Senin, 14 Mei 2012

Penyiapan Lahan KA Dimulai Tahun Depan


Senin, 14 Mei 2012

MAKASSAR – Meski terancam tak mendapatkan dukungan dana dari APBN, Pemprov Sulsel tetap menargetkan untuk melakukan pembebasan lahan proyek kereta api Makassar-Parepare pada awal tahun depan.


Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sulsel Masykur Sultan mengatakan, pembebasan tersebut rencananya ditanggung oleh pemerintah daerah masing-masing serta Pemprov Sulsel. ”2013 sudah masuk tahap penyiapan lahannya. Kita juga mendesak Pemerintah Pusat ikut membantu dalam anggaran pembebasan lahan kereta api ini,” ungkapnya kepada SINDO,kemarin.

Hingga saat ini, Pemprov Sulsel masih merampungkan studi Detail Engineering Design (DED). Tahapan ini untuk mengatur tentang jalur-jalur yang akan dilalui serta anggaran yang dibutuhkan untuk proyek transportasi kereta api ini. Untuk studi tersebut, pemprov menargetkan seluruhnya agar bisa selesai sebelum akhir tahun ini. Sehingga, tahapantahapan berikutnya bisa berjalan sesuai waktu yang telah ditetapkan.

”Studinya kita forsir dan selesai tahun ini juga. Sampai sekarang kita masih bekerja. Yang jelas, harus selesai tahun ini,”katanya. Sesuai rencana,moda transportasi massal kereta api Makassar- Parepare direncanakan melintasi jalur di pesisir pantai sepanjang 136,3 kilometer (km). Jalur tersebut telah diteliti oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI dan Pemprov Sulsel sejak beberapa tahun terakhir dan telah dilakukan feasiblity study (FS).

Pembuatan jalur kereta api ini akan dimulai dari Pelabuhan Soekarno- Hatta Makassar hingga ke Pelabuhan Parepare. Namun Masykur tak bersedia menjelaskan anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan ini.Pasalnya dia mengkhawatirkan, akan memicu terjadinya spekulan harga tanah.

”Saya belum bisa sebutkan berapa.Yang jelas, kita sudah usulkan ke pusat untuk membantu penganggarannya.Masa di Pulau Jawa pembebasan lahannya dibantu, sementara di Sulsel tidak?,”pungkasnya. ● wahyudi 
Read More >>

Kajian Ekonomi Regional Provinsi Sulawesi Selatan Triwulan I-2012


Senin, 14 Mei 2012
Perekonomian Sulawesi Selatan (Sulsel) pada triwulan I-2012 tumbuh cukup baik sebesar 6,25% (y.o.y), meski melambat dibandingkan triwulan I-2011 (7,38%), namun lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 6,16%. Pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan laporan sedikit di bawah pertumbuhan nasional yang sebesar 6,30% (y.o.y). Laju inflasi tahunan Sulsel pada triwulan I-2012, masih sejalan dengan arah proyeksi inflasi (3,85%; yoy) yang diperkirakan meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Inflasi pada triwulan I-2012 sebesar 4,06% (yoy), lebih tinggi dari triwulan IV-2011 sebesar 2,88% (yoy) namun lebih rendah dibandingkan triwulan I-2011 sebesar 6,33% (yoy). Selanjutnya, inflasi tahunan Sulsel tercatat lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional sebesar 3,97% (yoy).
Secara umum, kinerja perbankan Sulsel pada triwulan I-2012 masih tumbuh pada level yang tinggi. Indikator perbankan seperti total aset, kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan total aset didorong oleh peningkatan kredit dan DPK. Kualitas kredit masih terjaga dengan baik, tercermin dari level Non Performing Loans (NPLs) Bank Umum pada triwulan laporan secara gross tercatat sebesar 2,82%.
Sementara itu, perkembangan aliran uang kartal di Sulsel menunjukkan net inflow, dimana aliran uang masuk ke dalam Bank Indonesia (inflow) melebihi aliran uang keluar dari Bank Indonesia (outflow). Di sisi lain, jumlah uang kartal dengan kondisi tidak layak edar yang telah dibukukan sebagai PTTB tercatat sebesar Rp0,89 triliun, tercatat menurun dibandingkan PTTB pada triwulan VI-2011.
Perkembangan uang kartal pada triwulan I–2012 menunjukkan net inflow, dimana aliran uang masuk ke dalam Bank Indonesia (inflow) melebihi aliran uang keluar dari Bank Indonesia (outflow). Dari sisi transaksi non-tunai, nilai transaksi BI-RTGS Sulsel hingga akhir triwulan I-2012 sebesar Rp41,8 triliun atau tumbuh sebesar 40,0% (y.o.y) dibandingkan triwulan sebelumnya. Pada sisi lain, pertumbuhan kliring pada triwulan triwulan I-2012 menunjukkan penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya, yaitu dari 14,52% pada triwulan VI-2011.
Pertumbuhan ekonomi Sulsel tahun 2011 yang cukup tinggi memberikan dampak positif pada keuangan daerah, yang tercermin dari meningkatnya target anggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Sulsel tahun 2012 dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja keuangan Pemerintah Propinsi Sulsel sampai dengan triwulan I-2012 menunjukkan perkembangan yang cukup baik apabila dibandingkan triwulan yang sama tahun 2011.
Daya serap perekonomian Sulawesi Selatan hingga Februari 2012 terhadap angkatan kerja cukup baik, sebagaimana terlihat dari Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2012 (64,6%) yang masih cukup tinggi. Sejalan dengan itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Selatan tercatat mengalami penurunan sebesar 0,2%, dari 6,7% pada Februari 2012 menjadi 6,5% pada Februari 2011. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan masih memberikan kontribusi positif pada tingkat kesejahteraan petani yang tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP), yang masih tumbuh positif.
Berdasarkan perkembangan ekonomi daerah Sulawesi Selatan pada tahun 2012 serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, pada triwulan II-2012 perekonomian Sulawesi Selatan diperkirakan masih tumbuh cukup baik. Pada triwulan II-2012, laju inflasi tahunan diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan I-2012. Kinerja perbankan di Sulsel pada triwulan II-2012 diperkirakan masih tetap tumbuh positif. Intermediasi perbankan diprediksi masih tumbuh cukup baik sejalan dengan optimisme prospek perekonomian Sulsel yang cukup baik pada 2012. Selain prospek ekonomi yang cukup baik, tren penurunan suku bunga meskipun pada level yang rendah diperkirakan akan mendorong permintaan kredit yang lebih besar.
Read More >>

Minggu, 13 Mei 2012

Sulsel Ajak Pelaku Wisata Bali

Minggu, 13 Mei 2012 
DINAS Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel tidak henti-hentinya mempromosikan pariwisata Sulsel baik secara nasional maupun internasional. Dan kali ini membidik pasar Bali.

Berpromosi di Bali merupakan suatu langkah yang sangat tepat karena daerah ini merupakan miniatur dunia. Bangsa apapun ada di Bali dan merupakan lumbung wisata mancanegara maupun domestik.

Kemampuan Bali mendatangkan wisman 2,5 juta per tahun menjadi inspirasi bagi Sulsel berpromosi lebih agresif sekaligus menggandeng Bali sebagai interkoneksi untuk mengarahkan wisman yang menumpuk ke sulsel dengan menawarkan potensi pariwisata sulsel yang tidak kalah uniknya dibandingkan dengan Bali.

Dalam roadshow kali ini, Disbudpar Sulsel menjamu 200 tour operator dan wholeseler di Restoran Melasti Jimbaran Bali. Targetnya agar terjalin proses kemitraan yang saling menguntungkan baik secara bisnis dan proses menguntungkan membangun image.
    
Dalam kesempatan tersebut Ketua Asita Sulsel, Didi L Manaba, mempresentasikan potensi pariwisata Sulsel. Sementara saya selaku Ketua PHRI Sulsel mempresentasikan hotel dan kuliner Sulsel.(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/05/13/sulsel-ajak-pelaku-wisata-bali
Read More >>

SYL Asuransikan Ulama


MINGGU, 13 MAY 2012 0

Berharap ICATT Sejalan dengan Pemerintah 
MAKASSAR,  – Gubernur Sulsel,  Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengungkapkan kekagumannya terhadap kegiatan seminar nasional dan launching buku Konstruksi Islam Moderat oleh Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) di Gedung Islamic Center, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Sabtu, 12 Mei kemarin.
Dalam sambutannya, Syahrul mengatakan, buku Konstruksi Islam Moderat menggambarkan upaya pembumian Islam sebagai agama yang penuh rahmat di tengah kompleks multi kulturalnya masyarakat Indonesia.
Sebab di dalam buku itu, kata mantan Bupati Gowa dua periode ini, termuat kandungan isi hasil karya tulisan alumni mahasiswa Timur Tengah asal Sulawesi Selatan, yang membangun pemikiran dengan pendekatan keilmuan, mengkaji fenomena serta dinamika Islam dalam kehidupan secara faktual.
“Islam adalah agama yang penuh rahmat, dan melalui kegiatan seminar serta peluncuran buku ini saya berharap ICATT bisa jalan bersama dengan pemerintah untuk mencari soulsi dari setiap masalah yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini,” kata Syahrul.
Bahkan di tengah kekagumannya terhadap eksistensi Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT), usai mendengar tauziah singkat dari KH Sanusi Baco, Syahrul sepertinya tidak mampu menahan rasa haru terhadap refleksi peran serta perjalanan kaum ulama dalam pembangunan.  
“Tidak dipungkiri peran serta kaum ulama sangat penting bagi kelangsungan pembangunan sumber daya manusia di suatu daerah, dan secara khusus di Sulsel.
Terkait dengan asuransi kaum ulama, tetap saya akan berikan. Sebab hal ini bukan bagian dari kampanye atau apa, karena memang perlu diketahui untuk umum bahwa asuransi itu tetap ada dan tetap kami berikan,” terang Syahrul yang disambut aplaus peserta seminar dan launchi­ng buku ICATT.
Seminar nasional dengan tema ‘Merajut Islam Moderat Dalam Upaya Pembumian Islam Sebagai Rahmatan  Lil Alamin di Nusantara ini, diikuti sebanyak 500 lebih peserta.  Kegiatan ICATT Indonesia ini adalah agenda yang pertama kali digelar oleh alumni Timur Tengah secara nasional.
Ketua Panitia seminar nasional Ikatan Cendikiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) Indonesia, Mallingkai Ilyas, mengaku tidak menyangka banyaknya jumlah peserta yang ambil bagian mengikuti seminar.
“Awalnya kami memperkirakan peserta seminar hanya 300, tapi ternyata banyak yang tertarik dengan seminar ini, sampai-sampai ada yang tidak dapat tempat duduk. Kemudian peserta yang hadir bukan saja alumni timur tengah, melainkan juga masyarakat umum Kota Makassar,”kata Mallingkai Ilyas.
Mallingkai menambahkan, peserta seminar ada juga yang datang dari kalangan perwakilan alumni ikatan Al-Azhar Internasional dan pimpinan pondok pesantren. Lebih lanjut, ICATT sendiri menurut Mallingkai berdiri sejak tahun 1980-an.
ICATT dibentuk oleh mahasiswa asal Sulawesi Selatan yang kuliah di Timur Tengah. Alumninya tersebar di berbagai kota di Sulawesi, diantaranya Manado, Palu dan Gorontalo. Selain itu di Papua dan Jakarta.
Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah merupakan alumni yang pernah menuntut ilmu di Negeri Timur Tengah, seperti Mesir, Sudan dan Saudi Arabiah. Dan saat ini sekretariat ICATT di Makassar berada di jalan Sultan Alauddin, Ruko Permatasari.
“Dalam seminar nasional ini menghadirkan tiga narasumber diantaranya perwakilan dari DPP Wahda Islamiyah Pusat, Muh Ikhwan Abdul Jalil, Abdul Rauf sebagai Sa’du Al-Din Al-Usmami dan dosen filsafat untuk pascasarjana UIN, Prof Qasim Mathar,”terangnya. (ran/tir)
Read More >>

Gubernur Sulsel Wisuda Santri Takalar


Ribuan warga antusias menyambut Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo, di Gedung Islamic Center, Takalar, Sabtu, 12 Mei 2012 yang mewisuda 1.232 santri/santriwati TK/TPA BKPRMI se-Kabupaten Takalar.
Dalam Sambutannya, Syahrul mengungkapkan Pendidikan agama merupakan modal bagi anak-anak kita dalam menjalani kehidupan, sehingga suatu  kebanggaan bagi BKPRMI yang mampu mendidik anak-anak menjadi santri yang menguasai baca tulis Al Quran, tidak hanya di Kabupaten Takalar saja, tapi di semua kabupaten/kota di Sulsel.
Menurut Syahrul secara psikologis, pendidikan Alquran akan memberikan sugesti kepada anak-anak, bagaimana seharusnya mereka berperilaku. Tidak dapat dipungkiri jika kesuksesan seseorang ditentukan oleh pendidikan. Tetapi, yang paling berperan penting adalah pendidikan agama dan moralitas. Untuk itu ke depannya, gubernur berharap semua bupati/wali kota di Sulsel bisa memperhatikan TK/TPA yang ada.
Bupati Takalar, HM Ibrahim Rewa yang hadir dalam acara itu memuji sosok Syahrul Yasin Limpo. Bahkan, ia berharap, para santri yang diwisuda bisa menjadi generasi yang berhasil dan cerdas seperti Syahrul Yasin Limpo yang memulai kariernya dari bawah, dari kepala desa, dan sekarang jadi gubernur.
Read More >>

Mendadak, Gubernur Syahrul Temui Nelayan Paotere


Minggu, 13 Mei 2012 
syahrul-Yasin-Limpo.jpg
MAKASSAR ,-  Nelayan di sekitar Pelabuhan penangkapan ikan, Paotere menyambut kehadiran Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Minggu (13/5/2012). Syahrul memberi surprise dengan menemui para nelayan ini tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kedatangan Syahrul pun tanpa disertai iring-iringan dan suara sirene patroli pengawal seperti dalam kunjungan biasanya. Mantan Bupati Gowa dua periode ini datang ke Paotere dengan mengendarai sepeda dan langsung bercengkrama dengan para nelayan.

Bahkan, Ketua DPD I Golkar Sulsel itu tak sungkan-sungkan naik ke atas kapal nelayan untuk sekadar menyapa dan berdialog langsung dengan mereka. Suasana kekeluargaan semakin kental dalam silaturahmi itu. Syahrul juga mengajak mereka untuk makan bersama di salah satu warung makan di dalam lokasi tempat pelelangan ikan itu. (*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/05/13/mendadak-gubernur-syahrul-temui-nelayan-paotere
Read More >>

Sabtu, 12 Mei 2012

Pemprov Godok MoU Kompensasi Hotel Aryadutha


SABTU, 12 MAY 2012

Terkait Rencana Pembangunan Hotel Syariah
 MAKASSAR, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel masih terus menggodok memorandum of understanding (MoU) dengan PT Lippo terkait rencana pembangunan hotel di salah satu lahan milik pemprov di Jalan Masjid Raya, Makassar. MoU tersebut digagas sebagai kompensasi pelepasan saham Pemprov Sulsel di Hotel Aryadutha Makassar. 
Sekretaris Provinsi Sulsel, Andi Muallim, menjelaskan, mengaku, MoU tersebut sejauh ini masih sementara dalam penggodokan di Biro Ekonomi Pemprov Sulsel.
 
“Setelah itu, baru kita tandatangani MoU itu, kemudian MoU itu akan saya bawa ke DPRD. Apakah DPRD sekedar tahu ataukah mau memberikan persetujuan. Ini terserah DPRD. Insya Allah dalam waktu dekat, MoU ini sementara digodok di Biro Ekonomi,” jelas Muallim, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 11 Mei.
 
Dia mengatakan, pihaknya mengaku telah mendapat laporan dari biro ekonomi bahwa pembangunan hotel hasil kompensasi itu sudah siap jalan, apalagi diakuinya, dari laporan yang ada, pihak DPRD juga sudah menyetujui. “Masih seperti itu, ini siap berjalan. DPRD juga sudah oke,” katanya.
 
Diketahui, pembangunan juga sudah mendapat persetujuan dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. 
 
Sebelumnya, Kepala Biro Ekonomi Sulsel, Muhammad Firda, menjelaskan, lahan yang telah disiapkan sekitar tiga hektare tersebut, dinilai cukup untuk membangun hotel berbintang tiga berlantai empat serta memiliki 100 kamar.
 
“Kita akan rancang hotel ini menjadi hotel syariah, karena berada di sekitar Masjid Al Markaz Al Islami. Ini semua sudah kita laporkan ke Pak Gubernur, beliau menyetujuinya,” jelas Firda kepada wartawan.
 
Jika berdasarkan ke­sepakatan dengan PT Lippo Karawaci Group sebagai pengelola Hotel Aryaduta, lanjut Firda, maka seluruh bangunan hotel ini nantinya akan ditanggung oleh pihak Lippo Karawaci. Sementara Pemprov sendiri hanya akan menyiapkan lahan untuk itu.
 
“Jadi, setelah hotel ini selesai dibangun, 100 per­sen menjadi milik pemprov. Ini kan sebagai kompensasi dari pelepasan saham kita di Imperial (Aryaduta),” jelasnya.
 
Ia menambahkan, sejak Hotel Aryaduta dikelola Lippo Karawaci Group, hotel tersebut dinilai sudah tidak lagi memberikan kontribusi berupa deviden, terutama selama beberapa tahun ter­akhir ini. Persentase kepemilikan saham pemprov di hotel itu hanya sebesar 0,08 persen atau 13.568.506 lembar saham.
 
Dalam kondisi seperti itu, maka saham pemprov di Aryaduta ditaksir merosot menjadi 0,08 persen atau sekitar Rp8,7 miliar. Penurunan tersebut bahkan di­sebut merosot tajam dari saham awal yang mencapai 30 persen.
 
Dia juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu kesepahaman melalui MoU antara pemprov dengan pihak Lippo Karawaci.  (eky/ism)
Read More >>

Syahrul Yasin Limpo: Islam Agama yang Penuh Rahmat


 Sabtu, 12 Mei 2012


Syahrul Yasin Limpo: Islam Agama yang Penuh Rahmat

SYL (kiri) dan Sutiyoso (kanan) sesaat sebelum Muspimprov PKPI dimulai 

MAKASSAR - Gubernur Sulsel  Syahrul Yasin Limpo, menghadiri Seminar Nasional dan Launching Buku Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) 2012 berjudul Konstruksi Islam Moderat.
Acara yang dihadiri ratusan mahasiswa dan cendekiawan muslim itu dilaksanakan di Gedung Islamic Center, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, Sabtu (12/5).
Syahrul mengatakan, buku Konstruksi Islam Moderat menggambarkan upaya pembumian Islam sebagai agama yang penuh rahmat. Membangun pemikiran dengan pendekatan keilmuan, mengkaji seperti apa Islam dalam kehidupan sehari-hari.
"Islam adalah agama yang penuh rahmat," kata Syahrul.Mantan Bupati Gowa dua periode itu, mengaku selalu tertarik dengan buku. Apa yang menjadi referensi di masa lalu, persoalan yang dihadapi saat ini, dan bagaimana mensolusi masalah-masalah yang ada.
"Indonesia dengan berbagai persoalan yang cukup kompleks, membutuhkan pendekatan keilmuan Islam untuk mensolusi," ujarnya.
Read More >>

Jumat, 11 Mei 2012

Sulsel Minta Percepatan Sekolah Perkebunan


Jumat, 11 May 2012
MAKASSAR – Pemprov Sulsel meminta dukungan kepada Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Kemenristek) untuk membantu percepatan program Sekolah Keahlian Perkebunan dan Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan (STIP).


Kedua sekolah tersebut diharapkan bisa menempatkan Sulsel sebagai pencetak sumber daya manusia (SDM) khusus di Kawasan Indonesia Timur (KTI). Hal ini diungkapkan oleh Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulsel Amal Natsir pada Rapat Koordinasi SDM dan Iptek Koridor IV Sulawesi di Hotel Singgasana Makassar,kemarin. Menurut Amal Natsir,kehadiran sekolah perkebunan tersebut diharapkan bisa menunjang peningkatan produksi dan pengolahan hasil pertanian dan perkebunan yang membutuhkan keahlian dan SDM. Sedangkan untuk sekolah penerbangan yang rencananya ditempatkan di Luwu.

“Makanya kami harapkan kepada kementerian dukungannya dalam percepatan program sekolah perkebunan dan sekolah penerbangan di Sulsel,”jelasnya kemarin. Rencananya, Sekolah Keahlian Perkebunan akan ditempatkan di Kampus IPDN di Jalan Cendrawasih Makassar. Sedangkan sekolah penerbangan di sekitar Bandara La Galigo,Kecamatan Bua,Luwu. ● wahyudi

Read More >>

Disdik Sulsel Evaluasi UN 2012


Jumat, 11 May 2012
MAKASSAR – Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel akan melakukan evaluasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) mulai tingkat SD hingga SMA/sederajat. 

Evaluasi dilakukan khususnya pada percetakan yang terpusat hingga soal tertukar di Kabupaten Tana Toraja. Rencananya,evaluasi tersebut akan melibatkan Dinas Pendidikan dari 24 kabupaten/ kota. Diharapkan, seluruh daerah menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan, utamanya persoalan soal yang kurang, buram maupun tertukar. “Yang jelas akan kita evaluasi seluruhnya. Kita juga tengah mengundang (Disdik) kabupaten/ kota kita akan evaluasi, kemudian menyampaikannya ke BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan),” ungkap Ketua Panitia UN Sulsel 2012 Abd Jabbar kemarin.

Jabbar menerangkan,salah satu kendala yang dihadapinya dengan percetakan naskah UN SMP dan SMA secara terpusat, yakni proses pendistribusian soal serta tertukarnya naskah UN seperti yang terjadi di Kab Tana Toraja. Karena itu, dia mengaku akan merumuskan agar percetakan naskah UN secara terpusat akan dimasukkan sebagai bahan evaluasi. “Kita minta ditinjau kembali sistem percetakan terpusat ini. Kalaupun memang terpusat, harus ada beberapa provinsi yang mencetak.Jangan seperti sekarang, dimana sembilan provinsi dan hanya satu percetakan,” pungkasnya saat ditemui di Hotel Clarion Makassar.

Sementara itu, dalam dua hari jalannya UN untuk tingkat SD di Sulsel, pihak penitia pelaksana belum menemukan laporan adanya kecurangan atau pun kendala yang ditemukan di kabupaten/kota. Jabbar berdalih, UN SD yang akan berakhir Rabu (9/5) hari ini relatif lebih aman dibanding UN SMP dan SMA sebelumnya. “Untuk SD ternyata muai dari percetakan dan distribusi serta pengamanan lebih bagus dari SMP dan SMA.Ini menandakan naskah UN dicetak di daerah lebih bagus,”bebernya.

Data yang diperoleh dari DisdikSulselmenunjukkan, jumlah peserta untuk tingkat SD di Sulsel berjumlah 164.529 siswa. Hal ini sudah termasuk SD, Madrasah Ibtidaiyah (MI),serta siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di kabupaten/kota. Sesuai rencana,UN SD akan berlangsung selama tiga hari tanggal mulai 7 Mei hingga 9 Mei 2012. Sedangkan untuk ujian susulan, akan akan berlangsung mulai tanggal 14 Mei hingga 16 Mei 2012. ● wahyudi 

Read More >>

Kamis, 10 Mei 2012

Gubernur Sulsel Menjadi Pembicara pada Seminar Kebangsaan Dan Dialog Anak Negeri


Mahasiswa aksi demonstrasi, mahasiswa yang sering berujung pada tindakan anarkis dan mengganggu akses lalu lintas dengan menutup jalan hingga menimbulkan kemacetan membuat pemerintah dan pihak kampus terus melakukan penyadaran kepada mereka. Seperti yang dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo dalam memberikan materi memperkuat jati diri bangsa yang berdasarkan pendidikan karakter dalam “Seminar Kebangsaan  dan Dialog Anak Negeri”  yang dilaksanakan di Auditorium Amanagappa Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu, 9 Mei 2012.

Dalam pemaparan materinya, gubernur meminta mahasiswa di Sulawesi Selatan untuk selalu cerdas dalam menyikapi persoalan bangsa. Bukan dengan destruktif atau menimbulkan masalah baru, orang cerdas menyelesaikan masalah dengan harga diri. Masalah harus diselesaikan tanpa destruktif atau tanpa menimbulkan masalah baru. Hanya orang berilmu yang dapat memecahkan persoalan yang ada. Ilmu tanpa karakter, membuat orang hanya memikirkan dirinya sendiri. Jati diri kita seharusnya komunal bukan individual, karena ilmu tanpa karakter akan membuat jati diri yang egosentris dan hanya memikirkan diri sendiri.

Gubernur menambahkan, 80 persen kesuksesan ditentukan oleh karakter, namun harus juga ditunjang dengan ilmu pengetahunan dan teknologi (Iptek). Negeri ini membutuhkan jati diri dan karakter, jika tidak negara akan tumbang. Tak hanya itu, jati diri bangsa Indonesia adalah saling peduli satu sama lain, berbagi dan gotong royong. Keberagaman suku, etnis dan adat budaya harus dipersatukan oleh kebersamaan dan persaudaraan. Lakukan kristalisasi behavior anak bangsa sesuai karakter adat budayanya. Perbaiki agenda intelektual dan frame akademik dan atur manajemen serta tata kelola dari seluruh proses kehidupan.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Arismunandar mengatakan, seminar yang dilakukan ini menjadi cerminan bahwa mahasiswa UNM tidak hanya mengedepankan demonstrasi dan anarkisme dalam menyikapi persoalan bangsa, tetapi didalamnya terjadi dan terdapat juga proses akademik. Usai memberikan materi seminar, Gubernur Sulsel melakukan peninjauan lokasi ujian sertifikasi guru yang dilaksanakan di Hotel Lamacca Makassar.

Rs/Ys (Kamis, 10 Mei 2012)
Read More >>

Rabu, 09 Mei 2012

Syahrul: Utamakan Pelayanan Rakyat


RABU, 09 MAY 2012 

alt
Paparkan Kinerja di Depan 3.500 Aparat Pemerintah
MAKASSAR,  - Tidak kurang dari 3.500 aparat pemerintahan di Sulsel mendengarkan paparan empat tahun pembngunan di Sulsel, yang merupakan penggambaran kinerja Syahrul Yasin Limpo selam menjabat sebagai Gubernur Sulsel.
Pemaparan kinerja tersebut dilaksanakan dalam acara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fokorpimda) Sulsel, Rapat Koordinasi Pemerintah dengan pemerintah daerah tentang Peningkatan Kualitas Peran Aparatur dalam Pembangunan, di Hotel Grand Clarion, Selasa, 8 Mei.
“Saya berharap yang hadir nuansa pemerintahan. Kita kesampingkan dulu politik, agar bisa sama-sama memahami bahwa tidak ada desa, kecamatan, dan kabupaten yang bisa baik tanpa pemerintahan yang baik dan kuat,” kata Syahrul.
Pemerintahan, lanjut Syahrul, adalah kepemimpinan yang mengambil keputusan kemudian menjabarkan etika dan manajemen yang menyimpulkan atau mengagregasi harapan dan kebutuhan rakyat dalam konsepsi kegiatan.
“Saya bekas kepala desa, lurah, camat. Tidak gampang memang. Kalau kau tidak temukan harapannya rakyatmu, kau melayang jadi
pemerintah. Kau mungkin bisa penuhi kebutuhannya, tapi belum tentu bisa penuhi harapannya,” ujarnya.
Ketua Asosiasi Peme­rintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu menuturkan, kebijakan pemerintah harus diba­ngun dengan komunikasi dan koordinasi yang kuat. Hadirkan pemerintahan yang dipercaya oleh rakyat. “Pemerintahan adalah kontrak sosial,” tegasnya.
Ia menjelaskan, ada beberapa agenda yang diprioritaskan dalam pembangunan di Sulsel saat ini. Antara lain,  menjadikan Sulsel sebagai pusat pertumbuhan pembangunan di luar Jawa, pusat distribusi pelayanan barang dan jasa, hubungan utama pendidikan dan kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi dengan  rata-rata 8-9 persen.
Prioritas lainnya, yakni menjadikan Sulsel sebagai daerah dengan akselerasi agribisnis ke agroindustri, pengembangan industri manufaktur dan pertambangan, daerah yang memiliki jaminan ketersediaan listrik, interkoneksi perhubungan udara dan laut, dan pemenuhan pangan rakyat dijamin pemerintah. “Ini bukan lip service, tapi sudah berjalan saat ini,” pungkasnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu menambahkan, ada prioritas pembangunan di setiap daerah di Sulsel. Bahkan, perencanaan pembangunan yang diprioritaskan sudah masuk dalam master plan MP3EI.
“Ada masa depan yang kita tuju bersama dengan prio­ritas pembangunan yang kita rancang bersama selama ini,” imbuhnya.
Turut hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari Kejaksaan Agung, Kementerian Dalam Negeri, dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). (eky/ism)
Read More >>

Dispora Sulsel akan Bangun SKO di Sudiang


RABU, 09 Mei 2012 

Dana Tahap Pertama Rp2,6 miliar
 MAKASSAR, – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulsel mendapat rekomendasi untuk membangun sekolah keberbakatan olahraga (SKO) di Sudiang.
Rencana itu dilakukan setelah keluarnya Surat Keputusan (SK) memorandun of understanding (MoU) Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) Direktorat  Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dikmen.
Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulsel, Muhlis, mengatakan, pe­nandatanganan MoU de­ngan Dispora Sulsel dilakukan bersama oleh Kasubdit Sarana dan Prasarana PK-LK Dikmen dan Ketua Komite Pembangunan SKO Sulsel,  Selasa, 8 Mei.
Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Kemendikbud Gedung A, lantai 2 Direktorat  Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Dikmen, Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan.
Muhlis menjelaskan, rencana pembangunan SKO tersebut sudah dipresentasikan dan dalam waktu dekat ini sebut Muhlis telah disepakati tugas dari Komite Pemba­ngunan sekolah Keberbakatan menetapkan di lokasi SKO.
“Kemudian kami akan melakukan supervisi pelaksanaan pembangunan, menyediakan tenaga pendidik dan kependidikan, serta mencatatkan hasil pembangunan SKO sebagai aset pemerintah provinsi Sulsel,” katanya.
Sedangkan untuk panitia teknis akan ikut dilibatkan dari Dinas Tarkim, Dinas Praswil, dan BPKP Sulsel.
Lalu SKO Sulsel yang digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel ini bertujuan untuk menampung peserta didik yang berbakat Olahraga, dan pembangunannya masih berada di sekitar areal Gedung Olah Raga (GOR) Sudia­ng dengan luas lahan 10.000 meter persegi.
“Kemudian, luas bangunan untuk gedung sekolah, asrama, area lapangan olahraga dan sarana prasarana lainnya secara keseluruhan totalnya 3.529 meter persegi,” terang Muhlis. (ran/ism)
Read More >>

Gubernur Sulsel Memimpin Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah



Dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Fokorpimda) Sulsel, serta Rapat Koordinasi Pemerintah dengan Pemerintah Daerah tentang Peningkatan Kualitas Peran Aparatur dalam Pembangunan yang dihadiri kepala desa, lurah, camat, bupati, serta wali kota di Hotel Grand Clarion, Selasa, 8 Mei 2012.
Usai kegiatan Syahrul mengatakan, apa yang ia sampaikan di hadapan kepala desa, lurah, camat, dan bupati serta wali kota, bukanlah statemen politik. Sama sekali dia tidak punya maksud apa-apa. Yang ada dan saya sampaikan adalah bahwa ada momentum politik dan saya harap pemerintahan tetap jalan. Tidak ada sesuatu yang mencekam. Harus semua berjalan sesuai aturan. Sebab semuanya sekarang ini posisinya baik. Baik ekonomi, pemerintahan, keamanan, semuanya bagus.
Dalam rapat koordinasi ini, Syahrul melontarkan harapan dan keinginannya untuk tetap bersama-sama dengan para pemimpin daerah yang hadir. Secara khusus, dia juga membeberkan seluruh keberhasilannya. Di hadapan 3.500 aparat pemerintahan daerah, Syahrul mengawali dengan menyinggung soal perberasan. Menurutnya untuk beras Sulsel,  menargetkan beberapa tahun ke depan harga beras Sulsel bisa mencapai Rp 30 ribu per liter. Hal itu, dikatakan bisa terwujud jika beras yang dimiliki saat ini dikemas dengan baik sehingga bisa bertahan lama.
Pada kesempatan itu, dia memperlihatkan beras yang sudah dikemas dan bisa bertahan hingga satu tahun. Di antaranya beras bulog organik Mandoti dari Kabupaten Enrekang, beras organik Pare Ambo dari Kabupaten Toraja, serta beras organik Rinding Allo dari Kabupaten Toraja. Kita semua berharap agar seluruh bupati dan wali kota bisa menghadirkan industri pengemasan beras yang bisa meningkatkan penghasilan serta kesejahteraan petani kita di Sulsel. Sesuai data yang dia paparkan, produksi beras tahun 2008 sebanyak 1,1 juta ton. Jumlah itu mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu hingga 2,76 ton pada 2011.
Tentang pendidikan gratis, Syahrul juga bicara panjang lebar. Selama empat tahun pendidikan gratis, Syahrul mengklaim telah berhasil. Apalagi ditambah adanya program 1.000 beasiswa doktoral di luar negeri. Menurutnya, menghabiskan anggaran hingga Rp 84 miliiar. Semua itu, kata Syahrul merupakan usaha pemerintah Sulsel untuk menghadirkan daerah ini sebagai sentra pendidikan di luar Jawa.
Secara khusus, gubernurl juga memperlihatkan film animasi mega proyek Sulsel di masa yang akan datang. Pada film itu, diperlihatkan bagaimana Center Poin of Indonesia (CPI) yang di dalamnya akan terdapat Wisma Negara. Begitu pun dengan konsep pembangunan Karebosi baru atau Stadion Barombong Makassar yang mampu menampung hingga 50 ribu penonton. Saat ini, semua proyek ini sudah berjalan. Bahkan Karebosi baru kita sudah sampai pada sekira 60 persen pembangunan. Film animasi berikutnya memperlihatkan proyek pembangunan kereta api yang akan melintasi jalur Makassar, Pare-pare, Mamuju hingga provinsi lain. Begitu pun dengan monorel yang dikhususkan untuk Kota Makassar. Dalam animasi itu terlihat jalan bertingkat dua yang sangat apik serta badan jalan yang mulus.
Ke depan, kita ingin Sulsel bukan daerah yang biasa-biasa saja. Kita ingin menghadirkan Sulsel sebagai daerah dengan akselerasi ke agrobisnis dan agroindustri. Kita ingin menghadirkan daerah yang terkoneksi dengan daerah lain baik dari darat, laut, dan udara.
Kepala Biro Pemerintahan Umum Pemprov Sulsel, Andi Hasbi Nur mengatakan pertemuan tersebut merupakan tekad serta upaya untuk meningkatkan kualitas peran aparatur negara se-Sulsel. Dia berharap kegiatan ini bisa menjadi spirit bagi semua pemimpin daerah untuk segera mewujudkan Sulsel yang semakin baik ke depan.
Turut hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari Kejaksaan Agung, Kementerian Dalam Negeri, dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Kehadiran mereka dalam rangka pemaparan tentang budaya bersih dan bebas KKN, pemaparan e-KTP, materi peran PPATK serta peranan TNI, Polri dalam antisipasi terjadinya gangguan tramtibmas akibat konflik Pemilukada.
Sr/An (Rabu, 9 Mei 2012)
Read More >>

Diknas Sulsel Bantah Dampak Pendidikan Gratis

Rabu, 09 Mei 2012 | 15:43:43 WITA | 3 HITS
Banyaknya Gedung Sekolah yang Rusak 

MAKASSAR -- Komentar Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin soal banyaknya rehabilitasi sekolah yang tak tertangani dengan baik akibat kebijakan pendidikan gratis, ditanggapi dingin pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel.

Melalui Staf Ahli Bidang Pendidikan Diknas Sulsel, Andi Ruslan Abdullah, Rabu 9 Mei, menegaskan bahwasanya pendapat yang memojokkan kebijakan pendidikan gratis seperti itu sebuah hal yang sangat tidak berdasar.

Menurut dia, setiap tahunnya Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang cukup besar ke Sulsel. Dari total dana yang dibagi ke setiap kabupaten/kota tersebut, Kota Makassar yang mendapatkan porsi yang cukup besar.

Sehingga demikian, lanjut dia, apabila pemerintah setempat pandai memilah mana kebutuhan yang paling mendesak atau bukan, persoalan kerusakan bangunan sekolah tak bakal jadi masalah.

"Harusnya mereka (Pemkot Makassar, red), sportif mengakui akibat ketidakmampuannya membuat skala prioritas penggunaan DAK yang sangat dibutuhkan sekolah.  Ya, jangan malah kebijakan pendidikan gratis yang dipojokkan," lontarnya. (sms)



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120509154343-diknas-sulsel-bantah-dampak-pendidikan-gratis
Read More >>

Selasa, 08 Mei 2012

Gubernur Ingatkan KIP Gubernur Ingatkan KIP


SELASA, 08 MAY 2012 

alt
Mengawal Proses Demokrasi di Sulsel 
Makassar, --Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, mengingatkan Komisi Informasi Provinsi (KIP) Sulsel agar senantiasa berupaya mengawal proses demokrasi di Sulsel, dengan tetap berada dalam bingkai tugas dan tanggung jawab serta fungsi KIP.
"KIP harus mengawal demokrasi di Sulsel, khususnya dalam moment pilkada. Sehingga, media dalam memberitakan kompetisi tidak mengakibatkan adanya benturan-benturan," kata Syahrul dalam pertemuannya dengan sejumlah Komisioner  KIP Sulsel, di Warung Kopi Sami,Makassar, Selasa (8/5).
Lebih jauh Syahrul berharap agar nantinya Sulsel bisa menjadi contoh nasional bagaimana berdemokrasi secara sehat.
"Sulsel harus bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia," ujarnya. 
Menanggapi hal ini, Ketua KIP Sulsel, Aswar Hasan, menyatakan komitmen KIP Sulsel untuk  mengawal demokrasi di Sulsel, khususnya dalam momen pilkada. Termasuk, media dalam memberitakan kompetisi. Aswar berharap agar azas persaudaraan dikedepankan dalam setiap proses yang berlangsung.
"Dalam berkompetisi kita harus tetap mengedepankan persaudaraan. KIP mengawal pemilukada sesuai dengan tugas dan fungsinya. Bahwa posisi kita berbeda pilihan, wajar saja, silakan menjalani takdir politik masing-masing," urai Aswar (Dewi)
Read More >>

Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,25%


Kamis, 08 Mei 2012
MAKASSAR– Pertumbuhan ekonomi Sulsel di triwulan pertama tahun ini tumbuh 6,25% dari triwulan yang sama tahun sebelumnya. Sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar yakni 23,79%.

“Pertumbuhan ekonomi yang besar dari sektor per-tanian merupakan refleksi dari musim panen tanaman padi yang mendorong kenaikan sub sektor tanaman bahan makanan lainnya,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono ketika melansir perumbuhan ekonomi Sulsel di kantor BPS,kemarin. Selain sektor pertanian, sektor perdagangan, restoran, dan hotel juga memberi sumbangan 18,22% serta sektor jasa sekitar 17,92%.

Walau mengalami pertumbuhan positif, perekonomian Sulsel masih lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 6,3%. Nilai produk domestik regional bruto (PDRB) di triwulan pertama atas dasar harga berlaku sebesar Rp36 miliar, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp13 miliar. Sementara di triwulan yang sama 2011 lalu, harga berlaku hanya Rp32 miliar, lalu naik di triwulan keempat jadi Rp34 miliar. Bambang menilai, pertumbuhan ekonomi Sulsel akan makin tinggi lagi di triwulan berikutnya dengan semakin sehatnya pertanian, perdagangan, industri serta konstruksi di daerah ini.

”Apalagi tren yang diperlihatkan Sulsel terus tumbuh positif dari waktu ke waktu,”kata Bambang. Namun demikian, pertumbuhan ini bukan tanpa catatan. Menurutnya,celahmasihterjadi di sektor ekspor-impor yang mengalami penurunan.Ekspor barang dan jasa mengalami penurunan sebesar 7,2%,begitu pula dengan impor barang dan jasa sebesar 10,03%. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel Zulkarnain Arief mengaku,pencapaian pertumbuhan ekonomi Sulsel 6,25%, posisi Sulsel dalam perekonomian nasional semakin kuat.Ini dikarenakan,di triwulan pertama tahun ini, target pertumbuhan yang direncanakan hanya 6%.

”Dengan krisis yang terjadi di Eropa dan Amerika,pertumbuhan 6,25% sudah tinggi dibandingkan negara lain yang terkena dampak langsung krisis global. Kita bersyukur karena sektor pertanian menjadi lokomotif ekonomi daerah,” ujar Zulkarnain. Di triwulan kedua hingga akhir tahun, Zulkarnain memprediksi, ekonomi Sulsel akan semakin menggeliat. Sektor pertanian akan tetap sebagai penyumbang terbesar. ”Kita memang besar di sektor ini.Tetapi tetap ada langkah antisipasi yang akan kita tempuh untuk mendukung sektor pertanian,” kata dia.

Salah satu yang akan menjadi fokus Kadin tahun ini adalah peningkatan sektor industri untuk mendongkrak pertanian. ”Banyak hasil pertanian kita rencanakan pengelolaannya di sini sebelum dilakukan ekspor. Bisa dalam bentuk setengah jadi atau jadi. Intinya, tahun ini sektor industri jadi perhatian khusus di Sulsel,” terangnya. rahmat hardiansyah

Read More >>