Jumat, 20 Juli 2012

KENDALA EMOSI



Jumat, 20 Juli 2012
MAKASSAR—Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Latihan KONI Sulawesi Selatan (Sulsel) mengumumkan hasil tes fisik dan psiko atlet yang akan diberangkatkan ke PON. Dalam laporannya diketahui, tingkat emosi sejumlah atlet masih labil.

Tes fisik maupun psiko tes tersebut digelar selama dua hari.Dimulai sejak Jumat,hingga Sabtu (13–14/7) di Gedung KONI Sulsel Jalan Sultan Hasanuddin Makassar.Hasilnya, dikeluarkan pada Rabu (10/7). Ketua Satgas KONI Sulsel Marzuki Wadeng mengatakan,ada dua itemtes yang diberikan kepada atlet.Pertama adalah tes fisik.Kedua tes psiko.“Fisik mencakup kekuatan daya tahan otot,Sedangkan psiko soal emosi,”katanya. Secara umum,hasil tes fisik sudah baik.

Karena saat ini VO2 max atlet pada kisaran 48 hingga 50.Namun,hasil psiko tes masih belum seragam.“Ada yang emosinya sudah stabil,ada juga yang labil,”katanya. “Misalnya,seorang atlet sangat terburuburu dan ingin menyelesaikan pertandingan dalam waktu cepat.Selain itu,konsentrasi juga lemah.“Masih banyak kekurangan lain dari segi emosi,”ujarnya. Menurut dia,atlet-atlet tersebut,tersebar di 38 cabang olahraga (cabor) yang akan dikuti Sulsel pada PON XVIII Riau, September nanti.Jika dikelompokkan, emosi labil terjadi pada atlet pendatang baru.“Bisa saja faktor jam terbang,” tuturnya.

Walau begitu,Marzuki tidak khawatir. Sebab,menurut dia,untuk memulihkan keseimbangan emosi,seseorang tidak membutuhkan waktu lama.“Kami akan mengundang psikolog untuk memberikan motivasi,”katanya. Selain itu,KONI Sulsel juga bakal mengundang petinggi militer,polisi,dan pejabat Pemprov Sulsel untuk memberikan ceramah motivasi.“Ini penting agar bisa meningkatkan semangat juang mereka,” ucapnya. Pelatih Tinju Sulsel John Amunupunyo mengatakan,khusus tinju tidak ada persoalan emosi.“Mereka sudah cukup berpengalaman dan tahu mengendalikannya,”ucapnya.

Menurut dia,yang perlu dimatangkan dalam sisa waktu beberapa bulan ini adalah taktik dan strategi.“Masih ada waktu untuk terus mengasah kemampuan,”sebutnya. Pengamat olahraga Sulsel Mirdan Midding menyatakan,hasil psiko tes tersebut tidak bisa dijadikan acuan untuk PON XVIII Riau nanti.“Ini hanya warning bagi semua atlet yang akan dikirim ke PON,”tandasnya. Menurut dia,bisa jadi kondisi emosional atlet ketika pertandingan nanti akan jauh lebih buruk dibandingkan saat ini.

Karena, itu menyangkut kepribadian atlet. “Ketidakseimbangan emosi akan terjadi kepada siapa saja,”tuturnya. “Bisa dialami atlet pendatang baru,bisa juga dirasakan atlet-atlet senior.Karena, emosi sangat bergantung pada kepribadian masing-masing atlet.“Ada beberapa solusi yang bisa diberikan,”sambungnya.

Menurut Mirdan, mendatangkan seorang motivator untuk memberikan semangat adalah solusi yang bisa dilakukan,selain itu memperbanyak jam terbang.Namun,hal itu sudah sulit dilakukan.“Waktunya sangat mepet dan tidak memungkinkan lagi untuk menambah jam terbang,”pungkasnya. ●umran la umbu

Read More >>

Kamis, 19 Juli 2012

Gubernur Melakukan Pertemuan Dengan Kelompok Tani dan Nelayan di Kabupaten Bulukumba


Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo meminta kepada seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Selatan untuk tidak mudah terpancing  dan mudah tergiring isu miring berupa black campaign atau fitnah yang dilakukan orang tertentu yang menyerang dirinya secara pribadi. Kita orang Sulsel tidak terbiasa saling fitnah dan menjelek-jelekkan, kalau mau bertarung, mari kita adu prestasi. Hal ini dikatakan Gubernur di depan masyarakat Kabupaten Bulukumba saat melakukan pertemuan dengan Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Rabu, 18 Juli 2012.

Menurutnya, black campaign yang ditujukan kepada dirinya bukan yang pertama, tetapi sudah berkali-kali dan itu jelang Pilgub Sulsel 2013. Saat berada di Kabupaten Bulukumba, Gubernur Sulsel, H. Syahrul Yasin Limpo menyumbangkan satu unit traktor dan mesin pompa air untuk digunakan petani di Tanete, Kecamatan Bulukumpa Kabupaten Bulukumba. Sumbangan tersebut diserahkan secara simbolis Gubernur kepada Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Bulukumba, Abdul Kahar Muslim di sela-sela acara penutupan Musyawarah dan Tudang Sipulung KTNA Tk Provinsi Sulsel di Lapangan Remaja, Tanete.
Ketua KTNA Bulukumba, Abdul Kahar Muslim mengatakan, perhatian yang ditunjukkan gubernur mampu membawa petani menuju puncak kejayaan dan mampu meningkatkan taraf hidup para petani. Sedangkan menurut Ketua KTNA Sulsel, Rahman Dg. Tayang mengungkapkan, selama kepemimpinan H. Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang (Sayang) pembangunan pertanian meningkat signifikan.

Rs/Nh (Kamis, 19 Juli 2012)
Read More >>

Sosialisasi Pergub No.16 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Perda No.1 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik



Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melakukan sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik. Acara ini dibuka  oleh Sekretaris Daerah Prov. Sulsel, H. Andi Muallim, Senin 16 Juli 2012 di Ruang Pola Kantor Gubernur yang dihadiri wakil dari pemerintah kabupaten/kota se Sulawesi Selatan.
H. Andi Muallim dalam sambutannya mengatakan, sosialisasi tersebut sangat penting untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Jika kita memberikan pelayanan yang tidak maksimal, maka tentu masyarakat yang kita layani akan merasa tidak puas, dan itu bisa mendatangkan sanksi. Ini sepertinya akan ada peradilannya. Masyarakat yang tidak puas boleh mengajukan ketidakpuasan itu ke ombudsman. Ombudsman ini nantinya akan menerima pengaduan-pengaduan dari masyarakat khususnya terkait pengawasan mengenai pelayanan publik oleh pemerintah. Ombudsman adalah seorang pejabat atau badan yang bertugas menyelidiki berbagai keluhan masyarakat. Jadi kerja dari ombudsman ini seperti pengadilan, ini akan mengadili kita, karena itu kita harus memahami bagaimana aturannya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sesuai dengan standar yang ada.
Lanjut dikatakan Muallim, jika persoalan pelayanan publik merupakan masalah bagi semua yang akan memberikan pelayanan semua baik dari pemerintah maupun swasta. Dalam Peraturan Gubernur tersebut, kewajiban pelayanan yakni melayani dengan standar-standar yang ada dan sesuai dengan tata cara yang ada untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Muallim mengaku bahwa pelayanan publik di Sulawesi Selatan sebelumnya memang pernah dilakukan survey terhadap bagaimana tingkat kepuasan masyarakat yang sudah mendapat pelayanan. Hasil survey menyebutkan bahwa ini dinilai masih cukup lemah. Jadi tugas kita adalah mempercepat kesejahteraan rakyat, salah satunya dengan melakukan pelayanan publik yang maksimal, jika itu bisa dilakukan maka itu bukti pemimpin  dan pemerintahan kita berhasil.
Rs/Ys (Kamis, 19 Juli 2012)
Read More >>

Kepindahan Apiaty-Idris Patarai-Pemprov Hargai Keputusan Wali Kota



Kamis, 19 Juli 2012
MAKASSAR – Pemprov Sulsel menyatakan tidak akan memaksakan kepindahan Asisten IV Bidang Pemberdayaan Masyarakat Apiaty Kamaluddin dan mantan Kepala BPM Pemkot Makassar Idris Patarai menyusul adanya penolakan dari Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim mengatakan, kendati belum secara resmi menerima surat penolakan kepindahan kedua pejabat tersebut,pemprov tetap menghargai keputusan tersebut. “Memang kita kirimkan surat rekomendasi ke Pemkot,tapi sampai sekarang belum ada balasannya. Kalau memang ditolak,kitatakbisaberbuatapaapa. Kita hargai itu,”ungkapnya kepada wartawan kemarin.

Muallim mengungkapkan, surat rekomendasi permohonan pindah tugas yang ditanda tangani Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo hanya meneruskan permintaan kedua pejabat Pemkot Makassar tersebut. Menurutnya, baik Apiaty maupun Idris Patarai mengajukan permintaan pindah tugas ke Pemprov Sulsel.

Permohonan Apiaty dan Idris dianggap memenuhi syarat sehingga pemprov pun meneruskan berkas pindah tugas yang bersangkutan untuk meminta izin kepada pimpinan keduanya di Kota Makassar. “Itu sudah menjadi aturan. Kanada permohonan yang masuk, kita layani dengan meminta pendapat kepada pemiliknya (wali kota).Aturannya memang harus ada rekomendasi,” pungkasnya saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel.

Dia menyebutkan, hampir setiap hari Pemprov Sulsel meneruskan rekomendasi dari sejumlah PNS yang ingin berpindah dari kabupaten/kota ke daerah lain, atapun dari kabupaten/ kota ke pemprov dan sebaliknya.“ Setiap hari ada permohonan seperti itu. Jadi jangan cuma kedua orang ini yang dipersoalkan,” tambahnya.

Sebelumnya,Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menolak menyetujui permintaan pindah tugas Asisten IV Bidang Pemberdayaan Masyarakat Apiaty Kamaluddin dan mantan Kepala BPM Idris Patarai, ke Pemprov Sulsel. Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Tautoto Tanaranggina hingga petang kemarin tidak bisa dikonfirmasi.

Tautoto yang juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulsel ini tidak berada di ruang kerjanya. Begitu pun saat dihubungi via ponselnya, tidak dapat dihubungi. Pada Mei 2012 lalu,Idris Patarai yang juga mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar ini sempat menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang terkait rencana kepindahannya.

“Kalau saya disetujui dan diterima di sini (pemprov), saya bisa pindah dan dilepas di pemkot. Tapi syarat-syaratnya itu harus ada dulu tempat baru bisa dilepas.Tak mungkin dilepas di pemkot kalau tak ada instansi yang menerima,”ujarnya saat itu. ● wahyudi                 

Read More >>

Pengelola GDP Diduga Langgar Luas Lahan



Kamis, 19 Juli 2012
MAKASSAR – Pengelola Gowa Discovery Park (GDP), PT Mirah Mega Wisata kembali melanggar kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel terkait pengoperasion taman wisata tersebut.

Pengelola diduga secara diam-diam telah memperluas areal pengelolaan di Kawasan Benteng Somba Opu seluas 2 haktare (ha). Areal tambahan tersebut digunakan untuk lahan parkir. Padahal, kesepakatan antara pemprov dengan PT Mirah Mega Wisata pada 2010 lalu,hanya akan mengelola lahan seluas 14 ha.Pengelolaan taman wisata tersebut akan berlangsung selama 30 tahun. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim yang dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, dalam perjanjian kerjasama (PKS) sharing bagi hasil yang akan ditandanganinya bersama PT Mirah Mega Wisata (MMW), tidak mencantumkan areal parkir. Kendati demikian,Muallim mengaku,pemprov tidak akan mempermasalahkan penambahan luas areal pengelolaan tersebut. Menurutnya, lahan parkir tersebut akan dibahas kerjasamanya setelah penandatangan PKS selesai.

Dia berasalan, penambahan areal ini tidak termasuk dalam kawasan GDP. “Kalau masalah areal parkir di sana, saya putuskan untuk diperjanjikan dikemudian hari.Pasalnya,areal itu tak masuk lokasi, tapi sudah mereka sudah membangunnya,” ujarnya kepada wartawan kemarin. Terkait penambahan lahan parkir tersebut, pihaknya mengusulkan untuk dikelola UPTD Disbudpar Sulsel ataupun ditangani langsung oleh PT MMW sebagai pengelola GDP.

Hanya saja,kata dia,areal parkir tersebut tetap memberikan sharing bagi hasil bagi pemerintah daerah,karena merupakan aset Pemprov Sulsel. “Ini bukan suatu masalah. Hanya saja, harus ada perjanjian tambahan lagi mengenai pemanfaatan lahan parkir seluas 2 ha ini,”bebernya. Sementara itu, saat disinggung mengenai tak diindahkannya himbauan Pemprov Sulsel mengenai penarikan biaya masuk di GDP, Muallim enggan berkomentar banyak.

Mantan Sekda Kabupaten Gowa ini beralasan, seluruh proses perizinan tersebut dilakukan di kabupaten/kota sebagai pihak yang berwenang. “Soal pungutan,saya tak tahu itu.Itu kan perizinannya ada di pemkot atau pemkab. Karena mereka yang punya kewenangan itu,”dalihnya. Terpisah, Sekretaris Disbudpar Sulsel Julianus Batara yang temui secara terpisah,menolak diwawancarai wartawan terkait wahana GDP.“No comment saya GDP.

Mohon maaf,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel kemarin. GDP dibangun di perbatasan Gowa dan Makassar pada rancang bangunnya terdiri atas taman gajah seluas 2,3 hektare, taman burung 1,7 hektare,waterboom tiga hektare dan treetop outbond tiga hektare. Seluruh lahan yang digunakan merupakan milik Pemprov Sulsel. Diperkirakan, biaya yang digunakan pada pembangunan taman ini mencapai Rp67 miliar. Proyek ini juga berada di kawasan bersejarah Benteng Sombaopu. ● wahyudi 

Read More >>

Penyaluran Raskin di Sulsel Masih Rendah



KAMIS, 19 JULI 2012 

MAKASSAR,  — Penyaluran beras miskin (raskin) tahap kedua di Provinsi Sulsel, dinilai masih cukup rendah, lantaran sampai pertengahan Juli ini, masih banyak kabupaten kota yang belum melakukan penyaluran.
Kepala Perum Bulog Divre VII Sulselbar, Tommy S Sikado, mengatakan,kabupaten kota yang belum menyalurkan raskin tahap kedua kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS), di antaranya Kota Makassar, Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara.
“Rata-rata kendalanya adalah proses verifikasi RTS yang hingga kini belum rampung, karena adanya perubahan kuota,” kata Tommy kepada wartawan, Rabu, 18 Juli. Lanjut, Ia berharap agar penyaluran raskin, khususnya pada periode Juli ini sudah di­salurkan paling lambat akhir bulan ini.
“Ini supaya masyarakat kita tidak kesulitan memperoleh beras selama Ramadhan,” jelasnya. Le­bih jauh, pihaknya juga mengaku bahwa raskin yang disalurkan ke kabupaten kota setiap bulannya mencapai 7 ribu ton.
Berdasarkan data Perum Bulog Divre VII Sulselbar, kuota raskin tahap kedua mencapai 53,4 juta kilogram dengan jumlah pe­nerima 508 ribu Rumah Tangga Sasaran.
Tommy menambahkan, jumlah stok beras yang tersedia di Sulsel hingga saat ini mencapai 295 ribu ton, baik yang tersimpan di gudang milik Bulog maupun ada masih begulir di petani.
“Ketahanan jumlah stok ini untuk kebutuhan sampai 26 bulan kedepan. Jadi kalau kami lihat dari kebutuhan di Sulsel, ini masih sangat aman,” jelasnya.
Selain itu, Bulog juga me­ngaku siap membantu untuk meng­adakan kegiatan pasar murah, se­perti yang dilakukan BUMN-BUMN lain.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Disperindag Sulsel termasuk Kadin Sulsel, untuk meng­adakan pasar murah yang akan ada  pada 28 titik nantinya,” jelasnya.
Soal operasi pasar, ia mengatakan bahwa bulog siap melakukan itu jika melihat gejolak harga beras mengalami kenaikan yang diluar kewajaran.
“Operasi pasar ini harus dilakukan dengan melihat kondisi harga beras. Kami akan tentukan berapa persen kenaikan harga  beras dipasaran, yang mengharuskan kami melakukan operasi pasar,” tandasnya. (eky/mri)
Read More >>

Rabu, 18 Juli 2012

Gubernur Imbau Peserta Perwosi Junjung Sportifitas



Minggu, 08 Juli 2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo,membuka secara resmi Pekan Olahraga Wanita ke XI,yang dilaksanakan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Sulsel,di Lapangan Karebosi, kemarin.


Dalam kesempatan itu, Gubernur mengimbau agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportifitas. ”Junjung sportifitas, kemenangan tidak ada nilainya jika direbut dengan cara-cara yang curang,”tegasnya saat memberikan sambutan. Pembukaan Perwosi ini juga dihadiri Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Ketua DPRD Sulsel Moh Roem. Syahrul mengatakan, olahraga adalah kebutuhan keseharian kehidupan. Bangsa yang kuat adalah masyarakat yang sehat hati, tubuh dan pikirannya.

”Jabatan tidak punya arti tanpa kesehatan. Begitupun dengan kekayaan.Apa yang dimiliki tidak ada artinya tanpa kesehatan,”ujarnya. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengungkapkan, pertandingan olahraga wanita tersebut merupakan event untuk mengkanalisasi berbagai dimensi aktivitas perempuan utamanya dalam menstimulasi untuk menggalakkan olahraga. ”Melalui event ini, diharapkan mampu melahirkan prestasi- prestasi di berbagai cabang olahraga,”harapnya.

Perwosi juga diharapkan bisa menjadi event membangun konsolidasi emosional dan silaturahmi antar sesama peserta dan anggota Perwosi Sulsel. Sementara, Ketua Panitia Andi Timo Pangerang mengatakan, pekan olahraga wanita Perwosi dilaksanakan setiap empat tahun sekali.Tahun 2005 lalu dilaksanakan di Kota Parepare dengan juara umum Kabupaten Bone.Sebanyak 24 kontingen dari kabupaten/kota mengikuti eventolahraga ini.

”Cabang olah raga yang dipertandingkan, antara lain, tenis lapangan,volley ball dan senam bugar Indonesia,”urainya. wahyudi 

Read More >>

Rabu, 11 Juli 2012

Gubernur: Lansia Jangan Galau


RABU, 11 JULI 2012 

Makassar,Cakra--Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo berpesan kepada kelompok masyarakat lanjut usia (Lansia) untuk senantiasa produktif , kreatif dan mandiri di usia tuanya, serta harus tetap gembira, hatinya tidak gundang, tidak galau dan tulus ikhlas.
Hal ini diungkapkan Syahrul ketika membuka Lomba Senam dan Panduan Suara Lansia, di Gedung Celebes Convention Center (CCC), Makassar, Rabu (11/7). Kegiatan tersebut diikuti kontingen dari 24 kabupaten/kota di Sulsel dengan jumlah peserta berkisar 400 orang.
Syahrul mengatakan, lansia harus diperhatikan oleh mereka yang belum lansia. Tetapi, harus dipahami jika menjadi lansia bukanlah sesuatu yang kurang baik.
"Salah satu hal yang menjadi karunia yang luar biasa adalah kesehatan. Lansia harus sehat hati dan pikirannya serta tubuhnya. Harus bahagia," kata Syahrul.
Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Andi Tia Syukri Mattinetta, mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu wahana silaturahim antar sesama lansia.
"Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong para lansia untuk berkreasi menuju hari tua yang produktif dan mandiri," urainya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Masyarakat Peduli Lansia dan digagas oleh Ketua Yayasan Perhimpunan Lansia Sayang Bunda Sulsel, Hj Ince Nurhayati Yasin Limpo. (Dewi/wsc)
Read More >>

Visit South Sulawesi 2012-Setahun, Launching Tiga Kali


Rabu, 11 Juli 2012
MAKASSAR – Tahun kunjungan wisata Sulsel atau Visit South Sulawesi 2012 kembali di-launching untuk ketiga kalinya,kemarin.


Kali terakhir, dilakukan di Benteng Rotterdam Makassar, kemarin. Padahal, program yang bertujuan meningkatkan kunjungan wisatan khususnya turis mancanegara ini sudah akan berakhir dipenghujung tahun. Dalam launching tahun kunjungan wisata 2012 tersebut, Pemprov Sulsel menggandeng PT Bosowa Group, yang ditandai dengan peluncuran jinggle dan pemasangan branding Visit Sulsel pada delapan unit armada taksi Bosowa.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berdalih, peluncuran tahun kunjungan wisata ke daerah ini hanyalah penguatan dari program yang dicanangkan beberapa tahun sebelumnya. “Ini bukan launchingyang pertama,tapi hanya penguatan. Ini ditujukan agar seluruh sopir taksi mengambil peranan dan menceritakan pariwisata Sulsel kepada para penumpangnya yang berkunjung ke daerah ini,” ungkap Syahrul kemarin. Sekadar diketahui,di pengujung 2011 lalu,pemprov juga melakukan launching Visit Sulsel 2012 di Monumen Mandala Jalan Jenderal Sudirman, serta peluncuran di DKI Jakarta dengan menggandeng Kementerian Pariwisata.

Syahrul mengaku, program Visit Sulsel tersebut bukanlah hanya untuk tahun 2012 semata. Bahkan untuk pencitraan pariwisatayangadadidaerahini dalam tahun-tahun mendatang. Menurut dia,program untuk menggaet wisatawan domestik dan mancanegara ini harus terus-menerus dikondisikan, sehingga seluruh stakeholder bisa mengambil peranan. “Sulsel harus jadi tujuan pariwisata kedua di Indonesia (setelah Bali). Dunia layak melihat Sulsel, dan kita tak boleh kalah dengan daerah lain,” beber Mantan Bupati Gowa dua periode ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel Syuaib Mallombassi menyebutkan, sejatinya program ini telah di-launching sejak 2011 lalu di salah satu hotel di DKI Jakarta. Namun,launchingyang dilakukan kali ini hanyalah bentuk peningkatan kerjasama dengan beberapa stakeholder, khususnya Bosowa Taksi, khususnya dalam peningkatan aspek transportasi pariwisata.

Terpisah, CEO Bosowa Group CEO Bosowa Group Erwin Aksa mengaku,keterlibatan perusahaannya dalam Visit South Sulawesi 2012 ini untuk membantu pencitraan pariwisata, dengan melibatkan ratusan sopir taksi yang dimilikinya. Menurut Erwin, pariwisata merupakan salah satu tulang punggung penggerak roda ekonomi daerah,selain perdagangan dan investasi. “Karena itu, Bosowa Taksi dukung pelayanan pariwisata. Kita siap berikan layanan terbaik kepada wisatawan yang berkunjung. Sebuah kota terangkat nama baiknya dari sopir taksinya,”pungkasnya.

Tahun 2012 ini, Pemprov Sulsel menargetkan bisa mendatangkan sebanyak 100.000 wisatawan asing dan 4 juta wisatawan domestik.Visit Sulsel 2012 ini juga diharapkan sebagai penanda kembali membaiknya sektor kepariwisataan di Sulsel. ● wahyudi

Read More >>

Selasa, 10 Juli 2012

Dana Talangan PT IKI Cair Agustus


Selasa, 10 Juli 2012
AKASSAR – Dana talangan PT Industri Kapal Indonesia (IKI) dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senilai Rp260 miliar akan dicairkan secara bertahap mulai Agustung mendatang.


Direktur PT IKI Makassar Fajar Harry Sampurno Kuffal mengungkapkan, pemberian dana talangan tersebut sudah diproses dan telah disetujui oleh DPR. Saat ini, pihaknya sisa menunggu pencairannya dari Pemerintah Pusat. “Kita perkirakan dana dari Kementerian BUMN ini akan cair pada akhir Agustus ini,” ungkap Fajar kepada wartawan kemarin. Dia mengklaim, hingga saat ini perusahaan yang dipimpinnya telah bangkit dari keterpurukan. Buktinya, kata Fajar,PT IKI telah melakukan perbaikan terhadap 26 unit kapal laut.Kapal yang menjalani perbaikan tersebut diantaranya jenis tangker, ferry, kapal penumpang, serta satu unit kapal pesiar dari Australia.

“PT IKI sekarang sudah mulai bangkit. Kami sudah siap melaksanakan pembangunan kapal. Kita sudah perbaiki lebih dari 26 kapal di Makassar,” ujar dia usai menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rujab Gubernur. Menurutnya,anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan ke-26 unit kapal tersebut mencapai Rp20 miliar, yang bersumber dari anggaran yang dimiliki oleh PT IKI. Dia pun berharap, dengan cairnya dana talangan dari pemerintah pusat,BUMN yang dipimpinnya bisa lebih bergeliat.

Pasalnya, anggaran tersebut akan dipakai untuk membiayai perbaikan graving dock serta slep way. Diketahui,PT IKI Makassar kolaps pada 1998 lalu bertepatan dengan krisis moneter.Akibat fluktuasi nilai rupiah terhadap dollar Amerika pascakrisis moneter, utang perusahaan terus menumpuk hingga mencapai Rp200 milar. Sementara itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, PT IKI tak sepantasnya mengalami kemerosotan seperti yang terjadi selama ini.

Menurut dia, BUMN ini merupakan kebanggaan milik masyarakat Sulsel. Olehnya itu, dia meminta kepada Kementerian BUMN, penanganan PT IKI tak boleh dijadikan second industri dari perusahaan lainnya.“Saya justru merasa tak pantas PT IKI hanya seperti sekarang, apalagi bankrut.Kecuali kalau memang terjadi korupsi di dalamnya,” jelas Syahrul. Mantan Bupati Gowa ini pun menginginkan kepada manajemen PT IKI untuk memperlihatkan kinerjanya secara nyata pada tahun ini.Selain itu, dia berjanji akan melakukan kunjungan untuk melihat hasil yang dicapai selama ini.

“Kita di Sulsel menunggu membaiknya PT IKI. Mudahmudahan manajemen tak membuat saya kecewa. Saya juga katakan,bahwa saya siap ambil alih PT IKI kalau masih ngalor-ngidul. Saya pertaruhkan jabatan saya untuk ini,” tegasnya. wahyudi
 
Read More >>

Kelangkaan Solar- Gubernur Minta Laporan Pertamina


Selasa, 10 Juli 2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berjanji segera memanggil manajemen PT Pertamina Regional VII Makassar terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di Kota Makassar dan daerah lainnya.


Pemanggilan tersebut untuk mengetahui bagaimana kondisi serta ketersediaan stok BBM terutama menjelang bulan suci Ramadan 1433 H di 24 kabupaten/ kota di Sulsel. “Saya sudah telepon General Manager (GM) Pertamina RegionalVII Makassar.Minggu ini dia harus lapor ke saya,separah apa kondisi BBM yang ada,”jelasnya kepada wartawan kemarin.

Dengan mengetahui kondisi yang ada, dia berharap Pemprov Sulsel dan Pertamina,serta pihak lainnya,bisa mengambil langkah sehingga kedepannya kelangkaan solar bisa diminimalisir. Berdasarkan pantauan SINDO, sejak akhir pekan lalu, kelangkaan solar terjadi mulai dari Kota Makassar,Wajo, Luwu, hingga Luwu Timur (Lutim). Beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) bahkan sudah beberapa hari tak mendapatkan jatah solar dari PT Pertamina Regional VII Makassar. Meski demikian, kata gubernur, kelangkaan BBM jenis solar di Sulsel tak separah dengan provinsi lainnya.

“Kemarin saya telepon sama GM Pertamina untuk mengontrol lima titik utama di Sulsel. Salah satunya itu di Palopo,”tandasnya. Sementara itu,External Relation Pertamina Region VII Makassar Rosina Nurdin yang dikonfirmasi mengungkapkan, pihaknya telah menambah penyaluran solar sebesar 20% untuk mengatasi kelangkaan di tengah masyarakat.Sebelumnya, Pertamina hanya menyuplai 180 KL BBM jenis solar ke sejumlah SPBU di Sulsel. Hal ini untuk mengatur penyaluran BBM bersubsidi sehingga mencukupi dengan kuota yang diberikan dari pemerintah pusat.

“Kita telah menambah suplai sebesar 20%. Sebelumnya hanya 180 KL, dengan penambahan ini berarti yang kita salurkan 220 KL,”katanya. Menurut Rosina, dengan kuota penyaluran 180 KL,sebelumnya dianggap mencukupi untuk kebutuhan di Sulsel. ● wahyudi 

Read More >>

Pemprov Sulsel Fokuskan Baperstok

Selasa, 10 Juli 2012

MAKASSAR, --Terjadinya kenaikan harga pada sejumlah kebutuhan bahan pokok di beberapa pasar tradisional dan mo­dern, menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mempersiapkan baperstok untuk sejumlah bahan pokok kebutuhan.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, adanya kenaikan harga barang kebutuhan bahan pokok merupakan gejolak yang terjadi secara nasional. Apalagi saat ini menjelang bulan Ramadhan.
Meski begitu, ia mengaku untuk tetap mengantisipasi terjadinya lonjakan harga, maka Pemprov Sulsel saat ini siap terlebih dahulu harus fokus pada persiapan baperstok lebih dahulu.
“Ini semua perlu pengaturan-pengaturan. Insya Allah satu pekan ini perhatian saya lari ke sana. Makanya yang selalu saya lakukan adalah mempersiapkan bapperstok dulu, kemudian pengaturan dan pengawalan pendistribusiannya serta bagaimana kita menekan kebijakannya,” jelas Syahrul, Senin, 9 Juli.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini juga mengatakan, akan segera memanggil seluruh unit kerja yang terkait dengan itu.
“Ini hari juga akan saya panggil seluruh unit kerja terkait. Dan setelah itu, mereka harus rapat dengan kabupaten/kota untuk menentukan langkah selanjutnya. Ini kami lakukan supaya stok untuk semua kebutuhan pokok tercukupi rakyat bisa tercukupi,” katanya.
Mantan Wakil Gubernur Sulsel ini juga mengatakan bahwa biasanya, yang dilakukan Pemprov Sulsel untuk penanganan itu dengan tiga agenda itu, yakni siapkan baperstok, pengaturan dan pengawalan pendistribusian serta menekan kebijakan itu.
“Biasanya cara ini juga cukup berhasil.  Mudah-mudahan ini bisa kita atasi, dan kalau memang tetap tidak bisa, maka kami akan melakukan operasi pasar,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan, ketersediaan stok kebutuhan bahan pokok jelang Ramadhan hingga Lebaran masih aman.
Untuk itu, kata dia, langkah awal untuk tetap menjaga kestabilan bahan pokok tersebut di Sulsel, Pemprov Sulsel melakukan langkah-langkah pengamanan secara terpadu.
“Kami telah menyampaikan surat pemberitahuan gubernur kepada seluruh bupati dan wali kota se Sulsel untuk tetap aktif mengantisipasi menjaga stok dan harga bahan pokok,” jelas Irman, beberapa waktu lalu.
Dalam surat tertangal 29 Juni nomor 511 itu, Gubernur Sulsel meminta kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan pelaku usaha di masing-masing wilayah.
Gubernur juga meminta kepada para kepala daerah agar semua aktif melakukan kunjungan kerja ke pasar-pasar tradisional dan gudang pengecer, serta sentra pendistribusian kebutuhan pokok.
Termasuk mengintensifkan pemantauan pasokan dan harga kebutuhan pokok serta pengawasan, terutama pada produk makanan dan minuman yang ada di wilayah kerja masing-masing.
Pemprov juga meminta agar dilakukan koordinasi pada lembaga yang membidangi keamanan dan perhubungan dalam hal memprioritaskan pengangkutan kebutuhan pokok masyarakat.
Selain itu, pemerintah kabupaten kota juga diminta menggelar pasar murah yang dikerjasamakan dengan pelaku usaha di wilayah kerja masing-masing dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat.
“Termasuk membentuk posko, ini untuk menjadi tempat koordinasi antara pemprov dengan pemkab secara terintegrasi jika ada hal hal yang perlu antisipasi dari pemprov,” ujarnya.
Irman menambahkan, Pemprov Sulsel telah memikirkan langkah untuk menjaga suplai kebutuhan yang dihitung berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya.
“Jadi konsumsi perkapita itu yang harus tetap kami jaga, jika itu terpenuhi maka harga tidak akan berpengaruh, meski tetap akan ada spekulasi dari sejumlah pedagang,” katanya. (eky/ute)

Sumber: http://cakrawalaberita.com/provinsi/pemprov-sulsel-fokuskan-baperstok

 

Read More >>

SYL: Handuk-Radio Simbol Kerja, Bukan Baliho


 Selasa, 10 Juli 2012
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM--Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) memiliki komitmen tinggi untuk terus memajukan sektor pariwisata Sulawesi Selatan (Sulsel). Banyaknya daerah wisata di kawasan Sulsel merupakan potensi ekonomi yang harus dikembangkan oleh pemerintah demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Sulsel, Gubernur Syahrul telah mencanangkan program Visit Sulsel 2012. Melalui kegiatan ini, tempat-tempat wisata di Sulsel diharapkan semakin dikenal dan menjadi destinasi utama wisatawan domestik maupun asing.

Agar promosi wisata ke Sulsel semakin menggema, Gubernur Syahrul kembali mengajak masyarakat Sulsel untuk ikut menyukseskan program tersebut.

Sebagai langkah konkretnya, Pemerintah Provinsi Sulsel, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel dan Bosowa menggelar “Grand Launching dan Pemantapan Kembali Visit Sulsel 2012” di Fort Rotterdam, Makassar, Selasa (10/7).

Dalam kesempatan pemantapan Visit Sulsel 2012 tersebut, Gubernur Syahrul menempelkan stiker Visit Sulsel 2012 kepada 10 taksi Bosowa secara simbolis. Nantinya, 2000 taksi milik Bosowa akan dipasangi stiker Visit Sulsel 2012. Para sopir taksi juga diminta sebagai penyambut wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke Sulsel.

Saat wisatawan naik taksi, Gubernur Syahrul akan menyambut tetamu dengan mengucapkan selamat datang di radio taksi. Langkah ini sebagai salah satu langkah untuk menyosialisasikan sektor pariwisata Sulsel.

Selain menempelkan stiker Visit South Sulawesi 2012, Gubernur Syahrul juga mengalungkan handuk kepada perwakilan pengusaha, organisasi massa, sopir taksi, dan media.

“Handuk dan radio ini sebagai simbol kerja. Sulsel bisa sukses hanya dengan kerja, bukan dengan baliho dan spanduk,” kata Syahrul, pada acara “Grand Launching dan Pemantapan Kembali Visit Sulsel 2012” di Benteng Rotterdam, Makassar, Selasa (10/7/12).


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/10/syl-handuk-radio-simbol-kerja-bukan-baliho

Read More >>

Per Mei 2012, Kredit Tersalur di Sulsel Capai Rp 61,59 triliun


Selasa, 10 Juli 2012
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank Indonesia (BI) terus mendorong perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk meningkatkan penyaluran kreditnya di sektor produktif. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan ekonomi Sulsel lebih berkualitas.

Peneliti Ekonomi Madya Senior BI, Gusti Raizal Eka P, mengatakan, sektor rill memang berperan penting dalam menggerakkan perekonomian, olehnya itu, perbankan perlu untuk lebih mendorong lagi peningkatan pembiayaan produktifnya.

Berdasarkan data BI per Mei 2012, secara umum, pertumbuhan penyaluran kredit bank umum di Sulsel memperlihatkan pertumbuhan yang positif. Penyaluran kredit mencapai Rp 61,59 triliun atau mengalami peningkatan sekitar 26,7 persen dari penyaluran kredit tahun lalu di periode yang sama yakni sebesar Rp 48,62 triliun.(*)


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/10/per-mei-2012-kredit-tersalur-di-sulsel-capai-rp-6159-triliun
Read More >>

Gubernur Minta IKI Membuat Terobosan


Selasa, 10 Juli 2012 
MAKASSAR,  -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta agar PT Industri Kapal Indonesia (IKI) segera dibenahi. tahun ini, IKI diharapkan melakukan terbosan baru agar bisa memproduksi dan menerima pesanan rehabilitasi kapal.

"Saya mau melihat tahun ini PT IKI sudah ada terobosan, dan harus bangkit," kata Syahrul usai menerima Direktur PT IKI Fajar Harry Sampurno Kuffal, di Rumah Jabatan Gubernur, Senin 9 Juli.

Syahrul mengatakan, Indonesia, khususnya Sulsel sangat membutuhkan kapal. Oleh karena itu, dia meminta agar PT IKI membuat rancangan agar bisa mengajukan anggarannya ke pemerintah. "Ajukan kepada saya, nanti saya yang terobos untuk dapatkan anggarannya," ujarnya.

Menurutnya, PT IKI tidak pantas seperti sekarang. IKI kata dia, adalah kebanggaan di Sulsel oleh karena itu penanganannya tidak boleh sebagai second industry atau second business.

"Itu sudah saya sampaikan kepada Menteri BUMN dan orang-orang IKI. Oleh karena itu, saya justru merasa tidak pantas IKI hanya seperti sekarang apalagi bangkrut, kecuali kalau korupsi memang di dalamnya," terangnya.

Sementara, Direktur PT IKI Fajar Harry Sampurno Kuffal, berharap agar Gubernur Sulsel bisa mensupport PT IKI dalam memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. Termasuk, dukungan untuk membuat terobosan agar PT IKI bisa eksis.

PT IKI mendapat bantuan dari APBN tahun senilai Rp260 miliar dan akan dikucurkan Agustus tahun ini. Oleh karena itu, pihaknya juga terus berbenah termasuk perbaikan sarana dan renovasi kapal (grafing dock), serta persiapan sistem. Khusus graffing dock, bagian pintu sudah rampung dan telah diresmikan pada 22 Maret lalu.

Saat ini, pihaknya memperbaiki bagian lain, seperti pompa. Pengerjaan ini, katanya, sudah dilakukan sejak Januari lalu. "Sejak Januari hingga sekarang, sudah ada 26 kapal yang masuk termasuk Angkutan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP)," ungkapnya.

Saat ini, pihaknya juga mengembangkan kerja sama dengan BUMN lain. Setelah bekerja sama dengan PT Semen Tonasa, PT Krakatau Steel (KS), PT ASDP, serta PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS), kali ini PT IKI Makassar menggandeng PT Biro Klasifikasi Indonesia dan BRI.

Bentuk kerja sama dengan BRI menurutnya, yaitu bersinergi dalam pembuatan ID Card karyawan serta pengaturan rekening untuk sistem penggajian via BRI. (aci/upi)



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120710013153-gubernur-minta-iki-membuat-terobosan
Read More >>

Jalur Perintis-Tol Kurangi Kemacetan


Selasa, 10 Juli 2012 
Pemprov Anggarkan Pembangunan Jalan Rp10 M 

MAKASSAR, FAJAR -- Kemacetan lalu lintas di ruas Jalan Perintis Kemerdekaan dapat sedikit terurai dengan pembangunan jalur alternatif tembus Jalan Tol Sutami. Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk pembangunan Jalan Perintis Kemerdekaan-Jalan Ir Sutami, tahun ini.

Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Abdul Latief mengatakan, anggaran Rp10 miliar itu untuk pembangunan jalan sepanjang satu kilometer. Ruas jalur alternatif yang akan dibangun direncanakan sepanjang lima kilometer.
"Pembangunannya secara bertahap, jadi belum bisa tembus tahun ini. Hanya satu kilometer dahulu yang bisa dikerjakan untuk pematangan dan pengaspalannya. Tahun berikut dianggarkan lagi," kata Latief, Senin, 9 Juli.

Jalur alternatif ini direncanakan dimulai dari samping kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea. Rencana pembangunan dalam proses persiapan lelang.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang mengatakan, pembangunan jalur alternatif yang menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Tol Sutami sudah mendesak. "Bisa dibayangkan kalau Jembatan Tello rusak atau sangat padat, maka pengguna jalan akan lewat mana? Makanya perlu jalur lain," tuturnya.

Namun, pembangunan jalur alternatif ini juga perlu perencanaan matang. Pemprov Sulsel mempertimbangkan pembangunan jalan tersebut tidak dengan menimbun lahan, terutama pada lahan eksisting berupa rawa-rawa.

Selain pertimbangan lingkungan, juga harus mengantisipasi pertumbuhan kawasan pasca pembangunan jalan. Pengembangan kawasan seperti yang terjadi setelah pembangunan Jalan Tun Abdul Razak atau Jalan Hertasning Baru, tidak boleh terjadi di sepanjang jalur alternatif Perintis-Tol.

"Tidak boleh ada pengembangan kawasan seperti pembangunan perumahan dan lainnya. Kalau semua menimbun lahan akibat pertumbuhan kawasan, tidak ada lagi area resapan air. Air akan sulit mengalir," kata Agus.
Apalagi, jalur alternatif ini cukup dekat dengan Sungai Tello. Makanya, bila pemerintah memberi kesempatan kepada masyarakat untuk membuka kawasan dengan menimbun semua lahan, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah banjir yang sulit teratasi di kemudian hari.

Salah satu perencanaan pembangunan jalan yang dipertimbangkan di kawasan ini dengan konsep jalan melayang. Selain mempertahankan kondisi lingkungan, juga bisa mengantisipasi penimbunan lahan oleh pertumbuhan kawasan akibat terbukanya akses jalan.

"Kita mau seperti jalan akses menuju Cengkareng atau jalur yang akan ke bandara di Surabaya. Rencananya seperti jalan melayang. Tidak ada pengembangan kota, hanya pembangunan jalan akses saja. (rif/pap)



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120709194142-jalur-perintistol-kurangi-kemacetan
Read More >>

BUMN, Kadin, Distributor Siap Operasi Pasar

Selasa, 10 Juli 2012 
MAKASSAR,  -- Perusahaan pelat merah bersama Kadin, distributor bahan pokok, dan pemerintah daerah akan melakukan operasi pasar. Tujuannya, menstabilkan harga di pasar yang mengalami kenaikan jauh hari sebelum Ramadan.

"Kita tak mau ambil risiko, biasanya jelang Ramadan harga secara alami bergerak naik. Makanya, antisipasi kami, menggelar pasar murah di beberapa titik," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel Zulkarnain Arief, usai rapat persiapan Pasar Murah di Warkop 57 Makassar, Senin 9 Juli.

Menurut Zulkarnain, Pasar Murah hanya untuk memastikan penyediaan stok pangan dalam keadaan aman selama Ramadan sampai dengan Idulfitri 1433 H. Selain itu, Kadin juga akan mengawal seluruh matarantai pengelolaan produk pangan yang dibutuhkan masyarakat.

"Ada sembilan jenis bahan konsumsi dalam satu paket. Kita dibantu teman-teman dari BUMN dan distributor untuk pengadaan barang. Harganya tentu di bawah harga pasar," tuturnya.

Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulsel Hadi Basalamah mengatakan, harga sembako di Pasar Murah dijamin 30 persen lebih rendah dari harga di toko. Khusus di Makssar, kata dia, Pasar Murah yang melibatkan stakeholder sembilan bahan pokok, akan digelar di empat titik.

"Kami belum tentukan titiknya. Tim Pasar Murah masih akan menggelar rapat untuk menentukan jadwal sekaligus tempat pelaksanaannya," terang Hadi.

Adapun sembilan bahan pokok yang akan ditawarkan dalam Pasar Murah adalah beras, terigu, susu, minyak goreng, mentega, gula pasir, telur, dan mi instan. "Pasar Murah nantinya akan mengendarkan 1.000 paket," ucap Hadi.

Pemerintah kata Hadi, juga meminta aparat keamanan mengawal mobilitas barang konsumsi selama Ramadan sampai dengan Idulfitri 1433 H. Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan rasa nyaman bagi pengguna jasa transportasi.

"Kelancaran transporasi barang, terutama hasil bumi, harus juga menjadi perhatian karena jika tak lancar, hasil bumi bisa cepat busuk," katanya. (aci/upi)



Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120710013513-bumn-kadin-distributor-siap-operasi-pasar
Read More >>

Bulog Sulsel Jamin Harga Beras Stabil


Selasa, 10 Juli 2012 

Makassar  - Kepala Divre Perum Bulog Sulsel Tommy S Sikado menjamin harga beras stabil menjelang Ramadhan, karena beras yang dikuasai Bulog Sulsel mencapai 208 ribu ton.

"Jumlah tersebut dapat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Sulsel dan Sulbar hingga 24 bulan ke depan," kata Tommy di Makassar, Selasa.

Dia mengatakan, asumsi pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat di daerah ini selama setahun, karena rata-rata kebutuhan konsumsi masyarakat di wilayah kerjanya hanya 7.600 ton per bulan.

Dengan ketahanan beras tersebut, lanjut dia, masyarakat Sulsel dan Sulbar tidak perlu khawatir dengan lonjakan harga beras akibat kekurangan stok.

"Yang jelas, ketersediaan beras Sulsel aman. Sedang apabila ada praktek spekulan yang mencoba memainkan harga saat kebutuhan meningkat, tim kami senantiasa melakukan pengawasan," katanya.

Hal itu merupakan upaya Bulog dalam menjalankan fungsi pengawasan dengan memantau semua kemungkinan penyebab melonjaknya harga beras di pasaran.

Dia mengatakan, jadi mulai dari produksi, distribusi hingga ke tingkat pengecer, kami sudah menyiapkan tim untuk melakukan pengawasan. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat melindungi masyarakat dari ulah para spekulan.

Sementara itu, harga beras jenium medium yang merupakan tanggung jawab Bulog dalam menstabilkan harga, rata-rata di pasar tradisional dijual seharga Rp6.500 - Rp6.800 per liter.

"Beras medium ini harganya relatif stabil, hanya beras kualitas utama yang mengalami sedikit kenaikan seperti beras Kepala atau Kristal hanya mencapai Rp7.800 per kg, bahkan beras Celebes ada yang menjual hingga Rp8.300 per kg," kata salah seorang penjual beras di Pasar Terong, Makassar Sumaenah. (T.S036/B008)
Sumber: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/40273/bulog-sulsel-jamin-harga-beras-stabil
Read More >>

Senin, 09 Juli 2012

Gubernur Syahrul Minta PT IKI Dibenahi


Senin, 9 Juli 2012 
MAKASSAR,-Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, meminta agar PT Industri Kapal Indonesia (IKI), segera dibenahi. Bahkan, ia berharap, tahun ini PT IKI sudah membuat terobosan

"Saya mau lihat tahun ini PT IKI sudah ada terobosan," kata Syahrul saat menerima Direktur PT IKI Fajar Harry Sampurno Kuffal, di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (9/7/2012).

Syahrul mengatakan, Indonesia, khususnya Sulsel sangat membutuhkan kapal. Karenanya, ia meminta agar PT IKI membuat rancangannya agar ia bisa mengajukan anggarannya ke kementrian terkait.


"Ajukan kepada saya, nanti saya yang terobos untuk dapatkan anggarannya," ujarnya.


Menurutnya, PT IKI tidak pantas tidak produktif seperti sekarang. IKI adalah kebanggaan di Sulsel oleh karena itu penanganannya tidak boleh sebagai second industri atau second bisnis.


"Itu saya sudah saya sampaikan pada Menteri BUMN dan orang-orang IKI. Oleh karena itu, saya justru merasa tidak pantas IKI hanya seperti sekarang apalagi bangkrut, kecuali kalau korupsi memang di dalamnya," terangnya.


Sementara, Direktur PT IKI Fajar Harry Sampurno Kuffal, berharap agar Gubernur Sulsel bisa mensupport PT IKI dalam memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi. Termasuk, dukungan untuk membuat terobosan agar PT IKI bisa eksis. (*)

Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/09/gubernur-syahrul-minta-pt-iki-dibenahi
Read More >>

Syahrul Temukan Kapal Pelni Over Kapasitas


SENIN, 09 JULI 2012 

PAREPARE, — Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menegur PT Pelni, saat berkunjung ke salah satu Kapal Pelni, KM Bukit Sugintang yang menemukan penumpang kapal tersebut over kapasitas.
Syahrul berjalan di lorong Kapal, bersama rombongan setelah menghadiri acara, launching pembukaan Bank Sulsel Parepare.
Sejumlah lorong pada kapal dipenuhi penum­pang. Tidak hanya itu Syahrul juga mendapatkan hanya lorong yang menuju ke  Kafe pada kapal tersebut, tidak dipenuhi penumpang.
Melihat ini, Orang nomor satu Sulsel ini ge­ram dan rencananya akan melaporkan ke Presiden bahwa Kapal yang semestinya memuat pemum­pang hanya 1500 orang ini menampung sekira 3.000 orang. “Ini menjadi pertimbangan untuk saya laporkan ke Pak SBY,” Ujarnya.
Syahrul mengimbau kepada pihak PT Pelni, agar hal seperti ini tidak terulang lagi. “Jangan karena keuntungan, masyarakat yang menjadi korban. Biasayanya kapsitas penumpang pada kapal, yang menjadi salah satu penyebab kecelakaan, “ Katanya.
Selain itu, mantan Wakil Gubernur Sulsel ini juga memantau barang muatan kapal tersebut, yang juga dinilai berlebihan dari kapasitas yang seharus­nya. (kr2/eky)
Read More >>

Tekan Pengangguran, Pemprov Kerahkan Tenaga Sukarela

SENIN, 09 JULI 2012

MAKASSAR, – Untuk menekan angka pengangguran, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menurunkan 44 orang tenaga kerja sukarela ke seluruh kabupaten/kota.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Sulsel, Saggaf Saleh, mengungkapkan, 44 Tenaga Kerja Sukarela ini merupakan sarjana dari sejumlah perguruan tinggi yang akan bertugas memberikan pembinaan kepada masyarakat agar mereka kreatif dalam menciptakan peluang usaha.
“Jadi, sebelum kami diturunkan, mereka dilatih terlebih dahulu di tingkat provinsi. Tugas utamanya untuk membina membina masyarakat untuk memperoleh pekerjaan. Baik di perusahaan maupun dengan membuka peluang usaha sendiri,” jelas Saggaf saat dihubungi, Minggu, 8 Juli.
Dari data Disnakertrans Sulsel menyebutkan, hingga saat ini, angka pengangguran di Sulsel mencapai 235 ribu orang. Olehnya itu, kata dia, pemerintah harus mencari solusi termasuk melakukan pembinaan.
Saggaf berharap, dengan kegiatan tersebut setidaknya akan dapat menurunkan angka pengangguran menjadi 6,5 persen hingga akhir tahun 2012 ini.
“Kalau tahun 2011 lalu, presentase pe­ngangguran terbuka Sulsel masih mencapai 6,7 persen dari total angkatan kerja sebanyak 3,6 juta orang,” jelasnya.
Ia juga menambahkan, proses pembinaan oleh tenaga kerja sukarela dilakukan bersama disnakertrans di kabupaten/kota.
Tahun 2012 ini, masih kata dia, jumlah tenaga sukarela rencananya kembali akan ditambah. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi disebutkan akan segera menurunkan sebanyak 1300 tenaga kerja dengan kualifikasi sarjana untuk menekan angka pe­ngangguran di seluruh Indonesia. (eky/ism)
Read More >>

Pemprov Kembangkan Beras Organik


Senin, 09 Juli 2012
MAKASSAR– Tahun ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mengembangkan beras organik di Seko, Kabupaten Luwu Utara (Lutra).


Beras tersebut diyakini mampu memberikan kontribusi terhadap produk beras Sulsel yang setiap tahunnya mengalami surplus lebih dari 1 juta ton. Menurut WakilGubernurSulsel Agus Arifin Nu’mang,potensi pengelolaan beras organik di daerah itu sangat besar.Apalagi, sebelumnya para petani di Seko sudah melakukan pengembangan beras organik.”Hanya saja pengelolaannya belum maksimal. Khususnya menyangkut kemasan ketika beras tersebut akan dijual ke pasaran,”kata Agus. Wagub mencontohkan,selama ini beras organik yang ada di daerah terisolir tersebut dijual Rp3.500 perkilogram(kg).Padahal kalau dikemas harga jualnya Rp8.000 per kg.

Sementara, apabila dibandingkan dengan beras organik dari daerah lain, bisa mencapai Rp39.000 per kg. “Di Seko tercatat sekitar 5.000 hektare (ha) lahan persawahan yang bisa dikembangkan untuk beras organik. Dari jumlah itu diharapkan produksinya bisa lebih besar bila dibandingkan yang ada saat ini.Karena selama ini para petani di Seko menerapkan pola pertanian secara tradisional,”ujarWagub. Agus enggan merinci target produksi beras organik didaerah tersebut.Diaberalasan,tahunini masih penjajakan dan di tahun depan baru akan diterapkan.

Untuk membudidayakan padi organik,parapetanididaerahini akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Pertanian Sulsel, Badan Lingkungan Hidup dan instansi terkait lainnya. Politisi Golkar Sulsel ini optimistis produk beras organik dapat laku terjual di pasaran.Apalagi beras ini mayoritas dikonsumsi kalangan masyarakat menengah ke atas.Sebab beras organik bebas pestisida,sehingga diyakini sangat higienis.“Kami optimistis pengembangan ini bisa jalan.Apalagi menjadi bagian dari agenda Gubernur di tahun depan.Tak hanya itu,jika berjalan maksimal tentunya dapat meningkatkan taraf hidup warga di Seko,”paparnya.

Untuk mematangkan rencana pengembangan tersebut, pekan depan Wagub beserta instansi terkait akan melakukan kunjungan untuk melihat langsung apa saja yang perlu dipersiapkan. Khususnya, untuk pola pengembangan produksi pertanian tersebut,termasuk aksesibilitas jalan yang memang membutuhkan waktu berhari-hari untuk dapat tiba di tempat itu. “Kalau beras tersebut sudah bisa dijual dengan kemasan lebih menarik, tentu harganya bisa menguntungkan petani. Semisal dijual di pasaran seharga Rp25.000 dengan keuntungan bagi petani mencapai Rp10.000.

Sehingga bisa menutupi biaya produksinya,”paparnya. Sementara itu, terkait adanya banjir yang menerjang areal persawahan di beberapa daerah penghasil beras di Sulsel, pria berkacamata ini optimistis tidak akan berpengaruh signifikan terhadap produksi padi di Sulsel.Bahkan dia tetap yakin, Sulsel tahun ini tetap bisa mencapai target surplus 2,9 juta ton. Dia beralasan, jika mengacu pada tahun sebelumnya bila terjadi anomali iklim basah atau hujan berkepanjangan, justru menguntungkan sekitar 220.000 ha sawah tadah hujan.

Bahkan, dapat menambah sekitar 100.000 ha areal pertanaman yang sangat bergantung dengan hujan. “Kalau yang terendam hanya 5.000 ha saja itu belum mempengaruhi produksi beras Sulsel. Karena bisa ditutupi dari produksi beras pada sistem tadah hujan yang mencapai ribuan ha,”terangnya. Dikatakan Agus, kalaupun terjadi khususnya pada sawah yang akan panen,hanya memengaruhi kualitas berasnya saja. Dia menyebutkan,kalau hujan terus menerus untuk 100.000 ha sawah tadah hujan dengan perhitungan sekali panen 5 ton,tentunya dapat menghasilkan beras 500.000 ton.

“Tiap tahun kita selalu mampu melakukan pemenuhan kebutuhan beras terhadap masyarakat Sulsel. Di mana dari kebutuhan 800.000 ton bisa dipenuhi dengan surplus yang meningkat signifikan tiap tahunnya,”katanya. Dia menambahkan, saat ini saja data terakhir Bulog,sudah terkumpul sekitar 250.000 ton yang tersimpan.”Itu belum memasuki masa panen,”katanya. suwarny dammar 

Read More >>

Pemprov Hapus Haji APBD


Senin, 9 Juli 2012
MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menghapus jatah berhaji untuk anggota DPRD Sulsel yang memakai dana anggaran pendapatan dan belanja daerah Sulawesi Selatan.
Menurut Pemprov, pemberangkatan haji bagi anggota dewan yang sudah berlangsung sejak tahun 1980-an itu tidak wajar.

Asisten Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Amal Natsir menyampaikan, mulai tahun ini (2012), haji APBD bagi anggota DPRD Sulsel dihapus. Pemprov sudah membuat aturan mengenai pelaranga haji APBD tersebut.

"Itu (haji APBD) tidak boleh, adami itu anunya (aturannya) dari pemerintah, karena itu kan uang, dananya jamaah haji. Contohnya begini, saya mau naik haji, saya seorang petani, uangku pas-pas 30 juta, tapi karena ada lagi yang mau diberankatkan, saya jual lagi sawahku, padahal itu untuk membiayai pejabat-pejabat, tidak bisa lah," kata Amal didampingi kabiro mental dan spiritual Pemprov Sulsel Samsibar usai mengikuti rapat kerja di ruang komisi E DPRD Sulsel, Makassar, Senin (9/7/2012).(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/09/pemprov-hapus-haji-apbd
Read More >>

Taksi Bosowa Ikut Promosi Visit South Sulawesi


Senin, 9 Juli 2012

MAKASSAR,  – Program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel bertajuk “Visit South Sulawesi 2012” mendapat apresiasi dari Bosowa Taksi. Caranya, jika tak ada aral melintang, Selasa (9/7) Bosowa Taksi dan Kalla Group bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel melakukan grand lounching dan pemantapan Visit South Sulawesi 2012 di Fort Rotterdam.

Sebagai bentuk konkret apresiasi, seluruh armada taksi Bosowa yang berjumlah sekitar 2000 unit akan dipasangi stiker bertuliskan “Visit South Sulawesi 2012”.

“Ini sebagai bentuk apresiasi kita untuk mempromosikan Sulsel,” kata Executive Corporate relation Bosowa Group Maddo Pammusu dalam rilisnya Senin (9/7/2012) di Makassar.

Atas inisiatif tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo melalui Kepala Disbudpar Sulsel, Suaib Malombassi mengapresiasi Bosowa Taksi dan Kalla Group yang turut bersedia menyukseskan sektor pariwisata melalui program Visit Sulsel 2012.

Program pariwisata Sulsel memang butuh dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk perusahaan swasta di Sulsel.

“Kami  sangat berterima kasih kepada Bosowa Taksi dan Kalla Group atas partisipasinya dalam program Visit Sulsel 2012. Tanpa bantuan seluruh stakeholders, program pariwisata ini tidak akan bisa sukses,” kata  Suaib Malombassi, Senin (9/7) di Makassar.

Sebagai bentuk kerjasama Pemprov Sulsel dengan Bosowa Taksi, Gubernur Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan memasangkan sticker Visit Sulsel 2012 secara simbolis ke 10 unit taksi Bosowa, Selasa hari ini, (10/7/2012).

Nantinya, Pemerintah Provinsi Sulsel akan bergandengan tangan dengan Bosowa Taksi mempromosikan Visit Sulsel 2012. Saat ini, Bosowa Taksi memiliki sekitar 2.000 unit taksi.Sopir taksi adalah garda terdepan para penyambut wisatawan mancanegara (wisman) dan domestik yang berkunjung ke Sulsel melalui pintu bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Dengan keramahan khas Makassar, sopir taksi diharapkan menjadi penyambut para tamu luar yang hangat. (*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/09/taksi-bosowa-ikut-promosi-visit-south-sulawesi
Read More >>

Minggu, 08 Juli 2012

Gubernur Imbau Peserta Perwosi Junjung Sportifitas


Minggu, 08 Juli 2012
MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo,membuka secara resmi Pekan Olahraga Wanita ke XI,yang dilaksanakan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Sulsel,di Lapangan Karebosi, kemarin.


Dalam kesempatan itu, Gubernur mengimbau agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportifitas. ”Junjung sportifitas, kemenangan tidak ada nilainya jika direbut dengan cara-cara yang curang,”tegasnya saat memberikan sambutan. Pembukaan Perwosi ini juga dihadiri Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan Ketua DPRD Sulsel Moh Roem. Syahrul mengatakan, olahraga adalah kebutuhan keseharian kehidupan. Bangsa yang kuat adalah masyarakat yang sehat hati, tubuh dan pikirannya.

”Jabatan tidak punya arti tanpa kesehatan. Begitupun dengan kekayaan.Apa yang dimiliki tidak ada artinya tanpa kesehatan,”ujarnya. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengungkapkan, pertandingan olahraga wanita tersebut merupakan event untuk mengkanalisasi berbagai dimensi aktivitas perempuan utamanya dalam menstimulasi untuk menggalakkan olahraga. ”Melalui event ini, diharapkan mampu melahirkan prestasi- prestasi di berbagai cabang olahraga,”harapnya.

Perwosi juga diharapkan bisa menjadi event membangun konsolidasi emosional dan silaturahmi antar sesama peserta dan anggota Perwosi Sulsel. Sementara, Ketua Panitia Andi Timo Pangerang mengatakan, pekan olahraga wanita Perwosi dilaksanakan setiap empat tahun sekali.Tahun 2005 lalu dilaksanakan di Kota Parepare dengan juara umum Kabupaten Bone.Sebanyak 24 kontingen dari kabupaten/kota mengikuti eventolahraga ini.

”Cabang olah raga yang dipertandingkan, antara lain, tenis lapangan,volley ball dan senam bugar Indonesia,”urainya. wahyudi 

Read More >>

Syahrul: Bank Sulselbar Harus Lebih Profesional


Minggu, 8 Juli 2012 
PAREPARE,-Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, meresmikan gedung kantor Bank Sulselbar Cabang Parepare, di Kota Parepare, Minggu (8/7/2012). Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti oleh gubernur dan disaksikan Pimpinan Utama Bank Sulselbar Ellong Chandra dan Walikota Parepare Syamsu Alam serta para undangan yang hadir.

Syahrul mengatakan, hadirnya kantor Bank Sulselbar yang representatif menunjukkan langkah yang makin maju dan berhasil di masa ini. Hal tersebut juga menjadi tanda bahwa Kota Parepare akan berkembang lebih baik.

"Kantor yang representatif mencirikan sebuah performance dari sebuah pengorganisasian yang baik," ujarnya.

Ia berharap, Bank Sulselbar bisa semakin maju dan memiliki kemampuan yang setara dengan bank lain, bahkan jauh lebih baik.

"Ini juga menunjukkan ekonomi kita yang makin baik dan makin berkembang. Makanya Bank ini harus lebih profesional dibandingkan bank konvensional lainnya," tuturnya.

Syahrul mengungkapkan, ada 13 bank yang masuk di Parepare. Banyaknya bank yang hadir di sebuah daerah menjadi indikator atau parameter daerah tersebut berkembang atau tidak.

"Peningkatan perekonomian ditandai dengan hadirnya perbankan yang representatif, mengurusi ekonomi dengan benar dan pada trek yang benar," ungkapnya.

Untuk mempertahankan peningkatan perekonomian di Kota Parepare, Syahrul berpesan agar masyarakat memelihara kedamaian, ketentraman dan keteraturan.

"Perbankan itu paling penakut di dunia. Makanya, jangan ada yang melanggar aturan. Tetap pelihara kedamaian," imbaunya.

Sementara, Walikota Parepare H Syamsu Alam mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kota Parepare terus meningkat signifikan. Hal tersebut ditandai dengan beroperasinya 13 bank di Kota Parepare.

"Hal ini membutuhkan komitmen dari berbagai kalangan agar terus mendorong peningkatan perekonomian di Kota Parepare. Kami juga berharap, Bank Sulselbar bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kota Parepare," harapnya. (*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/07/08/syahrul-bank-sulselbar-harus-lebih-profesional
Read More >>