Selasa, 13 November 2012

Gubernur Sulsel Raih Penghargaan Bhakti Husada

Sel, 13/11/2012 - 10:54
Program kesehatan gratis yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan sejak Juli 2008 lalu, mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Melalui Kementerian Kesehatan RI Gubernur Syahrul Yasin Limpo dianugrahi penghargaan Ksatria Bhakti Husada atas kepeduliannya terhadap pelayanan kesehatan di Sulawesi Selatan. Penyerahan penghargaan ini dilakukan oleh Menteri Kesehatan, DR. Nafsiah Mboi,  di Hotel Kartika Chandra Jakarta, Senin, 12 November 2012.

Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penghargaan tersebut merupakan akumulasi dari pelaksanaan progran kesehatan gratis yang diterapkan dalam empat tahun terakhir. Menurutnya pemerintahan pusat melihat, dana yang dialokasikan Provinsi Sulsel untuk sektor kesehatan melebihi rata-rata nasional atau 10% dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Main program yang dinilai adalah kesehatan gratis, Sulsel dan 24 kabupaten/kota berhasil menjalankannya dengan menyinergikan keuangan provinsi dan daerah.

Selanjutnya dikatakan Sulawesi Selatan juga merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang memiliki rumah sakit khusus untuk pelayanan kesehatan gratis yakni Rumah Sakit Sayang Rakyat. Rumah sakit tersebut adalah RS rujukan yang dilakukan secara bertingkat mulai dari puskesmas, rumah sakit regional, hingga rumah sakit umum pusat. Pola regionalisasi kesehatan ini pertama di Indonesia, sistem rujukan dilakukan secara bertingkat sehingga pasien dilayani sesuai dengan kebutuhannya.

Sementara, Menteri Kesehatan Dr Nafsiah Mboi mengatakan, pembangunan kesehatan dalam beberapa dasawarsa terakhir menunjukkan keberhasilan. Pembenahan fasilitas kesehatan, peningkatan sumber daya manusia tenaga medis, pemerataan sarana, dan peningkatan taraf kesehatan masyarakat dilakukan untuk mencapai target millenium Developmen Goals (MDGs). Suksesnya pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh koordinasi, sinergi dan integrasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang dikoordinasikan oleh gubernur.

Hr/Tn (Selasa, 13 November 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-sulsel-raih-penghargaan-bhakti-husada
Read More >>

Gubernur Menyerahkan Penghargaan Kepada Tokoh Pendidikan

Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo menyerahkan piagam penghargaan kepada tokoh-tokoh di Sulsel, yang dinilai telah berjasa dalam memajukan pendidikan. Penghargaan tersebut diserahkan pada Peringatan Hari Aksara Internasional ke 47 Tahun, Tingkat Provinsi Sulsel, di Lapangan Citra Mas, Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Senin, 12 November 2012.
Pada peringatan Hari Aksara Internasional tersebut, gubernur memberikan penghargaan kepada 14 Bunda Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) yang ada di Sulsel. Termasuk, istri Walikota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, istri Bupati Sinjai dr Felicitas T AR Asapa, dan istri Bupati Gowa Novita Ichsan Yasin Limpo. Sedangkan Udin Palisuri, Munasiah Najamuddin dan AM Mukhtar, diberi penghargaan atas dedikasinya terhadap pendidikan kesenian di Sulsel. Dalam acara yang dihadiri perwakilan 24 kabupaten/kota di Sulsel tersebut, H. Syahrul juga menyerahkan bantuan pengadaan kapal untuk nelayan Pangkep, sebesar Rp 500 juta.
Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid mengatakan perkembangan pendidikan khususnya pendidikan non formal di Pangkep cukup pesat. Begitupula jumlah peserta didik non formal di daerah ini setiap tahun menurun. Beliau  berharap kepada seluruh peserta untuk tetap bekerjasama dengan Pemkab Pangkep khususnya dalam penanganan pendidikan non formal. Pameran HAI tersebut diikuti oleh 18 Kabupaten/Kota di Sulsel dengan jumlah 20 stand pameran. Setiap peserta memamerkan hasta karya khas daerah masing-masing.
Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota di Sulsel, memprioritaskan program pendidikan di Sulsel. Komitmen terhadap dunia pendidikan tersebut mendapatkan perhatian dunia dengan adanya penghargaan internasional dari Pemerintah Turki, Passad Education Award. Pendidikan sangat penting dan menentukan kemajuan bangsa dan daerah di masa yang akan datang. Sebuah daerah tidak akan pernah bisa maju tanpa pendidikan. Menurutnya, ada beberapa hal yang menentukan majunya sebuah daerah. Antara lain,  hadir kehidupan beragama yang dinamis, yang menuntun hidup dan akhirat. Agama menuntun karakter dan cara hidup sehingga ada rasa saling menghargai diantara sesama.
Agama yang baik menjadi utuh kalau disertai ilmu pengetahuan yang tinggi untuk menaklukkan tantangan yang ada. Pendidikan, lanjutnya merupakan bekal kehidupan generasi untuk lebih baik. Kebanggaan akan ekonomi yang baik, akan mendorong masyarakat lebih cerdas. Orang cerdas tidak menggembor-gemborkan kemarahan dan tidak destruktif ketika menghadapi sebuah persoalan. Kalau ada tantangan, dia akan pecahkan tantangan tersebut dengan cara terhormat. Pada kesempatan itu, gubernur  juga mengajak dan mengimbau masyarakat Sulsel untuk tetap menjaga kedamaian, ketertiban dan keteraturan.

Hr/Tn (Selasa, 13 November 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/gubernur-menyerahkan-penghargaan-kepada-tokoh-pendidikan
Read More >>

Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke 48 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan

Sel, 13/11/2012 
Pemerintah pusat kan memberikan garansi kepada seluruh warga di Sulsel untuk mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan, yang akan diberikan pada 2014 mendatang. Pemerintah telah mempersiapkan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Jaminan Kesehatan yang akan dijadikan acuan untuk perlindungan kesehatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Hal tersebut dikatakan Menteri Kesehatan RI, DR Nafsiah Mboi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang pada acara Hari Kesehatan Nasional ke 48 yang berlangsung  di Lapangan SPN Batua Makassar, Senin, 12 November 2012. Turut hadir Kapolda Sulsel Irjen Pol Muji Waluyo, para bupati dan walikota se Sulsel. para Kepala SKPD lingkup Pemprov. Sulsel.

Menurut Menkes, dengan memiliki jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, maka upaya untuk menjadikan Indonesia sehat dapat terwujud. Selama ini aspek kesehatan belum menjadi perhatian seluruh masyarakat, sehingga melalui perlindungan jaminan kesehatan tersebut, diharapkan  kesehatan bisa menjadi prioritas dalam repleksi kehidupan masyarakat sehari-hari. Yang patut dibanggakan adalah meningkatnya kesadaran masyarakat  terhadap pentingnya kesehatan, itu bisa dilihat besarnya partisipasi masyarakat dalam memeriksakan dirinya ke puskesmas atau rumah sakit.

Sementara itu, Agus Arifin Nu’mang menambahkan, pelayanan bidang kesehatan di Sulsel sudah dilaksanakan secara gratis di daerah ini sejak tahun 2008 lalu, dimana pemerintah provinsi menggolontorkan dana APBD sebesar Rp250 miliar untuk mengcover pelayanan kesehatan gratis. Kalau pemerintah pusat akan menerapkan jaminan kesehatan gratis pada 2014 mendatang, maka alokasi anggaran kesehatan gratis yang disiapkan sebesar Rp 250 miliar per tahun itu bisa kita alokasikan ketempat lain untuk memperbaiki sarana atau infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

Rangkaian pelaksanaan Hari Kesehatan ini diberikan penghargaan kepada dokter teladan, puskesmas teladan dan juga penghargaan kepada daerah kabupaten/kota yang mengalokasikan anggaran kesehatan diatas 60% dalam APBD-nya yang diurutan pertama ditempati oleh Kabupaten Lutim, kedua Kota Parepare dan urutan ketiga Kabupaten Luwu Utara.Selain itu juga diserahkan penghargaan kepada ibunda Gubernur Sulsel, HJ. Nurhayati Yasin Limpo, yang dinyatakan sebagai pelopor Lanjut Usia (Lansia) teladan dan  STIKES Mega Rezky juga mendapatkan penghargaan sebagai Lembaga Pendidikan Kesehatan Berprestasi.
Read More >>

Rakor Percepatan Implementasi E-Procurement Kabupaten/Kota Se Sulsel


Sel, 13/11/2012 
Untuk menciptakan layanan publik yang berkualitas dengan biaya rendah, maka pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan dan strategi nasional pengembangan e-government (electronic government framework) melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003, yang merupakan payung hukum dari seluruh kebijakan detail teknis di bidang e-government. Hal ini dikatakan Sekretaris Wilayah Provinsi, H. A. Muallim, saat membuka rapat Koordinasi Percepatan Implementasi e-Procurement kab/ko se Sulsel, Selasa, 13 Nopember 2012 di Ruang Data Kantor Gubernur, kerjasama dengan Lembaga Kebikajakan Pengadaan barang/jasa Pemerintah (LKPP). Turut hadir dari Komisi 11 DPR RI, Ir. Hj. A.P.A. Timo Pangerang, Kepala LKPP, Ketua DPRD Prov. Sulsel.
Menurut Muallim, penerapan e-procurement pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diawali dengan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 133 Tahun 2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa pemerintah Secara Elektronik di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Implementasi pengadaan barang/jasa secara elektronik (e-procurement) di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik (good governace) yang akuntabel, efektif, efesien dan transparan khususnya di bidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah serta memperlihatkan arah yang lebih positif dimana sampai pada tahun 2012 nilai paket yang telah dilelang melalui LPSE Sulsel mencapai Rp 2,1 trilyun dan mampu menghemat anggaran sampai dengan Rp 99,5 milyar.
Hr/Tn ( Selasa, 13 Nopember 2012)
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/rakor-percepatan-implementasi-e-procurement-kabupatenkota-se-sulsel
Read More >>

Syahrul Beri Penghargaan Istri Ilham dan Rudiyanto


Senin, 12 November, 2012 

Pangkep,-- Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, menyerahkan piagam penghargaan kepada tokoh-tokoh di Sulsel, yang dinilai telah berjasa dalam memajukan pendidikan. Penghargaan tersebut diserahkan pada Peringatan Hari Aksara Internasional ke 47 Tahun, Tingkat Provinsi Sulsel, di Lapangan Citra Mas, Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Senin (12/11).

Pada peringatan Hari Aksara Internasional tersebut, Syahrul memberikan penghargaan kepada 14 Bunda Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) yang ada di
Sulsel. Termasuk, istri Walikota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, istri Bupati Sinjai dr Felicitas T AR Asapa, dan istri Bupati Gowa Novita Ichsan
Yasin Limpo. Sedangkan, Udin Palisuri, Munasiah Najamuddin dan AM Mukhtar, diberi penghargaan atas dedikasinya terhadap pendidikan kesenian di Sulsel.

Dalam acara yang dihadiri perwakilan 24 kabupaten/kota di Sulsel tersebut,Syahrul juga menyerahkan bantuan pengadaan kapal untuk nelayan Pangkep,
sebesar Rp 500 juta.

Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, pemerintah provinsi bersama kabupaten/kota di Sulsel, memprioritaskan program pendidikan di
Sulsel. Komitmen terhadap dunia pendidikan tersebut, mendapatkan perhatian dunia dengan adanya penghargaan internasional dari Pemerintah Turki, Passad Education Award.

“Pendidikan sangat penting dan menentukan kemajuan bangsa dan daerah di masa yang akan datang. Sebuah daerah tidak akan pernah bisa maju tanpa
pendidikan,” kata Syahrul.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menentukan majunya sebuah daerah. Antara lain, hadir kehidupan beragama yang dinamis, yang menuntun hidup dan akhirat. Agama menuntun karakter dan cara hidup sehingga ada rasa saling menghargai diantara sesama.

“Agama yang baik menjadi utuh kalau disertai ilmu pengetahuan yang tinggi untuk menaklukkan tantangan yang ada,” ujarnya.

Pendidikan, lanjutnya, merupakan bekal kehidupan generasi untuk lebih baik. Kebanggaan akan ekonomi yang baik, akan mendorong masyarakat lebih cerdas.

“Orang cerdas tidak menggembor-gemborkan kemarahan dan tidak destruktif ketika menghadapi sebuah persoalan. Kalau ada tantangan, dia akan pecahkan tantangan tersebut dengan cara terhormat,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Syahrul juga mengajak dan mengimbau masyarakat Sulsel, untuk tetap menjaga kedamaian, ketertiban dan keteraturan. [Dewi Yuliani/KM]
Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=18873
Read More >>

Syahrul Buka Festival Mappalili di Pangkep


Senin, 12 November 2012

Pangkep – Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, membuka Festival Mappalili, yang dilaksanakan di Kawasan Kali Bersih, Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Senin (12/11). Festival Mappalili juga menonjolkan makanan khas Pangkep, yakni Sop Saudara dan Ikan Bakar Bandeng.

Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, mengatakan, festival tersebut merupakan rangkaian Visit South Sulawesi 2012, yang diprogramkan Pemerintah Provinsi Sulsel. Festival Mappalili melibatkan berbagai unsur masyarakat, di semua kecamatan di Kabupaten Pangkep.

“Apa yang menjadi program di Pangkep, tidak terlepas dari program yang dicanangkan gubernur Sulsel,” kata Syamsuddin.

Sementara, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, Festival Mappalili dilaksanakan dengan niat untuk melihat Pangkep jauh lebih baik
dari yang ada saat ini. Kehidupan masyarakat lebih sejahtera melalui hasil pertanian, peternakan dan tambak yang ada.

“Kita berharap, pertanian, peternakan, tambak yang ada, bisa makin memperbaiki kehidupan masyarakat Pangkep,” harapnya.

Syahrul mengungkapkan, untuk melihat daerah maju, maka harus dihadirkan pemerintahan yang baik, berpihak pada rakyat dan tidak meladeni dirinya
sendiri. Pemimpinnya harus memiliki pemikiran bukan untuk keluarga atau kelompok, tapi untuk rakyat.

“Indonesia luar biasa melihat Sulsel. Karena itu kita jaga. Jangan karena pilkada, membuat orang takut atau cemas. Pemimpin yang baik bukan
memikirkan dirinya, tapi memikirkan rakyat,” imbaunya.

Dalam acara Festival Mappalili tersebut, Syahrul juga menyerahkan bantuan berupa 400 hand traktor, pompa air, dan bibit ikan bandeng. [dewi yuliani/KM]
Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=18861
Read More >>

Festival Budaya dan Kuliner Dihadiri Gubernur


Rabu, 13 November 2012
PANGKEP, –Rombongan Pemprov Sulsel yang dipimpin langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, berharap, Pangkep melakukan ekspor beras pada tahun 2013 mendatang, karena produksi beras lokal di kabupaten ini meningkat drastis sebanyak 8,75. Hal itu diungkapkan Gubernur, saat membuka acara Musyawarah Tani (Mappalili) yang dirangkaikan dengan Festival Sop Saudara dan ikan Bandeng, yang berlangsung di Tugu Bambu Runcing, Senin (12/11).
SYL juga sangat mengharapkan Pangkep kembali dapat mengembalikan kejayaannya sebagai kabupaten penghasil beras yang nilai khas tersendiri, misalnya beras mandi, Pangkep juga telah mendapat perhatian dari pemerintah provinsi Sulsel dengan memberikan ratusan handtractor untuk para petani yang ada di Kabupaten Pangkep.Sementara itu, Bupati Pangkep, H Syamsuddin Hamid SE, saat acara tersebut berlangsung, mengatakan, Pangkep telah menyalurkan bantuan sebanyak 257 handtraktor untuk para kelompok tani yang di sini, dan juga mendapatkan bantuan benih padi sebanyak 257 ribu Kg, serta bibit kedelai 12 ribu Kg, dan juga sapi sebanyak 135 ekor, dan itik 5.800 ekor,
Semua itu, akan menjadikan Pangkep sebagai kabupaten dengan kemajuan pertanian dan peternakan yang jauh lebih pesat, jika dibandingkan dengan daerah lainnya, sedangkan festival Sop Saudara dan Festival Ikan Bandeng yang dilaksanakan bersamaan pada hari itu, Bupati Pangkep Syamsuddin mengharapkan agar kuliner khas Pangkep ini agar bisa menjadikan kabupaten Pangkep yang dikenal di seluruh mantero negeri Nusantara. Dalam festival Sop Saudara itu, sebanyak 20 penjual Sop Saudara menyajikan hidangan ke ratusan undangan yang hadir dalam acara itu. Begitupun festival Ikan Bandeng, sebanyak 1.000 ekor ikan bandeng diramu dengan berbagai sajian yang dilakukan oleh TP PKK kecamatan yang ada di Pangkep. (mys/suk).

Sumber: http://www.ujungpandangekspres.co/daerah/festival-budaya-dan-kuliner-dihadiri-gubernur
Read More >>

Pemprov Peringati Hari Kesehatan


Rabu, 13 November 2012
MAKASSAR,–Pemprov Sulsel peringati hari kesehatan nasional ke-48 bertajuk Indonesia Cinta Sehat, Ibu Sehat, Anak Sehat sebagai masyarakat Sulsel Sehat dan Produktif. Demikian dr Rahmat Latif, koordinator kegiatan, di SPN Batua, Senin (12/11). Tujuannya, meningkatkan elektabilitas masyarakat Sulsel bidang kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kota/kabupaten mendapat penghargaan dari Pemprov Sulsel yang diserahkan, Wagub, Agus Arifin Nu’mang MM. Menurut Agus, ajang ini patut diapresiasi, karena masyarakat peduli kesehatan. Ini tolak ukur prestasi dari beberapa Kabupaten/Kota agar selalu meningkatkan mutu kelayakan dalam pelayanan Kesehatan. Tidak hanya itu, kami juga melakukan jaminan persalinan yang telah di programkan berawal dari tahun 2008. (Mg17/arf).
Sumber: http://www.ujungpandangekspres.co/metro/pemprov-peringati-hari-kesehatan
Read More >>

Jangan Trauma!


SELASA, 13 NOVEMBER 2012 11:12
alt
MAKASSAR, --Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta seluruh masyarakat Sulawesi Selatan agar tidak trauma atas insiden bom yang dialaminya pada Minggu pagi lalu di depan Monumen Mandala, Makassar.
Menurut Syahrul YL, Pilgub seharusnya tidak membuat masyarakat menjadi cemas. “Insiden itu benar-benar membuat kita semua takut,” katanya saat membuka Festival Mappalili di Kawasan Kali Bersih, Pengkep, Senin, 12 November.
“Pilgub jangan pernah membuat orang cemas. Ini bukan apa-apa, takutnya masyarakat jadi trauma dan takut yang berdampak pada tingkat partisipasi pemilih,” sambung Syahrul.
Dia mengatakan bahwa Pemilukada hanya sementara sehingga tidak boleh mengorbankan masyarakat demi kepentingan politik. “Indonesia luar biasa melihat Sulsel. Karena itu kita jaga. Jangan karena pilkada, membuat orang takut atau cemas. Pemimpin yang baik bukan memikirkan dirinya, tapi memikirkan rakyat,” jelasnya.
Mantan Bupati Gowa ini mengakui jika dirinya mungkin saja jadi target pembunuhan. Tapi, bukan hal itu yang ia takutkan melainkan dampak yang lebih besar atau jatuhnya korban yang dalam jumlah banyak. 
“Saya mungkin jadi target. Saya tidak ada masalah, yang masalah adalah ratusan ribu warga Makassar ada di sekitar Saya. Kalau ledakan itu terjadi, berapa banyak korban jiwa melayang,” tuturnya.
Dia berharap insiden yang hampir merenggut nyawanya tersebut bisa diusut tuntas oleh pihak kepolisian. “Kami percaya polisi bisa mengusut tuntas insiden ini. Kami serahkan sepenuhnya ke polisi,” paparnya.
Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, ikut menyampaikan keprihatinannya terhadap insiden yang menimpa Syahrul. “Saya harap polisi bisa menuntaskan persoalan tersebut dan bisa mengungkap siapa aktor di balik upaya pembunuhan terhadap Gubernur Sulsel,” imbuhnya.
Terpisah, Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang mengharapkan agar kasus pelemparan bom high explosive itu secepatnya terungkap. Wagub dimintai tanggapan oleh wartawan usai memimpin upacara Hari Kesehatan Nasional ke-48 di SPN Batua Makassar, kemarin.
Agus menyatakan bahwa kasus ini tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja sebelum terungkap ke publik alasan dan motif pelaku. Agus menyadari keingintahuan publik sangat tinggi tentang penanganan kasus ini. Karena, kasus seperti itu sangat berimplikasi dengan kondisi keamanan dan ketertiban di Sulsel yang selama ini sudah sangat kondusif.
“Jika kasus pelemparan bom yang diarahkan ke Gubernur Sulsel itu tak segera dibongkar motifnya oleh kepolisian dalam waktu cepat, maka Saya khawatir para pelaku dunia usaha yang ada di Sulsel akan diliputi rasa keraguan untuk menanamkan investasinya di daerah ini. Selain itu, teror-teror seperti itu juga bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Untuk itulah, kasus pelemparan bom yang mengarah ke Gubernur Sulsel itu mesti diungkap siapa dalang di baliknya,’’ terang Agus.
Sementara Ketua DPRD Sulsel Moh Roem mempertanyakan peristiwa percobaan pembunuhan Syahrul YL yang tiba-tiba disimpulkan pihak kepolisian sebagai hal yang sama dengan peristiwa teror di Poso, Sulawesi Tengah.
Menurut politisi Partai Golkar ini, antara Poso dan Monumen Mandala berbeda konteks masalahnya. Besar kecilnya peristiwa di Monumen Mandala, tidak bisa dilepaskan dari kondisi Sulsel yang sementara bersiap-siap melaksanakan pemilihan gubernur.
“Apalagi kegiatan (jalan santai) kemarin bukan satu-satunya. Kan ada juga kegiatan lain di Karebosi, kenapa Pak Syahrul yang diserang? Tapi kita tetap bersyukur doa kita masih diterima, masih dilindungi Tuhan,” tanyanya di Gedung DPRD Sulsel, kemarin.
Meski begitu, lanjut Roem, peristiwa percobaan peledakan bom itu patut dicermati. Dia berharap insiden tersebut bisa menjadi momen untuk meningkatkan kewaspadaan semua pihak. Dia memastikan partainya dan tim pemenangan Sayang tidak berhenti beraktifitas dengan adanya peristiwa tersebut.
“Mudah-mudahan ini juga membuat kita tersadar jangan ada pihak yang memancing di air keruh. Ini bisa menjadi malapetaka di bangsa Kita.
Karena Kita terlalu mudah terprovokasi mengambil inisiatif yang pada akhirnya merugikan Kita semua,” jelasnya. (del/tan)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/metro-makassar/jangan-trauma
Read More >>

Senin, 12 November 2012

Pemprov Evaluasi Penyerapan Anggaran Triwulan III


SENIN, 12 NOVEMBER 2012 
MAKASSAR,  — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melakukan evaluasi penyerapan anggaran dalam setiap program kegiatan pembangunan yang bersumber dari APBN dan APBD Sulsel pada triwulan III tahun 2012.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Andi Muallim menjelaskan, evaluasi ini untuk melakukan penyelesaian persoalan-persoalan yang ada pada triwulan ketiga ini.
“Sampai saat ini, penyerapan anggaran sudah 65 persen, tapi itu tidak boleh dikatakan lemah dan sudah pas-pasan. Evaluasi ini untuk melihat siapa yang penyerapannya belum mencapai 75 persen. Karena APBD itukan tanggal 31 Desember sudah tutup buku, makanya ini harus diingatkan sebelum akhir tahun, kita harus hindari yang bocor-bocor,” jelas Muallim, di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat, 9 ­November.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Yaksan Hamzah, meminta kabupaten kota bahwa jika menghadapi masalah dilapangan, maka harus segera diinvestigasi didaerah masing-masing.
“Artinya, kapan pemda menghadapi masalah harus segera diketahui apa persoalannya, ini agar segera menyampaikan laporannya secara tertulis kepada Pemprov Sulsel,” kata­nya.
Ia mencontohkan, sejumlah program pemerintah pusat dan provinsi yang dilaksanakan di kabupaten kota, jika dari pengamatan dinilai belum tepat sasaran atau ada kualitas dan kuantitas yang tidak sesuai, maka segera laporkan ke Gubernur untuk dapat ditindaklanjuti.
“Laporan tertulis itu akan  menjadi pegangan buat kami di provinsi. Apalagi sisa waktu kurang lebih dua bulan ini, kita harapkan bagi SKPD provinsi yang masih kurang realisasinya segera dipacu,” harapnya.
Ia menambahkan, dari 67 unit kerja di lingkup Pemprov, masih terdapat 19 yang perlu didorong kuat untuk penyelesaiannya sampai akhir tahun 2012 ini. Sementara untuk realisasi 70 persen ke atas, sudah ada 40 unit kerja yang telah melakukannya. “Makanya, bulan November hingga Desember nanti mesti segera dipacu dan terus diingatkan,” ujarnya. (eky/ami)
Sumber:  http://cakrawalaberita.com/ekonomi/pemprov-evaluasi-penyerapan-anggaran-triwulan-iii
Read More >>

2013, BNP2TKI Siapkan Anggaran Rp 2,4 Miliar


SENIN, 12 NOVEMBER 2012 
Benahi Proses Perekrutan dan Pendaftaran TKI Online
 
MAKASSAR,  — Badan Nasional Pe­nempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Sulsel menyiapkan anggaran sekitar Rp2,4 miliar untuk melakukan pembenahan sistem pendaftaran online calon tenaga kerja indonesia (TKI) di 24 kabupaten kota di Sulsel.
Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Sulsel, Agus Bustami mengatakan, jumlah yang berasal dari APBN ini untuk membiayai operasional sistem pendaftaran dan perekrutan TKI online di kabupaten kota.
“Kebutuhan anggaranyang disi­apkan pada 24 kabupaten- kota bisa mencapai Rp100 juta per kabupaten kota pertahun, tetapi ini juga tergantung siapa yang kerja. Karena kalau kita sudah berikan kemudian tidak kerja maka akan kami lapor ke Gubernur,” jelas Agus Bustami, melalui telepon genggamnya, Minggu, 11 ­November.
Lanjut, ia mengatakan, selama ini sistem pendaftaran dan perekrutan TKI online di kabupaten kota tidak berjalan dengan berbagai alasan dari pemerintah daerah.
“Kami sudah melihat. Lebih banyak kabupaten tidak siap, padahal peralatan sudah disuplay, operator sudah dilatih. Tetapi masih banyak daerah yang tidak jalan, alasannya mulai dari jaringan internet tidak bagus, peralatan yang kadang berpindah-pindah tempat serta operatornya yang diganti-ganti,” katanya.
Sebab itu, masih kata Agus, mulai awal 2013 mendatang, sistem pendaftaran dan perekrutan TKI online di kabupaten kota akan diikat dengan surat keputusan (SK) termasuk untuk pembiayaan operasionalnya.
“2013 akan saya ikat dengan SK, kalau ada apa-apa kami akan laporkan ke kejaksaan kalau masih ada yang macam-macam. Pokoknya Ja­nuari nanti saya keras, sekarang saya periksa kekurangannya untuk bisa ditutupi,” tegasnya.
Selain itu, sambungnya, sistem ini akan terus dilakukan evaluasi serta meminta dukungan komitmen yang kuat dari pemerintah kabupa­ten kota.
“Saya akan evaluasi terus. Kami juga akan buatkan komitmen,” ujarnya.
Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa setelah sistem pendaftaran dan perekrutan online TKI selesai, baru kemudian dilakukan diproses untuk memasukkan data TKI dalam sistemm komputerisasi tenaga kerja luar negeri (SISKOTKLN). (eky/ami)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/ekonomi/2013-bnp2tki-siapkan-anggaran-rp-24-miliar
Read More >>

Sulsel Target Wisman dari Asia


SENIN, 12 NOVEMBER 2012 
MAKASSAR, — Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan saat ini mengalihkan target kunju­ngan wisatawan mancanegara (wisman) dari Amerika dan Eropa ke Asia, seperti India, Cina, Singapura dan Australia.
Menurut Pelaksana Tugas Ke­pala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel, Jufri Rahman, target wisman itu tidak lagi ke Amerika dan Eropa lantaran kondisi ekonomi di dua benua itu saat ini masih lemah.
“Untuk kunjungan dari luar, kami sudah tidak lagi jadikan Amerika dan Eropa sebagai target utama, sebab mereka sedang lesu ekonominya. Target kami sekarang pindah ke India, Cina, Singapura dan Australia, ini adalah pasar yang sangat potensial,” jelas Jufri Rahman, ­Minggu, 11 November.
Sebab itu, pihaknya mengaku tengah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, untuk me­lakukan persiapan dari segi bahasa menyambut kedatangan wisman tersebut.
“Dalam rangka menyambut mereka, saya sudah sampaikan ke PHRI, termasuk orang dari Dinas Pariwisata supaya mereka melengkapi anggotanya dengan kemampuan bahasa Mandarin dan bahasa Inggris,” katanya.
Sebelumnya, Jufri Rahman juga mengaku berencana menggelar program promosi pariwisata yang dinamakan Celebes Travel Mart (CTM) pada September tahun 2013 mendatang.
Hasil seminar tersebut diharap­kan akan melahirkan rekomendasi berupa proposal penyelenggaraan CTM yang kemudian akan diajukan ke Kementerian Pariwisata.
“Ini supaya kementerian memback-up kita setidaknya di segi promosinya, kalau lebih awal kita ma­sukkan maka kemungkinan besar akan terakomodir dalam anggaran kementerian,” ujarnya.(eky/ami)
Sumber:  http://cakrawalaberita.com/ekonomi/sulsel-target-wisman-dari-asia
Read More >>

Minggu, 11 November 2012

Kareteka Sulsel Wakili Indonesia di Kejuaraan Karate Asia


 Minggu, 23 September 2012 
MAKASSAR,- Sebanyak 10 orang Karateka Sulsel peraih medali Emas di PON XVIII Pekanbaru,Riau beberapa waktu yang lalu, diberangkatkan ke Bangkok,Thailand guna mengikuti Kejuaraan Karate Tingkat Asia Tenggara. Kejuaran tersebut diikuti oleh semua negara-negara di asia tenggara termasuk Indonesia dari tanggal 28 hingga 30 September 2012.

Ketua Forki Sulsel, Ellong Tjandra menyatakan bahwa patut menjadi kebanggaan bagi warga Sulawesi Selatan sebab dari total 18 karateka yang mewakili Indonesia di ajang tersebut, sepuluh orang diantaranya merupakan Karateka asal Sulawesi Selatan yang meraih medali emas di PON Riau.

Ke 10 atlet tersebut yakni Hendro Salim, Faisal Zainuddin, Aswar, Triwulan, Suhadra, Ririn Krsinasari, Ayu Safitri, Fidelys Lolobua, ditambah dua karateka Junior perebut piala Mendagri yaitu Feby Ramadhan dan Ifka Widyasari,

Sementara delapan karateka lainnya merupakan wakil dari berbagai daerah yang meraih medali emas di PON Riau seperti dari DKI Jakarta mengirimkan tiga atlet, Sumut tiga , Jatim satu, dan Riau satu orang, Rombongan Sulsel sendiri akan berangkat ke Bangkok, Thailand pada tanggal 24 September.

menambahkan bahwa “pemanggilan ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri pada Cabor bela diri karateka Sulsel.Artinya standarisasi ini kita diakui dan ini kebanggan untuk kita ” Ujar Dirut Bank Sulsel itu kepada wartawan di Rumah makan Bahari, Minggu (23/9/2012) malam (*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/09/23/kareteka-sulsel-wakili-indonesia-di-kejuaraan-karate-asia
Read More >>

Anggar Tambah Emas Sulsel



SABTU, 15 SEPTEMBER 2012 
 

PEKANBARU, –  Atlet anggar putra Sulsel, Khaerullah berhasil mengikuti jejak Atlet anggar putri, Isnawaty yang sehari sebelumnya berhasil mempersembahkan medali emas bagi kontingen Sulsel.
Khaerullah merebut medali emas setelah di partai final nomor pertandingan degen, berhasil mengalahkan perwakilan Jawa Barat, Budi dengan 
skor tipis 12-10.
pertandingan yang berlangsung di kampus Unioversitas Lancang Kuning, pekanbaru, Jumat, 13 September kemarin, berlangsung seru dan menegangkan sebab kedua atlit saling berhati-hati untuk menyerang.
 
Khaerullah yang unggul dengan skor 12-10 mencoba untuk bemain bertahan, namun memasuki menit akhir waktu pertandingan, Khaerullah mampu mempertahankan skor dan medali emas pun melingkar dilehernya.
 
sementara itu di nomor Floret Putri, wakil Sulsel, Andini hanya bisa sampai pada babak delapan besar saja setelah kalah dari peraih medali emas di nomor Floret Putri tersebut yakni  Dian dari kalimantan barat dengan skor cukup telak yakni 15-5.
 
Pelatih Anggar Sulsel, Harry Yost mengatakan bahwa pencapaian yang diraih oleh para anak asuhnya adalah pencapaian yang maksimal, Harry mengaku selangkah lagi akan memenuhi pencapaian target emas yang ditargetkan oleh KONI Sulsel yakni sebanayak tiga emas dari anggar,
“Syukurlah sekarang kita sudah capai dua emas, semoga target tiga emas bisa direali­sasikan lagi, Isnawaty maupun Khaerullah memang ditargetkan untuk meraih emas dan keduanya pun membuktikannya,” ungkapnya
 
Anggar Sulsel kini tengah bersiap untuk tampil kembali di tiga nomor regu yang akan dipertandingkan pada hari Minggu 15 September besok, yaitu nomor beregu Floret Putra dan Degen Putra serta Degen Putri
 
sementar itu Cabang olahraga Dayung Sulsel juga mempersembahka medali bagi kontingen Sulsel, Arif yang turun di kelas Rowing 2000 M memperoleh medali perak.
 
Sedangkan di nomor pasangan Rowing Putri, medali perak dipersembahkan oleh Amanda Mauliaya Sari dan Sri Rahayu Masi yang kalah sedikti selisih waktu dari juara pertama yakni perwakiland ari Sulawesi tenggara, Julianti Ratna.
 
Dengan catatan waktunya yakni 8.30.127, pasangan amanda dan Sri sendiri hanya bisa membukukan catatan waktu 8.36584. Sementara itu medali perunggu diraih oleh kontingen Kalteng.
 
Yang diwakili oleh Septivina Priskila dengan catatan waktu 8.40.899, maish di cabor dayung, di kelas rowing putra pasangan 2000 M akan turun mahendra dan Zulmahari, hari ini sabtu, 14 September. (omr/mr)

 
Read More >>

Sabtu, 10 November 2012

Syahrul Buka Turnamen Pacuan Kuda di Jeneponto


Sabtu, 10 November 2012

Jeneponto, – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, membuka turnamen pacuan kuda, yang dilaksanakan di Lapangan Karaeng Lomba Stable, Bontosunggu, Kabupaten Jeneponto, Sabtu (10/11). Selain memperebutkan Piala Bergilir SYL Cup II Tahun 2012, Syahrul juga menyiapkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp30 juta.

“Orang Jeneponto adalah pencinta kuda karena kuda merupakan lambang kekuatan. Dan kekuatan itu disalurkan untuk rakyat makin sejahtera,” kata Syahrul.

Syahrul mengungkapkan, turnamen pacuan kuda tersebut dilaksanakan untuk ketiga kalinya sejak dirinya menjabat Gubernur Sulsel. Dia pun berjanji, akan melaksanakan turnamen yang lebih besar lagi.

“Kita perbaiki dan buat turnamen yang lebih besar lagi. Dinas Pariwisata harusmasukkan turnamen ini dalam kalender event tahunan. Saya siapkan hadiah Rp30 juta, nanti diatur panitia,” terangnya.

Gubernur mengungkapkan harapannya untuk melihat Lapangan Karaeng Lomba Stabletersebut dibuat permanen. Sehingga, turnamen yang dilaksanakan juga bisa lebih besar lagi.

Sementara, Wakil Bupati Jeneponto, Burhanuddin Baso Tika, mengatakan, turnamen pacuan kuda tersebut dilaksanakan untuk melestarikan olahraga khas masyarakat Turatea.

Kegiatan tersebut dinilai harus terus dilaksanakan secara berkesinambungan.

“Masyarakat Jeneponto terkenal dengan kudanya, dan kuda itu melambangkan kekuatan dan etos kerja yang tinggi,” ucapnya. [HMS/KM03]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=18721
Read More >>

SYL Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Rujab Gubernur


Sabtu, November 10th, 2012

Makassar, – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Pahlawan di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel jalan Sungai Tangka Makassar, Sabtu (10/11/2012).

Upacara dimulai sekitar pukul 08.00 Wita dan dihadiri sejumlah pimpinan pemerintah di Pemprov diantaranya Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Ketua DPRD Sulsel M Roem serta Jajaran TNI dan Kepolisian.

Tema Hari Pahlawan tahun ini yakni “Semangat Kepahlawanan Untuk Indonesia Sejahtera”.

“Jika belum mampu berbuat untuk negara jangan menjadi perusuh di dalamnya. NKRI besar di mata dunia,” Kata SYL sebelum membacakan amanat upacara dari Menteri Sosial. [KM03]

Sumber: http://www.kabarmakassar.com/?p=18677
Read More >>

Syahrul Minta Blogger Promosikan Sulsel


SABTU, 10 NOVEMBER 2012


MAKASSAR,  – Kandidat Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan pendekatan dengan komonitas blogger di Sulsel, di Woodsy Gab, Makassar, Kamis, 8 November, malam.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini megatakan bahwa, komunitas blogger di Sulsel ini adalah garda terdepan dalam mempromosikan Sulsel di dunia melalui dunia maya.

“Dunia maya khususnya blog menjadi salah satu media untuk melakukan pencitraan jelang pilkada. Dan tim saya (Sayang) sudah melakukan itu. Saya tidak pengaruhi para komunitas blogger di sini. Tapi dengan menulis baik-baik tentang Sulsel, berarti sudah berbuat untuk Sulsel,” katanya.
Di depan para blogger, Syahrul sempat mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya kampanye hitam yang menyudutkan dirinya. Itu terjadi Bukan hanya di dunia nyata, tapi juga di dunia maya.

Pernyataan Syahrul ini menanggapi maraknya selebaran dan majalah yang beredar di tengah masyarakat Sulsel bahwa Syahrul adalah “gubernur narkoba”.

“Fitnah itu lebih kejam dari membunuh.Siapa yang melakukan ini semua, itu adalah orang-orang yang ingin menjatuhkan saya. Adakah tanda-tanda narkoba pada saya? Adakah orang narkoba cerdas? Semuanya fitnah. Mari kita bersaing dengan sehat, mari kita semua bersaing cara-cara menjunjung tinggi filasafat sipakatau, sipakalebbi,” beber SYL.

Sekadar diketahui, sekitar 200 blogger se-Sulsel ikut dalam kopi darat bersama Komandan. Syahrul bersama para blogger berkomitmen untuk mempromosikan Sulsel di dunia maya lebih intensif. (*/soe)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/politik/syahrul-minta-blogger-promosikan-sulsel
Read More >>

Tim OSN Sulsel Raih Peringkat 10 Nasional



SELASA, 11 SEPTEMBER 2012


MAKASSAR, – Tim Olimpiade Sains Nasional (OSN) Provinsi Sulawesi Selatan berhasil masuk peringkat 10 nasional dengan meraih dua medali emas, tiga perak dan delapan perunggu, serta masing-masing juara harapan I, II dan III.

Dua medali emas diperoleh masing-masing Jumarni, siswa SLB Bina Bakhti Kabupaten Bone bidang studi Matematika, dan Drs Najamuddin, MPd, guru SMP Negeri 2 Maros untuk bidang studi Matematika.

Sementara untuk medali perak diraih siswa SMA Negeri 17 Makassar atas nama Muhammad Ghifari pada cabang lomba kimia, Rizaldy Saputra siswa SMA Negeri 2 Tinggimoncong Kabupaten Gowa untuk bidang studi Kebumian, dan Willy Chandra siswa SMA Kristen Rajawali Makassar sekaligus menjadi The Best Indonesia Tengah untuk bidang studi Biologi.

Untuk medali perunggu diraih Arya Adiputra siswa SD Negeri 3 Lemba Kabupaten Soppeng untuk bidang Matematika, Alvita siswa SMA Kristen Rajawali Makassar (kimia), Anthony Prasetyo Tjio siswa SMA Kristen Rajawali Makassar untuk bidang studi komputer, Michael C Halim siswa SMA Kristen Rajawali Makassar untuk bidang studi ekonomi, Arham Zainal Junaid siswa SMA Negeri 17 Makassar bidang studi Astronomi, Andi Muhammad Risqi siswa SMA Negeri 5 Parepare bidang studi Fisika, dan Ryan Vitalis Kartiko siswa SMA Kristen Rajawali Makassar juga bidang studi fisika.

Sementara untuk juara harapan I, II dan III diraih Wahyuni siswa SLB Negeri Parepare untuk bidang studi IPA, Mutmainnah siswa SLB A Yapti Makassar untuk IPA dan Makmur siswa SLB A Yapti Makassar juga bidang studi IPA.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Drs H Abdullah Djabbar, MPd menyambut baik prestasi yang diraih Tim OSN Provinsi Sulsel di tingkat nasional yang berlangsung 2 – 7 September 2012 di Jakarta. (ami)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/sosial-budaya/tim-osn-sulsel-raih-peringkat-10-nasional
Read More >>

Jumat, 09 November 2012

Gubernur dan Kapolda Sidak Pos Pengamanan Lebaran



RABU, 15 AGUSTUS 2012 

alt
MAKASSAR, – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo bersama Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) Inspektur Jenderal Polisi (Irjend Pol) Mudji Waluyo dan beberapa muspida memantau sejumlah pos pengamanan dan pela­yanan di jalur mudik, Selasa 14 Agustus.
Beberapa titik pos pengamanan dan pelayanan yang dikunjungi rombongan yakni Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Pelabuhan Soekarno Hatta, dan Terminal Mallengkeri. Rombongan tersebut terdiri dari petinggi-petinggi Polda Sulsel, Kodam VII Wirabuana, pemerintah provinsi Sulsel, muspida, dan tokoh masyarakat.
“Pemantauan ini kami lakukan untuk melihat kesiapan anggota dalam Operasi Ketupat 2012 tahun ini,” kata Mudji usai memantau, kemarin.
Dia mengatakan pihaknya menempatkan dan menyebarkan personilnya di jalur masuk dan keluar Kota Makassar itu, untuk menghindari terjadinya aksi tindak pidana kejahatan.
“Kami harapkan anggota dapat bekerja dengan penuh tanggungjawab untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan seperti pencurian, hipnotis, dan lain sebagainya,” ujar Mudji.
Dalam pemantauan itu, Mudji memberikan sema­ngat kepada seluruh anggota­nya untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, kesel­a­matan dan kenyamanan ma­syarakat selama arus mu­dik hingga balik.
“Kami harapkan anggota yang menjalankan tugas pengamanan tetap semangat demi keamanan masyarakat,” harap Mudji.
Kesiapan Pos
Di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Syahrul bersama muspida, memantau Pos Pengamanan Terpadu. Kepala Pos Pengamanan Terpadu Bandara, AKP H Muhammad Thamrin sempat menjelaskan kondisi ke­amanan di bandara.
“Titik berat pengawasan antara lain, peredaran uang palsu, penganiayaan, jambret, hingga penanganan penumpang terlantar,” jelasnya.
Selain itu, juga disiapkan posko kesehatan untuk para penumpang. Personil pengamanan di posko terpadu siap 1X24 jam dan terdiri dari beberapa unsur. Antara lain, polisi, TNI, petugas Angkasa Pura hingga Pramuka.
Syahrul yang didampingi Bupati Maros Hatta Rahman juga mengecek kesiapan armada dan jumlah tiket untuk para penumpang. Ia juga sempat berdialog dengan penumpang dan wisatawan asing serta menanyakan perihal pelayanan bandara.
Dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, rombongan kemudian me­nuju ke Pelabuhan Soekarno Hatta. Di sana, Syahrul juga mengunjungi Posko Pengamanan Terpadu Pelabuhan Soekarno Hatta.
Kepala Pos Pengamanan Terpadu Pelabuhan Soekarno Hatta, AKP Ahmad Yunus, menjelaskan, jika penumpang di pelabuhan rawan menjadi korban hipnotis. Modusnya, pelaku berpura-pura menawarkan barang dagangan berupa jam tangan.
Sementara itu, Kepala Polres Pelabuhan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Audy Manus, mengatakan, pihaknya melakukan sistem pengamanan denga cara terbuka dan tertutup. Untuk menjaga keamanan pelabuhan, pihaknya menurunkan 64 personil.
“Ada dua pos yakni pengamanan dan pelayanan yang kami siapkan di Pelabuhan. Masing-masing, pos dijaga oleh 32 personel,” kata Audy.
Dia menjelaskan pihaknya juga telah mengindentifikasi beberapa tempat di daerah pelabuhan yang dianggap rawan timbulnya aksi kriminalitas. “Kami tempatkan anggota di jalur naik turun penumpang, di ruang tunggu, dan kerumunan penumpang di Pelabuhan,” sebut Audy.
Menanggapi hal itu, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo, meminta aparat kepolisian untuk mengidentifikasi pelaku dan melakukan penanganan secepatnya. Pengawasan juga harus diperketat untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan.
“Identifikasi pelaku dan lakukan penindakan secepatnya,” perintah Kapolda.
Selanjutnya, sidak kesiapan mudik juga dilakukan di Terminal Mallengkeri. Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengatakan, apa yang dilakukannya bersama jajaran muspida lainnya merupakan check on the spot terhadap Operasi Ketupat yang dilaksanakan Polda Sulselbar.
Secara mengejutkan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo bersama Kepala Polres Gowa AKBP Totok S Lisdiarto berada di terminal tersebut.
“Buat apa kami ke Gowa kalau pemimpinnya ada di sini,” ucap Mudji.
“Alhamdulillah kesiapan aparat kepolisian dan unsur TNI serta unsur masyarakat terantisipasi seperti yang kita harapkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Syahrul usai memantau.
Syahrul berharap, pelayanan makin baik di semua aspek, khususnya bagi penumpang yang menggunakan transportasi darat, laut dan udara. Aparat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.
“Yang terpenting, tiket bagi masyarakat tersedia. Kita mampu meredam calo-calo yang mampu mempermainkan harga tiket,” terangnya.
Di samping itu, lanjutnya, pelayanan kepada para penumpang semakin maksimal. “Penumpang yang kita tanya juga mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan,” pungkasnya. (sam/ute)
Read More >>

Pemprov Sosialisasi Perda Pihak Pihak Ketiga


Kepala Bidang Perencanaan Pendapatan Daerah Dispenda Sulawesi Selatan, A. Darmayani Mansyur, SH, Msi, Kamis, 8, November 2012 di Hotel Aston Makassar mengatakan Perda No. 6 tahun 2012 yang mengatur banyak hal baru seperti jenis-jenis partisipasi pihak ketiga bukan hanya berupa uang yang selama ini dikenal dengan penerimaan sumbangan pihak ketiga. Namun juga bisa berupa barang, jasa atau kegiatan yang didanai dan dilaksanakan sendiri oleh pihak ketiga. Melalui ketentuan tersebut, diharapkan perusahaan yang beroperasi di Sulawesi Selatan dapat membantu pemerintah mempercepat program strategis Pemerintah Daerah.
Menurut  Darmayani mensinergikan antara program kegiatan didanai dari dana coorporate social responsibility (CSR) atau program kemitraan dan Bina Lingkungan Perusahaan bersangkutan dengan program strategis pemda mendorong tingginya keterlibatan pihak ketiga dalam pembangunan di Sulsel sesuai perda ini. Pemanfaatan partisipasi pihak ketiga pengelolaannya harus transparan dan muda untuk diawasi pihak ketiga yang berpartisipasi. Sementara itu, Pasal 12 ayat 2 menegaskan bahwa dalam hal partisipasi pihak ketiga berupa uang, maka seluruhnya harus dimanfaatkan untuk pembangunan daerah dan peningkatan indeks pembangunan manusia, dana itu tidak dapat digunakan dalam bentuk belanja pegawai.
Dia menambahkan, Perda no. 6 tahun 2012 tentang partisipasi pihak ketiga dalam pembangunan daerah di provinsi Sulsel berlaku efektif pada pada tahun 2013. Perda ini pengganti Perda No. 1 tahun 1992 tentang sumbangan pihak ketiga kepada daerah dan dalam rangka akuntabilitas pengelolaannya, partisipasi pihak ketiga harus diumumkan kepada masyarakat dan dalam jumlah tertentu.
Menurut Sekretaris Dispenda Provinsi Sulsel, H. Abd. Malik Faisal, SH, Msi, pergantian Perda No. 1 tahun 1992 menjadi Perda No. 6 tahun 2012, merupakan rekomendasi Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri berdasarkan laporan hasil pemeriksaan No. 700/REG/02/B.I/VI/2010 tanggal 30 Juni 2010 yang intinya meminta Pemerintah Daerah Sulsel melakukan revisi pengganti atas penggantian Perda No. 1 tahun 1992.
Data statistik Dispenda Sulsel menyebutkan, PT. Semen Tonasa menargetkan sumbangan ke pemprov tahun 2012 sebesar Rp 1 miliar,PT. Jasa Raharja Rp 3 miliar dan PT. Pelindo Rp 100 juta.
Sosialisasi dihadiri beberapa perusahaan termasuk PT. Inco, PT. Palai, PT. Telkomsel dan beberapa perusahaan lain.
Na/Ph (Jumat, 09 Nopember 2012) 
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/pemprov-sosialisasi-perda-pihak-pihak-ketiga
Read More >>

Pemprov Sosialisasi Perda Pihak Pihak Ketiga


Kepala Bidang Perencanaan Pendapatan Daerah Dispenda Sulawesi Selatan, A. Darmayani Mansyur, SH, Msi, Kamis, 8, November 2012 di Hotel Aston Makassar mengatakan Perda No. 6 tahun 2012 yang mengatur banyak hal baru seperti jenis-jenis partisipasi pihak ketiga bukan hanya berupa uang yang selama ini dikenal dengan penerimaan sumbangan pihak ketiga. Namun juga bisa berupa barang, jasa atau kegiatan yang didanai dan dilaksanakan sendiri oleh pihak ketiga. Melalui ketentuan tersebut, diharapkan perusahaan yang beroperasi di Sulawesi Selatan dapat membantu pemerintah mempercepat program strategis Pemerintah Daerah.
Menurut  Darmayani mensinergikan antara program kegiatan didanai dari dana coorporate social responsibility (CSR) atau program kemitraan dan Bina Lingkungan Perusahaan bersangkutan dengan program strategis pemda mendorong tingginya keterlibatan pihak ketiga dalam pembangunan di Sulsel sesuai perda ini. Pemanfaatan partisipasi pihak ketiga pengelolaannya harus transparan dan muda untuk diawasi pihak ketiga yang berpartisipasi. Sementara itu, Pasal 12 ayat 2 menegaskan bahwa dalam hal partisipasi pihak ketiga berupa uang, maka seluruhnya harus dimanfaatkan untuk pembangunan daerah dan peningkatan indeks pembangunan manusia, dana itu tidak dapat digunakan dalam bentuk belanja pegawai.
Dia menambahkan, Perda no. 6 tahun 2012 tentang partisipasi pihak ketiga dalam pembangunan daerah di provinsi Sulsel berlaku efektif pada pada tahun 2013. Perda ini pengganti Perda No. 1 tahun 1992 tentang sumbangan pihak ketiga kepada daerah dan dalam rangka akuntabilitas pengelolaannya, partisipasi pihak ketiga harus diumumkan kepada masyarakat dan dalam jumlah tertentu.
Menurut Sekretaris Dispenda Provinsi Sulsel, H. Abd. Malik Faisal, SH, Msi, pergantian Perda No. 1 tahun 1992 menjadi Perda No. 6 tahun 2012, merupakan rekomendasi Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri berdasarkan laporan hasil pemeriksaan No. 700/REG/02/B.I/VI/2010 tanggal 30 Juni 2010 yang intinya meminta Pemerintah Daerah Sulsel melakukan revisi pengganti atas penggantian Perda No. 1 tahun 1992.
Data statistik Dispenda Sulsel menyebutkan, PT. Semen Tonasa menargetkan sumbangan ke pemprov tahun 2012 sebesar Rp 1 miliar,PT. Jasa Raharja Rp 3 miliar dan PT. Pelindo Rp 100 juta.
Sosialisasi dihadiri beberapa perusahaan termasuk PT. Inco, PT. Palai, PT. Telkomsel dan beberapa perusahaan lain.
Na/Ph (Jumat, 09 Nopember 2012) 
Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/pemprov-sosialisasi-perda-pihak-pihak-ketiga
Read More >>