Minggu, 07 Oktober 2012

Dua Atlet Anggar Junior Sulsel Perkuat Indonesia


Minggu, 7 Oktober, 2012
Makassar-- Dua orang atlet anggar Sulawesi Selatan (Sulsel), Andika Kumoro Seto dan Andi Almaidah Dirhamzah, untuk kategori junior atau di bawah dari 20 tahun.

Keduanya dipanggil memperkuat tim Indonesia di kejuaraan Asian Junior and Cadet Fencing 2012, di Bali.

Menurut Pelatih anggar Sulsel Harry Jost, mereka dipanggil bergabung karena dinilai punya prestasi ditingkat nasional.

“Tingkat nasional mereka memang punya prestasi yang membanggakan. Cotohnya, Kumoro Seto adalah juara dua nasional untuk kategori junior. Sedangkan Almaidah, juara tiga nasional junior, ucapnya, Minggu 7/10/2012.

Meski mereka berdua masih belum maksimal saaat bertanding dengat atlet luar negeri, namun Harry mengaku tidak kecewa. Karena keduanya masih sangat muda dan jam terbangnya belum begitu panjang.

“Hitung-hitung, keikutsertaan mereka pada kejuaraan di Bali sebagai ajang mencari pengalaman dan menambah jam terbang,” katanya. (KM5)

Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=15878
Read More >>

Periksa Jantung Bisa Lebih Cepat


Minggu, 07 Oktober 2012 

MAKASSAR, - Diagnosa penyakit dan pemeriksaan kesehatan kini lebih cepat. Bahkan, pemeriksaan hasil diagnosa dan pemberian resep kepada pasien yang berada di tempat jauh dapat dilakukan melalui teknologi informasi komunikasi.  

Kemudahan layanan pemeriksaan kesehatan dengan teknologi canggih salah satunya diberikan Parahita Diagnostic Center yang resmi beroperasi di Makassar, Sabtu, 6 Oktober. Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin dan Gubernur Sulsel turut menghadiri launchingnya.

Direktur Parahita Diagnostic, Moh Sulthon Amien mengatakan, berbagai fasilitas pemeriksaan kesehatan dikembangkan dengan sistem satu atap. Pasien yang telah melalui pemeriksaan seperti gula darah, jantung, dan sebagainya, dapat melihat hasilnya hanya dalam satu hari.

Sulthon mengklaim fasilitas dan kemudahan pelayanan di Parahita Diagnosti telah mengimbangi pelayanan rumah sakit di luar negeri. "Pelayanan dan peralatannya sama dengan di Singapura. Kelebihan di Singapura hanya dapat berekreasi setelah pemeriksaan," tuturnya.

Kelebihan yang dimiliki di antaranya, fasilitas laboratorium mikrobiologi yang berfungsi mendiagnosa penyakit-penyakit infeksi seperti tuberkulosis, kusta, diare, dan penyakit lainnya.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, kehadiran laboratorium klinik sangat membantu program kesehatan pemerintah. Pemeriksaan kesehatan pasien dari 14 provinsi di kawasan timur Indonesia, tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit di Pulau Jawa, tetapi cukup di Sulsel. (sbi)
Read More >>

SYL Dapat Pin Emas dari Petani dan Nelayan Wajo


Minggu, 7 Oktober 2012 




Makassar, -- Intensitas kandidat calon gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus berakselerasi ke daerah-daerah di Sulsel. 

Minggu (7/10/2012), mantan Bupati Gowa dua periode ini mendatangi Kabupaten Wajo, tepatnya Di Lapangan Sepak Bola WakkaE Manyili, Kecamatan Takalala.

SYL melakukan silaturahmi dengan warga Wajo dan selanjutnya melakukan pengukuhan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) se Kabupaten Wajo.

Di lapangan yang berjubel dengan warga itu, SYL dielu-elukan. Warga banyak berteriak "Don't stop komandan", "oppoki" dan lain sebagainya.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Wajo, Syahruddin, mengatakan, antusiasme petani dan nelayan tersebut merupakan bukti kalau suara Syahrul Yasin Limpo merupakan suara petani dan nelayan.
Syahruddin, mengungkapkan, tahun ini panen raya komoditi unggulan di Kabupaten Wajo merupakan yang terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kebijakan yang dibuat Syahrul Yasin Limpo selaku Gubernur Sulsel membuat bank-bank yang ada mau memberikan kredit untuk rakyat, yang selama ini sangat didambakan. Tidak hanya itu, penyaluran benih pertanian juga dilakukan dengan sangat baik.

"Bulog dan petani yang dulunya bermusuhan, sekarang sudah menjadi partner yang baik karena kebijakan gubernur," urainya.

Atas jasanya tersebut, Syahrul menerima pin emas KTNA Nasional dari Ketua KTNA Wajo. Sementara, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, Sulsel adalah provinsi terbaik dalam hal pengelolaan pangan di Indonesia. Pertanian berjalan cukup baik dengan hasil komoditi andalan yang cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Syahrul juga menyerahkan piagam penghargaan kepada lembaga perbankan yang telah memberikan dukungan modal melalui KUR kepada petani, Pupuk Kaltim Wajo, Bank Sulsel Cabang Sengkang, Bulog dan Sangiaseri. Ada pula penyerahan sertifikat prona dan bantuan berupa alat-alat pertanian.(*)

Read More >>

Sabtu, 06 Oktober 2012

Menkominfo Berterima Kasih Kepada Sulsel


Selasa, 06 November 2012 

MAKASSAR,  -- Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring, mengucapkan terima kasih kepada Sulsel, karena mampu memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kontribusi Sulsel tersebut membuat Indonesia masuk dalam lima besar negara yang pertumbuhan ekonominya baik di dunia.

“Terima kasih kepada Sulsel karena perekonomiannya bisa di atas 8 persen, sehingga karena kontribusi ini, Indonesia masuk lima besar negara di dunia yang pertumbuhan ekonominya cukup baik dengan inflasi terendah,” ucap Tifatul, pada Pertemuan Tahunan Bakohumas Tingkat Nasional Tahun
2012, di Hotel Aston, Makassar, Selasa (6/11).

Tifatul menilai, keberhasilan yang dicapai di Indonesia, termasuk di Sulsel sangat luar biasa. Tetapi, karena para aparat kehumasan tidak mampu mengkomunikasikan dengan baik ke masyarakat, akhirnya yang diterima publik masih buruk.

“Kenapa yang terekspos hanya yang buruk. Karena, ada juga satu sikap media yang hanya memberitakan yang sensasional saja, tanpa mempertimbangkan efek psikologis masyarakat,” terangnya.

Dia mengimbau, pejabat humas harus hadir saat rapat pimpinan, khususnya dalam pengambilan kebijakan pemerintah. Humas harus mengetahui latar belakang suatu keputusan untuk menjelaskan ke publik secara tuntas.

“Kita hidup di tengah media yang kadang punya kepentingan politik. Karena itu, harus pandai, bukan hanya melawan opini itu, tapi menunjukkan positif prestasi. Kebebasan pers oke, tapi harus ada platform, batas yang harus disepakati,” tegasnya(KM)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121106102850-menkominfo-berterima-kasih-kepada-sulsel
Read More >>

Menpan Undang Syahrul Jadi Pemateri Antikorupsi


SABTU, 06 OKTOBER 2012 
JAKARTA, - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) diundang khusus oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Azwar Abubakar, untuk menjadi pemateri antikorupsi di Jakarta, Jumat, 5 Oktober.
Syahrul diundang khusus untuk memberikan masukan dalam rangka pencananan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani  (WBBM) di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.
Kepala Inspektorat Provinsi Sulsel, Azikin Solthan, di kantornya, kemarin, mengungkapkan, selain Syahrul, Kemenpan-RB juga mengundang Gubernur Banten Ratu Atut, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Gubernur DI Jogyakarta Sri Sultan untuk kegiatan yang sama.
“Ini merupakan undangan dari Kementerian PAN Reformasi Birokrasi kepada empat provinsi yaitu Sulsel, Banten, Jabar, dan Jogya. Semua akan memaparkan bagaimana upaya memberantas korupsi, kemudian menandatangani ke­sepakatan untuk mencapai zona integritas wilayah bebas korupsi dengan ombudsman RI dan KPK,” kata mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.
Pemerintah Provinsi  Sulsel diundang untuk melakukan pencanangan, karena berhasil memperoleh prestasi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua kali berturut-turut dari Badan Pemeriksa Ke­uangan (BPK) RI dan komitmen menjalankan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
“Inti pertemuan ini, Pemprov Sulsel oleh Pak Gub (Syahrul) membeberkan materi bagaimana penerapan reformasi birokrasi dan implementasi percepatan pemberantasan korupsi,” katanya.
Undangan kepada Syahrul untuk memberikan materi antikorupsi ini sekaligus menepis isu korupsi di tubuh Pemprov Sulsel. Pernyataan PPATK dan LSM Fitra bahwa Sulsel urutan ketujuh terkorup di Indonesia, bukanlah institusi Pemprov Sulsel, me­lainkan akumulasi dari kasus korupsi yang terjadi di 24 kota/kabupaten di Sulsel.
Dalam lansiran LSM Fitra, Makassar yang juga ibu kota Provinsi Sulsel menjadi kota dengan angka korupsi tertinggi kedua setelah DKI Jakarta. Meski demikian, Fitra menyebutkan bahwa data terkait korupsi Makassar belum final. (del/ism)
Read More >>

Celebes Convention Centre-Exhibition Hall Telan Dana Rp 15 Miliar


Sabtu, 06 Oktober 2012 


MAKASSAR – Pemprov Sulsel menerima kucuran dana segar dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) senilai Rp15 miliar untuk pengembangan Celebes Convention Center (CCC).

Dana ini akan digunakan untuk membangun exhibiton hallguna melengkapi fasilitas di area pameran tersebut. Seketaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim mengatakan, saat ini, CCC yang berada di Kawasan Metro Tanjung Bunga Makassar baru memiliki ballroomdanconventon hall.Sementara, untuk exhibition hall hingga saat ini belum dimiliki CCC yang dioperasikan sejak 2007 lalu itu.

“Sekarang ini kan CCC baru memiliki ballroom dan convention hall.Makanya kita mendapatkan anggaran dari APBN, untuk melengkapinya dengan exhibition hall. Dengan demikian, seluruh fasilitas MICE sudah tersedia di area CCC,”katanya kepada wartawan kemarin. Sebelum memulai proyek tersebut,Muallim mengaku telah mengumpulkan seluruh pihak terkait untuk menentukan lokasi pembangunan exhibition hall tersebut.

Dia mengaku, telah melakukan pengecekan di sekitar areal CCC untuk pembangunan gedung baru ini. Namun,untuk kepastiannya diserahkan ke Biro Ekonomi dan Biro Pengelolaan Aset Pemprov Sulsel. “Kemarin kami sudah melakukan pengecekan di samping kiri dan kanan CCC.Tapi belum bisa kita pastikan apakah bisa dibangun di situ,”bebernya. Bisa saja,lanjut dia,pembangunan convention hall ter-sebut berada di luar CCC.

Pasalnya, pihaknya mengkhawatirkan proyek ini bersinggungan dengan proyek Grand Rinra Hotel and Convention, yang juga direncanakan dibangun di sekitar areal CCC. Pemprov juga saat ini tengah mencari lokasi lain yang merupakan aset daerah,untuk pembangunan exhibition hall tersebut. “Kalau memang sudah tak bisa di areal CCC, terpaksa kita cari lokasi lain yang masih merupakan aset pemprov,” bebernya.

Nantinya, pengelolaan exhibition hall ini akan ditangani langsung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel. Biaya pemakaian fasilitas yang dipungut pengelola akan diserahkan ke kas pemprov dalam bentuk pendapatan asli daerah (PAD). Sebelumnya, PT Makassar Phinisi Seaside Hotel telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan pemprov terkait Grand Rinra Hotel and Convention di areal CCC. Grand Rinra dirancang berlantai 15 dengan memiliki 222 unit kamar dengan menggunakan luas lahan tiga hektare. Sejatinya, hotel ini mulai terbangun 2012 ini, namun hingga saat ini belum ada tanda- tanda dimulainya proyek tersebut. SEPUTAR INDONESIA ● wahyudi

Read More >>

Sulsel Kembali Jadi Tuan Rumah PDN Expo 2012


SABTU, 06 OKTOBER 2012 


MAKASSAR,  – Tetap bertahannya peringkat pertumbuhan ekonomi Sulsel sebagai yang tertinggi di Indonesia, bahkan mengalahkan Jakarta, kembali menjadikan Sulsel terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pameran Dalam Negeri dan Produk Kreatif Nusantara Expo 2012. Pameran bergengsi skala nasional ini, merupakan yang kali kedua digelar di Sulsel.
Asisten II Pemerintahan Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Yaksan Hamzah tidak menampik melesatnya pertumbuhan ekonomi Sulsel sebagai dasar penyelenggara PDN Expo kembali memilih provinsi yang dipimpin Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo ini.
“Lonjakan pertumbuhan ekonomi kita terus meningkat. Jadi tidak salah diselenggarakan disini. Pemerintah Sulsel juga mendukung lewat infrastruktur dan melahirkan kebijakan penunjang kegiatan,” kata Yaksan saat membuka PDN Expo 2012, Kamis, 4 Oktober di Trans Studio Mall, Makassar.
Selain berhasil memacu lonjakan pertumbuhan ekonomi, lanjut Yaksan, letak geografis dan status Sulsel sebagai gerbang Indonesia Timur membuat PDN Expo 2102 akan lebih mudah dilirik oleh pelaku usaha dan para investor.
“Sulsel adalah tempat yang potensial untuk mempromosikan berbagai produk. Pelaksanaan pameran ini juga tepat karena saat ini banyak bermunculan produk-produk dalam negeri, termasuk di Sulsel. Maka tentu event ini kesempatan yang bagus untuk mempromosikannya,” tandas Yaksan saat berkeliling stand pameran.
Pameran ini merupakan hasil kerjasama Dinas Perindustiran dan Perdagangan (Diseprindag) Provinsi Sulsel, dengan Kementerian Perdagangan dan Perindustrian RI. Pameran ini berlangsung kemarin, Kamis, 4 Oktober dan berakhir Minggu, 7 Oktober nanti.
Sebanyak 80 stand memeriahkan pameran skala nasional ini. Antara lain stand dari 13 provinsi, 16 kabupaten/ kota, 5 BUMN dan 12 UKM. (del/ami)
Read More >>

Jumat, 05 Oktober 2012

OUTSOURCING: Tindak Pelangaran, Pemprov Sulsel Bentuk Satgas


Jumat, 5 Oktober 2012

Compact_buruh001

MAKASSAR: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membentuk satuan tugas (satgas) untuk memverifikasi perusahaan yang masih menerapkan sistem kontrak atau outsourcing.

Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Hasman Mansyur mengatakan pembentukan satuan tugas (satgas) itu untuk mengoptimalkan penerapan Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 27/2011 Tentang Penghapusan Tenaga Kerja Kontrak.

“Hingga kini, keputusan Mahkamah Konstitusi yang melarang penerapan sistem kontrak belum berjalan maksimal. Di Sulsel, masih banyak perusahaan yang mempekerjakan tenaga paruh waktu a.l, PT PLN, PT Telkom, perbankan, dan rumah sakit,” katanya, Kamis (4/10/2012).

Menurutnya, verifikasi mengacu laporan dari serikat pekerja. Sejauh ini, pihaknya telah menurunkan satuan tugas untuk memverifikasi 2 perusahaan di Kabupaten Pangkep dan Kota Makassar, salah satunya PT PLN Wilayah Suselrabar. Jika terbukti, maka akan diproses secara hukum.

Dia mengungkapkan, terdapat sejumah kriteria pekerjaan yang dilarang menggunakan sistem kontrak. Salah satunya yaitu, jenis dan waktu kerjanya tetap. Kebijakan tersebut tercantum dalam undang-undang tentang ketenagakerjaan, dan Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 27 Tahun 2011.

Selain memverifikasi perusahaan, satgas yang dibentuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel juga bertugas mensosialisasikan kedua regulasi tersebut ke setiap perusahaan di Sulsel. Khusus keputusan Mahkamah Konstitusi, sosialisasinya diakui masih cukup minim.

Diminta Melapor

Umar Kasim, Kepala Sub Unit Pembekalan dan Informasi Hukum Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, meminta perusahaan yang mempekerjakan pegawai berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) untuk melapor ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara periodik. Tujuannya, memudahkan proses monitoring tentang hak pekerja, khususnya pada sektor yang objek kerjanya tidak tetap.

Pasca terbitnya keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan sebagian uji materi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, setiap perusahaan wajib melaporkan jumlah tenaga kerja berstatus PKWT maksimal 7 hari setelah perjanjian kerja disepakati. Selain itu, perusahaan juga harus menyampaikan isi perjanjian, berupa pemenuhan hak kerja. Diantarannya, jaminan sosial dan upah lembur.

“Pada Pasal 59 Undang-undang Tenaga Kerja disebutkan, perusahaan diperbolehkan menerapkan sistem kontrak. Namun di perjanjian kerja samanya harus mengatur, klausul tentang pengalihan perlindungan bagi pekerja yang objek kerjanya tetap,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel La Tunreng menilai, dikabulkannya sebagian uji materiil undang-undang tentang ketenagakerjaan tidak mewajibkan perusahaan mengangkat tenaga outsourcing menjadi karyawan tetap.

Alasannya, terdapat mekanisme yang harus diterapkan. Selain itu, pengangkatan tenaga kontrak harus memenuhi sejumlah persyaratan dan menyesuaikan kualifikasi yang dibutuhkan.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan pemilik perusahaan, agar menerapkan uji kelayakan kepada tenaga outsourcing yang layak diangkat menjadi pegawai tetap. Namun, harus mengacu perjanjian yang ditanda tangani dengan perusahaan penyedia jasa tenaga outsourcing,” katanya. (k46/sut)

Read More >>

Instansi Pemerintah/Lembaga Wajib mengikutkan Aksara Lontara


Jum, 05/10/2012 



Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, H.A. Muallim menutup Kongres Internasional II Bahasa-bahasa Daerah di Sulawesi Selatan di Hotel Sahid Jaya Makassar Kamis, 4 Oktober 2012. Dengan adanya kongres ini, H. A. Muallim berharap, rekomendasi kongres tidak hanya di atas kertas tetapi rekomendasi itu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari terutama di lingkungan keluarga.

A. Muallim mengaku prihatin dengan penutur yang enggan menggunakan bahasa daerah, padahal punah-tidaknya sebuah bahasa daerah amat sangat ditentukan oleh penuturnya sendiri. Sejumlah rekomendasi diserahkan ke pemerintah, salah satunya adalah saran kepada pemerintah agar mengikutkan aksara lontara dalam papan instansi atau lembaga.

Kepala Balai Bahasa Makassar, Adri yang membacakan rekomendasi kongres mengatakan penggunaan aksara lontara pada papan nama lembaga/instansi pemerintah dan swasta merupakan salah satu solusi mempertahankan eksistensi bahasa daerah.

Rekomendasi lainnya adalah penetapan bahasa daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Lainnya adalah penetapan hari berbahasa daerah sehari dalam seminggu dan peringatan hari bahasa ibu internasional.

Untuk media massa, kongres merekomendasikan agar menyiapkan ruang bahasa dan sastra daerah. Selama ini hampir semua media dianggap kurang memberi ruang untuk eksistensi bahasa daerah. Selain itu juga ada rekomendasi penyusunan tata bahasa baku dan kamus bahasa daerah Sulsel dan direkomendasikan agar dilakukan penelitian sastra daerah, inventarisasi dan dokumentasi sastra daerah, serta revitalisasi peran dan fungsi sastra daerah Sulsel.

Read More >>

2013, UMKM Sulsel Dapat Modal Rp25M


Jumat, 5 Oktober 2012

MAKASSAR,  -- Setelah mengesahkan Perda Lembaga Penjamin Kredit Daerah (LPKD) Sulsel, DPRD Sulsel juga menyetujui dana pemberdayaan UMKM senilai Rp25 miliar.

Ketua Umum Asosiasi Doktor Ekonomi Indonesia (ADEI) yang bertindak sebagai konsultan pada PPKD Prof Dr H Muhammad Asdar, mengatakan, DPRD Sulsel telah menyetujui Peraturan Daerah (Perda) PPKD. Ini merupakan angin segar pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di Sulsel. Mereka yang sebagian besar masih sulit mengakses pinjaman bank karena tidak memiliki agunan akan sedikit terbantu.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah UKM di Sulsel cukup tinggi. Sayangnya jumlah UKM ini belum didukung permodalan. "Ini sangat memprihatinkan dan menjadi penghambat bagi usaha kecil dan menengah," katanya didampingi Haeruddin dari Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Kamis 4 Oktober.
Dia juga mengungkapkan, DPR telah menyetujui dana awal untuk pemberdayaan UKM senilai Rp25 miliar. Dana itu diharapkan akan pada 2013.
Menurut Asdar, usulan agar PPKD diadakan di Sulsel, sudah setahun lalu. Namun usulan tersebut baru tahun ini Perdanya disetujui DPRD Sulsel. "Lembaga penjamin kredit daerah, sangat dibutuhkan agar perekonomian UKM bisa terus tumbuh," katanya.
Lembaga ini, sambung dia, selain membantu pelaku usaha mengakses kredit usaha, juga dapat meningkatkan  perekonomian masyarakat kecil. "Dari beberapa penelitian diketahui bahwa UKM kesulitan berkembang. Itu terjadi bukan akibat prospek usaha yang kurang, tetapi karena pelaku usaha itu belum atau kesulitan membuka akses ke bank untuk mendapatkan modal usaha," tuturnya.
Menurut dia, ada juga penyebab lain yang memengaruhi sulitnya pelaku UKM mendapat kredit bank. Yakni, pihak bank sangat berhati-hati menyalurkan kredit program dan komersialnya ke UKM. "Jadi menurut saya, salah satu cara membantu UKM itu adalah melalui lembaga penjamin kredit daerah," katanya. (id/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121004230237-2013-umkm-sulsel-dapat-modal-rp25m'
Read More >>

Realisasi Pajak Kendaraan Baru 64,01%


Jumat, 05 Oktober 2012

MAKASSAR – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat hingga Agustus tahun ini, realisasi pajak kendaraan atau nilai pajak kenda-raan bermotor (PKB) yang berhasil dihimpun baru mencapai 64,01% atau Rp390,17 miliar.

Kepala Bidang Pajak Dispenda Sulsel Malik Faisal mengatakan, terdapat total jumlah kendaraan baru dan lama yang membayar pajak mencapai 977.052 unit. Dari jumlah kendaraan itu,815.285 unit merupakan roda dua,dan 161.767 unit roda empat semua jenis dan tipe. “PKB yang berhasil direalisasikan Rp390,17 miliar, atau baru 64,01% dari target yang ditetapkan tahun ini. Sedangkan realisasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) baru 55,44% dari target, atau mencapai Rp574,87 miliar per Agustus tahun ini,” kata Malik,kemarin.

Walau belum mencapai target, namun Dispenda optimistis, target yang ditetapkan tahun ini akan tercapai di akhir 2012. Dia menyebutkan,tahun lalu jumlah kendaraan yang membayar pajak mencapai 1.470.526 unit, terdiri dari 1.239.371 unit kendaraan roda dua, 231.155 unit roda empat. Dengan realisasi PKB mencapai Rp527,24 miliar, dan BBNKB mencapai Rp827,10 miliar dan masih tertinggal dari tahun ini. Sebelumnya, Dispenda Sulsel sempat pesimistis, akan kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini dari pajak kendaraan bermotor sebesar Rp87 miliar,menyusul rencana penghapusan tunggakan yang sudah kedaluwarsa.

Kepala Dispenda Sulsel Arifuddin Dahlan mengungkapkan, total tunggakan pajak kendaraan bermotor sejak 1990 hingga 2011 mencapai Rp170 miliar, tetapi hanya Rp83 miliar yang dapat ditarik. ”Sisanya sudah kedaluwarsa, karena Pemprov Sulsel tidak dapat mengidentifikasi lagi keberadaan kendaraan wajib pajak baik yang hilang, maupun pindah kepemilikan. Itu semua menjadi penghambat untuk menarik pajak kendaraan. Kami kekurangan informasi,” katanya.

Menurutnya, Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah memungkinkan tunggakan pajak kendaraan bermotor yang kedaluwarsa dihapuskan. rahmat hardiansya

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/532453/
Read More >>

Penilaian Proper- Pengelolan Limbah Wajib Ramah Lingkungan


Jumat, 05 October 2012 

 

MAKASSAR – Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sulsel menegaskan,hasil akhir dari penilaian pengelolaan lingkungan hidup oleh perusahaan atau proper yang dilakukan pemerintah bukan untuk mendiskreditkan perusahaan tertentu.


Kepala BLHD Sulsel Tamzil Tadjuddin menekankan, proper tersebut digelar agar setiap perusahaan, baik swasta maupun pemerintah, tetap mengedepankan konsep ramah lingkungan dalam menjalankan bisnisnya. “Salah besar kalau kami dikatakan ingin mendiskreditkan perusahaan tertentu. Proper ini ditujukan agar para stakeholder melakukan pelestarian lingkungan secara baik,” jelasnya kepada wartawan kemarin.

Menurut Tamzil, penilaian proper yang dilakukan Pemprov Sulsel juga dalam rangkan mewujudkan iklim dunia usaha yang kondusif dan ramah lingkungan, dengan mengedepankan prinsip produksi yang bersih serta eco-efficiency. Salah satu yang menjadi penentu pada penilaian tersebut, yakni terhadap pengelolaan terhadap limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di setiap perusahaan yang terdaftar. Meski dari seluruh hasil penilaian lainnya memuaskan, namun pada proses penilaian limbah B3 masih diketemukan kejanggalan, maka hasilnya akan tetap dinilai hitam, atau perusahaan yang membahayakan kelestarian lingkungan.

“Seluruh tim yang diturunkan untuk penilaian propert, semuanya telah sesuai prosedur dari pusat. Orang-orang yang diturunkan, kami jamin bekerja profesional,karena telah melalui serangkaian tes tes dari Kementerian Lingkungan Hidup,”bebernya. Khusus di Sulsel,diakuinya, belum memiliki lokasi pusat pembuangan dan pemusnahan limbah B3. Untuk sementara ini,perusahaan masih melakukan proses pengiriman limbah B3 di Cileungsi,Bogor Jawa Barat. Begitu pun dengan izin pengangkutan limbah B3 tersebut dari Sulsel ke Bogor, harus melalui perusahaan tertentu yang telah ditunjuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Sebelumnya, BLHD Sulsel mengumumkan hasil penilaian sementara propert 2012,terhadap 21 kegiatan atau perusahaan industri besar yang menjadi objek penelitian. Dari 21 unit perusahaan tersebut, ada tiga yang masuk dalam daftar hitam atau dikategorikan merusak dan tidak memperhatikan lingkunganyakni PT Indomarmer Kuari Utama, PT Sermani Steel,serta RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Khusus kategori perusahaan yang mendapat penilaian merah yakni PT London Sumatera Indonesia, PT Maruki Internasional Indonesia,PT KIMA,PT Energy Equity Epic Sengkang, PT Eastern Pearl Flour Mills,Pabrik Gula Camming Bone, Hotel Sahid Makassar, PT Makassar Te’ne,PT PLN Sektor Tello,dan PT Semen Bosowa Maros.

Kemudian untuk kategori proper biru yakni PT Vale, PT EnergySengkang,PTPertamina TBBM Palopo, PT Pertamina TBBM Parepare,PT Pertamina TBBM Makassar, PT Semen Tonasa,PT Makassar Power. ● wahyudi 


Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/532442/
Read More >>

Mutasi Pejabat- Posisi Lowong Tetap Dijabat Pelaksana Tugas


Jumat, 05 Oktober 2012 
 

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memastikan tidak akan melakukan pengisian lima jabatan Eselon II setingkat kepala dinas yang hingga saat ini lowong.

Bahkan, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) belum menggodok nama-nama pejabat yang akan ditunjuk. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo secara tegas mengatakan, untuk sementara ini,pihaknya masih mempercayakan kepada pejabat pelaksana tugas (Plt) yang telah ditunjuknya. “Pengisian jabatan Eselon II yang hingga saat ini masih lowong,belum akan dilakukan. Kan masih ada Plt yang bisa menjalankannya,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.


Mantan Bupati Gowa dua periode ini berdalih, saat ini pihaknya masih berkonsentrasi agar seluruh program di akhir jabatannya tersebut bisa berjalan dengan baik. Karena itu,Syahrul belum berpikir untuk mengisi jabatan yang lowong itu. “Saya mau selesaikan agar semua bisa berjalan tenang dengan tenang,”katanya usai memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah terhadap 87 pejabat eselon III dan IV di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel. Lima jabatan yang masih lowong yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda),Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD),Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel.

Sementara itu, salah satu sumber SINDOyang ditemui di kantor gubernur mengaku, dalam waktu dekat ini akan segera ditetapkan pejabat defenitif untuk mengisi kelima jabatan yang masih lowong itu. “Kalau bukan akhir bulan ini, pelantikannya dilaksanakan awal bulan depan. Itu rencananya,” kata sumber yang meminta identitasnya tak dikorankan kemarin.

Sementara itu, dihadapan seluruh pegawai kemarin, Syahrul berpesan kepada PNS agar dalam tiga bulan terakhir ini, memperlihatkan kinerja yang baik serta menyelesaikan program-program kerja yang direncanakan sebelumnya. Dia juga mengimbau PNS agar tidak larut dalam isu-isu politik menjelang Pilkada Gubernur Sulsel (Pilgub) Sulsel 2013, terlebih ikut dalam politik praktis menjelang momen lima tahunan itu.

“Tak usah ikut ribut-ribut Pilgub Sulsel yang bisa membahayakan kalian. Tak usah. Kalau mau bantu saya, tolong tunjukkan hasil kerja yang bisa dirasakan rakyat di Sulsel,”pungkasnya. Syahrul juga sempat menyinggung taglineSayang yang merupakan singkatan pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang pada pilgub mendatang.

“Kalian tak akan salah jika di hatimu ada kasih sayang.Kasih sayang ini jangan diartikan bahwa kalian harus pilih Sayang (di Pilgub). Tak usah itu,”bebernya. ● wahyudi 


Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/532440/
Read More >>

Produksi Padi Sulsel Ditarget 22 Ton Per Hektare


Jumat, 05 Oktober 2012

PINRANG,  – Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, menghadiri Pesta Panen Padi Hibrida SHS SL-8 Kelompok Tani Mamminasae di Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Kamis, 4 Oktober. Syahrul turun langsung ke sawah melakukan panen padi bersama ratusan petani di Kabupaten Pinrang.

“Saya punya impian, ke depan kita bisa panen sampai 22 ton per hektar,” kata Syahrul.

Ia mengungkapkan, impian tersebut bukanlah hal yang mustahil. Bahkan, sudah mampu dilakukan di Iran de­ngan menggunakan tekhnologi berupa rekayasa genetika dan inseminasi.

“Kalau ini bisa kita lakukan, pendapatan petani kita bisa melambung mencapai Rp30 juta per kepala,” ung­kapnya.

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu, menjelaskan, Sulsel adalah provinsi terbaik yang ada di Indonesia.

Indikatornya, Sulsel adalah pemerintah terbaik dengan penghargaan Prasamya Karya Bhakti Praja Nugraha, WTP Clean and Clear dari Badan Pemeriksa Keuangan, dan pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional.

“Dari hasil pertanian kita di Sulsel, kita bisa capai Rp17 triliun. Pendapatan rakyat sudah mencapai Rp18 juta per kepala. Saya punya impian Rp30 juta per kepala. Orang bilang tidak mungkin, tapi saya akan coba,” katanya optimis.

Sementara, Bupati Pinrang, Aslam Patonangi, menuturkan, di Kabupaten Pinrang, padi yang bisa dipanen sudah bisa mencapai delapan ton per hektar. Harga per kilogramnya Rp3.650.

“Peningkatan ini membuat income per kapita petani semakin bertambah. Hal ini bisa tercapai karena bimbingan Pak Syahrul untuk mendukung P2BM dan surplus beras,” tuturnya. (*/ami)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/produksi-padi-sulsel-ditarget-22-ton-per-hektare
Read More >>

Karate - Atlet Sulsel Ikut Kejuaraan Karate di Paris


Jumat, 05 Oktober 2012 


Makassar  - Delapan atlet karate Sulawesi Selatan terpilih mewakili Indonesia ke kejuaraan karate internasional (WKF) di Paris, Prancis pada November 2012.

"Atlet Sulsel tersebut terpilih setelah menorehkan prestasi saat mewakili Indonesia di kejuaraan karate Asia Tenggaara (SEAKF) di Bangkok, Thailand, akhir September 2012 dan merebut gelar juara umum," ujar pelatih karate nasional Mursalim Bado'o di Makassar, Jumat.

Selain delapan atlet senior, katanya, Sulsel juga menempatkan dua atlet junior pada kejuaraan dunia karate (WKF) Brasil 2013 yakni Febi Ramadan untuk putra dan Ifka untuk putri.

Delapan atlet senior yang akan berlaga di Paris, masing-masing trio Kata putra Faizal, Aswar, dan Fidelis dan trio kata putri, Triwulan, Ririn, dan Sulhandra.

Selain itu, Hendro Agusalim dan Ayu Safitri untuk nomor kumite dan dua atlet lainnya, Teguh dan Wiwik, juga masuk Pelatnas SEA Games.

Menurut Mursalim, tim karate Indonesia ke WKF berintikan 18 atlet, delapan di antaranya berasal dari Sulsel.

PB Forki memutuskan semua atlet yang merebut medali di kejuaraan karate SEAKF dipilih mengikuti kejuaraan karate WKF di Paris, November 2012.

Atlet Sulsel yang mewakili Indonesia ke kejuaraan SEAKF dan WKF 2012 juga pemegang medali emas pada PON XVIII 2012 di Pekanbaru, Riau. (T.S016/M029)

Read More >>

Kamis, 04 Oktober 2012

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Eselon III dan IV Lingkup Pemprov. Sulsel


Kam, 04/10/2012


Bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis, 4 oktober 2012 berlangsung acara Pelantikan dan Pengambilan sumpah Jabatan Eselon III dan IV Lingkup Pemprov. Sulawesi Selatan. Pelantikan dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo. Adapun jumlah pejabat yang dilantik sebanyak 487 orang terdiri dari Eselon III, 18 orang, Eselon IV, 469 orang berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor : 821/20/X/2012.

Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutannya mengatakan, bahwa mutasi merupakan sesuatu yang sangat biasa dan bisa dilakukan kapan saja dan dilakukan untuk kepentingan daerah dan rakyat serta berharap agar para pejabat dapat bijak dengan melaksanakan tugas sesuai fungsi dan tugasnya yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pelantikan dilakukan dalam rangka mengisi jabatan yang lowong, hal ini dilakukan untuk memantapkan pola kerja organisasi. Gubernur meminta agar semua yang baru dilantik terus memberi prestasi, jangan ada pejabat yang tidak berfungsi. Mari kita buat rakyat kagum kepada kita, salah satunya adalah tetap menjaga harmonisasi yang baik.

Jabatan itu bukan sekedar SK saja, tetapi jabatan itu adalah tugas dan amanah dari Tuhan yang diberikan untuk dipertanggung jawabkan kepada Tuhan. Untuk melaksanakan tugas pada lembaga pemerintah adalah bertanggung jawab kepada provinsi, Negara dan kepada seluruh penduduk kurang lebih 8 juta jiwa. Pemerintahan yang baik adalah pemerintah yang kuat, tangguh, memperhatikan kesejahteraan rakyat, melayani dan tidak mementingkan diri sendiri.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/pelantikan-dan-pengambilan-sumpah-jabatan-eselon-iii-dan-iv-lingkup-pemprov-sulsel
Read More >>

Rancangan Perda Tentang Sistem Perlindungan Anak


Kam, 04/10/2012 -
Anak adalah amanah dan karunia Tuhan YME yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya dan belum matang secara fisik, mental, moral, spiritual dan sosial sehingga secara sosial budaya anak tidak hanya bergantung pada orang tua/keluarga juga pada system yang berlaku di masyarakat. sebagai manusia, anak memiliki hak asasi yang harus dihormati, dipromosikan, dipenuhi dan dilindungi. Hal ini dikatakan Ibu Sekertaris Badan Pemberdayaan Perempuan & Keluarga Berencana, Ir. Suciaty Sapta Margama, MSi saat membuka Rancangan Perda Tentang Sistem Perlindungan Anak,  di Ruang Data Kantor Gubernur, Kamis, 4 Oktober 2012. Turut hadir, Kepala SKPD Lingkup Pemprov. Sulsel serta undangan lainnya.

Lanjut dikatakan, sebagai tunas yang potensial dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, anak memiliki ciri dan sifat khusus serta peran strategis yang berkaitan dengan kelangsungan eksistensi bangsa dan negara di masa depan. Perlindungan anak merupakan salah satu urusan wajib pemerintah provinsi dan pemerintah kab/ko yang berkaitan dengan pelayanan dasar, karena itu pemerintah daerah  mengembang system perlindungan anak yang efektif untuk menjamin semua anak berada dalam lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangannya.

Dalam rangka mewujudkan Visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008-2013 menjadi sepuluh provinsi terbaik dalam pemenuhan hak dasar termasuk hak dasar anak, dimana perlindungan anak yang efektif harus menggunakan pendekatan system guna menciptakan lingkungan yang protektif untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah, penelantaran termasuk anak berhadapan dengan hukum dan anak dalam situasi darurat. Sistem perlindungan anak terdiri dari tiga komponen utama yang saling terkait yaitu system kesejahteraan sosial bagi anak dan kelurga, system peradilan dan system perubahan perilaku sosial. Ketiga komponen tersebut didukung oleh system hukum dan kebijakan serta system data dan informasi.

Read More >>

2015, IPA Mamminasata Suplai Air Bersih


Selasa, 04 October 2012 


 

MAKASSAR – Pemprov Sulsel akan membangun proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk membantu pendistribusian air bersih di wilayah Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata).

Proyek IPA yang pembangunannya akan dimulai 2013 mendatang ini berkapasitas 1.000 liter per detik.Instalai air bersih ini akan memanfaatkan air baku dari Sungai Jeneberang Kabupaten Gowa. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Mamminasata Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Sulsel Zulkarnain Kitta menyebutkan, proyek ini diperkirakan akan menelan anggaran hingga Rp876 miliar.Dana tersebut bersumber dari pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sulsel.

Tahap awal, Distarikan akan merampungkan studi kelayakan dan detail engineering design (DED) tahun ini. Ditargetkan, proyek air bersih ini mulai dikerjakan tahun depan. “Kalau ini sesuai jadwal, tender fisik akan dimulai tahun depan.” “Sehingga pembangunan dapat dilakukan pada 2015 mendatang. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah menyetujuinya,” katanya kepada wartawan kemarin. Zulkarnain mengatakan, air dari IPA baru ini akan endistribusikan ke empat kota dengan kapasitas masingmasing, PDAM Makassar 600 liter per detik,PDAM Gowa 200 liter per detik, PDAM Maros 130 liter per detik, dan PDAM Takalar 70 liter per detik.

Pembangunan IPA ini dinilainya sudah sangat mendesak, guna mengantisipasi semakin terbatasnya pelayanan penyediaan air bersih dari PDAM kepada masyarakat. Dia mengaku,pelayanan air bersih di Kota Makassar yang dilaksanakan PDAM saat ini mencakup 72% penduduk,dan diperkirakan akan menurun hingga 50% dalam waktu tiga hingga lima tahun mendatang. Hal ini diakibatkan pertumbuhan penduduk pertahun di Makassar mencapai 30.000 jiwa.

Sehingga, apabila tidak ada penambahankapasitasproduksi air bersih dalam wak-tu dekat, maka dipastikan pelayanan akan mengalami penurunan. Nantinya, operasional dan perawatan IPA tersebut akan dilakukan oleh Pemprov Sulsel dan pendistribusian air baku diserahkan ke langsung PDAM masing-masing daerah.“Pembangunan IPA berkapasitas 1000 liter per detik dapat meningkatkan pemanfaatan air baku dari Bendungan Bili-bili di Gowa,”tambahnya. ● wahyudi 


Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/532157/
Read More >>

Disperindag Sulsel Segera Luncurkan Rumah Coklat


Kamis, 04 Oktober 2012
Serahkan Rp120 Juta Bantuan UKM 




MAKASSAR,  – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Sulsel dalam waktu dekat akan meluncurkan Rumah Coklat bertepatan dengan Hari Jadi Sulsel ke-343 pada 19 Oktober mendatang. 


Kepala Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo menerangkan, pembangunan rumah coklat merupakan bagian dari program perindustrian coklat Sulsel yang marketable dan menjanjikan. Seperti diketahui, produk kakao Sulsel merupakan kualitas kedua terbaik dunia setelah Afrika.

“Kita harapkan industri coklat kita akan tergenjot de­ngan peluncuran rumah coklat seperti Malaysia. Coklat yang kita dijual disitu adalah coklat standar internasional. Kami juga sudah menggandeng perusahaan coklat dunia seperti Nestle dan Delphi dan beberapa yang lain, untuk membim­bing UKM coklat agar bisa memenuhi standar internasional,” kata Irman disela-sela penyerahan bantuan kepada UKM.

Irman menjelaskan rumah coklat diharapkan menjadi sa­lah satu ikon Sulsel. Rumah ini merupakan tempat dimana gerai-gerai coklat lokal Sulsel dibuka untuk wisatawan yang ingin mencicipi rasa dari coklat produksi Sulsel.

Rumah coklat yang terletak di kompleks Monumen Mandala itu akan diresmikan langsung Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Untuk menggenjot pemasaran, pemprov akan mewajibkan semua perusahaan travel dan hotel di Sulsel untuk membawa wisatawan mancanegara berkunjung ke rumah coklat sebagai bagian dari paket wisata.

Selain itu, Disperindag Sul­sel juga menyerahkan bantuan senilai Rp120 Juta untuk menggenjot industri usaha kecil menengah (UKM) di Sulsel. Bantuan yang diserahkan antara lain, bantuan alat Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis coklat, bantuan mesin pembuatan telur asin, dan bantuan tenda kepada pedagang kaki lima.

Irman menjelaskan, de­ngan bantuan alat IKM ini berbasis coklat yang full mulai dari etalese penjualan, peralatan masak, hingga kulkas, diharapkan IKM Coklat bisa tergenjot produksinya.

Selain itu dengan mesin pembuatan telur asin yang di­serahkan juga dipastikan bisa menjamin ketersediaan stok telur asin di supermarket. Bila selama pembuatan telur asin dilakukan secara tradisional dan membutuhkan waktu dua minggu, maka dengan mesin vakum yang diciptakan Disperindag Sulsel maka produksi telur asin bisa mencapai 300 butir telur hanya dalam waktu tiga hari saja.

Disperindag bahkan meminta masyarakat untuk membuat ulang mesin serupa dengan mencontoph teknologi yang ditemukan Disperindag Sulsel tersebut. Sedang de­ngan bantuan tenda, diharapkan kuliner kaki lima di Sulsel akan menjadi lebih menarik dan higienis. Irman menjelaskan, kendala jajanan kaki lima selama ini adalah penampilan yang kurang menarik sehingga dinilai menggangu tata kota. Namun dengan tenda dan set meja makan yang diperbantukan tersebut, Disperindag berharap jajanan kaki lima bisa lebih diterima pemerintah kota. (del/ami)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/disperindag-sulsel-segera-luncurkan-rumah-coklat
Read More >>

Syahrul Turun ke Sawah Panen Padi


Kamis, 4 Oktober 2012

PINRANG - Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, menghadiri Pesta Panen Padi Hibrida SHS SL-8 Kelompok Tani Mamminasae di Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Kamis (4/10).
 

Dalam rilis yang disampaikan Divisi Informasi dan Pengumpulan Data Pemerintah Provinsi Sulsel Badaruddin kepada Tribun Timus, Kamis (4/10), Syahrul bakal calon Gubernur incumbent Sulsel itu, turun langsung ke sawah melakukan panen padi bersama ratusan petani di Kabupaten Pinrang.

"Saya punya impian, ke depan kita bisa panen sampai 22 ton per hektar," kata Syahrul.

Ketua Partai Golkar Sulsel ini, mengungkapkan, impian tersebut bukanlah hal yang mustahil. Bahkan, sudah mampu dilakukan di Iran dengan menggunakan tekhnologi berupa rekayasa genetika dan inseminasi.

"Kalau ini bisa kita lakukan, pendapatan petani kita bisa melambung mencapai Rp 30 juta per kepala," Syahrul menambahkan

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu, menjelaskan, Sulsel adalah provinsi terbaik yang ada di Indonesia. Indikatornya, Sulsel adalah pemerintah terbaik dengan penghargaan Prasamya Karya Bhakti Praja Nugraha, WTP Clean and Clear dari Badan Pemeriksa Keuangan, dan pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional.

"Dari hasil pertanian kita di Sulsel, kita bisa capai Rp17 triliun. Pendapatan rakyat sudah mencapai Rp18 juta per kepala. Saya punya impian Rp30 juta per kepala. Orang bilang tidak mungkin, tapi saya akan coba," jelas Syahrul

Sementara, Bupati Pinrang, Aslam Patonangi, menuturkan, di Kabupaten Pinrang, padi yang bisa dipanen sudah bisa mencapai 8 ton per hektar. Harga per kilogramnya Rp3.650.

"Peningkatan ini membuat income per kapita petani semakin bertambah. Hal ini bisa tercapai karena bimbingan Pak Syahrul untuk mendukung P2BM dan surplus beras," katany.

Hadir pada Acara Tersebut anta ra lain, Kadis Prasarana Wilayah Adul Latif, Kaban Tanaman Pangan Asri Pananrang serta Karo Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Agus Sumantri. (*/tribun-timur.com)


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/04/syahrul-turun-ke-sawah-panen-padi
Read More >>

Wirausaha Baru Dapat Bantuan dari Disperindag


Kam, 04/10/2012 -


Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan memberikan bantun kepada wirausaha baru. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Disperindag Sulsel, Rabu, 3 oktober 2012 yang disaksikan Dirjen Kementerian Perindustrian RI, Hasbih Assidiq. Penyerahan bantuan sebanyak 40 item terdiri dari mesin pembuatan telur asin, estalase jualan, bantuan tenda kepada PK5 Makassar, blender, kompos gas, meja makan, kulkas dan sejumlah peralatan dapur lainnya.

Kadis Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, yang paling terkenal jiwa pedagang hanya orang Padang dan orang Makassar. Untuk itu, lewat bantuan ini sangat membantu meringankan beban para wirausaha baru. Selain penyerahan bantuan, juga turut dibangun rumah coklat yang berlokasi di belakang Monumen Mandala. Di rumah coklat nantinya akan diperlihatkan proses pembuatan coklat yang berstandar internasional. Rumah coklat, rencananya akan diresmikan oleh Presiden RI yang turut dirangkaian dengan Hari Jadi Sulsel.

Rumah coklat di harapkan menjadi salah satu ikon Sulsel. Rumah ini merupakan tempat di mana gerai-gerai coklat lokal sulsel di buka untuk wisatawan yang ingin mencicipi rasa coklat dari sulsel. Untuk menggenjot pemasaran, pemprov. akan mewajibkan semua perusahaan travel dan hotel di sulsel untuk membawa wisatawan mancanegara berkunjung ke rumah coklat sebagai bagian dari paket wisata. Di sela-sela penyerahan bantuan wirausaha baru, turut diserahkan plat nomor polisi untuk mobil merk Moko yang diserahkan langsung Kepala Samsat untuk 54 unit kepada Kadis Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/wirausaha-baru-dapat-bantuan-dari-disperindag
Read More >>

Rabu, 03 Oktober 2012

Gubernur Launching Laboratorium Komputer


Rab, 03/10/2012 
Para  siswa SMK laniang yang terletak di Kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP) mampu merakit sejumlah peralatan Komputer dengan rangka dari barang bekas. Mereka juga mampu merakit alat traktor tangan. Kreatifitas para siswa ini mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, yang sekaligus melaunching laboratorium kumputeryang ada di SMK Laniang. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, HM. Roem, Ketua Komisi D DPRD  Sulsel, Adil Patu.

Ketua Yayasan Laniang, Samsu Niang, menjelaskan, yayasan yang mengelola SMK Laniang juga telah membuka SD Laniang, SMP Laniang, termasuk SLB Laniang. Untuk SMK Laniang ada tiga jurusan yang disiapkan, yakni keperawatan, teknik komputer dan jaringan dan teknik kendaraan ringan. Bahkan yayasan ini akan membuka STKIP Laniang. Ini kita lakukan untuk mendukung program pendidikan gratis pemerintah. Untuk itu, sekolah ini kita bangun dengan membebaskan biaya bagi para siswanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan, perguruan Laniang diharapkan menjadi salah satu simbol lahirnya pendidikan yang berkualitas di Sulawesi Selatan yang telah menerapkan pendidikan gratis. Pada kesempatan itu Gubernur juga menjanjikan bantuan 30 unit komputer sebagai komitmen pemerintah provinsi untuk peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan.

Read More >>

Gubernur Sulsel Buka Jambore PKK Ispirasi Kemandirian Daerah


Rab, 03/10/2012 -
Tema, Sayang Ibu Keluarga Damai merupakan sumber energi dan kekuatan baru sebab di telapak kaki Ibu ada Surga dan Kasih sayang, sehingga berdosalah kita bila ibu sempat menangis dan sakit hati atas perbuatan dan kelakuan kita, dan menyingngggung perasaannya. Demikian dikatakan Gubernur  Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo ketika membuka acara Temu Kader PKK  dengan tema, Sayang Ibu Keluarga Damai di Bumi Perkemahan Ge’tenga Mengkedek Kab. Tana Toraja, Selasa 02 Oktober 2012. .
Gubernur lebih Lanjut mengatakan, meski begitu Jambore PKK adalah konsultasi  dan solidaritas akselerasikan program pembangunan sepatutnya mendapat dukungan dan PKK  menuju kemandirian  daerah.
Pada kesempatan tersebut  Ketua Tim penggerak PKK, Provinsi Sulawesi Selatan, Ny drg HJ. Ayunsri Harahap, menjelaskan prestasi  PKK Provinsi Sulawesi Selatan terbaik di Indonesia dan memiliki Jumlah kader 376.023 ribu hingga kepolosok desa dengan penuh hati kerja sukarela. Jambore ini di ikuti 3.000 kader dari 154 Lembanga dan Kelurahan yang tersebar di 19 Kecamatan.

Read More >>

Indeks Konsumen Sulsel Kian Membaik


Rabu, 03 October 2012
MAKASSAR – Perkembangan indeks harga konsumen di Sulsel pada September lalu tidak lagi mengalami inflasi seperti tiga bulan sebelumnya.

Sulsel yang merupakan gabungan empat kota, Makassar, Parepare, Palopo dan Watampone mencatatkan deflasi 0,12% atau mengalami perbaikan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono mengatakan, deflasi dialami Sulsel akibat turunnya harga-harga pada dua kelompok pengeluaran, yakni pada kelompok bahan makan serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. “Masing-masing turun 1,13% dan 0,13%,” kata Bambang di Makassar, kemarin. Walau dua kelompok pengeluaran itu mengalami penurunan indeks, tetapi lima kelompok pengeluaran masyarakat lainnya mengalami inflasi.

“ Hanya saja, inflasi yang disebabkan tidak begitu besar, sehingga Sulsel mengalami deflasi walau nilai indeksnya cukup kecil dibandingkan provinsi lain,”kata dia. Sementara itu, sektor ekspor impor Sulsel juga tidak bergerak baik. Ekspor Sulsel mengalami penurunan 11,94% jika dibandingkan bulan sebelumnya. rahmat hardiansya 

Read More >>

Selasa, 02 Oktober 2012

Bahasa Daerah Terancam Punah, Pemprov Sulsel Akan Buatkan Perda


Selasa, 2 Oktober 2012 
Syahrul Yasin Limpo [google]Syahrul Yasin Limpo [google]
[MAKASSAR] Bahasa daerah terancam punah dan semakin jarang digunakan oleh generasi muda.   Itulah sebabnya banyak yang tidak mengetahui bahasa daerah leluhurnya, apalagi memang ada yang gengsi menggunakan bahasa daerah.  

Untuk menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah di lingkungan pendidikkan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan membuat peraturan daerah (Perda).   

Bahasa daerah yang sering disebut sebagai bahasa ibu, keberadaannya akan berakhir secara sederhana, kemungkinan melalui proses perkawinan dengan suku yang berbeda, sehingga seorang anak sulit untuk mengetahui bahasa daerah dari kedua orang tuanya.   

"Saya ini contohnya, ibu saya suku Bugis ayah saya suku Makassar, saya faham jika orang berbahasa Bugis, namun lidah saya lebih terbiasa dengan bahasa Makassar,” ujar Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat membuka Kongres Internasional II Bahasa-Bahasa Daerah Sulawesi Selatan di Baruga Sangianseri, Gubernuran, Makassar, Senin (1/10) malam.   

Kongres tersebut bertema mewujudkan jati diri masyarakat melalui revitalisasi bahasa-bahasa daerah di Sulsel dalam bentuk penguatan, pemantapan dan pelestarian berbagai usaha pemerkayaan bahasa nasional, berlangsung tiga hari di Sahid Hotel Makassar, diikuti 384 peserta dari kalangan ilmuan bahasa, pendidik, wartawan, pemerhati bahasa daerah dari dalam maupun luar negeri.   

Di Indonesia terdapat lebih 745 bahasa daerah, 30 persen diantaranya mengalami kepunahan hanya dalam tempo 20 tahun. Beruntung, di daerah-daerah masih banyak anak sekolah yang bergaul memakai bahasa ibu, namun di kota, kondisi itu terbalik, mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, bahasa bergaulnya sudah memakai bahasa nasional.  

Salah satu cara untuk memperlambat kepunahan bahasa daerah itu adalah melalui penerapan pelajaran bahasa daerah di sekolah.   

Untuk itu, Syahrul menyambut baik adanya kongres bahasa daerah tersebut yang dapat menumbuhkan muatan lokal di sekolah dasar hingga menengah. 

Diharapkan, hasil kongres ini dapat mencapai tujuan menghimpun gagasan pemikiran dan pendapat dari pada pakar dan para pemerhati bahasa daerah Sulsel untuk dijadikan sebagai dasar perumusan kebijakan dalam melestarikan bahasa daerah.   

Selain itu untuk mencapai rumusan program pembakuan bahasa-bahasa daerah di Sulsel, terutama aksara, ejaan tata bahasa dan perkamusan dalam rangka pengentasan buta aksara serta terhimpunnya masukan dalam rangka penyusunan konteks pengajaran bahasa daerah, sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan dalam rangka pelaksanaan kurikulum muatan lokal di Sulsel.   

Di kesempatan itu dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Mansyur MS dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tentang penetapan bahasa dan sastra daerah sebagai kurikulum muatan lokal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Sulsel yang terdiri dari bahasa Bugis, Makassar, Masenrengpulu (enrekang) dan Toraja. [148]

Read More >>

Sulawesi Selatan Tuan Rumah Pertemuan Bakohumas Se Indonesia


Sel, 02/10/2012


Sulawesi Selatan tahun ini akan menjadi tuan rumah penyelenggara Pertemuan Bakohumas Seluruh Indonesia, yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 - 7 November 2012 di Hotel Aston Jl. Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pertemuan ini akan dihadiri oleh para pejabat Humas provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia dan dibuka oleh Wakil Presiden RI Bapak Budiono.

Kami mengajak para humas seluruh Indonesia dapat beramai-ramai ke Makassar untuk menghadiri pertemuan Bakohumas seluruh Indonesia sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi Sulawesi Selatan yang saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini dikatakan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Selatan, H. Agus Sumantri, Selasa, 2 Oktober 2012.

Read More >>

Permintaan RSS di Sulsel Naik 10 Persen

Selasa, 02 Oktober 2012 

MAKASSAR,  – General Manager Perum Perumnas Wilayah VII Makassar Pertama Ba­ngun mengatakan, permintaan rumah murah atau rumah sangat sederhana (RSS) di Sulawesi Selatan meningkat 10 persen per tahun.

“Karena itu, kami berusaha memenuhi permintaan tersebut dengan menyiapkan rumah tipe RSS di sejumlah lokasi di Sulsel,” kata Pertama di Makassar, Senin, 1 Oktober.

Menurut dia, tingginya permintaan rumah murah itu, diharapkan pengembang dapat menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan pembiayaan Rp89 juta per unit. Hal tersebut dimaksudkan untuk membantu pengadaan rumah murah bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Khusus periode 2012, lanjut dia, pihak Perum Perumnas Wilayah VII menyiapkan 200 unit RSS di wilayah Bumi Tamalanrea Permai (BTP) dan 300 unit rumah sederhana (RS) di wilayah Antang, Makassar.

Sementara di Kota Pare-Pare, Sulsel, Perum Perumnas menyi­apkan 400 unit RS untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat setempat.

Mengenai kendala pembangunan perumahan di sejumlah lokasi, dia mengakui, karena lahan semakin terbatas. Selain itu, juga karena keterbatasan dana dari pemerintah pusat atau pemerintah kabupaten/kota untuk berpartisipasi.

“Padahal diketahui, pembiayaan perumahan setiap tahunnya meningkat, karena harga bahan bangunan terus naik,” katanya, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Sementara kendala di lapangan juga karena kurangnya koordinasi antara pihak Perumnas dan peme­rintah daerah setempat baik me­ngenai persoalan perizinan maupun pajak. (*/ami)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/permintaan-rss-di-sulsel-naik-10-persen
Read More >>

Target Dua Juta Ekor Sapi


Selasa, 02 Oktober 2012 



Target dua juta ekor sapi dan kerbau oleh Pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup rasional. Target ini bakal terealisasi di tahun 2016, tentu saja dengan pembenahan berbagai perangkat, baik ketersediaan bibit sapi maupun kesiapan penyuluh kesehatan hewan.

Untuk mewujudkan target tersebut, Gubernur Provinsi Sulsel Syahrul Yasin Limpo sudah menyerahkan sebanyak 72 unit sepeda motor kepada petugas operasional Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan), Petugas Inseminasi Buatan (PIB), dan Partisipatory Disease Sorvelen Respont (PDSR) 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Diharapkan, dengan adanya bantuan alat penunjang operasional ini proses untuk mencapai target ini bisa berjalan lancar dan tepat sasaran.

Target ini dinilai akan terpenuhi dengan cepat, karena potensi sumber daya alam yang berada di daerah Sulsel ini sangat baik untuk pengembangan usaha di bidang peternakan antara lain pengembangan sapi, kerbau, kambing, dan ayam buras.

Dengan begitu, dapat membantu meningkatkan perekonomian di Sulsel, terutama untuk menopang kehidupan masyarakat. Apalagi, sektor peternakan akan berintegrasi langsung dengan kondisi ekonomi kerakyatan.

Untuk meningkatkan pengembangan peternakan dan kesehatan hewan di Sulsel perlu adanya partispasi semua pihak terkait, baik dari dinas, penyuluh, organisasi masyarakat, terutama petani ternak sendiri.

Persoalan peternakan dan kesehatan hewan bukan hanya menjadi tugas aparat pemerintah. Tetapi, kita semua dari masyarakat, organisasi dan profesi asosiasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan serta praktisi di pusat maupun di daerah.

Dari 72 bantuan sepeda motor operasional untuk mewujudkan program dua juta ekor sapi dan kerbau, empat unit diberikan kepada Poskeswan, 20 unit kepada Petugas Inseminasi Buatan (PIB), dan 48 unit Partisipatory Disease Sorvelen Respont (PDSR) 24 kabupaten/kota.
Sebelumnya, pemprov juga telah bantuan kepada kelompok peternak di Sulsel ini untuk mewujudkan program tersebut.

Jika target ini tercapai, Sulsel akan menjadi salah satu pemasok daging di Indonesia untuk menutupi kebutuhan daging nasional dan juga dapat menjadi sentra produksi ternak.

Jika target ini tercapai, beberapa persoalan kebutuhan daging dalam negeri juga bakal teratasi. Apalagi, di waktu-waktu tertentu, keterbatasan daging kerap menjadi persoalan pelik, sehingga harus mengimpor sapi dari Australia dan beberapa negara lain.

Kelangkaan daging sapi biasanya terjadi di hari-hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dan tahun baru. (*)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/catatan-cakrawala/target-dua-juta-ekor-sapi
Read More >>

Syahrul Tantang Rakyat Cari Korupsinya


Selasa, 02 Oktober 2012

 


Sumbang 2 Lagu di Pengukuhan OK Gowa

SUNGGUMINASA,  - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyumbangkan lagu yang dipopulerkan oleh Slank “Tak Bisa Jauh” sebelum memberikan sambutan usai mengukuhkan Oto Komandan Gowa di Lapangan Syekh Yusuf Sungguminasa, Gowa, Minggu, 30 September malam.

Tak hanya satu lagu, mantan Bupati Gowa dua periode ini juga menyanyikan lagu berbahasa Makassar “Janji ku”. Menurutnya lagu ini mengantarnya menang di Pilgub 2007 lalu, sehingga berharap momen itu kembali terulang 2013 mendatang.

Dalam sambutannya Syahrul mengatakan hadirnya komunitas seperti Oto Komandan bukan untuk gagahan. Memang ada niatan yang baik untuk membela kepentingan rakyat.

“Kenapa harus pilih Syahrul karena Syahrul telah membuktikan menghadirkan pemerintahan yang baik,” katanya.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini juga menjelaskan ke masyarakat banyaknya isu miring yang ditujukan kepada dirinya. Namun, dia melihat semua itu sebagai dinamika politik menjelang pilgub Sulsel 2013 mendatang.

Salah satunya dituding telah menjual Lapangan Bungaya yang dulu menjadi halaman kantor Bupati Gowa di Jalan KH Wahid Hasyim, Sungguminasa ketika Syahrul masih menjabat sebagai Bupati Gowa dulu.

“Saya dituding telah menjual lapangan (Bungaya) itu. Padahal saya ini bukan dan malah anti dengan pejabat yang suka menjual aset negara.

Isu ini sudah lama digulirkan dan sekarang saya baru mengatakan malam ini bahwa saya tidak pernah menjual lapangan. Saya membuat Lapangan Syekh Yusuf yang sekarang ini menjadi public space dan lapangan sepakbola bagi masyarakat Gowa. Dan eks Lapangan Bungaya Sungguminasa itu kini menjadi halaman museum Istana Balla Lompoa. Jadi tidak ada lapangan yang saya jual,” jelas Syahrul saat memberikan sambutan usai mengukuhkan pengurus OK Gowa.

Pengukuhan itu turut dihadiri Sekretaris Kabupaten Gowa Muh Yusuf Sommeng, dewan pelindung OK Sulsel antara lain HM Roem, Tenri Olle Yasin Limpo, Arfandi Idris, Ketua OK Sulsel Kemal Redindo Syahrul, dan pengurus OK Sulsel lainnya.

Karena dituding sebagai penjual aset negara, Syahrul menimpali isu miring dirinya itu bahwa hanya pemimpin yang tidak korup lah yang bisa membangun daerah lebih baik.

“Kalau kamu pernah mandi dan minum air PDAM Makassar maka itu adalah hasil kerja Syahrul. Berbahaya Jeneberang kalau Bilibili tidak diurus, karena itu Syahrul-lah yang menggagas dibangunnya waduk untuk membendung sumber air untuk masyarakat dan itu dinikmati masyarakat Makassar kini. Ngurus banjir saja tidak benar, kok malah tuding orang yang macam-macam. Saya adalah Syahrul yang tidak pernah korupsi, tidak pernah menjual sungai Jeneberang, tidak pernah menjual lapangan, apalagi menjual lapangan Bungaya,” tegas peraih Bintang Mahaputra dari Presiden RI ini.

Syahrul pun mengajak masyarakat Gowa untuk mengedepankan pemikiran yang jernih tanpa dicekoki pikiran miring yang memang sengaja digulirkan untuk membuat masyarakat menutup mata dan melontarkan tuduhan macam-macam.

“Saya sangat yakin dengan watak orang Gowa bahwa orang Gowa itu tidak pernah keluar dari tanggung jawabnya. Hanya orang Gowa pendatang yang tidak kenal dengan Syahrul. Tolong cari korupsinya Syahrul. Kalau ada, maka Syahrul akan tinggalkan semuanya,” katanya.

“Kalau saya tidak punya talenta ‘bersih’ itu tidak mungkin Syahrul menjadi salah satu dari 70 kepala daerah terbaik di Indonesia, tidak mungkin Syahrul diberikan 119 penghargaan nasional dan tidak mungkin dijadikan teladan sebagai ketua asosiasi gubernur se Indonesia. Karena itu, mari bela saya, mari orang Gowa bantu saya beri pencerahan bahwa Syahrul memang pemimpin yang tulus ikhlas mensejahterakan rakyat, bukan hanya untuk orang Gowa tapi di seluruh Sulsel ini,” tambahnya.

Pelantikan dan pengukuhan OK Gowa sendiri diwarnai aktraksi dua pengendara Motor Komandan, Syahrul pun menitip pesan kepada pengurus OK Gowa untuk bekerja maksimal dalam mengawal Pilgub 2013 ini.

“Saya minta OK susuri hingga ke pelosok gunung, yakinkan masyarakat bahwa Syahrul yang terbaik, bahwa Syahrul tidak pernah keluar dari amanah rakyat sebagai pemimpin yang bersih,” pintanya.

Selain dihadiri ribuan warga Gowa, sejumlah komunitas juga ikut bergabung. Antara lain komunitas jeep, motor trail, dan sebagainya. (ute/soe)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/politik/syahrul-tantang-rakyat-cari-korupsinya
Read More >>

Senin, 01 Oktober 2012

54 Gudang Bulog Sulsel Siap Tampung Komoditi


Senin, 01 Oktober 2012




MAKASSAR,– Sebanyak 54 gudang Bulog di Sulawesi Selatan siap menampung komoditi jagung dan kedelai, setelah ada penambahan kewenangan Bulog dari pemerintah.

“Bulog yang selama ini me­ngelola dan menampung beras petani, juga siap mengelola komo­diti jagung dan kedelai,” kata Humas Perum Bulog Divre Sulsel Tajuddin di Makassar, akhir pekan lalu.

Menurut dia, Perum Bulog Divre Sulsel yang juga memawahi wilayah Sulbar kini masih menunggu regulasi khusus dari pemerintah, termasuk petunjuk teknisnya.

Ia mengatakan melalui 54 gudang yang tersebar di dua provinsi itu, pihaknya siap mengelola dan mendistribusikan kedua komoditi tersebut selain beras.

“Yang jelas, selaku Perum tidak diperkenankan melakukan monopoli pada komoditi tertentu, sehingga kedepan akan dilibatkan mitra dalam penyerapan dan pendistribusiannya,” katanya, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pihak koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan digandeng, namun harus memenuhi persyaratan diantaranya memiliki kompetensi dan penuh tanggung jawab.

Selain itu, lanjut dia, ketiga komoditi yakni beras, jagung dan kedelei juga akan dipasarkan melalui “Bulog Mart” yang sudah memiliki “outlet” di beberapa daerah.

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Unggulan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang mengatakan, pihaknya sudah mengajukan ke pemerintah usulan HPP untuk jagung dan kedelai.

“Hal itu dimaksudkan agar kedua komoditi itu, harganya tidak anjlok pada musim panen, sehingga harus memiliki HPP untuk memotivasi petani menanam jagung dan kedelai,” katanya. (*/ami)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/54-gudang-bulog-sulsel-siap-tampung-komoditi
Read More >>