| Selasa, 10 Juli 2012 | |
| AKASSAR –
Dana talangan PT Industri Kapal Indonesia (IKI) dari Kementerian Badan
Usaha Milik Negara (BUMN) senilai Rp260 miliar akan dicairkan secara
bertahap mulai Agustung mendatang. Direktur PT IKI Makassar Fajar Harry Sampurno Kuffal mengungkapkan, pemberian dana talangan tersebut sudah diproses dan telah disetujui oleh DPR. Saat ini, pihaknya sisa menunggu pencairannya dari Pemerintah Pusat. “Kita perkirakan dana dari Kementerian BUMN ini akan cair pada akhir Agustus ini,” ungkap Fajar kepada wartawan kemarin. Dia mengklaim, hingga saat ini perusahaan yang dipimpinnya telah bangkit dari keterpurukan. Buktinya, kata Fajar,PT IKI telah melakukan perbaikan terhadap 26 unit kapal laut.Kapal yang menjalani perbaikan tersebut diantaranya jenis tangker, ferry, kapal penumpang, serta satu unit kapal pesiar dari Australia. “PT IKI sekarang sudah mulai bangkit. Kami sudah siap melaksanakan pembangunan kapal. Kita sudah perbaiki lebih dari 26 kapal di Makassar,” ujar dia usai menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rujab Gubernur. Menurutnya,anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan ke-26 unit kapal tersebut mencapai Rp20 miliar, yang bersumber dari anggaran yang dimiliki oleh PT IKI. Dia pun berharap, dengan cairnya dana talangan dari pemerintah pusat,BUMN yang dipimpinnya bisa lebih bergeliat. Pasalnya, anggaran tersebut akan dipakai untuk membiayai perbaikan graving dock serta slep way. Diketahui,PT IKI Makassar kolaps pada 1998 lalu bertepatan dengan krisis moneter.Akibat fluktuasi nilai rupiah terhadap dollar Amerika pascakrisis moneter, utang perusahaan terus menumpuk hingga mencapai Rp200 milar. Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, PT IKI tak sepantasnya mengalami kemerosotan seperti yang terjadi selama ini. Menurut dia, BUMN ini merupakan kebanggaan milik masyarakat Sulsel. Olehnya itu, dia meminta kepada Kementerian BUMN, penanganan PT IKI tak boleh dijadikan second industri dari perusahaan lainnya.“Saya justru merasa tak pantas PT IKI hanya seperti sekarang, apalagi bankrut.Kecuali kalau memang terjadi korupsi di dalamnya,” jelas Syahrul. Mantan Bupati Gowa ini pun menginginkan kepada manajemen PT IKI untuk memperlihatkan kinerjanya secara nyata pada tahun ini.Selain itu, dia berjanji akan melakukan kunjungan untuk melihat hasil yang dicapai selama ini. “Kita di Sulsel menunggu membaiknya PT IKI. Mudahmudahan manajemen tak membuat saya kecewa. Saya juga katakan,bahwa saya siap ambil alih PT IKI kalau masih ngalor-ngidul. Saya pertaruhkan jabatan saya untuk ini,” tegasnya. wahyudi |
Selasa, 10 Juli 2012
Dana Talangan PT IKI Cair Agustus
Kelangkaan Solar- Gubernur Minta Laporan Pertamina
| Selasa, 10 Juli 2012 | |
| MAKASSAR
– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berjanji segera memanggil
manajemen PT Pertamina Regional VII Makassar terkait kelangkaan bahan
bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di Kota Makassar dan daerah
lainnya. Pemanggilan tersebut untuk mengetahui bagaimana kondisi serta ketersediaan stok BBM terutama menjelang bulan suci Ramadan 1433 H di 24 kabupaten/ kota di Sulsel. “Saya sudah telepon General Manager (GM) Pertamina RegionalVII Makassar.Minggu ini dia harus lapor ke saya,separah apa kondisi BBM yang ada,”jelasnya kepada wartawan kemarin. Dengan mengetahui kondisi yang ada, dia berharap Pemprov Sulsel dan Pertamina,serta pihak lainnya,bisa mengambil langkah sehingga kedepannya kelangkaan solar bisa diminimalisir. Berdasarkan pantauan SINDO, sejak akhir pekan lalu, kelangkaan solar terjadi mulai dari Kota Makassar,Wajo, Luwu, hingga Luwu Timur (Lutim). Beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bahkan sudah beberapa hari tak mendapatkan jatah solar dari PT Pertamina Regional VII Makassar. Meski demikian, kata gubernur, kelangkaan BBM jenis solar di Sulsel tak separah dengan provinsi lainnya. “Kemarin saya telepon sama GM Pertamina untuk mengontrol lima titik utama di Sulsel. Salah satunya itu di Palopo,”tandasnya. Sementara itu,External Relation Pertamina Region VII Makassar Rosina Nurdin yang dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya telah menambah penyaluran solar sebesar 20% untuk mengatasi kelangkaan di tengah masyarakat.Sebelumnya, Pertamina hanya menyuplai 180 KL BBM jenis solar ke sejumlah SPBU di Sulsel. Hal ini untuk mengatur penyaluran BBM bersubsidi sehingga mencukupi dengan kuota yang diberikan dari pemerintah pusat. “Kita telah menambah suplai sebesar 20%. Sebelumnya hanya 180 KL, dengan penambahan ini berarti yang kita salurkan 220 KL,”katanya. Menurut Rosina, dengan kuota penyaluran 180 KL,sebelumnya dianggap mencukupi untuk kebutuhan di Sulsel. ● wahyudi |
Pemprov Sulsel Fokuskan Baperstok
Selasa, 10 Juli 2012
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, adanya kenaikan harga barang kebutuhan bahan pokok merupakan gejolak yang terjadi secara nasional. Apalagi saat ini menjelang bulan Ramadhan.
Meski begitu, ia mengaku untuk tetap mengantisipasi terjadinya lonjakan harga, maka Pemprov Sulsel saat ini siap terlebih dahulu harus fokus pada persiapan baperstok lebih dahulu.
“Ini semua perlu pengaturan-pengaturan. Insya Allah satu pekan ini perhatian saya lari ke sana. Makanya yang selalu saya lakukan adalah mempersiapkan bapperstok dulu, kemudian pengaturan dan pengawalan pendistribusiannya serta bagaimana kita menekan kebijakannya,” jelas Syahrul, Senin, 9 Juli.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini juga mengatakan, akan segera memanggil seluruh unit kerja yang terkait dengan itu.
“Ini hari juga akan saya panggil seluruh unit kerja terkait. Dan setelah itu, mereka harus rapat dengan kabupaten/kota untuk menentukan langkah selanjutnya. Ini kami lakukan supaya stok untuk semua kebutuhan pokok tercukupi rakyat bisa tercukupi,” katanya.
Mantan Wakil Gubernur Sulsel ini juga mengatakan bahwa biasanya, yang dilakukan Pemprov Sulsel untuk penanganan itu dengan tiga agenda itu, yakni siapkan baperstok, pengaturan dan pengawalan pendistribusian serta menekan kebijakan itu.
“Biasanya cara ini juga cukup berhasil. Mudah-mudahan ini bisa kita atasi, dan kalau memang tetap tidak bisa, maka kami akan melakukan operasi pasar,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan, ketersediaan stok kebutuhan bahan pokok jelang Ramadhan hingga Lebaran masih aman.
Untuk itu, kata dia, langkah awal untuk tetap menjaga kestabilan bahan pokok tersebut di Sulsel, Pemprov Sulsel melakukan langkah-langkah pengamanan secara terpadu.
“Kami telah menyampaikan surat pemberitahuan gubernur kepada seluruh bupati dan wali kota se Sulsel untuk tetap aktif mengantisipasi menjaga stok dan harga bahan pokok,” jelas Irman, beberapa waktu lalu.
Dalam surat tertangal 29 Juni nomor 511 itu, Gubernur Sulsel meminta kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan pelaku usaha di masing-masing wilayah.
Gubernur juga meminta kepada para kepala daerah agar semua aktif melakukan kunjungan kerja ke pasar-pasar tradisional dan gudang pengecer, serta sentra pendistribusian kebutuhan pokok.
Termasuk mengintensifkan pemantauan pasokan dan harga kebutuhan pokok serta pengawasan, terutama pada produk makanan dan minuman yang ada di wilayah kerja masing-masing.
Pemprov juga meminta agar dilakukan koordinasi pada lembaga yang membidangi keamanan dan perhubungan dalam hal memprioritaskan pengangkutan kebutuhan pokok masyarakat.
Selain itu, pemerintah kabupaten kota juga diminta menggelar pasar murah yang dikerjasamakan dengan pelaku usaha di wilayah kerja masing-masing dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
“Termasuk membentuk posko, ini untuk menjadi tempat koordinasi antara pemprov dengan pemkab secara terintegrasi jika ada hal hal yang perlu antisipasi dari pemprov,” ujarnya.
Irman menambahkan, Pemprov Sulsel telah memikirkan langkah untuk menjaga suplai kebutuhan yang dihitung berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya.
“Jadi konsumsi perkapita itu yang harus tetap kami jaga, jika itu terpenuhi maka harga tidak akan berpengaruh, meski tetap akan ada spekulasi dari sejumlah pedagang,” katanya. (eky/ute)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/provinsi/pemprov-sulsel-fokuskan-baperstok
SYL: Handuk-Radio Simbol Kerja, Bukan Baliho
Selasa, 10 Juli 2012
MAKASSAR,
TRIBUN-TIMUR.COM--Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL)
memiliki komitmen tinggi untuk terus memajukan sektor pariwisata
Sulawesi Selatan (Sulsel). Banyaknya daerah wisata di kawasan Sulsel
merupakan potensi ekonomi yang harus dikembangkan oleh pemerintah demi
peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Sulsel, Gubernur Syahrul telah mencanangkan program Visit Sulsel 2012. Melalui kegiatan ini, tempat-tempat wisata di Sulsel diharapkan semakin dikenal dan menjadi destinasi utama wisatawan domestik maupun asing.
Agar promosi wisata ke Sulsel semakin menggema, Gubernur Syahrul kembali mengajak masyarakat Sulsel untuk ikut menyukseskan program tersebut.
Sebagai langkah konkretnya, Pemerintah Provinsi Sulsel, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel dan Bosowa menggelar “Grand Launching dan Pemantapan Kembali Visit Sulsel 2012” di Fort Rotterdam, Makassar, Selasa (10/7).
Dalam kesempatan pemantapan Visit Sulsel 2012 tersebut, Gubernur Syahrul menempelkan stiker Visit Sulsel 2012 kepada 10 taksi Bosowa secara simbolis. Nantinya, 2000 taksi milik Bosowa akan dipasangi stiker Visit Sulsel 2012. Para sopir taksi juga diminta sebagai penyambut wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke Sulsel.
Saat wisatawan naik taksi, Gubernur Syahrul akan menyambut tetamu dengan mengucapkan selamat datang di radio taksi. Langkah ini sebagai salah satu langkah untuk menyosialisasikan sektor pariwisata Sulsel.
Selain menempelkan stiker Visit South Sulawesi 2012, Gubernur Syahrul juga mengalungkan handuk kepada perwakilan pengusaha, organisasi massa, sopir taksi, dan media.
“Handuk dan radio ini sebagai simbol kerja. Sulsel bisa sukses hanya dengan kerja, bukan dengan baliho dan spanduk,” kata Syahrul, pada acara “Grand Launching dan Pemantapan Kembali Visit Sulsel 2012” di Benteng Rotterdam, Makassar, Selasa (10/7/12).
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/10/syl-handuk-radio-simbol-kerja-bukan-baliho
Per Mei 2012, Kredit Tersalur di Sulsel Capai Rp 61,59 triliun
Selasa, 10 Juli 2012
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank Indonesia (BI) terus mendorong
perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk meningkatkan penyaluran
kreditnya di sektor produktif. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan
ekonomi Sulsel lebih berkualitas.
Peneliti Ekonomi Madya Senior BI, Gusti Raizal Eka P, mengatakan, sektor rill memang berperan penting dalam menggerakkan perekonomian, olehnya itu, perbankan perlu untuk lebih mendorong lagi peningkatan pembiayaan produktifnya.
Berdasarkan data BI per Mei 2012, secara umum, pertumbuhan penyaluran kredit bank umum di Sulsel memperlihatkan pertumbuhan yang positif. Penyaluran kredit mencapai Rp 61,59 triliun atau mengalami peningkatan sekitar 26,7 persen dari penyaluran kredit tahun lalu di periode yang sama yakni sebesar Rp 48,62 triliun.(*)
Peneliti Ekonomi Madya Senior BI, Gusti Raizal Eka P, mengatakan, sektor rill memang berperan penting dalam menggerakkan perekonomian, olehnya itu, perbankan perlu untuk lebih mendorong lagi peningkatan pembiayaan produktifnya.
Berdasarkan data BI per Mei 2012, secara umum, pertumbuhan penyaluran kredit bank umum di Sulsel memperlihatkan pertumbuhan yang positif. Penyaluran kredit mencapai Rp 61,59 triliun atau mengalami peningkatan sekitar 26,7 persen dari penyaluran kredit tahun lalu di periode yang sama yakni sebesar Rp 48,62 triliun.(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/10/per-mei-2012-kredit-tersalur-di-sulsel-capai-rp-6159-triliun
Gubernur Minta IKI Membuat Terobosan
BERBINCANG. Direktur Utama PT IKI Fajar Harry Sampurno Kuffal (kiri) berbincang dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rujab Gubernur Sulsel, Senin, 9 Juli.
"Saya mau melihat tahun ini PT IKI sudah ada terobosan, dan harus bangkit," kata Syahrul usai menerima Direktur PT IKI Fajar Harry Sampurno Kuffal, di Rumah Jabatan Gubernur, Senin 9 Juli.
Syahrul mengatakan, Indonesia, khususnya Sulsel sangat membutuhkan kapal. Oleh karena itu, dia meminta agar PT IKI membuat rancangan agar bisa mengajukan anggarannya ke pemerintah. "Ajukan kepada saya, nanti saya yang terobos untuk dapatkan anggarannya," ujarnya.
Menurutnya, PT IKI tidak pantas seperti sekarang. IKI kata dia, adalah kebanggaan di Sulsel oleh karena itu penanganannya tidak boleh sebagai second industry atau second business.
"Itu sudah saya sampaikan kepada Menteri BUMN dan orang-orang IKI. Oleh karena itu, saya justru merasa tidak pantas IKI hanya seperti sekarang apalagi bangkrut, kecuali kalau korupsi memang di dalamnya," terangnya.
Sementara, Direktur PT IKI Fajar Harry Sampurno Kuffal, berharap agar Gubernur Sulsel bisa mensupport PT IKI dalam memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. Termasuk, dukungan untuk membuat terobosan agar PT IKI bisa eksis.
PT IKI mendapat bantuan dari APBN tahun senilai Rp260 miliar dan akan dikucurkan Agustus tahun ini. Oleh karena itu, pihaknya juga terus berbenah termasuk perbaikan sarana dan renovasi kapal (grafing dock), serta persiapan sistem. Khusus graffing dock, bagian pintu sudah rampung dan telah diresmikan pada 22 Maret lalu.
Saat ini, pihaknya memperbaiki bagian lain, seperti pompa. Pengerjaan ini, katanya, sudah dilakukan sejak Januari lalu. "Sejak Januari hingga sekarang, sudah ada 26 kapal yang masuk termasuk Angkutan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP)," ungkapnya.
Saat ini, pihaknya juga mengembangkan kerja sama dengan BUMN lain. Setelah bekerja sama dengan PT Semen Tonasa, PT Krakatau Steel (KS), PT ASDP, serta PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), kali ini PT IKI Makassar menggandeng PT Biro Klasifikasi Indonesia dan BRI.
Bentuk kerja sama dengan BRI menurutnya, yaitu bersinergi dalam pembuatan ID Card karyawan serta pengaturan rekening untuk sistem penggajian via BRI. (aci/upi)
Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120710013153-gubernur-minta-iki-membuat-terobosan
Jalur Perintis-Tol Kurangi Kemacetan
Pemprov Anggarkan Pembangunan Jalan Rp10 M
Ilustrasi
Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Abdul Latief mengatakan, anggaran Rp10 miliar itu untuk pembangunan jalan sepanjang satu kilometer. Ruas jalur alternatif yang akan dibangun direncanakan sepanjang lima kilometer.
"Pembangunannya secara bertahap, jadi belum bisa tembus tahun ini. Hanya satu kilometer dahulu yang bisa dikerjakan untuk pematangan dan pengaspalannya. Tahun berikut dianggarkan lagi," kata Latief, Senin, 9 Juli.
Jalur alternatif ini direncanakan dimulai dari samping kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea. Rencana pembangunan dalam proses persiapan lelang.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang mengatakan, pembangunan jalur alternatif yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Tol Sutami sudah mendesak. "Bisa dibayangkan kalau Jembatan Tello rusak atau sangat padat, maka pengguna jalan akan lewat mana? Makanya perlu jalur lain," tuturnya.
Namun, pembangunan jalur alternatif ini juga perlu perencanaan matang. Pemprov Sulsel mempertimbangkan pembangunan jalan tersebut tidak dengan menimbun lahan, terutama pada lahan eksisting berupa rawa-rawa.
Selain pertimbangan lingkungan, juga harus mengantisipasi pertumbuhan kawasan pasca pembangunan jalan. Pengembangan kawasan seperti yang terjadi setelah pembangunan Jalan Tun Abdul Razak atau Jalan Hertasning Baru, tidak boleh terjadi di sepanjang jalur alternatif Perintis-Tol.
"Tidak boleh ada pengembangan kawasan seperti pembangunan perumahan dan lainnya. Kalau semua menimbun lahan akibat pertumbuhan kawasan, tidak ada lagi area resapan air. Air akan sulit mengalir," kata Agus.
Apalagi, jalur alternatif ini cukup dekat dengan Sungai Tello. Makanya, bila pemerintah memberi kesempatan kepada masyarakat untuk membuka kawasan dengan menimbun semua lahan, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah banjir yang sulit teratasi di kemudian hari.
Salah satu perencanaan pembangunan jalan yang dipertimbangkan di kawasan ini dengan konsep jalan melayang. Selain mempertahankan kondisi lingkungan, juga bisa mengantisipasi penimbunan lahan oleh pertumbuhan kawasan akibat terbukanya akses jalan.
"Kita mau seperti jalan akses menuju Cengkareng atau jalur yang akan ke bandara di Surabaya. Rencananya seperti jalan melayang. Tidak ada pengembangan kota, hanya pembangunan jalan akses saja. (rif/pap)
Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120709194142-jalur-perintistol-kurangi-kemacetan
BUMN, Kadin, Distributor Siap Operasi Pasar
Zulkarnain Arief
"Kita tak mau ambil risiko, biasanya jelang Ramadan harga secara alami bergerak naik. Makanya, antisipasi kami, menggelar pasar murah di beberapa titik," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel Zulkarnain Arief, usai rapat persiapan Pasar Murah di Warkop 57 Makassar, Senin 9 Juli.
Menurut Zulkarnain, Pasar Murah hanya untuk memastikan penyediaan stok pangan dalam keadaan aman selama Ramadan sampai dengan Idulfitri 1433 H. Selain itu, Kadin juga akan mengawal seluruh matarantai pengelolaan produk pangan yang dibutuhkan masyarakat.
"Ada sembilan jenis bahan konsumsi dalam satu paket. Kita dibantu teman-teman dari BUMN dan distributor untuk pengadaan barang. Harganya tentu di bawah harga pasar," tuturnya.
Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulsel Hadi Basalamah mengatakan, harga sembako di Pasar Murah dijamin 30 persen lebih rendah dari harga di toko. Khusus di Makssar, kata dia, Pasar Murah yang melibatkan stakeholder sembilan bahan pokok, akan digelar di empat titik.
"Kami belum tentukan titiknya. Tim Pasar Murah masih akan menggelar rapat untuk menentukan jadwal sekaligus tempat pelaksanaannya," terang Hadi.
Adapun sembilan bahan pokok yang akan ditawarkan dalam Pasar Murah adalah beras, terigu, susu, minyak goreng, mentega, gula pasir, telur, dan mi instan. "Pasar Murah nantinya akan mengendarkan 1.000 paket," ucap Hadi.
Pemerintah kata Hadi, juga meminta aparat keamanan mengawal mobilitas barang konsumsi selama Ramadan sampai dengan Idulfitri 1433 H. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan rasa nyaman bagi pengguna jasa transportasi.
"Kelancaran transporasi barang, terutama hasil bumi, harus juga menjadi perhatian karena jika tak lancar, hasil bumi bisa cepat busuk," katanya. (aci/upi)
Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120710013513-bumn-kadin-distributor-siap-operasi-pasar
Bulog Sulsel Jamin Harga Beras Stabil
Selasa, 10 Juli 2012
Makassar - Kepala Divre Perum Bulog Sulsel Tommy S Sikado menjamin
harga beras stabil menjelang Ramadhan, karena beras yang dikuasai Bulog
Sulsel mencapai 208 ribu ton.
"Jumlah tersebut dapat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Sulsel dan Sulbar hingga 24 bulan ke depan," kata Tommy di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, asumsi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat di daerah ini selama setahun, karena rata-rata kebutuhan konsumsi masyarakat di wilayah kerjanya hanya 7.600 ton per bulan.
Dengan ketahanan beras tersebut, lanjut dia, masyarakat Sulsel dan Sulbar tidak perlu khawatir dengan lonjakan harga beras akibat kekurangan stok.
"Yang jelas, ketersediaan beras Sulsel aman. Sedang apabila ada praktek spekulan yang mencoba memainkan harga saat kebutuhan meningkat, tim kami senantiasa melakukan pengawasan," katanya.
Hal itu merupakan upaya Bulog dalam menjalankan fungsi pengawasan dengan memantau semua kemungkinan penyebab melonjaknya harga beras di pasaran.
Dia mengatakan, jadi mulai dari produksi, distribusi hingga ke tingkat pengecer, kami sudah menyiapkan tim untuk melakukan pengawasan. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat melindungi masyarakat dari ulah para spekulan.
Sementara itu, harga beras jenium medium yang merupakan tanggung jawab Bulog dalam menstabilkan harga, rata-rata di pasar tradisional dijual seharga Rp6.500 - Rp6.800 per liter.
"Beras medium ini harganya relatif stabil, hanya beras kualitas utama yang mengalami sedikit kenaikan seperti beras Kepala atau Kristal hanya mencapai Rp7.800 per kg, bahkan beras Celebes ada yang menjual hingga Rp8.300 per kg," kata salah seorang penjual beras di Pasar Terong, Makassar Sumaenah. (T.S036/B008)
"Jumlah tersebut dapat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Sulsel dan Sulbar hingga 24 bulan ke depan," kata Tommy di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, asumsi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat di daerah ini selama setahun, karena rata-rata kebutuhan konsumsi masyarakat di wilayah kerjanya hanya 7.600 ton per bulan.
Dengan ketahanan beras tersebut, lanjut dia, masyarakat Sulsel dan Sulbar tidak perlu khawatir dengan lonjakan harga beras akibat kekurangan stok.
"Yang jelas, ketersediaan beras Sulsel aman. Sedang apabila ada praktek spekulan yang mencoba memainkan harga saat kebutuhan meningkat, tim kami senantiasa melakukan pengawasan," katanya.
Hal itu merupakan upaya Bulog dalam menjalankan fungsi pengawasan dengan memantau semua kemungkinan penyebab melonjaknya harga beras di pasaran.
Dia mengatakan, jadi mulai dari produksi, distribusi hingga ke tingkat pengecer, kami sudah menyiapkan tim untuk melakukan pengawasan. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat melindungi masyarakat dari ulah para spekulan.
Sementara itu, harga beras jenium medium yang merupakan tanggung jawab Bulog dalam menstabilkan harga, rata-rata di pasar tradisional dijual seharga Rp6.500 - Rp6.800 per liter.
"Beras medium ini harganya relatif stabil, hanya beras kualitas utama yang mengalami sedikit kenaikan seperti beras Kepala atau Kristal hanya mencapai Rp7.800 per kg, bahkan beras Celebes ada yang menjual hingga Rp8.300 per kg," kata salah seorang penjual beras di Pasar Terong, Makassar Sumaenah. (T.S036/B008)
Senin, 09 Juli 2012
Gubernur Syahrul Minta PT IKI Dibenahi
Senin, 9 Juli 2012
MAKASSAR,-Gubernur
Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, meminta agar PT Industri Kapal Indonesia
(IKI), segera dibenahi. Bahkan, ia berharap, tahun ini PT IKI sudah
membuat terobosan
"Saya mau lihat tahun ini PT IKI sudah ada terobosan," kata Syahrul saat
menerima Direktur PT IKI Fajar Harry Sampurno Kuffal, di Rumah Jabatan
Gubernur, Senin (9/7/2012).
Syahrul mengatakan, Indonesia, khususnya Sulsel sangat membutuhkan kapal. Karenanya, ia meminta agar PT IKI membuat rancangannya agar ia bisa mengajukan anggarannya ke kementrian terkait.
"Ajukan kepada saya, nanti saya yang terobos untuk dapatkan anggarannya," ujarnya.
Menurutnya, PT IKI tidak pantas tidak produktif seperti sekarang. IKI adalah kebanggaan di Sulsel oleh karena itu penanganannya tidak boleh sebagai second industri atau second bisnis.
"Itu saya sudah saya sampaikan pada Menteri BUMN dan orang-orang IKI. Oleh karena itu, saya justru merasa tidak pantas IKI hanya seperti sekarang apalagi bangkrut, kecuali kalau korupsi memang di dalamnya," terangnya.
Sementara, Direktur PT IKI Fajar Harry Sampurno Kuffal, berharap agar Gubernur Sulsel bisa mensupport PT IKI dalam memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. Termasuk, dukungan untuk membuat terobosan agar PT IKI bisa eksis. (*)
Syahrul mengatakan, Indonesia, khususnya Sulsel sangat membutuhkan kapal. Karenanya, ia meminta agar PT IKI membuat rancangannya agar ia bisa mengajukan anggarannya ke kementrian terkait.
"Ajukan kepada saya, nanti saya yang terobos untuk dapatkan anggarannya," ujarnya.
Menurutnya, PT IKI tidak pantas tidak produktif seperti sekarang. IKI adalah kebanggaan di Sulsel oleh karena itu penanganannya tidak boleh sebagai second industri atau second bisnis.
"Itu saya sudah saya sampaikan pada Menteri BUMN dan orang-orang IKI. Oleh karena itu, saya justru merasa tidak pantas IKI hanya seperti sekarang apalagi bangkrut, kecuali kalau korupsi memang di dalamnya," terangnya.
Sementara, Direktur PT IKI Fajar Harry Sampurno Kuffal, berharap agar Gubernur Sulsel bisa mensupport PT IKI dalam memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. Termasuk, dukungan untuk membuat terobosan agar PT IKI bisa eksis. (*)
Syahrul Temukan Kapal Pelni Over Kapasitas
SENIN, 09 JULI 2012
PAREPARE, — Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menegur PT
Pelni, saat berkunjung ke salah satu Kapal Pelni, KM Bukit Sugintang
yang menemukan penumpang kapal tersebut over kapasitas.
Syahrul berjalan di lorong Kapal, bersama rombongan setelah menghadiri acara, launching pembukaan Bank Sulsel Parepare.
Sejumlah lorong pada kapal dipenuhi penumpang. Tidak hanya itu Syahrul
juga mendapatkan hanya lorong yang menuju ke Kafe pada kapal tersebut,
tidak dipenuhi penumpang.
Melihat ini, Orang nomor satu Sulsel ini geram dan rencananya akan
melaporkan ke Presiden bahwa Kapal yang semestinya memuat pemumpang
hanya 1500 orang ini menampung sekira 3.000 orang. “Ini menjadi
pertimbangan untuk saya laporkan ke Pak SBY,” Ujarnya.
Syahrul mengimbau kepada pihak PT Pelni, agar hal seperti ini tidak
terulang lagi. “Jangan karena keuntungan, masyarakat yang menjadi
korban. Biasayanya kapsitas penumpang pada kapal, yang menjadi salah
satu penyebab kecelakaan, “ Katanya.
Selain itu, mantan Wakil Gubernur Sulsel ini juga memantau barang muatan
kapal tersebut, yang juga dinilai berlebihan dari kapasitas yang
seharusnya. (kr2/eky)
Tekan Pengangguran, Pemprov Kerahkan Tenaga Sukarela
SENIN, 09 JULI 2012
MAKASSAR, – Untuk menekan angka pengangguran, Pemerintah Provinsi
(Pemprov) Sulsel menurunkan 44 orang tenaga kerja sukarela ke seluruh
kabupaten/kota.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Sulsel,
Saggaf Saleh, mengungkapkan, 44 Tenaga Kerja Sukarela ini merupakan
sarjana dari sejumlah perguruan tinggi yang akan bertugas memberikan
pembinaan kepada masyarakat agar mereka kreatif dalam menciptakan
peluang usaha.
“Jadi, sebelum kami diturunkan, mereka dilatih terlebih dahulu di
tingkat provinsi. Tugas utamanya untuk membina membina masyarakat untuk
memperoleh pekerjaan. Baik di perusahaan maupun dengan membuka peluang
usaha sendiri,” jelas Saggaf saat dihubungi, Minggu, 8 Juli.
Dari data Disnakertrans Sulsel menyebutkan, hingga saat ini, angka
pengangguran di Sulsel mencapai 235 ribu orang. Olehnya itu, kata dia,
pemerintah harus mencari solusi termasuk melakukan pembinaan.
Saggaf berharap, dengan kegiatan tersebut setidaknya akan dapat
menurunkan angka pengangguran menjadi 6,5 persen hingga akhir tahun 2012
ini.
“Kalau tahun 2011 lalu, presentase pengangguran terbuka Sulsel masih
mencapai 6,7 persen dari total angkatan kerja sebanyak 3,6 juta orang,”
jelasnya.
Ia juga menambahkan, proses pembinaan oleh tenaga kerja sukarela dilakukan bersama disnakertrans di kabupaten/kota.
Tahun 2012 ini, masih kata dia, jumlah tenaga sukarela rencananya
kembali akan ditambah. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi
disebutkan akan segera menurunkan sebanyak 1300 tenaga kerja dengan
kualifikasi sarjana untuk menekan angka pengangguran di seluruh
Indonesia. (eky/ism)
Pemprov Kembangkan Beras Organik
| Senin, 09 Juli 2012 | |
| MAKASSAR–
Tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan
mengembangkan beras organik di Seko, Kabupaten Luwu Utara (Lutra). Beras tersebut diyakini mampu memberikan kontribusi terhadap produk beras Sulsel yang setiap tahunnya mengalami surplus lebih dari 1 juta ton. Menurut WakilGubernurSulsel Agus Arifin Nu’mang,potensi pengelolaan beras organik di daerah itu sangat besar.Apalagi, sebelumnya para petani di Seko sudah melakukan pengembangan beras organik.”Hanya saja pengelolaannya belum maksimal. Khususnya menyangkut kemasan ketika beras tersebut akan dijual ke pasaran,”kata Agus. Wagub mencontohkan,selama ini beras organik yang ada di daerah terisolir tersebut dijual Rp3.500 perkilogram(kg).Padahal kalau dikemas harga jualnya Rp8.000 per kg. Sementara, apabila dibandingkan dengan beras organik dari daerah lain, bisa mencapai Rp39.000 per kg. “Di Seko tercatat sekitar 5.000 hektare (ha) lahan persawahan yang bisa dikembangkan untuk beras organik. Dari jumlah itu diharapkan produksinya bisa lebih besar bila dibandingkan yang ada saat ini.Karena selama ini para petani di Seko menerapkan pola pertanian secara tradisional,”ujarWagub. Agus enggan merinci target produksi beras organik didaerah tersebut.Diaberalasan,tahunini masih penjajakan dan di tahun depan baru akan diterapkan. Untuk membudidayakan padi organik,parapetanididaerahini akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Pertanian Sulsel, Badan Lingkungan Hidup dan instansi terkait lainnya. Politisi Golkar Sulsel ini optimistis produk beras organik dapat laku terjual di pasaran.Apalagi beras ini mayoritas dikonsumsi kalangan masyarakat menengah ke atas.Sebab beras organik bebas pestisida,sehingga diyakini sangat higienis.“Kami optimistis pengembangan ini bisa jalan.Apalagi menjadi bagian dari agenda Gubernur di tahun depan.Tak hanya itu,jika berjalan maksimal tentunya dapat meningkatkan taraf hidup warga di Seko,”paparnya. Untuk mematangkan rencana pengembangan tersebut, pekan depan Wagub beserta instansi terkait akan melakukan kunjungan untuk melihat langsung apa saja yang perlu dipersiapkan. Khususnya, untuk pola pengembangan produksi pertanian tersebut,termasuk aksesibilitas jalan yang memang membutuhkan waktu berhari-hari untuk dapat tiba di tempat itu. “Kalau beras tersebut sudah bisa dijual dengan kemasan lebih menarik, tentu harganya bisa menguntungkan petani. Semisal dijual di pasaran seharga Rp25.000 dengan keuntungan bagi petani mencapai Rp10.000. Sehingga bisa menutupi biaya produksinya,”paparnya. Sementara itu, terkait adanya banjir yang menerjang areal persawahan di beberapa daerah penghasil beras di Sulsel, pria berkacamata ini optimistis tidak akan berpengaruh signifikan terhadap produksi padi di Sulsel.Bahkan dia tetap yakin, Sulsel tahun ini tetap bisa mencapai target surplus 2,9 juta ton. Dia beralasan, jika mengacu pada tahun sebelumnya bila terjadi anomali iklim basah atau hujan berkepanjangan, justru menguntungkan sekitar 220.000 ha sawah tadah hujan. Bahkan, dapat menambah sekitar 100.000 ha areal pertanaman yang sangat bergantung dengan hujan. “Kalau yang terendam hanya 5.000 ha saja itu belum mempengaruhi produksi beras Sulsel. Karena bisa ditutupi dari produksi beras pada sistem tadah hujan yang mencapai ribuan ha,”terangnya. Dikatakan Agus, kalaupun terjadi khususnya pada sawah yang akan panen,hanya memengaruhi kualitas berasnya saja. Dia menyebutkan,kalau hujan terus menerus untuk 100.000 ha sawah tadah hujan dengan perhitungan sekali panen 5 ton,tentunya dapat menghasilkan beras 500.000 ton. “Tiap tahun kita selalu mampu melakukan pemenuhan kebutuhan beras terhadap masyarakat Sulsel. Di mana dari kebutuhan 800.000 ton bisa dipenuhi dengan surplus yang meningkat signifikan tiap tahunnya,”katanya. Dia menambahkan, saat ini saja data terakhir Bulog,sudah terkumpul sekitar 250.000 ton yang tersimpan.”Itu belum memasuki masa panen,”katanya. suwarny dammar |
Pemprov Hapus Haji APBD
Senin, 9 Juli 2012
MAKASSAR
- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menghapus jatah berhaji untuk
anggota DPRD Sulsel yang memakai dana anggaran pendapatan dan belanja
daerah Sulawesi Selatan.
Menurut Pemprov, pemberangkatan haji bagi anggota dewan yang sudah berlangsung sejak tahun 1980-an itu tidak wajar.
Asisten Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Amal Natsir menyampaikan, mulai tahun ini (2012), haji APBD bagi anggota DPRD Sulsel dihapus. Pemprov sudah membuat aturan mengenai pelaranga haji APBD tersebut.
"Itu (haji APBD) tidak boleh, adami itu anunya (aturannya) dari pemerintah, karena itu kan uang, dananya jamaah haji. Contohnya begini, saya mau naik haji, saya seorang petani, uangku pas-pas 30 juta, tapi karena ada lagi yang mau diberankatkan, saya jual lagi sawahku, padahal itu untuk membiayai pejabat-pejabat, tidak bisa lah," kata Amal didampingi kabiro mental dan spiritual Pemprov Sulsel Samsibar usai mengikuti rapat kerja di ruang komisi E DPRD Sulsel, Makassar, Senin (9/7/2012).(*)
Asisten Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Amal Natsir menyampaikan, mulai tahun ini (2012), haji APBD bagi anggota DPRD Sulsel dihapus. Pemprov sudah membuat aturan mengenai pelaranga haji APBD tersebut.
"Itu (haji APBD) tidak boleh, adami itu anunya (aturannya) dari pemerintah, karena itu kan uang, dananya jamaah haji. Contohnya begini, saya mau naik haji, saya seorang petani, uangku pas-pas 30 juta, tapi karena ada lagi yang mau diberankatkan, saya jual lagi sawahku, padahal itu untuk membiayai pejabat-pejabat, tidak bisa lah," kata Amal didampingi kabiro mental dan spiritual Pemprov Sulsel Samsibar usai mengikuti rapat kerja di ruang komisi E DPRD Sulsel, Makassar, Senin (9/7/2012).(*)
Taksi Bosowa Ikut Promosi Visit South Sulawesi
Senin, 9 Juli 2012
MAKASSAR, – Program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bertajuk “Visit South Sulawesi 2012” mendapat apresiasi dari Bosowa Taksi. Caranya, jika tak ada aral melintang, Selasa (9/7) Bosowa Taksi dan Kalla Group bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel melakukan grand lounching dan pemantapan Visit South Sulawesi 2012 di Fort Rotterdam.
Sebagai bentuk konkret apresiasi, seluruh armada taksi Bosowa yang berjumlah sekitar 2000 unit akan dipasangi stiker bertuliskan “Visit South Sulawesi 2012”.
“Ini sebagai bentuk apresiasi kita untuk mempromosikan Sulsel,” kata Executive Corporate relation Bosowa Group Maddo Pammusu dalam rilisnya Senin (9/7/2012) di Makassar.
Atas inisiatif tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo melalui Kepala Disbudpar Sulsel, Suaib Malombassi mengapresiasi Bosowa Taksi dan Kalla Group yang turut bersedia menyukseskan sektor pariwisata melalui program Visit Sulsel 2012.
Program pariwisata Sulsel memang butuh dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk perusahaan swasta di Sulsel.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bosowa Taksi dan Kalla Group atas partisipasinya dalam program Visit Sulsel 2012. Tanpa bantuan seluruh stakeholders, program pariwisata ini tidak akan bisa sukses,” kata Suaib Malombassi, Senin (9/7) di Makassar.
Sebagai bentuk kerjasama Pemprov Sulsel dengan Bosowa Taksi, Gubernur Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan memasangkan sticker Visit Sulsel 2012 secara simbolis ke 10 unit taksi Bosowa, Selasa hari ini, (10/7/2012).
Nantinya, Pemerintah Provinsi Sulsel akan bergandengan tangan dengan Bosowa Taksi mempromosikan Visit Sulsel 2012. Saat ini, Bosowa Taksi memiliki sekitar 2.000 unit taksi.Sopir taksi adalah garda terdepan para penyambut wisatawan mancanegara (wisman) dan domestik yang berkunjung ke Sulsel melalui pintu bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Dengan keramahan khas Makassar, sopir taksi diharapkan menjadi penyambut para tamu luar yang hangat. (*)
Minggu, 08 Juli 2012
Gubernur Imbau Peserta Perwosi Junjung Sportifitas
| Minggu, 08 Juli 2012 | |
| MAKASSAR
– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo,membuka secara resmi Pekan
Olahraga Wanita ke XI,yang dilaksanakan Persatuan Wanita Olahraga
Seluruh Indonesia (Perwosi) Sulsel,di Lapangan Karebosi, kemarin. Dalam kesempatan itu, Gubernur mengimbau agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportifitas. ”Junjung sportifitas, kemenangan tidak ada nilainya jika direbut dengan cara-cara yang curang,”tegasnya saat memberikan sambutan. Pembukaan Perwosi ini juga dihadiri Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Ketua DPRD Sulsel Moh Roem. Syahrul mengatakan, olahraga adalah kebutuhan keseharian kehidupan. Bangsa yang kuat adalah masyarakat yang sehat hati, tubuh dan pikirannya. ”Jabatan tidak punya arti tanpa kesehatan. Begitupun dengan kekayaan.Apa yang dimiliki tidak ada artinya tanpa kesehatan,”ujarnya. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengungkapkan, pertandingan olahraga wanita tersebut merupakan event untuk mengkanalisasi berbagai dimensi aktivitas perempuan utamanya dalam menstimulasi untuk menggalakkan olahraga. ”Melalui event ini, diharapkan mampu melahirkan prestasi- prestasi di berbagai cabang olahraga,”harapnya. Perwosi juga diharapkan bisa menjadi event membangun konsolidasi emosional dan silaturahmi antar sesama peserta dan anggota Perwosi Sulsel. Sementara, Ketua Panitia Andi Timo Pangerang mengatakan, pekan olahraga wanita Perwosi dilaksanakan setiap empat tahun sekali.Tahun 2005 lalu dilaksanakan di Kota Parepare dengan juara umum Kabupaten Bone.Sebanyak 24 kontingen dari kabupaten/kota mengikuti eventolahraga ini. ”Cabang olah raga yang dipertandingkan, antara lain, tenis lapangan,volley ball dan senam bugar Indonesia,”urainya. wahyudi |
Syahrul: Bank Sulselbar Harus Lebih Profesional
Minggu, 8 Juli 2012
PAREPARE,-Gubernur
Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, meresmikan gedung kantor Bank Sulselbar
Cabang Parepare, di Kota Parepare, Minggu (8/7/2012). Peresmian ditandai
dengan penandatangan prasasti oleh gubernur dan disaksikan Pimpinan
Utama Bank Sulselbar Ellong Chandra dan Walikota Parepare Syamsu Alam
serta para undangan yang hadir.
Syahrul mengatakan, hadirnya kantor Bank Sulselbar yang representatif menunjukkan langkah yang makin maju dan berhasil di masa ini. Hal tersebut juga menjadi tanda bahwa Kota Parepare akan berkembang lebih baik.
"Kantor yang representatif mencirikan sebuah performance dari sebuah pengorganisasian yang baik," ujarnya.
Ia berharap, Bank Sulselbar bisa semakin maju dan memiliki kemampuan yang setara dengan bank lain, bahkan jauh lebih baik.
"Ini juga menunjukkan ekonomi kita yang makin baik dan makin berkembang. Makanya Bank ini harus lebih profesional dibandingkan bank konvensional lainnya," tuturnya.
Syahrul mengungkapkan, ada 13 bank yang masuk di Parepare. Banyaknya bank yang hadir di sebuah daerah menjadi indikator atau parameter daerah tersebut berkembang atau tidak.
"Peningkatan perekonomian ditandai dengan hadirnya perbankan yang representatif, mengurusi ekonomi dengan benar dan pada trek yang benar," ungkapnya.
Untuk mempertahankan peningkatan perekonomian di Kota Parepare, Syahrul berpesan agar masyarakat memelihara kedamaian, ketentraman dan keteraturan.
"Perbankan itu paling penakut di dunia. Makanya, jangan ada yang melanggar aturan. Tetap pelihara kedamaian," imbaunya.
Sementara, Walikota Parepare H Syamsu Alam mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kota Parepare terus meningkat signifikan. Hal tersebut ditandai dengan beroperasinya 13 bank di Kota Parepare.
"Hal ini membutuhkan komitmen dari berbagai kalangan agar terus mendorong peningkatan perekonomian di Kota Parepare. Kami juga berharap, Bank Sulselbar bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kota Parepare," harapnya. (*)
Sabtu, 07 Juli 2012
Muswil GP Ansor Dibuka Syahrul Siang Ini
Sabtu, 7 Juli 2012
Makassar, Tribun - Musyawarah Wilayah (Muswil) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulsel bakal berlangsung panas.
Muswil dibuka pukul 14.00 Wita di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sabtu (7/7/2012). Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan membuka muswil.
Enam kandidat menyatakan siap bertarung menjadi pengganti Ketua Ansor Sulsel, Azhar Arsyad. Mereka adalah Kepala Bidang Humas Kemenag Sulsel M Tonang Cawidu, Sekretaris DPW PPP Sulsel M Aras, Ketua KPU Takalar Faisal Amir, dan Ketua Ansor Makassar Bakri Ridwan, akademisi UIM Mulyadi MPd, dan Ketua Banser Sulsel Nurdin Tajrih.
Batasan umur menjadi masalah krusial. Menurut Steering Committee Muswil, Wahyuddin AB Kessa, AD/ART Ansor menegaskan maksimal ketua berumur 40 tahun. (*)
Muswil dibuka pukul 14.00 Wita di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sabtu (7/7/2012). Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan membuka muswil.
Enam kandidat menyatakan siap bertarung menjadi pengganti Ketua Ansor Sulsel, Azhar Arsyad. Mereka adalah Kepala Bidang Humas Kemenag Sulsel M Tonang Cawidu, Sekretaris DPW PPP Sulsel M Aras, Ketua KPU Takalar Faisal Amir, dan Ketua Ansor Makassar Bakri Ridwan, akademisi UIM Mulyadi MPd, dan Ketua Banser Sulsel Nurdin Tajrih.
Batasan umur menjadi masalah krusial. Menurut Steering Committee Muswil, Wahyuddin AB Kessa, AD/ART Ansor menegaskan maksimal ketua berumur 40 tahun. (*)
Jumat, 06 Juli 2012
Visit South Sulawesi 2012-Anak Muda Dukung Pengembangan Wisata
| Jumat, 06 Juli 2012 | |
| JAKARTA
– Dukungan terhadap tahun kunjungan wisata Sulsel,Visit South Sulawesi
2012 kian menggema. Tidak hanya dari kalangan Pemprov Sulsel sebagai
penyelenggara, tapi juga kalangan swasta, bahkan anak-anak muda. Salah satu kelompok anakanak muda kreatif yang turut mendukung program Visit South Sulawesi 2012 adalah UNO Creative Room. Kelompok anak muda yang menciptakan sekaligus mendorong iklan Visit South Sulawesi 2012 yang beredar di youtube dan beberapa media televisi nasional. Mereka terdiri dari anak-anak muda yang berasal dari berbagai suku di Indonesia, namun tertarik untuk mempromosikan keelokan alam Sulsel. Produser Eksekutif UNO Creative Room Mahardi Saputra menyatakan, penciptaan iklan Visit South Sulawesi 2012 didasari oleh keinginannya untuk turut mendorong sektor pariwisata Sulsel yang selama ini belum terpublikasi optimal ke pelosok nusantara dan mancanegara. “Sangat banyak tempat eksotis di Sulsel yang bisa ditawarkan kepada para turis domestik dan mancanegara. Bila sektor pariwisata ini bisa menarik para wisatawan,hal itu juga akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel,” kata Mahardi kepada SINDO, kemarin. Sejak awal Juli 2012, iklan Visit South Sulawesi 2012 memang muncul di media youtube dan TV nasional.Iklan tersebut merupakan hasil kerja sama sektor swasta,anak-anak muda kreatif Sulsel, dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Sulsel. Tayangan promosi yang berdurasi sekitar 90 detik tersebut, menyuguhkan sejumlah potensi keindahan objek pariwisata dan alam Sulsel.Beberapa daerah yang diambil menjadi spot gambar yakni Taman Wisata Takabonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar,Tana Toraja dengan kawasan situs megalitikum, Pantai Bira di Kabupaten Bulukumba, Pantai Losari Makassar,serta keindahan pegunungan karts Taman Wisata Bantimurung di Maros. ● supyan umar |
Kamis, 05 Juli 2012
Syahrul Resmikan Rumah Dg Caya
KAMIS, 05 JULI 2012
MAKASSAR,--Dg Caya, warga Jalan Andi Tonro 2 Setapak 6, akhirnya bisa
menempati kembali rumahnya setelah menginap semalam di Rumah Jabatan
Gubernur.
Setelah direhabilitasi melalui program bedah rumah memperingati milad
ke-53 tahun Ayunshri Syahrul, rumah tersebut diresmikan langsung oleh
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, Kamis (5/7).
Tidak hanya diperbaiki, perabot rumah Dg Caya juga diganti. Mulai dari kursi, tempat tidur, hingga lemari.
Dg Caya tidak menyangka ketika melihat langsung perubahan yang terjadi
di rumahnya. Tak henti-hentinya ia menangis haru seraya mengucapkan rasa
syukur dan terima kasihnya. Begitupun dengan para tetangga Dg Caya,
semuanya larut dalam suasana haru sekaligus bahagia.
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, usai meresmikan rumah Dg Caya,
mengatakan, apa yang dilakukannya tersebut merupakan bagian dari upaya
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berbagi atas rezeki dan karunia
yang dilimpahkan Allah SWT.
"Bersama melakukan langkah dan upaya yang makin baik. Semoga semua bisa
hidup lebih baik di masa yang akan datang," kata Syahrul.
Dalam kesempatan itu, Syahrul juga berdialog langsung dengan warga.
Gubernur menanyakan terkait pendidikan dan kesehatan gratis yang selama
ini menjadi program Pemprov Sulsel. Apakah program tersebut dirasakan
langsung manfaatnya oleh masyarakat.
"Lanjutkan pendidikan dan kesehatan gratis. Don't'stop komandan," teriak
warga yang hadir, berharap agar program pendidikan dan kesehatan gratis
terus berlanjut.
Menanggapi hal tersebut, Syahrul berjanji akan tetap melanjutkan program
tersebut. Termasuk, terus menyempurnakan jika ada kekurangan.
"Pendidikan dan kesehatan gratis diteruskan dan disempurnakan jika ada yang kurang," ujarnya.(Dewi)
Produksi Padi dan Jagung Diprediksi Meningkat
KAMIS, 05 JULI 2012
MAKASSAR, — Angka ramalan I (Aram I) untuk produksi padi dan jagung di
Provinsi Sulsel, tahun ini diprediksi akan mengalami peningkatan.
Pada aram I untuk tahun 2012 ini, produksi padi di Sulsel diperkirakan
sebanyak 4,75 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), yang terdiri dari padi
sawah 4,71 juta ton dan padi ladang 0,04 juta ton.
Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel, Bambang Pramono, menjelaskan, pada
tahun 2011 lalu, produksi padi di Sulsel hanya sebanyak 4,51 juta ton
GKG, yang terdiri dari 4,48 juta ton padi sawah dan 0,03 juta ton padi
ladang.
“Ini menunjukkan bahwa produksi padi di Sulsel tahun 2012 mengalami
peningkatan sebesar 236,21 ton GKG atau naik 5,24 persen,” kata Bambang
dalam paparannya, di kantornya, baru-baru ini.
Peningkatan produksi padi ini, kata dia, disebabkan bertambahnya luas
panen sebesar 45,85 ribu hektar atau 5,24 persen, serta meningkatnya
produktivitas sebesar 0,04 kuintal per hektar (0,08 persen).
Sementara untuk jagung, lanjut Bambang, Pada aram I untuk tahun 2012
ini, produksi jagung di Sulsel diperkirakan sebanyak 1,42 juta ton
pipilan kering. Jika dibandingkan produksi tahun 2011, terdapat
peningkatan produksi sebesar 38,26 ribu ton atau sebesar 2,69 persen.
“Peningkatan ini karena meningkatnya luas panen sebesar 8,18 ribu
hektar, sedangkan produktivitas justru mengalami penurunan sebesar 0,03
kuintal per-hektar,” jelasnya.
Berbeda dengan Kedelai, tahun 2012 ini produksi kedelai Sulsel
diperkirakan sebanyak 31,87 ribu ton biji kering. Jika dibandingkan
produksi kedelai tahun 2011 lalu, terdapat penurunan produksi sebesar
1,85 ribu ton.
Penurunan tersebut, kata dia, disebabkan berkurangnya luas panen sebesar
2,29 ribu hektar, sedangkan produktivitas diperkirakan mengalami
peningkatan sebesar 0,91 kuintal per hektar atau 5,79 persen. (eky/mri)
2.000 Peserta Hadiri Festival Nada dan Dakwah BKMT
KAMIS, 05 JULI 2012
MAKASAR,--Tidak kurang dari 2.000 peserta mengikuti Festival Nada dan
Dakwah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sulsel. Acara yang dihadiri
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo itu, dilaksanakan di Gedung
Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Kamis (5/7).
Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengaku bangga sebagai pembina
BKMT Sulsel. Karena, organisasi tersebut mampu menunjukkan eksistensinya
di tengah masyarakat.
"Seni dan nada Islam harus terus dilakukan. Saya merasa bersyukur menjadi pembina, BKMT maju dan makin kompak," ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebagai organisasi yang berpihak pada kepentingan
rakyat, BKMT juga diharapkan bisa terus mengawal program pemerintah yang
prorakyat. Khususnya, pendidikan dan kesehatan gratis.
"Pendidikan dan kesehatan gratis harus dilanjutkan. Karena itu adalah kebutuhan dasar rakyat dan anak-anak kita," ungkapnya.
Sementara, Ketua BKMT Sulsel, Hj Andi Rosnani Smith Pabola, berjanji,
akan terus mengawal program pendidikan dan kesehatan gratis. Pasalnya,
pengurus dan anggota BKMT sendiri telah merasakan langsung manfaat dari
program pro rakyat tersebut.
"Don't stop komandan. Kami akan terus bersama-sama Pak Syahrul, berjuang
untuk peningkatan kesejahteraan rakyat," tegasnya. (Dewi)
Ketersediaan Gula Pasir- Suplai ke Daerah Lain Disetop
| Kamis, 05 Juli 2012 | |
| MAKASSAR
– Pemprov Sulsel mengeluarkan kebijakan untuk melarang distributor
untuk menyuplai gula pasir ke pulau di luar Sulsel menjelang Ramadan
1433 H. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berkurangnya stok dan memicu kenaikan harga. Hal ini juga berlaku terhadap gula rafinasi yang diperuntukkan untuk industri.Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Irman Yasin Limpo mengungkapkan, kepada distributor yang terbukti melanggar kebijakan itu, pihaknya siap memberikan sanksi keras. “Kita sudah sepakat dengan distributor untuk melarang mengantarpulaukan gula pasir di Sulsel. Ini berlaku untuk awal Ramadan.Kalau ada yang melanggar, kita siap cabut izinnya,”pungkasnya kemarin. Kendati demikian, kata dia, stok gula di Sulsel hingga akhir Ramadan mendatang masih terbilang aman.Kebijakan ini hanya untuk antisipasi pelonjakan penggunaan gula.Menurut dia,kebijakan tersebut kemungkinan baru akan bisa dicabut pada pertengahan Ramadan, itupun jika kondisi stok gula pasar di Sulsel masih aman. Irman menambahkan, kenaikan harga gula pasir saat ini diakibatkan oleh naiknya harga lelang.Hal ini menyebabkan para distributor menaikkan harga agar usahanya bisa berjalan. Pada pekan ini,Disperindag Sulsel juga rencanakan pertemuan kepada seluruh distributor bahan pokok menjelang Ramadan mendatang. Sementara itu, kendati Bulan Ramadan masih tersisa dua pekan lagi,harga gula pasir sudah mencapai level Rp15.000 per kilogram (kg).Tidak hanya itu, konsumen mulai kesulitan untuk memperoleh bahan pokok ini baik di supermarket maupun pasar tradisional. Dari pantauan SINDOdi beberapa pasar tradisional seperti Pasar Toddopuli, dan Pasar Terong, harga gula pasir sudah mencapai Rp14.000. Bahkan, pada pedagang eceran dilepas dengan harga antara Rp14.500 hingga Rp15.000. Hal serupa dijumpai di beberapa minimarket dan supermarket. Harga satu kilogram gula dipatok antara Rp14.000 hingga Rp15.000. Khusus untuk Hypermart dan Carrefour ketersediaan sangat minim. Hal ini dikarenakan sejumlah konsumen melakukan pembelian dalam jumlah besar. Salah seorang konsumen Nurlia yang ditemui di Lotte Mart,membeli gula pasir sebanyak 10 kilo dengan harga Rp14.000 per kg.Nurlia mengaku mendengar adanya kelangkaan gula sehingga membeli dalam jumlah besar untuk persiapan puasa. Sementara,anggota Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Makassar Abdul Wahab Tahir menjelaskan,dari hasil pantauannya di beberapa supermarket, stok gula pasir mulai kosong. Pihaknya juga telah menghubungi beberapa pemilik gudang gula pasir di Makassar dan informasi yang diterimanya juga gula sudah menipis. “Saya masih ingat janji wali kota minggu lalu, yang mengatakan semua gudang gula di Makassar penuh dan dijamin tidak kekurangan.Pemkot bohong kalau mengatakan stok gula penuh,gudang gula terbesar di Makassar saja, saya hubungi pemiliknya dan katanya kosong,” jelasnya kemarin di kantor DPRD Makassar. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Makassar Dedi Hermadi mengakui jika stok gula saat ini hanya 8.000 ton. Kendati demikian, Disperindag menjamin ketersediaan gula selama Ramadan. “Kalau, memang tidak cukup kita sudah antisipasi dengan meminta tambahan gula dari daerah lain,” terangnya, kemarin. Dedi menambahkan, awal Ramadan atau 16 hingga 18 Juli, Disperindag akan menggelar pasar murah bahan pokok. Tujuannya untuk membantu masyarakat dalam membeli sembako dengan harga murah. Selain itu, Disperindag juga akan melakukan pengawasan di sembilan pasar tradisional. ● wahyudi/andi amriani |
Enrekang-Takalar Wakili Sulsel di Tingkat Nasional
| Kamis, 05 Juli 2012 | |
| MAKASSAR
– Desa dan kelurahan di Kabupaten Enrekang serta Takalar mewakili
Sulsel untuk mengikuti kejuaraan desa dan kelurahan terbaik tingkat
nasional 2012 yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kabupaten Enrekang diwakili Desa Bone-Bone Kec Baraja, dan Kab Takalar mengirim Kelurahan Mangadu Ke-camatan Mangarabombang.Keduanya dipilih setelah menjadi juara satu perlombaan desa dan kelurahan terbaik se-Sulsel 2011 lalu. Kabid Pemberdayaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sulsel Rais Rahman mengungkapkan, saat ini tim dari Ditjen BPM Desa dan Kelurahan Kemendagri telah turun ke Sulsel untuk melakukan penilaian selanjutnya. “ Rencananya juara desa dan kelurahan terbaik ini akan diumumkan pada Agustus mendatang.Kita harap desa dan kelurahan ini bisa masuk juara di tingkat nasional,” bebernya kemarin. Beberapa indikator yang dinilai, yakni sektor pendidikan, kesehatan, keamanan dan ketertiban, ekonomi masyarakat, pemerintahan desa, potensi unggulan dan inovasi daerah. ● wahyudi |
Kareloe Akan Jadi PLTA
| Kamis, 05 Juli 2012 | |
| SUNGGUMINASA
– Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo melakukan peletakan batu pertama
pembangunan Bendungan Kareloe di Kecamatan Tompobulu dan Biringbulu,
Kabupaten Gowa. Bendungan ini kelak akan dimanfaat sebagai pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Selain itu,Bendungan Kareloe juga dapat mengairi persawahan dan sumber air bersih baik bagi Kabupaten Gowa maupun Jeneponto. “Gowa menjadi tempat penampungan air dan Jeneponto akan merasakan langsung ketersediaan air baku dari bendungan ini,”kata Syahrul. Dia mengatakan, jika Bendungan Kareloe telah selesai dibangun,daerah berjuluk Gowa Bersejarah itu memiiki keuntungan ketersediaan air tanah akan naik,memiliki potensi wisata,dan listrik. “Mari kita mempercepat pembangunan Bendungan Kareloe,”tutur dia. Menurut Syahrul, keberadaan bendungan tersebut, dapat mendukung Sulsel menjadi lumbung padi di indonesia. “Sulsel ini menargetkan produksi gabah 10 juta ton pertahun. Saya yakin, keberadaan bendungan dapat mendukung peningkatan itu, karena wilayah Jeneponto tidak lagi kekurangan air untuk mengairi persawahan,” ujar Syahrul. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan dan Jeneberang (BWSPJ) Agus Setiawan mengungkapkan,tipe bendungan Karalloe merupakan CFRD. Tinggi bendungan mencapai 81 meter, sedangkan panjang puncak bendungan 325 mencapai meter,panjang mercu pelimpahan 100 meter, panjang terowongan 230 meter dengan diameter terowongan 3 meter. Sementara, luas genangan bendungan mencapai 160 hektare. “Bendungan ini nantinya mampu menampung air hingga 32 juta meter kubik dan mengalirkan 1262 meter kubik per detik,”kata Agus Setiawan. ● baharuddin |
Rp 12,5 T Uang Masuk Sulsel Per Bulan
Kamis, 5 Juli 2012
MAKASSAR,
--Aktivitas perbankan di Makassar dua bulan terakhir ini mengalami
peningkatan dibandingkan sebelumnya. Kenaikan ini diperkirakan karena
banyaknya momen pemicu seperti masa liburan sekolah, penerimaan siswa
baru, beragam kegiatan nasional, dan lainnya.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), rata-rata transaksi di Sulsel mengalami peningkatan pada Mei 2012. Dari sisi non tunai, nilai transaksi BI-RTGS (transfer antar bank) yang masuk ke Sulsel tercatat Rp 12,5 triliun dari Rp 8,2 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara transaksi BI-RTGS dari Sulsel ke luar Sulsel juga mengalami peningkatan dari Rp 4,8 triliun pada Mei 2011 menjadi Rp 5,2 triliun pada Mei 2012. "Ini belum termasuk transaksi jenis kliring," kata Peneliti Ekonomi Madya Senior BI, Gusti Raizal Eka P, di Makassar, Kamis (5/7).
Peningkatan transaksi perbankan juga terjadi di sejumlah bank di Kota Makassar. Di Bank Panin Kantor Cabang Utama (KCU) Makassar misalnya. Deputy Branch Manager Bank Panin makassar, A Hudli Huduri, mengatakan, transaksi di Bank Panin dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Maret-Juni, mengalami peningkatan sekitar 25 persen dari bulan-bulan sebelumnya.
Peningkatan ini, katanya, terjadi di semua jenis transaksi baik langsung melalui teller, jaringan ATM, hingga internet seperti mobile banking. "Tabungan juga banyak tapi yang lebih mencolok itu jenis giro," katanya. Namun, Hudli tidak merinci besaran transaksi tersebut.
Seiring dengan peningkatan transaksi perbankan, Gusti menambahkan, peningkatan transaksi dipicu pertumbuhan ekonomi Sulsel yang cukup tinggi. Selain itu, masyarakat juga semakin mengenal produk-produk yang diberikan oleh perbankan.
Terpisah, Kepala Operasional BCA Ahmad Yani, Heri Soerjono, kemarin, menjelaskan, transaksi reguler di bank tersebut juga terus meningkat. Transaksi tersebut bahkan mencapai Rp 40 miliar-Rp 50 miliar per hari baik untuk setoran tunai maupun penarikan.
“Secara keseluruhan untuk jumlah sirkulasi perputaran uang di BCA semua sama baik penarikan maupun penyetoran. Pada hari biasa sekitar 50 Miliar untuk semua transaksi, nah di bulan Ramahan memang meningkat dua kali lipat untuk semua jenis transaksi,” ujarnya.
SYL Buka Festival Nada dan Dakwah Majelis Taklim se-Sulsel
Kamis, 5 Juli 2012
MAKASSAR,
TRIBUN-TIMUR.COM- Tidak kurang dari 2.000 peserta mengikuti Festival
Nada dan Dakwah Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sulsel. Acara yang
dibuka oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) itu dilaksanakan
di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Kamis (5/7/2012).
SYL
mengaku bangga sebagai pembina BKMT Sulsel. Karena, organisasi tersebut
mampu menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat.
"Seni dan nada Islam harus terus dilakukan. Saya merasa bersyukur menjadi pembina, BKMT maju dan makin kompak," ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebagai organisasi yang berpihak pada kepentingan rakyat, BKMT juga diharapkan bisa terus mengawal program pemerintah yang prorakyat. Khususnya, pendidikan dan kesehatan gratis.
"Pendidikan dan kesehatan gratis harus dilanjutkan. Karena itu adalah kebutuhan dasar rakyat dan anak-anak kita," ungkapnya. (*)
Bendungan Kareloe Bisa Aliri Tujuh Ribu Hektare Sawah
SUNGGUMINASA,--Pembangunan bendungan Kareloe resmi dimulai. Pembangunan
bendungan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulsel,
Syahrul Yasin Limpo, Rabu (4/7/12).
Bendungan yang terletak di Kecamatan Tompobulu dan Biringbulu, Kabupaten Gowa, itu dapat menyuplai air bersih ke wilayah Jeneponto.
Gubernur mencanangkan pembangunan bendungan ini agar dapat dimanfaatkan untuk menyuplai air bersih di wilayah Jeneponto.
Selain itu, juga dapat mengairi persawahan milik warga sekitar 7.004 hektare di Jeneponto dapat dijadikan pembangkit listrik tenaga hidro power.
Bendungan itu akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 miliar yang berasal dari APBN. Sejumlah pejabat juga ikut hadir, antara lain Bupati Jeneponto Radjamilo dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Muh Yusuf Sommeng.
Dari Pemprov Sulsel hadir Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU Pitoyo Subandrio dan Kepala PSDA Sulsel Suprapto.
Gubernur mengharapkan, ada sinergistas antara Gowa dan Jeneponto. "Gowa menjadi tempat penampungan air dan Jeneponto akan merasakan langsung ketersediaan air baku," katanya.
Menurutnya, Gowa akan mendapatkan keuntungan berupa naiknya air tanah yang akan menjadi potensi wisata dan listrik. "Sehingga saya meminta agar tidak memisahkan kepentingan rakyat hanya karena perbedaan wilayah. Mari kita mempercepat pembangunan DAM Kareloe meski berada di Gowa, dan airnya dinikmati Jeneponto," katanya.
Keberadaan dam itu dapat mendukung Sulsel menjadi lumbung padi di Indonesia. "Sulsel menargetkan 10 juta ton padi per tahun. Saya yakin, keberadaan dam dapat mendukung peningkatan itu, karena Jeneponto tidak lagi kekurangan air untuk mengairi persawahan," katanya.
Kepala BBWSPJ, Agus Setiawan, mengungkapkan, tipe bendungan Kareloe merupakan CFRD, tinggi bendungan 81 meter, panjang puncak bendungan 325 mencapai meter, panjang mercu pelimpahan 100 meter, panjang terowongan 230 meter, dan diameter terowongan 3 meter. Luas genangan bendungan mencapai 160 hektare.
"Bendungan ini nantinya mampu menampung air hingga 32 juta meter kubik dan mengalirkan 1.262 meter kubik per detik," kata Agus.
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/05/bendungan-kareloe-bisa-aliri-tujuh-ribu-hektare-sawah
Bendungan yang terletak di Kecamatan Tompobulu dan Biringbulu, Kabupaten Gowa, itu dapat menyuplai air bersih ke wilayah Jeneponto.
Gubernur mencanangkan pembangunan bendungan ini agar dapat dimanfaatkan untuk menyuplai air bersih di wilayah Jeneponto.
Selain itu, juga dapat mengairi persawahan milik warga sekitar 7.004 hektare di Jeneponto dapat dijadikan pembangkit listrik tenaga hidro power.
Bendungan itu akan menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 miliar yang berasal dari APBN. Sejumlah pejabat juga ikut hadir, antara lain Bupati Jeneponto Radjamilo dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Muh Yusuf Sommeng.
Dari Pemprov Sulsel hadir Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU Pitoyo Subandrio dan Kepala PSDA Sulsel Suprapto.
Gubernur mengharapkan, ada sinergistas antara Gowa dan Jeneponto. "Gowa menjadi tempat penampungan air dan Jeneponto akan merasakan langsung ketersediaan air baku," katanya.
Menurutnya, Gowa akan mendapatkan keuntungan berupa naiknya air tanah yang akan menjadi potensi wisata dan listrik. "Sehingga saya meminta agar tidak memisahkan kepentingan rakyat hanya karena perbedaan wilayah. Mari kita mempercepat pembangunan DAM Kareloe meski berada di Gowa, dan airnya dinikmati Jeneponto," katanya.
Keberadaan dam itu dapat mendukung Sulsel menjadi lumbung padi di Indonesia. "Sulsel menargetkan 10 juta ton padi per tahun. Saya yakin, keberadaan dam dapat mendukung peningkatan itu, karena Jeneponto tidak lagi kekurangan air untuk mengairi persawahan," katanya.
Kepala BBWSPJ, Agus Setiawan, mengungkapkan, tipe bendungan Kareloe merupakan CFRD, tinggi bendungan 81 meter, panjang puncak bendungan 325 mencapai meter, panjang mercu pelimpahan 100 meter, panjang terowongan 230 meter, dan diameter terowongan 3 meter. Luas genangan bendungan mencapai 160 hektare.
"Bendungan ini nantinya mampu menampung air hingga 32 juta meter kubik dan mengalirkan 1.262 meter kubik per detik," kata Agus.
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/05/bendungan-kareloe-bisa-aliri-tujuh-ribu-hektare-sawah
Langganan:
Postingan (Atom)