Kamis, 05 Juli 2012

2.000 Peserta Hadiri Festival Nada dan Dakwah BKMT


KAMIS, 05 JULI 2012 

MAKASAR,--Tidak kurang dari 2.000 peserta mengikuti Festival Nada dan Dakwah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sulsel. Acara yang dihadiri Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo itu, dilaksanakan di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Kamis (5/7).
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengaku bangga sebagai pembina BKMT Sulsel. Karena, organisasi tersebut mampu menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat.
"Seni dan nada Islam harus terus dilakukan. Saya merasa bersyukur menjadi pembina, BKMT maju dan makin kompak," ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebagai organisasi yang berpihak pada kepentingan rakyat, BKMT juga diharapkan bisa terus mengawal program pemerintah yang prorakyat. Khususnya, pendidikan dan kesehatan gratis.
"Pendidikan dan kesehatan gratis harus dilanjutkan. Karena itu adalah kebutuhan dasar rakyat dan anak-anak kita," ungkapnya.
Sementara, Ketua BKMT Sulsel, Hj Andi Rosnani Smith Pabola, berjanji, akan terus mengawal program pendidikan dan kesehatan gratis. Pasalnya, pengurus dan anggota BKMT sendiri telah merasakan langsung manfaat dari program pro rakyat tersebut.
"Don't stop komandan. Kami akan terus bersama-sama Pak Syahrul, berjuang untuk peningkatan kesejahteraan rakyat," tegasnya. (Dewi)
Read More >>

Ketersediaan Gula Pasir- Suplai ke Daerah Lain Disetop

Kamis, 05 Juli 2012
MAKASSAR – Pemprov Sulsel mengeluarkan kebijakan untuk melarang distributor untuk menyuplai gula pasir ke pulau di luar Sulsel menjelang Ramadan 1433 H. 

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berkurangnya stok dan memicu kenaikan harga. Hal ini juga berlaku terhadap gula rafinasi yang diperuntukkan untuk industri.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Irman Yasin Limpo mengungkapkan, kepada distributor yang terbukti melanggar kebijakan itu, pihaknya siap memberikan sanksi keras. “Kita sudah sepakat dengan distributor untuk melarang mengantarpulaukan gula pasir di Sulsel. Ini berlaku untuk awal Ramadan.Kalau ada yang melanggar, kita siap cabut izinnya,”pungkasnya kemarin.

Kendati demikian, kata dia, stok gula di Sulsel hingga akhir Ramadan mendatang masih terbilang aman.Kebijakan ini hanya untuk antisipasi pelonjakan penggunaan gula.Menurut dia,kebijakan tersebut kemungkinan baru akan bisa dicabut pada pertengahan Ramadan, itupun jika kondisi stok gula pasar di Sulsel masih aman. Irman menambahkan, kenaikan harga gula pasir saat ini diakibatkan oleh naiknya harga lelang.Hal ini menyebabkan para distributor menaikkan harga agar usahanya bisa berjalan.

Pada pekan ini,Disperindag Sulsel juga rencanakan pertemuan kepada seluruh distributor bahan pokok menjelang Ramadan mendatang. Sementara itu, kendati Bulan Ramadan masih tersisa dua pekan lagi,harga gula pasir sudah mencapai level Rp15.000 per kilogram (kg).Tidak hanya itu, konsumen mulai kesulitan untuk memperoleh bahan pokok ini baik di supermarket maupun pasar tradisional. Dari pantauan SINDOdi beberapa pasar tradisional seperti Pasar Toddopuli, dan Pasar Terong, harga gula pasir sudah mencapai Rp14.000.

Bahkan, pada pedagang eceran dilepas dengan harga antara Rp14.500 hingga Rp15.000. Hal serupa dijumpai di beberapa minimarket dan supermarket. Harga satu kilogram gula dipatok antara Rp14.000 hingga Rp15.000. Khusus untuk Hypermart dan Carrefour ketersediaan sangat minim. Hal ini dikarenakan sejumlah konsumen melakukan pembelian dalam jumlah besar. Salah seorang konsumen Nurlia yang ditemui di Lotte Mart,membeli gula pasir sebanyak 10 kilo dengan harga Rp14.000 per kg.Nurlia mengaku mendengar adanya kelangkaan gula sehingga membeli dalam jumlah besar untuk persiapan puasa.

Sementara,anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Makassar Abdul Wahab Tahir menjelaskan,dari hasil pantauannya di beberapa supermarket, stok gula pasir mulai kosong. Pihaknya juga telah menghubungi beberapa pemilik gudang gula pasir di Makassar dan informasi yang diterimanya juga gula sudah menipis.

“Saya masih ingat janji wali kota minggu lalu, yang mengatakan semua gudang gula di Makassar penuh dan dijamin tidak kekurangan.Pemkot bohong kalau mengatakan stok gula penuh,gudang gula terbesar di Makassar saja, saya hubungi pemiliknya dan katanya kosong,” jelasnya kemarin di kantor DPRD Makassar. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Makassar Dedi Hermadi mengakui jika stok gula saat ini hanya 8.000 ton. Kendati demikian, Disperindag menjamin ketersediaan gula selama Ramadan. “Kalau, memang tidak cukup kita sudah antisipasi dengan meminta tambahan gula dari daerah lain,” terangnya, kemarin.

Dedi menambahkan, awal Ramadan atau 16 hingga 18 Juli, Disperindag akan menggelar pasar murah bahan pokok. Tujuannya untuk membantu masyarakat dalam membeli sembako dengan harga murah. Selain itu, Disperindag juga akan melakukan pengawasan di sembilan pasar tradisional. ● wahyudi/andi amriani 

Read More >>

Enrekang-Takalar Wakili Sulsel di Tingkat Nasional


Kamis, 05 Juli 2012
MAKASSAR – Desa dan kelurahan di Kabupaten Enrekang serta Takalar mewakili Sulsel untuk mengikuti kejuaraan desa dan kelurahan terbaik tingkat nasional 2012 yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kabupaten Enrekang diwakili Desa Bone-Bone Kec Baraja, dan Kab Takalar mengirim Kelurahan Mangadu Ke-camatan Mangarabombang.Keduanya dipilih setelah menjadi juara satu perlombaan desa dan kelurahan terbaik se-Sulsel 2011 lalu. Kabid Pemberdayaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sulsel Rais Rahman mengungkapkan, saat ini tim dari Ditjen BPM Desa dan Kelurahan Kemendagri telah turun ke Sulsel untuk melakukan penilaian selanjutnya.

“ Rencananya juara desa dan kelurahan terbaik ini akan diumumkan pada Agustus mendatang.Kita harap desa dan kelurahan ini bisa masuk juara di tingkat nasional,” bebernya kemarin. Beberapa indikator yang dinilai, yakni sektor pendidikan, kesehatan, keamanan dan ketertiban, ekonomi masyarakat, pemerintahan desa, potensi unggulan dan inovasi daerah. ● wahyudi 

Read More >>

Kareloe Akan Jadi PLTA


Kamis, 05 Juli 2012
SUNGGUMINASA – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bendungan Kareloe di Kecamatan Tompobulu dan Biringbulu, Kabupaten Gowa.


Bendungan ini kelak akan dimanfaat sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain itu,Bendungan Kareloe juga dapat mengairi persawahan dan sumber air bersih baik bagi Kabupaten Gowa maupun Jeneponto. “Gowa menjadi tempat penampungan air dan Jeneponto akan merasakan langsung ketersediaan air baku dari bendungan ini,”kata Syahrul. Dia mengatakan, jika Bendungan Kareloe telah selesai dibangun,daerah berjuluk Gowa Bersejarah itu memiiki keuntungan ketersediaan air tanah akan naik,memiliki potensi wisata,dan listrik.

“Mari kita mempercepat pembangunan Bendungan Kareloe,”tutur dia. Menurut Syahrul, keberadaan bendungan tersebut, dapat mendukung Sulsel menjadi lumbung padi di indonesia. “Sulsel ini menargetkan produksi gabah 10 juta ton pertahun. Saya yakin, keberadaan bendungan dapat mendukung peningkatan itu, karena wilayah Jeneponto tidak lagi kekurangan air untuk mengairi persawahan,” ujar Syahrul. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan dan Jeneberang (BWSPJ) Agus Setiawan mengungkapkan,tipe bendungan Karalloe merupakan CFRD.

Tinggi bendungan mencapai 81 meter, sedangkan panjang puncak bendungan 325 mencapai meter,panjang mercu pelimpahan 100 meter, panjang terowongan 230 meter dengan diameter terowongan 3 meter. Sementara, luas genangan bendungan mencapai 160 hektare. “Bendungan ini nantinya mampu menampung air hingga 32 juta meter kubik dan mengalirkan 1262 meter kubik per detik,”kata Agus Setiawan. ● baharuddin 
Read More >>

Rp 12,5 T Uang Masuk Sulsel Per Bulan


 Kamis, 5 Juli 2012 
MAKASSAR, --Aktivitas perbankan di Makassar dua bulan terakhir ini mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya. Kenaikan ini diperkirakan karena banyaknya momen pemicu seperti masa liburan sekolah, penerimaan siswa baru, beragam kegiatan nasional, dan lainnya.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), rata-rata transaksi di Sulsel mengalami peningkatan pada Mei 2012. Dari sisi non tunai, nilai transaksi BI-RTGS (transfer antar bank) yang masuk ke Sulsel tercatat Rp 12,5 triliun dari Rp 8,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara transaksi BI-RTGS dari Sulsel ke luar Sulsel juga mengalami peningkatan dari Rp 4,8 triliun pada Mei 2011 menjadi Rp 5,2 triliun pada Mei 2012. "Ini belum termasuk transaksi jenis kliring," kata Peneliti Ekonomi Madya Senior BI, Gusti Raizal Eka P, di Makassar, Kamis (5/7).

Peningkatan transaksi perbankan juga terjadi di sejumlah bank di Kota Makassar. Di Bank Panin Kantor Cabang Utama (KCU) Makassar misalnya. Deputy Branch Manager Bank Panin makassar, A Hudli Huduri, mengatakan, transaksi di Bank Panin dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Maret-Juni, mengalami peningkatan sekitar 25 persen dari bulan-bulan sebelumnya.

Peningkatan ini, katanya, terjadi di semua jenis transaksi baik langsung melalui teller, jaringan ATM, hingga internet seperti mobile banking. "Tabungan juga banyak tapi yang lebih mencolok itu jenis giro," katanya. Namun, Hudli tidak merinci besaran transaksi tersebut.

Seiring dengan peningkatan transaksi perbankan, Gusti menambahkan, peningkatan transaksi dipicu pertumbuhan ekonomi Sulsel yang cukup tinggi. Selain itu, masyarakat juga semakin mengenal produk-produk yang diberikan oleh perbankan.

Terpisah, Kepala Operasional BCA Ahmad Yani, Heri Soerjono, kemarin, menjelaskan, transaksi reguler di bank tersebut juga terus meningkat. Transaksi tersebut bahkan mencapai Rp 40 miliar-Rp 50 miliar per hari baik untuk setoran tunai maupun penarikan. 

“Secara keseluruhan untuk jumlah sirkulasi perputaran uang di BCA semua sama baik penarikan maupun penyetoran. Pada hari biasa sekitar 50 Miliar untuk semua transaksi, nah di bulan Ramahan memang meningkat dua kali lipat untuk semua jenis transaksi,” ujarnya.
Sumber:http://makassar.tribunnews.com/2012/07/05/rp-125-t-uang-masuk-sulsel-per-bulan
Read More >>

SYL Buka Festival Nada dan Dakwah Majelis Taklim se-Sulsel


Kamis, 5 Juli 2012 
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM- Tidak kurang dari 2.000 peserta mengikuti Festival Nada dan Dakwah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sulsel. Acara yang dibuka oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) itu dilaksanakan di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Kamis (5/7/2012).
SYL mengaku bangga sebagai pembina BKMT Sulsel. Karena, organisasi tersebut mampu menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat.

"Seni dan nada Islam harus terus dilakukan. Saya merasa bersyukur menjadi pembina, BKMT maju dan makin kompak," ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebagai organisasi yang berpihak pada kepentingan rakyat, BKMT juga diharapkan bisa terus mengawal program pemerintah yang prorakyat. Khususnya, pendidikan dan kesehatan gratis.

"Pendidikan dan kesehatan gratis harus dilanjutkan. Karena itu adalah kebutuhan dasar rakyat dan anak-anak kita," ungkapnya. (*)
Sumber:  http://makassar.tribunnews.com/2012/07/05/syl-buka-festival-nada-dan-dakwah-majelis-taklim-se-sulsel
Read More >>

Bendungan Kareloe Bisa Aliri Tujuh Ribu Hektare Sawah


Kamis, 5 Juli 2012

SUNGGUMINASA,--Pembangunan bendungan Kareloe resmi dimulai. Pembangunan bendungan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Rabu (4/7/12).

Bendungan yang terletak di Kecamatan Tompobulu dan Biringbulu, Kabupaten Gowa, itu dapat menyuplai air bersih ke wilayah Jeneponto.
Gubernur mencanangkan pembangunan bendungan ini agar dapat dimanfaatkan untuk menyuplai air bersih di wilayah Jeneponto.

Selain itu, juga dapat mengairi persawahan milik warga sekitar 7.004 hektare di Jeneponto dapat dijadikan pembangkit listrik tenaga hidro power.

Bendungan itu akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 miliar yang berasal dari APBN. Sejumlah pejabat juga ikut hadir, antara lain Bupati Jeneponto Radjamilo dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Muh Yusuf Sommeng.

Dari Pemprov Sulsel hadir Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU Pitoyo Subandrio dan Kepala PSDA Sulsel Suprapto.

Gubernur mengharapkan, ada sinergistas antara Gowa dan Jeneponto. "Gowa menjadi tempat penampungan air dan Jeneponto akan merasakan langsung ketersediaan air baku," katanya.

Menurutnya, Gowa akan mendapatkan keuntungan berupa naiknya air tanah yang akan menjadi potensi wisata dan listrik. "Sehingga  saya meminta agar tidak memisahkan kepentingan rakyat hanya karena perbedaan wilayah. Mari kita mempercepat pembangunan DAM Kareloe meski berada di Gowa, dan airnya dinikmati Jeneponto," katanya.

Keberadaan dam itu dapat mendukung Sulsel menjadi lumbung padi di Indonesia. "Sulsel menargetkan 10 juta ton padi per tahun. Saya yakin, keberadaan dam dapat mendukung peningkatan itu, karena Jeneponto tidak lagi kekurangan air untuk mengairi persawahan," katanya.

Kepala BBWSPJ, Agus Setiawan, mengungkapkan, tipe bendungan Kareloe merupakan CFRD, tinggi bendungan 81 meter, panjang puncak bendungan 325 mencapai meter, panjang mercu pelimpahan 100 meter, panjang terowongan 230 meter, dan diameter terowongan 3 meter. Luas genangan bendungan mencapai 160 hektare.

"Bendungan ini nantinya mampu menampung air hingga 32 juta meter kubik dan mengalirkan 1.262 meter kubik per detik," kata Agus.

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/05/bendungan-kareloe-bisa-aliri-tujuh-ribu-hektare-sawah
Read More >>

Rabu, 04 Juli 2012

Dinas PTPH Sulsel Raih Penghargaan di PF2N


Rabu, 4 Juli 2012
MAKASSAR - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan Meraih ‘’The Best Of Performance’’ pada acara Pekan Flori dan Flora Nasional di Medan Sumatra Utara.

Pekan Flori dan Flora Nasional (PF2N) merupakan momentum istimewa bagi parapelaku bisnis hortikultura yang bertujuan mengangkat eksistensi pengembangan hortikultura nusantara sebagai komoditas komersial.

Pameran ini merupakan ajang promosi potensi komoditi hortikultura yang dikembangkan dari setiap provinsi berskala nasional yang menjadi agenda tetap tahunan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementrian Pertanian Republik Indonesia, yang dilaksanakan pada tanggal 18 – 24 Juni 2012, di  Medan Provinsi Sumatra Utara.

Peserta terdiri dari Kelompoktani, Pelaku Bisnis Hortikultura, Assosiasi Hortikultura dan UKM Hortikultura ( Produk Olahan Hortikultura), Dinas Pertanian Provinsi, Kabupaten / Kota seluruh Indonesia.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan ikut mengambil bagian pada acara Pekan Flori dan flora Nasional (PF2N), dan meraih penghargaan kategori The Best Of Performance dan juara II merangkai aneka buah-buahan serta merangkai aneka sayur- sayuran dan tanaman obat-obatan.  

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, Ir.H.Lutfi Halide, MP di temui ruang kerjanya, Rabu (4/7/2012) mengatakan bahwa hasil yang dicapai dalam event tersebut bukanlah hal yang mudah, itu berkat kerjasama dari semua pihak diantaranya Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kab / Kota dalam menyiapkan berbagai komoditi hortikultura serta toko bunga koya Decoration.

Kepala Bidang Produksi Hortikultura, Ir.Hj.Fitriani, MP, menambahkan bahwa event Pekan Flori dan Flora Nasional  3 tahun berturut-turut pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, bahwa dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura  telah meraih penghargaan sebagai juara I di Batam 2010, juara II di Bali 2011 dan sebagai juara The Best Of Performance di Medan 2012. Semuanya ini patut di syukuri atas izin dan kehendak Allah SWT serta kerjasama tim dan peserta dari Sulawesi Selatan.(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/04/dinas-ptph-sulsel-raih-penghargaan-di-pf2n
Read More >>

Visit South Sulawesi 2012-Biaya Iklan Diklaim Dibawah Rp1 Miliar

Rabu, 04 Juli 2012
MAKASSAR – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel mengklaim biaya produksi dan penayangan iklan promosi Visit South Sulawesi 2012 di dua stasiun televisi nasional dibawah Rp1 miliar. 

“Anggarannya tidak terlalu tinggi, bahkan tidak sampai Rp1 miliar anggaran yang kita keluarkan,”ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sulsel Syuaib Mallombassi kepada SINDO kemarin. Kendati demikian, Syuaib menolak membeberkan berapa anggaran yang dikeluarkan untuk membiayai proses produksi serta kontrak iklan di TV nasional, yakni TV One dan RCTI. Berdasarkan informasi yang dihimpun SINDO, produksi tayangan promosi tahun kunjungan wisata Sulsel tersebut digarap oleh salah satu rumah produksi di Jakarta.

Sementara itu,berdasarkan penelusuran di situs video online www.youtube.com, promosi Visit Sulsel 2012 ini di-perankan model Tanah Air, seperti Aelke Mariska dan Sylvia. Aelke Mariska diketahui pemeran salah satu lakon di sinetron Cinta Cenat Cenut 2, serta iklan salah satu produk minuman ternama.Sedangkan Sylvia juga merupakan model dan host tayangan olahraga di beberapa stasiun TV swasta.

Syuaib mengaku,meski menggunakan produser dan foto model tersebut,pihaknya tetap tidak mengeluarkan biaya besar untuk produksinya. “Yang jelas, bukan hanya Disbudpar saja yang berperan di sini, tetapi juga beberapa SKPD di lingkup Pemprov Sulsel ikut terlibat,”katanya. Hal yang sama juga diungkapkan Kabid Promosi Disbudpar Sulsel Syafruddin. Menurutnya, dengan biaya yang relatif minim, pihaknya tetap bisa membuat iklan Visit Sulsel 2012 tersebut tayang di TV nasional.

Kendati demikian,pihaknya akan kembali memprogramkan penganggaran iklan yang juga menampilkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tersebut pada APBD-Perubahan 2012 mendatang. “Anggarannya tidak banyak. Kita rencanakan memutarnya di TV nasional hingga akhir 2012,” bebernya saat dihubungi wartawan.

Diketahui,Visit Sulsel 2012 merupakan program andalan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk mendatangkan wisatawan domestik serta mancanegara untuk berkunjung ke daerah ini.Tidak tanggung-tanggung, jumlah wisatawan asing sesuai target yakni 100 ribu orang, dan 4,5 juta untuk wisatawan dalam negeri. ● wahyudi 

Read More >>

Mobil Moko Dapat Suntikan Rp2,5 Miliar


Rabu, 04 Juli 2012

MAKASSAR – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengembangkan mobil lokal, Moko mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana memberikan bantuan anggaran Rp2,5 miliar untuk pengembangan industri mobil Moko.

Bantuan tersebut akan digunakan untuk pengadaan teknologi stamping atau alat cetak body kendaraan mobil Moko.Dengan demikian,proses pembuatan body kendaraan tersebut bisa lebih praktis. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Irman Yasin Limpo mengungkapkan, Kemenperin juga telah melakukan peninjauan langsung di proses pembuatan mobil Moko di Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Logam di Kawasan Industri Makassar (KIMA) Jalan Ir Sutami Makassar.

“Setelah peninjauan itu,kita dijanjikan akan diberi bantuan senilai Rp2,5 miliar untuk proses percetakan body mobil Moko. Ini apresiasi pusat terhadap usaha Pemprov Sulsel menciptakan mobil lokal,” ungkapnya kepada SINDO, kemarin. Irman mengaku, bantuan tersebut direncanakan akan dikucurkan pada Agustus mendatang. Untuk tahap awal, beberapa teknisi Moko terlebih dahulu diajarkan mengenai teknologi percetakan body mobil ini.

Sekadar diketahui, awal 2011 lalu, pengadaan mobil nasional Moko sebanyak 50 unit menggunakan anggaran hingga Rp18,2 miliar dan Rp3 miliar di antaranya dianggarkan pada APBD Sulsel.Pengerjaan awal melibatkan PT Industri Kereta Api Nasional (PT INKA) dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Kemudian pada 2012, Pemprov Sulsel menargetkan pembuatan mobil Moko sebanyak 40 unit dan langsung dipasarkan ke sejumlah UKM di kabupaten/ kota.Anggaran ini masih menggunakan APBD.

“Kalau tahun 2011 dan 2012 kita masih gunakan APBD, tahun 2013 kita berencana tidak lagi gunakan APBD. Kita akan minta kerja sama lembaga pembiayaan untuk produksi Moko ini, sehingga bisa mandiri,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel kemarin. Kendati demikian, lanjut Irman, untuk penjualan Moko tersebut masih bekerja sama dengan Perusahaan Daerah (Perusda), sehingga masih memberikan pemasukan bagi daerah.

Selain itu, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan melakukan penjajakan dengan PT Barawaja untuk kebutuhan besi baja pembuatan Moko. “Sedangkan mesinnya, kita masih kesulitan dalam pembuatannya. Tapi kita berusaha, minimal 30% kita yang merakitnya. Sekarang ini produksinya masih dari China,”tambahnya. Mobil Moko ini dirancang sebagai sarana pendukung pembangunan di daerah pelosok, seperti pada program pendidikan dan kesehatan gratis Pemprov Sulsel dalam bentuk perpustakaan dan puskesmas keliling di daerahdaerah terpencil. ● wahyudi 
Read More >>

Kelas Menengah Sulsel Habiskan Rp5 Juta per Bulan


Rabu, 04 Juli 2012
MAKASSAR – Masyarakat kelas menengah dan atas di Sulsel membelanjakan uangnya antara Rp4 juta hingga Rp5 juta setiap bulan. Hal itu berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Wilayah I soal belanja atau pengeluaran setiap orang di Makassar pada Juni lalu.

Angka tersebut sebenarnya menurun dibandingkan bulan sebelumnya dimana warga mampu diMakassar rata-rata menghabiskan uangnya senilai Rp6 juta per orang. Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulawesi Maluku dan Papua Gusti Raizal Eka Putra mengatakan, penurunan belanja tiap orang di Makassar mendorong terjadinya penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 128,4 poin dari Mei 137,6 poin.

“Walau demikian, optimisme konsumen terhadap kondisi perekonomian daerah tetap pada level yang cukup baik jika melihat optimisme enam bulan terakhir dan dampaknya pada enam bulan yang akan datang,”ujar Gusti saat melansir hasil survei konsumen di Makassar,kemarin. Penurunan jumlah pengeluaran masyarakat juga tercermin dari bergesernya Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) di Makassar sebanyak 10 poin menjadi 126,8 poin.

“Salah satu yang berpengaruh besar adalah persepsi masyarakat akan kurangnya lapangan pekerjaan saat ini,” kata dia. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulsel, dua tahun terakhirdiSulselyaknipada2010 lalu, uang yang beredar di masyarakat sebesar Rp87 triliun, dan naik di 2011 menjadi Rp110 triliun.Untuk tahun ini,PemerintahProvinsiyakinterjadipertumbuhan peredaran uang di Sulsel.

Dari Rp110 triliun seluruh Sulsel,60% uang beredar berada di Makassar sehingga pertumbuhan ekonomi Makassar tahun lalu mencapai angka 9%,jauh lebih tinggi dari pertumbuhan provinsi bahkan nasional dan menjadi kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Sementara itu,masyarakat lebih condong membelanjakan uangnya pada bahan makanan.

“Penurunan jumlah pendapatan masyarakat juga memicu untuk tidak melakukan pengeluaran yang berlebihan terutama untuk barang-barang tahan lama,”tutur Gusti. Hal senada diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono. Menurutnya,kecenderungan masyarakat membeli bahan makanan memicu terjadinya inflasi harga-harga di Sulsel khususnya untuk empat kota, Makassar, Parepare, Palopo, dan Watampone.

Bahkan BPS memprediksi inflasi akan kembali terjadi pada bulan ini karena memasuki Ramadan. Karena itu,Bambang berharap pemerintah daerah bisa mengambil tindakan mencegah melonjaknya harga-harga jauh lebih tinggi dari harga normal. Berdasarkan data yang dilansir Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi pada awal April lalu, tingkat konsumsi masyarakat secara nasional di 10 kota hanya menghabiskan sekitar Rp2 juta per bulan.

Sepuluh kota tersebut adalah Makassar, Jakarta, Surabaya, Medan,Tangerang, Bandung, Bogor, Malang, Palembang, dan Semarang. Menurut dia,dari 237 juta penduduk Indonesia, ada 23 juta orang yang hidup di kota dan memiliki daya beli yang tinggi. Mereka adalah bagian dari total 67 juta orang yang tinggal di kota besar.“Ada 67 juta orang Indonesia yang berumur 15-50 dan tinggal di kota.Masyarakat dengan pengeluaran Rp2 juta per bulan atau lebih, berjumlah 23 juta orang, dan ada 10 kota dengan dinamika konsumsi yang sangat tinggi,” katanya,Senin (2/4) lalu.

Dari hasil survei Sosial Ekonomi Nasional, konsumsi rumah tangga pada 2011 mengalami peralihan dari makanan ke nonmakanan.Tercatat total konsumsi rumah tangga pada 2011 sebesar Rp419 triliun, naik 4,5% dari tahun sebelumnya yaitu Rp401 triliun.Penurunan konsumsi makanan salah satunya terjadi pada konsumsi padi-padian yang turun 7,48% pada 2011 dari persentase awal pada tahun 2010 yaitu 8,89%.

Sebaliknya, konsumsi pengeluaran rumah tangga untuk membeli nonmakanan malah melonjak. Seperti konsumsi masyarakat pada barang-barang yang tahan lama mengalami kenaikan dari 5,14% pada 2010 menjadi 7,52% pada 2011. Sementara daya beli masyarakat untuk keperluan pesta dan upacara naik 1,53% pada 2011 dari tahun sebelumnya 1,32%. ● rahmat hardiansya 
Read More >>

Pemprov Khawatir Solar Langka


Rabu, 04 Juli 2012
MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengkhawarirkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar menjelang Ramadan. Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengungkapkan, ancaman kelangkaan ini diperoleh dari warga yang mengeluhkan stok solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Makassar dan sekitarnya. 

Informasi soal kelangkaan solar ini diakuinya menjadi perhatian serius Pemprov Sulsel karena dipastikan akan mempengaruhi distribusi barang kebutuhan pokok. Diketahui, moda transportasi yang digunakan untuk distribusi barang kebutuhan pokok sebagian besar menggunakan solar. Kebutuhan masyarakat akan barang dipastikan meningkat menjelang Ramadan.

“Ini tentu sangat mengkhawatirkan kami.Kalau solar langka, maka kapal laut, truk, serta kendaraan akan terhambat.Kita takut jangan sampai suplai kebutuhan pokok nanti terhambat,” ujarnya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel kemarin. Namun, dari pantauan di lapangan kemarin,penyaluran BBM solar di sejumlah SPBU di Makassar tidak menciptakan antrean panjang.Kondisi antrean warga yang membeli BBM,termasuk solar,masih normal.

Untuk memastikan ketersediaan solar dan BBM bersubsidi lainnya menjelang Ramadan dan Idul Fitri nanti,dalam waktu dekat ini,pihaknya akan memanggil PT Pertamina Regional VII Makassar untuk mencari solusi. Pihak PT Pertamina Regional VII Makassar mengakui jika stok BBM bersubsidi jenis solar dan premium masih aman dalam rangka menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 1433 H.

Namun, diakui bahwa beberapa waktu belakangan ini konsumsi solar mengalami kenaikan hingga 12% dari kuota yang diberikan Pemerintah Pusat untuk Sulsel. Namun,meningkatnya konsumsi solar ini dinilai janggal karena di saat sama jumlah pertumbuhan kendaraan jenis diesel di Sulsel tidak terlalu signifikan. Sales Representative Area Makassar PT Pertamina Regional VII,Muhammad Iswahyudi, menduga terjadi penimbunan solar yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggungjawab untuk dimanfaatkan bagi kepentingan industri.

Adanya perbedaan atau disparitas harga yang tinggi antara BBM bersubsidi, seperti premium dan solar, dengan BBM yang tidak disubsidi untuk industri, membuat potensi penyalahgunaan sangat besar. “Kami menyalurkan BBM sesuai kebutuhan. Solar sebenarnya cukup. Pertanyaan saya,lari ke mana solar? Apalagi industri serta kendaraan konstruksi terus tumbuh.Kami curiga solar tidak tepat peruntukannya,” ujar dia kemarin.

Modus yang digunakan oknum tidak bertanggungjawab ini, kata Iswahyudi, yakni dengan mengisi kendaraan truk dengan solar di SPBU dalam skala besar.BBM itu kemudian ditimbun, dan disalurkan ke perusahaan pertambangan dan industri. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap hal yang mencurigakan di SPBU, apalagi jika melihat ada pembelian BBM bersubsidi dalam jumlah besar.

“Ada juga modus membeli solar di SPBU, kemudian ditumpah ke jeriken, lalu kembali lagi mengisi di SPBU.Yang membuat kami heran,alat-alat berat dan industri meningkat, kami juga belum tahu BBM-nya dari mana, apakah dari SPBU atau yang lain,”paparnya. Dia menambahkan, untuk pengawasan tersebut, pihaknya telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan aparat kepolisian.

Terhadap objek-objek vital seperti SPBU dan lainnya, juga dilakukan pengamanan. Jika ditemukan adanya kerjasama penimbun dengan SPBU, Pertamina mengaku siap memberikan sanksi keras. Sementara itu,Ketua Dewan Pengurus Daerah Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (DPD Hiswana Migas) Sulsel Burhanuddin Lestim mengakui stok solar mulai normal kembali.

Kelangkaan solar di seluruh SPBU di Sulsel, termasuk di Makassar, sudah berlalu dua atau tiga pekan lalu. Kelangkaan terjadi karena stok yang terbatas.Namun setelah pemerintah menambah kuota,penyaluran solar ini kembali lancar.“Banyak SPBU memang menahan, ya, sedikit direm- rem-lah, karena perhitungan stok solar yang harus ada hingga akhir tahun,”ujarnya. ● wahyudi/ rahmat hardiansya 

Read More >>

Poskan judulToraja Diminta Jadi Contoh Pilgub Damai


Rabu, 04 Juli 2012
MAKALE- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta Kabupaten Tana Toraja menjadi daerah percontohan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) damai pada 2013 mendatang. 

Syahrul mengatakan, Toraja harus bisa membuktikan bahwa pilgub tidak akan membuat hubungan masyarakat dengan pemerintah menjadi retak. “Toraja harus menjadi contoh bagi 23 kabupaten/kota di Sulsel lain yang aman melaksanakan Pilgub Sulsel 2013,” ujar Syahrul saat bertemu ribuan warga Toraja dalam rangka penguatan kelembagaan masyarakat dan pemerintah di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja,kemarin.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel yang kembali akan maju sebagai calon gubernur di pilgub ini mengatakan, pilgub tidak boleh merusak tatanan di masyarakat, apalagi sampai membuat masyarakat menjadi cemas.Untuk itu,dia meminta masyarakat menjaga situasi aman dan damai serta tidak mudah terprovokasi. Dia mengaku terpilih menjadi gubernur pada pilgub lalu juga karena dukungan masyarakat Toraja.

“Tapi kebersamaan yang sudah terjalin selama empat tahun ini, kelanjutannya saya kembalikan ke masyarakat Toraja,” jelas calon gubernur yang kembali berpasangan dengan calon wakil gubernur Agus Arifin Nu’mang ini. Di hadapan ribuan masyarakat Toraja, Syahrul mengatakan, dirinya tidak cukup jika hanya satu periode menjabat sebagai gubernur dan harus diulang satu kali lagi untuk menjadikan Toraja menjadi daerah yang lebih baik lagi.

Bahkan, Syahrul siap pasang badan untuk masyarakat Toraja sepanjang kebersamaan, persahabatan serta idealisme membangun pemerintahan yang baik dan bersih tetap terjalin. “Kalau kebersamaan dan persabahatan tetap terjalin, mari kita jalan bersama. Saya tidak akan berhenti untuk kesejahteraan rakyat, ”katanya.

Selain menemui ribuan warga, Syahrul juga menemui pendeta dan pengurus gereja-gereja di kantor Badan Pekerja Sinode (BPS) gereja Toraja di Rantepao. Dalam pertemuan itu, dia memberikan motivasi dan arahan kepada para tokoh agama di Toraja itu agar kedamaian dan religiusitas di Toraja tetap terjaga.

“Saya juga mengimbau tokoh agama ikut menyukseskan Pilgub 2013 dengan menjalin kerukunan antarumat beragama,”jelasnya. Sementara itu, Bupati Tana Toraja, Theofilus Allorerung mengatakan, konstribusi Pemprov Sulsel dalam memajukan Toraja sangat besar. “Syahrul bagian dari orang Toraja karena itu beliau sangat memperhatikan masyarakat dan daerah Toraja,”ujarnya.

Lanjutkan Program Gratis 

Sementara itu, di Palopo, Syahrul YasinLimpo mengklaim program pendidikan dan kesehatan gratis yang dilaksanakan Pemprov Sulsel telah dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Oleh karena itu, jika kembali mendapat kepercayaan memimpin Sulsel,dia berjanji melanjutkan dua program gratis tersebut.

“Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sehingga saya akan melanjutkan kembali dua program gratis ini lima tahun ke depan,” kata Syahrul seusai menghadiri pembukaan Muswil Sidang Nasional Persatuan Warga Gereja(PWGT) 2012,dikawasan SMA Kristen Palopo,kemarin. Sidang PWGT ini dihadiri para pemuka agama Nasrani dan tokoh masyarakat Nasrani dari wilayah Luwu Raya,dan perwakilan dari beberapa provinsilain.

Khusus Kota Palopo, pelaksanaan program pendidikan gratis tidak berjalan maksimal karena dua tahun anggaran, dana tidak tersalur ke sekolah penerima. Syahrul mengaku sudah mendengar kabar dana pendidikan gratis tersebut bermasalah dan berujung ke ranah hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo. Bahkan,Syahrul berjanji akan mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan gratis di Palopo itu. joni lembang/ chaerul baderu 




Read More >>

Selasa, 03 Juli 2012

Harga Bahan Makanan di Sulsel Mulai Naik-Juni Inflasi Mencapai 0,64%


Selasa, 03 Juli 2012
MAKASSAR– Harga bahan makanan di Sulsel per Juni 2012 mengalami kenaikan sebesar 1,5% jika dibandingkan pada bulan sebelumnya. Kenaikan harga bahan makanan yang merata di semua komoditi tersebut mendorong terjadinya inflasi 0,64% dan diprediksi akan naik terus jelang Ramadan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono saat melansir data statistik di kantornya kemarin mengatakan, kenaikan harga bahan makanan pada Juni lalu, masih akan dirasakan Juli tahun ini. Terlebih momentum Ramadan akan mendorong terjadinya kenaikan harga di semua komoditi bahan makanan. “Setelah harga bahan makanan yang naik dan menyumbang inflasi terbesar,makanan jadi,minuman, rokok dan tembakau juga menyumbang inflasi dengan kenaikan 0,36%.

Disusul harga perumahan, ketersediaan air, listrik, gas dan bahan bakar serta sandang juga menyumbang inflasi di Sulsel,” kata dia. Perubahan Indeks Harga Gabungan (IHK) yang terdiri dari empat kota,Makassar, Parepare, Palopo dan Watampone mencatatkan kenaikan harga bahan makanan berdasarkan persentase perubahan IHK Juni 2012 terhadap Desember 2011 mencapai 5,60% dan secara year on year kenaikannya 5,26%.

Dari 11 sub kelompok bahan makanan,tercatat 8 sub kelompok mengalami inflasi, sisanya deflasi. Inflasi tertinggi pada sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 7,63%, diikuti sub kelompok ikan segar 6,71%,begitu pula sub kelompok ikan diawetkan sebesar 3,69%,sub kelompok telur,susu dan hasilnya juga bergeser 0,50%.

“Komoditiyangdominanmenyumbang inflasi adalah ikan layang,ikanbandeng,caberawit, cabe merah,serta beberapa ikan segar lainnya, sebaliknya komoditi yang dominan menyumbang deflasi adalah tomat buah, tomat sayur,minyak goreng,dan beberapa varian sayur mayur,” tutur Bambang. Pada kelompok makanan jadi, minuman dan tembakau, komoditi gula pasir merupakan komoditi yang mengalami kenaikan harga sekaligus penyumbang inflasi terbesar pada kelompok ini.

Hal ini memang telah dipermasalahkan banyak pihak beberapa bulan terakhir. Bahkan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel Hadi Basalamah beberapa waktu lalu berjanji akan melakukan operasi pasar untuk menetralkan harga gula kristal putih di pasaran yang harganya telah jauh melebih harga normal. Harga normal gula kristal putih Rp9.000 hingga Rp10.000 per kilogram (kg), tetapi beberapa pasar tradisional dan modern di Makassar telah menjual gula kristal putih antara Rp13.000 hingga Rp20.000 kg. rahmat hardiansya                 
Read More >>

Jelang Ramadhan, Pemprov Jamin Bahan Pokok Aman


SELASA, 03 JULI 2012 

Bupati/Wali Kota Diminta Perhatikan Stok dan Harga 
MAKASSAR,  –­­ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menjamin ketersediaan stok dan harga kebutuhan bahan pokok jelang Ramadhan hingga lebaran masih tetap aman.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Sulsel, Irman Yasin Limpo, menjelaskan, langkah awal untuk tetap menjaga kestabilan bahan pokok tersebut di Sulsel, Pemprov Sulsel melakukan langkah-langkah pengamanan secara terpadu.
“Kami telah menyampaikan surat pemberitahuan gubernur kepada seluruh bupati dan wali kota se Sulsel untuk tetap aktif mengantisipasi menjaga stok dan harga bahan pokok,” jelas Irman, di ruang kerjanya, Senin, 2 Juli.
Dalam surat tertangal 29 Juni nomor 511 itu, Gubernur Sulsel meminta kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan pelaku usaha di masing-masing wilayah.
Gubernur juga meminta kepada para kepala daerah agar semua aktif melakukan kunjungan kerja ke pasar-pasar tradisional dan gudang pengecer, serta sentra pendistribusian kebutuhan pokok.
Termasuk mengintensifkan pemantauan pasokan dan harga kebutuhan pokok serta pengawasan, terutama pada produk makanan dan minuman yang ada di wilayah kerja masing-masing.
Pemprov juga meminta agar dilakukan koordinasi pada lembaga yang membidangi keamanan dan perhubungan dalam hal memprioritaskan pengangkutan kebutuhan pokok masyarakat.
Selain itu, pemda juga diminta menggelar pasar murah yang dikerjasamakan dengan pelaku usaha di wilayah kerja masing-masing dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
“Termasuk membentuk posko, ini untuk menjadi tempat koordinasi antara pemprov dengan pemkab secara terintegrasi jika ada hal hal yang perlu antisipasi dari pemprov,” ujarnya.
Irman menambahkan, Pemprov Sulsel telah memikirkan langkah untuk menjaga suplai kebutuhan yang dihitung berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya.
“Jadi konsumsi perkapita itu yang harus tetap kami jaga, jika itu terpenuhi maka harga tidak akan berpengaruh, meski tetap akan ada spekulasi dari sejumlah pedagang,” katanya. (eky/ism)
Distributor Gula Terpaksa Naikkan Harga

Sementara soal kenaikan harga gula yang terjadi, Kadisperindag Sulsel, Irman Yasin Limpo, mengaku bahwa kenaikan itu memang terjadi pada harga lelang yang juga naik. Sehingga membuat para distributor juga harus menaikkan harga untuk menutupi kenaikan harga lelang tersebut.
“Kalau soal stok gula kita masih aman, termasuk gula rafinasi untuk industri kita. Apalagi, saat ini kami juga sudah meminta pada semua distributor untuk tidak keluar dari Sulsel tanpa rekomendasi Disperindag Sulsel. Tetapi kami mau menjaga itu, kami tidak akan keluarkan rekomen­dasi gula untuk keluar, karena kita akan menjaga kestabilan stok di Sulsel dulu,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulsel, Hadi Basalamah, menambahkan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan para distributor untuk mengetahui ketahan stok kebutuhan bahan pokok di Sulsel.
Kami melakukan pengamanan dini dengan mengadakan pertemuan dengan para distributor barang yang dikuasai agar menyampaikan
keamanan stok termasuk harga. Mereka menjamin stok bahan pokok kita di Sulsel masih aman jelang Ramadhan dan lebaran tahun 2012 ini,” katanya.
Ia mengurai, untuk posisi stok bahan pokok pertanggal 29 Juni yang masih bisa dikuasai, di antaranya beras, stok gula pasir, tepung terigu, minyak goreng curah, dan daging. (eky/ism)
Read More >>

Nilai Ekspor Sulsel Mei 123 Juta Dolar


Selasa, 03 Juli 2012 

Makassar - Nilai ekspor Sulawesi Selatan pada Mei 2012 mencapai 123 juta dolar AS atau meningkat 91,89 persen dibandingkan April tahun yang sama.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono di Makassar, Senin, menjelaskan, lima komoditas ekspor terbesar Sulsel pada Mei 2012 adalah nikel, kakao, ikan, udang, kepiting, biji-bijian berminyak, tanaman obat serta kayu atau barang dari kayu.

Lima negara tujuan ekspor terbesar masing-masing adalah Jepang yang mencapai 83,01 juta dolar AS, Malaysia 11,59 juta dolar AS, Amerika Serikat 6,52 juta dolar AS, China 4,80 juta dolar AS dan Singapura 4,04 juta dolar AS.

Nilai ekspor Sulsel ke lima negara tersebut mencapai 109,96 juta dolar AS atau 89,40 persen dari total ekspor.

Peningkatan nilai ekspor pada Mei 2012, sangat dipengaruhi besarnya peningkatan nilai ekspor enam kelompok komoditas utama yaitu, nikel, kakao, ikan, udang dan kepiting, biji-bijian berminyak, tanaman obat, buah-buahan serta barang dari batu, gips, semen, dan asbes.

Sedangkan ekspor kelompok komoditas kayu dan barang dari kayu, garam, belerang, kapur, semen, karet dan barang dari karet serta olahan makanan hewan mengalami penurunan.

Sedangkan nilai impor Sulsel pada Mei 2012 mencapai 162,89 juta dolar AS atau meningkat 104,46 persen dibandingkan April 2012.

Singapura, Australia, China, Amerika Serikat dan Kanada merupakan lima negara pemasok utama barang impor ke Sulsel senilai 143,49 juta dolar AS atau 88,09 persen dari total nilai impor Sulsel.

Lima komoditas impor Sulsel pada Mei 2012 adalah bahan bakar mineral dengan nilai impor 86,80 juta dolar AS, gandum-ganduman 37,51 juta dolar AS, pupuk 12,04 juta dolar AS, mesin-mesin atau pesawat mekanik 11,56 juta dolar AS serta kapal, perahu dan bangunan terapung 4,42 juta dolar AS.

Kelima kelompok komoditas tersebut berkontribusi 152,34 juta dolar AS atau 93,53 persen dari total nilai impor Sulsel pada Mei tahun ini. (T.KR-RY/A023)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/40058/nilai-ekspor-sulsel-mei-123-juta-dolar
Read More >>

Gowa Discovery Park Datangkan 2.000 Burung dari Jawa dan Bali

Selasa, 3 Juli 2012
MAKASSAR, -Manajemen Gowa Discovery Park benteng Somba Opu berencana mendatangkan 2.000 burung dengan ratusan spesies dari Jawa dan Bali. Hal ini merupakan salah satu persiapan jelang grand opening gowa discovery park.

Burung-burung tersebut akan menempati 16 kandang dengan berbagai ukuran dengan luas lahan 2,1 hektare. "Ada satu kandang besar yang akan dihuni ratusan burung," kata Sheila manajemen Gowa Discovery Park Selasa, 3/07/2012.

Sheila menambahkan, ada sebagian burung tersebut yang akan dilepas bebas agar bisa berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Meski belum ada kepastian kapan grand opening yang rencananya dibuka gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini digelar, tapi pihaknya mengatakan sudah siap 100 persen. "Kita sih berencana minggu ini, tapi itu belum pasti," ujar salah satu manajemen lainnya Rosida.

Gowa Discovery Park sendiri memadukan tiga jenis wahana yakni Taman Burung, kolam renang (waterbom) dan tree top (out bond) dengan total 7,2 hektare dengan mempekerjakan sekitar 60 karyawan.

Rosida mengatakan konsep yang diterapkan mengadopsi discovery park di Bali dan Jawa."Setahu kami inilah satu-satunya waterbom di Makassar yang memadukan 3 wahana tersebut," katanya. (*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/03/gowa-discovery-park-datangkan-2.000-burung-dari-jawa-dan-bali
Read More >>

SYL Janji akan Evaluasi Program Pendidikan Gratis di Palopo


3 July 2012,
SYL Janji akan Evaluasi Program Pendidikan Gratis di Palopo
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo
Bergulirnya kasus dugaan penyelewengan Dana Pendidikan Gratis (DPG) Kota Palopo tahun 2011, membuat Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, sebagai pencetus program tersebut, berjanji akan segera mengevaluasi program Pendidikan Gratis Kota Palopo.
“Saya belum tahu persis permasalahannya, namun saya berjanji akan mencari tahu dan mengevaluasinya,” ujar Syahrul kepada wartawan saat kunjungannya dalam rangka HUT Kota Palopo ke-10, Selasa (2/7/12).
Menurut Syahrul, jika benar terjadi masalah yang cukup serius dalam penyaluran dana tersebut, maka Pemprov Sulawesi Selatan akan mengambil tindakan serius. “Akan kami tindaki sesuai aturan yang ada,” ujarnya.
Syahrul pun merincikan, program Pendidikan Gratis merupakan salah satu program andalan Pemprov Sulsel selain program kesehatan gratis, sehingga sudah selayaknya kedua program itu dilanjutkan pelaksanaannya.
“Apakah masyarakat masih mau menikmati program pendidikan dan kesehatan gratis, kalau masih mau maka sudah selayaknya masyarakat untuk memilih pemimpin yang telah sukses melaksanakan program itu selama lima tahun terakhir ini,” ungkap Syahrul.
Seperti diketahui, dalam penyaluran Dana Pendidikan Gratis Kota Palopo tahun 2011 lalu, diduga telah terjadi penyalahgunaan sehingga anggaran yang diperuntukkan bagi pembayaran honor guru, satpam, dan bujang sekolah itu tidak tersalurkan kepada peruntukannya.
Bahkan, Kejaksaan Negeri Palopo telah menyidiki kasus ini dan menetapkan dua orang tersangka yang diduga bertanggung jawab, keduanya yakni Kepala Dinas Pendidikan palopo Muhammad Yamin, dan PPTK DPG Tahun 2011, Ridwan.
Kepala Kejaksaan Negeri Palopo Oktavianus mengatakan, terkait penyidikan kasus ini, pihaknya tinggal menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait kasus ini. “Informasi yang kami peroleh dari BPKP, hasilnya sudah akan keluar pekan depan,” ungkap Oktavianus. (b)
Read More >>

Moko Segera di Distribusikan ke Daerah

SELASA, 03 JULI 2012 

2013, Siap Gandeng Lembaga Pembiayaan
MAKASSAR, — Sebanyak 40 unit Mobil toko (Moko) untuk pengerjaan tahap kedua tahun anggaran 2012 bakal segera rampung. Hingga kini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel, sisa menunggu nomor polisi (Nopol) terbit sebelum moko tersebut di Distribusikan untuk dipasarkan di kabupaten kota.
Kepala Disperindag Sul­sel, Irman Yasin Limpo, menjelaskan bahwa produksi Moko tahap kedua ini akan dipasarkan ke Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui pemerintah kabupaten dan kota se Sulsel.
“Kalau untuk distribusi ini akan melalui Pemerintah kabupaten kota yang menentukan kriteria UKM yang akan mendaptkan itu. Jumlahnya per kabupaten kota itu tidak sama, sebab jumlah UKM setiap daerah itu tidak sama. Jadi jumlah untuk Selayar misalnya tidak akan sama dengan Kota Makassar, karena jumlah UKM-nya juga pasti tidak sama,” jelas Irman, di kantor gubernur, Senin, 2 Juli.
Sejauh ini, lanjut Irman, dengan mengandeng PT Inka dalam produksi Moko, dinilai cukup memudahkan memudahkan untuk melakukan pemasaran, sebab akan memudahkan dalam proses kelengkapan surat-surat kendaraan, semisal faktur dan BPKB.
Termasuk dengan menggandeng Daewoo, yang bisa memberikan bantuan dari sisi teknis, baik dalam hal teknologi dan mo­dernisasi otomotif.
Lanjut, Irman menjelaskan bahwa pengadaan Moko pada 2011 lalu, merupakan produksi prototype Moko sebagai hibah yang peruntukannya khusus bagi UKM di Sulsel.
Ia menambahkan, pada tahun 2013 mendatang, Pemprov Sulsel berencana untuk menggandeng lembaga pembiayaan dalam memproduksi Moko, yang dikerjasamakan dengan Perusda.
“Kami berharap nanti 2013 produksi Moko bisa menggandeng semacam lembaga yang bisa membiayai produksinya. Jadi, jika harganya berkisar Rp40 juta, maka itu akan dijual Rp50 juta kalau lembaga pembiayaan ini mau untung,” jelasnya. (eky/mri)
Read More >>

NTP Sulsel Naik


SELASA, 03 JULI 2012 

MAKASSAR, — Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Sulsel selama bulan Juni 2012 ini tercatat sebesar 108, 31 atau mengalami kenaikan sebesar 0,47%.
Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel, Bambang Pramono, mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan pada Juni 2012, NTP Sulsel secara umum mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan bulan Mei 2012, yakni dari 107,81 menjadi 108,31.
“Ini disebebkan kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian lebih besar dibandingkan dengan kenaikan harga indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian,” jelas Bambang Pramono, kepada wartawan, Senin, 2 Juli.
Lanjut, ia mengatakan, pada Bulan Juni 2012, NTP masing-masing subsector tercatat sebesar 111,73 untuk subsector Padi dan Palawija (NTP-P), 105,42 untuk subsector Hortikultura (NTP-H), 106,96 untuk subsector Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R), 96,76 untuk subsector Peternakan (NTP-Pt) dan 112,43 untuk subsector perikanan (NTP-Pi).
Penyajian Nilai Tukar Petani (NTP),  masih kata dia, dimulai untuk data bulan Desember 2008 pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2007 (2007=100).
Penghitungan NTP baru ini meliputi 32 Provinsi dan mencakup 5 subsektor, yaitu subsector padi dan Palawija, Hortikultura, Tanaman Perkebunan Rakyat, Peternakan dan perikanan. (eky/mri)
Read More >>

Market Share Bank Syariah di Sulsel Ungguli Nasional


SELASA, 03 JULI 2012 

MAKASSAR, - Bank syariah di Sulsel memiliki kinerja kerja yang lebih baik, betapa tidak market sharenya  mencapai 5,2% , hingga bulan Mei kemarin. Angka ini melampaui market share nasional yang mencapai 4,1%.
Bahkan diprediksi jumlahnya akan terus merangkak naik seiring ada trend positif dari kinerja bank syariah yang ada di Makassar. Baik itu dari segi penyaluran kredit dan dalam menghimpun dana masyarakat.
Hal ini berdasarkan data Bank Indonesia (BI)yang dikemukakan Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah I Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Arief Budi Santoso di Kantor BI Makassar Jalan Jend Sudirman, Senin, 2 Juli.Arief optimisi jika bank syariah di daerah ini akan terus berkembang. Apalagi market share ini sudah melampui market share nasional, terlebih lagi jika dibandingkan dengan daerah lain.
“Kalau dilihat dari catatan yang ada, trendnya bank syariah di daerah ini sangat pesat perkembangan, aopalagi mereka sudah mampu melewati market share nasional,” terangnya.
Dia mengakui bahwa jika dibandingkan dengan bank konvesional, bank syariah memang masih jauh tertinggal. Namun kondisi ini masih bisa dimaklumi karena keberadaan bank syariah bisa dikatakan masih baru, termasuk jumlah bank syariah yang ada saat ini masih relatif kecil.
Dikatakannya, total aset perbankan syariah per April 2012 mencapai Rp3,41 triliun. Sehingga ada peningkatan  64,79 % dibandingkan bulan sebelumnya.
Arief melihat jika bank syariah belum maksimal di daerah ini, karena jumlah bank syariah yang terbatas, sehingga pangsa pasar mereka juga terbatas.
Arief melihat bahwa perkembangan bank syariah akan lebih pesat lagi,jika bank syariah berani membuka cabang pada tingkat daerah, karena jangkauannyalebih luas, pasalnya ekonomi Sulsel ditopang oleh 24 kabupaten dan kota yang ada.
Pengamat ekonomi syariah dari Unhas , Prof Halide menilai bahwa hingga saat ini keberadaan bank syariah belum familiar dengan masyarakat. Terutama bagi mereka yang awam. Sehingga masih perlu dilakukan sosialisasi dan kampanye bagi masyarakat,seperti apa bank syariah tersebut.
“Kendalanya yang saya tangkap adalah masih banyaknya masyarakat yang belum paham seperti apa itu bank syariah, sehingga masih banyak yang memilih bank konvesional,” ujarnya.
Olehnya itu, Prof Halide berharap agar pemerintah dan pengelola bank syariah harus menerus melukan edukasi kepada masyarakat akan bank syariah. Menurutnya hal ini penting, baik untuk perbankan sendiri maupun masyarakat sebagai konsumen. 
Guru besar Universitas Hasanuddin ini sepakat agar bank syariah memperluas jaringannya dengan membuka cabang-cabang syariah di daerah, sehingga memudahkan bagi masyarakat untuk melakukan akses jika bersentuhan dengan bank syariah. (mg4/mri)
Read More >>

Senin, 02 Juli 2012

Kesiapan Angkutan Lebaran Terpadu 2012 di Sulawesi Selatan


Rapat koordinasi angkutan umum lebaran 2012 yang dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, H. A. Muallim di Ruang Data Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin, 2 Juli 2012. Sekda mengatakan bahwa semua sektor perhubungan, baik darat, laut, dan udara harus siap dalam bentuk terpadu sesuai dengan keputusan Menteri Perhubungan KP 218 tahun 2012 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2012 (1433 H) dan keputusan Gubernur Sulawesi Selatan 1794/VI/Tahun 2012 Tanggal 25 Juni 2012 tentang Pembentukan Tim Koordinasi Pelaksanaan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran terpadu Tahun 2012 (1433 H). Sekda juga meminta kepada Dinas Perhubungan untuk menyiapkan posko terpadu, khususnya di jalan poros Makassar – Bone yang sering terjadi kemacetan yang sangat parah.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan Selatan, A. Masykur A. Sulthan mengatakan bahwa jembatan timbang di-non aktifkan fungsinya selama bulan suci ramadhan, kecuali melampaui batas kapasitas angkutan. Organda juga diminta untuk tidak menaikkan tarif angkutan umum diatas 20 persen, dan apabila kedapatan menaikkan tarif diatas ketentuan yang sudah ditetapkan, maka surat izin angkutan umum tersebut akan dicabut.
Selain hal di atas, Kadis Perhubungan juga meminta kepada Perusahaan Daerah Terminal Kota Makassar agar menghimbau kepada sopir-sopir angkutan daerah/kota untuk tidak menurunkan penumpang sebelum masuk terminal selama bulan ramadhan hingga H+7 lebaran. Selain itu, bus angkutan umum tidak boleh menaikkan barang di atas atap maupun di belakang bus. Dan apabila diindahkan, maka akan dikenakan sangsi berupa pencabutan izin trayek.
Sementara untuk angkutan udara, pihak Angkasa Pura diminta untuk dapat mengatur alur naik dan turun penumpang di bandara agar tidak terjadi lonjakan antrian dan pengaturan kendaraan di pintu masuk bandara. Dan untuk angkutan laut, pihak pelabuhan diminta agar dapat mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang dan kesiapan armada. Untuk penyeberangan di pelabuhan bira, pemerintah kabupaten diminta kerjasamanya agar tidak terjadi kelangkaan BBM untuk kapal-kapal rakyat. Dan untuk penyeberangan Bajoe – Kolaka tidak perlu merasa risau, karena armada Angkatan Laut sudah menyiapkan 8 armada.
Sementara Kepala Sub Bagian Polisi Lalu Lintas, AKBP. H. Yahya Samosir yang mewakili Ditlantas, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk melakukan kerjasama dengan Dinas Perhubungan terkait dengan arus lebaran 2012 di Sulawesi Selatan.
Yy / Sv (Senin, 2 Juli 2012)

Read More >>

Pamanca Didorong Jadi Ikon Sulsel


Senin, 02 Juli 2012
MAKASSAR– Seni bela diri tradisional Pamanca diharapkan menjadi salah satu ikon budaya Sulsel.Dengan promosi yang gencar, warisan leluhur ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Makassar.

Pengurus Badan Pengembangan Promosi Pariwisata Makassar (BP3M) Dede Leman mengatakan, seni bela diri tradisional Pamanca cukup unik dan memiliki atraksi yang bisa menarik minat wisatawan. Hanya saja, warisan budaya ini kurang mendapat perhatian dan promosi sehingga terkesan terlupakan. “Seharusnya seni bela diri tradisional ini bisa menjadi ikon budaya Sulsel sebab atraksinya seperti aksi saling tusuk menusuk dalam satu sarung bisa jadi jualan menarik bagi wisatawan asing,”ungkapnya.

Dia menjelaskan, Sulsel selama ini krisis ikon pariwisata maupun budaya yang khas. Akibatnya pelaku industri pariwisata sulit memetakan potensi objek,daya tarik,maupun budaya daerah yang telah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah daerah setempat untuk dijual sebagai destinasi. “Kalau pemerintah daerah peka, mereka akan coba memfasilitasi festival maupun event budaya seperti pagelaran Pamanca. Kalau anggaran yang menjadi persoalan, paling tidak mereka bisa mengeluarkan rekomendasi agar pihakpihak yang terkait bisa mendukung kegiatan tersebut,” paparnya di sela-sela Festival Pencak Silat Tradisional 2012 di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, kemarin.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan Tapak Suci Tournament 2012 yang melibatkan utusan masing-masing daerah yang difasilitasi oleh pemerintah kabupaten/kota setempat dari Sulsel dan Sulbar. Sementara itu,Ketua Perguruan Tapak Suci Unismuh Makassar Haeruddin Makkasau mengatakan,Pamanca adalah bagian dari budaya seni bela diri khas masyarakat Sulsel. “Namun perlahan-lahan mulai ditinggalkan generasi muda, karena banyaknya seni budaya dari Jepang,China dan Korea yang sudah menggeser beberapa perguruan bela diri di Sulsel.Perguruan silat lokal termasuk Pamanca semakin sulit berkembang, mereka tidak mampu lagi bertahan,”kata dia.

Haeruddin khawatir seni bela diri peninggalan budaya Sulsel ini akan tenggelam jika pemerintah daerah di Sulsel tidak mencoba mengangkat budaya ini sebagai ikon daerah. “Anak muda kita sekarang sudah banyak yang tidak mengenal seni bela diri ini. Perguruan- perguruan silat daerah semakin kekurangan generasi penerus, akibatnya mereka tutup dengan sendirinya,” ucapnya. rahmat hardiansya
 
Read More >>