Sabtu, 03 November 2012

Ekspor Nikel Masih Tinggi


Sabtu, 03 November 2012 
MAKASSAR,  -- Sektor pertambangan sempat dihantam badai regulasi. Namun, komoditas seperti nikel tetap berjaya. Nikel bahkan menjadi komoditas yang paling banyak diekspor Sulsel.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, ekspor nikel pada September 2012 mencapai USD89,57 juta. Mengalami peningkatan 4,43 persen dibanding Agustus lalu (USD85,77 juta) serta bertumbuh 5,49 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Menurut Kepala BPS Sulsel, Bambang Pramono, nilai ekspor nikel berkontribusi hingga 55,58 persen terhadap total ekspor Sulsel pada September 2012.

Namun, bila menarik data dari Januari-September 2012, ekspor nikel menurun drastis hingga 38,11 persen. Selama 10 bulan, nilai ekspor nikal baru mencapai USD597 juta. Padahal, Januari-September 2011 ekpor nikel mencapai USD964,56 juta.

Komoditas andalan Sulsel lainnya, kakao, juga mengalami penurunan. Hingga September, nilai ekspor kakao baru USD128 juta. Menurun 40,56 persen dibanding Januari-September 2011 yang mencapai USD215,70 juta.

Namun, pada September ini, nilai ekspor kakao senilai USD24,72 juta meningkat 185,12 persen dari bulan sebelumnya. Sumbangsih terhadap total nilai ekspor Sulsel 15,34 persen. Pada Agustus, ekspor kakao drop dan hanya mencapai USD8,67 juta.

Selain nikel dan kakao, komoditas perikanan (ikan/udang/kepiting) juga  berkontribusi cukup besar, yakni 7,95 persen dari total ekspor. September 2012, nilai ekspor komoditas tersebut mencapai USD12,81 juta, tumbuh 57,95 persen dibanding bulan sebelumnya. (zul/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121103001014-ekspor-nikel-masih-tinggi
Read More >>

Festival Takabonerate Dipindahkan ke Benteng


SABTU, 03 NOVEMBER 2012 
MAKASSAR, — Pemerintah Provinsi Sulsel memutuskan untuk memindahkan even Takabonerate Island Ekspedithion tahun 2012 ke Kota Benteng sebagai ibukota Kabupaten Selayar.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulsel, Jufri Rahman menjelaskan bahwa pemindahan itu dilakukan lantaran pulau Takabonerate sejauh ini dinilai masih belum didukung dengan infrastruktur yang memadai.
“Tahun ini even Takabonerate Island Ekspedithion akan kami coba pindahkan ke ibukota Kepulauan Selayar, itu karena potensi di Pulau Takabonerate infrastrukturnya belum memadai,” kata Jufri Rahman, di Kantor Gubernur, Jumat, 2 November.
Pihaknya mengaku bahwa infrastruktur yang paling dibutuhkan saat ini adalah transportasi yang bisa digunakan untuk mendatangkan wisatawan ke Pulau Takabonerate, baik trasnportasi melalui udara maupun laut.
Ia mencontohkan, selama ini penerbangan perintis yang melayani Makassar-Selayar hanya 3 kali seminggu, itupun dengan kapasitas yang terbatas yakni hanya 20 orang sekali terbang.
“Kalau untuk mendatangkan wisatawan melalui jalur laut, infrastruktur pelabuhan di Kabupaten Selayar tidak dapat disandari kapal pesiar, padahal kapasitas daya tampung melalui jalur ini cukup besar dibandingkan pesawat,” katanya.
Lanjut, ia mengatakan, untuk mengatasi itu, Pemprov Sulsel akan menyiapkan kapal tradisional milik nelayan setempat untuk mengangkut wisatawan dari kapal pesiar yang tidak bisa bersandar di pelabuhan.
“Langkah untuk mendatangkan wisatawan melalui jalur laut itu kami rencanakan untuk dikerjasamakan dengan ASITA Sulsel dan PT Mirah Mega Wisata,” katanya.
Selain infrastruktur, even Takabonerate Island Ekspedition tahun 2012 ini juga terkendala pada keterbatasan anggaran. Tahun ini, dana yang tersedia di APBD Sulsel hanya Rp150 juta. Jumlah tersebut turun drastis dibanding tahun sebelumnya yang mencampai Rp2 miliar.
Berdasarkan jadwal, event pariwisata tersebut berlangsung pertengahan November ini. Beberapa jenis kegiatan yang akan dilakukan dalam event ini, diantaranya internasional fishing, diving, dan farm trip yang bertujuan mendatangkan masyarakat Selayar yang bekerja di luar Sulsel. (eky/ami)
Read More >>

Tim Karate Sulsel, Runner Up di Piala Mendikbud RI


Sabtu, 3 November 2012


Makassar, KM– Tim Karate Sulawesi Selatan, meraih juara umum dua pada Kejuaraan Nasional Karate Piala Mendikbud RI. Pada Kejurnas yang berlangsung 29 Oktober hingga 2 November 2012 di Samarinda Kalimantan Timur tersebut, Sulsel meraih 3 medali emas, 3 perak dan 5 perunggu.

Sementara Juara umum satu diraih DKI Jakarta dengan perolehan medali 3 emas, 4 perak dan 8 perunggu, sedangkan tuan rumah Kaltim berada di posisi tiga.

“Adik-adik kita sudah main maksimal, dan harapan kita kader kita ini terus kita bina ke jenjang klas kadet dan junior” kata ketua Harian Pengprov Forki Sulsel, Ellong Candra, Sabtu (3/11/2012).

Di kejurnas ini, tim sulsel mengirim 28 atlet Usia dini umur 8-9 tahun putra putri, kategori Prapemula usia 10-11 tahun putra putri dan Kategori Pemula usia 12-13 tahun Putra putri. [KM05]

Read More >>

Jumat, 02 November 2012

Gubernur Sulsel Melantik Pengurus Forbes APIP


Pemerintah Provinsi Sulsel terus melakukan berbagai terobosan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih (clean Government). Selain memperkuat pengawasan internal melalui lembaga inspektorat, pemprov juga membentuk Institusi baru Forum Bersama Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (Forbes APIP) yang dipimpin Kepala Inspektorat Pemprov Sulsel, Azikin Solthan. Dalam kepengurusan Forbes APIP ini beberapa wakil bupati dan kepala Inspektorat kabupaten juga dilibatkan. Sementara Kapolda, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan kejati ditempatkan sebagai dewan pembina.
Para pengurus Forbes APIP ini dilantik dan dikukuhkan oleh Gubernur Sulsel, H. Syahrul yasin Limpo di Ballroom Hotel Makassar Golden, Kamis, 1 November 2012. Pelantikan juga dihadiri oleh Ketua Forbes APIP Pusat yang juga Irjen Kementerian Pekerjaan Umum, Basoeki Hadimoeljono dan sejumlah Bupati di Sulsel, antara lain, Wabup Soppeng, Aris Muhammadia, Wabup Jeneponto, Burhanuddin Baso Tika, Wabup Wajo, Amran Mahmud, Wabup Maros, Harmil Mattotorang, Wabup Luwu, Syukur Bijak dan beberapa pejabat lainnya.
Menurut Azikin Solthan karena lembaga ini akan mendorong terwujudnya pemerintah yang bersih dan bebas korupsi  maka banyak pihak yang dilibatkan.
Sementara itu, Gubernur Sulsel berharap lembaga ini bisa mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik, tidak saja di tingkat provinsi tetapi juga di tingkat kabupaten dan kota.  Syahrul juga mengungkapkan dinamika penyelenggaraan pemerintahan dengan perubahan lingkungan strategik dan tantangan yang makin kompleks mendorong pemerintah daerah untuk bekerja lebih baik, cepat dan tanggap dalam menyelesaikan setiap masalah karena itu dibutuhkan komitmen bersama dari penyelenggara pemerintahan dengan menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik untuk dilaksanakan dalam bingkai ekonomi daerah.
Na/Ph (Jumat, 02 Nopember 2012)

Read More >>

Bulog Harus Beli Beras Petani


JUMAT, 02 NOVEMBER 2012 

Anggota DPR RI meminta agar Bulog di daerah membeli beras yang dihasilkan petani setempat, ketimbang harus membeli dari luar daerah. Ini demi memberdayakan petani setempat.
Legislator Komisi IV, Siswono Yudo Husodo, mengatakan, kalau produksi beras di daerah sudah cukup memadai, untuk apa harus membeli beras dari luar daerah, apalagi impor beras. Impor hanya merugikan petani, karena berhadapan dengan persaingan harga yang ketat.
Dikatakan, dengan membeli beras petani setempat untuk memenuhi kebutuhan beras raskin, maupun kebutuhan beras TNI/Polri dan sosial lainnya, akan memberi banyak manfaat terutama dapat mengurangi biaya yang begitu besar untuk dikeluarkan bila mendatangkan dari luar daerah.
Di satu sisi, petani setempat juga akan lebih cepat mendapatkan manfaat dari hasil produk yang dihasilkan.
Sulsel sendiri tak khawatir soal beras, karena stok beras petani masih cukup besar. Target beras Sulsel setiap tahun 2 juta ton, namun hasil produksi terkadang melampaui target itu.
Sehingga Pemprov Sulsel sendiri tidak berharap pasokan beras dari luar Sulsel. Dengan jumlah itu, Sulsel justru menjadi pemasok beras ke daerah lain yang kekurangan stok beras, terutama di kawasan timur Indonesia.
Peredaran beras di pasaran di Sulsel didominasi oleh beras lokal, yang dipasok dari sejumlah daerah penghasil beras seperti empat kabupaten/kota di Luwu Raya, Barru, Sidrap, Pinrang, Wajo, Soppeng, dan Bone.
Beras-beras ini pula yang dimanfaatkan oleh Bulog untuk dibagikan sebagai bantuan raskin di sejumlah tempat.
Keberhasilan Sulsel mencapai over target beras menjadi salah satu prestasi sendiri bagi daerah ini. Terobosan yang digunakan dalam mencapai overstock beras itu dinilai pusat sebagai upaya yang mumpuni.
Sehingga, pusat harus berguru ke Sulsel dengan meminta bantuan Gubernur Syahrul Yasin Limpo untuk memberi masukan dan terlibat langsung dalam membantu Indonesia mencapai target produksi beras.
Dengan hasil ini, Sulsel menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang mampu mendorong pemberdayaan petani melalui optimalisasi produksi beras di berbagai kabupaten. (*)
Read More >>

Pemda Harus Raih WTP!


Jumat, 2 November 2012
MAKASSAR, – Pemerintah kabupaten/kota di Sulsel, masih kesulitan meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Masih sangat sedikit peme­rintah daerah (Pemda) yang mendapatkan predikat bergengsi dari BPK tersebut.
“Pemerintah kabupaten dan pemerintah kota juga harus dapat WTP,” kata Sekretaris Jenderal Inspektorat Kementrian Dalam Negeri Aswin Nasution dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah Provinsi Sulsel, yang dilaksanakan di Hotel Makassar Golden, Kamis, 1 November.
Turut hadir Sekertaris Jenderal Inspektorat Kementerian Pekerjaan Umum Basuki dalam acara tersebut.
Aswin Nasution, mengatakan bahwa era reformasi menuntut pemerintah menghadirkan penyelenggara pemerintahan yang baik. Hal tersebut berkaitan dengan perbaikan tata kelola pemerintahan yang berdampak pada kinerja.
“Untuk mendorong daya saing nasional, aparat harus mengimplementasikan tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Aswin.
Dia mengungkapkan, reformasi birokrasi dan tata kelola, berkaitan erat dengan integritas, akuntabel, taat pada hukum, dan berkeadilan untuk terobosan pembangunan nasional. Karena itu, Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) berperan meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik.
“APIP bertugas menanamkan budaya sadar resiko dan fokus pada peningkatan efisiensi dan penghematan biaya,” ujar Aswin.
Keterlibatan pengawasan internal, lanjutnya, tidak hanya pada ketaatan, tapi apakah instansi peme­rintah telah mencapai tujuannya dengan membantu pimpinan dalam pengambilan keputusan.
“Untuk mencapai hal itu, diharapkan APIP bersinergi melakukan pengawasan dengan pemerintah pusat dan daerah,” ungkap Aswin.
Sekjen Inspektorat Kementrian PU, Basuki, menambahkan, APIP dideklarasikan 22 Agustus 2002 lalu, di Cisarua dalam rangka mengimplementasikan misinya. Diantaranya, menyelenggarakan kerja sama di antara aparat menuju sinergi pengawasan, yang berkualitas, tangguh, dan kredible.
“Tanpa pengawasan, tidak akan efektif. Menpan berupaya melakukan penguatan di institusi pengawasan,” terang Basuki.
Dikatakan Basuki, tahun ini, APIP telah berhasil mengupayakan menaikkan batas usia pensiun auditor menjadi 60 tahun dan meningkatkan kesejahteraan melalui tunjangan.
“Tugas para pengawas tidak hanya melakukan pengawasan pengelolaan keuangan negara, tapi juga kinerja instansi pemerintah, pelaksanaan reformasi birokrasi, dan pengawasan perilaku aparat pengawasan,” urainya.
Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, berharap, rapat koordinasi menghasilkan komitmen bersama terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Masalah yang selama ini menjadi keprihatinan seluruh rakyat bisa terjawab secara maksimal.
“Harapan ini akan terwujud ketika pengawas bahu-membahu untuk melaksanakan tanggung jawabnya masing-masing,” tegas gubernur yang telah mengantar Sulsel meraih WTP itu.
Pengawasan yang baik, jelas Syahrul, akan mewujudkan pemerintahan yang baik. Pengawasan bukan berarti mencari kesalahan dan menghukum, tapi meluruskan apa yang tidak benar.
“Pemprov Sulsel dua kali meraih WTP karena pengawasan berjalan dengan baik. Kita harap pemerintah kabupaten/kota juga berusaha mendapatkannya,” demikian Syahrul Yasin Limpo. (del/tan)
Read More >>

Pemprov Komitmen Tak Keluarkan Izin Tambang


JUMAT, 02 NOVEMBER 2012
Jika Merusak Hutan Lindung
TAKE OVER & JOINT OPRATIONAL ( TAMBANG SUDAH TERPENUHI / DI CLOSE )
MAKASSAR, — Pemerintah Provinsi Sulsel menegaskan akan tetap komitmen menjaga hutan lindung dari berbagai aktivitas yang bisa merusak, termasuk salah satunya sektornya pertambangan.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, selama ini pihaknya telah berupaya tidak mengeluarkan berbagai izin tambang untuk tetap menjaga hutan lindung di Sulsel.

Menurutnya, jika pemprov mengeluarkan izin pertamba­ngan yang bisa merusak hutan lindung, maka imbasnya tentu akan lari pada tingkat perekonomian rakyat utamanya petani semakin bersoal.

“Selama lima tahun saya tidak keluarkan izin tambang karena untuk menjaga itu (hutan lindung). Kalau hutan lindung di rusak, maka irigasi akan bersoal, dan kalau irigasi bersoal maka pertanian juga ikut bersoal. Sementara kita punya kekuatan dasar di Sulsel adalah pertanian,” tegas Syahrul dalam kunjungannya ke Kantor PLN, Jalan Ahmad Yani Makassar, Kamis, 1 ­November.

Meski begitu, mantan Bupati Gowa dua periode ini tetap bisa mengeluarkan izin pertambangan sepanjang pertambangan tersebut tidak merusak hutan lindung yang ada, salah satunya dengan melakukan terobosan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi.

“Artinya, izin pertamba­ngan tidak harus berhenti karena itu, tetapi dengan izin itu juga tidak boleh hutan lindung terganggu serta ekosistem. Kalau pertambangan bisa melakukan terobosan secara teknologi maka itu sangat bisa,” katanya. (eky/ami)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/pemprov-komitmen-tak-keluarkan-izin-tambang
Read More >>

Kamis, 01 November 2012

Sosialisasi Pasar Lelang Komoditi Agro dan Sistem Resi Gudang



Di Sulawesi Selatan terdapat beberapa komoditas yang menjadi prioritas utama dalam kegiatan sosialisasi pasar lelang kali ini, yaitu beras (gabah), jagung, rumput laut dan kakao. Sedangkan kopra dan cengkeh juga mulai merambah masuk dalam pasar lelang. Acara ini berlangsung yang ke-6 kalinya dari  target 10 kali dalam tahun 2012. Hal ini dikatakan Ketua Pusat Komoditi dan Pasar Lelang Agro (Puskompas) Sulsel, Dr Sudirman Dumba dalam acara Sosialisasi Pasar Lelang Komoditi Agro dan Sistem Resi Gudang, di Hotel Trisula, Rabu, 31 Oktober 2012.

Menurut Sudirman, kegiatan ini harus terus aktif dilakukan dan lebih mengutamakan pelayanan kepada pembeli dan penjual dalam melaksanakan transaksi. Dengan adanya program tersebut, diharapkan agar dalam proses lelang terjadi transaksi yang benar. Selain itu, penjual dan pembeli harus dipetakan untuk mengatur lelang komoditas agro sehingga dibutuhkan data yang jelas untuk membangun frame yang jelas untuk transaksi pasar lelang. Lelang komoditas Sulawesi Selatan nantinya akan memasarkan produk segar dan olahan pada musim panen terakhir yakni, Juni, Juli dan September. Mereka yang dilibatkan adalah kelompok petani yang terlibat langsung di lapangan dari 23 kabupaten/kota. Selain komoditas unggulan ada display (pameran) produk dari masing-masing kabupaten. Selain itu, juga sebagai pembelajaran bagi petani tentang proses pemasaran baik melalui lelang maupun melalui pasar induk agar terjamin keamanannya dalam proses transaksi.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri  Disperindag Sulsel, Hadi Basalamah berharap kepada Puskompas lelang dapat dilaksanakan di tempat yang bisa dijangkau oleh para pelaku agrobisnis, agar pembeli dan penjual bisa maksimal dalam melaksanakan transaksi. Untuk sarana pendukung pasar lelang telah disediakan fasilitas oleh pemerintah. Perlu ada penyebaran informasi acara lelang baik secara tertulis maupun visual untuk sosialisasi pasar lelang. Revitalisasi pasar lelang di Indonesia dilakukan di lima daerah, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Sulsel. Pasar lelang ini ditujukan untuk komoditi agro agar bisa membantu petani dalam menyalurkan hasil taninya sehingga harga bisa ditentukan langsung oleh petani dan diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup petani.

Rs/Nh (Kamis, 1 November 2012)
Read More >>

Pemprov. Sulsel Bentuk Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan Daerah


Kam, 01/11/2012 
Pegawai Negeri Sipil (PNS) Lingkup Pemprov. Sulsel harus siap menerima sanksi pemotongan gaji jika terbukti melakukan tindakan merugikan keuangan negara. Hukuman tersebut sebagai upaya mengembalikan dan meningkatkan akuntabilitas keuangan daerah. Untuk menindaklanjuti sanksi tersebut, Pemprov. Sulsel membentuk Majelis Pertimbangan  Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan Daerah. Hal ini dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo usai pelantikan  di Ruang Pola Kantor Gubernur, Rabu, 31 Oktober 2012.

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo menegaskan, Majelis tersebut sangat berperan untuk meningkatkan perbaikan akuntabilitas keuangan daerah di Pemprov Sulsel selama ini. Selain itu, juga berperan untuk menindaklanjuti setiap laporan BPK dan BPKP terkait kerugian keuangan. Jadi majelis ini bertugas untuk menyidang dan memberi sanksi kepada PNS yang terbukti melakukan pelanggaran di bidang anggaran. Adapun Majelis Pertimbangan  Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan Daerah diketuai Sekprov. Sulsel, H. Andi Muallim dan beranggotakan enam orang pejabat eselon II setingkat Kepala Dinas (Kadis) yakni Kepala Inspektorat, Azikin Sultan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), Yushar Huduri, Kepala Biro Hukum dan HAM, Simon Lopang, Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Tautoto Tana Ranggina serta Kepala Biro Aset, Mustari Soba.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, H. Andi Muallim megatakan, Majelis Pertimbangan  Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan Daerah diperuntukkan kepada setiap oknum PNS yang melakukan penyelewengan, wajib mengembalikan kerugian daerah yang diperbuatnya. Pengembalian kerugian keuangan negara ataupun daerah tersebut bisa dikembalikan secara tunai maupun dicicil. Sanksi pengembaliannya itu baik dicicil maupun cash atau jaminan tanah, bisa juga dengan pemotongan gaji. Majelis ini akan menindaklanjuti setiap temuan laporan yang disampaikan BPK, BPKP maupun Inspektorat mengenai kerugian negara di Pemprov. Sulsel. Majelis ini menyerupai pengadilan internal terhadap oknum-oknum PNS yang terbukti menyelewengkan uang negara. Tapi tidak serta merta jika telah diadili di majelis ini, bisa bebas dari jeratan hukum. Oknum PNS yang terbukti akan dilimpahkan ke proses hukum setelah melalui majelis ini.

Rs/Ys (Kamis, 1 November 2012)
Read More >>

Gubernur Sulsel Kukuhkan Pengurus DPD PGMI


Kam, 01/11/2012 -
Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo yang juga selaku Dewan Pembina Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Sulawesi Selatan, mengukuhkan pengurus DPD PGMI Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan. Pengukuhan dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu, 31 Oktober 2012 yang dihadiri sebanyak 3.200 Guru Madrasah se-Sulawesi Selatan.

Gubernur Sulawesi Selatan dalam sambutannya mengatakan, Guru madrasah memiliki tugas, fungsi dan tanggung jawab untuk menularkan kebaikan-kebaikan. Diharapkan pula madrasah mampu menjadi lembaga pendidikan yang bisa memperbaiki kehidupan di semua sektor. Kalau agama baik, maka baiklah semuanya. Agama yang baik akan mendorong kehidupan ekonomi yang makin baik. Kehidupan agama dan perekonomian di Sulawesi Selatan bejalan dengan sangat baik, ada toleransi antar umat beragama. Bahkan, dalam empat tahun terakhir, tidak pernah terjadi konflik antar umat. Agama yang makin baik akan mendorong ekonomi yang tumbuh signifikan, tercermin dari tingginya peserta Umrah dari Sulawesi Selatan tiap tahunnya begitupun dengan jemaah haji.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Gazali Suyuti, dalam arahannya disela-sela acara pengukuhan berharap agar seluruh guru madrasah di Sulawesi Selatan bisa berprestasi. Guru-guru Madrasah juga diharapkan bisa berprestasi.
Sementara itu, Ketua Umum PGMI Pusat, Syamsuddin juga meminta guru madrasah bisa berprestasi dan profesional dalam bekerja. Apalagi tugas dan tanggung jawab guru menciptakan generasi-genersai yang berkualitas. Cerdas saja tidak cukup, harus disertai dengan hati yang bersih dan jujur. Inilah yang diciptakan di madrasah. Selain diajarkan ilmu pengetahuan, juga agamanya diperkuat.

Rs/Nh ( Kamis, 1 November 2012 )
Read More >>

Pemprov. Sulsel Perkuat Produksi Padi


Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan penangkaran benih padi di Wilayah Sentra Produksi Beras yang bertujuan untuk meningkatkan produksi padi petani yang berkualitas. Penangkaran benih itu dilakukan khususnya di wilayah sentra penghasil beras. Namun pada tahap awal dilakukan di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Luas penangkaran benih tersebut disesuaikan dengan kondisi di lapangan, yakni antara 75 hektar hingga 100 hektar. Dari hasil penangkaran benih tersebut diharapkan produksi padi rata-rata mencapai sembilan ton per hektar. Hal ini dikatakan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sulsel, Ir. M. Aris, MP mewakili Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura Sulawesi Selatan baru-baru ini.

Berdasarkan data, dengan luas areal 75 ha dapat menghasilkan produksi padi hingga 2.025 ton belum lama ini. Untuk itu mekanisme penangkaran tersebut adalah masing-masing petani akan mendapatkan modal kerja untuk pengadaan bibit, sekaligus sarana produksi ( Saprodi ) berupa pupuk dengan bunga pinjaman tiga persen pertahun. Sementara pengembalian modal kerja tersebut akan dilakukan setelah petani melakukan masa panen, sehingga tidak akan memberatkan petani.

Nh/Yn ( Kamis, 1 November 2012 ) 

Read More >>

Syahrul dan Wakil Bupati Se-Sulsel Hadir di HMG


Kamis, 1 November 2012
Gubernur-Sulsel-Syahrul-Yasin-Limpo-Takalar1.jpg

MAKASSAR, - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Dr Syahrul Yasin Limpo MH bersama para wakil bupati dan wakil wali kota se-Sulsel berkumpul di Hotel Makassar Golden (HMG), Jl Pasar Ikan, Makassar, Kamis (1/11/2012). Acara ini turut dihadiri para kepala inspektorat se-Sulsel. 

Kehadiran mereka di hotel berbintang tersebut dalam rangka menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Daerah Provinsi Sulsel 2012. Acara ini juga dirangkaikan dengan Pengukuhan Forum Bersama (Forbes) Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Sulsel periode 2012-2015.

Acara yang dibuka Syahrul tersebut juga menghadirkan Ketua Forbes APIP Pusat Dr Besuki Hadimulyono yang juga Irjen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI. Turut pula dihadiri perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, dan Polda Sulsel. 
    
Saat memberi sambutan, Syahrul berharap rakor pengawasan daerah dan adanya Forbes APIP Sulsel ini dapat berkontribusi secara aktif dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah di Sulsel. Menurutnya, saat ini dibutuhkan komitmen bersama dari penyelenggara pemerintahan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. 
 
“Selain agenda perencanaan yang visioner dan implementasi yang terukur, tentu sangat dibutuhkan agenda pengawasan yang terintegrasi dan terkoordinasi dengan semua stakehoder. Ini berguna untuk melakukan akselerasi pembangunan di Sulsel,” papar Syahrul. 

Pada kesempatan itu, calon Gubernur Sulsel nomor urut dua ini juga memaparkan bahwa dalam empat tahun terakhir, berbagai fakta menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel telah on the track dalam penyelenggaraan pemerintah. Ini ditandai dengan prestasi Sulsel mendapat prestasi Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dua kali berturut-turut, 2010 dan 2011 lalu. 

“Bahkan saat ini, kita mampu berada di peringkat ketiga kinerja terbaik pemerintah provinsi se-Indonesia. Namun prestasi ini tentu tidak membuat kita terlena dan puas. Sebab masih banyak agenda untuk berbuat lebih baik lagi ke depan yakni menjadikan provinsi Sulsel sebagai pilar utama nasional,” pesan mantan Bupati Gowa dua periode ini. (*)

Penulis : Citizen Reporter
Editor : Jumadi Mappanganro


Read More >>

Rabu, 31 Oktober 2012

Pemprov Tunggu Surat Kemenpan


Rabu, 31 Oktober 2012
 
 MAKASSAR,  -- Larangan perekrutan CPNS 2013 dari Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tidak ingin disikapi Pemprov Sulsel dengan gegabah. Pemprov bersikap menunggu regulasi pengusulan CPNS 2013 dan berharap usulan yang pernah diajukan dapat disetujui.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sulsel, Tautoto Tana Ranggina mengaku belum menerima surat resmi larangan perekrutan CPNS pada 2013. "Kalau memang ada larangan, mesti ada surat resmi yang kami terima. Sampai saat ini kami belum menerimanya," katanya, Senin, 29 Oktober.

Pemprov Sulsel telah mengajukan usulan penerimaan CPNS formasi 2013 ke Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, beberapa bulan lalu. Namun, kementerian belum memberikan jawaban terhadap usulan tersebut.

Tautoto menuturkan, faktor anggaran untuk belanja pegawai mestinya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan menentukan penerimaan CPNS. Perekrutan juga harus mempertimbangkan kebutuhan pegawai.

Usulan perekrutan CPNS 2013 yang memprioritaskan tenaga teknis misalnya, karena pemprov menilai kebutuhan tenaga teknis sangat mendesak. Begitupula dengan formasi tenaga akuntan, karena beberapa SKPD kekurangan formasi tersebut.

"Kondisi ini harus dilihat secara bijak. Jangan disamakan daerah satu dengan daerah lainnya. Harus dilihat dari kacamata lokal, karena kebutuhan pegawai setiap provinsi berbeda," tegas Tautoto.
Menurutnya, alasan anggaran belanja pegawai yang sudah mencapai lebih dari 50 persen juga tidak bisa menjadi pertimbangan utama. Apalagi, ratusan pegawai pensiun, mutasi, atau meninggal dunia setiap tahun.

Berkurangnya pegawai setiap tahun harus selalu terisi dengan penerimaan pegawai baru yang jumlahnya tidak begitu besar. Bila pemprov tidak menerima pegawai baru, dikhawatirkan kekurangan pegawai untuk formasi tertentu akan semakin besar. (rif/pap)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121030190236-pemprov-tunggu-surat-kemenpan
Read More >>

Nilai Dagang Jatim-Sulsel Capai Rp12,4 T


Rabu, 31 Oktober 2012
 
MAKASSAR, -- Pengusaha Sulsel dan Jawa Timur memiliki hubungan dagang yang kuat. Setiap tahun pengusaha di dua provinsi ini mencatat omzet dagang hingga Rp12,4 triliun.

Hubungan dagang kedua provinsi ini, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur dan Kadin Sulsel membangun sinergi lebih kuat dengan memboyong pengusahanya asal Jatim ke Makassar. Pengusaha ini diharapkan dapat melakukan kontak bisnis (business to business) dalam pameran produk yang digelar di Hotel Grand Clarion, Selasa, 30 Oktober.

Jatim memilih Sulsel sebagai arena kontak bisnis mengingat nilai perdagangan dua daerah ini cukup tinggi. Pada 2011 nilai perdagangan Jatim dengan Sulsel mencapai Rp 11,1 triliun, dan tahun 2012 naik sebesar Rp12,4 triliun.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur Budi Setiawan di sela pameran produk mengatakan, Sulsel adalah potensi besar di luar Jawa. Karena itu, pihaknya berharap kegiatan ini terus berlanjut agar lebih memperkuat konsumsi produk domestik.

Produk Jatim yang ikut serta dalam misi dagang tersebut berasal dari berbagai sektor usaha. Ada garmen, makanan-minuman, produk kesehatan, agribisnis, hingga berbagai produk industri kreatif. 

"Momentum ini kami jadikan sarana membuka jaringan bisnis baru bagi pengusaha Jatim, terutama pengusaha yang masih berskala mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ujar Budi.

Menurut Budi, potensi pasar di luar Jawa sangat menarik untuk dibidik pengusaha Jatim. Masih banyak peluang pasar yang bisa dikembangkan seiring pertumbuhan ekonomi di luar Jawa yang begitu pesat.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel Hadi Basamalah mengatakan, misi dagang Jatim di Sulsel sudah sangat tepat. Pasalnya, Sulsel merupakan pusat perdagangan dan distribusi barang dan jasa yang menghubungkan kawasan timur dan barat Indonesia.

Karena itu, kata Hadi, sebagai pusat pelayanan pemerintahan daerah, pihaknya telah menyiapkan berbagai infrastruktur dan kebijakan untuk merangsang tumbuh kembangnya iklim investasi yang kondusif di Sulsel.

Hadi mengungkakan, tujuan dari kegiatan ini, untuk meningkatkan arus perdagangan domestik kedua daerah. Kedua daerah ini, sambung dia, memiliki potensi dan keunggulan komparatif yang sangat besar untuk dimanfaatkan.

"Tiga hal penting yang menjadi perhatian pengusaha, pertama adalah masalah harga, kedua kualitas, dan ketiga adalah delivery," kata Hadi. 

Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Sulsel Zulkarnain Arief menambahkan, kegiatan ini sangat positif bagi pengusaha Sulsel dan Jatim. Karena dengan misi dagang akan mendongkrak konsumsi produk lokal yang selama ini tergusur barang impor.

Di Sulsel sendiri, kata Zulkarnain, terdapat berbagai komoditas unggulan yang banyak dibutuhkan daerah lain, seperti cokelat, jagung, rumput laut, dan beras. "Setelah ini, kami akan mengadakan kunjungan balasan pada November mendatang," ungkapnya. (aci/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121031001122-nilai-dagang-jatimsulsel-capai-rp124-t
Read More >>

Komoditas Unggulan Butuh Stabilisasi Harga


Rabu, 31 Oktober 2012
 
MAKASSAR,  -- Pusat Komoditas dan Pasar Lelang Agro (Puskompas) Sulsel bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel menggelar pasar lelang agro, Rabu, 31 Oktober, hari ini, di Hotel Trisula Jalan Boulevard.

Pasar lelang komoditas pertanian ini merupakan bagian penting dari pemberdayaan lembaga pertanian agar lebih berperan terhadap produk-produk yang dihasilkan.

"lelang komoditas pertanian ini rutin digelar setiap tahun. Diharapkan melalui pasar lelang ada stabilisasi harga khususnya komoditas unggulan Sulsel seperti beras, jagung, rumput laut, dan kakao," kata Ketua Puskompas Sulsel H Sudirman, Selasa, 30 Oktober.

Lelang komoditas Sulsel, jelas dia, nantinya akan memasarkan produk segar dan olahan pada musim panen terakhir yakni, Juni, Juli dan September. Selain tiga komoditas unggulan, dua komoditas diusulkan masuk pasar lelang yakni, cengkih, dan kopra.

Mereka yang dilibatkan adalah kelompok petani yang terlibat langsung di lapangan dari 23 kabupaten/kota. Selain komoditas unggulan ada display (pameran) produk dari masing-masing kabupaten.

"Lelang komoditas ini akan mempertemukan antara penyedia produk hasil pertanian dengan pembeli agar bisa kontak langsung serta terjadi kesepakatan /transaksi jual beli (memperpendek jalur pemasaran tanpa perantara)," tutur Sudirman.

Selain itu, juga sebagai pembelajaran bagi petani tentang proses pemasaran baik melalui lelang maupun melalui pasar induk agar terjamin keamanannya dalam proses transaksi. (aci/upi)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20121031000438-komoditas-unggulan-butuh-stabilisasi-harga 
Read More >>

Syarul Lantik 73 Pejabat Lingkup Pemprov Sulsel


Rabu, 31 Oktober 2012

Makassar, –Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, melantik 73 pejabat eselon II, III dan IV lingkup Pemprov Sulsel. Terdiri dari 4 pejabat eselon II, 47 pejabat eselon III, dan 42 pejabat eselon IV.
Tidak hanya itu, Syahrul juga melantik Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Sulsel, Daniel Biantong dan Majelis Pertimbangan dan Tuntutan Kerugian Daerah Sulsel yang diketuai Andi Muallim.
“Pelantikan ini mengacu pada evaluasi kinerja yang dilakukan secara cermat dan matang,” kata Syahrul, di sela-sela pelantikan yang dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (31/10/2012).
Syahrul mengungkapkan, Majelis Pertimbangan dan Tuntutan Kerugian Daerah, merupakan bagian penting dari pengelolaan keuangan daerah. Apalagi, dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, asas pengelolaan keuangan menjadi sangat strategis.
“Saya harap, yang dilantik ini bisa melaksanakan tanggung jawab sesuai tugas dan fungsinya,” harapnya.
Ketua APPSI itu menuturkan, para aparat pemerintah dituntut untuk memanfaatkan segala potensi yang dimiliki. Pejabat menggunakan akalnya untuk menciptakan kreatifitas dan bekerja dengan hati untuk sebuah kebenaran.
“Dengan hati, maka semuanya akan menduduki jabatan dengan moralitas,” ujarnya.[HMS/KM5]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=17876
Read More >>

Sulsel Tangkar Benih di Sentra Produksi


RABU, 31 OKTOBER 2012 
MAKASSAR,  – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan PT Sanghiang Seri melakukan pe­nangkaran benih padi di wilayah sentra produksi beras.
“Penangkaran benih ini untuk meningkatkan produksi padi petani yang berkualitas,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel Haris Matta Amin di Makassar, Selasa, 30 Oktober.
Ia mengatakan penangkaran benih itu dilakukan khususnya di wilayah sentra penghasil beras. Namun pada tahap awal dilakukan di Kabupaten Maros, Sulsel.
Luas penangkaran benihtersebut, menurut dia disesuaikan de­ngan kondisi di lapangan, yakni antara 75 hektare hingga 100 hektare.
“Dari hasil penangkaran benih tersebut diharapkan produksi padi rata-ratanya mencapai sembilan ton per hektare,” katanya, dikutip dari Kantor Berita Antara.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel diketahui, dengan luas areal   75 ha dapat menghasilkan produksi padi hingga 2.025 ton.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kadis Pertanian mengatakan, mekanisme penangkaran benih itu adalah masing-masing petani akan mendapatkan modal kerja untuk pengadaan bibit, sekaligus sarana produksi (Saprodi) berupa pupuk dengan bunga pinjaman tiga per­sen per tahun. (*/ami)

Read More >>

Selasa, 30 Oktober 2012

Sulsel Ekspor Kakao Bersertifikat


Selasa, 30 Oktober 2012
 
MAKASSAR, -- PT Mars Symbioscience Indonesia, salah satu pengekspor kakao di Sulsel mempelopori ekspor kakao bersertifikat. Ekspor perdana 50 ton kakao bersertifikat dilakukan Senin, 29 Oktober.

Pelepasan dilakukan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang di pabrik pengolahan kakao Mars di Kawasan Industri Makassar (KIMA). Mars adalah perusahaan pertama yang membangun fasilitas penggilingan kakao di Makassar. Perusahaan ini mulai beroperasi Agustus 1996. PT Mars banyak membantu Pemprov Sulsel dalam mempromosikan kakao di pasar internasional.

"Sertifikasi adalah salah satu cara kami bekerja sama dengan badan-badan sertifikasi, rekanan rantai suplai dan petani kakao. Kami juga melakukan pembinaan melalui konsep 'farmer first' dan itu berjalan sudah lebih dari 16 tahun," kata Presiden Direktur PT Mars Symbioscience Indonesia, Ruud Enggers di sela ekspor perdana.

Untuk meningkatkan produktvitas petani kakao PT Mars juga banyak terlibat dalam pembentukan wirausaha, pembibitan, pelatihan dan rehabilitasi tanaman dan lahan. "Hingga tahun 2012, sekitar 4.000 hektare lagan dari perkebunan kakao Indonesia yang tersertifikasi. Target kami hingga tahun 2020 semua sudah tersertifikasi, terutama bahan baku dari Mars," jelas Ruud.

Semua proyek ekspansi dari Mars direncanakan selesai tahun 2013 nanti. Tim kakao berkelanjutan dari perusahaan asing asal Amerika Serikat ini berperan penting membawa Rainforest Alliance dan UTZ Certificate, dua lembaga sertifikasi terbesar dunia untuk produk kakao.

PT Mars juga kata dia, mengutus 50 ahli kakao terjun langsung ke petani kakao. Tujuannya meningkatkan kompetensi petani kakao sehingga bisa menghasilkan kakao berkualitas.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang mengatakan, apa yang dilakukan PT Mars dengan melakukan ekspor perdana bubuk kakao dan mentega kakao dari Sulsel itu patut dibanggakan.

Menurutnya PT Mars akan mengangkat citra dan brand kakao Sulsel di pasar internasional. "Dengan langkah tersebut, setidaknya, citra jelek biji kakao Sulsel yang kadang ditolak di pasar luar negeri mampu dihilangkan dengan adanya ekspor perdana produk kakao bersertifikat, yang selama ini sudah lama untuk diwujudkan," kata Agus.

Pada kesempatan itu, Wagub Sulsel juga meminta kepada PT Mars  untuk mempelopori terciptanya brand atau citra  kakao Sulsel di mata dunia. Sehingga jika orang menyebut kakao, maka secara otomatis pasti konsumen mencari kakao asal Sulsel.

Wagub Sulsel juga menyatakan bangga kepada PT Mars Symbioscience Indonesia yang telah mempelopori produk kakao yang ramah lingkungaan bebas dari pengaruh pestisida, di mana PT Mars secara langsung memberikan pelatihan dan bimbingan kepada petani kakao di daerah produsen. Misalnya di Luwu Raya, di mana PT Mars melakukan transfer pengetahuan kepada petani melalui pembukaan stasiun penelitian kakao yang ditempatkan di daerah Luwu.

"Untuk mendukung persiapan Sulsel sebagai sentra kakao dunia tahun 2020, kita sudah melakukan upaya perbaikan mutu kakao di sejumlah kabupaten melalui budidaya sambungan samping tanaman kakao dan juga peremajaan tanaman kakao di Luwu Raya dan daerah sentra produsen kakao lainnya," jelas Agus. (aci/upi)


Sumber: www.fajar.co.id/read-20121030003051-sulsel-ekspor-kakao-bersertifikat 
Read More >>

Beras Sulsel Tiba di Pelabuhan Pantoloan Palu


Selasa, 30 Oktober 2012
 
Palu  - Beras dari Sulawesi Selatan (Sulsel) sekitar 1.000 ton yang dipasok ke Sulawesi Tengah guna memperkuat stok beras di daerah itu, kini sudah tiba di Pelabuhan Pantoloan Palu.

"Untuk sementara beras dari provinsi tetangga Sulteng itu akan disimpan di gudang Bulog di Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Utara," kata Kepala Perum Bulog setempat Achmad Ma'mun, Selasa.

Ia mengatakan beras tersebut diangkut dengan menggunakan peti kemas.

Bulog Sulteng, lanjut Achmad akan menerima sebanyak 6.000 ton beras dari Sulsel.

Menurut dia, langkah mendatangkan beras dari luar merupakan kebijakan Bulog pusat, bukan Bulog Sulteng.

"Kita ini hanya menerima saja," katanya seraya menambahkan langkah tersebut bukan karena Sulteng kekurangan beras, tetapi semata-mata guna memperkuat stok beras yang diperuntukan bagi kalangan rumah tangga sasaran (RTS) di provinsi ini.

Ia juga mengatakan Bulog Sulteng hingga kini sudah membeli sekitar 21 ribu ton beras petani lokal.

Musim panen 2012 ini, Bulog menetapkan prognosa pengadaan beras sebanyak 25 ribu ton dan realisasi sudah mencapai 21 ribu ton.

Sementara di sejumlah kabupaten seperti di Banggai, Tolitoli, Parigi Moutong dan Donggala saat ini sedang berlangsung panen.

"Kita berharap pada panen ini bisa merealisasi pembelian beras petani sebanyak 4.000 ton guna memenuhi prognosa yang ditetapkan itu," katanya.

Melihat persentase pengadaan tersebut, Achmad optimistis tercapai 100 persen. Bahkan bisa melebihinya.
(T.BK03/N005)

Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/43054/beras-sulsel-tiba-di-pelabuhan-pantoloan-palu
Read More >>

Sulsel Bidik Juara Umum


SELASA, 30 OKTOBER 2012 

Piala Mendikbud

 
MAKASSAR, -- Tim karate sulsel ditargetkan meraih predikat juara umum pada kejuaraan nasional Karate tingkat pelajar, Piala Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) 2012, yang bakal digelar di Samarinda Kalimantan Timur, 31 Oktober hingga 2 November mendatang.
Ketua Harian Federdasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Sulsel, Ellong Tjandra yang  memimpin kontingen Sulsel di Piala Mendikbud
mengatakan, atlet yang berjumlah 27 orang tersebut di­bagi menjadi tiga tingkat, yakni usia dini 8-9 tahun, kategori pra pemula (10-11 tahun) serta kategori pemula (12-13 tahun).
“Jumlah tersebut ditambah 16 karateka Sulsel yang berangkat mewakili perguruan masing-masing. Jadi jumlah keseluruhannya ada 43 orang,” katanya, saat melapas tim karateka di kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel, Senin 29 Oktober.
Ellong berharap agar tim yang dikirim Forki Sulsel meraih juara umum karena karateka yang diturunkan merupakan karateka hasil seleksi dan diambil yang terbaik dari seluruh daerah di Sulsel dan telah mengikuti pemusatan latihan selama sepuluh hari sehingga bisa menjadi modal untuk meraih prestasi.
“Pastinya kami menargetkan juara umum, itulah kami mengirim banyak atlet,” terangnya.
Ellong menambahkan, karateka junior Sulsel bisa mengikuti kesuksesan yang telah diraih tim senior, yang sebelumnya keluar sebagai juara umum di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012.
Sebab para karateka junior ini nantinya yang akan dibina untuk menjadi juara di level senior.
“Tidak ada kata lain selain juara, Kami akan berusaha juara di setiap tingkatan.” ujarnya.
Pelatih karate Sulsel, Mursalim Bado’o menjelaskan, atlet yang dikirim merupakan atlet junior terbaik yang dimiliki Sulsel saat ini. Sebab, proses seleksi digelar secara ketat dengan melibatkan tim pelatih karateka se­nior Sulsel.
“Kita memilih yang terbaik dari yang terbaik, ini juga menjadi modal utama kami untuk regenrasi berikutnya.” ucapnya.
Mursalim menambahkan, target juara umum di­usung untuk memantapkan posisi Sulsel sebagai salah satu daerah yang mendominasi karate di tingkat nasional.
Para jawara di Piala Mendikbud nantinya akan mewakili Indonesia di kejuaraan junior tingkat Asia dan tingkat dunia.
“Kami memiliki target untuk Forki, makanya kita bertekad untuk mengirim seba­nyak mungkin atlet disetiap kejuara­an,” kata Mursalim.
Selain Piala Mendikbud, Forki Sulsel rencananya dalam waktu dekat akan kembali menggelar seleksi untuk tingkatan usia lainnya. Salah satunya adalah Kejuaraan Nasio­nal Piala Menteri Dalam Negeri (Mendagri), yang mempertan­dingkan atlet tingkat kadet atau usia remaja. (hen/mri)
Read More >>

Sulsel Siap Jadi Sentra Kakao 2020


Selasa, 30 Oktober 2012
MAKASSAR, – Sulsel menyatakan kesiapannya menjadi sentra kakao dunia tahun 2020. Untuk mencapai hal ini, sejak beberapa tahun lalu, upaya perbaikan mutu kakao di Sulsel sudah dilaksanakan di sejumlah kabupaten di Sulsel melalui budidaya kakao.
Upaya tersebut seperti sambungan samping tanaman kakao dan juga peremajaan tanaman kakao yang ada di Luwu raya dan daerah sentra produsen kakao Sulsel lainnya. Areal tanaman kakao di Sulsel dinilai mendukung dengan lahan seluas 800 hektare yang dirancang menggunakan dana APBD Sulsel.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, meng­ungkapkan hal itu, saat melepas kakao bersertifikat secara perdana di komplek PT Kawasan Industri Makassar (PT KIMA), Daya, Makassar, Senin, 29 Oktober.
Ekspor ini sekaligus menandai bahwa kakao Sulsel sangat berkualitas. Soalnya, di beberapa tahun sebelum­nya, kakao Sulsel sempat ditolak di luar negeri karena minim kualitas. Dengan eks­por ini juga menandakan bahwa kakao Sulsel sudah dapat menjadi brand di luar negeri.
Produksi kakao yang diekspor itu merupakan milik PT Mars Symbioscience Indonesia. Agus mengaku salut dengan produsen kakao tersebut, selain karena mampu mendorong produksi kakao secara modern, juga mampu menyerap banyak tenaga ­kerja.
Sementara itu, Presdir PT Mars Symbioscience Indonesia, Ruut Engbers, me­ngatakan, pihaknya dalam beberapa tahun terakhir terus melakukan pembinaan kepada petani kakao di Sulsel dengan mengirimkan tim ahli kakao dunia untuk melatih dan membimbing petani di Sulsel.
“Hal itu dilakukan karena PT Mars memiliki misi untuk mengangkat citra petani me­lalui program the famers first, yang tujuannya untuk me­ningkatkan kesejahteraan dan keterampilan petani kakao,” katanya.
Selain iu, PT Mars juga mengutus 50 orang ahli kakao untuk terjun langsung ke petani kakao, yang bertujuannya untuk meningkatkan kompetensi para petani kakao di Sulsel, sehingga bisa menghasilkan kakao yang berkualitas. (ami)
Read More >>