Tampilkan postingan dengan label pasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 November 2012

Sulsel Bisa Tutupi Kekurangan Daging Di Pulau Jawa


Sel, 27/11/2012 
Sulawesi Selatan berpeluang menutupi kekurangan pasokan daging sapi di Pulau Jawa, menyusul melonjaknya harga daging sapi di pasaran. Sulsel yang selama ini selain memenuhi kebutuhan lokal,  juga mengirim ke daerah lain, sebenarnya berpeluang mengisi kekurangan daging sapi di Pulau Jawa. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Peternakan Sulsel,  H Murtala Ali di Makassar, Senin, 26 November.

Menurut Murtala, peluang tersebut dapat dimanfaatkan para peternak dan pedaging sapi di daerah ini. Hanya saja, kendalanya karena biaya transportasi masih lebih mahal dibandingkan pengiriman ke daerah lainnya di Kawasan Timur Indonesia, maka hal tersebut belum dilakukan.

Untuk memenuhi target produksi satu juta ekor sapi di Sulsel, pihaknya terus mendorong petani menginpestasikan pembiakan ternak baik secara alamiah maupun dengan sistem inseminasi. Hal ini dilakukan di sejumlah sentra produksi sapi seperti di Kabupaten Sidrap, Soppeng, Bone, Maros, Pangkep, dan Sinjai.

Hr/Tn (Selasa 27 November 2012)

Sumber: http://www.sulsel.go.id/content/sulsel-bisa-tutupi-kekurangan-daging-di-pulau-jawa
Read More >>

Sabtu, 24 November 2012

Gejolak Harga Daging Nasional Belum Pengaruhi Sulsel


Sabtu, 24 November 2012
Makassar - Direktur Rumah Potong Hewan Tamangapa Makassar Sudirman Lanung mengatakan, gejolak harga daging sapi nasional belum memengaruhi harga daging sapi di Sulawesi Selatan.

"Harga daging sapi di daerah ini masih cukup stabil yakni Rp75 ribu per kilogram. Harga daging sapi sempat naik, tapi itu hanya pada saat menjelang Idul Adha lalu," kata Sudirman di Makassar, Jumat.

Menurut dia, meskipun harga daging sapi di daerah ini masih cenderung stabil, namun pihaknya tetap mengantisipasi kondisi itu.

Salah satu upaya yang dilakukan, lanjut dia, dengan mengaktifkan koordinasi dengan sejumlah sentra produksi sapi di Sulsel diantara Kabupaten Sidrap, Soppeng, dan Bone.

"Sebenarnya persoalan harga daging sapi hanya dipengaruhi dua faktor yakni pangsa pasar dan pasokan. Apabila kedua unsur tersebut terpenuhi, maka tidak ada gejolak harga," katanya.

Mengenai jumlah kebutuhan daging sapi di Sulsel, lanjut dia, untuk wilayah Sulsel rata-rata 15 ton per hari, sedang khusus di Kota Makassar tercatat lima ton per hari.

Khusus jumlah kebutuhan daging sapi dari total warga Kota Makassar yang mencapai 1,3 juta jiwa itu dapat terpenuhi dengan pemotongan 40 - 50 ekor per hari.

Permintaan daging sapi hanya akan meningkat menjelang hari raya keagamaan seperti hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan Natal, termasuk pada pergantian tahun ataupun tahun baru.

"Jumlah permintaan tersebut dapat mencapai 30 persen dari total jumlah kebutuhan normal untuk daging sapi," kata Sudirman. (T.S036/Z002)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/43580/gejolak-harga-daging-nasional-belum-pengaruhi-sulsel
Read More >>