Rabu, 08 Agustus 2012

Guberur Sulsel Pendamping Presiden di Sidang kabinet


Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo  mendapat kepercayaan penuh dari Presiden Republik Indonesia, H.Susilo Bambang Yudhoyono untuk membantu persoalan pangan nasional. Presiden meminta agar Syahrul menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mencapai target overstok nasional 10 juta ton pangan. Hal tersebut terungkap dalam Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpin langsung SBY di Auditorium Gedung F Kantor Kementrian Pertanian, Jalan Harsono RM No 3 Ragunan Pasar Minggu, Jakarta, Senin 6 Agustus 2012.
Gubernur mengatakan kehadirannya sebagai pendamping tetap Presiden di Sidang Kabinet Terbatas yang membahas masalah pertanian, khususnya kesiapan nasional overstok pangan. Syahrul mengatakan bahwa Presiden SBY memberi kepercayaan kepada dirinya untuk membuat susunan dan konsep, langkah-langkah strategis apa yang bisa dilakukan untuk mencapai target 10 juta ton pangan tersebut. Apalagi Sulsel yang berhasil meraih surplus 2 juta ton dinilai berhasil. Selain di bidang pangan, presiden juga meminta Syahrul menyiapkan langkah untuk menggenjot produksi sapi. Pasalnya, Sulsel dinilai berhasil sehingga bisa mencapai stok satu juta ekor sapi.
Berdasarkan pengalaman di Sulsel itulah, saya diminta membuat rujukan, apa-apa saja yang harus dilakukan untuk mem-back up secara nasional. Masalah kedelai, juga menjadi persoalan yang dibahas dalam Sidang Kabinet Terbatas tersebut. Bagaimana menggenjot produksi kedelai di Indonesia. Masalah kedelai ini, Sulsel diminta ikut mengambil peran. Termasuk  empat gubernur lain yang juga dinilai berhasil di bidang pertanian.
Presiden juga memintanya memberikan masukan dan menyiapkan konsep terkait akan dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) untuk memanfaatkan lahan-lahan terlantar. Sehingga ke depannya tidak ada lagi lahan-lahan yang tidak berproduksi. Gubernur diminta membuat masukan untuk Inpres.

Sr/An (Rabu, 8 Agustus 20012)
Read More >>

Belajar dari Sulsel Cara Mencegah Krisis Kedelai


Selasa, 7 Agustus, 2012
Akhirnya Presiden Su silo Bambang Yudhoyono (SBY) perlu memanggil Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) ke Sidang Kabinet Terbatas. Mau gimana lagi? Krisis kedelai yang berlangsung belum lama ini jelas jadi alarm keras bahwa ketahanan pangan kita ternyata butuh perhatian khusus.
Gara-gara peristiwa itu, kita semua sadar: negara kita terlalu bergantung pada hasil bumi negeri lain. Hal yang mengherankan mengingat julukan ‘negara agraris’ masih diajarkan di sekolah-sekolah dasar hingga kini.

Saya pribadi melihat persoalan pangan adalah salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi negara kita tidak secepat negara Asia lainnya. Dulu Indonesia mengekspor beras dan mendapat pemasukan dari sana, kini kita mengimpor beras sehingga anggaran negara untuk sektor lain jadi berkurang; pendidikan misalnya.
Untuk pertanian, sebenarnya Indonesia bukan bergantung sepenuhnya pada hasil impor. Kita juga memproduksi, hanya saja kuantitasnya jauh dari kebutuhan. Nah, menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha (sekitar 3 bulan lagi), kebutuhan pangan pasti melonjak. SBY (dan kita semua) tentu tidak ingin ada krisis tahu-tempe atau krisis beras, daging, cabai, dan lain-lain.
SYL bukanlah satu-satunya gubernur yang menghadiri Sidang Kabinet Terbatas, ada 4 gubernur lain. Tapi secara khsusus, gubernur Sulsel ini mendapat kepercayaan penuh dari presiden karena prestasinya di bidang pertanian.
Di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo, Sulawesi Selatan tercatat sebagai penerima Adi Karya Pangan Nusantara dalam tiga tahun terakhir, Satya Lencana Pembangunan Pertanian untuk Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) tiga tahun berturut-turut 2008-2010 serta Satya Lencana Wirakarya Pembangunan 2011.
Tentunya kita layak berharap banyak pada SYL untuk memberi masukan-masukan kepada SBY soal cara meningkatkan ketahanan pangan kita. Bahkan target
10 juta ton pangan untuk Indonesia harusnya bisa dicapai karena Sulsel sendiri sukses mendapatkan surplus pangan sebesar 2 juta ton.
Masalah kedelai yang kemarin heboh juga dibahas dalam Sidang Kabinet Terbatas tersebut. SYL diminta memberikan susunan dan konsep, langkah-langkah strategis apa yang bisa dilakukan agar produksi kedelai di Indonesia bisa digenjot. Semoga kita tidak perlu lagi mengimpor, bahkan kalau bisa berganti jadi negara pengekspor kedelai.
Selain di bidang pangan, Presiden SBY juga meminta Syahrul menyiapkan langkah untuk menggenjot produksi sapi. Pasalnya, Sulsel dinilai berhasil sehingga bisa mencapai stok satu juta ekor sapi. Hal ini tentu saja untuk mengantisipasi melonjaknya kebutuhan daging menjelang Lebaran. Meski tidak sampai menjadi negara pengekspor sapi, tapi setidaknya mudah-mudahan kita tidak perlu lagi mengimpor daging dari negara lain yang dihantui wabah sapi gila.
Bagi saya, bisa mengekspor itu bagus. Namun status tidak menjadi negara pengimpor itu saja sudah cukup. Sebab hal itu berarti uang negara kita bisa dialokasikan ke bidang lain secara optimal. Dengan begitu perlahan-lahan negara ini bisa dibangun. Meski tidak langsung menjulang luar biasa seperti Qatar, tapi setidaknya kita bisa maju tanpa ketergantungan ke pihak asing.
Semoga pak Syahrul Yasin Limpo bisa menjalankan tugasnya dengan baik sehingga ketahanan pangan Indonesia bisa membaik agar saya (serta semua masyarakat Indonesia) bisa jajan gorengan tahu-tempe lagi dan ukuran daging rendang di rumah makan Padang tidak menyusut lagi. [Krisna Tobing]
Read More >>

Gubernur Evaluasi Kinerja Pemerintahan


Rabu, 08 Agustus 2012

MAKASSAR – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup pemprov untuk bekerja lebih serius di sisa tahun 2012,yang juga masa akhir periodenya tersebut.

“Saya mau bersih-bersih sebelum akhir tahun anggaran ini.Ini kan juga akhir tahun masa jabatan saya,” katanya usai memimpin rapat tertutup bersama sejumlah kepala SKPD di ruang kerjanya,kemarin. Karena itu, dia meminta agar seluruh administrasi serta penggunaan anggaran harus dievaluasi sedini mungkin. Dengan demikian, kendala yang kemungkinan timbul khususnya yang terkait masalah hukum ataupun adminstrasi, bisa diminamlisir.

Selain itu, dia juga menugaskan kepada seluruh kepala SKPD agar rutin melaporkan setiap perkembangan program yang dilakukannya. Hal ini juga sebagai motivasi bawahannya bekerja serius. “Adminstrasi diperbaiki, kita kan menuju perubahan anggaran.Avaluasi harus jalan. Ramadan ini dipakai untuk koreksi dan penyemburnaan. Asisten dan setiap biro harus punya target,”bebernya.

Dalam pertemuan yang berlangsung tertutup itu, Syahrul juga melakukan evaluasi terhadap realisasi penggunaan APBD hingga triwulan II 2012 ini tidak mencapai target 50%. Hingga kini,realisasi fisik baru mencapai 45,75%, dan realisasi keuangan 36,79%. Padahal, target realisasi 50% pada pertengahan tahun 2012 ini merupakan salah satu progres yang ditekankan gubernur kepada anak buahnya.

Selain menggenjot proyek yang ada,hal ini juga diakuinya terkait menjelang Pilkada Gubernur Pilgub Sulsel 2013 nanti. “Termasuk saya evaluasi target Triwulan II. Tapi saya anggap tak masalah, karena memang ada program-program yang bersakutan dengan dekonsentrasi,” kilahnya.

Pada Triwulan III 2012 mendatang, dia kembali menargetkan agar seluruh SKPD bisa menuntaskan seluruh programnya di tahun ini.Sehingga pada Triwulan IV mendatang hanya tinggal penyempurnaan. “Saya mau semuanya tuntas. Dalam waktu singkat, saya akan kumpulkan lagi kepala SKPD untuk dengarkan ekspornya masing-masing, termasuk persiapan anggaran perubahan,” tandasnya.

Diketahui, tahun 2012 ini merupakan masa akhir periode pertama Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’mang menahkodai Sulsel.Keduanya pun kembali bertarung pada Pilgub 2013 mendatang untuk bisa memimpin dua periode. ● wahyudi 
Read More >>

Syahrul Tangani Pangan Nasional


Rabu, 08 Agustus 2012
JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebagai penanggung jawab program pencapaian surplus beras nasional sebanyak 10 juta ton.


Penunjukan ini menyusul kesuksesan Sulsel mencapai over produksi beras 2 juta ton sejak 2008 lalu. Presiden SBY meminta agar Syahrul Yasin Limpo menyiapkan langkah strategis yang akan diterapkan secara nasional untuk mencapai target surplus 10 juta ton beras sekaligus mengamankan cadangan beras nasional.

“Sulsel berhasil mencapai overstock 2 juta ton beras sejak 2008 lalu.Karena itu,Presiden SBY memerintahkan saya untuk menyiapkan konsepsi bagaimana mencapai overstock beras 10 juta ton secara nasional. Itulah hasil dari rapat kabinet terbatas kemarin saya ikuti,” ujar Syahrul Yasin Limpo dalam siaran persnya kepada SINDO di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya,Ketua Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini diundang Presiden SBY untuk mengikuti Sidang Kabinet Terbatas di Auditorium Gedung F Kantor Kementerian Pertanian, Jalan Harsono RM No 3,Ragunan, Pasar Minggu,Jakarta. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan, kepercayaan SBY untuk menangani persoalan pangan nasional tidak akan disia-siakan.

Menurutnya, dia bersama bersama stakeholder terkait akan merumuskan langkah strategis untuk memenuhi target overstockberas secara nasional yakni 10 juta ton.Salah satunya dengan menyerap program yang diterapkan di Sulsel. Dia mengatakan, untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan jaminan ketersediaan pupuk secara konstan dari pihak pemerintah setempat. Selain itu, harus dilakukan optimalisasi pengairan dan efisiensi pertanian.

Hal ini telah diterapkan di Sulsel dimana telah terjadi anomali cuaca, namun produksi beras tetap mengalami peningkatan. Pada 2007 lalu,sebelum surplus 2 juta ton beras dicanangkan, kemampuan produksi petani maksimal 1,6 juta ton per tahun. Setahun kemudian, dengan optimalisasi lahan pertanian, perbaikan saluran irigasi, pemupukan, dan pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi cuaca, produksi beras Sulsel mencapai 2,2 juta ton.

Terakhir, pada 2011 lalu, surplus produksi mencapai 2,9 juta ton yang disalurkan pada 14 provinsi di Indonesia Timur. ”Ini sebuah tantangan dan harus saya jalani.Insya Allah,konsepsi 2 juta ton beras yang berhasil di Sulsel akan kita sukseskan bersama secara nasional,” kata Syahrul. Menurut dia, dalam rapat tersebut, Presiden juga menyinggung masalah kedelai yang kerap bermasalah.

SBY berharap, produksi nasional bisa digenjot sehingga tidak terjadi kelangkaan yang membuat harga tempe melambung. ”Masalah kedelai ini,Sulsel diminta ikut mengambil peran. Termasuk, empat gubernur lain yang juga dinilai berhasil di bidang pertanian,”urainya. Selain di bidang pangan, Presiden SBY juga meminta Syahrul menyiapkan langkah untuk menggenjot produksi sapi untuk mencapai swasembada daging nasional.

Maklum, Sulsel dinilai berhasil sehingga bisa mencapai stok satu juta ekor sapi. ”Berdasarkan pengalaman di Sulsel itulah, saya diminta membuat rujukan, apa-apa saja yang harus dilakukan untuk mem-back up secara nasional,” jelasnya. Presiden SBY juga memintanya memberikan masukan dan menyiapkan konsep terkait akan dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) untuk memanfaatkan lahan terlantar.

Dengan inpres ini diharapkan, kedepannya tidak ada lagi lahan tidur. “Saya diminta membuat masukan untuk Inpres tersebut,” katanya. Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Agus Sumantri mengatakan, Syahrul memang dipanggil oleh Presiden SBY untuk menghadiri Sidang Kabinet Terbatas di Auditorium Gedung F Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta.

 “Bukan hanya sebagai Ketua APPSI, tetapi pemikiran Syahrul Yasin Limpo sangat diharapkan bersama menteri Kabinet Indonesia Bersatu II untuk merumuskan dan menyusun kebijakan pemerintah,”katanya. abriandi 

Read More >>

Selasa, 07 Agustus 2012

ITK Sulsel di Atas ITK Nasional


SELASA, 07 AGUSTUS 2012 

Perekonomian Triwulan Kedua Naik 6,68 Persen
 MAKASSAR,  - Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Provinsi Sulsel di triwulan kedua tahun 2012 ini menempati posisi delapan besar di Indonesia. ITK Sulsel senilai 109,72 masih berada di atas ITK Indonesia dengan nilai rata-rata sebesar 108,77 persen.
Bahkan secara umum nilai ITK dan tingkat optimisme di Sulsel masih relatif lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya oleh karena adanya peningkatan nilai pendapatan rumah tangga.
Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menjelakkan, kondisi ekonomi triwulan kedua tahun 2012, khususnya konsumsi makanan masyarakat Sulsel relatif sama dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Hanya saja konsumsi makanan untuk konsumsi susu sedikit mengalami penurunan. Sedangkan jenis non makanan yang mengalami penurunan adalah koran dan televisi.
Sementara perkiraan ekonomi konsumen triwulan ketiga untuk tahun 2012, diperkirakan membaik dan mengalami peningkatan sebesar 112,97 persen.
Sebab sesuai gambaran provinsi di Sulawei, prediksi ITK pada semua provinsi secara umum diindikasi ada kenaikan diban­ding triwulan saat ini, karena adanya momen bulan suci ramadan dan Idul Fitri 1433 Hijriah pada triwulan ketiga di tahun 2012.
Sementara itu, terkait kinerja perekonomian Sulsel triwulan kedua tahun 2012 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku sebesar Rp39.994,28 miliar, sedangkan atas dasar harga konstan tahun 2000 sebesar Rp15.117,11 miliar.
Itu terkait dengan meningkatnya pertumbuhan yang terjadi disemua sektor ekonomi, dan pertumbuhan tertinggi dihasilkan oleh sektor pertambangan sebesar 13,18 persen.
Bila hal ini dibandingkan triwulan yang sama pada tahun 2011, di triwulan kedua tahub 2012 Provinsi Sulsel mengalami pertumbuhan se­besar 8,45 persen dengan pertumbuhan tertinggi di sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 21,94 persen.
Provinsi Sulsel di triwulan kedua tahun 2012 mengalami peningkatan sebesar Rp39.994,28 miliar atas dasar harga dibandingkan triwulan kedua tahun 2011 lalu.
Lalu sumber pertumbuh­an ekonomi terbesar di Sulsel datang dari sektor pertanian sebesar 2,01 persen, sedangkan sumber pertumbuhan ekonomi dari industri peng­olahan sebesar 2,28 persen.
Olehnya itu, ditinjau dari sisi penggunaan dan pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan kedua 2012 dibanding tahun dan triwulan yang sama di dorong oleh pembentukan modal tetap bruto (PMTB) masih ditopang oleh pertumbuhan PMTB sebesar 23,62 persen, konsumsi pemerintah sebesar 10,11 persen, pengeluaran komsumsi rumah tangga sebesar 7,48 persen dan konsumsi nirlaba sebesar 7,96 persen.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis BPS Provinsi Sulsel, Khaerul Agus, kepada Cakrawala diruang press room kantor BPS, Jalan Haji Bau, Senin, 6 Agustus, mengatakan, perkiraan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) triwulan keempat tahun 2012 menjelang Pilgub Sulsel 2013 mendatang akan meng­alami peningkatan, khusus­nya di sektor industri dan jasa.
“Pastinya industri percetakan jelang Pilgub Sulsel akan meningkat, dan hal yang sama juga terjadi pada usaha hotel dan restoran yang umumnya banyak digunakan,” tutur Khoirul. (ran/mri/ute)
Read More >>

SBY Tunjuk SYL Tangani Surplus Beras Nasional


Selasa, 7 Agustus, 2012
Makassar,  -- Setelah sukses mencapai produksi 2 juta ton overstock beras di Sulsel setiap tahunnya sejak 2008, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) langsung mendapat kepercayaan penuh dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membantu persoalan pangan nasional.

Presiden SBY meminta agar Gubernur Syahrul menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mencapai target overstock atau surplus  10 juta ton beras untuk tingkat nasional. Jika Sulsel mampu 2 juta ton overstock beras per tahun, maka SYL dibebankan harus ikut memikirkan langkah strategis apa yang harus ditempuh secara nasional untuk mencapai target tersebut.

"Karena di Sulsel berhasil mencapai overstock 2 juta ton beras setiap tahunnya, maka pak SBY memerintahkan saya untuk menyiapkan konsepsi bagaimana mencapai overstock beras 10 juta ton secara nasional. Itulah hasil dari rapat kabinet terbatas kemarin saya ikuti," ujar Syahrul, Selasa (7/8/2012).

Syahrul memang diundang (6/8) oleh Presiden SBY untuk ikut Sidang Kabinet Terbatas yang dipimpin langsung SBY di Auditorium Gedung F Kantor Kementrian Pertanian, Jalan Harsono RM No 3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta.

"Kehadiran saya sebagai pendamping tetap Presiden di Sidang Kabinet Terbatas," tambah Syahrul.(*)


Sumber: http://makassar.tribunnews.com/mobile/index.php/2012/08/07/sby-tunjuk-syl-tangani-surplus-beras-nasional
Read More >>

Daya Beli Warga Sulsel Membaik


Selasa, 07 Agustus 2012
MAKASSAR– Indeks Tendensi Konsumen (ITK) di Sulsel pada triwulan II/2012 membaik jika dibandingkan triwulan I. Di mana ITK Sulsel tercatat 109,72 naik dari triwulan sebelumnya 107,01.

 ”Itu artinya konsumen di Sulsel dalam memandang tingkat kestabilan ekonomi lebih baik jika dibandingkan triwulan sebelumnya,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono di kantornya, kemarin. Bambang menilai, membaiknya kondisi ekonomi konsumen didorong oleh peningkatan pendapatan rumah tangga, tidak adanya pengaruh inflasi pada konsumsi makanan.

Walaupun konsumsi makanan dan non makanan sedikit mengalami penurunan walau tidak terlalu signifikan. “Konsumsi makanan masyarakat Sulsel relatif sama dengan triwulan sebelumnya. Konsumsi makanan yang mengalami penurunan hanya pada konsumsi susu, sedangkan non makanan ada pada koran dan rekreasi,”kata Bambang.

BPS memprediksi pada triwulan III diperkirakan ITK mencapai 112,97. Ini berarti kondisi ekonomi konsumen tetap lebih baik.“Kecenderungan naiknya ITK ini disebabkan adanya bulan Ramadan dan Idul Fitri di triwulan III,”tuturnya. Dari seluruh provinsi di Sulawesi, Sulsel berada pada urutan kedua pertumbuhan ITK tertinggi setelah Sulawesi Tenggara sebesar 110,47.

Namun pertumbuhan ITK Sulsel masih jauh lebih besar dari pertumbuhan ITK nasional yang hanya 108,77. Sementara untuk perkiraan ITK di triwulan III mendatang, Sulsel memimpin disusul Sulawesi Utara, dan provinsi terendah di Sulawesi adalah Sulbar dengan prediksi 110,10,disusul prediksi pertumbuhan ITK secara nasional 110,96. Untuk prediksi pendapatan rumah tangga di triwulan III mencapai 115,07.

Bambang juga melihat adanya rencana pembelian barang-barang tahan lama seperti televisi, VCD/DVD player dan lain-lainnya akan ikut tumbuh menjadi 109,01. Sehingga ITK di triwulan III tercatat 112,97.

”Survei Tendensi Konsumen (STK) yang kami kumpulkan bersamaan dengan Sakernas, dan khusus di Sulsel rumah tangga yang didatangi 36% merupakan tamatan SLTA,dan 15% sarjana,”kata Bambang. rahmat hardiansya

Read More >>

Syahrul Diminta Siapkan Konsep Overstok Pangan


Selasa, 07 Agustus 2012
JAKARTA – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo diminta khusus oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyiapkan langkah strategis untuk mencapai target overstok pangan 10 juta ton sekaligus untuk mengamankan cadangan pangan nasional. 

Tugas tersebut dibebankan menyusul kemampuan Sulsel mencapai overstok beras dua juta ton dan jagung 1,5 juta ton. Perintah tersebut disampaikan langsung Presiden dalam sidang kabinet terbatas di Auditorium Gedung F Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, kemarin. ”Tadi rapatnya membahas masalah pertanian khususnya kesiapan nasional mencapai overstok pangan. Kita targetkan bisa mencapai 10 juta ton untuk mengamankan cadangan pangan nasional,” jelasnya usai mengikuti rapat kabinet, kemarin.

Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini mengatakan,Presiden SBY meminta untuk menyusun konsep dan langkahlangkah strategis yang akan dilakukan untuk mencapai target 10 juta ton pangan tersebut. Selain di bidang pangan,Presiden SBY juga meminta Syahrul menyiapkan langkah untuk menggenjot produksi sapi. Pasalnya, Sulsel dinilai berhasil sehingga bisa mencapai stok satu juta ekor sapi.

”Berdasarkan pengalaman di Sulsel itulah, saya diminta membuat rujukan, apa-apa saja yang harus dilakukan untuk mem-back up secara nasional,”jelasnya. Syahrul mengungkapkan, dalam rapat tersebut juga dibahas mengenai pemanfaatan lahan telantar.Menurutnya, jika lahan-lahan di sejumlah provinsi di Indonesia mampu dimaksimalkan, overstock pangan bisa tercapai dalam waktu dekat.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Agus sumantri mengatakan, kehadiran gubernur dalam rapat tersebut selain karena kompetensi,jugamenun-jukkan perhatian Pemerintah Pusat.

”Bukan hanya sebagai Ketua APPSI,tetapi pemikiran Syahrul Yasin Limpo sangat diharapkan bersama menteri Kabinet Indonesia Bersatu II untuk merumuskan dan menyusun kebijakan pemerintah,” terangnya. ● abriandi

Read More >>

Perekonomian Sulsel Tumbuh 8%


Selasa, 07 Agustus 2012

MAKASSAR – Pertumbuhan ekonomi Sulsel secara kumulatif pada semester I 2012 mencapai 8,19% dibanding semester II 2011 lalu diukur dari kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB).

Pencapaian tersebut ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi Makassar yang mencapai 9,14% pada 2011. “Pencapaian ini melebihi pertumbuhan rata-rata perekonomian nasional.Kami perkirakan hingga akhir tahun, pertumbuhan ekonomi Sulsel bisa mencapai 7,65% sampai 8%,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono,kemarin.

Pertumbuhan terjadi hampir pada semua sektor ekonomi dengan pertumbuhan tertinggi dihasilkan pada sektor pertambangan dan sektor listrik, gas,dan air.Diukur dari kenaikan PDB, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan II tahun ini meningkat 6,88% jika dibandingkan triwulan sebelumnya.

Sementara pertumbuhan yang lebih besar dapat dilihat dari perbandingan triwulan yang sama tahun lalu yakni mencapai 8,45%. Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sulsel Khaerul Agus mengatakan, pergeseran positif terjadi di semua sektor ekonomi jika dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu, kecuali pada sektor pertanian,pertambangan, dan penggalian.

“Secara umum,sektor pertanian di Sulsel pada triwulan I mengalami peningkatan cukup tinggi. Namun di triwulan II, sering kali melambat walau tetap tumbuh. Di triwulan III bahkan bisa tumbuh negatif,dan itu terjadi saat ini karena pengaruh musim tanam dan panen,” katanya. Khusus untuk pertambangan dan penggalian, terjadi penurunan karena di awal tahun ini ada regulasi baru dari pemerintah soal produksi biji nikel.

Bahkan ada beberapa tambang lebih memilih memperbaiki peralatan ketimbang berproduksi, sehingga mengalami pertumbuhan negatif. Secara year on year (y o y) pertumbuhan ekonomi Sulsel disumbangkan pada sektor listrik, gas dan air bersih dengan pertumbuhan 21,94%, disusul sektor angkutan dan komu-nikasi 20,89% serta sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan dengan pertumbuhan 19,36%.

Jika melihat data pertumbuhan ekonomi Sulsel dari 2005 hingga 2012, pertumbuhan tertinggi masih berada di 2010 dengan pencapaian 8,19%,sama dengan pencapaian di semester pertama tahun ini, dan pertumbuhan terendah di 2005 dengan capaian 6,05%.

Namun,menurut Khaerul Agus, pertumbuhan ekonomi Sulsel hingga akhir tahun bisa saja melorot jika di triwulan III pemerintah dan pelaku usaha tidak bisa mengoptimalkan perekonomian.“Ini harus dilakukan karena kecenderungan akhir tahun, pertumbuhan stagnan, jadi harus perkuat di triwulan III,”katanya.

Makassar, Metropolitan Terbaik 

Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin menyebut Makassar sebagai kota metropolitan berpenduduk di atas satu juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan ekonomi terbaik di Indonesia dalam lima tahun terakhir. Ilham mengemukakan, sejak 2007 hingga 2011, pertumbuhan ekonomi Makassar selalu di atas 9%. Konsistensi pertumbuhan seperti itu tidak pernah dicapai oleh 13 kota metropolitan di Indonesia.

“Dari 14 kota metropolitan di Indonesia, Makassar paling konsisten pertumbuhan ekonominya, rata-rata diatas 9% dalam lima tahun terakhir.Bahkan di 2008 pertumbuhan ekonomi kita diatas 10%,” kata Ilham di sela-sela peringatan malam Nuzulul Quran di Balai Kota Makassar, Minggu (5/8) malam.

Ilham mengklaim, pertumbuhan ekonomi Makassar lebih tinggi dibanding kota metropolitan Indonesia seperti Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Surabaya, Bandung, Medan, dan Palembang. Dia membandingkan pertumbuhan ekonomi 2011 di Jakarta yang hanya 6,7%, Surabaya di bawah 7%,Medan sekitar 8%, dan Palembang di bawah 8%.

Ilham mengemukakan,Makassar memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap laju pertumbuhan ekonomi Sulsel. Besarnya pertumbuhan ekonomi Makassar ditandai dengan pendapatan perkapita penduduk yang sudah rata-rata di atas USD3.000 per tahun. Sementara, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Ibrahim Saleh mengemukakan, pertumbuhan ekonomi Makassar 2007 sekitar 9%,2008 sebesar 10,58%, 2009 sebesar 9,20% dan 2010 sebesar 9,31%, serta 2011 sebesar 9,41%.

Selain itu, Ibrahim mengemukakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2010 persentase penduduk miskin di Kota Makassar paling sedikit di antara 24 kabupaten/kota di Sulsel yakni 6% dari 1 juta lebih jumlah penduduk.Namun, Kota Makassar bermasalah dengan urbanisasi.

Kepala BPS Makassar Abdul Haris yang dikonfirmasi membenarkan stabilnya pertumbuhan ekonomi Kota Makassar dalam lima tahun terakhir. “Sudah betul, pertumbuhan ekonomi rata-rata diatas 9%,”katanya. rahmat hardiansya/ supyan umar
Read More >>

Senin, 06 Agustus 2012

SYL Diundang SBY Ikut Sidang Kabinet Terbatas


 Senin, 6 Agustus 2012 
MAKASSAR - Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, kembali diundang ke Jakarta untuk menghadiri Sidang Kabinet Terbatas yang akan dipimpin langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono,  Senin (6/8/2012). 

Rapat bersama Presiden tersebut merupakan yang ketiga kalinya dalam beberapa pekan terakhir ini.

Sidang Kabinet Terbatas tersebut  dilaksanakan di Auditorium Gedung F Kantor Kementrian Pertanian, Jalan Harsono RM No 3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta. Topik yang akan dibahas adalah Program Strategis di Bidang Pertanian dan Pangan.

Jika membahas masalah pertanian, SBY memang selalu mengundang SYL ikut dalam kabinet terbatas. Maklum, Sulsel telah menjadi pilar utama perekonomian, khususnya pertanian di Indonesia atas pencapaian overstock produksi beras 2 juta ton per tahun.

"Untuk pertama kalinya dalam seminggu saya diundang tiga kali oleh Presiden ke Jakarta sidang kabinet terbatas," kata Syahrul sebelum bertolak ke Jakarta ikut sidang tersebut, Senin (6/8/2012).

Sebelumnya, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, diundang menghadiri pertemuan Sidang Kabinet Terbatas, pada 31 Juli 2012 lalu, di ruang Utama Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Rapat tersebut juga dipimpin langsung Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden RI Budiono.(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/06/syl-diundang-sby-ikut-sidang-kabinet-terbatas
Read More >>

Trans Sulawesi Siap Dilalui Arus Mudik





Senin, 6 Agustus 2012
MAKASSAR– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menurunkan tim untuk memantau sejumlah jalur Trans Sulawesi.


Hal ini dilakukan untuk mengecek kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan antar provinsi di Sulawesi, menjelang puncak mudik hari raya Idul Fitri 1433 H, pertengahan Agustus 2012 mendatang. ”Tim gabungan Kementerian PU dan Kemenhub ini melakukan pengecekan sejak sepekan lalu di Trans Sulawesi,”kata Kepala Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Regional IV Makassar Nurdin Samaila di Makassar,kemarin.

Dari hasil pantauan tersebut, kata Nurdin,tim menyimpulkan jalur Trans Sulawesi siap dilalui untuk arus mudik mendatang. Meski pada beberapa titik masih dilakukan perbaikan. Berdasarkan data BBJN Regional IV Makassar,terdapat 12 proyek pengerjaan jalan di jalur Trans Sulawesi. Seluruhnya diupayakan bisa rampung sebelum puncak mudik nanti. ”Khusus proyek pengaspalan dan pemeliharaan jalan, kita bisa upayakan percepatan penyelesaiannya. Ini seperti di poros menuju Palopo dan beberapa titik lainnya,” ujarnya kepada SINDO.

Sementara itu, khusus poros Maros-Parepare, pihaknya bersama Dinas Bina Marga telah merampungkan 22 kilometer (km) dari 28 km poros Maros- Parepare yang mengalami rusak parah.Sedangkan 6 km lebihnya baru akan mulai dikerjakan. Meski demikian, kata Nurdin, pihaknya mengusahakan agar poros Maros-Parepare tidak ada lagi patahan-patahan yang mengakibatkan tersendatnya arus lalu lintas saat musim mudik.

Selain itu,pihaknya juga akan mengurangi jalan berlubang di sepanjang poros sepanjang 120 km itu. ”Menjelang H-7 nanti kami kembali akan turun memantau kesiapan jalur Trans Sulawesi. Kami sudah bentuk juga tim pemantau jalur lebaran,” katanya. Sebelumnya, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sulsel mengeluhkan sejumlah titik di jalur Trans Sulawesi dan antar kabupaten di Sulsel mengalami kerusakan yang cukup parah.

Ketua Organda Sulsel Opu Sidik menyebutkan, beberapa titik kerusakan terparah berada di jalur Kabupaten Bone, Palopo, serta beberapa daerah lainnya di Sulsel. Sementara itu,Polda Sulselbar dan Dinas Perhubungan,Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sulsel telah membagi tiga jalur alternatif. Ini untuk mengantisipasi sewaktu-waktu terjadinya longsor ataupun bencana alam lainnya sehingga tidak memungkinkan jalur utama dipakai.

Jalur Makassar-Sulteng meliputi jalur Makassar-Sidrap- Anabanua-Wajo- Palopo-Masamba- Surowako. Sedangkan jalur altenatifnya adalah Makassar- Maros-Pangkep-Sengkang- Anabanua-Siwa-Masamba- Sorowako. Jalur Makassar-Sultra dimulai dari Makassar-Maros- Camba-Watampone-Bajoe. Sementara untuk jalur alternatifnya melalui Makassar-Gowa- Malino-Manipi-Lappada-Sinjai- Bone-Bajoe.

Sedangkan untuk jalur Makassar- Selayar ini melewati Makassar-Gowa-Takalar-Jeneponto- Bantaeng-Bulukumba- Bira. Untuk alternatif jalur yang ketiga ini melewati Makassar- Gowa-Malino-Manipi- Tanete-Sinjai-Bulukumba- Bira. wahyudi
 

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/517179/

Read More >>

Makanan Dominasi Industri di Sulsel




Senin, 06 Agustus 2012
MAKASSAR – Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang sepanjang triwulan I dan II di Sulsel masih didominasi industri makanan. Di mana pertumbuhan secara year on year (YoY) mencatat pertumbuhan tertinggi mencapai 10,41%.


Pertumbuhan tersebut menandakan, masih dominannya penguasaan pasar industri makanan di daerah ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel mencatat pertumbuhan industri makanan dari segi produksi manufaktur mikro dan kecil di triwulan kedua tahun ini jauh lebih besar dari industri besar dan sedang dengan pertumbuhan 17,05%. Pengamat Ekonomi Sulsel Agus Arman mengatakan, industri makanan memang selalu mendominasi di daerah ini.

Namun,menurut dia,tidak berarti industri lain tidak berkembang.“ Buktinya industri kayu dan barang dari kayu juga berkembang,” kata dia. Walau pertumbuhan industri kayu dan barang dari kayu tidak setinggi industri makanan, namun pertumbuhannya juga cukup besar.Tercatat secara y o y industri kayu tak termasuk barang furniture tumbuh 9,49% walau secara q to q mengalami penurunan 2,22%.

Pertumbuhan industri makanan di Sulsel belum mampu memberi andil besar bagi ekspor, sebaliknya industri kayu masuk dalam kelompok komoditi unggulan. Hanya saja, sepanjang Januari-Juni tahun ini,ekspor Sulsel untuk barang olahan kayu dan barang dari kayu merosot 15,41%. “Namun jika kita melihat data BPS, ekspor Sulsel sepanjang semester pertama untuk semua komoditi memang hampir merosot, hanya ada tiga komoditi yang mengalami pertumbuhan positif. Itu bisa diartikan ekspor Sulsel saat ini memang sedang kurang baik, ”kata dia.

Tiga komoditi Sulsel yang mengalami pertumbuhan adalah komoditi buah-buahan, olahan makanan hewan, serta ikan udang dan kepiting.Penurunan jumlah ekspor paling besar terjadi pada komoditi nikel sebesar 51,47%.Namun hal itu bisa dimaklumi karena awal tahun ini pemerintah melakukan pembatasan ekpor biji nikel mentah. Sementara itu, kian tingginya industri mikro dan kecil di daerah ini,membawa angin segar bagi perbankan.

Selain industri makanan dari sektor mikro yang berkembang pesat, industri minuman, tembakau, tekstil bahkan industri kayu dan furniture juga memiliki peluang untuk tumbuh di daerah ini. rahmat hardiansya
 
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/517177/
Read More >>

Sayang Dorong Agroindustri





Senin, 06 Agustus 2012
SEJAK Syahrul Yasin Limpo- Agus Arifin Nu’mang (Sayang) memimpin Sulsel,roda perekonomian Sulsel menggeliat. Syahrul sebelum dilantik telah memprogramkan optimalisasi hasil bumi, baik buah-buahan, sayur-mayur,padi-padian maupun umbi-umbian.


Bukan hanya optimalisasi hasil bumi atau yang lebih dikenal sebagai agrobisnis, tapi Syahrul dan Agus telah mendorong juga realisasi agroindustri di Sulsel. “Kami mengharapkan bukan hanya bahan baku yang bisa ekspor, tapi telah menjadi bahan jadi dan siap konsumsi,”kata juru bicara pasangan Sayang, Imam Mujahidin Fahmid yang juga akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Dia mencontohkan, telah ada pabrik kakao di Sulsel. Meski belum beroperasi, tapi telah ada bukti bahwa Syahrul sudah mengimplementasikannya.“ Ke depan, di Sidrap juga Sayang mendorong investor membangun pabrik pengolahan beras merah menjadi bahan makanan untuk bayi,”ujar dia. Industri di Kawasan Industri Makassar (Kima) juga mengalami perkembangan sejak Syahrul memimpin Sulsel. “Inilah yang akan kami dorong terus, sehingga Sulsel bukan hanya kuat di agrobisnis, tapi kokoh di sektor agroindustri,” kata Imam.

Penciptaan kondisi untuk peningkatan perekonomian juga telah ditunjukkan Syahrul selama di periode pertama. Pemprov Sulsel di bawah ke-ndali Incumbent membuat tim percepatan ekonomi yang membuat sektor ekonomi berkembang dan hasilnya pendapatan perkapita masyarakat saat ini meningkat tajam. Syahrul juga menggalakkan koordinasi ekspor untuk mendorong laju ekonomi.

Hasilnya, lebih dari 500 kontainer keluar masuk di Pelabuhan Peti Kemas setiap harinya. Selain itu, pelayanan Peti Kemas juga ditingkatkan 24 jam karena tingginya arus keluar masuk barang di Sulsel. Selain itu, pembinaan usaha kecil menengah (UKM), pemberian bantuan kredit,melakukan pertemuan ekspo banking antara bank dan pemerintah serta pemberian modal usaha serta kemudahan izin investasi juga dilakukan untuk mengakomodasi semua pelaku ekonomi.

Menurut Imam, selama periode pertama,Syahrul telah banyak menanamkan fondasi dan membuka ruang untuk pengembangan industri di Sulsel, bahkan banyak membuka ruang kemudahan ekspor. “Hal inilah yang akan terus digenjot dan ditingkatkan pada periode ke depan.Sebelumnya sudah ada pembangunan awal agroindustri yang tentu perlu kita lanjutkan dan tingkatkan lagi sebarannya di daerah,” tutur Imam. jumardin akas 
 
Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/517201/
Read More >>

SBY dan SYL Bahas Strategis Pertanian dan Pangan

 

Makassar Sulsel,– Gubernur sulsel Syahrul YL hari ini akan membahas program strategis pertanian dan pangan bersama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam sidang kabinet terbatas yang di gedung utama Gedung Kementrian Pertanian.

Undangan yang diterima oleh protokol gubernur menyampaikan bahwa sidang kabinet hari ini 6 agustus 2012 akan dimulai pukul 13.00 wib dan akan di pimpin langsung oleh presiden SBY.

Gubernur sulsel Syahrul YL yang ditemui sebelum bertolak ke jakarta mengatakan bahwa ini merupakan kebanggaan bagi provinsi Sulsel karena diberi kepercayaan untuk menghadiri sidang kabinet terbatas sampai 3 kali dalam 10 hari terakhir.
Menurut plt Kabag Protokol Devo Khaddafi, kesibukan gubernur selama ramadhan semakin tinggi. Hampir setiap hari SYL menghadiri 5 hingga 7 cara. Padatnya Jadwal orang nomor satu Sulsel ini semakin terasa dengan adanya undangan menghadiri sidang kabinet ini.
“Ini juga menjadi kepercayaan dan tantangan bagi protokol untuk mengatur waktu sebaik baiknya supaya semua acara Gubernur dapat terhandle dengan baik, barangkali kalo ada pemilihan gubernur tersibuk di Indonesia maka mungkin pak SYL akan terpilih” ujar Devo kepada kabarmakassar.com. [KM]

Sumber : http://www.kabarmakassar.com/?p=10406
Read More >>

Tiap Bulan CJH Sulsel Bertambah 3.500 Orang


SENIN, 06 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR, - Minat masyarakat Provinsi Sulsel untuk menunaikan ibadah haji terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, jumlah daftar tunggu calon jamaah haji (CJH) asal Sulsel telah mencapai 116 ribu orang.
Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulsel Agus Arifin Nu’mang menjelaskan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir terjadi peningkatan daftar tunggu calon jamaah haji yang sangat signifikan. Peningkatannya mencapai 3.500 orang per bulan.
“Pada tahun 2008 lalu, angkanya masih sekitar 2.500 orang. Dan sampai tahun 2012 ini, sudah mengalami peningkatan pesat menjadi 116 ribu orang,” ungkap Agus yang juga Wakil Gubernur Sulsel ini, kemarin.
Selaku Ketua IPHI Sulsel, mantan Ketua DPRD Sulsel ini juga mengaku bahwa hampir setiap bulannya, rata-rata masyarakat yang mendaftar untuk berangkat ke tanah suci mencapai 3.500 orang.
Hanya saja, diakuinya bahwa tambahan kuota yang diberikan pemerintah pusat masih cukup rendah, meski jumlah daftar tunggu CJH Sulsel cukup tinggi. Termasuk soal permintaan tambahan kuota ke Pemerintah Pusat juga diakui masih tidak mendapat respon positif.
Karena itu, Pemerintah Sulsel sejauh ini juga telah mengupayakan untuk meminta langsung tambahan kuota ke Pemerintah Arab Saudi.
Diketahui sebelumnya, Humas Kantor Wilayah Kementerian Agam Sulsel Muhammad Tonang menjelaskan, untuk tahun 2012 ini, Pemerintah Sulsel kembali memperoleh kuota haji sebanyak 7221 orang. Jumlah total kuota yang diberikan itu, terbanyak di Kota Makassar dan Kabupaten Bone. (eky/ute)
Sumber: http://cakrawalaberita.com/provinsi/tiap-bulan-cjh-sulsel-
Read More >>

Penyerahan Mobil Dinas Bumdes Di Kabupaten Bantaeng


Untuk mengapresiasi program  Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang diterapkan di Kabupaten Bantaeng, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, H. Agus Arifin Nu’mang menyerahkan 20 unit mobil operasional yang merupakan kreativitas daerah dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di Kabupaten Bantaeng, baru-baru ini. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulsel dengan ini memberikan bantuan agar Badan Usaha Milik Desa ini benar-benar berkembang dan memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat desa.
Bantaeng diharapkan bisa lebih mandiri dalam meningkatkan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi daerah berjuluk Butta Toa menyamai Sulawesi Selatan yaitu 11,3 %, dan hal ini bisa dicapai karena infrastruktur yang memadai di daerah ini.
Bupati Bantaeng, M. Nurdin Abdullah mengatakan bahwa pemerintah kabupaten berusaha keras untuk terus meningkatkan taraf perekonomian Bantaeng dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dengan bantuan mobil operasional ini. Dengan bantuan ini diharapkan warga desa semakin mandiri dalam meningkatkan taraf perekonomiannya.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Bantaeng, Meyriani mengatakan bahwa pembentukan Bumdes didasari visi Kabupaten Bantaeng, yaitu menjadikan terkemuka berbasis desa mandiri dan untuk pelaksanaannya pemerintah Kabupaten Bantaeng bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Masing-masing  Bumdes juga bekerja sesuai potensi di wilayahnya masing-masing.
Yy / Sv ( Senin, 6 Agustus 2012)
Read More >>

Sabtu, 04 Agustus 2012

Syahrul Janji Bangun Universitas Andi Djemma Palopo


 Sabtu, 4 Agustus 2012 

MAKASSAR, -- Calon gubernur incumbent Sulsel Syahrul Yasin Limpo berjanji akan membangun universitas negeri di Kota Palopo, Universitas Andi Djemma.

Divisi Informasi dan Pengumpulan Pemerintah Provinsi Sulsel, Badaruddin, menyampaikan, usai Syahrul berkunjung di Palopo .
"Pak Syahrul, menekankan kepada masyarakat Palopo, pendidikan menjadi salah satu prioritas di SulseL," kata Badar.(*)
Sumber: http://makassar.tribunnews.com/2012/08/04/syahrul-janji-bangun-universitas-andi-djemma-palopo
Read More >>

Jumat, 03 Agustus 2012

Gubernur Larangan Pejabat Terima Parcel


JUMAT, 03 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR,  - Pemerintah Provinsi Sulsel segera mengedarkan surat imbauan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo soal larangan para pejabat di Sulsel untuk menerima parcel jelang perayaan hari raya Idul Fitri 1433 Hijriah.
Sekretaris Provinsi Sulsel Andi Muallim mengatakan, surat edaran tersebut baru akan ditandatangani Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan selanjutnya diedarkan.
“Hari ini (kemarin) Pak Gubernur tanda tangan surat edaran soal larangan memberi dan menerima parcel,” jelas Muallim di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis, 2 Agustus.
Surat edaran tersebut, lanjut Muallim, intinya ada poin-poin yang melarang mem­beri dan menerima parcel terutama dari bawahan dan pengusaha.
“Jadi ini bukan hanya larangan menerima ya, tetapi juga ada larangan memberi parcel. Kami sudah buat edarannya, karena mengikuti imbauan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” jelasnya.
Berdasar pada surat edar­an tersebut, kata mantan Kepala Inspektorat Sulsel ini, pemprov kemudian akan mengupayakan adanya pembentukan tim monitoring untuk melakukan pemantauan jika ada yang melakukan pemberian atau menerima parcel yang bisa terindikasi pada bentuk gratifikasi.
Pembentukan tim monitor­ing tersebut, sambungnya, lantaran selama ini disadari bahwa ada hal-hal tertentu yang juga tidak bisa dihindari untuk mene­rima dan member parcel.
“Inilah yang harus dimonitor dan dipantau oleh tim, kemudian diakomodir dan di­laporkan,” tegasnya. (eky/ute)
Read More >>

Dubes Selandia Baru Puji Pembangunan Sulsel


JUMAT, 03 AGUSTUS 2012 

MAKASSAR,  – Duta Besar (Dubes) Selandia Baru untuk Indonesia dan ASEAN David Taylor memuji capaian pemba­ngunan di Sulawesi Selatan yang dilakukan pemerintahan Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang.
“Sangat luar biasa capai­an Pemerintah Sulsel, utamanya dalam pembangunan bidang pendi­dikan, kesehatan dan pertanian, ini sangat maju,” katanya usai bertemu dengan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang di Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Kamis, 2 Agustus.
David juga mengaku terpesona dan sangat mengagumi keindahan alam wisata di Sulsel, khususnya pada daerah Toraja. “Daerah ini sangat potensial dikembangkan sebagai wilayah kunjungan wisata, itu karena konstruksi alamnya yang sangat unik dan spesifik dan tidak dimiliki oleh negara lain,” ujar David Taylor dalam kunjungan pertamanya ke Sulsel ini.
David hadir di Sulsel untuk menjajaki potensi kerja sama Pemerintah Selandia Baru dengan Pemerintah Provinsi Sulsel.
David mengatakan, sejauh ini ada tiga program yang ideal untuk dilakukan kerja sama antara pemerintah Selandia Baru dengan Pemerintah Provinsi Sulsel. Tiga hal itu yakni, pada program pendidikan, pertanian, dan pembelajaran-pembelajaran kreatif dalam bentuk diklat.
“Indonesia merupakan parner terbesar Selandia Baru, menyusul India dan China. Kerja sama antara Selandia Baru dengan Indonesia fokus pada pendidikan, perdagangan dan pertanian, serta pariwisata,” jelasnya
Bahkan ia mengaku bahwa Pemerintah Selandia Baru juga telah menyepakati kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional RI pada bidang program doktoral dan master.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu›mang menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sulsel tumbuh pesat memang sangat menarik bagi para investor untuk datang ke Sulsel menanamkan investasinya.
“Kunjungan Pak Dubes ini untuk melihat bagaimana potansi kita, apalagi kita ini sebagai basisnya pertanian ditambah lagi peningkatan ekonomi yang semakin maju,” katanya.
Mantan Ketua DPRD Sulsel ini menambahkan, kemajuan pertanian Sulsel tidak terlepas dari peran serta masyarakat petani. Sebab, pola pertanian di sulsel berbeda dengan daerah lain di Indonesia.
“Konsep pertanian kita di Sulsel itu berbeda dengan pertanian di daerah lain, kalau di daerah lain lahan pertaniannya dimiliki oleh perusahaan. Sedangkan di Sulsel lahan itu milik petani sendiri,” jelasnya. (eky/ute)
Read More >>

Layani Penukaran Uang, Bank Sulselbar Siapkan Mobil Keliling

Jumat, 03 August 2012
MAKASSAR – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulselbar menyiapkan mobil khusus yang berkeliling di delapan lokasi di Makassar untuk melayani masyarakat dalam menukarkan uang kecil sepanjang Ramadan ini. 


Selain di Makassar,dua unit lainnya dioperasikan pula di Gowa dan Bantaeng. “Kita sengaja memfungsikan mobil keliling untuk penukaran uang kecil. Tujuannya agar bisa menjangkau masyarakat yang tidak bisa datang ke bank atau masyarakat yang malu ke bank karena menukarkan uang dalam jumlah sedikit,” ujar Direktur Utama Bank Sulselbar Ellong Tjandra di Makassar, kemarin.

Menurut Ellong, dana yang disediakan Bank Sulselbar tidak terbatas. Hanya saja, setiap orang yang melakukan penukaran uang dibatasi jumlah pecahan yang ingin ditukarkan. Misalnya untuk pecahan Rp1.000,setiap orang hanya boleh menukarkan Rp500.000 dan pecahan Rp20.000 bisa sampai Rp5 juta per orang. “Ini kami lakukan agar semua orang yang menukarkan uang bisa kebagian secara merata. Kami menghindari masyarakat yang menukarkan uang dalam jumlah besar pada satu pecahan tertentu,”tutur Ellong.

Selain memfungsikan tiga mobil keliling di Sulsel untuk penukaran uang, Bank Sulselbar juga melayani masyarakat yang ingin menukarkan uangnya di setiap kantor cabang dan kantor kas Bank Sulselbar. Setiap hari Bank Sulselbar menyiapkan Rp200 juta untuk setiap kantor, dan Rp500 juta untuk satu mobil keliling.

Pemimpin BI Region Sulampua Mahmud Arsin mengungkapkan, pada Ramadan tahun ini BI menyediakan uang khusus untuk penukaran mencapai Rp3 triliun.“Setiap masyarakat yang ingin menukarkan uang bisa datang ke BI langsung atau bank-bank lainnya,” kata dia.

Untuk penukaran uang, Mahmud mengaku akan mengalami pertumbuhan sekitar 15%, sama dengan pertumbuhan jumlah penukaran uang tahun lalu. Saat ini dalam sehari ratarata BI melayani 150 hingga 250 orang yang khusus datang ke BI untuk menukarkan uangnya. ● rahmat hardiansya 

Read More >>

Kamis, 02 Agustus 2012

Gubernur Menghadiri Dies Natalis UNM Ke-51


Koperasi di Sulawesi Selatan telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan hadirnya koperasi-koperasi percontohan yang sudah tersebar di 418 kecamatan. Koperasi-koperasi tersebut sudah diberikan pembinaan khusus dan perkembangannya didorong oleh regulasi yang berpihak pada pelaku koperasi. Pembinaan khusus yang dimaksud adalah mendorong perbankan untuk mengucurkan kredit permodalan, dimana Pemprov. Sulsel bertindak sebagai penjaminnya. Sangat sulit membangun citra positif koperasi. Padahal ini adalah sistem ekonomi kerakyatan, karena itu pemerintah harus tampil kedepan sebagai pilar dalam hal pengembangannya. Hal ini dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan, H. Syahrul Yasin Limpo pada acara Dies Natalis Universitas Negeri Makassar (UNM) ke-51 di Baruga Amanagappa UNM, Makassar, Rabu, 1 Agustus 2012.

Mantan Menteri Koperasi dan UKM pada era Kabinet Reformasi Pembangunan, Adi Sasono mengakui jika Sulsel memiliki potensi pengembangan koperasi yang luar biasa. Sebab masyarakat Sulsel punya jiwa wirausaha yang maju yang menjadi syarat koperasi bisa maju. Hanya saja masih perlu waktu untuk pengembangan Sumber Daya Manusia, dimana intervensi dari kalangan pendidik sangat diperlukan, kita tidak bisa maju kalau kaum terdidik tidak terlibat. Mereka harus masuk untuk mendorong gerakan koperasi. Menurut Ketua Dewan Pengawas Koperasi Coop Indonesia itu, potensi dan kontribusi koperasi UMKM dalam peningkatan pembangunan ekonomi rakyat tidak perlu diragukan lagi. Koperasi dan UMKM telah memberi sumbangan berarti bagi kehidupan ekonomi rakyat. Dari pendapatan akhir 2010 diketahui jumlah pelaku UMKM mencapai 51,3 juta unit. Sementara penyerapan tenaga kerja sekitar 90.000 atau 87,22 % dari pekerja nasional yang mencapai 93.000.

Sementara potensi koperasi hingga Juni 2011 mencapai 166.154 unit dengan pertumbuhan rata-rata 20.000 unit per tahun. Jumlah anggota yang terhimpun 27,95 juta orang dengan modal sendiri sebesar Rp 26,305 miliar dan volume usaha Rp 55,261 miliar. Dalam rangka pembiayaan kepada koperasi dan UMKM, pemerintah juga telah dan akan memberikan fasilitas seperti penyediaan dana bagi perempuan dan pemuda usaha mikro melalui 2.600 koperasi. Kredit usaha dari dana surat utang pemerintah, perkuatan permodalan dengan pola kemitraan lingkage program antara bank umum dan koperasi, pembiayaan produktif konvensional dan syariah, serta bantuan penyediaan dana. Ini dilakukan mengingat koperasi dan UMKM memiliki daya tahan yang tinggi terhadap krisis, sehingga kedepan mampu menjadi lokomotif pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ys/Nh (Kamis, 2 Agustus 2012 )    
Read More >>

Masih Banyak Perusahaan Belum Terapkan K3


Sebanyak 85 persen perusahaan di Sulawesi Selatan dilaporkan belum menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Mayoritas merupakan perusahaan menengah ke bawah. Dari total 12.000 perusahaan yang beroperasi, hanya sekira 500 yang telah menerapkan K3. Sisanya 11.500 masih melanggar amanah UU Ketenagakerjaan. Mereka masih menganggap program tersebut tidak penting untuk dilaksanakan. Hal ini dikatakan Kepala Balai Sertifikasi K3 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Ruslan Kamaruddin, Rabu, 1 Agustus 2012.

Pemerintah mempunyai kewajiban untuk memberikan kepastian hukum dan penegakan hukum terhadap pelaksanaan aturan ketenagakerjaan. Bila terjadi pelanggaran-pelanggaran, maka pemerintah tak segan-segan untuk memberikan sanksi tegas dan bahkan membawa perkara ini ke ranah hukum. Setiap perusahaan yang melakukan pelanggaran langsung diberikan peringatan pertama, sehingga manajemen bisa memperbaiki kinerjanya. Kalau masih saja mengabaikan peringatan tahap kedua dan ketiga, maka harus segera ditindaklanjuti dengan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP), membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk kepentingan pengadilan.

Lanjut dikatakan, salah satu upaya yang dilakukan dalam penegakan hukum adalah meningkatkan kinerja dan profesionalitas petugas pengawasan ketenagakerjaan, terutama Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang berwenang melakukan penyidikan terhadap kasus-kasus pelanggaran. Kita akan segera menggelar survei sekaligus mensosialisasikan K3, terutama kepada perusahaan yang memiliki risiko kerja cukup tinggi, salah satunya yakni konstruksi. Berdasarkan pantauan, banyak pekerja di sektor tersebut yang tidak menggunakan alat pelindung sehingga rawan terjadi kecelakaan maupun terkena penyakit.

Read More >>

Pemprov Sulsel Kucurkan Rp9,3 Miliar Untuk Pendidikan Gratis SMA di Wajo


KAMIS, 02 AGUSTUS 2012

SENGKANG,  – Pemerintah Kabupa­ten Wajo mendapat kucuran dana sebesar Rp9,3 miliar untuk program pendidikan gratis tingkat SMA. Anggaran itu dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2012.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wajo, Andi Muslihin mengemukakan pelaksanaan pendidikan gratis
SMA/sederajat sesuai SK Gubernur No 69 tahun 2012. Meski program itu sudah berjalan sejak Februari, namun baru dianggarkan pada APBD perubahan. Soalnya, APBD pokok disahkan Januari lalu.
Menurutnya, dana Rp9,3 miliar tersebut merupakan jatah untuk Kabupaten Wajo yang merupakan alokasi dari provinsi sebesar 40 persen. Sementara 60 persen ditanggung pemerintah daerah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Wajo, Rusmin M Amin menuturkan, poin-poin yang digratiskan termasuk buku-buku paket dan seragam sekolah, terutama bagi siswa yang kurang mampu dan biaya-biaya operasional siswa ketika mengikuti lomba.
Sedangkan bagi siswa yang telanjur membeli seragam, kata dia, ada wacana dananya akan dikembalikan. Begitu juga bagi siswa kurang mampu yang telanjur membeli buku paket, dananya akan dikembalikan.
“Apa boleh buat yang sudah terlanjur membeli, paling nanti subsidi pengembalian dana. Sebenarnya kita mau berlakukan untuk semua siswa tapi tergantung ketersediaan anggaran,” ucapnya. (kr4/ami)
Read More >>

Sulsel Masuk 5 Besar Penyelenggaraan Pendidikan Terbaik


KAMIS, 02 AGUSTUS 2012 

alt
MAKASSAR,  — Tidak mudah menjadi daerah dengan penyelenggaraan pendidikan yang maksimal di negeri ini. Namun Sulawesi Selatan (Sulsel) mampu menjadi peringkat 5 terbaik di Indonesia.
Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan bahwa sejauh ini Sulsel sudah mampu menjadi daerah yang telah melaksanakan program pendidikan yang dicanangkan kementerian secara maksimal.
“Karena itu kita di Sulsel termasuk 5 besar provinsi yang melaksanakan pendidikan secara maksimal. Ini sesuai dengan manual pendidikan yang digulirkan oleh departemen pendidikan dan kebudayaan,” kata Syahrul di kantor Gubernur Sulsel, Rabu, 1 Agustus.
Selain itu, Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) ini, mengaku bahwa saat ia mengikuti rapat terbatas bersama Presiden dan sejumlah menteri, pemerintah sepakat menaikkan anggaran biaya operasional sekolah (BOS) untuk SD dan SMP.
Keputusan tersebut, lanjutnya merupakan komitmen pemerintah pusat dalam dunia pendidikan sebagai salah satu upaya meminimalisir atau bahkan menghilangkan peluang bagi anak di Indonesia untuk tidak bersekolah.
“Oleh karena itu, tahun ini ada penambahan anggaran untuk SD dan SMP khususnya pada BOS. Dengan demikian penanganan anak yang tidak sekolah itu bisa dicegah seminimal mungkin,” terang peraih penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011 lalu itu.
Dari hasil komitmen untuk menaikkan anggaran BOS tersebut, sambung Syahrul, kedepan diharapkan akan muncul pembangunan sekolah-sekolah baru, khususnya sekolah yang menjadi kebutuhan di Sulsel. Misalnya, kata Syahrul lagi, yang setingkat akademi untuk membuka peluang kerja, baik tingkat provinsi maupun kota.
“Saya kira ini membuka peluang Sulsel untuk membangun lagi sekolah kejuruan dan sekolah ahli. Ini sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan kita dan tentu akan lebih mudah dengan lahirnya komitmen pemerintah pusat,” jelas SYL.
Dalam rapat yang juga diikuti Gubernur Jawa Timur dan Jawa Barat ketika itu, Presiden SBY juga menyinggung soal pengawasan dana BOS serta meminta agar pengawasan lebih ditingkatkan lagi. “Dan yang jelas bahwa kita di Sulsel perjalanan dana BOS itu sudah berjalan baik. Bahkan sekarang BOS sudah naik kelas ke tingkat SMA,” ujarnya.
Read More >>

Gubernur: Koperasi di Sulsel Tumbuh Signifikan

Kamis, 02 August 2012
MAKASSAR– Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo menilai, koperasi di Sulsel mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal ini ditandai dengan hadirnya koperasi-koperasi percontohan yang sudah tersebar di 418 kecamatan. 

”Koperasi-koperasi tersebut sudah diberikan pembinaan khusus dan perkembangannya didorong oleh regulasi yang berpihak pada pelaku koperasi,” kata Syahrul dalam Dies Natalis Universitas Negeri Makassar (UNM) Ke-51 di Baruga Amanaggapa UNM Makassar, kemarin. Pembinaan khusus yang dimaksud Gubernur adalah mendorong perbankan untuk mengucurkan kredit permodalan di mana Pemprov Sulsel bertindak sebagai penjaminnya.

“Sangat sulit membangun citra positif koperasi.Padahal ini adalah sistem ekonomi kerakyatan. Karena itu pemerintah harus tampil ke depan sebagai pilar dalam hal pengembangannya,” ungkapnya. Sementara itu, mantan Menteri Koperasi dan UKM pada era Kabinet Reformasi Pembangunan Adi Sasono mengakui jika Sulsel memiliki potensi pengembangan koperasi yang luar biasa.Sebab masyarakat Sulsel punya jiwa wirausaha yang maju yang menjadi syarat koperasi bisa maju. Hanya saja, kata dia, masih perlu waktu untuk pengembangan sumber daya manusia, di mana intervensi dari kalangan pendidik sangat diperlukan.

“Kita tidak bisa maju kalau kaum terdidik tidak terlibat. Mereka harus masuk untuk mendorong gerakan koperasi,” ungkapnya Menurut Ketua Dewan Pengawas Koperasi Coop Indonesia itu,potensi dan kontribusi koperasi dan UMKM dalam peningkatan pembangunan ekonomi rakyat tidak perlu diragukan lagi. Koperasi dan UMKM telah memberi sumbangan berarti bagi kehidupan ekonomi rakyat. Dari pendapatan akhir 2010, diketahui jumlah pelaku UMKM mencapai 51,3 juta unit.

Sementara penyerapan tenaga kerja sekitar 90.000 atau 87,22 % dari pekerja nasional yang mencapai 93.000. Sementara potensi koperasi hingga Juni 2011 mencapai 166.154 unit dengan pertumbuhan rata-rata 20.000 unit per tahun. Jumlah anggota yang terhimpun 27,95 juta orang dengan modal sendiri sebesar Rp26,305 miliar dan volume usaha Rp55,261 miliar.

Dalam kerangka pembiayaan kepada koperasi dan UMKM,lanjut Adi Sasono, pemerintah juga telah dan akan memberikan fasilitas seperti penyediaan dana bagi perempuan dan pemuda usaha mikro melalui 2.600 koperasi, kredit usaha dari dana surat utang pemerintah, perkuatan permodalan dengan pola kemitraan lingkage program antara bank umum dan koperasi,pembiayaan produktif konvensional dan syariah, serta bantuan penyediaan dana.

“Ini dilakukan mengingat koperasi dan UMKM memiliki daya tahan yang tinggi terhadap krisis.Sehingga ke depan mampu menjadi lokomotif pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,”katanya. herni amir 

Read More >>

Inflasi di Sulawesi Selatan Naik 0,04%


Kamis, 02 August 2012
MAKASSAR – Laju inflasi di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Juli lalu mencapai 0,68% atau mengalami kenaikan sekitar 0,04% jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,64%.


Kenaikan harga bahan makanan menjadi pemicu utama naiknya inflasi di Sulsel. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Pramono mengatakan laju inflasi tersebut disebabkan harga pada enam kelompok pengeluaran mengalami kenaikan. Namun kelompok bahan makanan mengalami kenaikan cukup besar,yakni mencapai 1,57%. “Kenaikan bahan makanan bergerak naik dari 1,50% di Juni 2012 menjadi 1,57%. Salah satu pendorongnya adalah tingginya belanja masyarakat sepanjang Ramadan ini.Apalagi, dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan,hanya satu yang mengalami deflasi, sisanya inflasi,” ujar Bambang di kantornya,kemarin.

Komoditas yang dominan menyumbang deflasi di kelompok bahan makanan adalah cabe merah, bawang merah, tomat sayur dan buah, serta kentang dan nangka muda. Sisanya, hampir semua kebutuhan bahan makanan mengalami kenaikan harga. Kelompok makanan jadi, minuman dan rokok,serta tembakau juga menyumbang inflasi 0,65%, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar lainnya 0,07%, kelompok sandang juga mengalami kenaikan 0,58%, hingga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keungan mencatat inflasi 0,03%.

“Sementara kelompok pendidikan, rekriasi dan olahraga sejauh ini tetap stabil,”kata dia. Dari data yang dilansir BPS Sulsel, tercatat laju inflasi secara y o y (year on year) di Sulsel mencapai 3,82%. Pertumbuhan tersebut seiring dengan kian tingginya kebutuhan masyarakat. Walau Sulsel mencatat inflasi per Juli tahun ini, Bambang mengaku hal tersebut cukup baik,karena hampir semua daerah di Indonesia mengalami inflasi. “Inflasi tertinggi dipegang Pangkalpinang di Provinsi Bangka Belitung sebesar 3,17% dan terendah di Kota Sibolga, Sumatera Utara 0,11%. Sulsel masih berada di tengahtengah,” tuturnya.

Pengamat Ekonomi Sulsel Agus Arman menilai, inflasi di Sulsel masih dalam batas normal. Terjadinya inflasi di hampir semua kelompok pengeluaran, karena Juli bertepatan dengan Ramadan yang memang selalu mencatatkan pertumbuhan belanja masyarakat. “Kebutuhan makanan pokok memiliki andil besar, terutama ikan,daging ayam,telur, daging sapi serta kacang-kacangan. Ini merupakan kebiasaan yang selalu terjadi tiap tahun saat Ramadan tiba,” kata dia. rahmat hardiansya 

Read More >>