| Selasa, 15 Mei 2012 | |
| MAKASSAR–
Menindaklanjuti terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No 15/2012,
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo akan segera mengeluarkan Peraturan
Gubernur (Pergub) yang mengatur tentang pengendalian konsumsi bahan
bakar minyak (BBM) bersubsidi. Asisten II Bidang Ekonomi Pemprov Sulsel Yaksan Hamzah mengungkapkan, pihaknya telah memerintahkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk melakukan koordinasi pembuatan naskah pergub tersebut.Selain itu,Pemprov Sulsel juga telah membentuk tim untuk melakukan pengkajian untuk mengatur pembatasan BBM bersubsidi di Sulsel.Tim ini, kata Yaksan, terdiri dari beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup pemprov. “Kita telah minta dinas terkait untuk segera membentuk tim terkait pengawasan dan pelaksanaan peraturan Perpres No 15/2012 untuk mengimplikasikan polanya di Sulsel,”katanya kepada wartawan,kemarin. Kendati demikian, Yaksan belum mau memberikan penjelasan mengenai rancanangan pergub tersebut.Apakah pembatasan BBM bersubsidi akan dimulai dari kendaraan dinas ataupun kendaraan masyarakat umum.“Kalau itu masih kita rapatkan. Kita juga masih minta pertimbangan teknis dari pihakpihak terkait,”pungkasnya. Sementara itu,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, wacana pergub tersebut masih menunggu perintah serta kebijakan susulan dari pemerintah pusat. Dia mengkhawatirkan, pergub yang akan dikeluarkan tersebut bertabrakan dengan Perpres No 15/2012. “Pergub ini jangan sampai dibuat dan itu bertentangan dengan kebijakan nasional. Jadi kita tunggu saja dulu,”jelasnya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, kemarin. Dia menjelaskan, dalam pengaturan BBM bersubsidi di Sulsel tak perlu diributkan. Dia mengkhawatirkan, jika ini terus dimunculkan, maka secara tidak langsung akan mempengaruhi pasar.“Dari dulu kita sudah lakukan (penghematan BBM). Kami bisa pahami kegalauan itu, tapi tak perlu publikasi. Sudah ada patokan nasional yang telah dikeluarkan, kita ikuti saja itu,”beber Syahrul. ● wahyudi |
Ribuan warga
antusias menyambut Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo, di
Gedung Islamic Center, Takalar, Sabtu, 12 Mei 2012 yang mewisuda 1.232
santri/santriwati TK/TPA BKPRMI se-Kabupaten Takalar.
Dalam Sambutannya, Syahrul
mengungkapkan Pendidikan agama merupakan modal bagi anak-anak kita dalam
menjalani kehidupan, sehingga suatu kebanggaan bagi BKPRMI yang mampu
mendidik anak-anak menjadi santri yang menguasai baca tulis Al Quran,
tidak hanya di Kabupaten Takalar saja, tapi di semua kabupaten/kota di
Sulsel.
Menurut Syahrul secara
psikologis, pendidikan Alquran akan memberikan sugesti kepada anak-anak,
bagaimana seharusnya mereka berperilaku. Tidak dapat dipungkiri jika
kesuksesan seseorang ditentukan oleh pendidikan. Tetapi, yang paling
berperan penting adalah pendidikan agama dan moralitas. Untuk itu ke
depannya, gubernur berharap semua bupati/wali kota di Sulsel bisa
memperhatikan TK/TPA yang ada.
Bupati Takalar, HM Ibrahim Rewa
yang hadir dalam acara itu memuji sosok Syahrul Yasin Limpo. Bahkan, ia
berharap, para santri yang diwisuda bisa menjadi generasi yang berhasil
dan cerdas seperti Syahrul Yasin Limpo yang memulai kariernya dari
bawah, dari kepala desa, dan sekarang jadi gubernur.
Na/Ph (Minggu, 13 Mei 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-sulsel-wisuda-santri-takalar
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-sulsel-wisuda-santri-takalar