Kamis, 04 Oktober 2012

Wirausaha Baru Dapat Bantuan dari Disperindag


Kam, 04/10/2012 -


Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan memberikan bantun kepada wirausaha baru. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Disperindag Sulsel, Rabu, 3 oktober 2012 yang disaksikan Dirjen Kementerian Perindustrian RI, Hasbih Assidiq. Penyerahan bantuan sebanyak 40 item terdiri dari mesin pembuatan telur asin, estalase jualan, bantuan tenda kepada PK5 Makassar, blender, kompos gas, meja makan, kulkas dan sejumlah peralatan dapur lainnya.

Kadis Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, yang paling terkenal jiwa pedagang hanya orang Padang dan orang Makassar. Untuk itu, lewat bantuan ini sangat membantu meringankan beban para wirausaha baru. Selain penyerahan bantuan, juga turut dibangun rumah coklat yang berlokasi di belakang Monumen Mandala. Di rumah coklat nantinya akan diperlihatkan proses pembuatan coklat yang berstandar internasional. Rumah coklat, rencananya akan diresmikan oleh Presiden RI yang turut dirangkaian dengan Hari Jadi Sulsel.

Rumah coklat di harapkan menjadi salah satu ikon Sulsel. Rumah ini merupakan tempat di mana gerai-gerai coklat lokal sulsel di buka untuk wisatawan yang ingin mencicipi rasa coklat dari sulsel. Untuk menggenjot pemasaran, pemprov. akan mewajibkan semua perusahaan travel dan hotel di sulsel untuk membawa wisatawan mancanegara berkunjung ke rumah coklat sebagai bagian dari paket wisata. Di sela-sela penyerahan bantuan wirausaha baru, turut diserahkan plat nomor polisi untuk mobil merk Moko yang diserahkan langsung Kepala Samsat untuk 54 unit kepada Kadis Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/wirausaha-baru-dapat-bantuan-dari-disperindag
Read More >>

Rabu, 03 Oktober 2012

Gubernur Launching Laboratorium Komputer


Rab, 03/10/2012 
Para  siswa SMK laniang yang terletak di Kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP) mampu merakit sejumlah peralatan Komputer dengan rangka dari barang bekas. Mereka juga mampu merakit alat traktor tangan. Kreatifitas para siswa ini mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, yang sekaligus melaunching laboratorium kumputeryang ada di SMK Laniang. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, HM. Roem, Ketua Komisi D DPRD  Sulsel, Adil Patu.

Ketua Yayasan Laniang, Samsu Niang, menjelaskan, yayasan yang mengelola SMK Laniang juga telah membuka SD Laniang, SMP Laniang, termasuk SLB Laniang. Untuk SMK Laniang ada tiga jurusan yang disiapkan, yakni keperawatan, teknik komputer dan jaringan dan teknik kendaraan ringan. Bahkan yayasan ini akan membuka STKIP Laniang. Ini kita lakukan untuk mendukung program pendidikan gratis pemerintah. Untuk itu, sekolah ini kita bangun dengan membebaskan biaya bagi para siswanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan, perguruan Laniang diharapkan menjadi salah satu simbol lahirnya pendidikan yang berkualitas di Sulawesi Selatan yang telah menerapkan pendidikan gratis. Pada kesempatan itu Gubernur juga menjanjikan bantuan 30 unit komputer sebagai komitmen pemerintah provinsi untuk peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan.

Read More >>

Gubernur Sulsel Buka Jambore PKK Ispirasi Kemandirian Daerah


Rab, 03/10/2012 -
Tema, Sayang Ibu Keluarga Damai merupakan sumber energi dan kekuatan baru sebab di telapak kaki Ibu ada Surga dan Kasih sayang, sehingga berdosalah kita bila ibu sempat menangis dan sakit hati atas perbuatan dan kelakuan kita, dan menyingngggung perasaannya. Demikian dikatakan Gubernur  Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo ketika membuka acara Temu Kader PKK  dengan tema, Sayang Ibu Keluarga Damai di Bumi Perkemahan Ge’tenga Mengkedek Kab. Tana Toraja, Selasa 02 Oktober 2012. .
Gubernur lebih Lanjut mengatakan, meski begitu Jambore PKK adalah konsultasi  dan solidaritas akselerasikan program pembangunan sepatutnya mendapat dukungan dan PKK  menuju kemandirian  daerah.
Pada kesempatan tersebut  Ketua Tim penggerak PKK, Provinsi Sulawesi Selatan, Ny drg HJ. Ayunsri Harahap, menjelaskan prestasi  PKK Provinsi Sulawesi Selatan terbaik di Indonesia dan memiliki Jumlah kader 376.023 ribu hingga kepolosok desa dengan penuh hati kerja sukarela. Jambore ini di ikuti 3.000 kader dari 154 Lembanga dan Kelurahan yang tersebar di 19 Kecamatan.

Read More >>

Indeks Konsumen Sulsel Kian Membaik


Rabu, 03 October 2012
MAKASSAR – Perkembangan indeks harga konsumen di Sulsel pada September lalu tidak lagi mengalami inflasi seperti tiga bulan sebelumnya.

Sulsel yang merupakan gabungan empat kota, Makassar, Parepare, Palopo dan Watampone mencatatkan deflasi 0,12% atau mengalami perbaikan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono mengatakan, deflasi dialami Sulsel akibat turunnya harga-harga pada dua kelompok pengeluaran, yakni pada kelompok bahan makan serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. “Masing-masing turun 1,13% dan 0,13%,” kata Bambang di Makassar, kemarin. Walau dua kelompok pengeluaran itu mengalami penurunan indeks, tetapi lima kelompok pengeluaran masyarakat lainnya mengalami inflasi.

“ Hanya saja, inflasi yang disebabkan tidak begitu besar, sehingga Sulsel mengalami deflasi walau nilai indeksnya cukup kecil dibandingkan provinsi lain,”kata dia. Sementara itu, sektor ekspor impor Sulsel juga tidak bergerak baik. Ekspor Sulsel mengalami penurunan 11,94% jika dibandingkan bulan sebelumnya. rahmat hardiansya 

Read More >>

Selasa, 02 Oktober 2012

Bahasa Daerah Terancam Punah, Pemprov Sulsel Akan Buatkan Perda


Selasa, 2 Oktober 2012 
Syahrul Yasin Limpo [google]Syahrul Yasin Limpo [google]
[MAKASSAR] Bahasa daerah terancam punah dan semakin jarang digunakan oleh generasi muda.   Itulah sebabnya banyak yang tidak mengetahui bahasa daerah leluhurnya, apalagi memang ada yang gengsi menggunakan bahasa daerah.  

Untuk menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah di lingkungan pendidikkan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan membuat peraturan daerah (Perda).   

Bahasa daerah yang sering disebut sebagai bahasa ibu, keberadaannya akan berakhir secara sederhana, kemungkinan melalui proses perkawinan dengan suku yang berbeda, sehingga seorang anak sulit untuk mengetahui bahasa daerah dari kedua orang tuanya.   

"Saya ini contohnya, ibu saya suku Bugis ayah saya suku Makassar, saya faham jika orang berbahasa Bugis, namun lidah saya lebih terbiasa dengan bahasa Makassar,” ujar Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat membuka Kongres Internasional II Bahasa-Bahasa Daerah Sulawesi Selatan di Baruga Sangianseri, Gubernuran, Makassar, Senin (1/10) malam.   

Kongres tersebut bertema mewujudkan jati diri masyarakat melalui revitalisasi bahasa-bahasa daerah di Sulsel dalam bentuk penguatan, pemantapan dan pelestarian berbagai usaha pemerkayaan bahasa nasional, berlangsung tiga hari di Sahid Hotel Makassar, diikuti 384 peserta dari kalangan ilmuan bahasa, pendidik, wartawan, pemerhati bahasa daerah dari dalam maupun luar negeri.   

Di Indonesia terdapat lebih 745 bahasa daerah, 30 persen diantaranya mengalami kepunahan hanya dalam tempo 20 tahun. Beruntung, di daerah-daerah masih banyak anak sekolah yang bergaul memakai bahasa ibu, namun di kota, kondisi itu terbalik, mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, bahasa bergaulnya sudah memakai bahasa nasional.  

Salah satu cara untuk memperlambat kepunahan bahasa daerah itu adalah melalui penerapan pelajaran bahasa daerah di sekolah.   

Untuk itu, Syahrul menyambut baik adanya kongres bahasa daerah tersebut yang dapat menumbuhkan muatan lokal di sekolah dasar hingga menengah. 

Diharapkan, hasil kongres ini dapat mencapai tujuan menghimpun gagasan pemikiran dan pendapat dari pada pakar dan para pemerhati bahasa daerah Sulsel untuk dijadikan sebagai dasar perumusan kebijakan dalam melestarikan bahasa daerah.   

Selain itu untuk mencapai rumusan program pembakuan bahasa-bahasa daerah di Sulsel, terutama aksara, ejaan tata bahasa dan perkamusan dalam rangka pengentasan buta aksara serta terhimpunnya masukan dalam rangka penyusunan konteks pengajaran bahasa daerah, sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan dalam rangka pelaksanaan kurikulum muatan lokal di Sulsel.   

Di kesempatan itu dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Mansyur MS dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tentang penetapan bahasa dan sastra daerah sebagai kurikulum muatan lokal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Sulsel yang terdiri dari bahasa Bugis, Makassar, Masenrengpulu (enrekang) dan Toraja. [148]

Read More >>

Sulawesi Selatan Tuan Rumah Pertemuan Bakohumas Se Indonesia


Sel, 02/10/2012


Sulawesi Selatan tahun ini akan menjadi tuan rumah penyelenggara Pertemuan Bakohumas Seluruh Indonesia, yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 - 7 November 2012 di Hotel Aston Jl. Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pertemuan ini akan dihadiri oleh para pejabat Humas provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia dan dibuka oleh Wakil Presiden RI Bapak Budiono.

Kami mengajak para humas seluruh Indonesia dapat beramai-ramai ke Makassar untuk menghadiri pertemuan Bakohumas seluruh Indonesia sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi Sulawesi Selatan yang saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini dikatakan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Selatan, H. Agus Sumantri, Selasa, 2 Oktober 2012.

Read More >>

Permintaan RSS di Sulsel Naik 10 Persen

Selasa, 02 Oktober 2012 

MAKASSAR,  – General Manager Perum Perumnas Wilayah VII Makassar Pertama Ba­ngun mengatakan, permintaan rumah murah atau rumah sangat sederhana (RSS) di Sulawesi Selatan meningkat 10 persen per tahun.

“Karena itu, kami berusaha memenuhi permintaan tersebut dengan menyiapkan rumah tipe RSS di sejumlah lokasi di Sulsel,” kata Pertama di Makassar, Senin, 1 Oktober.

Menurut dia, tingginya permintaan rumah murah itu, diharapkan pengembang dapat menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan pembiayaan Rp89 juta per unit. Hal tersebut dimaksudkan untuk membantu pengadaan rumah murah bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Khusus periode 2012, lanjut dia, pihak Perum Perumnas Wilayah VII menyiapkan 200 unit RSS di wilayah Bumi Tamalanrea Permai (BTP) dan 300 unit rumah sederhana (RS) di wilayah Antang, Makassar.

Sementara di Kota Pare-Pare, Sulsel, Perum Perumnas menyi­apkan 400 unit RS untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat setempat.

Mengenai kendala pembangunan perumahan di sejumlah lokasi, dia mengakui, karena lahan semakin terbatas. Selain itu, juga karena keterbatasan dana dari pemerintah pusat atau pemerintah kabupaten/kota untuk berpartisipasi.

“Padahal diketahui, pembiayaan perumahan setiap tahunnya meningkat, karena harga bahan bangunan terus naik,” katanya, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Sementara kendala di lapangan juga karena kurangnya koordinasi antara pihak Perumnas dan peme­rintah daerah setempat baik me­ngenai persoalan perizinan maupun pajak. (*/ami)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/permintaan-rss-di-sulsel-naik-10-persen
Read More >>

Target Dua Juta Ekor Sapi


Selasa, 02 Oktober 2012 



Target dua juta ekor sapi dan kerbau oleh Pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup rasional. Target ini bakal terealisasi di tahun 2016, tentu saja dengan pembenahan berbagai perangkat, baik ketersediaan bibit sapi maupun kesiapan penyuluh kesehatan hewan.

Untuk mewujudkan target tersebut, Gubernur Provinsi Sulsel Syahrul Yasin Limpo sudah menyerahkan sebanyak 72 unit sepeda motor kepada petugas operasional Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan), Petugas Inseminasi Buatan (PIB), dan Partisipatory Disease Sorvelen Respont (PDSR) 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Diharapkan, dengan adanya bantuan alat penunjang operasional ini proses untuk mencapai target ini bisa berjalan lancar dan tepat sasaran.

Target ini dinilai akan terpenuhi dengan cepat, karena potensi sumber daya alam yang berada di daerah Sulsel ini sangat baik untuk pengembangan usaha di bidang peternakan antara lain pengembangan sapi, kerbau, kambing, dan ayam buras.

Dengan begitu, dapat membantu meningkatkan perekonomian di Sulsel, terutama untuk menopang kehidupan masyarakat. Apalagi, sektor peternakan akan berintegrasi langsung dengan kondisi ekonomi kerakyatan.

Untuk meningkatkan pengembangan peternakan dan kesehatan hewan di Sulsel perlu adanya partispasi semua pihak terkait, baik dari dinas, penyuluh, organisasi masyarakat, terutama petani ternak sendiri.

Persoalan peternakan dan kesehatan hewan bukan hanya menjadi tugas aparat pemerintah. Tetapi, kita semua dari masyarakat, organisasi dan profesi asosiasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan serta praktisi di pusat maupun di daerah.

Dari 72 bantuan sepeda motor operasional untuk mewujudkan program dua juta ekor sapi dan kerbau, empat unit diberikan kepada Poskeswan, 20 unit kepada Petugas Inseminasi Buatan (PIB), dan 48 unit Partisipatory Disease Sorvelen Respont (PDSR) 24 kabupaten/kota.
Sebelumnya, pemprov juga telah bantuan kepada kelompok peternak di Sulsel ini untuk mewujudkan program tersebut.

Jika target ini tercapai, Sulsel akan menjadi salah satu pemasok daging di Indonesia untuk menutupi kebutuhan daging nasional dan juga dapat menjadi sentra produksi ternak.

Jika target ini tercapai, beberapa persoalan kebutuhan daging dalam negeri juga bakal teratasi. Apalagi, di waktu-waktu tertentu, keterbatasan daging kerap menjadi persoalan pelik, sehingga harus mengimpor sapi dari Australia dan beberapa negara lain.

Kelangkaan daging sapi biasanya terjadi di hari-hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dan tahun baru. (*)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/catatan-cakrawala/target-dua-juta-ekor-sapi
Read More >>

Syahrul Tantang Rakyat Cari Korupsinya


Selasa, 02 Oktober 2012

 


Sumbang 2 Lagu di Pengukuhan OK Gowa

SUNGGUMINASA,  - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyumbangkan lagu yang dipopulerkan oleh Slank “Tak Bisa Jauh” sebelum memberikan sambutan usai mengukuhkan Oto Komandan Gowa di Lapangan Syekh Yusuf Sungguminasa, Gowa, Minggu, 30 September malam.

Tak hanya satu lagu, mantan Bupati Gowa dua periode ini juga menyanyikan lagu berbahasa Makassar “Janji ku”. Menurutnya lagu ini mengantarnya menang di Pilgub 2007 lalu, sehingga berharap momen itu kembali terulang 2013 mendatang.

Dalam sambutannya Syahrul mengatakan hadirnya komunitas seperti Oto Komandan bukan untuk gagahan. Memang ada niatan yang baik untuk membela kepentingan rakyat.

“Kenapa harus pilih Syahrul karena Syahrul telah membuktikan menghadirkan pemerintahan yang baik,” katanya.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini juga menjelaskan ke masyarakat banyaknya isu miring yang ditujukan kepada dirinya. Namun, dia melihat semua itu sebagai dinamika politik menjelang pilgub Sulsel 2013 mendatang.

Salah satunya dituding telah menjual Lapangan Bungaya yang dulu menjadi halaman kantor Bupati Gowa di Jalan KH Wahid Hasyim, Sungguminasa ketika Syahrul masih menjabat sebagai Bupati Gowa dulu.

“Saya dituding telah menjual lapangan (Bungaya) itu. Padahal saya ini bukan dan malah anti dengan pejabat yang suka menjual aset negara.

Isu ini sudah lama digulirkan dan sekarang saya baru mengatakan malam ini bahwa saya tidak pernah menjual lapangan. Saya membuat Lapangan Syekh Yusuf yang sekarang ini menjadi public space dan lapangan sepakbola bagi masyarakat Gowa. Dan eks Lapangan Bungaya Sungguminasa itu kini menjadi halaman museum Istana Balla Lompoa. Jadi tidak ada lapangan yang saya jual,” jelas Syahrul saat memberikan sambutan usai mengukuhkan pengurus OK Gowa.

Pengukuhan itu turut dihadiri Sekretaris Kabupaten Gowa Muh Yusuf Sommeng, dewan pelindung OK Sulsel antara lain HM Roem, Tenri Olle Yasin Limpo, Arfandi Idris, Ketua OK Sulsel Kemal Redindo Syahrul, dan pengurus OK Sulsel lainnya.

Karena dituding sebagai penjual aset negara, Syahrul menimpali isu miring dirinya itu bahwa hanya pemimpin yang tidak korup lah yang bisa membangun daerah lebih baik.

“Kalau kamu pernah mandi dan minum air PDAM Makassar maka itu adalah hasil kerja Syahrul. Berbahaya Jeneberang kalau Bilibili tidak diurus, karena itu Syahrul-lah yang menggagas dibangunnya waduk untuk membendung sumber air untuk masyarakat dan itu dinikmati masyarakat Makassar kini. Ngurus banjir saja tidak benar, kok malah tuding orang yang macam-macam. Saya adalah Syahrul yang tidak pernah korupsi, tidak pernah menjual sungai Jeneberang, tidak pernah menjual lapangan, apalagi menjual lapangan Bungaya,” tegas peraih Bintang Mahaputra dari Presiden RI ini.

Syahrul pun mengajak masyarakat Gowa untuk mengedepankan pemikiran yang jernih tanpa dicekoki pikiran miring yang memang sengaja digulirkan untuk membuat masyarakat menutup mata dan melontarkan tuduhan macam-macam.

“Saya sangat yakin dengan watak orang Gowa bahwa orang Gowa itu tidak pernah keluar dari tanggung jawabnya. Hanya orang Gowa pendatang yang tidak kenal dengan Syahrul. Tolong cari korupsinya Syahrul. Kalau ada, maka Syahrul akan tinggalkan semuanya,” katanya.

“Kalau saya tidak punya talenta ‘bersih’ itu tidak mungkin Syahrul menjadi salah satu dari 70 kepala daerah terbaik di Indonesia, tidak mungkin Syahrul diberikan 119 penghargaan nasional dan tidak mungkin dijadikan teladan sebagai ketua asosiasi gubernur se Indonesia. Karena itu, mari bela saya, mari orang Gowa bantu saya beri pencerahan bahwa Syahrul memang pemimpin yang tulus ikhlas mensejahterakan rakyat, bukan hanya untuk orang Gowa tapi di seluruh Sulsel ini,” tambahnya.

Pelantikan dan pengukuhan OK Gowa sendiri diwarnai aktraksi dua pengendara Motor Komandan, Syahrul pun menitip pesan kepada pengurus OK Gowa untuk bekerja maksimal dalam mengawal Pilgub 2013 ini.

“Saya minta OK susuri hingga ke pelosok gunung, yakinkan masyarakat bahwa Syahrul yang terbaik, bahwa Syahrul tidak pernah keluar dari amanah rakyat sebagai pemimpin yang bersih,” pintanya.

Selain dihadiri ribuan warga Gowa, sejumlah komunitas juga ikut bergabung. Antara lain komunitas jeep, motor trail, dan sebagainya. (ute/soe)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/politik/syahrul-tantang-rakyat-cari-korupsinya
Read More >>

Senin, 01 Oktober 2012

54 Gudang Bulog Sulsel Siap Tampung Komoditi


Senin, 01 Oktober 2012




MAKASSAR,– Sebanyak 54 gudang Bulog di Sulawesi Selatan siap menampung komoditi jagung dan kedelai, setelah ada penambahan kewenangan Bulog dari pemerintah.

“Bulog yang selama ini me­ngelola dan menampung beras petani, juga siap mengelola komo­diti jagung dan kedelai,” kata Humas Perum Bulog Divre Sulsel Tajuddin di Makassar, akhir pekan lalu.

Menurut dia, Perum Bulog Divre Sulsel yang juga memawahi wilayah Sulbar kini masih menunggu regulasi khusus dari pemerintah, termasuk petunjuk teknisnya.

Ia mengatakan melalui 54 gudang yang tersebar di dua provinsi itu, pihaknya siap mengelola dan mendistribusikan kedua komoditi tersebut selain beras.

“Yang jelas, selaku Perum tidak diperkenankan melakukan monopoli pada komoditi tertentu, sehingga kedepan akan dilibatkan mitra dalam penyerapan dan pendistribusiannya,” katanya, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pihak koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan digandeng, namun harus memenuhi persyaratan diantaranya memiliki kompetensi dan penuh tanggung jawab.

Selain itu, lanjut dia, ketiga komoditi yakni beras, jagung dan kedelei juga akan dipasarkan melalui “Bulog Mart” yang sudah memiliki “outlet” di beberapa daerah.

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Unggulan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang mengatakan, pihaknya sudah mengajukan ke pemerintah usulan HPP untuk jagung dan kedelai.

“Hal itu dimaksudkan agar kedua komoditi itu, harganya tidak anjlok pada musim panen, sehingga harus memiliki HPP untuk memotivasi petani menanam jagung dan kedelai,” katanya. (*/ami)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/54-gudang-bulog-sulsel-siap-tampung-komoditi
Read More >>

Turis Asing Kagumi Wisata Sulsel


Senin, 01 Oktober 2012 

  
 Tawakkal/Fajar
PELESIRAN. Sejumlah turis asing dari beberapa negara di Eropa tiba di Makassar dengan mengendarai kapal pesiar MV Orion II Minggu, 30 September. Mereka disambut khusus plh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Jufri Rahman.


MAKASSAR, -- Kapal pesiar asal Spanyol, MV Orion II, sandar di pelabuhan Soekarno Hatta, Minggu 30 September. Sejak tiba kemarin, 74 penumpangnya melakukan berbagai kunjungan wisata di beberapa tempat di Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah Tana Toraja.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, H Jufri Rahman mengatakan, kapal pesiar MV Orion II yang sandar di Makassar dan utuk pertama kalinya langsung ke objek wisata di Tana Toraja. Jufri lebih khusus memberi apresiasi kepada perusahaan travel Indosella yang mendatangkan para penumpang kapal pesiar itu untuk tinggal selama empat hari di Sulsel. 


MV Orion II melakukan tur wisata ke berbagai negara. Sebelumnya, kapal tersebut sandar di Australia dan lalu berlabuh di Pelabuhan Sulawesi Barat, Parepare, dan Makassar. 


"Ini sebuah terobosan baru. Biasanya penumpang kapal pesiar tidak lebih sehari menetap di Makassar, apalagi mengunjungi objek wisata di luar Makassar," kata Jufri Rahman usai menjamu para penumpang kapal pesiar MV Orion II di halaman Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar kemarin.
 

Dia menjelaskan, Pemprov Sulsel siap memberikan insentif khusus maupun fasilitas bagi sejumlah agen travel yang mampu membawa wisatawan ke Sulsel, apalagi untuk tinggal dan menetap di daerah ini selama beberapa hari.
 
"Fungsi pemerintah memang serve and protect atau melayani dan melindungi sejumlah pelaku usaha yang mendatangkan wisatawan asing di daerah ini," kata dia.

Berdasarkan data manivest, kapal pesiar MV Orion II sebanyak total penumpang yang terdiri dari 37 laki-laki dan 33 perempuan yang mengikuti paket perjalanan wisata di wilayah Sulsel termasuk objek wisata yang di Makassar, Maros, Parepare, Enrekang dan Tana Toraja.
 

William Hood, salah satu wisatawan asal Amerika yang menumpang MV Orion juga memberikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel yang telah menjamu kunjungan mereka di gedung Mulo dengan beragam atraksi wisata dan kuliner khas Sulsel.
 

"Kami sangat senang berkunjung di sini. Masyarakat dan pemdanya sangat ramah. Kami senang bisa berada di sini," ucapnya.
 

Kapal MV Orion II yang mengangkut turis asal Amerika, Australia, Hongkong, dan New Zealand ini akan mengunjungi objek wisata gunung Bambapuang di Enrekang, kemudian bergerak menuju Tana Toraja selama sehari.
 
Di Tana Toraja, wisatawan akan diajak mengunjungi makam unik Londa dan perkampungan tradisional Kete Kesu di Rantepao, Tana Toraja Sulsel. (sbi/pap)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120930185353-turis-asing-kagumi-wisata-sulsel
Read More >>

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Menyiapkan 200 Pompa Air


Sen, 01/10/2012



Dalam menghadapi dampak kekeringan yang berkepanjangan, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sulawesi Selatan menyiapkan 200 unit pompa air bagi petani. Ratusan unit pompa air tersebut telah disebar ke beberapa wilayah, utamanya di daerah yang terancam mengalami kekeringan yang berkepanjangan seperti daerah Sidrap, Soppeng, Bantaeng dan Bone. Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sulawesi Selatan, Soeprapto Budi Santoso mengatakan bahwa Pompa air ini selain dipergunakan oleh para petani juga diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih pada musim kemarau ini. Dan jika terjadi kekeringan secara mendesak, maka ke 200 unit pompa ini bisa dimobilisasikan kelapangan-lapangan. Hal ini dikatakan di Makassar, baru-baru ini.

Pompa air tersebut bersifat pinjam pakai, setelah dipakai seluruhnya harus dikembalikan kepada Sumber Daya Air dan seluruh pompa ini mempunyai ukuran yang sedang sehingga ringan untuk diangkat dan dipindahkan. Rata-rata petani yang masuk dalam binaan Pengelolaan Sumber Daya Air Sulawesi Selatan selalu memperoleh pompa air tersebut.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Jasa dan Informasi BMKG Wilayah IV, Sujarwo menyebutkan bahwa kemarau panjang akan melanda Kabupaten Sidrap, Soppeng, Bantaeng dan Bone. Keempat daerah ini memasuki musim hujan pada Maret dan April 2013, sementara di daerah lain mulai memasuki musim hujan pada November-Desember 2012. Selain pompa, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyiapkan sejumlah embung atau sumber mata air buatan yang bisa dipergunakan oleh kelompok petani, sebab embung bisa mengurangi dampak kekeringan yang berkepanjangan.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/pemerintah-provinsi-sulawesi-selatan-menyiapkan-200-pompa-air
Read More >>

Turis Mancanegara Mengunjungi Tana Toraja


Sen, 01/10/2012 
 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Sulawesi Selatan, (Plt) Jufri Rahman mengapresiasi travel agent di Sulawesi Selatan yang membuat terobosan baru bagi kunjungan wisatawan ke daerah ini. Hal ini dikarenakan sebanyak 71 wisatawan mancanegara tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar dengan menumpangi Kapal Pesiar MV Orion II. Seluruh penumpang kapal ini akan melakukan kunjungan wisata ke Kabupaten Tana Toraja, dengan penumpang kapal yang pada umumnya berasal dari Amerika, Australia, Hongkong, dan New Zealand. Jufri Rahman menjamu 71 wisatawan mancanegara di Gedung Mulo, jalan Ratulangi sesaat setelah tiba di Makassar, Minggu, 30 September 2012. Penumpang Kapal Pesiar ini pertama kalinya langsung ke Tana Toraja dan ini patut diapresiasi dan insentif patut diberikan ke travel.

Fungsi Pemerintah memang melayani dan melindungi sejumlah pelaku usaha yang mendatangkan wisatawan asing ke daerah ini. Dengan kunjungan ke Toraja, keberadaan wisatawan ini diperkirakan akan lebih lama dari biasanya. Berdasarkan data manifest Kapal Pesiar MV Orion II, penumpang terdiri dari 37 laki-laki dan 34 perempuan.

Selain itu, mereka akan mengunjungi obyek wisata Gunung Bambapuang di Engrekang dan di Toraja wisatawan ini akan diajak mengunjungi makam unik Londa dan perkampungan tradisional Kete Kesu di Rante pao. Wisatawan asal Amerika William Hood 89 tahun memberikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Parawisata Sulawesi Selatan yang menjamu mereka di Gedung Mulo dengan beragam atraksi wisata dan kuliner khas Sulawesi Selatan.


Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/turis-mancanegara-mengunjungi-tana-toraja
Read More >>

Minggu, 30 September 2012

Warga Soppeng Puas Dengan Kinerja Gubernur dan Bupati


Minggu, 30 September 2012 


MAKASSAR, - Lembaga survei politik, ekonomi, dan kebijakan publik, Latin Institute, melakukan riset tentang kebijakan publik dan perilaku politik di Kabupaten Soppeng baru-baru ini, tepatnya dipertengahan Agustus hingga awal September 2012. Hasilnya, Warga Soppeng puas dengan kinerja Gubernur Sulsel dan Bupati Soppeng.

Direktur Komunikasi dan Analisis Publik Latin Institute, Alexander Labobar, mengatakan, survei yang fokus pada penelitian pertanian, pendidikan, kesehatan, kedisiplinan, dan perilaku politik masyarakat Soppeng terkait Pilgub Sulsel ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, cukup tinggi.

Olehnya, sebagian besar masyarakat Soppeng mengaku akan kembali memilih pasangan syaang jilid II di Pilgub Sulsel mendatang.
“49 persen masyarakat Soppeng memilih Paket Incumbent Sayang Jilid II, karena menurut mereka Gubernur dan Wakil Gubernur ini sangat membantu pemerintah Kabupaten Soppeng dalam merealisasikan program pertanian, pendidikan, dan kesehatan,” kata Alexander di Warkop Toddopuli, Makassar, Sabtu, 29 September.

Dia menambahkan, hanya 29 persen masyarakat Soppeng yang kepincut oleh figur Paket Ilham Rief Sirajuddin dan Aziz Qahhar Mudzakkar (IA). Andi Rudiyanto Asapa dan Andi Nawir Pasingringi sendiri hanya berhasil menggaet simpati 4 persen masyarakat Soppeng. Sisanya 18 persen, belum memilki pilihan.

Alexander melanjutkan, dalam survei yang melibatkan 480 responden tersebut, tingkat kepuasan masyarakat Soppeng terhadap kinerja Bupati, Wakil Bupati, dan jajarannya, juga cukup tinggi.

“82 persen masyarakat Soppeng merasa puas atas kinerja Bupati Soppeng A Soetomo. Mereka puas dengan perhatian pemerintah Soppeng di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, dan kedisiplinan. Hanya 10 persen masyarakat Soppeng yang menyatakan kurang puas, sisanya yang 8 persen tidak memberikan jawaban,” lanjutnya.

Menurut Alexander, ukuran tingkat kepuasan 82 persen tersebut tergolong sangat memuaskan dan patut diapresiasi. ”Tentunya ini bisa menjadi modal untuk regenerasi Bupati Soppeng mendatang,” katanya.

Alexander mengklaim tingkat kepecayaan surveinya mencapai 95 persen dengan margin of error 2 persen

  “Metodologi yang kami gunakan adalah multistage random sampling acak berjenjang, sehingga survei kebijakan publik ini bisa dikombinasikan dengan survei perilaku politik,” imbuhhya. (del)


 Sumber:  http://cakrawalaberita.com/politik/warga-soppeng-puas-dengan-kinerja-gubernur-dan-bupati
Read More >>

2016, Sulsel Target 2 Juta Sapi dan Kerbau


MINGGU, 30 SEPTEMBER 2012 

sapi sinjai
MAKASSAR, — Pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan produksi 2 juta ekor sapi dan kerbau di tahun 2016. Untuk mewujudkan target tersebut, Gubernur Provinsi Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyerahkan sebanyak 72 unit sepeda motor ke petugas operasional Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan), Petugas Inseminasi Buatan (PIB) dan Partisipatory Disease Sorvelen Respont (PDSR) 24 Kabupaten/Kota di Sulsel.
“Dan melalui bantuan alat penunjang operasional ini, semoga bisa berjalan lancar dan tepat sasaran yang akan dicapai,” kata Syahrul di Hotel Singgasana, Sabtu 29 September.
Menurut Syahrul, potensi sumber daya alam yang berada di daerah Sulsel sangat baik untuk pengembangan usaha di bidang peternakan antara lain pengembangan sapi, kerbau, kambing dan ayam buras. Dengan begitu, dapat membantu meningkatkan perekonomian di Sulsel.
“Dengan segala potensi dan prestasi yang diraih Sulsel saat ini, mari kita semua menyukseskan program 2 juta ekor sapi dan kerbau di tahun 2016,” ujarnya.
Secara Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, Murtala Ali, kepada Cakrawala mengatakan untuk meningkatkan pengembangan peternakan dan kesehatan hewan di Sulsel perlu adanya partispasi semua stockholder.
“Persoalan peternakan dan kesehatan hewan bukan hanya menjadi tugas aparat pemerintah. Tetapi, kita  semua dari masyarakat, organisasi dan profesi asosiasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan serta praktisi di pusat maupun di daerah,” katanya
Menurut dia, dengan adanya bantuan 72 sepeda motor ini dapat mewujudkan program pemerintah untuk produksi 2 juta ekor sapidan kerbau di tahun 2016.” Empat unit Poskeswan, 20 unit kepada Petugas Inseminasi Buatan (PIB) dan 48 unit Partisipatory Disease Sorvelen Respont (PDSR) 24 kabupaten/kota. Sebelumnya juga kami berikan bantuan kepada kelompok peternak di Sulsel ini untuk mewujudkan program 2 juta ekor sapi dan kerbau di tahun 2016,” bebernya.(ran/sam)
Read More >>

Syahrul Yakin Populasi Sapi Sulsel Capai 2 Juta Ekor


Minggu, 30 September 2012 
Makassar,  -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, optimis bisa mencapai target surplus ternak sapi dua juta ekor yang dicanangkan tahun ini. Dia mengungkapkan, empat tahun lalu, jumlah populasi sapi hanya 400 ribu dan bisa mencapai 1,6 juta ekor tahun 2012.

"Dulu waktu saya canangkan satu juta ekor, banyak yang protes. Tapi, berhasil dibuktikan kalau target itu bisa dicapai. Sekarang kita tingkatkan lagi sampai dua juta ekor," ungkap Syahrul pada Pertemuan Koordinasi dirangkaikan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan, di Hotel Singgasana, Makassar, akhir pekan lalu.

Syahrul mengungkapkan, pertemuan koordinasi dilaksanakan agar target suplus ternak sapi dua juta ekor bisa tercapai. Apalagi, peternakan sangat menjanjikan kesejahteraan yang luar biasa.

"Kenapa peternakan menjanjikan kesejahteraan? Karena semua orang mau makan daging," ujarnya.

Pencapaian target dua juta ekor ternak, lanjut Syahrul, hanya persoalan kemauan. Waktu tidak boleh terbuang percuma dan hadirkan kebersamaan yang utuh untuk belajar dari dunia. Lakukan yang lebih baik dari yang mereka kerjakan.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/09/30/syahrul-yakin-populasi-sapi-sulsel-capai-2-juta-ekor
Read More >>

Pemprov: Pembangunan Hotel Usulan Pihak Luar


Minggu, 30 September, 2012

MAKASSAR,- Masih terkait dengan bantahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel atas rencana pembangunan hotel, balai sidang, Kantor MUI Sulsel, dan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel di lahan kompleks Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf. 

Dalam iklan pengumuman bantahan atas nama pemprov dan dimuat pada harian Tribun Timur, edisi, Minggu (30/9/2012), disebutkan bahwa rencana pembangunan merupakan usulan pihak luar, bukan dari pemprov.

"Terkait dengan kabar/isu akan didirikannya bangunan hotel di lahan dekat/samping Al Markaz Al Islami, kami tegaskan bahwa itu adalah wacana/usulan/saran/tawaran dari pihak lain di luar Pemprov Sulsel, yang ini membangun sarana penunjang berupa tempat penginapan bersyariat Islam sebagai pelengkap aktivitas Al Markaz, seperti; tempat pertemuan ulama (Gedung MUI), pertemuan aktivis, dan penunjang wisata religi di Al Markaz," demikian tulisan pada poin dua iklan pengumuman bantahan tersebut.

Kabar beredar bahwa pembangunan hotel dan sarana lainnya merupakan bentuk kompensasi dari pengembang properti Lippo Karawaci atas pelepasan saham pemprov di Hotel Aryaduta, Makassar.

Sementara itu, Yayasan Islamic Center Al Markaz Al Islami akan menggunakan lahan tersebut guna pembangunan pusat pendidikan Islam terpadu.(*)

Read More >>

Sabtu, 29 September 2012

Pemprov Jamin Monorel Tidak Rugi


MAKASSAR, -- Pemprov Sulsel menjanjikan jaminan risiko untuk merealisasikan proyek monorel lintas perkotaan kawasan Mamminasata. Jaminan ini untuk meyakinkan investor dapat mengembalikan modal pembangunan monorel sesuai jadwal.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pemprov siap memberikan kebijakan untuk mem-back up investor. Kebijakan ini menjadi kepastian pengembalian modal investasi. 

"Pemprov menjamin sepanjang bisa masuk dalam konteks pendekatan rasional. Harga tiketnya harus dihitung kapan dapat mengembalikan modal investasi. Nah, di situ peranan pemerintah," kata Syahrul, Jumat, 28 September.

Syahrul mengaku memberikan jaminan pengembalian modal atau break event point kepada investor, karena moda transportasi massal monorel untuk kepentingan publik. "Apalagi ada Pak JK di belakang investornya," ujar Syahrul.

Investasi yang sangat besar mencapai Rp4 triliun, kata Syahrul, membuat investor tidak ingin hanya sekadar menanamkan investasinya tanpa kepastian pengembalian modal. Nah, di sinilah peran pemerintah memberikan jaminan perputaran atau pengembalian modal investor.

Proyek monorel yang direncanakan akan dikerjakan Kalla Group menghubungkan lintas perkotaan kawasan Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar. Tahap awal, menghubungkan bandara dan pusat Kota Makassar dan direncanakan mulai beroperasi 2016 mendatang.
Kepala UPTD Mamminasata, Zulkarnain Kitta mengemukakan, moda transportasi massal seperti monorel sudah sangat mendesak untuk mengurai kemacetan yang sudah cukup parah. Mengatasi kemacetan tidak cukup hanya dengan pelebaran jalan. 
Menurut dia, pelebaran jalan justru semakin memancing masyarakat perkotaan menambah kendaraan pribadi. "Penambahan volume kendaraan berimbas pada kemacetan lagi," kata Zulkarnain.

Makassar menuju kota modern, kata dia, mestinya menyediakan sistem transportasi publik massal yang aman dan nyaman. Dengan demikian, masyarakat akan lebih memilih menggunakan transportasi publik daripada kendaraan pribadi.

"Solusi kemacetan selalu dikaitkan dengan kurangnya penambahan ruas jalan dan kuantitas kendaraan yang bertambah. Padahal sudah saatnya melakukan rekayasa lalu lintas yang efektif, efisien, dan terintegrasi," tutur Zulkarnain. (rif/min)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120928193313-pemprov-jamin-monorel-tidak-rugi
Read More >>

Pajak Impor Capai Rp1 T


Sabtu, 29 September 2012



MAKASSAR, -- Pajak impor di Sulawesi mencapai Rp1,3 triliun per 15 September 2012. Dari nilai tersebut, Sulsel menyumbang Rp1 triliun atau sekira 77 persen.

Kepala Bagian Umum dan Kepatuhan Internal Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi, Rulijanto, mengatakan, PDRI erasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh), dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dari semua barang impor yang masuk ke daerah ini.

"Realisasi tersebut meningkat dibanding tahun lalu. Sebab, memang jumlah barang yang masuk juga meningkat," ujar Rulijanto, Jumat, 28 September.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa Sulsel masih lebih berperan sebagai pengimpor. Agustus lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis bahwa pada Juli 2012 nilai impor Sulsel mencapai USD83,23 juta, tertinggi sepanjang tahun ini.

Itu juga yang membuat Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar ditetapkan menjadi salah satu dari empat pintu penerimaan impor hortikultura di Indonesia.

Rulijanto menambahkan, realisasi penerimaan bea cukai dari bea masuk juga sudah mendekati target. Saat ini sudah Rp96,3 miliar atau 91,185 persen atau dari target Rp104,5 miliar. Target bea keluar terealisasi 75,86 persen dari target Rp77,8 miliar.

"Khusus penerimaan di cukai, pada September ini sudah 96,82 persen atau Rp2,6 miliar dari target Rp3,01 miliar. Kami yakin, target penerimaan bea dan cukai baik dari bea masuk, bea keluar, dan cukai akan terealisasi 100 persen hingga akhir tahun," ucapnya.

Kontribusi Sulsel di wilayah kerja DJBC Sulawesi memang cukup besar. Itu misalnya bisa dilihat dari target bea cukai dari bea masuk. Sulawesi ditargetkan Rp142,4 miliar, Sulsel diharapkan menyumbang Rp104,5 miliar. (zul/upi)

Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120929000322-pajak-impor-capai-rp1-t
Read More >>

Jumat, 28 September 2012

Pemprov Tertarik Teknologi Ramah Lingkungan Ceko

Jumat, 28 September, 2012

MAKASSAR, -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo tertarik dengan teknologi ramah lingkungan yang dikembangkan di Ceko. Pemerintah maupun investor Ceko diajak bekerja sama mengembangkan sektor industri di Sulsel.

Syahrul mengemukakan ketertarikannya bekerja sama saat menerima Duta Besar Ceko untuk Indonesia, Tomas Smetanka di Gubernuran, Kamis, 27 September. Tomas dan rombongannya didampingi Konsulat Kehormatan Ceko untuk Kawasan Timur Indonesia, HM Alwi Hamu juga dijamu sarapan pagi.

"Saya menyambut baik rencana kerja sama dengan Ceko. Dalam waktu singkat ada follow up kerja sama di bidang industri. Terserah industri apa. Mau tambang atau teknologi terapan, khususnya bidang agri. Sekarang sedang diupayakan perubahan dari agriculture menjadi agribisnis ke agroindustri," tutur Syahrul.

Salah satu industri yang menarik minat Tomas untuk dikembangkan di Sulsel adalah pabrik semen. Selain potensinya sangat besar, kebutuhan semen untuk proyek pembangunan infrastruktur juga sangat tinggi.

Bak gayung bersambut, Syahrul menerima baik rencana investasi industri semen dengan syarat teknologi yang dikembangkan sama yang diterapkan di Ceko yakni teknologi ramah lingkungan. "Asal tidak merusak karst dan lingkungan. Selama lima tahun saya tidak melakukan manuver besar, karena lingkungan harus sangat terjaga," jelasnya.

Sebelum menanamkan modal di Sulsel, terlebih dahulu harus diyakini bahwa teknologi yang digunakan bukan teknologi serampangan. Syarat untuk membangun pabrik semen, kata dia, harus yang menggunakan teknologi ramah lingkungan seperti yang saat ini dikembangkan di pabrik Semen Tonasa V.

Tomas berjanji siap menindaklanjuti pembicaraan awal kerja sama dengan Pemprov Sulsel. Selain kerja sama bidang industri, dubes Ceko juga tertarik mengembangkan kerja sama bidang pariwisata dan pendidikan. "Hanya tinggal mempertemukan dengan agen pariwisata di Ceko," ujarnya. (rif/upi/sil)

Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120928001554-pemprov-tertarik-teknologi-ramah-lingkungan-ceko
Read More >>

2016 Monorel Mamminasata Bisa Beroperasi



JUMAT, 28 SEPTEMBER 2012 

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan pembangunan proyek transportasi massal dilaksanakan tahun 2013 mendatang. Sedang pengoperasiannya diperkirakan sudah bisa dimulai tahun 2016 mendatang dan melintasi Kota Makassar, Sungguminasa (Gowa), Maros, dan Takalar (Mamminasata). 
“Kami rencanakan tiang pancang dipasang pada 2013. Selanjutnya dibangun jalur monorel pada titik awal Kota Makassar sebanyak 18 kereta
dengan 38 gerbong, kemudian untuk Mamminasata 3x38 gerbong,” ungkap Presiden Direktur PT Indonesia Green Managemen (IGM) Saiful Imam dalam keterangan persnya di Trans Studio Mal, Makassar, Kamis, 27 September.
Saiful mengaku, pihaknya tengah merancang master plan sebagai tindaklanjut pembangunan tiang pancang pertama di Makassar pada 2013 untuk titik awal pembangunan jalur monorel di Mamminasata. Progres monorel telah mencapai 90 persen dalam bentuk pembelajaran teknologi. Kemudian akan dilakukan pengujian satu kereta dengan tiga gerbong di Sentul, Jakarta, sebelum pemba­ngunan di Sulsel.
“Kita masih terkendala beberapa izin dari pemerintah yang belum keluar. Kami masih menunggu izin dari Kementerian Prasarana Umum, termasuk kementerian yang terlibat,” katanya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kepada wartawan mengatakan, saat ini sudah ada investor yang menyatakan kesiapannya untuk ikut terlibat dalam poyek ini. Sehingga sebagai langkah awal dari proyek ini adalah melakukan tender sesuai dengan aturan yang ada.
“Proses tender sesuai dengan sesuai dengab Keppres Nomor 54 dan kita harapkan proses tender ini selesai agustus 2013,” kata Syahrul.
Dengan demikian, lanjutnya, proyek ini sudah bisa dimulai pada akhir tahun 2013 dengan adanya pembuatan tiang pancang. Ini sekaligus sebagai awal dari pembangunan infrastruktur dari proyek monorel ini sendiri.
Proyek ini dianggarkan sebesar Rp4 triliun dengan panjang jalan 60 km yang akan meliputi Mamminasata. Sedang untuk tahap awal akan dikerjakan sepanjang 23 km yang berada dalam wilayah Kota Makassar. Jalan ini akan menghubungkan antara Bandara Internasional  Sultan Hasanuddin ke pusat kota.
Proyek pembangunan jalur monorel ini sendiri hanya membutuhkan satu meter median jalan. Badan jalan digunakan untuk pemancangan tiang pancang jalur sarana transportasi massal. Minimnya media jalan dibutuhkan untuk pembangunan tiang pancang dan jalur sesuai dengan kondisi median jalan di Makassar. Dukungan jalan dan median yang lebar hanya dibutuhkan untuk pembangunan halte.
Sementara itu, Direktur Pengembangan PT Kalla Grup, Solihin Kalla, yang menjadi inisiator dari proyek ini mengatakan PT Kalla Grup bekerja sama dengan Para Grup, menyatakan siap menanamkan modalnya untuk membangun monorel.
Rencananya, setelah penandatanganan nota kesepahaman, tim dari Kalla Grup akan melakukan studi kelayakan tentang titik lokasi pembangunan monorel.
Menurut dia, sejumlah ruas jalan akan dijadikan titik lokasi studi kelayakan, yaitu Jalan Perintis Kemerdekaan, Urip Sumoharjo, Jenderal Sudirman, serta Pasar Sentral (Makassar Mall). Lama studi kelayakan hingga awal 2012. Konsep monorelnya, kata dia, sama dengan di sejumlah negara lain. (mg4/ute)
Read More >>

Kamis, 27 September 2012

APBD Perubahan Ditarget Rp50 Miliar


Selasa, 27 September 2012
MAKASSAR – Pemprov Sulsel menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) tahun ini mencapai Rp50 miliar. Dana tersebut diharapkan bisa merampungkan beberapa program yang sementara berjalan.

Plt Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Yaksan Hamzah mengungkapkan,ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) yang belum sempat terpakai 2011 lalu. Seluruh anggaran tersebut, ditargetkan bisa seluruhnya terpakai pada tahun ini,dari total silpa 2011 lalu yang mencapai sekitar Rp212 miliar.

”Kan sekitar Rp162 miliar dari silpa 2011 lalu telah masuk pada anggaran APBD pokok 2012. Sehingga lebihnya masih sekitar Rp50 miliar. Itu yang kita harapkan bisa masuk seluruhnya di APBD-P nanti,”kata Yaksan di Makassar,kemarin.

Yaksan yang juga Asisten II Bidang Ekonomi Pemprov Sulsel ini mengatakan, target tersebut tidak muluk-muluk. Sebab, pihaknya tidak bisa berharap lebih dari pendapatan daerah pada tahun ini. ”Tambahan pendapatan relatif terbatas, karena pada ABPD pokok saja tak capai target 2012. Kalau APBD-P besar, jangan sampai target pendapatan daerah tak tercapai,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel.

Seluruh dana pada APBDP mendatang, tidak akan fokus lagi pada proyek infrastruktur di daerah ini. Anggaran ini akan lebih fokus pada beberapa program, seperti pertanian, kesehatan, serta perkebunan.

Sedangkan untuk anggaran infrastruktur, pemprov berharap besar pada pinjaman sebesar Rp500 miliar dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yang sementara ini masih menunggu rekomendasi persetujuan dari DPRD Sulsel. ● wahyudi
 
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/530310/
Read More >>

SYL Terima Penghargaan Kemanusiaan PMI


Kamis, 27 September 2012 
 

BARRU,  - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo menerima penghargaan be­rupa Pin Kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat. Penghargaan ini atas prakarsanya melaksanakan do­nor danar sehingga dalam se­hari terkumpul 10 ribu kantong darah.

Penghargaan tersebut diberikan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-67 Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat Provinsi Sulsel di Lapangan Sepakbola Pekkae, Kelurahan Lalolang, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Rabu, 26 September. Kegiatan dirangkaikan dengan Temu Relawan PMI se-Sulsel.

Ketua PMI Sulsel Apiaty Kamaluddin mengatakan, te­mu karya relawan merupakan momentum penting di PMI yang diikuti 1.000 relawan dari 24 kabupaten/kota se Sulsel. “PMI adalah mitra terdekat pemerintah dalam penanggula­ngan bencana,” jelas Apiaty.

Ia mengungkapkan, PMI selalu terampil dalam persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. PMI tidak hanya hadir dalam hal donor darah, tetapi juga dalam penanganan bencana dan masalah lingkungan.

“Tidak ada kata berhenti dalam melaksanakan tugas kemanusiaan. PMI hadir tanpa membeda-bedakan suku, agama atau golongan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Bupati Barru M Idris Syukur. Ia mengungkap­kan, temu karya relawan PMI dilaksanakan untuk menjadikan generasi ke depan yang mapan dan bisa melanjutkan cita-cita para pendahulunya. Melalui temu karya relawan dan beberapa kegiatan yang dilaksanakan, acara tersebut diharap­kan akan memberi manfaat positif, khususnya dalam memberi pemahaman tentang arti dan makna tolong menolong.

“Kami ingin sampaikan, di Kabupaten Barru, PMI telah melakukan kegiatan, bukan saja donor darah, tapi lebih dari itu. PMI Barru telah melakukan pendidikan untuk generasi muda dengan membina Palang Merah Remaja di sekolah-sekolah,” terangnya.

Idris menuturkan, PMI akan menjadi suatu lembaga yang memberikan manfaat bagi tumbuh kembangnya empati generasi muda. Untuk itu, PMI Barru ke depan, optimistis akan menjadi contoh di Sulsel.

“Pemerintah kabupaten akan memberikan dukungan maksimal sehingga kegiatan kepalangmerahan ini akan berjalan baik di Barru,” tuturnya.

Ia menambahkan, masya­rakat Barru telah merasakan apa yang dilaksanakan pe­merintah Provinsi Sulsel. Khususnya, pendidikan gratis dan kesehatan gratis serta peningkatan produktivitas per­tanian.

“Kami semua berharap, semua program itu dapat ditingkatkan dan dilanjutkan untuk kesejahteraan masyarakat kita,” pungkasnya.

Sementara, pengurus PMI Pusat, Muh Muaz meng­ungkapkan, Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla, berpesan bahwa dirinya berterima kasih atas dedikasi Syahrul Yasin Limpo sebagai pelin­dung PMI.

“Pak Jusuf Kalla juga berpesan bahwa dirinya berharap, Syahrul Yasin Limpo tetap menjadi pelindung PMI hingga periode selanjutnya,” kata Muaz.

Muaz menjelaskan, PMI selalu hadir dalam setiap persoalan yang terjadi, tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Dari Sulsel, PMI telah mengirim dua relawan ke Myan­mar, untuk ikut mena­ngani korban konflik Rohingya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, PMI akan mampu berdaya menghadirkan kehidupan yang makin baik dan makin damai. PMI merupakan organisasi yang bergengsi, elit, mempunyai kredibilitas, sebuah harga dari nasionalisme. PMI adalah organisasi dunia, PMI dasarnya adalah kemanusiaan dan kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesatuan dan kese­mestaan.

“Kita mau lihat hadirnya damai, teratur, dalam kehidupan kita. PMI harus menjadi lokomotif di tengah masyarakat. PMI tidak sendiri karena pemerintah selalu ada,” terangnya.

“PMI tidak boleh terkontaminasi pada masalah-ma­salah yang bisa memecah ke­damaian. PMI adalah san­daran masyarakat. Karena itu, PMI jangan terkontaminasi politik atau pilkada apapun, termasuk pilkada gubernur,” pungkasnya.

Turut hadir Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, Bupati Toraja Utara Frederick Sorri Betta, dan Wakil Bupati Luwu Utara Indah. (*/ute)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/politik/syl-terima-penghargaan-kemanusiaan-pmi
Read More >>

Ceko Siap Investasi di Sulsel


Kamis, 27 September 2012

MAKASSAR,  -- Krisis ekonomi masih melanda Eropa. Ceko ada di dalam kawasan itu. Namun, Duta Besar Ceko untuk RI, Tomas Smetanka menjamin, krisis itu belum dan tak akan berpengaruh ke negaranya.
Di hadapan para pengusaha Sulsel dalam malam ramah tamah dan kontak bisnis di Fajar Graha Pena, malam tadi, Tomas membeberkan, pondasi ekonomi Ceko sudah begitu kuat.

"Eropa krisis, namun kami tak kena imbas. Teman-teman di Indonesia, khususnya Sulsel, tak perlu khawatir," ujarnya. Para undangan bertepuk tangan atas pernyataan sang dubes.

Indonesia memang punya kepentingan terhadap kondisi ekonomi Ceko. Sejak hubungan bisnis kedua negara dimulai 1993, Ceko adalah salah satu mitra penting dan berposisi strategis di Eropa Tengah dan Eropa Timur. Ceko dan Indonesia menjalin kerja sama di bidang ekonomi seperti investasi, pariwisata, dan perdagangan. Ada juga potensi kerja sama di bidang pertahanan.

Tomas menjelaskan, selain karena kondisi riil ekonomi Ceko yang sudah kuat, hubungan dengan Eropa juga paling dominan terkait Jerman. "Jerman adalah satu-satunya negara Eropa yang ketahanan ekonominya tak goyah karena krisis ini," sebutnya.

Dengan pertumbuhan ekonomi 1,7 persen atau lebih tinggi 0,2 persen dibanding Uni Eropa, Ceko cukup percaya diri untuk menambah investasi di pelbagai negara, termasuk Indonesia.
Tomas pun menuturkan, ada sejumlah hal yang bisa dikerjasamakan dengan pengusaha di Sulsel. "Kami punya teknologi canggih dan itu bisa diterapkan di Sulsel," ucapnya.

Pada kesempatan itu, deputi bidang ekonomi Kedubes Ceko untuk RI, Jan Janda membeberkan, manufaktur turbin yang berpusat di Brno, Ceko, memiliki perwakilan di Indonesia. Perusahaan bernama PT Usaha Bakti Perkasa itu memasarkan produk peralatan turbin dan layanan purnajual di Indonesia.

Kamis, 27 September hari ini, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, Zulkarnain Arief, mengundang perwakilan PT Usaha Bakti Perkasa untuk presentasi. "Siapa tahu ada peluang yang bisa ditindaklanjuti teman-teman pengusaha," ujar Zulkarnain.

Selain turbin, Ceko juga menawarkan peralatan teknologi lainnya untuk dimanfaatkan di Sulsel yang berpotensi menyediakan bahan baku untuk diolah.
Hari ini juga, Tomas dan rombongan akan bertemu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, untuk bertukar saran terkait peluang kerja sama bisnis antara Ceko dan Sulsel.

Konsulat Kehormatan Ceko untuk Kawasan Timur Indonesia, HM Alwi Hamu, mengatakan, kehadiran dubes Ceko ini harus dimanfaatkan. "Jangan hanya Ceko yang membawa barangnya ke Sulsel, kita juga harus menyuplai barang ke sana," ucapnya.

Alwi mencontohkan saat ini, ada salah seorang pengusaha Ceko yang sekali dalam dua bulan mendatangi Maros, tepatnya Bantimurung. Dia membawa kupu-kupu yang sudah diawetkan lalu dipasarkan di negaranya. (zul/sil)


Sumber:  http://www.fajar.co.id/read-20120927010215-ceko-siap-investasi-di-sulsel
Read More >>

Ceko Incar Semen Sulsel

Kamis, 27 September, 2012 



Makassar, – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa Ceko berencana melakukan kerjasama dengan Sulawesi Selatan di bidang industri misalnya semen.

Hal tersebut sebagai salah satu perbincangan dalam pertemuan antara Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dan Perusahaan Ceko, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Pagi tadi, Kamis (27/09/2012).

“Ceko Incar semen Sulsel, bisa saja asal syaratnya tidak merusak lingkungan,” Terang Syahrul di Kantor Gubernur Sulsel.

Syahrul menambahkan bahwa hingga saat ini yang menjadi penyebab belum ada manuver besar di bagian industri yakni karena memperhatikan keamanan lingkungan.

“Belum ada manuver besar, karena saya tahan itu kita cari yang tidak merusak lingkungan,” Lanjut SYL. [KM03]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=15004
Read More >>

Akhir 2013 Pemancangan Tiang Monorel Sulsel Dilakukan

Kamis, 27 September, 2012



Makassar, – Pemrov Sulsel memastikan jika pembangunan proyek jalan monorel akan dilaksanakan tahun depan 2013. Kepastian ini disampaikan langsung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat menggelar konfresi pers di tras mall studio Makassar Kamis (27/09/2012).

Kepada wartawan gubernur menegaskan bahwa saat ini sudah ada investor yang menyatakan kesiapannya untuk ikut terlibat dalam poyek ini. Sehingga sebagai langkah awal dari proyek ini adalaj melakukan tender sesuai dengan aturan yang ada.

“Proses tender sesuai dengan Keppres No.54, dan kita harapkan proses tender ini selesai Agustus 2013,” Ujar Syahrul.

Dengan adanya pembuatan tiang pancang sekaligus sebagai awaldari pembangunan infrastruktur dari proyek monorel ini.

Proyek ini dianggarkan sebesar 4 Triliun dengan panjang jalan 60 kilo meter yang akan meliputi Makassar, Sungguminasa dan Maros (Mamminasata ).

Sedang untuk tahap awal akan dikerjakan sepanjang 23 km yang berada dalam wilayah kota Makassar. Jalan ini akan menghubungkan Bandara Internasional Hasanuddin Makassar ke kota Makassar. [KM02]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=15026
Read More >>

Bandara Perintis di Sulsel Terkoneksi



        
Selasa, 27 September 2012

  
MAKASSAR– Sulsel memiliki enam bandara perintis yang siap dikoneksikan satu sama lain. Lima di antaranya telah berfungsi, yakni di Kepulauan Selayar, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara dan satu bandara perintis di Luwu Timur.

Sementara itu, bandara yang ada di Kabupaten Bone baru akan difungsikan November mendatang. “Jika semua bandara telah berfungsi, itu akan mempermudah akses masyarakat termasuk wisatawan yang berkunjung ke Sulsel. Sehingga bisa menambah pilihan konektivitas transportasi yang cepat,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel Masykur A Sulthan di Makassar,kemarin.

Khusus untuk bandara perintis di Bone, panjang lintasannya (runway) mencapai 1.900 meter. Saat ini pembangunan seluruh fasilitas pendukungnya telah selesai. Kini bandara tersebut sudah masuk dalam tahap uji coba kelayakan bandara. Rencananya November tahun ini akan dilakukan penerbangan perdana oleh Pemprov Sulsel.

Menambah pilihan konektifitas ke depannya, pemerintah provinsi juga sedang melakukan pembangunan bandara baru di Kabupaten Tana Toraja. Bandara yang akan terletak di Buntu Kunik, Kecamatan Mengkendek tersebut akan menelan anggaran Rp700 miliar. Saat ini proses pembangunan bandara tersebut telah memasuki tahap pematangan lahan.

Karena terletak di atas bukit, pematangan lahan tersebut membutuhkan anggaran cukup besar, yakni mencapai Rp200 miliar. Distrik Manager PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Makassar Edi Nurokhman mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempelajari rute penerbangan perintis yang memungkinkan didarati Merpati.

Untuk mempermudah pembukaan rute,dia meminta pemerintah daerah berperan aktif. “Kami membuka diri untuk pembukaan rute baru dengan sistem kerjasama dengan pemda. Kami masih memiliki 20 unit pesawat Cassa N-212 buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) yang memang dikhususkan untuk KTI.Pesawat itu khusus untuk penerbangan perintis dengan kapasitas 50 seat,”kata Edi. rahmat hardiansya
 
Read More >>

Rabu, 26 September 2012

Pemprov Siap Bantu Ekspor Sayur Enrekang


Rabu, 26 September 2012
ENREKANG- Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo Syahrul berharap hasil pertanian masyarakat Enrekang bisa terus dikembangkan. Hasil pertanian seperti sayur mayur, kopi dan dangke punya potensi menembus pasar internasional. 

Pemprov Sulsel juga mendukung Enrekang sebagai daerah pengekspor hasil pertanian ke luar negeri. Pada 2011, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran stimulus bidang pertanian di Enrekang sekitar Rp17 miliar. Saat ini juga sudah dibangun puluhan embung untuk membantu pengairan masyarakat.

Dengan tersedianya pengairan yang baik, sektor pertanian dan perkebunan dapat lebih maju karena petani bisa mendapatkan hasil panen yang lebih baik. “Ke depan, tidak ada lagi desa di Enrekang yang tidak memiliki embung,” kata Syahrul saat membuka acara Tudang Sipulung Kawasan Kapet Pare-Pare di Masjid Taqwa,Kota Enrekang,kemarin.

Dia juga meminta Pe-merintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang mengoptimalkan peran swasta. Sektor swasta dinilai bisa memberi konstribusi besar dalam memajukan pembangunan dan perekonomian daerah. “Pemerintah dan masyarakat harus bisa memberikan ruang untuk kegiatan usaha sektor swasta di daerahnya,” ujar Syahrul.

 Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung mengatakan,Pemprov Sulsel selama ini sudah banyak membantu pemerintah dan masyarakat Enrekang. “Peran Pemprov Sulsel cukup besar dalam memajukan daerah ini,”katanya. joni lembang 

Read More >>

Pemprov Pertanyakan Data Kemenkes


Rabu, 26 September 2012
MAKASSAR – Pemprov Sulsel mempertanyakan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menyatakan Sulsel merupakan provinsi di kawasan timur Indonesia (KTI) yang paling kekurangan tempat tidur di rumah sakit (RS).

Padahal peningkatan jumlah tempat tidur di RS justru saat ini meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Rachmat Latief mengungkapkan, sejak 2011, jumlah tempat tidur mengalami peningkatan dari 4.000 menjadi 5.500 buah tempat tidur.Angka tersebut dinilainya mencukupi untuk melayani kebutuhan masyarakat Sulsel. ”Apa yang disebutkan Ibu Menkes (Nafsiah Mboi), kami belum pernah disurati atau melihat datanya. Kalau memang dinilai kurang,dari segi apanya yang kurang?,” katanya saat dikonfirmasi,kemarin.

Data Kemenkes menyebutkan, dari 12 provinsi di KTI, Sulsel menempati urutan pertama kekurangan fasilitas kesehatan tersebut yakni mencapai 1.968 buah. Laporan ini disampaikan Nafsiah Mboi pada pertemuan Forum Kawasan Timur Indonesia (FKTI) VI di Hotel Swiss Bell, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), sehari sebelumya. Rachmat Latief mengatakan, dari sekitar 5.500 tempat tidur RS yang ada,pihaknya belum pernah menemukan adanya laporan masyarakat yang mengeluhkan mengenai kurangnya fasilitas itu.

Hal ini dinilai,pemanfaatan fasilitas RS berjalan normal dengan pasien yang ada.Begitu pun dengan tempat tidur dipakai secara bergantian, sehingga pemanfaatannya mencapai di atas 85%. ”Kalau dianggap kurang, kami merasa tak pernah ada keluhan. Saya mesti lihat dulu datanya. Perincian dan dasar perhitungannya seperti apa. Kalau memang ada, kami minta Kemenkes mengirimkan data itu,”bebernya.

Saat ini, lanjut Rachmat, di Sulsel terdapat 32 RS pemerintah dan 38 RS milik swasta. Jumlah tersebut dinilainya telah mencukupi untuk melayani kesehatan warga Sulsel. Begitupun dengan data bahwa ditempatkannya Sulsel urutan pertama dalam kasus AIDS di pulau Sulawesi yakni mencapai 874 kasus. Provinsi lainnya di pulau Sulawesi menyusul Sulut 361, Sulteng 115, Sultra 58, serta Gorontalo 13 kasus.

Rachmat mengatakan, perhitungan jumlah kasus AIDS harus dilihat berdasarkan jumlah rasio penduduk dengan kasus yang ditemukan. Jangan sampai,daerah yang padat penduduk dan yang tidak disamaratakan. ”Ini harus dilihat dari rasio penduduknya dan yang terkena kasus AIDS.Jangan samakan Sulsel dengan Sulbar yang jumlah penduduknya sedikit,” bebernya.

Dia mengaku,jumlah penderita HIV/AIDS di Sulsel hingga Juni 2012 lalu mencapai 5.358. Jumlah ini merupakan akumulasi dari seluruh penderita di daerah ini, baik yang masih hidup maupun meninggal dunia. ● wahyudi 

Read More >>

International Celebes Dragon Boat - Ajang Promosi Sulsel ke Mancanegara


Rabu, 26 September 2012

Dragon Boat Festival 2012/06/23
MAKASSAR – International Celebes Dragon Boat Festival yang akan digelar di Makassar pada 2-4 November 2012 dipastikan diikuti peserta dari 10 negara. Event tersebut diharapkan mampu memberi dampak positif bagi kepariwisataan dan perekonomian di Sulsel. 


“Event itu akan mendatangkan setidaknya 300 orang peserta ke Makassar,”kata Ketua Panitia Celebes Dragon Boat, Arwan Tjahyadi di Makassar kemarin. Kunjungan 300 orang peserta asing tersebut juga dipastikan memberikan dampak ekonomi, apalagi jika acara dilaksanakan dengan baik. Tidak menutup kemungkinan, kata dia,peserta dari 10 negara tersebut akan mempromosikan Makassar sepulangnya mereka ke negara masing-masing.

Peserta yang memastikan hadir di antaranya dari New Zealand, Filipina, Australia, Kanada, Taiwan,Macau,Hongkong, Singapura, Malaysia, Myanmar dan tuan rumah Indonesia. “Dragon boat ini adalah cabang olahraga yang terbesar pesertanya. Bisa sampai 20 orang sekaligus. Kalau tiap negara diwakili 25 orang dengan ofisialnya, berarti 300 orang akan ada di Makassar selama event berlangsung,Itu peluang yang sangat besar buat ekonomi Makassar,”ujarnya.

Penasihat Lingkar Penulis Pariwisata (LPP) Bambang Haryanto mengatakan, acara tersebut pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia dan sudah terdaftar di International Dragon Boat Federation (IDBF) sehingga perlu diapresiasi. “Ajang ini masih dalam tahap sosialisasi dan melibatkan teman-teman penulis pariwisata nasional maupun luar negeri. Kita berharap keterlibatan mereka bisa memperkenalkan event ini ke sejumlah negara- negara lain,”kata dia.

Pemerintah Provinsi Sulsel juga diminta mengapresiasi acara ini karena akan menjadi momentum untuk menjadikan Sulsel sebagai tempat yang layak untuk berwisata dan indah untuk bermukim. rahmat hardiansya 

Read More >>