Jumat, 05 Oktober 2012

OUTSOURCING: Tindak Pelangaran, Pemprov Sulsel Bentuk Satgas


Jumat, 5 Oktober 2012

Compact_buruh001

MAKASSAR: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membentuk satuan tugas (satgas) untuk memverifikasi perusahaan yang masih menerapkan sistem kontrak atau outsourcing.

Kepala Bidang Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel Hasman Mansyur mengatakan pembentukan satuan tugas (satgas) itu untuk mengoptimalkan penerapan Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 27/2011 Tentang Penghapusan Tenaga Kerja Kontrak.

“Hingga kini, keputusan Mahkamah Konstitusi yang melarang penerapan sistem kontrak belum berjalan maksimal. Di Sulsel, masih banyak perusahaan yang mempekerjakan tenaga paruh waktu a.l, PT PLN, PT Telkom, perbankan, dan rumah sakit,” katanya, Kamis (4/10/2012).

Menurutnya, verifikasi mengacu laporan dari serikat pekerja. Sejauh ini, pihaknya telah menurunkan satuan tugas untuk memverifikasi 2 perusahaan di Kabupaten Pangkep dan Kota Makassar, salah satunya PT PLN Wilayah Suselrabar. Jika terbukti, maka akan diproses secara hukum.

Dia mengungkapkan, terdapat sejumah kriteria pekerjaan yang dilarang menggunakan sistem kontrak. Salah satunya yaitu, jenis dan waktu kerjanya tetap. Kebijakan tersebut tercantum dalam undang-undang tentang ketenagakerjaan, dan Keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 27 Tahun 2011.

Selain memverifikasi perusahaan, satgas yang dibentuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel juga bertugas mensosialisasikan kedua regulasi tersebut ke setiap perusahaan di Sulsel. Khusus keputusan Mahkamah Konstitusi, sosialisasinya diakui masih cukup minim.

Diminta Melapor

Umar Kasim, Kepala Sub Unit Pembekalan dan Informasi Hukum Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, meminta perusahaan yang mempekerjakan pegawai berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) untuk melapor ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi secara periodik. Tujuannya, memudahkan proses monitoring tentang hak pekerja, khususnya pada sektor yang objek kerjanya tidak tetap.

Pasca terbitnya keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan sebagian uji materi Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, setiap perusahaan wajib melaporkan jumlah tenaga kerja berstatus PKWT maksimal 7 hari setelah perjanjian kerja disepakati. Selain itu, perusahaan juga harus menyampaikan isi perjanjian, berupa pemenuhan hak kerja. Diantarannya, jaminan sosial dan upah lembur.

“Pada Pasal 59 Undang-undang Tenaga Kerja disebutkan, perusahaan diperbolehkan menerapkan sistem kontrak. Namun di perjanjian kerja samanya harus mengatur, klausul tentang pengalihan perlindungan bagi pekerja yang objek kerjanya tetap,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel La Tunreng menilai, dikabulkannya sebagian uji materiil undang-undang tentang ketenagakerjaan tidak mewajibkan perusahaan mengangkat tenaga outsourcing menjadi karyawan tetap.

Alasannya, terdapat mekanisme yang harus diterapkan. Selain itu, pengangkatan tenaga kontrak harus memenuhi sejumlah persyaratan dan menyesuaikan kualifikasi yang dibutuhkan.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan pemilik perusahaan, agar menerapkan uji kelayakan kepada tenaga outsourcing yang layak diangkat menjadi pegawai tetap. Namun, harus mengacu perjanjian yang ditanda tangani dengan perusahaan penyedia jasa tenaga outsourcing,” katanya. (k46/sut)

Read More >>

Instansi Pemerintah/Lembaga Wajib mengikutkan Aksara Lontara


Jum, 05/10/2012 



Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, H.A. Muallim menutup Kongres Internasional II Bahasa-bahasa Daerah di Sulawesi Selatan di Hotel Sahid Jaya Makassar Kamis, 4 Oktober 2012. Dengan adanya kongres ini, H. A. Muallim berharap, rekomendasi kongres tidak hanya di atas kertas tetapi rekomendasi itu harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari terutama di lingkungan keluarga.

A. Muallim mengaku prihatin dengan penutur yang enggan menggunakan bahasa daerah, padahal punah-tidaknya sebuah bahasa daerah amat sangat ditentukan oleh penuturnya sendiri. Sejumlah rekomendasi diserahkan ke pemerintah, salah satunya adalah saran kepada pemerintah agar mengikutkan aksara lontara dalam papan instansi atau lembaga.

Kepala Balai Bahasa Makassar, Adri yang membacakan rekomendasi kongres mengatakan penggunaan aksara lontara pada papan nama lembaga/instansi pemerintah dan swasta merupakan salah satu solusi mempertahankan eksistensi bahasa daerah.

Rekomendasi lainnya adalah penetapan bahasa daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Lainnya adalah penetapan hari berbahasa daerah sehari dalam seminggu dan peringatan hari bahasa ibu internasional.

Untuk media massa, kongres merekomendasikan agar menyiapkan ruang bahasa dan sastra daerah. Selama ini hampir semua media dianggap kurang memberi ruang untuk eksistensi bahasa daerah. Selain itu juga ada rekomendasi penyusunan tata bahasa baku dan kamus bahasa daerah Sulsel dan direkomendasikan agar dilakukan penelitian sastra daerah, inventarisasi dan dokumentasi sastra daerah, serta revitalisasi peran dan fungsi sastra daerah Sulsel.

Read More >>

2013, UMKM Sulsel Dapat Modal Rp25M


Jumat, 5 Oktober 2012

MAKASSAR,  -- Setelah mengesahkan Perda Lembaga Penjamin Kredit Daerah (LPKD) Sulsel, DPRD Sulsel juga menyetujui dana pemberdayaan UMKM senilai Rp25 miliar.

Ketua Umum Asosiasi Doktor Ekonomi Indonesia (ADEI) yang bertindak sebagai konsultan pada PPKD Prof Dr H Muhammad Asdar, mengatakan, DPRD Sulsel telah menyetujui Peraturan Daerah (Perda) PPKD. Ini merupakan angin segar pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di Sulsel. Mereka yang sebagian besar masih sulit mengakses pinjaman bank karena tidak memiliki agunan akan sedikit terbantu.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah UKM di Sulsel cukup tinggi. Sayangnya jumlah UKM ini belum didukung permodalan. "Ini sangat memprihatinkan dan menjadi penghambat bagi usaha kecil dan menengah," katanya didampingi Haeruddin dari Dinas Koperasi dan UKM Sulsel, Kamis 4 Oktober.
Dia juga mengungkapkan, DPR telah menyetujui dana awal untuk pemberdayaan UKM senilai Rp25 miliar. Dana itu diharapkan akan pada 2013.
Menurut Asdar, usulan agar PPKD diadakan di Sulsel, sudah setahun lalu. Namun usulan tersebut baru tahun ini Perdanya disetujui DPRD Sulsel. "Lembaga penjamin kredit daerah, sangat dibutuhkan agar perekonomian UKM bisa terus tumbuh," katanya.
Lembaga ini, sambung dia, selain membantu pelaku usaha mengakses kredit usaha, juga dapat meningkatkan  perekonomian masyarakat kecil. "Dari beberapa penelitian diketahui bahwa UKM kesulitan berkembang. Itu terjadi bukan akibat prospek usaha yang kurang, tetapi karena pelaku usaha itu belum atau kesulitan membuka akses ke bank untuk mendapatkan modal usaha," tuturnya.
Menurut dia, ada juga penyebab lain yang memengaruhi sulitnya pelaku UKM mendapat kredit bank. Yakni, pihak bank sangat berhati-hati menyalurkan kredit program dan komersialnya ke UKM. "Jadi menurut saya, salah satu cara membantu UKM itu adalah melalui lembaga penjamin kredit daerah," katanya. (id/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121004230237-2013-umkm-sulsel-dapat-modal-rp25m'
Read More >>

Realisasi Pajak Kendaraan Baru 64,01%


Jumat, 05 Oktober 2012

MAKASSAR – Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat hingga Agustus tahun ini, realisasi pajak kendaraan atau nilai pajak kenda-raan bermotor (PKB) yang berhasil dihimpun baru mencapai 64,01% atau Rp390,17 miliar.

Kepala Bidang Pajak Dispenda Sulsel Malik Faisal mengatakan, terdapat total jumlah kendaraan baru dan lama yang membayar pajak mencapai 977.052 unit. Dari jumlah kendaraan itu,815.285 unit merupakan roda dua,dan 161.767 unit roda empat semua jenis dan tipe. “PKB yang berhasil direalisasikan Rp390,17 miliar, atau baru 64,01% dari target yang ditetapkan tahun ini. Sedangkan realisasi Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) baru 55,44% dari target, atau mencapai Rp574,87 miliar per Agustus tahun ini,” kata Malik,kemarin.

Walau belum mencapai target, namun Dispenda optimistis, target yang ditetapkan tahun ini akan tercapai di akhir 2012. Dia menyebutkan,tahun lalu jumlah kendaraan yang membayar pajak mencapai 1.470.526 unit, terdiri dari 1.239.371 unit kendaraan roda dua, 231.155 unit roda empat. Dengan realisasi PKB mencapai Rp527,24 miliar, dan BBNKB mencapai Rp827,10 miliar dan masih tertinggal dari tahun ini. Sebelumnya, Dispenda Sulsel sempat pesimistis, akan kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini dari pajak kendaraan bermotor sebesar Rp87 miliar,menyusul rencana penghapusan tunggakan yang sudah kedaluwarsa.

Kepala Dispenda Sulsel Arifuddin Dahlan mengungkapkan, total tunggakan pajak kendaraan bermotor sejak 1990 hingga 2011 mencapai Rp170 miliar, tetapi hanya Rp83 miliar yang dapat ditarik. ”Sisanya sudah kedaluwarsa, karena Pemprov Sulsel tidak dapat mengidentifikasi lagi keberadaan kendaraan wajib pajak baik yang hilang, maupun pindah kepemilikan. Itu semua menjadi penghambat untuk menarik pajak kendaraan. Kami kekurangan informasi,” katanya.

Menurutnya, Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah memungkinkan tunggakan pajak kendaraan bermotor yang kedaluwarsa dihapuskan. rahmat hardiansya

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/532453/
Read More >>

Penilaian Proper- Pengelolan Limbah Wajib Ramah Lingkungan


Jumat, 05 October 2012 

 

MAKASSAR – Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sulsel menegaskan,hasil akhir dari penilaian pengelolaan lingkungan hidup oleh perusahaan atau proper yang dilakukan pemerintah bukan untuk mendiskreditkan perusahaan tertentu.


Kepala BLHD Sulsel Tamzil Tadjuddin menekankan, proper tersebut digelar agar setiap perusahaan, baik swasta maupun pemerintah, tetap mengedepankan konsep ramah lingkungan dalam menjalankan bisnisnya. “Salah besar kalau kami dikatakan ingin mendiskreditkan perusahaan tertentu. Proper ini ditujukan agar para stakeholder melakukan pelestarian lingkungan secara baik,” jelasnya kepada wartawan kemarin.

Menurut Tamzil, penilaian proper yang dilakukan Pemprov Sulsel juga dalam rangkan mewujudkan iklim dunia usaha yang kondusif dan ramah lingkungan, dengan mengedepankan prinsip produksi yang bersih serta eco-efficiency. Salah satu yang menjadi penentu pada penilaian tersebut, yakni terhadap pengelolaan terhadap limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di setiap perusahaan yang terdaftar. Meski dari seluruh hasil penilaian lainnya memuaskan, namun pada proses penilaian limbah B3 masih diketemukan kejanggalan, maka hasilnya akan tetap dinilai hitam, atau perusahaan yang membahayakan kelestarian lingkungan.

“Seluruh tim yang diturunkan untuk penilaian propert, semuanya telah sesuai prosedur dari pusat. Orang-orang yang diturunkan, kami jamin bekerja profesional,karena telah melalui serangkaian tes tes dari Kementerian Lingkungan Hidup,”bebernya. Khusus di Sulsel,diakuinya, belum memiliki lokasi pusat pembuangan dan pemusnahan limbah B3. Untuk sementara ini,perusahaan masih melakukan proses pengiriman limbah B3 di Cileungsi,Bogor Jawa Barat. Begitu pun dengan izin pengangkutan limbah B3 tersebut dari Sulsel ke Bogor, harus melalui perusahaan tertentu yang telah ditunjuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Sebelumnya, BLHD Sulsel mengumumkan hasil penilaian sementara propert 2012,terhadap 21 kegiatan atau perusahaan industri besar yang menjadi objek penelitian. Dari 21 unit perusahaan tersebut, ada tiga yang masuk dalam daftar hitam atau dikategorikan merusak dan tidak memperhatikan lingkunganyakni PT Indomarmer Kuari Utama, PT Sermani Steel,serta RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Khusus kategori perusahaan yang mendapat penilaian merah yakni PT London Sumatera Indonesia, PT Maruki Internasional Indonesia,PT KIMA,PT Energy Equity Epic Sengkang, PT Eastern Pearl Flour Mills,Pabrik Gula Camming Bone, Hotel Sahid Makassar, PT Makassar Te’ne,PT PLN Sektor Tello,dan PT Semen Bosowa Maros.

Kemudian untuk kategori proper biru yakni PT Vale, PT EnergySengkang,PTPertamina TBBM Palopo, PT Pertamina TBBM Parepare,PT Pertamina TBBM Makassar, PT Semen Tonasa,PT Makassar Power. ● wahyudi 


Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/532442/
Read More >>

Mutasi Pejabat- Posisi Lowong Tetap Dijabat Pelaksana Tugas


Jumat, 05 Oktober 2012 
 

MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memastikan tidak akan melakukan pengisian lima jabatan Eselon II setingkat kepala dinas yang hingga saat ini lowong.

Bahkan, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) belum menggodok nama-nama pejabat yang akan ditunjuk. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo secara tegas mengatakan, untuk sementara ini,pihaknya masih mempercayakan kepada pejabat pelaksana tugas (Plt) yang telah ditunjuknya. “Pengisian jabatan Eselon II yang hingga saat ini masih lowong,belum akan dilakukan. Kan masih ada Plt yang bisa menjalankannya,” ungkapnya kepada wartawan kemarin.


Mantan Bupati Gowa dua periode ini berdalih, saat ini pihaknya masih berkonsentrasi agar seluruh program di akhir jabatannya tersebut bisa berjalan dengan baik. Karena itu,Syahrul belum berpikir untuk mengisi jabatan yang lowong itu. “Saya mau selesaikan agar semua bisa berjalan tenang dengan tenang,”katanya usai memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah terhadap 87 pejabat eselon III dan IV di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel. Lima jabatan yang masih lowong yakni Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda),Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD),Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel.

Sementara itu, salah satu sumber SINDOyang ditemui di kantor gubernur mengaku, dalam waktu dekat ini akan segera ditetapkan pejabat defenitif untuk mengisi kelima jabatan yang masih lowong itu. “Kalau bukan akhir bulan ini, pelantikannya dilaksanakan awal bulan depan. Itu rencananya,” kata sumber yang meminta identitasnya tak dikorankan kemarin.

Sementara itu, dihadapan seluruh pegawai kemarin, Syahrul berpesan kepada PNS agar dalam tiga bulan terakhir ini, memperlihatkan kinerja yang baik serta menyelesaikan program-program kerja yang direncanakan sebelumnya. Dia juga mengimbau PNS agar tidak larut dalam isu-isu politik menjelang Pilkada Gubernur Sulsel (Pilgub) Sulsel 2013, terlebih ikut dalam politik praktis menjelang momen lima tahunan itu.

“Tak usah ikut ribut-ribut Pilgub Sulsel yang bisa membahayakan kalian. Tak usah. Kalau mau bantu saya, tolong tunjukkan hasil kerja yang bisa dirasakan rakyat di Sulsel,”pungkasnya. Syahrul juga sempat menyinggung taglineSayang yang merupakan singkatan pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang pada pilgub mendatang.

“Kalian tak akan salah jika di hatimu ada kasih sayang.Kasih sayang ini jangan diartikan bahwa kalian harus pilih Sayang (di Pilgub). Tak usah itu,”bebernya. ● wahyudi 


Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/532440/
Read More >>

Produksi Padi Sulsel Ditarget 22 Ton Per Hektare


Jumat, 05 Oktober 2012

PINRANG,  – Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, menghadiri Pesta Panen Padi Hibrida SHS SL-8 Kelompok Tani Mamminasae di Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Kamis, 4 Oktober. Syahrul turun langsung ke sawah melakukan panen padi bersama ratusan petani di Kabupaten Pinrang.

“Saya punya impian, ke depan kita bisa panen sampai 22 ton per hektar,” kata Syahrul.

Ia mengungkapkan, impian tersebut bukanlah hal yang mustahil. Bahkan, sudah mampu dilakukan di Iran de­ngan menggunakan tekhnologi berupa rekayasa genetika dan inseminasi.

“Kalau ini bisa kita lakukan, pendapatan petani kita bisa melambung mencapai Rp30 juta per kepala,” ung­kapnya.

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu, menjelaskan, Sulsel adalah provinsi terbaik yang ada di Indonesia.

Indikatornya, Sulsel adalah pemerintah terbaik dengan penghargaan Prasamya Karya Bhakti Praja Nugraha, WTP Clean and Clear dari Badan Pemeriksa Keuangan, dan pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional.

“Dari hasil pertanian kita di Sulsel, kita bisa capai Rp17 triliun. Pendapatan rakyat sudah mencapai Rp18 juta per kepala. Saya punya impian Rp30 juta per kepala. Orang bilang tidak mungkin, tapi saya akan coba,” katanya optimis.

Sementara, Bupati Pinrang, Aslam Patonangi, menuturkan, di Kabupaten Pinrang, padi yang bisa dipanen sudah bisa mencapai delapan ton per hektar. Harga per kilogramnya Rp3.650.

“Peningkatan ini membuat income per kapita petani semakin bertambah. Hal ini bisa tercapai karena bimbingan Pak Syahrul untuk mendukung P2BM dan surplus beras,” tuturnya. (*/ami)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/produksi-padi-sulsel-ditarget-22-ton-per-hektare
Read More >>

Karate - Atlet Sulsel Ikut Kejuaraan Karate di Paris


Jumat, 05 Oktober 2012 


Makassar  - Delapan atlet karate Sulawesi Selatan terpilih mewakili Indonesia ke kejuaraan karate internasional (WKF) di Paris, Prancis pada November 2012.

"Atlet Sulsel tersebut terpilih setelah menorehkan prestasi saat mewakili Indonesia di kejuaraan karate Asia Tenggaara (SEAKF) di Bangkok, Thailand, akhir September 2012 dan merebut gelar juara umum," ujar pelatih karate nasional Mursalim Bado'o di Makassar, Jumat.

Selain delapan atlet senior, katanya, Sulsel juga menempatkan dua atlet junior pada kejuaraan dunia karate (WKF) Brasil 2013 yakni Febi Ramadan untuk putra dan Ifka untuk putri.

Delapan atlet senior yang akan berlaga di Paris, masing-masing trio Kata putra Faizal, Aswar, dan Fidelis dan trio kata putri, Triwulan, Ririn, dan Sulhandra.

Selain itu, Hendro Agusalim dan Ayu Safitri untuk nomor kumite dan dua atlet lainnya, Teguh dan Wiwik, juga masuk Pelatnas SEA Games.

Menurut Mursalim, tim karate Indonesia ke WKF berintikan 18 atlet, delapan di antaranya berasal dari Sulsel.

PB Forki memutuskan semua atlet yang merebut medali di kejuaraan karate SEAKF dipilih mengikuti kejuaraan karate WKF di Paris, November 2012.

Atlet Sulsel yang mewakili Indonesia ke kejuaraan SEAKF dan WKF 2012 juga pemegang medali emas pada PON XVIII 2012 di Pekanbaru, Riau. (T.S016/M029)

Read More >>

Kamis, 04 Oktober 2012

Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Eselon III dan IV Lingkup Pemprov. Sulsel


Kam, 04/10/2012


Bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Kamis, 4 oktober 2012 berlangsung acara Pelantikan dan Pengambilan sumpah Jabatan Eselon III dan IV Lingkup Pemprov. Sulawesi Selatan. Pelantikan dilakukan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo. Adapun jumlah pejabat yang dilantik sebanyak 487 orang terdiri dari Eselon III, 18 orang, Eselon IV, 469 orang berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor : 821/20/X/2012.

Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutannya mengatakan, bahwa mutasi merupakan sesuatu yang sangat biasa dan bisa dilakukan kapan saja dan dilakukan untuk kepentingan daerah dan rakyat serta berharap agar para pejabat dapat bijak dengan melaksanakan tugas sesuai fungsi dan tugasnya yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

Pelantikan dilakukan dalam rangka mengisi jabatan yang lowong, hal ini dilakukan untuk memantapkan pola kerja organisasi. Gubernur meminta agar semua yang baru dilantik terus memberi prestasi, jangan ada pejabat yang tidak berfungsi. Mari kita buat rakyat kagum kepada kita, salah satunya adalah tetap menjaga harmonisasi yang baik.

Jabatan itu bukan sekedar SK saja, tetapi jabatan itu adalah tugas dan amanah dari Tuhan yang diberikan untuk dipertanggung jawabkan kepada Tuhan. Untuk melaksanakan tugas pada lembaga pemerintah adalah bertanggung jawab kepada provinsi, Negara dan kepada seluruh penduduk kurang lebih 8 juta jiwa. Pemerintahan yang baik adalah pemerintah yang kuat, tangguh, memperhatikan kesejahteraan rakyat, melayani dan tidak mementingkan diri sendiri.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/pelantikan-dan-pengambilan-sumpah-jabatan-eselon-iii-dan-iv-lingkup-pemprov-sulsel
Read More >>

Rancangan Perda Tentang Sistem Perlindungan Anak


Kam, 04/10/2012 -
Anak adalah amanah dan karunia Tuhan YME yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya dan belum matang secara fisik, mental, moral, spiritual dan sosial sehingga secara sosial budaya anak tidak hanya bergantung pada orang tua/keluarga juga pada system yang berlaku di masyarakat. sebagai manusia, anak memiliki hak asasi yang harus dihormati, dipromosikan, dipenuhi dan dilindungi. Hal ini dikatakan Ibu Sekertaris Badan Pemberdayaan Perempuan & Keluarga Berencana, Ir. Suciaty Sapta Margama, MSi saat membuka Rancangan Perda Tentang Sistem Perlindungan Anak,  di Ruang Data Kantor Gubernur, Kamis, 4 Oktober 2012. Turut hadir, Kepala SKPD Lingkup Pemprov. Sulsel serta undangan lainnya.

Lanjut dikatakan, sebagai tunas yang potensial dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, anak memiliki ciri dan sifat khusus serta peran strategis yang berkaitan dengan kelangsungan eksistensi bangsa dan negara di masa depan. Perlindungan anak merupakan salah satu urusan wajib pemerintah provinsi dan pemerintah kab/ko yang berkaitan dengan pelayanan dasar, karena itu pemerintah daerah  mengembang system perlindungan anak yang efektif untuk menjamin semua anak berada dalam lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan dan perkembangannya.

Dalam rangka mewujudkan Visi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2008-2013 menjadi sepuluh provinsi terbaik dalam pemenuhan hak dasar termasuk hak dasar anak, dimana perlindungan anak yang efektif harus menggunakan pendekatan system guna menciptakan lingkungan yang protektif untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, perlakuan salah, penelantaran termasuk anak berhadapan dengan hukum dan anak dalam situasi darurat. Sistem perlindungan anak terdiri dari tiga komponen utama yang saling terkait yaitu system kesejahteraan sosial bagi anak dan kelurga, system peradilan dan system perubahan perilaku sosial. Ketiga komponen tersebut didukung oleh system hukum dan kebijakan serta system data dan informasi.

Read More >>

2015, IPA Mamminasata Suplai Air Bersih


Selasa, 04 October 2012 


 

MAKASSAR – Pemprov Sulsel akan membangun proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk membantu pendistribusian air bersih di wilayah Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar (Mamminasata).

Proyek IPA yang pembangunannya akan dimulai 2013 mendatang ini berkapasitas 1.000 liter per detik.Instalai air bersih ini akan memanfaatkan air baku dari Sungai Jeneberang Kabupaten Gowa. Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Mamminasata Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Sulsel Zulkarnain Kitta menyebutkan, proyek ini diperkirakan akan menelan anggaran hingga Rp876 miliar.Dana tersebut bersumber dari pembiayaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sulsel.

Tahap awal, Distarikan akan merampungkan studi kelayakan dan detail engineering design (DED) tahun ini. Ditargetkan, proyek air bersih ini mulai dikerjakan tahun depan. “Kalau ini sesuai jadwal, tender fisik akan dimulai tahun depan.” “Sehingga pembangunan dapat dilakukan pada 2015 mendatang. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah menyetujuinya,” katanya kepada wartawan kemarin. Zulkarnain mengatakan, air dari IPA baru ini akan endistribusikan ke empat kota dengan kapasitas masingmasing, PDAM Makassar 600 liter per detik,PDAM Gowa 200 liter per detik, PDAM Maros 130 liter per detik, dan PDAM Takalar 70 liter per detik.

Pembangunan IPA ini dinilainya sudah sangat mendesak, guna mengantisipasi semakin terbatasnya pelayanan penyediaan air bersih dari PDAM kepada masyarakat. Dia mengaku,pelayanan air bersih di Kota Makassar yang dilaksanakan PDAM saat ini mencakup 72% penduduk,dan diperkirakan akan menurun hingga 50% dalam waktu tiga hingga lima tahun mendatang. Hal ini diakibatkan pertumbuhan penduduk pertahun di Makassar mencapai 30.000 jiwa.

Sehingga, apabila tidak ada penambahankapasitasproduksi air bersih dalam wak-tu dekat, maka dipastikan pelayanan akan mengalami penurunan. Nantinya, operasional dan perawatan IPA tersebut akan dilakukan oleh Pemprov Sulsel dan pendistribusian air baku diserahkan ke langsung PDAM masing-masing daerah.“Pembangunan IPA berkapasitas 1000 liter per detik dapat meningkatkan pemanfaatan air baku dari Bendungan Bili-bili di Gowa,”tambahnya. ● wahyudi 


Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/532157/
Read More >>

Disperindag Sulsel Segera Luncurkan Rumah Coklat


Kamis, 04 Oktober 2012
Serahkan Rp120 Juta Bantuan UKM 




MAKASSAR,  – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Sulsel dalam waktu dekat akan meluncurkan Rumah Coklat bertepatan dengan Hari Jadi Sulsel ke-343 pada 19 Oktober mendatang. 


Kepala Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo menerangkan, pembangunan rumah coklat merupakan bagian dari program perindustrian coklat Sulsel yang marketable dan menjanjikan. Seperti diketahui, produk kakao Sulsel merupakan kualitas kedua terbaik dunia setelah Afrika.

“Kita harapkan industri coklat kita akan tergenjot de­ngan peluncuran rumah coklat seperti Malaysia. Coklat yang kita dijual disitu adalah coklat standar internasional. Kami juga sudah menggandeng perusahaan coklat dunia seperti Nestle dan Delphi dan beberapa yang lain, untuk membim­bing UKM coklat agar bisa memenuhi standar internasional,” kata Irman disela-sela penyerahan bantuan kepada UKM.

Irman menjelaskan rumah coklat diharapkan menjadi sa­lah satu ikon Sulsel. Rumah ini merupakan tempat dimana gerai-gerai coklat lokal Sulsel dibuka untuk wisatawan yang ingin mencicipi rasa dari coklat produksi Sulsel.

Rumah coklat yang terletak di kompleks Monumen Mandala itu akan diresmikan langsung Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Untuk menggenjot pemasaran, pemprov akan mewajibkan semua perusahaan travel dan hotel di Sulsel untuk membawa wisatawan mancanegara berkunjung ke rumah coklat sebagai bagian dari paket wisata.

Selain itu, Disperindag Sul­sel juga menyerahkan bantuan senilai Rp120 Juta untuk menggenjot industri usaha kecil menengah (UKM) di Sulsel. Bantuan yang diserahkan antara lain, bantuan alat Industri Kecil Menengah (IKM) berbasis coklat, bantuan mesin pembuatan telur asin, dan bantuan tenda kepada pedagang kaki lima.

Irman menjelaskan, de­ngan bantuan alat IKM ini berbasis coklat yang full mulai dari etalese penjualan, peralatan masak, hingga kulkas, diharapkan IKM Coklat bisa tergenjot produksinya.

Selain itu dengan mesin pembuatan telur asin yang di­serahkan juga dipastikan bisa menjamin ketersediaan stok telur asin di supermarket. Bila selama pembuatan telur asin dilakukan secara tradisional dan membutuhkan waktu dua minggu, maka dengan mesin vakum yang diciptakan Disperindag Sulsel maka produksi telur asin bisa mencapai 300 butir telur hanya dalam waktu tiga hari saja.

Disperindag bahkan meminta masyarakat untuk membuat ulang mesin serupa dengan mencontoph teknologi yang ditemukan Disperindag Sulsel tersebut. Sedang de­ngan bantuan tenda, diharapkan kuliner kaki lima di Sulsel akan menjadi lebih menarik dan higienis. Irman menjelaskan, kendala jajanan kaki lima selama ini adalah penampilan yang kurang menarik sehingga dinilai menggangu tata kota. Namun dengan tenda dan set meja makan yang diperbantukan tersebut, Disperindag berharap jajanan kaki lima bisa lebih diterima pemerintah kota. (del/ami)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/disperindag-sulsel-segera-luncurkan-rumah-coklat
Read More >>

Syahrul Turun ke Sawah Panen Padi


Kamis, 4 Oktober 2012

PINRANG - Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, menghadiri Pesta Panen Padi Hibrida SHS SL-8 Kelompok Tani Mamminasae di Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Kamis (4/10).
 

Dalam rilis yang disampaikan Divisi Informasi dan Pengumpulan Data Pemerintah Provinsi Sulsel Badaruddin kepada Tribun Timus, Kamis (4/10), Syahrul bakal calon Gubernur incumbent Sulsel itu, turun langsung ke sawah melakukan panen padi bersama ratusan petani di Kabupaten Pinrang.

"Saya punya impian, ke depan kita bisa panen sampai 22 ton per hektar," kata Syahrul.

Ketua Partai Golkar Sulsel ini, mengungkapkan, impian tersebut bukanlah hal yang mustahil. Bahkan, sudah mampu dilakukan di Iran dengan menggunakan tekhnologi berupa rekayasa genetika dan inseminasi.

"Kalau ini bisa kita lakukan, pendapatan petani kita bisa melambung mencapai Rp 30 juta per kepala," Syahrul menambahkan

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) itu, menjelaskan, Sulsel adalah provinsi terbaik yang ada di Indonesia. Indikatornya, Sulsel adalah pemerintah terbaik dengan penghargaan Prasamya Karya Bhakti Praja Nugraha, WTP Clean and Clear dari Badan Pemeriksa Keuangan, dan pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional.

"Dari hasil pertanian kita di Sulsel, kita bisa capai Rp17 triliun. Pendapatan rakyat sudah mencapai Rp18 juta per kepala. Saya punya impian Rp30 juta per kepala. Orang bilang tidak mungkin, tapi saya akan coba," jelas Syahrul

Sementara, Bupati Pinrang, Aslam Patonangi, menuturkan, di Kabupaten Pinrang, padi yang bisa dipanen sudah bisa mencapai 8 ton per hektar. Harga per kilogramnya Rp3.650.

"Peningkatan ini membuat income per kapita petani semakin bertambah. Hal ini bisa tercapai karena bimbingan Pak Syahrul untuk mendukung P2BM dan surplus beras," katany.

Hadir pada Acara Tersebut anta ra lain, Kadis Prasarana Wilayah Adul Latif, Kaban Tanaman Pangan Asri Pananrang serta Karo Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Agus Sumantri. (*/tribun-timur.com)


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/10/04/syahrul-turun-ke-sawah-panen-padi
Read More >>

Wirausaha Baru Dapat Bantuan dari Disperindag


Kam, 04/10/2012 -


Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan memberikan bantun kepada wirausaha baru. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Disperindag Sulsel, Rabu, 3 oktober 2012 yang disaksikan Dirjen Kementerian Perindustrian RI, Hasbih Assidiq. Penyerahan bantuan sebanyak 40 item terdiri dari mesin pembuatan telur asin, estalase jualan, bantuan tenda kepada PK5 Makassar, blender, kompos gas, meja makan, kulkas dan sejumlah peralatan dapur lainnya.

Kadis Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan, yang paling terkenal jiwa pedagang hanya orang Padang dan orang Makassar. Untuk itu, lewat bantuan ini sangat membantu meringankan beban para wirausaha baru. Selain penyerahan bantuan, juga turut dibangun rumah coklat yang berlokasi di belakang Monumen Mandala. Di rumah coklat nantinya akan diperlihatkan proses pembuatan coklat yang berstandar internasional. Rumah coklat, rencananya akan diresmikan oleh Presiden RI yang turut dirangkaian dengan Hari Jadi Sulsel.

Rumah coklat di harapkan menjadi salah satu ikon Sulsel. Rumah ini merupakan tempat di mana gerai-gerai coklat lokal sulsel di buka untuk wisatawan yang ingin mencicipi rasa coklat dari sulsel. Untuk menggenjot pemasaran, pemprov. akan mewajibkan semua perusahaan travel dan hotel di sulsel untuk membawa wisatawan mancanegara berkunjung ke rumah coklat sebagai bagian dari paket wisata. Di sela-sela penyerahan bantuan wirausaha baru, turut diserahkan plat nomor polisi untuk mobil merk Moko yang diserahkan langsung Kepala Samsat untuk 54 unit kepada Kadis Disperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/wirausaha-baru-dapat-bantuan-dari-disperindag
Read More >>

Rabu, 03 Oktober 2012

Gubernur Launching Laboratorium Komputer


Rab, 03/10/2012 
Para  siswa SMK laniang yang terletak di Kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP) mampu merakit sejumlah peralatan Komputer dengan rangka dari barang bekas. Mereka juga mampu merakit alat traktor tangan. Kreatifitas para siswa ini mendapat apresiasi dari Gubernur Sulawesi Selatan H. Syahrul Yasin Limpo, yang sekaligus melaunching laboratorium kumputeryang ada di SMK Laniang. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, HM. Roem, Ketua Komisi D DPRD  Sulsel, Adil Patu.

Ketua Yayasan Laniang, Samsu Niang, menjelaskan, yayasan yang mengelola SMK Laniang juga telah membuka SD Laniang, SMP Laniang, termasuk SLB Laniang. Untuk SMK Laniang ada tiga jurusan yang disiapkan, yakni keperawatan, teknik komputer dan jaringan dan teknik kendaraan ringan. Bahkan yayasan ini akan membuka STKIP Laniang. Ini kita lakukan untuk mendukung program pendidikan gratis pemerintah. Untuk itu, sekolah ini kita bangun dengan membebaskan biaya bagi para siswanya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan, perguruan Laniang diharapkan menjadi salah satu simbol lahirnya pendidikan yang berkualitas di Sulawesi Selatan yang telah menerapkan pendidikan gratis. Pada kesempatan itu Gubernur juga menjanjikan bantuan 30 unit komputer sebagai komitmen pemerintah provinsi untuk peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Selatan.

Read More >>

Gubernur Sulsel Buka Jambore PKK Ispirasi Kemandirian Daerah


Rab, 03/10/2012 -
Tema, Sayang Ibu Keluarga Damai merupakan sumber energi dan kekuatan baru sebab di telapak kaki Ibu ada Surga dan Kasih sayang, sehingga berdosalah kita bila ibu sempat menangis dan sakit hati atas perbuatan dan kelakuan kita, dan menyingngggung perasaannya. Demikian dikatakan Gubernur  Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo ketika membuka acara Temu Kader PKK  dengan tema, Sayang Ibu Keluarga Damai di Bumi Perkemahan Ge’tenga Mengkedek Kab. Tana Toraja, Selasa 02 Oktober 2012. .
Gubernur lebih Lanjut mengatakan, meski begitu Jambore PKK adalah konsultasi  dan solidaritas akselerasikan program pembangunan sepatutnya mendapat dukungan dan PKK  menuju kemandirian  daerah.
Pada kesempatan tersebut  Ketua Tim penggerak PKK, Provinsi Sulawesi Selatan, Ny drg HJ. Ayunsri Harahap, menjelaskan prestasi  PKK Provinsi Sulawesi Selatan terbaik di Indonesia dan memiliki Jumlah kader 376.023 ribu hingga kepolosok desa dengan penuh hati kerja sukarela. Jambore ini di ikuti 3.000 kader dari 154 Lembanga dan Kelurahan yang tersebar di 19 Kecamatan.

Read More >>

Indeks Konsumen Sulsel Kian Membaik


Rabu, 03 October 2012
MAKASSAR – Perkembangan indeks harga konsumen di Sulsel pada September lalu tidak lagi mengalami inflasi seperti tiga bulan sebelumnya.

Sulsel yang merupakan gabungan empat kota, Makassar, Parepare, Palopo dan Watampone mencatatkan deflasi 0,12% atau mengalami perbaikan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono mengatakan, deflasi dialami Sulsel akibat turunnya harga-harga pada dua kelompok pengeluaran, yakni pada kelompok bahan makan serta transportasi, komunikasi dan jasa keuangan. “Masing-masing turun 1,13% dan 0,13%,” kata Bambang di Makassar, kemarin. Walau dua kelompok pengeluaran itu mengalami penurunan indeks, tetapi lima kelompok pengeluaran masyarakat lainnya mengalami inflasi.

“ Hanya saja, inflasi yang disebabkan tidak begitu besar, sehingga Sulsel mengalami deflasi walau nilai indeksnya cukup kecil dibandingkan provinsi lain,”kata dia. Sementara itu, sektor ekspor impor Sulsel juga tidak bergerak baik. Ekspor Sulsel mengalami penurunan 11,94% jika dibandingkan bulan sebelumnya. rahmat hardiansya 

Read More >>

Selasa, 02 Oktober 2012

Bahasa Daerah Terancam Punah, Pemprov Sulsel Akan Buatkan Perda


Selasa, 2 Oktober 2012 
Syahrul Yasin Limpo [google]Syahrul Yasin Limpo [google]
[MAKASSAR] Bahasa daerah terancam punah dan semakin jarang digunakan oleh generasi muda.   Itulah sebabnya banyak yang tidak mengetahui bahasa daerah leluhurnya, apalagi memang ada yang gengsi menggunakan bahasa daerah.  

Untuk menghidupkan kembali penggunaan bahasa daerah di lingkungan pendidikkan di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan membuat peraturan daerah (Perda).   

Bahasa daerah yang sering disebut sebagai bahasa ibu, keberadaannya akan berakhir secara sederhana, kemungkinan melalui proses perkawinan dengan suku yang berbeda, sehingga seorang anak sulit untuk mengetahui bahasa daerah dari kedua orang tuanya.   

"Saya ini contohnya, ibu saya suku Bugis ayah saya suku Makassar, saya faham jika orang berbahasa Bugis, namun lidah saya lebih terbiasa dengan bahasa Makassar,” ujar Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat membuka Kongres Internasional II Bahasa-Bahasa Daerah Sulawesi Selatan di Baruga Sangianseri, Gubernuran, Makassar, Senin (1/10) malam.   

Kongres tersebut bertema mewujudkan jati diri masyarakat melalui revitalisasi bahasa-bahasa daerah di Sulsel dalam bentuk penguatan, pemantapan dan pelestarian berbagai usaha pemerkayaan bahasa nasional, berlangsung tiga hari di Sahid Hotel Makassar, diikuti 384 peserta dari kalangan ilmuan bahasa, pendidik, wartawan, pemerhati bahasa daerah dari dalam maupun luar negeri.   

Di Indonesia terdapat lebih 745 bahasa daerah, 30 persen diantaranya mengalami kepunahan hanya dalam tempo 20 tahun. Beruntung, di daerah-daerah masih banyak anak sekolah yang bergaul memakai bahasa ibu, namun di kota, kondisi itu terbalik, mulai dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, bahasa bergaulnya sudah memakai bahasa nasional.  

Salah satu cara untuk memperlambat kepunahan bahasa daerah itu adalah melalui penerapan pelajaran bahasa daerah di sekolah.   

Untuk itu, Syahrul menyambut baik adanya kongres bahasa daerah tersebut yang dapat menumbuhkan muatan lokal di sekolah dasar hingga menengah. 

Diharapkan, hasil kongres ini dapat mencapai tujuan menghimpun gagasan pemikiran dan pendapat dari pada pakar dan para pemerhati bahasa daerah Sulsel untuk dijadikan sebagai dasar perumusan kebijakan dalam melestarikan bahasa daerah.   

Selain itu untuk mencapai rumusan program pembakuan bahasa-bahasa daerah di Sulsel, terutama aksara, ejaan tata bahasa dan perkamusan dalam rangka pengentasan buta aksara serta terhimpunnya masukan dalam rangka penyusunan konteks pengajaran bahasa daerah, sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan dalam rangka pelaksanaan kurikulum muatan lokal di Sulsel.   

Di kesempatan itu dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Mansyur MS dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tentang penetapan bahasa dan sastra daerah sebagai kurikulum muatan lokal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Sulsel yang terdiri dari bahasa Bugis, Makassar, Masenrengpulu (enrekang) dan Toraja. [148]

Read More >>

Sulawesi Selatan Tuan Rumah Pertemuan Bakohumas Se Indonesia


Sel, 02/10/2012


Sulawesi Selatan tahun ini akan menjadi tuan rumah penyelenggara Pertemuan Bakohumas Seluruh Indonesia, yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 - 7 November 2012 di Hotel Aston Jl. Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pertemuan ini akan dihadiri oleh para pejabat Humas provinsi dan kabupaten/kota seluruh Indonesia dan dibuka oleh Wakil Presiden RI Bapak Budiono.

Kami mengajak para humas seluruh Indonesia dapat beramai-ramai ke Makassar untuk menghadiri pertemuan Bakohumas seluruh Indonesia sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi Sulawesi Selatan yang saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini dikatakan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Selatan, H. Agus Sumantri, Selasa, 2 Oktober 2012.

Read More >>

Permintaan RSS di Sulsel Naik 10 Persen

Selasa, 02 Oktober 2012 

MAKASSAR,  – General Manager Perum Perumnas Wilayah VII Makassar Pertama Ba­ngun mengatakan, permintaan rumah murah atau rumah sangat sederhana (RSS) di Sulawesi Selatan meningkat 10 persen per tahun.

“Karena itu, kami berusaha memenuhi permintaan tersebut dengan menyiapkan rumah tipe RSS di sejumlah lokasi di Sulsel,” kata Pertama di Makassar, Senin, 1 Oktober.

Menurut dia, tingginya permintaan rumah murah itu, diharapkan pengembang dapat menggunakan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan pembiayaan Rp89 juta per unit. Hal tersebut dimaksudkan untuk membantu pengadaan rumah murah bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Khusus periode 2012, lanjut dia, pihak Perum Perumnas Wilayah VII menyiapkan 200 unit RSS di wilayah Bumi Tamalanrea Permai (BTP) dan 300 unit rumah sederhana (RS) di wilayah Antang, Makassar.

Sementara di Kota Pare-Pare, Sulsel, Perum Perumnas menyi­apkan 400 unit RS untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat setempat.

Mengenai kendala pembangunan perumahan di sejumlah lokasi, dia mengakui, karena lahan semakin terbatas. Selain itu, juga karena keterbatasan dana dari pemerintah pusat atau pemerintah kabupaten/kota untuk berpartisipasi.

“Padahal diketahui, pembiayaan perumahan setiap tahunnya meningkat, karena harga bahan bangunan terus naik,” katanya, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Sementara kendala di lapangan juga karena kurangnya koordinasi antara pihak Perumnas dan peme­rintah daerah setempat baik me­ngenai persoalan perizinan maupun pajak. (*/ami)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/permintaan-rss-di-sulsel-naik-10-persen
Read More >>

Target Dua Juta Ekor Sapi


Selasa, 02 Oktober 2012 



Target dua juta ekor sapi dan kerbau oleh Pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) cukup rasional. Target ini bakal terealisasi di tahun 2016, tentu saja dengan pembenahan berbagai perangkat, baik ketersediaan bibit sapi maupun kesiapan penyuluh kesehatan hewan.

Untuk mewujudkan target tersebut, Gubernur Provinsi Sulsel Syahrul Yasin Limpo sudah menyerahkan sebanyak 72 unit sepeda motor kepada petugas operasional Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan), Petugas Inseminasi Buatan (PIB), dan Partisipatory Disease Sorvelen Respont (PDSR) 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Diharapkan, dengan adanya bantuan alat penunjang operasional ini proses untuk mencapai target ini bisa berjalan lancar dan tepat sasaran.

Target ini dinilai akan terpenuhi dengan cepat, karena potensi sumber daya alam yang berada di daerah Sulsel ini sangat baik untuk pengembangan usaha di bidang peternakan antara lain pengembangan sapi, kerbau, kambing, dan ayam buras.

Dengan begitu, dapat membantu meningkatkan perekonomian di Sulsel, terutama untuk menopang kehidupan masyarakat. Apalagi, sektor peternakan akan berintegrasi langsung dengan kondisi ekonomi kerakyatan.

Untuk meningkatkan pengembangan peternakan dan kesehatan hewan di Sulsel perlu adanya partispasi semua pihak terkait, baik dari dinas, penyuluh, organisasi masyarakat, terutama petani ternak sendiri.

Persoalan peternakan dan kesehatan hewan bukan hanya menjadi tugas aparat pemerintah. Tetapi, kita semua dari masyarakat, organisasi dan profesi asosiasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan serta praktisi di pusat maupun di daerah.

Dari 72 bantuan sepeda motor operasional untuk mewujudkan program dua juta ekor sapi dan kerbau, empat unit diberikan kepada Poskeswan, 20 unit kepada Petugas Inseminasi Buatan (PIB), dan 48 unit Partisipatory Disease Sorvelen Respont (PDSR) 24 kabupaten/kota.
Sebelumnya, pemprov juga telah bantuan kepada kelompok peternak di Sulsel ini untuk mewujudkan program tersebut.

Jika target ini tercapai, Sulsel akan menjadi salah satu pemasok daging di Indonesia untuk menutupi kebutuhan daging nasional dan juga dapat menjadi sentra produksi ternak.

Jika target ini tercapai, beberapa persoalan kebutuhan daging dalam negeri juga bakal teratasi. Apalagi, di waktu-waktu tertentu, keterbatasan daging kerap menjadi persoalan pelik, sehingga harus mengimpor sapi dari Australia dan beberapa negara lain.

Kelangkaan daging sapi biasanya terjadi di hari-hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri, Idul Adha, Natal, dan tahun baru. (*)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/catatan-cakrawala/target-dua-juta-ekor-sapi
Read More >>

Syahrul Tantang Rakyat Cari Korupsinya


Selasa, 02 Oktober 2012

 


Sumbang 2 Lagu di Pengukuhan OK Gowa

SUNGGUMINASA,  - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyumbangkan lagu yang dipopulerkan oleh Slank “Tak Bisa Jauh” sebelum memberikan sambutan usai mengukuhkan Oto Komandan Gowa di Lapangan Syekh Yusuf Sungguminasa, Gowa, Minggu, 30 September malam.

Tak hanya satu lagu, mantan Bupati Gowa dua periode ini juga menyanyikan lagu berbahasa Makassar “Janji ku”. Menurutnya lagu ini mengantarnya menang di Pilgub 2007 lalu, sehingga berharap momen itu kembali terulang 2013 mendatang.

Dalam sambutannya Syahrul mengatakan hadirnya komunitas seperti Oto Komandan bukan untuk gagahan. Memang ada niatan yang baik untuk membela kepentingan rakyat.

“Kenapa harus pilih Syahrul karena Syahrul telah membuktikan menghadirkan pemerintahan yang baik,” katanya.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini juga menjelaskan ke masyarakat banyaknya isu miring yang ditujukan kepada dirinya. Namun, dia melihat semua itu sebagai dinamika politik menjelang pilgub Sulsel 2013 mendatang.

Salah satunya dituding telah menjual Lapangan Bungaya yang dulu menjadi halaman kantor Bupati Gowa di Jalan KH Wahid Hasyim, Sungguminasa ketika Syahrul masih menjabat sebagai Bupati Gowa dulu.

“Saya dituding telah menjual lapangan (Bungaya) itu. Padahal saya ini bukan dan malah anti dengan pejabat yang suka menjual aset negara.

Isu ini sudah lama digulirkan dan sekarang saya baru mengatakan malam ini bahwa saya tidak pernah menjual lapangan. Saya membuat Lapangan Syekh Yusuf yang sekarang ini menjadi public space dan lapangan sepakbola bagi masyarakat Gowa. Dan eks Lapangan Bungaya Sungguminasa itu kini menjadi halaman museum Istana Balla Lompoa. Jadi tidak ada lapangan yang saya jual,” jelas Syahrul saat memberikan sambutan usai mengukuhkan pengurus OK Gowa.

Pengukuhan itu turut dihadiri Sekretaris Kabupaten Gowa Muh Yusuf Sommeng, dewan pelindung OK Sulsel antara lain HM Roem, Tenri Olle Yasin Limpo, Arfandi Idris, Ketua OK Sulsel Kemal Redindo Syahrul, dan pengurus OK Sulsel lainnya.

Karena dituding sebagai penjual aset negara, Syahrul menimpali isu miring dirinya itu bahwa hanya pemimpin yang tidak korup lah yang bisa membangun daerah lebih baik.

“Kalau kamu pernah mandi dan minum air PDAM Makassar maka itu adalah hasil kerja Syahrul. Berbahaya Jeneberang kalau Bilibili tidak diurus, karena itu Syahrul-lah yang menggagas dibangunnya waduk untuk membendung sumber air untuk masyarakat dan itu dinikmati masyarakat Makassar kini. Ngurus banjir saja tidak benar, kok malah tuding orang yang macam-macam. Saya adalah Syahrul yang tidak pernah korupsi, tidak pernah menjual sungai Jeneberang, tidak pernah menjual lapangan, apalagi menjual lapangan Bungaya,” tegas peraih Bintang Mahaputra dari Presiden RI ini.

Syahrul pun mengajak masyarakat Gowa untuk mengedepankan pemikiran yang jernih tanpa dicekoki pikiran miring yang memang sengaja digulirkan untuk membuat masyarakat menutup mata dan melontarkan tuduhan macam-macam.

“Saya sangat yakin dengan watak orang Gowa bahwa orang Gowa itu tidak pernah keluar dari tanggung jawabnya. Hanya orang Gowa pendatang yang tidak kenal dengan Syahrul. Tolong cari korupsinya Syahrul. Kalau ada, maka Syahrul akan tinggalkan semuanya,” katanya.

“Kalau saya tidak punya talenta ‘bersih’ itu tidak mungkin Syahrul menjadi salah satu dari 70 kepala daerah terbaik di Indonesia, tidak mungkin Syahrul diberikan 119 penghargaan nasional dan tidak mungkin dijadikan teladan sebagai ketua asosiasi gubernur se Indonesia. Karena itu, mari bela saya, mari orang Gowa bantu saya beri pencerahan bahwa Syahrul memang pemimpin yang tulus ikhlas mensejahterakan rakyat, bukan hanya untuk orang Gowa tapi di seluruh Sulsel ini,” tambahnya.

Pelantikan dan pengukuhan OK Gowa sendiri diwarnai aktraksi dua pengendara Motor Komandan, Syahrul pun menitip pesan kepada pengurus OK Gowa untuk bekerja maksimal dalam mengawal Pilgub 2013 ini.

“Saya minta OK susuri hingga ke pelosok gunung, yakinkan masyarakat bahwa Syahrul yang terbaik, bahwa Syahrul tidak pernah keluar dari amanah rakyat sebagai pemimpin yang bersih,” pintanya.

Selain dihadiri ribuan warga Gowa, sejumlah komunitas juga ikut bergabung. Antara lain komunitas jeep, motor trail, dan sebagainya. (ute/soe)


Sumber: http://cakrawalaberita.com/politik/syahrul-tantang-rakyat-cari-korupsinya
Read More >>

Senin, 01 Oktober 2012

54 Gudang Bulog Sulsel Siap Tampung Komoditi


Senin, 01 Oktober 2012




MAKASSAR,– Sebanyak 54 gudang Bulog di Sulawesi Selatan siap menampung komoditi jagung dan kedelai, setelah ada penambahan kewenangan Bulog dari pemerintah.

“Bulog yang selama ini me­ngelola dan menampung beras petani, juga siap mengelola komo­diti jagung dan kedelai,” kata Humas Perum Bulog Divre Sulsel Tajuddin di Makassar, akhir pekan lalu.

Menurut dia, Perum Bulog Divre Sulsel yang juga memawahi wilayah Sulbar kini masih menunggu regulasi khusus dari pemerintah, termasuk petunjuk teknisnya.

Ia mengatakan melalui 54 gudang yang tersebar di dua provinsi itu, pihaknya siap mengelola dan mendistribusikan kedua komoditi tersebut selain beras.

“Yang jelas, selaku Perum tidak diperkenankan melakukan monopoli pada komoditi tertentu, sehingga kedepan akan dilibatkan mitra dalam penyerapan dan pendistribusiannya,” katanya, dikutip dari Kantor Berita Antara.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pihak koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan digandeng, namun harus memenuhi persyaratan diantaranya memiliki kompetensi dan penuh tanggung jawab.

Selain itu, lanjut dia, ketiga komoditi yakni beras, jagung dan kedelei juga akan dipasarkan melalui “Bulog Mart” yang sudah memiliki “outlet” di beberapa daerah.

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Kontak Tani dan Nelayan Unggulan (KTNA) Sulsel Rahman Daeng Tayang mengatakan, pihaknya sudah mengajukan ke pemerintah usulan HPP untuk jagung dan kedelai.

“Hal itu dimaksudkan agar kedua komoditi itu, harganya tidak anjlok pada musim panen, sehingga harus memiliki HPP untuk memotivasi petani menanam jagung dan kedelai,” katanya. (*/ami)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/54-gudang-bulog-sulsel-siap-tampung-komoditi
Read More >>

Turis Asing Kagumi Wisata Sulsel


Senin, 01 Oktober 2012 

  
 Tawakkal/Fajar
PELESIRAN. Sejumlah turis asing dari beberapa negara di Eropa tiba di Makassar dengan mengendarai kapal pesiar MV Orion II Minggu, 30 September. Mereka disambut khusus plh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Jufri Rahman.


MAKASSAR, -- Kapal pesiar asal Spanyol, MV Orion II, sandar di pelabuhan Soekarno Hatta, Minggu 30 September. Sejak tiba kemarin, 74 penumpangnya melakukan berbagai kunjungan wisata di beberapa tempat di Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah Tana Toraja.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, H Jufri Rahman mengatakan, kapal pesiar MV Orion II yang sandar di Makassar dan utuk pertama kalinya langsung ke objek wisata di Tana Toraja. Jufri lebih khusus memberi apresiasi kepada perusahaan travel Indosella yang mendatangkan para penumpang kapal pesiar itu untuk tinggal selama empat hari di Sulsel. 


MV Orion II melakukan tur wisata ke berbagai negara. Sebelumnya, kapal tersebut sandar di Australia dan lalu berlabuh di Pelabuhan Sulawesi Barat, Parepare, dan Makassar. 


"Ini sebuah terobosan baru. Biasanya penumpang kapal pesiar tidak lebih sehari menetap di Makassar, apalagi mengunjungi objek wisata di luar Makassar," kata Jufri Rahman usai menjamu para penumpang kapal pesiar MV Orion II di halaman Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar kemarin.
 

Dia menjelaskan, Pemprov Sulsel siap memberikan insentif khusus maupun fasilitas bagi sejumlah agen travel yang mampu membawa wisatawan ke Sulsel, apalagi untuk tinggal dan menetap di daerah ini selama beberapa hari.
 
"Fungsi pemerintah memang serve and protect atau melayani dan melindungi sejumlah pelaku usaha yang mendatangkan wisatawan asing di daerah ini," kata dia.

Berdasarkan data manivest, kapal pesiar MV Orion II sebanyak total penumpang yang terdiri dari 37 laki-laki dan 33 perempuan yang mengikuti paket perjalanan wisata di wilayah Sulsel termasuk objek wisata yang di Makassar, Maros, Parepare, Enrekang dan Tana Toraja.
 

William Hood, salah satu wisatawan asal Amerika yang menumpang MV Orion juga memberikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel yang telah menjamu kunjungan mereka di gedung Mulo dengan beragam atraksi wisata dan kuliner khas Sulsel.
 

"Kami sangat senang berkunjung di sini. Masyarakat dan pemdanya sangat ramah. Kami senang bisa berada di sini," ucapnya.
 

Kapal MV Orion II yang mengangkut turis asal Amerika, Australia, Hongkong, dan New Zealand ini akan mengunjungi objek wisata gunung Bambapuang di Enrekang, kemudian bergerak menuju Tana Toraja selama sehari.
 
Di Tana Toraja, wisatawan akan diajak mengunjungi makam unik Londa dan perkampungan tradisional Kete Kesu di Rantepao, Tana Toraja Sulsel. (sbi/pap)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120930185353-turis-asing-kagumi-wisata-sulsel
Read More >>

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Menyiapkan 200 Pompa Air


Sen, 01/10/2012



Dalam menghadapi dampak kekeringan yang berkepanjangan, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sulawesi Selatan menyiapkan 200 unit pompa air bagi petani. Ratusan unit pompa air tersebut telah disebar ke beberapa wilayah, utamanya di daerah yang terancam mengalami kekeringan yang berkepanjangan seperti daerah Sidrap, Soppeng, Bantaeng dan Bone. Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sulawesi Selatan, Soeprapto Budi Santoso mengatakan bahwa Pompa air ini selain dipergunakan oleh para petani juga diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih pada musim kemarau ini. Dan jika terjadi kekeringan secara mendesak, maka ke 200 unit pompa ini bisa dimobilisasikan kelapangan-lapangan. Hal ini dikatakan di Makassar, baru-baru ini.

Pompa air tersebut bersifat pinjam pakai, setelah dipakai seluruhnya harus dikembalikan kepada Sumber Daya Air dan seluruh pompa ini mempunyai ukuran yang sedang sehingga ringan untuk diangkat dan dipindahkan. Rata-rata petani yang masuk dalam binaan Pengelolaan Sumber Daya Air Sulawesi Selatan selalu memperoleh pompa air tersebut.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Jasa dan Informasi BMKG Wilayah IV, Sujarwo menyebutkan bahwa kemarau panjang akan melanda Kabupaten Sidrap, Soppeng, Bantaeng dan Bone. Keempat daerah ini memasuki musim hujan pada Maret dan April 2013, sementara di daerah lain mulai memasuki musim hujan pada November-Desember 2012. Selain pompa, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyiapkan sejumlah embung atau sumber mata air buatan yang bisa dipergunakan oleh kelompok petani, sebab embung bisa mengurangi dampak kekeringan yang berkepanjangan.

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/pemerintah-provinsi-sulawesi-selatan-menyiapkan-200-pompa-air
Read More >>

Turis Mancanegara Mengunjungi Tana Toraja


Sen, 01/10/2012 
 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Parawisata Sulawesi Selatan, (Plt) Jufri Rahman mengapresiasi travel agent di Sulawesi Selatan yang membuat terobosan baru bagi kunjungan wisatawan ke daerah ini. Hal ini dikarenakan sebanyak 71 wisatawan mancanegara tiba di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar dengan menumpangi Kapal Pesiar MV Orion II. Seluruh penumpang kapal ini akan melakukan kunjungan wisata ke Kabupaten Tana Toraja, dengan penumpang kapal yang pada umumnya berasal dari Amerika, Australia, Hongkong, dan New Zealand. Jufri Rahman menjamu 71 wisatawan mancanegara di Gedung Mulo, jalan Ratulangi sesaat setelah tiba di Makassar, Minggu, 30 September 2012. Penumpang Kapal Pesiar ini pertama kalinya langsung ke Tana Toraja dan ini patut diapresiasi dan insentif patut diberikan ke travel.

Fungsi Pemerintah memang melayani dan melindungi sejumlah pelaku usaha yang mendatangkan wisatawan asing ke daerah ini. Dengan kunjungan ke Toraja, keberadaan wisatawan ini diperkirakan akan lebih lama dari biasanya. Berdasarkan data manifest Kapal Pesiar MV Orion II, penumpang terdiri dari 37 laki-laki dan 34 perempuan.

Selain itu, mereka akan mengunjungi obyek wisata Gunung Bambapuang di Engrekang dan di Toraja wisatawan ini akan diajak mengunjungi makam unik Londa dan perkampungan tradisional Kete Kesu di Rante pao. Wisatawan asal Amerika William Hood 89 tahun memberikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan dan Parawisata Sulawesi Selatan yang menjamu mereka di Gedung Mulo dengan beragam atraksi wisata dan kuliner khas Sulawesi Selatan.


Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/turis-mancanegara-mengunjungi-tana-toraja
Read More >>

Minggu, 30 September 2012

Warga Soppeng Puas Dengan Kinerja Gubernur dan Bupati


Minggu, 30 September 2012 


MAKASSAR, - Lembaga survei politik, ekonomi, dan kebijakan publik, Latin Institute, melakukan riset tentang kebijakan publik dan perilaku politik di Kabupaten Soppeng baru-baru ini, tepatnya dipertengahan Agustus hingga awal September 2012. Hasilnya, Warga Soppeng puas dengan kinerja Gubernur Sulsel dan Bupati Soppeng.

Direktur Komunikasi dan Analisis Publik Latin Institute, Alexander Labobar, mengatakan, survei yang fokus pada penelitian pertanian, pendidikan, kesehatan, kedisiplinan, dan perilaku politik masyarakat Soppeng terkait Pilgub Sulsel ini menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, cukup tinggi.

Olehnya, sebagian besar masyarakat Soppeng mengaku akan kembali memilih pasangan syaang jilid II di Pilgub Sulsel mendatang.
“49 persen masyarakat Soppeng memilih Paket Incumbent Sayang Jilid II, karena menurut mereka Gubernur dan Wakil Gubernur ini sangat membantu pemerintah Kabupaten Soppeng dalam merealisasikan program pertanian, pendidikan, dan kesehatan,” kata Alexander di Warkop Toddopuli, Makassar, Sabtu, 29 September.

Dia menambahkan, hanya 29 persen masyarakat Soppeng yang kepincut oleh figur Paket Ilham Rief Sirajuddin dan Aziz Qahhar Mudzakkar (IA). Andi Rudiyanto Asapa dan Andi Nawir Pasingringi sendiri hanya berhasil menggaet simpati 4 persen masyarakat Soppeng. Sisanya 18 persen, belum memilki pilihan.

Alexander melanjutkan, dalam survei yang melibatkan 480 responden tersebut, tingkat kepuasan masyarakat Soppeng terhadap kinerja Bupati, Wakil Bupati, dan jajarannya, juga cukup tinggi.

“82 persen masyarakat Soppeng merasa puas atas kinerja Bupati Soppeng A Soetomo. Mereka puas dengan perhatian pemerintah Soppeng di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, dan kedisiplinan. Hanya 10 persen masyarakat Soppeng yang menyatakan kurang puas, sisanya yang 8 persen tidak memberikan jawaban,” lanjutnya.

Menurut Alexander, ukuran tingkat kepuasan 82 persen tersebut tergolong sangat memuaskan dan patut diapresiasi. ”Tentunya ini bisa menjadi modal untuk regenerasi Bupati Soppeng mendatang,” katanya.

Alexander mengklaim tingkat kepecayaan surveinya mencapai 95 persen dengan margin of error 2 persen

  “Metodologi yang kami gunakan adalah multistage random sampling acak berjenjang, sehingga survei kebijakan publik ini bisa dikombinasikan dengan survei perilaku politik,” imbuhhya. (del)


 Sumber:  http://cakrawalaberita.com/politik/warga-soppeng-puas-dengan-kinerja-gubernur-dan-bupati
Read More >>

2016, Sulsel Target 2 Juta Sapi dan Kerbau


MINGGU, 30 SEPTEMBER 2012 

sapi sinjai
MAKASSAR, — Pemerintah Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan produksi 2 juta ekor sapi dan kerbau di tahun 2016. Untuk mewujudkan target tersebut, Gubernur Provinsi Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyerahkan sebanyak 72 unit sepeda motor ke petugas operasional Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan), Petugas Inseminasi Buatan (PIB) dan Partisipatory Disease Sorvelen Respont (PDSR) 24 Kabupaten/Kota di Sulsel.
“Dan melalui bantuan alat penunjang operasional ini, semoga bisa berjalan lancar dan tepat sasaran yang akan dicapai,” kata Syahrul di Hotel Singgasana, Sabtu 29 September.
Menurut Syahrul, potensi sumber daya alam yang berada di daerah Sulsel sangat baik untuk pengembangan usaha di bidang peternakan antara lain pengembangan sapi, kerbau, kambing dan ayam buras. Dengan begitu, dapat membantu meningkatkan perekonomian di Sulsel.
“Dengan segala potensi dan prestasi yang diraih Sulsel saat ini, mari kita semua menyukseskan program 2 juta ekor sapi dan kerbau di tahun 2016,” ujarnya.
Secara Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, Murtala Ali, kepada Cakrawala mengatakan untuk meningkatkan pengembangan peternakan dan kesehatan hewan di Sulsel perlu adanya partispasi semua stockholder.
“Persoalan peternakan dan kesehatan hewan bukan hanya menjadi tugas aparat pemerintah. Tetapi, kita  semua dari masyarakat, organisasi dan profesi asosiasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan serta praktisi di pusat maupun di daerah,” katanya
Menurut dia, dengan adanya bantuan 72 sepeda motor ini dapat mewujudkan program pemerintah untuk produksi 2 juta ekor sapidan kerbau di tahun 2016.” Empat unit Poskeswan, 20 unit kepada Petugas Inseminasi Buatan (PIB) dan 48 unit Partisipatory Disease Sorvelen Respont (PDSR) 24 kabupaten/kota. Sebelumnya juga kami berikan bantuan kepada kelompok peternak di Sulsel ini untuk mewujudkan program 2 juta ekor sapi dan kerbau di tahun 2016,” bebernya.(ran/sam)
Read More >>

Syahrul Yakin Populasi Sapi Sulsel Capai 2 Juta Ekor


Minggu, 30 September 2012 
Makassar,  -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, optimis bisa mencapai target surplus ternak sapi dua juta ekor yang dicanangkan tahun ini. Dia mengungkapkan, empat tahun lalu, jumlah populasi sapi hanya 400 ribu dan bisa mencapai 1,6 juta ekor tahun 2012.

"Dulu waktu saya canangkan satu juta ekor, banyak yang protes. Tapi, berhasil dibuktikan kalau target itu bisa dicapai. Sekarang kita tingkatkan lagi sampai dua juta ekor," ungkap Syahrul pada Pertemuan Koordinasi dirangkaikan Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan, di Hotel Singgasana, Makassar, akhir pekan lalu.

Syahrul mengungkapkan, pertemuan koordinasi dilaksanakan agar target suplus ternak sapi dua juta ekor bisa tercapai. Apalagi, peternakan sangat menjanjikan kesejahteraan yang luar biasa.

"Kenapa peternakan menjanjikan kesejahteraan? Karena semua orang mau makan daging," ujarnya.

Pencapaian target dua juta ekor ternak, lanjut Syahrul, hanya persoalan kemauan. Waktu tidak boleh terbuang percuma dan hadirkan kebersamaan yang utuh untuk belajar dari dunia. Lakukan yang lebih baik dari yang mereka kerjakan.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/09/30/syahrul-yakin-populasi-sapi-sulsel-capai-2-juta-ekor
Read More >>

Pemprov: Pembangunan Hotel Usulan Pihak Luar


Minggu, 30 September, 2012

MAKASSAR,- Masih terkait dengan bantahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel atas rencana pembangunan hotel, balai sidang, Kantor MUI Sulsel, dan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel di lahan kompleks Masjid Al Markaz Al Islami Jenderal M Jusuf. 

Dalam iklan pengumuman bantahan atas nama pemprov dan dimuat pada harian Tribun Timur, edisi, Minggu (30/9/2012), disebutkan bahwa rencana pembangunan merupakan usulan pihak luar, bukan dari pemprov.

"Terkait dengan kabar/isu akan didirikannya bangunan hotel di lahan dekat/samping Al Markaz Al Islami, kami tegaskan bahwa itu adalah wacana/usulan/saran/tawaran dari pihak lain di luar Pemprov Sulsel, yang ini membangun sarana penunjang berupa tempat penginapan bersyariat Islam sebagai pelengkap aktivitas Al Markaz, seperti; tempat pertemuan ulama (Gedung MUI), pertemuan aktivis, dan penunjang wisata religi di Al Markaz," demikian tulisan pada poin dua iklan pengumuman bantahan tersebut.

Kabar beredar bahwa pembangunan hotel dan sarana lainnya merupakan bentuk kompensasi dari pengembang properti Lippo Karawaci atas pelepasan saham pemprov di Hotel Aryaduta, Makassar.

Sementara itu, Yayasan Islamic Center Al Markaz Al Islami akan menggunakan lahan tersebut guna pembangunan pusat pendidikan Islam terpadu.(*)

Read More >>