Selasa, 14 Agustus 2012

Disnaker Sidak Pembayaran THR Perusahaan



SELASA, 14 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR, —­ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulselbar melakukan inspeksi mendadak (sidak) kepada beberapa perusahaan di Kota Makassar terkait pengawasan pembayaran tunjangan hari raya (THR) para pekerja jelang Idul Fitri 1433 Hijriah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Saggaf Saleh, mengatakan, pihaknya telah melakukan sidak pada tujuh perusahaan sebagai sampel. Di antaranya, Jaffa, Makassar Te’ne, dan Furnitur.
Dari tujuh perusahaan yang disidak itu, sambungnya, rata-rata sudah membayarkan THR tersebut. “Sesuai dengan sampel yang kami pilih, dan mereka tidak tahu kami lakukan sidak di perusahaannya, ternyata mereka sudah bayar,” jelas Saggaf Saleh, melalui telepon selulernya, Senin, 13 Agustus.
Saggaf menjelaskan, Jaffa telah melakukan pembayaran THR sejak tanggal 3 Agustus lalu, kemudian Makassar Te’ne juga sudah selesai dari tanggal 8 Agustus, kemudian ada furniture yang kemarin berjanji membayarkannya.
Selain itu, Saggaf juga mengaku akan kembali melakukan sidak pada Selasa, 14 Agustus, hari ini. Hanya saja, ia enggan menyebut perusahaan mana saja yang akan disidak.
“Besok (hari ini) lagi beberapa perusahaan akan kami datangi. Saya tidak usah sebut namanya, karena saya mau ini tidak mereka tahu,” katanya.
Ia mengaku pengawasan dan sidak ini akan terus berlangsung sampai H-1 perayaan hari raya Idul Fitri 1433 hijriah mendatang. “Yang jelas ini akan terus kami lakukan sampai satu hari sebelum lebaran,” ujarnya.
Sementara untuk sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Kota, Ia mengaku telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait agar melakukan penanganan dan pengawasan langsung.
“Kabupaten/kota yang lainnya langsung ditangani oleh kabupaten/kota masing-masing. Untuk yang ini kami sidah sudah ada koordinasi dengan Pemkot Makassar, dan untuk beberapa perusahaan lainnya akan ditangani langsung oleh Pemkot Makassar,” katanya.
Apalagi, kata dia, sejak beberapa waktu lalu sudah ada surat Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, yang turun ke para bupati dan wali kota sebagai imbauan.
Ia menambahkan, jika dalam pengawasan dan sidak tersebut ada perusahaan yang tidak menunaikan pembayaran THR, pihaknya memastikan ada proses sanksi yang dikenakan. “Kami akan peringati dan kalau tetap tidak dibayarkan, maka itu bisa sampai pada proses pengadilan,” tegasnya.
Sebelumnya, Saggaf mengungkapkan pihaknya membentuk posko untuk memantau pembayaran THR oleh perusahaan. Posko itu juga untuk memberikan penjelasan ataupun menerima pengaduan dari pekerja, perusahaan, dan masyarakat serta menjembatani sengketa pemberian THR antara pekerja dengan perusahaan.
Saggaf menegaskan, sesuai peraturan kementerian, THR merupakan hak pekerja yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada para pekerjanya, sebab itu para pengusaha harus segera memberikan THR kepada pekerjanya tepat waktu, paling lambat tujuh hari sebelum lebaran atau H-7. (eky/ism)
Read More >>

Pemprov Resmi Serahkan 7,2 Juta DP4



SELASA, 14 AGUSTUS 2012 13:56

alt
Oktober KPU Target DPT Selesai
 MAKASSAR, — Pemerintah Provinsi Sulsel secara resmi telah menyerahkan daftar penduduk pemilih potensial pemilu (DP4) sebanyak 7.232.734 jiwa kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin, 13 Agustus.
Kepala Biro Pemerintahan Umum Sulsel, Hasbi Nur mengatakan, penyiapan DP4 ini berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri nomor 470 tahun 2007 tentang petunjuk penyiapan data kependudukan.
Dalam edaran itu jelasnya disebutkan bahwa gubernur melalui sekretaris daerah bertanggung jawab untuk skala provinsi.
Sedangkan untuk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, bertanggungjawab pada teknis pelaksanaan penyiapan data kependudukan tersebut. “Sesuai dengan petunjuk yang diberikan KPU bahwa penyerahan DP4, lima bulan sebelum hari dan pemungutan suara dilaksanakan.
Karena pemungutan suara cagub-cawagub dilaksanakan pada 22 Januari 2013. Maka KPU meminta penyerahan DP4 diserahkan pada dalam kurung waktu 13 sampai 16 Agustus,” katanya.
Tetapi belakangan kata dia, KPU dan Pemprov Sulsel telah sepakat menyerahkan DP4 ke KPU diawal waktu, yakni pada tanggal 13 Agustus.
“DP4 ini yang kemudian akan dimutakhirkan lagi oleh KPU Sulsel sebagai bahan penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) untuk  selanjutnya dijadikan sebagai daftar pemilih tetap (DPT).
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa dengan penyerahan DP4 ini, menandakan awal perhelatan agenda politik di Sulsel. “Harapan saya, semoga Ramadhan menjiwai penyerahan yang dilakukan ini, sehingga berpengaruh pada hasil kerja kita yang dimulai dari kebersihan pikiran,” ujarnya.
Mantan Wakil Gubernur Sulsel ini juga berharap dengan tahapan yang sudah ditetapkan sendiri oleh KPU, nantinya dari DP4 tersebut akan menghasilkan DPS kemudian menjadi DPT yang akurat.
Ia juga membantah anggapan bahwa dalam penyusunan DP4 tersebut rawan manipulasi, Pemprov Sulsel jelasnya meyakinkan itu tidak ada sama sekali niat dari semua unsur penyelenggara. “Kita semua dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kota, khususnya Provinsi Sulsel tidak niat seperti itu,” katanya.
Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas, sendiri mengutarakan pihaknya menargetkan pada Oktober mendatang daftar pemilih tetap (DPT) akan selesai.
“Ini kami akan susun supaya menjadi rapi per-kabupaten dan kota yang ada, kami akan susun selama satu bulan untuk kemudian lahir DPS, dan butuh satu bulan juga untuk pemutakhirannya. Mulai 15 September dan berakhir 14 Oktober dan disitu sudah ada DPT,” katanya.
Ia mengatakan dalam proses pemutakhiran, gunanya akan memverifikasi jika ada pemilih yang ganda, termasuk jika ada pemilih yang meninggal dunia dan sebagainya. Proses ini juga kata dia, akan menggunakan e-KTP sebagai pembanding.
“Jelas sekarang teman-teman KPU di kabupaten kota sudah siap. Setidaknya, mereka bisa memakai daftar pemilih dari pemilihan umum terakhir, baik Pilpres maupun pemilu kabupaten kota, itu saja yang dilihat, dimana saja yang bertambah dan berkurang,” katanya.
Untuk pemutakhiran data nantinya lanjut Jayadi akan melibatkan sebanyak 15.514 orang dalam tim verifikasi. Jumlah tersebut sesuai dengan jumlah TPS yang akan ada saat pilgub mendatang. (eky/soe)
Read More >>

Wamen Dukung Festival Toraja



Selasa, 14 Agustus 2012

MAKALE – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Tana Toraja menggelar Festival Toraja 2013.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tana Toraja,Enos Karoma mengatakan, Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung dan Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sudah memaparkan rencana penyelenggaraan festival tersebut kepada Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar di Jakarta.

“Prinsipnya Pak Wakil Menteri sangat mendukung penyelenggaraan Festival Toraja tahun depan,”ujar Enos kemarin. Dia mengatakan, event itu bisa memberikan kontribusi bagi sektor pariwisata daerah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Toraja. Festival Toraja akan menampilkan berbagai budaya dan kesenian lokal Toraja. Sebagai bentuk persiapan, dalam waktu dekat Pemkab Tana Toraja dan Pemkab Toraja Utara akan membentuk panitia lokal.

“Kami berharap, Festival Toraja masuk dalam kalender pariwisata nasional yang digelar setiap tahun untuk promosi wisata Toraja,”katanya. Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung mengatakan, Festival Toraja menyerupai Festival Danau Toba di Sumatera Selatan. Festival ini akan menyuguhkan beragam atraksi budaya dan seni lokal berbasis lingkungan. ● joni lembang 

Read More >>

Syahrul: Kalau Ada PNS Terima Parsel,



Selasa, 14 Agustus 2012 

MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Dr Syahrul Yasin Limpo MH mengimbau seluruh PNS lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel agar tidak  menerima hadiah. Hadiah dimaksud berupa uang, bingkisan/parsel, fasilitas maupun pemberian lainnya dari bawahan, rekan kerja, dan atau rekanan/pengusaha yang berhubungan dengan jabatannya. 

Penerima gratifikasi bagi PNS yang tidak terhindarkan menerima hadiah agar dapat melaporkan hal tersebut kepada gubernur sebagai bahan penyampaian kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Terhadap penerima bingkisan makanan yang dikhawatirkan kadaluarsa jika disimpan lama agar dapat disalurkan ke panti asuhan, panti jompo, dan tempat-tempat sejenis lainnya yang membutuhkan. Dengan catatan melaporkan hal itu ke KPK disertai penjelasan taksiran harga dan dokumentasi penyerahannya.
       
“Imbauan ini berdasarkan surat edaran yang telah ditandatangani Gubernur Sulsel per tanggal 13 Agustus 2012,” jelas Inspektur Provinsi Sulsel Dr Azikin Solthan MSi melalui rilis yang diterima Tribun Timur, Selasa (14/8/2012).

Imbauan gubernur tersebut mengadu surat Ketua KPK Nomor B.1827/01-13/07/2012 per tangga; 26 Juli 2012 perihal imbauan penerima hadiah terkait hari raya. (*/tribun-timur.com)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/14/syahrul-kalau-ada-pns-terima-parsel-laporkan
Read More >>

Senin, 13 Agustus 2012

Pemprov Sulsel Segera Memiliki Perusda Agroindustri



Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan segera memiliki Perusahaan Daerah Agroindustri. Perusahaan ini diharapkan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah. Kepala Biro Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Firda, baru-baru ini di Makassar mengungkapkan bahwa Perusahaan Daerah Agroindustri ini nantinya akan lebih fokus pada pengembangan kakao, beras, rumput laut, serta jagung yang merupakan komoditi andalan Sulsel. Perizinan Perusda ini tinggal menunggu surat keputusan dari Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo.
Untuk Perusahaan Daerah yang terlebih dahulu ada, agar memfokuskan usaha yang selama ini menjadi usahanya untuk lebih dikembangkan, seperti bangunan, perhotelan, dan sektor lainnya. Menurut Kepala Biro ekonomi Sulsel, kedua Perusda ini tidak ada hubungan satu sama lain dan tidak saling tumpah tindih. Kedua Perusda ini nantinya akan saling bersaing memasukkan PAD ke daerah.
Salah satu nama yang menjadi kandidat untuk menduduki jabatan Kepala Perusahaan Daerah Agroindustri adalah Tan Malaka Guntur, yang merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Sulsel yang pensiun sejak dua bulan lalu. Selain menyiapkan nama calon pemimpin Perusda Agroindustri, pihak pemprov juga telah menyiapkan fasilitas lain, seperti perkantoran dan kendaraan operasional.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel mengeluarkan kebijakan untuk memangkas dua unit Perusda yang selama ini dinilai tidak memberikan kontribusi untuk daerah. Dari keempat Perusda yang ada selama ini, diketahui hanya satu yang efektif, sedangkan Perusda Umum akan mengambil alih bagian perdagangan umum dan pariwisata.
Sv (Senin, 13 Agustus 2012)

Read More >>

Sulsel Genjot Produksi Jagung



Senin, 13 Agustus 2012
MAKASSAR,  -- Gagal panen jagung menyusul kegagala kedelai membawa dampak positif bagi Sulsel. Harga di tingkat petani naik akibat pasokan jagung ke pasar dunia menipis.

"Pemerintah AS pada hari Jumat lalu  merilis data tanaman yang terimbas kekeringan. Jagung, juga turut terkena dampak. Kemungkinan gagal panen di AS memicu kenaikan harga jagung internasional," kata Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang, Minggu, 12 Agustus.

Agus mengatakan, kegagalan panen jagung di AS adalah peluang bagi Sulsel. Sebab permintaan naik, otomatis harga jagung di tingkat petani melonjak.
"Informasi itu berharga, jagung kita memang banyak diperdagangkan ke luar Sulsel. Banyak diserap oleh industri. Produksi kita stabil, 1,470 jt ton pada 2011. Prediksi kita tahun ini, bisa mencapai 1,8 jt ton," katanya.

Lulusan PPs Pertanian Unhas ini, mengemukakan, untuk mendukung produktivitas petani, Pemprov Sulsel bersama pemerintah kabupaten menyiapkan bibit jagung yang unggul dan sesuai kebutuhan pasar. Selain itu, Pemprov menjaga ketersediaan pupuk serta membangun infrastruktur pengairan dan jalan desa.

Peningkatan harga beli jagung diakui oleh salah satu pedagang komoditas, William. William mengakui membeli jagung kering pipilan seharga Rp2.550 per kg dari petani dan pengumpul. Bulan lalu harganya masih Rp2.300 per kg.

Sependapat dengan William, Kabid. Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sulsel Aris Mappeangin mengakui, harga jual jagung dari petani trennya semakin naik. Areal pertanaman jagung pun bertambah menjadi 284.000 hektare. "Kita upayakan ada peningkatan lahan dan memaksimalkan lahan yang sudah ada setiap tahun," jelasnya.

Soal ancaman kekeringan di Sulsel, menurut pengamatan Wagub justru berbanding terbalik antara padi dan jagung. "Kalo banyak hujan, petani sawah tadah hujan tanam padi, kalo kering mereka tanam jagung," ujar Agus.
Sidak Pasar

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2012, Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang didampingi Wakil Bupati Pangkep Abd Rahman Aseegaf dan Sekkab Pangkep Anwar Recca meninjau pasar. Hal ini dilakukan untuk melihat dari dekat kondisi harga sembako di pasar khususnya Pangkep.

Wagub langsung melakukan  dialog dengan pedagang di pasar. Seorang pedagang, Sumiati, mengaku harga dagangan berfluktuasi. "Harganya tidak tetap pak. Menjelang Ramadan harga ayam Rp27 ribu, kemudian turun Rp23 ribu. Sekarang naik lagi Rp24 ribu-Rp25 ribu," aku Sumiati kepada Wagub. (zul/upi)

Read More >>

jagung Sulsel Hasilkan Rp3,7 T



Senin, 13 Agustus 2012 
Tahun Ini, Target 1,8 Juta Ton 

MAKASSAR, -- Jagung, salah satu komoditas yang memacu laju perekonomian di Sulsel. Jika produksi 1,5 juta ton tercapai, maka dalam setahun, omzet jagung di tingkat petani mencapai Rp3,7 triliun.

"Ini kesempatan kita memacu produksi. Karena Amerika Serikat (AS) yang selama ini jadi salah satu pemasok sedang ada masalah," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Senin, 13 Agustus.

Dia lalu mengkalkulasi, bahwa omzet Rp3,7 triliun bukan tanpa data. Jika target 1,5 juta ton tercapai dengan harga Rp2.500 per kg, maka hasilnya Rp3,7 triliun. Apabila proyeksi 2012 ini sebanyak 1,8 juta ton tercapai, maka omzet bisa mencapai Rp4,5 triliun.

"Mari kita lanjutkan keberhasilan ini. Tahun ini, kita sama-sama target 1,8 jt ton produksi Jagung, mungkin omzetnya sekira 4,5 triliun," kata Syahrul di Jeneponto, Senin, 13 Agustus.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, H Latunreng membenarkan apa yang disampaikan oleh gubernur. "Saat ini jagung semakin meningkat, prospek pasarnya sangat cerah. Beberapa negara sudah tidak melepas stok jagungnya karena mereka pun kekurangan suplai," katanya.

Jagung sangat bernilai karena dijadikan bahan bakar Ethanol oleh Amerika Serikat dan beberapa negara maju. "Jagung kita banyak dibeli oleh industri untuk dijadikan bahan kosmetik dan pakan ternak. Potensi harga naik sangat besar karena besarnya permintaan," jelasnya.

Peningkatan perdagangan komoditas pertanian termasuk jagung meningkatkan serapan tenaga kerja non formal. "Tak salah memang jika pemerintah sulsel terus menggenjot produksi jagung," katanya. (zul/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120813234649-jagung-sulsel-hasilkan-rp37-t
Read More >>

Minggu, 12 Agustus 2012

PASAR MURAH: Transaksi Capai Rp500 Juta



Minggu, 12 Agustus 2012

Pasar murah yang digelar di Lapangan Hasanuddin itu ikut membantu menutupi kebutuhan pokok sejumlah warga kurang mampu di saat harga kebutuhan pokok melonjak. Tak heran, saat mulai dibuka, para pengunjung langsung menyerbu beberapa stan yang menyiapkan beberapa kebutuhan pangan. Salah satunya adalah stan telur ayam ras, yang hanya memberi harga Rp26 ribu untuk satu rak (30 butir).

Hingga malam tadi, pasar murah ini mencatatkan transaksi sebesar Rp500 juta. "Transaksinya cukup besar, dan pada hari berikutnya, kita prediksi jumlahnya meningkat menjadi Rp800 juta. Hingga hari ketiga, saya yakin transaksinya bisa mencapai miliaran," kata Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnain Arief, saat usai menggelar evaluasi bersama panitia pasar murah, malam tadi.

Karena jumlah transaksi yang besar, hasil rapat evaluasi tersebut juga memutuskan memperpanjang waktu pasar murah dari dua hari, menjadi tiga hari. Zulkarnain menambahkan, harga-harga yang dijual dalam pasar murah tersebut, didiskon 40 persen, sampai 70 persen.

"Para pedagang yang kita datangkan memang dari kalangan distributor. Ada 76 distributor yang ikut berpartisipasi, dan mengisi 48 tenda. Kita minta mereka memberi harga paling murah, masing-masing stan kita fasilitasi tempat, dan tenda secara gratis," kata Zulkarnain.

Pembukaan pasar murah dihadiri ketua Persatuan Istri (Persit) Chandra Kirana Kodam VII/Wirabuana, Indah Nizam, Ketua Kadin Sulsel, Amrullah Abbas, serta perwakilan Polda Sulsel. "Pasar murah tersebut kita harap bisa membantu menutupi kebutuhan masyarakat mendekati lebaran," kata Indah.

Tenda-tenda tersebut disiapkan Kodam VII, Polda Sulsel, dan Kadin. Beberapa barang yang dijual seperti pakaian, alat rumah tangga, sepatu, dan barang lainnya. Penyelenggara juga membagikan bingkisan berisi gula, terigu, dan bahan sembako lainnya, untuk 500 kaum duafa. (sbi/ars)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120812014320-transaksi-capai-rp500-juta
Read More >>

Syahrul Terima Tantangan Ilham



Minggu, 12 Agustus, 2012

MAKASSAR -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menerima "tantangan"  Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin untuk adu prestasi. Ia mengajak sang "penantang" untuk membandingkan bobot penghargaan yang diterima masing-masing.
"Bolehlah kalau ada yang mengaku memiliki lebih banyak perhargaan, boleh kita baku lihat perhargaannya, yang mana yang lebih berbobot," kata Syahrul, Minggu (12/8/2012).

Pada 12 Agustus 2011 lalu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Makassar sama-sama menerima penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Syahrul mendapat Penghargaan Bintang Mahaputra Utama, sedangkan Ilham dianugerahi Bintang Jasa Utama.

Informasi dari situs sekretariat negara, setneg.go.id, diketahui Bintang Mahaputra Utama adalah Bintang Mahaputra kelas III. Bintang ini adalah penghargaan sipil yang tertinggi yang diberikan sesudah Penghargaan Bintang Republik Indonesia.

Lima kasta Penghargaan Bintang Mahaputra masing-masing Bintang Mahaputra Adipura, Bintang Mahaputra Adipradana, Bintang Mahaputra Utama, Bintang Mahaputra Pratama, dan Bintang Mahaputra Nararya.
Sedangkan penghargaan yang diraih Ilham, masih dikutip dari informasi website setneg.go.id, adalah penghargaan tertinggi di kelasnya. Penghargaan ini adalah bintang medali sipil yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan derajat setingkat di bawah level penghargaan Bintang Mahaputra.
Penghargaan ini diberikan dan dikeluarkan kepada mereka yang berjasa luar biasa terhadap nusa dan bangsa pada bidang atau hal tertentu di luar militer. Terdapat tiga tingkatan penghargaan bintang jasa, masing-masing Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Pratama, dan Bintang Jasa Nararya.

"Kalau itu masih belum cukup, bagus juga kalau kita kasih baku tanding siapa yang paling bagus kumisnya," tantang Syahrul. 

Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/08/12/syahrul-terima-tantangan-ilham

Read More >>

SYL: Keberhasilan Sulsel Karena Sistem Pemerintahan yang Baik



Minggu, 12 Agustus 2012

Makassar Sulsel,  – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku turut senang jika ada jajarannya baik di dalam pemerintahan di Sulsel maupun organisasi partai yang berprestasi banyak.
“Saya terbiasa di Golkar maupun di pemerintahan menggunakan manajemen delegasi. Saya paling kontrol pada tataran delegasinya, siapa yang bertanggungjawab, ketua atau bupati dan wali kota mana yang bertanggung jawab,” kata Syahrul.
Menurutnya, keberhasilan Pemprov Sulsel saat ini tidak lepas dari sistem yang sudah berjalan akibat manajemen pendelegasian tersebut. Ia juga menepis jika keberhasilan tersebut karena sejumlah kepala daerah di Sulsel berasal dari partai yang sama dengannya.[KM2]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=10970

Minggu, 12 Agustus 2012

Makassar Sulsel,  – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku turut senang jika ada jajarannya baik di dalam pemerintahan di Sulsel maupun organisasi partai yang berprestasi banyak.
“Saya terbiasa di Golkar maupun di pemerintahan menggunakan manajemen delegasi. Saya paling kontrol pada tataran delegasinya, siapa yang bertanggungjawab, ketua atau bupati dan wali kota mana yang bertanggung jawab,” kata Syahrul.
Menurutnya, keberhasilan Pemprov Sulsel saat ini tidak lepas dari sistem yang sudah berjalan akibat manajemen pendelegasian tersebut. Ia juga menepis jika keberhasilan tersebut karena sejumlah kepala daerah di Sulsel berasal dari partai yang sama dengannya.[KM2]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=10970
Read More >>

SYL DINILAI PEMIMPIN KHARISMATIK



MINGGU, 12 AGUSTUS 2012 

Sukses Tumbuhkan Perekonomian Sulsel, Sejumlah Bupati Kritisi Pernyataan Ilham 
MAKASSAR, CAKRAWALA — Keberhasilan Sulawesi Selatan (Sulsel) yang kini meraih 113 penghargaan tingkat nasional selama kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL), diakui sejumlah bupati. Kesuksesan ekonomi Sulsel dinilai tidak terlepas dari sosok SYL yang kharismatik.
Tak heran apabila Syahrul masuk 70 nominator kepala daerah terbaik versi The City Mayor Foundation. Itu jika merujuk pada pertumbuhan ekonomi Sulsel yang selalu di atas pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain menanggapi keberhasilan Syahrul, sejumlah bupati di wilayah Sulsel juga menyayangkan dan mengkritisi klaim Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS). Dimana IAS menyatakan, keberhasilan Syahrul Yasin Limpo karena usaha dirinya. Bahkan IAS menantang SYL untuk adu prestasi.
Bupati Kabupaten Sidrap, Rusdi Masse, pun menyayangkan pernyataan Ilham tersebut. Menurutnya, Ketua DPD I Demokrat tersebut keliru danberpikir sempit jika mengatakan hal seperti itu.
Rusdi menjelaskan, pro­ses kerja para bupati/wali kota dalam mendorong pertumbuhan dan kemajuan ekonomi Sulsel, karena didorong pula oleh kepemimpinan kuat, kharismatik, dan mampu mengelola pemerintahan dengan manajemen yang baik, terukur, dan terarah.
“Syahrul itu sukses sebagai gubernur karena mampu mengarahkan dan mengkoordinir para bupati dan wali kotanya sehingga mencapai ke­suksesan,” tegas Rusdi, Sabtu, 11 Agustus kemarin.
Rusdi menambahkan, majunya Sulsel bukan karena usaha seorang wali kota saja. Namun hal tersebut adalah kontribusi dari 24 kabupa­ten/kota yang ada di kawasan Sulawesi Selatan.
Sementara Bupati Kabupaten Barru, Idris Syukur menambahkan, kepemimpinan Syahrul sebagai gubernur sa­ngat kuat. Idris menyatakan, Syahrul adalah sosok pemimpin yang memiliki kekuatan personal dan mampu mengkoordinir para bupati, sehingga laju pertumbuhan ekonomi Sulsel akseleratif.
Prestasi Sulsel Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), lanjut Idris, membuat Sulsel dipercaya pemerintah pusat. “Efeknya sangat besar bagi masyarakat Sulsel. Bahkan, dana dan bantuan pinjaman bisa mengalir ke Sulsel demi pembangunan. Itu karena kinerja gubernur dan kinerja para bupati yang terarah dan terkoordinir oleh gubernur,”terang Idris.
Bupati Kabupaten Soppeng, Andi Soetomo, tidak mau kalah. Ia mengungkapkan, Kabupaten Soppeng dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Khusus­nya, dalam hal pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebut Andi Soetomo, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Soppeng mencapai 7,9 per­sen. Sedangkan, income per kapita sebesar Rp14 juta per kepala.
“Hal ini bisa dicapai karena bimbingan Pak Gubernur,” kata Andi Soetomo, usai Salat Tarawih berjamaah bersama Syahrul Yasin Limpo di Masjid Agung Darussalam, Kabupaten Soppeng, Kamis, 9 Agustus malam lalu.
Menurut Andi Soetomo, SYL sebagai figur pemimpin Sulsel mampu memberikan arahan dan mengkoordinir para bupati dan pihak terkait untuk memajukan Sulsel.
Adik kandung Syahrul, Irman Yasin Limpo saat dimintai tanggapannya terkait pernyataan Ilham, menjawab dengan singkat.  “Prestasi apa ya yang diraih Ilham? Adipura kali ya,” celetuknya.
Boleh jadi itu sindiran. Sebab, selama menjabat dua periode Wali Kota Makassar, justru Makassar kehilangan Piala Adipura. Sebelum dijabat Ilham, Makassar selalu mendapat Piala Adipura bahkan menjadi langganan bagi Makassar.
Di bawah Ilham, pengelolaan dan tata kota Makasar dinilainya amburadul dan semrawut. Salah satu contoh, ung­kap Irman, penanganan kios dan pedagang bekas Pasar di Jalan Irian yang kini sangat kumuh dan jorok. (del/tir)
Read More >>

Sabtu, 11 Agustus 2012

SYL Bedah Rumah Di Bone


SABTU, 11 AGUSTUS 2012 

alt
BONE, --Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bone, Jumat, 10 Agustus. Dalam kunjungan kerjanya, mantan Bupati Gowa dua periode ini me­lakukan dua hal, yakni melakukan bedah rumah bersama Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Bone.
Bedah rumah yang dilakukan di Watampone disambut baik oleh warga setempat. Bukan hanya pemilik rumah, tapi seluruh warga yang ada di sekitar bedah rumah tersebut tersentuh dan ikut ambil bagian dalam proses pembangunan bedah rumah tersebut.
“Inilah berkah ramadan, kita semua di hadapan Allah sama. Mari di bulan suci Ramadhan ini kita saling bahu membahu menuju kebaikan, termasuk melakukan bedah rumah bagi warga yang rumahnya tidak layak huni,” ujar Syahrul.
Bedah rumah di Kabupaten Bone ini, menurut Ketua FKPSM Sulsel, Irman YL sudah ke-15 unit. Sebelumnya, sebanyak 14 unit rumah yang tak layak huni “disihir” menjadi rumah ideal di Makassar belum lama ini.
Setelah selesai melakukan bedah rumah, Syahrul kemudian mengukuhkan pengurus FKPSM di Hotel Wisata Watanpone. Dan selanjutnya, SYL dan rombongan melakukan kunjungan ke pasar tradisional Watampone.
Di pasar inilah SYL mengecek harga sembako, dan rata-rata penjual tidak mengeluhkan kenaikan yang tidak signifikan, karena stok bahan tidak terkendala di Bone.
Saat melakukan kunjungan ke pasar, SYL dikerumuni penjual dan pembeli sekadar untuk salaman dan foto bersama. Tak sedikit warga Bone yang meneriakkan tagline “Don’t Stop Komandan” dan “Oppoki Komandan”.
Dalam rangkaian kunjungan ini, Syahrul didampingi tokoh masyarakat Bone dan sekaligus Sekda Provinsi Sulsel Andi Muallim. (*/ute)
Read More >>

Gubernur Buka Festival Beduk Se Sulsel


Sabtu, 11 Agustus 2012 

KEDATANGAN orang nomor satu di Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo, Sabtu malam, pada acara Festival beduK tiNgkat Sulawesi Selatan, disambut dengan meriah oleh masyarakat Gowa.

Sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo, melakukan sAlat tarAwih berjamaah dengan ratusan masyarakat Gowa, di Masjid Agung Syekh Yusuf.

Di depan ratusan jamaah, dia mengatakan bahwa bulan ramadan ibarat sebuah rumah di mana selalu menimbulkan kedamaian. Karena itu, bulan ini hendaknya dijadikan bulan untuk mengtropeksi diri sekaligus membuat amal sebanyak-banyaknya.

''Kalau saya datang ke Gowa saya merasa sangat bahagia dan mendapat kedamaian. Ada energi baru tiap kali saya datang,'' ujarnya.


Pestival BeduK
Sementara itu, pada perlombaan pestival beduK tadi malam yang dibuka gubernur Sulsel, diikuti sebanyak 31 peserta dari 8 Kab/kota, berlangsung dari tgl 11 s/d 14 Agustus itu, memperebutkan sebuah, umroh, motor dan hadiah uang jutaan rupiah.

Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, ini adalah kegiatan pada bulan yang penuh keberkahan. Ini adalah rasa syukur dan terima kasih kepada Allah SWT.

Ramadhan membuat etika semakin baik. Disana akan lahir kesempurnaan untuk umat manusia.

Pestival juga adalah kanalisasi, untuk mengapresiasi kemampuan namun akan tetap menimbulkan keindahan dalam beramadhan.

Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo, mengatakan, pestival bedug sudah berlangsung selama lima tahun. Dan kegiatan ini dari tahun ke tahun berjalan semakin baik. Karena itu, wajar kalau hadiahnya semakib baik.

Soal hadiah, kalau sebelumnya berhadiah rumah maka akan diganti dengan hadiah uang Rp50 juta.

Dia juga sempat menyinggung, terkait statemen terkait pemilihan gubernur yang berbau ras padahal dia hanya mengatakan, agar dirinya dibantu  untuk menyatukan hati dan pikiran rakyat Gowa, sehingga dalam pemilihan apa pun hati dan pikiran rakyat tetap satu. (**)

Read More >>

Ada Paket Sembako Rp50 Ribu di Pasar Murah


SABTU, 11 AGUSTUS 2012 

PAREPARE,  – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bekerjasama de­ngan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menggelar operasi pasar di samping Masjid Agung Kota Parepare. Kegiatannya ini berlangsung sejak Jumat, 10 Agustus kemarin hingga Minggu, 12 Agustus besok.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Parepare, Amran Ambar mengatakan, operasi pasar ini berdasarkan surat Gubernur Sulsel bernomor 511.1/3916/ tentang antisipasi kenaikan harga bahan pokok menghadapi puasa dan Idul Fitri.
Adapun harga paket sembako yang ditawarkan yakni, dalam satu paket sembako hanya seharga Rp50 ribu dengan tujuh jenis barang.
“Paket ini jika di pasar umum seharga Rp80.250. Sedangkan di pasar murah atau operasi pasar hanya dijual Rp50 ribu saja atau discon sebesar 37 persen,”ungkap Amran.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Pe­rindagkop dan UKM Kota Parepare Andi Aminartha menambahkan, paket sembako dari Provinsi ini hanya berjumlah 1000 paket.
“Jadi bagi yang berminat bisa mendatangi Pasar Murah Peduli Rakyat di samping Masjid Agung Kota Parepare,” katanya. (mg3/tir)
Read More >>

Jumat, 10 Agustus 2012

Bulog Salurkan Raskin ke-13 Sebelum Lebaran


JUMAT, 10 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR,  – Bulog Divre Sulselbar berjanji segera menyalurkan beras untuk rakyat miskin (raskin) ke-13 tahun 2012, sebelum perayaan hari raya Idul Fitri 1433 Hijriah.
Kepala Bulog Divre Sulselbar, Tommy S Sikado, di Baruga Bulog, Jalan AP Pettarani, mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi penyaluran raskin ke-13 tahun 2012 bersama Pemerintahtah Provinsi (Pemprov) Sulsel dengan 24 kabupaten/kota beberapa waktu lalu.
“Karena bulan puasa ini masyarakat miskin sangat membutuhkan raskin. Sehingga, harus disalurkan sebelum Idul Fitri,” katanya kemarin.
Menurutnya, dengan raskin ke-13 ini diharapkan bisa mengurangi beban pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok.
“Raskin 13 biasanya di akhir tahun, tapi kali ini muncul di pertengahan tahun. Raskin ini juga harus diterima masyarakat miskin sebelum Idul Fitri 1433 Hijriah di bulan Agustus ini,” terangnya.
Tommy menambahkan, jumlah RTS yang menerima Raskin ke-13 ini sebanyak 506.922 kepala keluarga (KK) dengan alokasi 15 kilogram (kg) per RTS per bulannya. Sementara untuk harga akan tetap sama dengan raskin reguler, yakni Rp1.600 per kg.
Kepala Biro Perekonomian Sulsel, Muhammad Firda, mengungkapkan, penetapan jumlah data RTS raskin tersebut dilakukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pusat.
Sehingga, dengan demikian maka tim raskin sama sekali tidak terlibat dalam penetapan data orang miskin.
“Hasil survei 2008 dengan 2011, indikatornya beda tapi kuotanya 2008 yang dipakai untuk 2011. TNP2K yang tetapkan itu, tidak ada regulasinya di provinsi. Kita hanya penyaluran raskin, bukan RTS nya,” ujarnya. (eky/ism)
Read More >>

1.600 Warga Prasejahtera Dapat Paket Subsidi Murah


JUMAT, 10 AGUSTUS 2012

SUNGGUMINASA,  – Sebanyak 1.600 warga prasejahtera di tujuh kecamatan di Gowa mendapat bantuan berupa paket subsidi bahan kebutuhan pokok murah, Kamis, 9 Agustus. Paket tersebut merupakan bantuan dari Desperindag Gowa bekerja sama dengan Pemprov Sulsel.
Ke 1.600 warga tersebut terdiri dari 1.000 keluarga yang masuk sasaran paket murah dari Pemprov Sulsel dan 600 keluarga pra sejahtera
paket bantuan Pemkab Gowa. Penyaluran bantuan akan berlangsung selama sepekan sekaligus dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Proses penyaluran dimulai dari Disperindag Gowa ke TP PKK Kabupaten Gowa.
Kadis Perindag Gowa, Taufik Mursad, Kamis, 9 Agustus menjelaskan,  paket subsidi murah ini seharga Rp50 ribu per paket dari provinsi. Isinya, 1 Kg gula pasir, 1 Kg terigu, 3 sachet mentega, susu kental 1 kaleng, minyak goreng 2 liter serta  lima bungkus mie instan. Sedangkan, untuk bantuan kabupaten seharga Rp48 ribu per paket, berisi 2 Kg beras, 1 Kg gula pasir, 2 kg terigu, minyak goreng 1 liter, serta mentega 3 sachet.
“Untuk bantuan provinsi sasaran kecamatannya, meliputi Bajeng Barat, Bajeng, Barombong dan Somba Opu. Sementara untuk Kabupaten akan menyasar tiga kecamatan yaitu, Pattallassang, Bontomarannu dan Tompobulu,” sebut Taufiq.
Dia menjelaskan, kegiatan subsidi sembako murah secara rutin dilaksanakan setiap tahun pada bulan Ramadan. Hanya saja, untuk tahun lalu pemberian subsidi paket bahan pokok murah dipusatkan di lapangan Syekh Yusuf saja.
“Tapi karena arahan pak bupati, menginginkan agar subsidi ini tepat sasaran maka dilakukan secara giliran dengan langsung turun di kecamatan,” jelasnya.
Dia pun menyebutkan, untuk satu kecamatan bantuan kabupaten dialokasi 200 paket per kecamatan, sedang untuk sasaran provinsi dialokasi 350 paket per kecamatan.
“Kemarin kami sudah bagikan untuk wilayah Bajeng dan Tompobulu ,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Gowa, Hj Novita Ichsan mengatakan, kegiatan ini  merupakan kegiatan peduli pemerintah bersama PKK terhadap para keluarga prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan  persiapan lebaran.
“Isinya tidak banyak tapi harganya murah. Kita berharap, paket subsidi ini cukup membantu kalangan ibu rumahtangga prasejahtera,” terang dia. (rus/eca)
Read More >>

Pertamina Jamin Stok BBM Aman Hingga Lebaran


JUMAT, 10 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR,  – PT Pertamina Region 7 Sulawesi menjamin stok bahan bakar minyak (BBM) hingga Lebaran Idul Fitri 1433 Hijriah nanti tetap aman meski permintaan mening­kat. Kebutuhan BBM jelang hari raya umat Muslim ini diprediksi mengalami peningkatan hingga 15 persen.
Sales Representative BBM Retail Rayon Makassar PT Pertamina Region 7 Sulawesi, Muhammad Iswahyudi, menjelaskan, meski­pun di­
prediksi akan terjadi kenaikan permintaan yang mencapai hingga 15 persen, tetapi pihak­nya menjamin stok BBM di Sulsel aman selama Le­baran.
“Mungkin kenaikan permintaan BBM sampai 15 persen, konsumsi BBM kita mencapai 2.600 kiloliter per hari,” jelas Iswahyudi melalui telepon genggamnya, Kamis, 9 Agustus.
Dari konsumsi 2.600 kiloliter itu, lanjutnya, sekitar 1.800 kiloliter di antaranya merupakan BBM jenis premium atau lebih akrab disebut bensin.
Meski tidak disebutkan jumlah stok BBM yang masih tersedia saat ini, tetapi ia menegaskan sejauh ini menurut hitungan Pertamina kebutuhan BBM akan aman menyambut musim mudik Lebaran.
“Termasuk dengan melakukan pendistribusian BBM yang berjalan lancar. Ini karena kondisi cuaca yang belakangan sangat mendukung,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menga­ku bahwa penggunaan BBM selama bulan Ramadhan ini pemakaian BBM justru mengalami penurunan jika dibanding hari-hari biasanya.
“Tetapi kenaikan permintaan ini akan kembali terjadi menjelang lebaran nanti. Dan kami siapp untuk itu, kami juga minta masyarakat tidak khawatir, karena stok kita aman,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang meminta agar PT Pertamina Region 7 Sulawesi memperketat pengawasan dan pendistribusian BBM bersubsidi selama ramadhan, khususnya menjelang Lebaran.
“Ini tujuannya untuk mengantisipasi penimbunan, terutama solar,” ujarnya.
Hal ini perlu dilakukan, sebab mantan Ketua DPRD Sulsel ini menilai, BBM jenis solar merupakan salah satu bahan bakar yang sangat dibutuhkan kendaraan bus maupun truk pengangkut kebutuhan pokok masyarakat.
“Jika terjadi kelangkaan, dipastikan berdampak negatif terhadap perekonomian ma­syarakat. Ini kami akan rutin lakukan pengecekan,” tandas­nya. (eky/ute)
Read More >>

Pemprov. Sulsel Pacu Terus Perekonomian


Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan sebesar 8,45% akan terus dipacu, dan selama ini, laju pertumbuhan ekonomi Sulsel selalu di atas rata-rata nasional, dan gerak ekonomi yang cukup baik membuat daya beli masyarakat terjaga. Banyak usaha-usaha kecil menengah baru yang dibuka dan yang sudah existing berkembang di Sulawesi Selatan. Trend ini mendorong penyerapan tenaga kerja. Hal tersebut diutarakan Wakil Gubernur,Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu’mang, Rabu, 8 Agustus 2012.

Menurut Wagub, hasil-hasil pertanian dan perkebunan yang cukup bagus bagi petani membuat daya beli cenderung meningkat dari tahun ke tahun, Untuk tetap menjaga pertumbuhan ekonomi yang terakselerasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, akan terus fokus untuk menggenjot infrastruktur jalan. Untuk jalan provinsi alokasinya dalam APBD Provinsi sekira Rp 300 miliar. Belanja ini, akan digelontorkan Pemprov Sulsel ke sejumlah kabupaten. Sementara di poros Makassar-Parepare sudah tinggal beberapa titik lagi akan tuntas, dan poros Jeneponto-Sinjai sementara dalam pengerjaan. Sasaran berikutnya adalah poros Maros-Bone dan hal ini sementara diajukan ke pusat untuk memulai pembangunan fisiknya pada tahun 2013.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga sudah mengajukan ke pusat pinjaman lunak untuk infrastruktur senilai Rp 500 miliar. Pemerintah saat ini sedang mempercepat penyelesaian jalan-jalan Provinsi, tapi ini kita lagi tunggu persetujuan DPRD Sulsel. Karena ini statusnya pinjaman, adapun panjang jalan provinsi saat ini sekitar 1.300 kilometer. Setiap tahun, jalan ini dimaintenance dengan dana sekira Rp 300 miliar.

Nh/Ys (Kamis, 9 agustus 2012)
Read More >>

Syahrul Turun Sawah Sapa Petani di Wajo


JUMAT, 10 AGUSTUS 2012 

Soetomo: Soppeng Maju karena Bimbingan Gubernur
 SENGKANG,  – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo membuktikan kepeduliannya terhadap petani di Sulsel. Hal itu ditunjukkan Syahrul dengan turun langsung ke sawah dan berinteraksi dengan para petani yang sedang melakukan proses panen.
Apa yang dilakukan Syahrul tidak direncanakan sebe­lumnya. Saat menuju ke Kabupaten Wajo dalam rangkaian Safari Ramadhan, rombongan melintas di Desa Kunyunra, Kecamatan Watta Sidenreng, Wajo, Kamis, 9 Agustus.
Saat itulah, orang nomor satu di Sulsel itu melihat puluhan petani sedang sibuk melakukan proses panen. Para petani yang tidak menyangka jika orang nomor satu di Sulsel itu, akan turun ke sawah dan menemui mereka, spontan menghentikan aktivitas­nya dan menyambut Syahrul.
Mereka sangat antusias, apalagi selama ini hanya bisa melihat pemimpin mereka di koran, televisi dan juga ba­liho yang terpajang di Kabupaten Wajo. Mereka juga tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk sekedar bersalaman dan berfoto bersama. Para petani tersebut terlihat sangat bahagia bertemu gubernur mereka.
“Selama ini hanya lihat di televisi atau gambarnya, sekarang bisa ketemu langsung,” kata Andi, salah seorang petani.
Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam kesempatan itu menanyakan bagaimana hasil panen para petani dan apa kendala yang dihadapi.
“Bagaimana panennya, baik-baik semua,” tanya Syahrul.
Menjawab pertanyaan Syahrul, mereka mengatakan jika panen padi di da­erah mereka berjalan lancar. Hasilnya maksimal se­perti yang mereka harapkan. Se­rangan hama juga bisa dikendalikan.
“Alhamdulillah, Pak. Baik-baik semua,” jawab mereka hampir bersamaan.
Pertumbuhan Soppeng
Kabupaten Soppeng da­lam dua tahun terakhir meng­alami peningkatan yang cu­kup signifikan. Khususnya pertumbuhan ekonomi sehingga masyarakat masih lebih sejahtera.
Bupati Soppeng Andi Soetomo mengungkapkan, ber­dasarkan data dari Badan Pu­sat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Soppeng mencapai 7,9 persen. Sedangkan, income per kapita sebesar Rp14 juta per kepala.
“Hal ini bisa dicapai karena bimbingan Pak Gubernur (Syahrul Yasin Limpo),” kata Andi Soetomo, usai salat tarawih berjamaah di Masjid Agung Darussalam, Kabupaten Soppeng, Kamis, 9 Agustus.
Menghadapi Pilkada Gubernur Januari 2013 mendatang, Soetomo mengimbau masyarakat agar melaksanakan pilkada dengan tertib, tenang, dan penuh rasa persaudaraan.
“Saya mengharapkan agar pada pilkada mendatang, menjaga agar Kabupaten Soppeng kondusif. Masyarakat Soppeng adalah masyarakat yang beradab. Karenanya, jangan menyimpang atau ber­tindak anarkis,” imbaunya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, hanya de­ngan pemerintahan yang baik yang bisa melahirkan kesejahteraan rakyat. Pemerintahan yang baik adalah yang tidak meladeni dirinya sendiri, berpihak pada rakyat, dan tidak korupsi.
“Kuncinya, seorang pe­jabat harus melaksanakan tugasnya dengan baik. Lahir perilaku-perilaku Islam yakni bekerja dengan hati yang tulus ikhlas, penuh pengabdian, dan tidak korupsi,” tegasnya.
Syahrul mengungkapkan, agama yang baik, mendorong kehidupan beragama yang makin baik. Karenanya, jika ingin mengukur kemakmuran suatu daerah, maka kita lihat tempat ibadahnya.
“Hadirkan agama yang makin baik dan kita dorong perekonomian khususnya me­­lalui pertanian. Kita perbaiki regulasinya, agendanya, bibitnya, dan kerjasamanya. Kita harus menjadi contoh,” urainya.
Ia menambahkan, jika i­ngin Kabupaten Soppeng lebih maju lagi, maka pemerintah harus mengambil peran strategis dengan melaksanakan tugas dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab. Perekonomian yang didorong melalui pertanian, perkebunan dan peternakan, tidak bo­leh lagi dikelola dengan cara-cara lama.
“Peternakan, pertanian dan perkebunan, harus didorong. Tidak boleh lagi gunakan cara-cara lama. Harus ada sentuhan ilmu penge­tahuan dan teknologi untuk meningkatkan produktifitas,” pungkasnya. (*/ute)
Read More >>

Pemprov Sulsel Terima DP4 dari 24 Kab/Kota


Kepala Biro Pemerintahan Umum Pemprov Sulsel, Andi Hasbi Nur seusai rapat bersama Komisi A DPRD Sulsel, Kamis 9 agustus 2012 mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menerima daftar penduduk potensial pemilih pilkada (DP4) dari 24 kabupaten/kota di Sulsel. Namun, Pemprov belum melakukan verifikasi karena terkendala sistem. Yang melakukan verifikasi itu kabupaten/kota, karena sudah menjadi tanggung jawab mereka. Kami susah melakukan verifikasi karena sistemnya sudah komputerisasi.
Sekretaris KPU Sulsel Annas GS mengatakan, menurut mekanisme yang ada, Pemprov akan melakukan verifikasi setelah semua data DP4 dari kabupaten/kota diserahkan. Setelah verifikasi,barulah diserahkan ke KPU. Jadi,DP4 itu dikumpulkan dari kabupaten/kota, lalu diserahkan ke pemprov.Setelah diverifikasi ulang, barulah pemprov serahkan ke kami (KPU) untuk kemudian diverifikasi lanjutan sampai ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT).

Dari data DP4 yang diserahkan pemprov ke DPRD Sulsel, tercatat sebanyak 7.232.734 hak pilih. Berkas para calon pemilih potensial ini akan diserahkan secara resmi oleh Pemprov ke KPU pada 13 September nanti di Baruga Sangiaseri Rujab Gubernur. Tim pemenangan duet incumbent Syahrul Yasin Limpo- Agus Arifin Nu’mang (Sayang) juga ikut mengawasi penetapan DPT dari DP4.

Ph/Na ( Jumat, 09/09/2012 )

Read More >>