Tampilkan postingan dengan label perhubungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perhubungan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 November 2012

Urai Macet, Sayang Prioritaskan Jalan


Ditulis Oleh Akbar on  
Khususnya Program Jalan Pintas Maros-Takalar
MAKASSAR,–Infrastruktur jalan sebagai sarana transportasi di Sulsel, saat ini memang membutuhkan perhatian khusus. Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub-Cawagub) Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang (Sayang), untuk lima tahun ke depan akan meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan transportasi demi mengakselerasi laju perekomian rakyat.
Setelah berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk realisasi flyover poros Bone-Maros yang akan mulai direalisasikan pada 2013 mendatang, Sayang sementara akan berencana membangun bypass atau jalan pintas untuk poros Maros, Gowa dan Takalar. “Itu akan dilaksanakan pada 2014. Itu pak Syahrul selaku gubernur sudah meminta ke pemerintah pusat, dan dijanji akan direalisasikan pada 2014,” kata Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Sulsel, Abdul Latief, Senin (26/11). Panjang jalanan bypass tersebut sekitar 50 km. Dengan estimasi anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp800 miliar.
“Jadi anggarannya kemungkinan masuk dalam APBD 2014 mendatang dan mulai dikerja secara bertahap, termasuk pembebasan lahannya,” katanya. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, bypass jalan pintas tersebut sudah sangat mendesak dilakukan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas, khususnya di Makassar. Jadi jika jalanan tersebut jadi, maka masyarakat yang dari utara dan ingin ke daerah selatan, tak perlu lagi masuk ke Kota Makassar. “Jadi kendaraan tidak padat. Insya Allah, tahun depan kita sudah rancang designnya,” terangnya.
Selain itu, Syahrul menambahkan, jalan trans Sulawesi Parepare-Makassar akan dirampungkan. “Poros Pare-Makassar tinggal 2 atau 3 km saja. Tinggal spot-spot kecil aja yang belum karena masalah pembebasan lahan .Insya Allah akan kita selesaikan secepatnya,” ujarnya. Jalur pelebaran jalan ke selatan-selatan akan menjadi prioritas Sayang ke depan. Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Bulukumba akan dirampungkan pelebarannya. Khusus untuk jalan rintisan, Sayang akan merampungkan jalan rintisan jalur Sabbang, Sae dan Tallang, yakni jalan tembus Luwu Utara dengan Sulbar.
“Sabbang, Sae dan Tallang adalah terobosan jalan di Luwu Raya. Tidak ada jalan ini sebelumnya. Dan Alhamdulillah Pemprov Sulsel mampu menembusnya tahun ini, dan akan kita tuntaskan perampungannya tahun depan,” kata Syahrul. Diharapkan dengan terwujudnya jalan ini akan meningkatkan akselerasi ekonomi masyarakat di Sulsel khususnya di Luwu Raya. Khusus Tana Toraja dan Toraja Utara, Sayang akan membangun jalan provinsi di Toraja poros Seseng dan batas Sulbar.
Terus terang, tambah mantan Wagub Sulsel ini, pada periode ini dirinya bersama Agus sebetulnya tidak fokus pada pembangunan infrastruktur fisik. Tapi fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM). “Pendidikan dan kesehatan gratis menjadi alokasi yang begitu banyak menyedot anggaran APBD. Tapi kalau Syahrul itu yang penting dulu. Membangun manusia cerdas itu yang utama dulu. Itulah gunanya pemerintah,” tandasnya. (mg10/ade)
Sumber: http://www.ujungpandangekspres.co/makassar-hari-ini/urai-macet-sayang-prioritaskan-jalan
Read More >>

Jumat, 12 Oktober 2012

Menteri Perhubungan dan Gubernur Sulsel Launching Garuda CRJ 1000


Jumat, 12 Oktober 2012
Makassar, – Menteri Perhubungan RI Edward Ernest Mangindaan, didampingi Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo saat ini, Jumat (12/10/2012) menghadiri Launching Garuda Indonesia CRJ 1000 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Dalam sambutannya, SYL berharap nantinya akan ada pertemuan dengan Gubernur se Indonesia untuk mebahaspesawat Garuda CRJ 1000 NextGen.
“4 pesawat ini diharap bukan hanya milik Sulsel, tapi milik semua. Dan kami siap bantu untuk peningkatan Sulsel sebagai pilar utama Pembangunan Indonesia Timur,” Kata SYL.
Sebelum menutup sambutannya, Syahrul berharap nantinya, Menteri Perhubungan bisa membantu Sulsel untuk pembuatan Kereta Api.
“Saran kami terminal monorel ditambah dan diperluas lagi sebagai kekuatan Indonesia Timur. Supaya ada tong kereta apinya orang Sulsel,” Terang SYL.[KM3]

Short URL: http://www.kabarmakassar.com/?p=16315
Read More >>

Selasa, 10 Juli 2012

Jalur Perintis-Tol Kurangi Kemacetan


Selasa, 10 Juli 2012 
Pemprov Anggarkan Pembangunan Jalan Rp10 M 

MAKASSAR, FAJAR -- Kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan dapat sedikit terurai dengan pembangunan jalur alternatif tembus Jalan Tol Sutami. Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk pembangunan Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Ir Sutami, tahun ini.

Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Abdul Latief mengatakan, anggaran Rp10 miliar itu untuk pembangunan jalan sepanjang satu kilometer. Ruas jalur alternatif yang akan dibangun direncanakan sepanjang lima kilometer.
"Pembangunannya secara bertahap, jadi belum bisa tembus tahun ini. Hanya satu kilometer dahulu yang bisa dikerjakan untuk pematangan dan pengaspalannya. Tahun berikut dianggarkan lagi," kata Latief, Senin, 9 Juli.

Jalur alternatif ini direncanakan dimulai dari samping kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea. Rencana pembangunan dalam proses persiapan lelang.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang mengatakan, pembangunan jalur alternatif yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Tol Sutami sudah mendesak. "Bisa dibayangkan kalau Jembatan Tello rusak atau sangat padat, maka pengguna jalan akan lewat mana? Makanya perlu jalur lain," tuturnya.

Namun, pembangunan jalur alternatif ini juga perlu perencanaan matang. Pemprov Sulsel mempertimbangkan pembangunan jalan tersebut tidak dengan menimbun lahan, terutama pada lahan eksisting berupa rawa-rawa.

Selain pertimbangan lingkungan, juga harus mengantisipasi pertumbuhan kawasan pasca pembangunan jalan. Pengembangan kawasan seperti yang terjadi setelah pembangunan Jalan Tun Abdul Razak atau Jalan Hertasning Baru, tidak boleh terjadi di sepanjang jalur alternatif Perintis-Tol.

"Tidak boleh ada pengembangan kawasan seperti pembangunan perumahan dan lainnya. Kalau semua menimbun lahan akibat pertumbuhan kawasan, tidak ada lagi area resapan air. Air akan sulit mengalir," kata Agus.
Apalagi, jalur alternatif ini cukup dekat dengan Sungai Tello. Makanya, bila pemerintah memberi kesempatan kepada masyarakat untuk membuka kawasan dengan menimbun semua lahan, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah banjir yang sulit teratasi di kemudian hari.

Salah satu perencanaan pembangunan jalan yang dipertimbangkan di kawasan ini dengan konsep jalan melayang. Selain mempertahankan kondisi lingkungan, juga bisa mengantisipasi penimbunan lahan oleh pertumbuhan kawasan akibat terbukanya akses jalan.

"Kita mau seperti jalan akses menuju Cengkareng atau jalur yang akan ke bandara di Surabaya. Rencananya seperti jalan melayang. Tidak ada pengembangan kota, hanya pembangunan jalan akses saja. (rif/pap)



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120709194142-jalur-perintistol-kurangi-kemacetan
Read More >>

Senin, 09 Juli 2012

Gubernur Syahrul Minta PT IKI Dibenahi


Senin, 9 Juli 2012 
MAKASSAR,-Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, meminta agar PT Industri Kapal Indonesia (IKI), segera dibenahi. Bahkan, ia berharap, tahun ini PT IKI sudah membuat terobosan

"Saya mau lihat tahun ini PT IKI sudah ada terobosan," kata Syahrul saat menerima Direktur PT IKI Fajar Harry Sampurno Kuffal, di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (9/7/2012).

Syahrul mengatakan, Indonesia, khususnya Sulsel sangat membutuhkan kapal. Karenanya, ia meminta agar PT IKI membuat rancangannya agar ia bisa mengajukan anggarannya ke kementrian terkait.


"Ajukan kepada saya, nanti saya yang terobos untuk dapatkan anggarannya," ujarnya.


Menurutnya, PT IKI tidak pantas tidak produktif seperti sekarang. IKI adalah kebanggaan di Sulsel oleh karena itu penanganannya tidak boleh sebagai second industri atau second bisnis.


"Itu saya sudah saya sampaikan pada Menteri BUMN dan orang-orang IKI. Oleh karena itu, saya justru merasa tidak pantas IKI hanya seperti sekarang apalagi bangkrut, kecuali kalau korupsi memang di dalamnya," terangnya.


Sementara, Direktur PT IKI Fajar Harry Sampurno Kuffal, berharap agar Gubernur Sulsel bisa mensupport PT IKI dalam memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. Termasuk, dukungan untuk membuat terobosan agar PT IKI bisa eksis. (*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/09/gubernur-syahrul-minta-pt-iki-dibenahi
Read More >>

Syahrul Temukan Kapal Pelni Over Kapasitas


SENIN, 09 JULI 2012 

PAREPARE, — Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menegur PT Pelni, saat berkunjung ke salah satu Kapal Pelni, KM Bukit Sugintang yang menemukan penumpang kapal tersebut over kapasitas.
Syahrul berjalan di lorong Kapal, bersama rombongan setelah menghadiri acara, launching pembukaan Bank Sulsel Parepare.
Sejumlah lorong pada kapal dipenuhi penum­pang. Tidak hanya itu Syahrul juga mendapatkan hanya lorong yang menuju ke  Kafe pada kapal tersebut, tidak dipenuhi penumpang.
Melihat ini, Orang nomor satu Sulsel ini ge­ram dan rencananya akan melaporkan ke Presiden bahwa Kapal yang semestinya memuat pemum­pang hanya 1500 orang ini menampung sekira 3.000 orang. “Ini menjadi pertimbangan untuk saya laporkan ke Pak SBY,” Ujarnya.
Syahrul mengimbau kepada pihak PT Pelni, agar hal seperti ini tidak terulang lagi. “Jangan karena keuntungan, masyarakat yang menjadi korban. Biasayanya kapsitas penumpang pada kapal, yang menjadi salah satu penyebab kecelakaan, “ Katanya.
Selain itu, mantan Wakil Gubernur Sulsel ini juga memantau barang muatan kapal tersebut, yang juga dinilai berlebihan dari kapasitas yang seharus­nya. (kr2/eky)
Read More >>

Senin, 02 Juli 2012

Kesiapan Angkutan Lebaran Terpadu 2012 di Sulawesi Selatan


Rapat koordinasi angkutan umum lebaran 2012 yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, H. A. Muallim di Ruang Data Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin, 2 Juli 2012. Sekda mengatakan bahwa semua sektor perhubungan, baik darat, laut, dan udara harus siap dalam bentuk terpadu sesuai dengan keputusan Menteri Perhubungan KP 218 tahun 2012 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2012 (1433 H) dan keputusan Gubernur Sulawesi Selatan 1794/VI/Tahun 2012 Tanggal 25 Juni 2012 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pelaksanaan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran terpadu Tahun 2012 (1433 H). Sekda juga meminta kepada Dinas Perhubungan untuk menyiapkan posko terpadu, khususnya di jalan poros Makassar – Bone yang sering terjadi kemacetan yang sangat parah.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Selatan, A. Masykur A. Sulthan mengatakan bahwa jembatan timbang di-non aktifkan fungsinya selama bulan suci ramadhan, kecuali melampaui batas kapasitas angkutan. Organda juga diminta untuk tidak menaikkan tarif angkutan umum diatas 20 persen, dan apabila kedapatan menaikkan tarif diatas ketentuan yang sudah ditetapkan, maka surat izin angkutan umum tersebut akan dicabut.
Selain hal di atas, Kadis Perhubungan juga meminta kepada Perusahaan Daerah Terminal Kota Makassar agar menghimbau kepada sopir-sopir angkutan daerah/kota untuk tidak menurunkan penumpang sebelum masuk terminal selama bulan ramadhan hingga H+7 lebaran. Selain itu, bus angkutan umum tidak boleh menaikkan barang di atas atap maupun di belakang bus. Dan apabila diindahkan, maka akan dikenakan sangsi berupa pencabutan izin trayek.
Sementara untuk angkutan udara, pihak Angkasa Pura diminta untuk dapat mengatur alur naik dan turun penumpang di bandara agar tidak terjadi lonjakan antrian dan pengaturan kendaraan di pintu masuk bandara. Dan untuk angkutan laut, pihak pelabuhan diminta agar dapat mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang dan kesiapan armada. Untuk penyeberangan di pelabuhan bira, pemerintah kabupaten diminta kerjasamanya agar tidak terjadi kelangkaan BBM untuk kapal-kapal rakyat. Dan untuk penyeberangan Bajoe – Kolaka tidak perlu merasa risau, karena armada Angkatan Laut sudah menyiapkan 8 armada.
Sementara Kepala Sub Bagian Polisi Lalu Lintas, AKBP. H. Yahya Samosir yang mewakili Ditlantas, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk melakukan kerjasama dengan Dinas Perhubungan terkait dengan arus lebaran 2012 di Sulawesi Selatan.
Yy / Sv (Senin, 2 Juli 2012)

Read More >>