Jumat, 26 Oktober 2012

USAHA KOPERASI: Pemprov Sulsel Optmistis Volume Teraih Rp6 Triliun



Compact_koperasi

MAKASSAR : Pemerintah Provinsi Sulsel optmistis volume usaha koperasi yang tersebar di daerah ini hingga akhir tahun 2012 bakal menembus Rp6 triliun. 

Hal tersebut tersebut didasarkan pertumbuhan jumlah koperasi positif serta beberapa koperasi telah menerapkan sistem online atau e-Koperasi sehingga lebih memudahkan nasabah mendapatkan informasi maupun melakukan transaksi.

Adapun hingga triwulan III-2012, volume usaha sekitar 5.200 koperasi aktif mencapai Rp4,8 triliun atau tumbuh sekitar 23% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yang sebesar Rp3,9 triliun.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel AM Yamin mengatakan kinerja koperasi yang semakin membaik dan berkembang ditandai dengan penggunaan sistem informasi teknologi dalam pelayanan nasabah diyakini mendorong peningkatan volume usaha pada tahun ini.

"Kami optimis volume usaha yang dihasilkan dari kinerja koperasi di Sulsel bisa mencapai Rp6 triliun atau sekitar 15% dari tahun 2011 sebesar Rp5,2 triliun," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (25/10).

Menurutnya, pertumbuhan kinerja usaha dari koperasi bisa menjadi indikator perekenomian masyarakat yang terus membaik terkhusus pengembangan ekenomi kerakyatan.

"Oleh karena itu, selain melakukan pembinaan dari sisi manajerial maupun kemampuan teknis dari sisi pemasaran dan pembukuan, kami juga terus mendorong agar koperasi menerapkan sistem e-Koperasi, agar lembaga perekonomian berbasis kerakyatan ini bisa lebih cepat dan tangkas dalam melakukan aktifitasnya," papar Yamin.

Selain kinerja volume usaha yang terus menunjukkan pertumbuhan yang positif, nilai aset yang ada di Sulsel juga terbilang cukup besar.

Hingga tahun 2012, total aset koperasi yang ada di Sulsel sebesar Rp3,5 triliun yang berasal dari 7.958 unit, dimana hanya 5.200 yang berstatus aktif. Permasalahan yang sering terjadi pada koperasi sehingga bersatatus tidak aktif dipicu lemahnya pengawasan internal karena pengawasnya lantaran kompeten.

"Tapi meski diakui, di sisi lain pengurus ada yang memang nakal. Karena itulah kapasitas kinerja pengawas dan pengurus perlu ditingkatkan," jelas Yamin. (k56/if)

Read More >>

Atletik - Atlet Sulsel Perkuat Indonesia di Thailand Terbuka


Jumat, 26 Oktober 2012
 

 Makassar- Atlet muda andalan Sulawesi Selatan Hasruni Rahim dipanggil memperkuat Indonesia pada kejuaraan junior Thailand terbuka, 2-5 November 2012.

Pelatih atletik Sulsel Daniel di Makassar, Kamis, mengatakan, surat pemanggilan Hasruni untuk tampil di kejuaraan internasional telah diterima. Pihaknya berharap pelari spesialis 100 dan 200 meter tersebut dapat membuktikan kualitasnya dengan meraih hasil maksimal.

"Hasruni akan berangkat ke Jakarta dan bergabung dengan atlet lainnya pada 27 Oktober 2012. Kita juga bersyukur dan bangga dengan terpilihnya ia mewakili Indonesia di ajang internasional," ujarnya.

Atlet yang memperkuat Sulsel di PON 2012 tersebut akan tampil bersama sejumlah atlet dari beberapa daerah lain diantaranya, Tresna Puspita Gusti Ayu (lempar martil cakram/Jabar), Emilia Nova (4X100m/DKI Jakarta), Sri Wahyuni(100-4X100m/Jatim) serta Nira Maryanti (200m,400m,4X100m) asal Jawa Barat.

Sementara untuk putra diantaranya, M Hafiz (800-1500m/Sumbar), Akbar Syahrullah (200-400m/ Sumsel), Rizky Latief (100m-200m/Kaltim), M Amirullah (800-1500m/NTB), Trisno (lempar martil cakkram) dari Jabar.

Menurut dia, pemanggilan Hasruni bukan hal yang mengejutkan. Selain memiliki potensi, ia juga sudah beberapa kali memperkuat Indonesia pada kejuaraan serupa di sejumlah negara seperti Malaysia, Vietnam dan Singapura.

"Mudah-mudahan dengan pengalamannya yang cukup banyak membuatnya bisa tampil lepas. Hasruni yang masih berusia 16 tahun itu juga kita andalkan masuk tim SEA Games 2013," ucapnya.

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memutuskan mengoptimalkan atlet muda sebagai bagian dari program regenerasi dan agar atlet-atlet tersebut mendapatkan pengalaman.

Wakil Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PB PASI, Paulus Lay mengatakan, dengan dikirimnya atlet remaja dan junior merupakan bagian dari persiapan jangka panjang menjelang kejuaraan Asia Youth Children Game di China pada 2013.

Atlet-atlet yang akan dikirim tersebut terdiri dari tujuh atlet putri remaja, tujuh atlet putra remaja dan satu atlet putra junior. Mereka akan turun di nomor sprint 100 meter, 200 meter, 800 meter, 1800 meter, 2000 meter, serta nomor lempar lontar martil dan lempar matril cakram. (T.KR-DF/F003)

Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/42975/atletik--atlet-sulsel-perkuat-indonesia-di-thailand-terbuka
Read More >>

Gubernur Serahkan Rumah Kedua


Kamis, 26 Juli 2012 

MAKASSAR,  -- Setelah unit pertama Ramadan Rumah Impian 2012, diserahkan tiga hari lalu di Gowa, hari ini unit kedua rencana akan diserahkan pula di Makassar. Untuk penyerahan kedua ini program yang diinisiasiFAJAR bersama DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel ini, lokasinya berada di Jalan Ir Sutami, Villa Mutiara milik PT Mitra Sari Makassar.


Panitia Ramadan Rumah Impian 2012 FAJAR-REI Sulsel, Marlin Syam, mengatakan, untuk rumah kedua program Ramadan Rumah Impian 2012, penyerahannya akan dilakukan langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan akan diikuti sejumlah sponsor kegiatan ini. Syahrul yang berada di Jakarta, dijadwalkan menyerahkan rumah tersebut begitu tiba di Makassar.

Hanya saja, terkait siapa yang menjadi penerima atau memenangkan unit kedua program yang dikhususkan bagi keluarga miskin yang tak memiliki rumah layak ini, namanya masih dirahasiakan. Panitia akan memberikan surprise atau kejutan bagi penerimanya.

Namun berdasarkan kualifikasi yang dibuat, maka kemungkinan yang menerimanya adalah warga Makassar atau Maros. Panitia membuat aturan, bahwa untuk setiap rumah yang diberikan dalam program yang telah memasuki tahun kedua ini, acuannya menggunakan sistem radius. Yakni warga yang dianggap layak sebagai penerima, rumah asalnya tak jauh dari lokasi rumah yang diserahkan tersebut.

"Penyerahan akan dilakukan Pak Gubernur. Beliau akan mendarat di bandara (Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, red) pukul 13.00. Jadi penyerahannya sekitar jam itu karena lokasinya tak jauh dari bandara," ujar Marlin, malam tadi.

Marlin mengatakan, teknis penyerahan unit kedua rumah tersebut telah disiapkan oleh panitia. Keluarga calon penerima sebelumnya akan dijemput lebih awal oleh tim, sebelum akhirnya dibawa ke lokasi, yakni di Villa Mutiara yang terletak di Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya.

Sebelumnya, unit pertama Ramadan Rumah Impian 2012 diraih keluarga Saudi, warga asal Mutiara Permai A1/17 Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Ia mendapatkan rumah milik PT Zarindah Perdana, yakni Taman Zarindah Tamarunang yang berada di Jl Macanda, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. (zuk/sil)
Read More >>

Kamis, 25 Oktober 2012

Sudah saatnya PT Semen Tonasa Berdiri Sendiri


Kamis, 25 Oktober 2012



Manajemen Pabrik PT Semen Tonasa, yang selama ini masih tergabung dalam Grup Semen Gresik dinilai sudah saatnya berdiri sendiri atau mandiri tanpa harus masuk dalam grup holding, PT Semen Gresik. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel, Ir. H. Agus Arifin Nu’mang MS, menanggapi pertanyaan salah seorang tokoh masyarakat di Desa Tondong Bua, pada saat Wagup Sulsel melakukan kunjungan kerja ke daerah Pangkep yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bone, baru-baru ini.

Menurut Wagub, upaya yang dilakukan Pemprov. Sulsel saat ini adalah melakukan lobi dengan para pihak yang terkait termasuk dengan induk perusahaan Tonasa yakni pihak manajemen PT. Semen Gresik. Selain itu, para wakil rakyat asal Sulawesi Selatan yang duduk di DPR RI Senayan juga sudah pernah melontarkan gagasan dan keinginan masyarakat Sulsel agar PT Semen Tonasa itu masih terus berada dalam grup industri PT. Semen Gresik, maka Tonasa sulit untuk berkembang dan sulit untuk mandiri, segala sesuatunya Tonasa harus ikut dengan aturan main dari induk perusahaan PT. Semen Gresik, termasuk dalam penentuan posisi jabatan strategis di pabrik semen tertua dikawasan timur Indonesia.

Lanjut dikatakan, Semen Tonasa yang menjadi perusahaan semen tertua di Indonesia Timur, produksinya akan menandingi pabrik semen yang ada di Jawa. Masyarakat Pangkep mohon bersabar, mudah-mudahan dalam waktu cepat bisa terealisasi agar Tonasa berdiri sendiri, karena Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya berjuang agar Semen Tonasa bisa pisah dari semen Gresik. Agus menambahkan, jika Tonasa mandiri, maka produk Semen Tonasa pasti akan merajai pasar semen di tanah air dan bisa melebihi produksi semen dari pulau Jawa. Dalam dialog dengan tokoh masyarakat Tondongg Tallasa Agus Arifin Nu’mang didampingi Sekretaris Kabupaten Pangkep, Anwar Recca dan Camat Tondong Tallasa.

Wagub hadir di Tondong Tallasa, dalam rangka perjalanan dinas menelusuri kawasan pegunungan dari Barru, tembus ke wilayah Tondong Buah, Kecamatan, Tellu Limpoe, Bone dan berakhir di Kecamatan, Tondong Tallasa, Pangkep, yang bertujuan untuk menelusuri peningkatan sarana jalan yang menghubungkan tiga kabupaten di pegunungan, karena sarana jalan yang ada saat ini sudah dalam bentuk pengerasan, sehingga memungkinkan ditingkatkan statusnya untuk menjadi jalan provinsi.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/sudah-saatnya-pt-semen-tonasa-berdiri-sendiri
Read More >>

Perusahaan Malaysia akan Bangun PLTM di Enrekang


KAMIS, 25 OKTOBER 2012
Compact_listrik__10_

MAKASSAR, — PT Great Clour Energy, perusahaan energy dan kelistrikan asal Negeri Jiran Malaysia bekerjasama dengan PT PLN Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hydro (PLTM) Bungin 3 di Kabupaten Enrekang.

Kerjasama pembangunan PLTM ini merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik yang sangat tinggi di Kawasan Timur Indonesia (KTI), khususnya di wilayah Sulsel.

Presiden Direktur PT GCE Khairul Nizam Tajul Hasnan, mengatakan, PLTM Bungin 3 berkapasitas 5 MW pada pembangunan tahap pertama dan akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 10 MW pada tahap berikutnya.

Total investasi yang dita­namkan untuk proyek PLTM Bungin 3 tahap satu dan sekaligus mempersiapkan infrastruktur tahap kedua adalah sekitar $14 juta Dolar atau sekitar Rp14 miliar.

“Lokasi proyek terletak di Sungai Bungin, Kabupaten Enrekang Sulsel. Pembangunan konstruksi sipil akan segera dilaksanakan setelah penandatanganan PPTL pada November mendatang,” jelas Khairul Nizam, di Grand Hotel Clarion Makassar, Rabu, 24 Oktober.

Khairul Nizam mengaku sesuai rencana keseluruhan pembangunan termasuk instalasi teknis turbin dan generator akan memakan waktu total ke­seluruhan selama 42 bulan.

“PLTM Bungin 3 akan dikomersialisasikan ke PLN Sulselrabar dengan harga jual senilai Rp787 per KWH. Pembangkit listrik ini rencananya akan mulai beroperasi untuk penyediaan tenaga listrik ke PLN pada November 2014 mendatang,” terangnya.

Sementara itu, General Ma­nager PT PLN Persero Sulselrabar Zulkifli mengatakan, dengan hadirnya pembangkit PLTM Bungin 3 ini, diharapkan bisa menambah daya energi dan listrik di Sulsel.

“Sehingga kebutuhan listrik di Sulsel yang sangat tinggi bisa terpenuhi,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya me­ngaku sementara dalam proses transformasi pemberian pela­yanan terbaik kepada pelanggan. Tercatat per Oktober 2012, pelanggan PLN mencapai 1.900 di wilayah Sulselrabar, dengan penggunaan daya sebanyak 734 mega, dan 160 mega daya cada­ngan.

“Sementara elektrifikasi di wilayah Sulselrabar mencapai 70,2 persen yang didominasi di wilayah Sulsel sebesar 70 per­sen,” urainya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel La Tunreng mengatakan, peran PLN sangat penting dalam me­nunjang keberlangsungan dunia industri.

Selain itu, sambungnnya, listrik juga menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia.

“Karena itu, kemajuan suatu daerah juga sangat ditentukan oleh energi atau listrik yang memadai,” katanya. (eky/ami)

Read More >>

Rabu, 24 Oktober 2012

Samsat Makassar Raih Piala Pelayanan Prima


Selasa, 24 Juli 2012


Suasana ruang pelayanan Samsat Makassar


Satu lagi karya membanggakan yang diraih Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Makassar. Kantor yang berada di Jalan Andi Mappanyukki itu berhasil meraih Piala Pelayanan Prima Polantas dari Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo.
Samsat Makassar merupakan satu dari 75 unit pelayanan Polri yang tersebar di Indonesia yang meraih predikat tersebut. Selain Samsat Makassar, Pelayanan SIM Polrestabes Makassar juga meraih piala yang serupa.
Keberhasilan itu terungkap sesuai Surat Telegram Kapolri nomor: ST/1538/VII/2012 tanggal 20 Juli 2012. Penilain pelayanan prima dilakukan pada bulan Mei dan Juni lalu.
“Kita bangga karena pelayanan di Samsat mendapat apresiasi yang baik. Ini semua adalah berkat kerjasama semua pihak termasuk wajib pajak,” ujar Paur Si STNK Samsat Makassar, AKP Masaluddin, yang ditemui Senin (23/7/2012).
Ia mengaku, apa yang didapatkan melalui piala pelayanan prima itu bukanlah akhir dari semuanya. ” Dengan predikat itu, kita makin termotivasi untuk bekerja dan memberikan pelayanan yang lebih maksimal,” tandasnya. (uki)

Read More >>

SERAPAN DIPA: Di Pemkot & Pemkab baru 53%


24 Oktober, 2012
Compact_pemkab--antara
MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendata, penyerapan dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) oleh pemerintah kabupaten/kota hingga September 2012 baru mencapai 53%.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sulsel Yaksan Hamzah mengatakan, tahun ini total pembangunan yang bersumber dari APBN mencapai Rp15 triliun.
”Lambatnya penyerapan dana DIPA, dipengaruhi kurang matangnya perencanaan program pembangunan yang ditetapkan pemerintah kabupaten/kota,” kata Yaksan, Selasa (23/10/2012).
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak Sulselbartra, dana DIPA yang terserap baru sekitar Rp8,1 triliun. Pemerintah kabupaten/kota hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk memanfaatkan sisa anggaran sebesar Rp6,9 triliun.
Selain kurang matangnya perencanaan program pembangunan yang ditetapkan menurutnya, pemerintah kabupaten/kota juga kurang mempersiapkan dokumen administrasi sejak awal sebelum mencairkan dana DIPA. Padahal, terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui.
Dia mencontohkan, lambatnya proses tender dipastikan berdampak molornya penyerapan anggaran dari pusat tersebut.
Dia juga mengatakan, lambatnya penyerapan dana DIPA akan mempengaruhi proses pembangunan di daerah. Mengatasinya, Pemprov Sulsel akan berkoordinasi ulang dengan pemerintah kabupaten/kota agar mempercepat penyerapan anggaran, sehingga berdampak positif terhadap perekonomian. (K46/msb)

Sumber: http://www.spdi.eu/serapan-dipa-di-pemkot-pemkab-baru-53/
Read More >>

Kades Patampanua Wakili Sulsel


Rabu, 24 Oktober 2012



WATANSOPPENG, -- Prestasi membanggakan diraih salah satu kepala desa di Kabupaten Soppeng. Adalah Kepala Desa Patampanua, M Ridwan, berhasil keluar sebagai juara I tingkat Sulsel dalam kategori Pembina Ketahanan Pangan. 

Keberhasilan tersebut mendapat penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari gubernur Sulsel. Atas keberhasilan tersebut, Ridwan mewakili Sulsel di tingkat nasional. Dia akan bersaing dengan utusan dari daerah lain untuk memperebutkan yang terbaik.

Kades Patampanua, M Ridwan, Selasa, 23 Oktober mengatakan,  penghargaan tersebut menjadi cambuk untuk terus berbuat maksimal. Selain itu, dia juga berterimah kasih keberbagai pihak atas partisipasinya sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Soppeng.

“Terimah kasih atas partisipasi dari berbagai pihak. Keberhasilan ini akan menjadi cabuk untuk meraih kesuksesan yang lebih baik,” kata Ridwan.

Ridwan menambahkan, selain mendapatkan penghargaan, desa yang dipimpinnya juga mendapatkan dana CSR dari BI. Dana yang didapatkan sebesar Rp405 juta.

Bantuan tersebut untuk pengembangan bidang ketahanan pangan di desa itu. Terdiri dari pembangunan lantai jemur Rp50 juta, pembangunan gudang Rp100 juta dan selebihnya Rp205 juta untuk pengadaan mesin penggilingan padi.

“Bantuan tersebut untuk menopang ketahanan pangan di daerah. Terutama kualitas perberasan di Soppeng,” ujarnya. (asr/ars)

Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121023191337-kades-patampanua-wakili-sulsel
Read More >>

Pembangkit Listrik Tenaga Hydro Dibangun di Enrekang


Rabu, 24 Oktober 2012


Makassar - Perusahaan energi dan kelistrikan Malaysia, PT Great Clour Energy (GCE) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hydro (PLTM) Bungin 3 di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Presiden Direktur PT GCE Khairul Nizam Tajul Hasnan di Makassar, Rabu, mengatakan, pada pembangunan tahap pertama PLTM Bungin 3 yang terletak di Sungai Bungin Enrekang ini berkapasitas 5 megawatt. Kemudian akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 10 megawatt pada tahap berikutnya.

Nilai investasi yang disiapkan untuk pembangunan proyek PLTM Bungin 3 pada tahap pertama, sekaligus mempersiapkan infrastruktur tahap kedua mencapai sekitar 14 juta dolar Amerika.

Pembangunan konstruksi sipil segera dilaksanakan setelah penandatanganan kerja sama Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPTL) pada November 2012.
Direncanakan, keseluruhan pembangunan termasuk instalasi teknis turbin dan generator akan memakan waktu selama 42 bulan.

Pembangkit listrik ini rencananya akan mulai beroperasi untuk penyediaan tenaga listrik ke PLN pada November 2014.

PLTM Bungin 3 akan dikerjasamakan dengan PLN wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara dengan harga jual senilai Rp787 per KWH.

General Manager PT PLN Persero Sulselrabar Zulkifli Abdullah Puteh mengharapkan, pembangkit PLTM Bungin 3 ini dapat mendorong peningkatan ketersediaan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sulsel yang sangat tinggi.

Ia mengatakan, hingga Oktober 2012, pelanggan PLN di wilayah kerja Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat mencapai 1.900 dengan penggunaan daya sebesar 734 MW dan 160 MW daya cadangan dan elektrifikasi di wilayah ini mencapai 70,2 persen yang didominasi Sulsel sebesar 70 persen.

Kerja sama pembangunan PLTM ini merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan energi listrik yang sangat tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah timur Indonesia. (T.KR-RY/S016)

Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/42953/pembangkit-listrik-tenaga-hydro-dibangun-di-enrekang
Read More >>

Selasa, 23 Oktober 2012

Menteri Perdagangan Puji SYL-Agus


Selasa, 23 Oktober 2012
alt










BANTAENG,  -- Menteri Perdagangan RI, Gita Irawan Wiryawan, memuji  kepemimpinan  Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang dalam mengelola manajemen pemerintahan di Sulawesi Selatan selama empat tahun lebih.
Pasalnya di bawah kendali pasangan ini pertumbuhan ekonomi Sulsel meningkat pesat, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu diungkapkan Gita dalam sambutannya ketika meresmikan Pasar Tradisional Percontohan Lambocca, di Kabupaten Bantaeng, Senin, 22
Oktober, yang juga dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang dan Bupati Bantaeng, Prof Nurdin Abdullah, serta pejabat dan masyarakat setempat.
Gita juga mengungkapkan pujiannya kepada Nurdin dalam upaya menjaga eksistensi pasar tradisional di wilayahnya.”Kami salut upaya pemerintah yang menjaga eksistensi pasar tradisional,” kata Gita.
Lebih jauh Gita menuturkan jika SYL dan Agus adalah pasangan yang cocok dengan melihat manajemen pemerintah di Sulsel yang sangat baik.
“Gubernur dan Wagub Sulsel adalah pasangan cocok, gubernurnya ahli pemerintahan dan wagubnya ahli pertanian, jadi wajar kalau Sulsel maju pesat,” ujar Gita. (*/soe)

Sumber:  http://cakrawalaberita.com/politik/menteri-perdagangan-puji-syl-agus
Read More >>

Syahrul Minta Napi Diberi Ruang untuk Mendapatkan Uang


Selasa, 23 Oktober 2012
MAKASSAR,--Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meminta kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sulsel, Daniel Biantong, untuk memberdayakan narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Gunungsari Makassar..

"Anak-anak kita yang ada di lapas harus diberdayakan. Sehingga, ketika keluar nanti mereka punya keterampilan," kata Syahrul, saat menerima Daniel, di ruang kerjanya, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (23/10/12).

Syahrul mengungkapkan, sebelumnya, ia telah pernah memprogramkan beberapa kegiatan untuk memberdayakan narapidana. Tetapi, karena terkendala sistem, akhirnya program-program tersebut tidak terealisasi.

"Memang sistem yang harus diubah. Daripada mereka nganggur disana, lebih baik dikasih sedikit ruang, mereka bisa menghasilkan uang. Sehingga, mereka punya bekal dan keterampilan," ungkapnya.

Dia berharap, Daniel Biantong sebagai Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulsel yang baru, bisa melakukan terobosan baru.

Karena itu, saat pelantikan nanti, Syahrul mengajak Daniel untuk menandatangani Memorandum of Understanding dengan Pemerintah Provinsi Sulsel dan pihak perbankan, terkait pemberdayaan narapidana.

"Kita berikanlah yang terbaik untuk mereka," ujarnya.

Sementara, Daniel Biantong, menyambut baik usulan Syahrul untuk memberdayakan narapidana di lapas. Dia pun berjanji untuk menindaklanjuti program-program tersebut.

"Terlalu banyak program yang ditawarkan dan kami senang sekali dan ke depannya bisa ditindaklanjuti supaya narapidana ada kegiatan dan bekal juga," janji Daniel.

Terkait peredaran narkoba di Lapas, Daniel berjanji akan melakukan pengawasan.

"Pengawasan selalu kami lakukan. Kami akan lihat seperti apa, bagaimana bisa ada narkoba di dalam lapas," tegasnya.
 
Penulis : Syaekhuddin
Editor : Imam Wahyudi
 
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/23/syahrul-minta-napi-diberi-ruang-untuk-mendapatkan-uang
Read More >>

Sjamsu Dapat Penghargaan dari Syahrul

Selasa, 23 Oktober 2012


PAREPARE,  – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menganugerahi Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Parepare, Sjamsu Alam, sebagai pemimpin yang peduli pada kebersihan. Penghargaan ini diberikan Syahrul sehubungan upaya Sjamsu Alam menjadikan Parepare sebagai kota terbersih di Sulawesi Selatan.

Penghargaan dalam bentuk piagam tersebut, diterima Sjamsu Alam bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Sulsel ke 343 tingkat Kota

Parepare, di halaman Kantor Wali Kota Parepare, Senin, 22 Oktober. Acara ini dihadiri Muspida Kota Parepare, pimpinan SKPD serta PNS se Kota Parepare.

Pada kesempatan ini, Sjamsu Alam bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan sambutan seragam Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Dia juga menyerahkan secara simbolis SK kenaikan pangkat PNS periode Oktober 2012 secara simbolis kepada tiga orang pegawai.

Syahrul menilai Sjamsu Alam berhasil memimpin Kota Parepare, khususnya dalam mewujudkan kota bertajuk Bandar Madani ini sebagai salah satu daerah terbersih di Indonesia. Parepare berhasil memperoleh Piala Adipura delapan kali berturut-turut sejak tahun 2004.

Parepare juga merupakan kota satu-satunya daerah di Sulsel, bahkan di Indonesia Timur yang mampu memperoleh penghargaan bergensi tersebut, tanpa pernah turun peringkat menjadi piagam atau plakat.

Syahrul menilai, ini tidak lepas dari peran aktif Sjamsu Alam membawa Parepare sebagai kota bersih dan hijau di Indonesia. (kr/ftr)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/daerah/sjamsu-dapat-penghargaan-dari-syahrul
Read More >>

Senin, 22 Oktober 2012

Pemprov Sulsel Produksi Motor Lokal


Makassar, 22 Oktober 2012
Setelah memproduksi mobil lokal Moko tahun lalu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini menggandeng PT. Triangle Motorindo untuk bekerja sama dalam pembuatan motor lokal. Penandatangan kerja sama keduanya dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Sulawesi Selatan Ke-343 di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat, 19 Oktober 2012.

Kepala Dinas Perindustrian dan Oerdagangan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo mengatakan bahwa terdapat lima tipe unit motor yang akan diproduksi, yakni dua tipe Moko roda dua dan tiga tipe untuk roda tiga. Beberapa diantaranya memiliki rancangan khusus untuk motor molen, pemadam kebakaran, penyiram tanaman dan hama di kebun, serta untuk industri penjualan produk makanan, sayuran, dan komoditas lainnya.Sepeda motor tersebut, nantinya dirancang khusus dan tidak untuk dipasarkan secara umum.

PT. triangle Motorindo merupakan Agen tunggal Pemegang Merk Viar, yang nantinya bersama Pemprov Sulsel akan merancang dan memproduksi motor lokal, khusunya untuk industri kecil dan mengengah di daerah ini. Hal ini dimaksudkan untuk peningkatan produktifitas industri kecil dan menengah, bukan untuk kendaraan umum.

Khusus untuk pembuatan mesin dan rangka, ada beberapa spesifikasi yang tidak boleh diganggu, dikarenakan Viar telah memiliki spesifikasi secara khusus. Selain itu, ada beberapa bahan lainnya dari Sulsel yang akan ditunjukkan ke perusahaan tersebut untuk mencocokkan spesifikasinya, sehingga bisa digandeng untuk komponen lokalnya.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/pemprov-sulsel-produksi-motor-lokal
Read More >>

Gubernur Sulsel Buka Mukernas IV AABI


Senin, 22 Oktober 2012
 

Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo yang membuka secara resmi Mukernas IV Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI) di Hotel Grand Clarion Makassar, Kamis, 18 Oktober 2012, mengatakan Mukernas  ini  merupakan ajakan untuk memberikan kontribusi kepada bangsa sebagai konsolidasi serta evaluasi. Diharapkan AAIB kedepan harus bersama pemerintah melakukan yang terbaik bagi kemajuan ekonomi di Indonesia, khususnya di Sulsel dan ini akan terwujud mulai dari pembangunan sarana infrastruktur jalan. Tanpa infrastruktur yang baik, pemerintahan akan sulit berjalan maksimal.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AAIB, Haedar Karim  sejak  berdirinya asosiasi tersebut, untuk pertama kalinya acara yang mengusung tema Membangun Masa Depan Melalui Pembangunan Infrastuktur Jalan itu digelar di luar Pulau Jawa. Kesempatan ini harus menjadi evaluasi bagi AAIB. Kedepan AAIB harus melakukan pekerjaan secara profesional sebagai pertanggungjawaban dalam membangun infrastruktur jalan.

Ia melanjutkan, Mukernas tersebut bertujuan meningkatkan profesional kerja anggota AAIB yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Termasuk bagaimana regulasi pengembangan infrastruktur jalan, seperti waktu pemeliharaan serta meningkatkan kualitas kerja AAIB. Musker juga membahas tindaklanjut rekomendasi Kadin dari hasil rapat pimpinan nasional agar kedepan AAIB bisa lebih eksis lagi secara profesional.

Haedar juga mengatakan dari total sekitar 236 anggota  AAIB se Indonesia, Sulselbar merupakan salah satu daerah yang anggotanya terbanyak dengan jumlah 54 orang. Seharusnya wilayah Sulselbar menjadi salah satu yang akan diprioritaskan dalam pembangunan infrastruktur, misalnya pembangunan jalan.

Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI) Sulselbar juga menggagendakan kunjungan wisata ke Toraja bersama para peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV AABI. Ketua AAIB Sulselbar, Zulkarnain Arief menambahka Mukernas akan membahas bagaimana intern selama sehari penuh. Kemudian Jumat, 19 Oktober 2012 akan berkunjung ke Toraja selama dua hari untuk memperkenalkan sejumlah potensi yang ada di Sulsel, khususnya sektor pariwisata kepada peserta dari berbagai provinsi.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-sulsel-buka-mukernas-iv-aabi
Read More >>

Minggu, 21 Oktober 2012

Pemprov Sulsel Luncurkan Buku Pencegahan Narkoba dan HIV AIDS


Minggu, 21 Oktober 2012

Bulukkumba, Sulsel,–Sekretariat Provinsi Sulawesi Selatan, meluncurkan Buku Gerakan Pencegahan Narkoba dan Penularan HIV AIDS Tingkat Pelajar Se Sulawesi Selatan. Buku ini dimaksudkan sebagai panduan yang menjadi referensi bagi pihak sekolah dalam upaya melakukan penyuluhan atau advokasi pencegahan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Peluncuran ini dikemas dalam acara Sosialisasi Buku Gerakan Pencegahan Narkoba dan Penularan HIV AIDS Tingkat Pelajar Se Sulawesi Selatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Kelompok Relawan Antisipasi Aids (KRA-AIDS) Indonesia kerjasama dengan KPA Bulukumba, di Aula Dinas Kesehatan Bulukumba, Sabtu (20/10).

Dalam upaya penyuluhan narkoba dikalangan pelajar, Wakil Bupati Bulukkumba, Syamsuddin mengharapkan disesuaikan dengan kondisi tumbuh kembang anak-anak atau disesuaikan dengan perkembangan zaman. Orang tua atau para guru tidak mesti melakukan dengan cara ceramah toh saja, namun bisa melalui kegiatan-kegiatan yang disenangi oleh para remaja, seperti lomba menyanyi atau lomba grup band antar pelajar. Pada kegiatan seperti itulah dimasukkan kampanye-kampanye anti narkoba. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan pembinaan terus menerus oleh orang tua kepada anak-anaknya, tidak boleh tanggung jawab pembinaan itu dilimpahkna sepenuhkan kepada guru di sekolahnya.

Sebagai narasumber dari KRA-AIDS Indonesia Zulkifli Amin, mengemukakan bahwa salah satu upaya penggulangan bahaya HIV AIDS adalah mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh penderita itu sendiri. Ketika mereka sudah teridentifikasi dan terindikasi kena HIV maka semua pihak harus melakukan antisipasi agar penderita tersebut mendapatkan perawatan, sehingga juga dapat mencegah terjadinya penularan. Dirinya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh KPA Bulukumba oleh karena ada kemajuan dalam pencegah penularan HIV AIDS.

“Syukurlah Bulukumba sekarang pada posisi peringkat ke delapan dimana sebelumnya berada pada peringkat ketiga se Sulawesi Selatan” ujar pria berambut kuncir ini

Dalam gerakan pencegahan dan penanggulangan narkoba ini, lanjut Zulkifli, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) sangat penting, tinggal bagaimana mengembangkannya sesuai dengan kondisi lingkungan kita berada atau muatan lokal. Dirinya sepakat dengan peserta yang mengusulkan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah-sekolah seperti perkemahan, sedapat mungkin memiliki materi seputar narkoba, baik melalui cerdas cermat maupun lomba pidato, terangnya.[HMS/KM5]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=17167
Ilustrasi gambar: http://www.perpustakaan-stpn.ac.id/buku/?Lawan-Narkoba-Jauhkan-HIV-dan-AIDS#top
Read More >>

2000 Peserta Fun Night Run Akan Dilepas Gubernur


Minggu, 21 Oktober 2012
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo akan melepas sekitar 2000 lebih Peserta Event South Sulawesi Fun Night Run (SSFNR) di Monumen Mandala Jln Jend.Sudirman Makassar Minggu 21 Oktober 2012. Ketua Panitia South Sulawesi Fun Night Run Michael Kiki mengatakan bahwa Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sudah menyatakan kesiapannya untuk membuka sekaligus melepas para peserta lari yang di gelar pada malam hari ini.
“Insya Allah event ini akan di buka oleh pak Gub,beliau sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir sekaligu melepas peserta,”ujar Kiki sapaan Michael Kikie di Sekretaria Panitia Jalan. Beruang No.49 Makassar Jumat 19 oktober 2012.
Dia menjelaskan selain gubernur yang akan hadir dalam acara ini, juga dihadiri Ketua DPRD Sulsel Moeh Roem,Kepala Perwakilan BI,Pimpinan BNI,Pimpinan Panin Bank serta beberapa tokoh akademisi dan pengusaha yang ada di sulsel.
South Sulawesi Fun Night Run yang merupakan rangkaian hari Sumpah Pemuda dan HUT Sulsel 343 juga banjir hadiah. Pihak panitia sudah menyiapkan puluhan juta hadiah yang nantinya akan di undi. Mulai dari tiket pesawat dari Garuda,voucher hotel hingga grand door prize dua buah motor.
Event yang pertama kali di gelar di Makassar ini dikemas dalam bentuk fun dan sportaeiment. Sehingga memadukan antara sport,games dan hiburan. Selain itu juga akan ada bazaar dan pemeriksaan kesehatan gratis di area Monumen mandala di mana kegiatan ini akan di gelar.
Kiki menjelaskan bahwa antsias masyrakat untuk ikut kegiatan ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari membludaknya peserta yang mendaftarkan diri. Dari target awal yang hanya menargetkan hanya 1000 peserta, kini pendaftar sudah mencapai 2000 lebih,sehingga pihak panitia harus menambah formulir.
Sebagian besar peserta mengaku penasaran, dengan event yang baru pertama kali dilakukan di Makassar ini. Apalagi kegiatannya di lakukan pada malam hari. Seperti yang diungkapkan oleh Yuliani, salah seorang peserta. Dia mengaku penasaran dengan event lari yang dilakukan pada malam hari. Menurutnya ini sebuah kegiatan yang lain daripada yang lain.
“ Penasaran saja, bagaimana rasanya lari ramai-ramai dimalam hari, apalagi ini kegiatannya untuk happy fun saja,bukanlah untuk mencari juara,” ujarnya saat mendaftarakan diri disekretariat panitia.
Dia berharap agar kegiatan ini bukan hanya menjadi media untuk berolahraga tapi juga media hiburan bagi warga Makassar, karena dalam event ini ada music,bazzar dan games. [KM2]
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=17142
Read More >>

Pemprov Patenkan Benang Sutra


Minggu, 21 Oktober 2012


Kebanggaan Sulsel penghasil sarung dan kain sutra menjadi lebih lengkap. Pemprov Sulsel telah mematenkan produksi benang sutra berkualitas impor dengan merek Sa'be.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengemukakan, produksi dan pematenan benang sutra menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel. Pasalnya selama ini, produksi sarung tenun sutra di sentra sutra Sulsel mayoritas berasal dari Cina.

Kalaupun ada pemintalan benang dari kepompong ulat sutra, produksinya masih sangat terbatas. Kualitas maupun panjang benang yang dihasilkan juga belum maksimal.

Menurut Irman, benang sutra merek Sa'be yang diproduksi di UPTD Balai Pengembangan Teknologi Tekstil Disperindag Sulsel sudah menggunakan mesin twist standar internasional. Panjang benang sutra yang dihasilkan minimum 300 meter.

"Benang sutra raw silk digunakan sebagai pengganti benang lusi impor. Selama ini, penenun kain sutra di sentra produksi kain dan sarung sutra menggunakan benang lusi impor, terutama dari Cina," tutur Irman.

Kapasitas produksi benang sutra mencapai 25 ton per sekali produksi. Bahan baku berupa kepompong ulat sutra berasal dari petani ulat sutra di Kabupaten Wajo dan Soppeng.    

"Kualitasnya tidak kalah dari benang sutra Cina. Nanti, orang tidak lagi memesan sutra dalam bentuk kain gelondongan, tapi hanya memesan benang saja kemudian memproduksi sendiri kainnya," tutur Irman. 

Paten produksi benang sutra Sa'be diserahkan pada peringatan HUT Sulsel ke-343 di Gubernuran, kemarin. Disperindag Sulsel juga menandatangani kerja sama dengan PT Triangle Motorindo untuk produksi dan pengembangan prototype motor toko (moko) untuk peningkatan produktivitas industri kecil dan menengah di Sulsel serta mesin produksi pemipil jagung. (*/rif)

Sumber:  http://www.fajar.co.id/read-20121021010956-pemprov-patenkan-benang-sutra
Read More >>

Dukung Sulsel Jadi Pilar Pembangunan Bangsa


Minggu, 21 Oktober, 2012


BELOPA, -- Pemerintah Kabupaten Luwu bertekad mendorong dan mewujudkan semangat Sulsel menjadi pilar utama pembangunan bangsa. 

Selain itu, Bupati Luwu, HA Mudzakkar sepakat untuk terus menciptakan pelayanan yang baik bagi masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan dan ekonomi.
Demikian disampaikan Bupati Luwu, Andi Mudzakkar saat membacakan sambutan Gubernur Sulsel. Katanya, Sulsel kini memiliki semua potensi untuk tumbuh dan berkembang sebagai wilayah terkemuka di Indonesia bahkan di dunia. 
Potensi itu antara lain, sumber daya manusia, alam, keuntungan atas dua musim, potensi kehutanan, kelautan, pesisir dan kepulauan yang ditunjang dengan posisi strategis sebagai centre point of Indonesia. Makanya, pemerintah melalui gubernur, tidak pernah ragu untuk merumuskan berbagai program berskala nasional maupun internasional.
Acara peringatan hari jadi Sulsel yang ikut dihadiri unsur muspida Kabupaten Luwu, pimpinan SKPD dan undangan itu, Mudzakkar juga menyerahkan bantuan mobil angkutan sampah kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Luwu. (hdy/ars)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121019201754-dukung-sulsel-jadi-pilar-pembangunan-bangsa
Read More >>

Sulsel Juara Umum Pameran Hari Pangan Se-Dunia

Minggu, 21 Oktober 2012

Makassar, -- Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil menjadi juara umum pada pameran Hari Pangan Se-Dunia (HPS) 2012 yang di pusatkan di Temanggung Tilung, Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Peringatan HPS ke-32 tahun 2012 resmi ditutup Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng Achmad Diran, Minggu (21/10).

Acara bertema Agroindustri Berbasis Kemitraan Petani Menuju Kemandirian Pangan tersebut berlangsung empat hari dan dibuka Wakil Presiden Boediono, Kamis (18/10/2012) lalu.

Sulsel melalui Badan Ketahanan Pangan Daerah (BKPD) menjadi juara umum kedua stan pameran terbaik di bawah Jawa Barat (Jabar). Sedangkan, Kalteng sekaligus tuan rumah berada di posisi ketiga.

HPS dirangkaikan pameran diikuti 139 stan dari pemerintah daerah seluruh Indonesia, kementerian terkait, dan badan usaha milik negara (BUMN). Selain pameran, HPS diisi seminar, berbagai lomba, dan gelar teknologi pangan.

Koordinator pameran Sulsel, Asrul, menjelaskan, Sulsel menampilkan stan dengan bangunan bernuansa Bugis, Makassar, Toraja, dan Mandar, pada pameran kali ini. Stan Sulsel menampilkan seluruh potensi pangan lokal dan pangan olahan daerah ini.(*)
 
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/21/sulsel-juara-umum-pameran-hari-pangan-se-dunia
Read More >>

Sabtu, 20 Oktober 2012

Sulsel Butuh Modal Triliunan Untuk Industri


Sabtu, 20 Oktober 2012


MAKASSAR, -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo meminta pihak perbankan agar membantu permodalan untuk membangun dan mengembangkan perindustrian di daerah-daerah di Sulawesi Selatan. Syahrul mengutarakan hal ini di hadapan Pimpinan Bank Indonesia Wilayah I dan para pimpinan perbankan di Makassar, di antaranya Branch Manager Bank Panin Makassar, Andi Onny Tenri Gappa dan Dirut Bank BPD Sulselbar, Ellong Chandra, saat mengunjungi kantor BI di Makassar, Kamis (18/10).
''Saya sangat berharap pihak perbankan membantu permodalan untuk membangun industri di daerah-daerah dengan jaminan APBD,'' harap Syahrul.
Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mencapai 8,45 persen pada triwulan II 2012, pihak perbankan sangat berpeluang mengembangkan industri. Sementra infrastruktur akan ditangani Pemprov. ''Saya membutuhkan modal triliunan rupiah untuk mendorong perindustrian Sulsel. Dengan pertumbuhan ekonomi Sulsel 8,45 persen, saya yakin peluang perbankan untuk berkolaborasi dan berkontribusi, sangat terbuka,'' ujarnya.
Sementara, Kepala Kantor Bank Indonesia Wilayah I Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampapua), Mahmud, menyambut baik tawaran tersebut. Mahmud pun menyatakan kesediaannya bekerjasama dengan Pemprov Sulsel. ''Kami yakin bisa berkolaborasi membangun Sulsel,'' katanya. (nik/C)

Sumber: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=com_content&view=article&id=993:sulsel-butuh-modal-triliunan-untuk-industri&catid=11:metro-bisnis&Itemid=11
Read More >>

Jumat, 19 Oktober 2012

Bandara Hasanuddin Terbaik


Jumat, 19 Oktober 2012

MAROS,  -- PT Angkasa Pura I (Persero) kembali menorehkan prestasi terbaik. Pengelola jasa Bandara Internasional Sultan Hasanuddin ini menerima penghargaan tertinggi dalam hal sektor Pelayanan Prima Jasa Transportasi Udara  dari Kementerian Perhubungan. Penghargaan tersebut diterima di Jakarta pada 16 Oktober lalu.

General Manager PT Angkasa Pura I, Rachman Syafrie, mengatakan, prestasi yang diraih pihaknya itu merupakan kali pertama. Sebelumnya Bandara Hasanuddin hanya meraih prestasi madya di tahun 2010. 
"Ini merupakan penghargaan tertinggi kategori bandara. Dan tugas kita adalah mempertahankan prestasi yang sudah kita lakukan," kata Rachman di sela-sela penyambutan di Bandara Sultan Hasanuddin Rabu malam, 17 Oktober.

Dia mengatakan, dari 400 bandara yang ada di Indonesia, yang ikut kompetisi ini hanya 13 bandara besar. "Dua tahun lalu pemenangnya Bandara Juanda Surabaya," jelas Rachman.
Penilaian itu, kata dia, dilakukan kepada seluruh bandara yang dikelola Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.

Dia mengatakan adapun kriteria sebagai pemenang yaitu dilihat dari sisi kebersihan, airlines, keamanan dan kenyamanan penumpang. Juga inovasi dan kreativitas kita. 
"Ternyata kreativitas dan inovasi yang kita buat, seperti sinergitas kita dengan Dinas Pariwisata Provinsi melalui Culture Port, dianggap positif dan berkesan," katanya.

Untuk meraih penghargaan ini, kata Rachman lagi, tidaklah muda tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat Sulawesi Selatan. "Ini adalah prestasi yang diraih masyarakat Sulsel. Tanpa dukungannya, mustahil prestasi ini tercapai," kata Rachman. (rin/min)

Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121018195822-bandara-hasanuddin-terbaik
Read More >>

Sulsel Buat Baruga Cokelat di Monumen Mandala

Sulsel Buat Baruga Cokelat di Monumen Mandala

Minggu, 19 Oktober 2012


Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulsel bekerja sama dengan PT Ceres membuat Baruga Cokelat atau Rumah Cokelat di Monumen Mandala, Jl Jenderal Sudirman, Makassar.

Baruga Cokelat ini diharapkan mampu menjadi landmark Sulsel dari potensi Sulsel, yakni cokelat atau kakao.

"Karena bagaimanapun, Sulsel adalah kategori produsen kakao terbesar di dunia. Ini harus dibuatkan land mark," ujar Kepala Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo dalam acara soft launching Baruga Cokelat di Monumen Mandala, Jumat (19/10/12).

Baruga cokelat berisikan produksi cokelat Sulsel hasil kerja sama dengan PT Ceres. Layaknya di Kuala Lumpur, Malaysia, setiap berkunjung ke sana, ada kawasan yang menjual khusus produksi cokelat yang merupakan produksi dalam negeri.

Direktur PT Ceres, Joseph Chuang dalam sambutannya memberikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Sulsel yang fokus memperhatikan potensi produksi kakaonya di Sulsel.

PT Ceres, lanjutnya, sebagai produsesn cokelat di Indonesia akan memberikan support sebesar-besarnya untuk kelanjutan baruga cokelat ini di Sulsel.

"Baruga cokelat ini akan menjadi land mark Sulsel tentang cokelat. Sulsel itu penghasil cokelat terbesar. Dan ini baruga harus menjadi bukti," katanya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, baruga cokelat di Mandala ini tak lain untuk memberikan bukti bahwa Sulsel itu memiliki potensi cokelat besar di Indonesia, termasuk di dunia.

"Rumah atau baruga cokelat ini nantinya akan menjadi salah satu destinasi pariwisata yang ada di Sulsel. Jadi jika mau ke Sulsel atau Makassar, maka wisatawan harusnya ke sini berbelanja cokelat, sebagai salah satu atau hasil potensi Sulsel," kata Syahrul.

Sebagai eksistensi keberadaan baruga cokelat, Pemprov Sulsel juga menunjuk sinergitas kerja sama antara Disbudpar Sulsel dengan Dinas Pendidikan.

"Ini penting untuk mendriving kunjngan wisatawan dan siswa sekolah ke baruga cokelat ke depan," kata Syahrul.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/19/sulsel-buat-baruga-cokelat-di-monumen-mandala
Read More >>

SYL Tebar Terima Kasih Pada Upacara HUT Sulsel ke 343


Jumat, 19 Oktober 2012



Makassar, – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menebar ucapan terima kasih kepada seluruh Muspida yang dinilai berhasil dalam pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Ini bukan keberhasilan saya tapi keberhasilan kita semua, terima kasih kepada TNI, Polisi, Tokoh Masyarakat, Walikota, Bupati dan Lurah, Kecamatan atas kerjasama selama ini,” Kata SYL dalam sambutannya pada HUT Sulsel 343, Jumat (19/10/2012) di Lapangan Upacara Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.

Syahrul juga menyampaikan rasa bangganya atas program pendidikan dan kesehatan yang dilaksanakan di Sulawesi Selatan.

“Sulsel mendahului seluruh provinsi di Indonesia melaksanakan pendidikan gartis seluruh kabupaten,” Kata Syahrul.

Nantinya, diharapkan pendidikan gratis ini dapat dilaksanakan hingga tingkat Sekolah Menengah Umum (SMU).

Dibidang kesehatan, Syahrul juga menyampaikan rasa bahagianya karena telah membangun Rumah Sakit Sayang Rakyat sebagai Rumah Sakit rujukan.

“Rakyat memberi apresiaasi yang baik khususnya bidang pendidikan dan kesehatan,” Lanjut Syharul.[KM3]

Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=16959
Read More >>

Pemprov Mengalah, Usul Pembangunan Jalan di Luwu Raya


Jumat, 19 Oktober 2012
 
MAKASSAR,- Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulsel, Abdul Latif menegaskan bahwa tidak benar jika Pemerintah Provinsi Sulsel tidak memperhatikan pembangunan infrastruktur jalan di Luwu Raya.

Buktinya, sejak 2009 lalu jalanan yang dirintis provinsi Sulsel Sabbang-Sae-Tallang yakni jalan tembus Luwu Utara dengan Sulbar akhirnya tembus 2012 ini.

"Dan itu akan kita usulkan pengaspalannya di PIP nanti ini. Rapat PIP masih dalam proses, jadi belum final," kata Latif, Jumat (19/10/2012) di sela-sela upacara HUT ke343 Provinsi Sulsel di rujab gubernur.

Menurut Latif, dalam pinjaman PIP ini, Pemprov Sulsel akan memperhatikan pembangunan infrastruktur. Tak terkecuali di Luwu Raya.

"Sabbang-Tallang-Sae adalah terobosan jalan di Luwu Raya. Tidak ada jalan ini sebelumnya. Dan Alhamdulillah Pemprov Sulsel mampu menembusnya tahun ini, dan akan kita tuntaskan melalui pengusulan pada item peminjaman dari PIP. Semuanya bergantung di dewan nantinya saat pembahasan," jelas Latif.

Diharapkan dengan terwujudkanya jalan ini akan meningkatkan akselerasi ekonomi masyarakat di Sulsel khususnya di Luwu Raya.

Khusus Tana Toraja dan Toraja Utara, menurut Latif, ada jalan propinsi di toraja poros Seseng -  batas Sulbar. Hanya saja, lanjutnya, sisa yang belum dikerja di jalan tersebut sebesar 1,9 km. "Sehingga tidak memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam pinjaman jadi penyelesaiannya dengan dana APBD 2013 pokok mendatang. Tetap akan menjadi perhatian Pemprov Sulsel. Ini pinjaman sekali lagi kita mau bikinkan Perda jadi skala prioritas harus jadi perhatian, dan harus cepat selesai," jelas Latif. (*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/19/pemprov-mengalah-usul-pembangunan-jalan-di-luwu-raya
Read More >>

Dana Perbaikan Jalan di Jalur Selatan Rp. 1,9 Triliun


Jum, 19/10/2012 




Anggaran perbaikan jalan yang dikucurkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) 2013 mendatang diperkirakan sekitar Rp. 1 Triliun. Dana ini dipakai untuk melakukan maintenance jalan nasional di 24 kabupaten/kota. Sedangkan untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD ) 2013, Dinas Binamarga Sulawesi Selatan telah mengusulkan dana sebesar Rp. 900 miliar. Usul anggaran ini masih menunggu persetujuan di DPRD Sulawesi Selatan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Bina Marga Sulawesi Selatan, Abdul Latief disela – sela Mukernas Asosiasi Aspal Beton Indonesia ( AABI ) di Hotel Clarion Makassar, Kamis 18 Oktober 2012.

Dana tersebut dialokasikan untuk merampungkan pekerjaan jalan di jalur selatan, jalan poros Maros – Parepare serta jalan layang dan jembatan Maros – Bone. Jika dana tersebut tidak berubah, maka totalnya mencapai Rp. 1,9 Triliun. Dana APBD 2013 Rp. 900 miliar telah dikalkulasikan untuk perbaikan jalan provinsi hingga 300 kilometer di sejumlah kabupaten.

Sementara, WakilMenteri Pekerjaan Umum ( PU ) Hermanto Dardak menjelaskan, pihaknya akan mempercepat pekerjaan proyek – proyek di kawasan Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar ( Mamminasata ) pada 2013 mendatang. Khusus Mamminasata, pihaknya berharap penganggarannya tidak hanya berasal dari pemerintah semata melainkan bersumber dari BUMN dan investor.
Read More >>

Kamis, 18 Oktober 2012

Gubernur: Mahasiswa Sulsel Belajar di Hampir Seluruh Negara di Dunia



Kamis, 28 Juni 2012 
Syahrul-Gubernur.jpg
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo mengatakan,  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel senantiasa mendukung dunia pendidikan. Diantaranya, melalui program pendidikan gratis dan pemberian beasiswa ke luar negeri.

"Tahun ini, program pendidikan gratis tidak hanya di SD dan SMP, tapi juga anak naik ke tingkat SMA," katanya di acara Rakornas II PGRI di Hotel Clarion, Makassar, Kamis (28/6). 

Syahrul mengatakan, beasiswa ke luar negeri untuk program doktoral juga terus dilakukan. Saat ini, tidak kurang dari 388 mahasiswa S3 yang mendapatkan beasiswa untuk belajar di luar negeri.

"Mahasiswa Sulsel belajar hampir di seluruh negara di dunia," imbuhnya.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/06/28/gubernur-mahasiswa-sulsel-belajar-di-hampir-seluruh-negara-di-dunia
Read More >>

Sulsel Segera Miliki Museum Satwa dan Kebun Binatang


Jumat, 19 Oktober 2012



Makassar,  -- Satu lagi arena wisata akan dibangun di Sulsel. Ketua Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (KBSI) yang juga pengusaha asal Sumatera Utara, Rahmat Shah, telah mengutarakan keinginannya kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, untuk membangun Museum Satwa dan Kebun Binatang di Sulsel.

"Kebun binatang dan museum satwa memiliki prospek yang cukup menjanjikan dari segi ekonomi. Tapi, pada intinya, saya tidak membangun ini karena urusan profit semata, tapi karena saya hobi memelihara binatang," kata Rahmat, dalam pertemuannya dengan Syahrul, di Hotel Grand Clarion, Makassar, Kamis (18/10/2012).

Rahmat mencontohkan, salah satu kebun binatang miliknya di Surabaya, pada hari libur dikunjungi minimal 25.000 orang. 

Kebun binatang dan museum satwa juga dinilai akan memberikan efek positif kepada anak-anak.

"Anak-anak bisa belajar mengenal binatang sambil berwisata dengan biaya yang terjangkau," ujarnya.

Untuk tahap awal pembangunan museum satwa, Rahman menuturkan, baru menyiapkan investasi yang masih kecil yakni berkisar Rp2 miliar.(*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/18/sulsel-segera-miliki-museum-satwa-dan-kebun-binatang
Read More >>

Pemprov. Segera Bangun Jalan Pintas Dari Asrama Sudiang Ke Bandara. Kamis, 18 Oktober 2012




Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan lampu hijau kepada Pengelola Asramaa Haji Sudiang untuk melakukan perbaikan infrastruktur. Salah satu usulan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sulawesi Selatan adalah pembuatan jalan alternatif dari asrama haji sudiang ke bandara Internasional Sultan Hasanuddin Hal ini terungkap dalam Rapat Evaluasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar dengan Jajaran Pemerintah Sulawesi Selatan yang bertempat di Asrama Haji Sudiang, Rabu, 17 Oktober 2012. Dalam rapat tersebut hadir antara lain, Asisten III Pemerintah Sulawesi Selatan, Amal Natsir, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Gazali Sayuti, Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, dr. Rachmad Latief, Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan, Masykur A Sultan, Bea cukai dan Kepolisian.

Sekretaris PPIH Embarkasi Makasar sekaligus Kepala Badan Pengelolah Asrama Haji (BPAH), Iskandar Fellang mengungkapkan, selain melaporkan pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji, pihaknya juga memaparkan hal-hal yang dirasakan masih kurang dalam pelayanan haji tahun ini. Titik beratnya pada infrastruktur yakni penambahan kapasitas wisma dan pembangunan jalan pintas menuju bandara. Wisma di Asrama Haji Sudiang nantinya diharapkan mampu menampung sekitar tiga kloter jemaah haji sekaligus.

Sementara itu pembangunan jalan pintas alternatif dibutuhkan untuk mengurangi kemacetan dijalan menuju asrama. Jalan pintas ini menghubungkan antara asrama ke bandara dengan jarak hanya sekitar satu kilometer. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadikan dua hal tersebut sebagai prioritas tahun depan. Karena dana yang digunakan adalah APBD maka hal ini masih menunggu persetujun dari DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Read More >>

Pemprov SULSEL Pacu Padi Organik


Kamis, 18 Oktober 2012

Compact_sawah__3_
MAKASSAR: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pacu pengembangan padi organik dengan penambahan luas lahan pada sejumlah kabupaten sentra padi.

Adapun pengembangan padi organik di Sulsel telah dirintis Pemprov Sulsel sejak 2010. Pada tahap awal itu lahan yang dimanfaatkan  hanya sekitar 25 ha di Kabupaten Tana Toraja. Ditargetkan, dalam 3 tahun kedepan, luas lahan pertanian mencapai 1.500 ha.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sulsel, Aris Makta Amin mengatakan dalam kurun waktu dua tahun terakhir, luas lahan yang dimanfaatkan untuk pengembangan padi organik telah mencapai 100 ha.

Langkah pengembangan terus kami lakukan, selain penambahan luas lahan tanam padi organik.

"Optimalisasi akan terus kami lakukan, salah satunya dengan perluasan lahan padi organik pada sejumlah daerah selain Tana Toraja, pada tahun 2013 mendatang, sehingga dalam 3 tahun ke depan luas lahan padi organik bisa mencapai 1.500 ha" ujarnya Kamis (18/10/2012).

Meski belum ada pangsa pasar yang jelas, lanjut Aris, kedepannya produksi padi organik Sulsel diyakini bakal mampu bersaing dengan padi organik yang diproduksi provinsi lain terutama untuk pasar ekspor.  (ra)

Sumber: http://www.bisnis.com/articles/pemprov-sulsel-pacu-padi-organik
Read More >>

Rabu, 17 Oktober 2012

Bank Tertarik Biayai Ekspor Impor Sulsel


Rabu, 17 Oktober 2012

MAKASSAR – Berlimpahnya hasil bumi bernilai ekonomis tinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel) menarik perbankan untuk melakukan pembiayaan, khususnya bagi komoditi yang bernilai ekspor.

Salah satu yang paling diminati adalah kakao, rumput laut,dan biji nikel. Impor ke Sulsel juga kian menarik perhatian perbankan setelah Pelabuhan Soekarno- Hatta Makassar dijadikan sebagai satu dari empat pelabuhan pemasukan impor produk hortikultura di Indonesia. PT Bank Negara Indonesia (BNI) Wilayah Makassar bahkan telah menggelontorkan pembiayaan ekspor hasil bumi Sulsel sekitar 20% dari total pembiayaan BNI tahun ini. 

Namun total pembiayaan itu, dinilai masih kurang jika dibandingkan hasil bumi yang melimpah. Chief Executive Officer BNI Wilayah Makassar Muchoram mengatakan, pihaknya terus mendorong adanya peningkatan pembiayaan di sektor hasil bumi. Salah satu yang paling banyak diminati eksportir di Sulsel adalah rumput laut yang dihasilkan di daerah-daerah pesisir pantai bagian selatan Sulsel.

“Khusus untuk rumput laut, pembiayaannya digolongkan ke dalam KUR (kredit usaha rakyat) yang telah kami kerjasamakan dengan sejumlah perusahaan pengekspor yang banyak mengarahkan ekspornya ke negara-negara Asia, seperti Jepang, Malaysia dan Korea,” kata dia.

Walau rumput laut paling banyak diminati eksportir, namun kakao dan biji nikel merupakan komoditi ekspor yang paling besar menyedot dana. “Dari segi debitur, kami memang masih sangat rendah di pembiayaan sektor ini,namun dari sisi amount pembiayaan sudah 20%,”tuturnya.

Selain rumput laut, kakao dan biji nikel,sejumlah ko-moditi juga telah masuk dalam pembiayaan ekpor BNI.Hanya saja,jumlahnya kecil dan lebih banyak dipasok untuk kebutuhan domestik, seperti komoditi udang, ikan, dan produk olahan makanan yang tidak ditemukan di daerah lain.

Sementara itu, khusus untuk komoditi hortikultura,perbankan lebih banyak menyalurkan pembiayaan di sektor importir. Seperti yang dilakukan oleh PT Bank Central Asia (BCA) Makassar.Mulai tahun ini, BCA siap menyalurkan pembiayaan di sektor impor hortikultura.

Kepala Cabang Utama BCA Panakukang Makassar Elvriawati mengatakan, akan banyaknya produk hortikultura ke Makassar akan mendorong jumlah importir di daerah ini. Dalam kondisi tersebut, pembiayaan juga akan mengalir seiring dengan kian baiknya jaminan produk impor tersebut.

Tingginya ekspektasi perbankan untuk membiayaan ekspor impor khususnya untuk hasil bumi tidak lepas dari tingginya aktivitas ekspor impor di daerah ini. Walau tiga bulan terakhir, ekpor impor Sulsel mengalami pasang surut akibat sejumlah regulasi yang baru diterapkan pemerintah. rahmat hardiansya 

Read More >>