Senin, 01 Oktober 2012

Turis Asing Kagumi Wisata Sulsel


Senin, 01 Oktober 2012 

  
 Tawakkal/Fajar
PELESIRAN. Sejumlah turis asing dari beberapa negara di Eropa tiba di Makassar dengan mengendarai kapal pesiar MV Orion II Minggu, 30 September. Mereka disambut khusus plh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Jufri Rahman.


MAKASSAR, -- Kapal pesiar asal Spanyol, MV Orion II, sandar di pelabuhan Soekarno Hatta, Minggu 30 September. Sejak tiba kemarin, 74 penumpangnya melakukan berbagai kunjungan wisata di beberapa tempat di Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah Tana Toraja.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, H Jufri Rahman mengatakan, kapal pesiar MV Orion II yang sandar di Makassar dan utuk pertama kalinya langsung ke objek wisata di Tana Toraja. Jufri lebih khusus memberi apresiasi kepada perusahaan travel Indosella yang mendatangkan para penumpang kapal pesiar itu untuk tinggal selama empat hari di Sulsel. 


MV Orion II melakukan tur wisata ke berbagai negara. Sebelumnya, kapal tersebut sandar di Australia dan lalu berlabuh di Pelabuhan Sulawesi Barat, Parepare, dan Makassar. 


"Ini sebuah terobosan baru. Biasanya penumpang kapal pesiar tidak lebih sehari menetap di Makassar, apalagi mengunjungi objek wisata di luar Makassar," kata Jufri Rahman usai menjamu para penumpang kapal pesiar MV Orion II di halaman Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar kemarin.
 

Dia menjelaskan, Pemprov Sulsel siap memberikan insentif khusus maupun fasilitas bagi sejumlah agen travel yang mampu membawa wisatawan ke Sulsel, apalagi untuk tinggal dan menetap di daerah ini selama beberapa hari.
 
"Fungsi pemerintah memang serve and protect atau melayani dan melindungi sejumlah pelaku usaha yang mendatangkan wisatawan asing di daerah ini," kata dia.

Berdasarkan data manivest, kapal pesiar MV Orion II sebanyak total penumpang yang terdiri dari 37 laki-laki dan 33 perempuan yang mengikuti paket perjalanan wisata di wilayah Sulsel termasuk objek wisata yang di Makassar, Maros, Parepare, Enrekang dan Tana Toraja.
 

William Hood, salah satu wisatawan asal Amerika yang menumpang MV Orion juga memberikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel yang telah menjamu kunjungan mereka di gedung Mulo dengan beragam atraksi wisata dan kuliner khas Sulsel.
 

"Kami sangat senang berkunjung di sini. Masyarakat dan pemdanya sangat ramah. Kami senang bisa berada di sini," ucapnya.
 

Kapal MV Orion II yang mengangkut turis asal Amerika, Australia, Hongkong, dan New Zealand ini akan mengunjungi objek wisata gunung Bambapuang di Enrekang, kemudian bergerak menuju Tana Toraja selama sehari.
 
Di Tana Toraja, wisatawan akan diajak mengunjungi makam unik Londa dan perkampungan tradisional Kete Kesu di Rantepao, Tana Toraja Sulsel. (sbi/pap)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120930185353-turis-asing-kagumi-wisata-sulsel
Read More >>

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Menyiapkan 200 Pompa Air


Sen, 01/10/2012



Dalam menghadapi dampak kekeringan yang berkepanjangan, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sulawesi Selatan menyiapkan 200 unit pompa air bagi petani. Ratusan unit pompa air tersebut telah disebar ke beberapa wilayah, utamanya di daerah yang terancam mengalami kekeringan yang berkepanjangan seperti daerah Sidrap, Soppeng, Bantaeng dan Bone. Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sulawesi Selatan, Soeprapto Budi Santoso mengatakan bahwa Pompa air ini selain dipergunakan oleh para petani juga diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih pada musim kemarau ini. Dan jika terjadi kekeringan secara mendesak, maka ke 200 unit pompa ini bisa dimobilisasikan kelapangan-lapangan. Hal ini dikatakan di Makassar, baru-baru ini.

Pompa air tersebut bersifat pinjam pakai, setelah dipakai seluruhnya harus dikembalikan kepada Sumber Daya Air dan seluruh pompa ini mempunyai ukuran yang sedang sehingga ringan untuk diangkat dan dipindahkan. Rata-rata petani yang masuk dalam binaan Pengelolaan Sumber Daya Air Sulawesi Selatan selalu memperoleh pompa air tersebut.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Jasa dan Informasi BMKG Wilayah IV, Sujarwo menyebutkan bahwa kemarau panjang akan melanda Kabupaten Sidrap, Soppeng, Bantaeng dan Bone. Keempat daerah ini memasuki musim hujan pada Maret dan April 2013, sementara di daerah lain mulai memasuki musim hujan pada November-Desember 2012. Selain pompa, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyiapkan sejumlah embung atau sumber mata air buatan yang bisa dipergunakan oleh kelompok petani, sebab embung bisa mengurangi dampak kekeringan yang berkepanjangan.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/pemerintah-provinsi-sulawesi-selatan-menyiapkan-200-pompa-air
Read More >>

Turis Mancanegara Mengunjungi Tana Toraja


Sen, 01/10/2012 
 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Sulawesi Selatan, (Plt) Jufri Rahman mengapresiasi travel agent di Sulawesi Selatan yang membuat terobosan baru bagi kunjungan wisatawan ke daerah ini. Hal ini dikarenakan sebanyak 71 wisatawan mancanegara tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar dengan menumpangi Kapal Pesiar MV Orion II. Seluruh penumpang kapal ini akan melakukan kunjungan wisata ke Kabupaten Tana Toraja, dengan penumpang kapal yang pada umumnya berasal dari Amerika, Australia, Hongkong, dan New Zealand. Jufri Rahman menjamu 71 wisatawan mancanegara di Gedung Mulo, jalan Ratulangi sesaat setelah tiba di Makassar, Minggu, 30 September 2012. Penumpang Kapal Pesiar ini pertama kalinya langsung ke Tana Toraja dan ini patut diapresiasi dan insentif patut diberikan ke travel.

Fungsi Pemerintah memang melayani dan melindungi sejumlah pelaku usaha yang mendatangkan wisatawan asing ke daerah ini. Dengan kunjungan ke Toraja, keberadaan wisatawan ini diperkirakan akan lebih lama dari biasanya. Berdasarkan data manifest Kapal Pesiar MV Orion II, penumpang terdiri dari 37 laki-laki dan 34 perempuan.

Selain itu, mereka akan mengunjungi obyek wisata Gunung Bambapuang di Engrekang dan di Toraja wisatawan ini akan diajak mengunjungi makam unik Londa dan perkampungan tradisional Kete Kesu di Rante pao. Wisatawan asal Amerika William Hood 89 tahun memberikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Parawisata Sulawesi Selatan yang menjamu mereka di Gedung Mulo dengan beragam atraksi wisata dan kuliner khas Sulawesi Selatan.


Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/turis-mancanegara-mengunjungi-tana-toraja
Read More >>

Minggu, 30 September 2012

Warga Soppeng Puas Dengan Kinerja Gubernur dan Bupati


Minggu, 30 September 2012 


MAKASSAR, - Lembaga survei politik, ekonomi, dan kebijakan publik, Latin Institute, melakukan riset tentang kebijakan publik dan perilaku politik di Kabupaten Soppeng baru-baru ini, tepatnya dipertengahan Agustus hingga awal September 2012. Hasilnya, Warga Soppeng puas dengan kinerja Gubernur Sulsel dan Bupati Soppeng.

Direktur Komunikasi dan Analisis Publik Latin Institute, Alexander Labobar, mengatakan, survei yang fokus pada penelitian pertanian, pendidikan, kesehatan, kedisiplinan, dan perilaku politik masyarakat Soppeng terkait Pilgub Sulsel ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, cukup tinggi.

Olehnya, sebagian besar masyarakat Soppeng mengaku akan kembali memilih pasangan syaang jilid II di Pilgub Sulsel mendatang.
“49 persen masyarakat Soppeng memilih Paket Incumbent Sayang Jilid II, karena menurut mereka Gubernur dan Wakil Gubernur ini sangat membantu pemerintah Kabupaten Soppeng dalam merealisasikan program pertanian, pendidikan, dan kesehatan,” kata Alexander di Warkop Toddopuli, Makassar, Sabtu, 29 September.

Dia menambahkan, hanya 29 persen masyarakat Soppeng yang kepincut oleh figur Paket Ilham Rief Sirajuddin dan Aziz Qahhar Mudzakkar (IA). Andi Rudiyanto Asapa dan Andi Nawir Pasingringi sendiri hanya berhasil menggaet simpati 4 persen masyarakat Soppeng. Sisanya 18 persen, belum memilki pilihan.

Alexander melanjutkan, dalam survei yang melibatkan 480 responden tersebut, tingkat kepuasan masyarakat Soppeng terhadap kinerja Bupati, Wakil Bupati, dan jajarannya, juga cukup tinggi.

“82 persen masyarakat Soppeng merasa puas atas kinerja Bupati Soppeng A Soetomo. Mereka puas dengan perhatian pemerintah Soppeng di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, dan kedisiplinan. Hanya 10 persen masyarakat Soppeng yang menyatakan kurang puas, sisanya yang 8 persen tidak memberikan jawaban,” lanjutnya.

Menurut Alexander, ukuran tingkat kepuasan 82 persen tersebut tergolong sangat memuaskan dan patut diapresiasi. ”Tentunya ini bisa menjadi modal untuk regenerasi Bupati Soppeng mendatang,” katanya.

Alexander mengklaim tingkat kepecayaan surveinya mencapai 95 persen dengan margin of error 2 persen

  “Metodologi yang kami gunakan adalah multistage random sampling acak berjenjang, sehingga survei kebijakan publik ini bisa dikombinasikan dengan survei perilaku politik,” imbuhhya. (del)


 Sumber:  http://cakrawalaberita.com/politik/warga-soppeng-puas-dengan-kinerja-gubernur-dan-bupati
Read More >>

2016, Sulsel Target 2 Juta Sapi dan Kerbau


MINGGU, 30 SEPTEMBER 2012 

sapi sinjai
MAKASSAR, — Pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan produksi 2 juta ekor sapi dan kerbau di tahun 2016. Untuk mewujudkan target tersebut, Gubernur Provinsi Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyerahkan sebanyak 72 unit sepeda motor ke petugas operasional Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan), Petugas Inseminasi Buatan (PIB) dan Partisipatory Disease Sorvelen Respont (PDSR) 24 Kabupaten/Kota di Sulsel.
“Dan melalui bantuan alat penunjang operasional ini, semoga bisa berjalan lancar dan tepat sasaran yang akan dicapai,” kata Syahrul di Hotel Singgasana, Sabtu 29 September.
Menurut Syahrul, potensi sumber daya alam yang berada di daerah Sulsel sangat baik untuk pengembangan usaha di bidang peternakan antara lain pengembangan sapi, kerbau, kambing dan ayam buras. Dengan begitu, dapat membantu meningkatkan perekonomian di Sulsel.
“Dengan segala potensi dan prestasi yang diraih Sulsel saat ini, mari kita semua menyukseskan program 2 juta ekor sapi dan kerbau di tahun 2016,” ujarnya.
Secara Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, Murtala Ali, kepada Cakrawala mengatakan untuk meningkatkan pengembangan peternakan dan kesehatan hewan di Sulsel perlu adanya partispasi semua stockholder.
“Persoalan peternakan dan kesehatan hewan bukan hanya menjadi tugas aparat pemerintah. Tetapi, kita  semua dari masyarakat, organisasi dan profesi asosiasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan serta praktisi di pusat maupun di daerah,” katanya
Menurut dia, dengan adanya bantuan 72 sepeda motor ini dapat mewujudkan program pemerintah untuk produksi 2 juta ekor sapidan kerbau di tahun 2016.” Empat unit Poskeswan, 20 unit kepada Petugas Inseminasi Buatan (PIB) dan 48 unit Partisipatory Disease Sorvelen Respont (PDSR) 24 kabupaten/kota. Sebelumnya juga kami berikan bantuan kepada kelompok peternak di Sulsel ini untuk mewujudkan program 2 juta ekor sapi dan kerbau di tahun 2016,” bebernya.(ran/sam)
Read More >>

Syahrul Yakin Populasi Sapi Sulsel Capai 2 Juta Ekor


Minggu, 30 September 2012 
Makassar,  -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, optimis bisa mencapai target surplus ternak sapi dua juta ekor yang dicanangkan tahun ini. Dia mengungkapkan, empat tahun lalu, jumlah populasi sapi hanya 400 ribu dan bisa mencapai 1,6 juta ekor tahun 2012.

"Dulu waktu saya canangkan satu juta ekor, banyak yang protes. Tapi, berhasil dibuktikan kalau target itu bisa dicapai. Sekarang kita tingkatkan lagi sampai dua juta ekor," ungkap Syahrul pada Pertemuan Koordinasi dirangkaikan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan, di Hotel Singgasana, Makassar, akhir pekan lalu.

Syahrul mengungkapkan, pertemuan koordinasi dilaksanakan agar target suplus ternak sapi dua juta ekor bisa tercapai. Apalagi, peternakan sangat menjanjikan kesejahteraan yang luar biasa.

"Kenapa peternakan menjanjikan kesejahteraan? Karena semua orang mau makan daging," ujarnya.

Pencapaian target dua juta ekor ternak, lanjut Syahrul, hanya persoalan kemauan. Waktu tidak boleh terbuang percuma dan hadirkan kebersamaan yang utuh untuk belajar dari dunia. Lakukan yang lebih baik dari yang mereka kerjakan.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/09/30/syahrul-yakin-populasi-sapi-sulsel-capai-2-juta-ekor
Read More >>

Pemprov: Pembangunan Hotel Usulan Pihak Luar


Minggu, 30 September, 2012

MAKASSAR,- Masih terkait dengan bantahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel atas rencana pembangunan hotel, balai sidang, Kantor MUI Sulsel, dan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel di lahan kompleks Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf. 

Dalam iklan pengumuman bantahan atas nama pemprov dan dimuat pada harian Tribun Timur, edisi, Minggu (30/9/2012), disebutkan bahwa rencana pembangunan merupakan usulan pihak luar, bukan dari pemprov.

"Terkait dengan kabar/isu akan didirikannya bangunan hotel di lahan dekat/samping Al Markaz Al Islami, kami tegaskan bahwa itu adalah wacana/usulan/saran/tawaran dari pihak lain di luar Pemprov Sulsel, yang ini membangun sarana penunjang berupa tempat penginapan bersyariat Islam sebagai pelengkap aktivitas Al Markaz, seperti; tempat pertemuan ulama (Gedung MUI), pertemuan aktivis, dan penunjang wisata religi di Al Markaz," demikian tulisan pada poin dua iklan pengumuman bantahan tersebut.

Kabar beredar bahwa pembangunan hotel dan sarana lainnya merupakan bentuk kompensasi dari pengembang properti Lippo Karawaci atas pelepasan saham pemprov di Hotel Aryaduta, Makassar.

Sementara itu, Yayasan Islamic Center Al Markaz Al Islami akan menggunakan lahan tersebut guna pembangunan pusat pendidikan Islam terpadu.(*)

Read More >>

Sabtu, 29 September 2012

Pemprov Jamin Monorel Tidak Rugi


MAKASSAR, -- Pemprov Sulsel menjanjikan jaminan risiko untuk merealisasikan proyek monorel lintas perkotaan kawasan Mamminasata. Jaminan ini untuk meyakinkan investor dapat mengembalikan modal pembangunan monorel sesuai jadwal.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pemprov siap memberikan kebijakan untuk mem-back up investor. Kebijakan ini menjadi kepastian pengembalian modal investasi. 

"Pemprov menjamin sepanjang bisa masuk dalam konteks pendekatan rasional. Harga tiketnya harus dihitung kapan dapat mengembalikan modal investasi. Nah, di situ peranan pemerintah," kata Syahrul, Jumat, 28 September.

Syahrul mengaku memberikan jaminan pengembalian modal atau break event point kepada investor, karena moda transportasi massal monorel untuk kepentingan publik. "Apalagi ada Pak JK di belakang investornya," ujar Syahrul.

Investasi yang sangat besar mencapai Rp4 triliun, kata Syahrul, membuat investor tidak ingin hanya sekadar menanamkan investasinya tanpa kepastian pengembalian modal. Nah, di sinilah peran pemerintah memberikan jaminan perputaran atau pengembalian modal investor.

Proyek monorel yang direncanakan akan dikerjakan Kalla Group menghubungkan lintas perkotaan kawasan Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar. Tahap awal, menghubungkan bandara dan pusat Kota Makassar dan direncanakan mulai beroperasi 2016 mendatang.
Kepala UPTD Mamminasata, Zulkarnain Kitta mengemukakan, moda transportasi massal seperti monorel sudah sangat mendesak untuk mengurai kemacetan yang sudah cukup parah. Mengatasi kemacetan tidak cukup hanya dengan pelebaran jalan. 
Menurut dia, pelebaran jalan justru semakin memancing masyarakat perkotaan menambah kendaraan pribadi. "Penambahan volume kendaraan berimbas pada kemacetan lagi," kata Zulkarnain.

Makassar menuju kota modern, kata dia, mestinya menyediakan sistem transportasi publik massal yang aman dan nyaman. Dengan demikian, masyarakat akan lebih memilih menggunakan transportasi publik daripada kendaraan pribadi.

"Solusi kemacetan selalu dikaitkan dengan kurangnya penambahan ruas jalan dan kuantitas kendaraan yang bertambah. Padahal sudah saatnya melakukan rekayasa lalu lintas yang efektif, efisien, dan terintegrasi," tutur Zulkarnain. (rif/min)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120928193313-pemprov-jamin-monorel-tidak-rugi
Read More >>

Pajak Impor Capai Rp1 T


Sabtu, 29 September 2012



MAKASSAR, -- Pajak impor di Sulawesi mencapai Rp1,3 triliun per 15 September 2012. Dari nilai tersebut, Sulsel menyumbang Rp1 triliun atau sekira 77 persen.

Kepala Bagian Umum dan Kepatuhan Internal Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi, Rulijanto, mengatakan, PDRI erasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dari semua barang impor yang masuk ke daerah ini.

"Realisasi tersebut meningkat dibanding tahun lalu. Sebab, memang jumlah barang yang masuk juga meningkat," ujar Rulijanto, Jumat, 28 September.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa Sulsel masih lebih berperan sebagai pengimpor. Agustus lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis bahwa pada Juli 2012 nilai impor Sulsel mencapai USD83,23 juta, tertinggi sepanjang tahun ini.

Itu juga yang membuat Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar ditetapkan menjadi salah satu dari empat pintu penerimaan impor hortikultura di Indonesia.

Rulijanto menambahkan, realisasi penerimaan bea cukai dari bea masuk juga sudah mendekati target. Saat ini sudah Rp96,3 miliar atau 91,185 persen atau dari target Rp104,5 miliar. Target bea keluar terealisasi 75,86 persen dari target Rp77,8 miliar.

"Khusus penerimaan di cukai, pada September ini sudah 96,82 persen atau Rp2,6 miliar dari target Rp3,01 miliar. Kami yakin, target penerimaan bea dan cukai baik dari bea masuk, bea keluar, dan cukai akan terealisasi 100 persen hingga akhir tahun," ucapnya.

Kontribusi Sulsel di wilayah kerja DJBC Sulawesi memang cukup besar. Itu misalnya bisa dilihat dari target bea cukai dari bea masuk. Sulawesi ditargetkan Rp142,4 miliar, Sulsel diharapkan menyumbang Rp104,5 miliar. (zul/upi)

Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120929000322-pajak-impor-capai-rp1-t
Read More >>

Jumat, 28 September 2012

Pemprov Tertarik Teknologi Ramah Lingkungan Ceko

Jumat, 28 September, 2012

MAKASSAR, -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo tertarik dengan teknologi ramah lingkungan yang dikembangkan di Ceko. Pemerintah maupun investor Ceko diajak bekerja sama mengembangkan sektor industri di Sulsel.

Syahrul mengemukakan ketertarikannya bekerja sama saat menerima Duta Besar Ceko untuk Indonesia, Tomas Smetanka di Gubernuran, Kamis, 27 September. Tomas dan rombongannya didampingi Konsulat Kehormatan Ceko untuk Kawasan Timur Indonesia, HM Alwi Hamu juga dijamu sarapan pagi.

"Saya menyambut baik rencana kerja sama dengan Ceko. Dalam waktu singkat ada follow up kerja sama di bidang industri. Terserah industri apa. Mau tambang atau teknologi terapan, khususnya bidang agri. Sekarang sedang diupayakan perubahan dari agriculture menjadi agribisnis ke agroindustri," tutur Syahrul.

Salah satu industri yang menarik minat Tomas untuk dikembangkan di Sulsel adalah pabrik semen. Selain potensinya sangat besar, kebutuhan semen untuk proyek pembangunan infrastruktur juga sangat tinggi.

Bak gayung bersambut, Syahrul menerima baik rencana investasi industri semen dengan syarat teknologi yang dikembangkan sama yang diterapkan di Ceko yakni teknologi ramah lingkungan. "Asal tidak merusak karst dan lingkungan. Selama lima tahun saya tidak melakukan manuver besar, karena lingkungan harus sangat terjaga," jelasnya.

Sebelum menanamkan modal di Sulsel, terlebih dahulu harus diyakini bahwa teknologi yang digunakan bukan teknologi serampangan. Syarat untuk membangun pabrik semen, kata dia, harus yang menggunakan teknologi ramah lingkungan seperti yang saat ini dikembangkan di pabrik Semen Tonasa V.

Tomas berjanji siap menindaklanjuti pembicaraan awal kerja sama dengan Pemprov Sulsel. Selain kerja sama bidang industri, dubes Ceko juga tertarik mengembangkan kerja sama bidang pariwisata dan pendidikan. "Hanya tinggal mempertemukan dengan agen pariwisata di Ceko," ujarnya. (rif/upi/sil)

Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120928001554-pemprov-tertarik-teknologi-ramah-lingkungan-ceko
Read More >>

2016 Monorel Mamminasata Bisa Beroperasi



JUMAT, 28 SEPTEMBER 2012 

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan pembangunan proyek transportasi massal dilaksanakan tahun 2013 mendatang. Sedang pengoperasiannya diperkirakan sudah bisa dimulai tahun 2016 mendatang dan melintasi Kota Makassar, Sungguminasa (Gowa), Maros, dan Takalar (Mamminasata). 
“Kami rencanakan tiang pancang dipasang pada 2013. Selanjutnya dibangun jalur monorel pada titik awal Kota Makassar sebanyak 18 kereta
dengan 38 gerbong, kemudian untuk Mamminasata 3x38 gerbong,” ungkap Presiden Direktur PT Indonesia Green Managemen (IGM) Saiful Imam dalam keterangan persnya di Trans Studio Mal, Makassar, Kamis, 27 September.
Saiful mengaku, pihaknya tengah merancang master plan sebagai tindaklanjut pembangunan tiang pancang pertama di Makassar pada 2013 untuk titik awal pembangunan jalur monorel di Mamminasata. Progres monorel telah mencapai 90 persen dalam bentuk pembelajaran teknologi. Kemudian akan dilakukan pengujian satu kereta dengan tiga gerbong di Sentul, Jakarta, sebelum pemba­ngunan di Sulsel.
“Kita masih terkendala beberapa izin dari pemerintah yang belum keluar. Kami masih menunggu izin dari Kementerian Prasarana Umum, termasuk kementerian yang terlibat,” katanya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kepada wartawan mengatakan, saat ini sudah ada investor yang menyatakan kesiapannya untuk ikut terlibat dalam poyek ini. Sehingga sebagai langkah awal dari proyek ini adalah melakukan tender sesuai dengan aturan yang ada.
“Proses tender sesuai dengan sesuai dengab Keppres Nomor 54 dan kita harapkan proses tender ini selesai agustus 2013,” kata Syahrul.
Dengan demikian, lanjutnya, proyek ini sudah bisa dimulai pada akhir tahun 2013 dengan adanya pembuatan tiang pancang. Ini sekaligus sebagai awal dari pembangunan infrastruktur dari proyek monorel ini sendiri.
Proyek ini dianggarkan sebesar Rp4 triliun dengan panjang jalan 60 km yang akan meliputi Mamminasata. Sedang untuk tahap awal akan dikerjakan sepanjang 23 km yang berada dalam wilayah Kota Makassar. Jalan ini akan menghubungkan antara Bandara Internasional  Sultan Hasanuddin ke pusat kota.
Proyek pembangunan jalur monorel ini sendiri hanya membutuhkan satu meter median jalan. Badan jalan digunakan untuk pemancangan tiang pancang jalur sarana transportasi massal. Minimnya media jalan dibutuhkan untuk pembangunan tiang pancang dan jalur sesuai dengan kondisi median jalan di Makassar. Dukungan jalan dan median yang lebar hanya dibutuhkan untuk pembangunan halte.
Sementara itu, Direktur Pengembangan PT Kalla Grup, Solihin Kalla, yang menjadi inisiator dari proyek ini mengatakan PT Kalla Grup bekerja sama dengan Para Grup, menyatakan siap menanamkan modalnya untuk membangun monorel.
Rencananya, setelah penandatanganan nota kesepahaman, tim dari Kalla Grup akan melakukan studi kelayakan tentang titik lokasi pembangunan monorel.
Menurut dia, sejumlah ruas jalan akan dijadikan titik lokasi studi kelayakan, yaitu Jalan Perintis Kemerdekaan, Urip Sumoharjo, Jenderal Sudirman, serta Pasar Sentral (Makassar Mall). Lama studi kelayakan hingga awal 2012. Konsep monorelnya, kata dia, sama dengan di sejumlah negara lain. (mg4/ute)
Read More >>

Kamis, 27 September 2012

APBD Perubahan Ditarget Rp50 Miliar


Selasa, 27 September 2012
MAKASSAR – Pemprov Sulsel menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) tahun ini mencapai Rp50 miliar. Dana tersebut diharapkan bisa merampungkan beberapa program yang sementara berjalan.

Plt Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Yaksan Hamzah mengungkapkan,ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) yang belum sempat terpakai 2011 lalu. Seluruh anggaran tersebut, ditargetkan bisa seluruhnya terpakai pada tahun ini,dari total silpa 2011 lalu yang mencapai sekitar Rp212 miliar.

”Kan sekitar Rp162 miliar dari silpa 2011 lalu telah masuk pada anggaran APBD pokok 2012. Sehingga lebihnya masih sekitar Rp50 miliar. Itu yang kita harapkan bisa masuk seluruhnya di APBD-P nanti,”kata Yaksan di Makassar,kemarin.

Yaksan yang juga Asisten II Bidang Ekonomi Pemprov Sulsel ini mengatakan, target tersebut tidak muluk-muluk. Sebab, pihaknya tidak bisa berharap lebih dari pendapatan daerah pada tahun ini. ”Tambahan pendapatan relatif terbatas, karena pada ABPD pokok saja tak capai target 2012. Kalau APBD-P besar, jangan sampai target pendapatan daerah tak tercapai,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel.

Seluruh dana pada APBDP mendatang, tidak akan fokus lagi pada proyek infrastruktur di daerah ini. Anggaran ini akan lebih fokus pada beberapa program, seperti pertanian, kesehatan, serta perkebunan.

Sedangkan untuk anggaran infrastruktur, pemprov berharap besar pada pinjaman sebesar Rp500 miliar dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yang sementara ini masih menunggu rekomendasi persetujuan dari DPRD Sulsel. ● wahyudi
 
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/530310/
Read More >>

SYL Terima Penghargaan Kemanusiaan PMI


Kamis, 27 September 2012 
 

BARRU,  - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo menerima penghargaan be­rupa Pin Kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat. Penghargaan ini atas prakarsanya melaksanakan do­nor danar sehingga dalam se­hari terkumpul 10 ribu kantong darah.

Penghargaan tersebut diberikan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat Provinsi Sulsel di Lapangan Sepakbola Pekkae, Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Rabu, 26 September. Kegiatan dirangkaikan dengan Temu Relawan PMI se-Sulsel.

Ketua PMI Sulsel Apiaty Kamaluddin mengatakan, te­mu karya relawan merupakan momentum penting di PMI yang diikuti 1.000 relawan dari 24 kabupaten/kota se Sulsel. “PMI adalah mitra terdekat pemerintah dalam penanggula­ngan bencana,” jelas Apiaty.

Ia mengungkapkan, PMI selalu terampil dalam persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. PMI tidak hanya hadir dalam hal donor darah, tetapi juga dalam penanganan bencana dan masalah lingkungan.

“Tidak ada kata berhenti dalam melaksanakan tugas kemanusiaan. PMI hadir tanpa membeda-bedakan suku, agama atau golongan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Bupati Barru M Idris Syukur. Ia mengungkap­kan, temu karya relawan PMI dilaksanakan untuk menjadikan generasi ke depan yang mapan dan bisa melanjutkan cita-cita para pendahulunya. Melalui temu karya relawan dan beberapa kegiatan yang dilaksanakan, acara tersebut diharap­kan akan memberi manfaat positif, khususnya dalam memberi pemahaman tentang arti dan makna tolong menolong.

“Kami ingin sampaikan, di Kabupaten Barru, PMI telah melakukan kegiatan, bukan saja donor darah, tapi lebih dari itu. PMI Barru telah melakukan pendidikan untuk generasi muda dengan membina Palang Merah Remaja di sekolah-sekolah,” terangnya.

Idris menuturkan, PMI akan menjadi suatu lembaga yang memberikan manfaat bagi tumbuh kembangnya empati generasi muda. Untuk itu, PMI Barru ke depan, optimistis akan menjadi contoh di Sulsel.

“Pemerintah kabupaten akan memberikan dukungan maksimal sehingga kegiatan kepalangmerahan ini akan berjalan baik di Barru,” tuturnya.

Ia menambahkan, masya­rakat Barru telah merasakan apa yang dilaksanakan pe­merintah Provinsi Sulsel. Khususnya, pendidikan gratis dan kesehatan gratis serta peningkatan produktivitas per­tanian.

“Kami semua berharap, semua program itu dapat ditingkatkan dan dilanjutkan untuk kesejahteraan masyarakat kita,” pungkasnya.

Sementara, pengurus PMI Pusat, Muh Muaz meng­ungkapkan, Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla, berpesan bahwa dirinya berterima kasih atas dedikasi Syahrul Yasin Limpo sebagai pelin­dung PMI.

“Pak Jusuf Kalla juga berpesan bahwa dirinya berharap, Syahrul Yasin Limpo tetap menjadi pelindung PMI hingga periode selanjutnya,” kata Muaz.

Muaz menjelaskan, PMI selalu hadir dalam setiap persoalan yang terjadi, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Dari Sulsel, PMI telah mengirim dua relawan ke Myan­mar, untuk ikut mena­ngani korban konflik Rohingya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, PMI akan mampu berdaya menghadirkan kehidupan yang makin baik dan makin damai. PMI merupakan organisasi yang bergengsi, elit, mempunyai kredibilitas, sebuah harga dari nasionalisme. PMI adalah organisasi dunia, PMI dasarnya adalah kemanusiaan dan kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesatuan dan kese­mestaan.

“Kita mau lihat hadirnya damai, teratur, dalam kehidupan kita. PMI harus menjadi lokomotif di tengah masyarakat. PMI tidak sendiri karena pemerintah selalu ada,” terangnya.

“PMI tidak boleh terkontaminasi pada masalah-ma­salah yang bisa memecah ke­damaian. PMI adalah san­daran masyarakat. Karena itu, PMI jangan terkontaminasi politik atau pilkada apapun, termasuk pilkada gubernur,” pungkasnya.

Turut hadir Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, Bupati Toraja Utara Frederick Sorri Betta, dan Wakil Bupati Luwu Utara Indah. (*/ute)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/politik/syl-terima-penghargaan-kemanusiaan-pmi
Read More >>

Ceko Siap Investasi di Sulsel


Kamis, 27 September 2012

MAKASSAR,  -- Krisis ekonomi masih melanda Eropa. Ceko ada di dalam kawasan itu. Namun, Duta Besar Ceko untuk RI, Tomas Smetanka menjamin, krisis itu belum dan tak akan berpengaruh ke negaranya.
Di hadapan para pengusaha Sulsel dalam malam ramah tamah dan kontak bisnis di Fajar Graha Pena, malam tadi, Tomas membeberkan, pondasi ekonomi Ceko sudah begitu kuat.

"Eropa krisis, namun kami tak kena imbas. Teman-teman di Indonesia, khususnya Sulsel, tak perlu khawatir," ujarnya. Para undangan bertepuk tangan atas pernyataan sang dubes.

Indonesia memang punya kepentingan terhadap kondisi ekonomi Ceko. Sejak hubungan bisnis kedua negara dimulai 1993, Ceko adalah salah satu mitra penting dan berposisi strategis di Eropa Tengah dan Eropa Timur. Ceko dan Indonesia menjalin kerja sama di bidang ekonomi seperti investasi, pariwisata, dan perdagangan. Ada juga potensi kerja sama di bidang pertahanan.

Tomas menjelaskan, selain karena kondisi riil ekonomi Ceko yang sudah kuat, hubungan dengan Eropa juga paling dominan terkait Jerman. "Jerman adalah satu-satunya negara Eropa yang ketahanan ekonominya tak goyah karena krisis ini," sebutnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi 1,7 persen atau lebih tinggi 0,2 persen dibanding Uni Eropa, Ceko cukup percaya diri untuk menambah investasi di pelbagai negara, termasuk Indonesia.
Tomas pun menuturkan, ada sejumlah hal yang bisa dikerjasamakan dengan pengusaha di Sulsel. "Kami punya teknologi canggih dan itu bisa diterapkan di Sulsel," ucapnya.

Pada kesempatan itu, deputi bidang ekonomi Kedubes Ceko untuk RI, Jan Janda membeberkan, manufaktur turbin yang berpusat di Brno, Ceko, memiliki perwakilan di Indonesia. Perusahaan bernama PT Usaha Bakti Perkasa itu memasarkan produk peralatan turbin dan layanan purnajual di Indonesia.

Kamis, 27 September hari ini, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulkarnain Arief, mengundang perwakilan PT Usaha Bakti Perkasa untuk presentasi. "Siapa tahu ada peluang yang bisa ditindaklanjuti teman-teman pengusaha," ujar Zulkarnain.

Selain turbin, Ceko juga menawarkan peralatan teknologi lainnya untuk dimanfaatkan di Sulsel yang berpotensi menyediakan bahan baku untuk diolah.
Hari ini juga, Tomas dan rombongan akan bertemu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, untuk bertukar saran terkait peluang kerja sama bisnis antara Ceko dan Sulsel.

Konsulat Kehormatan Ceko untuk Kawasan Timur Indonesia, HM Alwi Hamu, mengatakan, kehadiran dubes Ceko ini harus dimanfaatkan. "Jangan hanya Ceko yang membawa barangnya ke Sulsel, kita juga harus menyuplai barang ke sana," ucapnya.

Alwi mencontohkan saat ini, ada salah seorang pengusaha Ceko yang sekali dalam dua bulan mendatangi Maros, tepatnya Bantimurung. Dia membawa kupu-kupu yang sudah diawetkan lalu dipasarkan di negaranya. (zul/sil)


Sumber:  http://www.fajar.co.id/read-20120927010215-ceko-siap-investasi-di-sulsel
Read More >>

Ceko Incar Semen Sulsel

Kamis, 27 September, 2012 



Makassar, – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa Ceko berencana melakukan kerjasama dengan Sulawesi Selatan di bidang industri misalnya semen.

Hal tersebut sebagai salah satu perbincangan dalam pertemuan antara Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Perusahaan Ceko, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Pagi tadi, Kamis (27/09/2012).

“Ceko Incar semen Sulsel, bisa saja asal syaratnya tidak merusak lingkungan,” Terang Syahrul di Kantor Gubernur Sulsel.

Syahrul menambahkan bahwa hingga saat ini yang menjadi penyebab belum ada manuver besar di bagian industri yakni karena memperhatikan keamanan lingkungan.

“Belum ada manuver besar, karena saya tahan itu kita cari yang tidak merusak lingkungan,” Lanjut SYL. [KM03]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=15004
Read More >>

Akhir 2013 Pemancangan Tiang Monorel Sulsel Dilakukan

Kamis, 27 September, 2012



Makassar, – Pemrov Sulsel memastikan jika pembangunan proyek jalan monorel akan dilaksanakan tahun depan 2013. Kepastian ini disampaikan langsung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat menggelar konfresi pers di tras mall studio Makassar Kamis (27/09/2012).

Kepada wartawan gubernur menegaskan bahwa saat ini sudah ada investor yang menyatakan kesiapannya untuk ikut terlibat dalam poyek ini. Sehingga sebagai langkah awal dari proyek ini adalaj melakukan tender sesuai dengan aturan yang ada.

“Proses tender sesuai dengan Keppres No.54, dan kita harapkan proses tender ini selesai Agustus 2013,” Ujar Syahrul.

Dengan adanya pembuatan tiang pancang sekaligus sebagai awaldari pembangunan infrastruktur dari proyek monorel ini.

Proyek ini dianggarkan sebesar 4 Triliun dengan panjang jalan 60 kilo meter yang akan meliputi Makassar, Sungguminasa dan Maros (Mamminasata ).

Sedang untuk tahap awal akan dikerjakan sepanjang 23 km yang berada dalam wilayah kota Makassar. Jalan ini akan menghubungkan Bandara Internasional Hasanuddin Makassar ke kota Makassar. [KM02]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=15026
Read More >>

Bandara Perintis di Sulsel Terkoneksi



        
Selasa, 27 September 2012

  
MAKASSAR– Sulsel memiliki enam bandara perintis yang siap dikoneksikan satu sama lain. Lima di antaranya telah berfungsi, yakni di Kepulauan Selayar, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan satu bandara perintis di Luwu Timur.

Sementara itu, bandara yang ada di Kabupaten Bone baru akan difungsikan November mendatang. “Jika semua bandara telah berfungsi, itu akan mempermudah akses masyarakat termasuk wisatawan yang berkunjung ke Sulsel. Sehingga bisa menambah pilihan konektivitas transportasi yang cepat,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel Masykur A Sulthan di Makassar,kemarin.

Khusus untuk bandara perintis di Bone, panjang lintasannya (runway) mencapai 1.900 meter. Saat ini pembangunan seluruh fasilitas pendukungnya telah selesai. Kini bandara tersebut sudah masuk dalam tahap uji coba kelayakan bandara. Rencananya November tahun ini akan dilakukan penerbangan perdana oleh Pemprov Sulsel.

Menambah pilihan konektifitas ke depannya, pemerintah provinsi juga sedang melakukan pembangunan bandara baru di Kabupaten Tana Toraja. Bandara yang akan terletak di Buntu Kunik, Kecamatan Mengkendek tersebut akan menelan anggaran Rp700 miliar. Saat ini proses pembangunan bandara tersebut telah memasuki tahap pematangan lahan.

Karena terletak di atas bukit, pematangan lahan tersebut membutuhkan anggaran cukup besar, yakni mencapai Rp200 miliar. Distrik Manager PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Makassar Edi Nurokhman mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempelajari rute penerbangan perintis yang memungkinkan didarati Merpati.

Untuk mempermudah pembukaan rute,dia meminta pemerintah daerah berperan aktif. “Kami membuka diri untuk pembukaan rute baru dengan sistem kerjasama dengan pemda. Kami masih memiliki 20 unit pesawat Cassa N-212 buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang memang dikhususkan untuk KTI.Pesawat itu khusus untuk penerbangan perintis dengan kapasitas 50 seat,”kata Edi. rahmat hardiansya
 
Read More >>

Rabu, 26 September 2012

Pemprov Siap Bantu Ekspor Sayur Enrekang


Rabu, 26 September 2012
ENREKANG- Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo Syahrul berharap hasil pertanian masyarakat Enrekang bisa terus dikembangkan. Hasil pertanian seperti sayur mayur, kopi dan dangke punya potensi menembus pasar internasional. 

Pemprov Sulsel juga mendukung Enrekang sebagai daerah pengekspor hasil pertanian ke luar negeri. Pada 2011, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran stimulus bidang pertanian di Enrekang sekitar Rp17 miliar. Saat ini juga sudah dibangun puluhan embung untuk membantu pengairan masyarakat.

Dengan tersedianya pengairan yang baik, sektor pertanian dan perkebunan dapat lebih maju karena petani bisa mendapatkan hasil panen yang lebih baik. “Ke depan, tidak ada lagi desa di Enrekang yang tidak memiliki embung,” kata Syahrul saat membuka acara Tudang Sipulung Kawasan Kapet Pare-Pare di Masjid Taqwa,Kota Enrekang,kemarin.

Dia juga meminta Pe-merintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang mengoptimalkan peran swasta. Sektor swasta dinilai bisa memberi konstribusi besar dalam memajukan pembangunan dan perekonomian daerah. “Pemerintah dan masyarakat harus bisa memberikan ruang untuk kegiatan usaha sektor swasta di daerahnya,” ujar Syahrul.

 Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung mengatakan,Pemprov Sulsel selama ini sudah banyak membantu pemerintah dan masyarakat Enrekang. “Peran Pemprov Sulsel cukup besar dalam memajukan daerah ini,”katanya. joni lembang 

Read More >>

Pemprov Pertanyakan Data Kemenkes


Rabu, 26 September 2012
MAKASSAR – Pemprov Sulsel mempertanyakan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyatakan Sulsel merupakan provinsi di kawasan timur Indonesia (KTI) yang paling kekurangan tempat tidur di rumah sakit (RS).

Padahal peningkatan jumlah tempat tidur di RS justru saat ini meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Rachmat Latief mengungkapkan, sejak 2011, jumlah tempat tidur mengalami peningkatan dari 4.000 menjadi 5.500 buah tempat tidur.Angka tersebut dinilainya mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat Sulsel. ”Apa yang disebutkan Ibu Menkes (Nafsiah Mboi), kami belum pernah disurati atau melihat datanya. Kalau memang dinilai kurang,dari segi apanya yang kurang?,” katanya saat dikonfirmasi,kemarin.

Data Kemenkes menyebutkan, dari 12 provinsi di KTI, Sulsel menempati urutan pertama kekurangan fasilitas kesehatan tersebut yakni mencapai 1.968 buah. Laporan ini disampaikan Nafsiah Mboi pada pertemuan Forum Kawasan Timur Indonesia (FKTI) VI di Hotel Swiss Bell, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), sehari sebelumya. Rachmat Latief mengatakan, dari sekitar 5.500 tempat tidur RS yang ada,pihaknya belum pernah menemukan adanya laporan masyarakat yang mengeluhkan mengenai kurangnya fasilitas itu.

Hal ini dinilai,pemanfaatan fasilitas RS berjalan normal dengan pasien yang ada.Begitu pun dengan tempat tidur dipakai secara bergantian, sehingga pemanfaatannya mencapai di atas 85%. ”Kalau dianggap kurang, kami merasa tak pernah ada keluhan. Saya mesti lihat dulu datanya. Perincian dan dasar perhitungannya seperti apa. Kalau memang ada, kami minta Kemenkes mengirimkan data itu,”bebernya.

Saat ini, lanjut Rachmat, di Sulsel terdapat 32 RS pemerintah dan 38 RS milik swasta. Jumlah tersebut dinilainya telah mencukupi untuk melayani kesehatan warga Sulsel. Begitupun dengan data bahwa ditempatkannya Sulsel urutan pertama dalam kasus AIDS di pulau Sulawesi yakni mencapai 874 kasus. Provinsi lainnya di pulau Sulawesi menyusul Sulut 361, Sulteng 115, Sultra 58, serta Gorontalo 13 kasus.

Rachmat mengatakan, perhitungan jumlah kasus AIDS harus dilihat berdasarkan jumlah rasio penduduk dengan kasus yang ditemukan. Jangan sampai,daerah yang padat penduduk dan yang tidak disamaratakan. ”Ini harus dilihat dari rasio penduduknya dan yang terkena kasus AIDS.Jangan samakan Sulsel dengan Sulbar yang jumlah penduduknya sedikit,” bebernya.

Dia mengaku,jumlah penderita HIV/AIDS di Sulsel hingga Juni 2012 lalu mencapai 5.358. Jumlah ini merupakan akumulasi dari seluruh penderita di daerah ini, baik yang masih hidup maupun meninggal dunia. ● wahyudi 

Read More >>

International Celebes Dragon Boat - Ajang Promosi Sulsel ke Mancanegara


Rabu, 26 September 2012

Dragon Boat Festival 2012/06/23
MAKASSAR – International Celebes Dragon Boat Festival yang akan digelar di Makassar pada 2-4 November 2012 dipastikan diikuti peserta dari 10 negara. Event tersebut diharapkan mampu memberi dampak positif bagi kepariwisataan dan perekonomian di Sulsel. 


“Event itu akan mendatangkan setidaknya 300 orang peserta ke Makassar,”kata Ketua Panitia Celebes Dragon Boat, Arwan Tjahyadi di Makassar kemarin. Kunjungan 300 orang peserta asing tersebut juga dipastikan memberikan dampak ekonomi, apalagi jika acara dilaksanakan dengan baik. Tidak menutup kemungkinan, kata dia,peserta dari 10 negara tersebut akan mempromosikan Makassar sepulangnya mereka ke negara masing-masing.

Peserta yang memastikan hadir di antaranya dari New Zealand, Filipina, Australia, Kanada, Taiwan,Macau,Hongkong, Singapura, Malaysia, Myanmar dan tuan rumah Indonesia. “Dragon boat ini adalah cabang olahraga yang terbesar pesertanya. Bisa sampai 20 orang sekaligus. Kalau tiap negara diwakili 25 orang dengan ofisialnya, berarti 300 orang akan ada di Makassar selama event berlangsung,Itu peluang yang sangat besar buat ekonomi Makassar,”ujarnya.

Penasihat Lingkar Penulis Pariwisata (LPP) Bambang Haryanto mengatakan, acara tersebut pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia dan sudah terdaftar di International Dragon Boat Federation (IDBF) sehingga perlu diapresiasi. “Ajang ini masih dalam tahap sosialisasi dan melibatkan teman-teman penulis pariwisata nasional maupun luar negeri. Kita berharap keterlibatan mereka bisa memperkenalkan event ini ke sejumlah negara- negara lain,”kata dia.

Pemerintah Provinsi Sulsel juga diminta mengapresiasi acara ini karena akan menjadi momentum untuk menjadikan Sulsel sebagai tempat yang layak untuk berwisata dan indah untuk bermukim. rahmat hardiansya 

Read More >>

Selasa, 25 September 2012

Sulsel Diharap Miliki Cadangan Listrik 35%


Selasa, 25 September 2012
MAKASSAR – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) diharapkan menjadi contoh penerapan pengadaan cadangan listrik hingga 35% untuk kawasan timur Indonesia (KTI) sebagaimana diterapkan di Pulau Jawa dan Bali.


“Jika di Pulau Jawa dan Bali bisa miliki cadangan listrik hingga 35%, kenapa tidak untuk KTI.Apalagi Sulsel memiliki peranan yang cukup besar bisa menjadi contoh pengadaan cadangan listrik hingga 35% itu,”kata Direktur Operasional PT PLN Wilayah KTI Fickner Sinaga di Makassar,kemarin. Dengan adanya cadangan hingga 35%,menurut Fickner, jaminan untuk kebutuhan listrik masyarakat akan terjaga.

Apalagi dalam prosesnya,tiba- tiba terjadi kesalahan teknis, cadangan tersebut bisa digunakan sehingga masyarakat tidak dirugikan secara menyeluruh. Tingginya harapan Fickner menjadikan PLN Sulselrabar sebagai percontohan di KTI setelah melihat pertumbuhan perusahaan listrik swasta di daerah ini.Sekitar 60% dari kebutuhan listrik PLN dipenuhi perusahaan swasta,hanya 40% pembangkit PLN yang menyokong energi di daerah ini.

“Itu satu pertanda baik karena jika bergantung pada kemampuan PLN membangun pembangkit, tidak akan mampu dipenuhi dalam waktu cepat. Dengan mendorong swasta itu adalah langkah yang strategis dan bisa jauh lebih berkembang,” kata dia. Sebagai langkah pertama, dalam waktu dekat ini PLN akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Sulsel,namun lokasinya masih dirahasiakan.

Ke depan, PLN juga akan mengurangi penggunaan bahan bakar minyak guna menghemat biaya operasional. Untuk di KTI, PLN juga telah menyiapkan 33 genset sebagai antisipasi jika terjadi kesalahan teknis.Genset yang digunakan PLN tersebut milik PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makassar yang telah join dalam pemanfaatan aset.

“Khusus untuk Sulsel akan ditempatkan 10 unit. Di mana akan diletakkan di jantungjantung kepadatan seperti di Makassar agar bisa menjadi cadangan,”kata dia. Sementara itu General Manager PT PLN Sulselrabar Zulkifli Abdullah Puteh mengatakan, hingga kini listrik swasta yang dikelola PLN mencapai 300 Mega Watt (MW).

Sementara beban puncak seluruh Sulsel mencapai 630 MW,masih tersedia 170 MW daya PLN yang belum terpakai. “Ke depan, sejumlah pembangkit baru yang berasal dari swasta akan masuk ke PLN. Ini terus kami dorong karena penyerapan energi akan 100% dilakukan. Harga beli yang kami berikan kepada investor juga terjamin sesuai dengan ketetapan pemerintah,”tuturnya. rahmat hardiansya

Read More >>

Masih Ada Kepala Daerah Tak Pahami Tugasnya


Selasa, 25 September 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel meminta Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) untuk memperbanyak bimbingan serta pembekalan kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah yang baru terpilih.

Alasannya,sejumlah kepala daerah diketahui belum memahami tugas-tugas pemerintahan. Dikhawatirkan kondisi tersebut akan menimbulkan persoalan dan distorsi dalam menjalankan roda pemerintahan. Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengatakan, salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memperbanyak bimbingan kepada kepala daerah tentang bidang tugasnya di wilayah masing-masing.

Agus mencontohkan ketidaktahuan mengenai persoalan batas-batas wilayah ataupun sengketa pertanahan yang kerap menimbulkan konflik antarmasyarakat. “Kepala daerah di Indonesia khususnya di Sulsel masih ada yang belum mengetahui tugasnya dengan baik. Ini yang bagaimana harus dipertajam, supaya dia tahu tugasnya, termasuk tanah-tanah terlantar, batas daerah. Itu bisa timbulkan konflik,”jelasnya usai menerima kunjungan Tim Deputi Pengkajian Strategis Lemhanas RI di Kantor Gubernur Sulsel kemarin.

Sementara itu, kedatangan Tim Lemhanas tersebut dalam rangka persiapan kegiatan seminar nasional dimana Kota Makassar ditunjuk sebagai tuan rumah pada akhir September 2012 mendatang. Seminar yang rencananya dihadiri sejumlah kepada daerah dari Indonesia ini akan membahas mengenai penguatan kepemimpinan nasional di daerah dalam mendorong percepatan pembangunan nasional. “Mereka butuhkan input stakeholder dari kabupaten/kota. Karena akan melaksanakan seminar di Makassar nanti,” ujarnya.

Terpisah,anggota tim Deputi Pengkajian Strategi Lemhanas RI Endaryoko yang dikonfirmasi mengenai pertemuannya dengan Wagub Agus Arifin Nu’mang,menyebut hanya bersifat silaturahmi. “Nanti saja, Rabu (26/9) yah. Kita adakan seminar di Makassar.Kita ke sini cuma tatap muka saja dengan Pemprov Sulsel untuk pendalaman kajian,” sebut Endaryoko. wahyudi

Read More >>

Eks THR Disulap Jadi Taman Kota: Pemprov Tambah RTH Makassar

Selasa, 25 September 2012


MAKASSAR, -- Ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai paru-paru kota di Makassar akan bertambah. Pemprov Sulsel akan membangun taman kota dengan delapan atribut kota hijau seluas 5000 meter persegi di Jalan Kerung-kerung.

Kepala Seksi Informasi dan Tata Laksana UPTD Mamminasata Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulsel, Andi Yurnita mengatakan, pembangunan taman kota di Jalan Kerung-kerung memanfaatkan lahan Pemkot Makassar di eks lokasi Taman Hiburan Rakyat (THR).

Pembangunan ruang terbuka hijau ini kerja sama Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum, Pemprov Sulsel, dan Pemkot Makassar melalui Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH).

"Pembangunan RTH baru ini insentif dari Pemerintah Pusat agar Pemprov Sulsel meningkatkan RTH di wilayah kabupaten/kota. Ini sekaligus insentif kepada daerah yang telah menyelesaikan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah," kata Yurnita, Senin, 24 September.

Selain Makassar, Pemprov Sulsel juga mengalokasikan pembangunan taman kota di Luwu Timur dan Parepare. Taman kota di Luwu Timur dibangun di Kelurahan Puncak Indah dan di Parepare di Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki.

Total dana yang digelontorkan untuk pembangunan taman kota sebesar Rp1,4 miliar. Anggaran ini terbagi untuk penyusunan masterplan, sosialisasi ke masyarakat dan komunitas hijau kota, penyusunan peta hijau dan DED sebesar Rp600 juta. Pembangunan fisik tiga taman kota dianggarkan Rp850 juta.

Yurnita memaparkan, pembangunan taman kota di Jalan Kerung-kerung menggunakan delapan atribut kota hijau yakni, pemanfaatan energi matahari untuk penyediaan energi listrik, bangunan di dalam taman seperti toilet memanfaatkan listrik dari energi matahari untuk penerangan.

Utilitas taman juga menyediakan tempat pejalan kaki dan jogging track. "Dari konsep green water, disediakan kolam air di dalam taman sebagai pendingin suhu mikro. Karena lokasi taman kota saat ini digunakan warga untuk bertanam sayuran, maka kami juga melibatkan warga agar tidak ada yang merasa dipinggirkan," kata Yurnita.

Taman kota di eks THR Makassar berbeda dengan RTH yang juga akan dibangun Pemkot Makassar di Jalan Kerung-kerung melalui bantuan dana Kementerian Lingkungan Hidup. Pembangunan taman kota baru akan menambah jumlah RTH yang masih minim di Makassar.

Identifikasi RTH kerja sama JICA Mamminasata dengan Pemkot Makassar pada 2011, luas ruang terbuka hijau (RTH) di Makassar hanya 1.173,69 hektare atau 6,7 persen dari luas wilayah Kota Makassar. RTH di Makassar tersebar di Biringkanaya (217,52 hektare), Bontoala (6,31 ha), Makassar (8,67 ha), Mamajang (6,59 ha), Manggala (57,79 ha).

RTH juga terdapat di Mariso (9,62 hektare), Panakkukang (63,50 ha), Rappocini (17,55 ha), Tallo (392,60 ha), Tamalanrea (187,71 ha), Ujungpandang (9,26 ha), dan Wajo (1,94 ha).

"Penambahan RTH melalui program P2KH diharapkan mampu memberikan efek leverage yang secara signifikan menambah persentase luasan RTH publik sebesar 20 persen serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan," kata Yurnita. (rif/pap)

Read More >>

Syahrul Klaim Pembangunan di Sulsel Sudah Merata



Selasa, 25 September 2012

MAKASSAR – Incumbent Syahrul Yasin Limpo mengklaim telah melakukan pembangunan secara merata selama kepemimpinannya dalam empat tahun terakhir di Sulsel. Saat berkunjung di Kabupaten Maros kemarin, mantan Bupati Gowa dua periode ini mengaku sudah membangun infrastruktur jalan yang mendorong perekonomian masyarakat.


Dia memaparkan, dalam empat tahun terakhir, terjadi pencapaian yang luar biasa di Sulsel. Terbukti, pendapatan penduduk bertambah, perekonomian melaju pesat,dan pembangunan jalan terus berlanjut. Salah satu yang masih akan dilaksanakannya, yakni pembangunan jalan poros Maros- Bone, dimana tidak lagi berkelok- kelok karena akan dibuat bertingkat dan lurus. “Ini bukan janji pilgub, karena sudah masuk program MP3EI,” ujar Syahrul di hadapan masyarakat Maros.

Dalam kunjungannya, Syahrul juga memberikan bantuan berupa pompa air kepada warga di Kecamatan Camba, Mallawa, dan Cenrana yang diserahkan secara simbolis di sela-sela acara silaturahmi dengan warga di Dusun Tana Tengnga, Maros.

Sementara itu, DPD II Golkar Maros selama dua hari berturut- turut melakukan konsolidasi, sekaligus mengukuhkan tim Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang (Sayang) jilid II di 14 kecamatan. “Untuk Maros, kami yang menjadi penanggungjawabnya. Dan itu sudah mutlak bahwa Sayang harus menang di daerah ini,” ungkap Ketua DPD II Golkar Maros A Husain Rasul.

Di hari yang sama,dukungan terhadap duet incumbent Sayang juga datang dari daerah lain.Anggota DPRD Luwu Ruddin Sibutu mengaku, siap memenangkan Syahrul-Agus di wilayahnya. Legislator Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI) Luwu ini bahkan sudah membentuk Tanaka Tim untuk Sayang jilid II.

 Ketua DPD II Golkar Luwu Andi Mudzakkar juga meminta seluruh pengurus,kader, dan simpatisan partai untuk tetap solid memenangkan incumbent. “Seluruh kader Golkar harus all out untuk memenangkan Pak Syahrul dan Agus di pilgub.Jangan lagi ada yang menganggap bahwa Golkar Luwu tidak solid,” ujar Andi Cakka, sapaan akrab Andi Mudzakkar yang juga Bupati Luwu ini.

Sementara dukungan dari Tana Toraja, datang dari DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Mereka juga menyatakan siap memenangkan pasangan incumbent. jumardin akas/najmi s limonu/joni lembang/ chaerul baderu

Read More >>

Senin, 24 September 2012

Pinjaman ke PIP - Pemprov Tunggu Rekomendasi Dewan


Senin, 24 September 2012

MAKASSAR – Rencana Pemprov Sulsel untuk mengajukan pinjaman sebesar Rp500 miliar ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP) diserahkan sepenuhnya kepada persetujuan DPRD Sulsel.

Hingga kini,pemprov telah melengkapi seluruh administrasi serta kelengkapan pinjaman tersebut kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Satu-satunya yang ditunggu sekarang ini adalah rekomendasi DPRD. ”Semua sudah kita lengkapi persyaratannya.Kita juga sudah masukkan permohonan ke DPRD. Sekarang kita tinggal tunggu rekomendasinya bagaimana,” kata Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Yaksan Hamsah di Makassar, kemarin.

Pinjaman dari pemerintah pusat tersebut direncanakan untuk dipergunakan membiayai perbaikan sejumlah infrastruktur jalan yang rusak di daerah ini.Total jalan yang akan dimaintenance yakni sepanjang 200 kilometer (km). Rekomendasi persetujuan wakil rakyat ini nantinya akan melengkapi berkas untuk dikirimkan ke PIP dan Kemenkeu. Yaksan berharap, rekomendasi ini turun sebelum akhir 2012. ”Kita harap ini rampung tahun ini juga, sehingga anggaran pinjamannya mulai cair tahun ini,” katanya saat dihubungi SINDO.

Yaksan menambahkan, pencairan tersebut tidak sepenuhnya bisa dilakukan pada tahun ini, melainkan secara bertahap hingga 2013 mendatang. ”Ini multy-years.Yang penting proses administrasi telah rampung, sudah gampang itu pencairannya,” tandas Yaksan yang juga menjabat Asisten II Bidang Ekonomi Pemprov Sulsel ini.

Sekretaris Komisi D DPRD Sulsel Amir Uskara yang dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya telah membentuk panitia khusus (Pansus) terkait rencana pemprov tersebut. Tim pansus ini, kata dia, telah meninjau beberapa daerah di Indonesia yang telah mendapatkan anggaran pinjaman serupa dari PIP, termasuk mendatangi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kemenkeu.

Amir Uskara yang juga Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulsel ini menyebutkan,secara fiskal keuangan daerah, Sulsel dianggap bisa melakukan peminjaman sebesar Rp500 miliar, termasuk pengembaliannya ke pemerintah pusat.

 Selain itu, Sulsel juga diuntungkan karena telah mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berturut- turut dua kali dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. ”Namun, sekarang yang kita tengah kaji adalah bagaimana pemanfaatannya. Serta apakah pinjaman ini benarbenar dibutuhkan untuk saat ini atau tidak?,” katanya tadi malam.

Sebelumnya,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku, infrastruktur jalan harus menjalani maintenance ringan dalam dua tahun sekali. Namun,dengan anggaran yang ada sekarang, banyak ruas jalan yang tak pernah tersentuh perbaikan selama sembilan bulan.

”Kalau tak dikejar dari sekarang, jalan yang rusak sedang akan mengalami kerusakan berat.Kami berharap semoga DPRD menyetujui pinjaman dana ini,” kata Syahrul belum lama ini. ● wahyudi

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/529334/
Sumber Gambar: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2012/05/flash-pacu-perbaikan-jalan-sulsel-butuh-anggaran-rp500-miliar/
Read More >>

Rumah Kemasan Dorong Peningkatan Kualitas Produk UKM



SENIN, 24 SEPTEMBER 2012 

packaging
MAKASSAR,  – Rumah kemasan senilai Rp1,6 miliar dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperuntukkan mendorong pe­ningkatan kualitas produk usaha kecil dan menengah.
“Produk UKM di daerah masih ba­nyak yang terkendala persoalan kemasan, sehingga harganya di pasaran masih rendah,” kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel Yohannes Tanggu di Makassar, Sabtu, 22 September.
Menurut dia, rumah kemasan tersebut dapat dimanfaatkan para pelaku UKM sebelum melempar produknya ke pasaran, sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik.
Dia mengatakan, dari total dana pe­ngadaan rumah kemasan yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat itu, sebanyak Rp2 miliar digunakan untuk pe­ngadaan mesin, sedang selebihnya untuk pembiayaan bangunan.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulsel diketahui, sedikitnya terdapat 300 UKM yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel.
“Dari UKM itu masih banyak yang mengemas produknya dengan peralatan yang sangat sederhana, karena itu ke depan produk UKM di daerah ini sudah bisa bersaing dengan produk yang ada di pasaran yang menggunakan kemasan berteknologi,” katanya, dikutip dari Kantor Berita Antara.
Dia mengatakan, pengadaan rumah kemasan tersebut agak molor dari yang dijadwalkan, namun diharapkan pemanfaatannya yang dijadwalkan mulai September 2012 dapat optimal digunakan para pelaku UKM.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pihaknya melakukan sosialisasi ke seluruh kabupaten/kota agar rumah kemasan itu dapat digunakan secara optimal oleh pelaku UKM untuk meningkatkan kualitas produknya, khususnya yang bergerak di sektor produk olahan perikanan. (*/ami)
Read More >>

Sulsel Ekspor Garam



Senin, 24 September 2012

MAKASSAR– Mulai tahun ini garam yang banyak diproduksi di Takalar dan Jeneponto masuk dalam daftar komiditi ekspor Sulsel ke beberapa negara.

Walau intensitasnya masih kecil, namun garam yang dikelompokkan bersama belerang, kapur dan semen menjadi 10 komoditi ekspor unggulan Sulsel. Langkah ekspor tersebut telah sejalan dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 58/M-DAG/PER/9/2012 tentang Impor Garam. Di mana pemerintah melakukan pembatasan impor garam untuk melindungi petani garam di Indonesia termasuk Sulsel agar bisa berdaya saing tinggi.

“Garam menjadi perhatian pemerintah setelah banyak tudingan, impor garam menjadi penyebab rendahnya harga garam petani karena impor dilakukan saat musim panen petani,” ujar Direktur Impor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda Imbang Jaya saat hadir di Makassar, pekan lalu.

Imbas diberlakukannya permendag impor garam pada Juli lalu itu memang belum begitu besar buat Sulsel. Dari Januari hingga Juli tahun ini nilai FBO (Freight On Board) yang dibukukan Sulsel masih relatif kecil,hanya USD30,56 juta,dan masih berada di bawah komoditi nikel,kakao,hasil laut dan obat-obatan.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel per Juni 2012 Sulsel mengeskpor garam senilai USD0,67 juta.Tetapi di Juli di mana peraturan impor garam diberlakukan pemerintah, Sulsel sama sekali tidak melakukan ekspor. Menurut Arlinda,ke depannya jika permendag itu berjalan dengan baik, diharapkan industri garam dalam negeri bisa bangkit. sehingga bisa memenuhi kebutuhan garam dalam negeri. Garam tersebut dikelompokkan menjadi garam industri dan garam konsumsi, nilai ekspornya juga bisa lebih tinggi.

Dalam peraturan impor garam yang diterbitkan Kemendag itu menetapkan, impor garam konsumsi nasional tahun 2012 hanya sebesar 533.000 ton dibagi ke dalam dua tahap.Yaitu tahap pertama Maret hingga April 2012 sebesar 300.000 ton dan tahap kedua Mei hingga Juni 2012 sebesar 233.000 ton. “Dalam Permendag itu juga ditetapkan masa larangan impor garam konsumsi dimulai dari bulan Juli atau satu bulan sebelum masa panen raya,sampai dengan Desember 2012 atau dua bulan setelah masa panen raya. Ini dilakukan sematamata untuk melindungi petani dalam negeri,”kata dia.

Hanya saja, peraturan larangan impor itu hanya berlaku untuk garam konsumsi. Garam industri dikecualikan dari masa larangan karena memiliki spesifikasi khusus yang belum dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri, sehingga seluruhnya masih dipenuhi dari impor. ● rahmat hardiansya 

Read More >>

Disbudpar Minta Pengelolaan Parkir GDP


Senin, 24 September 2012

image
MAKASSAR– Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel meminta agar pengelolaan parkir wahana permainan Gowa Discovery Park (GDP) diserahkan ke Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sombaopu

Permintaan Disbudpar tersebut lantaran hingga kini baik Pemprov Sulsel maupun manajemen GDP belum melakukan perjanjian kerjasama (PKS) terkait pengelolaan parkir. ”Sementara ini masih dalam pembahasan. Kita minta agar parkir GDP dikelola langsung oleh UPTD Sombaopu, dan hasilnya masuk ke kas daerah,” kata Plt Kadisbudpar Sulsel Jufri Rahman di Makassar, kemarin.

Beberapa waktu lalu, pemprov dan PT Mirah Mega Wisata menandatangani PKS mengenai wahana waterboom, taman burung, dan trytoop di GDP. Dalam PKS itu, pemprov menerima 20% keuntungan, sedangkan investor 80%. Sedangkan untuk lahan parkir, belum disepakati pembagian hasilnya ke daerah. Pasalnya, lahan parkir seluas dua haktare tersebut di luar perjanjian sebelumnya. ”Lebih bagus memang kalau parkirnya dikelolasendiri, supaya tidakrepot lagi bagi hasilnya.Apalagi,ada UPTD kita di sana,”bebernya.

Diketahui, GDP dibangun di perbatasan Gowa dan Makassar pada rancang bangunnya terdiri atas taman gajah seluas 2,3 hektare,taman burung 1,7 hektare,waterboom 3 hektare dan treetop outbond 3 hektare. Seluruh lahan yang digunakan merupakan milik Pemprov Sulsel. Diperkirakan, biaya yang digunakan pada pembangunan taman ini mencapai Rp67 miliar. Proyek ini juga berada di kawasan bersejarah Benteng Sombaopu.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim menyebutkan, penambahan areal parkir ini akan dibahas kerjasamanya dalam waktu dekat ini. Dia beralasan, penambahan areal ini tidak termasuk dalam kawasan GDP. ”Kalau masalah areal parkir di sana, saya putuskan untuk diperjanjikan di kemudian hari.Pasalnya,areal itu tak masuk lokasi, tapi sudah mereka bangun,” ujarnya kepada wartawan kemarin.

Terkait penambahan lahan parkir tersebut, pihaknya juga mengusulkan untuk dikelola UPTD Disbudpar Sulsel ataupun ditangani langsung oleh PT MMW sebagai pengelola GDP. ● wahyudi


Read More >>