Minggu, 28 Oktober 2012

HIC Ajak Pengusaha Taiwan Berinvestasi Ke Sulsel Tawarkan Potensi Pertambangan Dan Monorel


Minggu, 28 Oktober 2012
 

MAKASSAR – Tidak kurang dari lima industri besar Taiwan akan dipindahkan ke Sulsel. Industri tersebut sebagian besar bergerak dalam bidang teknologi. Tidak hanya itu, pengusaha Taiwan juga tertarik untuk berinvestasi pada pembangunan monorel dan pertambangan mineral.
“Hubungan ekonomi antara Sulsel dan Taiwan sangat penting. Saat ini, banyak sekali pengusaha dari Taiwan yang memiliki usaha di China yang berupaya memindahkan industrinya ke Indonesia, khususnya ke Sulsel,” ujar James Chwang, Vice President Global Two Ways, yang juga mantan Menteri Luar Negeri Taiwan, usai bertemu dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (27/10).
James mengungkapkan, Sulsel merupakan tempat yang sangat ideal untuk investasi bagi Taiwan. Para pengusaha Taiwan memiliki alasan tersendiri untuk memindahkan industri mereka ke Sulsel. Diantaranya, adalah masalah biaya dan resesi Eropa. “Saat ini, ada kekhawatiran yang cukup tinggi di China, mengenai regulasi pemerintah dan tingginya biaya pabrik dan segala macam,” jelasnya.
Ke depannya, lanjut James, Sulsel akan menjadi salah satu tempat ideal di luar Jakarta atau Pulau Jawa untuk para pebisnis Taiwan kembali ke Indonesia. Dulu, mereka pernah berinvestasi dan menjadi nomor empat terbesar di Indonesia. Sekarang, para pengusaha tersebut mau kembali lagi ke Indonesia, setelah berinvestasi di China. Bahkan, nilai investasi yang dipersiapkan untuk pertambangan dan mineral di atas Rp 10 triliun untuk tahap awal.
“Ada Taiwan Semen yang mungkin bisa diupayakan untuk masuk ke Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur, yakni Sulsel,” ungkapnya.
James berjanji, setelah kembali ke Taiwan, akan mengundang pengusaha lebih banyak lagi untuk masuk ke Sulsel. Dia mengakui, kedatangannya baru semacam konservasi personal sebagai mantan menteri luar negeri sekaligus pengusaha yang mengunjungi Sulsel.
“Kepada gubernur, kami hanya meminta jaminan stabilitas ekonomi dan politik,” imbuhnya.
Sementara, Director & Trade Hamu Investama Corporation (HIC), James Martin, menambahkan, Hamu Investama selaku fasilitator, bersama pengusaha-pengusaha Taiwan akan turut mengembangkan infrastruktur, khususnya monorel dan industri pertambangan dan mineral di Sulawesi. Hamu Investama akan mengundang pengusaha-pengusaha Taiwan, untuk menghadiri pertemuan Indonesia Bisnis Meeting bersama Menteri Perindustrian, yang akan dilaksanakan di Grand Clarion Hotel, November mendatang.
“Pak Jusuf Kalla menyampaikan pesan kepada Pak Alwi untuk mengundang. Hamu Investama hanya sebagai fasilitator saja, jadi pelaksananya nanti langsung pengusaha Taiwan dengan Pak Jusuf Kalla,” tuturnya.
Terkait monorel, James mengungkapkan, visibility study baru akan disampaikan kepada pengusaha Taiwan dan James Chwang akan meminta kepada mereka untuk menjadi konsorsium mendukung proyek tersebut.
“Peluangnya cukup besar, tergantung dari kesiapan visibility studi, kelayakan, dan lain sebagainya,” urainya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, sangat interest mengajak para pengusaha Taiwan untuk masuk ke industri elektronik. Jika mereka bersedia membuka industry elektronik, pemerintah propinsi akan all out memfasilitasi dan memberi ruang untuk mereka.
“Bulan depan mereka akan coba tindak lanjuti dengan mengajak pengusaha-pengusaha Taiwan lainnya untuk bertemu saya,” kata Syahrul.
Syahrul berharap, para investor tersebut bisa melihat prospek yang cukup besar di Sulsel. Apalagi, Sulsel saat ini adalah lokomotif perekonomian di Indonesia yang bergerak sangat kuat.
“Hampir seluruh Negara yang mempunyai potensi melakukan investasi di dunia, itu melihat Sulsel, termasuk Eropa Timur. Tapi, investasi itu butuh dua atau tiga tahun karena para investor itu sangat hati-hati,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, potensi gas di Sulsel juga mengundang animo dunia. Apalagi, ada sumber gas baru yang hasilnya hampir pasti akan keluar di Sulsel.
“Semua pebisnis meminta garansi keamanan politik dan ekonomi. Dan sampai saat ini saya akan menggaransi itu. Kita sebagai orang Sulsel, biasa berdinamika tinggi, tapi tidak akan menghancurkan rumah sendiri,” pungkasnya. (RS5-RS2/dul/D)

Sumber: http://rakyatsulsel.com/hic-ajak-pengusaha-taiwan-berinvestasi-ke-sulsel.html
Read More >>

Apindo Sulsel : Perekonomian Sulsel Tumbuh 10 Persen


Minggu, 28 Oktober 2012

Makassar - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Sulawesi Selatan H La Tunreng mengatakan, perekonomian di daerah ini mengalami pertumbuhan 10 - 12 persen karena dukungan sektor kelistrikan.

"Pengusaha dapat menjalankan usahanya karena ada dukungan di bidang kelistrikan," kata La Tunreng di Makassar, Minggu.

Menurut dia, meski pun diakui masih ada sejumlah pengusaha yang mengeluhkan keterbatasan tenaga listrik. Namun itu tidak seberapa dibanding yang sudah memanfaatkan jasa kelistrikan.

Berkaitan dengan hal tersebut, dia mengatakan, daya listrik yang ada saat ini harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dapat lebih efisien menggunakan daya listrik.

"Dengan adanya daya dukung di bidang kelistrikan ini, tentu banyak investor yang bersedia menanam investasi di Sulsel," katanya.

Sementara itu, General Manager PT PLN Wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar H Zulkifli mengatakan, kapasitas daya listrik yang tersedia untuk tiga wilayah di Sulawesi itu sekitar 160 Mega Watt (MW).

"Kini akan mendapatkan lagi tambahan daya dari PT Energy Sengkang sebesar 60 MW dan pada 2013 juga mendapat sumber daya dari pembangkit listrik di Kabupaten Jeneponto, Sulsel, termasuk dari PLTG di Kabupaten Barru," katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, sektor usaha di tiga provinsi di Sulsel tidak akan kesulitan daya listrik lagi dan sektor usaha dapat berjalan dengan lancar. (T.S036/F001) 

Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/43004/apindo-sulsel--perekonomian-sulsel-tumbuh-10-persen
Read More >>

Syahrul Hadiri Bakti Sosial di Bone’ Berikan Bantuan Modal Usaha Kepada Muallaf


Minggu, 28 Oktober 2012
Bone –Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo menghadiri bakti sosial sunatan massal dan pemeriksaan gigi gratis di Watampone, Kabupaten Bone, Minggu (28/10). Dalam kesempatan tersebut, Syahrul juga memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp 10 juta kepada Marten yang resmi menjadi muallaf dengan nama barunya Syahrul Syahrizal.
Ketua Tim Besse Kajuara, Asiah Pananrangi selaku pelaksana, mengatakan, selain bakti sosial sunatan massal dan pemeriksaan gratis, juga dilaksanakan lomba menyanyi. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan pengislaman seorang perantau bernama Marten yang telah memutuskan untuk menjadi muallaf dan mengganti namanya menjadi Syahrul Syahrizal.
“Marten ini adalah perantau yang bekerja di tempat usaha mebel. Dan sangat mengagumi Pak Syahrul, sehingga ketika ia meminta diislamkan, ia berharap namanya juga bisa diganti menjadi Syahrul,” kata Asiah.
Sementara, kandidat incumbent Syahrul Yasin Limpo, menyatakan terima kasihnya karena Besse Kajuara mau turut bertanggung jawab terhadap persoalan-persoalan rakyat melalui bakti sosial tersebut. Dia juga meminta agar tim perempuan tersebut bergerak aktif mensosialisasikan keberhasilan Sayang selama memimpin Sulsel tanpa menjelek-jelekkan kandidat lain.
“Apalagi, kalau sudah ada Ibu Apiaty yang bela di Bone ini, saya sudah merasa tenang,” ungkap Syahrul pada acara yang turut dihadiri Apiaty Amin Syam tersebut. (Humas Pemprov Sulsel/KM )
Read More >>

Gubernur Resmikan Kawasan Wisata Putri Bilkis


Minggu, 28 Oktober 2012
Bone Sulsel --Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo, meresmikan Kawasan Wisata Putri Bilkis, di Dusun Tempe-tempe, Desa Polewali, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone,Minggu (28/10).
Dalam kesempatan tersebut, Syahrul juga meresmikan Masjid Al Muallim dan menyerahkan bantuan kepada beberapa kelompok tani.
“Semoga kawasan wisata ini bisa membahagiakan kita semua,” kata Syahrul.
Dibangunnya kawasan wisata tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu indikator jika kehidupan rakyat Sulsel, khususnya masyarakat Bone, terus membaik. Pendapatan per kapita terus meningkat seiring semakin banyaknya lokasi wisata yang dibuka.
“Sulsel saat ini memang dikenal sebagai salah satu propinsi yang pertumbuhan ekonominya tertinggi, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Sementara, pemilik Kawasan Wisata Putri Bilkis, Andi Muallim, mengatakan, taman permandian yang dibangunnya, merupakan kawasan wisata desa, yang bisa dijadikan alternatif wisata keluarga.
“Saya mengundang seluruh keluarga besar saya dan komunitas-komunitas se Kabupaten Bone, untuk bisa bersama-sama mengisi liburan akhir pekan ini di kawasan wisata ini bersama keluarga,” tuturnya. (HMS Pemrov/KM)
Read More >>

Sabtu, 27 Oktober 2012

Pengusaha Taiwan Siapkan 10 Triliun Untuk Investasi di Sulsel


Sabtu, 27 Oktober 2012
Makassar, – Global Two Ways Vice Presiden James C Kuwang, yang juga merupakan mantan Dubes Taiwan menyebutkan, siap menyiapkan dana senilai 10 Triliun untuk investasi di Indonesia termasuk Sulawesi Selatan.
Investasi tersebut diharapkan dapat digunakan dalam kerjasama dan pembangunan perusahaan di Sulsel dibidang Industri dan Mineral seperti pertambangan.
“Nilau Impestasi mencapai 10 triliun, difokuskan di bidang industri seperti pertambangan,” Terang James, usai bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rujab Jl Sungai Tangka Sabtu (27/10/2012).
Pertemuan ini sendiri juga diikuti Owner Fajar Group Alwi Hamu.
“Untuk kesiapan, kami sudah siap sekarang sudah masuk tahap observasi dan siap mengundang pengusaha Taiwan lainnya untuk realisasi,” Terang James.
Pengusah Taiwan ini juga terlihat mengincar kerjasama dengan Sulsel di bidang Penyediaan Internet berbasis tinggi dan kerjasama dalam peningkatan Universitas di Sulsel.
“Pemerintah sudah memberi jaminan dan tindaklanjut tidak menunggu tahun tapi besok akan langsung dilakukan” Tambah James.
Yang pertama dilakukan pengusaha Taiwan ini yakni melakukan observasi dan membahsa langkah selanjutnya.
Sementara Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul YL menyambut baik pertemuan dengan Pengusaha Taiwan ini dan selanjutnya akan melakukan pertemuan.
“Mereka melihat prospek yang baik, dan penjajakan sudah dimulai. Yang harus diingat bahwa pembangunan tidak seperti balik tangan butuh beberapa tahun,” Terang SYL. [KM03]

Read More >>

Bupati Bantaeng: Kalau Semua Gubernur Seperti SYL, Tidak Ada Lagi Kemiskinan


Sabtu, 27 Oktober 2012
Bantaeng - Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, melakukan silaturahmi dengan masyarakat Bantaeng, di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng. Dalam silaturahmi tersebut, Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah, menceritakan kesan-kesan Menteri Perdagangan, Gita Wiryawan, saat berkunjung ke Bantaeng beberapa waktu lalu.
“Saat Menteri Perdagangan, Pak Gita datang ke sini, beliau menyampaikan kepada saya kekagumannya terhadap Pak Syahrul sebagai Gubernur Sulsel. Pak Gita bilang, kalau semua gubernur seperti Pak Syahrul, maka tidak ada lagi orang miskin di Indonesia,” tutur Nurdin Abdullah.
Nurdin menilai, Syahrul sebagai gubernur adalah pemimpin yang luar biasa. Bahkan, gubernur se Indonesia juga mengakui kecerdasannya dengan memilih Syahrul sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
“Pak Syahrul adalah ketuanya gubernur se Indonesia,” ujarnya.
Sementara, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, dalam lima tahun terakhir, masyarakat Sulsel merasakan kedamaian, ketentraman, tanpa ada gangguan. Masyarakat Sulsel hidup dalam kebebasan yang dibatasi rambu-rambu agama, budaya, adat istiadat dan aturan hukum.
“Damai menjadi hal yang luar biasa. Ada suasana yang baik, tanpa ada yang mengganggu kecuali kita melanggar aturan. Kalau semua ini jalan dengan baik, inilah hidup yang sebenarnya,” kata Syahrul. [Humas]
Read More >>

Jumat, 26 Oktober 2012

SYL Kurban 15 Ekor Sapi di Bulukumba


Jumat, 26 Oktober 2012
BULUKUMBA - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melaksanakan salat Iduladha bersama seluruh warga Bulukumba di Lapangan Kantor Bupati Bulukumba, Jumat (26/10). Pada perayaan Idul Kurban tersebut, Syahrul turut berkurban 15 ekor sapi.

Hari Raya Iduladha di Kabupaten Bulukumba berlangsung meriah. Total hewan kurban di Bulukumba mencapai 984 ekor. Terdiri atas 779 ekor sapi dan 105 ekor kambing.

"Suasana yang kita rasakan saat ini tidak mudah. Ada kebersamaan dalam sebuah kedamaian dan keteraturan," kata Syahrul dalam sambutannya sebelum melaksanakan salat Id.

Menurutnya, tidak ada gunanya memiliki segalanya, kalau tidak ada kedamaian dan hidup dalam kegelisahan. Karena itu, Iduladha merupakan bagian dari memperkuat keimanan dan aqidah keislaman kita.

"Kita berharap, kebahagiaan kehidupan dimiliki secara utuh. Kita bahagia, kita hadir disini merayakan Iduladha bersama-sama," pesan mantan Bupati Gowa dua periode ini.

Perayaan Iduladha, lanjutnya, bermakna ibadah menghadirkan keutuhan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Iduladha menggambarkan ujian ketaatan keimanan yang diperlihatkan Ibrahim kepada anaknya Ismail.

"Kalau agama kita baik, maka baiklah persaudaraan kita, baik fungsi dan tanggung jawab kita," urainya.

Penerima penghargaan Bintang Maha Putera dari Presiden RI itu, menuturkan, Idul kurban mengajarkan pengorbanan, keikhlasan, membagi kebahagiaan kepada orang lain, dan saling peduli. Hanya yang pandai bersyukur yang ditambah nikmatnya.

"Kalau pejabat agamanya baik, dia tidak korupsi dan tidak menggadaikan bahkan menjual aset daerahnya untuk kepentingan pribadi dan keluargany, dia mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai fungsinya," tegasnya.

Usai melaksanakan shalat Id, Syahrul juga menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba pawai takbir keliling se-Kabupaten Bulukumba. (*)

Penulis : Syaekhuddin
Editor : Jumadi Mappanganro

Read More >>

USAHA KOPERASI: Pemprov Sulsel Optmistis Volume Teraih Rp6 Triliun



Compact_koperasi

MAKASSAR : Pemerintah Provinsi Sulsel optmistis volume usaha koperasi yang tersebar di daerah ini hingga akhir tahun 2012 bakal menembus Rp6 triliun. 

Hal tersebut tersebut didasarkan pertumbuhan jumlah koperasi positif serta beberapa koperasi telah menerapkan sistem online atau e-Koperasi sehingga lebih memudahkan nasabah mendapatkan informasi maupun melakukan transaksi.

Adapun hingga triwulan III-2012, volume usaha sekitar 5.200 koperasi aktif mencapai Rp4,8 triliun atau tumbuh sekitar 23% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yang sebesar Rp3,9 triliun.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel AM Yamin mengatakan kinerja koperasi yang semakin membaik dan berkembang ditandai dengan penggunaan sistem informasi teknologi dalam pelayanan nasabah diyakini mendorong peningkatan volume usaha pada tahun ini.

"Kami optimis volume usaha yang dihasilkan dari kinerja koperasi di Sulsel bisa mencapai Rp6 triliun atau sekitar 15% dari tahun 2011 sebesar Rp5,2 triliun," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (25/10).

Menurutnya, pertumbuhan kinerja usaha dari koperasi bisa menjadi indikator perekenomian masyarakat yang terus membaik terkhusus pengembangan ekenomi kerakyatan.

"Oleh karena itu, selain melakukan pembinaan dari sisi manajerial maupun kemampuan teknis dari sisi pemasaran dan pembukuan, kami juga terus mendorong agar koperasi menerapkan sistem e-Koperasi, agar lembaga perekonomian berbasis kerakyatan ini bisa lebih cepat dan tangkas dalam melakukan aktifitasnya," papar Yamin.

Selain kinerja volume usaha yang terus menunjukkan pertumbuhan yang positif, nilai aset yang ada di Sulsel juga terbilang cukup besar.

Hingga tahun 2012, total aset koperasi yang ada di Sulsel sebesar Rp3,5 triliun yang berasal dari 7.958 unit, dimana hanya 5.200 yang berstatus aktif. Permasalahan yang sering terjadi pada koperasi sehingga bersatatus tidak aktif dipicu lemahnya pengawasan internal karena pengawasnya lantaran kompeten.

"Tapi meski diakui, di sisi lain pengurus ada yang memang nakal. Karena itulah kapasitas kinerja pengawas dan pengurus perlu ditingkatkan," jelas Yamin. (k56/if)

Read More >>

Atletik - Atlet Sulsel Perkuat Indonesia di Thailand Terbuka


Jumat, 26 Oktober 2012
 

 Makassar- Atlet muda andalan Sulawesi Selatan Hasruni Rahim dipanggil memperkuat Indonesia pada kejuaraan junior Thailand terbuka, 2-5 November 2012.

Pelatih atletik Sulsel Daniel di Makassar, Kamis, mengatakan, surat pemanggilan Hasruni untuk tampil di kejuaraan internasional telah diterima. Pihaknya berharap pelari spesialis 100 dan 200 meter tersebut dapat membuktikan kualitasnya dengan meraih hasil maksimal.

"Hasruni akan berangkat ke Jakarta dan bergabung dengan atlet lainnya pada 27 Oktober 2012. Kita juga bersyukur dan bangga dengan terpilihnya ia mewakili Indonesia di ajang internasional," ujarnya.

Atlet yang memperkuat Sulsel di PON 2012 tersebut akan tampil bersama sejumlah atlet dari beberapa daerah lain diantaranya, Tresna Puspita Gusti Ayu (lempar martil cakram/Jabar), Emilia Nova (4X100m/DKI Jakarta), Sri Wahyuni(100-4X100m/Jatim) serta Nira Maryanti (200m,400m,4X100m) asal Jawa Barat.

Sementara untuk putra diantaranya, M Hafiz (800-1500m/Sumbar), Akbar Syahrullah (200-400m/ Sumsel), Rizky Latief (100m-200m/Kaltim), M Amirullah (800-1500m/NTB), Trisno (lempar martil cakkram) dari Jabar.

Menurut dia, pemanggilan Hasruni bukan hal yang mengejutkan. Selain memiliki potensi, ia juga sudah beberapa kali memperkuat Indonesia pada kejuaraan serupa di sejumlah negara seperti Malaysia, Vietnam dan Singapura.

"Mudah-mudahan dengan pengalamannya yang cukup banyak membuatnya bisa tampil lepas. Hasruni yang masih berusia 16 tahun itu juga kita andalkan masuk tim SEA Games 2013," ucapnya.

Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memutuskan mengoptimalkan atlet muda sebagai bagian dari program regenerasi dan agar atlet-atlet tersebut mendapatkan pengalaman.

Wakil Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PB PASI, Paulus Lay mengatakan, dengan dikirimnya atlet remaja dan junior merupakan bagian dari persiapan jangka panjang menjelang kejuaraan Asia Youth Children Game di China pada 2013.

Atlet-atlet yang akan dikirim tersebut terdiri dari tujuh atlet putri remaja, tujuh atlet putra remaja dan satu atlet putra junior. Mereka akan turun di nomor sprint 100 meter, 200 meter, 800 meter, 1800 meter, 2000 meter, serta nomor lempar lontar martil dan lempar matril cakram. (T.KR-DF/F003)

Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/42975/atletik--atlet-sulsel-perkuat-indonesia-di-thailand-terbuka
Read More >>

Gubernur Serahkan Rumah Kedua


Kamis, 26 Juli 2012 

MAKASSAR,  -- Setelah unit pertama Ramadan Rumah Impian 2012, diserahkan tiga hari lalu di Gowa, hari ini unit kedua rencana akan diserahkan pula di Makassar. Untuk penyerahan kedua ini program yang diinisiasiFAJAR bersama DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel ini, lokasinya berada di Jalan Ir Sutami, Villa Mutiara milik PT Mitra Sari Makassar.


Panitia Ramadan Rumah Impian 2012 FAJAR-REI Sulsel, Marlin Syam, mengatakan, untuk rumah kedua program Ramadan Rumah Impian 2012, penyerahannya akan dilakukan langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan akan diikuti sejumlah sponsor kegiatan ini. Syahrul yang berada di Jakarta, dijadwalkan menyerahkan rumah tersebut begitu tiba di Makassar.

Hanya saja, terkait siapa yang menjadi penerima atau memenangkan unit kedua program yang dikhususkan bagi keluarga miskin yang tak memiliki rumah layak ini, namanya masih dirahasiakan. Panitia akan memberikan surprise atau kejutan bagi penerimanya.

Namun berdasarkan kualifikasi yang dibuat, maka kemungkinan yang menerimanya adalah warga Makassar atau Maros. Panitia membuat aturan, bahwa untuk setiap rumah yang diberikan dalam program yang telah memasuki tahun kedua ini, acuannya menggunakan sistem radius. Yakni warga yang dianggap layak sebagai penerima, rumah asalnya tak jauh dari lokasi rumah yang diserahkan tersebut.

"Penyerahan akan dilakukan Pak Gubernur. Beliau akan mendarat di bandara (Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, red) pukul 13.00. Jadi penyerahannya sekitar jam itu karena lokasinya tak jauh dari bandara," ujar Marlin, malam tadi.

Marlin mengatakan, teknis penyerahan unit kedua rumah tersebut telah disiapkan oleh panitia. Keluarga calon penerima sebelumnya akan dijemput lebih awal oleh tim, sebelum akhirnya dibawa ke lokasi, yakni di Villa Mutiara yang terletak di Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya.

Sebelumnya, unit pertama Ramadan Rumah Impian 2012 diraih keluarga Saudi, warga asal Mutiara Permai A1/17 Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Ia mendapatkan rumah milik PT Zarindah Perdana, yakni Taman Zarindah Tamarunang yang berada di Jl Macanda, Kelurahan Tamarunang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. (zuk/sil)
Read More >>

Kamis, 25 Oktober 2012

Sudah saatnya PT Semen Tonasa Berdiri Sendiri


Kamis, 25 Oktober 2012



Manajemen Pabrik PT Semen Tonasa, yang selama ini masih tergabung dalam Grup Semen Gresik dinilai sudah saatnya berdiri sendiri atau mandiri tanpa harus masuk dalam grup holding, PT Semen Gresik. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel, Ir. H. Agus Arifin Nu’mang MS, menanggapi pertanyaan salah seorang tokoh masyarakat di Desa Tondong Bua, pada saat Wagup Sulsel melakukan kunjungan kerja ke daerah Pangkep yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bone, baru-baru ini.

Menurut Wagub, upaya yang dilakukan Pemprov. Sulsel saat ini adalah melakukan lobi dengan para pihak yang terkait termasuk dengan induk perusahaan Tonasa yakni pihak manajemen PT. Semen Gresik. Selain itu, para wakil rakyat asal Sulawesi Selatan yang duduk di DPR RI Senayan juga sudah pernah melontarkan gagasan dan keinginan masyarakat Sulsel agar PT Semen Tonasa itu masih terus berada dalam grup industri PT. Semen Gresik, maka Tonasa sulit untuk berkembang dan sulit untuk mandiri, segala sesuatunya Tonasa harus ikut dengan aturan main dari induk perusahaan PT. Semen Gresik, termasuk dalam penentuan posisi jabatan strategis di pabrik semen tertua dikawasan timur Indonesia.

Lanjut dikatakan, Semen Tonasa yang menjadi perusahaan semen tertua di Indonesia Timur, produksinya akan menandingi pabrik semen yang ada di Jawa. Masyarakat Pangkep mohon bersabar, mudah-mudahan dalam waktu cepat bisa terealisasi agar Tonasa berdiri sendiri, karena Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya berjuang agar Semen Tonasa bisa pisah dari semen Gresik. Agus menambahkan, jika Tonasa mandiri, maka produk Semen Tonasa pasti akan merajai pasar semen di tanah air dan bisa melebihi produksi semen dari pulau Jawa. Dalam dialog dengan tokoh masyarakat Tondongg Tallasa Agus Arifin Nu’mang didampingi Sekretaris Kabupaten Pangkep, Anwar Recca dan Camat Tondong Tallasa.

Wagub hadir di Tondong Tallasa, dalam rangka perjalanan dinas menelusuri kawasan pegunungan dari Barru, tembus ke wilayah Tondong Buah, Kecamatan, Tellu Limpoe, Bone dan berakhir di Kecamatan, Tondong Tallasa, Pangkep, yang bertujuan untuk menelusuri peningkatan sarana jalan yang menghubungkan tiga kabupaten di pegunungan, karena sarana jalan yang ada saat ini sudah dalam bentuk pengerasan, sehingga memungkinkan ditingkatkan statusnya untuk menjadi jalan provinsi.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/sudah-saatnya-pt-semen-tonasa-berdiri-sendiri
Read More >>

Perusahaan Malaysia akan Bangun PLTM di Enrekang


KAMIS, 25 OKTOBER 2012
Compact_listrik__10_

MAKASSAR, — PT Great Clour Energy, perusahaan energy dan kelistrikan asal Negeri Jiran Malaysia bekerjasama dengan PT PLN Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hydro (PLTM) Bungin 3 di Kabupaten Enrekang.

Kerjasama pembangunan PLTM ini merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan listrik yang sangat tinggi di Kawasan Timur Indonesia (KTI), khususnya di wilayah Sulsel.

Presiden Direktur PT GCE Khairul Nizam Tajul Hasnan, mengatakan, PLTM Bungin 3 berkapasitas 5 MW pada pembangunan tahap pertama dan akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 10 MW pada tahap berikutnya.

Total investasi yang dita­namkan untuk proyek PLTM Bungin 3 tahap satu dan sekaligus mempersiapkan infrastruktur tahap kedua adalah sekitar $14 juta Dolar atau sekitar Rp14 miliar.

“Lokasi proyek terletak di Sungai Bungin, Kabupaten Enrekang Sulsel. Pembangunan konstruksi sipil akan segera dilaksanakan setelah penandatanganan PPTL pada November mendatang,” jelas Khairul Nizam, di Grand Hotel Clarion Makassar, Rabu, 24 Oktober.

Khairul Nizam mengaku sesuai rencana keseluruhan pembangunan termasuk instalasi teknis turbin dan generator akan memakan waktu total ke­seluruhan selama 42 bulan.

“PLTM Bungin 3 akan dikomersialisasikan ke PLN Sulselrabar dengan harga jual senilai Rp787 per KWH. Pembangkit listrik ini rencananya akan mulai beroperasi untuk penyediaan tenaga listrik ke PLN pada November 2014 mendatang,” terangnya.

Sementara itu, General Ma­nager PT PLN Persero Sulselrabar Zulkifli mengatakan, dengan hadirnya pembangkit PLTM Bungin 3 ini, diharapkan bisa menambah daya energi dan listrik di Sulsel.

“Sehingga kebutuhan listrik di Sulsel yang sangat tinggi bisa terpenuhi,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya me­ngaku sementara dalam proses transformasi pemberian pela­yanan terbaik kepada pelanggan. Tercatat per Oktober 2012, pelanggan PLN mencapai 1.900 di wilayah Sulselrabar, dengan penggunaan daya sebanyak 734 mega, dan 160 mega daya cada­ngan.

“Sementara elektrifikasi di wilayah Sulselrabar mencapai 70,2 persen yang didominasi di wilayah Sulsel sebesar 70 per­sen,” urainya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel La Tunreng mengatakan, peran PLN sangat penting dalam me­nunjang keberlangsungan dunia industri.

Selain itu, sambungnnya, listrik juga menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia.

“Karena itu, kemajuan suatu daerah juga sangat ditentukan oleh energi atau listrik yang memadai,” katanya. (eky/ami)

Read More >>

Rabu, 24 Oktober 2012

Samsat Makassar Raih Piala Pelayanan Prima


Selasa, 24 Juli 2012


Suasana ruang pelayanan Samsat Makassar


Satu lagi karya membanggakan yang diraih Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Makassar. Kantor yang berada di Jalan Andi Mappanyukki itu berhasil meraih Piala Pelayanan Prima Polantas dari Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo.
Samsat Makassar merupakan satu dari 75 unit pelayanan Polri yang tersebar di Indonesia yang meraih predikat tersebut. Selain Samsat Makassar, Pelayanan SIM Polrestabes Makassar juga meraih piala yang serupa.
Keberhasilan itu terungkap sesuai Surat Telegram Kapolri nomor: ST/1538/VII/2012 tanggal 20 Juli 2012. Penilain pelayanan prima dilakukan pada bulan Mei dan Juni lalu.
“Kita bangga karena pelayanan di Samsat mendapat apresiasi yang baik. Ini semua adalah berkat kerjasama semua pihak termasuk wajib pajak,” ujar Paur Si STNK Samsat Makassar, AKP Masaluddin, yang ditemui Senin (23/7/2012).
Ia mengaku, apa yang didapatkan melalui piala pelayanan prima itu bukanlah akhir dari semuanya. ” Dengan predikat itu, kita makin termotivasi untuk bekerja dan memberikan pelayanan yang lebih maksimal,” tandasnya. (uki)

Read More >>

SERAPAN DIPA: Di Pemkot & Pemkab baru 53%


24 Oktober, 2012
Compact_pemkab--antara
MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendata, penyerapan dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) oleh pemerintah kabupaten/kota hingga September 2012 baru mencapai 53%.
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sulsel Yaksan Hamzah mengatakan, tahun ini total pembangunan yang bersumber dari APBN mencapai Rp15 triliun.
”Lambatnya penyerapan dana DIPA, dipengaruhi kurang matangnya perencanaan program pembangunan yang ditetapkan pemerintah kabupaten/kota,” kata Yaksan, Selasa (23/10/2012).
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak Sulselbartra, dana DIPA yang terserap baru sekitar Rp8,1 triliun. Pemerintah kabupaten/kota hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk memanfaatkan sisa anggaran sebesar Rp6,9 triliun.
Selain kurang matangnya perencanaan program pembangunan yang ditetapkan menurutnya, pemerintah kabupaten/kota juga kurang mempersiapkan dokumen administrasi sejak awal sebelum mencairkan dana DIPA. Padahal, terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui.
Dia mencontohkan, lambatnya proses tender dipastikan berdampak molornya penyerapan anggaran dari pusat tersebut.
Dia juga mengatakan, lambatnya penyerapan dana DIPA akan mempengaruhi proses pembangunan di daerah. Mengatasinya, Pemprov Sulsel akan berkoordinasi ulang dengan pemerintah kabupaten/kota agar mempercepat penyerapan anggaran, sehingga berdampak positif terhadap perekonomian. (K46/msb)

Sumber: http://www.spdi.eu/serapan-dipa-di-pemkot-pemkab-baru-53/
Read More >>

Kades Patampanua Wakili Sulsel


Rabu, 24 Oktober 2012



WATANSOPPENG, -- Prestasi membanggakan diraih salah satu kepala desa di Kabupaten Soppeng. Adalah Kepala Desa Patampanua, M Ridwan, berhasil keluar sebagai juara I tingkat Sulsel dalam kategori Pembina Ketahanan Pangan. 

Keberhasilan tersebut mendapat penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara dari gubernur Sulsel. Atas keberhasilan tersebut, Ridwan mewakili Sulsel di tingkat nasional. Dia akan bersaing dengan utusan dari daerah lain untuk memperebutkan yang terbaik.

Kades Patampanua, M Ridwan, Selasa, 23 Oktober mengatakan,  penghargaan tersebut menjadi cambuk untuk terus berbuat maksimal. Selain itu, dia juga berterimah kasih keberbagai pihak atas partisipasinya sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Soppeng.

“Terimah kasih atas partisipasi dari berbagai pihak. Keberhasilan ini akan menjadi cabuk untuk meraih kesuksesan yang lebih baik,” kata Ridwan.

Ridwan menambahkan, selain mendapatkan penghargaan, desa yang dipimpinnya juga mendapatkan dana CSR dari BI. Dana yang didapatkan sebesar Rp405 juta.

Bantuan tersebut untuk pengembangan bidang ketahanan pangan di desa itu. Terdiri dari pembangunan lantai jemur Rp50 juta, pembangunan gudang Rp100 juta dan selebihnya Rp205 juta untuk pengadaan mesin penggilingan padi.

“Bantuan tersebut untuk menopang ketahanan pangan di daerah. Terutama kualitas perberasan di Soppeng,” ujarnya. (asr/ars)

Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121023191337-kades-patampanua-wakili-sulsel
Read More >>

Pembangkit Listrik Tenaga Hydro Dibangun di Enrekang


Rabu, 24 Oktober 2012


Makassar - Perusahaan energi dan kelistrikan Malaysia, PT Great Clour Energy (GCE) akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hydro (PLTM) Bungin 3 di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Presiden Direktur PT GCE Khairul Nizam Tajul Hasnan di Makassar, Rabu, mengatakan, pada pembangunan tahap pertama PLTM Bungin 3 yang terletak di Sungai Bungin Enrekang ini berkapasitas 5 megawatt. Kemudian akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 10 megawatt pada tahap berikutnya.

Nilai investasi yang disiapkan untuk pembangunan proyek PLTM Bungin 3 pada tahap pertama, sekaligus mempersiapkan infrastruktur tahap kedua mencapai sekitar 14 juta dolar Amerika.

Pembangunan konstruksi sipil segera dilaksanakan setelah penandatanganan kerja sama Perjanjian Pembelian Tenaga Listrik (PPTL) pada November 2012.
Direncanakan, keseluruhan pembangunan termasuk instalasi teknis turbin dan generator akan memakan waktu selama 42 bulan.

Pembangkit listrik ini rencananya akan mulai beroperasi untuk penyediaan tenaga listrik ke PLN pada November 2014.

PLTM Bungin 3 akan dikerjasamakan dengan PLN wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara dengan harga jual senilai Rp787 per KWH.

General Manager PT PLN Persero Sulselrabar Zulkifli Abdullah Puteh mengharapkan, pembangkit PLTM Bungin 3 ini dapat mendorong peningkatan ketersediaan energi listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sulsel yang sangat tinggi.

Ia mengatakan, hingga Oktober 2012, pelanggan PLN di wilayah kerja Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat mencapai 1.900 dengan penggunaan daya sebesar 734 MW dan 160 MW daya cadangan dan elektrifikasi di wilayah ini mencapai 70,2 persen yang didominasi Sulsel sebesar 70 persen.

Kerja sama pembangunan PLTM ini merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan energi listrik yang sangat tinggi di Indonesia, khususnya di wilayah timur Indonesia. (T.KR-RY/S016)

Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/42953/pembangkit-listrik-tenaga-hydro-dibangun-di-enrekang
Read More >>

Selasa, 23 Oktober 2012

Menteri Perdagangan Puji SYL-Agus


Selasa, 23 Oktober 2012
alt










BANTAENG,  -- Menteri Perdagangan RI, Gita Irawan Wiryawan, memuji  kepemimpinan  Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang dalam mengelola manajemen pemerintahan di Sulawesi Selatan selama empat tahun lebih.
Pasalnya di bawah kendali pasangan ini pertumbuhan ekonomi Sulsel meningkat pesat, di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu diungkapkan Gita dalam sambutannya ketika meresmikan Pasar Tradisional Percontohan Lambocca, di Kabupaten Bantaeng, Senin, 22
Oktober, yang juga dihadiri Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang dan Bupati Bantaeng, Prof Nurdin Abdullah, serta pejabat dan masyarakat setempat.
Gita juga mengungkapkan pujiannya kepada Nurdin dalam upaya menjaga eksistensi pasar tradisional di wilayahnya.”Kami salut upaya pemerintah yang menjaga eksistensi pasar tradisional,” kata Gita.
Lebih jauh Gita menuturkan jika SYL dan Agus adalah pasangan yang cocok dengan melihat manajemen pemerintah di Sulsel yang sangat baik.
“Gubernur dan Wagub Sulsel adalah pasangan cocok, gubernurnya ahli pemerintahan dan wagubnya ahli pertanian, jadi wajar kalau Sulsel maju pesat,” ujar Gita. (*/soe)

Sumber:  http://cakrawalaberita.com/politik/menteri-perdagangan-puji-syl-agus
Read More >>

Syahrul Minta Napi Diberi Ruang untuk Mendapatkan Uang


Selasa, 23 Oktober 2012
MAKASSAR,--Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, meminta kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Sulsel, Daniel Biantong, untuk memberdayakan narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Gunungsari Makassar..

"Anak-anak kita yang ada di lapas harus diberdayakan. Sehingga, ketika keluar nanti mereka punya keterampilan," kata Syahrul, saat menerima Daniel, di ruang kerjanya, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (23/10/12).

Syahrul mengungkapkan, sebelumnya, ia telah pernah memprogramkan beberapa kegiatan untuk memberdayakan narapidana. Tetapi, karena terkendala sistem, akhirnya program-program tersebut tidak terealisasi.

"Memang sistem yang harus diubah. Daripada mereka nganggur disana, lebih baik dikasih sedikit ruang, mereka bisa menghasilkan uang. Sehingga, mereka punya bekal dan keterampilan," ungkapnya.

Dia berharap, Daniel Biantong sebagai Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulsel yang baru, bisa melakukan terobosan baru.

Karena itu, saat pelantikan nanti, Syahrul mengajak Daniel untuk menandatangani Memorandum of Understanding dengan Pemerintah Provinsi Sulsel dan pihak perbankan, terkait pemberdayaan narapidana.

"Kita berikanlah yang terbaik untuk mereka," ujarnya.

Sementara, Daniel Biantong, menyambut baik usulan Syahrul untuk memberdayakan narapidana di lapas. Dia pun berjanji untuk menindaklanjuti program-program tersebut.

"Terlalu banyak program yang ditawarkan dan kami senang sekali dan ke depannya bisa ditindaklanjuti supaya narapidana ada kegiatan dan bekal juga," janji Daniel.

Terkait peredaran narkoba di Lapas, Daniel berjanji akan melakukan pengawasan.

"Pengawasan selalu kami lakukan. Kami akan lihat seperti apa, bagaimana bisa ada narkoba di dalam lapas," tegasnya.
 
Penulis : Syaekhuddin
Editor : Imam Wahyudi
 
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/23/syahrul-minta-napi-diberi-ruang-untuk-mendapatkan-uang
Read More >>

Sjamsu Dapat Penghargaan dari Syahrul

Selasa, 23 Oktober 2012


PAREPARE,  – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menganugerahi Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Parepare, Sjamsu Alam, sebagai pemimpin yang peduli pada kebersihan. Penghargaan ini diberikan Syahrul sehubungan upaya Sjamsu Alam menjadikan Parepare sebagai kota terbersih di Sulawesi Selatan.

Penghargaan dalam bentuk piagam tersebut, diterima Sjamsu Alam bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Sulsel ke 343 tingkat Kota

Parepare, di halaman Kantor Wali Kota Parepare, Senin, 22 Oktober. Acara ini dihadiri Muspida Kota Parepare, pimpinan SKPD serta PNS se Kota Parepare.

Pada kesempatan ini, Sjamsu Alam bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan sambutan seragam Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Dia juga menyerahkan secara simbolis SK kenaikan pangkat PNS periode Oktober 2012 secara simbolis kepada tiga orang pegawai.

Syahrul menilai Sjamsu Alam berhasil memimpin Kota Parepare, khususnya dalam mewujudkan kota bertajuk Bandar Madani ini sebagai salah satu daerah terbersih di Indonesia. Parepare berhasil memperoleh Piala Adipura delapan kali berturut-turut sejak tahun 2004.

Parepare juga merupakan kota satu-satunya daerah di Sulsel, bahkan di Indonesia Timur yang mampu memperoleh penghargaan bergensi tersebut, tanpa pernah turun peringkat menjadi piagam atau plakat.

Syahrul menilai, ini tidak lepas dari peran aktif Sjamsu Alam membawa Parepare sebagai kota bersih dan hijau di Indonesia. (kr/ftr)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/daerah/sjamsu-dapat-penghargaan-dari-syahrul
Read More >>

Senin, 22 Oktober 2012

Pemprov Sulsel Produksi Motor Lokal


Makassar, 22 Oktober 2012
Setelah memproduksi mobil lokal Moko tahun lalu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini menggandeng PT. Triangle Motorindo untuk bekerja sama dalam pembuatan motor lokal. Penandatangan kerja sama keduanya dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Sulawesi Selatan Ke-343 di Rumah Jabatan Gubernur, Jumat, 19 Oktober 2012.

Kepala Dinas Perindustrian dan Oerdagangan Sulawesi Selatan, Irman Yasin Limpo mengatakan bahwa terdapat lima tipe unit motor yang akan diproduksi, yakni dua tipe Moko roda dua dan tiga tipe untuk roda tiga. Beberapa diantaranya memiliki rancangan khusus untuk motor molen, pemadam kebakaran, penyiram tanaman dan hama di kebun, serta untuk industri penjualan produk makanan, sayuran, dan komoditas lainnya.Sepeda motor tersebut, nantinya dirancang khusus dan tidak untuk dipasarkan secara umum.

PT. triangle Motorindo merupakan Agen tunggal Pemegang Merk Viar, yang nantinya bersama Pemprov Sulsel akan merancang dan memproduksi motor lokal, khusunya untuk industri kecil dan mengengah di daerah ini. Hal ini dimaksudkan untuk peningkatan produktifitas industri kecil dan menengah, bukan untuk kendaraan umum.

Khusus untuk pembuatan mesin dan rangka, ada beberapa spesifikasi yang tidak boleh diganggu, dikarenakan Viar telah memiliki spesifikasi secara khusus. Selain itu, ada beberapa bahan lainnya dari Sulsel yang akan ditunjukkan ke perusahaan tersebut untuk mencocokkan spesifikasinya, sehingga bisa digandeng untuk komponen lokalnya.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/pemprov-sulsel-produksi-motor-lokal
Read More >>

Gubernur Sulsel Buka Mukernas IV AABI


Senin, 22 Oktober 2012
 

Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo yang membuka secara resmi Mukernas IV Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI) di Hotel Grand Clarion Makassar, Kamis, 18 Oktober 2012, mengatakan Mukernas  ini  merupakan ajakan untuk memberikan kontribusi kepada bangsa sebagai konsolidasi serta evaluasi. Diharapkan AAIB kedepan harus bersama pemerintah melakukan yang terbaik bagi kemajuan ekonomi di Indonesia, khususnya di Sulsel dan ini akan terwujud mulai dari pembangunan sarana infrastruktur jalan. Tanpa infrastruktur yang baik, pemerintahan akan sulit berjalan maksimal.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AAIB, Haedar Karim  sejak  berdirinya asosiasi tersebut, untuk pertama kalinya acara yang mengusung tema Membangun Masa Depan Melalui Pembangunan Infrastuktur Jalan itu digelar di luar Pulau Jawa. Kesempatan ini harus menjadi evaluasi bagi AAIB. Kedepan AAIB harus melakukan pekerjaan secara profesional sebagai pertanggungjawaban dalam membangun infrastruktur jalan.

Ia melanjutkan, Mukernas tersebut bertujuan meningkatkan profesional kerja anggota AAIB yang tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Termasuk bagaimana regulasi pengembangan infrastruktur jalan, seperti waktu pemeliharaan serta meningkatkan kualitas kerja AAIB. Musker juga membahas tindaklanjut rekomendasi Kadin dari hasil rapat pimpinan nasional agar kedepan AAIB bisa lebih eksis lagi secara profesional.

Haedar juga mengatakan dari total sekitar 236 anggota  AAIB se Indonesia, Sulselbar merupakan salah satu daerah yang anggotanya terbanyak dengan jumlah 54 orang. Seharusnya wilayah Sulselbar menjadi salah satu yang akan diprioritaskan dalam pembangunan infrastruktur, misalnya pembangunan jalan.

Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI) Sulselbar juga menggagendakan kunjungan wisata ke Toraja bersama para peserta Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV AABI. Ketua AAIB Sulselbar, Zulkarnain Arief menambahka Mukernas akan membahas bagaimana intern selama sehari penuh. Kemudian Jumat, 19 Oktober 2012 akan berkunjung ke Toraja selama dua hari untuk memperkenalkan sejumlah potensi yang ada di Sulsel, khususnya sektor pariwisata kepada peserta dari berbagai provinsi.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-sulsel-buka-mukernas-iv-aabi
Read More >>

Minggu, 21 Oktober 2012

Pemprov Sulsel Luncurkan Buku Pencegahan Narkoba dan HIV AIDS


Minggu, 21 Oktober 2012

Bulukkumba, Sulsel,–Sekretariat Provinsi Sulawesi Selatan, meluncurkan Buku Gerakan Pencegahan Narkoba dan Penularan HIV AIDS Tingkat Pelajar Se Sulawesi Selatan. Buku ini dimaksudkan sebagai panduan yang menjadi referensi bagi pihak sekolah dalam upaya melakukan penyuluhan atau advokasi pencegahan terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Peluncuran ini dikemas dalam acara Sosialisasi Buku Gerakan Pencegahan Narkoba dan Penularan HIV AIDS Tingkat Pelajar Se Sulawesi Selatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Kelompok Relawan Antisipasi Aids (KRA-AIDS) Indonesia kerjasama dengan KPA Bulukumba, di Aula Dinas Kesehatan Bulukumba, Sabtu (20/10).

Dalam upaya penyuluhan narkoba dikalangan pelajar, Wakil Bupati Bulukkumba, Syamsuddin mengharapkan disesuaikan dengan kondisi tumbuh kembang anak-anak atau disesuaikan dengan perkembangan zaman. Orang tua atau para guru tidak mesti melakukan dengan cara ceramah toh saja, namun bisa melalui kegiatan-kegiatan yang disenangi oleh para remaja, seperti lomba menyanyi atau lomba grup band antar pelajar. Pada kegiatan seperti itulah dimasukkan kampanye-kampanye anti narkoba. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan pembinaan terus menerus oleh orang tua kepada anak-anaknya, tidak boleh tanggung jawab pembinaan itu dilimpahkna sepenuhkan kepada guru di sekolahnya.

Sebagai narasumber dari KRA-AIDS Indonesia Zulkifli Amin, mengemukakan bahwa salah satu upaya penggulangan bahaya HIV AIDS adalah mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh penderita itu sendiri. Ketika mereka sudah teridentifikasi dan terindikasi kena HIV maka semua pihak harus melakukan antisipasi agar penderita tersebut mendapatkan perawatan, sehingga juga dapat mencegah terjadinya penularan. Dirinya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh KPA Bulukumba oleh karena ada kemajuan dalam pencegah penularan HIV AIDS.

“Syukurlah Bulukumba sekarang pada posisi peringkat ke delapan dimana sebelumnya berada pada peringkat ketiga se Sulawesi Selatan” ujar pria berambut kuncir ini

Dalam gerakan pencegahan dan penanggulangan narkoba ini, lanjut Zulkifli, Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) sangat penting, tinggal bagaimana mengembangkannya sesuai dengan kondisi lingkungan kita berada atau muatan lokal. Dirinya sepakat dengan peserta yang mengusulkan agar setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah-sekolah seperti perkemahan, sedapat mungkin memiliki materi seputar narkoba, baik melalui cerdas cermat maupun lomba pidato, terangnya.[HMS/KM5]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=17167
Ilustrasi gambar: http://www.perpustakaan-stpn.ac.id/buku/?Lawan-Narkoba-Jauhkan-HIV-dan-AIDS#top
Read More >>

2000 Peserta Fun Night Run Akan Dilepas Gubernur


Minggu, 21 Oktober 2012
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo akan melepas sekitar 2000 lebih Peserta Event South Sulawesi Fun Night Run (SSFNR) di Monumen Mandala Jln Jend.Sudirman Makassar Minggu 21 Oktober 2012. Ketua Panitia South Sulawesi Fun Night Run Michael Kiki mengatakan bahwa Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sudah menyatakan kesiapannya untuk membuka sekaligus melepas para peserta lari yang di gelar pada malam hari ini.
“Insya Allah event ini akan di buka oleh pak Gub,beliau sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir sekaligu melepas peserta,”ujar Kiki sapaan Michael Kikie di Sekretaria Panitia Jalan. Beruang No.49 Makassar Jumat 19 oktober 2012.
Dia menjelaskan selain gubernur yang akan hadir dalam acara ini, juga dihadiri Ketua DPRD Sulsel Moeh Roem,Kepala Perwakilan BI,Pimpinan BNI,Pimpinan Panin Bank serta beberapa tokoh akademisi dan pengusaha yang ada di sulsel.
South Sulawesi Fun Night Run yang merupakan rangkaian hari Sumpah Pemuda dan HUT Sulsel 343 juga banjir hadiah. Pihak panitia sudah menyiapkan puluhan juta hadiah yang nantinya akan di undi. Mulai dari tiket pesawat dari Garuda,voucher hotel hingga grand door prize dua buah motor.
Event yang pertama kali di gelar di Makassar ini dikemas dalam bentuk fun dan sportaeiment. Sehingga memadukan antara sport,games dan hiburan. Selain itu juga akan ada bazaar dan pemeriksaan kesehatan gratis di area Monumen mandala di mana kegiatan ini akan di gelar.
Kiki menjelaskan bahwa antsias masyrakat untuk ikut kegiatan ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari membludaknya peserta yang mendaftarkan diri. Dari target awal yang hanya menargetkan hanya 1000 peserta, kini pendaftar sudah mencapai 2000 lebih,sehingga pihak panitia harus menambah formulir.
Sebagian besar peserta mengaku penasaran, dengan event yang baru pertama kali dilakukan di Makassar ini. Apalagi kegiatannya di lakukan pada malam hari. Seperti yang diungkapkan oleh Yuliani, salah seorang peserta. Dia mengaku penasaran dengan event lari yang dilakukan pada malam hari. Menurutnya ini sebuah kegiatan yang lain daripada yang lain.
“ Penasaran saja, bagaimana rasanya lari ramai-ramai dimalam hari, apalagi ini kegiatannya untuk happy fun saja,bukanlah untuk mencari juara,” ujarnya saat mendaftarakan diri disekretariat panitia.
Dia berharap agar kegiatan ini bukan hanya menjadi media untuk berolahraga tapi juga media hiburan bagi warga Makassar, karena dalam event ini ada music,bazzar dan games. [KM2]
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=17142
Read More >>