Jumat, 27 Juli 2012

Sulsel akan Segera Miliki Kereta Api

Jumat, 01 Juni 2012 

MAKASSAR, --Dalam waktu dekat Sulawesi Selatan akan segera memiliki armada kereta api sebagai sarana pengangkutan antar kota di Sulsel.
Kepastian terwujudnya rencana ini  semakin mendekati kenyataan dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU)
Pembangunan Kereta Api Nasional, Lintas Antarkota Mamminasata dan Lintas Makassar-Parepare serta Pengembangan Pelabuhan Galongkong antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dengan pihak Pemerintah Provinsi Sulsel, di Baruga Sangiaseri, Makassar, Jumat (1/6).
Adapun isi MoU yang ditandatangani terkait kereta api nasional, antara lain, membentuk tim kelompok kerja yang melibatkan tenaga ahli. Selanjutnya, MoU akan ditindaklanjuti melalui perjanjian pelaksanaan dan pihak kedua (Pemprov) mengikutisertakan pemkab/pemkot di Sulsel.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa  pengembangan pembangunan kereta api dan Pelabuhan Galongkong menjadi sangat penting untuk diwujudkan dalam kaitannya dengan posisi Sulsel sebagai Center Point of Indonesia.
"Di zaman Presiden BJ Habibie, sudah dicanangkan, Sulsel sebagai pusat distribusi dan pusat pengendalian. Banyak hal jadi yang telah menjadi sejarah cukup panjang. Hal ini karena Sulsel memiliki posisi yang strategis," ujarnya.

Ia mengungkapkan, pengembangan pembangunan di Sulsel, bukan hanya untuk Sulsel semata. Tetapi, untuk 14 provinsi di Kawasan Timur Indonesia (KTI).  Sulsel memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia yakni 8,64%, mendapat penghargaan inflasi terendah, pembayar pajak keempat terbesar, dan merupakan daerah penyuplai beras untuk 14 provinsi di KTI.

"Jadi wajar kalau kereta api direalisasikan disini," kata Syahrul.
Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu, menjelaskan, Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar sudah sangat padat, airport juga begitu. Jumlah kendaraan roda dua dan empat terus bertambah signifikan dan tidak sebanding dengan penambahan atau perluasan jalan raya.
"Kereta api harus menjadi solusi kepadatan arus lalu lintas. Sehingga, proyek trans Sulawesi merupakan sebuah konsepsi yang utama. Di program MP3EI, yang pertama adalah kereta api, kedua pelabuhan," ungkapnya.
Ia menjelaskan, Pelabuhan Galongkong diperluas 400-600 hektar dan diintegrasikan dengan gudang pupuk yang bisa menampung 800 ribu ton per tahun. Gudang pupuk tersebut akan melayani kebutuhan pupuk di 14 provinsi KTI.
"Kalau kereta api diwujudkan, akan penting bagi perekonomian di KTI, khususnya di Sulsel," imbuhnya.
Sementara, Menteri Perhubungan, EE Mangindaan, mengatakan, kereta api memiliki peran dan arti strategis. Apalagi, jika dibangun di Sulsel. Secara garis besar, Sulsel memiliki nilai plus. Sehingga, MoU tentang kereta api nasional tersebut bukan hadiah atau sesuatu perjanjian biasa.
"Sulsel memiliki nilai plus karena Sulsel merupakan CPI dan pintu gerbang ke KTI. Pemerintah pusat telah mencanangkan, MP3EI di Sulsel untuk percepatan perekonomian di Indonesia," terangnya.
Menurut EE Mangindaan, transportasi di Sulawesi harus mengacu pada produksi daerah yang bersangkutan. Apalagi, sektor transportasi menjadi urat nadi ekonomi.
"Kami selalu memikirkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan transportasi. Kalau soal dukungan, saya pasti karena saya tahu konsep awalnya. Tapi, selanjutnya bagaimana dengan DPR? Pak Malkan ada disini jadi tolong didengar. Kita berjuang sama-sama," tegasnya.
Pertumbuhan di sektor transportasi, lanjut EE Mangindaan, sangat signifikan. Karenanya, sektor kereta api mutlak dilaksanakan. Sudah banyak juga investor yang menawarkan diri.
"Untuk kereta api, master plainnya sudah ada. Kami sudah siapkan anggaran kurang lebih empat puluh miliar," urainya.
Terkait Pelabuhan Galongkong, EE Mangindaan, mengusulkan agar pelabuhan tersebut dibuat satu kesatuan dengan kereta api. Akses kereta dibuat di pinggir pantai. Sedangkan, untuk kereta api di Mamminasata, harus didesainkan stasiun dengan parkiran yang cukup.
"Siapa penyelenggaranya harus dipikir mulai sekarang. Begitupun dengan akses kereta api dan pelabuhan," pungkasnya. (Dewi/wsc)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/sulsel-akan-segera-miliki-kereta-api
Read More >>

Disnakertrans Sulsel Bentuk Posko Hari Raya


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ( Disnakertrans ) Sulawesi Selatan, H. Saggaf Saleh, Kamis 26 Juli 2012 di Makassar mengatakan bahwa tujuan posko dibentuk salah satunya adalah menerima pengaduan karyawan perusahaan swasta yang tidak mendapatkan haknya berupa tunjangan hari raya atau THR. Pembentukan posko hari raya sebagai tempat pengaduan karyawan dan karyawan yang tidak mendapatkan haknya bisa melaporkan perusahaannya melalui posko, dengan demikian kami langsung menindaklanjutinya bila menerima aduan. Himbauan ini tindak lanjut dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.  
Saggaf menegaskan, Disnakertrans Sulsel tidak hanya sekedar mendirikan posko dan menerima aduan masyarakat. Pihaknya juga berjanji melakukan pengawasan ke perusahaan untuk mengantisipasi adanya perusahaan yang tidak memberikan hak karyawannya. Pembentukan posko pengaduan dan pengawasan, akan efektif satu minggu sebelum hari raya idul fitri. Dengan Batasan pemberian THR kepada karyawan tersebut tentunya  pengawasan dan posko aduan ini diharapkan berjalan dengan lancar setelah waktu yang sudah ditentukan.
Ph/Na ( Jumat, 27/07/2012 )

Read More >>

Tak Bayar THR, Izin Usaha Bakal Dicabut


Jumat, 27 July 2012

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengingat seluruh perusahaan yang beroperasi di Sulsel untuk tidak mengabaikan kewajibannya membayarkan tunjangan hari raya (THR) menjelang hari raya Idul Fitri 1433 H.

Pembayaran THR dilakukan paling lambat pada H-7 Lebaran. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel menyatakan, perusahaan yang lalai membayarkan kewajibannya bakal dicabut izin usahanya. Karena itu, Disnakertrans membentuk posko pemantauan pelaksanaan pemberian THR bagi seluruh karyawan jelang Idul Fitri 1433 H.Posko tersebut memonitoring pembayaran THR oleh seluruh perusahaan- perusahaan di Sulsel.

Selain itu, posko ini juga menerima menerima pengaduan dari pekerja, perusahaan dan masyarakat, serta menyelesaikan konflik THR antara karyawan dan perusahaan. “Posko THR ini setiap tahunnya kita bentuk menjelang Idul Fitri. Jadi poskonya nanti kita akan dirikan di Kantor Disnakertrans Jalan Perintis Kemerdekaan,” ungkap Kadisnakertrans Saggaf Saleh kepada SINDO,kemarin. Saat ini jumlah perusahaan swasta di Sulsel mencapai 12.000 perusahaan, sedangkan khusus untuk Kota Makassar terdapat 5.000 perusahaan.

Sementara, total jumlah karyawan mencapai 175 ribu orang,dan di Makassar 60 ribu karyawan. Menurut Saggaf, apabila karyawan sudah bekerja di atas satu tahun, maka wajib menerima THR satu bulan gaji. Sedangkan karyawan yang bekerja dengan rentang pengabdian di bawah satu tahun,maka THR diberikan secara proporsional sesuai ketentuan perusahaan.“ Paling lambat H-7 lebaran, THR harus sudah di-terima karyawan.

Kami juga sudah mengirim surat imbauan tentang kewajiban membayarkan THR kepada seluruh perusahaan,” bebernya. Posko tersebut rencananya akan mulai dibentuk mulai pekan depan, dan baru akan ditutuppadasepekanpascaIdulFitri 1433 H.Setiap ada laporan yang masuk,pihaknya berjanji akan segera turun ke lapangan. Terkait pemberian sanksi kepada perusahaan yang nakal, Saggaf mengacu kepada Permenaker No 4/MEN/1994 tentang pemberian THR.Sanksinya mulai dari teguran, hingga paling berat sanksi pencabutan izin.

“Kalau ada perusahaan yang tidak bayar THR karyawannya, bisa disanksi mulai dari teguran, hingga izin perusahaan yang bersangkutan akan kita cabut. Ini sudah sesuai dengan ketentuan,” bebernya. Kendati demikian,dari hasil pantauannya sejak beberapa tahun lalu, sebagian besar perusahaan telah memenuhi kewajibannya. Meski demikian, dia akan tetap melakukan pengawasan yang intens, serta meminta kepada setiap karyawan yang belum mendapatkan THR agar melaporkannya ke Disnakertrans Sulsel. ● wahyudi 
Read More >>

Kamis, 26 Juli 2012

Perbaikan Jalur Trans Sulawesi Dikebut


Kamis, 26 Juli 2012
MAKASSAR – Menjelang arus mudik Idul Fitri 1433 H,Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Regional IV Makassar mempercepat proses perbaikan dan pembangunan jalur Trans Sulawesi. 

Dari sejumlah jalur yang menghubungkan antarprovinsi di Sulawesi,tak kurang dari 10 titik yang tengah dikebut pengerjaannya. Dengan demikian, diharapkanpuncakarusmendatang tidak terganggu khususnya di jalur trans Sulawesi. “Ada beberapa kegiatan yang akan kita optimalkan,utamanya menjelang H-10 Idul Fitri,”kata Kepala BBJN Regional IV Makassar Nurdin Samaila kepada wartawan kemarin.

Titik-titik yang mengalami perbaikan tersebut di antaranya sepanjang poros Makassar- Parepare,poros Maros-Bone terdapat tiga titik,poros Palu-Poso, dan jalur Palopo-Siwa dua titik. Namun, jika pengerjaan tersebut dianggap mengganggu jalannya arus mudik, pihaknya mau tak mau harus menghentikan pengerjaan, dan baru akan dilanjutkan usai Idul Fitri.

“Kalau memang dikatakan cukup mengganggu jika menjelang puncak arus mudik,maka pengerjaannya akan dihentikan dahulu,”katanya. Sementara khusus poros Maros-Parepare, pihaknya bersama Dinas Bina Marga telah merampungkan 22 kilometer dari 28 kilometer poros Maros- Parepare yang mengalami rusak parah.Sedangan enam kilometer lebihnya baru akan mulai dikerjakan juga masih tahap pengerjaan.

Meski demikian, kata Nurdin, pihaknya mengusahakan agar poros Maros- Parepare tidak ada lagi patahan- patahan yang mengakibatkan bisa tersendatnya arus lalu lintas saat musim mudik. Selain itu, pihaknya juga akan mengurangi jalan berlubang di sepanjang poros 120 kilometer itu. Jika seluruhnya telah rampung, pada H-7 sebelum puncak mudik, pihaknya akan terjun langsung ke titik-titik perbaikan jalan di Trans-Sulsel untuk memeriksa kondisi kelayakan jalan.

Hal ini juga untuk memastikan tidak ada lagi material di jalan yang bisa mengakibatkan kecelakaan bagi para pemudik. “Sebelum puncak mudik nanti, akan kita turunkan tim untuk mengecek kondisi jalan yang menjadi pusat arus mudik di Sulsel nanti,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Abd Latief yang dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan.

Hingga kemarin,Latief mengaku masih berada di Jakarta mendampingi Gubernur Sulsel SyahrulYasin Limpo.Sebelumnya, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sulsel mengeluhkan sejumlah titik di jalur Trans Sulawesi dan antarkabupaten di Sulsel mengalami kerusakan yang cukup parah. Kondisi tersebut menjadi keluhan, dimana selain mengancam keselamatan angkutan umum dan pemudik, juga dapat menghambat kelancaran arus mudik.

Ketua Organda Sulsel Opu Sidik menyebutkan, beberapa titik-titik kerusakan terparah berada di jalur Kab Bone, Palopo, serta beberapa daerah lainnya di Sulsel. Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Sulsel,Abdul Latief mengaku, untuk meningkatkan kenyamanan pemudik yang melewati Lintas Barat dan Lintas Selatan, pihaknya akan melakukan perbaikan darurat di sejumlah titik yang mengalami perbaikan. Salah satunya dengan melakukan pengerasan jalan dan pembuatan oprit untuk meminimalisir kecelakaan.

Selain itu, Bina Marga Sulsel akan melakukan penambahan rambu-rambu di Lintas Barat yang menghubungkan Kabupaten Maros dengan Kota Parepare. Pada jalur ini, sedikitnya ada 6 kilometer jalan yang mengalami kerusakan dan pada beberapa titik memerlukan pembuatan oprit. “Lintas Selatan dan Barat tidak akan siap untuk menghadapi mudik Lebaran karena sulit dirampungkan.Tapi kami akan berupaya melakukan perbaikan untuk meningkatkan kenyamanan pemudik dan meminimalisir kecelakaan,”katanya. ● abriandi/ wahyudi      

Read More >>

Anak Putus Sekolah di Sulsel-Pemprov Siap Tindaklanjuti


Kamis, 26 Juli 2012
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menyatakan siap menindak lanjuti temuan United Nations Children’s Fund (Unicef) terkait banyaknya anak-anak di Sulsel yang masuk kategori putus sekolah. 

Kendati demikian,Pemprov Sulsel meragukan data yang dilansir Unicef tersebut. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang dikonfirmasi terkait temuan Unicef tersebut mengaku kaget dan tidak yakin terkait validitas data yang dilansir Unicef perwakilan Sulawesi, Maluku, dan Papua.Alasannya, untuk pendidikan dasar dari SD dan SMP sudah digratiskan pada 24 kabupaten/ kota. Bahkan, tahun ini, program pendidikan gratis mulai menyentuh tingkat SMA.

“Saya belum dapat data dari Unicef soal anak putus sekolah. Jumlahnya itu tidak mainmain loh,makanya saya, tidak yakin kebenaran data tersebut,” tegasnya kepada SINDO, di Jakarta, kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Perwakilan UnicefWilayah Sulawesi,Maluku, dan Papua, Purwanta Iskandar mengatakan,kini terdapat sekitar 2,5 juta anak usia sekolah di Sulsel yang berada di luar sekolah.

Menurut dia, anak-anak itu berada di jalan, mau pun dalam kondisi putus sekolah karena alasan ekonomi. Namun,banyak pihak meragukan validitas data tersebut. Unicef, kata Syahrul, seharusnya berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel terkait data tingginya anak-anak di Sulsel yang putus sekolah. Dengan demikian, pemprov bisa mengetahui daerah mana saja yang masuk kategori tertinggi anak putus sekolah mengingat pemerintah memiliki kewenangan untuk memaksakan orang tua untuk menyekolahkan anaknya.

Selain itu,Syahrul meminta Unicef menyerahkan temuan tersebut dan dipadukan dengan data yang dimilik pemprov. Hal ini penting untuk menemukan daerah dengan tingkat putus sekolah tertinggi sekaligus mencari solusi pemecahan masalah tersebut. “Perlihatkan datanya kepada saya supaya bisa diselesaikan ke daerah yang tingkat putus sekolahnya tinggi.Biar saya cek ulang ke daerah yang bersangkutan. Jangan lansir dimana- mana karena hanya memperkeruh masalah bukan menemukan pemecahan masalah,” tandasnya.

Menurutnya, untuk menekan angka putus sekolah cukup mudah jika ada data akurat dari lapangan. Pemprov siap menggunakan kewenangannya untuk memaksa orang tua menyekolahkan anaknya untuk pendidikan dasar. Menurutnya, tidak ada alasan orangtua tidak memberikan pendidikan kepada anak-anaknya karena biaya sudah ditanggung oleh pemerintah. “Memang ada yang putus sekolah tapi bukan karena biaya pendidikan tetap kondisi keluarga yang memaksa anakanak ikut membantu perekonomian orangtuanya.

Ini yang kadang terjadi,”ungkapnya. Terpisah, anggota Badan Anggaran DPRD Sulsel Aerin Nizar juga menyayangkan tingginya angka anak putus sekolah di Sulsel.Menurut dia,anggaran untuk pendidikan gratis di Sulsel pada 2012 ini mencapai Rp800 miliar.Hal itu bertujuan untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM), meningkatkan Angka partisipasi sekolah, dan menurunkan angka putus sekolah, serta membuat angka melek hurup Sulsel.

Namun, kenyataannya di lapangan berbeda. “Kalau saya, menjadi penting untuk mempertanyakan dana pendidikan gratis ini karena menunjukkan bahwa penetrasi anggaran yang demikian besar juga tidak berjalan efektif,” ujarnya. Dia menyebutkan angka partisipasi sekolah yang baru 53% untuk SMA dan 82% untuk SMP. Artinya, dari dua anak usia 16-18 tahun, ada satu yang tidak sekolah dan dari 100 anak umur 12-15 tahun ada 17 yang tidak sekolah.

“Ada masalah besar dan sangat signifikan di pendidikan gratis ini,”katanya. Mantan Rektor Universitas Muslim Indonsia (UMI) Mansyur Ramly menilai Pemprov Sulsel harus lebih hati-hati dalam mempromosikan pendidikan gratis. Dia beralasan, saat ini masih banyak komponen yang tidak ditanggung oleh pemerintah. Di antaranya, buku- buku, pakaian sekolah, dan lain-lainnya, semua itu menjadi kendala bagi orangtua yang kurang mampu sebab memerlukan biaya. Selain itu, faktor kemiskinan juga menjadi penyebab. ● abriandi 

Read More >>

Pemprov Himbau Petani Tanam Kedelai


Kamis, 26 Juli 2012
MAKASSAR– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Selatan (Sulsel) menghimbau petani agar menanam kedelai sebagai alternatif jika terjadi lonjakan harga kedelai impor seperti saat ini. 

“Walau kualitas kedelai lokal masih sangat jauh dari kedelai impor tapi tak ada salahnya petani mau menanam kedelai, “ ujar Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulsel Ahmad Habib ketika dikonfirmasi SINDO, kemarin. Dalam beberapa pekan terakhir, harga kedelai impor terus merangkak naik.Kini harga kedelai impor mencapai Rp 8.100 per kilogram (kg).Pekan lalu, harganya masih Rp7.750 per kg, lalu naik menjadi Rp7.800, Rp7.950, hingga kini Rp8.100.

Kondisi tersebut tentu berdampak langsung pada industri tahu dan tempe. Produksi kedelai di Sulsel masih minim. Selain karena lahan pertanian kedelai yang tergerus tanaman padi dan jagung, iklim di Sulsel mempengaruhi kualitas kedelai kurang baik.Tahun ini produksi kedelai di Sulsel diperkirakan mencapai 33.720 ton biji kering, atau turun 1.850 ton dari 2011 lalu. Naiknya harga kedelai impor tidak mampu diantisipasi oleh Disperindag Sulsel.

“Ini bukan soal regulasi harga masuk. Ini murni karena kekurangan bahan dasar dari negara pengimpor. Jadi kami tidak bisa berbuat apa-apa, selain berusaha mencari alternatif lain,”kata dia. Tingginya harga kedelai impor yang masuk ke Sulsel mengakibatkan sejumlah pengrajin dan pedagang tahu dan tempe mengeluh. Pasalnya, omset mereka menurun hingga 40%.

Salah satu pengrajin tahu di Jalan Abu Bakar Lambogo Makassar Hendro mengatakan,sebelum lonjakan harga kedelai impor ini,omsetnya per hari bisa mencapai Rp600.000. Namun setelah lonjakan harganya yang berkali-kali dalam beberapa pekan terakhir, omset hariannya hanya mencapai Rp360.000. ”Lonjakan harga kedelai ini sangat menyulitkan usaha kami.

Untung yang didapat sangat tipis, kalau ini terus berlangsung, bisa-bisa malah merugi,” katanya, saat ditemui di lokasi pabrik tahunya, kemarin. Keluhan yang sama dituturkan Mudjiono, pengrajin tempe di Jalan Nurdin Daeng Tutu. Menurutnya, lonjakan harga kedelai kali ini adalah yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Para pengusaha ini pun tidak ada pilihan lain,selain menaikkan harga tahu dan tempe yang dipasoknya kepada para pedagang.

Seperti Hendro yang menaikkan harga menjadi Rp26.000 per satu cetakan, dari harga sebelumnya Rp24.000. Sementara Mudjiono kini menjual tempe per potong Rp2.000, dari yang sebelumnya Rp1.000 per potong. Akibat harga impor kedelai yang tinggi ini pula,mereka harus mengurangi produksi tahu dan tempe. Menurut Hendro, pengurangan produksi tersebut dilakukan karena sulit membeli bahan baku kedelai yang harganya melambung.

Di sisi lain,juga melihat minat pembeli yang menurun karena harga tahu dan tempe ikut naik. Jika biasanya untuk memproduksi tahu dalam sehari, Hendro menyediakan 5 karung kedelai, kini ia hanya menyediakan 3 karung saja per harinya. rahmat hardiansya 

Read More >>

Pameran Pembangunan 2012-Panitia Target 25.000 Pengunjung


Kamis, 26 Juli 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel siap menggelar pameran pembangunan daerah bertajuk Sulsel Incorporated and Development Expo (SIDE) 2012 di Celebes Convention Centre (CCC).

Rencananya, kegiatan ini akan berlangsung 30 Agustus hingga 2 September 2012. Pameran ini ditargetkan dihadiri 25.000 warga Kota Makassar dan sekitarnya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Yaksan Hamzah mengatakan, kegiatan ini akan dirangkaikan dengan HUT Proklamasi Republik (RI).

“Kegiatan ini untuk memamerkan sejumlah pembangunan di Sulsel yang perlu disosialisasikan. Kami berharap kegiatan ini dikemas semenarik mungkin, agar masyarakat tertarik untuk berkunjung,”ujar dia kemarin. Dia berharap, seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Sulsel dan kabupaten/kota bisa mengambil bagian pada event SIDE 2012 ini dengan memunculkan rencana pembangunan hingga 2013 mendatang.

Pemimpin Debindo Mega Promo, Jefri Eugene, selaku event organizer SIDE 2012, mengatakan, kegiatan tahun ini akan dikemas sedemikian rupa sehingga bisa menyedot perhatian masyarakat. Pada tahun ini, kata dia, pihaknya berani melakukan kegiatan outdoor untuk menggelar pameran dan pertunjukan hiburan.Konsep ini diakui berbeda dengan tahun lalu.

“Tahun lalu tidak terlalu banyak pengunjungnya karena bertepatan dengan Ramadan, apalagi tidak ada aktivitas outdoor. Kali ini kami target 20.000 sampai 25.000 pengunjung yang hadir,”pungkasnya. Beberapa agenda kegiatan yang direncanakan di ataranya presentasi bisnis, kontak dagang, pagelaran seni dan budaya, artis performance, stand up comedy, serta lomba kreativitas pelajar dan masyarakat umum. Selain itu, juga digelar lomba pukul bedug, photo competition, grafitty, band indie competition, lomba menari,serta lomba mewarnai. ● wahyudi 

Read More >>

Persiapan PON-Racer Sulsel Pemanasan di China


Kamis, 26 Juli 2012
MAKASSAR – Racer asal Sulawesi Selatan (Sulsel) Iswandi Muis akan berangkat ke China untuk mengikuti Asian Dream Cup (ADC),Agustus mendatang.Iswandi merupakan salah seorang racer Sulsel yang akan dikirim ke PON XVIII Riau.
Pria asal Palopo ini mengatakan,ADC menjadi ajang pemasan yang bagus untuknya sebelum tampil di PON XVIII Riau,September nanti.“Saya ke China membawa nama tim,”katanya. Menurut Iswandi,ada sejumlah negara Asia yang akan tampil di kejuaraan tersebut,seperti Jepang,Thailand, Australia,Malaysia,Singapura,Taiwan, India.

“Saya mewakili Indonesia dari tim Honda,”tuturnya. Soal peluangnya di PON XVIII Riau nanti,Iswandi mengaku optimistis bisa memberikan penampilan terbaik untuk Sulsel.“Saya sangat yakin bisa tampil maksimal di PON,”ujar dia. Apalagi,skill racer dari provinsi lain tidak ada yang menonjol.Hampir setara dengan racer Sulsel.“Kami sudah saling mengenal satu sama.Jadi,tidak terlalu sulit tampil di PON nanti,”ucapnya.

Ketua Komisi Roda Dua Pengprov IMI Sulsel Andi Kasim Alwi mengatakan,cabang olahraga (cabor) kebut-kebutan ini hanya dibebani 1 perak dan 1 perunggu oleh KONI di PON mendatang.“Tapi kami yakin bisa melebihi target,”katanya. Menurut Andi Kasim,pembalap Sulsel bisa menyumbang satu emas,terutama dari Iswandi Muis.“Besar harapan kami medali emas bisa disumbangkan Iswandi,” pungkasnya. ● umran la umbu 

Read More >>

Disbudpar Sulsel Buka Puasa Bareng Kaum Dhuafa


 Kamis, 26 Juli 2012
MAKASSAR, - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan menggelar acara buka puasa bersama dengan 150 kaum dhuafa dan anak panti di Hotel Sahid,JL Dr Ratulangi, Makassar, Kamis (26/7/2012).

Acara ini dihadiri pula sejumlah pejabat, akademisi, tokoh masyarakat kabupaten/kota se- Sulsel, dan seniman. Mereka yang hadir antara lain, mantan Wakil Bupati Tanah Toraja, Palino Poppang, budayawan Sulsel, Udin Palusuri, Rektor Universitas Indonesia Timur, Baso Amang, para guru besar UNM dan Unhas,  dan mantan Kepala Bapedda Sulawesi Selatan yang juga sesepuh masyarakat Jeneponto,Tan Malata Guntur.
Acara yang berlangsung semarak dan penuh kekeluargaan tersebut juga di hadir organisasi keparwisataan seperti Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Makassar, Ikatan Agen Tour dan Perjalanan Indonesia (Asita) juga beberapa industri yang berada dalam Disbudpar Sulsel dan stakeholder yang membantu pengembangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Provinsi Sulsel.

Kadisbudpar Sulsel, Suaib Malombasi mengatakan menyatakan bahwa di bulan ramadan perlu melakukan banyak amal,amalia ramadan agar pahala  bertambah. Usai  buka puasa, dilanjutkan dengan sholat maghrib secara berjamaah.(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/26/disbudpar-sulsel-buka-puasa-bareng-kaum-dhuafa
Read More >>

Awal Agustus, Bulog Sulsel Bagi Raskin 13


Kamis, 26 Juli 2012 

MAKASSAR, - Menghadapi Hari Raya Idulfitri, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sulsel akan mempercepat penyaluran  beras miskin (raskin).

Kadivre Bulog Sulsel, Tommy S Sikado, mengatakan, raskin 13 yang biasanya disalurkan akhir tahun, di 2012 ini akan dibagikan pada awal Agustus di seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

"Penyaluran raskin 13 sudah menjadi kebijakan pusat. Apalagi jelang lebaran kebutuhan masyarakat pasti meningkat dan momentum inilah yang dimanfaatkan untuk menyalurkan raskin 13," katanya di Makassar, Kamis (26/7/2012).

Di Sulsel, berdasarkan data pagu baru per Juni, total raskin yang akan disalurkan sekitar 7.632 ton dengan jumlah penerima sebanyak 508.832 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Setiap RTS akan mendapatkan 15 kg raskin setiap bulannya dengan harga Rp 1.600 per kg.

"Nah untuk penyaluran Agustus berarti per RTS akan mendapatkan dua kali jatah raskin, yakni raskin bulanan plus raskin 13 yang jumlahnya sama," katanya.

Seiring dengan percepatan pembagian raskin, Bulog Sulsel menghimbau kepada pemda, dalam hal ini Bupati dan Walikota untuk segera menerbitkan Surat Permintaan Alokasi (SPA) dengan begitu proses penyaluran juga berjalan lancar. "Saat ini pengajuan SPA baru dua daerah yakni Parepare dan Pinrang," katanya.

Menyoal harga beras di pasaran, hingga pekan ketiga Juli 2012 masih relatif stabil. Hal ini menandakan stok beras dan alur distribusi berjalan normal. Meski demikian, mengantisipasi adanya lonjakan berarti jelang lebaran, pihaknya siap melakukan operasi pasar jika kondisi harga dipasaran meningkat 10-20 persen dari harga normal.

"Kami upayakan tidak ada operasi pasar. Yang bagus adalah raskin dipercepat. Boleh dikata raskin 13 sangat membantu dalam stabilisasi harga. Jadi stoknya yang dijaga, kalau alokasinya cukup berarti tidak akan mempengaruhi harga," tambahnya. (*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/26/awal-agustus-bulog-sulsel-bagi-raskin-13
Read More >>

Event Pariwisata di Lima Kabupaten


Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan makin menggiatkan sektor pariwisata, hal ini dilakukan setelah Grand Launching dan Pemantapan Kembali Visit South Sulawesi 2012 pada 10 Juli 2012 lalu. Sejak pekan lalu hingga pekan ini, Pemprov. Sulsel menggelar event pariwisata di lima daerah, kelima daerah tersebut adalah Kabupaten Luwu Timur, Pare-pare, Bantaeng, Bulukumba dan Makassar. Beberapa event tersebut antara lain Matano Lake Festival di Luwu Timur dan Salo Karajae Festival, Pare-pare. Event berlangsung mulai hari Selasa, 24 Juli 2012 hingga akhir pekan nanti. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, H. Suaib Mallombasi, Selasa, 24 Juli 2012.

Matano Lake Festival antara lain meliputi kegiatan Kirab Budaya, Permainan Tradisional, Bazar Makanan Kuliner, Pameran Benda Bersejarah dan Pagelaran Seni dan Budaya yang diikuti oleh anak-anak suku bangsa yang ada di Luwu Timur. Adapun event Salo Karajae Festival Pare-pare merupakan agenda rutin dalam membangun citra kepariwisataan di Kota Pare-pare. Kegiatannya antara lain Pawai Perahu Hias, Panggung Hiburan dan beberapa acara semarak lainnya. Sedangkan yang baru saja ditutup adalah event Gantarang Keke Festival, Bantaeng Phinisi Festival Bulukumba, Beach Volley Open dan Kemilau Sulawesi di Makassar. Kegiatan pariwisata tersebut diharapkan mampu mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara. Agustus 2012 nanti masih ada agenda pariwisata di Kawasan Sulawesi Selatan, antara lain Tempe Lake Festival Wajo, Silk Carnaval Internasional Dragon Boat Festival Makassar dan Yatch Race Darwin-Takabonerate-Makassar.

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo mengajak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) menyukseskan event-event pariwisata di Sulawesi Selatan. Gubernur menghimbau seluruh sopir taksi, perusahaan travel, operator penerbangan, Association of the Indonesian-Tour and Travel Agencies (Asita), industry hotel turut mendukung program Visit South Sulawesi 2012. Gubernur juga meminta Kementerian Pariwisata dan industry jasa penunjang seperti transportasi, restoran dan hotel, penerbangan dan lain lain  turut mendukung program Visit South Sulawesi 2012.

Rs/Nh (Kamis, 26 Juli 2012)a

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/event-pariwisata-di-lima-kabupaten
Read More >>

Rabu, 25 Juli 2012

SYL Ceramah soal Pangan di Diklat Lemhanas



 Rabu, 25 Juli 2012
MAKASSAR - Berbagai keberhasilan dan pencapaian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam hal kemandirian pangan mengantarkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebagai salah satu pembicara dihadapan peserta Program Pendidikan Reguler Angkatan XL VIII Lemhanas di Gedung Lemhanas RI, Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Keberhasilan program surplus pangan khususnya beras, jagung, dan produksi sapi di Sulsel tidak lepas dari sinergitas seluruh stakeholder terkait seperti bupati/wali kota, TNI, Polri, dan kementerian.

Syahrul mengungkapkan, di awal pemerintahannya, pemprov Sulsel langsung menetapkan target fantastis dibidang pangan yakni surplus beras 2,5 juta ton, jagung, 1,5 juta ton, sapi 1 juta ekor, dan kakao 300 ribu ton.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, sinergitas antar lini pemerintahan tersebut terbukti ampuh dalam pencapaian kemandirian pangan di Sulsel.(*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/25/syl-ceramah-soal-pangan-di-diklat-lemhanas
Read More >>

Vale Siap Serahkan Lahan Konsesi



Rabu, 25 July 2012
MAKASSAR– PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan menyerahkan sebahagian lahan konsesi ke Pemprov Sulsel terkait rencana renegosiasi kontrak karya dengan pemerintah pusat. 

Direktur Utama Vale Indonesia Nicolaas D Kanter mengungkapkan, lahan konsesi tersebut nantinya akan dimanfaatkan Pemprov dengan menunjuk salah satu investor tambang untuk mengelolanya. Namun, Nicolaas belum mau menyebutkan jumlah lahan yang akan diserahkan ke Sulsel. “Pelepasan lahan ini bisa dilakukan dalam bentuk kerja sama dengan Vale, atau pemerintah daerah melibatkan investor tertentu.

Itu tergantung dari pemerintah daerah masing-masing,”katanya. Konsesi lahan serupa juga akan diberikan ke Pemprov Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Dari tiga provinsi ini, sekitar 50% lebih, berada di wilayah Sulsel. Hal ini diungkapkan Nicolaas usai melaporkan rencana renegosiasi kontrak PT Vale kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rujab Gubernur kemarin. Sementara itu, Syahrul Yasin Limpo mengharapkan, PT Vale harus tetap bersama dengan Pemprov Sulsel dalam menjalankan operasional. ● wahyudi 

Read More >>

Selasa, 24 Juli 2012

Jam Kerja Ramadan-Tak Hadir, PNS Pemprov Bebas Sanksi



Selasa, 24 July 2012

MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menggelar inspeksi mendadak (sidak) di hari pertama kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) pekan pertama Ramadan 1433 H, kemarin.

Sejumlah SKPD yang menjadi sasaran diantaranya di Biro Umum dan Perlengkapan, Biro Pemerintahan Umum, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD),serta Pelayanan Terpadu Satu Atap (PTSP) Sulsel. Kendati menemukan adanya sejumlah PNS yang absen berkantor gubernur mengaku kondisi tersebut tidak mempengaruhi kinerja Pemprov Sulsel.

PNS yang tidak hadir dipastikan tidak akan mendapatkan sanksi kepegawaian seperti tahun- tahun sebelumnya. “Kelihatannya seluruh pejabat siap melaksanakan tugas- tugasnya, kecuali memang yang sementara bertugas di luar,” ungkapnya kepada wartawan kemarin. Mantan Bupati Gowa dua periode ini menyebutkan, sidak yang dilakukannya tersebut merupakan kebiasaan yang kerap dilakukannya sejak dulu.

Hal ini juga sebagai momen silaturahmi dengan seluruh bawahannya. “Sidak atau apa pun namanya ini merupakan kebiasaan saya untuk ketemu langsung dengan staf,” bebernya. Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim yang ditemui meminta agar ketidakhadiran pegawai tidak dipermasalahkan.

“Tidak usah dipersoalkan karena mereka semua sudah dewasa. Kalau kita sanksi, kasihan. Sementara tidak ada yang pernah mempersoalkan kalau mereka kerja lebih 10 jam, dan gajinya rendah,” jelasnya di Kantor Gubernur Sulsel. Muallim menambahkan, kalau ada beberapa pegawai yang tidak hadir pada hari pertama berkantor kemarin, itu karena ada penyebab lain yang harus dimaklumi.

76 PNS Mangkir 

Sementara itu,berdasarkan data absensi PNS lingkup Pemkot Makassar, dari 1.057 pegawai yang berkantor di Balai Kota, sebanyak 76 PNS yang tidak mengisi daftar hadir pagi. Termasuk 12 pegawai eselon IV (kepala sub bagian) dan dua pejabat eselon III yakni Kepala Bagian Keuangan Taufiq Rahman dan Kepala Bagian Kesbang Rompegading.

Tercatat, pegawai Sekretariat Korpri yang paling banyak absen pada hari ke tiga Ramadan 1433 H.“Satu pegawai kami sedang mengurus surat pindah, sementara satu sakit, satu lagi tukang antar surat,” kata Kepala Sekretariat Korpri Makassar Hasanuddin saat dikonfirmasi. Kepala Bidang Konerja dan Kesejahteraan BKD Makassar Andi Syahrum mengatakan, pemberian sanksi kepada pegawai yang malas diserahkan kepada Kepala SKPD masing-masing.

Sementara,untukpejabateselon III diserahkan kepada Wali Kota. Dia mengemukakan, pegawai yang satu kali tidak hadir tanpa keterangan hanya diberikan sanksi biasa berupa peringatan. Namun, ketidakhadiran diakumulasi maksimal 46 kali dalam setahun. ● wahyudi/supyan umar 

Read More >>

DPRD Hapus Dua Aset Pemprov



Selasa, 24 Juli 2012
MAKASSAR – Setelah menghapus dua perusahaan daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel kembali menyetujui penghapusan asset milik Pemprov.
Kedua aset yang dihapus yakni, Gedung Ruang Perawatan Kelas Tiga RS Ibu dan Anak Pertiwi serta Asrama dan Workshop di Dinas Perikanan dan Kelautan Sulsel. Ketua Pansus DPRD Sulsel Ajiep Padindang mengatakan, setelah menghapus aset gedung perawatan di RS Pertiwi, maka akan dibangun gedung yang sama dengan fasilitas yang lebih lengkap. Pembangunan akan menggunakan dana APBD dan selanjutnya akan dihibahkan kepada Pemprov.

“Setelah melakukan rapat kerja maka kami dari pansus menyetujui penghapusan dua aset milik Pemprov dengan berbagai pertimbangan,” pungkasnya usai rapat paripurna DPRD Sulsel,kemarin. Terpisah, Direktur RS Pertiwi dr Nur Rahmah mengatakan, pihaknya mengusulkan penghapusan aset lantaran bangunan tersebut sudah tidak layak digunakan.

Apalagi,RS Pertiwi semakin diminati oleh masyarakat terbukti dengan jumlah pasien yang semakin banyak. “Kita minta penghapusan aset karena gedung perawatan tiga sudah tidak layak dan tidak bisa menampung jumlah pasien,”ujarnya,kemarin. Ia mengatakan,gedung tersebut mampu menampung 53 unit tempat tidur.

Selain itu,gedung perawatan hanya melayani pasien ibu dan tidak melayani pasien anak. “Sebelumnya gedung perawatan hanya melayani ibu saja, dan tidak untuk anak, makanya gedung perawatan tiga yang baru akan dibangun dari sumber APBN dan sudah bisa menampung ibu dan anak,”ujarnya. ● abd salam malik      

Read More >>

INCO Siap Renegosiasi Kontrak


 Selasa, 24 Juli 2012 
Makassar,  -- PT Vale atau yang dulu dikenal PT INCO siap melakukan negosiasi ulang kontrak karyanya dengan pemerintah pusat. Karenanya, Direktur PT Vale, Niko Kanter, berkonsultasi dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terkait pengembangan PT Vale.

“Saya selalu melakukan konsultasi dengan Pak Gubernur, mengenai pengembangan PT Vale dan apa rencana-rencana kita ke depan berkaitan dengan renegosiasi dengan pemerintah pusat,” kata Niko, usai bertemu dengan Syahrul Yasin Limpo, di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (24/7).

Niko mengungkapkan, pihaknya juga telah bertemu dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan menyatakan jika PT Vale telah siap duduk dengan pemerintah untuk merenegosiasi kontrak karya. Termasuk, hal-hal yang harus disesuaikan dengan undang-undang pertambangan dan luas lahan yang diminta berdasarkan kontrak.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/24/inco-siap-renegosiasi-kontrak
Read More >>

Barang Masuk ke Sulsel Meningkat 20%



Selasa, 24 Juli 2012
MAKASSAR – Selama Ramadan, pertumbuhan barang yang masuk ke Sulsel melalui pintu kargo Bandara Sultan Hasanuddin Makassar mengalami peningkatan 10% hingga 20%.

Biasanya, ratarata barang yang masuk tiap harinya mencapai 60 ton,namun saat ini mencapai 80 ton. Kepala Cabang Makassar PT Angkasa Pura Logistik Nur Sapto Winoto mengatakan, kenaikan itu dipicu tingginya permintaan barang di daerah ini. Khususnya pakaian untuk kebutuhan lebaran serta beberapa kebutuhan lain yang sejauh ini tidak diproduksi di Sulsel. “Kenaikan itu memang telah menjadi hal yang rutin selama Ramadan.

Peningkatan jumlah barang dari terminal kargo mulai terasa sejak awal puasa ini.Tren ini akan mengalami titik puncak menjelang seminggu sebelum lebaran,” ujar Nur Sapto di Makassar, kemarin. Pertumbuhan itu hanya terjadi untuk jumlah barang yang masuk saja, sementara untuk barang yang keluar jumlahnya tetap normal seperti hari biasa.

Pada hari biasa, barang yang keluar di pintu kargo Bandara Sultan Hasanuddin Makassar juga mencapai 60 ton per hari. Dari kapasitas 280 ton kargo di bandara, menurut Nur Sapto, masih sangat jauh dari pergerakan barang tiap hari.“Jumlah barang yang masuk baru 60 ton per hari, sama dengan jumlah barang keluar, sehingga total hanya 120 ton per hari. Belum setengah dari kapasitas yang ada,” paparnya.

Dia menyebutkan, 88% barang keluar dari Sulsel untuk pasar domestik.Selebihnya untuk pasar internasional, seperti ke Singapura, Malaysia, Hongkong,dan negara lainnya. Dari 88% barang keluar untuk pasar domestik, terbagi lagi untuk kawasan timur Indonesia (KTI),dan wilayah barat. Sementara itu barang yang keluar dari Sulsel kebanyakan merupakan produk makanan, seperti ikan atau produk dari ikan.

Sebaliknya barang yang masuk lebih didominasi pakaian atau garmen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono juga mengakui adanya pertumbuhan barang masuk ke Sulsel di Juli-Agustus ini. ”Bahkan pertumbuhan itu telah terlihat sejak Mei memasuki Juni yang merupakan pra kondisi sebelum Ramadan,” katanya. Pada Mei 2012 nilai impor Sulsel meningkat 104,46% jika dibandingkan April 2012 dengan nilai USD162,89 juta.

Peningkatan nilai impor itu juga jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya juga mengalami peningkatan sebesar 6,47%. “Bulan Ramadan selalu menjadi pemicu tingginya barang- barang impor ke Sulsel. Kami prediksi tahun ini juga akan mengalami hal yang sama seperti tahun sebelumnya,” ujar Bambang tanpa menyebutkan prediksi peningkatan yang terjadi selama Ramadan. rahmat hardiansya 

Read More >>

Pacu Infrastruktur Sulawesi Melalui MP3EI



Senin, 20 Februari 2012 

MAKASSAR, 
-- Komisi VI DPR meminta agar BUMN berperan aktif dalam memacu program MP3EI. Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), khususnya Koridor IV Sulawesi, diharapkan BUMN yang bergerak di infrastruktur dan pendukungnya lebih agresif.

Permintaan tersebut disampikan anggota Komisi VI DPR Emil Abeng saat berkunjung ke Makassar akhir pekan lalu. "Kendala kita di KTI seperti di Sulsel adalah infrastruktur. Ini yang membuat industri masih memilih Jawa padahal bahan bakunya ada di Sulsel," jelas Emil.

Anggota Fraksi Golkar DPR dari daerah pemilihan Sulsel I ini menyebut contoh komoditas kakao yang industrinya ada di Jawa tetapi pohonnya kebanyakan di Sulsel. "Sulsel penghasil kakao terbesar tetapi industri lebih memilih di Jawa karena mereka ingin dekat ke konsumen agar costnya murah. Ini bisa menyebar, investor bangun industri di Sulsel kalau infrastrukturnya tersedia," jelas Emil.

Karena itu, dia meminta agar pemerintah pusat dan BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur lebih memacu pembangunan di KTI dalam bingkai Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). "Sebagai wakil dari Sulsel saya terus mendesak agar infrastruktur KTI dipacu dengan melibatkan peran serta BUMN yang bergerak di sektor infrastruktur dan pendukungnya," tegas Emil.

Selain BUMN infrastruktur, dia juga meminta agar BUMN perbankan mengucurkan kreditnya dengan bunga yang tidak terlalu tinggi kepada BUMN yang ingin membangun infrastruktur. "Kendala kita adalah pendanaan. Karena itu BUMN perbankan harus mendukung dengan pinjaman bunga murah," harap Emil.

Semetnara itu, Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure) senilai Rp800 triliun dalam mendukung MP3EI hingga 2014. Menurut Deputi Menteri BUMN Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi, Pandu Djajanto, capex ini, diharapkan dapat menjadi penggerak perekonomian di Indonesia, khususnya mendorong sektor infrastruktur. "Ground breaking peran BUMN dalam MP3EI semester 1-2011 hingga semester 1-2012 diproyeksikan Rp126,66 triliun dan 643 juta USD," kata Pandu.

Dia menjelaskan, dalam MP3EI ini kombinasi investasi yang dilakukan BUMN akan dibantu dengan aranger yakni pihak BUMN dan dijamin oleh BUMN asuransi. "Ini disebut pola BUMN Fund," kata Pandu.

Sebelumnya, di tempat yang sama Deputi Bidang Usaha Jasa BUMN Parikesit Suprapto juga menuturkan beberapa hal terkait peran BUMN dalam menggerakan perekonomian diwaktu krisis dan kondisi normal.

Menurut Parikesit, peran BUMN tersebut bisa dilihat di pasar modal. Meski baru 18 BUMN yang tercatat, kata Parikesit, kapitalisasi BUMN telah lebih dari 20 persen. "Hal ini menjadi bukti peran BUMN sebagai penggerak perekonomian Indonesia," ujarnya. 



Sumber : http://www.fajar.co.id/read-20120219232846-pacu-infrastruktur-sulawesi-melalui-mp3ei
Read More >>

Peternak Sapi Peroleh Rp300 Juta


MAKASSAR, — Para kelompok peternak sapi di Sulawesi Selatan dalam waktu dekat akan memperoleh bantuan dana sebesar Rp20 miliar.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulsel Murtala Ali. Ia menjelaskan, proses pencairan dan penyaluran baru akan dilakukan jika seluruh proses verifikasi administrasinya rampung.
“Kami tergetkan bulan Mei bantuan sudah mulai tersalurkan ke rekening kelompok peternak untuk membeli sapi yang akan dikembangkan,” kata Murtala di Makassar, Senin (20/2) kemarin.
Ia menjelaskan, pihaknya dalam hal ini hanya melakukan pengelolaan administrasi dan verifikasi untuk proses pencairan dana yang berasal dari APBN hingga penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM), kemudian dana tersebut langsung disalurkan rekening masing-masing kelompok.
Berdasarkan catatan, proposal bantuan yang telah diajukan masing-masing pemerintah kabupaten sekitar 900 kelompok.
“Hanya saja jumlah anggaran yang dialokasikan tahun ini mengalami penurunan hingga 50 persen jika dibandingkan jumlah anggaran pada 2011. Sehingga otomatis anggaran yang akan diperoleh kelompok juga berkurang,” terangnya.
Ia menambahkan, tahun ini kemungkinan per kelompok memperoleh sekitar Rp250 juta hingga Rp300, dimana tahun lalu menerima setiap kelompok mendapatkan Rp400 juta.


Sumber : http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=81283
Read More >>

Bulog Sulsel Siapkan Program Sewa Lahan



SELASA, 21 FEBRUARI 2012

MAKASSAR, CAKRAWALA - Perum Bulog Divre VII Sulawesi Selatan menyiapkan program sewa lahan (on farm) untuk mengoptimalkan pencapaian prognosa pengadaan beras 2012.
"Selain melakukan penyerapan produksi petani melalui mitra di lapangan, Bulog juga akan menggunakan sewa lahan," kata Kepala Bulog Divre VII Sulsel Tommy S Sikado seperti dikutip antaranews, Senin, 20 Februari.
Menurut dia, program sewa lahan atau kemitraan itu untuk mendukung optimalisasi produksi yang selanjutnya akan diserap masuk ke gudang-gudang Bulog.
Dia mengatakan, untuk mencapai target tersebut, Bulog menjalin kemintraan dengan pihak perbankan untuk pendanaan, PT Sang Hyang Seri untuk pembibitan dan perusahaan pupuk untuk pengadaan sarana produksi (saprodi).
"Khusus program sewa lahan di Sulsel, direncanakan dimulai pada musim tanam gadu atau semester kedua," katanya.
Daerah yang dipilih untuk program sewa lahan, lanjut dia, adalah sentra-sentra produksi dan telah memiliki sistem irigasi yang baik, misalnya di Kabupaten Sidrap dan wilayah Bosowa (Bone, Soppeng, Wajo).
Dengan adanya sistem sewa lahan tersebut, Tommy mengatakan, Bulog selain menyerap hasil produksi petani, juga mengumpulkan hasil produksi sendiri melalui sistem tersebut.
"Karena itu, prognosa 2012 sebanyak 526 ribu ton setara beras diyakini dapat dicapai, bahkan lebih," katanya.
Prognosa Bulog Divre VII itu, lebih tinggi dari rencana 2011 yang hanya 260 ribu ton dan realisanya mencapai 268 ribu ton setara beras. 
Read More >>

Senin, 23 Juli 2012

Selam - Sulsel Rebut Emas di Sail Morotai Malut


Senin, 23 Juli 2012
Makassar (ANTARA News) - Atlet selam andalan Sulawesi Selatan Casmito berhasil meraih medali emas pada
kejuaraan nasional selam Sail Morotai, Maluku Utara, 12-17 Juli 2012.

Sekretaris Umum POSSI Sulsel Bakri Aladin di Makassar, Senin, mengatakan, perolehan emas pada kejurnas tersebut diharapkan bisa menambah motivasi atlet saat tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, 9-20 September 2012.

Kejurnas tersebut, kata Bakri, diikuti tujuh peserta PON 2012, diantaranya Sulsel, Gorontalo, Lampung, Kaltim,serta Maluku Utara selaku tuan rumah.

"Jatim yang sebelumnya kami harapkan bisa berpartisipasi ternyata tidak hadir. Namun kami tetap bersyukur dengan prestasi atlet meski tidak menghadapi tim-tim unggulan," ujarnya.

Menghadapi PON 2012, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Sulsel mengusung optimisme tinggi meski hanya meloloskan dua atletnya di PON.

Dua atlet selam yang tampil yakni Casmito (nomor laut) dan Valery Geraldine yang berlaga di nomor kolam. POSSI Sulsel bertekad memanfaatkan minimnya atlet untuk bisa merebut prestasi.

"Khusus Valery Geraldine, kami memang fokuskan mengikuti pemusatan latihan di Makassar. Mudah-mudahan kedua atlet bisa meraih hasil yang membanggakan," ucapnya.

Sekretaris Umum KONI Sulsel Nukhrawi Nawir menjelaskan bahwa seluruh cabang olahraga yang nonunggulan seperti halnya selam hanya ditargetkan merebut medali perunggu pada PON 2012.

"Jika sulit mendapatkan hasil maksimal, kami akan berpikir ulang untuk memberangkatkannya. Namun kami tetap berharap seluruh cabang dan atlet bisa tampil di PON," ujarnya. (T.KR-DF/N002)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/40659/selam--sulsel-rebut-emas-di-sail-morotai-malut
Read More >>

Minggu, 22 Juli 2012

Gubernur Minta Suku Bunga Diturunkan

KAMIS, 22 MARET 2012 

Hadiri Sertijab Pemimpin BI
 Makassar—Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo meminta kepada Bank Indonesia agar tingkat suku bunga kredit  diturunkan. Pasalnya, suku bunga yang terlalu tinggi dapat membebani masyarakat.
Hal itu diungkapkan gubernur saat menghadiri acara pelantikan dan serah terima jabatan pemimpin BI Makassar dari pejabat lama Antonius Lambok Siahaan ke pejabat baru Mahmud, di kantor BI Makassar, Kamis (22/3).
“Kalau bisa suku bunga diturunkan pak, supaya kami juga terbantu,” kata Syahrul.
Gubernur mengatakan, BI selama ini juga turut memegang peranan penting dalam mengendalikan tingkat perekonomian di Sulsel. Tabungan rakyat yang semakin tinggi, tingkat pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, serta inflasi yang cukup rendah di Sulsel, merupakan bukti adanya koordinasi yang baik antara pemerintah dan BI.
“Karena perekonomian kita membaik, hampir semua bank sekarang ada di Sulsel,” ungkapnya.
Ia pun berharap, ke depannya, BI juga bisa berperan dalam memberikan kredit dengan suku bunga yang rendah untuk infrastruktur di Sulsel. Ia mencontohkan, beberapa aspek seperti pertanian dan perikanan yang membutuhkan beberapa teknologi seperti di Korea untuk tetap menjaga kualitas hasil produksi pertanian dan perikanan.
“Di Korea, beras dan ikan mereka bisa tahan sampai dua tahun. Kenapa kita tidak bisa? Makanya, tolong BI turunkanlah sedikit itu tingkat suku bunga kredit. Karena, tidak mungkin kami meminjam pada bank luar negeri,” terangnya.
Sementara, Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad, mengakui dan mengapresiasi perekonomian di Sulsel yang pertumbuhannya sangat baik. Tetapi, ada beberapa kendala yang dihadapi sehingga masyarakat masih ada yang belum bisa mendapatkan kredit.
“Akses lembaga keuangan perbankan ke bawah masih sangat terbatas. Bahkan, hampir 40 persen masyarakat Indonesia belum punya akses ke lembaga keuangan formal,” jelasnya.
Muliaman mengungkapkan, jika akses tersebut bisa terbangun, akan berdampak pada peningkatan perekonomian yang lebih tinggi dan kesejahteraan rakyat yang terus meningkat. Selain itu, ada pula hambatan berupa ketidaktahuan masyarakat, lokasi yang tidak terjangkau, hingga tidak adanya agunan.
“Masalah ini harus diselesaikan bersama-sama dengan pemerintah. Bahkan, kreatifitas kepala daerah sangat dibutuhkan dalam hal membantu masyarakat mendapatkan akses ke lembaga keuangan formal,” terangnya.
Terkait suku bunga, Muliaman mengaku BI sedang mengupayakan adanya tingkat suku bunga yang rendah dengan akses yang cepat. 

Read More >>