Senin, 27 Agustus 2012

Pemprov Sulsel Target PAD 2013 Rp 2,5 Triliun


Senin, 27 Agustus 2012
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menargetkan kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) dari Rp 2,4 triliun pada tahun ini menjadi Rp 2,5 triliun pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2013.

Target tersebut disampaikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat penandatanganan memorandum of understanding (MoU) Kebijakan Umum Anggaran (KUA)-Perencanaan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) rancangan umum APBD 2013 di Gedung Tower DPRD Sulsel, Makassar, Senin (27/8/12).

KUA-PPAS tersebut ditandatangani Syahrul bersama Ketua DPRD Sulsel Moh Roem. Menurut Syahrul yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulsel ini, target tersebut dapat dicapai mengingat tingginya pertumbuhan ekonomi Sulsel saat ini.

"Pihak pemerintah akan terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang rata-rata di atas tujuh persen, merupakan pertumbuhan tinggi di atas rata-rata nasional. Kita akan percepat pelayanan hak dasar dan distribusi pendapatan," kata Syahrul.

Mantan Bupati Gowa ini juga menyinggung adanya perbedaan sikap politik sejumlah kalangan. Demi mencapai target Rp 2,5 triliun, Syahrul mengajak semua pihak untuk bekerjasama demi peningkatan pembangunan Sulsel.

"Baik eksekutif maupun legislatif, mari bekerjasama meski ada perbedaan sikap politik," ajak Syahrul.

Read More >>

Minggu, 26 Agustus 2012

PSBM Sepakat Gairahkan Kuliner Khas Sulsel


Minggu, 26 Agustus 2012
Image

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) di Wisma Kalla, Makassar, kemarin. Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-13 yang akan dibuka oleh mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla hari ini. 


MAKASSAR – Selain untuk tujuan bisnis,Kota Makassar juga sudah dikenal sebagai kota wisata kuliner. Pusat kuliner modern pun sudah lama mengembangkan sajian makanan dan penganan khas Sulsel di Kota Daeng ini. Hanya saja, sajian masakan tradisional masyarakat Bugis- Makassar itu masih sulit dijumpai di luar Sulsel alias kalah pamor dari kuliner nusantara lainnya.

Atas dasar itulah, Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-13 yang akan dibuka oleh mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla hari ini sepakat untuk menggairahkan kuliner asal Sulsel secara nasional. Dari sisi bisnis dan branding-nya, akan dirumuskan oleh tim khusus. Ketua Panitia PSBM XIII dan musyawarah kerja nasional (Mukernas) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sadikin Aksa mengakui, jenis kuliner asal Sulsel sangat banyak namun masih kalah pamor oleh Rumah Makan Padang yang ada hampir ada di seluruh Indonesia.

Bahkan, di negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, makanan khas Padang sudah bisa dijumpai di pusat perkotaan.“Ada sejumlah makanan khas dari Sulsel yang sudah dikenal. Di antaranya coto,konro,dan pallu basa, tetapi makanan ini belum bisa ditemukan di hampir seluruh wilayah di Indonesia,” kata putra pendiri Bosowa Group Aksa Mahmud. Beberapa penganan asal Sulsel juga telah diklaim oleh daerah lain seperti pisang ijo yang telah dikembangkan di Bandung sehingga bisa tahan lama.

Padahal, menurut Sadikin, pisang ijo yang paling enak masih berasal dari Sulsel.Olehnya itu, PSMB akan fokus menangani masalah kuliner tersebut. “Kami akan datangkan ahli makanan untuk mendata makanan mana saja yang khas Sulsel yang bisa dikembangkan, kita juga akan mengolah lebih baik sehingga nantinya makanan Sulsel bisa ditemukan di seluruh Indonesia. Untuk pengembangannya kita akan gandeng KKSS yang ada di setiap provinsi,”katanya.

Sadikin Aksa mengatakan, upaya menasionalkan makanan tradisional khas Sulsel telah disepakati menjadi salah satu fokus yang akan ditindaklanjuti usai pertemuan.Menurutnya, upaya ini dilakukan karena banyak kalangan yang merindukan makanan khas Sulsel khususnya para saudagar yang berada di seluruh wilayah Indonesia bahkan mancanegara.

Panitia juga menjadikan festival makanan tradisional sebagai salah satu agenda utama dalam penyelenggaraan PSBM XIII yang dirangkaikan dengan Mukernas KKSS sebagai bagian dari upaya awal untuk menasionalkan makanan tradisional melalui para saudagar dan pengurus KKSS. Makanan- makanan tersebut akan disajikan secara tradisional pada jamuan makan malam PSBM dan acara penutupan.

Usai penyelenggaraan PSBM,akan dibentuk tim untuk memantau dan mengkaji potensi makanan tradisional yang memungkinkan untuk diperkenalkansecaraluas. Kemudian merancang pola distribusi dan kemasan yang menarik.Upaya ini pun telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah mengenai paket-paket makanan yang akan diperkenalkan. Dia menegaskan, tidak ada kata terlambat untuk memulai.

Hal ini juga merupakan salah satu evaluasi dari PSBM sebelumnya.“ Tidak ada kata terlambat, kita harus mulai. Dengan makanan budaya suatu daerah bisa dikenal,”katanya. Ketua Umum KKSS Muhamad Yusuf Daeng merespons positif gagasan para saudagar dalam forum PSBM di Makassar. Menurutnya,rumah makan bugis sudah harusnya ada di berbagai daerah seperti Rumah Makan Padang yang ada di mana-mana. “Masakan Bugis itu punya khas tersendiri.Walau di beberapa daerah di Indonesia ditemukan masakan yang sama, tetap saja ada perbedaan mendasar dan itu sisa diolah dengan baik dan profesional,” kata dia.

Menurut dia, branding rumah makan Bugis tidak akan kalah dengan rumah makan Padang, apalagi jika sering-sering dilakukan festival kuliner yang akan membedah kedua masakan ini.Yusuf Daeng juga berharap secepatnya ada pematengan nama makanan agar menjadi ciri khas daerah. Untuk mencuri perhatian konsumen, Yusuf juga meminta ada perbaikan penamaan makanan agar menarik.

Menurutnya, sejauh ini kuliner asal Sulsel tidak kalah dengan daerah lain soal rasa tetapi soal pengemasan, masih harus diperbaiki agar menarik. “Jika ingin seperti rumah makan padang,kita juga harus mengemas prosedurnya yang tetap agar menjadi ciri khas,dan sama di seluruh Indonesia.Bahkan di belahan dunia mana pun, pengolahan dan penamaan diperbaiki, hingga pelayanan yang mengesankan bagi konsumen,”kata dia.

Momentum PSMB kali ini tidak disia-siakan karena untuk pertama kalinya dirangkaikan dengan Mukernas KKSS. Kemarin, Mukernas KKSS dibuka oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan dilanjutkan malam ramah tamah di Rumah Jabatan Gubernur dengan suguhan kuliner khas Sulsel. Hari ini,PSBM akan dibuka dengan berbagai agenda utama, seperti diskusi saudagar yang akan membahas banyak hal termasuk dengan pengembangan kebudayaan dan bisnis.

Dalam diskusi ini pula akan dibahas rekomendasi apa saja yang telah dilaksanakan para anggota dalam kurung waktu dua tahun terakhir.“Selain diskusi saudagar, akan ada juga pemaparan dari dua bupati yakni Bupati Wajo dan Bupati Bantaeng ditambah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel.Kemudian ada kisah sukses dari tiga pengusaha,” ujar Stering Commite PSBM dan KKSS Opan Lamara.

Tiga orang yang akan membawakan kisah sukses itu adalah CEO Bosowa Corporation Erwin Aksa,Pendiri Matahari Group Hari Darmawan serta Direktur Utama PT Bayumas Jaya Mandiri, Rusdi Masse yang saat ini juga merupakan Bupati Sidrap. Pertemuan PSBM kali ini diklaim oleh panitia sebagai yang paling berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Terutama soal konsep dan jumlah peserta.

Untuk mengikuti PSBM hari ini, panitia terus merampungkan registrasi peserta dan sudah terdata hingga 350 orang. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga acara digelar.“Kita perkirakan peserta akan mencapai 600 orang,”kata Opan Lamara. rahmat hardiansya/ant 

Read More >>

SYL: Sulsel Harus Menjadi Daerah Utama


Minggu, 26 Agustus 2012
Makassar Sulsel, – Gubernur Sulsel SYL pagi ini minggu 26 agustus membuka Pertemuan Saudagar Bugis Makassar.  
Dalam sambutannya gubernur menegaskan bahwa org Bugis Makassar memiliki semangat juang yang tinggi. Selain itu juga mereka merupakan pekerja keras dan memiliki kepekaan sosial yang cukup tinggi.
Inilah yang menjadi modal utama sehingga org Bugis Makassar selalu sukses. Dalam Sambutannya gubernur juga menegaskan bahwa Sulsel tidak mau Lagi jadi daerah kedua.
Tapi sulsel harus menjadi daerah utama di Indonesia. Dan para saudagar bugis Makassar harus ikut berperan didalamnya. [KM02]
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=11949
Read More >>

Sabtu, 25 Agustus 2012

Pekan Depan, Pemprov Bahas Parkir GDP


SABTU, 25 AGUSTUS 2012 

MAKASAR, - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) akan memanggil pengelola Gowa Discovery Park (GDP) Somba Opu awal pekan depan untuk membahas perjanjian kerja sama (PKS) pembangunan parkir di atas lahan milik pemprov.
Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim menjelaskan, lahan seluas dua hektare itu akan dibuatkan perjanjian kesepakatan mengenai bagi
hasil. Hal ini dilakukan lantaran parkiran yang telah dibangun itu, tidak masuk dalam PKS antara pemprov dengan PT Mirah Mega Wisata (MMW) selaku investor yang hanya akan mengelola lahan seluas 14 hektare selama 30 tahun.
“Hari Senin saya mau panggil kembali untuk dibicarakan dan memang juga kami mau lihat bagaimana  perkembangannya. Dan yang jelas bahwa itu (parkir) dibangun di atas tanah pemda yang tidak masuk dalam perjanjian sebelumnya,” ungkap Muallim di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat, 24 Agustus.
Dijelaskan, parkiran tersebut masuk sebagai perjanjian khusus menyusul PKS pembagian hasil pengelolan GDP yang telah disepakati sebelumnya. Yakni pembangunan di atas lahan seluas 14 hektare dengan pembagian keuntungan 20 persen masuk ke kas Pemprov Sulsel.
“Jadi dia masuk dalam perjanjian khusus. Kenapa tidak masuk dalam perjanjian yang dulu (lahan 14 hektar)? Karena kalau mau masuk ke PKS itu kami harus merombak total lagi (kesepakatannya). Makanya, kita mau pisahkan saja,” terangnya.
Lebih jauh Muallim menjelaskan, konsep bagi hasil parkiran tersebut pihaknya bersama pengelolah GDP telah melakukan pertemuan sebelumnya.
“Bahwa khusus untuk parkir ini akan diperjanjikan kemudian,” katanya.
Dua Opsi
Sebelumnya, mantan Kepala Inspektorat Sulsel ini mengusulkan dua opsi, yakni pengelolaan parkir tersebut diserahkan ke UPTD Disbudpar Sulsel ataupun ditangani langsung oleh PT MMW sebagai pengelola GDP, tetapi tetap akan memberikan sharing bagi pemerintah daerah.
“Ini bukan suatu masalah. Hanya saja, harus ada perjanjian tambahan lagi mengenai pemanfaatan lahan parkir seluas 2 hektar ini,” tandasnya.
Sekadar diketahui, GDP ini dibangun di kawasan bersejarah Benteng Sombaopu perbatasan Gowa dan Makassar, yang terdiri atas taman gajah seluas 2,3 hektare, taman burung 1,7 hektare,waterboom tiga hektare dan treetop outbond tiga hektare. Seluruh lahan yang digunakan merupakan milik Pemprov Sulsel. Diperkirakan, biaya yang digunakan pada pembangunan taman ini mencapai Rp67 miliar. (eky/ute)
Read More >>

Gubernur Sulsel Jadi Pemateri Seminar-Reuni MIPA Unhas


Sabtu, 25 Agustus 2012  
MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menjadi pemateri di Seminar Ilmiah dan Reuni Alumni Fakultas Matematika IPA (MIPA) Universitas Hasanuddin Makassar, Sabtu (25/8/2012).
Bertempat di Ball hotel Swiss Bell Inn, kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang menghimpun alumni dari angkataN 1980 hingga 2000.
Syahrul mengungkapkan, salah satu faktor keberhasilan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan  industri di suatu daerah yakni dengan adanya kepemimpnan pemerintahan yang baik.
"Karena saya dari pemerintahan jadi saya bicara pada tataran itu. Jika pemerintahan baik dan merancang kegala aspek kehidupan yang di atas, maka tatanan daerah tersebut akan baik pula. Apalagi di dukung dengan dukungan masyarakat terhadap keputusan pemerintah, tentu akan lebih baik lagi," katanya.(*)
Read More >>

Kopi Arabica Sulsel Capai 3.000 Ton

Sabtu, 25 Agustus 2012





 
MAKASSAR– Sulawesi Selatan masih tercatat sebagai salah satu daerah di Indonesia yang menghasilkan komoditas kopi arabica. Produksi kopi arabica Sulsel mencapai 3.000 ton.

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) bidang Adminitrasi dan Keuangan, Litha Brent mengatakan, Sulsel dapat terus meningkatkan jumlah produksi kopi arabica karena pasar ekspor kopi jenis ini semakin terbuka. “Produksinya harus dikembangkan. Ekspor harus ditumbuhkan karena pasar sangat terbuka,” katanya di Makassar kemarin.

Saat ini, Sulsel berkontribusi sebesar 1% dari total ekspor kopi arabica nasional yang mencapai 400.000 ton. Kontribusi tersebut berasal dari tiga daerah di Sulsel yang mengembangkan produksi kopi jenis ini yaitu Kabupaten Toraja, Enrekang dan Sinjai. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini mengatakan, kopi arabica memiliki nama besar untuk kategori spesial yang memiliki harga tinggi.

“Harganya memang tinggi tyakni 40.000 ribu per kilogram. Bahkan pernah mencapai Rp60.000 per kilogram,” katanya. Dari banyak negara tujuan ekspor, Amerika dan Jepang merupakan pasar ekspor besar kopi jenis ini.

 “Di Amerika itu di sepanjang pantai barat dan timur, laku sekali. Negara lainnya yang potensial adalah Jepang,” ujarnya. Spesies kopi arabica awalnya berasal dari pegunungan Yaman di negara Arab yang cocok dikembangkan di daerah dataran tinggi. (ant)
Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/521320/
Read More >>

Pemprov Siapkan Jalur Pengadilan


SABTU, 25 AGUSTUS 2012 

Soal Pembebasan Lahan di Maros dan Barru 
MAKASSAR,  - Pemerintah Provinsi Sulsel mengaku siap menempuh jalur pengadilan yakni dengan jalan konsinyasi langsung di pengadilan. Hal ini akan ditempuh jika persoalan lahan pada pembangunan jalur trans Sulawesi, khususnya jalur Makassar-Parepare pada dua orang pemilik lahan, yakni di Kabupaten Barru dan terutama di Kabupaten Maros tidak kunjung selesai.
Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang menegaskan, Pemprov Sulsel telah meminta pemerintah kabupaten setempat untuk terus melakukan pendekatan persuasif agar kedua pemilik lahan di Barru dan Maros itu mau berpartisipasi dalam upaya pelebaran jalan.
“Ini sisa satu rumah, tetapi Pemda Maros sudah lakukan pendekatan persuasive. Kalau tidak bisa kita tempuh jalur lain (titip di pengadilan).
Selama ini kan kita lakukan persuasive dan kita minta Pemkab Maros dekati dulu, kalau memang tidak, kita akan turunsama-sama. Karena kalau daerah lain sudah jalan, ini kan untuk kepentingan umum,” tegas Agus di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat, 24 Agustus.
Di Kabupaten Maros, ia menjelaskan sejauh ini masih kesulitan lantaran satu orang pemilik lahan itu memang enggan melepas lahannya yang masuk proyek pelebaran jalan karena persoalan perasaan.
“Khusus di Maros ini kesulitan karena ini persoalan perasaan dengan pemerintah setempat,” jelasnya.
Selain itu, mantan Ketua DPRD Sulsel ini juga mengungkapkan hal yang sama terjadi di Kabupaten Barru. Di mana seorang pengusaha pengelolaan air asal Korea juga menyulitkan pembangunan jalan tersebut. “Untuk yang di Barru ini, kami sudah siapkan anggaran Rp150 juta tetapi dia minta Rp300 juta. Kita minta masyarakat ini untuk ikut berpartisipasilah, karena kalau pendekatan ekonomi (mau dipakai) pastilah tidak akan ketemu,” katanya.
Lanjut, Agus menjelaskan bahwa pihaknya telah menyarankan kepada Wakil Bupati Kabupaten Barru, untuk kembali melakukan pendekatan dan negosiasi, dengan menawarkan opsi bahwa jangan di bongkar dulu baru dibayarkan.
“Yang lain kita negoisasi, penggantinya kasih memang uangnya untuk bangun itu pengolahan airnya, setelah itu rampung baru pindahkan pipanya. Apa salahnya kan kalau dia punya bangunan pengolahan air itu dibangun dulu, setelah itu kan tinggal beberapa hari disambung. Itu yang kita inginkan, supaya ada solusi-lah. Masa kalau itu dibongkar, sekian hari tidak beroperasi kita yang disuruh ganti,” urainya.
Ia menambahkan bahwa di  Kabupaten Pangkep, meski sebelumnya diakui juga pemerintah agak kesulitan pada persoalan yang sama, tetapi sejauh ini itu sudah mulai berjalan.
“Ini kan susahnya soal negoisasi (kesepakatan harga), tetapi yang susah kalau dia tidak mau jual. Di Segeri itu juga harus total dipindahkan, tetapi sekarang mereka lagi (bicarakan) berapa nilainya atau kah dibuatkan yang baru,” ujarnya.
Lebih jauh, Agus mengatakan bahwa Pemprov akan terus mendorong kabupaten untuk penyelesaian proyek pelebaran jalan tersebut.
“Jelas kami akan bantu kabupaten untuk itu. Sekarang kita tetap kerja, proyeknya kan sampai akhir tahun ini,” tandasnya. (eky/ute)
Read More >>

Jumat, 24 Agustus 2012

Pemprov Tambah Dana Bansos

Sabtu, 24 Agustus 2012





 
MAKASSAR, -- Pemprov Sulsel masih membuka peluang bagi lembaga swadaya masyarakat atau LSM mendapatkan dana bantuan sosial (bansos). Anggarannya akan dialokasikan di perubahan APBD 2012.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial sebenarnya ketat mengatur alokasi belanja hibah dan bantuan sosial. LSM yang berhak menerima bansos hanya yang mengajukan proposal sebelum APBD disahkan.

Penerima bansos harus tercantum dalam APBD, sehingga calon penerima dana bansos harus dimasukkan saat pembahasan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS). Pencairan dana bansos tidak lagi seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni proposal dimasukkan setelah anggarannya ditetapkan di APBD.

Sekretaris Provinsi Sulsel, Andi Muallim mengakui, ketentuannya memang mengatur penerima bansos harus masuk di APBD. "Bagaimana yang tidak masuk di APBD? Kita lihat apakah bisa ditampung di perubahan anggaran," kata Muallim, Jumat, 24 Agustus.

Artinya, lembaga yang berminat mendapatkan dana bansos Pemprov Sulsel sudah harus memasukkan proposalnya sebelum perubahan APBD dibahas. Pencairan anggarannya tentu saja menunggu setelah pengesahan APBD yang biasanya dilakukan sekitar Oktober sampai November.

Namun Muallim menegaskan, penerima dana bansos yang sudah terdaftar di APBD maupun yang menyusul menyerahkan proposal juga harus memenuhi syarat untuk mencairkan dana. Paling tidak, lembaganya telah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa selama tiga tahun.

Pemprov Sulsel memilih bersikap lebih berhati-hati mencairkan dana bansos setelah tersandung kasus dugaan korupsi pencairan dana bansos tahun 2008 yang sedang diusut Kejaksaan Tinggi Sulsel. Dana sebesar Rp8,8 miliar diduga mengalir ke sejumlah lembaga fiktif. (rif/min)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120824195351-pemprov-tambah-dana-bansos%27
Read More >>

Hari Pertama Kerja - Syahrul dan Ilham Puas Kehadiran PNS

Jumat, 24 Agustus 2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengaku puas atas tingkat kehadiran pegawai negeri sipil (PNS) pada hari pertama kerja pascacuti bersama Lebaran Idul Fitri,kemarin.

Syahrul dan Ilham sama-sama menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup pemerintahan masing- masing.Setelah menggelar sidak, kedua tokoh yang akan bersaing di Pemilihan Gubernur Sulsel 2013 ini memuji tingkat kehadiran bawahannya tersebut. “Dari pantauan di beberapa kantor, hanya sekitar 1% saja PNS yang belum masuk kantor. Ada karena alasan sakit, dan juga izin.Saya cukup puas atas kesadaran PNS untuk mulai beraktivitas melayani masyarakat,” ungkap Ilham.

Hal yang senada juga dilontarkan Syahrul seusai mendatangi sejumlah SKPD.“Alhamdulilah dari hasil pantauan kami, kehadiran PNS di atas 98%. Angka itu jauh lebih baik dari tahun sebelumnya,” katanya saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Haji Makassar kemarin. Ilham Arief Sirajuddin menggelar sidak di sejumlah kantor pemerintahan.

Dalam sidak di Kantor Gabungan Dinas tersebut wali kota tidak menemukan adanya PNS yang bolos. Dia kemudian melanjutkan sidak ke kantor Kecamatan Tamalate yang berada di kawasan Metro Tanjung Bunga. Di kantor tersebut,empat PNS diketahui tidak masuk kantor. Ilham lalu meminta kepada Kepala Badan Kepegawaian(BKD),Muh Kasim Wahab menyiapkan sanksi bagi PNS tersebut, terutama yang tidak memberikan alasan.

“Kami tetap akan memberikan sanksi bagi PNS yang tidak memberi alasan soal ketidakhadirannya pada hari pertama ini. Sanksi itu bisa berupa teguran, surat peringatan,hingga penundaan kenaikan pangkat dan gaji,”ujar Muh Kasim.

Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Makassar Rahman Pina mengatakan, BKD harus tegas dalam urusan sanksi bagi PNS yang kerap menambah libur. “Jika ada yang sakit itu juga harus ada keterangan dari dokter,”jelasnya. Sementara itu,angka kehadiran PNS di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel pada hari pertama kerja kemarin diklaim mencapai 98%.

Syahrul yang melakukan sidak sekaligus halal bihalal ke sejumlah SKPD mengakui, di setiap SKPD,rata-rata hanya empat orang PNS yang tidak hadir. Alasannya sama yakni karena sakit,izin,dan cuti.“Saya cukup puas dengan kehadiran PNS ini. Dengan demikian, pemberian pelayanan masyarakat bisa tetap berjalan,”ujarnya. ● andi amriani/wahyudi 
Read More >>

Sulawesi Selatan Butuh Industri Pertanian


Wakil Gubernur Sulsel, H. Agus Arifin Nu’mang berharap pada penyelenggaraan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) yang bakal dihelat kali ini, ada pengusaha yang tertarik membangun industri pertanian karena Sulsel butuh agroindustri. Hal tersebut sejalan dengan program MP3EI yang dicanangkan presiden.
Menurut Agus, Kamis, 23 Agustus 2012 dalam koridor ekonominya, Sulsel masuk wilayah produksi dan pengolahan hasil pertanian, contohnya jagung. Selama ini jagung Sulsel lebih banyak dijual ke Jawa dalam bentuk pipilan. Padahal produksi berlimpah dan sangat memungkinkan dijadikan industri. Misalnya saja industri pakan ternak atau bio diesel sehingga  tak perlu lagi mendatangkan pakan ternak dari Jawa. Pasar kita sangat besar, dengan penduduk hampir 10 juta.
Selain jagung, talas yang dikembangkan di Kabupaten Bantaeng juga jadi contoh. Produk talas yang sudah diolah sudah mempunyai pasar ekspor ke Jepang . Namun, volume ekspor belum sebanding kebutuhan masyarakat Jepang yang menggemari talas. Agus berharap, segala potensi itu bisa disambut saudagar yang hadir pada PSBM. Apalagi ajang tahunan ini mengangkat tema “Menguatkan sprit Saudagar Bugis-Makassar yang Inovatif dalam Meningkatkan  Pertumbuhan Ekonomi Nasional”. Dengan adanya agroindustri di Sulsel, otomatis akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi.
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/sulawesi-selatan-butuh-industri-pertanian
Read More >>

Gubernur Pimpin Apel Hari Pertama Setelah Lebaran


Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo mengingatkan dan meminta jajaran stafnya untuk mewaspadai serangan kritik pada empat bulan sisa masa pemerintahannya dan tidak meladeni segala macam kritikan, baik terhadap program dan kinerja Pemprov, maupun serangan yang secara nyata mengarah kepada pribadinya. Hal ini diungkapkan Gubernur saat apel hari pertama kerja usai Lebaran di Lapangan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, 23 Agustus 2012.
Syahrul mengendus adanya upaya dari luar yang senantiasa mencari kesalahan di lingkup Pemprov Sulsel. Apalagi suhu politik menjelang Pilgub Sulsel pada januari 2013 semakin panas. Setiap gerakan yang salah rawan dimanfaatkan orang lain untuk menjatuhkan. Untuk itu seluruh pegawai pemprov menghindari gerakan yang bisa berakibat salah dan bila ada yang salah semuanya harus melakukan pelurusan.
Kendati menyampaikan sambutan di lingkungan kantor pemerintahan, imbauan politik dan pemilukada juga disampaikan secara gamblang. Syahrul menegaskan di pemilihan gubernur mendatang seluruh keluarga ikut membantunya, terutama memenangkan pilgub. Seluruh pegawai pemprov diakuinya tela dianggap sebagai saudara dan keluarganya. Kalau ada yang ganggu termasuk anak-anak, syahrul ada dibelakang kita semua, kalau perlu pasang badan.
Kepada seluruh pegawai kantor Gubernur Sulsel, syahrul memberikan semangat menghadapi kampanye negatif. Menurutnya, kampanye negatif beredar ketika seseorang mulai merasa takut menghadapi kompetisi dan bila kandidat tidak pernah mengekspose hasil survei secara terbuka, maka dipastikan terjadi sesuatu yang salah.
Turut hadir dalam acara itu Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Sekretaris Provinsi A Muallim, dan seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Sulsel. Syahrul pun mewanti-wanti anak buahnya untuk menghindari melakukan kesalahan sekecil apapun dalam sisa masa pemerintahannya tersebut. Jika tidak, ini akan menjadi celah bagi orang-orang tertentu untuk melakukan serangan.
Na/Rd (Jumat, 24 Agustus 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-pimpin-apel-hari-pertama-setelah-lebaran
Read More >>

Gebyar Fashion Disperindag Hasilkan Rp800 Juta

Jumat, 24 Agustus 2012

MAKASSAR, -- Program gebyar fashion murah yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Diperindag) Pemprov Sulsel yang digelar 8-15 Agustus lalu berhasil membukukan transaksi Rp800 juta.

Gebyar fashion yang dipusatkan di Jalan Boulevard, eks PMCC Panakkukang tersebut ternyata diminati masyarakat terutama para pemburu tekstil murah dan pengusaha UKM. "Kita libatkan kurang lebih 100 UKM tekstil, 10 pengusaha kue kering lokal. Transaksi mencapai Rp125 juta per hari. Artinya selama sepekan ada sekitar Rp800 juta transaksi," kata Kepala Disperindag Sulsel Irman Yasin Limpo, Kamis 23 Agustus.

Menurut Irman, event tersebut awalnya dilaksanakan hanya untuk mewadahi UKM dan industri kecil menengah yang kalah bersaing dari peritel besar dan pusat perbelanjaaan besar lainnya, namun ternyata pelaku usaha ini panen. "Mereka meminta waktu ditambah dua hari lagi. Pembeli masih banyak, tapi karena agenda hanya tujuh hari, ya, gebyar fashion sudah disetop" katanya.

Gebyar fashion murah tersebut rencananya masih akan dilanjutkan tahun depan. Irman mengatakan, mungkin kreasi lebih semarak lagi, misalnya menawarkan beragam kebutuhan busana anak-anak, remaja, dewasa pria dan wanita, serta aksesoris dan kebutuhan lain.

Tahun ini melibatkan 125 outlet dari berbagai UKM tekstil dan industri kecil. Peminatnya cukup besar selain karena digratiskan juga momennya tepatnya dibuka pekan terakhir jelang lebaran. "Tujuan utamanya sebenarnya agar ada pola pikir, imajinasi desain serta kreasi baru dari pelaku UKM. Tapi ternyata, angka penjualan ikut sukses. Tekstil yang ditawarkan umumnya dijadikan ole-ole di kampung halaman," ungkapnya. (aci)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120824002047-gebyar-fashion-disperindag-hasilkan-rp800-juta
Read More >>

Syahrul: Waspadai Serangan ke Pemprov

Jumat, 24 Agustus 2012

MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengingatkan jajaran stafnya untuk mewaspadai serangan kritik pada empat bulan sisa masa pemerintahannya.

Dia meminta staf Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tidak terpancing dalam menghadapi serangan kritik tersebut. Syahrul yang kembali akan maju menjadi calon gubernur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel meminta kepada PNS dan simpatisannya untuk tetap menahan diri dan tidak meladeni segala macam kritikan, baik terhadap program dan kinerja Pemprov, maupun serangan yang secara nyata mengarah kepada pribadinya.

“Waspada dan harus harus hati-hati dalam empat bulan ini. Sepertinya tekanannya mencari yang salah. Misalnya, ada orang yang sengaja ingin ditempeleng di sini,hindari itu. Jangan lakukan,”ujar Syahrul di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulsel pada acara halal bihalal dengan seluruh staf Pemprov Sulsel kemarin.

Turut hadir dalam acara itu Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Sekretaris Provinsi A Muallim, dan seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Sulsel. Syahrul pun mewanti-wanti anak buahnya untuk menghindari melakukan kesalahan sekecil apapun dalam sisa masa pemerintahannya tersebut. Jika tidak, ini akan menjadi celah bagi orang-orang tertentu untuk melakukan serangan.

“Kalian sahabat dan keluarga saya. Rasanya, kalau ada yang ganggu,Syahrul akan berada di belakang Anda semua. Ini bukan saya lakukan karena pilkada, saya memang selalu pasang badan,”ujar dia. Suhu politik di Sulsel menjelang tahapan pilgub mulai memanas. Beberapa waktu lalu, serangan black campaign yang diduga ditujukan kepada kandidat gubernur tertentu beredar di Luwu Raya dan kawasan Ajatappareng.

Black campaign tersebut termuat dalam media cetak The Tabloid yang memuat judul Gubernur Narkoba. Kemudian beredar lagi black campaign serupa yang muncul di Kabupaten Bulukumba berupa pemasangan spanduk bertuliskan Tolak Gubernur Narkoba. “Saya mohon agar ada juga orang yang membela saya.Pak Asisten dan yang lain, jangan diam. Sepanjang kita benar. Cuma,hati-hati,jangan terpancing.” “Orang gila itu yang pakai narkoba,”ujar Syahrul di hadapan ratusan stafnya.

Dia menambahkan, pihak yang melakukan kampanye negatif ataupun kampanye hitam adalah orang yang sedang ketakutan. “Begitu juga kalau orang mulai melakukan teror SMS, itu tandanya dia bersoal. Kita harus tenang menghadapi itu,”ujar dia.

Juru Bicara Tim Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’- mang (Sayang) jilid II Imam Mujahidin Fahmid baru-baru ini mengatakan, munculnya black campaign menjelang pilgub menunjukkan adanya gejala politik yang kurang demokratis. Menurutnya, ada pemaksaan kehendak dari kelompok tertentu yang menginginkan masyarakat percaya dengan apa yang diwacanakan.

Sementara itu, Direktur Analisis Media,Konsultan Komunikasi Politik PT Jaringan Suara Publik (JSP) Irwan AR berpendapat,kampanye hitam yang kerap muncul akhir-akhir ini merupakan tindakan kekanak- kanakan dan justru merusak mental masyarakat.“Politisi ini mau berdemokrasi atau mau saling menuding dan menjatuhkan lawan.Kampanye hitam seperti ini bisa merusak mental masyarakat dengan mempertontonkan gaya berpolitik yang kekanak-kanakan,” katanya.

Menurut dia,masyarakat seharusnya disuguhi pendidikan politik yang lebih cerdas.“Setiap kandidat harus bisa berperan aktif untuk menginstruksikan kader hingga ke tataran bawah agar menyudahi cara-cara seperti itu, sebelum masyarakat apatis dengan politik,” paparnya belum lama ini. ● wahyudi/jumardin akas 
Read More >>

Kamis, 23 Agustus 2012

Bulog Mart Jadi Pesaing Baru Peritel Kelontongan

Kam, 23/08/2012

Kepala Bulog Divre Sulsel, Tommy S Sikado, Rabu 22 Agustus. 2021 mengatakan, Bulog Mart akan menjadi pesaing baru bagi bisnis ritel kelontong di pelbagai daerah. Pasalnya, Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulsel menargetkan akan membangun 30 unit Bulog Mart sampai akhir tahun.ini. Selain menjual beras, minyak goreng dan gula sebagai bahan pokok utama, Bulog Mart juga bahan kebutuhan lain untuk rumah tangga. Izin dari pemerintah ini sangat besar artinya mempengaruhi unit usaha Bulog. Kita investasi minimal antara Rp250 juta hingga Rp500 juta per unit, berasal dari dana internal bulog,
Bulog Mart adalah kebijakan pemerintah yang baru diluncurkan pada Mei 2012 bertepatan dengan HUT Perum Bulog, yang diharapkan mampu menstabilkan harga-harga di pasaran.  Selama ini harga barang banyak ditentukan para peritel besar seperti Alfamart, Indomart dan Carrefour. Secara nasional, kini baru ada lima unit Bulog Mart, yaitu di Bandung, Lampung, Jakarta, Malang, dan Makassar, Diharapkan, hingga akhir 2012 ada 30 Bulog Mart yang beroperasi di Sulsel, dengan memanfaatkan fasilitas Bulog yang tidak terpakai, yang akan direnovasi menjadi Bulog Mart. Bahkan dalam waktu dekat menurutnya, akan ada lima Bulog Mart yang segera beroperasi di Sulsel, yang kini sedang dalam tahap persiapan, yaitu satu lagi Bulog Mart di Makassar, di Parepare, Barru, Bulukumba, dan Sidrap.
Tommy menambahkan, untuk tahap awal mini market milik Perum Bulog fokus menjual beras, gula, dan minyak goreng. Tetapi kedepan, pihaknya akan meningkatkan komoditas yang tersedia, seperti tepung terigu, mentega, telur, dan lain-lain. Fungsi tempat perbelanjaan ini menjual komoditas terutama beras, gula, dan minyak goreng ke pasar ritel untuk didistribusikan ke masyarakat, agar stabilisasi harganya tetap terjaga, khususnya di tingkat petani. Tetapi selain menjual ke ritel, pihaknya juga menjual dalam bentuk grosiran. Secara nasional, pemerintah menargetkan ada 205 Bulog Mart yang beroperasi sebelum akhir tahun ini. Kedepan, target itu akan lebih besar lagi, baik secara nasional maupun untuk Sulsel sendiri. Unit bisnis baru Perum Bulog ini, nanti dikelola oleh anak perusahaan Bulog yang akan segera terbentuk untuk mengelola unit-unit usaha tersebut. Tidak menutup kemungkinan juga, ke depan Bulog akan mengikuti lelang gula. Karena dengan Bulog Mart, secara otomatis pihaknya kini juga menjadi salah satu distributor gula, selain tentunya tetap menjalankan fungsi untuk menyerap beras dari para petani.
Rs/Nh (Kamis, 23 Agustus 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/bulog-mart-jadi-pesaing-baru-peritel-kelontongan
Read More >>

Wagub Puji Kedisiplinan PNS Pemprov Sulsel

Kamis, 23 Agustus 2012 Share on facebookBerita Terkait

MAKASSAR,  - Hari pertama kerja Pegawai Negeri Sipil usai libur Hari Raya Idulfitri, Wakil Gubernur Sulsel Sulsel Agus Arifin Nu'mang melakukan inspeksi mendadak sekaligus silaturahmi dengan para PNS dibeberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemprov Sulsel, Kamis (23/8).

Agus AN yang didampingi sejumlah pimpinan SKPD dan Asisten memulai sidak dari Kantor Dinas Pendidikan Nasional Sulsel, kemudian dilanjutkan ke Dinas Kesehatan Sulsel, Dinas Tenaga Kerja Sulsel, Dinas Perhubungan dan Komunikasi Sulsel, dan Rumah Sakit Sayang Rakyat.

Dari hasil sidak ditemukan bahwa kehadiran pegawai di semua SKPD yang dikunjungi, rata-rata tingkat kehadiran pegawai dihari pertama kerja mencapai 90-98 persen. Diakuinya, ada beberapa yang belum sempat melaksanakan tugas di hari pertama karena sakit dan tugas luar, serta izin.

Pada saat sidak Agus AN memasuki setiap ruang pegawai dan melakukan dialog dengan pegawai. Di RS Sayang Rakyat, Agus juga menyempatkan diri mengunjungi ruangan pasien.

Melihat kondisi kehadiran pegawai hari pertama setelah libur hari raya Idulfitri, Mantan Ketua DPRD itu memuji kedisiplinan para pegawai.

"Pegawai kita memang sdh sadar dengan kewajibannya sehingga tidak perlu lagi di dorong-dorong untuk masuk kantor, pegawai kita berbeda dengan pegawai di daerah lain," puji Agus.

Agus berharap agar terus menjaga kekompakan dalam organisasi. "Mari kita jaga kekompakan, kalau ada yang menganjal di antara pegawai, saatnya sekarang untuk saling memaafkan," kata Agus lagi. (*/tribun-timur.com)
Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2012/08/23/wagub-puji-kedisiplinan-pns-pemprov-sulsel
Read More >>

Rabu, 22 Agustus 2012

Tambah Libur, PNS Kena Sanksi





Rabu, 22 Agustus 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengancam akan memberikan sanksi keras kepada pegawai negeri sipil (PNS) yang bolos setelah masa libur dan cuti bersama Idul Fitri 1433 H yang berakhir Rabu (22/8), hari ini.


Dengan demikian, aktivitas di lingkup kantor pemerintahan kembali normal besok. Bagi PNS yang menambah libur sendiri, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel sudah menyiapkan sanksinya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKD Sulsel Tautoto Tanaranggina menyebutkan, seluruh PNS di lingkup pemprov dilarang menambah libur serta diwajibkan kembali beraktivitas seperti biasa pada Kamis (23/8).“Kalau ada oknum PNS yang tambah libur, maka kami akan berikan sanksi. Perpanjangan izin juga tidak akan kami setujui. Pokoknya seluruh PNS harus beraktivitas kembali mulai Kamis,” katanya kepada SINDO kemarin.

Diketahui,seluruh PNS mulai libur sejak tanggal 17 Agustus hingga 22 Agustus 2012.Masa libur tersebut cukup panjang sehingga PNS diharapkan tidak bolos dari tugas mereka. Jika tetap bolos,Tautoto menegaskan, pihaknya akan memberikan peringatan secara tertulis. Hal itu merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) No 53/2010 tentang disiplin PNS yang telah disosialisasikan oleh Kementerian Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Mengacu pada PP baru itu,setiap PNS yang diketahui tidak masuk dengan akumulasi selama1,5 bulan atau 46 hari dalam setahun, oknum yang bersangkutan bisa langsung diberhentikan secara tidak terhormat alias dipecat.“Kalau ada yang kedapatan, akan kita berikan sanksi lisan terlebih dahulu.Tetapi jika sudah diakumulasi tidak masuk kantor selama 1,5 bulan atau 46 hari dalam setahun, kita bisa langsung memecat.Ini sesuai PP No 53/2010, ”beber Tautoto yang juga Kepala Badan Kesbangpol Sulsel ini.

Terkait hal tersebut, pihaknya telah mengingatkan seluruh PNS dengan mengirimkan surat kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup pemprov terkait kebijakan tersebut. Seluruh kepala SKPD juga diwajibkan memperketat kehadiran seluruh stafnya pada hari pertama kerja pascalibur. Selain itu,dia juga akan melakukan pendataan terhadap seluruh absensi PNS pada hari pertama kerja untuk menghindari kecolongan terhadap oknum PNS yang bolos.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim pun telah mewanti-wanti seluruh PNS sebelum libur lebaran pekan lalu,agar tidak menambah libur ataupun cuti pasca Idul Fitri. “Kita normatif saja. Kalau ada PNS yang melanggar akan dievaluasi, dan yang mengikuti aturan akan diberi reward,” kata Muallim. ● wahyudi 
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/520801/
Read More >>

Benteng Rotterdam Ramai Pengunjung Selama Liburan

Rabu, 22 Agustus 2012



Makassar Sulsel, – Obyek wisata sejarah, Benteng Rotterdam Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ramai dikunjungi wisatawan terutama pada hari kedua libur lebaran.
Pegawai Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Makassar, Ismail di Makassar, menjelaskan, peningkatan kunjungan wisatawan mulai terasa pada hari lebaran, Minggu 19 Agustus 2012 dan mengalami peningkatan signifikan pada hari kedua lebaran.
Pada hari pertama lebaran jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 700 orang, kemudian pada hari kedua lebaran mencapai 1.000 orang.
Menurutnya, sejumlah wisatawan memilih datang pada hari pertama dan kedua lebaran karena pada lusa rata-rata dari mereka harus kembali beraktivitas.
Wisatawan yang datang, kata dia, kebanyakan berasal dari luar Kota Makassar, seperti dari Jakarta, Manado, dan Medan serta sejumlah kabupaten di Provinsi Sulsel. Diantara wisatawan nusantara, terdapat pula beberapa wisatawan mancanegara yang berasal dari Malaysia dan Belanda.
“Rata-rata wisatawan yang datang menggunakan taksi langsung dari bandara atau hotel,” ujarnya.
Selain mengunjungi Museum La Galigo dan bekas ruang tahanan Pangeran Diponegoro serta mencari tahu mengenai sejarah benteng, menyalurkan hobi fotografi menjadi aktivitas para wisatawan di dalam objek wisata tersebut.
Benteng yang terbuka untuk umum mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA ini kerap dikunjungi wisatawan asal Eropa seperti Prancis, Spanyol terutama Belanda. Ada pula yang berasal dari Pakistan.
Peningkatan kunjungan di benteng peninggalan sejarah Kerajaan Gowa – Tallo yang terletak di Jalan Ujung Pandang ini juga terasa pada musim liburan sekolah atau pada akhir pekan.

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=11674
Read More >>

CPI Ditawarkan ke Investor Arab Saudi





Rabu, 22 August 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menawarkan pengembangan proyek Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar ke investor asal Arab Saudi.

Rencananya, pihak Pemprov akan bertemu dengan pemilik perusahaan asal Arab Saudi tersebut di Makassar pada 25 Agustus mendatang. Keempat pengusaha tersebut yakni Mohammad Ayed al- Qurashi,Faisal al Ayed al-Qurashi, Ahmed Hampud al-Qurashi, dan Assaf al-Qurashi.Keempatnya merupakan pemilik perusahaan bidang infrastruktur, pariwisata, dan pertambangan.

“Keempat orang investor ini sudah mengonfirmasikan rencana kehadirannya pada 25 Agustus nanti,” kata Kepala Bagian Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel Sukarniaty Kondolele kemarin. Selama di Makassar, keempatnya akan dijamu langsung oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan sejumlah pejabat terkait investasi dan proyek CPI di ruang kerja gubernur.

Sesuai rencana,CPI yang jadi proyek andalan Pemprov Sulsel ini akan dilengkapi dengan dua jalan layang selebar 40 meter, waterway, monorail dan busway. Monorail di CPI akan menghubungkan kawasan megah ini ke pusat Kota Makassar dan Bandara International Sultan Hasanuddin. Dikawasan tersebut juga akan dibangun wisma negara.

Saat ini,Pemprov Sulsel dan PT GMTD masih merampungkan Memorandum of Understanding (MoU) terkait penimbunan di areal CPI yang ditaksir menelan biaya hingga Rp2 triliun itu. Selain CPI,BKPMD Sulsel juga akan menawarkan pengelolaan salah satu pulau di Kabupaten Pangkep kepada investor Arab. Lokasi yang akan ditawarkan tersebut berada di Pulau Cangke yang luasnya sekitar 4 hektare.

Sementara itu, rencana penimbunan CPI oleh PT GMTD terkendala pemilihan struktur material timbunan. Sejauh ini, GMTD masih mempelajari struktur tanah dan material timbunan yang tepat.Sejauh ini belum ada progres pembangunan di kawasan yang dirancang menjadi area publik dan bisnis ini.

“Struktur timbunan masih jadi persoalan. Ini pekerjaan besar dan mahal, makanya harus dimatangkan dulu dari awal sebelum dilakukan penimbunan,” kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Sulsel Bakti Haruni baru-baru ini ● wahyudi 
 
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/520803/
Read More >>

Selasa, 21 Agustus 2012

Bulog Kirim 80 Ribu Ton Beras ke Luar Sulsel


Selasa, 21 Agustus 2012 
MAKASSAR,  - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sulsel telah mengirim 80 ribu ton beras ke beberapa daerah di luar Sulsel. Pengiriman ini telah dilakukan sejak Januari hingga Agustus 2012.

Kepala Divre Bulog Sulsel, Tommy S Sikado, mengatakan, pengiriman beras tersebut seiring dengan "kewajiban" Bulog untuk meratakan stok beras di seluruh kawasan Indonesia.


Adapun daerah-daerah yang merupakan tujuan pengiriman adalah Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.


"Sulsel punya tanggung jawab memasok stok hingga ke kawasan Timur. Karena memang Bulog wajib meratakan stok di seluruh kawasan Indonesia. Total pengiriman hingga saat ini tercatat sekira 80 ribu ton," katanya, belum lama ini.


Menurut Tommy, Bulog Sulsel saat ini menguasai 206 ribu ton beras yang tersebar di 54 lokasi gudang penampungan yang tersebar di Sulselbar. Dengan jumlah stok ini, ketahanan pangan bisa sampai 23 bulan ke depan.


"Untuk Sulsel saja, stoknya aman hingga 23 bulan ke depan. Tapi nilai ini sudah termasuk pengiriman ke beberapa daerah. Meski demikian masih sangat aman karena serapan beras bulog juga lancar setiap harinya," katanya.

Serapan beras Bulog Sulsel setiap harinya tercatat 3.000-3.500 ton. Sebelumnya serapan berkisar 400-500 ton per hari. Serapan yang meningkat tajam ini dikarenakan saat ini sudah memasuki panen kedua dan ini diperkirakan berlangsung hingga akhir September.

Dengan rata-rata serapan harian yang dilakukan tersebut, total pengadaan yang tercatat per 15 Agustus mencapai 272 ribu ton atau sekitar 52 persen dari target pengadaan beras Sulsel sebanyak 526 ribu ton.


"Semoga kondisi cuaca juga mendukung. Saat ini cuaca sangat membantu para petani untuk panen dan juga menjemur gabah. Sehingga Sulsel juga turut berperan dalam program pemerintah surplus dua juta ton beras," tambahnya.
Sumber:  http://makassar.tribunnews.com/2012/08/21/bulog-kirim-80-ribu-ton-beras-ke-luar-sulsel
Read More >>

Jumat, 17 Agustus 2012

Raskin 13 Mampu Kontrol Harga Beras

Jumat, 17 Agustus 2012
MAKASSAR – Badan Urusan Logistik (Bulog) Regional Sulsel mengklaim, penyaluran bantuan beras untuk masyarakat miskin (Raskin) 13 yang dipercepat penyalurannya,mampu menekan harga beras di pasaran.

Pasalnya, tidak terjadi gejolak harga makanan pokok ini menjelang Idul Fitri 1433 H. Kepala Divisi Regional Bulog Sulsel Tommy S Sikado mengatakan, penyaluran raskin yang dipercepat mampu mengontrol harga beras di pasar tradisional. Karena itu, khusus Ramadan 1433 H,tahun ini,Bulog tidak menggelar operasi pasar. “Sejauh ini, penyaluran raskin 13 yang dipercepat mampu mengontrol harga beras.

Kita dapat melihat di lapangan, tidak ada gejolak harga,” katanya kepada SINDO,kemarin. Berdasarkan data Bulog, jumlah rumah tangga sasaran (RTS) penerima raskin di Sulsel mencapai 508.832 kepala keluarga.Menurutnya, jika penerima raskin ini melakukan pembelian beras di pasar tradisional, dipastikan akan terjadi lonjakan permintaan yang berdampak pada kenaikan harga. “Akan terjadi lonjakan permintaan yang bisa merespon harga beras naik, olehnya itu Bulog memberi jatah dua kali dalam sebulan,”jelasnya.

Untuk penyaluran raskin reguler dari Juni hingga Agustus telah terealisasi 70% atau setara 18.980 ton dari 26.364 ton yang dialokasikan. Sementara untuk Raskin 13, realisasi penyalurannya baru mencapai 68%.“Kami terus mengupayakan penyaluran Raskin 13 ini rampung hingga akhir Agustus,” kata dia. Sementara data Bulog memperlihatkan beberapa kabupaten kota di Sulsel sama sekali belum menyalurkan Raskin 13, diantaranya Soppeng,Tana Toraja dan Toraja Utara, Gowa serta Makassar.

Beberapa beralasan baru sedang melakukan verifikasi penerima Raskin 13. Sementara itu,dari pantaun SINDO di Pasar Terong Makassar, tidak terlihat adanya lonjakan harga beras. Basri salah seorang penjual beras di Pasar Terong Makassar mengatakan, harga beras saat ini untuk jenis banda dijual Rp7.031 per kilogram dan yang paling mahal adalah beras kepala seharga Rp8.463 per kg. Menurut dia, yang paling banyak dikonsumsi adalah jenis ciliwung yang dijual seharga Rp7.287 per kg. ● rahmat hardiansya    
Read More >>

Gubernur Minta Aparat Bertindak


Jumat, 17 Agustus 2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo akhirnya turun tangan agar terminal liar dan angkutan umum berpelat hitam segera ditertibkan. Kemarin, Syahrul meminta aparat kepolisian menindak ketidakaturan yang telah berlangsung lama tersebut.
Sebenarnya,pihak Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Sulsel, pengelola terminal,dan para sopir sudah lama mengeluhkan masalah tersebut. Namun, hingga tiga hari menjelang Lebaran, terminal liar dan angkutan ilegal tetap dibiarkan. “Kami tak tahu harus melapor ke mana lagi supaya mobil pelat hitam ini ditindak,” kata Ketua Organda Sulsel Apu Sidik kemarin.

Menurut Opu Sidik, pengemudi tak segan memarkir kendaraannya di samping angkutan pelat kuning dan ikut berebut penumpang.Angkutan pelat ini pun diduga bebas berkeliaran karena dibekingi oknum petugas tertentu.Dengan begitu, dia mengaku sangat kesulitan karena memang tidak ada keinginan serius dari pihak terkait untuk bersama-sama menghentikan permasalahan tersebut.Padahal, sudah beberapa kali dirapatkan dengan melibatkan semua unsur namun hasilnya tetap nihil.

Diketahui, pengoperasian terminal liar terjadi di dua tempat, yakni di kawasan Terminal Daya di sepanjang Jalan Perintis serta di sekitar Terminal Malengkeri di Jalan Sultan Alauddin. Masalah ini sudah berkalikali dikeluhkan oleh para sopir Angkutan Dalam Kota dan Provinsi (AKDP) namun tak membuahkan hasil. Saat melakukan kunjungan ke Terminal Daya kemarin, kemarin, Syahrul memerintahkan agar masalah tersebut segera diselesaikan.

Menurut dia, selain mengganggu arus lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Sultan Alauddin, aktivitas terminal liar ini membuat para sopir mengeluh.“ Kita sudah minta bantuan ke aparat kepolisian untuk menindakinya dan bisa diatur supaya kembali tertib,”katanya kepada wartawan, kemarin. Syahrul mengaku mendapatkan banyak keluhan soal terminal liar tersebut dari para sopir.

Selain masalah terminal liar, para sopir juga mengeluh langsung kepada Gubernur soal maraknya angkutan penumpang berpelat hitam di sekitar terminal.“Makanya kita minta ini segera ditertibkan,” katanya. Angkutan ilegal ini kebanyakan jenis minibus seperti Avanza dan Xenia.Mereka banyak ditemukan di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan, mulai dari Daya hingga perbatasan Kota Makassar dengan Kabupaten Maros. Di kawasan Terminal Malengkeri, angkutan liar ini berjejer di Jalan Sultan Alauddin.

Lepas Mudik Gratis

Kemarin, Syahrul Yasin Limpo juga melepas mudik gratis di depan Monumen Mandala, Makassar.Program tersebut merupakan kerja sama Pemprov Sulsel dan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera, yang di antaranya menuju Kab Bulukumba,Sinjai,Selayar,Bone, Soppeng, Sengkang, Enrekang, Mangkutana, Malili, Sorowako, Palopo, Luwu, Masamba, Sidrap, serta Pinrang. Angkutan mudik gratis ini ditujukan kepada mahasiswa dan masyarakat umum yang kelas ekonominya menengah ke bawah.

Kegiatan mudik bareng ini juga dilakukan berbagai instansi dan perusahaan di Makassar. Di antaranya,Toyota melepas pengguna Avanza yang diwakili 100 pengguna setia dalam Avanzanation Mudik Bareng, dan Astra Honda Motor (AHM) mengoordinir pemudik dalm program Mudik-Balik Honda. Sebelumnya, PT Pegadaian Persero wilayah VI menggelar program mudik gratis di seluruh Indonesia secara serentak.

Khusus di Makassar dipusatkan di kantor wilayah VI Pegadaian di Jalan Mappanyukki. Mudik bareng ini dilepas Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin. Menurut Pemimpin Wilayah VI Pegadaian Eko Widjatmiko, program yang diselenggarakan ini sudah rutin dilaksanakan setiap tahunnya, untuk memfasilitasi pelanggan loyal yang sudah mempercayakan kebutuhan keuangannya di Pegadaian.

“Tahun ini kami memberangkatkan sebanyak 250 orang menggunakan bus Damri dengan kota tujuan di 23 kabupaten/kota, dimana ratarata mereka merupakan pelanggan loyal,”ujarnya. wahyudi/ suwarny dammar 

Read More >>

Kamis, 16 Agustus 2012

Rumah Sakit dan Puskesmas Dilarang Tutup

Kamis, 16 Agustus 2012

MAKASSAR, - Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel melarang rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, puskesmas, dan apotek rumah sakit tutup saat Lebaran Idulfitri. Larangan ini dikeluarkan agar dapat tetap melayani warga saat lebaran. Jika ada yang tutup, maka akan dijatuhkan sanksi.

Apotek di luar rumah sakit atau bergandengan dengan dokter pribadi, dipersilakan jika ingin tutup. Namun, sebagian apotek utamanya apotek berjaringan banyak memilih tetap buka saat Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Rachmat Latief mengatakan, paramedis dan dokter nonmuslim akan bertugas selama Ramadan. Begitu pula saat perayaan hari raya agama lain, giliran dokter dan paramedis muslim bertugas.

Paramedis dan dokter cadangan disiapkan jika yang disiagakan berhalangan.

"Orang sakit kan, tak mengenal Lebaran atau bukan. Makanya pelayanan tidak pernah dihentikan," ujar Rachmat, Rabu (15/8/2012).

Pelayanan saat Lebaran tetap normal, serupa dengan hari biasa. Puskesmas atau rumah sakit yang berada di jalur mudik diminta beroperasi secara penuh.

Jika ada pemudik mengalami kecelakaan, dapat dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Ambulan turut disiagakan di jalur mudik, minimal satu ambulans per puskesmas atau rumah sakit.

Rachmat menyebutkan, jumlah puskesmas di Sulssel mencapai 427 unit, rumah sakit pemerintah 32 unit, dan rumah sakit swasta 38 unit.(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/16/rumah-sakit-dan-puskesmas-dilarang-tutup
Read More >>

Pemprov Tak Pernah Izinkan Penimbunan Laut

KAMIS, 16 AGUSTUS 2012 

Di Area TPI Rajawali 

MAKASSAR,  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tetap melarang penimbunan laut di sekitar Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Rajawali, Jalan Rajawali, Makassar. Pemprov juga me­negaskan tidak pernah mengeluarkan izin apapun untuk penimbunan laut di area itu.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Sulsel, Bakti Haruni, menegaskan hal itu, usai menggelar acara buka puasa bersama dengan pegawai distarkim dan sejumlah anak panti asuhan, di Kantor Distarkim Sulsel Jalan AP Pettarani Makassar, Selasa, 14 Agustus.
Ia mengatakan bahwa selama ini pihaknya tidak pernah merasa telah mengeluarkan izin penimbunan itu, yang mengatasnamakan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
“Saya mau tegaskan bahwa yang jelas Pak Gubernur tidak pernah mengeluarkan izin penimbunan untuk saudara Roby yang diungkapkan oleh Hj Najamiah di media umum,” katanya.
Bakti juga mengatakan bahwa seingatnya, Roby memang pernah datang ke Distarkim SUlsel, tetapi hanya untuk meminta klarifikasi tentang fungsi ruang yang ada di lokasi tersebut.
“Dan kami berikan itu bahwa ini memang ada beberapa macam fungsi sesuai dengan masterplan yang sudah dibuat di sana. Tetapi untuk izin, kami tidak pernah,” katanya.
Bakti juga mengungkapkan, jika tanah tersebut dari hasil irosil. Maka, bisa dibandingkan dengan foto udara yang ada. Foto keadaan yang sebelumnya, kalau memang di situ ada tanah, maka foto udara sebelumnya pasti ada tanah.
Terkait mekanisme perizinan, ia menjelaskan, izin penimbunan tersebut diberikan tergantung dari skalanya. Jika gubernur yang memberikan, maka harus dengan izin prinsip Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, kemudian ada prosedur­nya dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Satu kekeliruan, kalau dikatakan bahwa yang membangun saja yang butuh Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Menimbun juga bagian dari proses pembangunan dan itu perlu Amdal,” katanya. (eky/ism)
Read More >>