Minggu, 06 Mei 2012

Jumlah SKPD Akan Dipangkas


Minggu, 06 May 2012
MAKASSAR– Reformasi birokrasi yang sedang digulirkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI akan bermuara pada perampingan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak terkecuali di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pemerintahan Umum I Made Suwandy mengemukaan, hasil analisa Kemendagri menunjukkan jika SKPD di Indonesia terlalu gemuk dan cenderung boros anggaran. Dia membandingkan jumlah kabinet di Jepang yang hanya 17. Sementara, di Indonesia memiliki 34 kementerian, 26 lembaga nonkementerian, serta 88 non struktural. Khusus di Pemprov Sulsel terdapat 67 SKPD dan di Pemkot Makassar sebanyak 57 SKPD.

“Kalau terlalu banyak lembaga pemerintahan, anggaran tidak akan efektif. Karena banyak (lembaga) yang bagi-bagi. Yang terjadi sekarang pemerintah daerah berlomba-lomba membuat SKDP untuk menambah pegawai,” katanya saat menjadi nara sumber dalam Seminar Nasional Pemerintah Indonesia dan Temu Nasional Purna Praja 01 Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Makassar,kemarin. Karena itu,dia meminta kepada pemerintah daerah untuk untuk berani merampingkan SKPD yang tumpang tindih dengan lembaga lainny dan mempercepat moratorium penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS).Kedua hal ini menjadi sasaran utama reformasi birokrasi karena hanya menghambur- hamburkan anggaran.

“Birokrasi tradisional sudah harus ditinggalkan menjadi birokrasi modern. Sekarang bagaimana men-drive itu, agar pelayanan publik tidak sekedar terlaksana tetapi dirasakan oleh masyarakat.Yang banyak terjadi sekarang, jualan izin, jualan jabatan, ini semua yang akan kita potong,”jelasnya. Karena itu,I Made meminta kepada seluruh praja dan purnapraja IPDN untuk menyiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi reformasi birokrasi. Sebab reformasi birokrasi, lanjut dia,akan mengeliminasi PNS yang tidak kompeten.

Salah satu tujuan pemerintah melakukan reformasi birokrasi adalah untuk mengurangi porsi anggaran untuk belanja pegawai yang semakin membebani setiap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di makasing-masing daerah. supyan umar 

Read More >>

Sabtu, 05 Mei 2012

Sulsel Target 500 Doktor Luar Negeri


SABTU, 05 MAY 2012 

MAKASSAR,  – Pemerintah Provinsi Sulsel menargetkan program pendoktoran S3 luar negeri sebanyak 500 orang hingga 2013 mendatang. Target ini perlu mendapat dukungan, karena akan berkorelasi positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah ini.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Abd Jabbar, di ruang kerjanya, Senin, lalu, mengatakan, penyelenggaraan program S3 luar negeri dimaksudkan untuk mewujudkan sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa.
Para doktoral luar negeri ini juga diharapkan dapat mendorong program pembangunan di Sulsel melalui keahlian masing-masing. Ratusan doktor luar negeri ini sebagian sudah menyelesaikan pendidikannya.
“Dari 308 mahasiswa, di antaranya 216 orang meraih gelar doktornya di Malaysia, 47 orang di Australia, 19 orang di Jepang, 13 orang di Selandia Baru, dan tiga orang di Belanda,” katanya.
Program ini sudah berjalan sejak 2008 hingga 2011 lalu dengan biaya yang ditanggung Pemprov Sulsel. Sejak dianggarkan, program doktor ini telah menelan anggaran Rp103,6 miliar.
Di tahun 2011, Pemprov Sulsel mengeluarkan dana sebanyak Rp38 miliar, atau meningkat Rp22,9 miliar dari tahun 2010 dan Rp4,9 miliar di tahun 2009.
Selain itu, ada ada juga 1000 beasiswa S1 dalam negeri dan 100 beasiswa S2 dan S3 ke luar negeri. (ran/ism)
Read More >>

Gubernur Minta PU Prioritaskan Irigasi


SABTU, 05 MAY 2012 

alt
9 Tahun Kesulitan Anggaran Pemeliharaan
 MAKASSAR,  - Pemerintah Provinsi Sulsel meminta Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar irigasi di sejumlah daerah di Sulsel mendapat perhatian serius.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sudah sembilan tahun irigasi di sejumlah daerah di Sulsel tidak berfungsi maksimal, karena tidak pernah mendapatkan anggaran pemeliharaan dalam kurun waktu itu.
“Saat ini Infrastruktur pengelolaan air berupa irigasi masih sangat minim. Sementara, sebagian besar produksi beras kita berasal dari sawah irigasi,” jelas Syahrul usai menghadiri Peringatan Hari Air se Dunia di Benteng Somba Opu, Jumat, 4 Mei.
Syahrul juga meminta agar pembangunan Ben­dungan Kelara di Kabupaten Jeneponto menjadi prioritas. Mengingat infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan masyarakat di daerah yang tergolong kering itu.
“Pembangunan bendungan Kelara (Jeneponto) ini sudah empat tahun belum tereali­sasi. Jadi, saya titipkan ke pak Dirjen, tolong disampaikan kepada Pak Menteri,” katanya.
Selain itu, mantan Bupati Gowa dua periode ini berharap, Kementerian PU bisa mengalokasikan anggaran pengembangan pada kawasan Mamminasata serta pemba­ngunan Maccini Sombala of Indonesia (MOI), termasuk penanganan Danau Tempe.
“Harapan kami agar Danau Tempe ini bisa segera diselamatkan. Jangan sampai terjadi pendangkalan. Sebab jika irigasi dan pengelolaan air kita tidak bersoal, maka pangan tidak akan bermasalah,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen SDA Kementerian PU, Muhammad Hasan mengungkapkan, saat ini jumlah irigasi di Indonesia termasuk di Sulsel masih sa­ngat minim. Sementara untuk produksi beras sangat bergantung pada irigasi.
“Infrastruktur yang digunakan untuk kendalikan air masih sedikit. Makanya ini yang akan menjadi program prioritas kami,” jelasnya.
Secara nasional, lanjut Hasan, debit air di Indonesia per tahunnya mencapai 3 triliun meter kubik. Namun, yang mampu ditampung dalam bendungan atau waduk masih berkisar 12 miliar meter kubik atau baru 0,04 persen.
Soal ketahanan pangan, masih kata dia, luas sawah irigasi di Indonesia mencapai 800 ribu hektare (Ha). Seda­ngkan di Sulsel luasnya tidak kurang dari 36 ribu Ha.
“Khusus di Sulsel, ada debit air 90 miliar meter kubik per tahun dan yang tertampung di waduk baru 0,05 persen. Angka inilah yang menopang sawah irigasi yang ada di daerah ini. Tentunya, masih sangat sedikit dan akan menjadi perhatian kami di kementerian,” urainya. (eky/ute)
Read More >>

Jumat, 04 Mei 2012

Ekspor Ikan di Sulsel Rp30 Miliar


Jumat, 04 May 2012
MAKASSAR – Perputaran uang dalam bisnis ekspor ikan segar dari Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup menjanjikan sepanjang tahun ini.Uang yang beredar dari hasil ekspor ikan segar mencapai Rp1 miliar tiap harinya atau sebesar Rp30 miliar akumulasi per bulan.
Ketua Asosiasi Pengumpul DomestikdanEksporIkanSegar (Apdeis) Sulsel Muhammad Zain Muin mengatakan, sebagai kawasan maritim, Sulsel cukup diuntungkan dengan limpahan hasil laut untuk dijadikan komoditi ekspor.Hanya saja,menurut dia,pengelolaan yang masih kurang baik menjadi penghambat kian berkembangnya ekspor ikan segar dari Sulsel. “Jika melihat peluangnya, ekspor ikan segar dari Sulsel bisa mencapai nilai lebih tinggi lagi dari pencapaian selama ini,”ujarnya,kemarin.

Harga yang dipatok eksportir ikan segar bisa di atas Rp50.000 per kilogram (kg). Negara yang menjadi tujuan ekspor paling utama adalah Singapura dan Malaysia, ditambah Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan. Ekspor ikan segar Sulsel masih sulit menyentuh pasar eropa dan barat karena kalah bersaing dengan negara penghasil ikan segar lainnya yang lebih baik pengelolaan ekspor ikan segarnya.

Namun demikian, Zain Muin mengaku,pencapaian yang ditorehkan ekportir ikan segar Sulsel cukup menjanjikan. Apdeis berharap, regulasi yang dikeluarkan pemerintah, bisa berpihak juga ke pengusaha ikan segar. “Misalnya saja soal perpajakan.Harus jelas item-itemnya dan peruntukan serta realisasi bagi eksportir ikan,”ucap Zain. rahmat hardiansya 

Read More >>

HUT Ke-9 Luwu Timur-Syahrul Klaim Ekonomi Lutim Terbaik di Sulsel


Jumat, 04 Mei 2012
MALILI – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyatakan, perekonomian Kabupaten Luwu Timur(Lutim) merupakan yang terbaik di Sulsel saat ini. 

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Lutim pada 2011 mencapai 84,6% atau tertinggi di Sulsel. Menurutnya, jika ada yang mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah ini tidak signifikan, itu pernyataan subjektif yang cenderung tidak masuk akal. “Jujur saya katakan, perkembangan Lutim setiap tahunnya sangat signifikan, khususnya pada pembangunan infrastruktur,”ujar dia pada sambutan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Lutim ke-9 di lapangan Soekarno-Hatta, Malili,kemarin.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini juga memuji Pemkab bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang serius membangun daerah dengan mengalokasikan 65% dana APBD untuk belanja langsung, dan sisanya, 35% untuk belanja pegawai. Kemarin, Syahrul juga meresmikan sejumlah proyek infrastruktur yang bersumber dari APBD dan APBN yang nilainya miliaran.

Dia juga berkesempatan membuka pameran pembangunan. Juga diserahkan bantuan satu unit mobil kepada Pemkab Lutim. Sementara Bupati Lutim Andi Hatta Marakarma mengatakan, di usia ke-9,Kabupaten Lutim bertekad meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak membebani masyarakat.

Andi Hatta juga menyebut daerah yang dipimpinnya sebagai daerah paling unik di Sulsel, bahkan di Indonesia karena seluruh suku berdomisili di daerah itu. Terkait Pemilihan Gubernur Sulsel 2013, dia meminta kepada masyarakat untuk menghargai perbedaan. “Mari membangun daerah dengan kebersamaan di atas kebhinekaan agar keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga,”katanya. abdul aziz 

Read More >>

Gubernur Kagumi Pantai Marina



Jumat, 04 May 2012
BANTAENG– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kagum melihat penataan Pantai Marina Korong Batu,Kecamatan Pajukukang. “Ternyata bisa begini. Luar biasa. Saya betul-betul gembira melihat perkembangan di Bantaeng,” kata Syahrul saat berkunjung ke kawasan wisata pantai tersebut, Rabu (2/5) malam.
Dia mengatakan, kedatangannya ke Pantai Marina hanya acara biasa, dan ingin mengunjungi lokasi yang anggarannya pernah dibantu oleh Pemprov Sulsel. Saat itu,Pemprov mengucurkan anggaran sekitar Rp1 miliar dalam dua tahap. ‘’Kalau kita lewat, daerah ini menjadi sangat cantik, indah, teduh.

Bila di daerah lain tidak berbenah, akan jauh ketinggalan dari Kabupaten Bantaeng,’’ ujar dia Di bagian lain Syahrul mengatakan, para guru, kepala sekolah dan unsur pendidik lainnya, diminta terus meningkatkan pengetahuan agar tidak tertinggal dengan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini. Dia berharap, peringatan Hardiknas ini menjadi pemicu untuk terus meningkatkan kemampuan siswa dan juga para guru, termasuk juga untuk menjadikan rakyat sejahtera denganekonomiyanglebihbaik.

Sementara itu, Bupati Bantaeng M Nurdin Abdullah mengemukakan,pihaknya memang sengaja mengundang Syahrul ke Pantai Marina, dengan alasan untuk memperlihatkan hasil bantuan dari Pemprov tersebut.“Kami juga masih butuh dana,untuk pengembangan fasilitas di pantai ini. Makanya, tadi sempat kami berbicang mengenai hal tersebut,” ungkap Nurdin. rahmi djafar 

Read More >>

Pemprov Sulawesi Selatan Tertarik Kembangkan Sukuk

Jumat, 04-05-2012, 
Jakarta, 3 Mei. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Biro Bina Perekonomian berkunjung ke Kantor Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah. dalam lawatannya tersebut Pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat tertarik untuk mendapatkan informasi terkait dengan Ekonomi Syariah khususnya mengenai Pasar Modal syariah dan Koperasi Syariah dan berkeinginan untuk membangun infrastuktur dengan menggunakan skim obligasi syariah. Iqbal, Direktur Eksekutif MES menjelaskan tentang potensi perkembangan lembaga keuangan syariah baik mikro maupun makro di indonesia dan sulawesi selatan khususnya. Muchlish yang merupakan ketua rombongan menjelaskan ketertarikan gubernur Sulawesi Selatan untuk mempelajari lebih dalam tentang pembiayaan dengan menggunakan skim syariah yang perlu diberlakukan di provinsi tersebut.

Selain berkunjung ke kantor pusat masyarakat ekonomi syariah. Pemerintah Provinsi Sulsel juga  berkunjung ke salah satu Hotel syariah pertama di Indonesia, Hotel Sofyan. Muchlish yang merupakan Ketua Rombongan menjelaskan ketertarikannya untuk mengembangkan bisnis hotel secara syariah di Sulawesi Selatan dikarenakan potensinya yang besar untuk dikembangkan di provinsi tersebut. diakhir lawatan perjalanan dinasnya, Rombongan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tersebut melawat ke Koperasi Syariah yang berada di Padang Sumatra Selatan. 

Read More >>

Gubernur Desak Pembangunan Bendungan Kelara Jeneponto Dipercepat


JUMAT, 04 MAY 2012

Makassar,  --Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, mendesak pemerintah pusat  memprioritaskan pembangunan bendungan Kelara, di Kabupaten Jeneponto. Infrastruktur tersebut dinilai sangat dibutuhkan masyarakat di daerah yang tergolong kering itu.
"Pak Dirjen, saya titip pembangunan bendungan Kelara di Kabupaten Jeneponto. Tolong disampaikan kepada Pak Menteri, apalagi ini kan sudah empat tahun tapi belum terealisasi," ungkap Syahrul di depan Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementrian Pekerjaan Umum, Muhammad Hatta, pada  peringatan Hari Air Sedunia, yang dilaksanakan di kawasan Benteng Somba Opu, Gowa, Jumat (4/5).
Dalam kesempatan tersebut, Syahrul juga meminta agar Dirjen SDA memprioritaskan anggaran pemeliharaan sarana irigasi yang ada di Sulsel. Pasalnya, sudah hampir 9 tahun, irigasi Sulsel tidak mendapatkan anggaran pemeliharaan sehingga tidak bisa berfungsi maksimal.
"Irigasi kami sudah sembilan tahun tidak dipelihara. Padahal, irigasi menjadi sumber air utama bagi pertanian. Jadi, tolong Pak Dirjen perhatikan kami," desaknya.
Selain itu, Syahrul juga berharap ada alokasi anggaran Kementrian PU untuk pengembangan kawasan kota baru Mamminasata, pembangunan Maccini Sombala of Indonesia (MOI) hingga penanganan Danau Tempe.
"Kami harap, Danau Tempe bisa segera diselamatkan. Jangan sampai terjadi pendangkalan," harapnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu menambahkan, untuk mengantisipasi minimnya irigasi di Sulsel, maka Pemprov mencanangkan pembangunan embung. Minimal, setiap desa memiliki embung.
"Sepanjang irigasi dan pengelolaan air tidak bersoal, maka pangan juga tidak akan bermasalah," imbuhnya. (Dewi)
Read More >>

Kamis, 03 Mei 2012

Pemprov Serahkan Bantuan Mobil Ambulance


KAMIS, 03 Mei 2012 

SUNGGUMINASA,  - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gowa, Rabu, 2 Mei memperoleh bantuan berupa satu unit ambulance dari pemprov Sulsel. Bantuan ini diserahkan Pemprov Sulsel melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov Sulsel, Mappagio dan diterima Kepala BPBD, Abdul Latief HS di lapangan Syekh Yusuf Discovery, Sungguminasa, Gowa.
Abdul Latief HS kepada Cakrawala menuturkan, bantuan mobil peralatan dari Pemprov Sulsel tersebut untuk menunjang dan mendukung
kelancaran kegiatan dan pelaksanaan tugas-tugas BPBD dalam menanggulangi bencana yang terjadi di Gowa.  Mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Pemkab Gowa ini juga berterima kasih kepada Pemprov Sulsel atas bantuan mobil peralatan tersebut. 
“Kita sangat bersyukur atas bantuan mobil ambulance ini. Semoga keberadaan mobil ini semakin membuat tugas-tugas kami dalam penanggulangan bencana alam di Gowa semakin efektif,” harap Abdul Latief. (rus/eca)
Read More >>

Gubernur Membuka Kemah Bakti BKPMRI di Soroako


Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo membuka Kemah Bakti Badan Kordinasi Pemuda Remaja Mesjid ( BKPMRI ) di Soroako. Gubernur dalam sambutannya mengatakan bahwa perilaku baik akan menjadi teladan yang baik bagi kehidupan karena dilandasi dengan nilai kepribadian yang positif. Oleh karena itu, kegiatan keagamaan ini akan senantiasa memberi dampak dan kehidupan yang baik dan sehat.
Gubernur menambahkan jika kita mampu menghadirkan akselerasi, pendidikan yang makin baik, agama yang santun, maka hal ini dapat menjadi tolak ukur untuk pribadi, sehingga tidak melanggar aturan dan etika. Kerahmatan yang mulia ini hendaknya senantiasa dijaga, sehingga alam dan bumi ini menjadi sahabat bagi manusia. Karena Allah telah menjanjikan yang baik bagi kita, maka dari itu kita harus menjaga mesjid dengan sebaik mungkin. Makmurkanlah mesjid dengan cara shalat dan sembahyang, dimana saja dan kapan saja patutlah kita bersyukur dan memuji Allah karena Mesjid itu sebagai tempat silaturahmi dan rahmatan lil aalamin.
Syahrul juga berharap agar pengurus BKPMRI ini dapat memberantas buta tulis dan mengaji, sehingga anak-anak generasi berikutnya dapat memaknai pentingnya beragama. Dalam perkemahan ini selain melakukan ta’aruf mengenal alam, kegiatan ini banyak dirangkaikan dengan hal-hal positif antara lain, donor darah, merawat hutan, menjaga lingkungan, diskusi keagamaan dan mempelajari tata cara berwudhu dengan sempurna.
Ys/Dw ( Kamis, 3 Mei 2012 )

Read More >>

EKSPOR IKAN: Hasil Tangkapan Di Sulsel Laku Rp120 Miliar


Kamis, 03 Mei 2012 

Large_ikan
MAKASSAR: Asosiasi Pengumpul Domestik dan Ekspor Ikan Segar Sulsel berhasil merealisasikan ekspor ikan segar sebesar Rp120 miliar sepanjang kuartal I 2012.
Dengan pencapaian itu maka perputaran uang dari bisnis ekspor ikan segar tersebut sepanjang kuartal I tahun ini mencapai Rp1 miliar per harinya, sehingga membuat sektor ini menjadi kian menjanjikan.

Ketua Asosiasi Pengumpul Domestik dan Ekspor Ikan Segar (Apdeis)  Sulsel Muhammad Zain Muin mengatakan ekspor ikan segar di daerah ini ditunjang posisi Sulsel sebagai kawasan maritim dengan hasil laut untuk dijadikan komoditas ekspor.
"Hanya saja, pengelolaan yang masih kurang baik menjadi penghambat pengembangan ekspor ikan segar dari provinsi ini. Padahal jika terkelola dengan baik, realisasi nilai ekspor ikan segar ini bisa jauh di atas Rp120 miliar," ujarnya, hari ini, Kamis 3 Mei 2012.

Menurutnya, peluang ekspor ikan segar dari Sulsel bisa mencapai nilai lebih tinggi lagi dari pencapaian kuartal I 2012 jika pemerintah daerah mampu berperan aktif dalam hal pengelolaan ekspor komoditas laut tersebut.
Adapun harga yang dipatok eksportir ikan segar mencapai diatas Rp50.000 per kilogram dengan negara yang menjadi tujuan ekspor paling utama adalah Singapura dan Malaysia, ditambah Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan.

"Ekspor ikan segar Sulsel masih sulit menyentuh pasar Eropa dan negara barat lainnya karena kalah bersaing dengan negara penghasil ikan segar lainnya yang lebih baik dalam pengelolaan ikan segar [ekspor]-nya," papar Zain. (k56/arh)
Sumber: http://www.bisnis.com
Read More >>

Gubernur Membuka Pelatihan Manajemen Aparat Desa di Bulukumba

Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo hadir memberikan pengarahan terkait manajemen pemerintahan di hadapan ratusan aparat desa se-Kabupaten Bulukumba pada acara Pelatihan Manajemen di Hotel Arini Kabupaten Bulukumba, Rabu, 2 Mei 2012.
Gubernur dalam arahannya mengatakan bahwa Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang tidak melayani dirinya sendiri namun harus bisa menjadi rahmat bagi rakyatnya. Agar suatu daerah bisa maju, ada tiga hal yang harus diperhatikan. Antara lain, hadirnya rasa aman bagi rakyat, dimana rakyat merasa dilindungi oleh pemerintahnya. Hadirkan ruang bagi para pedagang dan pengusaha, sehingga perputaran ekonomi akan terasa bergerak lebih cepat.
Suatu daerah yang maju, juga karena rakyatnya sadar hukum. Mereka tidak melanggar mekanisme atau aturan perundang-undangan yang ada. Kalau rakyat atau masyarakat kita punya kesadaran hukum, maka rasa aman akan tercipta dengan sendirinya.
Syahrul menambahkan bahwa aparat desa harus memahami apa arti sebenarnya dari pembangunan. Pembangunan bukan berarti harus membuat gedung bertingkat, tetapi ada tiga unsur pembangunan yakni damai, tentram dan sejahtera. Masyarakat tidak boleh hidup dalam ketakutan, makanan, pendidikan dan kesehatannya juga tidak boleh bersoal.
Gubernur berharap, agar para aparat desa yang telah mengikuti pelatihan manajemen ini bisa menjadi contoh bagi para bawahannya karena pemimpin yang baik adalah yang bisa menjadi contoh dan teladan bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Er/Dw (Kamis, 3 Mei 2012)
Read More >>

Gubernur Sulsel Memberikan Kuliah Umum di STAI Al Gazali Bulukumba


Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo memberikan kuliah umum di hadapan 1.600 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Gazali Kabupaten Bulukumba, sekaligus juga memberikan bantuan untuk pengembangan STAI Al Gazali sebesar Rp 100 juta, Rabu,2 Mei 2012.
Dalam ceramahnya, Syahrul mengatakan bahwa semua orang senantiasa berproses agar lebih baik dan menjadi sukses. Kita semua hadir di STAI ini tentunya karena kita mau sukses dan menginginkan hari esok yang lebih baik. Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang bisa menghalangi kesuksesan yang ingin kita raih. Karena, yang menentukan apakah seseorang bisa sukses atau tidak, hanya dua yakni diri kita sendiri dan Allah SWT. Apakah yang boleh sukses hanya mereka yang keturunan darah biru atau bangsawan? Apakah yang bisa sukses hanya mereka yang punya uang banyak? Jawabannya, tidak. Karena modal kita sama.
Syahrul menambahkan bahwa ada dua modal utama kesuksesan dan dimiliki oleh semua orang. yakni waktu dan sunnatullah kita sebagai manusia. Waktu adalah uang, waktu adalah kekuatan. Siapa yang memanfaatkan waktunya dengan baik, maka dia akan sukses. Modal kedua adalah sunnatullah sebagai manusia karena Tuhan memberi kita kesempurnaan sebagai manusia yang dibekali akal dan pikiran. Keberhasilan selalu dicapai dengan proses, tidak ada yang tiba-tiba. Sukses itu bisa diulang dan diperbesar. Tidak ada keberhasilan atau kesuksesan tanpa aksi.
Lebih lanjut, Syahrul menjelaskan, ada lima kunci sukses yang sering disingkat PAKUI. Yakni Pray (doa), Attitude (karakter), Knowledge (ilmu pengetahuan), Ulet dan Impian. Orang yang berilmu memecahkan masalah dengan cara yang bermartabat, dan senantiasa mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.

Er/Dw (Kamis, 3 Mei 2012)
Read More >>

Rabu, 02 Mei 2012

Beasiswa Rp 1 Miliar dari Gubernur Sulsel


 Rabu, 2 Mei 2012


MAKASSAR - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Lapangan Pemuda, Bulukumba, Rabu (2/5/2012), diwarnai penyerahan bantuan dan penghargaan.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menyerahkan bantuan beasiswa untuk siswa kurang mampu sebesar Rp 1 miliar dan alokasi APBN-P untuk Bulukumba senilai Rp 15 miliar.
Sebelum membacakan sambutan Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan, Syahrul menyampaikan apresiasinya atas peringatan Hardiknas yang dilaksanakan di daerah tersebut.
Menurutnya, ada dua pilar utama pembangunan yakni ekonomi yang makin baik bagi rakyat dan pendidikan.
"Pendidikan dan ekonomi merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kalau mau ekonomi baik, perbaiki pendidikan. Begitupun sebaliknya," kata Syahrul.
Sedangkan, Mendiknas dalam sambutannya yang dibacakan Syahrul mengatakan, pada peringatan Hardiknas kali ini bidang kebudayaan kembali bergabung dengan kementerian pendidikan.
Nama kementerian ini kembali menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. "Dalam pendidikan, selalu ada nilai budaya yang menyertainya," ujarnya.
Read More >>

SULSEL Pangkas Birokrasi Perizinan Penanaman Modal


MAKASSAR : Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan segera membentuk Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu atau BPPTSP yang ditargetkan terealisasi pada semester II/2012. 
 
Pembentukan badan tersebut dimaksudkan untuk melayani seluruh perizinan maupun rekomendasi bagi pelaku usaha yang akan menanam modal di daerah ini. 
 
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Andi Muallim mengatakan dengan pembentukan BPPTSP, maka diharapkan ada institusi yang mampu menjawab keluhan para pelaku usaha maupun investor terkait pengurusan izin usaha yang selama ini dinilai berbelit-belit serta tidak memberikan kepastian dengan durasi waktu penyelesaian yang lama. 
 
"Selain itu, badan perizinan satu atap ini juga diharapkan mampu meningkatkan iklim usaha dan investasi di Sulsel," ujarnya  hari ini. 
 
Pembentukan badan perizinan satu atap tersebut merujuk pada Peraturan Pemerintah No 41/2007 tentang pembentukan organisasi daerah.
 
"Tinggal petunjuk teknis dari pusat tentang pembentukan badan perizinan satu atap yang masih akan kami koordinasikan," papar Muallim.
  
Menurutnya, sejumlah SKPD dalam lingkup Pemprov Sulsel memiliki kewenangan untuk menandatangani perizinan yang dinilai berbelit-belit bagi para investor terutama yang ingin mengantongi izin investasi di daerah ini.  
 
Dengan hadirnya BPPTSP,  seluruh kewenangan pengeluaran perizinan sejumlah satuan kerja perangkat dinas (SKPD) tersebut akan beralih dengan menerapkan konsep one stop service
 
Secara keseluruhan, proses pengurusan sampai pada pengeluaran izin diseluruh unit kerja diselesaikan melalui BPPTSP dengan memberikan informasi syarat perizinan yang jelas, durasi waktu penerbitan izin, transparansi biaya, dan tentunya tidak berbelit-belit. 
 
"Apalagi, Sulsel hanya memiliki Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah, sehingga dengan adanya BPPTSP akan lebih mendukung peningkatan investasi di Sulsel," ungkap Muallim.
  
Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulawesi Selatan memprediksi realisasi investasi penanaman modal asing mencapai US$11,56 juta dan penanaman modal dalam negeri Rp7,44 miliar pada kuartal I 2012.
 
Realisasi penanaman modal untuk PMA diproyeksikan berasal dari tiga perusahaan, dan untuk PMDN berasal dari dua perusahaan.
 
Sementara untuk target realisasi investasi hingga akhir 2012 nanti, untuk PMA mencapai US$100 juta, dan untuk PMDN ditargetkan bisa terealisasi hingga Rp5 triliun. (sut)
Read More >>

PENANAMAN MODAL: PMA Di Sulses Capai Rp8,5 Triliun


MAKASSAR: Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat, Sulsel berhasil merealisasi penanaman modal asing mencapai Rp8,5 triliun sepanjang tahun lalu.

 
Kepala Bidang Evaluasi Pendapatan Negara Badan Kebijakan Fiskal Wawan Jiswanto mengatakan, saat ini Sulsel menjadi sasaran empuk bagi para investor asing. “Dengan realisasi tersebut Sulsel menempati peringkat 11 besar untuk PMA, dengan kontribusi 2,29% secara nasional,” ujarnya di sela-sela Sosialisasi Kebijakan Pendapatan Negara untuk Mendukung Investasi Tahun 2012 di Makassar, hari ini, Rabu 2 Mei 2012.

 
Menurutnya, ranking pertama masih ditempati DKI Jakarta, dengan realisasi investasi mencapai Rp112 triliun atau 30,21% di tahun lalu. Adapun untuk tataran perdagangan internasional, paparnya, Indonesia belum ada apa-apanya dibandingkan sejumlah negara lainnya. Negara ini hanya menempati peringkat 126 dari 183 negara yang disurvei, untuk kenyamanan iklim investasi. Sementara negara tetangga Singapura, menempati ranking pertama.

 
”Ada banyak faktor yang membuat peringkat Indonesia terpuruk. Salah satunya, korupsi di negeri ini yang memberi sumbangan terbesar yaitu 15,4%,” ucapnya.

 
Selain itu, infrakstuktur yang ada juga menjadi pertimbangan negara-negara asing, untuk melakukan investasi di negara ini. Selama ini lanjutnya, modal asing yang ada umumnya diinvestasikan di bidang transportasi, gudang, dan komunikasi dengan persentase 23,43%, pertambangan 16,64%, serta untuk listrik, gas, dan air 8,36%.

Read More >>

Kepegawaian-1.244 Honorer K2 Diusul Jadi CPNS


Rabu, 02 May 2012
MAKASSAR – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel mengusulkan 1.244 orang pegawai tidak tetap (PTT) ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). 

Berkas honorer kategori II (k2) yang diajukan masih akan diverifikasi ulang. Selain itu, sebanyak 15 orang PTT dinyatakan gugur sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) karena terkendala usia dan tidak melakukan pendaftaran ulang hingga 30 April 2012. “Dari 1.259 honorer K2 yang masuk, hanya 1.244 yang kita kirim ke BKN”.

“15 berkas honorer lainnya tidak kita kirim karena faktor usia,” ungkap Kepala BKD Sulsel A Murny Amien Situru kepada SINDOkemarin. Murny menerangkan, ke-15 honorer tersebut tidak memenuhi syarat untuk menjalani proses verifikasi selanjutnya sebelum diangkat menjadi CPNS.“Syaratnya itu kan seluruh honorer K2 harus berumur 19 tahun saat diangkat menjadi honorer 1 Januari 2006.Nah,ke- 15 orang ini tidak memenuhi dari syarat itu,” beber saat dihubungi.

Dengan demikian, ke-15 orang honorer K2 tersebut tidak memiliki lagi kesempatan untuk menjadi CPNS di lingkup Pemprov Sulsel.Menurutnya, setelah diverifikasi ulang oleh BKN,Pemprov Sulsel sisa menunggu waktu penetapan ujian bagi ribuan PTT K2 di lingkup pemprov. Hanya saja, mantan Kepala BKPMD Sulsel ini enggan memastikan kapan ujian bagi PTT K2 tersebut. “Jadwal ujiannya itu tergantung dari jadwal yang dikeluarkan Kemenpan-RB dan BKN.

Kita tak tahu pasti.Kita tunggu saja,”beber dia. Sementara itu, saat disinggung mengenai nasib 251 honorer K1 di lingkup pemprov,Andi Murny mengaku masih menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) terkait pengangkatan PTT sebagai CPNS. “Sampai sekarang kami belum mendapatkan konfirmasi pastinya dari pusat.Yang jelas, pusat dulu pernah bilang bahwa PP pengangkatan K1 itu akan terbit April,tapi sekarang sudah Mei tapi belum ada juga kabar-kabarnya,”tandasnya. ● wahyudi 

Read More >>