPRD Sulsel. Karena ini statusnya pinjaman, adapun panjang jalan provinsi saat ini sekitar 1.300 kilometer. Setiap tahun, jalan ini dimaintenance dengan dana sekira Rp 300 miliar.

Nh/Ys (Kamis, 9 agustus 2012)
Read More >>

Syahrul Turun Sawah Sapa Petani di Wajo


JUMAT, 10 AGUSTUS 2012 

Soetomo: Soppeng Maju karena Bimbingan Gubernur
 SENGKANG,  – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo membuktikan kepeduliannya terhadap petani di Sulsel. Hal itu ditunjukkan Syahrul dengan turun langsung ke sawah dan berinteraksi dengan para petani yang sedang melakukan proses panen.
Apa yang dilakukan Syahrul tidak direncanakan sebe­lumnya. Saat menuju ke Kabupaten Wajo dalam rangkaian Safari Ramadhan, rombongan melintas di Desa Kunyunra, Kecamatan Watta Sidenreng, Wajo, Kamis, 9 Agustus.
Saat itulah, orang nomor satu di Sulsel itu melihat puluhan petani sedang sibuk melakukan proses panen. Para petani yang tidak menyangka jika orang nomor satu di Sulsel itu, akan turun ke sawah dan menemui mereka, spontan menghentikan aktivitas­nya dan menyambut Syahrul.
Mereka sangat antusias, apalagi selama ini hanya bisa melihat pemimpin mereka di koran, televisi dan juga ba­liho yang terpajang di Kabupaten Wajo. Mereka juga tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk sekedar bersalaman dan berfoto bersama. Para petani tersebut terlihat sangat bahagia bertemu gubernur mereka.
“Selama ini hanya lihat di televisi atau gambarnya, sekarang bisa ketemu langsung,” kata Andi, salah seorang petani.
Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam kesempatan itu menanyakan bagaimana hasil panen para petani dan apa kendala yang dihadapi.
“Bagaimana panennya, baik-baik semua,” tanya Syahrul.
Menjawab pertanyaan Syahrul, mereka mengatakan jika panen padi di da­erah mereka berjalan lancar. Hasilnya maksimal se­perti yang mereka harapkan. Se­rangan hama juga bisa dikendalikan.
“Alhamdulillah, Pak. Baik-baik semua,” jawab mereka hampir bersamaan.
Pertumbuhan Soppeng
Kabupaten Soppeng da­lam dua tahun terakhir meng­alami peningkatan yang cu­kup signifikan. Khususnya pertumbuhan ekonomi sehingga masyarakat masih lebih sejahtera.
Bupati Soppeng Andi Soetomo mengungkapkan, ber­dasarkan data dari Badan Pu­sat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Soppeng mencapai 7,9 persen. Sedangkan, income per kapita sebesar Rp14 juta per kepala.
“Hal ini bisa dicapai karena bimbingan Pak Gubernur (Syahrul Yasin Limpo),” kata Andi Soetomo, usai salat tarawih berjamaah di Masjid Agung Darussalam, Kabupaten Soppeng, Kamis, 9 Agustus.
Menghadapi Pilkada Gubernur Januari 2013 mendatang, Soetomo mengimbau masyarakat agar melaksanakan pilkada dengan tertib, tenang, dan penuh rasa persaudaraan.
“Saya mengharapkan agar pada pilkada mendatang, menjaga agar Kabupaten Soppeng kondusif. Masyarakat Soppeng adalah masyarakat yang beradab. Karenanya, jangan menyimpang atau ber­tindak anarkis,” imbaunya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, hanya de­ngan pemerintahan yang baik yang bisa melahirkan kesejahteraan rakyat. Pemerintahan yang baik adalah yang tidak meladeni dirinya sendiri, berpihak pada rakyat, dan tidak korupsi.
“Kuncinya, seorang pe­jabat harus melaksanakan tugasnya dengan baik. Lahir perilaku-perilaku Islam yakni bekerja dengan hati yang tulus ikhlas, penuh pengabdian, dan tidak korupsi,” tegasnya.
Syahrul mengungkapkan, agama yang baik, mendorong kehidupan beragama yang makin baik. Karenanya, jika ingin mengukur kemakmuran suatu daerah, maka kita lihat tempat ibadahnya.
“Hadirkan agama yang makin baik dan kita dorong perekonomian khususnya me­­lalui pertanian. Kita perbaiki regulasinya, agendanya, bibitnya, dan kerjasamanya. Kita harus menjadi contoh,” urainya.
Ia menambahkan, jika i­ngin Kabupaten Soppeng lebih maju lagi, maka pemerintah harus mengambil peran strategis dengan melaksanakan tugas dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab. Perekonomian yang didorong melalui pertanian, perkebunan dan peternakan, tidak bo­leh lagi dikelola dengan cara-cara lama.
“Peternakan, pertanian dan perkebunan, harus didorong. Tidak boleh lagi gunakan cara-cara lama. Harus ada sentuhan ilmu penge­tahuan dan teknologi untuk meningkatkan produktifitas,” pungkasnya. (*/ute)
Read More >>

Pemprov Sulsel Terima DP4 dari 24 Kab/Kota


Kepala Biro Pemerintahan Umum Pemprov Sulsel, Andi Hasbi Nur seusai rapat bersama Komisi A DPRD Sulsel, Kamis 9 agustus 2012 mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menerima daftar penduduk potensial pemilih pilkada (DP4) dari 24 kabupaten/kota di Sulsel. Namun, Pemprov belum melakukan verifikasi karena terkendala sistem. Yang melakukan verifikasi itu kabupaten/kota, karena sudah menjadi tanggung jawab mereka. Kami susah melakukan verifikasi karena sistemnya sudah komputerisasi.
Sekretaris KPU Sulsel Annas GS mengatakan, menurut mekanisme yang ada, Pemprov akan melakukan verifikasi setelah semua data DP4 dari kabupaten/kota diserahkan. Setelah verifikasi,barulah diserahkan ke KPU. Jadi,DP4 itu dikumpulkan dari kabupaten/kota, lalu diserahkan ke pemprov.Setelah diverifikasi ulang, barulah pemprov serahkan ke kami (KPU) untuk kemudian diverifikasi lanjutan sampai ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

Dari data DP4 yang diserahkan pemprov ke DPRD Sulsel, tercatat sebanyak 7.232.734 hak pilih. Berkas para calon pemilih potensial ini akan diserahkan secara resmi oleh Pemprov ke KPU pada 13 September nanti di Baruga Sangiaseri Rujab Gubernur. Tim pemenangan duet incumbent Syahrul Yasin Limpo- Agus Arifin Nu’mang (Sayang) juga ikut mengawasi penetapan DPT dari DP4.

Ph/Na ( Jumat, 09/09/2012 )

Read More >>

Kamis, 09 Agustus 2012

Pertamina Harap Pemprov Sosialisasi Pembatasan BBM


MAKASSAR,- PT Pertamina Region 7 Sulawesi sangat berharap agar Pemerintah Provinsi Sulsel turun tangan melakukan sosialisasi pelarangan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan dinas melalui pemasang­an stiker.
Sales Representative BBM Retail Rayon Makassar PT Pertamina Region 7 Sulawesi, Muhammad Iswahyudi meng­ungkapkan bahwa larangan penggunaan BBM ini diakuinya sampai saat ini belum berjalan efektif.
Sebabnya, sampai sejauh ini belum ada satupun instansi pemerintah, baik Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten dan Kota yang mengajukan permintaan pemasangan stiker pada kendaraan dinas sebagai simbol larangan penggunaan BBM bersubsidi. Padahal, kebijakan tersebut telah diberlakukan sejak Juli lalu.
“Dari awal kita berharap agar kebijakan tersebut menekan semakin tingginya penggunaan bahan bakar jenis premium maupun solar,” jelasnya melalui telepon genggamnya, kemarin.
Lanjut, Iswahyudi mengaku bahwa pihaknya tidak bisa memaksa setiap instansi pemerintah untuk melakukan pemasangan stiker. Sehingga, ia menilai akan lebih baik jika Pemprov Sulsel turun untuk mengintensifkan kembali sosialisasi ke setiap unit kerja maupun kabupaten kota, terkait pemasangan stiker larangan penggunaan BBM bersubsidi.
Diketahui sebelumnya, Sekretaris Provinsi Sulsel, Andi Muallim mengungkapkan, untuk menekan tingginya penggunaan BBM bersubsidi di Sulsel, maka setiap kendaraan dinas milik pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD di Sulsel akan dipasangi stiker.
“Melalui stiker ini kendaraan tertentu tidak boleh memakai BBM bersubsidi,” jelasnya.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis BBM Tertentu.
Berdasarkan data PT Pertamina Region 7 Sulawesi, penggunaan BBM bersubsidi di Sulsel telah over kuota hingga 20 persen.
Sehingga, diperlukan upaya antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan di akhir tahun. Salah satunya melalui pemasangan stiker pada kendaraan dinas milik pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD, termasuk kendaraan kategori mewah. (eky/ute)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/provinsi/pertamina-harap-pemprov-sosialisasi-pembatasan-bbm

Read More >>

Gebyar Pasar Murah Diikuti 125 Pedagang


Kamis, 09 Agustus 2012

MAKASSAR, – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel  menggelar Gebyar Murah Fashion yang dibuka, Rabu, 8 Agustus, di pelataran eks Panakkukang Mas Country Club (PMCC), Jalan Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Makassar. 
Kegiatan ini sendiri akan berlangsung hingga 15 Agustus mendatang. Setidaknya ada  sekitar 125 stand usaha mikro kecil menengah (UMKM) meramaikan pameran busana ini. Stan tersebut akan menyiapkan beragam kebutuhan busana anak-anak, remaja, dewasa pria hingga wanita, dan aksesoris.
Kepala Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengatakan bahwa even ini dimaksudkan untuk lebih memperkenalkan produk-produk lokal. Serta meningkatkan daya  saing UKM. Selain itu, juga memberikan ruang kepada masyarakat untuk berbelanja murah. Dalam memenuhi kebutuhan pakaian untuk menghadapi lebaran nanti.
“Nuansanya tetap pada nuansa Ramadhan, dengan melibatkan UKM dan home industri dalam kegiatan ini, sehingga daya saing mereka bisa lebih diperhitungkan, serta menjadi tempat belanja murah jelang lebaran,” ujar Irman usai pembukaan Gebyar Murah Fashion.
Selain itu, lewat  even ini juga untuk memberikan hiburan kepada masyarakat dengan menggelar even selama kegiatan ini berlangsung. Kegiatan tersebut mulai peragaan busana, talkshow busana muslimah, serta hijab class.
Kegiatan ini menggandeng sejumlah perusahaan termasuk operator selular dan pihak  TNI. (mg4/ism)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/metro-makassar/gebyar-pasar-murah-diikuti-125-pedagang
Read More >>

Mobil Dinas Bisa Dipakai Mudik


Kamis, 09 Agustus 2012
MAKASSAR– Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar melunak terkait penggunaan mobil dinas untuk mudik Idul Fitri 1433 H. Pegawai Negeri Sipil (PNS) diperbolehkan menggunakan randis untuk pulang kampung.


Kendati demikian,pengguna ditekankan untuk memanfaatkan randis tersebut secara efesien dan efektif, sehingga nantinya tak mengganggu pekerjaan operasional di pemprov. Pengguna juga diwajibkan untuk menyiapkan kendaraan tersebut sesuai hari kerja pegawai. “Sejauh ini, di pemprov belum ada kami terima larangan randisuntukdipakaimudik.Jadi PNS dipersilahkan untuk mudik dengan randis tetapi penggunaannya harus efisien,” ujar Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Sulsel Ibrahim Beddu kemarin.

Sekadar diketahui, pada 2011 lalu, Gubernur Syahrul Yasin Limpo secara tegas melarang PNS menggunakan randis untuk mudik. Pegawai disarankan menyewa kendaraan sendiri.Alasannya saat itu, larangan tersebut merupakan instruksi dari KPK yang mengimbau pegawai yang mendapat mobil dinas untuk tidak menggunakannya untuk keperluan pribadi,termasuk mudik.

Ibrahim Beddu mengatakan, momen Idul Fitri hanya sekali setahun.Kebijakan untuk menggunakan randis saat mudik, kata dia, untuk mempermudah bagi PNS kembali ke kampung halamannya.Hanya saja,kendaraan operasional ini harus dimanfaatkan dan dijaga secara baik.Pasalnya,randis tersebut merupakan milik pemerintah. “Memang tak pernah ada larangan. Tapi jangan sampai diberi izin,terus tidak menjaga aset negara itu dengan baik,”imbuhnya.

Saat disinggung mengenai jumlah randis di lingkup pemprov, Ibrahim mengaku jumlahnya tak terlalu banyak.Khusus bagi pejabat dan kendaraan operasional SKPD, hanya berjumlah tiga hingga lima unit. “Untuk kendaraan bus itu memang banyak. Tapi untuk SKPD, hanya kendaraan kecil jenis sedan dan kecil,”bebernya.

Terpisah, Kepala Bagian Umum Pemkot Makassar Chairil Abdi menyatakan, PNS pengguna randis diperbolehkan menggunakan kendaraan milik pemerintah tersebut untuk mudik lebaran.Hanya saja, Chairil Abdi menekankan agar anggaran penjalanan yang digunakan tidak memakai biaya pemerintah. “Silahkan pakai randis untuk pulang kampong tetap tidak boleh menggunakan bahan bakar yang dibeli menggunakan uang pemerintah,” tandasnya.

Selain itu, pejabat pengguna randis diwajibkan untuk mengganti kerusakan yang kemungkinan terjadi selama perjalan mudik. Pengguna diwanti- wanti untuk tidak menggunakan dana pemerintah guna perbaikan kerusakan akibat kelalaian selama mudik. ● wahyudi/supyan umar 
Read More >>

Proyek Infrastruktur KTI Dipercepat


Kamis, 09 Agustus 2012
MAKASSAR – Pemerintah Pusat akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur di Kawasan Timur Indonesia (KTI), khususnya Sulsel.Kucuran dana segar dipastikan akan cair dalam Anggatan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2013-2014.


Proyek yang diprioritaskan dibiayai yakni pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, proyek New Port Makassar,serta kereta api lintas Makassar-Parepare sebagai tahap awal kereta api di Sulawesi. Percepatan penyelesaian infrastruktur perhubungan ini untuk memudahkan koneksitas antarprovinsi di Indonesia timur.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, keputusan untuk mempercepat pembiayaan proyek infrastruktur perhubungan untuk memperkuat koneksitas antarprovinsi disepakati dalam rapat kabinet terbatas bidang infrastruktur di Aula PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta, pekan lalu.

“Seluruh daerah,utamanya KTI, diminta mempersiapkan interkoneksitas antara provinsi dengan ibukota provinsi,dan provinsi lainnya. Ini utamanya bandara dan pelabuhan. KTI menjadi konsen pemerintah pusat untuk lebih banyak anggarannya ke depan di APBN,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel,kemarin.

Khusus kereta api Makassar- Parepare,proyek ini menjadi percontohan lantaran telah meneken memoradum of understanding (MoU) dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Mantan Bupati Gowa dua periode ini juga mendorong ke pemerintah pusat,agar proyek jalan layang Maros-Bone bisa masuk menjadi proyek nasional, begitu pun juga dengan pendanannyan.

Saat disinggung mengenai total anggaran yang akan dikucurkan pemerintah pusat ke Sulsel, Syahrul enggan berspekulasi. “Yang jelas, semua sudah masuk dalam blue print.Koneksitas jalan darat, termasuk pengembangan perluasan dari Maros ke Bone diharapkan bisa secepatnya,”tambahnya. ● wahyudi 

Read More >>

Pemprov. Sulsel Pacu Terus Perekonomian


Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan sebesar 8,45% akan terus dipacu, dan selama ini, laju pertumbuhan ekonomi Sulsel selalu di atas rata-rata nasional, dan gerak ekonomi yang cukup baik membuat daya beli masyarakat terjaga. Banyak usaha-usaha kecil menengah baru yang dibuka dan yang sudah existing berkembang di Sulawesi Selatan. Trend ini mendorong penyerapan tenaga kerja. Hal tersebut diutarakan Wakil Gubernur,Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu’mang, Rabu, 8 Agustus 2012.

Menurut Wagub, hasil-hasil pertanian dan perkebunan yang cukup bagus bagi petani membuat daya beli cenderung meningkat dari tahun ke tahun, Untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi yang terakselerasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, akan terus fokus untuk menggenjot infrastruktur jalan. Untuk jalan provinsi alokasinya dalam APBD Provinsi sekira Rp 300 miliar. Belanja ini, akan digelontorkan Pemprov Sulsel ke sejumlah kabupaten. Sementara di poros Makassar-Parepare sudah tinggal beberapa titik lagi akan tuntas, dan poros Jeneponto-Sinjai sementara dalam pengerjaan. Sasaran berikutnya adalah poros Maros-Bone dan hal ini sementara diajukan ke pusat untuk memulai pembangunan fisiknya pada tahun 2013.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga sudah mengajukan ke pusat pinjaman lunak untuk infrastruktur senilai Rp 500 miliar. Pemerintah saat ini sedang mempercepat penyelesaian jalan-jalan Provinsi, tapi ini kita lagi tunggu persetujuan DPRD Sulsel. Karena ini statusnya pinjaman, adapun panjang jalan provinsi saat ini sekitar 1.300 kilometer. Setiap tahun, jalan ini dimaintenance dengan dana sekira Rp 300 miliar.

Nh/Ys (Kamis, 9 agustus 2012)
Read More >>

Dishub Sulsel Bekerjasama Dengan PT. Bumi Putera Luncurkan Program Mudik Gratis


Mudik gratis yang dikemas dengan nama Bumi Putera Sayang Rakyat menargetkan 2.000 penumpang untuk perayaan Idul Fitri 1433 Hijriah tahun ini yang terdiri dari 1.000 untuk mahasiswa dan selebihnya bagi masyarakat umum. Mudik gratis tersebut akan menyasar 16 kabupaten/kota sebagai daerah tujuan, antara lain Bulukumba, Sinjai, Bone, Selayar, Sengkang, Soppeng, Pare-pare, Enrekang, Mangkutana, Malili, Soroako, Palopo, Luwu, Masamba, Sidrap dan Pinrang. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Masykur Sulthan di Kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 8 Agustus 2012.

Rencananya, pelepasan penumpang program mudik gratis ini dilakukan 16 Agustus 2012 mendatang, sementara pelaksanaan sudah dilakukan mulai 12 Agustus hingga 18 Agustus. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ingin menjadi penyelenggara mudik terbaik se-Indonesia. Karenanya, Masykur Sulthan berharap semua calon penumpang bisa tertib dan mematuhi aturan yang diterapkan pelaksana mudik gratis. Indikatornya adalah semua berlangsung dengan aman, tertib dan nyaman kemudian tidak terjadi kecelakaan, artinya semakin minim kecelakaan akan semakin bagus. Ajakan bagi mahasiswa yang suka naik motor itu kita utamakan, supaya tidak naik motor dan tiba di  wilayahnya dengan selamat melalui program mudik gratis.

Sementara itu, Kepala Wilayah Makassar PT Bumi Putera, Muchsin menjelaskan, acara ini sebagai bentuk kepedulian Bumi Putera terhadap rakyat Sulawesi Selatan, dan pada pelaksanaannya tentunya ini akan ada syaratnya. Syaratnya, misalnya kalau mahasiswa memiliki kartu mahasiswa, sedangkan untuk umum diutamakan yang kurang mampu. Untuk proses pendaftarannya, panitia memiliki koneksi di kampus-kampus yang kemudian akan diseleksi oleh Tim Simpul untuk menentukan mana yang berhak dan mana yang tidak, begitu juga dengan kategori umum.

Rs/Nh (Kamis, 9 Agustus 2012)
Read More >>

Gubernur Lobi Percepat Infrastruktur Sulsel


Gubernur Sulsel, H Syahrul  Yasin Limpo, Rabu, 8 Agustus 2012 terus melakukan lobi ke pemerintah pusat, khususnya Menteri Perhubungan, untuk mempercepat beberapa  mega proyek infrastruktur yang telah direncanakan di Sulawesi Selatan. Karena itu, beberapa pengembangan infrastruktur di Sulsel pada Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpin langsung Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Jakarta, baru-baru ini.

Lanjut dikatakan, dalam rapat membahas bagaimana mempersiapkan interkoneksitas antara provinsi dan ibu kota provinsi lainnya. Itu menjadi prioritas, terutama untuk pemanfaatan airport dan pelabuhan yang ada. Oleh karena itu, Sulsel termasuk dengan provinsi yang memiliki airport cukup banyak, dan itu pemanfaatannya bisa di maksimalkan. Tetapi, khusus untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI), menjadi konsen Pemerintah Pusat untuk lebih banyak memberikan orientasi anggaran ke depan agar perhubungan laut bisa menjadi interkoneksi yang kuat. Termasuk, kesiapan kereta api yang ada di Sulawesi Selatan, khususnya yang baru menandatangani MoU dengan pemerintah pusat yakni Sulsel.

Diharapkan, pemerintah provinsi lain bisa mengikuti apa yang telah kita lakukan di Sulsel. Memang investasinya tidak sampai di Sulsel saja, di harapkan 2014-2015 nanti interkoneksi antar pulau itu bisa dilakukan maksimal. Selain, memperkuat hubungan Sulsel untuk prioritas penerbangan udara, juga dilakukan interkoneksitas nasioanl, dimana pusat pengembangannya ada di Sulsel. Pelabuhan yang ada di Makassar, Newport yang ada di Makassar akan dikembangkan sangat luas dan diharapkan bisa maksimal. Khususnya, Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar akan dikembangkan. Tidak hanya itu, pengembangan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar juga sudah dimasukkan dalam orientasi blue print perencanaan.

Sementara, koneksitas jalan darat juga kita bahas. Khususnya perluasan dan peningkatan jalan dari Maros ke Bone, itu jadi prioritas kita. Proyek infrastruktur lainnya yang dilobi ke pusat adalah pengembangan Pelabuhan Parepare menjadi pelabuhan internasional. Pasalnya, pelabuhan di Makassar sudah dianggap sangat penuh bahkan menuju kejenuhan. Terkadang dalam satu hari ada 20 kapal yang harus menunggu antrian masuk di pelabuhan. Ke depan, pengembangan pelabuhan diharapkan sudah ada di alternatif-alternatif. Saya tidak mau buru-buru menyampaikan apa yang menjadi justifikasi kita karena akan terjadi kontraksi-kontraksi yang tidak dibutuhkan. Oleh karena itu, kita menunggu perkembangan karena pelabuhan dan airport itu termasuk kereta api, gubernur hanya menjadi pelaksana strategis lapangan, domain ada di Menteri Perhubungan.

Nh/Rs  (Kamis, 9 Agustus 2012)
Read More >>

Rabu, 08 Agustus 2012

Pengunjung Pasar Butung Rebutan Foto Bareng


RABU, 08 AGUSTUS 2012 

alt
MAKASSAR, -Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan mendadak ke Pasar Butung, Makassar, Selasa, 7 Agustus. Hal tersebut dilakukan untuk melihat dari dekat perputaran perekonomian dan geliat kehidupan masyarakat di bulan Ramadhan.
“Saya ingin mengetahui secara jelas bagaimana perputaran ekonomi di sini. Apalagi, pertumbuhan ekonomi di Sulsel, di atas rata-rata nasional.
Tentunya, penopangnya dari sini,” jelas Syahrul.
Dalam sidak tersebut, pe­­ngunjung dan pedagang di Pasar Butung, berebut men­dekati Syahrul. Orang nomor satu di Sulsel itu juga mengelilingi lods seraya menanyakan kepada pengelola terkait pen­tingnya menjaga kenyamanan pengunjung serta pengamanan saat berbelanja.
“Harus aman, sehingga pengunjung nyaman berbelanja,” kata Syahrul.
Selama lebih kurang 15 menit, Gubernur yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Irman Yasin Limpo, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Andi Bakti, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Agus Sumantri, mengelilingi lods tempat penjualan dari lantai 1 hingga lantai 3.
Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia itu juga menyempatkan diri ke bilik informasi di lantai 2 dan menyapa pengunjung melalui pengeras suara.
“Mari kita melaksanakan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya dan tiada hentinya memperbanyak amaliah sebagai bekal dalam menjalani kehidupan di masa datang,” imbau Syahrul kepada  seluruh pengunjung melalui pengeras suara. (*/ute)
Read More >>

Mentan Kagumi Pertanian Sulsel


Rabu, 8 Agustus 2012

JAKARTA, FAJAR -- Menteri Pertanian Republik Indonesia, Suswono, mengaku sangat mengagumi pertanian Sulsel. Apalagi, keberhasilannya dalam menyanggah kebutuhan beras di kawasan timur Indonesia. Hal itu diungkapkan Suswono, usai rapat kabinet terbatas di Kantor Kementerian Pertanian, kemarin.

Menurutnya, Sulsel harus bisa mempertahankan bahkan meningkatkan surplus berasnya tersebut, sehingga bisa memberi banyak kontribusi terhadap target overstok beras nasional 10 juta ton beras, pada 2014 mendatang.
Setelah sukses mencapai produksi 2 juta ton overstock beras di Sulsel setiap tahunnya sejak 2008, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) langsung mendapat kepercayaan penuh dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membantu persoalan pangan nasional.

Presiden SBY meminta agar Gubernur Syahrul menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mencapai target overstock atau surplus  10 juta ton beras untuk tingkat nasional. Jika Sulsel mampu 2 juta ton overstock beras per tahun, maka SYL dibebankan harus ikut memikirkan langkah strategis apa yang harus ditempuh secara nasional untuk mencapai target tersebut.

"Karena di Sulsel berhasil mencapai overstock 2 juta ton beras setiap tahunnya, maka pak SBY memerintahkan saya untuk menyiapkan konsep bagaimana mencapai overstock beras 10 juta ton secara nasional. Itulah hasil dari rapat kabinet terbatas, Senin yang saya ikuti," ujar Syahrul, Selasa 7 Agustus.

Syahrul memang diundang oleh Presiden SBY untuk ikut Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpin langsung SBY di Auditorium Gedung F Kantor Kementrian Pertanian, Jalan Harsono RM No 3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta, Senin 6 Agustus.

"Kehadiran saya sebagai pendamping tetap Presiden di Sidang Kabinet Terbatas," tambah Syahrul.
Syahrul mengungkapkan, kepercayaan SBY terhadap dirinya tak akan disia-siakan. Dia bersama sejumlah pihak terkait akan merumuskan langkah apa saja secara strategis untuk memenuhi target overstock beras secara nasional yakni 10 juta ton.

"Ini sebuah tantangan dan harus saya jalani. Insya Allah, konsepsi 2 juta ton beras yang berhasil di Sulsel akan kita sukseskan bersama secara nasional," kata Syahrul.
Dia mengatakan, untuk mencapai target tersebut dibutuhkan jaminan ketersediaan pupuk secara konstan dari pihak pemerintah setempat, optimalisasi pengairan, efisiensi pertanian, dan lain sebagainya.

Di Sulsel, lanjutnya, meski telah terjadi anomali cuaca, namun produksi beras tetap terus mengalami peningkatan. Pada 2007 lalu, sebelum surplus 2 juta ton ditetapkan hanya mencapai 1,6 juta ton. Baru setelah ditetapkan target 2008, produksi surplus beras Sulsel di atas 2 juta ton, yakni 2,2 juta ton, selanjutnya 2,5 juta ton (2009), 2,6 juta ton (2010) dan 2,9 juta ton (2011). Dan pada 2012 ini akan ditargetkan di atas 3 juta ton surplus beras di Sulsel. "Tak mengherankan jika Sulsel menjadi pilar utama perekonomian bangsa Indonesia," tegas Syahrul.

Selain di bidang pangan, Presiden SBY juga meminta Syahrul menyiapkan langkah untuk menggenjot produksi sapi. Maklum, Sulsel dinilai berhasil sehingga bisa mencapai stok satu juta ekor sapi.

Sementara itu, Kadis Pertanian, Luthfi Halide mengatakan, tahun ini produksi beras di Sulsel sudah surplus 2,067 juta ton. Selain dikirim melalui perdagangan antarpulau, khususnya di 17 provinsi, juga di ekspor ke tiga negara, Korea, Singapura, dan Malaysia.

Untuk ekspor, Sulsel mendapat kuota ekspor 20 ribu ton. Namun, kata Luthfi, perdagangan antarpulau lebih menguntungkan dibanding ekspor. "Tapi lebih menguntungkan kalau perdagangan antar pulau dibanding ekspor. Sehingga kami berpikir untuk lebih memprioritaskan antarpulau," ungkap Luthfi.  (asw/sil)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120808003609-mentan-kagumi-pertanian-sulsel
Read More >>