Kamis, 08 Maret 2012

Investasi Asing Ditarget USD100 Juta


Kamis, 08 Maret 2012

MAKASSAR– Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel menargetkan realisasi Penanaman Modal Asing di daerah ini mencapai USD100 juta hingga akhir 2012.


Sementara, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ditargetkan Rp5 triliun. Terget tersebut dinilai realistis mengingat iklim investasi Sulsel sekarang ini tengah mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dikeluarkan BKPM RI, hingga triwulan ke- IV 2011 lalu Sulsel mencatatkan pemasukan PMA sebesar USD98,5 juta. Sedangkan untuk PMDN sebesar Rp3,9 triliun.

Kegiatan lain akan fokus dilakukan pada kajian potensi penanaman modal adalah desiminasi kepada para pelaku ekonomi di Provinsi Banten dengan mempresentasikan potensi dan peluang investasi di Sulsel “PMDN kita optimis bisa mencapai Rp5 triliun,dan PMA dapat mencapai USD100 juta. Atau, kita usahakan sama dengan angka di 2011 lalu,” kata Kepala Bidang Promosi dan Investasi BKPMD Sulsel Sukarniaty Kondolele, kemarin. Untuk mencapai angka tersebut, pihaknya intensif mengikuti forum promosi bisnis investasi dengan badan, asosiasi, serta lembaga dan perusahaan di luar negeri.

“Selain itu, kita juga akan aktif melakukan pameran dan promosi yang lebih fokus pada sektoral yang menjadi skala prioritas kita,” bebernya. Sementara itu, Sekretaris BKPMD Sulsel Suswati memaparkan, 2012 ini pihaknya telah menggandeng beberapa lintas sektoral dalam peningkatan bisnis plan terhadap enam komoditi yang selama ini menjadi andalan di Sulsel. Masing-masing komoditi yang akan dijual tersebut yakni kakao, jagung, rumput laut, sapi, udang serta beras. 

Read More >>

Rp 358 M Untuk Pembangunan Desa di Sulsel

Kamis, 8 Maret 2012 
Makassar,--Pemprov Sulsel mendapat alokasi dana program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan untuk tahun 2012 sebesar Rp 358 miliar yang bersumber dari APBD Sulsel Rp 24,4 miliar dan APBN sebesar. Rp 333,6 miliar.

Alokasi dana tersebut diberikan untuk 24 kabupaten/kota di Sulsel kecuali Kota Makassar, Kota Parepare, Kota Palopo, dan Kabupaten Sinjai. Totalnya mencakup 236 kecamatan dan 2.308 desa/kelurahan.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sulsel, Andi Mangunsidi Masarappi mengatakan semua program dan kegiatan BPMPDK dimaksudkan sebagai penuntasan agenda VI pembangunan Sulsel pada RPJMD 2008-2013 yaitu agenda penguatan kelembagaan masyarakat.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/03/08/rp-358-m-untuk-pembangunan-desa-di-sulsel
Read More >>

ATC Siap Bantu Pertanian Sulsel

KAMIS, 08 MARET 2012 

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan rombongan meninjau langsung lapangan  pabrik mesin alat pertanian PT Asia Techno­logy, salah satu pabrik terbesar di Korea yang memproduksi hand tractor dan mesin pertanian lainnya.
Rombongan diterima langsung President ATC’(Asia Technology Co,Ltd) Dr Shin Gil Kim didampingi Manager Director Mr Kim Young Pil, serta sejumlah direksi perusahaan ATC yang terletak didaerah Seocho-Gu, sekitar 250 km dari kota Seoul Korea.
Mr Kim menyampakan penghargaan dan terima kasih karena Pemprov Sulsel telah memperlihatkan kesungguhan dalam menjajaki kerja sama dan berjanji akan membantu mewujudkan mekanisasi pertanian di Sulsel, sekaligus menyampaikan kesiapannya untuk mendirikan pabrik mesin pertanian.
Gubernur dalam kunjungan itu, selain melihat langsung proses perakitan mesin alat-alat pertanian, juga telah menandatangani nota kesepahaman untuk kerja sama mekanisasi pertanian di Sulsel.
Syahrul dalam penggambarannya tentang kondisi daerah Sulsel mengatakan, dalam tiga tahun terakhir  telah memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Khususnya pertumbuhan ekonomi mencapai 8,64 persen yang tertinggi di Indonesia.
Selain itu, Sulsel masih mengunggulkan di sektor pertanian, sehingga sangat tepat jika ATC bersedia mendirikan pabrik di Sulsel. Bahkan SYL akan membantu pemasarannya khususnya di 14 provinsi kawasan timur Indonesia.
Sulsel, katanya, telah kelebihan produksi beras dengan capaian 2 juta ton per tahun, juga jagung telah mencapai 1.5 juta ton per tahun. SYL bahkan berjanji akan memberi kemudahan dalam memanamkan modalnya di Sulsel.
Pada kesempatan kunjungan di Korea, Gubernur SYL memenuhi undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berkuasa penuh untuk Korea. SYL diterima langsung Dubes Nicholas T Dammen beserta ibu di wisma Duta KBRI Seoul Korea.
Dubes Nicholas menyambut baik kunjungan Pemprov Sulsel seraya bernostalgia karena dubes yang juga berasal dari daerah Toraja namun kariernya lebih banyakdi kementerian luar negeri dan telah tiga tahun menjabat sebagai dubes di Korea.
Dubes Nicho menyampaikan apreasiasinya terhadap kepemimpinan SYLyang banyak muncul di berbagai media terhadap perkembangan pembangunan daerah Sulsel.
“Saya bangga dan mengikuti perkembangan itu,” katanya seraya menggambarkan bahwa jumlah TKI yang terdaftar di KBRI Korea sebanyak 37 ribu orang.
Jumlah ini cukup besar dan pada umumnya adalah tenaga skill yang telah melalui program G to G dan masih ada sekitar 5.000 orang yang ilegal (telah habis masa kontraknya) dan tetap dipantau.
Dilaporkan kepada SYL bahwa di Korea telah ada paguyuban warga Sulsel. Mahasiswa yang menempuh pendidikan atau pertukaran pelajar di bidang sosial budaya ada sekitar 600 mahasiswa.
Gubernur SYL menyampaikan terima kasihnya atas penerimaan dan jamuan makan malam oleh dubes, sembari mengemukakan perkembangan daerah bahwa apa yang diraih adalah akumulasi dari kegiatan seluruh masyarakar Sulsel bahkan dukungan dari duta besar.
SYL juga mengemukakan keheranannya/keharuannya karena di saat mengunjungi salah satu Mall di pusat Kota Seoul (Mall GUan Do). ada sejumlah orang meneriakkan yel, yel. “‘Don’t  Stop Komandan.”’
Setelah salam-salaman ditelusuri sebagian besar adalah pekerja dan mahasiswa yang belajar di Korea. 
Read More >>

Sulsel Target PMDN Tembus Rp5 T

Kamis, 08 Maret 2012 

PMA USD100 Juta 
MAKASSAR, -- Laporan makro ekonomi Sulsel cukup menarik bagi investor. Itu juga yang menjadi dasar bagi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel mematok target PMDN dan PMA tinggi.

Untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tahun ini BKPMD menargetkan mencapai Rp5 triliun. Sedangkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) diharapkan dapat mencapai 100 juta dolar AS.

Sekretaris BKPMD Provinsi Sulsel Susiwati Rabu 7 Maret, mengatakan, realisasi investasi PMDN dan PMA pada 2011 masing-masing mencapai Rp3,9 triliun dan USD89 juta. Angka ini masih bisa bergerak jika stabilitas pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di atas digit 7 persen.

"Selama lima tahun terakhir, PMDN terus mengalami peningkatan terutama pada satu tahun terakhir. Pada 2007, realisasi PMDN sekitar Rp1 triliun kemudian pada 2011 hampir mencapai Rp4 triliun. Sedangkan PMA pertumbuhan kadang naik kadang turun," jelasnya.

Sejumlah sektor yang mendominasi penanaman modal tersebut adalah pertambangan, perdagangan, industri makanan, listrik serta jasa dan perhotelan. "Minimal target realisasi investasi 2012 sama dengan 2011. Ada penurunan dalam volume, namun nilai investasi bertambah," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Investasi BKPMD Sulsel Sukarniaty Kondolele, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai.

Sejumlah upaya akan dilakukan mengejar target tersebut diantaranya mendorong kerja sama investasi baik melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta para pengusaha dari provinsi lain seperti yang telah dilakukan dengan Provinsi Kepulauan Riau.

Hasil pertemuan bisnis yang digelar bersama Kadin Sulsel pada Oktober 2011 tersebut mengemuka ide untuk mengkaji rute penerbangan Makassar-Batam dan peluang kerja sama perdagangan komoditas pertanian dan perkebunan seperti beras, ikan, sayur dan coklat dari Sulsel ke Batam. "Upaya lain dilakukan adalah meningkatkan pertemuan bisnis atau forum-forum promosi investasi dengan badan, asosiasi, lembaga dan pihak terkait lainnya. Kemudian, keikutsertaan pada pameran akan lebih difokuskan secara sektoral sesuai skala prioritas," bebernya.


Read More >>

Rabu, 07 Maret 2012

Pergub CSR Sulsel Terbit 2012

Rabu, 07 Maret 2012 

Makassar  - Peraturan Gubernur (Pergub) Sulawesi Selatan (Sulsel) tentang kerja sama pengelolaan dana "Coorporate Social Responsibility" (CSR) ditargetkan terbit tahun ini.

Sekretaris Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Sulsel Susiwati di Makassar, Rabu, menjelaskan, sebelum diterbitkan masih perlu dilakukan dua hingga tiga kali pertemuan dengan sejumlah pihak untuk mengkaji konsep awal kerja sama pengelolaan CSR.

"Akan ada pertemuan lanjutan untuk mengkaji konsep bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulsel, perusahaan, sebelum dibuatkan pergub-nya," katanya. 
Lebih jauh, ia menjelaskan, konsep awal kerja sama pengelolaan CSR akan disesuaikan dengan program pembangunan pemerintah seperti di bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
Misalnya, pemerintah memiliki program perbaikan jalan sepanjang satu kilometer, 500 meter diantaranya akan ditangani oleh pemerintah sementara 500 meter lainnya akan dikerjasamakan dengan perusahaan melalui program CSR-nya.

Menurutnya, potensi dana CSR di Sulsel sangat besar, hanya saja pengelolaannya belum merata. "Sebenarnya sangat besar dan jika rutin pasti ada program yang dapat selesai," ujarnya. Dengan adanya pergub, diharapkan pengelolaan CSR di Sulsel menjadi lebih merata dan tepat sasaran.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37026/pergub-csr-sulsel-terbit-2012
Read More >>

Pemprov Evaluasi Kinerja Guru

RABU, 07 MARET 2012 


MAKASSAR,  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menggandeng Universitas Indonesia Makassar (UIM) untuk melakukan evaluasi kinerja guru setelah adanya sertifikasi yang dikeluarkan pemerintah.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel, Idrus Hafid, mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng UIM dalam evaluasi tersebut karena UIM bukan perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi guru.
“Ini sebagai upaya agar dalam evaluasi ini, yang menilai tetap netral, karena UIM tidak masuk sebagai penyelenggaran sertifikasi guru. Jadi, ini metodenya adalah studi kasus dari masukan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulsel,” kata Idrus Hafid, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 6 Maret.
Studi kasus ini, kata dia, untuk mengevaluasi kinerja guru setelah menerima sertifikasi dan telah menjadi salah satu program prioritas pada 2012.
“Parameter yang telah ditetapkan dalam studi kasus ini di antaranya kualitas guru dalam mengajar anak didiknya dan jalur guru dalam memperoleh sertifikasinya.Sementara jalur sertifikasi guru itu kan ada yang melalui pelatihan satu minggu ada juga sampai tiga atau empat bulan,” terangnya.
Selain itu, masih kata dia, masih ada parameter lain yang akan digunakan dalam studi kasus tersebut adalah guru mana yang menerima sertifikasi apakah guru kelas atau guru bidang studi.
Diketahui sebelumnya, berdasarkan dari data PGRI, secara keseluruhan total jumlah guru yang ada Sulsel sebanyak 83 ribu orang, dan 23 ribu orang di antaranya telah disertifikasi. 
Read More >>

Target PMDN Sulsel 2012 Rp5 Triliun

Rabu, 07 Maret 2012 

Makassar - Target Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) diharapkan mencapai Rp5 triliun pada 2012.

Kepala Bidang Promosi dan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Sulsel Sukarniaty Kondolele, di Makassar, Rabu, menyatakan, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai.

Sedangkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) diharapkan dapat mencapai 100 juta dolar AS. "Minimal target realisasi investasi 2012 sama dengan 2011," ujarnya.

Sejumlah upaya yang dilakukan untuk mengejar target tersebut diantaranya dengan lebih banyak mendorong kerja sama investasi dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta para pengusaha dari provinsi lain seperti yang telah dilakukan dengan Provinsi Kepulauan Riau.

Hasil pertemuan bisnis yang digelar bersama Kadin Sulsel pada Oktober 2011 tersebut mengemuka ide untuk mengkaji rute penerbangan Makassar-Batam dan peluang kerja sama perdagangan komoditas pertanian dan perkebunan seperti beras, ikan, sayur dan coklat dari Sulsel ke Batam.

Upaya lain yang akan dilakukan adalah meningkatkan pertemuan bisnis atau forum-forum promosi investasi dengan badan, asosiasi, lembaga dan pihak terkait lainnya. Kemudian, keikutsertaan pada pameran akan lebih difokuskan secara sektoral sesuai skala prioritas.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Sekretaris BKPMD Provinsi Sulsel Susiwati, realisasi investasi PMDN dan PMA pada 2011 masing-masing mencapai Rp3,9 triliun dan 89 juta dolar AS.

"Selama lima tahun terakhir, PMDN terus mengalami peningkatan terutama pada satu tahun terakhir. Pada 2007, realisasi PMDN sekitar Rp1 triliun kemudian pada 2011 hampir mencapai Rp4 triliun. Sedangkan PMA pertumbuhan kadang naik kadang turun," jelasnya.

Sejumlah sektor yang mendominasi penanaman modal tersebut adalah perdagangan, industri makanan, listrik serta jasa dan perhotelan.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37016/target-pmdn-sulsel-2012-rp5-triliun
Read More >>

Bulog Sulsel Targetkan 1.000 Ton Beras

Rabu, 07 Maret 2012 


Makassar  - Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan produksi beras hingga 1.000 ton per hari, menyusul perkiraan akan terjadinya panen raya sejumlah daerah di Sulawesi Selatan pada akhir Maret dan awal April 2012.

"Target 1.000 ton produksi beras per harinya itu cukup realistis karena Sulsel ini merupakan salah satu wilayah penyangga pangan di Indonesia," ujar Kepala Perum Bulog Divre Sulsel Tommy S Sikado di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan, pencanangan target 1.000 ton per harinya itu juga dilandasi akan dilaksanakannya panen raya pada akhir Maret dan awal April.

Apalagi pada tahun ini juga didasari rata-rata penyerapan beras Bulog Sulsel sejak awal Januari yang mencapai 1.000 ton per hari. 
Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat tatkala kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) mulai berlaku. 
Selama ini HPP beras Rp5.600 per kilogram, lebih rendah dari harga yang ditawarkan pedagang sebesar Rp6.000 per kilogramnya.

Selain itu, Provinsi Sulawesi Selatan juga ditugasi memberikan kontribusi sebanyak 460 ribu ton beras untuk memenuhi target surplus 10 juta ton beras nasional pada 2012.

"Beras secara nasional kita dapat penugasan hampir sekitar 460 ribu ton tahun ini melalui penyerapan Bulog Divisi Regional VII Sulsel untuk mendukung target surplus beras nasional 10 juta ton," kata Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang beberapa saat lalu.

Seperti diketahui, pada 2012, angka produksi beras nasional diharapkan mencapai 72 juta ton dengan target surplus 10 juta ton.

Provinsi Sulsel, lanjutnya, diharapkan mampu berkontribusi melebihi jumlah tersebut asalkan Bulog membeli dengan harga yang sama dengan harga yang berlaku di pasar.

"Problemnya stok nasional itu bukan karena ketidakmampuan tapi kemauan pusat. Hentikan dulu memikirkan impor beras karena kalau kita berpikir impor pasti diversifikasi pangan tidak jalan. Kalau kita tidak berpikir impor, diversifikasi pangan pasti jalan, kita terpacu untuk meningkatkan produksi," jelasnya.

Menurutnya, kondisi saat ini telah jauh berbeda karena produksi komoditas pangan alternatif selain beras baik secara kuantitas maupun kualitas telah mengalami kemajuan.

"Dulu kita takut karena produksi jagung misalnya belum bagus, makanan alternatif sekarang sudah diolah dengan sangat bagus seperti "kapurung" (makanan tradisional terbuat dari sagu)," katanya.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37008/bulog-sulsel-targetkan-1000-ton-beras
Read More >>

Permintaan Udang Sulsel Capai 300 Ton

Rabu, 07 Maret 2012

Makassar - Permintaan pasar dalam negeri terhadap udang khususnya jenis vannamei dari sulsel cenderung mengalami peningkatan yang hingga akhir Januari 2012 mencapai 300 ton.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Johannes Tango di Makassar, Selasa, mengatakan, rata-rata pembeli merupakan perusahaan-perusahaan besar asal Surabaya, Jawa Timur.

Kecenderungan peningkatan permintaan udang vannamei Sulsel oleh pasar dalam negeri ikut mendorong penurunan volume ekspor udang.

Peningkatan transaksi udang vannamei ini terjadi karena kenaikan harga yang berlaku di pasar dalam negeri yakni sebesar Rp3.000-Rp5.000 per kilogramnya.

Sehingga para pembudidaya memilih menjualnya di dalam negeri ketimbang ke luar negeri. "Karena harganya lebih tinggi jadi punya nilai lebih bagi para pembudidaya," ujarnya.

Pada 2012, produksi udang Sulsel ditargetkan mencapai 30 ribu ton. Target tersebut terdiri atas tiga jenis yakni udang windu 21.523 ton, vannamei 5.986 ton dan udang lainnya 3.205 ton.

Udang, kata dia, merupakan salah satu komoditas yang berkontribusi besar terhadap ekspor Provinsi Sulsel yakni mencapai 60 persen.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36978/permintaan-udang-sulsel-capai-300-ton
Read More >>

Sulsel Miliki Rumah Kemasan Produk Perikanan

Rabu, 07 Maret 2012

Makassar  - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), selain Jawa Barat dan Jakarta yang akan memiliki rumah kemasan produk perikanan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

"UKM tidak perlu kemana-mana lagi untuk mengemas produk-nya. Misalnya, ikan yang dibuat dengan jenis produk ikan asap akan dikemas lebih baik supaya bisa lebih menarik untuk masuk ke supermarket," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel Johanes Tanggo di Makassar, Selasa.

Rumah kemasan yang rencananya akan dibangun di Kota Makassar tersebut merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan jumlah anggaran sekitar Rp5,4 miliar.

Rumah tersebut, lanjutnya, akan dilengkapi fasilitas seperti mesin cetak untuk membuat kemasan produk-produk olahan seperti garam, ikan dan produk olahan lainnya di Sulsel.

"Target utamanya untuk memperkenalkan produk lokal dari UKM agar nilai tambahnya semakin meningkat seperti produk olahan ikan mulai dari terasi, ikan asap, pindang, kerupuk termasuk olahan garam," jelasnya.

Menurutnya, pembangunan rumah kemasan telah diajukan sejak 2011 dan baru dapat berjalan pada 2012. "Bangunannya sekarang sementara dikerjakan dan ditargetkan rampung akhir 2012," jelasnya.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36979/sulsel-miliki-rumah-kemasan-produk-perikanan
Read More >>

Pengadaan Bibit Kakao Sulsel Dianggarkan Rp6 Miliar

Rabu, 07 Maret 2012

Makassar  - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar dalam APBD 2012 untuk pengadaan 550 ribu bibit kakao bagi petani.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel Burhanuddin Mustafa di Makassar, Selasa, menjelaskan, bibit tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan petani serta bagi petani yang tidak tersentuh program Gerakan Nasional Peningkatan Mutu Kakao (Gernas Kakao) 2012.

Sementara itu, pada tahun ini Provinsi Sulsel memperoleh alokasi anggaran Gernas Kakao sebesar Rp19,4 miliar. 
Dari total anggaran tersebut, pihaknya mengalokasikan Rp8,1 miliar untuk peremajaan kakao di atas lahan seluas 1.000 hektare yakni di Kabupaten Luwu, Soppeng, Luwu Utara dan Bulukumba. Kemudian sisanya akan dimanfaatkan untuk rehabilitasi dan intensifikasi.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah anggaran Gernas Kakao memang mengalami penurunan namun menurutnya penurunan anggaran tersebut tidak akan berpengaruh pada produksi karena bibit kakao yang ditanam sepanjang 2009 hingga 2010 telah memasuki masa panen.

Pada 2011, produksi kakao Sulsel mencapai 192 ribu ton dan tahun ini ditargetkan meningkat 8.000 ton hingga 200 ribu ton.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36995/pengadaan-bibit-kakao-sulsel-dianggarkan-rp6-miliar
Read More >>

Pemaparan Rencana Kerja SKPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan  untuk meningkatkan produksi udang di Sulawesi Selatan sepajang tahun 2012, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan  Prov. Sulsel, Yohanes Tanggo mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya agar nilai produksi udang bisa mengalami peningkatan yang setinggi-tingginya. Kita target 2012 ini sekitar 30.174 ton, nanti pada tahun 2013 berharap bisa mencapai sekitar 33.200 ton target, demikian disampaikan saat  pemaparan rencana kerja anggaran tahun 2012 di Kantor Gubernur Sulsel,  Selasa 6 Maret 2012 di Makassar.
Dari semua hasil tambak, nilai jual udang di sebutnya lebih tinggi dari hasil tambak lainnya. Permintaan udang windu itu 80 persen untuk hasil tambak  karena konsumen lebih senang, dengan harga Rp 55 ribu perkilo. Sementara itu untuk daerah yang selama ini menjadi penyuplai udang di Sulsel, lebih banyak dari pantai barat, diantaranya, Maros,Pangkep, sampai Pinrang. Sementara dari pantai Timur yang masuk diantaranya Luwu, Bone dan Wajo. Kalau dipantai selatan ada juga misalnya daerah Takalar, Jeneponto,  Bantaeng dan Bulukumba.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Prov Sulsel,  Idrus Hafid mengatakan pihaknya akan melakukan studi  kasus untuk mengevaluasi kinerja guru setelah menerima sertifikasi dan itulah menjadi salah satu program prioritas Balitbangda tahun 2012. Adapun daerah yang menjadi sample studi kasus itu adalah Jeneponto, Palopo, Sidrap dan Makassar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan untuk melakukan pengembangan desa mandiri pada 24 Kab/ Kota di Sulsel tahun 2012.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Prov Sulsel,  Asri Panarang dalam pemaparan rencana kerja tahun anggaran 2012 menargetkan untuk melakukan pengembangan desa mandiri pada 24 Kab/Kota di Sulsel tahun 2012 ini. Pengembangan ini merupakan salah satu kegiatan yang prioritas tahun ini. Tahun  2011 lalu desa yang masuk pembinaan desa mandiri adalah 106 desa pada 24 Kab/kota, tahun ini bertambah bertambah sebanyak 20 desa baru.
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan mengaku akan berupaya membangun kawasan budaya kota di Sulsel, sebab itu diharapkan akan ada sinergitas yang baik dengan Pemerintah Kota Makasar.  Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Prov Sulsel, Julianus B. Saleh mengatakan bahwa upaya itu akan menjadi kegiatan dari kawasan srategi pengembangan pariwisata. Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Prov.Sulsel, Syukri Mattineta menjelaskan sejauh ini total kawasan hutan lindung di beberapa daerah di Sulsel yang bermasalah diharapkan bisa secepatnya diselesaikan sebab sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Makanya diminta pemerintah daerah mengajukan permohonan ke Menteri Kehutanan.

Read More >>

Selasa, 06 Maret 2012

Daewoo Siap Bantu Moko

SELASA, 06 MARET 2012 


PT KIA Motor (Daewoo Factory) menyatakan keinginannya untuk berinvestasi di Sulawesi Selatan melalui kerja sama dengan Pemprov Sulsel dalam upaya memproduksi massal mobil Moko yang sebelumnya dilaunching Pemprov Sulsel.
Keinginan itu diungkapkan Direktur Operasi PT KIA Motor (Daewoo Factory), Mr Jae Won Uhm, saat bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL), di Seoul, Korea Selatan, Senin, 5 Maret.
Dia mengatakan, Daewoo siap bekerjasama dengan Moko dalam bentuk assemblyng yakni kerja sama perakitan.
“Untuk merealisasikan kerja sama ini, kami butuh 2.500 komponen untuk merakit sebuah mobil. Untuk langkah awal, kita akan mengkaji dulu apa yang menjadi kebutuhan kami dalam kerja sama ini,” ujar Jae Won Uhm.
Gubernur SYL yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperin­dag) Sulsel Irman Yasin Limpo menyampaikan apresiasinya yang sedalam-dalamnya atas kesediaan Daewoo untuk bekerjasama dengan Pemprov Sulsel dalam memproduksi mobil nasional di Sulsel.
“Jika ini bisa terealisasi, maka yakin saja ekonomi di Sulsel akan semakin meng­geliat yang pada gilirannya akan menjadikan rakyat sejahtera,” kata Syahrul.
Di Seoul, rombongan SYL bukan hanya ke Daewoo, tapi juga melakukan kunjungan dan rapat terbatas dengan PT Asia Agricultul untuk menjajaki kerja sama produksi alat atau mesin pertanian.
Managing Director PT Asia Agricultul Mr Kim Young Pil didampingi Direksi PT Dymsco yang khusus meproduksi mesin pertanian, di ruang meeting lantai 33 Regus Tower Seoul Korea, memaparkan, usaha yang dipimpinnya bergerak di bidang Pertanian yang berlokasi di Sangon.
Dia mengungkapkan, me­sin pertanian yang diproduksi­nya sudah banyak beredar dan digunakan di negara Asean. Ia sangat terkesan dengan indonesia karena masyarakatnya sangat ramah dan lebih khusus di Sulawesi Selatan.
Salah satu yang berkesan yakni kondisi keamanan daerah, sehingga pihaknya sangat tertarik untuk berinvestasi di Sulsel. Kim juga  menawarkan produk seperti hand tractor yang telah diproduksi dan beroperasi sejak tahun 1962. Di Asean, hand tractor ini juga banyak yang menggunakannya.
“Kami sangat berminat dan tertarik bekerjasama dengan Pemerintah Sulsel, dalam waktu dekat kita akan ber­investasi di Sulsel,” tegasnya.
Sementara itu, dua bupati yang menyertai kunjungan Gubernur SYL di Korea Selatan, yakni Bupati Barru A Idris Syukur dan Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid sepakat dan menjamin akan menyiap­kan lahan jika dibutuhkan oleh PT Asia Agriculture.
Sementar itu, SYL meyambut baik ajakan Mr Kim seraya memberi gambaran kondisi daerah Sulsel yang saat ini merupakan daerah pemasok hasil pertanian terbesar di Indonesia, khususnya beras.
Produksi beras di Sulsel sudah overstock dan mampu melayani kebutuhan beras di 14 provinsi di Indonesia bagian timur.  SYL juga mengemuka­kan sekilas potensi daerah Sulsel yang pertumbuhan ekonominya berada di atas rata-rata nasional.
Sulsel sebagai salah satu daerah di Indonesia yang sangat layak untuk tempat berinvestasi dan itu mendapat pengakuan pemerintah. SYL juga meyampaikan bahwa kami bukan cuma mau membeli, namun mengajak PT Asia Agricultur untuk berinvestasi di Sulsel dengan membangun alat-alat pertanian.
“Karena itu, yang kami butuhkan dan menjamin akan memberi kemudahan dalam menanamkan modalnya. Kami kami akan membatu memasarkan di Indonesia,” katanya.
Mr Kim menambahkan, pihaknya segera membuat nota kesepahaman (MoU) sebagai bukti keseriusan untuk ber­investasi di Sulsel.
Read More >>

Gubernur Ajak Pengusaha Korea Ke Sulawesi Selatan



Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo dan rombongan bertemu dengan Managing Director  PT Asia Agricultur Mr Kim Yong Pil di ruang meeting lantai 33 Regus Tower, Seoul, Korea Selatan, Senin 5 Maret 2012. Kim menjelaskan perusahaannya yang bergerak di bidang pertanian berlokasi di Sangon, yang telah banyak digunakan di negara-negara ASEAN, termasuk di Sulawesi Selatan, Indonesia. Kim juga menawarkan produk perusahaannya khusus hand tractor, dan tertarik berinvestasi di Sulawesi Selatan. Hal ini dilaporkan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Selatan, H. Agus Sumantri dari Korea.

H. Syahrul Yasin Limpo, memberikan gambaran kondisi Sulsel yang dapat dikatakan mengkoordinir atau memasok hasil pertanian di 14 provinsi yang ada di kawasan timur Indonesia yang berpenduduk sekitar 52 juta orang. Pemprov Sulsel bukan cuma mau membeli namun mengajak PT Asia Agricultur untuk berinvestasi di Sulsel dengan membangun alat-alat mekanisasi pertanian. Karena peralatan itulah yang dibutuhkan pertanian di Sulsel dan juga menjamin kemudahan-kemudahan dalam menanamkan modalnya di Sulsel, bahkan akan membantu untuk memasarkan produknya di Indonesia.

Mr Kim  merespons ajakan Gubernur Sulsel dengan mengatakan akan segera membuat MoU sebagai bukti keseriusan untuk menanamkan modalnya di Sulsel. Ada dua bupati yang menyertai kunjungan Gubernur Sulsel  ke Korea, Bupati Barru A. Idris Syukur dan Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid. Ke dua bupati ini sepakat dan menjamin akan menyiapkan lahan jika dibutuhkan.

Read More >>

APRIL, BALITBANGDA SULSEL KEMBALI GELAR LOMBA KARYA ILMIAH 2012

Selasa, 06 Maret 2012


BADAN Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Sulsel akan kembali menantang para akademisi, peneliti, mahasiswa, dan pelajar maupun aktivis untuk mengikuti lomba karya ilmiah tingkat Provinsi Sulsel tahun ini, 2012.

"Lomba tersebut rencana mulai kami selenggarakan untuk menjaring sejumlah karya ilmiah pada April," ujar Panitia Lomba Karya Ilmiah Ridwan di kantor Balitbangda Sulsel, Makassar, Selasa (6/3).

Lomba karya ilmiah ini, menurut Ridwan merupakan kesempatan yang baik bagi pecinta teknologi untuk berkarya di Sulsel. "Adapun karya ilmiah meliputi semua bidang yang termasuk dalam kategori teknologi ilmiah," ujarnya.

Kegiatan serupa yang digelar Balitbangda Provinsi Sulsel tahun-tahun sebelumnya mendapat respon sangat baik. "Kegiatan ini sangat dibutuhkan sebagai instrumen pengembangan kebijakan pemrov dengan mengacu pada kebutuhan masyaarakat," tambahnya.

Informasi seputar rencana lomba karya ilmiah ini dapat dipantau melalui Web site Balitbangda Prov. Sulsel, www.balitbangda-sulsel.info.

Read More >>

Agustus, Pasar Kuliner Terbesar Sulsel Diresmikan

SELASA, 06 MARET 2012 

PAREPARE,  – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare bersama Kementerian Perdagangan berkomitmen melanjutkan pembangunan pasar kuliner Parepare. Salah satu komitmen dimaksud, yakni jadwal peresmian pasar kuliner terbesar di Sulsel tersebut dipatok paling lambat Agustus tahun ini.
Hal itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Parepare, Sjamsu Alam, beberapa waktu lalu. Sjamsu mengungkap, untuk memastikan jadwal tersebut dipenuhi, ia telah menandatangani Pakta Integritas dengan Kementerian Perdagangan di Jakarta.
Sekaitan dengan itu, pemerintah kota, terus mendorong kontraktor pelaksana segera merampungkan item-item pekerjaan sesuai kontrak yang telah disepakati. Selain pasar Kuliner dan UKM/PKL, Sjamsu juga sempat meninjau pembangunan Pasar Lakessi, Kantor Kecamatan Bacukiki Barat, Masjid Nurul Yaqin Cappa Galung.
Kemudian Kantor Kelurahan Lekessi, akses jalan dan bangunan Kantor Pengelelo Kebun Raya Jompie, serta bangunan Kantor Kelurahan Lapadde. Menurut Sjamsu, keberadaan Pasar Kuliner Parepare akan mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Market pasar ini direncanakan tak hanya masyarakat Parepare tetapi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan. Karena itu, Sjamsu yakin keberadaan pasar ini juga akan menstimuli perekonomian Parepare secara umum.
Pembangunan Pasar Kuliner Kota Parepare lanjut Sjamsu, merupakan respon keinginan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang bercita-cita menjadikan Parepare ‘Bandungnya’ masyarakat Sulsel. Saat menghadiri perayaan HUT Kota Parepare ke-51 tahun 2011 lalu, gubernur berharap, pemerintah kota melihat peluang tersebut, sekaligus menciptakan daya tarik yang memungkinkan orang-orang berkunjung ke Parepare, khususnya pada akhir pekan dan hari libur.
Lebih jauh kata Sjamsu, selain menjadi tempat  jajanan makanan, Pasar Kuliner Parepare juga akan persewakan bagi penyelenggaraan event-event besar yang membutuhkan aula besar, baik lokal maupun regional. 
Read More >>

Senin, 05 Maret 2012

Proyek Bypass Mamminasata- Pemprov Lakukan Inventarisasi Lahan


Senin, 05 Maret  2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mulai melakukan inventarisasi untuk membebaskan lahan proyek bypass Makassar-Maros- Sungguminasa-Takalar (Mamminasata) tahun ini. 

Kepala Dinas Bina Marga Sulsel Abd Latief mengungkapkan, dalam proses tersebut, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros dan Gowa akan membentuk tim bersama untuk menentukan jalur baru sepanjang 50 kilometer tersebut. ”Tiap kabupaten juga akan membuat Panitia 9.Kemudian kita melakukan identifikasi lahan untuk pembebasan jalurjalur yang dilalui nantinya,”katanya kemarin.

Dia mengatakan,Dinas Bina Marga telah merampungkan pengerjaan detail engineering design (DED) sejak 2011 lalu, sehingga tahun ini hanya fokus untuk pembebasan lahan milik warga.Jalan baru sepanjang 50 kilometer ini merupakan jalur bebas hambatan,tanpa adanya permukiman penduduk dan pedagang di sepanjang lokasi. Bypass ini, kata Latief, nantinya juga menjadi tumpuan untuk mengurangi kemacetan kendaraan di Kota Makassar. Untuk membangun jalan ini, diperkirakan menghabiskan anggaran Rp850 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Sulsel A Bakti Haruni mengatakan, sebelum pembebasan lahan, pihaknya bersama Kabupaten Maros dan Gowa akan melakukan survei. ”Kita memang sementara identifikasi, garis mana yang akan dilewati bypass ini. Siapa pemilik lahan, dan penetapan harga. Pembebasan ditanggung pemda nanti,” ujar Bakti kepada SINDO. Rancangan awal, pembebasan lahan dan fisiknya akan dimulai dengan membangun jalan dari Kecamatan Maros Baru melewati Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

Kemudian dilanjutkan di Kecamatan Pattalassang dan berakhir di Kecamatan Galesong di Kabupaten Gowa. Bypass Mamminasata merupakan program multitahunan Pemerintah Pusat dan dianggarkan bertahap. Khusus Kabupaten Maros, jalan ini sepanjang 21 kilometer (km), Kabupaten Gowa sejauh 22 km, sisanya Takalar sejauh 5 kilometer. Sementara lebar jalan mencapai 40 meter, dengan jumlah jalur mecapai delapan. 

Read More >>

Sekolah Khusus Olahraga Sulsel Dibangun 2012

Senin, 05 Maret 2012 



Makassar  - Pembangunan fisik Sekolah Khusus Olahraga (SKO) di Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) rencananya akan dimulai pada Mei, 2012.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sulsel Ilham Gazaling di Makassar, Senin, menjelaskan, sekolah khusus olahraga tersebut akan dibangun di atas lahan satu hektare milik pemerintah provinsi di kawasan Sudiang Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar.

Pembangunan sekolah akan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan pembangunan tiga kelas pertama menggunakan anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp6,2 miliar.

Pembangunan sekolah dengan 20 kelas ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Pemuda dan Olah Raga dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp20 miliar.

Sekolah khusus olahraga ini diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi tidak hanya dari Sulsel tapi juga provinsi lainnya di Indonesia timur.

Tahun pertama penerimaan siswa ditargetkan sebanyak 90 siswa yang direkrut dari 24 kabupaten dan kota di Sulsel dan sejumlah provinsi di timur Indonesia untuk mengikuti pendidikan keolahragaan.

Ia menambahkan, tujuan utama pendirian sekolah ini adalah untuk mengembangkan bakat olahraga yang dimiliki siswa lulusan sekolah menengah atas, sehingga mampu mewakili daerah maupun negaranya di ajang olahraga nasional dan internasional.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36947/sekolah-khusus-olahraga-sulsel-dibangun-2012
Read More >>

BLSM Sulsel Diusulkan untuk 825 Ribu Orang

Senin, 05 Maret 2012 

Makassar - Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengusulkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dialokasikan bagi 825 ribu jiwa penduduk miskin di Sulsel.

Kepala Dinas Sosial Sulsel Suwandi di Makassar, Senin, mengatakan, pihaknya masih menunggu bentuk dan jumlah BLSM yang menjadi kompensasi dari rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada April 2012.

Usulan pengalokasian jumlah penduduk yang akan menerima BLSM tersebut disesuaikan dengan jumlah penduduk miskin di Sulsel yang hingga akhir 2011, mencapai 825 ribu jiwa. Jika dibandingkan data pada Maret 2011 terjadi peningkatan jumlah sebanyak 6.040 jiwa.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menunjukkan 2011 dari jumlah tersebut sekitar 701 ribu diantaranya berada di desa.

Sebelumnya pada Jumat (2/3) Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp25 triliun untuk penyaluran BLSM sebagai kompensasi adanya penyesuaian harga BBM bersubsidi.

Hatta memastikan pemerintah akan memberikan BLSM tersebut kepada sekitar 30 persen masyarakat kurang mampu yang diperkirakan terkena dampak kenaikan BBM bersubsidi.

Menurut Hatta, dana untuk kompensasi tersebut dimasukkan dalam APBN Perubahan 2012 yang rencananya akan dibahas mulai pekan depan.

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, bantuan langsung sementara masyarakat sebesar Rp150 ribu untuk setiap kepala keluarga itu bertujuan untuk membantu masyarakat miskin menghadapi dampak kenaikan harga BBM.

Sebelumnya pemerintah pernah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp300.000 untuk kompensasi bagi masyarakat atas imbas kenaikan BBM pada 2008.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36942/blsm-sulsel-diusulkan-untuk-825-ribu-orang
Read More >>

Dinas Kesehatan Wajibkan Sarana Pojok ASI

Senin, 05 Maret 2012

Makassar - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mewajibkan penyediaan sarana pojok ASI (Air Susu Ibu) atau tempat menyusui ASI eksklusif di tempat-tempat umum.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Rahmat Latief di Makassar, Senin menjelaskan, kewajiban bagi tempat-tempat umum seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan untuk menyediakan pojok ASI merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Provinsi Sulsel Nomor 6/2010 tentang ASI eksklusif.

"Di tempat-tempat umum pojok ASI atau Laktasi wajib disiapkan tempatnya dengan mengikuti aturan ukuran dan fasilitas di dalamnya," jelasnya.

Dalam pasal tujuh Perda 6/2010 dijelaskan pemberi kerja, pengelola tempat kerja, pengelola fasilitas umum wajib menyediakan fasilitas tempat menyusui atau ruang laktasi.

Persyaratannya antara lain, berukuran minimal 3x4 meter bujur sangkar, keamanan, kenyamanan, wastafel dan air mengalir, pencahayaan yang cukup, tempat sampah, termos susu dan pendingin ruangan.

Keberadaan pojok laktasi ini, kata dia, membutuhkan kerja sama dari pemerintah kabupaten dan kota untuk menyertakan fasilitas pemberian ASI eksklusif ini pada izin pendirian bangunan fasilitas umum.

ASI Eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan pada bayi sejak lahir hingga usia enam bulan dan merupakan makanan terbaik dalam upaya pemeliharaan kesehatan bayi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Untuk mendorong pemberian ASI Eksklusif, promosi susu formula dilarang dilakukan secara langsung di rumah sakit, puskesmas dan jaringannya, rumah tangga, kantor pemerintah dan swasta, balai pengobatan, rumah bersalin, dokter praktik dan bidan praktik swasta.

Ia juga menegaskan, agar lembaga dan petugas kesehatan ikut mendorong pemberian ASI eksklusif. Lembaga atau petugas kesehatan yang tidak ikut mendorong pemberian ASI eksklusif atau bahkan dengan sengaja mempromosikan susu formula pengganti pada masa pemberian ASI eksklusif akan diberikan sanksi mulai dari teguran tertulis, peringatan tertulis, denda dan pencabutan izin.

"Perda ini tidak hanya di lingkup rumah sakit tapi akan disosialisasikan hingga ke tingkat rumah tangga," ujarnya. 
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36938/dinas-kesehatan-wajibkan-sarana-pojok-asi

Senin, 05 Maret 2012

Makassar - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mewajibkan penyediaan sarana pojok ASI (Air Susu Ibu) atau tempat menyusui ASI eksklusif di tempat-tempat umum.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Rahmat Latief di Makassar, Senin menjelaskan, kewajiban bagi tempat-tempat umum seperti perkantoran dan pusat perbelanjaan untuk menyediakan pojok ASI merupakan implementasi dari Peraturan Daerah Provinsi Sulsel Nomor 6/2010 tentang ASI eksklusif.

"Di tempat-tempat umum pojok ASI atau Laktasi wajib disiapkan tempatnya dengan mengikuti aturan ukuran dan fasilitas di dalamnya," jelasnya.

Dalam pasal tujuh Perda 6/2010 dijelaskan pemberi kerja, pengelola tempat kerja, pengelola fasilitas umum wajib menyediakan fasilitas tempat menyusui atau ruang laktasi.

Persyaratannya antara lain, berukuran minimal 3x4 meter bujur sangkar, keamanan, kenyamanan, wastafel dan air mengalir, pencahayaan yang cukup, tempat sampah, termos susu dan pendingin ruangan.

Keberadaan pojok laktasi ini, kata dia, membutuhkan kerja sama dari pemerintah kabupaten dan kota untuk menyertakan fasilitas pemberian ASI eksklusif ini pada izin pendirian bangunan fasilitas umum.

ASI Eksklusif adalah air susu ibu yang diberikan pada bayi sejak lahir hingga usia enam bulan dan merupakan makanan terbaik dalam upaya pemeliharaan kesehatan bayi untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Untuk mendorong pemberian ASI Eksklusif, promosi susu formula dilarang dilakukan secara langsung di rumah sakit, puskesmas dan jaringannya, rumah tangga, kantor pemerintah dan swasta, balai pengobatan, rumah bersalin, dokter praktik dan bidan praktik swasta.

Ia juga menegaskan, agar lembaga dan petugas kesehatan ikut mendorong pemberian ASI eksklusif. Lembaga atau petugas kesehatan yang tidak ikut mendorong pemberian ASI eksklusif atau bahkan dengan sengaja mempromosikan susu formula pengganti pada masa pemberian ASI eksklusif akan diberikan sanksi mulai dari teguran tertulis, peringatan tertulis, denda dan pencabutan izin.

"Perda ini tidak hanya di lingkup rumah sakit tapi akan disosialisasikan hingga ke tingkat rumah tangga," ujarnya. 
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36938/dinas-kesehatan-wajibkan-sarana-pojok-asi
Read More >>