Sabtu, 10 Maret 2012

Produksi Beras Ditargetkan 3,9 Juta Ton


Sabtu, 10 Maret 2012
MAKASSAR – Pemprov Sulsel menargetkan produksi beras mencapai 3,9 juta ton pada 2013. Sementara produksi jagung diharapkan dapat melebihi angka produksi 2011 yang mencapai 1,5 juta ton. 

“Kami harus menjadi pemasok pangan beras dan jagung nasional. Makanya dalam target 2013, sesuai rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) yang telah ditandatangani Gubernur, target kami 3,9 juta ton termasuk surplus dengan perhitungan konsumsi Sulsel 900.000 ton,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Tan Malaka Guntur,kemarin. “Pada sektor kelautan dan perikanan,seperti rumput laut, harus ditingkatkan hingga 1,5 juta ton basah,kemudian udang kurang lebih 30.000 ton dan itu harus dicapai karena itu sudah menjadi komitmen,”papar dia.

Peningkatan target sektor pertanian dan tanaman pangan serta kelautan dan perikanan ini terkait empat sektor yang masuk dalam perencanaan program Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Sementara itu,pada sektor pertambangan dan energi direncanakan surplus energi listrik hingga 400 megawatt, di antaranya dari pembangkit listrik baru berkapasitas 2x100 megawatt di Kabupaten Jeneponto dan2x50megawattdiKabupaten Barru pada 2012.

“Kami berharap bisa surplus karena setiap tiga bulan dibutuhkan tambahan 30 hingga 40 megawatt,”ujarnya. Kemudian pada 2013,terdapat beberapa tambahan pembangkit tenaga listrik lain yang beroperasi sehingga dapat memasok listrik beberapa wilayah dengan baik. 

Read More >>

Anggaran Rusunawa Sulsel Rp100 Miliar


Sabtu, 10 Maret  2012

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memperoleh anggaran pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) senilai Rp100 miliar dari Kementerian Perumahan Rakyat pada 2012.


Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulsel Sumiheriza mengatakan, secara nasional Kementerian Perumahan Rakyat menargetkan pembangunan 1.000 unit rusunawa hingga 2015. Di Sulsel,pembangunan rusunawa tahun ini akan dilaksanakan di Kota Makassar,Parepare, serta Kabupaten Bantaeng, Pangkep, Luwu Timur, dan Bone. Sulsel mendapatkan kuota 10 twin blockrusunawa.Anggaran pembangunan setiap twin blockrusunawa mencapai Rp10 miliar.

Kuota pembangunan rusunawa di Sulsel tahun ini bertambah dua unit dibandingkan tahun sebelumnya delapan unit. Setelah pembangunannya rampung, pengelolaan rusunawa menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan kota termasuk penyediaan listrik dan air bersih.Pemerintah provinsi bertanggung jawab pada perbaikan lingkungan dalam bentuk pembangunan jalan dan drainase. Hal itu terkait penyediaan lahan yang menjadi salah satu faktor penghambat pelaksanaan program di sejumlah provinsi. 

Read More >>

Gubernur Ingatkan Pejabat Jauhi Korupsi


Sabtu, 10 Maret  2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel meminta seluruh pejabat dan staf dalam lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tidak coba-coba melakukan tindakan korupsi.


Satu tindakan korupsi dipastikan bakal menjadi sumber kesalahan pemerintah yang bermuara pada persoalan hukum. HalituditegaskanSyahrul Yasin Limpo dalam sambutannya seusai melantik dan mengambil sumpah 172 pejabat struktural eselon III dan VI lingkup Pemprov Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel,kemarin. “Jabatan adalah pemberian Tuhan dan datang dari diri sendiri. Syukuri apa yang ada. Orang kadang tidak bahagia, meskipun punya banyak uang dan jabatannya tinggi karena dia tidak pandai bersyukur dan berterima kasih,”katanya.

Karena itu, mantan Bupati Gowa dua periode ini meminta pejabat baru yang dilantik selalu menjaga amanah tersebut sebagai kewajiban dan pertanggungan secara moral kepada Tuhan. ”Ingat, tidak ada tugas tanpa risiko. Pejabat harus sadar fungsi dan tugas.Jangan korupsi. Satu saja pejabat yang korup, itu akan jadi sumber kesalahan pemerintah,”ungkap dia. Pejabat yang korupsi akan berhadapan dengan hukum. Syahrul menambahkan, tak ada alasan bagi para pejabat di Sulsel berkompetisi dengan baik untuk mendapatkan prestasi yang terbaik.

Pasalnya, Sulsel saat ini mengalami perkembangan pesat, semuanya atas kerja sama semua pihak, termasuk para staf dan pejabat Pemprov. Dalam pelantikan tersebut, kebanyakan pejabat yang dilantik mengisi sejumlah posisi yang kosong dalam SKPD biro, badan dan dinas. Sebanyak 32 pejabat eselon III dan 140 pejabat eselon IV dilantik bersamaan.

Read More >>

Target Pendapatan Naik Rp500 Miliar

Sabtu, 10 Maret 2012 

MAKASSAR,  -- Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel memasang target tinggi untuk pendapatan di 2012, yakni Rp4,6 triliun. Proyeksi untuk pendapatan di 2013 mendatang juga tak kalah besarnya yakni Rp5,1 triliun. Jika dibandingkan antara 2012 dan 2013, ada target kenaikan pendapatan sekira Rp500 miliar.

Kepala Dispenda Sulsel, Arifuddin Dahlan, membeberkan hal ini dalam ekspose program kerja SKPD di ruang media center kantor gubernur Sulsel, Jumat, 9 Maret. Menurut Arifuddin, khusus untuk pendapatan 2012 yang besarannya Rp4,6 triliun, itu sudah mencapai kenaikan 100 persen jika dibandingkan tiga tahun sebelumnya yang hanya Rp2,1 triliun.

"Dalam kurun waktu tiga atau empat tahun, pendapatan kita sudah naik 100 persen. Ini berarti kinerja pendapatan kita bagus dan tingkat pertumbuhan rata-rata 17 persen," kata Arifuddin.

Data Dispenda menyebutkan, untuk pendapatan 2012, dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu ditarget Rp2,3 triliun. Ini berasal dari pajak daerah Rp2,1 triliun yang meliputi PKB, PKB di atas air, BBN KB, BNKB di atas air, PBBKB, pajak air di bawah tanah, serta pajak air permukaan. Selain itu ada juga dari retribusi daerah Rp123,8 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp64 miliar, serta lain-lain PAD yang sah Rp57 miliar.

Selain PAD, ada juga pendapatan dari dana perimbangan Rp1,3 triliun yang berasal dari bagi hasil DBH Pajak dan DBH SDA, serta dana alokasi umum Rp996,9 miliar dan dana alokasi khusus Rp42 miliar. Lain-lain pendapatan yang saha ditargetkan Rp928 miliar.

Sementara itu, Kepala Bappeda Sulsel, Tan Malaka Guntur, mengatakan, di Sulsel ke depan akan banyak proyek yang berjalan. Itu kata dia sudah masuk dalam Master plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "Program unggulan misalnya pertanian, bagaimana kita menjadi penyanggah pangan nasional," jelas dia.

Yang lain menurut Tan, yakni listrik Bosowa di Jeneponto yang berkapasitas 2x100 megawatt harus berfungsi bersama Barru yang berkapasitas 2x50 megawatt.

"Beberapa poros jalan yang menghubungkan urat nadi perekonomian Sulsel antara lain Maros-Bone, dan poros selatan yang menghubungkan Gowa hingga Sinjai juga akan diselesaikan. Kita juga akan memulai membangun pelabuhan baru Makassar. Di sektor perikanan, Pelabuhan Untia, mendapat suntikan APBN Rp100 M dari biayanya secara keseluruhan Rp300 miliar. Kita usahakan 2012 selesai. Lalu ada juga beberapa bandara, termasuk Tator," katanya. 



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120309194935-target-pendapatan-naik-rp500-miliar
Read More >>

Pemprov Mutasi 172 Pejabat

SABTU, 10-03-2012

Pejabat Baru Jangan Ada Korup
MAKASSAR, -- Sebanyak 172 pejabat Eselon III dan IV lingkup Pemerintah Provinsi Provinsi (Pemprov) Sulsel dilantik, Jumat (9/3).
Dari 172 pejabat tersebut, diantaranya 32 pejabat eselon III dan eselon IV sebanyak 140 orang.
Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, mutasi merupakan suatu proses yang sudah biasa dilakukan. Namun, yang terpenting adalah pejabat yang dilantik harus bertanggung jawab kepada semua masalah dan memahami tugas pokok dan fungsinya untuk melaksanakan tugas-tugas yang dihadapi.
"Jabatan itu pemberian Tuhan dan datang dari diri sendiri, jadi syukuri apa yang ada. Orang yang tidak bahagia, meskipun jabatannya tinggi,itu karena dia tidak pandai bersyukur dan berterima kasih, " katanya usai melantik pejabat eselon III dan IV.
Jabatan, kata Syahrul, bukan sekedar Surat Keputusan (SK) saja. Tetapi, jabatan merupakan tugas dan amanah dari Tuhan yang diberikan untuk dipertanggung jawabkan kepada-Nya. Olehnya itu, lanjut mantan Bupati Gowa dua periode ini, Jaga amanah tersebut sebagai kewajiban dan pertanggungan secara moral ke Tuhan. "Ingat, tidak ada tugas tanpa risiko.
Pejabat harus sadar fungsi dan tugas. Jangan korupsi. Satu saja pejabat yang korup, maka itu akan jadi sumber kesalahan pemerintah," tegas Syahrul.
Pejabat yang korupsi menurut Syahrul akan berhadapan dengan hukum.
Syahrul menambahkan, tak ada alasan bagi para pejabat di Sulsel untuk berkompetisi dengan baik untuk mendapatkan prestasi yang terbaik. Karena saat ini, kata Syahrul, Sulsel saat ini mengalami perkembangan pesat.
"Dan  semuanya atas kerjasama semua pihak. Termasuk para staf dan pejabat pemprov," kata Syahrul.
Pemerintahan yang baik, kata Syahrul, adalah pemerintah yang kuat, tangguh, melayani dan memperhatikan kesejahteraan rakyat serta tidak mementingkan diri sendiri.
" Tidak ada provinsi yang melampaui Sulsel. Semua ini atas kerjasama seluruh pihak, " ungkapnya. Diketahui, pejabat eselon III dan IV yang dilantik ini diwakili oleh Kepala Bidang (Kabid) Pengusaha Hutan Dinas Kehutanan Pemprov Sulsel, Andi Tonra Salie, Kasubag Tata Usaha Dinas Kehutanan, Al Fosiana Rumaropen dan Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Perindag Sulsel, Muhammad Hatta serta Kasubag BKKBN Sulsel, Meisy S. B. Papayunga.
Pelantikan itu berlangsung diruang pola kantor Gubernur Sulsel ini dihadiri oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Andi Muallim, para pejabat Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Pemprov Sulsel.

Read More >>

Jumat, 09 Maret 2012

Dua Perusahaan Korsel Siap Investasi di Sulsel



MAKASSAR – Dua perusahaan besar asal Korea Selatan (Korsel) menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi di Sulsel.Kedua perusahaan tersebut adalah Asia Agriculture yang ahli dalam industri pembuatan alat-alat pertanian,serta perusahaan automotif ternama di Korsel, Daewoo Factory atau KIA Motor.


Hal ini diungkapkan oleh kedua pimpinan perusahaan tersebut saat menerima kunjungan rombongan Pemprov Sulsel yang dipimpin Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Korsel,pekan ini. Presiden Asia Technology (ATC) Co Ltd Dr Shin Gil Kim mengungkapkan, 80% komponen yang dibuat merupakan produksi sendiri dari pabrik yang berdiri sejak 1962.Komponen lainnya menggunakan merek lain,seperti Honda. Hal ini untuk menunjang kelengkapan mesin produksi ATC yang kini sudah tersebar di negara-negara Asean.

Kim juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemprov Sulsel yang telah memerlihatkan kesungguhan dalam menjajaki kerja sama dengan pihaknya. Dia berjanji akan membantu mewujudkan mekanisasi pertanian di Sulsel, sekaligus menyampaikan kesiapannya untuk mendirikan pabrik mesin pertanian di daerah ini. Selain untuk melihat langsung proses perakitan dan pembuatan mesin alat-alat pertanian, Syahrul juga telah menandatangani nota kesepahaman untuk kerjasama mekanisasi pertanian.

Syahrul secara khusus bertandang ke Negeri Ginseng tersebut sejak pekan lalu, untuk melihat secara langsung salah satu pabrik terbesar di Korea yang memproduksi hand tractor dan mesin pertanian lainnya. Dalam pertemuan tersebut, Syahrul menyampaikan gambaran tentang kondisi pertanian di Sulsel.Di mana dalam tiga tahun terakhir telah memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Khususnya, pertumbuhan ekonomi mencapai 8,64% yang tertinggi di Indonesia.

Selain itu, kata Syahrul, Sulsel masih mengunggulkan di sektor pertanian, sehingga sangat tepat jika ATC bersedia mendirikan pabrik di Sulsel. Bahkan Syahrul berjanji membantu pemasarannya,khususnya di 14 provinsi di kawasan timur Indonesia (KTI) yang juga menjadi daerah tujuan pasokan beras dari daerah ini. Direktur Operasi PT KIA Motor Jae Won Uhm menyampaikan keinginannya untuk menjajaki kerjasama dalam memproduksi mobil nasional Moko yang selama ini diproduksi di Sulsel.

Dalam produksi mobil tersebut, kata Won,khusus bentuk assembling dibutuhkan sedikitnya 2.500 komponen untuk merakit satu unit mobil. ”Mereka akan mengkaji apa yang dapat dikerjasamakan guna mendukung perakitan mobil Moko di Sulsel,” kata Kadisperindag Sulsel Irman Yasin Limpo yang mendampingi Syahrul selama di Korsel.

Read More >>

Pemprov Sulses Alokasikan Dana Bansos Rp 26 Miliar

Jumat, 9 Maret 2012 


 MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam tahun 2012 mengalokasikan anggaran bantuan sosial (Bansos) senilai Rp 26 miliar yang diperuntukkan bagi lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi masyarakat.
Pencairan dana bansos belum bisa dilakukan karena peraturan gubernur (Pergub) sebagai payung hukum belum terbit.
Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Sulsel, Agustinus Appang menjelaskan penyaluran dana bansos harus tetap mengacu pada Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial dari APBD.
Aturan tersebut telah ditindaklanjuti dengan penerbitan Pergub Sulsel Nomor 77 Tahun 2011. Hanya saja, dalam pergub tersebut masih sebatas mekanisme dan persyaratan penerima bansos. Belum tercantum nama-nama LSM, OKP dan Ormas di Sulsel yang berhak menerima aliran dana bansos.
Data Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Sulsel menyebutkan proposal permintaan bantuan dari LSM dan Ormas mencapai ratusan. Hingga kini masih tahap verifikasi, utamanya jenis kegiatan dan alamatnya.
"Sudah ada ratusan yang mendaftar tapi masih kami verifikasi jenis kegiatan dan alamat yang bersangkutan untuk meminimalisir penyalahgunaan dana bantuan sosial," kata Agustinus, Jumat (9/3/2012).
Ia menjelaskan, sampai saat ini BPKD Sulsel belum pernah mencairkan dana bantuan sosial di Tahun 2012. Ia berharap, LSM dan Ormas dapat memahaminya karena mekanisme penyalurannya yang diperketat.
Untuk indikasi penyalahgunaan dana bantuan sosial tahun 2008 lalu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikannya ke aparat penegak hukum.
Read More >>

Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV Lingkup Pemrov Sulsel

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawsi Selatan, H. A. Muallim, mengambil sumpah dan melantik kurang lebih 130 Pejabat Eselon III dan IV Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat, 9 Maret 2012. Acara ini dihadiri para Pejabat Struktural beserta Staf Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Gubernur dalam sambutannya mengatakan bahwa mutasi jabatan adalah sebuah kewajiban yang harus dilakukan dan sudah melalui prosedur dimana jabatan adalah penilaian dari Tuhan yang diberi amanah  untuk bertanggung jawab dalam mengemban tugas yang diberikan. Jabatan itu datangnya dari diri sendiri dan kalau tidak bisa dijaga tentunya dengan sendirinya jabatan itu bisa pergi dan sumber kebahagiaan adalah termasuk jabatan. Oleh karena itu kunci keberhasilan seorang pejabat adalah kepedulian terhadap tugas-tugas yang diemban, kepedulian terhadap rakyat dan ketaatan pada aturan dalam hukum dan seorang pejabat harus memahami hirarki pemerintahan mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten kota.
Pejabat yang baru dilantik adalah pejabat pemerintah yang betul-betul bertanggung jawab kepada semua masalah dan memahami tugas pokok dan fungsinya dengan ketulusan, kemauan dalam melaksanakan tugas-tugas yang dihadapi.  Jabatan itu bukan sekedar surat keputusan saja tapi jabatan itu adalah tugas pada lembaga pemerintah yaitu bertanggung jawab kepada provinsi, Negara dan kepada seluruh warga masyarakat Sulawesi Selatan. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang kuat tangguh, memperhatikan kesejahteraan rakyat, melayani dan tidak mementingkan diri sendiri dan bisa bekerja sama dengan semua pihak.

Read More >>

Delapan Daerah Terpencil Kebagian Listrik

Jumat, 09 Maret 2012 

MAKASSAR,  -- Persoalan listrik di Sulsel, khususnya di sejumlah daerah terpencil dalam waktu dekat bisa teratasi. Tahun ini, pusat melalui APBN mengalokasikan anggaran Rp16,6 miliar dana untuk program elektifikasi daerah terpencil.

Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel, Salim AR, saat ekspose program SKPD 2012 di ruang media center, Kamis, 8 Maret mengatakan, ada tiga jenis elektrifikasi untuk daerah terpencil ini yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat, dan hibrid PLTS dan PLT Bayu atau perpaduan tenaga surya dan angin.

Untuk PLTMH akan dibangun di Luwu Utara dengan daya 30 KW. Anggarannya Rp1,2 miliar. Sedangkan PLTS Terpusat akan dibangun di lima daerah terpencil yakni di Luwu Timur, Pangkep, Selayar, Takalar, serta Luwu Utara. Kapasitas masing-masing 15 KW. "Anggarannya Rp2,2 M per daerah," katanya.

Khusus Hibryd PLTS dan PLT Bayu, Salim mengatakan akan dibangun di Takalar dan Pangkep. Daya masing-masing juga 15 KW. "Anggarannya juga Rp2,2 M," katanya.

Tahun 2012 ini, Dinas ESDM Sulsel juga melaksanakan berbagai program. Termasuk pemetaan dan penyelidikan sumber daya mineral dan batu bara, serta pemetaan geologi kars. "Kita juga akan melakukan penertiban pertambangan tanpa izin dan pembinaan pengusaha pertambangan," ujarnya. 


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120308192502-delapan-daerah-terpencil-kebagian-listrik'
Read More >>

Delapan Daerah Terpencil Kebagian Listrik

Jumat, 09 Maret 2012 

MAKASSAR,  -- Persoalan listrik di Sulsel, khususnya di sejumlah daerah terpencil dalam waktu dekat bisa teratasi. Tahun ini, pusat melalui APBN mengalokasikan anggaran Rp16,6 miliar dana untuk program elektifikasi daerah terpencil.

Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel, Salim AR, saat ekspose program SKPD 2012 di ruang media center, Kamis, 8 Maret mengatakan, ada tiga jenis elektrifikasi untuk daerah terpencil ini yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpusat, dan hibrid PLTS dan PLT Bayu atau perpaduan tenaga surya dan angin.

Untuk PLTMH akan dibangun di Luwu Utara dengan daya 30 KW. Anggarannya Rp1,2 miliar. Sedangkan PLTS Terpusat akan dibangun di lima daerah terpencil yakni di Luwu Timur, Pangkep, Selayar, Takalar, serta Luwu Utara. Kapasitas masing-masing 15 KW. "Anggarannya Rp2,2 M per daerah," katanya.

Khusus Hibryd PLTS dan PLT Bayu, Salim mengatakan akan dibangun di Takalar dan Pangkep. Daya masing-masing juga 15 KW. "Anggarannya juga Rp2,2 M," katanya.

Tahun 2012 ini, Dinas ESDM Sulsel juga melaksanakan berbagai program. Termasuk pemetaan dan penyelidikan sumber daya mineral dan batu bara, serta pemetaan geologi kars. "Kita juga akan melakukan penertiban pertambangan tanpa izin dan pembinaan pengusaha pertambangan," ujarnya. 



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120308192502-delapan-daerah-terpencil-kebagian-listrik'
Read More >>

Kamis, 08 Maret 2012

Investasi Asing Ditarget USD100 Juta


Kamis, 08 Maret 2012

MAKASSAR– Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel menargetkan realisasi Penanaman Modal Asing di daerah ini mencapai USD100 juta hingga akhir 2012.


Sementara, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) ditargetkan Rp5 triliun. Terget tersebut dinilai realistis mengingat iklim investasi Sulsel sekarang ini tengah mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dikeluarkan BKPM RI, hingga triwulan ke- IV 2011 lalu Sulsel mencatatkan pemasukan PMA sebesar USD98,5 juta. Sedangkan untuk PMDN sebesar Rp3,9 triliun.

Kegiatan lain akan fokus dilakukan pada kajian potensi penanaman modal adalah desiminasi kepada para pelaku ekonomi di Provinsi Banten dengan mempresentasikan potensi dan peluang investasi di Sulsel “PMDN kita optimis bisa mencapai Rp5 triliun,dan PMA dapat mencapai USD100 juta. Atau, kita usahakan sama dengan angka di 2011 lalu,” kata Kepala Bidang Promosi dan Investasi BKPMD Sulsel Sukarniaty Kondolele, kemarin. Untuk mencapai angka tersebut, pihaknya intensif mengikuti forum promosi bisnis investasi dengan badan, asosiasi, serta lembaga dan perusahaan di luar negeri.

“Selain itu, kita juga akan aktif melakukan pameran dan promosi yang lebih fokus pada sektoral yang menjadi skala prioritas kita,” bebernya. Sementara itu, Sekretaris BKPMD Sulsel Suswati memaparkan, 2012 ini pihaknya telah menggandeng beberapa lintas sektoral dalam peningkatan bisnis plan terhadap enam komoditi yang selama ini menjadi andalan di Sulsel. Masing-masing komoditi yang akan dijual tersebut yakni kakao, jagung, rumput laut, sapi, udang serta beras. 

Read More >>

Rp 358 M Untuk Pembangunan Desa di Sulsel

Kamis, 8 Maret 2012 
Makassar,--Pemprov Sulsel mendapat alokasi dana program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan untuk tahun 2012 sebesar Rp 358 miliar yang bersumber dari APBD Sulsel Rp 24,4 miliar dan APBN sebesar. Rp 333,6 miliar.

Alokasi dana tersebut diberikan untuk 24 kabupaten/kota di Sulsel kecuali Kota Makassar, Kota Parepare, Kota Palopo, dan Kabupaten Sinjai. Totalnya mencakup 236 kecamatan dan 2.308 desa/kelurahan.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sulsel, Andi Mangunsidi Masarappi mengatakan semua program dan kegiatan BPMPDK dimaksudkan sebagai penuntasan agenda VI pembangunan Sulsel pada RPJMD 2008-2013 yaitu agenda penguatan kelembagaan masyarakat.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/03/08/rp-358-m-untuk-pembangunan-desa-di-sulsel
Read More >>

ATC Siap Bantu Pertanian Sulsel

KAMIS, 08 MARET 2012 

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan rombongan meninjau langsung lapangan  pabrik mesin alat pertanian PT Asia Techno­logy, salah satu pabrik terbesar di Korea yang memproduksi hand tractor dan mesin pertanian lainnya.
Rombongan diterima langsung President ATC’(Asia Technology Co,Ltd) Dr Shin Gil Kim didampingi Manager Director Mr Kim Young Pil, serta sejumlah direksi perusahaan ATC yang terletak didaerah Seocho-Gu, sekitar 250 km dari kota Seoul Korea.
Mr Kim menyampakan penghargaan dan terima kasih karena Pemprov Sulsel telah memperlihatkan kesungguhan dalam menjajaki kerja sama dan berjanji akan membantu mewujudkan mekanisasi pertanian di Sulsel, sekaligus menyampaikan kesiapannya untuk mendirikan pabrik mesin pertanian.
Gubernur dalam kunjungan itu, selain melihat langsung proses perakitan mesin alat-alat pertanian, juga telah menandatangani nota kesepahaman untuk kerja sama mekanisasi pertanian di Sulsel.
Syahrul dalam penggambarannya tentang kondisi daerah Sulsel mengatakan, dalam tiga tahun terakhir  telah memperlihatkan peningkatan yang signifikan. Khususnya pertumbuhan ekonomi mencapai 8,64 persen yang tertinggi di Indonesia.
Selain itu, Sulsel masih mengunggulkan di sektor pertanian, sehingga sangat tepat jika ATC bersedia mendirikan pabrik di Sulsel. Bahkan SYL akan membantu pemasarannya khususnya di 14 provinsi kawasan timur Indonesia.
Sulsel, katanya, telah kelebihan produksi beras dengan capaian 2 juta ton per tahun, juga jagung telah mencapai 1.5 juta ton per tahun. SYL bahkan berjanji akan memberi kemudahan dalam memanamkan modalnya di Sulsel.
Pada kesempatan kunjungan di Korea, Gubernur SYL memenuhi undangan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia yang berkuasa penuh untuk Korea. SYL diterima langsung Dubes Nicholas T Dammen beserta ibu di wisma Duta KBRI Seoul Korea.
Dubes Nicholas menyambut baik kunjungan Pemprov Sulsel seraya bernostalgia karena dubes yang juga berasal dari daerah Toraja namun kariernya lebih banyakdi kementerian luar negeri dan telah tiga tahun menjabat sebagai dubes di Korea.
Dubes Nicho menyampaikan apreasiasinya terhadap kepemimpinan SYLyang banyak muncul di berbagai media terhadap perkembangan pembangunan daerah Sulsel.
“Saya bangga dan mengikuti perkembangan itu,” katanya seraya menggambarkan bahwa jumlah TKI yang terdaftar di KBRI Korea sebanyak 37 ribu orang.
Jumlah ini cukup besar dan pada umumnya adalah tenaga skill yang telah melalui program G to G dan masih ada sekitar 5.000 orang yang ilegal (telah habis masa kontraknya) dan tetap dipantau.
Dilaporkan kepada SYL bahwa di Korea telah ada paguyuban warga Sulsel. Mahasiswa yang menempuh pendidikan atau pertukaran pelajar di bidang sosial budaya ada sekitar 600 mahasiswa.
Gubernur SYL menyampaikan terima kasihnya atas penerimaan dan jamuan makan malam oleh dubes, sembari mengemukakan perkembangan daerah bahwa apa yang diraih adalah akumulasi dari kegiatan seluruh masyarakar Sulsel bahkan dukungan dari duta besar.
SYL juga mengemukakan keheranannya/keharuannya karena di saat mengunjungi salah satu Mall di pusat Kota Seoul (Mall GUan Do). ada sejumlah orang meneriakkan yel, yel. “‘Don’t  Stop Komandan.”’
Setelah salam-salaman ditelusuri sebagian besar adalah pekerja dan mahasiswa yang belajar di Korea. 
Read More >>

Sulsel Target PMDN Tembus Rp5 T

Kamis, 08 Maret 2012 

PMA USD100 Juta 
MAKASSAR, -- Laporan makro ekonomi Sulsel cukup menarik bagi investor. Itu juga yang menjadi dasar bagi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel mematok target PMDN dan PMA tinggi.

Untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tahun ini BKPMD menargetkan mencapai Rp5 triliun. Sedangkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) diharapkan dapat mencapai 100 juta dolar AS.

Sekretaris BKPMD Provinsi Sulsel Susiwati Rabu 7 Maret, mengatakan, realisasi investasi PMDN dan PMA pada 2011 masing-masing mencapai Rp3,9 triliun dan USD89 juta. Angka ini masih bisa bergerak jika stabilitas pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di atas digit 7 persen.

"Selama lima tahun terakhir, PMDN terus mengalami peningkatan terutama pada satu tahun terakhir. Pada 2007, realisasi PMDN sekitar Rp1 triliun kemudian pada 2011 hampir mencapai Rp4 triliun. Sedangkan PMA pertumbuhan kadang naik kadang turun," jelasnya.

Sejumlah sektor yang mendominasi penanaman modal tersebut adalah pertambangan, perdagangan, industri makanan, listrik serta jasa dan perhotelan. "Minimal target realisasi investasi 2012 sama dengan 2011. Ada penurunan dalam volume, namun nilai investasi bertambah," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Promosi dan Investasi BKPMD Sulsel Sukarniaty Kondolele, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai.

Sejumlah upaya akan dilakukan mengejar target tersebut diantaranya mendorong kerja sama investasi baik melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta para pengusaha dari provinsi lain seperti yang telah dilakukan dengan Provinsi Kepulauan Riau.

Hasil pertemuan bisnis yang digelar bersama Kadin Sulsel pada Oktober 2011 tersebut mengemuka ide untuk mengkaji rute penerbangan Makassar-Batam dan peluang kerja sama perdagangan komoditas pertanian dan perkebunan seperti beras, ikan, sayur dan coklat dari Sulsel ke Batam. "Upaya lain dilakukan adalah meningkatkan pertemuan bisnis atau forum-forum promosi investasi dengan badan, asosiasi, lembaga dan pihak terkait lainnya. Kemudian, keikutsertaan pada pameran akan lebih difokuskan secara sektoral sesuai skala prioritas," bebernya.


Read More >>

Rabu, 07 Maret 2012

Pergub CSR Sulsel Terbit 2012

Rabu, 07 Maret 2012 

Makassar  - Peraturan Gubernur (Pergub) Sulawesi Selatan (Sulsel) tentang kerja sama pengelolaan dana "Coorporate Social Responsibility" (CSR) ditargetkan terbit tahun ini.

Sekretaris Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Sulsel Susiwati di Makassar, Rabu, menjelaskan, sebelum diterbitkan masih perlu dilakukan dua hingga tiga kali pertemuan dengan sejumlah pihak untuk mengkaji konsep awal kerja sama pengelolaan CSR.

"Akan ada pertemuan lanjutan untuk mengkaji konsep bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulsel, perusahaan, sebelum dibuatkan pergub-nya," katanya. 
Lebih jauh, ia menjelaskan, konsep awal kerja sama pengelolaan CSR akan disesuaikan dengan program pembangunan pemerintah seperti di bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.
Misalnya, pemerintah memiliki program perbaikan jalan sepanjang satu kilometer, 500 meter diantaranya akan ditangani oleh pemerintah sementara 500 meter lainnya akan dikerjasamakan dengan perusahaan melalui program CSR-nya.

Menurutnya, potensi dana CSR di Sulsel sangat besar, hanya saja pengelolaannya belum merata. "Sebenarnya sangat besar dan jika rutin pasti ada program yang dapat selesai," ujarnya. Dengan adanya pergub, diharapkan pengelolaan CSR di Sulsel menjadi lebih merata dan tepat sasaran.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37026/pergub-csr-sulsel-terbit-2012
Read More >>

Pemprov Evaluasi Kinerja Guru

RABU, 07 MARET 2012 


MAKASSAR,  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menggandeng Universitas Indonesia Makassar (UIM) untuk melakukan evaluasi kinerja guru setelah adanya sertifikasi yang dikeluarkan pemerintah.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel, Idrus Hafid, mengatakan, pihaknya sengaja menggandeng UIM dalam evaluasi tersebut karena UIM bukan perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi guru.
“Ini sebagai upaya agar dalam evaluasi ini, yang menilai tetap netral, karena UIM tidak masuk sebagai penyelenggaran sertifikasi guru. Jadi, ini metodenya adalah studi kasus dari masukan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGRI) dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sulsel,” kata Idrus Hafid, di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 6 Maret.
Studi kasus ini, kata dia, untuk mengevaluasi kinerja guru setelah menerima sertifikasi dan telah menjadi salah satu program prioritas pada 2012.
“Parameter yang telah ditetapkan dalam studi kasus ini di antaranya kualitas guru dalam mengajar anak didiknya dan jalur guru dalam memperoleh sertifikasinya.Sementara jalur sertifikasi guru itu kan ada yang melalui pelatihan satu minggu ada juga sampai tiga atau empat bulan,” terangnya.
Selain itu, masih kata dia, masih ada parameter lain yang akan digunakan dalam studi kasus tersebut adalah guru mana yang menerima sertifikasi apakah guru kelas atau guru bidang studi.
Diketahui sebelumnya, berdasarkan dari data PGRI, secara keseluruhan total jumlah guru yang ada Sulsel sebanyak 83 ribu orang, dan 23 ribu orang di antaranya telah disertifikasi. 
Read More >>

Target PMDN Sulsel 2012 Rp5 Triliun

Rabu, 07 Maret 2012 

Makassar - Target Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) diharapkan mencapai Rp5 triliun pada 2012.

Kepala Bidang Promosi dan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Provinsi Sulsel Sukarniaty Kondolele, di Makassar, Rabu, menyatakan, pihaknya optimistis target tersebut dapat tercapai.

Sedangkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) diharapkan dapat mencapai 100 juta dolar AS. "Minimal target realisasi investasi 2012 sama dengan 2011," ujarnya.

Sejumlah upaya yang dilakukan untuk mengejar target tersebut diantaranya dengan lebih banyak mendorong kerja sama investasi dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta para pengusaha dari provinsi lain seperti yang telah dilakukan dengan Provinsi Kepulauan Riau.

Hasil pertemuan bisnis yang digelar bersama Kadin Sulsel pada Oktober 2011 tersebut mengemuka ide untuk mengkaji rute penerbangan Makassar-Batam dan peluang kerja sama perdagangan komoditas pertanian dan perkebunan seperti beras, ikan, sayur dan coklat dari Sulsel ke Batam.

Upaya lain yang akan dilakukan adalah meningkatkan pertemuan bisnis atau forum-forum promosi investasi dengan badan, asosiasi, lembaga dan pihak terkait lainnya. Kemudian, keikutsertaan pada pameran akan lebih difokuskan secara sektoral sesuai skala prioritas.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Sekretaris BKPMD Provinsi Sulsel Susiwati, realisasi investasi PMDN dan PMA pada 2011 masing-masing mencapai Rp3,9 triliun dan 89 juta dolar AS.

"Selama lima tahun terakhir, PMDN terus mengalami peningkatan terutama pada satu tahun terakhir. Pada 2007, realisasi PMDN sekitar Rp1 triliun kemudian pada 2011 hampir mencapai Rp4 triliun. Sedangkan PMA pertumbuhan kadang naik kadang turun," jelasnya.

Sejumlah sektor yang mendominasi penanaman modal tersebut adalah perdagangan, industri makanan, listrik serta jasa dan perhotelan.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37016/target-pmdn-sulsel-2012-rp5-triliun
Read More >>

Bulog Sulsel Targetkan 1.000 Ton Beras

Rabu, 07 Maret 2012 


Makassar  - Perum Bulog Divisi Regional Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan produksi beras hingga 1.000 ton per hari, menyusul perkiraan akan terjadinya panen raya sejumlah daerah di Sulawesi Selatan pada akhir Maret dan awal April 2012.

"Target 1.000 ton produksi beras per harinya itu cukup realistis karena Sulsel ini merupakan salah satu wilayah penyangga pangan di Indonesia," ujar Kepala Perum Bulog Divre Sulsel Tommy S Sikado di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan, pencanangan target 1.000 ton per harinya itu juga dilandasi akan dilaksanakannya panen raya pada akhir Maret dan awal April.

Apalagi pada tahun ini juga didasari rata-rata penyerapan beras Bulog Sulsel sejak awal Januari yang mencapai 1.000 ton per hari. 
Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat tatkala kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) mulai berlaku. 
Selama ini HPP beras Rp5.600 per kilogram, lebih rendah dari harga yang ditawarkan pedagang sebesar Rp6.000 per kilogramnya.

Selain itu, Provinsi Sulawesi Selatan juga ditugasi memberikan kontribusi sebanyak 460 ribu ton beras untuk memenuhi target surplus 10 juta ton beras nasional pada 2012.

"Beras secara nasional kita dapat penugasan hampir sekitar 460 ribu ton tahun ini melalui penyerapan Bulog Divisi Regional VII Sulsel untuk mendukung target surplus beras nasional 10 juta ton," kata Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang beberapa saat lalu.

Seperti diketahui, pada 2012, angka produksi beras nasional diharapkan mencapai 72 juta ton dengan target surplus 10 juta ton.

Provinsi Sulsel, lanjutnya, diharapkan mampu berkontribusi melebihi jumlah tersebut asalkan Bulog membeli dengan harga yang sama dengan harga yang berlaku di pasar.

"Problemnya stok nasional itu bukan karena ketidakmampuan tapi kemauan pusat. Hentikan dulu memikirkan impor beras karena kalau kita berpikir impor pasti diversifikasi pangan tidak jalan. Kalau kita tidak berpikir impor, diversifikasi pangan pasti jalan, kita terpacu untuk meningkatkan produksi," jelasnya.

Menurutnya, kondisi saat ini telah jauh berbeda karena produksi komoditas pangan alternatif selain beras baik secara kuantitas maupun kualitas telah mengalami kemajuan.

"Dulu kita takut karena produksi jagung misalnya belum bagus, makanan alternatif sekarang sudah diolah dengan sangat bagus seperti "kapurung" (makanan tradisional terbuat dari sagu)," katanya.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/37008/bulog-sulsel-targetkan-1000-ton-beras
Read More >>

Permintaan Udang Sulsel Capai 300 Ton

Rabu, 07 Maret 2012

Makassar - Permintaan pasar dalam negeri terhadap udang khususnya jenis vannamei dari sulsel cenderung mengalami peningkatan yang hingga akhir Januari 2012 mencapai 300 ton.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Johannes Tango di Makassar, Selasa, mengatakan, rata-rata pembeli merupakan perusahaan-perusahaan besar asal Surabaya, Jawa Timur.

Kecenderungan peningkatan permintaan udang vannamei Sulsel oleh pasar dalam negeri ikut mendorong penurunan volume ekspor udang.

Peningkatan transaksi udang vannamei ini terjadi karena kenaikan harga yang berlaku di pasar dalam negeri yakni sebesar Rp3.000-Rp5.000 per kilogramnya.

Sehingga para pembudidaya memilih menjualnya di dalam negeri ketimbang ke luar negeri. "Karena harganya lebih tinggi jadi punya nilai lebih bagi para pembudidaya," ujarnya.

Pada 2012, produksi udang Sulsel ditargetkan mencapai 30 ribu ton. Target tersebut terdiri atas tiga jenis yakni udang windu 21.523 ton, vannamei 5.986 ton dan udang lainnya 3.205 ton.

Udang, kata dia, merupakan salah satu komoditas yang berkontribusi besar terhadap ekspor Provinsi Sulsel yakni mencapai 60 persen.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36978/permintaan-udang-sulsel-capai-300-ton
Read More >>

Sulsel Miliki Rumah Kemasan Produk Perikanan

Rabu, 07 Maret 2012

Makassar  - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), selain Jawa Barat dan Jakarta yang akan memiliki rumah kemasan produk perikanan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

"UKM tidak perlu kemana-mana lagi untuk mengemas produk-nya. Misalnya, ikan yang dibuat dengan jenis produk ikan asap akan dikemas lebih baik supaya bisa lebih menarik untuk masuk ke supermarket," kata Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel Johanes Tanggo di Makassar, Selasa.

Rumah kemasan yang rencananya akan dibangun di Kota Makassar tersebut merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan jumlah anggaran sekitar Rp5,4 miliar.

Rumah tersebut, lanjutnya, akan dilengkapi fasilitas seperti mesin cetak untuk membuat kemasan produk-produk olahan seperti garam, ikan dan produk olahan lainnya di Sulsel.

"Target utamanya untuk memperkenalkan produk lokal dari UKM agar nilai tambahnya semakin meningkat seperti produk olahan ikan mulai dari terasi, ikan asap, pindang, kerupuk termasuk olahan garam," jelasnya.

Menurutnya, pembangunan rumah kemasan telah diajukan sejak 2011 dan baru dapat berjalan pada 2012. "Bangunannya sekarang sementara dikerjakan dan ditargetkan rampung akhir 2012," jelasnya.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36979/sulsel-miliki-rumah-kemasan-produk-perikanan
Read More >>

Pengadaan Bibit Kakao Sulsel Dianggarkan Rp6 Miliar

Rabu, 07 Maret 2012

Makassar  - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar dalam APBD 2012 untuk pengadaan 550 ribu bibit kakao bagi petani.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel Burhanuddin Mustafa di Makassar, Selasa, menjelaskan, bibit tersebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan petani serta bagi petani yang tidak tersentuh program Gerakan Nasional Peningkatan Mutu Kakao (Gernas Kakao) 2012.

Sementara itu, pada tahun ini Provinsi Sulsel memperoleh alokasi anggaran Gernas Kakao sebesar Rp19,4 miliar. 
Dari total anggaran tersebut, pihaknya mengalokasikan Rp8,1 miliar untuk peremajaan kakao di atas lahan seluas 1.000 hektare yakni di Kabupaten Luwu, Soppeng, Luwu Utara dan Bulukumba. Kemudian sisanya akan dimanfaatkan untuk rehabilitasi dan intensifikasi.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah anggaran Gernas Kakao memang mengalami penurunan namun menurutnya penurunan anggaran tersebut tidak akan berpengaruh pada produksi karena bibit kakao yang ditanam sepanjang 2009 hingga 2010 telah memasuki masa panen.

Pada 2011, produksi kakao Sulsel mencapai 192 ribu ton dan tahun ini ditargetkan meningkat 8.000 ton hingga 200 ribu ton.
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/36995/pengadaan-bibit-kakao-sulsel-dianggarkan-rp6-miliar
Read More >>

Pemaparan Rencana Kerja SKPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan  untuk meningkatkan produksi udang di Sulawesi Selatan sepajang tahun 2012, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan  Prov. Sulsel, Yohanes Tanggo mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya agar nilai produksi udang bisa mengalami peningkatan yang setinggi-tingginya. Kita target 2012 ini sekitar 30.174 ton, nanti pada tahun 2013 berharap bisa mencapai sekitar 33.200 ton target, demikian disampaikan saat  pemaparan rencana kerja anggaran tahun 2012 di Kantor Gubernur Sulsel,  Selasa 6 Maret 2012 di Makassar.
Dari semua hasil tambak, nilai jual udang di sebutnya lebih tinggi dari hasil tambak lainnya. Permintaan udang windu itu 80 persen untuk hasil tambak  karena konsumen lebih senang, dengan harga Rp 55 ribu perkilo. Sementara itu untuk daerah yang selama ini menjadi penyuplai udang di Sulsel, lebih banyak dari pantai barat, diantaranya, Maros,Pangkep, sampai Pinrang. Sementara dari pantai Timur yang masuk diantaranya Luwu, Bone dan Wajo. Kalau dipantai selatan ada juga misalnya daerah Takalar, Jeneponto,  Bantaeng dan Bulukumba.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Prov Sulsel,  Idrus Hafid mengatakan pihaknya akan melakukan studi  kasus untuk mengevaluasi kinerja guru setelah menerima sertifikasi dan itulah menjadi salah satu program prioritas Balitbangda tahun 2012. Adapun daerah yang menjadi sample studi kasus itu adalah Jeneponto, Palopo, Sidrap dan Makassar. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan untuk melakukan pengembangan desa mandiri pada 24 Kab/ Kota di Sulsel tahun 2012.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Prov Sulsel,  Asri Panarang dalam pemaparan rencana kerja tahun anggaran 2012 menargetkan untuk melakukan pengembangan desa mandiri pada 24 Kab/Kota di Sulsel tahun 2012 ini. Pengembangan ini merupakan salah satu kegiatan yang prioritas tahun ini. Tahun  2011 lalu desa yang masuk pembinaan desa mandiri adalah 106 desa pada 24 Kab/kota, tahun ini bertambah bertambah sebanyak 20 desa baru.
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan mengaku akan berupaya membangun kawasan budaya kota di Sulsel, sebab itu diharapkan akan ada sinergitas yang baik dengan Pemerintah Kota Makasar.  Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Prov Sulsel, Julianus B. Saleh mengatakan bahwa upaya itu akan menjadi kegiatan dari kawasan srategi pengembangan pariwisata. Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Prov.Sulsel, Syukri Mattineta menjelaskan sejauh ini total kawasan hutan lindung di beberapa daerah di Sulsel yang bermasalah diharapkan bisa secepatnya diselesaikan sebab sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Makanya diminta pemerintah daerah mengajukan permohonan ke Menteri Kehutanan.

Read More >>

Selasa, 06 Maret 2012

Daewoo Siap Bantu Moko

SELASA, 06 MARET 2012 


PT KIA Motor (Daewoo Factory) menyatakan keinginannya untuk berinvestasi di Sulawesi Selatan melalui kerja sama dengan Pemprov Sulsel dalam upaya memproduksi massal mobil Moko yang sebelumnya dilaunching Pemprov Sulsel.
Keinginan itu diungkapkan Direktur Operasi PT KIA Motor (Daewoo Factory), Mr Jae Won Uhm, saat bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL), di Seoul, Korea Selatan, Senin, 5 Maret.
Dia mengatakan, Daewoo siap bekerjasama dengan Moko dalam bentuk assemblyng yakni kerja sama perakitan.
“Untuk merealisasikan kerja sama ini, kami butuh 2.500 komponen untuk merakit sebuah mobil. Untuk langkah awal, kita akan mengkaji dulu apa yang menjadi kebutuhan kami dalam kerja sama ini,” ujar Jae Won Uhm.
Gubernur SYL yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperin­dag) Sulsel Irman Yasin Limpo menyampaikan apresiasinya yang sedalam-dalamnya atas kesediaan Daewoo untuk bekerjasama dengan Pemprov Sulsel dalam memproduksi mobil nasional di Sulsel.
“Jika ini bisa terealisasi, maka yakin saja ekonomi di Sulsel akan semakin meng­geliat yang pada gilirannya akan menjadikan rakyat sejahtera,” kata Syahrul.
Di Seoul, rombongan SYL bukan hanya ke Daewoo, tapi juga melakukan kunjungan dan rapat terbatas dengan PT Asia Agricultul untuk menjajaki kerja sama produksi alat atau mesin pertanian.
Managing Director PT Asia Agricultul Mr Kim Young Pil didampingi Direksi PT Dymsco yang khusus meproduksi mesin pertanian, di ruang meeting lantai 33 Regus Tower Seoul Korea, memaparkan, usaha yang dipimpinnya bergerak di bidang Pertanian yang berlokasi di Sangon.
Dia mengungkapkan, me­sin pertanian yang diproduksi­nya sudah banyak beredar dan digunakan di negara Asean. Ia sangat terkesan dengan indonesia karena masyarakatnya sangat ramah dan lebih khusus di Sulawesi Selatan.
Salah satu yang berkesan yakni kondisi keamanan daerah, sehingga pihaknya sangat tertarik untuk berinvestasi di Sulsel. Kim juga  menawarkan produk seperti hand tractor yang telah diproduksi dan beroperasi sejak tahun 1962. Di Asean, hand tractor ini juga banyak yang menggunakannya.
“Kami sangat berminat dan tertarik bekerjasama dengan Pemerintah Sulsel, dalam waktu dekat kita akan ber­investasi di Sulsel,” tegasnya.
Sementara itu, dua bupati yang menyertai kunjungan Gubernur SYL di Korea Selatan, yakni Bupati Barru A Idris Syukur dan Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid sepakat dan menjamin akan menyiap­kan lahan jika dibutuhkan oleh PT Asia Agriculture.
Sementar itu, SYL meyambut baik ajakan Mr Kim seraya memberi gambaran kondisi daerah Sulsel yang saat ini merupakan daerah pemasok hasil pertanian terbesar di Indonesia, khususnya beras.
Produksi beras di Sulsel sudah overstock dan mampu melayani kebutuhan beras di 14 provinsi di Indonesia bagian timur.  SYL juga mengemuka­kan sekilas potensi daerah Sulsel yang pertumbuhan ekonominya berada di atas rata-rata nasional.
Sulsel sebagai salah satu daerah di Indonesia yang sangat layak untuk tempat berinvestasi dan itu mendapat pengakuan pemerintah. SYL juga meyampaikan bahwa kami bukan cuma mau membeli, namun mengajak PT Asia Agricultur untuk berinvestasi di Sulsel dengan membangun alat-alat pertanian.
“Karena itu, yang kami butuhkan dan menjamin akan memberi kemudahan dalam menanamkan modalnya. Kami kami akan membatu memasarkan di Indonesia,” katanya.
Mr Kim menambahkan, pihaknya segera membuat nota kesepahaman (MoU) sebagai bukti keseriusan untuk ber­investasi di Sulsel.
Read More >>