Minggu, 02 September 2012

Syahrul Kukuhkan Pengurus KTNA Jeneponto



 Minggu, 2 September 2012  
MAKASSAR, --Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengukuhkan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Dusun Pakkaterang, Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Minggu (2/9/12).

Penyambutan Syahrul berlangsung ramai. Kurang lebih seribuan petani dan nelayan menyambut di bawah dua terowongan panjang. Mereka adalah para penyuluh KTNA, ratusan pengurus Gapoktan, unsur P3A petani, dan kelompok tani wanita.

Sambutan sumpah setia 'Angngaru' ala Jeneponto dipersembahkan kepada Syahrul. Bupati Jeneponto, Radjamilo memimpin penyambutan tersebut.
Syahrul hadir didampingi Ketua DPRD Sulsel HM Roem, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Pemprov Sulsel, Kabang Litbang, Ketua Bakorluh Pertanian dan Karo Humas protokol Pemprov Sulsel Agus Sumantri.

"Kita berharap agar dengan kegiatan KTNA ini, kita akan lebih baik dari hari ini. Jika kita besok lebih jelek dari hari ini, berarti kita semua salah, artinya semua komponen harus bekerjasama dalam meraih yang terbaik di masa datang. Mari kita menjaga kondisi yang ada saat ini," kata Syahrul dalam sambutannya.

Setelah orasi di hadapan ribuan petani, Syahrul dan rombongan bergerak menuju Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu untuk menghadiri Halal bi Halal komunitas AFR 147, dirangkaikan dengan ulang tahun ke-65 Radjamilo.

Read More >>

Saatnya Potensi Alam Sulsel ke Taiwan



 Minggu, 2 September 2012 
DI sela-sela perlehatan tim tinju Indonesia pada The 2nd Taipei City Cup International Boxing Tournament, delegasi Indonesia yang dipimpin A Reza Ali menerima jamuan makan siang oleh Kepala Atase Perdagangan dan Ekonomi untuk Taiwan yakni Bapak Ahmad Syafri di salah satu restoran di Kota Taipei. 

Jamuan yang disertai berbagai diskusi menarik terutama dukungan terhadap tim Indonesia yang akan berlaga pada final melawan petinju dari Jepang. Kepala Atase berjanji akan menghadiri partai final tersebut dengan menyertakan beberapa orang Indonesia guna memberikan dukungan dan semangat.

Tampak pada gambar (dari kiri ke kanan Bapak Ahmad Syafri, Kepala atase RI di Taiwan, Ketua PP Pertina A Reza Ali yang juga sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Bapak Frans Tanase (Bendahara Pertina) sekaligus pengusaha yang tengah menjajaki peluang perdagangan dengan produsen Taiwan serta saya sendiri. 

Lebih lanjut diskusi tersebut meluas tentang perlindungan terhadap TKI yang berjumlah hampir 180 ribuan juga terhadap nelayan-nelayan Indonesia yang dipekerjakan melaut oleh pengusaha Taiwan yang dikhawatirkan belum mendapatkan perlindungan hukum baik di Indonesia maupun di Taiwan. 

Untuk diketahui, ada banyak nelayan Indonesia yang hanya berinteraksi dari garis terluar wilayah teritori laut Indonesia, mengarung di  aut China Selatan hingga ke Pasifik dan mengantar hasil tangkapan ke lepas pantai Pulau Taiwan. 

Selanjutnya baca versi cetak Tribun Timur edisi Minggu (2 September).(*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/09/02/saatnya-potensi-alam-sulsel-ke-taiwan
Read More >>

Saatnya Potensi Alam Sulsel ke Taiwan



 Minggu, 2 September 2012 
DI sela-sela perlehatan tim tinju Indonesia pada The 2nd Taipei City Cup International Boxing Tournament, delegasi Indonesia yang dipimpin A Reza Ali menerima jamuan makan siang oleh Kepala Atase Perdagangan dan Ekonomi untuk Taiwan yakni Bapak Ahmad Syafri di salah satu restoran di Kota Taipei. 

Jamuan yang disertai berbagai diskusi menarik terutama dukungan terhadap tim Indonesia yang akan berlaga pada final melawan petinju dari Jepang. Kepala Atase berjanji akan menghadiri partai final tersebut dengan menyertakan beberapa orang Indonesia guna memberikan dukungan dan semangat.

Tampak pada gambar (dari kiri ke kanan Bapak Ahmad Syafri, Kepala atase RI di Taiwan, Ketua PP Pertina A Reza Ali yang juga sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Bapak Frans Tanase (Bendahara Pertina) sekaligus pengusaha yang tengah menjajaki peluang perdagangan dengan produsen Taiwan serta saya sendiri. 

Lebih lanjut diskusi tersebut meluas tentang perlindungan terhadap TKI yang berjumlah hampir 180 ribuan juga terhadap nelayan-nelayan Indonesia yang dipekerjakan melaut oleh pengusaha Taiwan yang dikhawatirkan belum mendapatkan perlindungan hukum baik di Indonesia maupun di Taiwan. 

Untuk diketahui, ada banyak nelayan Indonesia yang hanya berinteraksi dari garis terluar wilayah teritori laut Indonesia, mengarung di  aut China Selatan hingga ke Pasifik dan mengantar hasil tangkapan ke lepas pantai Pulau Taiwan. 

Selanjutnya baca versi cetak Tribun Timur edisi Minggu (2 September).(*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/09/02/saatnya-potensi-alam-sulsel-ke-taiwan
Read More >>

Gubernur Hadiahi Buldoser Senilai Rp1 M



Minggu, 2 September 2012

Makale Sulsel,–Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, memberikan hadiah berupa buldoser

(alat pengeras jalanan) senilai Rp1 Miliar, kepada pemerintah Kabupaten Tana Toraja.
Buldoser diserahkan langsung pada acara Syukuran Hari Jadi Toraja ke-765 dan HUT
Kabupaten Tana Toraja ke-55, yang dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Makale, Sabtu
(1/9).
“Bantuan ini sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sulsel membangun Kabupaten
Tana Toraja, di Hari Ulang Tahun ke 55 yang jatuh pada 31 Agustus kemarin,” kata
Theofilus Allorerung, Bupati Tana Toraja.
Theofilus mengungkapkan, peringatan HUT Tana Toraja bukan hanya milik pemerintah
daerah, tapi juga masyarakat Toraja dan Sulsel secara keseluruhan. Bahkan, milik
semua orang dari semua belahan dunia yang ingin datang ke Toraja.
“Di Tana Toraja ada kedamaian. Hubungan kemasyarakatan antara pemuka agama dan
pemimpin masyarakat adat terjalin dengan baik,” ujarnya.
Memasuki tahun 2013, Theofilus mengungkapkan, pemerintah daerah sudah menyiapkan
banyak agenda pariwisata. Mulai dari wisata religius hingga wisata agro.
“Kami akan membuka kompleks wisata agro yang berlokasi di bukit diatas ketinggian
1.765 meter di atas permukaan laut,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, Pemda juga akan membuka isolasi daerah pedesaan yang ada di
Tana Toraja. Apalagi, masih ada dua kecamatan yang belum bisa dikunjungi, apalagi
saat musim hujan tiba.
Theofilus menambahkan, sebelumnya, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo juga telah
banyak membantu pengembangan beberapa bidang seperti pertanian, perikanan,
kehutanan, perkebunan dan infrastruktur jalan.
“Bantuan ini membuktikan janji Pak Gubernur membangun Tana Toraja,” imbuhnya.
Sementara, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, peringatan HUT
mempunyai makna yang strategis. Bahkan, Toraja perlu dicontoh semua kabupaten yang
ada di Indonesia.
“Inilah kekuatan, kebesaran dan menjanjikan hidup Toraja jauh lebih baik dari hari
ini,” tuturnya.
Rumusnya, ungkap Syahrul, hadirkan power of trust atau saling percaya dan hadirkan
power of giving atau kebersamaan dan saling memberi.
“Dengan begitu, hidup kita akan damai. Hanya orang yang hidupnya damai yang mampu
menjawab tantangan kehidupan,” tuturnya.
Syahrul juga mengajak semua warga Toraja untuk menghadirkan kehidupan rakyat yang
makin baik. Menjaga agar rakyat tidak ada yang lapar, rakyat tidak ada yang tidak
punya rumah, dan rakyat berpakaian lebih baik.
“Mari kita jaga agar pendidikan dan kesehatan terus maju dan agama menjadi kekuatan
kita. Mati kita dorong agar ekonomi terus berkembang dengan baik,” imbaunya.
Tidak hanya Buldoser senilai Rp1 miliar, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo
kembali memberikan kejutan untuk masyarakat Toraja. Ia memberikan bantuan
pengembangan Bandara Toraja sebesar Rp1 miliar.(km/hms)
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=12608
Read More >>

Sabtu, 01 September 2012

Pengusaha Arab Ditawari Kopi Toraja



Sabtu, 01 September 2012Kopi Kalosi Toraja
MAKASSAR– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menjajaki kemungkinan dibukanya jalur perdagangan dan investasi ke pengusaha dan pemerintah Arab Saudi.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan,kerja sama perdagangan Sulsel dan Arab Saudi harus dirintis dengan baik untuk meningkatkan perekonomian di daerah ini. Salah satunya, Syahrul menawarkan perdagangan kopi Toraja ke pengusaha Arab Saudi. Dia menganggap,kopi tersebut memiliki rasa khas yang membedakan dari negara lainnya. Kopi yang masuk ke negaranya saat ini banyak dari negara seperti Brasil, Kolombia, Etophia, dan beberapa negara lainnya.

“Kalau memang ada kopi di Sulsel seperti ini,kenapa kami tidak menjajakinya. Insya Allah akan dilakukan sesegara mungkin untuk menyampaikan ke para pengusaha di Arab,”kata Syahrul usai menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim Al Mubarak, di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar,kemarin. Berdasarkan data yang dilansir Badan Kordinasi Penanaman Modal, produksi kopi Sulsel baik Robusta maupun Arabika mencapai 36.000 ton pada 2011.

Tiga daerah yang terkenal sebagai penghasil kopi terbaik yakni Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara, dan Kabupaten Enrekang. Selain jalur perdagangan, Pemprov Sulsel juga berharap agar pemerintah Arab Saudi membuka Konsulat Jenderal (Konjen) di Kota Makassar.Dengan demikian, jamaah haji dan umrah bisa mengurus penerbitan visa tanpa harus melalui proses di Jakarta. Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Ibrahim Al Mubarak mengatakan, kemungkinan dibukanya konjen tersebut bisa saja terjadi.Meski demikian,belum bisa dalam waktu dekat ini.

“Masih membutuhkan waktu dibukanya Konjen Arab Saudi di Makassar. Kita masih akan melakukan feasibility study (studi kelayakan),” katanya di Makassar kemarin. Sebelumnya, Syahrul telah dua kali memimpin rombongan ke Jeddah dan Madinah untuk melobi Kerajaan Arab Saudi untuk membuka penerbitan visa di Makassar.Dengan demikian, upaya Pemprov Sulsel untuk membuka penerbangan langsung Makassar-Jeddah bisa segera terwujud.Namun, hingga saat ini,Arab Saudi belum mau membuka dalam waktu dekat.

Syahrul pun telah menemui Konjen RI di Jeddah Zakaria Anshar.Namun, dia justru meminta Gubernur Sulsel berkonsultasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk usaha tersebut.“ Jamaah haji kita terbesar di Arab Saudi. Olehnya itu, harus ada penerbangan langsung dan itu harus diperhatikan mereka. Saya sudah dua kali melakukan penjajakan ke sana (Arab Saudi),” aku Syahrul kepada wartawan kemarin.

Sehari sebelumnya, Dubes Arab Saudi melakukan silaturahmi ke rumah pribadi Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau, serta mengunjungi Rumah Sakit (RS) Faizal, Universitas Muslim Indonesia (UMI),Universitas Hasanuddin (Unhas), serta UIN Alauddin. wahyudi 

Read More >>

Pariwisata Sulsel Dipromosikan di Korea



Sabtu, 01 September 2012
MAKASSAR – Potensi pariwisata baik keindahan alam maupun wisata budaya Sulsel mengundang perhatian Asean- Korea Centre (AKC).

Lembaga ini menyatakan kesiapannya untuk mempromosikan objek wisata daerah ini ke negeri ginseng tersebut. Secterary General AKC Amb Hae Moon Chung mengatakan, Sulsel adalah daerah yang memiliki potensi pariwisata baik dari segi objek wisata, maupun suku yang berdiam. Menurutnya, potensi wisata di daerah ini sangat layak dijual ke wisatawan Korea Selatan. “Ada Tana Toraja dengan tradisi uniknya atau Bantimurung dengan pemandangan alamnya. Begitu pula dengan Kota Makassar yang dikelilingi laut dan sangat disukai orang Korea,” ungkapnya usai Pelatihan Asean Tourism Human Resources Development Program di Hotel Imperial Aryaduta kemarin.

Dia memaparkan,pada 2011 lalu, jumlah wisatawan Korea mencapai lima juta orang dimana 11,29 % atau 306.061 diantaranya mengunjungi Indonesia. Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wardiyatmo mengatakan, Indonesia memang sedang menggenjot pertumbuhan industri pariwisata.

Sesuai data BPS pada 2009, jumlah wisatawan asing mencapai enam juta orang.Angka ini meningkat pada 2010 dengan angka 7 juta orang dan 2011 mencapai 7,6 juta orang. Pada tahun 2012 diharapkan mampu mencapai target 8 juta wistawan,tahun 2013 tumbuh menjadi 9 juta wisatawan, dan 10 juta di 2014. herni amir 

Read More >>

11 Negara Ramaikan Celebes Dragon Boat



Sabtu, 01 September 2012
MAKASSAR– Sebanyak 11 negara akan meramaikan Celebes Dragon Boat International Festival 2012. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari di Pantai Losari pada 2-4 November 2012,mendatang.


Di antara negara yang akan ikut serta pada acara tersebut antara lain Singapura, Malaysia, Myanmar, Kanada,Australia, Taiwan,Makao,Hongkong, China,dan Ukraina. Ketua Panitia Celebes Internasional Dragon Boat Festival 2012 Arwan Cahyadi mengatakan, kegiatan ini baru pertama kali diadakan di Indonesia. Kendati baru akan dilaksanakan di Indonesia, namun festival ini sudah terdaftar di Internasional Dragon Boat Federation (IDBF).

”Sebelumnya even serupa sudah digelar di Australia, Amerika, Singapura, dan Hongkong,” kata Arwan saat acara Launching Dragon Boat Festival 2012 di Hotel Swiss Bell in Makassar,kemarin. Menurut Arwan, selain letaknya yang strategis,kelayakan Pantai Losari sebagai tempat pelaksanaan Dragon Boat Festival sudah mendapat pengakuan dari Presiden IDBF. Karena itum dia berharap, masyarakat Anging Mammiri bisa memberikan dukungan untuk kesuksesan kegiatan yang akan diikuti ratusan peserta dari warga negara asing tersebut.

”Ini adalah cara kami untuk memperkenalkan Makassar di mata dunia.Kami berharap, acara ini mampu menjadikan Makassar sebagai salah satu daerah kunjungan wisata. Karena itu kami akan menjadikan even ini sebagai kalender wisata dunia,”ungkap Arwan. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyambut baik dilaksanakannya acara tersebut. Karenaselainmenjadieven olahraga,Dragon Boat Festival 2012 juga menjadi momentum untuk memperlihatkan kepada masyarakat luar Sulsel,bahwa daerah ini cukup bagus untuk dijadikan tempat pariwisata.

”Pemprov Sulsel tentu akan mendukung sepenuhnya acara itu, agar sukses dan berlangsung dengan baik. Saya juga berharap pengusaha dapat berpartisipasi di dalamnya,” ujar Syahrul. Melalui kegiatan ini, kata Gubernur, diharapkan mampu menjadi energi untuk mengenalkan Makassar yang eksotik dan dinamis. Tim dari IDBF Haris mengaku, dirinya tiba di Makassar dan menyaksikan Pantai Losari sejak enam bulan lalu. herni amir 

Read More >>

Pinjaman Pemprov untuk Perbaikan Jalan



Sabtu, 01 September 2012
MAKASSAR– Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengajukan pinjaman Rp500 miliar ke Pusat Investasi Pemerintah (PIP) difokuskan untuk memperbaiki jalan rusak sepanjang 200 kilometer.

Jalan provinsi tersebut tersebar di beberapa kabupaten/ kota, di antaranya Bone,Wajo,Soppeng, Sidrap, Pinrang,Gowa, Makassar, Takalar,dan Bulukumba. Kepala Dinas Bina Marga Abd Latief mengungkapkan,jalan tersebut mengalami kerusakan yang beragam,mulai dari berat,sedang,serta rusak ringan. Apalagi, jalan sepanjang 200 kilometer ini tak pernah tersentuh pemeliharaan.

“Jalan- jalan provinsi ini ada di beberapa wilayah, yang kondisinya memang sudah buruk. Itu yang kita akan prioritaskan melalui pinjaman ini,”katanya kepada wartawan kemarin. Latief mengaku,jalan tersebut memiliki ambang batas waktu pemeliharaan.Jika sampai batas waktu yang ditetapkan tak mendapatkan perbaikan, maka tingkat kerusakan akan semakin parah.“Sehingga kalau ini tidak dikejar,maka akan mengakibatkan akumulasi kerusakan yang lebih besar lagi. Ada juga pembangunan dan yang masih perbaikan,” ujar pria bertubuh tambun ini.

Tahun 2012 ini, Dinas Bina Marga mendapatkan APBD sebesar Rp300 miliar serta Rp900 miliar yang bersumber dari APBN. Khusus untuk APBD 2012,hanya bisa digunakan untuk memperbaiki jalan provinsi sepanjang 100 kilometer. Padahal,sejak 2008 lalu,total ruas jalan yang rusak di Sulsel mencapai 900 kilometer. “Jadi, kalau kita mengandalkan APBD dan APBN, itu sama sekali tidak mencukupi.Makanya kita menempuh upaya ini (peminjaman),”bebernya.

Menurut dia, hal ini juga sebagai upaya mengejar target dimana pada tahun 2014 kondisi jalan mulus di Sulsel mencapai 96%. “Kalau kita tak kejar ini, akan menimbulkan kerusakan pada jalan lainnya,” kilahnya. Sebelumnya,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku telah mengekspose di hadapan pejabat PIP dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait pemohonan pinjaman dana segar itu. Sejatinya, kata Syahrul, infrastruktur jalan harus menjalani maintenance ringan dalam dua tahun sekali. Namun,dengan anggaran yang ada sekarang, banyak ruas jalan yang tak pernah tersentuh perbaikan selama sembilan bulan.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Yaksan Hamsah menyatakan, kemungkinan dana pinjaman ini baru bisa cair pada 2013 mendatang.Yaksan yang juga Asisten Bidang Ekonomi Pemprov Sulsel ini mengaku, selain harus meminta izin DPRD Sulsel,pihaknya juga sementara melakukan kelengkapan berkas serta dokumen peminjaman dana Rp500 miliar ke PIP. wahyudi 

Read More >>

Jumat, 31 Agustus 2012

Pameran Pembangunan Sulsel Diharapkan Tarik Banyak Investor

Jumat, 31 August 2012

 
MAKASSAR – Sulsel Incorporated & Development Expo (SIDE) 2012 atau Pameran Pembangunan Sulsel diharapkan mampu menarik banyak investor ke daerah ini.


Pembukaan pameran ini dilaksanakan kemarin dan akan berakhir 2 September mendatang di Celebes Convention Centre (CCC) Makassar. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel selaku penanggung jawab kegiatan menaruh harapan besar pada pameran ini untuk memetakan langkah pembangunan Sulsel ke depan. Apalagi, SIDE 2012 ini merupakan periode puncak pembangunan jangka menengah yang telah direncanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

“Walau Pameran Pembangunan Sulsel ini dibuat dalam rangka memperingati Hari Proklamasi Republik Indonesia Ke-67, tetapi kami juga menaruh harapan besar pameran ini bisa mengundang investor ke Sulsel,”tutur Kepala Bappeda Sulsel A Yaksan Hamzah. Pertumbuhan ekonomi yang selalu positif di Sulsel menjadi pemicu utama tingginya perhatian nasional bahkan internasional ke kawasan ini.

Dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi per tahun 8% dan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional, banyak pihak menunggu gebrakan apa saja yang akan ditempuh pemerintah untuk mendatangkan investor. Project Manager PT Debindo Mega Promo Novira Arishanti selaku pelaksana kegiatan mengatakan, salah satu cara mendatangkan investor adalah dengan memamerkan hasil pembangunan setahun terakhir kepada banyak kalangan.

”Dengan begitu peluang untuk masuk berinvestasi terbuka lebar,”katanya. Apalagi, menurut Novira, Pameran Pembangunan Sulsel kali ini diikuti 100 peserta yang berasal dari seluruh kabupaten/ kota dan berbagai intansi pemerintahan. “Mereka akan memperlihatkan apa saja yang telah berhasil mereka bangun dan lakukan dalam kurun waktu setahun terakhir ini,” kata dia. Sebanyak 60% peserta Pameran Pembangunan 2012 yang digelar Pemprov Sulsel berasal dari instansi pemerintah guna memotret kinerja.

Sisanya berasal dari kalangan swasta yang berhasil membangun Sulsel. Pameran SIDE telah berlangsung tiga tahun. Setiap tahun jumlah pengunjung terus mengalami peningkatan. Khusus untuk tahun ini,penyelenggara menargetkan total pengunjung sebanyak 10.000 orang selama empat hari pelaksanaan. Dengan harapan banyak investor yang tertarik. rahmat hardiansya
Read More >>

ASEAN-Korea Centre Latih 40 Orang Penggiat Pariwisata Sulsel

Jumat, 31 Agustus 2012 

 MAKASSAR -  Badan Budaya dan Pariwisata ASEAN-Korea Centre, menggelar pelatihan Asean Tourism Human Resources Development Program. Pelatihan digelar selama tiga hari, 29-31 Agustus di Hotel Aryaduta, Makassar.

Workshop ini diikuti oleh 40 peserta dari pekerja profesional pariwisata, baik dari pegawai pemerintah yakni dinas pariwisata maupun swasta. Seperti dari biro perjalanan hingga pengelola daerah wisata.

Dari rilis yang diterima Tribun Timur, menurut Kepala Unit Pariwisata dan Budaya ASEAN-Korea Centre, Su Youn KIM, pelatihan tersebut merupakan program  untuk mmbangun kapasitas pekerja industri pariwisata Indonesia.

Selama pelatihan tiga hari ini, peserta diajarkan tentang pariwisata Korea, budaya Korea, dan bahasa Korea. Khususnya mereka diajar tentang tren dan prospek dari pasar pariwisata Korea. Termasuk, sejarah, budaya, sampai gaya hidup dari turis-turis asal Korea.

"Bahkan juga dilakukan pelatihan dasar dari bahasa praktis Korea. Hal ini dimanfaatkan para praktisi pariwisata di Sulawesi Selatan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi turis Korea," kata Su Youn KIM.

Sementara itu, alasan dipilihnya Makassar sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, karena Makassar adalah kota terbesar di Indonesia timur. Selain itu, banyak lokasi wisata yang dimiliki Sulsel yang cukup terkenal yaitu budaya tradisional Tana Toraja dan Taman Nasional Bantimurung.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal ASEAN-Korea Centre Hae-Moon Chung dan Sekretaris Jenderal Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mr Wardiyatmo. Dan Akademi Pariwisata (Akpar) Makassar ditunjuk sebagai pelaksana kegiatan.(*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/31/asean-korea-centre-latih-40-orang-penggiat-pariwisata-sulsel
Read More >>

Kamis, 30 Agustus 2012

Sulsel Dapat Jatah Pupuk 750 Ribu Ton

Kamis, 30 Agustus 2012 

MAKASSAR,  -- PT Equiport Inti Indonesia, anak perusahaan PT Pelindo IV Makassar menjamin distribusi pupuk untuk petani Sulsel tidak terlambat.  Kebutuhan pupuk sesuai target mencapai tahun ini mencapai 750 ribu ton.

Aktivitas pengantongan pupuk bersubsidi yang dilakukan oleh PT Equiport Inti Indonesia (EII) di Pelabuhan Makassar sempat terhenti beebrapa waktulalu lantaran diboikot Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), pasca peralihan kewenangan pengantongan.

"Aktivitas sekarang berjalan lancar. Setelah melakukan penandatangananan Momerandum of Understanding (MoU) antara pihak PT Pupuk Holding dan PT Pelindo, sudah ada payung hukum menyangkut operasional pengantongan di pelabuhan," kata Direktur PT EII Zaidan Gamel, kemarin.

PT EII kini bertanggungjawab penuh terhadap pengantongan pupuk bersubsidi di Makassar sebanyak 750 ribu ton untuk kebuthan para petani Sulsel tahun ini.

Zaidan membeberkan, pihaknya melakukan operasional pembongkaran pupuk sebanyak 52 ribu ton per bulannya. Pupuk sebanyak itu diangkut dua unit kapal berkapasitas 26 ribu ton yang datang dua kali selama sebulan.

"Kita berusaha agar target ini bisa tercapai. Makin lancar pengantongan, tentu saja distribusi juga lancar dan petani diuntungkan," ungkapnya.

Zaidan juga menjamin, pasca kisruh TKBM beberapa waktu lalu, pengantongan pupuk kini berjalan lancar. Kendala serius, hanya kekurangan armada berupa truk untuk distribusi ke gudang-gudang penyimpanan. Namun, khusus distribusi dan pergudagangan ini ditangani pihak lain.

"Banyak yang terlibat dalam penyaluran pupuk ini. Kalau tidak konek satu sama lain, maka risikonya tentu pupuk terlambat ke petani. Sejak satu bulan terakhir, tak ada lagi laporan kami terima soal keterlambatan," bebernya.

PT EII merupakan anak usaha Pelindo IV hasil kerja sama dengan PT Kuda Inti Samudera. Perusahaan ini baru diluncurkan pada 11 Februari 2012 dengan segmen usaha utama penyediaan, pengoperasian, dan pemeliharaan peralatan bongkar muat di pelabuhan. (aci/upi)


Sumber:  http://www.fajar.co.id/read-20120830003818-sulsel-dapat-jatah-pupuk-750-ribu-ton
Read More >>

Produksi Beras Masih Sesuai Target

Kamis, 30 Agustus 2012 
Meski Kemarau Melanda Daerah 

MAKASSAR,  -- Pemprov Sulsel optimis bisa surplus beras 2,2 juta ton tahun ini, meskipun kemarau panjang sedang melanda sejumlah daerah sentra pertanian.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Pemprov Sulsel Asri Agung Pananrang kepada FAJAR, Selasa, 28 Agustus, mengatakan, meskipun acaman kemarau bisa berlangsung sampai Oktober tahun ini, overstock beras masih bisa mencapai 2,2 juta ton. Stok tersebut bisa bertahan hingga tujuh bulan ke depan.

"Kebutuhan konsumsi beras Sulsel hanya 800.000 ton sedangkan produksi beras Sulsel saat ini, telah mencapai 3 juta ton. Overstok beras bisa bertahan hingga tujuh bulan ke depan, meskipun sebagian wilayah Sulsel mengalami kemarau," tuturnya.

Asri juga mengatakan, ada sejumlah daerah yang memasuki panen kedua tahun ini. Daerah itu, menambah stok beras sebelumnya.

Kepala Perum Bulog Divre VII Sulsel Tommy S Sikado juga mengungkapkan, total prognosa Bulog tahun ini, sekira 526.000 ton. Per Agustus, pihaknya telah menyerap 272.000 ton, atau 52 persen dari target.

Dengan asumsi Oktober panen ketiga, maka target overstok beras mencapai 2,2 juta ton optimis bisa dicapai. "Kita optimis surplus beras Sulsel ini, bisa menyumbang 25 persen dari total target surplus beras nasional. Ini tak lepas dari meningkatnya hasil panen petani di paruh kedua tahun ini," jelasnya.

Bahkan tahun ini, kata dia, Bulog telah menyuplai kebutuhan beras di hampir seluruh provinsi di Sulawesi. "Juga ke Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat hingga Sumatera Utara," ungkap Tommy.

Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang mengungkapkan, saat ini, ada tiga daerah memasuki masa panen paruh kedua, yakni Kabupaten Sidrap, Bulukumba, dan Palopo.

"Beberapa daerah lain juga segera menyusul. Dan biasanya, hasil panen di panen paruh kedua lebih besar karena curah hujan sudah menurun dibandingkan panen pertama di awal tahun, hanya saja memang tidak semua daerah. Puncaknya nanti Oktober," kata Rahman.(aci/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120830003332-produksi-beras-masih-sesuai-target
Read More >>

BPN Sulsel Akan Serahkan 15 Ribu Sertifikat Tanah


Kamis, 30 Agustus 2012 
MAKASSAR, --Badan Pertahanan Nasional (BPN) Sulsel, akan menyerahkan 15.000 sertifkat hak milik kepada masyarakat Sulsel yang tersebar di 24 kabupaten/kota di Sulsel. Rencananya, sertifikat tersebut akan diserahkan pada 24 September 2012 mendatang.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Kepala Kantor Wilayah BPN Sulsel, EM Fachri, dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (30/8).

"Program penyerahan sertifikat ini dalam rangka Prona dan proyek lainnya yang menyangkut APBN," kata Fachri.

Sebagai pejabat baru, Fachri mengungkapkan, pihaknya akan menginventarisasi semua persoalan-persoalan lahan yang terjadi di Makassar. Termasuk, masalah Karebosi dan beberapa reklamasi lahan pantai lainnya.

"Saya baru bertugas tiga hari. Tapi, saya saat ini sedang menginventarisasi lahan-lahan yang bersoal," ungkapnya.

Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, berharap, BPN bisa berperan aktif dalam menyelamatkan lahan-lahan negara dan masyarakat. Utamanya, persoalan sertifikat ganda yang kerap terjadi di tengah-tengah masyarakat.

"Jangan ada tanah rakyat atau tanah negara yang diambil alih oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah masalah sertifikat ganda.

Saya berharap, ke depannya, tidak ada lagi seperti itu karena bisa merugikan masyarakat," harapnya akan inventarisasi persoalan-persoalan lahan di Makassar.


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/30/bpn-sulsel-akan-serahkan-15-ribu-sertifikat-tanah
Read More >>

Sulsel Target Rp4,95 T

Kamis, 30 Agustus 2012 
Pendapatan APBD 2013 

MAKASSAR,  -- Pemprov Sulsel menargetkan peningkatan pendapatan pada APBD 2013 sebesar 10 persen dibanding APBD 2012. Sebagai perbandingan, pendapatan APBD 2012 Sulsel sebesar Rp4,5 triliun, sehingga dengan peningkatan 10 persen ditargetkan minimal Rp4,95 triliun.

KEPALA Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulsel, Yaksan Hamzah, mengatakan, target pendapatan ditingkatkan setelah melihat pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Pemprov Sulsel bahkan tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran delapan persen.

Peningkatan pendapatan di antaranya diperoleh dari pendapatan asli daerah atau PAD yang juga ditarget naik sekitar 10 persen. PAD Sulsel pada APBD 2012 ditargetkan sebesar Rp2,34 triliun dan pada 2013 ditargetkan minimal Rp2,5 triliun.

"Target itu masih bruto atau perkiraan, karena belum dilakukan pembahasan anggaran. Ada beberapa asumsi dasar yang digunakan untuk perhitungan target pendapatan itu di antaranya pertumbuhan ekonomi dan inflasi," kata Yaksan, di Makassar, Rabu, 29 Agustus.

Pendapatan pada APBD 2012 lalu terdiri atas, PAD Rp2,34 triliun, dana perimbangan Rp1,32 triliun, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah (dana penyesuaian dan otonomi khusus) untuk pendidikan Rp928 miliar.

Pemprov Sulsel dapat meningkatkan target PAD pada 2012 sebesar 19 persen atau Rp376 miliar dibanding 2011 yang hanya Rp2,07 triliun. Dana penyesuaian dan otonomi khusus juga naik dari Rp44 miliar menjadi Rp884 miliar.

Peningkatan yang diperoleh pada tahun 2012, diharapkan juga terjadi, bahkan lebih, pada 2013. Apalagi, sejumlah indikator perekonomian turut mendukung peningkatan pendapatan.

"Asumsi peningkatan target pendapatan pada pertumbuhan ekonomi yang diharapkan di atas pertumbuhan nasional. Kita harapkan pertumbuhan ekonomi Sulsel masih bergerak di kisaran delapan persen dan inflasi sekitar 2,8 persen," jelas Yaksan.

Dengan kondisi ekonomi seperti ini, Yaksan berharap pendapatan dan belanja daerah pada 2013 bisa terealisasi. Pendapatan daerah akan dialokasikan pada rencana belanja terutama yang mengacu pada RPJMD dan sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah.

Yaksan mengatakan, setidaknya ada 12 program pemerintah pusat yang juga harus dijabarkan dalam bentuk program yang didanai APBD Sulsel. Program itu di antaranya pendidikan dan kesehatan, infrastruktur, dan pengentasan kemiskinan.

"Ada pula instruksi presiden yang harus dijalankan seperti terkait dengan Millenium Development Goals (MDG's, red). Ini yang menjadi dasar belanja daerah pada 2012 nanti," kata Yaksan. (rif/yun)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120830000207-sulsel-target-rp495-t
Read More >>

Gubernur Libatkan Akademisi Kaji Temuan PPATK


Kamis, 29 Agustus 2012
Makassar Sulsel, – Laporan Hasil Anasilsa (LHA) Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Euangan (PPATK) yang mencap Provinsi Sulawesi Selatan sebagai provinsi terkorup diantara enam provinsi yang ada di Sulawesi tidak dipercayai begitu saja.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya telah membentuk tim tersendiri untuk mengkaji sejauh mana kedalaman data yang dimaksud. Sampai saat ini, ia mengaku belum menerima data yang dimaksud.
Ia akan melibatkan berbagai pihak untuk mengkaji data yang dimaksud, termasuk kalangan akademisi untuk menjajaki laporan tersebut.
“Saya tidak dalam kapasitas membela diri, sampai sekarang saya belum lihat datanya. Sudah ada tim yang terbentuk untuk menjajaki apa yang dimaksud, seperti apa, dan sejauh mana kedalaman data yang mereka miliki, bisa saja kita libatkan pihak lain seperti kalangan akademisi,” kata Syahrul, Kamis (30/8).
Syahrul pun mengaku tidak akan menghalang-halangi pihak lain untuk menindak lanjuti jika memang ada penyimpangan seperti yang ada dalam laporan tersebut. Termasuk dari Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).
“Sudah empat tahun saya teriak-teriak soal ini (anti korupsi). Selain tim yang akan menyelidiki, KPK juga boleh turun karena dari dulu kalau soal korupsi saya tidak pernah dan tidak akan halang-halangi, silakan saja KPK turun mari kita jajaki sama-sama dimana ada korupsinya,” ujar Syahrul.
Syahrul berharap, pemberitaan data LHP PPATK ini tidak berekses politis dengan tujuan untuk merugikan nama baik orang lain. Karena sampai saat ini belum ada data yang menunjukkan bahwa Sulsel terkorup. [KM02]
Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=12346
Read More >>

APBD 2013 Diusul Naik 10%


Kamis, 30 August 2012
MAKASSAR– Pemprov Sulsel akan mengusulkan APBD 2013 mendatang meningkat sebesar 10% atau sebesar Rp5,2 triliun, dibanding APBD 2012 yang hanya mencapai Rp4,7 triliun.


Fokus pembelanjaan APBD di tahun depan juga akan lebih fokus pada penyelesaian sejumlah kebijakan umum, terkait penuntasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta rencana kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Selain itu,anggaran triliunan tersebut juga akan dipergunakan untuk menyinkronisasi 12 proyek yang merupakan instruksi Pemerintah Pusat di daerah, seperti program kemiskinan, pendidikan, serta kesehatan.

APBD tersebut juga untuk pembangunan koridor ekonomi guna percepatan dan perluasan pembangunan di daerah ini. Di mana daerah ini masuk dalam koridor Sulawesi- Maluku Utara sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil pertanian, perkebunan, serta penopang perikanan nasional.

”Dari sisi kuantitatif, kita harapkan bisa naik sebesar 10% dibanding tahun sebelumnya. Tapi ini masih secara umum, masih akan dibicarakan dengan DPRD,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Yaksan Hamzah di Makassar, kemarin.

Terdapat pula sektor pertanian, energi dan sumber daya mineral (EDSM), pendidikan dan kesehatan, serta komperasi dan UMKM. Hal ini diharapkan bisa menekan penurunan pengangguran di bidang ketenagakerjaan. Sementara itu,Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga ditargetkan meningkat sebesar 10% dibandingkan tahun 2012 yang hanya Rp2,6 triliun.

Sumber pendapatan ini berasal dari sektor pajak kendaraan bermotor, retribusi,serta dana perimbangan daerah. Yaksan mengatakan, pertumbuhan ekonomi pun diharapkan bisa lebih tinggi dari angka nasional, dan diupayakan tetap mencapai pada angka sekitar 8%.

Anggota Badan Anggaran DPRD Sulsel Aerin Nizar membenarkan rencana kenaikan APBD 2013 .Namun,dia belum mengetahui secara detail mengenai besaran kenaikan tersebut. Aerin menilai wajar jika APBD 2013 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.

”Setiap tahun memang ada kenaikan APBD.Beberapa waktu lalu kita sudah tandatangani MoU terkait kebijakan anggaran 2013,dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) baru akan kita bahas pekan ini,”katanya tadi malam. wahyudi 

Read More >>

Rabu, 29 Agustus 2012

Tan Malaka Pimpin Perusda Agroindustri


Rabu, 29 Agustus 2012

MAKASSAR – Meski telah pensiun dari PNS, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Tan Malaka Guntur masih mendapatkan kepercayaan dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Dia ditunjuk untuk memimpin Perusda Agroindustri. Surat keputusan (SK) Gubernur terkait pemilihan Tan Malaka Guntur tersebut bahkan dikeluarkan sebelum Idul Fitri 1433 H lalu.Tan Malaka Guntur akan dilantik pada 5 September 2012 mendatang. Dengan hadirnya Perusahaan Daerah (Perusda) Agroindustriini, makagenapduaperusda yang ada di Sulsel yang ditargetkan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). ”Pak Tan Malaka sebagai Direktur Perusda Agroindustri Sulsel itu.

Dia akan dilantik nanti bulan depan oleh Gubernur Sulsel,” kata Sekprov Sulsel A Muallim di Kantor Gubernur Sulsel,kemarin. Perusda Agroindustri ini nantinya akan lebih fokus kepada pengembangan kakao, beras, rumput laut, serta jagung yang selama ini menjadi komoditi andalan Sulsel. ”Perusda yang dipimpin Tan Malaka nanti akan diposisikan sebagai Bulog daerah, untuk pengamanan harga beras bagi petani. Selebihnya mengembangkan bisnisnya,”bebernya.

Soal anggaran, kata dia, rencananya akan dimasukkan pada APBD-Perubahan 2012 mendatang. Hanya saja,Muallim belum bisa memastikan berapa anggaran yang dibutuhkan. Sebelumnya,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengeluarkan kebijakan untuk melikuidasi dua unit Perusda yang selama ini dinilai tidak memberikan kontribusi positif untuk daerah.

Kedua Perusda yang dilikuidasi tersebut yakni Perusda Pariwisata dan Perdagangan Umum. Sedangkan Perusda Umum dan Agrobisnis akan dipertahankan oleh Pemprov Sulsel. wahyudi 

Read More >>

Syahrul Hadiri Paripurna di DPRD Sulsel



Syahrul Hadiri Paripurna di DPRD Sulsel
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo

Makassar, 29 Agustus, 2012
Syahrul Hadiri Paripurna di DPRD Sulsel
MAKASSAR -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menghadiri rapat paripurna yang diagendakan oleh DPRD Sulsel, Kamis (30/8/2012). Rapat paripurna kali ini untuk mendengarkan pemandangan umum fraksi terhadap beberapa rancangan peraturan daerah (Ranperda) yang sementara digodok oleh DPRD Sulsel.
Kedua ranperda dimaksud adalah ranperda tentang partisipasi pihak ketiga dalam pembangunan daerah Provinsi Sulsel dan ranperda tentang sistem kesehatan Sulsel.
Selain mendengarkan pemandangan umum fraksi, juga paripurna untuk mendengarkan pendapat Gubernur Sulsel terhadap ranperda usul prakarsa DPRD Sulsel tentang pembentukan perusahaan penjamin kredist daerah Sulsel. (adin syekhuddin)
Read More >>

Gubernur Desak Pembangunan Kereta Api

Rabu, 29 Agustus 2012 
Anggaran Infrastruktur Rp180 T 

JAKARTA,  -- Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), berjanji mengucurkan anggaran infrastruktur sebesar USD20 miliar atau Rp180 triliun, tahun depan. Para gubernur di Sulawesi sendiri mendesak pembangunan moda transportasi kereta api di kawasan ini.

HAL itu diungkapkan SBY saat membuka acara Asia-Pacific Ministers and Regional Governors Conference on Sustainable and Inclusive Infrastructure Development and Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition 2012 di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Selasa, 28 Agustus.

Pada sektor transportasi, kata SBY pemerintah akan menambah kapasitas jalan-jalan nasional sepanjang 4.278 kilometer (km). Selain itu, pemerintah juga akan membangun jalan-jalan baru sepanjang 559 km, rel kereta api sepanjang 380 km dan 15 pelabuhan udara baru.

Pemerintah telah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan enam koridor. Di dalam MP3EI ini, ada 135 proyek pembangunan infrastruktur dan sektor riil telah dimulai, dengan nilai investasi lebih dari Rp490 triliun. Melalui MP3EI, selain Pulau Jawa dan Sumatera yang relatif sudah lebih berkembang, kawasan-kawasan di Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Maluku, serta di Kepulauan Nusa Tenggara menjadi perhatian utama.

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) sekaligus Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Llimpo, yang mendampingi SBY mengatakan, konferensi tersebut untuk memberikan ruang bagi daerah di seluruh Indonesia untuk memaparkan bagaimana peluang investasi di daerah mereka. Syahrul mengatakan, khusus di Sulsel ada tambang nikel, juga infrastruktur dasar yang perlu diperbaiki, apakah itu darat, udara, juga laut yang harus terbuka, termasuk kereta api.

Semua itu, lanjut Syahrul, bisa diwujudkan melalui koridor-koridor MP3EI sebagai lokomotif pembangunan di Indonesia. Tentu saja, kata Syahrul, investor tersebut, harus didukung dengan regulasi. Terkait regulasi, pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus duduk bersama, mencari solusi yang tidak memberatkan investor, dan tidak merugikan pemerintah.

Selain itu, daerah juga harus menjamin keamanan investasi para investor. Sulsel, sebut Syahrul, merupakan daerah yang sangat aman bagi investor. Demikian pula ketersediaan energi listrik. Menurut Syahrul, energi listrik Sulsel  sangat mencukupi untuk kebutuhan investasi di Sulsel.

Sementara Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Infrastruktur, Konstruksi dan Properti, Zulkarnaen Arief, mengungkapkan, kegiatan seperti ini sudah dua kali digelar guna mendorong pertumbuhan infrastruktur di Indonesia.

Menurut Zulkarnaen Arief, kegiatan ini digelar Kadin dalam rangka menfasilitasi pemerintah dan para investor dari Asia Pasifik, seputar investasi infrastruktur di Indonesia yang bisa disinergikan. Saat ini, investasi infrastruktur yang sementara berjalan hampir Rp500 triliun. "Nanti akhir tahun akan kita hitung ulang kebutuhan infrastruktur kita," jelas dia.

Gubernur Sulawesi Barat yang juga Ketua Badan Kerja Sama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS), Anwar Adnan Saleh, mengapresiasi forum seperti ini. "Kita apresiasi kaena Kadin mau kerja sama gubernur. Pemerintah dan Kadin memang harus bersinergi untuk pembangunan infrastruktur," jelas Anwar.

Di Sulawesi Barat, kata Anwar, pihaknya akan menggenjot pelabuhan kontainer bertaraf internasional di Belang-belang dengan dukungan dengan tenaga listrik berkekuatan tinggi.

Pasca pilgub Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara mendatang, para gubernur se-Sulawesi rencana akan ke Rusia untuk merealisasikan jalur kereta api. Karena menurut Anwar, Rusia yang paling siap untuk merealisasikan jalur kereta api trans Sulawesi. (asw/yun)


Sumber:  http://www.fajar.co.id/read-20120828220810-gubernur-desak-pembangunan-kereta-api
Read More >>

Wagub Pastikan Pembangunan Sekolah Penerbangan di Luwu


Rabu, 29 Agustus 2012

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang memastikan sekolah penerbangan tetap akan di bangun di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulsel.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang memastikan sekolah penerbangan tetap akan di bangun di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulsel.
Keberadaan sekolah tersebut menurutnya sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan sumber daya ahli penerbangan di dunia dan Indonesia.
Agus AN kepada TRIBUN TIMUR di Makassar mengatakan, rencana tersebut tetap dipertahankan pemerintah provinsi, sambil menunggu pemenuhan syarat yang ditetapkan pusat yakni lahan bersih dan bersertifikat hak milik atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu.
“Tidak benar jika ada pihak yang mengatakan Gubernur Syahrul memerintahkan pembatalan sekolah penerbangan di Luwu. Kami masih mempertahankannya di tingkat pusat. Saat ini, sertifikat tanah sedang diusahakan oleh Bupati Luwu Andi Muzakkar,” tegasnya.
Agus menjelaskan, dalam pertemuan Sudagar Bugis Makassar yang berlangsung di Menara Bosowa, Gubernur Syahrul Yasin Limpo telah menawarkan peluang investasi pembangunan sekolah tersebut kepada para pengusaha. Menurutnya, ia optimistis tawaran itu akan disambut sebab saat ini kebetulan ada pengusaha yang memang berminat.
Pengusaha yang dimaksud mantan Ketua DPRD Sulsel tersebut yakni Pieter Wattimena yang datang bersama Jusuf Kalla dari Jakarta. Pieter dan grup usahanya dari Swiss berminat untuk membuka sekolah penerbangan di Bua. Pieter selain pengusaha juga mantan Dan Lanud Hasanuddin dan Wakil Panglima Koopsau II.
“Kemarin (Minggu, 26/8/12) di Kalla Tower atas petunjuk Gubernur, saya pertemukan Kadis Perhubungan dengan Pak Pieter Watimena, untuk membahas sekolah penerbangan di Bua, Kabupaten Luwu. Saat ini beliau sementara menuju Luwu untuk melihat langsung. Kemarin juga sudah dikomunikasikan dengan Bupati Luwu Andi Muzakkar,” ujarnya.
Agus menambahkan, pada awalnya Pieter berencana menempatkan investasi sekolah penerbangan di Kupang. Tapi setelah melihat penawaran pemerintah provinsi, pengusaha tersebut lebih tertarik pindah ke Bua, Luwu.
“Investasi ini sangat menarik, sebab setiap tahun Indonesia butuh sekitar 1500 penerbang. Dengan investasi swasta dan pemerintah, Insya Allah dibangun dua sekolah penerbang di sekitar Bandara Bua. Kabupaten Luwu akan jadi pusat produksi SDM ahli penerbangan” ungkap Agus.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Masykur Sultan memastikan hal yang sama. Menurutnya, pembangunan sekolah penerbangan di Luwu dimulai dengan pembangunan SMK Penerbangan pada tahun 2013, sementara sekolah tingginya akan digabungkan dengan ATKP di Makassar.
Sekolah penerbangan di Luwu akan menjadi “rating school”, yakni sekolah untuk pelatihan penerbang dan kepelautan, awak pesawat dan kepelautan serta diklat singkat. Pemerintah juga akan menetapkan bandara Bua sebagai pusat pemeliharaan dan perbaikan penerbangan perintis di KTI.
Mengenai rencana swasta untuk investasi sekolah penerbangan, Masykur menyatakan sangat positif karena memang dibutuhkan lebih banyak sekolah penerbangan. Kebutuhan dunia saat ini sudah 50.000 penerbang baru. Sementara minat orang menjadi penerbang di Luar Negeri menurun, tapi meningkat di Indonesia.
“Saya sudah memerintahkan Kabid perhubungan udaranya mendampingi pak Pieter Wattimena melakukan peninjauan ke Bua, Luwu,” ujarnya.(gafar)

Sumber: http://bugisposonline.com/wagub-pastikan-pembangunan-sekolah-penerbangan-di-luwu.htm
Read More >>

Selasa, 28 Agustus 2012

Ekspor Ikan Sulsel 30 Ribu Ton Pertahun


Perhatian Pemprov Dipuji
MAKASSAR, –Pertumbuhan ekspor ikan segar Sulsel terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Untuk saat ini, ekspor ikan segar yang dilakukan 20 pengusaha eksportir di Sulsel, telah menembus angka 30 ribu ton pertahun. Ikan-ikan segar tersebut, diekspor di empat negara. Yakni Singapura, Kuala Lumpur, Hongkong dan Jepang. Bahkan selalu menembus pasar Uni Eropa. Demikian ditegaskan HM Sain Muin, Ketua Asosiasi Pengumpul Domestik Eksportir Ikan Segar Sulsel, kepada Upeks Senin (27/8) di Kantor Kamar Dagang dan Industri Sulsel, Jalan Ahmad Yani Makassar.
Dikatakan, peningkatan nilai ekspor tersebut seiring dengan naiknya harga jual dibeberapa negara tujuan. Dia juga mengaku bangga dengan pemerintah provinsi, yang mengeluarkan regulasi atau kebijakan yang berpihak pada para eksportir ikan segar Sulsel selama ini. Sehingga seluruh eksportir tidak merasa dihambat usahanya dan terus berkembang secara pesat hingga saat ini. Adapun jenis-jenis ikan yang diekspor adalah, Ikan Tuna, Kerapu, Sunu, Kakap Merah dan lainnya. Yang paling banyak digemari adalah Ikan Tuna, Kakap dan Sunu. Rencananya kata Direktur Utama PT PT Mega Bahari Adhimandiri ini, para eksportir akan membidik pasar Timur Tengah.
“Namun kemungkinan bukan dalam bentuk ikan segar, tapi ikan yang sudah diolah dalam bentuk ikan kaleng,” tandasnya optimis. Dia mengharapkan, pemerintah provinsi dibawah nahkoda Gubernur Syahrul Yasin Limpo, tetap memberikan ruang kepada para eksportir untuk berkembang seperti yang dilakukan selama. Sehingga para eksportir ikan segar akan semakin maju dan bisa menambah tumbuhnya perekonomian Sulsel dan mengurangi pengangguran. Sekedar diketahui, perputaran uang dalam bisnis ekspor ikan segar dari Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup menjanjikan sepanjang tahun ini.
Uang yang beredar dari hasil ekspor ikan segar mencapai Rp1 miliar setiap harinya atau sebesar Rp30 miliar akumulasi per bulan. Pengelolaan yang masih kurang baik, menjadi penghambat kian berkembangnya ekspor ikan segar dari Sulsel. “Jika melihat peluangnya, ekspor ikan segar dari Sulsel bisa mencapai nilai lebih tinggi lagi dari pencapaian selama ini,” ujarnya. (mg10/ade)
Sumber: http://www.ujungpandangekspres.co/ekspor-ikan
Read More >>

SYL Jadi Pembicara di Depan Dubes se-Asia Pasifik


Selasa, 28 Agustus 2012



MAKASSAR -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) dijadwalkan menjadi pembicara pada pembukaan Asia Pacific Ministers and Regional Governors Conference on Sustainable Inclusiv Infrastructure Development (APM-RGC) and Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition (IIICE 2012) diruang Cendrawasih Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, Selasa (28/8/2012).

SYL dalam kapasitas sebagai Ketua Assosiasi Pemerintah Provinsi se Indonesia (APPSI) berbicara di hadapan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga akan dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para Gubernur dam ketua Kadin seluruh Indonesia.
Bukan hanya itu, menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Agus Sumantri dalam acara tersebut akan dihadiri seluruh duta besar (dubes) negara-negara Asia Pasifik untuk Indonesia.
"Pak gubernur SYL  akan menggambarkan kondisi infrastruktur sebagai sarana vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, sosial maupun budaya masyarakat baik utk membangun konektivitas antar daerah maupun daya saing," jelas Agus.
SYL juga akan mengemukakan kesiapan APPSI mendukung Pemerintah utk mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan pembangunan sektor-sektor ekonomi dan memfasilitasi berbagai hal termasuk kebijakan daerah yg dibutuhkan.

Sumber: http://www.tribunnews.com/2012/08/28/syl-jadi-pembicara-di-depan-dubes-se-asia-pasifik
Read More >>