Jumat, 21 September 2012

Wakil Gubernur Sulsel Lepas Jamaah Haji Makassar


Wakil Gubernur Sulsel, H. Agus Arifin Nu’mang saat melepas CHJ Kloter I, di Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis malam, 20 September 2012 menegaskan, agar para calon jamah haji (CHJ) asal Makassar bisa menjadi haji mabrur. Sehingga setelah usai menunaikan ibadah haji bisa menjadi tauladan di masyarakat. Agus juga meminta agar tetap menjaga kesehatan selama melaksanakan ibadah haji agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan sempurna. Selain itu Agus juga berharap agar para CHJ mendoakan Sulsel supaya tetap aman, damai dan sejahtera.
Selain memberikan sambutan, wagub juga menyempatkan diri meninjau fasilitas yang ada di Asrama Haji Sudiang, baik itu kamar tidur hingga fasiltas lainnya, seperti keberadaan air bersih di wisma-wisma yang akan ditempati oleh para CHJ.
Menurut Kabag Humas Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Muhammad Tonang, Kloter pertama ini berasal dari Makassar dan berjumlah sebanyak 375 calon jamaah haji (CJH) yang akan berangkat Jumat, 21 September 2012. Tonang menjelaskan pihaknya sudah menyiapkan 16 wisma yang akan digunakan para CJH untuk menginap selama berada di asrama haji. Selanjutnya, kloter 3 akan masuk asrama, Jumat, 21 September 2012, pukul 16.00 Wita dan akan diberangkatkan Sabtu, 22 September 2012, pukul 21.15 Wita. Kloter 3 ini merupakan gabungan dari Kabupaten Selayar 114 jamaah dan Soppeng 256 jamaah.
Sementara itu, CHJ yang masuk asrama haji sekitar pukul 10.00 wita dan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan barang jamaah mengeluhkan lambannya pelayanan yang ada di asrama haji Makassar, terutama saat menjalani pemeriksaan kesehatan dan barang jamaah, mereka harus menunggu berjam-jam baru dilayani. Dari hasil pemeriksaan belum ditemukan adanya CHJ yang batal berangkat.
Selain Wagub, pelepasan CHJ kloter I ini juga dihadiri anggota DPR-RI dari Komisi 8, bersama wagub dan beberapa pejabat dari kantor Departeman Agama ikut meninjau Asrama Haji Sudiang. Mereka juga menyempatkan berdialog dengan para CHJ.
Na/Ph (Jumat, 21 September 2012)

Read More >>

Wagub Sulsel Buka Syariah Banking Expo 2012


Even Syariah Banking Expo sangat tepat diselenggarakan ditengah kondisi bangsa yang masih banyak mengalami permasalahan ekonomi diantaranya kurangnya akselerasi sektor riil dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu'mang pada saat  membuka gelaran Syariah Banking Expo 2012 yang berlangsung di Mal Karebosi Link, Makassar, Kamis 20 September 2012.
Wagub menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulsel sangat mendukung even tersebut, karena kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan sektor riil dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan. Selama empat tahun terakhir ini, pertumbuhan ekonomi  Sulsel semakin membaik bahkan pertumbuhannya berada di atas rata - rata nasional, yakni 8 persen dimana pertumbuhan ekonomi Sulsel di tahun 2008 hanya 7,78 persen dan tahun 2012 pertumbuhan ekonomi pada triwulan I tercatat sebesar 7,93 persen, triwulan II sebesar 8,45 persen dengan laju inflasi cukup stabil. Pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh sektor keuangan, persewaan dan jasa. Dimana perekonomian syariah berkontribusi sebesar 31,20 persen dengan trend market share sebesar 5,2 persen.

Pameran Perbankan Syariah yang digelar ini bakal berlangsung hingga Sabtu 22 September 2012. Pameran ini digelar Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Bank Indonesia. Syariah Banking Expo 2012 diikuti sedikitnya 11 perbankan syariah yang terdiri atas enam bank umum Sulsel dan lima unit usaha syariah, dan 6 Badan Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) yang ada di Sulsel. Belasan perbankan ini akan memberikan penawaran khusus selama tiga hari pameran.
Ph/Na ( Jumat, 21 September 2012 )

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/wagub-sulsel-buka-syariah-banking-expo-2012
Read More >>

Perbankan Syariah Tumbuh Pesat di Sulsel


 Jumat, 21 September 2012

MAKASSAR,--Pertumbuhan perbankan syariah di Sulsel sangat pesat. Sebarannya sudah menjangkau 24 kabupaten/kota se Sulsel. Hal tersebut terungkap dalam Seminar Nasional Perbankan Syariah, di Hotel Aryaduta, Makassar, Jumat (21/9/12).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi, Maluku dan Papua, Mahmud, mengatakan, perbankan syariah dengan pertumbuhannya yang pesat di Sulsel menarik diamati. Secara geografis, sudah menjangkau di 24 kabupaten/kota di Sulsel.

"Perbankan syariah berperan mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Mahmud.

Ia mengungkapkan, perbankan syariah sangat ideal menjadi mitra Usaha Makro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal tersebut sejalan dengan visi Sulsel yakni pemerataan kesejahteraan melalui penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

"Sebarannya di Sulsel berjumlah 73 bank dan merata di semua kabupaten/kota," ujarnya.

Senada dikatakan Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah. Ia mengungkapkan, Provinsi Sulsel adalah daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling cepat. Karena itu, Sulsel memiliki potensi besar, tidak hanya mendorong perekonomian secara makro, tapi juga UMKM.

"Provinsi ini memiliki potensi dan pemimpin yang luar biasa," ungkapnya.

Halim menjelaskan, tingkat pembiayaan dibandingkan deposit di Sulsel, jauh melampaui secara nasional. Di Sulsel, telah tercapai lebih dari 200 persen dengan kualitas pembiayaan hanya mencapai 1,72 persen, jauh dibawah nasional yakni 2 persen. Hal tersebut menunjukkan, pertumbuhan di Sulsel memerlukan sumber-sumber modal atau pembiayaan.

"Tidak mungkin dipenuhi dalam waktu cepat, tapi melalui perencanaan dan dukungan semua pihak," terangnya.

Meskipun perbankan syariah di Sulsel dan Indonesia tumbuh cepat, harus dipahami bahwa kegiatan pembiayaan bank syariah masih tertinggal. Saat ini, pembiayaan di bank konvensional sudah mencapai Rp2500 triliun, sedangkan bank syariah baru sekitar Rp150 triliun.

"Harus ada sosialiasasi, pemahaman produk, dan optimalisasi penguatan bank syariah. Di Sulsel, sudah mencapai 200 persen selama dua tahun terakhir dan mengindikasikan tambahan permodalan dan potensi pembiayaan UMKM," jelasnya.

Karenanya, lanjut Halim, BI akan terus mendorong tabungan masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan akses layanan perbankan syariah.

Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan, negeri ini terlalu bagus, terlalu kaya, sehingga tidak pantas kalau kondisinya seperti ini. Persoalannya, bagaimana memperbaiki negeri ini.

"Ada tiga hal pokok yang bisa dilakukan untuk memperbaiki negara ini," tuturnya.

Tiga pendekatan tersebut, antara lain, hadirkan pemerintahan yang baik, berpihak pada rakyat, dan tidak korupsi sehingga pemerintah yang harus menjadi teladan. Hadir traider, bisnisman, lembaga keuangan dan perbankan yang tidak distorsi.

"Konsepsi perbankan harus sejalan dengan konsepsi pemerintah. Kalau tidak, ambruk negara. Bangkrutnya negara sangat ditentukan kebijakan fiskal dan bank sentralnya. Selain itu, hadir kesadaran hukum dalam suatu negara. Bagaimana membangun Sulsel? Perbankan harus turun tangan," urainya.

Ia berharap, perbankan tidak boleh sekedar profit oriented. Karena itu, di Sulsel, perbankan dan pemerintah harus bisa membangun sinergitas.

"Saya selalu menggunakan data perbankan mengukur sesuatu," pungkasnya.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/09/21/perbankan-syariah-tumbuh-pesat-di-sulsel
Read More >>

Kamis, 20 September 2012

Produksi Berkurang, Harga Jagung Naik



KAMIS, 20 SEPTEMBER 2012 


BANTAENG,  – Harga jagung pipilan di Kabupaten Bantaeng terus meroket. Khusus akhir Juni lalu, harga jagung naik dari Rp1.800 hingga Rp3.000 per kilogram.
Peningkatan harga itu diungkapkan Ketua Masyarakat Agribisnis Jagung (MAJ) Bantaeng Bahtiar Mudo, Selasa, 18 September.
Menurutnya, peningkatan harga itu terjadi sejak dua pekan terakhir seiring banyaknya permintaan dari pedagang besar dan pabrik pakan ternak serta perusahaan yang menggunakan bahan dasar Jagung.
“Saat ini permintaan Jagung terus meningkat, tapi sebaliknya produksi Jagung di daerah ini justru menurun atau mulai berkurang. Ini membuat para pengumpul Jagung mulai mendatang petani. Kondisi seperti ini justeru membuat petani diuntungkan,” terang Bakhtiar.
Berkurang produksi Jagung, kata dia, kemungkinan disebabkan lahan jagung yang juga ikut berkurang. Selain itu cuaca yang tidak menentu juga membuat petani menunda melakukan penanaman lebih awal.
Ketua Kelompok petani jagung di Kecamatan Sinoa, Baharuddin mengatakan, berfluktuasinya harga jagung di Bantaeng merupakan bukti  adanya permainan harga komiditas. Semestinya harganya dapat distabilkan pemerintah agar petani bisa sejahtera.
“Fluktuasi harga merupakan bukti kalau ada permainan. Bukan apa-apa, jika stok jagung melimpah, harganya justru melorot. Namun bila produksi berkurang, maka harganya buru-buru dinaikkan,” jelasnya.
Untuk itu, dia berharap pemerintah dapat mengatasi persoalan klasik yang kerap dialami petani. Setidaknya, petani berharap ada solusi dari fluktuasi harga Jagung yang jelas sehingga petani tak merugi. (kr1/tir)
Read More >>

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Guru/PGRI Prov. Sulsel




Bertempat di kantor Dinas Pendidikan Prov. Sulsel, Jl. P. Kemerdekaan Km.10 Tamalanrea, Kamis, 20 September 2012 berlangsung Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Guru/PGRI Prov. Sulsel dengan kapasitas 1000 orang oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo didampingi pejabat SKPD  lingkup Pemprov. Sulsel. Turut hadir, Dewan Pendidikan Prov. Sulsel, Ketua PGRI Prov. Sulsel, Kepala Dinas Prov. Sulsel  kabupaten/kota se Sulsel, Kepala Sekolah se Sulsel serta undangan lainnya.

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan, untuk menjalankan tugas utama guru harus memiliki, kompetensi kepribadian, kompetensi social dan kompetensi professional. Karena itu pemerintah selalu memperhatikan peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru, baik melalui pemberian beasiswa S1 dan S3 maupun pemberian tunjangan fungsional dan tunjangan khusus bagi guru yang bertugas di daerah khusus. Pembangunan gedung guru merupakan salah satu upaya melengkapi sarana dan prasarana pendidikan untuk melakukan peningkatan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.  Melaksanakan pembangunan gedung guru seperti ini, disaat negara dihadapkan pada tantangan global adalah merupakan momentum yang sangat tepat dimana dari buah pikiran, sumbang saran pendidik dan tenaga kependidikan akan menjadi masukan yang bermanfaat dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pendidikan dapat memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi karena pendidikan akan melahirkan tenaga kerja yang produktif karena tenaga kerja terdidik dengan kualitas yang baik, terampil, berakhlak dan berkompetensi tinggi merupakan factor determinan bagi peningkatan kapasitas produksi sehingga memberikan stimulasi tingkat kesejahteraan masyarakat suatu daerah atau bangsa. Pendidikan sebagai alat vital dalam memajukan dan membuat suatu bangsa menjadi modern, mempunyai ketangguhan dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Pendidikan merupakan factor yang dapat menentukan kualitas hidup atau meningkatkan standar hidup suatu bangsa yang merupakan tujuan utama pemerintah melalui pemenuhan kebutuhan hak dasar rakyat/masyarakat. Pada saat ini, cara pandang mengenai pendidikan sudah mulai tergeser dengan pemikiran dan bukti ilmiah akan peran dan fungsi vital pemerintah dalam memahami dan memposisikan manusia yang berkualitas merupakan prasyarat bagi kemajuan pembangunan bangsa dalam berbagai sector. Dengan demikian jelaslah bahwa pendidikan merupakan prioritas pertama dan utama dalam menghadapi tantangan dan peluang baik yang berskala lokal, nasional maupun global.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan, kita harus berprinsip bagaimana mengubah dunia, bukan hanya bagaimana melihat dunia. Dan juga bagaimana memimpin perubahan dan bukan hanya bagaimana ikut dalam perubahan. Oleh karena itu, output pembinaan dan kaderisasi harus diarahkan menjadi agen perubahan. Karena perubahan dan pembaharuan merupakan sebuah keharusan jika kita tidak ingin terus tertinggal dari negara lain serta dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Ke depan, tentu kita harus memelihara dan meningkatkan kualitas pendidikan seraya menjaga momentum perkembangan Iptek di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan, terus bekerja keras dan bekerja cerdas dalam memberikan kontribusi terbaik melalui bidang pengabdianmasing-masing dalam penyelenggaraan pembangunan di segala sector. Sementara, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Drs. H. Abdullah Djabbar,M.Pd melaporkan pembangunan gedung guru/PGRI Prov. Sulsel sebagai wadah berhimpunnya guru-guru se Sulawesi Selatan dalam kegiatan seminar, rakor dan symposium dan merupakan Guest House dari kabupaten/kota se Sulawesi Selatan dan merupakan gedung serbaguna/kegiatan social serta sebagai Unit Produksi PGRI Prov. Sulsel.
Read More >>

Pemprov. DP4 Bukan Data pemilih Final



Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta semua pihak memahami bahwa Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) bukan data pemilih final yang menjadi acuan dalam Pemilihan Gubernur 2013 mendatang. DP4 adalah data penduduk potensial atau data penduduk yang diprediksi dapat menjadi wajib pilih pada tanggal 22 Januari 2013, sehingga dalam konteks lain disebut dengan data awal atau data mentah. Hal ini dikatakan, Kepala Biro Pemerintahan Daerah Pemprov. Sulsel, Andi Hasbi Nur, Rabu, 19 September 2012.

Mengapresiasi temuan tim salah satu pasangan calon yang akan bertarung di pilgub Sulsel tentang dugaan pemilih ganda, pemilih dibawah umur, hingga umur yang tidak rasional. Namun beliau meminta pemahaman bahwa DP4 itu bukanlah data final pemilih yang berhak memberikan suara. Data DP4 merupakan data yang bersumber dari data Sistem Informasi Administrasi kependudukan (SIAK) kabupaten/kota. Data jumlah pemilih tersebut diserahkan oleh pemerintah kabupaten/kota dalam bentuk data yang dituangkan dalam format DP4 dan oleh provinsi selanjutnya diserahkan ke KPU Sulsel.

Lanjut dikatakan, DP4 setelah berada di KPU akan dilanjutkan dengan pemutakhiran data untuk mendapatkan data yang sebenarnya di lapangan. Hasilnya dituangkan dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). KPU selanjutnya mengumumkan DPS kepada masyarakat untuk dikoreksi sebelum akhirnya ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). DP4 itu bukan data pemilih final, yang final adalah DPT, Pemprov. hanya menangani tahapan penyiapan data potensial pemilih dan tidak dapat melakukan kegiatan pemutakhiran data pemilih karena mulai tahapan pemutakhiran, penetapan DPS, pengumuman penetapan DPT dan pengumuman DPT adalah kewenangan KPU.

Kecurigaan dilakukannya penambahan data penduduk fiktif itu tidak mungkin terjadi. Pemerintah kabupaten/kota tidak mungkin melakukan perubahan database kependudukannya tanpa ada dasar yang jelas. Data kependudukan dapat diubah oleh pemerintah kabupaten/kota setelah ada permintaan/pelaporan dari penduduk sendiri atau hasil pendataan petugas langsung di lapangan.
Read More >>

Selasa, 18 September 2012

JK Puji Kepemimpinan Syahrul



SELASA, 18 SEPTEMBER 2012 

alt
SYL Kuliahi Maba STKIP Muhammadiyah Bone

BONE, CAKRAWALA - Mantan Wakil Presiden RI Muh Jusuf Kalla (JK) memuji kepribadian Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL). Ia menilai Syahrul memiliki tiga kriteria pemimpin, yakni cerdas, jujur, dan pekerja keras.
“Semua orang bisa jadi pe­mimpin, tapi pemimpin yang ideal adalah yang memiliki otak yakni cerdas, punya hati atau jujur, dan punya otot atau pekerja keras. Dan Syahrul memiliki itu semua,” ungkap JK saat memberikan sambutan pada peresmian gedung SMP-SMA Islam Athirah Boarding School Bone di Jalan Sungai Musi, Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Senin, 17 September.
Selain peresmian gedung sekolah, kegiatan juga dirangkaikan peletakan batu pertama pembangunan masjid dan asrama di sekolah tersebut.
Mantan Ketua Umum Partai Golkar tersebut meng­ungkapkan, pendidikan ha­rus mampu menciptakan ge­nerasi-generasi yang memiliki ketiga kriteria tersebut. Apalagi, jika ingin maju dan sukses, sumber utamanya terletak pada sektor pendidikan.
“Pemerintah sudah meng­anggarkan pendidikan dengan baik. Karena itu, tingkat pendidikan harus dijaga perkembangannya. Apalagi, pertumbuhannya berubah tiap tahunnya,” jelas Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini.
Jika lembaga-lembaga pendidikan tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, lanjut JK, generasi Indonesia akan ketinggalan. Pendidikan terus bergerak dinamis dengan segala perubahan yang ada.
“Beberapa tahun lalu, tingkat pendidikan di Sulsel rendah. Anak-anak kita susah bersaing masuk perguruan tinggi populer di Jawa. Masalahnya, ada di tingkatan dasar. Inilah yang sedang menjadi perhatian kami sehingga anak-anak kita bisa bersaing di tingkat pendidikan tinggi,” terangnya.
Ke depannya, Yayasan Athirah juga akan membangun sekolah kejuruan. Tujuannya, agar anak-anak dari Bone khususnya, dan Sulsel secara umum, tidak canggung atau rendah diri bersaing dengan siswa yang ada di daerah lain.
“Di Group Kalla, harus mendukung pendidikan sebesar-besarnya. Ini akan jadi fondasi yang kuat. Dari segi agama, pendidikan itu amal jariyah,” urainya.
JK menambahkan, Sulsel memiliki semua kekayaan alam, mulai pertanian hingga tambang. Tidak ada yang kurang. Tetapi, siapa yang bisa mengembangkan, tentu generasi-generasi yang memiliki otak, otot dan hati.
“Kita ingin membangun manusia-manusia yang cerdas dan punya hati serta mau bekerja keras,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengaku membanggakan JK sebagai sosok yang mampu menggambarkan karakter Bugis Makassar. Apalagi, saat menjabat Wakil Presiden RI hingga saat ini, JK telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pembangunan di Indonesia.
“Kita berharap, ada yang bisa ditransfer ke kehidupan Sulsel yang lebih baik,” kata SYL.
SYLmenjelaskan, ada lima hal yang menjadi program utama di Sulsel. Agama harus jadi nafas masyarakat Sulsel, pendidikan yang berjalan baik, ekonomi menjadi kekuatan, kesehatan dan situasi yang kondusif. Sehingga, saat ini Sulsel menjadi barometer atau tolak ukur pertumbuhan nasional di seluruh dimensi.
“Ini bagian dari rintisan yang diwariskan Pak JK. Pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 8,64 persen dan menjadi great yang luar biasa,” jelasnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu berharap, fasilitas pendidikan di Athirah harus menjadi andalan Sulsel, kebanggaan yang menjadi aset hari ini dan ke depan.
“Sebuah daerah hanya bisa jalan dengan baik kalau ada kedamaian. Ini juga yang diperlihatkan Pak JK dimana-mana. Di Sulsel, politik tetap jalan tapi kita tetap bersaudara,” pungkasnya.
Kuliah Perdana
Keberadaan Gubernur Syahrul Yasin Limpo di Kabupaten Bone juga dimanfaatkan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone. SYL didaulat memberikan kuliah perdana kepada ratusan mahasiswa baru, Senin kemarin.
SYL mengaku bangga bisa menjadi dosen sementara karena ia bercita-cita menjadi seorang akademisi. “Saya ingin jadi akademisi. Ke depannya, nanti ingin jadi guru saja,” kata Ketua Partai Golkar Sulsel ini.
SYL mengungkapkan, se­tiap manusia tentunya ingin maju dan sukses. Untuk mencapainya, maka paradoksnya bertentangan dengan kenyamanan dan keluar dari zona aman.
“Maju, berkembang dan hidup lebih baik, membutuhkan tenaga, tekad yang lebih, kemauan, pengorbanan, waktu yang harus dikeluarkan, dan tenaga,” tegasnya.
Setiap manusia, lanjutnya, memiliki kekuatan untuk maju dan sukses. Yakni kekuatan akal, hati atau empati, pikiran dan kekuatan otot untuk bekerja keras. Kesemuanya harus didorong dengan spirit, kemauan dan tekad untuk mencapai harapan itu.
“Kurang apa negeri ini? Tapi, kenapa tidak bisa menjawab tantangan yang ada? Karena sumber daya manusianya. Gapai kemauanmu. Tekadmu terwujud hanya ada dua yang tentukan, dirimu sendiri dan Tuhan,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Syahrul juga membeberkan konsep menggapai sukses, yakni PAKUI yang merupakan akronim dari Pray (Doa), Attitude (Karakter), Knowledge (Kecerdasan), Ulet, dan Impian.
Ketua STKIP Bone Jufri Rasyid menilai sosok SYL sebagai pemimpin yang cerdas dan sukses. Karena itu, ia mengaku bahagia dan bangga, Syahrul bisa membagi ilmunya kepada mahasiswa STKIP Muhammadiyah.
“Sejak kampus STKIP Muhammadiyah ini berdiri, baru kali ini didatangi gubernur dan bersedia memberikan kuliah perdana kepada para mahasiswa kami,” tuturnya. (*/kr4/ute)
Read More >>

JK: Syahrul Punya Tiga Kriteria Pemimpin




Bone, – Mantan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla (JK) memuji kepribadian Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo. Menurutnya, Syahrul memiliki tiga kriteria pemimpin, yakni cerdas, jujur dan pekerja keras.

“Semua orang bisa jadi pemimpin, tapi pemimpin yang ideal adalah yang memiliki otak yakni cerdas, punya hati atau jujur dan punya otot atau pekerja keras. Dan Syahrul memiliki itu semua,” Ungkap JK, di sela-sela sambutannya pada acara Peresmian Gedung SMP SMA Islam Athirah Boarding School Bone dan Peletakan Batu Pertama Masjid dan Asrama SMP-SMA Islam Athirah Boarding School Bone, di Jalan Sungai Musi, Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Senin (17/9).

JK mengungkapkan, pendidikan harus mampu menciptakan generasi-generasi yang memiliki ketiga kriteria tersebut. Apalagi, jika ingin maju dan sukses, sumber utamanya terletak pada sektor pendidikan.

“Pemerintah sudah menganggarkan pendidikan dengan baik. Karena itu, tingkat pendidikan harus dijaga perkembangannya. Apalagi, pertumbuhannya berubah tiap tahunnya,” Ungkapnya.

Jika lembaga-lembaga pendidikan tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, lanjut JK, generasi Indonesia akan ketinggalan. Pendidikan terus bergerak dinamis dengan segala perubahan yang ada.

“Beberapa tahun lalu, tingkat pendidikan di Sulsel rendah. Anak-anak kita susah bersaing masuk perguruan tinggi populer di Jawa. Masalahnya, ada di tingkatan dasar. Inilah yang sedang menjadi perhatian kami sehingga anak-anak kita bisa bersaing di tingkat pendidikan tinggi,” Terangnya.

Ke depannya, Yayasan Athirah juga akan membangun sekolah kejuruan. Tujuannya, agar anak-anak dari Bone khususnya, dan Sulsel secara umum, tidak canggung atau rendah diri bersaing dengan siswa yang ada di daerah lain.

“Di Group Kalla, harus mendukung pendidikan sebesar-besarnya. Ini akan jadi fondasi yang kuat. Dari segi agama, pendidikan itu amal jariyah,” urainya.

JK menambahkan, Sulsel memiliki semua kekayaan alam, mulai pertanian hingga tambang. Tidak ada yang kurang. Tetapi, siapa yang bisa mengembangkan, tentu generasi-generasi yang memiliki otak, otot dan hati.

“Kita ingin membangun manusia-manusia yang cerdas dan punya hati serta mau bekerja keras,” pungkasnya. [KM/HMS]

Read More >>

SYL Sebut Koruptor Lebih Jahat Dari Teroris




Makassar, KM– Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, menyebut koruptor lebih jahat dari teroris. Pasalnya, jika teroris hanya mengakibatkan 200 atau 300 orang korban, tapi kalau yang dilakukan koruptor, merugikan rakyat dan bangsa. Itulah mengapa korupsi disejajarkan dengan pelanggaran HAM berat.

“Apakah korupsi lebih jahat dari teroris? Jawabnya, Ia. Kalau teroris hanya 200 atau 300 mati, tapi kalau yang dilakukan koruptor, merugikan rakyat dan bangsa. Sama dengan yang dilakukan Nazaruddin CS dan juga yang di Buol itu,” tegas Syahrul saat menjadi pembicara Sosialisasi Anti Korupsi Tahun 2012 “Putihkan Hati, Putihkan Negeri, Berantas Korupsi” yang dilaksanakan BPKP Perwakilan Provinsi Sulsel bekerjasama dengan Kanwil Kementrian Agama Sulsel dan UIN Alauddin, di Islamic Center UIN, Selasa (18/9).

Syahrul juga mengaku resah dengan pemberitaan-pemberitaan yang menyudutkan dirinya terkait pemanggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya galau, berita-berita yang ada di KPK. KPK apa urusan saya? Apa salahku kasian? Kasusnya di Buol, yang ditangkap Bupatinya, dan saya setuju itu. Apa urusannya Syahrul di Sulteng, mau meringankankah mau memberatkankah, tidak ada urusannya. Apakah ini ada kaitannya dengan politik? Saya tidak tahu,” terangnya.

Tetapi, lanjutnya, selama dua tahun berturut-turut, Sulsel berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan great clean and clear. Artinya, tidak ada temuan apa-apa.

“Bagaimanakah yang disebut dengan korupsi? Jangan karena saya dipanggil saksi, kemudian dipolitisasi dengan pilkada seakan-akan saya yang korupsi. Yang namanya korupsi, kalau ada orang yang mau bangun ruko, diizinkan dibangun kalau ada diberi satu atau diberi izin untuk menimbun pantai asal ada jatahnya, itu korupsi namanya,” ungkapnya.

Gubernur menjelaskan, Indonesia adalah negara dan bangsa yang kekayaan alamnya tidak bisa dibandingkan dengan negara lain. Tetapi, negara yang baik hanya ditentukan tiga hal. Antara lain, hadirkan pemerintahan yang baik, berpihak pada rakyat dan tidak meladeni dirinya sendiri. Hadirkan ruang bagi bisnisman, pedagang dan industri tanpa kecemasan dan beban. Dan hadirkan kesadaran hukum masyarakat dan konsistensi pelaksana hukumnya.

“Yang dibutuhkan, pendekatan integritas nasional dan tanggung jawab. Karena itu, memang ada hal yang harus dibenahi. Kita membutuhkan pemerintah yang tidak korupsi,” pungkasnya.

Sementara, Kepala BPKP Hamonangan Simarmata, mengatakan, pihak BPKP sengaja meminta Syahrul Yasin Limpo sebagai pembicara antikorupsi karena komitmennya dalam menciptakan pemerintahan yang bersih.

“Keberhasilan Sulsel akibat dari usaha yang keras dan bebas korupsi. Karenanya, saya meminta Pak Syahrul memberikan arahan,” imbuhnya. [KM/MS]

Read More >>

Daftar Perolehan Medali, Sulsel ke 7



Selasa, 18 September 2012 

PEKANBARU, -- DKI Jakarta untuk sementara memimpin daftar perolehan medali Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII 2012 di Riau. Hingga Senin (17/9/2012), DKI mengumpulkan 77 medali emas, 84 perak, dan 91 perunggu.

Posisi DKI belum aman dari kejaran rival beratnya, Jawa Barat, yang terus mengintai. Jabar, yang kerab berada di posisi teratas sejak event empat tahunan ini bergulir pada 9 September lalu, hanya terpaut 1 medali emas, meskipun mereka kalah dalam pengumpulan perak (60 keping) dan perunggu (86).

Sementara itu juara bertahan, Jawa Timur, ada di urutan ketiga dengan raihan 70 emas, 70 perak, dan 71 perunggu. Kalimantan Timur, yang kini berada di urutan keenam, mengancam tuan rumah karena mereka terpaut satu medali emas dari Riau, yang mengumpulkan 35 emas, 30 perak, 42 perunggu. Kaltim mendulang 34 emas, 35 perak, 36 perunggu.

- Daftar sementara perolehan medali (emas, perak, perunggu, total)
1. DKI JAKARTA                      77     84     91     252
2. JAWA BARAT                      76     60     86     222
3. JAWA TIMUR                       70     70     71     211
4. JAWA TENGAH                    38     35     51     124
5. RIAU                                   35     30     42     107
6. KALIMANTAN TIMUR            34     35     36     105
7. SULAWESI SELATAN           16     15     15     46
8. LAMPUNG                            15      7      9      31
9. SUMATERA UTARA               14     17     18     49
10. BALI                                  12      13     27     52

Sumber:  http://makassar.tribunnews.com/2012/09/18/daftar-perolehan-medali-sulsel-ke-7 
Read More >>

Senin, 17 September 2012

Kereta Api Mamminasata Beroperasi 2017



Senin, 17 September 2012
MAKASSAR– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan angkutan massal berupa kereta api yang melintasi jalur Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata) sudah bisa dioperasikan pada 2017.


Tahun ini hingga tahun depan, proses pembebasan lahan sudah dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel bekerjasama dengan instansi terkait. “2014 tahapan pembangunan mulai dari tender dan pengerjaan diharapkan dilakukan,sehingga 2017 masyarakat sudah bisa menggunakan kereta api,” kata Kepala Dishub Sulsel Masykur Sulthan di Makassar, kemarin.

Proyek yang membutuhkan investasi sekitar Rp4 triliun dan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut, sengaja diusahakan cepat selesai seiring kian padatnya aktifitas di Mamminasata. Namun anggaran tersebut masih belum termasuk pembebasan lahan. Penelitian yang dilakukan 2006 lalu menetapkan,di kawasan tersebut jumlah kendaraan telah mencapai 760.000 unit dengan pergerakan manusia mencapai 1,6 juta orang.

Diperkirakan pada 2015 mendatang kendaraan akan menjadi 1,2 juta unit dengan pergerakan manusia 2,2 juta kali. “Tetapi baru di 2012 jumlah kendaraan sudah mencapai 1,2 juta unit dan pergerakan hampir 3 juta kali dalam sehari.Bisa dibayangkan 2015 mendatang kondisi Makassar akan seperti apa jika tidak segera dibuat angkutan massal yang tepat sasaran,”kata dia.

Dengan akan diberlakukannya angkutan massal di kawasan Mamminasata, diharapkan perekonomian di daerah ini akan kian berkembang. Apalagi transportasi dan jalan merupakan urat nadi kehidupan. ”Terlebih bagi kota besar yang mengembangkan konsep jasa dan industri seperti Makassar ini,”katanya.

Masykur mengatakan, untuk jalur kereta api di Mamminasata akan banyak dibangun tempat-tempat persinggahan, karena jalurnya melayani jalur pendek.Walau panjang relnya masih lebih panjang dari jalur trans Sulawesi yang menghubungkan Makassar-Parepare. “Panjang rel kereta api Mamminasata 200 kilometer, sementara Makassar-Parepare hanya 155 kilometer.Tetapi rel kereta api Mamminasata berkelok- kelok sehingga relnya panjang,”ujar Masykur.

Percepatan pembangunan rel kereta api di Mamminasata telah sesuai dengan ketetapan rapat kabinet DPR RI 2011 lalu, di mana Makassar masuk dalam lima kota di Indonesia yang harus diperhatikan transportasinya terutama soal kemacetan. Empat kota lain yang menjadi prioritas adalah Jakarta, Surabaya,Bali dan Medan. Melihat hasil studi penetapan jalur pembangunan jalan kereta api yang dilakukan oleh PT Aulia Sakti Internasional dan dijadikan dasar Dishub Sulsel, ada tiga usulan koridor yang akan dilalui jalur kereta api.

Di antaranya, koridor satu dari Takalar-Sungguminasa– Pacuan Kuda–Jalan Ratungi– Jalan Sudirman–Karebosi–Jalan Cokroaminoto–New Port– Jalan Insinyur Sutami lalu ke Bandara dan Maros. Sementara koridor dua dari Takalar akan melintas di Jalan AP Pettarani ke Jalan Urip Sumoharjo terus Jalan Perintis,Bandara lalu Maros.

Sementara koridor tiga akan dimulai di kawasan GMTD lalu ke kawasan Pacuan Kuda,masuk Jalan Daeng Tata, tembus Jalan Jalan Dangko- Manunggal–Central Point of Indonesia–Pattimura–Karebosi, lalu melalui Jalan Bawakaraeng dan berakhir di Jalan Urip Sumoharjo. Dari ketiga koridor itu, beberapa di antaranya akan menggunakan stasiun bawah tanah.

Seperti yang akan dibuat di kawasan Maros, yang nantinya juga berfungsi sebagai stasiun pusat jalur kereta api. Untuk teknologi dan jenis kereta api yang akan digunakan, kemungkinan besar Pemprov Sulsel menggunakan teknologi asal China. rahmat hardiansya 

Read More >>

Sabtu, 15 September 2012

Transaksi Ekonomi Menurun Akibat Isu Rusuh



SABTU, 15 SEPTEMBER 2012 

MAKASSAR, – Isu rusuh pada tahap pendaftaran Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulsel belakangan ini membawa sentiment negatif terhadap sektor bisnis.
 
Pengamat Ekonomi Unhas, Dr Zarkawi Rauf mengemukakan, momen seperti ini dengan pengerahan massa yang sangat besar sangat 
memengaruhi sektor bisnis di Kota Makassar.
 
Adanya kekhawatiran akan terjadinya bentrok dan rusuh membuat sentiment negatif pada pasar. Transaksi akan menurun karena aktivitas ekonomi juga tidak berjalan normal.
 
“Kalau berbicara dari segi ekonomi pasti ada dampaknya, mungkin bagi pedagang aso­ngan ini adalah momen yang menguntungkan, tapi bagi pelaku bisnis ini bisa merugikan mereka.
 
Transaksi di usaha mereka bisa saja menurun drastis karena tidak ada pembeli,” ujarnya via telepon, Jumat, 14 September.
 
Kerugian lain adalah kema­cetan yang terjadi di mana-mana. Ini akan menghambat perjalanan para pelaku bisnis. Berapa jam waktu mereka habiskan di jalan, berapa banyak BBM yang terbuang, ini kerugian yang tidak sedikit jika semuanya diperhitungkan.
 
“Bagi pelaku bisnis, waktu adalah uang, nah jika macet di mana-mana berapa jam terbuang dijalan, ini bisa mempengaruhi pendapatan mereka dalam sehari,” ujarnya  Zarkawi.
 
Meski demikian Zarkawi melihat bahwa hitungan seperti ini belum sepenuhnya di perhitungkan oleh para pelaku bisnis di Makassar, mereka masih lebih kepada kekhawatiran keamanan saja. (mg4/ami)

Read More >>

Karate Juara Umum Setelah 31 Tahun


Sabtu, 15 September 2012

PEKANBARU – Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat prestasi fenomenal pada penyelenggaraan PON PON XVIII Riau 2012.


Prestasi ini diraih cabang olahraga (cabor) karate yang sukses tampil sebagai juara umum dengan mengumpulkan 6 emas,2 perak dan 1 perunggu. Sulsel terakhir kali merebut juara umum karate pada PON X di Jakarta pada 1981. Sulsel memastikan diri keluar sebagai juara umum setelah merebut medali emas nomor bergengsi Kumite Beregu Putra mengalahkan tim tangguh Sumatera Utara (Sumut) pada final di GOR Tribuana,Pekanbaru, kemarin.

Posisi kedua ditempati Sumut dengan perolehan 4 medali emas, 2 perak dan 4 perunggu, disusul DKI Jakarta 2 emas, 5 perak dan 5 perunggu. Sulsel yang menurunkan Hendro Agussalim, Syahrul, Duhril, Ismail dan Teguh menang 3-2 atas regu Sumut yang diperkuat atlet Pelatnas Helza, Deddi,Jintar dan Donny. Sebelumnya, Sulsel berhasil menunjukkan dominasinya di cabang karate dengan mengawinkan medali emas di kategori Kata Beregu Putra dan Beregu Putri.

Tiga medali emas lain disumbangkan Faizal Zainuddin di Kata Perorangan Putra, Hendro Salim di Kumite -84 kilogram, serta Ayu Safitri di Kumite -61 kilogram. Ketua Harian Pengurus Provinsi Federasi Karate-do Indonesia (Pengprov Forki) Sulsel,Ellong Tjandra,mengatakan, prestasi cabang karate ini tergolong luar biasa karena baru terjadi lagi setelah 31 tahun.“ Tidak ada yang menyangka kalau kita bisa menjadi juara umum di karate,”ujar dia.

Direktur Utama (Dirut) Bank Sulselbar ini mengatakan, kunci keberhasilan Hendro Salim dkk adalah kerja keras dan keuletan saat latihan maupun bertanding. Pelatih karate Sulsel, Mursalim Badoo,juga mengakui hasil yang diraih pada PON ini adalah pengulangan PON X Jakarta. Hanya, saat itu jumlah medali yang diperebutkan tidak sebanyak saat ini.“Saat ini, Sulsel menguasai hampir di semua nomor,”katanya.

Dia menjelaskan, kunci kesuksesan cabang karate di PON XVIII Riau adalah komunikasi antara atlet dan pelatih yang terjalin baik.Sehingga,saat turun bertanding pemain tidak memiliki beban.“Jelang pelaksanaan PON, program latihan mereka bukan lagi fisik dan skill, melainkan pendekatan hati,”ujarnya. Kunci keberhasilan lainnya adalah tingginya kesadaran dari masing-masing atlet untuk memberikan hasil yang terbaik di PON.“Kami tidak memberikan beban kepada mereka.

Mereka sendiri yang membuat target,”kata dia. Sulsel menurunkan 18 kareteka di PON kali ini.Delapan di antaranya adalah atlet pelatnas. Mereka adalah Faizal Zainuddin, Aswar,Fidelis Lolobua, Hendro Salim, Wiwi Pertiwi, Ayu Safitri, Sahrul, dan Teguh. Kedelapan karetaka ini turun di nomor perorangan dan beregu.“ Hari ini (kemarin), karate kembali sumbang satu emas dari kumite beregu putra. Sedangkan putri dapat perunggu,” jelasnya.

Sementara itu,di cabang dayung, Sulsel menyumbang medali perak dari nomor rowing beregu dengan atlet Amanda dan Sri Rahayu Masi. Catatan waktu yang diraihnya 8.365,84. Sedangkan Arif, juga meraih perunggu dinomor rowing 1x putra dengan catatan waktu 8.118,05. Cabor anggar, atlet Sulsel Haerullah juga menyumbang medali emas.Kemenangannya didapat dengan dramatis.Pertandingan yang digelar di GOR Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru Riau, Jumat (14/9),lawannya yakni Budi Darmanto, ambruk saat ketinggalan 12-10.

Saat terjatuh, atlet asal Jawa Barat (Jabar) tersebut langsung didekati pelatih dan ofisialnya. Pertandingan sempat terhenti sekitar setengah jam tanpa keputusan. Budi Darmanto selanjutnya mendapatkan pertolongan medis. Dia kemudian berdiri, lalu berjalan ke atas matras pertandingan. Pelatih tampak berkomunikasi dengan Budi.Dia pun berjalan ke arah Haerullah yang menunggu pertandingan dilanjutkan.Ternyata,Budi justru menyalami lawannya tanda membiarkan medali emas melayang ke Sulawesi Selatan. Haerullah langsung melompat dan mengangkat tangannya tanda kemenangan.

”Meski tetap meraih medali emas,namun kemenangan ini kurang nyaman,’’ kata Harry Jost, pelatih Anggar Sulsel mengenai drama pertandingan anak asuhannya dengan atlet Jabar tersebut. Dengan sumbangan emas dari karate dan anggar, satu perak dari dayung, serta dua perunggu dari karate dan rowing, kemarin Sulsel menambah lima medali. Sehingga total medali yang dikumpulkan 25.(*) 


Read More >>

PON XVIII Riau: Tim Layar Putri Melaju Raih Emas



Sabtu, 15 September 2012



Bengkalis, Riau, – Cabang olahraga Layar Sulawesi selatan yang menurunkan Cindy Pertiwi dan Fitri Esa Novita pada nomor Internasional 420 putri, berhasil menyabet medali emas, Sabtu (15/9/2012).

Di pertandingan yang berlangsung di Pantai Selat Biru Kabupaten Bengkalis ini, keduanya masih yang terbaik sehingga berhasil mematahkan perlawanan atlet dari Prov. Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Dari Perolehan Tim Dayung yang merupakan medali emas pertamanya di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau ini, Kontingen Sulsel telah mengoleksi 12 medali Emas, 11 Perak dan 8 Perunggu.[KM05 melaporkan dari Riau]

Read More >>

15 Universitas Hadir di Unhas



Sabtu, 15 September 2012
SEBANYAK15 Perguruan Tinggi di Indonesia menghadiri seminar nasional kehutanan yang digelar Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) di Gedung Ipteks Unhas,kemarin.


Kagiatan tersebut juga sebagai rangkaian memperingati Hari Konservasi Nasional. Adapun ke15 universitas dan perguruan tinggi itu diantaranya, STIK Aceh,Universitas Riau,Universitas Haluleo, Universitas Mulawarman, Universitas Tanjungpura, STIPER Sangata,Universitas Tadulako,Universitas Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Makassar,Universitas Indonesia Timur,Universitas Satria Makassar,Universitas Halmahera, Universitas Pattimura, STP Labuha Ternate,dan Universitas Kuningan.

Kegiatan yang dihadiri Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sulawesi Selatan beserta beberapa Staf Dinas Kehutanan Sulsel tersebut mengangkat tema “Mendorong partisipasi aktif para pihak dalam pelestarian sumber daya hayati dan ekosistemnya”. Dekan Fakultas Kehutanan Prof Dr H Muh Restu mengungkapkan,seminar nasional tersebut merupakan salah satu kegiatan dari beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sejak berdirinya SYLVA pada tahun 1959,selain itu,dalam rangkaian kegiatan ini,juga akan dilaksanakan pemilihan Sekjen SYLVA yaitu Forum Mahasiswa Kehutanan Se- Indonesia yang sebelumnya dipimpin oleh perwakilan Mahasiswa Unhas.

“ Kegiatan seminar nasional ini sudah dilaksanakan sejak SYLVA didirikan tahun 1959,acara ini sangat penting untuk membangun kesepahaman antara mahasiswa kehutanan seluruh Indonesia,dalam menyusun perencanaan pembangunan di sektor kehutanan di masa mendatang,”paparnya. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Nasaruddin Salam menambahkan,acara ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi pengembangan kemahasiswaan ke depan.

Apalagi,Unhas akan melakukan kerja sama dengan berbagai stakeholders yang peduli dengan perkembangan pendidikan,salah satunya yang sedang berjalan adalah, kerja sama dengan pihak Panin Bank. “Kami berharap,Unhas juga bisa kerja sama dengan dinas kehutanan dalam rangka pengadaan bibit untuk program penanaman pohon yang diwajibkan bagi para mahasiwa baru,”katanya.

Saat ini lanjutnya,Fakultas Teknik sudah menerapkan program tersebut bagi mahasiswa baru yang belajar di kampus Samata Gowa,dan akan diikuti oleh fakultas lain, dimana setiap tahun,akan disediakan 5.000 bibit bagi 5.000 mahasiswa baru. herni amir

Read More >>

Dayung Dapat Lagi 3 Perak



Sabtu, 15 September 2012

14-Atlet-Dayung-Sulsel-Berangkat-ke-PON-Riau.jpg



MAKASSAR -- Cabang olahraga dayung Sulsel meraih tiga medali perak dalam lanjutan nomor rowing cabor dayung yang diselenggarakan di Danau Kebon Nopi, Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Sabtu sore (15/9/2012)

Adalah Sri Rahayu Masi yang turun di nomor rowing 2.000 Meter Putri, Pasangan Zulmahari dan Mahendra di nomor rowing pasangan putra 2.000 M dan 2X kelas berat rowing putra oleh Arif Dan Theodorus yang juga mendapatkan medali perak.(*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/09/15/dayung-dapat-lagi-3-perak
Read More >>

Pembangunan Hotel Pemprov Masih Terkendala Lahan



SABTU, 15 SEPTEMBER 2012  

MAKASSAR, —Pembangunan hotel sebagai hasil kesepahaman pelepasan saham Pemerintah Provinsi di Hotel Imperial Aryaduta masih terkendala pada persoalan lahan.
 
Kepala Biro Ekonomi Sulsel, Muhammad Firda menjelaskan, pembahasan mengenai bentuk kompensasi pelepasan saham anatara pemerintah dengan Lippo Karawaci mengerucut pada pembangunan hotel baru.
 
“Sekarang kami sudah rampungkan konsepnya. Terkahir ini kami juga sudah sepaham, tidak ada lagi masalah. Hanya persoalannya lahan pembangunan,” jelas Firda di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Kamis, 13 September.
 
Firda menjelaskan, kesepakatan pelepasan saham itu berupa pembangunan hotel baru oleh PT Lippo Karawaci berstandar hotel bintang tiga dengan 100 kamar.  Pemprov Sulsel sisa menyiapkan lahan untuk pembangunan hotel yang nilainya sekitar Rp30 sampai Rp40 miliar itu.
 
“Kita  tidak bicara soal saham lagi, tetapi kita sepakat pembangunan hotel oleh PT Lippo Karawaci. Jadi kita pemprov atas nama Perusda hanya menyiapkan lahan, itu merupakan jalan solusinya yang sudah kami sepakati,” jelasnya.
 
Untuk sementara, kata dia,  lahan milik Pemprov di sekitar masjid raya sebagai alternatif pertama, kemudian Maccini Sombala serta lahan Perusda di sekitar Paotere.
 
“Kami sementara mencari alternatif lain. Untuk membangun hotel membutuhkan tempat yang startegis. Soal lahan juga kami mau bahas dulu di internal, supaya tidak ada lagi masalah muncul belakangan. Pihak Lippo tidak mau nanti sementara memba­ngun, kemudian muncul masalah soal lahan,” jelasnya.
 
Firda juga menjelaskan, rencana pembangunan fisik pada Juni lalu urung terlaksana lantaran masih ada beberapa kendala, di antaranya konsep gambar yang belum selesai serta anggaran yang belum siap dari PT Lippo Karawaci.
 
“Tetapi sekarang semua sudah siap, sisa lahan itu. Kalau kami maunya bulan ini juga kalau bisa dimulai pembangunan fisik­nya. Ini yang saya mau laporkan ke Pak Sekda, semua sudah tidak ada masalah. Tidak lagi melalui RUPS, tadi kami sudah dengar penjelasannya (PT Lippo, red) setelah kami cek ulang,” tandasnya.
 
Untuk waktu pembangunan hotel ini, sambung Firda, idealnya membutuhkan waktu sampai sembilan bulan lamanya. 
“Pembangunan idealnya sem­bilan bulan. Kalau lewat tentu akan ada denda,” katanya.
 
Selain itu, ia juga menambahkan bahwa saham Pemprov akan resmi dilepas, jika pihaknya dengan PT Lippo Karawaci selesai penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS). 
 
“Sekarang PKS sudah final, sisa mau ditandatangani. Pelepasan saham itu yakni kami mengeluarkan surat resmi kemudian PT Lippo lanjut mengurus,” ungkapnya.
 
Soal alasan penarikan saham tersebut, Firda menjelaskan, sejak Hotel Imperial dikelola Lippo Karawaci Group, hotel ini tidak lagi memberikan kontribusi deviden selama beberapa tahun terakhir.
 
Presentase kepemilikan saham pemprov hanya sebesar 0,08 persen atau 13.568.506 lembar saham. Padahal, persentase saham awal mencapai 30 persen. 
 
“Dengan sisa nilai saham itu sudah tidak signifikan lagi deviden yang kita dapatkan, itu karena kita tidak mampu menambah deviden setiap tahun,” katanya (eky/ami)

Read More >>

Jumat, 14 September 2012

Perusda Sulsel Butuh Dana Operasional Rp300 Juta



JUMAT, 14 SEPTEMBER 2012 

Fokus Agrobisnis dan Agroindustri 
MAKASSAR,  – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melantik jajaran direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel di Baruga Sangiaseri, Kamis, 13 September. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Tan Malaka Guntur diangkat sebagai Direktur Utama Perusda Sulsel.
Menurutnya, untuk biaya operasional, Perusda Sulsel membutuhkan anggaran sekitar Rp300 juta. Pihaknya mencoba melakukan negoisasi dan mengusulkan agar kebutuhan Perusda Sulsel bisa masuk dalam alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
“Untuk biaya operasional, kami baru membutuhkan sekitar Rp300 juta selama tiga bulan berjalan. Karena kami harus melakukan komunikasi dengan pemda kabupaten kota dan kementerian-kementerian di Jakarta, serta kepala SKPD di Sulsel,” jelas Tan Malaka.
Meski begitu, dia mengaku tidak akan begitu saja menysun konsep untuk sekadar menghabiskan anggaran daerah. Dia menargetkan, anggaran operasional itu  akan digunakan untuk membuat Perusda berjalan dan bisa mandiri.
Sebagai modal kerja, lanjut Tan Malaka, Perusda Sulsel tentu akan melihat lebih dahulu program apa yang paling mendasar dan paling prioritas untuk dilakukan. Setelah itu, baru kemudian ia bisa menetapkan berapa biaya yang butuhkan.
“Memang kami berharap Perusda mendapat alokasi anggaran dari APBD. Tetapi yang lebih kami harapkan adalah bagaimana kami bisa melakukan komunikasi dengan bank. Dan Alhamdulillah, tadi Bank Indonesia (BI,red) memberikan jaminan bahwa siap memberikan membantu agar bisa jalan. Kemudian dari segi birokrasi, hanya akan mendukung dari segi kebijakan-kebijakan,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan, dengan melihat potensi Sulsel sebagai daerah pengembangan pertanian, maka Perusda akan fokus mengarah pada agrobisnis dan agroindustri.
“Perusda merupakan kaki tangan pemerintah daerah untuk menangani hal-hal yang terkait dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kami berharap, kehadiran perusda bisa memudahkan akses antara masyarakat dengan pemerintah,” tuturnya.
Selain itu, orientasinya adalah bisnis yang diharapkan bisa mendekatkan perusda kepada pelayanan kepada masyarakat namun tidak mengabaikan profit.
“Maksudnya adalah ada jasa-jasa yang kami kembangkan untuk mendapatkan profit,” ungkap Tan Malaka.
itu Gubernur Syahrul Yasin Limpo meminta agar Perusda mampu mengelola potensi Sulsel yang bertumpu pada agrobisnis menuju pada agroindustri.
“Perusda dimunculkan agar secara spesifik bisa menata sebuah proses yang sangat mendasar di Sulsel, dari agroculture ke agrobisnis, dan dari agrosbisnis ke agroindustri. Tentu saja organisasi ini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pemerintah dan tetap berada di bawah pengendalian pengawas masing-masing,” terangnya.
Syahrul menambahkan, perusda akan berjalan sehat apabila dikawal orang yang memiliki kemampuan, kapabilitas, kompetensi, kecerdasan, komitmen kepada bangsa dan negara, bersih serta mampu menjaring komunikasi dengan semua pihak.
“Ini perusahaan yang berbeda dengan pemerintahan. Saya tentu tidak ragu dengan pengelola yang masuk dalam perusda ini, karena mereka ini merupakan mantan pejabat andalan saya di pemerintahan,” tegasnya. (eky/ami)
Read More >>

Pemprov Tegur Tujuh Kabupaten



Jumat, 14 September 2012 
MAKASSAR,  -- Tujuh kabupaten dan kota terancam tidak dapat menyusun perubahan APBD 2012. Pemprov Sulsel bahkan telah memberikan dua kali teguran kepada tujuh pemerintah daerah.
Teguran terkait belum diserahkannya Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) bupati dan wali kota ke Pemprov Sulsel. Padahal, LKPj ini sangat terkait dengan pembahasan perubahan APBD 2012.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Sulsel, Yushar Huduri mengaku telah mengirimkan surat peringatan kepada tujuh pemerintah kabupaten/kota. Surat ditujukan kepada Pemkab Soppeng, Bulukumba, Jeneponto, Takalar, Tana Toraja, Selayar, dan Parepare.

"Pemprov sudah dua kali mengirimkan pemberitahuan kepada pemerintah kabupaten yang belum menyerahkan LJPj. Dokumennya harus diasistensi. Mereka tidak dapat menyusun perubahan APBD bila belum menyerahkannya," kata Yushar, Kamis, 13 September.

Yushar mengaku belum menerima pemberitahuan dari ketujuh pemerintah kabupaten dan kota tersebut terkait kendalanya. Kesempatan masih diberikan sampai 20 September mendatang. "Kami akan mengirimkan lagi surat pemberitahuan bila belum juga memperoleh LKPj bupati/wali kota," katanya. (rif/pap)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120913185130-pemprov-tegur-tujuh-kabupaten
Read More >>