| Rabu, 17 Oktober 2012 | |
| KEJUARAAN
balap Gubernur Sulsel Cup Urban Mild Road Race 2012 sukses digelar di
sirkuit Lanto D Pasewang Kabupaten Sidrap pada Minggu (14/10).Pada
kejuaraan itu, Sosial Aspirasi dan Aksi Publik (Sadap) racing team
tampil mendominasi. Kegiatan yang diikuti 300 starter baik dari Sulsel maupun racer dari luar Sulawesi seperti, Jawa Timur dan DKI Jakarta tersebut menempatkan empat pembalap Sadap di posisi juara dari lima kelas yang dipertandingkan. Adapun pembalap berprestasi tersebut antara lain,M Ilham Kelas Matic s/d 130cc Standart Open MP 7 Juara I,Cheper Moohan Kelas Bebek 110cc 4 taktune up seeded MP.II.Juara.I serta juara III di Kelas Bebek 125cc 4 tak tune up seeded MP.I , dan M Ilham Kelas Matic s/d 130cc standart Pemula MP 7 .Juara.II. Sementara untuk di kelas matic sd 200cc tune up open,Sadap berhasil menempatkan finalisnya M Ilham. Pimpinan Sadap Syarifuddin Dg Punna mengungkapkan, menghadapi kejuaraan yang digelar pada 23 September mendatang pihaknya juga sudah mempersiapkan diri, terutama menyiapkan mental anak didiknya serta motor yang akan disiapkan agar tim Sadap telah siap untuk bersaing dengan tim lain. Syarifuddin menuturkan, Sadap merupakan salah satu tim balap yang mewadahi para remaja yang mempunyai bakat di road race,untuk tidak balapan liar,merekrut para remaja baik pemula maupun seeded untuk ikut serta di ajang balap motor. Apalagi Sulsel mempunyai banyak bibit-bibit pembalap yang memiliki potens besar mengukir prestasi . Pihaknya juga terbuka bagi pembalap baik nasional maupun regional untuk menjadikan Sadap Racing Team,itu hanya sebagai eksebesi. “Yang penting pembalap tersebut punya harapan untuk meraih prestasi di dunia balap,kami pasti menaungi,”ungkapnya saat menggelar jumpa media di warkop otomotif,kemarin. herni amir |
Rabu, 17 Oktober 2012
Gubernur Sulsel Cup 2012 Didominasi Tim Sadap
Bahas Pembangunan, Gubernur Kumpulkan Pakar
Rabu, 17 Oktober 2012![]() | |
| MAKASSAR
– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengumpulkan sejumlah pakar dari
berbagai disiplin ilmu dan perguruan tinggi di rumah jabatan gubernur
Senin (15/10) malam. Dalam kesempatan tersebut, gubernur meminta pandangan dan kritikan akademisi terkait proggres pembangunan dalam empat tahun terakhir. Sejumlah akademisi yang hadir dalam diskusi tertutup tersebut antara lain Sosiolog Prof Saleh S Ali, Dr Tajuddin Parenta, Prof Wasir Thalib, Dr Rahim Darma, dan sejumlah akademisi dari Universitas Hasanuddin, (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin. Juru bicara gubernur,Imam Mujahidin mengungkapkan, diskusi tersebut digelar untuk memastikan pembangunan Sulsel berjalan pada alur yang tepat.Menurut beberapa akademisi, pembangunan Sulsel lima tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang luar biasa. “Secara objektif saya ingin katakan bahwa pembangunan di Sulsel telah berlangsung sangat luar biasa,maju pesat,dan telah sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan oleh Perda Nomor 12/2008,”kata Dr Tajuddin Parenta seperti yang dikutip Imam Mujahidin, kemarin. Menurut Tajuddin Parenta, sambung Imam, indicator utama yang bisa dilihat adalah tren perbaikan Indeks Prestasi Manusia (IPM) yang naik empat strip. Berdasarkan data BPS,pada 2006,peringkat IPM Sulsel pada urutan 23,dan 2011 sudah menempati rangking 19. Kenaikannya rata-rata satu poin ini tidak dialami oleh provinsi lain di Indonesia. Sementara, akademisi Dr Rahim Darma berpendapat visi untuk menjadikan Sulsel sebagai 10 terbaik dalam pelayanan hak-hak dasar masyarakat sudah dilampaui.Indikator tentang soal itu dapat dilihat pada Perbandingan Kinerja Sosial Ekonomi antarprovinsi yang disusun Bappenas yang menempatkan Sulsel berada pada kuadran satu. Indikatornya adalah posisi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan penurunan kemiskinan dan pengangguran yang signifikan. Provinsi lain yang berada pada kuadran ini adalah antara lain; Riau,Kepri, Kalteng,Kaltim,dan Sumsel. ”Data ini menunjukkan bahwa pembangunan di Sulsel telah memasuki lintasan yang tepat, yakni pro-poor dan projob. Jadi IPM memang harus dipahami secara utuh,” lanjut Parenta. Menanggapi hasil diskusi dengan pakar,Gubernur Syahrul Yasin Limpo menyatakan akan terus melakukan perbaikan dalam masa pemerintahannya khususnya pada bidang pendidikan dan kesehatan. Pasalnya, dua sektor ini sangat berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. “Masukan dan tanggapan dari semua akademisi akan saya jadikan bahan untuk melakukan perbaikan sejumlah program yang masih dianggap kurang khususnya IPM. Memang bukan hal mudah karena buta huruf Sulsel rata-rata usia 45 tahun ke atas,”tegasnya. ● jumardin akas |
Syahrul Minta Perbankan Bantu Permodalan Industri di Daerah
Makassar,– Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo meminta pihak perbankan agar membantu permodalan untuk membangun dan mengembangkan perindustrian di daerah-daerah di Sulawesi Selatan. Ini diutarakan dihadapan pimpinan Bank Indonesia Wilayah I dan para pimpinan perbankan di Makassar, saat mengunjungi kantor BI di Makassar, Rabu 17/10/2012.
“Saya sangat berharap pihak perbankan membantu permodalan untuk membangun industri di daerah-daerah, dengan jaminan APBD” harap Syahrul.
Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mencapai 8,45 persen pada triwulan II 2012, pihak Perbankan sangat berpeluang mengembangkan industri. Sementra untuk infrastruktur akan ditangani oleh Pemprov.
” Saya membutuhkan modal yang jumlahnya triliunan rupiah, untuk mendorong perindustrian Sulsel. Dengan pertumbuhan ekonomi Sulsel 8,45 persen, saya yakin peluang perbankan untuk berkolaborasi dan berkontribusi, sangat terbuka” Ujarnya.
Sementara, Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah I Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampapua), Mahmud, menyatakan bersedia bekerjasama dengan Pemprov Sulsel.
“Kami yakin bisa berkolaborasi, membangun Sulsel,”Ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, hadir antara lain Brance Manager Panin Bank, Onny Gappa dan Dirut Bank Pembangunan Daerah Sulsel, Ellong Candra.(KM5)
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=16805
INDUSTRI COKELAT: Pemprov Sulsel-Petra Foods Buat Galeri Produk Cokelat
Rabu, 17 Oktober 2012

MAKASSAR: Pemprov Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Petra Foods Ltd,
produsen cokelat Delfi, segera membuka House of Chocolate pada November.
“Bulan depan atau nanti November [sudah dibuka] dengan Delfi, [House of
Chocolate] itu bisa jadi awal untuk membangkitkan industri cokelat di
Sulsel yang saat ini sudah mulai terlihat,” ujar Gubernur Sulsel Syahrul
Yasin Limpo kepada pers hari ini (17/10).
House of Chocolate merupakan konsep berupa galeri untuk memperkenalkan
produk cokelat Sulsel. Di sisi lain, Petra Foods, yang sahamnya tercatat
di Singapore Stock Exchange, merupakan induk usaha dari Delfi Marketing
Sdn Bhd yang berdiri di Malaysia dan memiliki pasar terbesar di Tanah
Air.
Produk perseroan terutama merupakan produk olahan cokelat termasuk
merek Top, Silver Queen, Twister, Ceres, Chacha, Take-it, Funtime dan
Treasures. (foto: chicago.cbslocal.com).
Menurut Syahrul, saat ini Pemprov Sulsel mencatat produksi cokelat di
daerah ini sudah mencapai 260.000 ton per tahun dari sebanyak 18 juta
pohon yang sudah tertanam.
“Dari jumlah [pohon dan produksi] itu, bisa menghasilkan Rp11 triliun
dalam 2 tahun. Harapan saya industri cokelat bisa besar, apakah Nestle
[produsen olahan susu dan coklat PT Nestle Indonesia] maupun Delfi atau
perusahaan lain,” ujarnya.
Dia juga mengatakan saat ini pihak Nestle siap memindahkan pabriknya
dari Jakarta ke Sulsel tetapi rencana itu belum juga tuntas hingga saat
ini.
Selain itu, produsen Delfi juga sudah mulai memanfaatkan produk cokelat
Sulsel meskipun belum mendirikan pabrik untuk memproduksi barang produk
akhir.
Untuk itu, lanjutnya, dia juga berharap jika nantinya pembangunan pabrik
cokelat terealisasi maka dana pembangunan tidak hanya dipinjamkan dari
bank asing tetapi juga bank lokal agar ada partisipasi modal. (yus)
AKSI SOSIAL: Pemprov Sulsel Segera Bentuk Forum CSR
MAKASSAR: Pemerintah Provinsi Sulsel segera membentuk forum, untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Sekretaris Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel Susiwaty mengatakan, forum yang dibentuk bertugas untuk mengkoordinir pemanfaatan bantuan yang diberikan perusahaan, terutama sasaran penerimanya.
"Pembentukan forum itu, dilakukan setelah peraturan gubernur tentang CSR disahkan," kata Susiwaty, Rabu (17/10).
Dia menegaskan, setiap perusahaan yang akan menyalurkan dana CSR nya harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan forum tersebut, sehingga tidak ada tumpang tindih dan pemanfaatannya pun lebih merata.
Forum tersebut katanya, akan melibatkan perusahaan, pemerintah daerah, dan akademisi. Sektor yang diprioritaskan memperoleh pembiayaan diantaranya infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Namun, hingga kini belum dipastikan berapa besar dana CSR yang setiap tahun disiapkan sejumlah perusahaan di Sulsel.
Terkait draft Peraturan Gubernur tentang CSR, diakui masih tahap pembahasan di Biro Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulsel. Ditargetkan, regulasi tersebut sudah disahkan tahun ini. (K46/faa)
Sumber: http://www.bisnis.com/articles/aksi-sosial-pemprov-sulsel-segera-bentuk-forum-csr
Rumah Sakit Jantung Pertama di Bangun di KTI
Rabu, 17 Oktober 2012
Peletakan batu pertama yang
sekaligus menandai dimulainya pembangunan Pusat Jantung Terpadu
dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo bersama
Direktur RSUP Wahidin Sudirohusodo, Prof Abdul Kadir, Selasa, 16
Oktober 2012. Pembangunan proyek ini akan dilakukan dengan dua tahap.
Tahap pertama pembuatan konstruksi hingga lantai empat dan tahap kedua
dilanjutkan hingga delapan lantai.
Seluruh proyek konstruksi
tersebut direncanakan akan rampung pada 2014 mendatang. Total anggaran
yang digunakan mencapai Rp 171 miliar dan bersumber dari Anggaran
Pendapatan Belanja Negara (APBN) Pusat Jantung Terpadu yang berada di
bawah naungan RSUP Wahidin Sudirohusodo ini akan dilengkapi sejumlah
fasilitas seperti poliklinik, emergency, COT, ICU, Cathlab, CVCU serta
Intermediante untuk lantai satu sampai lantai tiga. Lantai empat hingga
tujuh digunakan untuk ruang perawatan, sedangkan lantai delapan
dimanfaatkan sebagai perkantoran.
Menurut Gubernur bahwa kehadiran
Pusat Jantung Terpadu di Kota Makassar ini, semakin mempertegas posisi
Sulsel di KTI. Menurutnya gedung yang ditargetkan beroperasi 2014
mendatang ini, bukan hanya untuk melayani masyarakat di Sulsel,
melainkan 16 provinsi lainnya yang berada di KTI. Kehadiran Pusat
Jantung Terpadu ini sebagai wujud kepedulian pemerintah dan RSP Wahidin
Sudirohusodo untuk memberikan pelayanan maksimal, khususnya terhadap
pelayanan jantung.
Prof Abdul Kadir mengatakan Pusat
Jantung Terpadu tersebut merupakan yang pertama di Kawasan Timur
Indonesia. Pembangunan gedung ini merupakan upaya untuk peningkatan
kesehatan masyarakat, khususnya di Sulsel. Penyumbang kematian terbesar
di Indonesia adalah penyakit jantung. Olehnya itu,berupaya
mengembangkan pusat jantung terpadu dengan konsep pelayanan
komprehensif, mulai preventif sampai rehabilitatif. Selain dijadikan
sebagai pelayanan penyakit khusus jantung, gedung tersebut juga nantinya
akan dijadikan sebagai pusat pengkajian kajian pendidikan jantung di
Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Gubernur Sulsel Kunjungi Dua Industri Besar di Kima
Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo berkunjung ke dua industri besar yang ada di Kawasan Industri Makassar, Selasa, 16 Oktober 2012. Selain untuk melihat langsung operasional pabrik juga menyempatkan diri makan siang bersama para buruh.
Industri pertama yang dikunjungi gubernur adalah PT.Mega Putra Sejahtera, perusahaan ini memproduksi mie instan dan kopi. Gubernur diterima langsung Komisaris Utama, Hasyim Sulimdro dan Presiden Direktur, Frans Honga Halim. Selanjutnya gubernur berkunjung ke pabrik gula PT Makassar Te’ne dan langsung melihat proses produksi gula rafinasi. Beliau sangat senang karena di Sulsel pertumbuhan ekonomi kita melebihi brata-rata nasional. Uang rakyat makin banyak bahkan mencapai Rp 131,7 triliun. Oleh karena itu industri pun makin berkembang dan makin dibutuhkan.
Gubernur dihadapan para buruh di PT Makassar Te’ne mengatakan sejak pabrik tersebut hadir di Sulsel hampir tidak ada lagi persoalan kekurangan gula yang terjadi dan beliau juga menyatakan komitmennya untuk menjaga keberlangsungan semua industri yang ada di Sulsel. Menjaga agar tidak ada karyawan yang di PHK sewenang-wenang dan menjaga agar semuanya berakselerasi dengan baik.
Sulsel sekarang menjadi provinsi pembeli motor dan mobil terbanyak, itu artinya ekonomi kita maju, rakyat makin sejahtera dan listrik Sulsel terbaik di Indonesia. Tidak hanya itu, pendidikan anak-anak bisa terwujud karena ada pendidikan gratis. Begitu pun dengan kesehatan masyarakat yang terjamin dengan adanya program kesehatan gratis.
Pemprov Sulsel Akan Remajakan 20.000 Ha Areal Pengembangan Kopi
Rabu, 17 Oktober 2012
MAKASSAR–Pemerintah
Provinsi Sulawesi Selatan akan meremajakan 20.000 hektare areal
pengembangan kopi, untuk meningkatkan produktivitasnya.
Kepala Seksi Tanaman Tahunan Dinas Perkebunan Sulsel Abdurrahman
mengatakan dari data yang ada, potensi lahan yang belum dimanfaatkan
maksimal masih cukup besar. Apalagi kopi merupakan salah satu komoditas
yang berpotensi mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya di Sulsel.
Meskipun, kopi belum ditetapkan sebagai salah satu komoditas unggulan
Sulsel, tetapi salah satu jenis kopi yakni Arabika banyak diminati
sejumlah negara di Eropa dan Afrika.
“Untuk meningkatkan produktivitas komoditas tersebut, 20.000 hektare
areal pengembangan kopi di daerah ini akan kami remajakan hingga akhir
tahun ini. Lokasinya di Kabupaten Enrekang, Tana Toraja, Gowa, Bantaeng,
dan Bone,” ungkap Abdurrahman, Rabu (17/10).
Data Dinas Perkebunan Sulsel menyebutkan, potensi pengembangan kopi
mencapai 43.960 hektare. Namun, baru 29.000 hektare yang telah
dimanfaatkan dengan tingkat produktivitas yang cukup rendah karena
faktor usia tanaman. Selain itu, kondisi cuaca selama beberapa tahun
terakhir juga dinilai kurang mendukung.
Dia berharap, peremajaan tanaman dapat meningkatkan produktivitas kopi
tahun ini hingga 25.000 ton. Tahun lalu, produksi kopi Sulsel hanya
15.000 ton, atau lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mencapai
21.798 ton. Sedangkan untuk nilai ekspor komoditas tersebut, di 2011
hanya US$7,1 juta dengan volume 1.150 ton. Padahal, tahun sebelumnya
mencapai US$19,9 juta dengan volume 5.759 ton.
Selain itu, Dinas Perkebunan Sulsel juga telah mengusulkan produksi
petani kopi di empat kabupaten memperoleh sertifikasi komoditas daerah
asal. Tujuannya, meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan
nilai jual.
Kepala Dinas Perkebunan Sulsel Burhanuddin Mustafa mengungkapkan, saat
ini harga jual kopi petani cukup rendah yaitu hanya Rp17.000 per liter.
“Rendahnya harga jual tersebut, dipengaruhi belum adanya sertifikat
daerah asal yang menjadi branding produk. Salah satu perusahaan swasta
yakni Suwarko Jaya telah mematenkan Kopi Toraja, sehingga harganya lebih
tinggi mencapai Rp100.000 per liter,” katanya.
Menurutnya, 300.000 pohon Kopi Arabika telah disiapkan untuk dibagikan
ke petani di Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, Enrekang, dan Luwu.
Sertifikasi yang diusulkan sesuai lokasi pengembangan, sehingga setiap
kabupaten memiliki branding sendiri. Kemampuan petani mensertifikatkan
produknya, diakui masih cukup rendah karena membutuhkan biaya yang cukup
tinggi.
Dia menambahkan, benih kopi yang akan dibagikan dikembangkan secara
organik, mengingat pasar nasional maupun internasional lebih
menginginkan produk perkebunan yang bebas bahan pestisida.
Pihaknya berharap, kebijakan tersebut dapat meningkatkan harga jual dan kesejahteraan petani kopi di Sulsel.
Sementara itu, Asosiasi Pengusaha dan Petani Kopi Sulsel meminta pemprov
menyusun masterplan penanganan serta pengembangan komoditas Kopi
Arabika.
Ketua Asosiasi Pengusaha dan Petani Kopi Sulsel Litha Brand menuturkan,
pengembangan komoditas kopi khusus arabika di Sulsel cukup penting
dilakukan, menyusul tingginya minat konsumen terhadap produksi kopi
arabika Sulsel, saat dilakukan lelang kopi spesial beberapa waktu lalu
di Surabaya.
“Sejauh ini, produksi kopi Sulsel belum dimasukkan sebagai salah satu
komoditas unggulan perkebunan. Padahal, potensi pengembangan komoditas
tersebut masih cukup besar dilakukan,” katanya.
Litha mengungkapkan, jika dilakukan lelang harga Kopi Arabika saat ini
mampu mencapai enam kali lipat dari harga normal. Dalam kegiatan lelang
kopi spesial beberapa waktu lalu di Surabaya tegasnya, Kopi Toraja
mendapatkan skor tertinggi dalam proses seleksi yakni 86,29 point. Skor
tersebut, diatas rerata dari standar skor kopi spesial yang ditetapkan
minimal 83 point.
“Dalam lelang tersebut, harga Kopi Toraja dibanderol Rp432.000 per kilo.
Padahal diluar harga lelang, harga Kopi Toraja hanya Rp80.000 hingga
Rp100.000 per kilo,” ungkapnya. (K46)
EKONOMI SULSEL—Pertumbuhan 2012 Ditarget Melebihi 8,45%
MAKASSAR–Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan akhir tahun diharapkan lebih dari realisasi hingga Agustus yang dicatatkan sebesar 8,45%.
Gubernur
Sulsel Syahrul Yasin Limpo juga mengatakan agar realisasi pencairan
anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kuartal IV diharapkan
lancar dan dapat menopang angka pertumbuhan ekonomi.
“Kami inginnya 90% pada kuartal III supaya bisa lebih tinggi lagi
[pertumbuhan ekonomi Sulsel], tapi nanti kami harap bisa lebih tinggi
dari 8,45%,” ujarnya dalam rapat dengan Bank Indonesia Wilayah I
Sulawesi, Maluku, dan Papua, beserta direksi perbankan di Makassar, hari
ini (17/10).
Dia mengatakan Pemprov Sulsel juga berharap peningkatan pencairan APBD
dapat menunjang pertumbuhan ekonomi daerahnya melebihi 8,45%, pencapaian
per akhir semester I/2012.
“Inginnya pertumbuhan ekonomi akhir tahun lebih dari posisi sekarang, meskipun sudah 2% di atas pertumbuhan ekonomi nasional.”
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada kuartal IV juga masih
berpotensi naik lebih tinggi jika pembangunan infrastruktur dapat
terealisasi.
Prediksi pertumbuhan ekonomi
Gusti Raizal Eka Putra, Humas Bank Indonesia Wilayah I Sulawesi, Maluku,
dan Papua, memprediksi pertumbuhan ekonomi Sulsel pada kuartal III
dapat lebih tinggi dari 8,45% dan masih akan lebih tinggi dari kuartal I
dan kuartal II.
Menurutnya, hal itu disebabkan tren pencairan APBD yang sebesar 70%–80% pada kuartal III setiap tahunnya.
“[Faktornya] Inco [PT Vale Indonesia Tbk] produksinya agak terganggu
sejak awal tahun hingga tengah tahun, tetapi kuartal III sudah lancar.”
Syahrul menambahkan pertumbuhan ekonomi juga akan ditopang oleh selesainya pembangunan pabrik kelima PT Semen Tonasa.
Bahkan, lanjut gubernur yang biasa disebut SYL itu, pertumbuhan ekonomi
Sulsel sangat mudah bagi setiap gubernur yang memimpin daerah tersebut.
“Seperti lautan bensin, tinggal lempar korek. Koreknya ya jembatan,
industri, dan infrastruktur. Karena itu industri sangat butuh bantuan
pinjaman dari teman-teman bank,” ujarnya kepada pelaku perbankan.(iaa)
Sulsel sudah maju
Rabu , 17 Oktober 2012
MAKASSAR, – Sejumlah pakar dari berbagai universitas menilai pembangunan
di Sulawesi Selatan (Sulsel) lima tahun terakhir menunjukkan kemajuan
yang luar biasa.
“Secara objektif saya ingin katakan bahwa pembangunan di Sulsel telah
berlangsung sangat luar biasa, telah sesuai dengan visi dan misi yang
ditetapkan oleh Perda Nomor 12 tahun 2008,” kata Dr Tajuddin Parenta
yang dikutip Imam Mujahidin.
Menurut Imam, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengundang sejumlah
pakar dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu dan universitas untuk
mendiskusikan berbagai isu di Rumah Jabatan Gubernur, Jalan Jenderal
Sudirman, Makassar, Senin, 15 Oktober malam.
Hadir antara lain Sosiolog Prof Saleh S Ali, Phd, Dr Tajuddin Parenta,
Prof Dr Wasir Thalib, dan sejumlah akademisi dari Universitas Hasanuddin
(Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), dan Universitas Islam
Negeri (UIN) Alauddin.
Imam Mujahidin yang merupakan kerabat dekat Syahrul mengatakan, gubernur
meminta pandangan, masukan bahkan kritikan dari para pakar untuk
memastikan pembangunan yang berlangsung berada dalam alur yang tepat.
Imam menjelaskan, bahwa Tajuddin menilai keliru bahkan tidak bisa
memahami data kalau ada yang mengatakan pembangunan di Sulsel tidak
sesuai dengan visi misi gubernur. Indikator yang paling mengesankan,
menurut Dr Tajuddin Parenta, adalah pencapaian rangking IPM.
Bedasarkan data BPS, pada tahun 2006, rangking IPM Sulsel pada urutan
23, pada tahun 2011, rangking IPM Sulsel menjadi 19. Data ini
menunjukkan bahwa akselerasi rangking IPM Sulsel lima tahun terakhir
adalah yang terbaik di Indonesia.
Tidak ada provinsi di Indonesia yang mengalami kemajuan rangking IPM
seperti Sulsel dalam periode lima tahun terakhir. Kenaikannya hampir
rata-rata 1 poin rangking tiap tahun. Sekali lagi ini tidak dialami oleh
provinsi yang lain.
Visi Gubernur Sulsel periode 2008-2013 adalah menjadikan Sulsel sebagai
10 terbaik dalam pelayanan hak-hak dasar masyarakat. Visi ini menurut Dr
Rahim Darma, salah seorang akademisi yang hadir dalam diskusi tersebut
telah dilampaui oleh Sulsel.
Indikator tentang soal itu dapat dilihat pada Perbandingan Kinerja
Sosial Ekonomi antar Provinsi yang disusun Bappenas yang menempatkan
Sulsel berada pada kuadran satu dengan posisi pertumbuhan ekonomi yang
tinggi dengan penurunan kemiskinan dan pengangguran yang signifikan.
Provinsi lain yang berada pada kuadran ini adalah antara lain Riau,
Kepri, Kalteng, Kaltim, dan Sumsel.
“Data ini menunjukkan bahwa pembangunan di Sulsel telah memasuki
lintasan yang tepat, yakni pro-poor dan pro-job. Kalau ada yang
berkomentar bahwa IPM Sulsel belum masuk 10 besar, dan karena itu
pembangunan di Sulsel dinilai gagal, itu adalah komentar yang tidak
berbasiskan pada pemahaman yang utuh mengenai IPM,” lanjut Parenta.
Selain menjadikan Sulsel menjadi 10 besar dalam rangking IPM, adalah
bukan target dan visi pemerintahan Sulsel, juga untuk memasukkan menjadi
rangking 10, dari rangking 21, adalah hal yang mustahil, karena IPM
adalah indeks dari berbagai behavior atau sikap manusia yang membutuhkan
waktu yang panjang untuk mengubahnya.
“Menurut saya, apa yang dicapai oleh Sulsel saat ini sangatlah fantastik,” urai Parenta.
Hal lain yang cukup mengemuka dalam diskusi antara Gubernur dengan
sejumlah pakar adalah soal etika politik. Para akademisi berharap pak
Gubernur bisa menjaga roh demokrasi dengan baik. Meskipun para akademisi
itu memahami bahwa Gubernur hampir setiap hari mendapatkan fitnah yang
enghancurkan nama baik, martabat, diri, keluarga dan pemerintah yang
dikendalikannya.
“Biarkan yang lain, melakukan penghinaan, fitnah dan mengklaim kiri
kanan, tetapi pak Gubernur kami harapkan bisa tetap mengendepankan
politik santun. Masyarakat kita sudah mulai sadar dan pintar membedakan
mana yang palsu dan mana yang asli,” kata Prof Dr Wasir Thalib dari UNM
masih dikutip oleh Imam.
Black Campaign
Beberapa pekan terakhir ini, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terus
mendapat fitnah dan propaganda baik melalui orasi, ceramah maupun
melalui media cetak Tabloid yang diedarkan secara sembunyi-sembunyi.
Sejumlah akademisi dan intelektual yang hadir dalam diskusi itu
menyesalkan cara berpolitik yang tidak santun, dengan menuduh, mengklaim
dan menyebarkan fitnah kepada lawan politik, tanpa alas bukti yang
jelas. Karena cara-cara semacam itu akan mengganggu nilai-nilai
demokrasi.
Menurut Imam, gubernur merespon masukan-masukan itu, dengan berjanji
tetap istiqamah menjadikan demokrasi sebagai panggung untuk saling
memuliakan, menghargai dan mengembangkan pendidikan politik. Saya akan
terus bekerja keras memajukan Sulsel.
“Insya Allah, melalui pilkada ini saya tidak akan terbawa oleh arus
untuk saling mencederai, menuduh dan menghina,” kunci Syahrul. (*/ute)
Selasa, 16 Oktober 2012
Ekonomi Sulsel Tumbuh Positif
Gubernur Sulawesi Selatan, Senin, 15 Oktober melakukan kunjungan ke
beberapa kantor bank untuk memantau kinerja perbankan dalam triwulan
keempat ini. Persentase Loan Deposit Ratio (LDR) di Sulsel masih
menggembirakan yakni berada di kisaran 130 persen. Uang yang beredar
130 persen, berarti ada uang 30 persen dari luar yang masuk dan beredar
di Sulsel. Data dari Bank Indonesia Wilayah Makassar hingga triwulan III
atau September tahun 2012 LDR perbankan di Sulsel telah mencapai 130,25
persen, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya mencapai
sekitar 80 persen.
H. Syahrul Yasin Limpo berharap ekonomi yang terus bergerak positif tidak mengalami penurunan yang disebabkan faktor lain seperti keamanan atau politik. Ekonomi Sulsel diyakini tetap akan tumbuh positif selama masyarakat mampu menjaga suasana daerah tetap kondusif. Dengan rasa aman investor dapat mengembangkan bisnis di Sulsel, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Momen pemilihan gubernur maupun aksi-aksi kekerasan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak memengaruhi perekonomian hingga bergerak negatif. Kekerasan yang terjadi bisa menjadi preseden buruk terhadap dunia investasi. Butuh waktu lama untuk memulihkan kepercayaan investor, bila sudah terlanjur turun.
Sementara Deputi Direktur Bank Indonesia Wilayah I Sulampua, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tersimpan pada bank sebesar Rp 49,29 triliun. Meningkat 25,38 persen terutama pada jenis Giro dan Tabungan. Sedangkan kredit yang disalurkan tumbuh 24,04 persen atau menjadi Rp 64,19 triliun.Ini berarti kebutuhan kredit tinggi, Cuma tidak dibarengi dengan tabungan masyarakat, Terkait imbauan gubernur, dia juga mengatakan hal ini tidak mengkhawatirkan, karena Rasio Kredit Bermasalah (NPL) cukup rendah 2,77 persen atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yakni 3,37 persen.
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/ekonomi-sulsel-tumbuh-positif
H. Syahrul Yasin Limpo berharap ekonomi yang terus bergerak positif tidak mengalami penurunan yang disebabkan faktor lain seperti keamanan atau politik. Ekonomi Sulsel diyakini tetap akan tumbuh positif selama masyarakat mampu menjaga suasana daerah tetap kondusif. Dengan rasa aman investor dapat mengembangkan bisnis di Sulsel, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Momen pemilihan gubernur maupun aksi-aksi kekerasan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak memengaruhi perekonomian hingga bergerak negatif. Kekerasan yang terjadi bisa menjadi preseden buruk terhadap dunia investasi. Butuh waktu lama untuk memulihkan kepercayaan investor, bila sudah terlanjur turun.
Sementara Deputi Direktur Bank Indonesia Wilayah I Sulampua, Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tersimpan pada bank sebesar Rp 49,29 triliun. Meningkat 25,38 persen terutama pada jenis Giro dan Tabungan. Sedangkan kredit yang disalurkan tumbuh 24,04 persen atau menjadi Rp 64,19 triliun.Ini berarti kebutuhan kredit tinggi, Cuma tidak dibarengi dengan tabungan masyarakat, Terkait imbauan gubernur, dia juga mengatakan hal ini tidak mengkhawatirkan, karena Rasio Kredit Bermasalah (NPL) cukup rendah 2,77 persen atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yakni 3,37 persen.
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/ekonomi-sulsel-tumbuh-positif
Ekonomi Sulsel Diprediksi Tumbuh Positif
Selasa, 16 Oktober 2012
MAKASSAR, -- Ekonomi dunia saat ini sedang lesu. Meski demikian, perekonomian di daerah ini diprediksi tetap tumbuh positif hingga akhir tahun ini. Optimisme itu berdasarkan kinerja perbankan di Sulsel.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo secara khusus melakukan kunjungan ke kantor cabang beberapa bank di Makassar, Senin, 15 Oktober untuk memantau kinerja perbankan di awal triwulan keempat.
Laporan Bank Indonesia, kata Syahrul, persentase Loan Deposit Ratio (LDR) di Sulsel masih menggembirakan yakni berada di kisaran 130 persen. "Uang yang beredar 130 persen. Berarti ada uang 30 persen dari luar yang masuk dan beredar di Sulsel dan memutar ekonomi," kata Syahrul, kemarin.
Dia berharap, ekonomi yang terus bergerak positif tidak mengalami penurunan yang disebabkan faktor lain seperti keamanan atau politik. Ekonomi Sulsel diyakini tetap akan tumbuh positif selama masyarakat mampu menjaga suasana daerah tetap kondusif. Rasa aman memberikan kepada investor mengembangkan bisnis di Sulsel, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Hingga triwulan kedua, ekonomi Sulsel masih di kisaran 8,64 persen. Syahrul berharap, momen pemilihan gubernur maupun aksi-aksi kekerasan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak memengaruhi perekonomian hingga bergerak negatif. "Kekerasan yang terjadi bisa menjadi preseden buruk terhadap dunia investasi. Butuh waktu lama untuk memulihkan kepercayaan investor, bila sudah telanjur turun," kata Syahrul.
Dia mencontohkan melemahnya industri pariwisata di Toraja akibat bom Bali. Hingga saat ini, kunjungan wisatawan masih lesu dan butuh waktu lama dan biaya besar untuk memulihkannya.
Jika ekonomi Sulsel terus mengalami kemajuan, maka kesejahteraan dan keamanan juga akan terjamin. "Karena ekonomi yang kuat membuat negara akan kuat. Ekonomi negara lemah, maka rakyatnya akan susah. Kira-kira seperti itulah," kata Syahrul.
Data dari Bank Indonesia Wilayah Makassar hingga triwulan III atau September tahun 2012 LDR perbankan di Sulsel telah mencapai 130,25 persen, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional yang hanya mencapai sekitar 80 persen.
Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terhimpun (simpanan pada bank) sebesar Rp49,29 triliun, hanya meningkat 25,38 persen (yoy), terutama pada jenis Giro dan Tabungan. Sementara Kredit yang disalurkan tumbuh 24,04 persen (yoy) atau menjadi Rp 64,19 triliun. "Ini berarti kebutuhan kredit tinggi, cuma tidak dibarengi dengan tabungan masyarakat," kata Deputi Direktur Bank Indonesia Wilayah I Sulampua, Gusti Raizal Eka Putra.
Terkait imbauan gubernur, dia juga mengatakan hal ini tidak mengkhawatirkan, karena Rasio Kredit Bermasalah (NPL) cukup rendah 2,77 persen atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yakni 3,37 persen. (rif/aci)
Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121016003056-ekonomi-sulsel-diprediksi-tumbuh-positif
Sail Takabonerate Terkendala Fasilitas
MAKASSAR – Pembatalan event Sail Takabonerate tak menyurutkan Pemprov Sulsel untuk terus memperkenalkan objek wisata yang terletak di Kabupaten Kepulauan Selayar tersebut.
Sebagai acara pengganti, Takabonerate Expedition Island akan kembali digelar untuk kali ketiga. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, event Takabonerate di penghujung tahun ini akan disatukan dengan HUT Kabupatem Selayar yang akan dipusatkan di Kota Benteng. Hal tersebut dikarenakan Taman Nasional Takabonerate masih terkendala infrastruktur, dan membutuhkan waktu 12 jam perjalanan laut dari Kota Makassar.
Kendati tak lagi bertajuk sail, namun dia optimis event ini tetap bisa memancing datangnya wisatawan mancanegara dan domestik untuk berkunjung ke daerah ini. “Sebenarnya tak ada yang batal. Cuma disederhanakan dan disatukan dengan HUT Kab Selayar nanti,”katanya menanggapi pembatalan event Sail Takabonerate, kemarin.
Menurut mantan Bupati Gowa ini, pihaknya tetap optimis bisa menggelar Sail Takabonerate tahun depan. Pihaknya pun telah merencanakan membuat bandara pariwisata di sekitar Takabonerate. Bandara tersebut diharapkan bisa memperpendek jarak tempuh menuju lokasi yang disebut-sebut memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia, baik itu dari Kota Makassar maupun Kota Benteng,Selayar.
Dengan hadirnya bandara tersebut, pesawat kecil seperti yang dioperasikan maskapai Ekspress Air dengan daya tampung 12 penumpang sudah bisa mendarat di Takabonerate. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel Jufri Rahman mengaku,untuk memperbaiki destinasi wisata di Sulsel tidak bisa dibebankan kepada pemprov semata.
Menurutnya, hal tersebut hanya bisa dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan seluruh stakeholder , baik yang bergerak di bidang pariwisata maupun yang lainnya. Sebelumnya, pemerintah pusat melalui 12 kementerian membatalkan penyelenggaraan Sail Takabonerate di Sulsel. Pada tahun ini, pemerintah lebih memilih Sail Morotai di Maluku Utara ketimbang. ● wahyudi
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/535557/
Agus: Pinjaman PIP Bukan Untuk Pilgub
MAKASSAR, --Rencana Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengajukan pinjaman Rp 500 miliar ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sama sekali tidak terkait dengan pelaksanaan Pilgub Sulsel 2013 mendatang.
Dana pinjaman yang diajukan ke PIP itu murni bertujuan untuk mempercepat perbaikan sarana jalan di Sulsel, sehingga sangat keliru jika ada LSM maupun pihak tertentu yang menuding jika dana itu akan dipakai oleh pasangan Sayang pada pilgub 2013 mendatang.
Demikian diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, saat dicegat wartawan di Kantor Gubernur Sulsel sebelum pergi menghadiri rapat paripurna di DPRD Sulsel, Selasa (16/10/12).
Menurut Agus, pengajuan dana pinjaman PIP sebesar Rp 500 miliar itu sudah mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan RI, karena tujuannya adalah untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan sarana transportasi di daerah ini.
''Dana itu akan dipakai untuk perbaikan sarana jalan, agar manfaatnya bisa lebih cepat dinikmati rakyat. Jika menunggu dana perbaikan jalan yang mesti dianggarkan dalam APBD pokok maupun APBD perubahan tahun 2013 mendatang, maka dengan adanya dana PIP itu pembangunan bisa lebih cepat diselesaikan," kata Agus.
Sehingga, diharapkan tingkat efektifitas dari manfaat percepatan pembangunan jalan itu juga lebih baik. Bagaimanapun juga, dana perbaikan jalan itu pasti dianggarkan setiap tahun dalam APBD.
Namun karena keterbatasan anggaran daerah, maka perbaikan jalan juga dilakukan secara bertahap, sehingga dinilai tidak efektif menyelesaikan perbaikan jalan di Sulsel jika dilakukan bertahap yang memang membutuhkan biaya pemeliharaan yang cukup besar setiap tahunnya.
Mengenai adanya tudingan sejumlah pihak yang mengatakan dana itu kemungkinan besar akan dipakai dalam proses Pilgub pasangan Sayang, Agus menyatakan tudingan seperti sungguh keterlaluan, karena dana PIP itu murni akan dipakai dalam perbaikan jalan.
''Jangan kita selalu berprasangka buruk dan berfikiran negatif. Karena pinjaman PIP sebesar Rp 500 miliar itu nantinya akan dikelola secara transparan dan juga diawasi banyak pihak termasuk BPK, sehingga sangat sulit untuk disalahgunakan, dan sungguh keterlaluan apabila dana PIP itu isunya dilarikan ke ranah politik menjelang pilgub,'' ujar Agus Arifin Nu'mang.
Ditambahkan, dana pinjaman PIP itu tidak semua daerah propinsi bisa mengajukanya karena ada kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya daerah tersebut mampu mengelola manajemen pemerintahan dengan baik, dimana Sulsel dua tahun berturut-turut memperoleh penghargaan dan rekomendasi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.
''Jadi tidak gampang dan tidak mudah mengajukan pinjaman dana ke PIP, kecuali sejumlah persyaratan sudah dipenuhi dan Sulsel termasuk salah satu dari tiga daerah propinsi yang bisa mendapat kepercayaan untuk meminjam dana dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP),'' tambah Agus.
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/16/agus-pinjaman-pip-bukan-untuk-pilgub
Sulsel Segera Miliki Pusat Jantung Terpadu
Makassar, -- Propinsi Sulsel akan segera memiliki pusat pelayanan kesehatan khusus jantung atau Pusat Jantung Terpadu. Peletakan batu pertama pembangunan Pusat Jantung Terpadu, dilakukan Gubernur Sulsel sekaligus Ketua Dewan Pengawas RS Wahidin Soedirohusodo, Syahrul Yasin Limpo, Selasa (16/10/2012).
Direktur Utama RS Wahidin Soedirohusodo, Prof Abdul Kadir, mengatakan, pusat jantung terpadu yang dibangun RS Wahidin Soedirohusodo tersebut merupakan yang pertama di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Pembangunan gedung tersebut merupakan upaya untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
"Masih banyak kendala yang dihadapi, seperti disparitas pelayanan kesehatan antara wilayah timur dan barat," ujarnya.
Prof Abdul Kadir mengungkapkan, penyumbang kematian terbesar di Indonesia adalah penyakit jantung. Karena itu, RS Wahidin berupaya mengembangkan pusat jantung terpadu dengan konsep pelayanan komprehensif, mulai preventif sampai rehabilitatif.
"Kami berharap, pembangunan gedung ini mendapatkan dukungan dari semua pihak. Gedung ini akan menjadi pusat pelayanan di KTI dan pusat pendidikan jatung atau pusat kajian penyakit jantung," ungkapnya.
Ketua Panitia Andi Kalsum Patonangi, menambahkan, pembangunan pusat jantung terpadu dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Rencananya, pembangunan dibagi beberapa tahap. Yakni, tahap I pembangunan struktur sampai lantai 4 dan tahap II pembangunan lantai 5 sampai 8.
Syahrul Kumpulkan Pakar di Makassar

MAKASSAR -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengundang
sejumlah pakar dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu dan universitas di Makassar, Senin (15/10/2012) malam.
Syahrul meminta pandangan, masukan, bahkan kritikan dari para pakar
dan akademisi untuk memastikan pembangunan yang berlangsung di Sulsel
berada dalam alur yang tepat.
Persoalan etika politik menjelang Pilgub Sulsel 2013 pun tidak luput
dari pembahasan para pakar dengan Syahrul. Mereka berharap roh
demokrasi di Pilgub sulsel dapat terjaga dengan baik.
Hadir diantaranya Sosiolog Prof Dr Saleh S Ali Phd, Ekonom Dr
Tadjuddin Parenta, dan Pakar Teknologi Pendidikan Prof Dr Wasir
Thalib, serta beberapa akademisi dari UNM, UIN Alauddin, dan Unhas
lainnya.
Dosen Ilmu Politik Unhas, Imam Mujahiddin Fahmid yang turut mengikuti
diskusi tersebut mengatakan kalangan pakar dan akademisi memahami
posisi incumbent di pilkada selalu mendapat sorotan.
Baik itu berupa fitnah yang mencemarkan nama baik, martabat diri dan
keluarga, maupun pemerintahan yang sementara berjalan.
“Biarkan yang lain, melakukan penghinaan, fitnah dan mengklaim kiri
kanan, tetapi pak Gubernur kami harapkan bisa tetap mengendepankan
politik santun. Masyarakat kita sudah mulai sadar dan pintar
membedakan mana yang palsu dan mana yang asli,” kata Prof Dr Wasir
Thalib seperti dikutip oleh Imam, Selasa (16/10/2012).
Imam mengakui, beberapa waktu terakhir, Syahrul kerap diserang dengan
fitnah dan propaganda baik melalui orasi, ceramah maupun melalui media
cetak The Tabloid yang diedarkan secara sembunyi-sembunyi.
Kata Imam, sejumlah akademisi dan intelektual yang hadir dalam diskusi
itu pun menyesalkan cara berpolitik yang tidak santun dengan
menyebarkan fitnah kepada lawan politik, tanpa alas bukti yang jelas
dapat mengganggu nilai-nilai demokrasi.
“Pak Gubernur merespon baik masukan para pakar dan akademisi, beliau
minta dibantu agar tetap istiqamah dan menjadikan demokrasi sebagai
panggung untuk saling memuliakan, menghargai dan mengembangkan
pendidikan politik,” kata Imam.
Mantan Juru Bicara pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang
(Sayang) di Pilgub Sulsel 2013 lalu ini mengatakan secara objektif
kalangan pakar dan akademisi menilai pembangunan di Sulsel telah
sesuai dengan visi dan misi yang ditetapkan oleh Perda Nomor 12 tahun
2008
Pakar ekonomi Unhas, Dr Tadjuddin Parenta mengatakan tahun tahun 2006,
rangking IPM Sulsel pada urutan 23, pada tahun 2011, rangking IPM
Sulsel menjadi 19.
Menurutnya, masih dikutip Imam, tidak ada provinsi di Indonesia yang
mengalami kemajuan rangking IPM seperti Sulsel dalam periode lima
tahun terakhir. Kenaikannya provinsi lain hampir rata-rata 1 point
rangking tiap tahunnya.
Dalam kesempatan itu, Syahrul juga mengungkapkan salah satu visi
Gubernur Sulsel periode 2008-2013 adalah menjadikan Sulsel sebagai 10
terbaik dalam pelayanan hak-hak dasar masyarakat. (din)
Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/10/16/syahrul-kumpulkan-pakar-di-makassar
FPPP Desak Pemprov Dapatkan Pinjaman PIP
MAKASSAR – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel, meminta kepada pemerintah Provinsi Sulsel
(Pemprov), untuk tetap melakukan pengajuan pinjaman kepada Pusat
investasi Pemerintah yang nilainya mencapai Rp500 miliar, dalam
mendukung pembangunan 23 ruas jalan dari 11 kabupaten di Sulsel.
“PPP akan tetap mendesak pemerintah untuk melakukan pinjaman tersebut,
yang di peruntukkan untuk ruas jalan, apa lagi dengan dana itu maka
percepatan pembangunan di Sulsel akan dapat dilakukan,” ulas Ketua Dewan
Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Amir usakra diruang Fraksi PPP, Senin (15/10).
Menurut dia, pengajuan Pemprov dalam pembangunan jalan tersebut,
merupakan perhatian pemerintah provinsi Sulsel, dalam mendukung
pergerakan ekonomi, yang berpatokan pada infrastruktur jalan yang selama
ini masih kurang.
“Peluang yang di berikan pemerintah pusat itu dengan pinjaman Rp500
miliar itu merupakan penghargaan, dan dana itu juga nantinya akan
disalurkan tidak sekaligus melainkan melihat volume pengerjaan baru di
cairkan,” ulasnya.
Amir menambahkan, jika ada pihak yang sengaja mengadu domba antara
kepentingan politik dengan kepentingan masyarakat, dirinya mengangap
pihak itu sengaja tidak menginginkan pembangunan infrastruktur jalan di
Sulsel. Apa lagi dengan infrastrukjtur jalan yang baik maka pemerataan
pembangunan dan perekonomian akan dapat sejajar.
“Salah lah orang itu kalau belum apa-apa justru di tafsirkan lain,
marilah melihat dulu kalau memang ada kesalahan dari prosedurnya marilah
kita luruskan, jangan membangun opini yang akan merusak citra Sulsel,
dan saya rasa masyarakat akan justru tambah marah kalau keinginan baik
di jadikan hal yang buruk,” tutupnya. (RS6/dj/C)
Sumber: http://rakyatsulsel.com/fppp-desak-pemrov-dapatkan-pinjaman-pip.html
Ratusan Guru se Sulsel Hadiri Seminar Keahlian
MAKASSAR, – Sekitar 1.000 guru dari berbagai kabupaten/kota di Sulsel mengikuti seminar keahlian di Saoraja Ballroom Wisma Kalla, Jalan Dr Ratulangi, Minggu, 14 Oktober.
Kegiatan itu dikemas melalui Seminar dan Talkshow Nasional “Building Solution in ICT for Education” The Future of e-Learning yang diselenggarakan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulsel, Pesona Edu, dan Indosat.
Kegiatan ini dibuka langsung Plt Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Kadiknas) Sulsel, Abdullah Jabbar, mewakili Gubernur Sulsel. Dalam sambutannya, dia mengajak IGI, Pesona Edu, dan Indosat membuat MoU untuk mengaplikasikan e-Learning dalam pembelajaran di sekolah.
Yayasan Kalla juga menyambut baik dan siap terlibat dalam MoU tersebut demi memajukan pendidikan di Sulsel.
Para guru yang hadir dalam seminar ini berasal dari Luwu Timur (Lutim), Palopo, Enrekang, Bulukumba, Soppeng, Barru, Takalar, dan beberapa daerah lainnya. Takalar menjadi kabupaten dengan peserta terbanyak.
Sementara, guru dari SMAN 17 Makassar berhasil meraih doorprize berupa satu unit laptop. Ada juga lima paket dari Indosat dan 30 buah buku dari Indra Djati Sidi kepada peserta yang beruntung.
Ketua IGI Sulsel, Muhammad Ramli Rahim, mengatakan, pasca seminar ini akan dilaksanakan TOT bagi guru potensial yang siap menularkan kemampuannya pada guru lainnya.
Menurutnya, keterbatasan kemampuan pemerintah dalam mengembangkan potensi guru sangat jelas, sehingga peningkatan kemampuan guru tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.
Untuk itu, peningkatan kemampuan guru harus dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dengan metode pengembangan mandiri oleh guru bersangkutan, terlibat di komunitas-komunitas, dan terlibat dalam organisasi profesi guru.
Hal itu pula disampaikan Dr Indra Djati Sidi, Dirjen Dikdasmen, yang hadir sebagai pembicara. Menurutnya, peningkatan kemampuan dengan metode ini sudah diterapkan di lima presiden berbeda, sejak era Soeharto hingga SBY.
Indra Djati Sidi hadir bersama Prof Dr Wiranto Ariesmunandar, mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Mendikbud di era akhir Presiden Soeharto.
Sebelumnya, Muhammad Ihsan, Sekjen IGI, menyampaikan bahwa jumlah guru di Indonesia lebih dari tiga juta orang. Sementara, kemampuan pemerintah melakukan pelatihan guru setelah sertifikasi hanya sekitar 300 ribu guru.
Pada kesempatan itu, Top Manager Pesona Edu, Simon Bone, memberikan paket khusus dari Pesona Edu dan Indosat kepada guru, berupa konten pembelajaran Pesona Edu yang telah diakui dan digunakan di 30 negara di dunia. Bahkan di Singapura, semua siswa akan menggunakan tablet dengan program Pesona Edu di dalamnya. (*/ism)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/metro-makassar/ratusan-guru-se-sulsel-hadiri-seminar-keahlian
Senin, 15 Oktober 2012
Gubernur Sulsel Mencanangkan Gerakan Makan Buah dan Sayuran
Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa makan sayur dan buah menjadikan tubuh sehat dan segar sehingga hati juga akan menjadi lebih baik, terlebih ditambah dengan olahraga yang baik. Sayur juga mengandung detoksin yang penting bagi otak dan fisik. Hal ini disampaikan pada acara Gerakan Makan Buah dan Sayuran Nusantara yang dicanangkan oleh Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo yang berlangsung di Instalasi Kebun Benih Holtikultura (IKBH) Sudiang, Makassar, Sabtu, 13 Oktober 2012.
Lahan IKBH ini sangat cocok untuk tanaman holtikultura untuk meningkatkan produktifitas sayuran dan buahan. Gubernur juga menunjuk Kepala Dinas Pertanian Sulawesi Selatan, Lutfi Halide, agar segera menyiapkan anggaran pemeliharaan dan pembibitan buah dan sayur di atas lahan kurang lebih 4 hektar tersebut. Kegiatan promosi dan kampanye ini dimaksud untuk meningkatkan citra, apresiasi dan cinta terhadap sayuran nusantara sehingga dapat meningkatkan konsumsi sayuran pada masyarakat.
Direktur Jenderal Holtikultura, Hasanuddin Ibrahim mengatakan bahwa gerakan makan sayur (Gema Sayuran) ini sengaja dilaksanakan mengingat tingkat konsumsi sayuran kita masih rendah dan jauh dibawah standar hidup sehat 73 kg perkapita. Sehingga, hal ini merupakan penguatan promosi pada keunggulan komoditas cinta konsumsi menjaga keseimbangan gizi dan asupan protein melalui konsumsi ragam sayur dan buah-buahan.
Indonesia saat ini menjadi kekuatan flora dan fauna yang sangat tropis dan sangat disegani di negara manapun. Olehnya itu, mari kita jaga dan lestarikan tanaman holtikultura, terutama menjaga lingkungan agar tetap sehat dan stabil terutama keseimbangan instabilitas air, sehingga pencanangan buah dan sayuran ini menjadi terdepan.
Yy / Sv / Dn (Senin, 15 Oktober 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-sulsel-mencanangkan-gerakan-makan-buah-dan-sayuran
SYL Imbau Bank Prioritaskan Usaha Kecil dan Menengah
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan roadshow dari bank ke bank yang ada di Makassar, Senin (15/10/2012). Kunjungan Syahrul untuk meninjau kondisi penyaluran kredit ke Usaha Kecil Menengah (UKM).
Bank pertama, SYL meninjau Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar di Jl. Ratulangi. Selanjutnya, ke Bank Panin, masih di jalan yang sama.
"Selanjutnya Bapak akan menuju Bank BRI yang ada di Jl Ahmad Yani," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Muh Yamin, Senin (15/10/2012).
Menurut Yamin, SYL meninjau bank di Sulsel untuk melihat dan kembali mengimbau kepada pengelola bank untuk lebih mementingkan penyaluran uang ke usaha kecil dan menengah.
"Jangan yang ke konsumtif, tapi ke yang produktif," kata SYL.
Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/10/15/syl-imbau-bank-prioritaskan-usaha-kecil-dan-menengah
Tinjau Kredit UKM, SYL Roadshow Bank
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan roadshow ke sejumlah bank di Makassar untuk meninjau kondisi penyaluran kredit ke Usaha Kecil Menengah (UKM).
Untuk bank pertama, SYL meninjau bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulsel di Jl Ratulangi. Selanjutnya, Bank Panin di Ratulangi.
"Selanjutnya Bapak Akan menuju bank BRI di Ahmad Yani," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Muh Yamin, Senin (15/10/2012).
Menurut Yamin, SYL meninjau bank di Sulsel untuk melihat dan kembali mengimbau kepada pengelola bank untuk lebih mementingkan penyaluran uang ke usaha kecil dan menengah. (*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/15/tinjau-kredit-ukm-syl-roadshow-bank
Akhirnya Impor Garam Dihentikan
Impor garam dari luar negeri akhirnya dihentikan setelah pemerintah mendengar masukan dari berbagai pihak. Dengan demikian, ini menjadi kabar baik bagi petani pembuat garam untuk meningkatkan taraf hidupnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo mengatakan Indonesia sudah tidak akan lagi mengimpor garam untuk konsumsi karena produksi komoditas itu pada tahun ini sudah melebihi kebutuhan.
Produksi garam tahun ini mencapai 2,3 juta ton, yang berasal dari hasil tambak kelompok petani binaan, petani garam lainnya dan dari PT Garam (Persero) di beberapa daerah di Indonesia.
Di Sulsel sendiri, garam beryodium bakal mulai menggeliat jika impor ini dihentikan. Meski demikian, sebenarnya, garam Jeneponto tidak terpengaruh dengan adanya impor, karena sejak dulu, garam Jeneponto ini menguasai pasar-pasar tradisional di Sulsel.
Sejak tahun lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan terus membina para petani garam dengan dana dari Pemberdayaan Usaha Mina Pedesaan (PUMP), di mana setiap kelompok mendapatkan alokasi Rp50 juta. Luas lahan tambak garam yang menjadi binaan seluas 10.000 hektare.
Sedangkan pada 2012, jumlah kelompok yang dibina dua kali lipat dari tahun lalu dengan luas lahan 16.000 hektare. Apabila setiap satu hektare lahan rata-rata produksinya 80 ton maka diperoleh perhitungan hasil garam sebanyak 1,4 juta ton.
“Jika ditambah hasil produksi garam petani yang tidak dibina oleh kami yang luas lahannya sekitar 10.000 hektare, maka menjadi 1,9 juta ton,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo.
Produksi dari petani garam bukan binaan itu sekitar 500 ribu ton. Perhitungannya adalah jika rata-rata satu hektare sekitar 50 ton maka hasilnya adalah sebanyak jumlah tersebut.
Sharif mengatakan, jumlah produksi sebanyak 1,9 juta ton itu ditambah dengan hasil dari PT Garam yang memiliki luas lahan 5.000 hektare. Jika dikalikan dengan rata-rata per hektare sebanyak 80 ton maka terdapat tambahan 400 ribu ton.
Sehingga, jika dijumlahkan seluruhnya dari ketiga aspek itu maka jumlah produksi garam menjadi 2,3 juta ton dan itu sudah melebihi kebutuhan akan garam di Tanah Air.
Di beberapa provinsi di Indonesia, terutama di Jawa dan Bali cukup terpengaruh dengan impor garam yang terjadi selama ini. Soalnya, selain mengurangi pendapatan petani, hasil produksi garam juga sulit dijual ke pasaran.
Akibatnya, banyak petani garam yang menganggur dan terpaksa beralih menjadi buruh tani di areal persawahan. Ada juga yang beralih menjadi buruh tangkap ikan di tambak. (*)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/catatan-cakrawala/akhirnya-impor-garam-dihentikan
Minggu, 14 Oktober 2012
Koya Art Flowers Raih Penghargaan
MAKASSAR, -- Kementerian Pertanian dan pemerintah provinsi Sulsel memberi penghargaan kepada sejumlah pihak yang berjasa dalam pengembangan budidaya pertanian terutama buah, sayuran, dan bunga. Salah satu perusahaan yang menerima award itu adalah Koya Art Flowers, perusahaan dekorasi bunga segar di Makassar.
Sabtu, 13 Oktober lalu, Direktris Koya Art Flowers, Yeni Aryani Saleh menerima penghargaan dari Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Pemberian penghargaan itu merupakan rangkaian dari pencanangan gerakan makan buah dan sayur yang dihadiri langsung Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Hasanuddin Ibrahim.
Yeni Aryani mendapat penghargaan karena dianggap berjasa dalam mengembangkan tanaman bunga. Perusahaan yang dipimpinnya juga berkontribusi besar membawa stand Sulsel menjadi terbaik dalam pameran nasional hortikultura tiga tahun berturut-turut.
"Budi daya tanaman bunga memang perlu mendapat perhatian serius. Beberapa kabupaten di Sulsel memiliki potensi besar untuk pengembangan tanaman bunga. Salah satunya Enrekang," kata istri Saleh Rahim yang juga disebut-sebut akan maju dalam pemilukada Enrekang itu. (*/pap)
Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121014175535-koya-art-flowers-raih-penghargaan%27
Langganan:
Postingan (Atom)