Kamis, 02 Agustus 2012

Gubernur Menghadiri Dies Natalis UNM Ke-51


Koperasi di Sulawesi Selatan telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan hadirnya koperasi-koperasi percontohan yang sudah tersebar di 418 kecamatan. Koperasi-koperasi tersebut sudah diberikan pembinaan khusus dan perkembangannya didorong oleh regulasi yang berpihak pada pelaku koperasi. Pembinaan khusus yang dimaksud adalah mendorong perbankan untuk mengucurkan kredit permodalan, dimana Pemprov. Sulsel bertindak sebagai penjaminnya. Sangat sulit membangun citra positif koperasi. Padahal ini adalah sistem ekonomi kerakyatan, karena itu pemerintah harus tampil kedepan sebagai pilar dalam hal pengembangannya. Hal ini dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo pada acara Dies Natalis Universitas Negeri Makassar (UNM) ke-51 di Baruga Amanagappa UNM, Makassar, Rabu, 1 Agustus 2012.

Mantan Menteri Koperasi dan UKM pada era Kabinet Reformasi Pembangunan, Adi Sasono mengakui jika Sulsel memiliki potensi pengembangan koperasi yang luar biasa. Sebab masyarakat Sulsel punya jiwa wirausaha yang maju yang menjadi syarat koperasi bisa maju. Hanya saja masih perlu waktu untuk pengembangan Sumber Daya Manusia, dimana intervensi dari kalangan pendidik sangat diperlukan, kita tidak bisa maju kalau kaum terdidik tidak terlibat. Mereka harus masuk untuk mendorong gerakan koperasi. Menurut Ketua Dewan Pengawas Koperasi Coop Indonesia itu, potensi dan kontribusi koperasi UMKM dalam peningkatan pembangunan ekonomi rakyat tidak perlu diragukan lagi. Koperasi dan UMKM telah memberi sumbangan berarti bagi kehidupan ekonomi rakyat. Dari pendapatan akhir 2010 diketahui jumlah pelaku UMKM mencapai 51,3 juta unit. Sementara penyerapan tenaga kerja sekitar 90.000 atau 87,22 % dari pekerja nasional yang mencapai 93.000.

Sementara potensi koperasi hingga Juni 2011 mencapai 166.154 unit dengan pertumbuhan rata-rata 20.000 unit per tahun. Jumlah anggota yang terhimpun 27,95 juta orang dengan modal sendiri sebesar Rp 26,305 miliar dan volume usaha Rp 55,261 miliar. Dalam rangka pembiayaan kepada koperasi dan UMKM, pemerintah juga telah dan akan memberikan fasilitas seperti penyediaan dana bagi perempuan dan pemuda usaha mikro melalui 2.600 koperasi. Kredit usaha dari dana surat utang pemerintah, perkuatan permodalan dengan pola kemitraan lingkage program antara bank umum dan koperasi, pembiayaan produktif konvensional dan syariah, serta bantuan penyediaan dana. Ini dilakukan mengingat koperasi dan UMKM memiliki daya tahan yang tinggi terhadap krisis, sehingga kedepan mampu menjadi lokomotif pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ys/Nh (Kamis, 2 Agustus 2012 )    
Read More >>

Masih Banyak Perusahaan Belum Terapkan K3


Sebanyak 85 persen perusahaan di Sulawesi Selatan dilaporkan belum menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mayoritas merupakan perusahaan menengah ke bawah. Dari total 12.000 perusahaan yang beroperasi, hanya sekira 500 yang telah menerapkan K3. Sisanya 11.500 masih melanggar amanah UU Ketenagakerjaan. Mereka masih menganggap program tersebut tidak penting untuk dilaksanakan. Hal ini dikatakan Kepala Balai Sertifikasi K3 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Ruslan Kamaruddin, Rabu, 1 Agustus 2012.

Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberikan kepastian hukum dan penegakan hukum terhadap pelaksanaan aturan ketenagakerjaan. Bila terjadi pelanggaran-pelanggaran, maka pemerintah tak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas dan bahkan membawa perkara ini ke ranah hukum. Setiap perusahaan yang melakukan pelanggaran langsung diberikan peringatan pertama, sehingga manajemen bisa memperbaiki kinerjanya. Kalau masih saja mengabaikan peringatan tahap kedua dan ketiga, maka harus segera ditindaklanjuti dengan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk kepentingan pengadilan.

Lanjut dikatakan, salah satu upaya yang dilakukan dalam penegakan hukum adalah meningkatkan kinerja dan profesionalitas petugas pengawasan ketenagakerjaan, terutama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang berwenang melakukan penyidikan terhadap kasus-kasus pelanggaran. Kita akan segera menggelar survei sekaligus mensosialisasikan K3, terutama kepada perusahaan yang memiliki risiko kerja cukup tinggi, salah satunya yakni konstruksi. Berdasarkan pantauan, banyak pekerja di sektor tersebut yang tidak menggunakan alat pelindung sehingga rawan terjadi kecelakaan maupun terkena penyakit.

Read More >>

Pemprov Sulsel Kucurkan Rp9,3 Miliar Untuk Pendidikan Gratis SMA di Wajo


KAMIS, 02 AGUSTUS 2012

SENGKANG,  – Pemerintah Kabupa­ten Wajo mendapat kucuran dana sebesar Rp9,3 miliar untuk program pendidikan gratis tingkat SMA. Anggaran itu dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2012.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wajo, Andi Muslihin mengemukakan pelaksanaan pendidikan gratis
SMA/sederajat sesuai SK Gubernur No 69 tahun 2012. Meski program itu sudah berjalan sejak Februari, namun baru dianggarkan pada APBD perubahan. Soalnya, APBD pokok disahkan Januari lalu.
Menurutnya, dana Rp9,3 miliar tersebut merupakan jatah untuk Kabupaten Wajo yang merupakan alokasi dari provinsi sebesar 40 persen. Sementara 60 persen ditanggung pemerintah daerah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Wajo, Rusmin M Amin menuturkan, poin-poin yang digratiskan termasuk buku-buku paket dan seragam sekolah, terutama bagi siswa yang kurang mampu dan biaya-biaya operasional siswa ketika mengikuti lomba.
Sedangkan bagi siswa yang telanjur membeli seragam, kata dia, ada wacana dananya akan dikembalikan. Begitu juga bagi siswa kurang mampu yang telanjur membeli buku paket, dananya akan dikembalikan.
“Apa boleh buat yang sudah terlanjur membeli, paling nanti subsidi pengembalian dana. Sebenarnya kita mau berlakukan untuk semua siswa tapi tergantung ketersediaan anggaran,” ucapnya. (kr4/ami)
Read More >>

Sulsel Masuk 5 Besar Penyelenggaraan Pendidikan Terbaik


KAMIS, 02 AGUSTUS 2012 

alt
MAKASSAR,  — Tidak mudah menjadi daerah dengan penyelenggaraan pendidikan yang maksimal di negeri ini. Namun Sulawesi Selatan (Sulsel) mampu menjadi peringkat 5 terbaik di Indonesia.
Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan bahwa sejauh ini Sulsel sudah mampu menjadi daerah yang telah melaksanakan program pendidikan yang dicanangkan kementerian secara maksimal.
“Karena itu kita di Sulsel termasuk 5 besar provinsi yang melaksanakan pendidikan secara maksimal. Ini sesuai dengan manual pendidikan yang digulirkan oleh departemen pendidikan dan kebudayaan,” kata Syahrul di kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 1 Agustus.
Selain itu, Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini, mengaku bahwa saat ia mengikuti rapat terbatas bersama Presiden dan sejumlah menteri, pemerintah sepakat menaikkan anggaran biaya operasional sekolah (BOS) untuk SD dan SMP.
Keputusan tersebut, lanjutnya merupakan komitmen pemerintah pusat dalam dunia pendidikan sebagai salah satu upaya meminimalisir atau bahkan menghilangkan peluang bagi anak di Indonesia untuk tidak bersekolah.
“Oleh karena itu, tahun ini ada penambahan anggaran untuk SD dan SMP khususnya pada BOS. Dengan demikian penanganan anak yang tidak sekolah itu bisa dicegah seminimal mungkin,” terang peraih penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011 lalu itu.
Dari hasil komitmen untuk menaikkan anggaran BOS tersebut, sambung Syahrul, kedepan diharapkan akan muncul pembangunan sekolah-sekolah baru, khususnya sekolah yang menjadi kebutuhan di Sulsel. Misalnya, kata Syahrul lagi, yang setingkat akademi untuk membuka peluang kerja, baik tingkat provinsi maupun kota.
“Saya kira ini membuka peluang Sulsel untuk membangun lagi sekolah kejuruan dan sekolah ahli. Ini sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan kita dan tentu akan lebih mudah dengan lahirnya komitmen pemerintah pusat,” jelas SYL.
Dalam rapat yang juga diikuti Gubernur Jawa Timur dan Jawa Barat ketika itu, Presiden SBY juga menyinggung soal pengawasan dana BOS serta meminta agar pengawasan lebih ditingkatkan lagi. “Dan yang jelas bahwa kita di Sulsel perjalanan dana BOS itu sudah berjalan baik. Bahkan sekarang BOS sudah naik kelas ke tingkat SMA,” ujarnya.
Read More >>

Gubernur: Koperasi di Sulsel Tumbuh Signifikan

Kamis, 02 August 2012
MAKASSAR– Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo menilai, koperasi di Sulsel mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan hadirnya koperasi-koperasi percontohan yang sudah tersebar di 418 kecamatan. 

”Koperasi-koperasi tersebut sudah diberikan pembinaan khusus dan perkembangannya didorong oleh regulasi yang berpihak pada pelaku koperasi,” kata Syahrul dalam Dies Natalis Universitas Negeri Makassar (UNM) Ke-51 di Baruga Amanaggapa UNM Makassar, kemarin. Pembinaan khusus yang dimaksud Gubernur adalah mendorong perbankan untuk mengucurkan kredit permodalan di mana Pemprov Sulsel bertindak sebagai penjaminnya.

“Sangat sulit membangun citra positif koperasi.Padahal ini adalah sistem ekonomi kerakyatan. Karena itu pemerintah harus tampil ke depan sebagai pilar dalam hal pengembangannya,” ungkapnya. Sementara itu, mantan Menteri Koperasi dan UKM pada era Kabinet Reformasi Pembangunan Adi Sasono mengakui jika Sulsel memiliki potensi pengembangan koperasi yang luar biasa.Sebab masyarakat Sulsel punya jiwa wirausaha yang maju yang menjadi syarat koperasi bisa maju. Hanya saja, kata dia, masih perlu waktu untuk pengembangan sumber daya manusia, di mana intervensi dari kalangan pendidik sangat diperlukan.

“Kita tidak bisa maju kalau kaum terdidik tidak terlibat. Mereka harus masuk untuk mendorong gerakan koperasi,” ungkapnya Menurut Ketua Dewan Pengawas Koperasi Coop Indonesia itu,potensi dan kontribusi koperasi dan UMKM dalam peningkatan pembangunan ekonomi rakyat tidak perlu diragukan lagi. Koperasi dan UMKM telah memberi sumbangan berarti bagi kehidupan ekonomi rakyat. Dari pendapatan akhir 2010, diketahui jumlah pelaku UMKM mencapai 51,3 juta unit.

Sementara penyerapan tenaga kerja sekitar 90.000 atau 87,22 % dari pekerja nasional yang mencapai 93.000. Sementara potensi koperasi hingga Juni 2011 mencapai 166.154 unit dengan pertumbuhan rata-rata 20.000 unit per tahun. Jumlah anggota yang terhimpun 27,95 juta orang dengan modal sendiri sebesar Rp26,305 miliar dan volume usaha Rp55,261 miliar.

Dalam kerangka pembiayaan kepada koperasi dan UMKM,lanjut Adi Sasono, pemerintah juga telah dan akan memberikan fasilitas seperti penyediaan dana bagi perempuan dan pemuda usaha mikro melalui 2.600 koperasi, kredit usaha dari dana surat utang pemerintah, perkuatan permodalan dengan pola kemitraan lingkage program antara bank umum dan koperasi,pembiayaan produktif konvensional dan syariah, serta bantuan penyediaan dana.

“Ini dilakukan mengingat koperasi dan UMKM memiliki daya tahan yang tinggi terhadap krisis.Sehingga ke depan mampu menjadi lokomotif pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,”katanya. herni amir 

Read More >>

Inflasi di Sulawesi Selatan Naik 0,04%


Kamis, 02 August 2012
MAKASSAR – Laju inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Juli lalu mencapai 0,68% atau mengalami kenaikan sekitar 0,04% jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,64%.


Kenaikan harga bahan makanan menjadi pemicu utama naiknya inflasi di Sulsel. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono mengatakan laju inflasi tersebut disebabkan harga pada enam kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. Namun kelompok bahan makanan mengalami kenaikan cukup besar,yakni mencapai 1,57%. “Kenaikan bahan makanan bergerak naik dari 1,50% di Juni 2012 menjadi 1,57%. Salah satu pendorongnya adalah tingginya belanja masyarakat sepanjang Ramadan ini.Apalagi, dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan,hanya satu yang mengalami deflasi, sisanya inflasi,” ujar Bambang di kantornya,kemarin.

Komoditas yang dominan menyumbang deflasi di kelompok bahan makanan adalah cabe merah, bawang merah, tomat sayur dan buah, serta kentang dan nangka muda. Sisanya, hampir semua kebutuhan bahan makanan mengalami kenaikan harga. Kelompok makanan jadi, minuman dan rokok,serta tembakau juga menyumbang inflasi 0,65%, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya 0,07%, kelompok sandang juga mengalami kenaikan 0,58%, hingga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keungan mencatat inflasi 0,03%.

“Sementara kelompok pendidikan, rekriasi dan olahraga sejauh ini tetap stabil,”kata dia. Dari data yang dilansir BPS Sulsel, tercatat laju inflasi secara y o y (year on year) di Sulsel mencapai 3,82%. Pertumbuhan tersebut seiring dengan kian tingginya kebutuhan masyarakat. Walau Sulsel mencatat inflasi per Juli tahun ini, Bambang mengaku hal tersebut cukup baik,karena hampir semua daerah di Indonesia mengalami inflasi. “Inflasi tertinggi dipegang Pangkalpinang di Provinsi Bangka Belitung sebesar 3,17% dan terendah di Kota Sibolga, Sumatera Utara 0,11%. Sulsel masih berada di tengahtengah,” tuturnya.

Pengamat Ekonomi Sulsel Agus Arman menilai, inflasi di Sulsel masih dalam batas normal. Terjadinya inflasi di hampir semua kelompok pengeluaran, karena Juli bertepatan dengan Ramadan yang memang selalu mencatatkan pertumbuhan belanja masyarakat. “Kebutuhan makanan pokok memiliki andil besar, terutama ikan,daging ayam,telur, daging sapi serta kacang-kacangan. Ini merupakan kebiasaan yang selalu terjadi tiap tahun saat Ramadan tiba,” kata dia. rahmat hardiansya 

Read More >>

Rabu, 01 Agustus 2012

Toraja Segera Gelar Festival Budaya


Rabu, 01 Agustus 2012

MAKALE – Kabupaten Tana Toraja bersama Toraja Utara bakal menggelar Festival Budaya Toraja pada 2013 mendatang. Rencana penyelenggaraan Festival Budaya Toraja yang mirip Festival Danau Toba itu mendapat dukungan dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Kementerian Pariwisata.


“Tahun depan, Toraja dan Tenggarong diprioritaskan Kementerian Pariwisata sebagai penyelenggara festival budaya berskala nasional,”kata Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung seusai rapat koordinasi yang dihadiri Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring dirujab Bupati Tana Toraja, Makale kemarin. Dia menyatakan, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo telah berkomitmen mendukung dan menyukseskan Festival Budaya Toraja tersebut. Rencananya, pekan depan, Bupati Tana Toraja,Toraja Utara, dan Gubernur Syahrul Yasin Limpo akan bertemu Menteri Pariwisata.

“Rencananya, Festival Budaya Toraja digelar Juni hingga Agustus tahun depan. Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara berkomitmen mendukung dan menyukseskan festival ini,”tutur dia. Mantan Kepala Inspektorat Provinsi Sulsel itu mengatakan, tahun ini,Tana Toraja menjadi tuan rumah pelaksanaan puncak Lovely December.

Guna lebih menggaungkan kegiatan tersebut, Lovely December akan dimeriahkan dengan kegiatan yang bisa menarik kunjungan wisatawan di Toraja. “Lovely December diisi pementasan seni budaya, dipadukan dengan kegiatan di alam bebas,”ungkap dia. ● joni lembang
Read More >>

Calon Sekkot Makassar- SK Penetapan Tunggu Tanda Tangan Gubernur


Rabu, 01 Agustus 2012
MAKASSAR – Pemprov Sulsel masih merampungkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terkait pengangkatan Agar Jaya sebagai pejabat defenitif Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Tautoto Tanaranggina mengungkapkan, proses penyusunan SK tersebut telah rampung dan sisa ditandatangani gubernur. “Sekarang SK itu sudah dimasukkan ke ruang kerja gubernur untuk ditandatangani.Yang jelas kita memprosesnya,” ujarnya kepada SINDOkemarin. Tautoto menargetkan, penerbitan SK Sekkot Makassar tersebut paling lambat, pekan ini. SK tersebut selanjutnya akan langsung diserahkan ke Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin untuk melantik pejabat yang bersangkutan.

“Kita harap secepatnya, kalau boleh pekan ini,”ujarnya.Sekadar diketahui,akhir pekan lalu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengeluarkan surat rekomendasi,yang menunjuk Agar Jaya sebagai pejabat defenitif Sekkot Makassar Agar Jaya yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Makassar ini mengalahkan dua pesaingnya,yakni mantan Asisten IV Bidang Pemberdayaan Masyarakat Apiaty Kamaluddin dan mantan Asisten III Bidang Keuangan Sittiara.

Surat rekomendasi ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Diah Anggraeni kepada Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (26/7) lalu. Tautoto yang ditanya mengenai alasan dipilihnya Agar Jaya dibanding dua calon lainnya, mengaku enggan berspekulasi. Menurutnya, pihaknya hanya menjalankan rekomendasi dari Kemendagri.“Kalau anda bertanya soal itu, silahkan ke Kemendagri. Kami hanya meneruskan isi surat rekomendasi itu,”katanya.

Terpisah, Muallim mengatakan, SK gubernur tersebut akan dijadikan dasar oleh Wali Kota Makassar untuk melakukan pelantikan terhadap pejabat defenitif sekkot yang baru. “Sekarang kita mulai konsepkan SK-nya.Setelah itu kita ajukan ke gubernur, selanjutnya dilantik oleh wali kota,” singkatnya kepada wartawan. ● wahyudi 

Read More >>

EKONOMI SULSEL: Ekspor Juni Naik 15,65%, Impor Turun 52,29%



More Sharing Services

Rabu, 1 Agustus 2012
Compact_dsc_4464
MAKASSAR: Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat, nilai ekspor wilayah ini pada Juni 2012 mencapai US$138,65 juta, meningkat 15,65% dibandingkan Mei tahun ini.

Kepala BPS Sulsel Bambang Pramono mengatakan, jika dibandingkan dengan ekspor pada Juni 2011, nilai ekspor tersebut mengalami penurunan 40,04%.

”Lima terbesar komoditas ekspor Sulsel pada Juni 2012 adalah nikel, kakao, ikan, udang, dan kepiting, biji-biji berminyak, tanaman obat, kayu atau barang dari kayu,” ujar Bambang, Rabu (1/8).

Menurutnya, peningkatan nilai ekspor Sulsel pada Juni tahun ini sangat dipengaruhi oleh besarnya peningkatan nilai ekspor lima kelompok komoditas utama, yaitu nikel, ikan, udang, kepiting, karet dan barang dari karet, serta olahan makanan hewan. Sedangkan ekspor kelompok komoditas kakao, biji-bijian berminyak, tanaman obat, kayu dan barang dari kayu, garam, belerang, kapur, semen, dan buah-buahan mengalami penurunan.

Ekspor ke Jepang pada Juni tahun ini mencapai nilai terbesar, yaitu US$100,99 juta. Menyusul ke Amerika Serikat US$10,19 juta, Malaysia US$9,18 juta, Cina US$4,33 juta, dan Korea Selatan US$2,19 juta. Nilai ekspor Sulsel ke lima negara tersebut US$126,88 juta, atau 91,51% dari total ekspor wilayah ini.

Sementara nilai ekspor periode Januari sampai dengan Juni 2012 terbesar ke negara Jepang yaitu US$364,05 juta, menyusul ke Malaysia US$48,63 juta, Amerika Serikat US$46,43 juta, Cina US$33,04 juta, dan Singapura US$13,80 juta. Besarnya nilai ekspor ke lima negara itu mencapai US$505,95 juta, atau 85,37% dari total kumulatif nilai ekspor pada periode tersebut.


Impor Turun
Sementara itu Bambang menjelaskan, nilai impor Sulsel pada Juni 2012 US$77,71 juta, atau menurun 52,29% dibandingkan Mei 2012. Nilai itu juga menurun 66,39%, jika dibandingkan nilai impor Sulsel pada Juni tahun lalu.

“Singapura, Australia, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Kanada, merupakan lima negara pemasok utama barang impor ke wilayah ini pada Juni 2012,” katanya.

Kelima negara tersebut, memasok barang impor dengan nilai US$61,73 juta atau 79,44% dari total nilai impor Sulsel. Besarnya nilai impor ke lima negara tersebut, masing-masing Singapura US$ 32,22 juta, Australia US$10,42 juta, Korea Selatan US$7,45 juta, Amerika Serikat US6,48 juta, dan Kanada US$5,16 juta.

Menurutnya, komoditas impor Sulsel pada Juni 2012 dengan nilai lima terbesar adalah, komoditas bahan bakar mineral dengan nilai impor US$29,92 juta, gandum-ganduman US$15,22 juta.

Kemudian pupuk US$7,41 juta, mesin-mesin atau pesawat mekanik US$4,60 juta, serta kapal, perahu, dan bangunan terapung US$3,87 juta. Kelima kelompok komoditas tersebut, memberikan kontribusi US$61,02 juta, atau 78,52% dari total impor Sulsel pada Juni tahun ini.

Adapun nilai impor Sulsel periode Januari hingga Juni 2012 mencapai US$592,51 juta. Besarnya nilai impor tersebut menurun 27,05%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$812,21 juta.

”Besarnya nilai impor pada sepuluh negara utama pengimpor ke Sulsel selama Juni 2012 sebesar US$65,12 juta, atau 88,95%. Sedangkan negara lainnya sebesar US$12,59 juta atau 11,05%,” ungkap Bambang.

Lima negara pemasok utama barang impor ke Sulsel pada Juni 2012 adalah Singapura, Australia, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Kanada. Kelima negara tersebut, memasok barang impor dengan nilai US$61,73 juta, atau 79,44% dari total nilai impor wilayah ini.
Besarnya nilai impor dari kelima negara tersebut masing-masing, Singapura US$32,22 juta, Australia US$10,42 juta, Korea Selatan US$7,45 juta, Amerika Serikat US$6,48 juta, dan Kanada US$5,16 juta.

Dia menyebutkan, nilai impor Sulsel periode Januari sampai dengan Juni 2012 juga menurun 27,05%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode Januari hingga Juni tahun ini, nilai impor terbesar dari negara Singapura mencapai US$272,91 juta, kemudian Australia US$93,25 juta, Thailand US$41,89 juta, Cina US$ 39,49 juta, dan Jepang US$31,12 juta.

”Besarnya nilai impor ke lima negara tersebut mencapai US$478,60 juta, atau 80,78% dari total kumulatif nilai impor pada periode tersebut,” tegasnya. (K46/Bsi)
Read More >>

SYL: Harga Sembako Tak Boleh Bersoal


RABU, 01 AGUSTUS 2012

alt
MAKASSAR,  – Pasar Murah Ramadhan yang menjadi program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mendapat apresiasi tinggi dari warga Makassar. Ratusan warga rela berdesak-desakan mengantre untuk mendapatkan paket sembako senilai Rp50 ribu yang berisi beras, gula, minyak goreng, susu, dan mentega.
Lokasi pasar murah tersebut ada di Pasar pelelangan ikan Paotere, Makassar. Pemprov menyediakan 27 ribu paket sembilan bahan pokok
(sembako) yang dijual ke warga.“Saya berharap pasar murah ini memberikan manfaat besar bagi warga Makassar,” ujar Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL), Selasa, 31 Juli.
Dia menyatakan, program pasar murah tersebut sebagai bukti kepedulian Pemprov terhadap rakyat. Event pasar murah juga sebagai bukti bahwa Pemprov lebih memen­tingkan kerja dan program konkret untuk rakyat.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini berharap pasar murah ini dapat menjadi penyeimbang harga sembako yang biasanya naik menjelang L­ebaran. Penyediaan paket sembako merupakan kerja sama sejumlah instansi terkait.
“Tak boleh ada harga kebutuhan pokok bersoal di Sulsel. Makanya, kami hadirkan pasar murah Ramadhan ini paling tidak menjadi penyeimbang jika harga sembako di pasar-pasar naik,” kata Syahrul.
Selain di Pasar pelelangan ikan Paoterre, Pemprov Sulsel juga menstabilkan harga sembako, dengan membagikan 27.000 paket sembako kepada 27.000 keluarga pra sejahtera di 24 kabupaten/kota. Program bertajuk Pasar Murah Ramadhan 1433 H tersebut bekerja sama dengan Bank Indonesia, Perbankan di Sulsel, BUMN, Kadin Sulsel, serta Kodam VII Wirabuana, produsen, dan distributor.
Masing-masing kabupa­ten/kota mendapat jatah se­ribu paket sembako, untuk dibagikan kepada keluarga pra sejahtera. Tetapi khusus di Kota Makassar, mendapat jatah 4 ribu paket sembako, sehingga total 27.000 paket sembako yang dibagikan.
Setiap paket sembako ini berisi 12 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 kg tepung terigu, 2 liter minyak goreng, dan 5 bungkus mie instan, yang dijual Rp50.000. Harga tersebut, men­dapat subsidi 37 persen dari harga sebenarnya.
Selain untuk meringankan beban keluarga pra sejahtera di Ramadhan dan menyambut Lebaran, Syahrul juga berharap pasar murah ini bisa menjaga kestabilan harga dan kelancaran distribusi di wilayah-wilayah yang memiliki banyak keluarga pra sejahtera. Sehingga mereka bisa membeli sembako dengan harga yang lebih murah. Sekaligus untuk mengendalikan inflasi, terutama yang bersumber dari volatile food.
“Diharapkan Ramadhan tahun ini seperti tahun lalu, dimana inflasi dan harga tidak terlalu naik karena sudah dikontrol sejak awal, salah satunya dengan menggelar pasar murah seperti ini,” terang penerima Bintang Ma­haputra Utama 2011 dari Pre­siden RI tersebut.
Ke depan, Syahrul berharap, Pasar Murah Rama­dhan tidak hanya menyediakan sembako, tetapi juga menjual pakaian atau konveksi dengan harga murah.
Wagub Safari Ramadhan
Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang mengaku bakal melakukan pantauan ke sejumlah pasar tradisional pada empat kabupaten di Sulsel. Keempat kabupaten itu rencananya adalah Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, dan Je­neponto.
Menurut Agus, kunjung­an tersebut untuk melihat bagaimana harga sembako termasuk soal stok barang yang ada pada pasar tersebut. “Saya mau jalan lihat semua pasar di beberapa kabupaten, ini untuk melihat bagaimana harga sekalian safari ramadhan. Saya ke Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto nanti tanggal 4 Agustus,” jelas Agus di Kantor Gubernur.
Kemarin, mantan Ketua DPRD Sulsel ini membantah jika pantauan yang akan dilakukannya itu, lantaran adanya laporan dari daerah terkait terjadinya lonjakan harga sembako di pasar setempat. “Tidak ada laporan soal lonjakan harga, tetapi hanya mau memantau bagaimana kesiap­an stok,” timpalnya.
Apalagi, sambungnya, pantauan tersebut  juga sebenarnya bagian dari tugas pemerintah untuk memberikan informasi kepada pedagang bahwa stok ada dan cukup aman. “Karena yang sulit itu kalau dia pahami bahwa stok ini terbatas, mi­salnya tempe pasti akan me­lonjak harganya karena memang mereka khawatir tidak ada barangnya,” tuntasnya. (eky/tan)
Read More >>

Disperindag Sulsel Adakan Pasar Murah


Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disprerindag) Sulsel bekerjasama dengan Bank Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) melakukan pasar murah di kawasan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Lette Kecamatan Mariso, Selasa, 31 Juli 2012. 
Dalam pasar murah tersebut dihadiri Direktur Utama Bank Sulselbar, Elong Tjandra dan Anggota Kodam, dan perwakilan dari Anggota Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Disperindag Sulsel. Direktur Utama  (Dirut) Bank mengatakan bahwa kegiatan pasar murah ini adalah kegiatan yang digagas oleh Disperindag Sulsel dan bekerjasama dengan Perbankan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kodam VII Wirabuana, dan Polda Sulselbar. Kegiatan pasar murah ini dilakukan untuk menstabilkan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang saat ini harganya terus merangkak naik selama bulan Ramadan ini.
Dengan adanya pasar murah ini kami berharap bisa menstabilikan harga Sembako. Sehingga masyarakat golongan menengah bisa membeli sembako dan tidak merasakan tingginya harga. Menurut Elong walaupun kegiatan pasar murah ini dilakukan tidak bisa mengena kepada seluruh masyarakat kalangan menengah kebawah, setidaknya dengan adanya pasar murah ini Pemprov Sulsel bisa mengurangi dampak tingginya harga sembako.
Dalam pasar murah tersebut Disperindag Sulsel menyiapkan 4.000 paket sembako murah bagi masyarakat di Makassar yang dibagikan di 4 titik di Makassar, untuk di Kawasan Rusunawa Kelurahan Lette Kecamatan Mariso Disperindag Sulsel dan Bank Sulselbar menyediakan 1000 paket Sembako murah bagi masyarakat tersebut.
Dalam paket Sembako tersebut dijual dengan harga 50 ribu. Harga tersebut lebih murah 37 persen daripada di pasar atau toko. Kepala Disperindag Sulsel, Ir. Irman Yasin Limpo mengatakan pasar murah dilakukan untuk menekan dan menstabilikan harga Sembako yang saat ini  semakin tinggi. Pasar murah dilakukan dibeberapa titik di Kota Makassar yakni, satu titik di Paottere, Lette dan Daya.
Tanggal 10 Agustus akan digelar di Makassar ada empat titik, satu titik di Paotere, satu di Lette, satu di Daya. Satu titik ini kita masih menunggu konfirmasi dari penanggungjawab dari Kodam. Irman menambahkan pasar murah ini dilaksanakan atas kerjasama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perbankan, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulsel, Kodam, Distributor dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Namun  pasar murah ini dilaksanakan tidak serentak di 24 Kabupaten/Kota.
Read More >>

BPTP Sulawesi Selatan Peragakan Beberapa Inovasi Teknologi Padi di Kab. Maros


Rabu, 01 Agustus 2012
fotoMenggunakan areal seluas kurang lebih 10 ha, berlokasi di Desa Mattoanging, kec. Bantimurung Kab. Maros, BPTP Sulawesi Selatan memperagakan Inovasi teknologi padi. Peragaan teknologi ini dilaksanakan secara terkompleks di tengah-tengah hamparan pertanaman Padi para petani dengan tujuan agar para petani di Kab. Maros dapat melihat secara langsung penampilan dan hasil yang di peroleh, jika menerapkan teknologi sesuai rekomendasi.
Beberapa kegiatan yang di tampilkan dalam program ini adalah :
  1. Display varietas Unggul Baru (Inpari)
  2. Pemupukan hara Spesifik Lokasi (PHSL)
  3. Penggunaan Alternate Wetting and Drying (AWD)
  4. Teknologi Penangkaran Benih Padi
  5. Uji Adaptasi beberapa Galur Padi, kerjasama dengan BB Padi Sukamandi
  6. Perbanykan benih padi (UPBS)
Pada hari Senin, 30 Juli 2012 telah dilakukan Panen Raya yang dilakukan oleh Wakil Bupati Kab. Maros, Ketua DPRD Kab. Maros, Komandan Kodim Kab. Maros dan Kepala BPTP Sulawesi Selatan, yang di saksikan oleh Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Prop. Sulawesi Selatan, Kepala SKPD Kab. Maros, para Penyuluh Petani, dan peserta Diklat Budidaya Padi bagi penyuluh se Indonesia Timur yang dilaksanakan BB Diklat Pertanian Gowa. Dari Ubinan yang dilakukan di peroleh hasil 7,52 ton/ha, varietas Inpari 13.
Acara Panen Raya di lanjutkan dengan Temu Lapang dan diskusi dengan para petani, dan penyuluh. Kepala BPTP Sulawesi Selatan DR. IR. FADJRY DJUFRY, M.SI, menjelaskan bahwa Badan Litbang Pertanian secara terus menerus mengembangkan Inovasi Teknologi Padi khususnya varietas baru untuk mengantisipasi tantangan dan permasalahan perberasan yang semakin berkembang.
Pada kesempatan ini peneliti dari BB Padi Sukamandi menyampaikan bahwa BB Padi Sukamandi sedang mengembangkan varietas baru padi Ultra Genjah, yang memungkinkan petani dapat menanam padi dengan IP-300.
Penulis : Ir. Amirullah
Read More >>

Selasa, 31 Juli 2012

Toraja Utara Tunggu Rp110 M dari Pemprov


Selasa, 31 July 2012
RANTEPAO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara menunggu kucuran dana Rp110 miliar pada tahun 2012 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.

Kucuran dana itu dijanjikan gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di depan pemerintah dan masyarakat Toraja Utara pada perayaan puncak HUT ke-4 kabupaten Toraja Utara akhir pekan lalu. Menurut Syahrul, bantuan itu tak ada kaitannya dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013. Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring mengatakan setelah resmi dimekarkan empat tahun lalu, kebutuhan masyarakat Toraja Utara semakin besar.Sementara infrastruktur sangat terbatas.

Untuk memenuhi tuntutan masyarakat, tidak cukup apabila hanya mengandalkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Dengan begitu, Toraja Utara membutuhkan perhatian dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Sulsel. Menurut dia, kontribusi Pemprov Sulsel terhadap pembangunan di Toraja Utara sudah cukup banyak. Selama Januari- Juli 2012, kucuran dana pembangunan yang diterima pemkab Toraja Utara dari pemprov Sulsel sekitar Rp83,6 miliar. Di antaranya, Dinas Bina Marga Rp20,5 miliar, Dinas Pendidikan Rp19,4 miliar, dinas kesehatan Rp5,9 miliar dan dinas pertanian dan perikanan Rp6,4 miliar.

“Masih ada sekitar lima bulan lagi sebelum tahun 2012 berakhir.Kami berharap,di APBD perubahan, kucuran dana dari pemprov yang sudah kami terima masih akan bertambah untuk pembangunan daerah ini,”ujarnya. Mantan wakil bupati Asmat, Papua itu mengatakan,salah satu kebutuhan mendesak di Toraja Utara saat ini yakni rumah sakit umum daerah (RSUD).Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, hanya kabupaten Toraja Utara yang hingga kini belum memiliki RSUD.

Diharapkan, Pemprov Sulsel membantu Pemkab Toraja Utara untuk mewujudkan impian RSUD dimiliki kabupaten Toraja Utara. “Belum ada RSUD di daerah ini.Kami harap,Pemprov Sulsel membantu memperjuangkan pembangunan RSUD di Toraja Utara,”ujarnya. joni lembang 
Read More >>

Gubernur: Operasi Pasar Belum Dibutuhkan


Kamis, 31 Juli 2012


MAKASSAR– Kendati terjadi pergolakan harga bahan pokok di pasar tradisional, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyatakan, Operasi Pasar (OP) belum mendesak dilakukan. Alasannya, kenaikan harga yang terjadi masih wajar.

Menurut dia, jika kenaikan bahan pokok telah mencapai 10% hingga 12%,maka hal tersebut sudah menjadi warning bagi seluruh pemerintah daerah agar segera bertindak secara tepat. Salah satunya dengan menggelar OP untuk menstabilkan harga di pasar. “Yang jelas kalau harga sudah melewati batas 10%-12%, maka sudah jadi warning untuk segera melakukan stabilizer. Kita lakukan operasi pasar,” ungkapnya kemarin.

Menurutnya, Pemprov Sulsel telah menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk melakukan OP bahan pokok.Kendati demikian, langkah tersebut akan ditempuh sebagai jalan terakhir jika harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri 1433 H tak terkendali. Anggaran sebesar Rp15 miliar tersebut diambil dari pos dana tidak terduga yang disiapkan dalam APBD Sulsel 2012 lalu.

Pos dana tersebut hanya bisa dipakai dalam kondisi darurat, berupa bencana alam maupun bencana sosial. “Kalau memang harga kian bergejolak, kami siap turunkan kekuatas untuk menembus itu, dengan menggunakan dana kontigensi pemerintah,” pungkasnya usai mencanangkan pelaksanaan program pasar murah Ramadan di 27 titik pada 24 kabupaten/kota se Sulsel, yang dibuka di Pelabuhan Rakyat Paotere Makassar, kemarin..

Mantan Bupati Gowa ini mengatakan, pasar murah tersebut dilaksanakan atas dukungan produsen dan distributor bahan pokok di daerah ini.Hal ini juga untuk menstabilkan harga bahan pokok di tengah masyarakat. “Ini pasar murah yang keempat kalinya kita gelar.Mungkin skalanya hanya sebuah pasar murah, tapi dibalik ini ada panggilan idealisme. Di saat rakyat membutuhkan uluran tangan kita dan kita terpanggil untuk meringankan beban,” katanya.

Terpisah,Panitia Pelaksana Pasar Murah, Ellong Chandra menyebutkan, pihaknya menyiapkan sebanyak 23.000 paket bahan pokok untuk disebar di 27 titik di kabupaten/kota di Sulsel. Setiap paketnya diberi harga sebesar Rp50.000 dan berlaku di seluruh daerah.Harga ini diklaim lebih rendah 37% dibandingkan harga bahan pokok yang ada di pasar tradisional. Dia menambahkan, pasar murah ini dilaksanakan atas kerja sama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel, Bank Indonesia, bank swasta,BUMN,Kadinda.

Kegiatan tersebut juga didukung oleh Kodam VII Wirabuana, produsen dan distributor kebutuhan pokok se Sulsel. “Kebutuhan pokok yang dijual telah dikemas dalam satu paket dengan harga yang lebih murah 37%dibandingkan harga di pasaran,”katanya. wahyudi 

Read More >>

THR Pemprov Rp5 M, Pemkot Rp4 Miliar


Selasa, 31 Juli 2012
MAKASSAR– Kabar gembira bagi PNS lingkup Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar. Jelang hari raya Idul Fitri 1433 H, seluruh PNS dipastikan menerima tunjangan hari raya (THR) yang nilainya bervariasi antara Rp150.000 hingga Rp1 juta. 

Untuk pembayaran THR,Pemprov Sulsel menyiapkan anggaran Rp5 miliar yang akan dibayarkan 13 Agustus mendatang. Sementara, Pemkot Makassar menyediakan dana sebesar Rp4 miliar untuk 14.580 PNS.

Tunjangan ini akan dibayarkan kepada seluruh pegawai baik berstatus PNS maupun honorer. “Disiapkan Rp5 miliar untuk tunjangan kesejahteraan PNS.Ini bukan THR,cuma pencairannya menjelang Idul Fitri,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) SulselYushar Huduri kemarin. Yushar menuturkan, nilai tunjangan yang diberikan kepada PNS sebesar Rp1 juta per orang. Jumlah ini naik disbanding tahun lalu yang hanya Rp650 ribu. Sedangkan bagi pegawai honorer di lingkup pemprov,mendapatkan jatah sebesar Rp650.000.

Jumlah ini juga mengalami kenaikan dari tahun 2011 yang hanya Rp550.000 per orang. Sementara itu, pembagian THR untuk Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wagub Agus Arifin Nu’man pun sama dengan pegawai lainnya, yakni sebesar Rp1 juta.“Baik gubernur,wagub, sekprov, dan PNS biasa tidak ada perbedaan. Semuanya sama,” kata Yushar kepada wartawan.

Dia menambahkan, sebelum anggaran tersebut dicairkan, BPKD Sulsel terlebih dahulu mengirim surat keseluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk menyerahkan daftar serta data kepegawaian di institusinya masing-masing. “Setelah SKPD mengajukan surat pembayaran ke BPKD, barulah kita mencairkannya. Tetapi kalau tidak mengajukan surat ke kita,pencairannya pasti tertunda,”bebernya.

Terpisah,Bagian Keuangan Pemkot Makassar memastikan pencairan THR bagi 14.580 PNS lingkup pemkot akan dilakukan paling lambat 13 Agustus atau seminggu sebelum Idul Fitri 1433 H.Anggarannya sudah disiapkan pada belanja pegawai APBD 2012 dan untuk pencairannya tinggal menunggu SK Wali Kota Makassar. “Sudah ada kami buat laporannya. Sekarang tinggal menunggu SK dari wali kota tentang waktu pembayaran THR tersebut,”kata Kepala Bagian Keuangan Pemkot Makassar Taufiek Rahman kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin.

Taufiek mengemukakan, besarnya THR bagi setiap PNS ditetapkan berdasarkan golongan dan kepangkatan (eselon). Untuk PNS eselon I dan II atau setingkat petugas kebersihan sebesar Rp150.000. Jumlah THR yang diterima PNS golongan eselon I dan II sama dengan jatah THR bagi tenaga kontrak dan tenaga honorer yakni Rp150.000 yang jumlahnya mencapai 1.700 orang. Sedangkan untuk pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas, badan, biro, asisten, staf ahli wali kota mendapatkan THR sebesar Rp500.000.

Sementara, THR untuk pejabat eselon III atau setingkat kepala bagian sebesar Rp420.000.Untuk THR tertinggi adalah Sekretaris Kota (Sekkot) sebesar Rp600.000. “SK-nya kami belum terima, tapi yang jelas pengalokasiannya hampir sama dengan tahun sebelumnya. Tahun ini asumsi anggaran yang dihabiskan sebesar Rp4 miliar lebih, bersumber dari anggaran Sekretariat Pemkot Makassar,” jelas Taufiek.

Rincian yang dikemukakan Taufiek membantah isu-isu sebelumnya yang menyebut besarnya THR pemkot Makassar sama dengan besarnya gaji PNS dalam sebulan. Jumlah THR tahun ini, lanjutnya, sama dengan THR pada lebaran 2011. wahyudi/ supyan umar 

Read More >>

Sulsel Segera Dibanjiri Wisatawan Domestik


Selasa, 31 Juli 2012

MAKASSAR– Para wisatawan domestik akan banyak datang ke Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka akan mulai berdatangan menjelang hingga sesudah lebaran. 

Kondisi ini berbeda dengan awal hingga pertengahan Ramadan ini yang cenderung mengalami penurunan. “Ini terlihat dengan telah banyaknya reservasi yang dilakukan calon wisatawan untuk paket liburan setelah lebaran mendatang,”ujar Ketua Walau Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Sulsel Didi L Manaba kepada SINDOdi Makassar,kemarin.

Menurut Didi,tingginya jumlah reservasi paket liburan di sejumlah travel tours yang mengalami peningkatan 5% hingga 10% dari reservasi yang dilakukan pada momen yang sama tahun lalu,mengindikasikan hingga akhir tahun, total wisatawandomestikke Sulselakan melebihi capaian tahun lalu. Begitu pula dengan wisatawan mancanegara (wisman). Jika saat ini terjadi penurunan pada wisatawan domestik, tidak dengan wisman.

Menurut Didi, alur kunjungan wisman ke Sulsel tetap pada ritme biasa, karena banyak di antara wisman tersebut telah membeli paket jauh hari sebelum Ramadan tiba.“Puncak kunjungan wisman akan terjadi Agustus hingga akhir tahun,”kata Didi. Akan meningkatnya kunjungan wisatawan domestik ke Sulsel karena lebaran tahun ini, bertepatan pula dengan peak season. Sehingga, selain banyak masyarakat menggunakan libur lebaran untuk pulang kampung,juga digunakan untuk liburan ke sejumlah tempat wisata.

Menurut Didi, walau pada Mei lalu kunjungan Wisman ke Sulsel menurun 8,39% jika dibandingkan April sebelumnya, namun kini telah meningkat signifikan. “Memang wisman banyak berkunjung saat penghujung tahun. Itu sudah rutin terjadi,”ujarnya.

Harga Tiket Naik

Selain mempersiapkan penjualan paket libur setelah lebaran, anggota Asita kini juga tengah sibuk meladeni penjualan tiket mudik lebaran. Menurut Didi, banyak tours and travel di Sulsel kini fokus untuk menjual tiket saja. “Ini karena permintaan tiket pesawat sudah mulai meningkat,” kata dia. Harga tiket pun merangkak naik.“Jika kini kita masih mendapatkan harga sedikit murah, ke depannya akan semakin susah. Harga tiket sudah mulai naik,dan menjelang hari H akan lebih mahal lagi,”kata dia.

Hal ini juga dibenarkan Duty Manager Lion Air Makassar M Aliwes.Menurutnya,permintaan tiket kini makin banyak. Walau maskapainya telah dibanjiri permintaan tiket, belum ada kepastian Lion Air akan menambah armada untuk ke berbagai rute dari dan menuju Makassar. “Permintaan tiket sudah naik, harga masih bisa dikontrol. Tetapi soal penambahan armada, kami belum sepakati. Nanti akan dilihat ke depannya,” tandas Aliwes. rahmat hardiansya 

Read More >>

Persiapan Mudik, SYL Pantau Jalan Rusak


SELASA, 31 JULI 2012

MAKASSAR, - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo memantau langsung sejumlah titik jalan yang dinilai masih dalam keadaan rusak. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana progress pembangunan jalan jelang mudik Le­baran 1433 Hijriah yang diperkirakan terjadi mulai pertengahan Agustus mendatang.
“Soal kondisi jalan, Insya Allah kita akan muluskan. Saya akan turun pada sejumlah titik yang ada di daerah yang rusak, dan sampai sekarang masih dalam proses,” jelas Syahrul, Senin, 30 Juli.
Sejauh ini, masih kata dia, akses jalan ke Selatan sudah cukup mulus, termasuk jalan Makassar-Parepare saat ini pembangunan jalan tersisa 15 persen dalam tahap perampungan.
“Saya akan merekayasa ini supaya tidak ada pekerjaan yang stop (berhenti). Tetapi sekarang seluruh jalan Makassar sampai Parepare itu sudah dalam kontrak. Kalau soal lahan yang bermasalah tinggal sedikit di Kabupaten Maros. Ini saya mau cek ke sana, mudah-mudahan saya turun sebentar ini sudah bisa selesai,” katanya.
Selain itu, mantan Bupati Gowa dua periode ini juga mengatakan, persoalan keamanan dan penjagaan pada masa mudik juga akan mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat keamanan.
“Untuk keamanan dan penjagaan, nanti akan ada rapat khusus. Tetapi secara umum, berdasarkan rapat yang ada sebelumnya bersama unsur muspida termasuk Kapolda, kita akan menurunkan personel penjagaan,” ujarnya.
Berdasarkan rapat muspida yang digelar sebelum­nya, masih kata Syahrul, ada masukan bahwa jika nantinya pihak kepolisian menginginkan keterlibatan TNI AD, AL dan AU berada pada pos tertentu, maka semuanya siap diperbantukan.
“Artinya kita mau lihat bahwa siatuasi di Sulsel aman betul. Kemudian kalau terjadi hambatan-hambatan dari trasnportasi dan pengangkutan, maka kita sudah sepakat seluruh kekuatan armada TNI, kepolisian dan pemerintah akan dipersiapkan,” tandasnya.
Diketahui sebelumnya, Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Regional IV Makassar terus mengupayakan untuk menggenjot proses perbaikan dan pembangunan jalan khusus jalur Trans Sulawesi. Ini dilakukan sebagai upaya memperlancar arus mudik lebaran 1433 H tahun 2012.
Kepala BBJN Regional IV Makassar, Nurdin Samaila, menjelaskan bahwa dari beberapa jalur yang menghubungkan antar provinsi di Sulawesi, sedikitnya sekitar 10 titik yang saat ini telah dupayakan percepatan pengerjaannya.
“Dengan upaya ini kami berharap saat puncak arus mudik nanti, tidak terganggu khususnya pada jalur trans Sulawesi ini. Makanya, kami ada beberapa kegiatan yang akan dioptimalkan, khususnya menjelang H-10 lebaran,” jelas Nurdin Samaila belum lama ini.
Beberapa titik yang meng­alami sedikit kerusakan, sambungnya, sekarang sudah dalam proses perbaikan, misalnya sepanjang poros Makassar-Parepare, poros Maros-Bone sebanyak tiga titik, poros Palu-Poso, dan jalur Palopo-Siwa dengan jumlah dua titik kerusakan.
Lebih jauh, ia juga mengaku bahwa khusus poros Maros-Parepare, pihaknya bersama Dinas Bina Marga telah merampungkan 22 kilometer dari 28 kilometer poros Maros-Parepare yang mengalami rusak parah. Sedangan enam kilometer lainnya, saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
Karena itu, ia mengaku bahwa pihaknya akan terus berupaya supaya poros Maros-Parepare tidak lagi ada patahan-patahan yang berpotensi mengganggu jalannya arus mudik.
“Termasuk upaya untuk mengurangi jalan berlubang di sepanjang poros 120 kilo­meter itu,” ujarnya. (eky/ute)
Read More >>

Gubernur Canangkan Pasar Murah Ramadhan


SELASA, 31 JULI 2012 

alt
27 Ribu Paket Sembako Dijual Rp50 Ribu Per Paket
 MAKASSAR, – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mencanangkan pelaksanaan Pasar Murah Ramadan di 27 titik pada 24 kabupaten/kota se Sulsel. Acara tersebut dilaksanakan di Pelabuhan Paotere, Makassar, Senin, 30 Juli.
Dalam pasar murah tersebut, sebanyak 27 ribu paket sembako disiapkan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, khususnya dari
kalangan masyarakat yang kurang mampu. Dalam satu paket sembako itu berisi di antaranya, beras, gula, minyak goreng, mentega, serta susu.
Syahrul mengatakan, Pasar Murah Ramadan dilaksanakan atas dukungan produsen dan distributor kebutuhan pokok di Sulsel. Sehingga, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, khususnya dari kalangan prasejahtera.
“Saya berharap, Pasar Murah dapat terselenggara dengan baik. Mungkin skalanya hanya sebuah pasar murah, tapi dibalik ini ada panggilan idealisme. Disaat rakyat membutuhkan uluran tangan kita dan kita terpanggil untuk meringankan beban. Bangsa akan baik kalau kita mampu melaksanakan fungsi dan peran kita,” jelasnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini juga mengaku pelaksanaan pasar murah ini dapat terlaksana dengan baik atas kerja sama yang baik dengan semua stakeholder, termasuk dengan mulai turunnya TNI secara penuh pada tahun ini.
Untuk pelaksanaan kegiatan pasar murah di kabupa­ten/kota, sambungnya, kodim dan polres akan turun tangan bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada kabupaten kota tersebut. Semua bupati dan Disperindag memegang peranan penting untuk kegiatan tersebut.
“Jadi biarkan pasar jalan, kami punya pola. Dan yang jelas kalau harga bahan pokok sudah lewati batas antara 10 sampai 12 persen, maka itu sudah menjadi warning untuk kita melakukan stabilisasi harga,” ujarnya. Sebab itu pula, mantan Wakil Gubernur Sulsel ini menegaskan, jika memang harga kebutuhan pasar telah bergejolak, maka pihaknya siap menurunkan tim untuk meredus gejolak itu.
“Sampai operasi pasar kami sudah siapkan yang bekerjasama dengan semua stakeholder dan lain-lain, dan kalau perlu kita gunakan dana darurat pemerintah untuk bisa menstabilkan harga,” jelasnya
Sementara itu Panglima Kodam VII Wirabuana, Mayjen Muhammad Nizam, menga­takan, pihaknya bersama aparat kepolisian sangat mendukung kegiatan tersebut.
Karena pihaknya tidak ingin kegiatan tersebut malah akan menjadi malapetaka bagi warga, sehingga ia mengaku untuk proses keamanan, pengamanan dan manajemen pembagian paket sembako dan lain sebagainya, akan dikombinasikan antara panitia, Polisi serta TNI.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap akan bisa memakmurkan rakyat. Bukan sebaliknya akan menimbulkan malapetaka, karena semua proses ini akan dikombinasikan antara panitia, polisi dan TNI,”jelasnya.
Selain itu, Nizam juga mengaku bahwa pada tanggal 2 Agustus mendatang, pihaknya akan menggelar kegiatan yang sama, atas kerjasama dan koordinasi dengan pemprov Sulsel, Perbankan, BUMN, Kadin dan lain-lain, termasuk dengan produsen dan distributor kebutuhan pokok se Sulsel di di Lapangan Hasanuddin.
Ia menambahkan, untuk jumlah personil yang akan diturunkan dalam pengamanan kegiatan pada 27 titik di 24 kabupaten kota, akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.
Sebelumnya, Kepala Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengatakan kegiatan pasar murah di sejumlah kabupaten/kota se Sulsel, tidak akan terselenggara secara bersama. Melainkan, pasar murah ini akan terlaksana kapan saja pemerintah setempat siap.
Ketua Panitia, Elong Chandra, mengatakan, Pasar Murah Ramadan dilaksanakan Pemprov Sulsel (disperindag) bekerja sama dengan Bank Indonesia, perbankan, BUMN, Kadinda. Kegiatan tersebut juga didukung oleh Kodam VII Wirabuana, produsen dan distributor kebutuhan pokok se Sulsel.
“Kebutuhan pokok yang dijual telah dikemas dalam satu paket dengan harga yang lebih murah 37 persen dibandingkan harga di pasaran,” ungkapnya. (mg4/eky/ute)
Read More >>

PNS Pemprov Dapat THR Rp1 Juta


SELASA, 31 JULI 2012 

Siapkan Rp5 Miliar, Honorer Rp650 Ribu Per Orang, BI Siapkan Uang Receh Rp3,5 Triliun, BCA Rp200 Miliar 
MAKASSAR,  - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan akan memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada pegawai lingkup pemprov. Pegawai yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) akan mendapat Rp1 juta per orang dan Rp650 ribu per orang bagi tenaga honorer.
Sekitar 10 ribu pegawai lingkup Pemprov Sulsel akan mendapat THR yang dikemas sebagai tunjangan kesejahteraan itu menjelang hari raya Idul Fitri 1433 Hijriyah atau 2012 Masehi. Sebanyak Rp5 miliar dana disiapkan untuk melakukan pembayaran.
Kepala Biro Keuangan Pemprov Sulsel Yushar Huduri membantah anggaran senilai Rp5 miliar itu disebut sebagai THR. Menurutnya, seperti tahun-tahun sebelumnya dana tersebut merupakan tunjangan kesejahteraan pegawai.
“Kami siapkan ini adalah tunjangan kesejahteraan pegawai, baik untuk pegawai PNS maupun honorer,” jelas Yushar kepada wartawan di ruang kerjanya, kemarin.
Yushar mengaku, tunjangan kesejahteraan per PNS sebesar Rp1 juta per orang. Jumlah ini mengalami kenaikan jika diban­dingkan dengan tunjangan yang sama pada tahun sebelumnya, yakni Rp650 ribu per orang.
Sementara, jumlah tunjang­an kesejahteraan bagi pegawai honorer sebesar Rp650 ribu atau mengalami kenaikan Rp100 ribu per orang jika dibandingkan tahun lalu yang jumlahnya hanya Rp550 ribu.
Yushar memastikan anggaran tunjangan kesejahteraan tersebut dipastikan cair menjelang Idul Fitri.
Uang Receh
Sementara itu, Bank Indonesia Region Sulawesi, Maluku, Papua (Sulampua) menyiapkan tambahan dana masyarakat je­lang Lebaran sekitar Rp3,5 trliuan atau meningkat 10 persen hingga 15 persen dari tahun lalu.
Pemimpin Bank Indonesia Region Sulampua Mahmud Arsin mengatakan, pada intinya pihaknya siap berapapun dana yang dibutuhkan masyarakat menjelang Lebaran nanti.
“Silakan bagi masyarakat yang ingin menukar uangnya, untuk datang ke Bank Indonesia. Berapapun kebutuhan masyarakat, kami akan siapkan,” tegas Mahmud seusai pembukaan Pasar Murah Rama­dan 1433 H di Pelabuhan Paotere, Makassar, Senin, 30 Juli.
Mahmud enggan menyebutkan total dana pasti yang disiapkan untuk kebutuhan masyarakat yang ingin menukarkan uangnya tahun ini. Se­perti yang terjadi setiap tahun, pihaknya selalu meningkatkan kesiapan dana 10-15 persen dari tahun sebelumnya.Tahun lalu, Bank Indonesia Region Sulampua menyiapkan sekitar Rp3 triliun dana.
Selain meningkatkan ke­siapan kebutuhan dana ma­syarakat, pihaknya juga meni­ngkatkan pelayanan bagi ma­­syarakat yang ingin menukar uangnya di Bank Indonesia, dengan selalu mensiagakan petugas di loket teller yang ada.
Menurutnya, saat ini dalam sehari rerata 150 orang hingga 250 orang yang datang ke Bank Indonesia untuk menukarkan uangnya, dengan jumlah yang cukup bervariasi mulai dari Rp1 juta per orang. Jumlah itu katanya, akan terus meningkat sampai H-1 Lebaran.
Sedangkan PT Bank Central Asia (BCA) Cabang Utama Ahmad Yani Makassar menyiapkan dana tunai sekitar Rp200 miliar untuk kebutuhan masyarakat khususnya nasabah BCA.
“Dana yang kami siapkan itu tiga kali lipat dari hari-hari biasanya,” kata Kepala Cabang Utama BCA Ahmad Yani Makassar, Amir Basri, di Makassar.
Ia mengatakan, kebutuhan para nasabah menjelang dan sesudah lebaran hampir sama dan kebutuhan itu meningkat drastis dan tidak seperti dengan hari-hari biasanya.
Penyiapan dana itu sebagian akan disiapkan disemua mesin anjungan tunai mandiri (ATM) yang ada di Makassar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi permintaan masyarakat yang diperkirakan cukup tinggi di Lebaran tahun ini.
“Peningkatan penyiapan dana tunai tahun ini sekitar 25 persen. Jika tahun-tahun sebelumnya hanya kita siapkan Rp120 miliar, tahun ini meningkat sampai Rp200 miliar,” ujarnya dilansir Antaranews, Se­nin, 30 Juli.
Menurutnya, dana yang disiapkan itu untuk mengisi semua mesin ATM yang tersebar di beberapa lokasi di kota Makassar. Dengan total 98 mesin ATM tunai, 18 mesin non tunai, dan 26 mesin CDM atau mesin transfer tunai yang ada saat ini.
Untuk mesin tunai dengan pecahan Rp50 ribu, sekali isi mencapai Rp460 juta per unit per hari. Sedangkan pecahan Rp100 ribu, sekali isi Rp920 juta per unit per hari.
Menjelang Lebaran, pi­hak­nya bisa melakukan pengisi­an dua hingga tiga kali per unit per hari, seiring meningkatnya permintaan dana masyarakat untuk membeli keperluan Le­baran.
Selain menyiapkan dana untuk semua mesin ATM tunai, pihaknya juga menyiapkan dana cadangan sekitar Rp100 miliar hingga Rp200 miliar, untuk berbagai keperluan masyarakat menjelang lebaran nanti. (eky/ute)
Read More >>

Pemprov Sulsel Teken Edaran THR


 Selasa, 31 Juli 2012
tunjangan-hari-raya.jpg

MAKASSAR - Pemprov Sulsel mengeluarkan edaran kepada bupati dan Wali Kota se-Sulsel tentang pemberian tunjangan hari raya (THR).  Selanjutnya, tugas pemerintah daerah setempat yang akan mengedarkannya ke perusahaan dan industri yang ada di wilayahnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemprov Sulsel, Saggaf Saleh
mengatakan pemberian THR bagi karyawan/pekerja wajib diberikan paling lambat satu minggu sebelum Hari Raya Idulfitri tiba.

Besaran jumlah THR yang wajib diberikan oleh perusahaan kepada
karyawannya minimal sebesar satu bulan gaji yang diterima karyawan
setiap bulannya.

“Surat edarannya sudah ditandatangani hari ini, bagi perusahaan yang
tidak memberikan hak THR minimal satu bulan gaji kepada karyawan akan ditindak dengan tegas,” kata  Sagaf Saleh, Selasa (31/7/2012).(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/31/pemprov-sulsel-teken-edaran-thr
Read More >>

Tana Toraja dan Torut Rencanakan Gelar Festival Budaya Toraja


31 July 2012, 
Tana Toraja dan Torut Rencanakan Gelar Festival Budaya Toraja
Rumah Adat Tongkonan BAI yang menjadi salah satu ikon wisata Tana Toraja

Pemerintah Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara, berencana menggelar Festival Budaya Toraja. Pelaksanaan festival Budaya Toraja itu, rencananya akan digelar pada pertengahan tahun 2013 mendatang.
Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung mengatakan festival ini nantinya akan kemas dengan berbagai seni budaya, seni olahraga, dan interaksi dengan lingkungan atau ecoculture touristmen yang ada di Toraja.
“Pemerintah Tana Toraja dan Toraja Utara sudah melakukan koordinasi dengan Menteri Parawisata RI, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan hal ini mendapat respon positif dari dua pihak tersebut,” ujar Theofilus usai menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, di Rumah Jabatan Bupati Tana Toraja, Senin (30/7/12).
Menurutnya, untuk tahun 2013 mendatang, selain Tana Toraja yang mewakili Sulawesi Selatan dalam pegelaran festival Budaya, juga akan digelar kegiatan serupa di Kalimantan Timur, yakni tepatnya di Tenggarong.
“Kami masih akan membicarakan soal waktu pelaksanaan, yang direncanakan akan digelar pada Juli atau Agustus mendatang, masih perlu perencanaan lebih lanjut dan perencanaannya memang sudah harus digarap dari sekarang,” ujarnya. (b)

Read More >>