| Kamis, 13 September 2012 | |
| MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mewacanakan akan membentuk tim dokter untuk memberikan pelayanan dan memeriksa kesehatan para legiun veteran yang tersebar di 24 kabupaten/ kota. Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan, program pelayanan kesehatan terhadap para pejuang veteran tersebut dilakukan dengan mendatangi secara rutin rumah para veteran. Hal ini untuk mengoptimalkan program layanan kesehatan masyarakat, khususnya para veteran yang telah berjuang untuk kemerdekaan RI di masa lalu. “Kita lihat sekarang, ratarata veteran itu umurnya sudah mencapai 80 tahun. Makanya kita programkan ini, sehingga jika ada veteran yang sakit,tim dokter bisa bergerak langsung ke rumah masing-masing veteran ini,” jelasnya usai membuka rapat koordinasi Pelayanan PT Askes kepada para veteran di Hotel Grand Clarion Makassar, kemarin. Karena itu, dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan para ketua legiun veteran di seluruh kabupaten/ kota, untuk mengetahui jumlah keseluruhan veteran pejuang di Sulsel.Menurutnya, program tersebut untuk saat ini telah berjalan di Kabupaten Bantaeng dan pelayanan dokter melayani langsung ke rumah para veteran. Selain itu, program ini, kata Agus, bukan hanya melayani para veteran, tetapi juga melayani masyarakat umum,khususnya kepada mereka yang kurang mampu dari segi ekonomi. Sementara itu, Kepala Group Manager Kepesertaan dan Pemasaran PT Askes Andayani Budi Lestari menyatakan, program layanan kesehatan yang digagasnya tersebut bekerjasama dengan Kementerian Pertahanan RI.Para legiun veteran ini juga akan mendapatkan layanan kesehatan Kelas I, dan bisa terlayani di seluruh Rumah Sakit (RS) di Sulsel, serta RS TNI dan RS Polri. Masing-masing veteran juga akan mendapatkan satu buah kartu, dan khusus keluarganya juga memperoleh satu kartu Askes. “Hak kelas veteran di Kelas I. Apabila pasien memilih ruang di kelas lebih tinggi, maka perlu membayar selisihnya. Kita imbau para veteran berobat di RS yang memiliki kerjasama dengan PT Askes,” jelasnya kemarin. ● wahyudi |
Pemerintah Jepang melalui tim Yokohama siap melakukan kerjasama dengan Provinsi Sulsel untuk pengembangan tata perkotaan. Sulsel memang layak untuk dilakukan kerjasama pada sektor perkotaan, lantaran potensi daerah ini sangat baik untuk perekonomian. Apalagi, Sulsel telah menjelma menjadi daerah pusat ekonomi di Indonesia Timur. Hal ini dikatakan Ketua Tim Internasional Techinal Cooperation of Division Yokohama, Jepang, Kimihoro Kuromizu, Senin, 10 September 2012 usai bertemu dengan Wakil Gubernur Sulsel, H. Agus Arifin Nu’mang.
Menurut Kimihoro, daerah ini cocok untuk dilakukan kerjasama pengembangan perkotaan. Potensi daerah ini cukup baik untuk itu. Apalagi dari segi perkembangan ekonomi, Sulsel telah menjadi pusat ekonomi Indonesia Timur. Dia juga menjelaskan Pemerintah Sulsel dengan Pemerintah Jepang memang telah lama terjalin melalui beberapa kerja sama. Dan yang saat ini sementara dikerjasamakan adalah pengembangan wilayah perkotaan Makasssar-Maros-Sungguminasa-Takalar atau Mamminasata.
Bahkan tim Yokohama ini mengaku kagum dengan Potensi yang dimiliki daerah ini. Sebab itu pula, pihaknya menyampaikan keinginannya untuk segera menindaklanjuti kerja sama untuk membangun perkotaan di Sulsel tanpa merusak lingkungan.
Sementara, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang berharap, kunjungan tersebut akan menjadi awal yang positif bagi Sulsel dalam upaya melakukan percepatan pembangunan. Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi kita, dan berharap hasilnya akan membawa sesuatu yang positif.
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyampaikan kondisi perekonomian Sulsel dalam empat tahun terakhir yang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Hanya ini menimbulkan sedikit masalah dalam suasana perkotaan, misalnya beberapa titik biasa terjadi kemacetan. Itu karena jumlah kendaraan yang makin bertambah.
Menurut Kimihoro, daerah ini cocok untuk dilakukan kerjasama pengembangan perkotaan. Potensi daerah ini cukup baik untuk itu. Apalagi dari segi perkembangan ekonomi, Sulsel telah menjadi pusat ekonomi Indonesia Timur. Dia juga menjelaskan Pemerintah Sulsel dengan Pemerintah Jepang memang telah lama terjalin melalui beberapa kerja sama. Dan yang saat ini sementara dikerjasamakan adalah pengembangan wilayah perkotaan Makasssar-Maros-Sungguminasa-Takalar atau Mamminasata.
Bahkan tim Yokohama ini mengaku kagum dengan Potensi yang dimiliki daerah ini. Sebab itu pula, pihaknya menyampaikan keinginannya untuk segera menindaklanjuti kerja sama untuk membangun perkotaan di Sulsel tanpa merusak lingkungan.
Sementara, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang berharap, kunjungan tersebut akan menjadi awal yang positif bagi Sulsel dalam upaya melakukan percepatan pembangunan. Kunjungan ini merupakan kehormatan bagi kita, dan berharap hasilnya akan membawa sesuatu yang positif.
Dalam kesempatan itu, Agus juga menyampaikan kondisi perekonomian Sulsel dalam empat tahun terakhir yang mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Hanya ini menimbulkan sedikit masalah dalam suasana perkotaan, misalnya beberapa titik biasa terjadi kemacetan. Itu karena jumlah kendaraan yang makin bertambah.