Senin, 06 Agustus 2012

SYL Diundang SBY Ikut Sidang Kabinet Terbatas


 Senin, 6 Agustus 2012 
MAKASSAR - Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, kembali diundang ke Jakarta untuk menghadiri Sidang Kabinet Terbatas yang akan dipimpin langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono,  Senin (6/8/2012). 

Rapat bersama Presiden tersebut merupakan yang ketiga kalinya dalam beberapa pekan terakhir ini.

Sidang Kabinet Terbatas tersebut  dilaksanakan di Auditorium Gedung F Kantor Kementrian Pertanian, Jalan Harsono RM No 3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta. Topik yang akan dibahas adalah Program Strategis di Bidang Pertanian dan Pangan.

Jika membahas masalah pertanian, SBY memang selalu mengundang SYL ikut dalam kabinet terbatas. Maklum, Sulsel telah menjadi pilar utama perekonomian, khususnya pertanian di Indonesia atas pencapaian overstock produksi beras 2 juta ton per tahun.

"Untuk pertama kalinya dalam seminggu saya diundang tiga kali oleh Presiden ke Jakarta sidang kabinet terbatas," kata Syahrul sebelum bertolak ke Jakarta ikut sidang tersebut, Senin (6/8/2012).

Sebelumnya, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, diundang menghadiri pertemuan Sidang Kabinet Terbatas, pada 31 Juli 2012 lalu, di ruang Utama Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Rapat tersebut juga dipimpin langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI Budiono.(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/06/syl-diundang-sby-ikut-sidang-kabinet-terbatas
Read More >>

Trans Sulawesi Siap Dilalui Arus Mudik





Senin, 6 Agustus 2012
MAKASSAR– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menurunkan tim untuk memantau sejumlah jalur Trans Sulawesi.


Hal ini dilakukan untuk mengecek kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan antar provinsi di Sulawesi, menjelang puncak mudik hari raya Idul Fitri 1433 H, pertengahan Agustus 2012 mendatang. ”Tim gabungan Kementerian PU dan Kemenhub ini melakukan pengecekan sejak sepekan lalu di Trans Sulawesi,”kata Kepala Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Regional IV Makassar Nurdin Samaila di Makassar,kemarin.

Dari hasil pantauan tersebut, kata Nurdin,tim menyimpulkan jalur Trans Sulawesi siap dilalui untuk arus mudik mendatang. Meski pada beberapa titik masih dilakukan perbaikan. Berdasarkan data BBJN Regional IV Makassar,terdapat 12 proyek pengerjaan jalan di jalur Trans Sulawesi. Seluruhnya diupayakan bisa rampung sebelum puncak mudik nanti. ”Khusus proyek pengaspalan dan pemeliharaan jalan, kita bisa upayakan percepatan penyelesaiannya. Ini seperti di poros menuju Palopo dan beberapa titik lainnya,” ujarnya kepada SINDO.

Sementara itu, khusus poros Maros-Parepare, pihaknya bersama Dinas Bina Marga telah merampungkan 22 kilometer (km) dari 28 km poros Maros- Parepare yang mengalami rusak parah.Sedangkan 6 km lebihnya baru akan mulai dikerjakan. Meski demikian, kata Nurdin, pihaknya mengusahakan agar poros Maros-Parepare tidak ada lagi patahan-patahan yang mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas saat musim mudik.

Selain itu,pihaknya juga akan mengurangi jalan berlubang di sepanjang poros sepanjang 120 km itu. ”Menjelang H-7 nanti kami kembali akan turun memantau kesiapan jalur Trans Sulawesi. Kami sudah bentuk juga tim pemantau jalur lebaran,” katanya. Sebelumnya, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sulsel mengeluhkan sejumlah titik di jalur Trans Sulawesi dan antar kabupaten di Sulsel mengalami kerusakan yang cukup parah.

Ketua Organda Sulsel Opu Sidik menyebutkan, beberapa titik kerusakan terparah berada di jalur Kabupaten Bone, Palopo, serta beberapa daerah lainnya di Sulsel. Sementara itu,Polda Sulselbar dan Dinas Perhubungan,Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sulsel telah membagi tiga jalur alternatif. Ini untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadinya longsor ataupun bencana alam lainnya sehingga tidak memungkinkan jalur utama dipakai.

Jalur Makassar-Sulteng meliputi jalur Makassar-Sidrap- Anabanua-Wajo- Palopo-Masamba- Surowako. Sedangkan jalur altenatifnya adalah Makassar- Maros-Pangkep-Sengkang- Anabanua-Siwa-Masamba- Sorowako. Jalur Makassar-Sultra dimulai dari Makassar-Maros- Camba-Watampone-Bajoe. Sementara untuk jalur alternatifnya melalui Makassar-Gowa- Malino-Manipi-Lappada-Sinjai- Bone-Bajoe.

Sedangkan untuk jalur Makassar- Selayar ini melewati Makassar-Gowa-Takalar-Jeneponto- Bantaeng-Bulukumba- Bira. Untuk alternatif jalur yang ketiga ini melewati Makassar- Gowa-Malino-Manipi- Tanete-Sinjai-Bulukumba- Bira. wahyudi
 

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/517179/

Read More >>

Makanan Dominasi Industri di Sulsel




Senin, 06 Agustus 2012
MAKASSAR – Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang sepanjang triwulan I dan II di Sulsel masih didominasi industri makanan. Di mana pertumbuhan secara year on year (YoY) mencatat pertumbuhan tertinggi mencapai 10,41%.


Pertumbuhan tersebut menandakan, masih dominannya penguasaan pasar industri makanan di daerah ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat pertumbuhan industri makanan dari segi produksi manufaktur mikro dan kecil di triwulan kedua tahun ini jauh lebih besar dari industri besar dan sedang dengan pertumbuhan 17,05%. Pengamat Ekonomi Sulsel Agus Arman mengatakan, industri makanan memang selalu mendominasi di daerah ini.

Namun,menurut dia,tidak berarti industri lain tidak berkembang.“ Buktinya industri kayu dan barang dari kayu juga berkembang,” kata dia. Walau pertumbuhan industri kayu dan barang dari kayu tidak setinggi industri makanan, namun pertumbuhannya juga cukup besar.Tercatat secara y o y industri kayu tak termasuk barang furniture tumbuh 9,49% walau secara q to q mengalami penurunan 2,22%.

Pertumbuhan industri makanan di Sulsel belum mampu memberi andil besar bagi ekspor, sebaliknya industri kayu masuk dalam kelompok komoditi unggulan. Hanya saja, sepanjang Januari-Juni tahun ini,ekspor Sulsel untuk barang olahan kayu dan barang dari kayu merosot 15,41%. “Namun jika kita melihat data BPS, ekspor Sulsel sepanjang semester pertama untuk semua komoditi memang hampir merosot, hanya ada tiga komoditi yang mengalami pertumbuhan positif. Itu bisa diartikan ekspor Sulsel saat ini memang sedang kurang baik, ”kata dia.

Tiga komoditi Sulsel yang mengalami pertumbuhan adalah komoditi buah-buahan, olahan makanan hewan, serta ikan udang dan kepiting.Penurunan jumlah ekspor paling besar terjadi pada komoditi nikel sebesar 51,47%.Namun hal itu bisa dimaklumi karena awal tahun ini pemerintah melakukan pembatasan ekpor biji nikel mentah. Sementara itu, kian tingginya industri mikro dan kecil di daerah ini,membawa angin segar bagi perbankan.

Selain industri makanan dari sektor mikro yang berkembang pesat, industri minuman, tembakau, tekstil bahkan industri kayu dan furniture juga memiliki peluang untuk tumbuh di daerah ini. rahmat hardiansya
 
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/517177/
Read More >>

Sayang Dorong Agroindustri





Senin, 06 Agustus 2012
SEJAK Syahrul Yasin Limpo- Agus Arifin Nu’mang (Sayang) memimpin Sulsel,roda perekonomian Sulsel menggeliat. Syahrul sebelum dilantik telah memprogramkan optimalisasi hasil bumi, baik buah-buahan, sayur-mayur,padi-padian maupun umbi-umbian.


Bukan hanya optimalisasi hasil bumi atau yang lebih dikenal sebagai agrobisnis, tapi Syahrul dan Agus telah mendorong juga realisasi agroindustri di Sulsel. “Kami mengharapkan bukan hanya bahan baku yang bisa ekspor, tapi telah menjadi bahan jadi dan siap konsumsi,”kata juru bicara pasangan Sayang, Imam Mujahidin Fahmid yang juga akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Dia mencontohkan, telah ada pabrik kakao di Sulsel. Meski belum beroperasi, tapi telah ada bukti bahwa Syahrul sudah mengimplementasikannya.“ Ke depan, di Sidrap juga Sayang mendorong investor membangun pabrik pengolahan beras merah menjadi bahan makanan untuk bayi,”ujar dia. Industri di Kawasan Industri Makassar (Kima) juga mengalami perkembangan sejak Syahrul memimpin Sulsel. “Inilah yang akan kami dorong terus, sehingga Sulsel bukan hanya kuat di agrobisnis, tapi kokoh di sektor agroindustri,” kata Imam.

Penciptaan kondisi untuk peningkatan perekonomian juga telah ditunjukkan Syahrul selama di periode pertama. Pemprov Sulsel di bawah ke-ndali Incumbent membuat tim percepatan ekonomi yang membuat sektor ekonomi berkembang dan hasilnya pendapatan perkapita masyarakat saat ini meningkat tajam. Syahrul juga menggalakkan koordinasi ekspor untuk mendorong laju ekonomi.

Hasilnya, lebih dari 500 kontainer keluar masuk di Pelabuhan Peti Kemas setiap harinya. Selain itu, pelayanan Peti Kemas juga ditingkatkan 24 jam karena tingginya arus keluar masuk barang di Sulsel. Selain itu, pembinaan usaha kecil menengah (UKM), pemberian bantuan kredit,melakukan pertemuan ekspo banking antara bank dan pemerintah serta pemberian modal usaha serta kemudahan izin investasi juga dilakukan untuk mengakomodasi semua pelaku ekonomi.

Menurut Imam, selama periode pertama,Syahrul telah banyak menanamkan fondasi dan membuka ruang untuk pengembangan industri di Sulsel, bahkan banyak membuka ruang kemudahan ekspor. “Hal inilah yang akan terus digenjot dan ditingkatkan pada periode ke depan.Sebelumnya sudah ada pembangunan awal agroindustri yang tentu perlu kita lanjutkan dan tingkatkan lagi sebarannya di daerah,” tutur Imam. jumardin akas 
 
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/517201/
Read More >>

SBY dan SYL Bahas Strategis Pertanian dan Pangan

 

Makassar Sulsel,– Gubernur sulsel Syahrul YL hari ini akan membahas program strategis pertanian dan pangan bersama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang kabinet terbatas yang di gedung utama Gedung Kementrian Pertanian.

Undangan yang diterima oleh protokol gubernur menyampaikan bahwa sidang kabinet hari ini 6 agustus 2012 akan dimulai pukul 13.00 wib dan akan di pimpin langsung oleh presiden SBY.

Gubernur sulsel Syahrul YL yang ditemui sebelum bertolak ke jakarta mengatakan bahwa ini merupakan kebanggaan bagi provinsi Sulsel karena diberi kepercayaan untuk menghadiri sidang kabinet terbatas sampai 3 kali dalam 10 hari terakhir.
Menurut plt Kabag Protokol Devo Khaddafi, kesibukan gubernur selama ramadhan semakin tinggi. Hampir setiap hari SYL menghadiri 5 hingga 7 cara. Padatnya Jadwal orang nomor satu Sulsel ini semakin terasa dengan adanya undangan menghadiri sidang kabinet ini.
“Ini juga menjadi kepercayaan dan tantangan bagi protokol untuk mengatur waktu sebaik baiknya supaya semua acara Gubernur dapat terhandle dengan baik, barangkali kalo ada pemilihan gubernur tersibuk di Indonesia maka mungkin pak SYL akan terpilih” ujar Devo kepada kabarmakassar.com. [KM]

Sumber : http://www.kabarmakassar.com/?p=10406
Read More >>

Tiap Bulan CJH Sulsel Bertambah 3.500 Orang


SENIN, 06 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR, - Minat masyarakat Provinsi Sulsel untuk menunaikan ibadah haji terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, jumlah daftar tunggu calon jamaah haji (CJH) asal Sulsel telah mencapai 116 ribu orang.
Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulsel Agus Arifin Nu’mang menjelaskan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir terjadi peningkatan daftar tunggu calon jamaah haji yang sangat signifikan. Peningkatannya mencapai 3.500 orang per bulan.
“Pada tahun 2008 lalu, angkanya masih sekitar 2.500 orang. Dan sampai tahun 2012 ini, sudah mengalami peningkatan pesat menjadi 116 ribu orang,” ungkap Agus yang juga Wakil Gubernur Sulsel ini, kemarin.
Selaku Ketua IPHI Sulsel, mantan Ketua DPRD Sulsel ini juga mengaku bahwa hampir setiap bulannya, rata-rata masyarakat yang mendaftar untuk berangkat ke tanah suci mencapai 3.500 orang.
Hanya saja, diakuinya bahwa tambahan kuota yang diberikan pemerintah pusat masih cukup rendah, meski jumlah daftar tunggu CJH Sulsel cukup tinggi. Termasuk soal permintaan tambahan kuota ke Pemerintah Pusat juga diakui masih tidak mendapat respon positif.
Karena itu, Pemerintah Sulsel sejauh ini juga telah mengupayakan untuk meminta langsung tambahan kuota ke Pemerintah Arab Saudi.
Diketahui sebelumnya, Humas Kantor Wilayah Kementerian Agam Sulsel Muhammad Tonang menjelaskan, untuk tahun 2012 ini, Pemerintah Sulsel kembali memperoleh kuota haji sebanyak 7221 orang. Jumlah total kuota yang diberikan itu, terbanyak di Kota Makassar dan Kabupaten Bone. (eky/ute)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/provinsi/tiap-bulan-cjh-sulsel-
Read More >>

Penyerahan Mobil Dinas Bumdes Di Kabupaten Bantaeng


Untuk mengapresiasi program  Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang diterapkan di Kabupaten Bantaeng, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu’mang menyerahkan 20 unit mobil operasional yang merupakan kreativitas daerah dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di Kabupaten Bantaeng, baru-baru ini. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulsel dengan ini memberikan bantuan agar Badan Usaha Milik Desa ini benar-benar berkembang dan memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Bantaeng diharapkan bisa lebih mandiri dalam meningkatkan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi daerah berjuluk Butta Toa menyamai Sulawesi Selatan yaitu 11,3 %, dan hal ini bisa dicapai karena infrastruktur yang memadai di daerah ini.
Bupati Bantaeng, M. Nurdin Abdullah mengatakan bahwa pemerintah kabupaten berusaha keras untuk terus meningkatkan taraf perekonomian Bantaeng dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dengan bantuan mobil operasional ini. Dengan bantuan ini diharapkan warga desa semakin mandiri dalam meningkatkan taraf perekonomiannya.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Bantaeng, Meyriani mengatakan bahwa pembentukan Bumdes didasari visi Kabupaten Bantaeng, yaitu menjadikan terkemuka berbasis desa mandiri dan untuk pelaksanaannya pemerintah Kabupaten Bantaeng bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Masing-masing  Bumdes juga bekerja sesuai potensi di wilayahnya masing-masing.
Yy / Sv ( Senin, 6 Agustus 2012)
Read More >>

Sabtu, 04 Agustus 2012

Syahrul Janji Bangun Universitas Andi Djemma Palopo


 Sabtu, 4 Agustus 2012 

MAKASSAR, -- Calon gubernur incumbent Sulsel Syahrul Yasin Limpo berjanji akan membangun universitas negeri di Kota Palopo, Universitas Andi Djemma.

Divisi Informasi dan Pengumpulan Pemerintah Provinsi Sulsel, Badaruddin, menyampaikan, usai Syahrul berkunjung di Palopo .
"Pak Syahrul, menekankan kepada masyarakat Palopo, pendidikan menjadi salah satu prioritas di SulseL," kata Badar.(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/04/syahrul-janji-bangun-universitas-andi-djemma-palopo
Read More >>

Jumat, 03 Agustus 2012

Gubernur Larangan Pejabat Terima Parcel


JUMAT, 03 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR,  - Pemerintah Provinsi Sulsel segera mengedarkan surat imbauan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo soal larangan para pejabat di Sulsel untuk menerima parcel jelang perayaan hari raya Idul Fitri 1433 Hijriah.
Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim mengatakan, surat edaran tersebut baru akan ditandatangani Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan selanjutnya diedarkan.
“Hari ini (kemarin) Pak Gubernur tanda tangan surat edaran soal larangan memberi dan menerima parcel,” jelas Muallim di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis, 2 Agustus.
Surat edaran tersebut, lanjut Muallim, intinya ada poin-poin yang melarang mem­beri dan menerima parcel terutama dari bawahan dan pengusaha.
“Jadi ini bukan hanya larangan menerima ya, tetapi juga ada larangan memberi parcel. Kami sudah buat edarannya, karena mengikuti imbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” jelasnya.
Berdasar pada surat edar­an tersebut, kata mantan Kepala Inspektorat Sulsel ini, pemprov kemudian akan mengupayakan adanya pembentukan tim monitoring untuk melakukan pemantauan jika ada yang melakukan pemberian atau menerima parcel yang bisa terindikasi pada bentuk gratifikasi.
Pembentukan tim monitor­ing tersebut, sambungnya, lantaran selama ini disadari bahwa ada hal-hal tertentu yang juga tidak bisa dihindari untuk mene­rima dan member parcel.
“Inilah yang harus dimonitor dan dipantau oleh tim, kemudian diakomodir dan di­laporkan,” tegasnya. (eky/ute)
Read More >>

Dubes Selandia Baru Puji Pembangunan Sulsel


JUMAT, 03 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR,  – Duta Besar (Dubes) Selandia Baru untuk Indonesia dan ASEAN David Taylor memuji capaian pemba­ngunan di Sulawesi Selatan yang dilakukan pemerintahan Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang.
“Sangat luar biasa capai­an Pemerintah Sulsel, utamanya dalam pembangunan bidang pendi­dikan, kesehatan dan pertanian, ini sangat maju,” katanya usai bertemu dengan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis, 2 Agustus.
David juga mengaku terpesona dan sangat mengagumi keindahan alam wisata di Sulsel, khususnya pada daerah Toraja. “Daerah ini sangat potensial dikembangkan sebagai wilayah kunjungan wisata, itu karena konstruksi alamnya yang sangat unik dan spesifik dan tidak dimiliki oleh negara lain,” ujar David Taylor dalam kunjungan pertamanya ke Sulsel ini.
David hadir di Sulsel untuk menjajaki potensi kerja sama Pemerintah Selandia Baru dengan Pemerintah Provinsi Sulsel.
David mengatakan, sejauh ini ada tiga program yang ideal untuk dilakukan kerja sama antara pemerintah Selandia Baru dengan Pemerintah Provinsi Sulsel. Tiga hal itu yakni, pada program pendidikan, pertanian, dan pembelajaran-pembelajaran kreatif dalam bentuk diklat.
“Indonesia merupakan parner terbesar Selandia Baru, menyusul India dan China. Kerja sama antara Selandia Baru dengan Indonesia fokus pada pendidikan, perdagangan dan pertanian, serta pariwisata,” jelasnya
Bahkan ia mengaku bahwa Pemerintah Selandia Baru juga telah menyepakati kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional RI pada bidang program doktoral dan master.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu›mang menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sulsel tumbuh pesat memang sangat menarik bagi para investor untuk datang ke Sulsel menanamkan investasinya.
“Kunjungan Pak Dubes ini untuk melihat bagaimana potansi kita, apalagi kita ini sebagai basisnya pertanian ditambah lagi peningkatan ekonomi yang semakin maju,” katanya.
Mantan Ketua DPRD Sulsel ini menambahkan, kemajuan pertanian Sulsel tidak terlepas dari peran serta masyarakat petani. Sebab, pola pertanian di sulsel berbeda dengan daerah lain di Indonesia.
“Konsep pertanian kita di Sulsel itu berbeda dengan pertanian di daerah lain, kalau di daerah lain lahan pertaniannya dimiliki oleh perusahaan. Sedangkan di Sulsel lahan itu milik petani sendiri,” jelasnya. (eky/ute)
Read More >>

Layani Penukaran Uang, Bank Sulselbar Siapkan Mobil Keliling

Jumat, 03 August 2012
MAKASSAR – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar menyiapkan mobil khusus yang berkeliling di delapan lokasi di Makassar untuk melayani masyarakat dalam menukarkan uang kecil sepanjang Ramadan ini. 


Selain di Makassar,dua unit lainnya dioperasikan pula di Gowa dan Bantaeng. “Kita sengaja memfungsikan mobil keliling untuk penukaran uang kecil. Tujuannya agar bisa menjangkau masyarakat yang tidak bisa datang ke bank atau masyarakat yang malu ke bank karena menukarkan uang dalam jumlah sedikit,” ujar Direktur Utama Bank Sulselbar Ellong Tjandra di Makassar, kemarin.

Menurut Ellong, dana yang disediakan Bank Sulselbar tidak terbatas. Hanya saja, setiap orang yang melakukan penukaran uang dibatasi jumlah pecahan yang ingin ditukarkan. Misalnya untuk pecahan Rp1.000,setiap orang hanya boleh menukarkan Rp500.000 dan pecahan Rp20.000 bisa sampai Rp5 juta per orang. “Ini kami lakukan agar semua orang yang menukarkan uang bisa kebagian secara merata. Kami menghindari masyarakat yang menukarkan uang dalam jumlah besar pada satu pecahan tertentu,”tutur Ellong.

Selain memfungsikan tiga mobil keliling di Sulsel untuk penukaran uang, Bank Sulselbar juga melayani masyarakat yang ingin menukarkan uangnya di setiap kantor cabang dan kantor kas Bank Sulselbar. Setiap hari Bank Sulselbar menyiapkan Rp200 juta untuk setiap kantor, dan Rp500 juta untuk satu mobil keliling.

Pemimpin BI Region Sulampua Mahmud Arsin mengungkapkan, pada Ramadan tahun ini BI menyediakan uang khusus untuk penukaran mencapai Rp3 triliun.“Setiap masyarakat yang ingin menukarkan uang bisa datang ke BI langsung atau bank-bank lainnya,” kata dia.

Untuk penukaran uang, Mahmud mengaku akan mengalami pertumbuhan sekitar 15%, sama dengan pertumbuhan jumlah penukaran uang tahun lalu. Saat ini dalam sehari ratarata BI melayani 150 hingga 250 orang yang khusus datang ke BI untuk menukarkan uangnya. ● rahmat hardiansya 

Read More >>

Kamis, 02 Agustus 2012

Gubernur Menghadiri Dies Natalis UNM Ke-51


Koperasi di Sulawesi Selatan telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan hadirnya koperasi-koperasi percontohan yang sudah tersebar di 418 kecamatan. Koperasi-koperasi tersebut sudah diberikan pembinaan khusus dan perkembangannya didorong oleh regulasi yang berpihak pada pelaku koperasi. Pembinaan khusus yang dimaksud adalah mendorong perbankan untuk mengucurkan kredit permodalan, dimana Pemprov. Sulsel bertindak sebagai penjaminnya. Sangat sulit membangun citra positif koperasi. Padahal ini adalah sistem ekonomi kerakyatan, karena itu pemerintah harus tampil kedepan sebagai pilar dalam hal pengembangannya. Hal ini dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo pada acara Dies Natalis Universitas Negeri Makassar (UNM) ke-51 di Baruga Amanagappa UNM, Makassar, Rabu, 1 Agustus 2012.

Mantan Menteri Koperasi dan UKM pada era Kabinet Reformasi Pembangunan, Adi Sasono mengakui jika Sulsel memiliki potensi pengembangan koperasi yang luar biasa. Sebab masyarakat Sulsel punya jiwa wirausaha yang maju yang menjadi syarat koperasi bisa maju. Hanya saja masih perlu waktu untuk pengembangan Sumber Daya Manusia, dimana intervensi dari kalangan pendidik sangat diperlukan, kita tidak bisa maju kalau kaum terdidik tidak terlibat. Mereka harus masuk untuk mendorong gerakan koperasi. Menurut Ketua Dewan Pengawas Koperasi Coop Indonesia itu, potensi dan kontribusi koperasi UMKM dalam peningkatan pembangunan ekonomi rakyat tidak perlu diragukan lagi. Koperasi dan UMKM telah memberi sumbangan berarti bagi kehidupan ekonomi rakyat. Dari pendapatan akhir 2010 diketahui jumlah pelaku UMKM mencapai 51,3 juta unit. Sementara penyerapan tenaga kerja sekitar 90.000 atau 87,22 % dari pekerja nasional yang mencapai 93.000.

Sementara potensi koperasi hingga Juni 2011 mencapai 166.154 unit dengan pertumbuhan rata-rata 20.000 unit per tahun. Jumlah anggota yang terhimpun 27,95 juta orang dengan modal sendiri sebesar Rp 26,305 miliar dan volume usaha Rp 55,261 miliar. Dalam rangka pembiayaan kepada koperasi dan UMKM, pemerintah juga telah dan akan memberikan fasilitas seperti penyediaan dana bagi perempuan dan pemuda usaha mikro melalui 2.600 koperasi. Kredit usaha dari dana surat utang pemerintah, perkuatan permodalan dengan pola kemitraan lingkage program antara bank umum dan koperasi, pembiayaan produktif konvensional dan syariah, serta bantuan penyediaan dana. Ini dilakukan mengingat koperasi dan UMKM memiliki daya tahan yang tinggi terhadap krisis, sehingga kedepan mampu menjadi lokomotif pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ys/Nh (Kamis, 2 Agustus 2012 )    
Read More >>

Masih Banyak Perusahaan Belum Terapkan K3


Sebanyak 85 persen perusahaan di Sulawesi Selatan dilaporkan belum menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mayoritas merupakan perusahaan menengah ke bawah. Dari total 12.000 perusahaan yang beroperasi, hanya sekira 500 yang telah menerapkan K3. Sisanya 11.500 masih melanggar amanah UU Ketenagakerjaan. Mereka masih menganggap program tersebut tidak penting untuk dilaksanakan. Hal ini dikatakan Kepala Balai Sertifikasi K3 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Ruslan Kamaruddin, Rabu, 1 Agustus 2012.

Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberikan kepastian hukum dan penegakan hukum terhadap pelaksanaan aturan ketenagakerjaan. Bila terjadi pelanggaran-pelanggaran, maka pemerintah tak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas dan bahkan membawa perkara ini ke ranah hukum. Setiap perusahaan yang melakukan pelanggaran langsung diberikan peringatan pertama, sehingga manajemen bisa memperbaiki kinerjanya. Kalau masih saja mengabaikan peringatan tahap kedua dan ketiga, maka harus segera ditindaklanjuti dengan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk kepentingan pengadilan.

Lanjut dikatakan, salah satu upaya yang dilakukan dalam penegakan hukum adalah meningkatkan kinerja dan profesionalitas petugas pengawasan ketenagakerjaan, terutama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang berwenang melakukan penyidikan terhadap kasus-kasus pelanggaran. Kita akan segera menggelar survei sekaligus mensosialisasikan K3, terutama kepada perusahaan yang memiliki risiko kerja cukup tinggi, salah satunya yakni konstruksi. Berdasarkan pantauan, banyak pekerja di sektor tersebut yang tidak menggunakan alat pelindung sehingga rawan terjadi kecelakaan maupun terkena penyakit.

Read More >>

Pemprov Sulsel Kucurkan Rp9,3 Miliar Untuk Pendidikan Gratis SMA di Wajo


KAMIS, 02 AGUSTUS 2012

SENGKANG,  – Pemerintah Kabupa­ten Wajo mendapat kucuran dana sebesar Rp9,3 miliar untuk program pendidikan gratis tingkat SMA. Anggaran itu dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2012.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wajo, Andi Muslihin mengemukakan pelaksanaan pendidikan gratis
SMA/sederajat sesuai SK Gubernur No 69 tahun 2012. Meski program itu sudah berjalan sejak Februari, namun baru dianggarkan pada APBD perubahan. Soalnya, APBD pokok disahkan Januari lalu.
Menurutnya, dana Rp9,3 miliar tersebut merupakan jatah untuk Kabupaten Wajo yang merupakan alokasi dari provinsi sebesar 40 persen. Sementara 60 persen ditanggung pemerintah daerah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Wajo, Rusmin M Amin menuturkan, poin-poin yang digratiskan termasuk buku-buku paket dan seragam sekolah, terutama bagi siswa yang kurang mampu dan biaya-biaya operasional siswa ketika mengikuti lomba.
Sedangkan bagi siswa yang telanjur membeli seragam, kata dia, ada wacana dananya akan dikembalikan. Begitu juga bagi siswa kurang mampu yang telanjur membeli buku paket, dananya akan dikembalikan.
“Apa boleh buat yang sudah terlanjur membeli, paling nanti subsidi pengembalian dana. Sebenarnya kita mau berlakukan untuk semua siswa tapi tergantung ketersediaan anggaran,” ucapnya. (kr4/ami)
Read More >>

Sulsel Masuk 5 Besar Penyelenggaraan Pendidikan Terbaik


KAMIS, 02 AGUSTUS 2012 

alt
MAKASSAR,  — Tidak mudah menjadi daerah dengan penyelenggaraan pendidikan yang maksimal di negeri ini. Namun Sulawesi Selatan (Sulsel) mampu menjadi peringkat 5 terbaik di Indonesia.
Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan bahwa sejauh ini Sulsel sudah mampu menjadi daerah yang telah melaksanakan program pendidikan yang dicanangkan kementerian secara maksimal.
“Karena itu kita di Sulsel termasuk 5 besar provinsi yang melaksanakan pendidikan secara maksimal. Ini sesuai dengan manual pendidikan yang digulirkan oleh departemen pendidikan dan kebudayaan,” kata Syahrul di kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 1 Agustus.
Selain itu, Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini, mengaku bahwa saat ia mengikuti rapat terbatas bersama Presiden dan sejumlah menteri, pemerintah sepakat menaikkan anggaran biaya operasional sekolah (BOS) untuk SD dan SMP.
Keputusan tersebut, lanjutnya merupakan komitmen pemerintah pusat dalam dunia pendidikan sebagai salah satu upaya meminimalisir atau bahkan menghilangkan peluang bagi anak di Indonesia untuk tidak bersekolah.
“Oleh karena itu, tahun ini ada penambahan anggaran untuk SD dan SMP khususnya pada BOS. Dengan demikian penanganan anak yang tidak sekolah itu bisa dicegah seminimal mungkin,” terang peraih penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011 lalu itu.
Dari hasil komitmen untuk menaikkan anggaran BOS tersebut, sambung Syahrul, kedepan diharapkan akan muncul pembangunan sekolah-sekolah baru, khususnya sekolah yang menjadi kebutuhan di Sulsel. Misalnya, kata Syahrul lagi, yang setingkat akademi untuk membuka peluang kerja, baik tingkat provinsi maupun kota.
“Saya kira ini membuka peluang Sulsel untuk membangun lagi sekolah kejuruan dan sekolah ahli. Ini sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan kita dan tentu akan lebih mudah dengan lahirnya komitmen pemerintah pusat,” jelas SYL.
Dalam rapat yang juga diikuti Gubernur Jawa Timur dan Jawa Barat ketika itu, Presiden SBY juga menyinggung soal pengawasan dana BOS serta meminta agar pengawasan lebih ditingkatkan lagi. “Dan yang jelas bahwa kita di Sulsel perjalanan dana BOS itu sudah berjalan baik. Bahkan sekarang BOS sudah naik kelas ke tingkat SMA,” ujarnya.
Read More >>

Gubernur: Koperasi di Sulsel Tumbuh Signifikan

Kamis, 02 August 2012
MAKASSAR– Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo menilai, koperasi di Sulsel mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan hadirnya koperasi-koperasi percontohan yang sudah tersebar di 418 kecamatan. 

”Koperasi-koperasi tersebut sudah diberikan pembinaan khusus dan perkembangannya didorong oleh regulasi yang berpihak pada pelaku koperasi,” kata Syahrul dalam Dies Natalis Universitas Negeri Makassar (UNM) Ke-51 di Baruga Amanaggapa UNM Makassar, kemarin. Pembinaan khusus yang dimaksud Gubernur adalah mendorong perbankan untuk mengucurkan kredit permodalan di mana Pemprov Sulsel bertindak sebagai penjaminnya.

“Sangat sulit membangun citra positif koperasi.Padahal ini adalah sistem ekonomi kerakyatan. Karena itu pemerintah harus tampil ke depan sebagai pilar dalam hal pengembangannya,” ungkapnya. Sementara itu, mantan Menteri Koperasi dan UKM pada era Kabinet Reformasi Pembangunan Adi Sasono mengakui jika Sulsel memiliki potensi pengembangan koperasi yang luar biasa.Sebab masyarakat Sulsel punya jiwa wirausaha yang maju yang menjadi syarat koperasi bisa maju. Hanya saja, kata dia, masih perlu waktu untuk pengembangan sumber daya manusia, di mana intervensi dari kalangan pendidik sangat diperlukan.

“Kita tidak bisa maju kalau kaum terdidik tidak terlibat. Mereka harus masuk untuk mendorong gerakan koperasi,” ungkapnya Menurut Ketua Dewan Pengawas Koperasi Coop Indonesia itu,potensi dan kontribusi koperasi dan UMKM dalam peningkatan pembangunan ekonomi rakyat tidak perlu diragukan lagi. Koperasi dan UMKM telah memberi sumbangan berarti bagi kehidupan ekonomi rakyat. Dari pendapatan akhir 2010, diketahui jumlah pelaku UMKM mencapai 51,3 juta unit.

Sementara penyerapan tenaga kerja sekitar 90.000 atau 87,22 % dari pekerja nasional yang mencapai 93.000. Sementara potensi koperasi hingga Juni 2011 mencapai 166.154 unit dengan pertumbuhan rata-rata 20.000 unit per tahun. Jumlah anggota yang terhimpun 27,95 juta orang dengan modal sendiri sebesar Rp26,305 miliar dan volume usaha Rp55,261 miliar.

Dalam kerangka pembiayaan kepada koperasi dan UMKM,lanjut Adi Sasono, pemerintah juga telah dan akan memberikan fasilitas seperti penyediaan dana bagi perempuan dan pemuda usaha mikro melalui 2.600 koperasi, kredit usaha dari dana surat utang pemerintah, perkuatan permodalan dengan pola kemitraan lingkage program antara bank umum dan koperasi,pembiayaan produktif konvensional dan syariah, serta bantuan penyediaan dana.

“Ini dilakukan mengingat koperasi dan UMKM memiliki daya tahan yang tinggi terhadap krisis.Sehingga ke depan mampu menjadi lokomotif pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,”katanya. herni amir 

Read More >>

Inflasi di Sulawesi Selatan Naik 0,04%


Kamis, 02 August 2012
MAKASSAR – Laju inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Juli lalu mencapai 0,68% atau mengalami kenaikan sekitar 0,04% jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,64%.


Kenaikan harga bahan makanan menjadi pemicu utama naiknya inflasi di Sulsel. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono mengatakan laju inflasi tersebut disebabkan harga pada enam kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. Namun kelompok bahan makanan mengalami kenaikan cukup besar,yakni mencapai 1,57%. “Kenaikan bahan makanan bergerak naik dari 1,50% di Juni 2012 menjadi 1,57%. Salah satu pendorongnya adalah tingginya belanja masyarakat sepanjang Ramadan ini.Apalagi, dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan,hanya satu yang mengalami deflasi, sisanya inflasi,” ujar Bambang di kantornya,kemarin.

Komoditas yang dominan menyumbang deflasi di kelompok bahan makanan adalah cabe merah, bawang merah, tomat sayur dan buah, serta kentang dan nangka muda. Sisanya, hampir semua kebutuhan bahan makanan mengalami kenaikan harga. Kelompok makanan jadi, minuman dan rokok,serta tembakau juga menyumbang inflasi 0,65%, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya 0,07%, kelompok sandang juga mengalami kenaikan 0,58%, hingga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keungan mencatat inflasi 0,03%.

“Sementara kelompok pendidikan, rekriasi dan olahraga sejauh ini tetap stabil,”kata dia. Dari data yang dilansir BPS Sulsel, tercatat laju inflasi secara y o y (year on year) di Sulsel mencapai 3,82%. Pertumbuhan tersebut seiring dengan kian tingginya kebutuhan masyarakat. Walau Sulsel mencatat inflasi per Juli tahun ini, Bambang mengaku hal tersebut cukup baik,karena hampir semua daerah di Indonesia mengalami inflasi. “Inflasi tertinggi dipegang Pangkalpinang di Provinsi Bangka Belitung sebesar 3,17% dan terendah di Kota Sibolga, Sumatera Utara 0,11%. Sulsel masih berada di tengahtengah,” tuturnya.

Pengamat Ekonomi Sulsel Agus Arman menilai, inflasi di Sulsel masih dalam batas normal. Terjadinya inflasi di hampir semua kelompok pengeluaran, karena Juli bertepatan dengan Ramadan yang memang selalu mencatatkan pertumbuhan belanja masyarakat. “Kebutuhan makanan pokok memiliki andil besar, terutama ikan,daging ayam,telur, daging sapi serta kacang-kacangan. Ini merupakan kebiasaan yang selalu terjadi tiap tahun saat Ramadan tiba,” kata dia. rahmat hardiansya 

Read More >>

Rabu, 01 Agustus 2012

Toraja Segera Gelar Festival Budaya


Rabu, 01 Agustus 2012

MAKALE – Kabupaten Tana Toraja bersama Toraja Utara bakal menggelar Festival Budaya Toraja pada 2013 mendatang. Rencana penyelenggaraan Festival Budaya Toraja yang mirip Festival Danau Toba itu mendapat dukungan dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Kementerian Pariwisata.


“Tahun depan, Toraja dan Tenggarong diprioritaskan Kementerian Pariwisata sebagai penyelenggara festival budaya berskala nasional,”kata Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung seusai rapat koordinasi yang dihadiri Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring dirujab Bupati Tana Toraja, Makale kemarin. Dia menyatakan, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo telah berkomitmen mendukung dan menyukseskan Festival Budaya Toraja tersebut. Rencananya, pekan depan, Bupati Tana Toraja,Toraja Utara, dan Gubernur Syahrul Yasin Limpo akan bertemu Menteri Pariwisata.

“Rencananya, Festival Budaya Toraja digelar Juni hingga Agustus tahun depan. Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara berkomitmen mendukung dan menyukseskan festival ini,”tutur dia. Mantan Kepala Inspektorat Provinsi Sulsel itu mengatakan, tahun ini,Tana Toraja menjadi tuan rumah pelaksanaan puncak Lovely December.

Guna lebih menggaungkan kegiatan tersebut, Lovely December akan dimeriahkan dengan kegiatan yang bisa menarik kunjungan wisatawan di Toraja. “Lovely December diisi pementasan seni budaya, dipadukan dengan kegiatan di alam bebas,”ungkap dia. ● joni lembang
Read More >>

Calon Sekkot Makassar- SK Penetapan Tunggu Tanda Tangan Gubernur


Rabu, 01 Agustus 2012
MAKASSAR – Pemprov Sulsel masih merampungkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo terkait pengangkatan Agar Jaya sebagai pejabat defenitif Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar. 

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel Tautoto Tanaranggina mengungkapkan, proses penyusunan SK tersebut telah rampung dan sisa ditandatangani gubernur. “Sekarang SK itu sudah dimasukkan ke ruang kerja gubernur untuk ditandatangani.Yang jelas kita memprosesnya,” ujarnya kepada SINDOkemarin. Tautoto menargetkan, penerbitan SK Sekkot Makassar tersebut paling lambat, pekan ini. SK tersebut selanjutnya akan langsung diserahkan ke Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin untuk melantik pejabat yang bersangkutan.

“Kita harap secepatnya, kalau boleh pekan ini,”ujarnya.Sekadar diketahui,akhir pekan lalu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengeluarkan surat rekomendasi,yang menunjuk Agar Jaya sebagai pejabat defenitif Sekkot Makassar Agar Jaya yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Makassar ini mengalahkan dua pesaingnya,yakni mantan Asisten IV Bidang Pemberdayaan Masyarakat Apiaty Kamaluddin dan mantan Asisten III Bidang Keuangan Sittiara.

Surat rekomendasi ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Diah Anggraeni kepada Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (26/7) lalu. Tautoto yang ditanya mengenai alasan dipilihnya Agar Jaya dibanding dua calon lainnya, mengaku enggan berspekulasi. Menurutnya, pihaknya hanya menjalankan rekomendasi dari Kemendagri.“Kalau anda bertanya soal itu, silahkan ke Kemendagri. Kami hanya meneruskan isi surat rekomendasi itu,”katanya.

Terpisah, Muallim mengatakan, SK gubernur tersebut akan dijadikan dasar oleh Wali Kota Makassar untuk melakukan pelantikan terhadap pejabat defenitif sekkot yang baru. “Sekarang kita mulai konsepkan SK-nya.Setelah itu kita ajukan ke gubernur, selanjutnya dilantik oleh wali kota,” singkatnya kepada wartawan. ● wahyudi 

Read More >>

EKONOMI SULSEL: Ekspor Juni Naik 15,65%, Impor Turun 52,29%



More Sharing Services

Rabu, 1 Agustus 2012
Compact_dsc_4464
MAKASSAR: Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat, nilai ekspor wilayah ini pada Juni 2012 mencapai US$138,65 juta, meningkat 15,65% dibandingkan Mei tahun ini.

Kepala BPS Sulsel Bambang Pramono mengatakan, jika dibandingkan dengan ekspor pada Juni 2011, nilai ekspor tersebut mengalami penurunan 40,04%.

”Lima terbesar komoditas ekspor Sulsel pada Juni 2012 adalah nikel, kakao, ikan, udang, dan kepiting, biji-biji berminyak, tanaman obat, kayu atau barang dari kayu,” ujar Bambang, Rabu (1/8).

Menurutnya, peningkatan nilai ekspor Sulsel pada Juni tahun ini sangat dipengaruhi oleh besarnya peningkatan nilai ekspor lima kelompok komoditas utama, yaitu nikel, ikan, udang, kepiting, karet dan barang dari karet, serta olahan makanan hewan. Sedangkan ekspor kelompok komoditas kakao, biji-bijian berminyak, tanaman obat, kayu dan barang dari kayu, garam, belerang, kapur, semen, dan buah-buahan mengalami penurunan.

Ekspor ke Jepang pada Juni tahun ini mencapai nilai terbesar, yaitu US$100,99 juta. Menyusul ke Amerika Serikat US$10,19 juta, Malaysia US$9,18 juta, Cina US$4,33 juta, dan Korea Selatan US$2,19 juta. Nilai ekspor Sulsel ke lima negara tersebut US$126,88 juta, atau 91,51% dari total ekspor wilayah ini.

Sementara nilai ekspor periode Januari sampai dengan Juni 2012 terbesar ke negara Jepang yaitu US$364,05 juta, menyusul ke Malaysia US$48,63 juta, Amerika Serikat US$46,43 juta, Cina US$33,04 juta, dan Singapura US$13,80 juta. Besarnya nilai ekspor ke lima negara itu mencapai US$505,95 juta, atau 85,37% dari total kumulatif nilai ekspor pada periode tersebut.


Impor Turun
Sementara itu Bambang menjelaskan, nilai impor Sulsel pada Juni 2012 US$77,71 juta, atau menurun 52,29% dibandingkan Mei 2012. Nilai itu juga menurun 66,39%, jika dibandingkan nilai impor Sulsel pada Juni tahun lalu.

“Singapura, Australia, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Kanada, merupakan lima negara pemasok utama barang impor ke wilayah ini pada Juni 2012,” katanya.

Kelima negara tersebut, memasok barang impor dengan nilai US$61,73 juta atau 79,44% dari total nilai impor Sulsel. Besarnya nilai impor ke lima negara tersebut, masing-masing Singapura US$ 32,22 juta, Australia US$10,42 juta, Korea Selatan US$7,45 juta, Amerika Serikat US6,48 juta, dan Kanada US$5,16 juta.

Menurutnya, komoditas impor Sulsel pada Juni 2012 dengan nilai lima terbesar adalah, komoditas bahan bakar mineral dengan nilai impor US$29,92 juta, gandum-ganduman US$15,22 juta.

Kemudian pupuk US$7,41 juta, mesin-mesin atau pesawat mekanik US$4,60 juta, serta kapal, perahu, dan bangunan terapung US$3,87 juta. Kelima kelompok komoditas tersebut, memberikan kontribusi US$61,02 juta, atau 78,52% dari total impor Sulsel pada Juni tahun ini.

Adapun nilai impor Sulsel periode Januari hingga Juni 2012 mencapai US$592,51 juta. Besarnya nilai impor tersebut menurun 27,05%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$812,21 juta.

”Besarnya nilai impor pada sepuluh negara utama pengimpor ke Sulsel selama Juni 2012 sebesar US$65,12 juta, atau 88,95%. Sedangkan negara lainnya sebesar US$12,59 juta atau 11,05%,” ungkap Bambang.

Lima negara pemasok utama barang impor ke Sulsel pada Juni 2012 adalah Singapura, Australia, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Kanada. Kelima negara tersebut, memasok barang impor dengan nilai US$61,73 juta, atau 79,44% dari total nilai impor wilayah ini.
Besarnya nilai impor dari kelima negara tersebut masing-masing, Singapura US$32,22 juta, Australia US$10,42 juta, Korea Selatan US$7,45 juta, Amerika Serikat US$6,48 juta, dan Kanada US$5,16 juta.

Dia menyebutkan, nilai impor Sulsel periode Januari sampai dengan Juni 2012 juga menurun 27,05%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada periode Januari hingga Juni tahun ini, nilai impor terbesar dari negara Singapura mencapai US$272,91 juta, kemudian Australia US$93,25 juta, Thailand US$41,89 juta, Cina US$ 39,49 juta, dan Jepang US$31,12 juta.

”Besarnya nilai impor ke lima negara tersebut mencapai US$478,60 juta, atau 80,78% dari total kumulatif nilai impor pada periode tersebut,” tegasnya. (K46/Bsi)
Read More >>

SYL: Harga Sembako Tak Boleh Bersoal


RABU, 01 AGUSTUS 2012

alt
MAKASSAR,  – Pasar Murah Ramadhan yang menjadi program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mendapat apresiasi tinggi dari warga Makassar. Ratusan warga rela berdesak-desakan mengantre untuk mendapatkan paket sembako senilai Rp50 ribu yang berisi beras, gula, minyak goreng, susu, dan mentega.
Lokasi pasar murah tersebut ada di Pasar pelelangan ikan Paotere, Makassar. Pemprov menyediakan 27 ribu paket sembilan bahan pokok
(sembako) yang dijual ke warga.“Saya berharap pasar murah ini memberikan manfaat besar bagi warga Makassar,” ujar Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL), Selasa, 31 Juli.
Dia menyatakan, program pasar murah tersebut sebagai bukti kepedulian Pemprov terhadap rakyat. Event pasar murah juga sebagai bukti bahwa Pemprov lebih memen­tingkan kerja dan program konkret untuk rakyat.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini berharap pasar murah ini dapat menjadi penyeimbang harga sembako yang biasanya naik menjelang L­ebaran. Penyediaan paket sembako merupakan kerja sama sejumlah instansi terkait.
“Tak boleh ada harga kebutuhan pokok bersoal di Sulsel. Makanya, kami hadirkan pasar murah Ramadhan ini paling tidak menjadi penyeimbang jika harga sembako di pasar-pasar naik,” kata Syahrul.
Selain di Pasar pelelangan ikan Paoterre, Pemprov Sulsel juga menstabilkan harga sembako, dengan membagikan 27.000 paket sembako kepada 27.000 keluarga pra sejahtera di 24 kabupaten/kota. Program bertajuk Pasar Murah Ramadhan 1433 H tersebut bekerja sama dengan Bank Indonesia, Perbankan di Sulsel, BUMN, Kadin Sulsel, serta Kodam VII Wirabuana, produsen, dan distributor.
Masing-masing kabupa­ten/kota mendapat jatah se­ribu paket sembako, untuk dibagikan kepada keluarga pra sejahtera. Tetapi khusus di Kota Makassar, mendapat jatah 4 ribu paket sembako, sehingga total 27.000 paket sembako yang dibagikan.
Setiap paket sembako ini berisi 12 kg beras, 1 kg gula pasir, 1 kg tepung terigu, 2 liter minyak goreng, dan 5 bungkus mie instan, yang dijual Rp50.000. Harga tersebut, men­dapat subsidi 37 persen dari harga sebenarnya.
Selain untuk meringankan beban keluarga pra sejahtera di Ramadhan dan menyambut Lebaran, Syahrul juga berharap pasar murah ini bisa menjaga kestabilan harga dan kelancaran distribusi di wilayah-wilayah yang memiliki banyak keluarga pra sejahtera. Sehingga mereka bisa membeli sembako dengan harga yang lebih murah. Sekaligus untuk mengendalikan inflasi, terutama yang bersumber dari volatile food.
“Diharapkan Ramadhan tahun ini seperti tahun lalu, dimana inflasi dan harga tidak terlalu naik karena sudah dikontrol sejak awal, salah satunya dengan menggelar pasar murah seperti ini,” terang penerima Bintang Ma­haputra Utama 2011 dari Pre­siden RI tersebut.
Ke depan, Syahrul berharap, Pasar Murah Rama­dhan tidak hanya menyediakan sembako, tetapi juga menjual pakaian atau konveksi dengan harga murah.
Wagub Safari Ramadhan
Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang mengaku bakal melakukan pantauan ke sejumlah pasar tradisional pada empat kabupaten di Sulsel. Keempat kabupaten itu rencananya adalah Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, dan Je­neponto.
Menurut Agus, kunjung­an tersebut untuk melihat bagaimana harga sembako termasuk soal stok barang yang ada pada pasar tersebut. “Saya mau jalan lihat semua pasar di beberapa kabupaten, ini untuk melihat bagaimana harga sekalian safari ramadhan. Saya ke Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto nanti tanggal 4 Agustus,” jelas Agus di Kantor Gubernur.
Kemarin, mantan Ketua DPRD Sulsel ini membantah jika pantauan yang akan dilakukannya itu, lantaran adanya laporan dari daerah terkait terjadinya lonjakan harga sembako di pasar setempat. “Tidak ada laporan soal lonjakan harga, tetapi hanya mau memantau bagaimana kesiap­an stok,” timpalnya.
Apalagi, sambungnya, pantauan tersebut  juga sebenarnya bagian dari tugas pemerintah untuk memberikan informasi kepada pedagang bahwa stok ada dan cukup aman. “Karena yang sulit itu kalau dia pahami bahwa stok ini terbatas, mi­salnya tempe pasti akan me­lonjak harganya karena memang mereka khawatir tidak ada barangnya,” tuntasnya. (eky/tan)
Read More >>

Disperindag Sulsel Adakan Pasar Murah


Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disprerindag) Sulsel bekerjasama dengan Bank Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) melakukan pasar murah di kawasan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kelurahan Lette Kecamatan Mariso, Selasa, 31 Juli 2012. 
Dalam pasar murah tersebut dihadiri Direktur Utama Bank Sulselbar, Elong Tjandra dan Anggota Kodam, dan perwakilan dari Anggota Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Disperindag Sulsel. Direktur Utama  (Dirut) Bank mengatakan bahwa kegiatan pasar murah ini adalah kegiatan yang digagas oleh Disperindag Sulsel dan bekerjasama dengan Perbankan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kodam VII Wirabuana, dan Polda Sulselbar. Kegiatan pasar murah ini dilakukan untuk menstabilkan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang saat ini harganya terus merangkak naik selama bulan Ramadan ini.
Dengan adanya pasar murah ini kami berharap bisa menstabilikan harga Sembako. Sehingga masyarakat golongan menengah bisa membeli sembako dan tidak merasakan tingginya harga. Menurut Elong walaupun kegiatan pasar murah ini dilakukan tidak bisa mengena kepada seluruh masyarakat kalangan menengah kebawah, setidaknya dengan adanya pasar murah ini Pemprov Sulsel bisa mengurangi dampak tingginya harga sembako.
Dalam pasar murah tersebut Disperindag Sulsel menyiapkan 4.000 paket sembako murah bagi masyarakat di Makassar yang dibagikan di 4 titik di Makassar, untuk di Kawasan Rusunawa Kelurahan Lette Kecamatan Mariso Disperindag Sulsel dan Bank Sulselbar menyediakan 1000 paket Sembako murah bagi masyarakat tersebut.
Dalam paket Sembako tersebut dijual dengan harga 50 ribu. Harga tersebut lebih murah 37 persen daripada di pasar atau toko. Kepala Disperindag Sulsel, Ir. Irman Yasin Limpo mengatakan pasar murah dilakukan untuk menekan dan menstabilikan harga Sembako yang saat ini  semakin tinggi. Pasar murah dilakukan dibeberapa titik di Kota Makassar yakni, satu titik di Paottere, Lette dan Daya.
Tanggal 10 Agustus akan digelar di Makassar ada empat titik, satu titik di Paotere, satu di Lette, satu di Daya. Satu titik ini kita masih menunggu konfirmasi dari penanggungjawab dari Kodam. Irman menambahkan pasar murah ini dilaksanakan atas kerjasama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Perbankan, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulsel, Kodam, Distributor dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Namun  pasar murah ini dilaksanakan tidak serentak di 24 Kabupaten/Kota.
Read More >>

BPTP Sulawesi Selatan Peragakan Beberapa Inovasi Teknologi Padi di Kab. Maros


Rabu, 01 Agustus 2012
fotoMenggunakan areal seluas kurang lebih 10 ha, berlokasi di Desa Mattoanging, kec. Bantimurung Kab. Maros, BPTP Sulawesi Selatan memperagakan Inovasi teknologi padi. Peragaan teknologi ini dilaksanakan secara terkompleks di tengah-tengah hamparan pertanaman Padi para petani dengan tujuan agar para petani di Kab. Maros dapat melihat secara langsung penampilan dan hasil yang di peroleh, jika menerapkan teknologi sesuai rekomendasi.
Beberapa kegiatan yang di tampilkan dalam program ini adalah :
  1. Display varietas Unggul Baru (Inpari)
  2. Pemupukan hara Spesifik Lokasi (PHSL)
  3. Penggunaan Alternate Wetting and Drying (AWD)
  4. Teknologi Penangkaran Benih Padi
  5. Uji Adaptasi beberapa Galur Padi, kerjasama dengan BB Padi Sukamandi
  6. Perbanykan benih padi (UPBS)
Pada hari Senin, 30 Juli 2012 telah dilakukan Panen Raya yang dilakukan oleh Wakil Bupati Kab. Maros, Ketua DPRD Kab. Maros, Komandan Kodim Kab. Maros dan Kepala BPTP Sulawesi Selatan, yang di saksikan oleh Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Prop. Sulawesi Selatan, Kepala SKPD Kab. Maros, para Penyuluh Petani, dan peserta Diklat Budidaya Padi bagi penyuluh se Indonesia Timur yang dilaksanakan BB Diklat Pertanian Gowa. Dari Ubinan yang dilakukan di peroleh hasil 7,52 ton/ha, varietas Inpari 13.
Acara Panen Raya di lanjutkan dengan Temu Lapang dan diskusi dengan para petani, dan penyuluh. Kepala BPTP Sulawesi Selatan DR. IR. FADJRY DJUFRY, M.SI, menjelaskan bahwa Badan Litbang Pertanian secara terus menerus mengembangkan Inovasi Teknologi Padi khususnya varietas baru untuk mengantisipasi tantangan dan permasalahan perberasan yang semakin berkembang.
Pada kesempatan ini peneliti dari BB Padi Sukamandi menyampaikan bahwa BB Padi Sukamandi sedang mengembangkan varietas baru padi Ultra Genjah, yang memungkinkan petani dapat menanam padi dengan IP-300.
Penulis : Ir. Amirullah
Read More >>

Selasa, 31 Juli 2012

Toraja Utara Tunggu Rp110 M dari Pemprov


Selasa, 31 July 2012
RANTEPAO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara menunggu kucuran dana Rp110 miliar pada tahun 2012 dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan.

Kucuran dana itu dijanjikan gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di depan pemerintah dan masyarakat Toraja Utara pada perayaan puncak HUT ke-4 kabupaten Toraja Utara akhir pekan lalu. Menurut Syahrul, bantuan itu tak ada kaitannya dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2013. Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring mengatakan setelah resmi dimekarkan empat tahun lalu, kebutuhan masyarakat Toraja Utara semakin besar.Sementara infrastruktur sangat terbatas.

Untuk memenuhi tuntutan masyarakat, tidak cukup apabila hanya mengandalkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Dengan begitu, Toraja Utara membutuhkan perhatian dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Sulsel. Menurut dia, kontribusi Pemprov Sulsel terhadap pembangunan di Toraja Utara sudah cukup banyak. Selama Januari- Juli 2012, kucuran dana pembangunan yang diterima pemkab Toraja Utara dari pemprov Sulsel sekitar Rp83,6 miliar. Di antaranya, Dinas Bina Marga Rp20,5 miliar, Dinas Pendidikan Rp19,4 miliar, dinas kesehatan Rp5,9 miliar dan dinas pertanian dan perikanan Rp6,4 miliar.

“Masih ada sekitar lima bulan lagi sebelum tahun 2012 berakhir.Kami berharap,di APBD perubahan, kucuran dana dari pemprov yang sudah kami terima masih akan bertambah untuk pembangunan daerah ini,”ujarnya. Mantan wakil bupati Asmat, Papua itu mengatakan,salah satu kebutuhan mendesak di Toraja Utara saat ini yakni rumah sakit umum daerah (RSUD).Dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, hanya kabupaten Toraja Utara yang hingga kini belum memiliki RSUD.

Diharapkan, Pemprov Sulsel membantu Pemkab Toraja Utara untuk mewujudkan impian RSUD dimiliki kabupaten Toraja Utara. “Belum ada RSUD di daerah ini.Kami harap,Pemprov Sulsel membantu memperjuangkan pembangunan RSUD di Toraja Utara,”ujarnya. joni lembang 
Read More >>